[FREELANCE] Love Rain (Oneshot)

love rain

 

TITTLE                 : Love Rain

GENRE                  : Sad, Romance

LENGTH               : Oneshot

RATED                  : PG 15

MAIN CAST        : Kim Taeyeon, Cho Kyuhyun

AUTHOR              : Tink

TWITTER             : @4stronot

NOTE                      : Ini alurnya maju-mundur ya, jadi silahkan berbingung-bingung ria(?) wkwkwk 😛 garis miring berarti flashback. Happy reading RCL ya hehe

 

Seorang gadis tampak sedang duduk di sudut sebuah café. Di tangannya terdapat secangkir cappucino panas, dengan asapnya yang terlihat masih mengepul. Suasana café saat ini cukup ramai. Meskipun begitu, itu tak membuatnya merasa terganggu. Ia tampak termenung menatap ke arah luar, ke jalan yang sedang diguyur hujan.

Ia tidak sedang menunggu seseorang. Ia hanya menikmati waktu senggangnya dengan meminum secangkir kopi. Pekerjaannya akhir-akhir ini membuatnya harus bekerja ekstra dari biasanya, dan itu membuatnya kehilangan waktu hanya untuk bersantai. Dan akhirnya hari ini dia melakukannya, setidaknya sedikit mengobati rasa penat akan pekerjaannya.

Kim Taeyeon meletakkan cangkirnya. Kemudian salah satu tangannya terulur menyentuh kaca transparan di sampingnya. Seolah ia sedang menyentuh butiran air hujan yang menempel pada kaca tersebut. Sedetik kemudian ia tampak tersenyum tipis.

“Hujan ya?” Gumamnya.

Meskipun bibirnya tersenyum, namun di sudut matanya terdapat setitik air yang mulai menggangtung disana. Ingatannya tiba-tiba saja berputar. Kembali ke masa lalu. Hujan adalah saksinya… hanya dia, pria itu dan hujan…

 

“Aish, kenapa tiba-tiba hujan seperti ini? Tidak pengertian sama sekali dengan pasangan yang sedang berkencan!” celetuk Taeyeon dengan ekspresi dibuat-buat, sambil mengeratkan jaketnya.

“Mm, sepertinya lain kali kita perlu menyusun secara matang acara kencan kita.” Timpal Kyuhyun sambil tersenyum simpul. Dan itu malah membuat Taeyeon tertawa cukup keras. Menertawakan ucapan pria itu. Menertawakan keadaan mereka.  Mereka bukanlah sepasang kekasih. Dan gadis itu tidak pernah sama sekali terpikir akan hal itu.

“Ya, kau benar Kyu” balasnya kemudian.

 

Sekilas ingatan itu sukses membuat titik  disudut matanya tadi lolos melewati pipi merahnya. Hujan sudah membangkitkan memorinya tentang pria itu.

Kemudian tangannya tampak terulur mengambil ponselnya yang sedari tadi tergeletak di atas meja. Tanggannya secara perlahan menekan layar pada ponselnya. Mencari-cari sebuah folder pribadi, yang memang jarang bahkan tidak pernah ia sentuh sejak kejadian itu. Namun meskipun begitu, ia masih menyimpannya dalam ponselnya.

Dengan perasaan ragu akhirnya ia membuka folder tersebut. Folder tersebut berisikan foto mereka dahulu. Dan ada salah satu foto yang berhasil membuat hatinya merasa semakin sesak.

 

31 Oktober 2013

Kyunghee University sedang mengadakan acara untuk merayakan hari ulang tahun kampus, dan Kyuhyun menjadi salah satu pengisi acara. Pria itu menyanyikan sebuah lagu.

Kyuhyun memang mempunyai suara yang indah. Tidak hanya itu wajahnya pun juga tampan, ditunjang dengan prestasi akademiknya juga tidak bisa diremehkan. Benar-benar pria yang pantas menjadi idola. Tidak heran jika banyak gadis yang menyukainya, bahkan mendekatinya. Tidak terkecuali Kim Taeyeon. Hanya saja dia lebih beruntung dari gadis-gadis itu. Karena saat ini dialah yang menyandang sebagai kekasih seorang Cho Kyuhyun.

Taeyeon melihat aksi panggung Kyuhyun dengan perasaan bangga dan kagum. Tidak pernah ia sangka, pria tampan yang sedang bernyanyi di atas panggung tersebut adalah kekasihnya.

Belum puas mengagumi pria itu, tiba-tiba perhatiannya beralih pada seorang gadis yang sedari tadi sibuk mengabadikan gambar. Dan obyek bidikan kameranya adalah pria itu. Sebenarnya ia tidak terkejut akan hal itu.

Ahn Sohee adalah teman sekelasnya. Dan semua orang tahu jika gadis itu menyukai Kyuhyun sejak dulu. Tapi yang ia pikirkan adalah mengapa gadis itu tidak merasa sungkan padanya? Padahal Sohee tahu jika saat ini ia dan Kyuhyun sedang menjalin hubungan.

Tiba-tiba saja ia merasa dadanya sesak, ia ingin menangis. Ia tak tahu mengapa ia jadi seperti ini. Dan akhirnya ia memutuskan keluar dari gedung tersebut dan duduk pada salah satu bangku di taman. Tidak heran suasana taman cukup sepi, hampir semua mahasiswa memusatkan perhatian mereka pada acara di dalam. Jadi ia bisa sepuasnya menangis disini. Ya setidaknya begitulah pikirnya.

Tapi tidak begitu lama, tiba-tiba Kyuhyun berada di depannya. Dia menekuk kakinya. Dari dahinya keluar keringat, dan ia sedang mengatur nafas. Tampak sekali ia baru saja berlari-lari. Taeyeon yang melihat itu, segera menghapus air matanya.

“Kau kenapa?” tanpa menutupi rasa penasarannya. Kyuhyun mengangkat kepalanya dan menatap tajam pada mata Taeyeon. Membuat gadis itu mendadak merasa takut.

Kyuhyun berjalan mendekat, kemudian duduk disampingnya. Ia masih tampak mengatur napasnya.

“Kenapa kau pergi? Acaranya belum selesai” Tanya Kyuhyun akhirnya.

“Aku hanya ingin mencari udara segar. Di dalam ramai sekali” bohongnya.

“Aku tahu kau sedang berbohong, Taeng. Apa kau cemburu karena Sohee mengambil gambarku??” tebak Kyuhyun tepat.

Taeyeon tampak terkejut dengan pertanyaan Kyuhyun. Apa yang harus ia jawab? Apa benar itu karena ia cemburu pada Ahn Sohee?

“Mm, entahlah Kyu. Aku hanya merasa tidak nyaman dengan perasaan seperti ini. Sohee sudah tahu kita berhubungan, tapi dia masih saja mengejarmu.  Aku merasa menjadi orang yang jahat. Kita sama-sama tahu jika dia sudah lama menyukaimu, tapi sekarang yang bersamamu adalah aku. Apa itu adil? Apa aku memang gadis yang tepat untukmu?? Apa kekhawatiranku ini bisa disebut cemburu, Kyu?” tutur Taeyeon panjang lebar.

Kyuhyun tersenyum mendengar penuturan Taeyeon. Dan ini adalah salah satu alasan yang membuatnya menyukai gadis ini. Kim Taeyeon selalu menjabarkan perasaannya secara gamblang. Berbeda dengan dirinya yang sulit untuk mengungkapkan sesuatu. Bahkan hanya sekedar untuk menyampaikan keinginannya, terkadang ia merasa sulit. Dan setelah mengenal dekat gadis ini, ia sedikit demi sedikit mulai berubah.

“Kim Taeyeon dengarkan aku. Kau bukan gadis seperti itu. Dan aku tidak peduli dengan mereka yang menyukaiku. Siapapun itu! Yang aku tahu hanya kau yang ada di depanku saat ini” ucap Kyuhyun serius.

Ucapan Kyuhyun itu tentu saja membuatnya bahagia. Sangat bahagia! Sampai-sampai ia ingin menangis lebih dari tadi. Tiba-tiba ia berdiri, maju beberapa langkah dan memunggungi pria itu. Ia tak ingin pria itu tahu seberapa cengengnya dia.

Namun keinginannya tidak terkabul. Kyuhyun kini sudah berada di depannya. Kedua tangannya menghapus air mata Taeyeon pelan. Pria itu tersenyum hangat.

“Dasar Cengeng” ejeknya. Kemudian memeluk Taeyeon. “Hey, apa kau sudah dengar ini sebelumnya Taeng?”

“Mm?” gumam Taeyeon di pelukan pria itu.

“Saranghae…” tepat setelah Kyuhyun mengucapkan kata-kata itu hujan deras turun mengguyur mereka. Namun bukannya buru-buru menepi, mereka malah tetap pada posisi semula. Menikmati hujan mengguyur tubuh mereka. “Lain kali jangan menangis sendiri lagi” gumam Kyuhyun di telinga Taeyeon.

Namun tanpa mereka sadari, teman-teman dekat mereka tengah menyaksikan adegan romantis itu. Salah satu dari mereka bahkan buru-buru mengabadikan moment tersebut. Dan keesokan harinya Taeyeon mendapatkan pesan yang berisikan fotonya dengan Kyuhyun yang sedang berpelukan ditengah hujan.

 

“Jika aku diberi kesempatan kedua, aku ingin mengulangnya lagi” gumamnya mengusap layar ponselnya yang sedang memperlihatkan foto mereka.

Kim Taeyeon terus memandangi foto-foto itu. Meskipun ia selalu ingin mengulanginya, namun ini sudah terlalu jauh. Pria itu sudah terlalu jauh. Dan itu semua karena kebodohan dan keegoisannya.

 

“Bagaimana jika kita kembali seperti dulu saja?” pertanyaan itu muncul begitu saja dari bibir mungil Taeyeon. Saat ini mereka sedang berada di sebuah taman kota. Tidak banyak orang disana, mengingat saat ini sedang musim dingin. Bahkan danau buatan di tengah sana hampir membeku.

Kyuhyun yang mendengar itu menatap Taeyeon tidak percaya. Ia tahu maksud pembicaraan gadis itu. Bagaimana bisa gadisnya berkata seperti itu?

“Sial!!” umpat Kyuhyun pelan. “Aku sudah menduga kau akan mengatakan hal ini. Tapi kenapa? Bisakah kau memberiku satu alasan yang masuk akal??” lanjut Kyuhyun tajam setelah terdiam cukup lama.

“Ada banyak hal yang membuatku harus melepasmu, Kyu.”

“Baiklah. Beri aku satu saja!” pria itu masih berusaha mengontrol emosinya.

Taeyeon terlihat berfikir dan menimbang-nimbang. Apa yang harus ia katakan pada pria di sampingnya saat ini. “Kita harus sama-sama bahagia, Kyu” ucap Taeyeon akhirnya, sambil menggigit pelan bibir bawahnya.

“Cih. Jadi kau merasa selama ini aku tak dapat membahagiakanmu, Kim Taeyeon?”

“Tidak sep-“

“Taeng, aku sudah mengatakan jika aku benar-benar serius dengan hubungan kita ini ‘kan?” ucap Kyuhyun pelan.

“Ya, aku tahu itu, dan itulah sebabnya!”

“Tidak bisakah kau pikirkan lagi hal ini? Apa kita harus berakhir seperti ini?” mohon Kyuhyun, masih mencoba mempertahankan hubungan mereka.

“Maafkan aku” gumam Taeyeon.

Kyuhyun menatap nanar gadis di depannya, yang kini sedang menunduk sambil memainkan ujung syalnya. Taeyeon tidak berani memandangnya. Cukup lama mereka terdiam dengan posisi yang sama. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.

Akhirnya Kyuhyun berdiri, membuat gadis itu terkejut memandangnya. Kyuhyun menghembuskan nafasnya berat. Kemudian tangannya terulur tepat di depan wajah Taeyeon. Diperhatikannya tangan Kyuhyun beberapa saat. Tapi kemudian ia juga ikut berdiri dan menjabat tangan pria itu.

“Baiklah, jika seperti itu maumu” ucap Kyuhyun. “Semoga nantinya kau bisa bahagia seperti harapanmu, Kim Taeyeon” lanjut Kyuhyun akhirnya. Ada senyum tipis di sudut bibirnya. Tapi tidak!! Itu bukan sebuah senyuman bagi Taeyeon. Yang terlihat olehnya, itu adalah sebuah ekspresi kesakitan pria itu.

Akhirnya pria itu pergi meninggalkan Taeyeon sendiri. Gadis itu duduk termenung di tempat semula. Pikirannya kosong. Apa yang baru saja ia lakukan?

 

Sejak kejadian itu, Kyuhyun selalu menghindarinya. Pria itu tidak mau bertemu dengannya. Bahkan ketika mereka terpaksa berada dalam satu ruangan, pasti pria itu berusaha untuk pertama pergi. Dan hal itu membuat Taeyeon sempat merasa kesal terhadapnya. Namun perasaan itu tiba-tiba berubah menjadi penyesalan.

Taeyeon merasa kehilangan sosok Kyuhyun yang dulu selalu disampingnya. Meskipun dia tipe pria yang kaku, tapi Taeyeon yakin pasti jika Kyuhyun memang benar-benar mencintainya. Dan sekarang Kyuhyun menjauhinya, ia merasa menyesal. Menyesal yang teramat dalam.

Karena keegoisannya, ia melepaskan seseorang yang benar-benar mencintainya. Hanya demi seorang pria yang berstatus sebagai mantan kekasihnya, ia rela meninggalkan Kyuhyun yang tulus padanya. Bahkan ia tau benar jika pria itu sudah memiliki kekasih baru dan hanya memanfaatkannya. Benar-benar gadis yang bodoh!

Ia kehilangan pria itu. Dan ia tak mendapatkan keduanya. Sekarang ia baru sadar, ia memang sudah benar-benar jatuh dalam cinta seorang Cho Kyuhyun. Namun sayang, ketika ia menyadari hal tersebut. Kenyataan yang harus ia terima adalah Kyuhyun sudah benar-benar jauh.

 

“Kyu, tidak bisakah kau memaafkanku?? Apa kau akan terus seperti ini padaku?? Mengacuhkanku, menghindariku!! Bukan seperti ini yang aku inginkan!!” ucap Taeyeon dengan mata berkaca-kaca.

Taeyeon sengaja mengajak –paksa- Kyuhyun keluar dari acara kelulusan angkatan mereka. Dan sekarang mereka berada di belakang gedung aula. Tempat ini cukup sepi, meskipun dari sini masih bisa terdengar dentuman musik dan riuh suara mahasiswa lain dari dalam.

“Aku sudah memaafkanmu, Kim Taeyeon. Tapi maaf, beginilah caraku melupakanmu. Bukankah dulu kau yang meminta mengakhirinya? Lalu apa yang kau inginkan lagi sekarang?” ucap Kyuhyun mencoba setenang mungkin. Gadis di depannya saat ini terlihat begitu cantik, dengan gaun malam selutut ia tampil begitu mempesona bagi Kyuhyun. Andai saja ia masih miliknya, pasti Kyuhyun tak akan segan-segan mengatakan kenyataan itu.

“Cho Kyuhyun, aku tidak ingin kita menjadi seperti ini. Aku hanya menginginkan kita berteman seperti dulu!”

“Berawal dari sebuah pertemanan, kemudian menjadi dekat.” gumam Kyuhyun, lebih pada dirinya sendiri. Pria itu tersenyum kecut.

Sesaat kemudian ia memandang Taeyeon tepat pada manik mata gadis itu. “Perasaan itu tumbuh secara alami tanpa bisa ku cegah. Saat aku sadari, aku sudah terlalu jauh mencintaimu Kim Taeyeon” Kyuhyun berhenti sejenak, ia menghembuskan nafas beratnya. Tangis Taeyeon pun pecah mendengar penuturan Kyuhyun. Ia masih menunggu kalimat Kyuhyun selanjutnya.  

“Ketika kau meminta untuk mengakhirinya, aku sudah mencoba menahannya. Tapi kau tetap pada pendirianmu. Aku tidak mengerti kebahagiaan macam apa yang kau cari saat itu. Selama beberapa waktu perasaanku kacau sekali. Aku tidak mengerti mengapa kau meninggalkanku. Aku selalu berpikir, apa yang sudah kulakukan… apa yang belum kulakukan… sampai kau bisa membuat keputusan seperti itu. Tapi aku bisa apa? Yang bisa ku lakukan hanya berusaha melupakanmu. Dan beginilah caraku. Dan jika kau bertanya sampai kapan? Aku juga tak tahu” lanjut Kyuhyun akhirnya.

“Bagaimana jika aku mau mengulangnya?? Aku ingin menebus semua kesalahanku padamu. Aku ingin mengobati luka yang sudah ku buat di hatimu, Kyu” ucap Taeyeon disela tangis pedihnya, sarat akan emosi.

Kyuhyun terhenyak mendengar permintaan Taeyeon. Hatinya bergetar. Sakit. Ia memang masih mencintai gadis ini. Tapi untuk kembali bersama, ia tak bisa. Ia sudah terlalu jauh berjalan. Dan sedikit lagi mungkin ia akan berhasil merelakan gadis ini. Tapi sekarang gadis ini kembali lagi, dan memintanya mengulang lagi.

Kyuhyun tersenyum kecil menatap mata sipit yang kini terlihat semakin sipit, dan penuh dengan air. Mata yang dulunya sangat ia sukai dari gadis ini. Yang dulunya ia tak rela jika mata itu menyiratkan kesedihan, bahkan sampai saat ini ia tak rela. Jika ia bisa, jika ia diperbolehkan. Ia ingin mengusapnya, sekali ini saja.

“Meskipun suatu luka sudah sembuh, bahkan tak berbekas lagi. Tapi itu semua tidak akan mengubah fakta jika pernah ada luka disana. Dan maaf, aku bukan pria yang bisa memberikan kebahagiaan yang kau cari Kim Taeyeon” ucap Kyuhyun dengan dingin.

Seperti mendapat siraman air dingin, Kim Taeyeon mendadak membeku di tempatnya. Tubuhnya merasa lemas dan kaku disaat yang bersamaan. Pikiran dan hatinya mendadak terasa kosong. Dan matanya semakin kabur. Pria itu tak menginginkannya lagi, Kyuhyun mengatakannya sangat jelas.

 

Ini sudah hampir setahun sejak peristiwa itu. Setelah pesta perayaan kelulusan Taeyeon tidak pernah melihat sosok Kyuhyun lagi. Kabar terakhir yang ia dengar, Kyuhyun bekerja di Gwangju. Sementara ia sendiri memilih menetap di Seoul.

Taeyeon kembali menatap ke arah luar café. Hujan sudah mulai mereda. Taeyeon tampak termangu menatap seseorang di seberang jalan sana. Sebenarnya tidak ada yang istimewa disana. Hanya seorang pria dengan payung tengah berdiri di depan kedai kopi. Orang itu yang semakin mengingatkannya pada masa lalunya yang baru saja ia renungkan.

@@@

 

Pria yang mengenakan setelan mantel coklat dengan payung di salah satu tangannya, tampak berjalan pelan menyusuri jalanan di kawasan Apgujong yang sedang diguyur gerimis. Kenangan yang ia sukai saat melewati jalan ini terus menerus muncul sehingga menghentikan langkah kakinya tepat di depan kedai kopi. Pria itu mengedarkan pandangannya ke jalanan cukup lama.

“Sepertinya aku tidak dapat menghapus, membuang dan bahkan melupakanmu” gumamnya.

Setelah sekian lama, hingga kini ia datang kembali ke tempat ini. Ia merindukan masa-masa itu… hingga tanpa sadar dia memikirkan kehidupannya saat itu. Bayangan gadis itu terus menerus melangkah di matanya. Kenangan saat-saat mereka menghabiskan waktu bersama. Meminum kopi di dalam kedai itu.

 

Sementara itu, Taeyeon mendesah berat saat pandangannya kembali kedalam café. Ia merasa sendiri. Merasa iri melihat orang-orang di dalam café ini. Dan segera mungkin gadis itu memasukkan barang-barangnya ke dalam tas dan sedikit membenahi tampilannya. Setelah itu ia bergegas keluar dari café tersebut.

 

“Orang-orang terlihat bahagia, hanya aku yang sepertinya dibiarkan sendirian dan kesepian” batin mereka secara bersamaan tanpa sengaja.

Gadis itu berjalan pelan dengan pikiran kosong. Namun tiba-tiba saja ia berhenti. Beberapa langkah di depannya, sekarang sedang berdiri seorang pria dengan payung di tangan kirinya. Pria itu adalah pria yang ia lihat di seberang jalan dari dalam café tadi. Pria itu kini tengah menatapnya dengan pandangan yang sama sepertinya. Terkejut.

Mereka sama-sama terdiam pada posisi masing-masing. Saling memandang satu sama lain dalam diam. Gerimis masih saja turun, dan itu membuat rambut Taeyeon basah.

Cho Kyuhyun, pria itu perlahan berjalan mendekat kemudian membagi payungnya dengan Taeyeon. Mereka saling berpandangan tanpa kata. Seolah pandangan mereka cukup mengartikan apa yang sedang mereka rasakan saat ini.

“Akhirnya kau kembali. Apa kau tahu aku menantimu disini, Kyu?”

“Apa ini waktunya? Apa suatu saat nanti aku akan menyatakan perasaan itu lagi, Taeng?”

Itu adalah arti pandangan mereka saat ini.

“Aku merindukanmu” ucap mereka bersamaan. Dan tanpa sadar senyum mereka merekah. Bahkan di mata mereka nampak berair. Namun mereka sama-sama merasa lega. Seperti saat inilah yang mereka tunggu-tunggu.

“Kehidupan tanpamu semuanya penuh dengan penyesalan, Cho Kyuhyun”

“Kehidupan tanpamu semuanya penuh dengan kehampaan, Kim Taeyeon”

FIN

JJJ

 

yeeee selesaiiii… *nari hula-hula* gimana FFnya? gaje ya?? minta komentar dong, hehe.. *cium :*

 

Advertisements

79 comments on “[FREELANCE] Love Rain (Oneshot)

  1. Aahh so sweet banget, kirain akhirnya sad tapi gak taunya happy ending toh. Ditunggu ff lainya thor.. Keep writing ^^

  2. Keren keren, mereka terlihat romantis sekali huhuhu sequel dongg thor :(( pokoknya keren, ditunggu ff lainnya dan semangat thor

  3. crtanya enak tdi pas baca bagian mreka pisah udah deg2an bgt kukira bakal sad ending ohhh aakhirnya ga knapa coba kebahagiaan mreka ga author kasih tau hoooo kaan penasaran…. sequel yaahhh….

  4. Sweeettttt awawawaw swettt bangett . awalnya aja ya miris akhirnya engga kok whaha. Ditunggu next chapter thor. Hwaiting hwaiting 😘💕

  5. ya ampun dapet bgt nih feelnya! 😦 sempet kesel sih sama taeyeon, kenapa masih mau sama mantannya sih -_- tp akhirnya mereka bahagia kan? ia kan? #maksa. ffnya bagoooss kok thor. kalo bisa sering-sering kirim ff author ya 😀 good job thor, fitghting buat ff lainnya!

  6. Ini bagus banget. Ya ampun. Awalnya ketar ketir takut KyuTae gbs bersatu. Trus hampir nangis pula kebawa emosi tae.. beneran deh. pas tau KyuTae ketemu lg, rasanya mau loncat2! Sampai senyum2 sendiri. Bikin ff lagi ya, chingu. Fighting!

  7. Sequel sequel! Hehe.. Cie yg ktemu kembali 😀
    dkirain sad ending, ga taunya happy ending 😀
    sequelnya dtnggu ya thor!
    FIGHTAENG!!

  8. Kerennnnnn 😍😍😍😍
    Suka bgt sama penyusunan kata2 nya . mudah dipahami dan feelnya dapat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s