[FREELANCE] Love Triangle (Chapter 6)

love-triangle

Love Triangle (Chapter 6)

Author: Han Sung Young

Rating: PG 18

Lenght: Chaptered

Genre: School-life, Friendship, Romance

Main Cast: Kim Taeyeon, Byun Baekhyun, Oh Sehun

Support Cast: Tiffany Hwang, Park Chanyeol, Xi Luhan

Disclaimer: Semua cast milik orang tua mereka dan Tuhan YME. But this story is mine. Happy reading and sorry about typo’s.

Thanks to:  Choiri
@bordeauxartposter for amazing poster^^


Happy reading^^

–LOVE TRIANGLE–

Suasana disalah satu kelas yang berada di sekolah SMIHS ini terlihat sangat sepi. Tentu saja, semua yang berada dikelas tersebut sudah mulai latihan untuk pentas seni yang akan diadakan beberapa minggu lagi. Bukankah dengan begitu mereka harus bekerja keras dengan latihan sungguh-sungguh agar tak mengecewakan.?

Seperti saat ini, Taeyeon dan salah satu yeoja satu kelas dengannya tengah berada di area loker untuk mengambil baju ganti yang akan digunakan latihan. Mereka hanya berdua saja, karena yang lain sudah berada di ruang ganti.

Namun tanpa Taeyeon sadari, yeoja yang bersama nya tengan menatapnya sinis.

“Cih, gadis murahan.” Ucap yeoja tersebut kemudia menutup lokernya dengan kasar dan berlalu menuju ruang ganti.

Taeyeon hanya menatap bingung pada yeoja tersebut. Taeyeon yakin yeoja tersebut berbicara padanya, karena disana hanya ada mereka berdua.

“Gadis murahan.? Apa maksudnya.?”

****

Kini semua siswa XI-G tengah serius berlatih. Grup yeoja berlatih Mr Mr, sementara grup namja berlatih Growl.

Ya, semua terlihat bersemangat dan serius untuk latihan ini. Bahkah untuk beberapa minggu kedepan mereka tak akan mengikuti pelajaran karena waktu mereka disekolah akan full digunakan untuk latihan.

Dan tak terasa sudah sangat lama mereka latihan hingga tubuhpun sudah dipenuhi dengan keringat.

“Kita istirahat dulu ne.” Ucap Taeyeon pada semua membernya.

Karena Taeyeon adalah seorang leader, dirinya berhak untuk mengatur kapan latihan dan kapan istirahat. Mereka bebas mengatur sendiri, ditambah ruang latihan untuk namja dan yeoja dipisahkan.

“Ahh, aku lelah sekali.” Ucap Taeyeon kemudian menyelonjorkan kedua kakinya dan diikuti Tiffany.

“Ne, aku juga sangat lelah.”

“Mungkin karena kita belum terbiasa.”

“Kurasa seperti itu.”

Keduanya diam, sibuk dengan fikiran masing-masing. Hingga moment mereka diganggu oleh kedatangan seorang gadis.

“Cih, baru segitu saja lelah. Bagaimana bisa Jung saengnim memilihmu sebagai leader.?” Tanya yeoja tersebut dengan nada meremehkan.

Mendengar ucapan yeoja tersebut, Taeyeon dan Tiffany bangkit dari duduk mereka untuk menghadapi yeoja tersebut.

“Apa maksudmu.?” Tanya Taeyeon ketus karena merasa diremehkan.

Mendengar ucapan Taeyeon, semua yang berada diruang tersebut berdiri dan mendengarkan percakapan mereka.

“Maksudku kau adalah yeoja lemah. Baru latihan sebentar kau sudah lelah. Aku tak yakin kita bisa menampilkan yang terbaik jika leader nya seperti dirimu.” Jawab yeoja tadi yang adalah Yuri dan menatap Taeyeon dari atas sampai bawah.

“Hey, disini bukan hanya Taeyeon yang lelah. Semua juga lelah, benarkan chingudeul.?” Ucap Tiffany yang mendapat anggukan dari enam yeoja yang lain.

Tiffany memang selalu seperti itu, dirinya sangat tidak suka jika ada yang mengganggu Taeyeon. Karena Tiffany menganggap Taeyeon sebagai saudaranya sendiri.

Saat Yuri ingin membuka suaranya, tiba-tiba Jessica datang menghampiri Yuri.

“Sudahlah Yul, bukankah aku sudah melarangmu.”

Ucapan Jessica ini sama sekali tak dihiraukan oleh Yuri hingga membuat yeoja berwajah barbie tersebut menghela nafas.

“Tapi tetap saja, Taeyeon sama sekali tak pantas jika dijadikan leader.”

“Kau ini sebenarnya ada masalah apa denganku hm.? Bahkan tadi kau sempat mengatakan bahwa aku gadis murahan.”

Taeyeon yakin bahwa Yuri memiliki dendam tersendiri padanya. Karena sangat tidak mungkin jika Yuri mempermasalahkan hal yang sangat sepele seperti ini.

“Kau ingin tau masalahmu.?” Tanya Yuri menantang.

“Ne. Cepat katakan.”

Yuri sejenak mengambil nafas sebelum memulai penjelasan. Setelah cukup, yeoja dengan kulit kecoklatan itu maju mendekati Taeyeon.

“Pertama, kau telah merebut Baekhyun dariku. Asal kau tau saja, satu tahun yang lalu Baekhyun menolak cintaku karena dia menyukaimu. Fine, aku merelakannya walau hatiku harus sakit sampai sekarang. Karena, sampai sekarangpun aku masih menyukai Baekhyun. Kedua, saat pertama kali Sehun masuk ke kelas kita, aku sudah tertarik dengannya, kufikir dengan aku bersama Sehun aku bisa melupakan perasaanku pada Baekhyun. Tapi nyatanya, kau menggoda Sehun hingga dia tergila-gila padamu. Dan yang terakhir, kudengar kau mulai mendekati Luhan. Dengan begitu, aku bisa menyimpulkan bahwa kau adalah gadis murahan yang mendekati semua namja tampan dikelas kita. Bahkan kemarin lusa Baekhyun dan Sehun bertengkar karena mu. Tetapi kau, kau hanya pura-pura tersakiti dengan meninggalkan Baekhyun dan Sehun yang sedang bertengkar. Aku jadi penasaran, siapa namja selanjutnya yang akan kau dekati.? Apakan Chanyeol.? Kris.? Atau Kai.?”

Semua hanya terdiam mendengar penjelasan Yuri. Dan semua yeoja disana berfikir, apakah urat malu Yuri sudah putus.? Bagaimana bisa yeoja tersebut menjelaskan sesuatu yang memalukan dengan begitu frontal dihadapan delapan pasang mata.?

“Kau pernah menyukai Baekhyun.?” Tanya Taeyeon yang mulai mengerti dengan alasan Yuri yang terlihat sangat membencinya.

“Bukan pernah, tapi masih.”

Flashback On

“Baekhyun-ah, aku menyukaimu.” Ungkap Yuri dengan kepala menunduk saat dirinya dan Baekhyun berada di taman belakang sekolah.

“Mwo, kau mencintaiku.? Mian, aku tak bisa menerima cintamu. Aku sudah mencintai yeoja lain.” Tolak Baekhyun halus.

“Nugu.?” Tanya Yuri dan mengangkat wajahnya.

“Kim Taeyeon. Kau tau.? Dia juga satu kelas dengan kita. Dia memiliki wajah yang begitu memggemaskan.” Ucap Baekhyun dan menatap langit, seolah-olah dia bisa melihat wajah Taeyeon dilangit.

Yuri hanya tersenyum miris. Bagaiman bisa Baekhyun lebih memilih yeoja yang baru dikenal beberapa bulan setelah masuk sekolah ini daripada dirinya yang sudah kenal Baekhyun sejak sekolah dasar.

“Ahh, sudah semakin sore. Aku pulang dulu ne. Aku ingin mempersiapkan semua untuk menyatakan perasaanku pada Taeyeon besok. Annyeong Yul.” Pamit Baekhyun dan berlalu dari hadapan Yuri.

Yuri hanya memandang punggung Baekhyun yang hampir tak terlihat dengan senyum miris.

‘Kim Taeyeon.?’

Flashback Off

“Kau tau, itu membuat hatiku hancur hingga sekarang.”

“Itu bukan salahku, Baekhyun telah memilih sesuai keinginannya. Mungkin dia tidak selera denganmu.?” Jawab Taeyeon kesal karena ucapan Yuri.

“Kau benar. Setidaknya aku tidak memakai ilmu hitam sepertimu. Kau bisa menggoda Baekhyun, Sehun, Luhan, dan aku yakin masih banyak namja yang ingin kau dekati.”

Tiffany semakin tidak suka dengan ucapan Yuri yang mengatakan bahwa Taeyeon menggunakan ilmu hitam untuk menggoda seorang pria. Karena bisa Tiffany yakini bahwa Taeyeon adalah gadis baik-baik yang tak mungkin mendekati sesuatu yang seperti itu.

“Nona Kwon, bisa kau jaga ucap-”

“Ternyata kau sangat pintar ne. Memang aku menggunakan ilmu hitam seperti yang kau ucapkan tadi. Dengan begitu aku bisa mendekati semua namja tampan dan juga kaya disekolah ini. Apa kau mau jika oppa mu yang sangat tampan itu kudekati. Mungkin oppa mu akan mau jika kujadikan namja ku yang keempat.”

Ucapan Tiffany segera dipotong Taeyeon dengan kata-kata yang semua hanya kebohongan belaka. Taeyeon fikir percuma jika dirinya menjelaskan pada Yuri karena yeoja tersebut akan tetap pada pendiriannya. Maka dari itu Taeyeon lebih memilih berbohong.

“Yeoja sialan.”

Yuri yang mulai geram akhirnya mendekati Taeyeon kemudian menjambak rambutnya.

“Akhh..”

Taeyeon tentu tak terima jika diperlakukan seperti ini. Taeyeon harus membalas, walau secara postur dirinya berbeda jauh dengan Yuri, Taeyeon tak akan menyerah. Walaupun tubuhnya itu mungil, tetapi dirinya memiliki kekuatan yang cukup besar.

Taeyeon kemudian membalas menjambak rambut Yuri. Akan sangat memalukan jika Taeyeon kalah dalam pertengkaran ini.

“Yak Taeng, mengapa kau mengatakan hal yang bodoh eo.? Aku tau kau tak melakukannya.”

“Sudahlah Yul, bukankah aku sudah melarangmu melakukan hal seperti ini. Cepat lepaskan Taeyeon.”

Ucap Tiffany dan Jessica pada Taeyeon dan Yuri sambil berusaha melerai pertengkaran yang terjadi.

Bukan hanya Tiffany dan Jessica yang melerai pertengkaran tersebut, kini Sunny, YoonA dan Hyoyeon juga mulai membantu Tiffany dan Jessica saat dilihatnya Taeyeon dan Yuri sudah mulai saling mencakar.

Sementara Sooyoung, saat yeoja itu ingin membantu melerai pertengkaraan tersebut, lengannya ditahan Seohyun yang tengah bersembunyi dibalik tubuh tingginya karena takut.

“Yak eonni, eottokhae aku takut.?” Tanya Seohyun yang masih bersembunyi dibelakang tubuh Sooyoung.

“Sudahlah Seo, sebaiknya sekarang kau keluar cari bantuan. Ani, jika saengnim tau pasti akan jadi masalah. Sebaiknya kau keruang sebelah dan suruh para namja untuk memisahkan mereka.” Perintah Sooyoung.

Seohyun hanya mengangguk kemudian segera keluar dari ruang tersebut. Sementara Sooyoung mulai membantu melerai pertengkaran yang terjadi.

Seohyun kini sudah sampai depan ruangan tempat para namja latihan. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Seohyun langsung membuka pintu tersebut.

Saat ini Seohyun dapat melihat para namja yang juga tengah istirahat.

“Ada apa.?” Tanya Suho mewakili yang lain.

“Anu..itu..”

“Bicaralah yang benar.” Saran Suho karena Seohyun berbicara tak jelas.

“Taeyeon eonni dan Yuri eonni bertengkar.” Ucap Seohyun pada akhirnya.

“MWO.?” Pekik 12 namja tersebut bersamaan.

“Bagaimana bisa.?” Tanya Kai yang sangat penasaran.

“Sudahlah, ceritanya panjang. Sebaiknya kalian segera kesana. Karena kami semua sudah kewalahan untuk melerai mereka. Tapi tunggu, dimana Baekhyun, Sehun dan Luhan.?”

“Mereka bertiga sudah keluar daritadi.” Jawab Suho.

Karena memang setelah Seohyun mengatakan permasalahan yang terjadi, mereka bertiga segera keluar untuk menemui Taeyeon.

“Sudahlah, cepat kita kesana.” Ucap Seohyun dan segera kembali ketempat latihan untuk para yeoja.

Sementara diruang latihan untuk yeoja, pertengkaran antara Taeyeon semakin memanas. Rambut yang acak-acakan, wajah yang terdapat luka, bahkan sekarang kaki Taeyeon mulai menendang-nendang Yuri. Bahkan keenam teman mereka masih belum bisa memisahkan. Hingga akhirnya…

BRAKK..

“STOP!!”

Gebrakan pintu dari Baekhyun ini diiringi dengan pekikan dari Tiffany dan Jessica. Sontak mendengar itu, Taeyeon dan Yuri menghentikan pertengkaran mereka.

“Apa yang kalian lakukan eoh.?” Tanya Baekhyun dan berjalan mendekati keduanya diikuti Sehun dan Luhan dibelakang.

“Apa yang terjadi.?” Tanya Suho saat dirinya dan yang lain sudah berada diruang tersebut.

“Tak ada yang bisa menjelaskan.?” Tanya Baekhyun dengan nada sedikit tinggi.

Sebenarnya namja itu merasa sedih melihat wajah Taeyeon yang terdapat beberapa luka. Tetapi, Baekhyun harus tau terlebih dahulu apa yang terjadi.

“Sudahlah, sebaiknya kau membawa Taeyeon ke UKS dan mengobati lukanya.” Saran Tiffany karena sempat mendengar Taeyeon meringis kesakitan.

“Benar yang dikatakan Fany, kau obati dulu luka Taeng.” Sambung Chanyeol.

“Sica, sebaiknya kau juga obati luka Yuri.” Ucap Tiffany yang masih memikirkan Yuri.

“Ne.”

Saat Jessica berniat menggandeng temannya, tangannya segera ditepis dengan kasar oleh Yuri. Dan kini yeoja itu keluar tanpa mengucapkan sepatah katapun.

“Benar-benar keras kepala.” Gumam Jessica.

“Kajja.” Ucap Baekhyun sambil merangkul Taeyeon menuju UKS meninggalkan semua yang tengah khawatir terutama Tiffany, Sehun dan Luhan.

.
.
.

Setelah sampai UKS, Baekhyun mendudukkan Taeyeon pada ranjang disana dan menutup tirai nya. Baekhyun kemudian mengambil kotak P3K di laci nakas yang berada disamping ranjang tersebut. Sebelum mengobati luka Taeyeon, Baekhyun terlebih dahulu membuka sepatu dan kaus kaki gadisnya.

Baekhyun menuangkan sedikit alkohol pada kapas kemudian perlahan diarahkan pada luka Taeyeon.

“Akh, appoyo. Pelan-pelan.”

“Ini sudah sangat pelan. Sebenarnya kau ini ada masalah apa dengan Yuri hingga bertengkar seperti ini.?” Tanya Baekhyun dan mulai memberikan obat merah dan mem-plaster luka Taeyeon.

“Aku tak tau, dia menyerangku lebih dulu.”

Baekhyun hanya mengangguk untuk menanggapi jawaban Taeyeon kemudian membereskan kotak P3K tersebut dan mengembalikan pada tempatnya.

“Apa benar, Yuri pernah menyukaimu dan menyatakan perasaannya padamu.?” Tanya Taeyeon setelah Baekhyun kembali menatap dirinya.

“Ne, kejadian itu satu tahun lalu. Tetapi aku menolaknya karena saat itu aku sudah terlanjur menyukaimu.”

Taeyeon menundukkan wajahnya begitu mendengar jawaban Baekhyun. Entah gadis itu cemburu atau apa, tetapi wajahnya terlihat sangat lesu.

Baekhyun yang melihat perubahan air muka Taeyeon segera membungkuk kemudian menopang tubuh dengan kedua tangan yang berada di ranjang tepat disisi kanan kiri tubuh Taeyeon.

“Apa kau cemburu nona.?” Goda Baekhyun dan menatap Taeyeon dalam.

Taeyeon kemudian mengangkat wajahnya dan menggelengkan kepalanya hingga terlihat sangat imut bagi Baekhyun.

“Aku merasa bersalah padamu.”

“Bersalah.? Wae.?” Tanya Baekhyun dan masih menatap Taeyeon.

“Kau rela menolak Yuri demi aku. Tetapi aku, aku hanya menyusahkanmu dengan adanya Sehun dan Luhan. Aku memang bukan yeoja yang baik untukmu.” Jelas Taeyeon dan kembali menudukkan wajahnya.

“Kau yeoja yang terbaik untukku. Jadi jangan berfikir bahwa kau menyusahkanku, arra.?”

Baekhyun memeluk tubuh Taeyeon dan membelai rambutnya dengan sayang. Dan Baekhyun baru sadar jika rambut Taeyeon berantakan dan juga kusut setelah pertengkaran tadi.

“Kau tunggu disini sebentar ne, aku akan segera kembali.” Perintah Baekhyun kemudian menghilang dibalik tirai putih tersebut.

Tak lama Baekhyun pergi, kini namja itu sudah kembali dengan membawa sebuah sisir ditangannya.

“Kau dapat darimana.?” Tanya Taeyeon heran.

“Aku melihatnya diluar. Menghadap kesana!!”

Baekhyun ikut duduk diranjang tersebut tepat dibelakang Taeyeon yang kini sudah menghadap dinding. Kemudian Baekhyun dengan perlahan mulai menyisir rambut Taeyeon.

“Aku tak menyangka jika kau bisa begitu menyeramkan seperti tadi.” Ucap Baekhyun sedikit bergurau.

“Aku hanya tak ingin di anggap lemah baby.”

“Aku memang hebat.”

Taeyeon hanya tersenyum. Sementara Baekhyun, namja itu kini masih terus menyisir rambut Taeyeon, hingga akhirnya…

SREKK..

Seseorang membuka tirai dan mulai mendekati Taeyeon dan Baekhyun.

“Taeyeon, neo gwenchana.?” Tanya Luhan dengan wajah khawatir.

Baekhyun yang melihat kedatangan Luhan hanya mendengus kesal karena moment mereka terganggu.

“Gwenchana. Kau tak perlu khawatir seperti ini.”

“Bagaimana aku tak khawatir, kau cukup banyak mendapat luka.” Ucap Luhan dan ikut duduk ranjang. Hingga kini, Taeyeon duduk di antara Baekhyun dan Luhan.

Baru saja Taeyeon ingin menjawab, tiba-tiba Sehun datang dengan membawa air mineral. Hal ini tentu saja membuat Baekhyun bertambah kesal.

“Minumlah, kau pasti masih shock.” Ucap Sehun dan memberikan air mineral yang dibawanya, namun dengan nada datar.

“Gomawo.”

Taeyeon kemudian mengambil air yang dibawa Sehun dengan ramah. Ya, Taeyeon merasa malas jika harus bertengkar dengan Sehun dalam keadaan seperti ini.

“Kajja kembali ketempat latihan.” Ucap Taeyeon setelah meminum air yang diberikan Sehun.

“Kau tak ingin pulang saja.?”

“Kau terlihat lemas.”

“Sebaiknya kau istirahat terlebih dahulu.”

Taeyeon hanya memutar bola mata saat mendengar ucapan posesif dari tiga namja yang sedang bersamanya. Taeyeon fikir mereka terlalu berlebihan.

“Kami tak memiliki waktu lebih untuk latihan, jadi aku tak ingin membuang waktu seperti ini. Lagipula, luka ku tidak terlalu parah, aku masih kuat untuk sekedar latihan.” Ucap Taeyeon kemudian turun dari ranjang dan memakai sepatunya.

Baekhyun dan Luhan juga ikut turun dari ranjang. Setelah Taeyeon selesai memasang sepatunya, mereka ber-empat segera kembali ke tempat latihan.

****

“Aku pulang.” Ucap Taeyeon saat memasuki rumahnya.

“Kau sudah pu- OMO!! APA YANG TERJADI DENGAN WAJAHMU.?” Pekik eomma Taeyeon saat melihat beberapa luka yang telah ditutupi oleh plaster.

“Nan gwenchana eomma.”

“Apa yang tidak papa.? Wajahmu terluka. Apa sudah di obati.?” Tanya eomma Taeyeon dan mendudukkan anak gadis nya di sofa.

“Sudah eomma. Tak perlu berlebihan seperti ini.”

“Bagaimana eomma tak berlebihan, sebelumnya kau tak pernah seperti ini. Sebenarnya apa yang terjadi denganmu eo.?”

“Sebenarnya tak ada yang terjadi denganku. Hanya saja, tadi ada singa betina gila yang menyerangku.?” Jawab Taeyeon asal.

“Singa betina gila.? Sejak kapan di sekolahmu ada singa.?”

“Sebenarnya sudah setahun yang lalu, tetapi aku baru menyadari hari ini.”

“Kau ini berbicara apa.?”

“Sudahlah eomma, aku lelah. Aku kekamar dulu ne.” Ucap Taeyeon dan mengecup pipi eomma nya kemudian berjalan menuju kamarnya.

“Sepertinya terjadi sesuatu.” Gumam nyonya Kim saat menatap punggung Taeyeon yang mulai menghilang.

****

“Aku lelah sekali.” Ucap Taeyeon kemudian melempar tas nya dan berbaring di ranjangnya.

Taeyeon kemudian kembali memikirkan pertengkarannya dengan Yuri tadi.

Taeyeon sangat puas dengan apa yang dikatakannya tadi. Menurut Taeyeon, Yuri bukanlah gadis yang bisa di ajak bicara baik-baik. Jadi Taeyeon memutuskan untuk berbicara seperti tadi.

‘Ternyata kau sangat pintar ne. Memang aku menggunakan ilmu hitam seperti yang kau ucapkan tadi. Dengan begitu aku bisa mendekati semua namja tampan dan juga kaya disekolah ini. Apa kau mau jika oppa mu yang sangat tampan itu kudekati. Mungkin oppa mu akan mau jika kujadikan namja ku yang keempat.’

Ya, Taeyeon akan terus tersenyum jika mengingat kata-katanya yang terkesan seperti gadis murahan tersebut. Walaupun dirinya harus bertengkar dengan Yuri. Tapi apa peduli Taeyeon, yang terpenting dirinya sudah mengungkapkan apa yang diinginkannya.

Drrttt…Drrttt…

Saat Taeyeon semakin tenggelam dalam fantasy nya, ponsel yang berada di tasnya tiba-tiba bergetar hingga menghasilkan sedikit suara.

Taeyeon segera mengambilnya dan membaca pesan yang masuk.

From : KyuPpa
‘Taeng, apa kau sudah pulang.? Ah kurasa sudah karena Sehun juga sudah pulang. Emm Taeng, apa kau mau datang kerumahku.? Aku ingin menghabiskan waktu bersamamu sebelum aku kembali. Kau tau kan jika minggu depan aku akan kembali ke New York. Kutunggu dirumah ne, see you.’

To : KyuPpa
‘Ne oppa, tunggu sebentar ne.’

Taeyeon segera bangkit dari posisi berbaringnya saat ini dan segera mengganti seragamnya. Setelah siap, Taeyeon segera keluar dan berpamitan pada sang eomma.

“Eomma, aku ingin ke rumah Kyuhyun oppa dulu ne.”

“Ne. Tapi ingat, jangan pulang terlalu malam.”

“Arra. Aku pergi dulu ne, annyeong.”

Setelah berpamitan pada sang eomma, Taeyeon segera berjalan ke arah rumah Kyuhyun. Setelah sampai, Taeyeon segera memencet bel beberapa kali hingga kini sudah dibukakan oleh nyonya Oh.

“Annyeong ahjumma.” Sapa Taeyeon dan membungkukkan tubuhnya.

“Ne, annyeong Taeyeon. Eo, ada apa dengan wajahmu.?”

“Gwenchana ahjumma, hanya sedikit masalah.”

“Ouh. Tumben sekali kau kemari, ada apa.?” Tanya nyonya Oh dan mengajak Taeyeon masuk.

“Kyuhyun oppa yang memintaku kemari ahjumma.”

“Kalau begitu, kau kekamarnya saja ne. Kyuhyun ada dikamar.”

Taeyeon hanya mengangguk kemudian membungkukkan tubuhnya dan segera menuju kamar Kyuhyun. Dan tentu saja melewati kamar Sehun hingga namja itu tau jika Taeyeon sedang berada dirumahnya.

Taeyeon mengetuk beberapa kali pintu kamar tersebut, hingga kini telah dibukakan oleh Kyuhyun.

“Eoh kau sudah datang. Mwo, ada apa dengan wajahmu.?”

“Huftt… kau orang ketiga yang menanyakan tentang wajahku oppa.”

“Aish sudahlah cepat ceritakan.”

.
.
.

“Aku tak menyangka Taeyeon yang terlihat innocent bisa bertengkar juga.” Ucap Kyuhyun setelah Taeyeon selesai menceritakan semua.

“Aku tak seperti yang terlihat oppa. Aku juga bisa berlaku kasar diwaktu tertentu.” Jawab Taeyeon dan menikmati angin yang berhembus di balkon kamar Kyuhyun.

“Woa, arra arra. Emm, aku buatkan minum dulu ne.” Tawar Kyuhyun dan di angguki oleh Taeyeon.

Setelah Kyuhyun pergi, kini Taeyeon kembali menikmati hembusan angin dan matahari yang mulai menghilang karena hari yang mulai malam.

Namun moment nya ini terganggu oleh seseorang yang masuk dan berdiri di sampingnya.

“Lukamu sudah membaik.” Tanya Sehun dan menatap lurus kedepan.

Taeyeon kemudian menoleh dan menjawab pertanyaan Sehun dengan gumaman.

Hening.

Keduanya sama-sama terdiam. Taeyeon memejamkan matanya dan kembali menikmati hembusan angin. Sehun, namja itu kini juga terdiam dan tetap menatap kedepan. Walau diam, tetapi kini otak Sehun sedang bekerja keras untuk merangkai sebuah kata-kata.

“Mian.”

Taeyeon membuka mata dan kembali menatap namja disampinya saat mendengar Sehun mengucapkan maaf. Maaf.? Untuk apa.?

“Mwo.?” Tanya Taeyeon tak mengerti dan tetap menatap Sehun.

“Mian. Selama ini aku selalu membuat kau dan Baekhyun mendapat masalah. Aku selalu berbuat kasar hingga terkadang membuatmu merasa takut jika sedang bersamaku. Aku minta maaf dengan itu semua.” Jawab Sehun dan membalas menatap Taeyeon.

Taeyeon tersenyum dan kembali menatap kedepan. Taeyeon senang karena Sehun bisa berubah seperti ini. Taeyeon fikir setelah ini dirinya dan Baekhyun bisa kembali bahagia seperti dulu tanpa orang ketiga, keempat, atau bahkan kelima sekalipun.

“Tapi aku tak akan menyerah.”

Taeyeon kembali menatap Sehun saat namja itu kembali bersuara.

“Aku tak akan menyerah. Aku akan tetap berusaha mendapatkanmu kembali. Aku tak akan melepaskanmu begitu saja. Bukankah kau tau seberapa besar cintaku dulu padamu.? Dan sampai sekarang cinta itu belum berubah, dan tak akan berubah sampai kapanpun.?”

“Aku tak mengerti dengan kata-katamu.” Ungkap Taeyeon dan kembali menatap kedepan tanpa memperdulikan Sehun yang masih menatapnya.

“Bagian mana dari kata-kataku yang tidak kau mengerti.?”

“Semua.”

“Kurasa kau tak sebodoh itu hingga tak mengerti semua kata-kataku.”

“Bukan aku yang bodoh. Tetapi kau yang membuat kata-kata yang seharusnya mudah dipahami menjadi sulit dipahami.” Jawab Taeyeon dan menatap Sehun dengan tajam.

“Baiklah, aku akan mengulangi kata-kataku. Ini untuk yang terakhir dan kau harus memahaminya.” Ucap Sehun dan mengambil nafas kemudian melanjutkan kata-katanya.

“Aku minta maaf karena perbuatanku selama ini. Tetapi walau aku sudah meminta maaf seperti ini, aku tak akan menyerah untuk mendapatkanmu kembali. Aku akan melakukan cara apapun agar kau menjadi milikku kembali.” Ucap Sehun dan memegang bahu Taeyeon.

Taeyeon kemudian mendecih dan menghempaskan tangan Sehun yang berada dibahunya.

“Micheoseyo.”

Taeyeon kemudian meninggalkan Sehun yang masih setia menatapnya.

Taeyeon fikir Sehun sudah berubah. Ternyata Taeyeon salah, Sehun sama sekali belum berubah. Benar-benar mengecewakan.

Saat Taeyeon ingin membuka pintu kamar tersebut, Kyuhyun sudah terlebih dulu membuka pintu tersebut dengan membawa dua minuman.

“Kau mau kemana.?”

“Kau terlalu lama oppa, jadi aku akan pulang sekarang. Besok kita bisa bertemu lagi, annyeong”

Setelah berpamitan, Taeyeon segera meninggalkan Kyuhyun. Sementara Kyuhyun hanya menatap Taeyeon bingung.

“Mian hyung, aku membuat tamu mu pergi.” Ucap Sehun saat Kyuhyun baru memasuki kamar.

Tak banyak yang Sehun ucapkan. Setelah meminta maaf, Sehun juga segera meninggalkan Kyuhyun dan membuat hyung nya semakin bingung.

“Yak jinjja.?”

****

Beberapa minggu telah berlalu. Semua telah berlatih keras untuk menghasilkan penampilan yang memuaskan.

Walau di kelompok yeoja terjadi perang dingin antara Taeyeon dan Yuri, serta di kelompok namja terjadi perang dingin antara Baekhyun dan Sehun, semua itu tak menjadi masalah karena member yang lain bisa mencairkan suasana.

Saat pembuka acara tadi, kelompok Taeyeon telah tampil dengan Mr Mr dan disusul kelompok Baekhyun dengan Growl. Dan kini mereka tengah berganti pakaian untuk penampilan kedua sekaligus terakhir bagi mereka, kecuali salah satu dari mereka yang nanti akan bernyanyi solo.

Kelompok yeoja yang tadinya memakai kostum dress di atas lutut dengan lipstik merah merekah kini sudah berganti dengan pakaian American Style yang menampilkan perut rata mereka. Sementara kelompok namja yang tadinya memakai kostum khas anak sekolah kini sudah berganti dengan kemeja dan celana panjang.

“Acara selanjutnya adalah penampilan I Got A Boy dari kelas XI-G.” Ucap mc tersebut.

Taeyeon dan kawan-kawan kini menaiki panggung dan memulai penampilan mereka yang menawan.

Baekhyun bahkan tersenyum saat melihat Taeyeon yang menggerakkan tubuhnya dengan lincah diatas panggung. Bahkan kini senyum Baekhyun semakin merekah saat Taeyeon menyanyikan part ‘Ah nae wangjanim.’ dan memberikan wink padanya.

Kelompok namja kini berada didepan panggung hingga bisa leluasa memperhatikan penampilan para yeoja yang benar-benar memukau.

Tak terasa penampilan para yeoja sudah berakhir. Kini giliran para namja yang akan menampilkan Overdose.

Saat berpapasan dengan Baekhyun, Taeyeon sempat bergumam ‘Fighting’ dan dibalas senyum oleh Baekhyun.

Kini musik pengiring telah terdengar dan membuat Baekhyun membuka penampilan dengan suara nya yang merdu.

Saat ini baru kelompok Suho yang tampil. Dan sekaran mulai digantikan dengan kelompok Kris yang baru saja masuk.

Lagu hampir berakhir. Kini ke-12 namja sudah berkumpul dipanggung yang sama.

Saat Baekhyun menyanyikan part ‘sesangi ontong neoinde’ namja itu juga memberikan wink pada Taeyeon. Sementara Taeyeon, yeoja itu hanya membalas dengan tersenyum malu.

Lagu sudah berakhir. Saat Baekhyun turun dari panggung, dirinya segera mendatangi Taeyeon yang tengah duduk dikursi yang berada dibelakang panggung.

“Daebakk.” Ucap Taeyeon sambil memukul pelan lengan Baekhyun dan memberi minum pada namja nya.

Kini beberapa kelompok dari kelas lain mulai menunjukkan penampilan mereka. Walau tak sebagus kelompok dari kelas XI-G, setidaknya mereka telah ikut memeriahkan acara ini.

Kini mc kembali ke panggung untuk memberitahukan penampilan penutup untuk acara ini.

“Baiklah, sebagai acara penutup, akan diisi dengan penampilan solo salah satu murid dari kelas XI-G. Kepadanya kami persilahkan.”

Kini musik kembali mengalun sebagai pengiring suara merdu dari seseorang yang berada ditengah panggung.

-TBC-

Huftt akhirnya selesai. Gak bisa ngomong banyak ya. Yang penting readers puas dan jangan lupa tinggalkan comment okk.

See you^^

Advertisements

55 comments on “[FREELANCE] Love Triangle (Chapter 6)

  1. THORRR next chap dongggg… nih ff seru beut dahhh
    suka sama sifat baekhyun sama sehunnya.. ^^ lanjut secepatnya ya thorrr

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s