[FREELANCE] Loves and Loved (Chapter 6)

Loves-and-Loved-3

Loves And Loved (Perjalanan untuk Menggapai Kebahagiaan)

Author : deeHAYEON

Length : Multi-Chapter I Rating : PG-15 I Genre : Entertainment-life, Romance, Sad, Friendship

Main Cast : Kim TaeYeon, Cho KyuHyun, Lee DongHae, Im YoonA

Other Cast : SNSD’s member, Super Junior’s member, Lee Jihyuk, find.

Desclaimer : FF ini terinspirasi dari drama Korea. All cast milik Tuhan dan keluarga mereka masing-masing. Jika ada kesamaan dalam alur maupun cerita, itu adalah unsur ketidak sengajaan. DON’T PLAGIAT!

Note’s : Annyeong!!! LAL balik lagi dgn next chapternya. semoga masih ada yang minat buat baca ff absurd ku ini.

Sorry for typo(s)…

Happy READING!
————-

“Ne, aku setuju dengan Sunny. Taeng eonni saja menceritakan hubungannya dengan Donghae sunbae. Mengapa kau tidak?” ujar Hyoyeon mendukung Sunny.

Yoona mengalihkan pandangannya pada Taeyeon. Ia menyadari Taeyeon adalah satu-satunya orang yang tidak berkometar sama sekali.

Taeyeon memang tidak berbicara. Suasana hatinya sedang buruk tak berbentuk. Ia memandang Yoona dengan tajam penuh arti dan yeoja yang di tatap menangkap tatapan itu sesaat sebelum akhirnya ia menunduk menghindari tatapan leadernya.

“Sudahlah” ucap Taeyeon mengakhiri seruan-seruan anggotanya yang masih tertuju pada Yoona, “Sekarang kita ganti baju dan makan malam di restoran Eropa yang biasa”

————-

Chapter 6

Satu persatu anggota SNSD keluar dari ruang latihan untuk mengganti bajunya sesuai perintah Taeyeon. Saat Yoona mengambil handuk di bangku dan akan meninggalkan ruangan itu, Taeyeon berdeham dan Yoona tau ia harus menghentikan langkahnya.
Taeyeon menunggu sampai ruang latihan benar-benar kosong, perlahan ia berjalan mendekati Yoona yang berdiri membelakanginya.

“Wae?” tanya Taeyeon tajam. Sekalipun ia berbicara pada punggung Yoona, tapi ia yakin yeoja itu sedang mendengarkannya.

“A-apanya yang kenapa?” balas Yoona pura-pura tidak mengerti. Ia berusaha membuat suaranya tidak gugup walau faktanya ia merasa cemas.

“Dia…kau tau… Aku…” Taeyeon kesulitan menyusun kata-katanya. Dadanya terasa sangat sesak.

“Itu bukan keputusanku sendiri, eonni” sanggah Yoona.

“Apa maksudmu?”

Yoona akhirnya berbalik menghadap Taeyeon, “Aku tidak bisa apa-apa. Dia yang memilihku”

Taeyeon memandang Yoona tak percaya. Ekspresi sahabatnya itu sama sekali asing baginya. Raut muka yang begitu tajam dan seolah merasa menang.
‘Tidak. Dia bukan Yoona yang dulu ku kenal’ batin Taeyeon.

“Kau sudah memiliki Donghae sunbae. Lalu, kau menginginkan Kyuhyun oppa juga?” ketus Yoona lagi, ekspresi asing itu masih terpampang jelas di wajahnya.

Napas Taeyeon mendadak tercekat. Yeoja itu tidak bisa bicara, lidahnya kelu. Ia terlalu shock melihat sahabatnya yang menatapnya bagai musuh. Tidak ada lagi Yoona yang selalu tersenyum menyapanya, Yoona yang bersikap hangat dengan tatapan polosnya. Hanya butuh 1 detik untuk dapat merubahnya menjadi pribadi yang asing di mata Taeyeon. Apa ia egois jika mengingikan Yoona bersikap seperti dulu lagi?

Cukup lama Taeyeon dan Yoona saling bertatapan. Mereka berusaha mencari kehangatan di kedua mata masing-masing. Yoona tidak kuat dengan pancaran kekecewaan yang terdapat di kedua manik mata eonni-nya. Tatapan sendu itu hampir saja meruntuhkan pertahanannya untuk tidak menangis. Namun sebelum Taeyeon menyadari mata Yoona yang berkaca-kaca, tiba-tiba dering ponsel yeoja itu menginterupsi suasana ruangan yang entah sejak kapan berubah sangat dingin.

Yoona memandang layar ponselnya sekilas, lalu berbalik membelakangi Taeyeon setelah mendapati nama penelepon yang sedari tadi ia tunggu dan segera menjawabnya.

“Yeoboseyo” sapa Yoona pada sang penelepon, “Ne, aku sudah selesai. Tunggulah… Geurae… Sampai ketemu, oppa” yeoja itu memutus sambungan teleponnya dan menoleh kearah Taeyeon sejenak, “Aku pamit dulu, eonni”

Taeyeon tak menjawab, tapi Yoona sudah kembali berbalik dan meninggalkannya sendirian diruang latihan itu. Yoona sudah tidak tahan berlama-lama menatap Taeyeon, karena ia sadar terdapat banyak luka disana dan itu akan meruntuhkan pendiriannya. Keegoisan telah mengalahkan logika dan juga akal sehatnya.

Yang dilakukan Taeyeon hanyalah terdiam ditempatnya sambil menatap punggung sahabatnya yang semakin menghilang dibalik pintu dan saat itulah air matanya terjatuh, perlahan mulai turun membasahi kedua pipinya.

Disaat yang sama, Yoona menghentikan langkahnya tepat di depan pintu ruang latihan tersebut. Ia menunduk sambil menggigit bibir bawahnya. Kedua matanya sudah memerah akibat menahan tangis, dan tanpa terasa tetesan air mata itu sudah terjatuh. Yoona memejamkan matanya sesaat sebelum akhirnya melanjutkan langkahnya.

‘Mianhae eonni’

****

Hubungan Taeyeon dan Yoona menjadi benar-benar buruk setelah Taeyeon mengetahui sahabatnya itu memang menjalin hubungan spesial dengan Kyuhyun. Berawal dari Taeyeon yang menolak sekamar lagi dengan Yoona dan lebih memilih bertukar kamar dengan Yuri. Yuri yang menjadi roomate Sunny, tidak merasa keberatan dan membiarkan leadernya itu menempati kamarnya. Sekarang Taeyeon sekamar dengan Sunny, sedangkan Yoona dengan Yuri.

Melihat perubahan tersebut, member SNSD yang lain dapat menyadari langsung adanya kerenggangan hubungan persahabatan antara Yoona dan Taeyeon. Semua member menjadi penasaran akan sikap kedua temannya itu. Pasalnya, Taeyeon dan Yoona sudah berteman sangat lama, mungkin bisa dibilang kalau keduanya adalah sahabat terbaik diantara member lain. Namun kenyataannya, kedua bersahabat itu malah perang dingin.

Member lain tak bisa ikut campur karena mereka tidak tau pasti apa permasalahannya. Yoona yang menjadi alasan utama leadernya berubah, sama sekali tidak berusaha memperbaiki hubungan mereka. Keduanya sama-sama keras kepala dan memiliki ego yang tinggi.

Dalam keadaan dan kondisi bagaimanapun, SNSD harus tetap pofesional menjalani schedule mereka yang selalu padat. Saat ini kesembilan member girl grup pendatang baru itu tengah disibukkan dengan jadwal pemotretan disebuah studio majalah bergengsi Korea. Pekerjaan yang seharusnya dapat diselesaikan dengan mudah oleh para member SNSD, malah terasa sangat sulit mengingat keadaan Taeyeon dan Yoona sekarang sangat buruk.

“Sebenarnya kalian ini kenapa sih?” tanya Tiffany disela-sela break pemotretan.

“Siapa?” tanya Taeyeon pura-pura tidak mengerti. Ia berdiri sambil melipat tangannya memperhatikan Jessica, Yuri dan Hyoyeon melakukan pemotretan untuk menghindari tatapan mengintimidasi dari Tiffany.

Tiffany, salah satu member yang memperhatikan gerak-gerik kedua temannya itu, sudah melihat untuk kesekian kalinya Taeyeon dan Yoona menolak berdiri maupun duduk bersebelahan bahkan untuk pose pemotretan sekalipun. Mereka membuat berbagai alasan yang sangat bodoh dan kurang masuk akal. Seperti Taeyeon yang mengatakan, ia terlalu pendek jika disandingkan dengan Yoona atau Yoona yang mengatakan seharusnya leader berada di tengah, bukan disebelahnya. Yang jelas mereka saling menghindar satu sama lain.

Tiffany memutar bola matanya, “Kau dan Yoona, siapa lagi” desis yeoja ber-eyesmile itu, “Mulai dari pisah kamar, tidak saling bicara dan cenderung menghindar satu sama lain. Semua member juga memperhatikannya”

Taeyeon menoleh memandang kearah yeoja itu, “Sungguh, tidak ada apa-apa. Kau tak perlu cemas”

“What? Bagaimana aku tidak cemas jika kau selalu menutup-nutupi masalahmu sendiri” protes Tiffany, “Kau dan Yoona adalah sahabat terbaik diantara member lain, kerenggangan hubungan kalian dapat disadari oleh semua member. Mungkin jika publik melihat kalian, maka mereka akan berpendapat sama”

“Aku yakin, kau dan Yoona sedang bermasalah” tambah Tiffany.

Taeyeon menggeleng untuk menyangkal pernyataan Tiffany yang sebenarnya memang benar, “Jeongmal, Fany-a. Tidak ada apa-apa”

Tiffany memandang leadernya itu dengan pandangan menuntut, namun Taeyeon tak menggubrisnya, sehingga Tiffany memutuskan untuk tidak lagi membahas masalah tersebut. Diam-diam Taeyeon melirik kearah Tiffany, lalu menghembuskan napas lega saat mendapati temannya yang satu itu sudah sibuk dengan kegiatannya.

Dalam hati Taeyeon merasa bersalah pada semua member SNSD, dia telah berbohong pada ketujuh temannya. Tapi bagaimanapun ia tidak mungkin memberitahu masalah yang sebenarnya menyangkut dirinya dan Yoona.

Sebagai seorang pemimpin grup, Taeyeon yakin dapat menyelesaikan permasalahan ini secara pribadi bersama Yoona dan tanpa harus menimbulkan masalah baru. Karena jika member SNSD tau, ia tidak bisa mengabaikan kemungkinan besar bahwa anggota-anggotanya akan berpihak pada salah satu antara dirinya atau Yoona. Sudah pasti semua itu membuat masalah mereka bertambah rumit. Cukup hanya Taeyeon dan Yoona saja yang berada dalam situasi ini. Lagipula tidak ada yang tau soal masa lalu Kyuhyun dan Taeyeon selain Yoona, jadi anggota yang lain tidak akan mengerti inti dari permasalahan ini.

Lama Taeyeon melamun, tiba-tiba Seohyun menepuk bahunya dari belakang.

“Eonni, sekarang giliran kita” ujarnya mengingatkan.

Taeyeon sedikit tersentak, namun ia segera menjawab, “O-oh, ne”

Taeyeon menyadari dirinya melamun terlalu lama hingga tidak sadar bahwa pemotretan gilirannya akan segera dimulai. Seohyun, Sunny, dan Taeyeon segera memasuki ruangan studio itu dan bersiap menunggu instruksi dari sang produser.

—-

Sisa waktu pemotretan berjalan dengan lancar walau ada sedikit kekacauan dengan pose Taeyeon dan Yoona yang sedikit kaku dan tidak fokus, tapi member SNSD yang lain mampu menutupinya.

Pekerjaan SNSD sebagai model majalah ternama Korea, akhirnya selesai pada sore hari sebelum matahari terbenam. Semua anggotanya sudah bersiap meninggalkan studio pemotretan dan sedang melangkah keluar gedung menuju parkiran ketika seseorang memanggil Taeyeon.

Yeoja yang dipanggil pun menghentikan langkahnya dan menoleh keasal suara, “Oppa?” sahutnya saat mendapati kekasihnya disana.

Donghae tersenyum sambil mendekat kearah Taeyeon. Sementara anggota SNSD yang lain berjalan menuju van mereka, Taeyeon langsung berjalan mendekati kekasihnya.

“Kenapa oppa bisa ada disini?” tanya Taeyeon sambil melihat sekelilingnya, siapa tau ada anggota SJ yang lain, “Bukankah kau dan oppadeul Super Junior sedang ada jadwal?”

“I miss you” bisik Donghae tepat ditelinga kanan yeoja itu.

Taeyeon balas tersenyum, “I miss you too” jawabnya senang, “Tapi, kerjaanmu bagaiman? Oppa harus syuting, kan?”

“Masih ada waktu 2 jam” jawab Donghae melirik arlojinya sekilas, “Aku ingin bersamamu dulu sebelum menghadapi kegiatanku yang melelahkan”

Mendengar hal itu membuat Taeyeon tidak bisa menahan senyuman sumringahnya, “Kau pikir aku ini vitamin penambah energi? Selalu saja begitu” rajuknya bercanda.

“Kau memang vitaminku, energiku, dan… belahan jiwaku” Donghae tertawa dengan perkataannya sendiri, “Hahaha, kau lucu sekali”

Taeyeon mengerucutkan bibirnya, “Sudahlah, oppa, kau aneh sekali. Lalu kita mau pergi kemana?”

“Kemanapun, asal bersamamu”

“Aishh. Kalau begitu, aku pamit dulu dengan yang lain”

Donghae mengangguk dan merangkul yeoja itu, mereka berjalan menuju van SNSD. Diluar van, tepatnya disamping mobil tersebut masih ada Yoona, namun Taeyeon tidak menghiraukannya. Ia melongok ke dalam van.

“Member-deul!” panggil Taeyeon dan seketika orang-orang dalam van tersebut memperhatikannya, “Aku akan pergi dengan Donghae oppa…”

“Ada Donghae oppa?” sahut Jessica, “Apa Heechul oppa juga ada”

Taeyeon mengeleng, “Pikirkan hal lain selain Heechul sunbae, Sica. Donghae oppa hanya sendiri. Fany-a, aku titip mereka ne”

Jessica terlihat sedikit kecewa, sedangkan Tiffany mengangguk menanggapi amanat leadernya. Taeyeon terkekeh lalu kembali berdiri tegak diluar van menghadap Donghae, “Kajja!”

Donghae menggandeng tangan Taeyeon ketika pandangannya tertuju pada Yoona yang masih saja berdiri diluar van, “Kau tidak pulang, Yoona-ya?”

Mau tak mau, Taeyeon juga ikut menoleh kearah Yoona dan melihat yeoja itu menggeleng sambil tersenyum ramah. Tak dapat dipungkiri bahwa Taeyeon sangat merindukan senyuman manis dari sahabatnya itu, namun sayang kali ini senyuman tersebut bukan tertuju untuknya lagi.

Tak ada yang tau bahwa Yoona merasakan hal yang sama dengan Taeyeon, tapi ia lebih mementingkan egonya dan berusaha tidak menghiraukan keberadaan eonni-nya itu.

“Aku sedang menunggu seseorang” jawab Yoona tanpa berbasa-basi. Tepat setelah itu, datanglah sebuah mobil sport putih yang berhenti di hadapan Taeyeon, Yoona dan Donghae.

Hati Taeyeon mencelos saat melihat orang yang turun dari mobil tersebut. Memakai topi baseball, jaket sport dengan dalaman kaos putih dan celana jeans, dia, Cho Kyuhyun tersenyum memandang Yoona.

Donghae memperhatikan kedua orang yang masih saling melempar senyuman itu, lalu mengerling kearah Taeyeon. Seorang Kim Taeyeon memang tidak pandai menyembunyikan ekspresinya, ia terlihat sedikit terkejut, namun paling tidak perasaannya masih dapat dikendalikan saat ini.

Kyuhyun berjalan mendekati Yoona, “Sudah lama menunggu?”

Yoona menggeleng, “Baru saja”

Taeyeon mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun dan Yoona. Sekalipun ia bisa mengendalikan perasaannya, tetap saja tidak menutup kemungkinan jika sewaktu-waktu ia akan meledak. Satu hal yang sangat ia takutkan, yaitu Donghae. Donghae akan menganggap dirinya masih menyimpan perasaan terhadap Kyuhyun, walau itu adalah sebuah kenyataan sebenarnya tapi Donghae tidak boleh mengetahuinya.

“Oh, hyung, kau disini juga?” sapa Kyuhyun pada Donghae, teman segrupnya.

“Sedari tadi aku disini, kau saja yang terlalu fokus pada Yoona” jawab Donghae sedikit bercanda, sedangkan Taeyeon masih tidak ingin menatap Kyuhyun.

“Hahaha, mian hyung. Lalu kalian mau kemana?” tanya Kyuhyun sambil menatap Donghae dan Taeyeon bergantian.

Donghae menoleh kearah Taeyeon sebentar, lalu kembali menatap Kyuhyun, “Belum tau”

“Bagaimana kalau kita pergi bersama saja?” usul Kyuhyun tanpa beban.

Sontak Yoona memandangnya kaget. Taeyeon yang semula tidak memperhatikan namja itu, kali ini ia langsung menoleh kearah Kyuhyun dengan mata terbelalak. Sedangkan Donghae merespon dengan senyuman lebar dan mengangguk setuju.

“Kajja!”

—-

Kyuhyun, Yoona, Taeyeon dan Donghae memutuskan untuk menikmati makan malam bersama lebih awal di sebuah restoran seefood daerah Apgujeongdong. Restoran yang tidak terlalu besar itu, cukup terkenal dengan makanan seafoodnya yang enak. Namun jika menjelang petang, restoran tersebut akan sepi  pengunjung sehingga dapat meminimalisir gangguan fans yang mengenali keempat idola mereka.

Setelah memarkirkan mobil, Kyuhyun, Yoona, Taeyeon dan Donghae langsung berjalan memasuki restoran. Donghae menunduk memandang Taeyeon yang berada dalam rangkulannya, sementara Yoona dan Kyuhyun berjalan di depan mereka tanpa melakukan kontak fisik apapun, itulah yang sedari tadi Taeyeon herankan. Paling tidak sepasang kekasih menunjukkan hubungan mereka dengan bergandengan tangan atau merangkul seperti yang dilakukan Donghae pada Taeyeon, namun Kyuhyun dan Yoona hanya berjalan berdampingan. Sedikit mencurigakan.

“Kau baik-baik saja?” tanya Donghae tiba-tiba.

Taeyeon yang sedari tadi memperhatikan sepasang kekasih di depannya, segera mendongak memandang Donghae, “Ah, aku baik-baik saja, memangnya kenapa?”

“Ada apa dengan hubunganmu dan Yoona? Kalian tak terlihat bicara sama sekali”

“Oh” Taeyeon tampak berpikir. Ia mengalihkan pandangannya dari Donghae dan mencoba mencari alasan, kemudian tersenyum, “Memang tak ada yang perlu di bicarakan, oppa. Kau tidak perlu cemas”

Donghae hanya mengangguk-angguk dan tidak bertanya lagi. Ia tau pasti ada masalah antara Taeyeon dan Yoona, namun sepertinya Taeyeon benar-benar tidak ingin membicarakannya saat ini. Lagipula Donghae merasa semua masalah itu ada hubungannya dengan Kyuhyun dan jujur ia tidak ingin mendengar hal tersebut.

Taeyeon dan Donghae segera menyusul Kyuhyun dan Yoona duduk di salah satu meja yang berada di sudut restoran. Mereka memesan seafood sesuai selera masing-masing.

“Mengapa oppa memesan udang saus pedas? Aku tau kau tidak suka pedas” ujar Taeyeon saat melihat namjachingu-nya memesan seafood dengan pedas berlevel. Suaranya terdengar sangat perhatian. Namun bagi Taeyeon itu bukanlah suatu hal yang aneh karena ia memang selalu memperhatikan semua kebiasaan Donghae, termasuk dalam urusan makanan.

“Aku ingin makan makanan pedas. Lagipula levelnya tidak terlalu tinggi” jawab Donghae seraya tersenyum menenangkan.

Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari dua orang didepannya. Entah kenapa ia sangat kesal melihat Taeyeon yang perhatian pada namja lain, terlebih yeoja itu tersenyum sangat tulus membalas Donghae. Dan sekarang Donghae malah mengacak-acak puncak kepala Taeyeon, bagaimanapun juga Kyuhyun tidak tahan melihat kemesraan mereka, membuatnya semakin kesal dan ingin berteriak.

‘Mengumbar kemesraan di hadapanku. Aku yakin Taeyeon akan lebih bahagia jika berada di sampingku, aku hanya kalah cepat’ batin Kyuhyun, tanpa sadar ia berdecih.

Yoona yang menyadari kegelisahan namja di sampingnya itu, mengambil tindakan dengan menggenggam sebelah tangannya yang berada di atas meja sambil tersenyum lembut. Kyuhyun menoleh kearah Yoona dan balas tersenyum, walau senyuman itu terkesan dipaksakan.
Dia hampir saja melupakan yeoja yang berada di sampingnya, dan sekarang ia dapat membalas sakit hatinya kapan saja. Baru saja pikiran itu terlintas dalam benaknya, namun sedetik kemudian Kyuhyun berubah pikiran, menyadari kalau dirinya terlalu jahat jika melibatkan Yoona hingga sejauh ini, ia juga tidak punya hak untuk melukai hati yeoja itu. Berpura-pura menjadi sepasang kekasih saja sudah terlalu sadis. Yoona terlihat begitu tulus sehingga Kyuhyun tidak ingin menyakitinya lebih dalam lagi.

Sementara di hadapan mereka, Taeyeon dan Donghae tampak sedang bercanda, mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang sangat bahagia. Bahkan Taeyeon tertawa lepas. Kyuhyun dapat melihat Donghae menggenggam erat sebelah tangan Taeyeon, sedangkan tangan yang satunya mengelus rambut yeoja itu. Selain Kyuhyun, Yoona juga turut memperhatikan kemesraan kedua orang itu dengan pandangan iri.

“Oppa, berhenti mengacak-acak rambutku. Butuh berjam-jam untuk merapikannya” protes Taeyeon sambil merapikan sedikit tatanan rambut panjangnya.

“Salahkan rambutmu yang jelek ini”

“YAA!!” Taeyeon balas mengacak-acak rambut Donghae, lalu tertawa puas. Beruntung restoran itu benar-benar sepi pengunjung, sehingga kelakuan TaeHae tidak menjadi pusat perhatian. Namun keduanya sudah benar-benar melupakan dua orang yang sedari tadi memperhatikan mereka, Yoona dan Kyuhyun.

Kegiatan keempat orang di satu meja itu langsung terhenti ketika salah seorang pelayan mengantarkan pesanan. Setelah pelayan itu pergi, suasana di meja menjadi sangat tidak nyaman. Yang aktif bicara hanya Kyuhyun dan Donghae, sedangkan Yoona dan Taeyeon hanya sedikit menimpali dan selebihnya fokus dengan makanan. Kedua yeoja itu terlihat saling mengacuhkan dan tidak menganggap keberadaan masing-masing, terlebih suasana hati Yoona sangat buruk sekarang. Tidak dengan Taeyeon yang sedikit terhibur dengan Donghae, ia bisa melupakan sedikit kesedihannya.

“Kajja, kita pulang!” ajak Donghae setelah beberapa saat mereka sudah selesai dengan makanannya. Baik Donghae maupun Kyuhyun tidak dapat menghidupkan suasana, dan itu akan semakin buruk jika dibiarkan terlalu lama.

“Aku ke toilet sebentar” pamit Taeyeon bangkit dari kursinya.

Sepertinya ia hanya pamit pada Donghae saja, karena terlihat dari matanya yang hanya tertuju pada namja itu. Donghae mengangguk dan Taeyeon pun berjalan menuju toilet. Sesaat kemudian Donghae bangkit dari duduknya, diikuti Kyuhyun dan Yoona.

“Biar aku saja yang membayarnya” kata Kyuhyun saat Donghae akan berjalan menuju kasir. Ia merasa tidak enak jika tidak mentraktir semuanya karena dialah yang pertama mengajak mereka pergi bersama, jadi sudah sepantasnya ia yang membayar.

Kyuhyun sudah berada di depan kasir dan segera membayar. Tak lama Taeyeon keluar dari arah toilet, saat itu Yoona berbisik pada Kyuhyun bahwa ia juga ingin ke toilet.

“Mengapa tidak pergi dengan Taeyeon saja tadi?” tanya Kyuhyun heran, namun selanjutnya ia mengiyakan Yoona.

Yeoja itu tersenyum lalu berjalan memasuki toilet, berlawanan arah dengan Taeyeon yang baru saja keluar, keduanya tidak saling menatap satu sama lain.

Saat itulah, tepat setelah Yoona masuk kedalam toilet, Taeyeon dan Kyuhyun bertemu tatap secara langsung. Taeyeon hanya berjarak 2 meter di depan Kyuhyun sehingga mereka tidak bisa menghindari tatapan tersebut. Suatu gejolak muncul dari hati keduanya. Kerinduan selama bertahun-tahun berpisah, kini kembali membuncah. Perasaan bahagia dan sedih telah bercampur dengan ekspresi yang sulit diartikan.

Kyuhyun menyelami manik mata yeoja di hadapannya dalam diam dan Taeyeon sama sekali tak menolak. Tatapan hangat itu, pancaran mata itu yang selama ini ia rindukan. Semuanya masih terasa sama seperti ketika mereka kecil dulu.

“Yeonnie-ya” lirih Kyuhyun pelan, nyaris tak terdengar.

Tanpa mereka sadari, Donghae berdiri tak jauh di belakang Kyuhyun. Namja bermarga Lee itu sama sekali tak berniat mengganggu kebersamaan Taeyeon dan Kyuhyun, sudah seharusnya mereka di beri waktu berdua. Tapi bagaimana dengan perasaan Donghae? Hatinya juga terasa sakit melihat yeojachingu-nya merindukan orang lain. Mungkin Kyuhyun memang bukan orang lain baginya dan Taeyeon, namun tetap saja rasa sakit hati itu tak dapat ia pungkiri.

Donghae membalikkan badannya membelakangi Taeyeon dan Kyuhyun. Dengan susah payah, Taeyeon membuka mulutnya, “O… O-op…”

“Oppa!” panggil Yoona pada Kyuhyun. Seketika Taeyeon mengatupkan bibirnya. Nyaris saja ia memanggil Kyuhyun dengan panggilannya sejak kecil.

Kyuhyun menoleh pada Yoona yang sudah berada di sebelah kanannya, “Aku sudah selesai” lanjut Yoona lagi.

Kyuhyun mengangguk dan kembali menatap Taeyeon. Namun yeoja yang ditatap, seakan sudah kembali ke dunia nyata, ekspresi wajahnya berubah dingin. Taeyeon hanya sekilas menatap Kyuhyun sebelum akhirnya berjalan melewati sisi kiri namja itu untuk kemudian menghampiri Donghae.

Kyuhyun hendak menangkap tangan Taeyeon saat gadis itu berpapasan dengannya, namun ternyata pikirannya salah. Tangan Taeyeon berjarak lebih jauh dari yang ia pikirkan dan yeoja itupun terus melangkah mendekati Donghae. Kyuhyun tertegun sambil mengepalkan tangannya erat, berniat membalikan badan untuk memandang Taeyeon, tapi sebuah tangan lebih dulu menahan lengan kanannya. Ia memandang pemilik tangan tersebut.

Yoona tersenyum tulus, “Bukankah kau ingin melupakannya?”

Kyuhyun terdiam sejenak. Menyadari adanya sebersit kekecewaan dalam raut wajah yeoja itu, Kyuhyun makin menyesal. Ia menghela napas berat dan akhirnya tersenyum tipis pada Yoona.

Keduanya menoleh kebelakang, disana Taeyeon telah berjalan keluar restoran bersama Donghae yang menggenggam erat tangannya.

****

“Kyunie” panggil Leeteuk.

Kyuhyun tak menyahut. Namja itu berdiri bersandar pada meja sambil memandangi sebuah jilidan tipis ditangannya dengan tatapan kosong. Kertas yang berisikan syair lagu itu tampak terabaikan, walau Kyuhyun terus memandanginya, tetap saja pikiran namja itu tak tertuju kesana. Delapan orang teman grupnya memandang heran.

“Kyuhyun-a” tegur Donghae yang berada di samping Kyuhyun dan bersandar pada meja yang sama. Namun mau sedekat apapun jaraknya, tetap saja namja yang ia panggil sama sekali tak menggubrisnya. Kyuhyun masih tampak asik dengan pikirannya sendiri.

“Cho Kyuhyun!!!” seru Eunhyuk yang berdiri 2 meter di hadapan namja itu.

Kali ini Kyuhyun bereaksi. Dengan keterkejutannya, ia menegakkan kepala dan  memandang kedelapan hyungnya secara bergantian. Namun pandangannya sarat akan kebingungan, seolah ia tidak tau ada dimana dan sedang apa.

Siwon yang berdiri disamping Eunhyuk, memutar bola matanya dan menghela napas malas, “Giliranmu, Kyu”

Sudah hampir satu setengah jam Super Junior latihan untuk menyanyikan lagu baru dalam album HERO, namun ini sudah kelima kalinya Kyuhyun harus diingatkan untuk menyanyikan bagiannya. Hal ini sangat berpengaruh bagi semua member, karena di lagu Hero Kyuhyun mendapat part yang cukup banyak, sehingga latihan mereka tak akan berlangsung lancar jika si maknae tak fokus seperti sekarang.

“Ah…” sahut Kyuhyun dengan ekspresi baru tersadar dari lamunan panjangnya, “Maaf, aku…”

“Kau sakit, Kyu?” tanya Ryeowook, menaruh perhatian penuh pada Kyuhyun.

“Tidak, aku hanya…”

“Sudahlah, tidak akan kondusif jika latihannya seperti ini. Kita lanjutkan nanti saja” ujar sang leader memotong penjelasan kosong Kyuhyun.

Leeteuk mengumpulkan kesembilan jilidan kertas syair itu dan menaruhnya di sebuah rak kecil di sudut ruang latihan.

“Kau kenapa, Kyunie-ya?” tanya Sungmin mendekati Kyuhyun, “Tidak biasanya kau sekacau ini. Kau selalu konsentrasi saat latihan, tapi sekarang kau tampak banyak pikiran”

“Mianhae hyung. Aku sendiri tak tau” jawab Kyuhyun seadanya.

“Pasti kau memikirkan Yoona, kan?” goda Kangin.

“Apa perlu aku panggilkan Yoona agar kau semangat?” timpal Shindong mengedipkan sebelah matanya.

“Hyung!” sahut Kyuhyun tak terima.

Kangin dan Shindong terkekeh bersama, “Aku hanya mencoba menghiburmu, Kyu”

“Terima kasih untuk hiburannya” jawab Kyuhyun jengkel, “Aku baik-baik saja, mengapa harus disangkut-pautkan dengan Yoona?”

“Kau juga tidak mau cerita padaku, eoh?” tanya Yesung yang tiba-tiba sudah berada di samping Kyuhyun setelah ketujuh member lain sudah tak memperhatikannya lagi.

Sungmin sudah sibuk dengan laptopnya ditemani Kangin. Donghae duduk sambil memainkan ponsel, disampingnya ada Ryeowook dan Siwon yang tampak bercengkrama. Sementara Leeteuk dan Shindong sudah keluar ruangan, entah kemana.

“Taeyeon?” tebak Yesung menyadari Kyuhyun yang tidak menjawabnya.

Kyuhyun menoleh kearah sahabat sekaligus hyungnya itu dengan pandangan menyerah. Ia tak pernah bisa membohongi Yesung. Perlahan kepalanya pun mengangguk.

“Sudah kuduga” desah Yesung, “Ada masalah apa lagi?”

“Aku tidak pernah bisa benar-benar melupakannya, hyung. Semakin keras aku berusaha, semakin besar pula aku mengingatnya” lirih Kyuhyun frustasi.

“Bukankah ada Yoona? Dia kekasihmu, kan?” balas Yesung bingung.

Hubungan kedekatan Kyuhyun dan Yoona memang sudah tersebar luas, namun belum ada publik yang mengetahui kepastiannya secara langsung.

“Aku hanya berpura-pura menjadi namjachingunya” jawab Kyuhyun.

Yesung terdiam memandang namja di sampingnya baik-baik. Merasa ada yang tidak beres dengan reaksi hyungnya, Kyuhyun pun menoleh kearahnya.

“Kau berpura-pura berkencan dengan Yoona?” ulang Yesung memastikan.

Kyuhyun mengangguk, “Memangnya kenapa?”

“Masih tanya? Aigo…” balas Yesung tak percaya, “Yoona mengetahuinya? Kau tidak boleh bermain-main dengan hubungan ini, bodoh”

“Yoona? Kurasa dia juga tau” kata Kyuhyun tidak mau di salahkan.

“Kau yakin?” Yesung terlihat kesal sekarang, “Kau harus memastikannya. Kau tau, dirimu adalah orang yang paling jahat di seluruh dunia jika terus melakukan hal bodoh ini. Pikirkan dampaknya, Kyu. Karena kurasa Yoona benar-benar mencintaimu”

“Aku juga sependapat denganmu, hyung” ungkap Kyuhyun. Kali ini suaranya sedikit ragu, “Tapi dia juga tau bagaimana perasaanku terhadap Taeyeon, jadi ku pikir dia bisa mengerti”

Yesung menggeleng, “Kau sama sekali tidak peka. Wanita memang terlihat kuat, namun sebenarnya mereka rapuh. Seperti saat mereka berkata baik-baik saja, justru yeoja itu butuh perhatian namja seperti kita. Kau pasti mengerti maksudku, jika kau terus seperti ini pada Yoona, dia akan berharap lebih padamu”

Kyuhyun tertegun, mencoba memahami perkataan hyungnya. Ia memang terlalu naif dan terlampau tidak peduli dengan sesuatu yang mungkin saja terjadi di masa depan.

“Hentikan sebelum semuanya terlambat” kata yesung tegas, lalu bergumam kesal, “Aigo… Kau ini sangat kekanakan. Tidak sepantasnya kau melibatkan orang lain dalam masalahmu dengan Taeyeon, terlebih memperalat Yoona yang jelas-jelas adalah sahabat Taeyeon. Pikirkan yang terbaik untuk semua orang, termasuk dirimu sendiri, Kyu”

Sekali lagi Kyuhyun memandang Yesung yang terlihat benar-benar kesal terhadapnya. Kyuhyun menunduk memikirkan kata-kata hyungnya sekaligus memikirkan rencana kedepannya nanti.

‘Ya, aku harus segera menghentikannya sebelum ada pihak yang tersakiti’…..

To be continue….

Hayyyy readers. gimana dengan chapter kali ini? Apa kalian kembali kecewa. Memang lama sih next chapternya, tapi author udah cukup berusaha menulis ditengah kesinukan belajar. Setiap senin sampe jumat aku selalu berangkat pagi pulang sore, karena udah kelas 9 smp jadi banyak kegiatan di sekolah yang dengan otomatis menunda hobiku (kenapa malah curhat)
Yaudahlah, kuharap readers mengerti karena baik.

Jangan lupa koment. next chapter DLTD udah siap di publish.

See You In Chapter Seven :*
Advertisements

44 comments on “[FREELANCE] Loves and Loved (Chapter 6)

  1. Aaaa kapan sih taeng sama kyu bersatu?
    lama bangeeeet
    kan kasian mereka tersakiti secara tidak langsung cielaaah
    lanjutannya ditunggu thornim

  2. Kasian juga nih.. Kalau Kyu gak tegas bakal nimbulin masalah baru.. Persahabatan TaengYoona ancur, Yoona bakalan makin cinta, dan ya dia bakalan nyakitin dirinya sendiri –‘ Lanjut thornim 😀

  3. Sumpah di ff ini kesel bnget sama yonna. Akhh knapa moment KyuTae nya cepirit bnget thor. Ayo lh thor KyuTae nya banyakin. Psangan TaeHae kurang dpt feel mreka berdura. Yg dpt bnget feel nya KyuTae thor -_-
    Okee deh ff mu keren thor
    Next nya jgn kelamaan y thor. FIGHTING

  4. Aaaaa, momen taehae so sweet. Kasian donghae kalau taeyeon harus sma kyuhyun. Dsini lebih suka donghae, ndak suka yoona. 😞😱😥😧

  5. Oke semangat ya sekolahnya, jujur greget sama karakter yoona dan taeyeon disini, tapi bagus kok ceritanya. Dilanjut ya thorr, ditunggu lohh

  6. ini geregetan,kyutaenya kapan blak”an sih,..
    jgn lama” tar donghae sama yoona tambah sakit..
    next update.soon

  7. Moment kyutae nya terlalu sedikit thor
    ya ampun sekarang konfik nya makin rumit tae sama yoona saling menghindar
    di tunggu next chap nya saeng, fighting saeng 🙂

  8. jalan satu satunya yaitu musnah kan yoona!!!! Kyaaaaaa bakal ngedukung 100% terhadap pihak yg mau musnahin yoona :v Updatesoon!Hwaiting!! ><

  9. akhirnya update jga l,,,
    setelah sekian lama menungu…
    author banyakin lg monent TaeHae nya yyaaaa….
    next chap d tngguuuu….

    Fightaeng

  10. Kyuhyun gituu sma cwek, pdahal Yoona kyknya ‘luv’ sma dia..
    Tpi biarin ajalah..
    Biarkan Taeng mencoba utk menerima cinta Donghae…
    ga tega klo Donghae-nya sakit hati..
    dtunggu next chapnya, FIGHTING!!!

  11. Keren banget ceritanya, serius deh. Tapi au kasian sama Taeng, kasian sekaligus kessel sama Yoona, dan kesel sama Kyu.
    Kyu ga sadar esahabatn YoonTae d ujung tanduk gara2 dia?
    Kala memang mau merebt Tae, jgn libatkan org lain, bnr kata Yesung. Sampai2 Hubungan YoonTae yang super erat sj sampai berantakan begitu. Kalau dy terus begitu, semuanya akan kacau. Tae makin sakit hati, Yoona apalagi, dan Kyu gbs dapetin apa2. Donghae juga malah menderita sendiri krn cinta yg bertepuk sebelah tangan..

    Semangat ya, saeng.. Sama yg dark light ito diamond, aku juga tunggu. Tolong banyakin moment kyutae ya,,,
    hehe..
    CU!!

  12. aakkk akhirnyaaaa thorrr aduh kenapa sih yoona malah manggil kyu pas kyu sm taeng lg tatap tatapan huhu next ya thor ditungguuu

  13. Daebak ff nya thornim,,, kapan semuanya berakhir ya? seharusnya kyu oppa gak boleh kayak gitu kan kasian dengan yoontae,,, persahabatan mereka lebih penting kyu oppa… juga kasihan sama hae oppa 😥 ,,, mudah2an nanti happy ending ya thornim… 😀
    Next chapter dan ff DLTD ditunggu… 🙂
    Fighting… 😉

  14. Semakin seru semoga kyu segera menyadari kesalahan Πγª setelah mendapat pencerahan dari yesung oppa.happy ending yaa thor kyutae dan semoga yoona dan donghae iklan lepasin mereka yoona sama siwon aja yaa heheh

  15. seandainya Taeng eonni menjelaskan perasaannya sama Kyu oppa dari awal, pasti gabakal begini..
    keep writing yah thor 🙂

  16. Omaygattttt aku kangen sama LAL. Author kemana aja eoh? T_T

    Ini tuh fanfiction yang bacanya butuh pendalaman. ada beberapa kesamaan cerita dalam hidup aku *curhat eh?* persahabatan, disukai,suka orang lain,dihianatin,menghianati,salah paham. KUMPLIT!

    Donghae strong parahh. Kyu Sama Tae yaampun, rasanya aku pengen ikutan aja jadi tokoh di ff ini cuman buat kasih tau taeyeon sama kyu. rasanya tuh greget banget sampe pengen ngeremukin muka jongin *eh?*

    Yoona! aku suka peran dia disini. Cocok banget apalagi bener-bener dihayatin ekspresi yoong. dari mulai sikap polos dia yang seolah olah jadi rival taeyeon. dan ughh, temannnn sekali. Sekian bye, fighting author! aku mendukungmu, muachh~ jan lupa update cepet yaa^^

  17. greget bgt yaa ampun kalo menurutku kyuhyun. ga sepenuh ya salqh hany. aj di kurang. berani sihh yg fatal bgt tuh yoona aiish gila. dia tega bgt jdi. kebynag bbyang kalo pnya shbt ke. dia dicrta ini ngeri juga wkwkwkwk mudah” an. next chap ad pencerqhan .buaat. kyutaeeee

  18. Nahloh kyu dapet petuah jongwoon wakakka
    iya ya yoong jadi kaya diperalat, kasian;;
    taeng jan maruk, yoong bener kl uda donghae masa kyu mau diembat jg lol
    Noice thoor, next chapt ditunggu ya

  19. wuah akhirnya ada moment kyutaenya
    seneng liat kyu cemburu tapi kasian donghae juga
    apakah akhirnya kyu dan yoona putus ? berharapnya sih begitu
    ditunggu next chapter thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s