[FREELANCE] Mine (Oneshot)

BAEKYEON

[Freelance] MINE – ‘Happy 1st Anniversary BaekYeon’ (Oneshoot)

(All edited images by (ig) @baexotae. Very nice, awesome, amazing and looks like real. I have got the permission to use it as a poster image for this fanfic.)

***

 

|| Tittle : MINE || Author : nurmasari_soshiexo a.ka Nurma Kierra S.L || Main Cast : Girls’ Generation Kim Taeyeon & EXO- K Byun Baekhyun || Genre : Romance, Story Life || Lenght : Oneshoot || Rating : PG17 || Pairing : BaekYeon/BaekTae || Disclaimer : The story is mine. Inspired from korean drama and another. The entire cast belong to God and they parents. Please, don’t be a plagiarism or publish this fanfic without my permission. || Summary : Begitu beruntung aku bisa memilikimu, kau memilikiku. ||

***

Udara terasa sangat dingin di tengah malam musim semi. Oh, salah. Ini sudah lewat tengah malam. Dan entah apa yang menjadi penyebabnya, musim semi datang lebih awal. Tak seperti tahun-tahun sebelumnya. Tetapi tetap saja, udara dingin masih terasa kuatnya di negara semenanjung tersebut. Termasuk disuatu kawasan elit, tepat di ibu kota negara dengan julukan ‘Negeri Ginseng’ itu. Hiruk-pikuk yang biasanya terjadi pada siang hari, kini terlihat sepi di jalanan sedang itu. Bagaikan tak pernah ada kehidupan disana.

Tepat dipersimpangan jalan didekat sebuah taman kecil, terlihat sebuah mobil mewah berdiam disana. Lebih tepat mungkin, jika sang pemilik mobil tersebut sengaja memarkirkan mobilnya ditempat itu. Tak menjadi pusat perhatian orang banyak. Lagi pula siapa yang peduli pada pemilik mobil tersebut di waktu seperti saat ini.

Hey, ini masih jam dua pagi. Hampir semua orang tengah menjalankan rutinitas wajib setiap malam. Terlelap dalam selimut tebal yang membungkus tubuh mereka di setiap rumah masing-masing.

Berbeda halnya dengan seseorang. Bisa dikatakan, orang itu adalah seseorang yang berjenis kelamin perempuan. Seorang hantu? Di waktu seperti sekarang, siapa lagi kalau bukan hantu? Oh ayolah, jangan mempercayai hal-hal yang mistis seperti itu.

Gadis itu…

Sangat cantik.

Lebih manis dibandingkan dengan permen lollipop yang mengunggah selera dengan berbagai ragam bentuk.

Tetapi, jangan menjilat tubuhnya jika tak percaya dengan makna ‘manis’ yang tadi diungkapkan.

Matanya, indah. Semakin indah dengan warna bola mata sedikit kecoklatan. Manis. Bukankah rasa coklat memang manis?

Hidungnya, mancung.

Pipinya, sangat mulus. Bagaikan dilapisi porselen. Coba tanya pada siapapun saja yang pernah ‘menyentuh’ pipi gadis itu. Kulitnya seperti bayi. Itu jawaban yang akan dilontarkan.

Telinganya, bagus. ‘Lucky Ears’. Orang menyebutnya seperti itu.

Bibirnya, menggoda. Jangan ditanya soal ini. Siapapun yang melihatnya, akan tergoda dengan sendirinya.

Tuhan maha Adil, ia bertubuh tak terlalu tinggi tetapi diberi lekukan tubuh yang sempurna. Pendek, dan mungil. Bentuk body, boleh dinilai seperti seorang model. Hanya saja, satu. Kurang tinggi.

Gadis itu,

Pemilik mobil yang terparkir tadi, masih terjaga dengan mata indahnya. Menunggu seseorang lainnya tanpa rasa bosan dan jenuh. Menunggu sembari mengetuk jemari tangan mungilnya pada benda persegi panjang berwarna silver yang masih begitu setia ia pegangi. Tak beberapa lama kemudian, benda itu bergetar. Ponselnya menunjukkan layar berkelip dengan wallpaper ia sendiri dengan seseorang yang sangat dicintainya.

‘One new message.’

Sebuah senyuman manis tercipta dari bibir mungil miliknya, saat kiriman pesan yang ia tunggui dari seseorang telah sampai padanya. Jemarinya dengan cepat menggeser layar ponsel tipis tersebut. Membuka sebuah pesan tadi dan ia mulai membacanya.

‘Tunggu sebentar, baby. Chanyeol menyembunyikan kunci apartement kamar hingga aku harus mencarinya.’

Kepalanya mengangguk memahami tanpa berniat membalas pesan itu. Baru saja mata indahnya beralih dari ponsel ke jalanan depan yang sepi, ia kini mendapati seseorang dari kejauhan dengan gerak-gerik yang sudah ia ketahui siapa seseorang itu. Tentu dengan jarak yang sejauh itu, ia tak bisa melihat wajah tampannya. Seorang pria.

Pria itu,

Tampan.

Lucu.

Humoris.

Baik.

dan,

ROMANTIS.

Langkah pria itu terlihat mengarah pada dirinya secara perlahan. Gadis bernama lengkap Kim Taeyeon tersebut hanya bisa tersenyum lalu menggelengkan kepala saat sosok pria itu sekarang terlihat melangkah dengan cepat padanya.

Bulan diatas sana tengah bulat sempurna, dihiasi kelipan bintang-bintang yang berbaur dengan langit luas. Sungguh, tak akan ada yang bisa menandingi kuasa Tuhan yang menciptakan segalanya.

Pandangan Taeyeon masih tetap terfokus pada pria yang kini tinggal beberapa langkah menghapus jejak diantara mereka. Ia semakin tersenyum dengan tulusnya sampai ia bisa melihat ketampanan pria-nya dengan sangat jelas. Sedekat ini.

Hingga malam ini berakhir, gadis itu berjanji akan selalu tersenyum sama seperti bulan diatas sana.

“Lama menungguku?” Pertanyaan pertama pria itu terlontarkan setelah duduk disamping kemudi, tepat disamping kursi kekasihnya.

Taeyeon mengangguk seraya memperhatikan sosok pria itu dengan lekat. Byun Baekhyun, nama lengkap seorang pria yang sudah hampir satu tahun ini menghiasi hatinya, melindungi dirinya, menjadi seorang pria yang tulus mencintainya.

Tiba-tiba saja dalam hitungan detik, Baekhyun menghilangkan jejak lagi diantara mereka. Ia mendekat pada wajah cantik Taeyeon, membuat gadis itu mau tak mau mendapatkan serangan dadakan dengan tanda pipinya yang memerah.

Deg

Taeyeon bisa merasakan jika debaran di dadanya selalu berpacu dengan cepat jika sudah seperti ini. Ia akan merutuki kebodohannya sendiri jika Baekhyun mendengar suara jantungnya. Mungkin Taeyeon harus berkonsunltasi pada dokter khusus jantung mengenai keadaannya jika ia berhadapan dengan Baekhyun. Sungguh semasa hidupnya, ia tak pernah merasakan debaran jantung seperti saat ini. Ia memang selalu gugup. Bahkan saat pertama kali debut dan bernyanyi didepan banyak orangpun, debaran di dadanya tak seperti ini.

Hangat. Taeyeon mulai bisa merasakan nafas Baekhyun yang menerpa permukaan kulit pipi mulusnya dengan hembusan nafas yang teratur.

Adu pandangan mata terjadi diantara keduanya ditemani jemari Baekhyun dengan perlahan menyentuh pipi Taeyeon. Mengelus dengan lembut menggunakan ibu jarinya. Pria itu selalu bersyukur. Mensyukuri betapa ia sangat bahagia bisa mendapatkan seorang Kim Taeyeon.

Memang siapa itu, Kim Taeyeon? Kekasih dari Byun Baekhyun. Maka jangan ditanya bagaimana kepopuleran yang dimiliki oleh gadis itu. Selain memiliki fisik, yah bisa dibilang hampir sempurna, gadis itu juga memiliki bakat. Bakat yang membuat dirinya disukai oleh banyak orang dari setiap kalangan.

Kemampuan bernyanyi merupakan modal utama hingga ia mendapat kepopuleran tersebut. Leader dari Girl group nasional Korea yang sudah mendunia. Siapa yang tak kenal dengan Girls’ Generation? Queen of Girl Group masa kini yang memiliki jutaan penggemar dibelahan dunia.

Bagaimana dengan Byun Baekhyun? Jawabannya hanya satu. Ia juga begitu populer, sama seperti kekasihnya. Lead Vocalis dari rookie group tahun 2012 itu kini tengah berada di masa puncaknya. EXO, nama boy groupnya.

Jangan dibahas bagaimana mereka bisa bertahan hingga saat ini. Masih teringat dalam benak mereka, saat keduanya diketahui tengah berpacaran di depan publik.

Ada yang menerima hubungan mereka, adapun yang tidak menerimanya.

Fans.

Dukungan penggemar sangat berarti.

Cinta.

Keduanya tak bisa mengorbankan perasaan hati.

Biarkan mengalir seperti aliran sungai.

Lihatlah, hingga saat ini mereka masih bersama.

Kekuatan cinta, memang bisa mengalahkan segalanya.

Baekhyun selalu menyukai moment yang tercipta diantara mereka. Ia ingin selalu berada disampingnya. Berada disisinya setiap hari, setiap jam, setiap menit bahkan jika bisa setiap detik. Berada diantara jarak lima senti meter sekalipun, ia ingin selalu melakukannya. Menyusuri setiap lekukan wajah indah milik gadisnya tanpa ingin ada yang terlewat sedikitpun.

Taeyeon bagaikan seorang gadis yang sempurna bagi Byun Baekhyun. Gadis itu cinta pertamanya. Gadis pertama yang di milikinya, tentu setelah ibu kandung yang telah melahirkannya ke dunia ini.

Tak ada yang bersuara. Bukan karena mereka enggan untuk mengatakan sesuatu. Tapi jika sudah saat seperti ini, keduanya seolah tersihir dengan pandangan lembut masing-masing.

“Aku merindukanmu.” ungkap Taeyeon dengan suara pelan. Ia kalah dari Baekhyun karena dirinya yang pertama bersuara.

Lantas, Baekhyun tersenyum sebelum berujar. “Kau tahu, aku bahkan selalu merindukanmu. Sangat merindukanmu. Sungguh sangat merindukanmu.”

Taeyeon berdecak. “Aku bersungguh-sungguh Byun. Aku merindukanmu.” ulang Taeyeon. Ia merasa jika Baekhyun menjawabnya terlalu berlebihan.

“Ucapanku yang tadi aku benar-benar serius mengatakannya, noona. Hanya dirimu, bayangan dirimu selalu terlintas dalam benakku setiap waktu. Tak bisakah disetiap saat kau berada disisiku saja? Sungguh, aku benar-benar tak bisa bernafas jika tak melihat wajah cantikmu.”

Bagus. Pria itu mengatakan kalimat yang membuat Taeyeon.. ah entahlah sulit untuk mendeskripsikan bagaimana perasaan gadis itu sekarang. Taeyeon bahkan tak bisa membalas penuturan Baekhyun. Jantungnya seolah ingin terlepas dari rongga tubuhnya. Bahagia, senang, serta malu dengan pipi yang mulai merona. Tapi untunglah, sedikit tertutupi tangan Baekhyun yang masih bertengger dengan manis di pipi itu.

Byun Baekhyun hebat bisa membuat seorang Kim Taeyeon terlihat menjadi seorang gadis pendiam. Bisa dirasakan getaran perasaan gugup gadis itu olehnya. Taeyeon memang tak pandai hanya untuk menyembunyikannya, ia mengakuinya. Taeyeon terlalu lemah jika harus berurusan dengan penuturan yang selalu tak terduga serta sentuhan lembut Baekhyun.

Pria itu tersenyum. Senyuman Baekhyun terlihat sangatlah tulus, hingga mampu menghipnotis gadis dibelahan dunia manapun termasuk gadis yang sudah menjadi miliknya. Tak ada lagi jarak diantara mereka karena sudah menyatu dengan tautan di bibir masing-masing.

Sadar atau tidak, begitu Baekhyun menyatukan bibirnya dengan bibir Taeyeon, gadis itu dengan segera memejamkan matanya. Lembut, terasa lembut. Ciuman yang diberikan oleh Baekhyun terasa sangat manis di bibir Taeyeon. Bayangkan saja, seperti permen kapas yang meleleh didalam mulutnya. Hingga pada akhirnya, Taeyeon terbuai dan semakin memejamkan mata indahnya dengan ciuman Baekhyun yang mulai mendalam dan intens.

Ini adalah yang kedua tentang kehebatan seorang Byun Baekhyun. Taeyeon tak yakin jika dirinya menjadi gadis pertama yang menjadi ciuman pertamanya.

Baekhyun berusia dua puluh tiga tahun, sangat mustahil sekali jika pria itu sebelumnya belum pernah berciuman dengan gadis lainnya atau bisa dikatakan dengan mantan kekasihnya. Bagaimana bisa? Entahlah. Bahkan Baekhyun sangat ahli tentang hal berciuman, mengingat beberapa kali (atau bisa jadi = sering kali) mereka pernah melakukannya. Tapi Taeyeon melupakan sesuatu, jika dirinya lah yang menjadi gadis bahkan cinta pertama bagi seorang Byun Baekhyun.

Chagi, chagia..”

Suara lembut Baekhyun terdengar di telinga Taeyeon dengan panggilan sayangnya. Gadis itu tak sadar jika pertautan bibir mereka telah berakhir dan berganti dengan pelukan Baekhyun. Mata Taeyeon perlahan terbuka, sedikit mendongakkan kepala lalu pandangan mereka bertemu dalam dekapan hangat lelaki itu.

“Baby, give me one more kiss.” pinta Taeyeon dengan suara pelan, terdengar manja dengan sorot mata yang polos. Lihatlah, jika sudah seperti ini Taeyeon terlihat seperti anak kecil yang merengek kepada ayahnya karena menginginkan sesuatu.

Oh God, Taeyeon belum puas dengan ciuman singkat yang diberikan kekasihnya. Salahkan Baekhyun yang memberinya ciuman yang amat sangat lembut hingga membuat Taeyeon memintanya lagi. Atau salahkan gadis itu yang ternyata sangat terobsesi dengan sebuah ciuman.

Bibir Baekhyun mendekat pada telinga Taeyeon. “Just one more kiss?” bisiknya bertanya seraya tersenyum dengan pelukan mereka yang terlepas. Lantas, Taeyeon membalas senyumannya dan mengangguk beberapa kali.

Baekhyun ingin sekali memakan gadis itu sekarang. Melihat betapa lucu dan gemasnya tingkah Taeyeon yang sangat natural dan tak terlihat sedikitpun dibuat-buat. Melihat bagaimana gadis itu merajuk, jika menginginkan sesuatu.

Pria itu menatap Taeyeon yang sudah memejamkan matanya. Ia menelusuri seluruh wajah cantik Taeyeon, lagi. ‘Tuhan, izinkanlah aku untuk selalu berada disisinya. Membuatnya selalu tersenyum dan bahagia. Menjaganya, melindunginya dari apapun yang terjadi pada kami. Kuatkan hatinya, dengan semua hal yang pernah kami lalui satu tahun belakangan ini. Aku percaya, akan ada waktu dimana kebahagaiaan itu akan datang. Aku akan selalu menunggunya kapanpun itu.’

“Baekhyun-ah, kau masih berada disini?” tanya Taeyeon tiba-tiba. Memotong harapan Baekhyun yang ia panjatkan didalam hatinya.

Baekhyun mengelus rambut hitam gadisnya. “Kau tak sabaran sekali, noona. Tunggu sebentar, aku butuh persiapan.”

Bisakah Taeyeon masuk pada sebuah lubang yang sangat dalam untuk menyembunyikan rona merah yang melanda di pipinya kembali. Apa yang salah dengan ucapan Baekhyun? Persiapan? Apa yang perlu disiapkan Baekhyun? Biasanya juga pria itu selalu mencium tanpa perlu seizinnya dulu. Tapi ini berbeda Kim Taeyeon, kau yang memintanya sekarang. Sungguh, ia terlihat seperti seorang gadis genit. Dan ia mulai merutuki kebodohannya sendiri. “Kalau begitu, tidak sajalah.”

Tentu saja tanpa sepengetahuan Taeyeon, Baekhyun menggeleng tegas. “Tunggu sebentar noona. Ku mohon, tunggu sebentar.”

Setelah menimbang selang dalam beberapa detik, Taeyeon memutuskan untuk tetap memejamkan matanya. “Baiklah.”

‘Titipkanlah gadis ini padaku. Aku berjanji dengan semua apa yang ku katakan sebelumnya. Ia sudah menjadi seseorang yang sangat berharga untuk hidupku, dan biarkan aku berarti juga untuk hidupnya.’

Wajah Baekhyun mulai mendekat pada Taeyeon setelah ia menyelesaikan harapannya. Sebuah kecupan di bibir Taeyeon terasa lembut bagi gadis itu. Senang hati, Taeyeon membalas kecupan manis Baekhyun secara perlahan. Semua perasaan takut seolah menghilang dalam benaknya.

Hanya kecupan singkat yang pria itu berikan. Taeyeon tak bisa memprotes ataupun memintanya kembali. Sungguh, kecupan singkat seperti tadi saja sudah sangat cukup bagi gadis itu. Meskipun dalam hatinya ingin meminta lebih, tapi ia berusaha untuk menahannya. Mata hitam pekat Baekhyun bertemu dengan mata cokelat indah gadisnya.

“Aku tak bisa memberinya sekarang, baby. Tunggu setelah aku membawamu ke suatu tempat.” Terdengar sebuah penjelasan singkat yang diungkapkan oleh pria itu dan Taeyeon mengangguk bermaksud memahami.

Baekhyun perlahan mendekat, hingga Taeyeon menyandarkan kepalanya di bahu pria itu. Ini adalah momen terfavorit bagi mereka. Sementara dibawah sana, tangan mereka mulai bertautan satu sama lain.

Gadis itu mulai bersuara kembali. “Kau baik-baik saja?” Ia bertanya.

Sekali Baekhyun menganggukkan kepalanya sebelum menjawab. “Perasaanku lebih baik setelah bertemu denganmu.” jawabnya jujur.

“Syukurlah.” Taeyeon meresponnya dengan singkat.

“Bagaimana denganmu, noona?”

Terjadi keheningan selama beberapa detik. “Aku baik.” Taeyeon kembali memberi jawaban singkat.

Lantas, Baekhyun menarik bahu gadis itu agar bisa menatapnya. Tapi keinginan Baekhyun tak langsung ia dapatkan. Taeyeon malah menundukkan kepala, tanpa ingin membalas tatapan Baekhyun.

Perlahan tapi pasti, jemari Baekhyun dengan lembut menarik dagu gadisnya. Ia bisa melihat mata jernih Taeyeon sekarang. Hanya dengan melihat itu saja membuat Baekhyun yakin, Taeyeon sedang merasa tak baik-baik saja.

“Berbagilah padaku jika kau merasa kesulitan, noona. Jangan menanggung beban itu sendirian. Aku akan siap menjadi pundakmu, kapanpun jika kau menginginkan. Menjadikan bahuku sebagai tempat yang kau butuhkan untuk menangis, untuk sandaranmu. Bisakah aku melakukan itu semua untukmu?”

Pertanyaan serta pernyataan Baekhyun membuat Taeyeon tanpa sadar telah mengeluarkan air matanya. “Pikirkan mengenai dirimu juga, Byun. Aku selalu menjadi beban untukmu.” suara Taeyeon terdengar parau.

Baekhyun menggeleng tegas. “Kau prioritasku, noona.”

Taeyeon memilih diam tak menggubris ucapan Baekhyun saat jemari lelaki itu mengusap linangan air mata di pipi mulusnya. Dengan pandangan Taeyeon selalu tertuju pada lelaki disampingnya.

“Mengapa kau begitu baik padaku, Byun?”

Jemari Baekhyun yang semula berada di pipi Taeyeon mulai menjauh lalu masih menggunakan tangan yang sama, telapak pria itu mengelus rambut hitam panjang kekasihnya dengan pelan. “Karena aku mencintaimu, noona.”

Sebuah senyuman mengembang di bibir gadis itu saat mendengar Baekhyun mengatakan kalimat yang sangat disukainya. Entah ini untuk yang beribu-ribu kali Baekhyun mengatakan kalimat sederhana namun mempunyai makna itu, Taeyeon tak akan pernah bosan hanya untuk mendengarnya.

“Aku juga mencintaimu, Byun. Terima kasih karena selama ini selalu berada disisiku.” balas Taeyeon dengan sedikit semburat kemerahan di pipinya.

Pria itu menanggapinya dengan anggukkan kepala serta dengan senyuman tampannya. Seketika, kening Taeyeon mengerut saat pria itu tiba-tiba saja membuka pintu mobil dan melangkah keluar.

Tanpa bersuara untuk memanggil Baekhyun, mata Taeyeon masih saja memperhatikan langkah Baekhyun yang kini berjalan memutari depan mobil, lalu berakhir dengan membuka pintu mobil di sebelah gadis itu.

“Maaf nona Kim, kekasihku.” Baekhyun menghentikan sejenak kalimat yang akan ia sampaikan pada Taeyeon saat mata mereka bertemu.

Kening Taeyeon mengerut seraya bertanya. “Wae?”

“Ada tempat yang ingin aku kunjungi, noona juga sepertinya akan suka. Manager belum mengizinkanku membawa mobil sendiri, jadi bolehkah aku-.”

Tanpa menunggu ucapan Baekhyun selanjutnya, Taeyeon lebih memilih mengangguk seraya keluar dari kemudinya. “Kau yang membawa mobilku, arra?”

Baekhyun tersenyum malu seraya menggaruk kepala belakangnya hingga Taeyeon mendorong bahunya pelan karena telah menghalangi jalannya.

Pria itu hanya bisa tersenyum malu lalu mengikuti langkah Taeyeon. Dengan gerakan cepat, ia mendahului Taeyeon agar bisa membuka pintu mobil untuk gadisnya.

“Terima kasih, my boo.” Taeyeon berujar setelah pintu mobilnya terbuka, lalu mulai duduk di kursinya dengan Baekhyun yang menutup pintunya.

Pria itu kembali mengitari depan mobil untuk sampai dikemudi mobil gadisnya.

“Jangan gugup, Byun. Aku tahu, nilai mengemudimu sangatlah baik. Jadi, buat aku nyaman dari sekarang sampai tiba di tempat yang kau maksud itu.”

Anggukkan kepala diberikan pria itu pada gadisnya seraya menyalakan mobil. Hingga mobil itu mulai melaju memasuki jalanan umum yang lebih luas dibanding jalanan sebelumnya. Baekhyun mulai sibuk dengan menyetir, sementara gadisnya lebih memilih menatap pinggiran jalan yang mereka lalui.

Noona..” panggil Baekhyun pelan.

Taeyeon menyahut tanpa menoleh pada kekasihnya. “Hmm..” Ia beralih menatap jalanan di depan.

“Bolehkah aku mengatakan jujur?” tanya Baekhyun yang masih fokus pada jalanan di depannya.

Lantas, gadis yang juga tengah memperhatikan jalanan kosong didepannya itu mengalihkan pandangan mata pada pria disampingnya. “Apa kau pernah berbohong padaku?” tanya balik Taeyeon, penasaran.

Dengan gerakan cepat Baekhyun menggeleng. “Aku tak pernah membohongimu noona. Hanya saja, ada yang ingin aku katakan sejak kemarin.”

“Sejak kemarin?”

Pria itu mengangguk sekilas. “Sudah lama sekali dan aku ingin mengatakannya.”

“Lantas apa itu, Byun?”

Baekhyun meminggirkan mobilnya dan memberhentikannya sejenak. Ia menoleh pada Taeyeon dengan sorot mata lekat. “Aku tahu mungkin ini terdengar egois. Tapi, bisakah noona mengubah outfit stage mu? Itu terlalu terbuka dan aku tak menyukainya.”

Taeyeon terdiam dengan pandangan mata terarah pada Baekhyun, sementara pria itu hanya diam membalas tatapan gadisnya. Menunggu jawaban Taeyeon. Dan tanpa diduga oleh pria itu, suara tawa Taeyeon kini terdengar menggema di dalam mobil.

Wae, noona?” Baekhyun bertanya dengan sebelah alis terangkat.

Gadis itu mengatur nafasnya sekilas. Setelah dirasa ia tak ingin tertawa lagi, tangan mungilnya beralih pada pipi Baekhyun lalu mencubitnya dengan gemas. “Salahkan Sookyung eonnie yang mengatur semua outfit stage kami. Kau kekanakan sekali, Byun.”

“Tapi tetap saja, aku tak menyukainya. Bahkan saat sebulan yang lalu di acara penghargaan itu, teman-temanku selalu menggodaku. Aku tak masalah jika noona memakai pakaian seperti itu hanya didepanku, tapi jika didepan umum aku sama sekali tak menyukainya.” sembur Baekhyun cepat dengan bibir yang mengerucut lucu.

Taeyeon memicingkan kepalanya. “Hey, kenapa sikapmu cepat sekali berubah eoh? Kupikir kau sudah mengerti dengan pekerjaanku. Aku selalu menyukai apapun yang ku pakai, asalkan itu nyaman untukku saja.”

“Pria akan berubah menjadi buas jika mangsa yang mereka miliki tanpa sadar tengah menggodanya. Heechul hyung dan Kangin hyung saja selalu menanyaiku, apa aku pernah melakukannya denganmu.”

Mata Taeyeon membulat lucu. “Astaga, apa yang dikatakan Heechul oppa dan juga Kangin oppa malam itu?”

Noona tak perlu tahu, ini hanya rahasia pria dewasa saja.” tukas Baekhyun.

“Pria dewasa? Astaga, Byun Baekhyun. Seharusnya aku tak mendekatkanmu pada kedua ahjussi menyebalkan itu.”

Baekhyun menatap jengkel kekasihnya. “Noona, ini tak sepenuhnya salah mereka. Aku sudah dewasa dan tahu apa itu..”

Puk. Perkataan Baekhyun terpotong saat Taeyeon memukul pelan lengannya. “Yak, pervert..”

“Ini yang pertama bagiku, jika noona mau melakukannya denganku. Berpelukan, ciuman, saling menyentuh, dan setelah itu…” Baekhyun menarik-narik kedua alisnya saat menatap Taeyeon.

“Hentikan ucapan menjijikkan itu atau kalau tidak, aku akan menendangmu keluar dari mobil ini.” ancam Taeyeon dengan pandangan menakutkan.

Sontak saja, Baekhyun menghela nafas kecewa. “Aiish, aku hanya bercanda, noona.” Sungguh, ia bermaksud hanya ingin menggodanya saja. Meskipun dalam hatinya selalu menggebu dan membenarkan apa yang dikatakannya.

Taeyeon menggelengkan kepala seraya tersenyum singkat sebelum kembali beralih menatap jalanan dan Baekhyun yang sibuk dengan menyetirnya.

***

A few minute’s

“Sungai Han?” tanya Taeyeon setelah Baekhyun menghentikan mobilnya.

Tanpa menunggu jawaban pria itu, Taeyeon segera keluar dari mobil lalu melangkah dan berhenti tepat di sebelah pembatas sungai di daerah Seoul tersebut.

Angin di pagi buta segera menerpa wajah cantiknya. Dengan suara-suara khas aliran air sungai yang tenang membuat Taeyeon memejamkan mata dengan kedua tangannya ia rentangkan.

Gadis itu tak peduli ia berada dimana, tengah melakukan apa, dan bersama siapa. Yang terpenting kali ini, ia bisa merasakan kenyamanan yang tak pernah ia dapatkan di pagi buta sebelumnya.

Telinganya bisa mendengar seseorang yang melangkah mendekat di belakangnnya. Dalam hitungan detik, sebuah tangan sudah melingkar erat dipinggangnya. Taeyeon tak perlu berteriak, toh ia sendiri juga tahu siapa pemilik tangan itu.

“Kau bisa kedinginan, chagi.” Baekhyun berbisik pelan ditelinga Taeyeon. Hembusan nafasnya menggelitik bagian belakang leher gadis itu yang membuat Taeyeon sedikit kegelian.

“Tetap seperti ini, Byun.”

“Kau menyukainya?” tanya Baekhyun dan dibalas anggukkan kepala gadis itu. “Aku tak akan pernah melepasnya, meski kau meminta sekalipun.” Baekhyun menambahkan.

Taeyeon tetap memejamkan matanya. Kali ini sebelah tangan Baekhyun sudah menjauhi pinggang gadisnya, tanpa melepaskan pelukan yang ia lakukan. Dengan pelan, Baekhyun menyingkirkan rambut panjang gadisnya hingga rambut itu hanya menjutai di sisi kirinya saja.

Tanpa ragu, Baekhyun beberapa kali mengecup leher putih Taeyeon yang dihiasi sebuah kalung dengan bandulan kecil pemberian darinya. Ia bisa mencium aroma vanilla yang menguar di tubuhnya. Gadis itu tak menolak. “Kau benar-benar tak ingin melakukannya untuk yang pertama kali denganku?” lagi Baekhyun meminta permintaan aneh tadi.

Lantas, Taeyeon hanya bisa tersenyum tipis sebelum menjawab. “Tunggu setelah kita menikah.”

Baekhyun mengecup sekali lagi sebelum menjawab. “Kalau begitu, kau ingin menikah denganku?”

Taeyeon tak menjawab dan lebih memilih menumpukan telapak tangan pada kedua tangan Baekhyun yang kini kembali melingkar dipinggangnya. Hening selama beberapa detik. Ia mulai membuka mata, mendapati sebuah pemandangan dengan pandangan kosong pada aliran sungai di depannya.

Menyiapkan sebuah penuturan tulus untuk kekasihnya. Taeyeon bahagia. Sungguh, ia benar-benar bahagia saat pria itu mengajukan sebuah.. yah bisa dikatakan sebuah ‘lamaran’ dadakan yang bahkan tak terduga yang diminta oleh Baekhyun.

Bisakah itu dikatakan sebuah lamaran? Tanpa cincin? Bunga? Perhiasan mahal atau apapun itu? Entahlah.

“Apa yang kau punya, Byun? Usiamu baru menginjak dua puluh tiga tahun. Masa depanmu masih panjang dengan pekerjaanmu saat ini. Kau masih menjadi seorang pria yang dicintai banyak gadis di belahan dunia. Raih impianmu setinggi, semampu yang kau bisa. Menjadi pria hebat yang membanggakan orang tuamu, orang terdekatmu, penggemarmu dan tentu saja gadis yang akan menjadi pendampingmu kelak.” tanpa terlihat oleh Baekhyun, gadis itu tersenyum miris.

“Apa kau yakin, kita akan masih terus bersama hingga kau menjadi pria yang aku ungkapkan tadi?”

Baekhyun merasa tercekat kala mendengar pertanyaan gadisnya. Ia melepaskan lingkaran tangannya di pinggang Taeyeon. Dengan pelan, tangannya menarik bahu Taeyeon agar ia bisa menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh gadis itu.

Menatap dengan pandangan tulus, sorot pandangan yang lembut membuat Taeyeon tak bisa menolak untuk membalas tatapan matanya.

“Aku akan mencoba untuk mempercayaimu sepenuhnya. Tak ada yang pasti di dunia ini, aku tahu itu. Begitu beruntung aku bisa memilikimu, kau memilikiku. Aku menjadi cintamu, dan kau menjadi cintaku. Aku memang belum mempunyai apa-apa saat ini, tapi aku berjanji akan selalu menjagamu, melindungimu, dan menjadi sandaranmu. Membuatmu setiap saat tersenyum. Hanya kepercayaan yang bisa membuat kita akan terus bersama untuk selamanya. Maka, percayalah padaku.Izinkan aku menjadi pria selanjutnya yang dapat kau percaya, tentu setelah ayah dan kakak laki-lakimu. Maukah kau melakukannya untukku juga, noona?” tanpa aba-aba Baekhyun berjongkok di hadapan Taeyeon.

Inilah sisi dewasa seorang Byun Baekhyun. Dengan segala tingkah konyol yang dapat ia lakukan di hadapan publik, ia juga benar-benar mempunyai sebuah sisi keseriusannya.

“Baekhyun, apa yang kau lakukan?” pandangan Taeyeon beralih pada sekitarnya. Memastikan tak ada yang melihat apa yang dilakukan Baekhyun. Mengapa ia baru menyadarinya sekarang. Kim Taeyeon, ini masih pagi buta. Tak ada orang lain yang akan melihatnya. Terkecuali Tuhan di atas sana, dengan langit yang masih terhiasi dengan bulan dan kelipan bintang.

“Tolong percaya padaku, noona.” suara Baekhyun kembali terdengar sangat tulus. Menyiratkan bagaimana perasaan yang memang ingin ia tunjukkan untuk gadisnya.

Taeyeon menghela nafasnya selama beberapa detik sebelum menjawab. “Aku mempercayaimu, Byun Baekhyun.” Ia menarik pria itu, hingga posisi keduanya saat ini berhadapan.

“Terima kasih, noona.” Pria itu mendekat dan memberikan kecupan manis di pipi kiri Taeyeon. “Selamat hari jadi kita untuk tahun pertama. Maaf, aku tak bisa memberimu apapun malam ini. Aku sibuk dan tak ada waktu untuk menyiapkan sesuatu yang spesial untuk hari ini, tepat satu tahun hubungan kita.”

Haruskah Taeyeon menangis? Mengapa tidak sedari tadi saja saat Baekhyun mengungkapkan penuturannya yang membuat ia sulit untuk menjawabnya. Sungguh, Taeyeon benar-benar terharu dengan apa yang dilakukan pria itu, dari awal hingga saat ini. “Kupikir kau melupakan hari ini.”

Pria itu menggeleng seraya meraih kedua tangan Taeyeon kemudian menggenggamnya. “Aku tak akan melupakannya. Panjatkan harapanmu, noona. Pejamkan mata, setelah itu katakan keinginanmu mengenai hubungan kita.”

“Bagaimana denganmu?” tanya Taeyeon cepat.

Baekhyun menyengir. Memperlihatkan deretan gigi putihnya. “Aku sudah meminta harapanku.”

“Kapan itu?” masih dengan rasa penasaran, Taeyeon kembali bertanya.

“Saat noona menunggu ciuman dariku.” jawab Baekhyun membuat gadis itu terlihat kikuk. Taeyeon terlihat malu setengah mati. “Aissh, kau curang Byun Baekhyun.” gerutunya.

Taeyeon memejamkan mata tanpa membiarkan pria itu membalas ucapannya. Baekhyun didepannya hanya memperhatikan lekat saat gadis itu mulai memejamkan mata. Ia tahu, gadisnya itu tengah meminta sebuah harapan baik.

“Apa harapanmu, noona?” tanya Baekhyun saat Taeyeon membuka matanya dan kembali menatap ke arahnya.

“Sederhana saja.” ucap Taeyeon seraya tersenyum. “Agar kau selalu berada disisiku, menjagaku, melindungiku, dan tetap mencintaiku.” lanjutnya.

“Bagaimana bisa sama denganku? Apa noona mendengarnya dari hatiku?” tanya Baekhyun dengan raut wajah bingung.

Taeyeon memutar bola matanya. “Astaga Byun Baekhyun, bahkan aku sama sekali tak tahu apa yang kau lakukan saat aku menunggu ciuman darimu.” jawab Taeyeon tanpa sadar. Sedetik kemudian, ia menggigit bibir bawahnya. Menatap Baekhyun dengan pandangan malu.

Pria itu kemudian terlihat menyeringai. “Apa kau masih mengharapkannya, sekarang?” godanya.

Taeyeon terdiam dengan raut wajah kebingungan. Apa harus ia menjawab pada pria yang lebih muda tiga tahun darinya itu dengan jawaban kejujuran? Sungguh, Taeyeon memang ingin diberi ciuman hangat lagi oleh Baekhyun. Ia ingin memintanya, bahkan tak ada rasa gengsi sekalipun. ‘Harga dirimu, Kim Taeyeon. Ingat itu.’ batinnya mengatakan itu, tapi tidak dengan pikirannya.

“Baiklah, berikan satu ciuman lagi untukku Baekhyun-ah.” pintanya dengan suara memelas.

Pria itu ingin sekali bersorak atas kemenangannya. “Apa?”

Aissh, kalau begitu lupakan saja.” Masa bodoh jika Taeyeon ingin memintanya lagi. Ia benar-benar malu atas apa yang ia lakukan.

Baekhyun hanya tertawa singkat melihat tingkah gadisnya kemudian meraih Taeyeon kedalam pelukannya. Tangannya dengan cepat melingkar di pinggang Taeyeon, menyatukan tubuh dingin mereka dan menciptakan sebuah kehangatan. Mau tak mau, gadis itu membalas pelukan kekasihnya.

Tubuh Taeyeon didekap erat oleh Baekhyun, seolah mereka tak ingin melepaskan. Keduanya membutuhkan pelukan hangat satu sama lain dan itu terbukti betapa erat keduanya berpelukan.

“Fokus pada comebackmu, dan konser grupmu yang akan datang. Jangan merengek atau protes tak mau makan jika aku menolak untuk bertemu denganmu, eoh.” titah Taeyeon dan ia bisa merasakan Baekhyun menganggukkan kepalanya.

“Bulan depan sepertinya akan sulit untuk kita bertemu, noona. Dari awal bulan april, aku akan segera melakukan konser di negara China. Begitupun denganmu, kembali sibuk di negara Jepang.”

Hey, memangnya kita hidup di zaman apa sekarang, eoh? Kau selalu menghubungiku, begitupun denganku. Carilah kesempatan untuk selalu berkomunikasi denganku. Jika tak ada waktu, aku sama sekali tak apa-apa. Aku akan selalu mempercayaimu, Byun Baekhyun.” jelas Taeyeon memberikan sedikit sarannya.

Lagi, Baekhyun menganggukkan kepalanya. “Aku juga mempercayaimu, noona. Sangat mempercayaimu sepenuhnya.”

Taeyeon menggerakkan tubuhnya, kemudian Baekhyun ikut mengikuti mengendurkan dekapan posesifnya. “Terima kasih.” tutur Taeyeon dengan suara pelan, dan terdengar lembut di telinga Baekhyun.

Pria dihadapannya hanya membalas dengan senyuman. Dan menurut Taeyeon, senyuman Baekhyun merupakan senyuman yang paling tulus yang pernah dilihat oleh dirinya selama ia mengenal pria itu.

“Kurasa kita harus pergi sekarang.” Baekhyun memandang arloji mewah yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Jarum jam disana menunjukkan pukul 03.45 pagi.

Taeyeon mengangguk sebagai balasan tanggapan untuk pria itu dan Baekhyun dengan pelan menarik tangan gadisnya. Mengikuti langkah Baekhyun menuju kendaraan yang mereka gunakan untuk sampai di tempat ini.

Taeyeon menarik ujung jaket yang dikenakan Baekhyun membuat pria itu membatalkan niatnya untuk membuka pintu mobil saat mereka sudah sampai didekatnya.

Ia menatap heran pada gadis yang tengah menundukkan wajah cantiknya itu.

“Kim Taeyeon-noona.” panggil Baekhyun kemudian menatap tangan mungil sang gadis yang masih memegang erat ujung jaketnya. Ia hanya bisa menatap sendu kekasihnya, tak mengerti keinginan gadisnya.

“Taeyeon-ah.” panggil Baekhyun untuk kedua kalinya. “Ada apa? Tataplah aku.”

Perlahan Taeyeon mulai mengangkat wajah cantiknya. Dengan perasaan ragu dan gugup, ia menatap pria mempesona yang wajahnya hanya berjarak beberapa senti darinya tersebut.

Baekhyun menatap wajah Taeyeon lekat. Satu kesalahan indah jika pria itu harus berhadapan dengan gadis didepannya. Baekhyun tak bisa menahan untuk mengontrol dirinya jika sudah menatap wajah cantik Taeyeon dalam jarak yang dekat.

Baekhyun yang terlalu tergila-gila pada gadis itu, atau memang setiap pria selalu bersikap seperti ini jika sudah berhadapan dengan gadis cantik bak bidadari bernama lengkap Kim Taeyeon tersebut.

Entah bagaimana, tiba-tiba saja Baekhyun memajukan wajah tampannya pada Taeyeon. Menghapus jejak lagi diantara mereka. Diikuti Taeyeon dengan pejaman matanya saat bibir keduanya menyatu lembut dalam sebuah ciuman.

Kini Baekhyun mulai berani sedikit memberikan ciuman agresif pada gadisnya, tentu dengan senang hati Taeyeon membalasnya. Mungkin tak sedalam ciuman yang Baekhyun berikan, tapi ia berusaha menyeimbangi ciuman kekasihnya agar Baekhyun mendapat kenikmatan yang sama.

Kepala Baekhyun tak diam. Dengan kedua tangan yang memegang pipi Taeyeon, ia memiringkan kepalanya ke kanan-kiri secara bergantian. Mencari posisi yang nyaman untuk menyatukan bibir mereka lebih mendalam.

Saliva mereka menyatu. Saling menarik ulur, membelit lidah dalam mulut keduanya. Menarik bawah bibir Taeyeon dan menyesapnya merupakan hal yang sangat ia sukai.

Baekhyun menarik tangannya dari pipi Taeyeon, kemudian membuka pintu mobil yang berada dibelakangnya tanpa melepas pergautan bibirnya dengan bibir manis Taeyeon. Dengan kesadarannya, ia memutar balik tubuh Taeyeon, mendorongnya pelan hingga gadis itu terduduk di kursi mobil dengan posisi menyamping.

Tanpa melepaskan bibirnya, Baekhyun ikut berjongkok untuk menyesuaikan posisi tubuhnya dengan posisi Taeyeon saat ini. Menahan posisi tubuh dengan tempurung lututnya.

Selang beberapa detik, pria itu melepas ciumannya diikuti Taeyeon. Mereka terlihat terengah-engah. Baekhyun dan Taeyeon menggunakan kesempatan ini untuk menghirup oksigen sebanyak yang mereka bisa.

Tak perlu membutuhkan waktu yang lama, Baekhyun kembali mencium bibir Taeyeon, ia sungguh tak bisa menahan diri. Hanya beberapa detik, ia ingin menciumi keseluruhan tubuh gadisnya, jika ia bisa.

Euungh!” suara lenguhan Taeyeon mulai terdengar saat bibir Baekhyun beralih menuju lehernya. Taeyeon bahkan tak sadar, ia beberapa kali mengelus rambut Baekhyun. Seolah menahan pria itu untuk lebih dalam menciumi lehernya.

Baekhyun menghembuskan nafasnya di leher Taeyeon saat ia sudah memberikan sebuah tanda pada gadis itu.

Tangan mungil Taeyeon beralih melingkar di leher Baekhyun. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan ini, ia menarik Baekhyun dan mempertemukan bibir mereka kembali. Jika tadi Baekhyun yang mengambil alih dalam ciuman panas mereka, kini bergilir menjadi Taeyeon.

Gadis itu mencium bibir Baekhyun dengan lembut, tak seagresif ciuman Baekhyun tadi. Namun sungguh, Baekhyun sangat menyukai ciuman kekasihnya tersebut. Taeyeon bahkan tak sadar saat tangan Baekhyun perlahan mulai melepas beberapa kancing kemeja atas yang dikenakannya.

Ia baru menyadarinya saat Baekhyun melepas coat hitam yang ia kenakan menyebabkan Taeyeon berhenti untuk menjamah bibir Baekhyun. Gadis itu memegang kedua tangan Baekhyun yang saat ini tengah berada di dekat dadanya.

“Bukan di tempat seperti ini, Baekhyun-ah.” Sadar akan keberadaan mereka berada dimana, Taeyeon bersuara. Ia menjauhi tangan Baekhyun.

Pria itu hanya tersenyum. Kemudian, mengancingi kembali kemeja putih yang dikenakan Taeyeon.

“Siap untuk menghabiskan pagi ini bersamaku, noona?”

Pertanyaan Baekhyun membuat Taeyeon menegang. Sedetik kemudian, ia mengangguk dengan pelan membuat Baekhyun hampir saja berteriak.

Tanpa membuang waktu lama lagi, pria itu berdiri dari posisi berjongkoknya. Menutupi pintu mobil disamping Taeyeon, kemudian berlari menuju kursi kemudinya.

Ia menoleh sekilas pada gadis yang kini tengah mengenakan seatbelt-nya. Senyuman manis yang diberikan Taeyeon, membuat Baekhyun tak sabar untuk melakukan hal yang lebih dengan kekasih hatinya tersebut pagi ini.

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

FIN

Author note’s : hallo, annyeonghaseo yeorubun ^^
masih ingat dengan author kecee yang satu ini? wkkwkw
au dah, mau ngomong apaan yak tentang ff ini, haha *turunan betawi-sunda jadinya gini nih #abaikan


mianhae, jeongmal mianhae atas keterlambatan story ini :”)
alasannya hanya ‘MALAS’
duh, engga tau kenapa lagi males2nya nulis ff. Ide mentok, ditambah banyak tugas kuliah ini-itu. lol
semoga terobati yah, sama menuhin janji dengan ff BAEKYEON ini.

 

 

Ini tanggal 19 yah? *buka kalender

Yeaaay, tanggal 19 itu tanggal keramat untuk kopel ‘sensasional’, ‘cute’ ‘adorable’ sepanjang masa BAEKYEON.

Entahlah mereka jadiannya tanggal berapa -,- yang pentingkan konfirmasi tanggal 19 Juni 2014, dan waktu itu hubungan mereka baru empat bulan.
so, otomatis dong bulan Februari *penuh cinta- 1st anniversary hubungan mereka.
engga kerasa yeth, udah setaun aja bias2 gua pacarannya
jadi, HAPPY 1ST ANNIVERSARY BAEKYEON
‘Langgeng, cepet nikah, punya anak, sampe tua bersama’
*AMIN*

Please leave a comment if you enjoying read this fanfic
thank you so much, and about ‘SILENT READERS’ please go to ‘Jamban’ for now.

HARGAI CUY ^^
*Berapa neng?

CUKUP KASIH KOMENTAR aja sih susah amat.
semoga karya2 situ juga dihargain yah ^^
KARMA masih berlaku dong?

Duh, ngemeng apaan coba? Wkwkw

Bye readers, tunggu di ff absurd aneh, typo selanjutnya yah.

 

Advertisements

100 comments on “[FREELANCE] Mine (Oneshot)

  1. omegot(?).. #tutupmata..
    aku udah d atas umur ka but baca ff bginiannnn… *kbalik neng #bomat

    kyaaa.. kaka ff nya ngena bnget jdi inget foto yg d publish dispatch ITU lohh.. hahha.. keren ka sumpah ff nya feeling dapet bahasa juga gk ribet” amat..😍😍😍 makin cinta dah ama baekyeon..

    kaka aku gk nyangka kaka jadi author rupanya #maafkan aku ka.. ohh ya kak aku boleh nitip salam kn ?? boleh ya boleh dong.. ya.. ya..
    but kak yuna ka baexotae ka fatin Berlin nadiyah sama yg lainnya deh.. hpku yg kmaren ilang yg ini gk visa download IG huhuhu..😭😭

    thanks ya kak nurma ^^ fighting..
    happy 1st anniversary for BaekYeon..🎉🎉🎉

    • halloo dek ^^ jgn dibaca pelisss kalo msh d bawah umur. wkkwk
      iya nih kerjaan sampingan jd author absurd. lah ko aku baca ulang nih ff malah aneh ya -,- engga tau msti ngmg apa sm ff aneh absurd tp ajaib ini. lol
      iyaa nih, kmn aja jrg nongol d ig? kita2 slalu sibuk di DM. okay deh sip aku salamin sm mereka.
      btw dek, makasih ats komentarmu. haha *jd malu

      tunggu yah, spesial TY birthday. #bocoran

      • ciee kaka terharu.. awas ntar terbang.. sni pegangin pegangin.. 😝😝😝 #modus.. oke deh ka.. d tunggu karya selanjutnya.. kkkk~

  2. Aww so sweett..er apa yg mau mereka lakukan….taeyeon serasa lebih mudah ya dibanding baekhyunn
    Keren thor….boleh minta squel nya gak heheheh

  3. So sweet so romantic…tapi miris juga bacanya mengingat diriku masih sendiri :v *kasiandeh
    Pingin juga tau ngerasaan anniv,pacaran,kisseu (?),hug..tapi yasudah serahkan semuanya pada Tuhan :’)

  4. baekyeon baekyeon baekyeon i love baekyeon

    feel nya dpet bgt, kgn baekyeon moment, plng ska ff baekyeon apalg klo crya nya kyk ini serasa real. smga lngeng baekyeon

    keep writing author, fighting!!!

  5. Senengg ii bacanya,, kayak real bgt..
    Sama bgt, aku jg selama ini mikir2 sampai kapan mrka bisa terus bertahan sementara baek msh muda bgt n taeng udah hampir matang buat nikah..
    Tp selalu berharap mrka bisa ttp bersama sampai klo Tuhan ijinin emg jd jodohnya hhehe
    Amin amin..
    Thanks yaa author.. semangatt! #alwayssupportbaekyeon

  6. dasar author byun-,-hahahhahaha
    taeng hidu g mancung(?) hahahaha pesek gitu, baek masa sms sih, tlpn nama,minta(?)pl kirim pls gitu-,-, baek romantis(?)romantis dr hongkong, slam knl nur dr kty_unnie aka istri xiumin. #minpi-,-
    byuncouple & fans byun

    • oh lupa kak, ada salam dr adek kita byuneni_ss dia jarang aktif d ig. katanya hpnya ilang sm hp yg skrg engga bisa download ig. haha padahal paling suka meme baekyeon punya dia

    • ohhh jdi ini kak yuna toh… apa kabar kaka… kangen bnget ama kaka #peluk kak yuna

      kak nurma makasih lahhh… aku usahain download IG deh walaupun maksa. kkk~~~

    • doooh si kk typo muncul -,-
      lah namanya jg ff kaka istrinya bang umin. haha
      please jangan dibaca kak, ini bner2 absurd aneh ber-typo ria kayak kk yg satu ini.
      banyakin komentar typo nya kek kak. biar nambah banyak komentarnya. hahaha
      tp makasih sih kak udh baca juga. 🙂

      • hah jgn di bca?klw gitu jgn di update pea^_^ hahahahaha
        udh lama sih ga bca ff baek yg bikin menarik-,- baru kali ini bcanya-,- hahahaha bagus ko’ cie cie cie yg jd author^_^

  7. wah sudah staunjg baekyeon…
    ingt dlu wktu taeyeon dihujat itu sakitnya…..
    tp mga taeyeon oenni sllu bhagia…
    thornim jang!!!

  8. Duh kak :”” bingung mau komen gimana *lhah ini aja udah komen -_-* ini keren banget sumpahh duh papi byun… aaaaa keren gila pokoknya, ff baekyeon terbagus yg pernah aku baca :”” and then, HAPPY 1ST ANNIVERSARY BAEKYEON!! Mami Papi gue di dunia per-kpop’an :’D Semoga bisa cepet nikah, langgeng sampe anak cucu dan akhir hayat pkoknya. Love-ya!!

  9. kangen bnget tahu sma kamu, kngen sling ngebully bias masing2,kngen sling ngomongin haters trutama ribut sma baekmi ship-,- hahahahaha k2 jgn jd kngen sma dm2 kita dulu bareng ka eva,berlin,imndya, sma siapa itu ahsahya(?)siapa itu lupa-,- klian semua ga pernh update, hiatusnya jnjian ya-,-
    huh tp nurma tahu dr mna klw hp kamu hilng, trus download ig ga bisa-,- jd sedih

  10. tau dong. wkwkw orang dia bilang k aku.. hahaha
    kak buka ig dong. kita lg sibuk DMan. tema kali ini ttg ig akun username ‘kim vanilla’ @brntbbdass. nah satu lg sama @brntbbdassxoxo. kita2 lg nebak kalo dua akun itu mlk baekyeon. hahaha. maklum lah kak, kita2 kan orangnya delulu.
    nah, kka malah hiatus -,- satu bulan lagi. engga ada hujan-angin langsung aja bilang hiatus bye. haduhh ㅠㅠ

  11. Aaaaaa bagus bgt ff nya.. ♥♥♥♥
    romantis bgt hihi
    suka sama penggunaan bahasanya ^^
    Bikin sequelnya dong thor hihi

  12. AMIIN………
    Aku ngga thu mau nulis apa..
    Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……….
    Gilaaaaaaaaaaaaa….
    Qqqeeeeerrreeeennnnnñn…..
    Bangettttttttttttttttttttt………

    BaekYeon HWAITING

  13. Wah wah, judulnya bener2 udh bikin merinding thor ‘-‘ apalagi pas bagian kissing BaekYeon di mobil itu tuh ._. Keknya Baekkie kena virus si Temsek ye :v tahan hasratmu Baekhyun-ah! Taengoo juga ya tahan hasratmu itu eonnie 8(><)8 kau yang polos itu lucu, tapi klo udh jadi wanita dewasa H-O-T, HOT!

    Kasih 5thumbs buat author! ^^ fanficnya keren, enak di bacanya jadi nyaman gitu matanya(?) Next stories, hwaitaeng!!
    Happy 1st Anniversary BaekYeon! ^^ ♥ #백연

  14. bikin sequel dong eon, FFnya keren 😀 kira kira gimana ya kelanjutan baekyeon tadi *plakkk -_- duhh baekk yadong bangettt hohoho :’D longlast & keep romantic baekyeon

  15. Yah elah…ceritanya beneran gini looh.Ini anak.
    kasian adek adek yg msh sekolah noo..
    Next story jngan blg pke gmbr yg smlm direquest ke baexotae yak..wkwk

    Cciee yg jd author ccie…hehhe.
    saya baru sempet baca hr ini jdinya..ㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠ

  16. wkkwkk hallo kaka ^^ makasih udh sempet baca ff aneh bin absurd ini. haha
    iyalah story nya kan emang real. kan kaka sm kak baexotae jd stalker baekyeon 🙂
    haha requesan foto d ig? nanti ajalah kalo ada ide lg

  17. Udh baca sih sebenernya
    Tapi gatau kenapa cuma pengen baca ulang aja
    Suka bgtt sama ff ini nih
    Butuh sequel nih qaqa

  18. thoooor.. mau cerita kyk gini lagi. terakhir baca yg the truth. aahhh sukaaaa. feel nya dapet mulu, aku berulang3 baca nya hehhe di tunggu project baekyeon nya lagi ya thor. hwaiting!!!
    baekyeon forever!

  19. hari ini baru ngubek2 ff baekyeon dan tersasar disini dan aku seneng ternyata penulisanya ka nurmaa my fav ahaaaaa senenh deh bacanya
    feelnya dapet banget
    berharap ada kelanjutan kelanjutan baekyeon yg lainnyaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s