Love Hurts [ Chapter 3 END ]

kimiceusposter-copy[1]

Love Hurts chapter 3 END

Title :

Love Hurts

Author :

Kimiceu

Genre :

PG-15

Rating :

Romance

Cast :

Kim Taeyeon

Huang Zi Tao

Other cast :

Find

Credit Poster :

Thx to MyeonnieKim schoolartdesign.wp.com :’)

Disclaimer :

FF asli dari pemikiran saya sendiri dan terinspirasi dari beberapa korean drama, novel, film, dll. Plagiarism and bashing isn’t allowed . Don’t forget to leave your  comment. Sorry for typo  thx.

 

preview : Chapter 1 | Chapter 2 

Love Hurts present by ‘kimiceu’

 

 

Waktu sudah menunjukkan waktu lewat temgah malam, namun namja berperawakan tinggi itu baru saja pulang.Ia membuang sembarangan tas yang ia bawa dan merebahkan tubuh kekarnya itu diatas sofa. Kepalanya sedikit menengadah kelangit-langit sambil menutup mata.Dilihat dari gesture tubuhnya, mungkin Tao sedang memiliki masalah.Bukan masalah yang seperti banyak orang normal, tapi masalah ini berbeda.

Flashback

“Saengnim tahu tidak?Entah kenapa saat berada didekatmu aku merasa nyaman. Hatiku selalu berdetak cepat jika ada kau disampingku….”

 

“Boleh kah aku berkata ‘Aku membencimu’ saengnim?”

 

“Tidak tidak saengnim sepertinya aku jatuh cinta padamu.”Tao hanya diam menanggapi kata-kata Taeyeon. Walaupun mungkin Taeyeon tidak sadar dengan apa yang ia katakan, tapi itu cukup mencengangkan. Yang Tao pernah baca dari buku biasanya orang mengigau itu pasti berasal dari mimpinya dan kemungkinan orang itu sadar dengan apa yang ia katakana.

 

‘gawat’

 

Sebelum terlambat, Tao cepat-cepat pergi dari kamar Taeyeon dan pulang walaupun dengan keadaan tidak enak.

 

Flashback end.

 

 

“Haaahh semua ini membuatku pusing.”Gumam Tao dan tertidur diatas sofanya.

*****

Pagi pagi sekali Taeyeon sudah sampai disekolahnya.Walaupun dengan badan yang masih sakit dan kepala masih pusing akibat pesta tadi malam. Namun ia masih berpikir bagaimana caranya ia bisa pulang dalam keadaan mabuk? Apakah seseorang membawanya pulang kerumah dan mempir…. Tidak tidak, mungkin yang membawanya pulan adalah Sunny atau Sungmin oppa.Yah Positif thinking saja.

Gara-gara mabuk semalam, Taeyeon ingat telah membatalkan janji sepihak dengan Tao.Sebersit pikiran baik menghampiri otaknya.Ia berencana mengajak Tao jalan-jalan dan menonton film untuk menebus kesalahannya. Yah walaupun Taeyeon tidak menyesal tapi ia tetap harus melakukannya supaya Tao tutup mulut kepada ibunya soal tadi malam ia tidak bimble. Lagipula kan hanya sekali saja.

Taeyeon mengambil ponsel dari saku seragamnya dan mengetik sebuah pesan untuk gurunya itu.

“Ahh tambahkan emoticons ini saja supaya terlihat lebih akrab.Ihihi” gumam Taeyeon.

To : saengnim galak

Saengnim nanti malam ada acara tidak?Aku ingin jalan-jalan, temani aku ya? Han Ahjussi akan mengantar kita otte? >.<

 

Send >>>

 

Belum sampai 5 menit sebuah pesan masuk tentu dari Tao.Entah mengapa senyuman dan rasa bahagia Taeyeon tak dapat dibendung lagi.

From : Saengnim galak

Ne.

 

“Wah tumben sekali pria jahat itu mau menuruti permintaanku.Aneh sekali.”Ucap Taeyeon yang sudah sampai dikelas dan duduk sendirian didalamnya.Tentu saja sendirian, waktu baru menunjukkan pukul 06.15 pagi. Mungkin Taeeon masih lelah sehingga sekarang ia sedang merebahkan kepalanya diatas meja dan tak lama kemudian suasana kelas menjadi sangat sunyi, hanya terdengar hembusan nafas seorang yeoja yang sedang tidur disana.

Sedangkan Tao masih diapartement sedang membaca Koran ditemani secangkir kopi panas didepannya. Koran yang ia baca berisi tentang kasus korupsi yang diduga dilakukan oleh salah satu perdana mentri Korea, tapi pikirannya saat ini sedang melayang pada topic Taeyeon. Ya, beberapa menit yang lalu Taeyeon mengirim pesan singkat padanya, menajak untuk jalan-jalan nanti malam. Sebenarnya Tao agak malas untuk pergi, tapi mengingat kejadian tadi malam ia menjadi tidak enak. Ia membayangkan jika waktu itu Taeyeon sadar mengucapkannya lalu tiba-tiba Tao seperti menjauhi Taeyeon pasti yeoja itu akan kecewa. Lebih baik bersikap seperti biasa saja, namun untuk kali ini Tao dengan berbaik hati mau mengikuti ajakan Taeyeon walaupun agak terpaksa sebenarnya.Membayangkan nanti malam rasanya seperti sedang menegrjakkan soal matematika, membingungkan saja.

******

18.30 pm KST

 

“Haishh lama sekali, sedang apa sih dia?” gerutu Taeyeon semenjak tadi menunggu didepan gedung apartement Tao. Sudah setengah jam Taeyeon menunggu Tao disana dan rasanya ia ingin mendobrak pintu apartement Tao dan mencaci maki guru tak berekspresi itu. Han ahjussi supir pribadi keluarga Taeyeon hanya tersenyum penuh arti melihat anak majikannya, seperti orang jatuh cinta saja.

Tak sia-sia perjuangan Taeyeon menunggu hingga 45 menit lamanya, akhirnya orang yang ia cari semenjak tadi muncul juga dan berjalan tanpa ekspresi kearah mobilnya.

“Haish saengnim darimana saja sih?Tau tidak aku menunggu sudah berapa lama disini?” protes Taeyeon.

“Cepatlah naik, kau tidak ingin kita terlambat kan.” ucap tao tak menggubris kata-kata Taeyeon.

“Sebenarnya kita memang akan terlambat.Ini semua gara-gara kau!!”

“Aku akan kembali keapartementku.” Ancam Tao.

“YAK! Apa-apaan kau, baiklah aku masuk sekarang-_-“

Hening.Itulah suasana dimobil Taeyeon sekarang.Taeyeon masih kesal dengan guru matematikanya itu. Sedangkan Tao? sedari tadi ia hanya diam saja menatap jalanan luar kota seoul hingga sekarang mereka sudah sampai didepan gedung bioskop, Tao masih belum membuka suaranya.

“ayo cepat masuk.Aku sudah punya tiketnya kita tak perlu antri.” ucap Taeyeon girang sambil menarik tangan Tao untuk lekas masuk kedalam bioskop.Sama seperti sebelumnya Tao hanya menurut saja ditarik dan disuruh oleh Taeyeon.Bukan karena dia tiba-tiba bisu, hanya saja perasaannya saat dekat dengan Taeyeon masih agak canggung akibat tadi malam.Tapi anehnya kenapa Taeyeon tampak biasa saja.

“Haish, aku seperti sedang bersama patung saja.” gumam Taeyeon yang masih bisa didengar Tao.Kini mereka berdua sudah duduk dikursi penonton yang letaknya kurang lebih ditengah. Dilihat sekilas film yang kali ini akan menemani mereka berdua adalah film horor. Tao sih tidak masalah dengan itu.tapi yang bermasalah adalah yeoja yang ada disebelahnya yang tak lain adalah Taeyeon. Selama film diputar dan menayangkan adegan menyeramkan atau terlampau mengagetkan pasti Taeyeon akan memeluk lengan Tao dan itu terjadi berkali kali. Jeritan Taeyeon pun benar-benar bisa merusak telinga Tao atau mungkin memecah gendang telinganya.

“hosh hoshh astaga film macam apa tadi T_T “ucap Taeyeon saat akhirnya film yang ia tonton berakhir juga.

“Kalau kau takut kenapa memaksa menonton hah?” tanya Tao menatap heran Taeyeon.

“Tiket ini aku dapatkan dari Sunny dan dia bilang ini film romantis. Mana aku tau kalau Sunny tega membohongiku 😦 “

“Teriakanmu itu membuat telingaku sakit.”

“ya! tega sekalii!” pekikan Taeyeon itu membuat seorang wanita dan pria yang sedang turun kebawah untuk keluar dari studio film itu menoleh kearah Taeyeon. Ia mengerutkan keningnya saat melihat Taeyeon sedang memukuli seorang namja. Tampak mesra dan lucu untuk ukuran hubungan anak sekolah, tapi ia menghilangkan senyuman tadi ketika melihat siapa namja yang bersama Taeyeon. Tao, mantan kekasihnya. Yoona

“Yoong, ada apa?” tanya namja disebelahnya.

“Tak apa.”

*******

“mau tidak?”

“tidak.”

“ice cream ini enak sekali masa kau tidak tergoda?”

“tidak”

“tapi namja normal kan suka dengan ice cream juga.”

“aku tidak”

“wahkau tidak normal ternyata.” ucap Taeyeon dengan nada mengejek.

“Hey. sopanlah sedikit dengan…”

“Anyyeong oppa.” sapa seorang yeoja yang berhasil memotong pembicaraan Tao. Yang dipangilnya pun menoleh dan kaget walaupun tak tampak di ekspresinya..Tao hanya diam menjawab sedangkan Yoona harap-harap cemas.Dirinya sudah tak sabar ingin menanyakan perihal hubungann Tao dengan Taeyeon.Yang Yoona tau Taeyeon hanyalah murid Tao dan Tao adalah gurunya.Tapi melihat mereka berdua hari ini, sepertinya Yoona tidak yakin.

“Hai Taeyeon-ssi, sudah lama tak bertemu.” tanya namja yang berada disebelah Yoona. Taeyeon hanya mendengus kesal menanggapi pertanyaan namja yang bernama Myungsoo itu. Myungsoo adalah sunbae Taeyeon saat disekolah menengah pertama dan termasuk namja pertama yang ia sukai walaupun mereka tidak pernah menjalin hubungan. Taeyeon bertemu dengan Myungsoo dalam olimpiade matematika.saat itu Taeyeon masih berada disekolah menengah pertama sedangkan Myungsoo sudah kuliah. Taeyeon menunjukkan kesukaannya dengan Myungsso terlalu berlebihan hingga membuat namja itu kesal. Dan kekesalannya itu ia ungkapkan dengan menghina Taeyeon dengan sebutan ‘Si buruk mengejar si tampan’ yang membuat Taeyeon dihina hingga satu sekolah. Kurang ajar memang dan semenjak itu ia tak lagi mengejar Myungsoo.

“Jadi apakah si buruk sudah memiliki pacar?” tanya Myungsoo mengejek. Taeyeon benar-benar geram dengan Myungsoo. Jika bisa ia ingin sekali memuntahkan isi perutnya kewajah Myungsoo. Tak ingin diremehkan lagi dengan terpaksa Taeyeon melakukannya dihadapan Yoona yang menurutnya mungkin yeojachingu Tao.

‘Maafkan aku saengnim’

“Ya.Dia pacarku namjachinguku.” ucap Taeyeon lantang yang membuat ketiga orang itu menoleh kearah Taeyeon.Yoona benar-benar kaget dan tak percaya dengan apabyang Taeyeon katakan.Tapi setelah itu senyuma keterpaksaan tergambar jelas dibibir Yoona.

“Ternyata aku sudah tak ada harapan lagi.Kalau begitu aku pergi saja.Ayo myungsoo-ya.” ucap Yoona lalu pergi bersama dengan Myungsoo meninggalkan pasangan guru dan murid itu.

“yoong…” lirih Tao.

Taeyeon membelalak kan matanya mendengar lirihan Tao. Sekarang Taeyeon bisa membuat sebuah kesimpulan. Tao dan Yoona sebenarnya saling mencintai namun keduanya tidak bisa jujur satu sama lain, dan kemudian datanglah Taeyeon sebagai penghancur harapan hubungan mereka yang dengan seenaknya mengatakan bahwa Tao adalah pacarnya. Astaga Taeyeon merasa sangat jahat dalam hal ini.Kediaman Tao semenjak Yoona dan Myungsoo pergi membuat Taeyeon sedikit khawatir. Entah kenapa walaupun ia lega bisa membuat Myungsoo tak bisa menghinanya lagi tapi sebersit perasaan bersalah mengerubungi Taeyeon.

“Kau sudah puas?” tanya Tao yang masih membelakangi Taeyeon. Suaranya terdengar sangat dingin membuat Taeyeon sedikit takut.

“S..saengnim maafkan aku…” hanya itu yang bisa Taeyeon katakan, terlihat sekali Taeyeon sedang takut.

“Pulanglah.Hari sudah larut.” ucap Tao lalu melangkah pergi meninggalkan Taeyeon.

“saengnim maafkan aku. Aku bisa men….”

“KA!!” teriak Tao membuat Taeyeon berjalan mundur selangkah menjauh dari Tao.

“Kau sudah menghancurkan semuanya, merusak semuanya.Jangan membuat aku membencimu.” ucap Tao dingin.Taeyeon tak bisa berkata apa-apa lagi.Ia hanya perlu pergi sekarang sebelum dirinya lebih tidak diinginkan lagi oleh Tao. Mendengar suara langkah kaki Taeyeon semakin menjauh membuat Tao menghembuskan nafas kasar.Ia seakan baru sadar dengan apa yang barusan ia lakukan kepada Taeyeon. Tao menyadari ia terlalu terbawa suasana dan tak terkontrol. Ia sudah keterlaluan dengan Taeyeon yang mungkin membuat yeoja itu terluka.

“bodoh…sangat bodoh…” gumam Tao.

********

Sejak malam itu Tao seperti tak ada komunikasi lagi dengan Taeyeon, walaupun memang mereka sering bertemu jika Tao sedang mengajar disekolah dan saat Tao mententori Taeyeon dirumah.Tao tak lagi ditugaskan untuk menjaga Taeyeon karena Nyonya Kim ibu Taeyeon sudah pulang.Selama seminggu ini pun nilai matematika Taeyeon mulai melompat naik dan hampir meraih nilai tertinggi. Taeyeon tidak menghindari Tao karena malam itu, hanya saja ia masih merasa bersalah dan tak berani berbicara terlalu banyak dengan Tao. Ia sadar perbuatannya malam itu sangatlah keterlaluan dan ia menyesal.

Seharusnya Taeyeon sudah sampai sekolah 10 menit yang lalu, tapi entah kenapa ia belum datang juga. Sunny sahabat Taeyeon sedari tadi sibuk dengan ponselnya dan sesekali ia menengok gelisah kearah pintu kelasnya. Saat itu jam mengajar Tao dan namja itu menyadari kegelisahan sunny dan ketidak hadirannya Taeyeon dikelasnya. Setelah ia menuliskan soal dipapan blackboard, Tao berjalan kearah Sunny dan menepuk pindak yeoja itu pelan.”Dimana Taeyeon?”

“Oh? saengnim aku tidak tau. Tumben sekali Taeyeon tidak masuk sekolah. Biasanya jika ia sakit pasti akan mengabariku dulu. Taeyeon bukan tipe orang yang suka membolos jadi aku agak khawatir apa yang terjadi dengannya.” ucap Sunny panjang lebar.

‘tumben sekali’

“Kalau begitu aku akan menulis A saja dibuku absensi kelas. Gomawo Sunny-ssi” ucap Tao beralasan.

“Aku kira saengnim bertanya karena saengnim khawatir dengan Taeyeon.” ucap Sunny.

“Maaf?”

“Eum… apakah diantara kalian terjadi sesuatu?Akhir-akhir ini kalian terlihat tidak akrab.”Tanya Sunny.

“Sepertinya tidak..”

“Benarkah saengnim? Mungkin ada masalah lain yang sedang ia hadapi.”

“memangnya ada apa dengan Taeyeon?” tanya Tao penasaran.

“Akhir-akhir ini dia sering sekali melamun dan lebih banyak diam. Tak seperti biasanya dia yang selalu cerewet dan… yah saengnim tau kan bagaimana menyebalkannya Taeyeon?”

“Ya aku tau….”

‘sangat menyebalkan dan mengganggu’

Dilain pihak sekitar 30 menit sebelumnya Taeyeon sudah berlari-lari keluar dari mobilnya karena sudah hampir terlambat masuk sekolah. Tapi sebelum ia melangkah melewati gerbang sekolah, seseorang memanggilnya dari arah samping. Yoona, wanita itu yang memanggil Taeyeon.Awalnya Taeyeon ragu untuk menghampiri Yoona, tapi demi menebus kesalahannya dengan Tao, Taeyeon akhirnya memberanikan diri mendekati Yoona.Tapi sebelum Taeyeon berniat membuka dengan sapaan, dirinya sudah diterjang dengan kalimat sinis yang diucapkan Yoona.”Aku perlu bicara denganmu sekarang.”

“Aku juga perlu menjelaskan tentang….”

“Jangan dekati Tao ku lagi.Kumohon dia adalah namjaku, bisakah kau mengharagai perasaan kami?Aku tau diantara kalian pasti terjadi suatu kesalahan.” Ucap Yoona yang langsung merubah mimic wajahnya menjadi memelas kepada Taeyeon. Taeyeon diam tak bias membalas ucapan Yoona. Ia kira mudah untuk mengembalikan semuanya menjadi normal, ternyata sulit.

“Jika benar kalian memiliki hubungan, kumohon akhiri saja, lagipula cinta kalian kan hanya cinta monyet saja tidak seserius hubungan kami. Bahkan kami ada rencana untuk bertunangan.” Ucap Yoona lagi.Taeyeon seperti mendapat tamparan keras langsung dari wajahnya.Ia tidak menyangka hubungan Yoona dan Tao ternyata sudah sejauh ini.

“Aku yakin kau bias melakukannya. Tolong jangan membuat kalian semakin dekat, ini akan merusak rencana yang sudah jauh-jauh hari kami buat. Aku percaya padamu Taeyeon-ssi.” Ucap Yoona dengan nada yang memelas. “Sebenarnya aku dan tao saengnim tidak ada hubungan apapun, kau bisa mengambilnya dan aku tak akan menghalangi jalanmu lagi.

******

Jam sudah menunjukkan jam pulang kerja bagi Tao mengajar. Ia sudah selesai dengan segala pekerjaannya menilai tugas-tugas yang ia berikan meinggu lalu kepada murid-muridnya. Ia mengumpulkan kertas-kertas backup nilai muri-muridnya yang berserakkan, namun gerakkan matanya menangkap sebuah nama yang tak asing. Kim Taeyeon.

Ia memang jarang memperhatikan nama murid muridnya, namun untuk kali ini ia penasaran. Tao melihat deretan angka milik Taeyeon yang awalnya sangat jelek dan mengkhawatirkan ditengah semester, namun lama-kelamaan nilainya semakin membaik dan memperoleh kata sempurna. Entah apa yang merasuki Taeyeon saat ini sehingga membuatnya kembali seperti semula. Tao menghela napas kasar ketika mengingat percakapan melalui ponsel bersama Ibu Taeyeon.

‘Tao-ssi bagaimana nilai Taeyeon sampai hari ini?”

 

‘Semua baik Ahjumma Kim, Taeyeon sekarang sudah kembali seperti sedia kala.Nilainya jauh sangat sempurna.’

 

‘Wah benarkah, kalau begitu aku tidak perlu khawatir lagi denganTaeyeon ini.’

 

‘Memang ada apa Ahjumma, apakah terjadi sesuatu dengan Taeyeon?’

 

“Ooh tidak, semua baik-baik saja. Hanya saja ia meminta untuk berhenti mengikuti les privat denganmu dengan alas an nilainya sudah baik dan ternyata memang benar. Mungkin mulai besok kau tidak usah dating lagi Tao-ssi.Maafkan aku.”

 

‘N..ne? Gwenchana Ahjumma Kim, saya tidak apa-apa dan turut bangga dengan prestasi Taeyeon.’

 

‘Ah syukurlah kalau begitu.Terimakasih atas semuanya Tao-ssi aku sangat berutang budi kepadamu.’

 

Yah kalau tidak salah seperti itulah percakapan Tao dengan Ahjumma Kim ibu Taeyeon. Mungkin memang benar alas an Taeyeon berhenti dari les privatnya adalah karena nilainya sudah baik. Tapi Tao tak yakin dengan itu, melihat keadaan Taeyeon yang selama hampir 2 minggu ini selalu menghindari Tao.Contohnya saja seperti kemarin. Sehari setelah Taeyeon tidak masuk akhirnya ia kembali kesekolah dan membuat Sunny benar-benar bahagia setengah mati. Beruntung sekali jam pelajaran pertama kelas Taeyeon adalah Tao yang mengajar dan lebih beruntung lagi Tao membuat kuis dadakan untuk seluruh siswa. Saat-saat semua murid mengumpulkan hasilnya kedepan, Tao melihat gelagat aneh Taeyeon. Saat dirinya menatap yeoja itu, taeyeon akan selalu mengalihkan pandangan kearah lain. Saat Taeyen mengumpulkan kertasnya dan memberikannya kepada Tao, gadis itu menyodorkan kertas tanpa menatap wajah Tao dan menunduk kebawah seolah ia tidak sudi melihat Tao.

Saat mereka berpapasan dilorong sekolah pun Taeyeon terlihat sekali sedang menghindari Tao, reaksi taeyeon pasti selalu sama. Ia akan berjalan seceat mungkin dan menghindari kontak mata dengan Tao. Apakah ini karena kejadian malam itu saat tao membentak Taeyeon. Tapi aneh sekali, taeyeon adalah tipe gadis yang mungkin bisa dikatakan blak-blak kan dan ceria, tak mungkin hanya karena masalah itu Taeyeon menjadi seperti ini.Tapi mungkin saja bisa terjadi. Taeyeon juga wanita biasa, mungkin itu adalah kali pertama Taeyeon dibentak oleh laki-laki.Astaga sekarang Tao yang merasa bersalah kepada Taeyeon.

Tao menghentikkan aktifitas melamunnya dan kembali tersadar bahwa hari semakin sore.Ia segera mengumpulkan kertas-kertas itu dan merapikannya diatas meja. Ia sudah siap dengan tas dan beberapa buku ditangannya dan bersiap pergi. Tak lupa ia mengunci pintu ruanggannya dan menyimpan kuncinya disaku kemeja putih yang ia kenakan. Belum terlalu jauh ia melangkah, matanya menangkap siluet seorang yeojatengah duduk dikursi panjang dan memegangi betisnya seolah kesakitan. Dalam hati Tao sedikit kaget karena ia menyadari bahwa yeoja itu adalah Taeyeon. Matanya tak pernah salah. Tubuhnya yang kecil dan rambutnya yang panjang dengan poni rata didepan, ia tak mungkin lupa walaupun gadis ini benar-benar menghindarinya selama ini. Ia sedikit berjalan cepat mengahmpiri Taeyeon yang mungkin tak menyadari kehadiran Tao yang selangkah lagi akan mendekati dirinya, sampai Tao benar-benar sudah ada didepan Taeyeon, gadis itu tetap saja sibuk dengan betisnya.

“sedang apa disini?”

“YA! Tidak lihat apa kaki ku sedang sakit hah? Aku tergelincir dilantai yang basah itu dan sekarang betisku yang menjadi korbannya!” curhat Taeyeon yang tak sadar siapa yang sedang mendnegarkan curhatannya itu.“Sini biarku lihat kakimu.” Ucap Tao datar.

“Siapa kau seenak….s…saengnim??” ucap Taeyeon terkaget baru menyadari bahwa yang ada didepannya kini adalah orang yang saat ini sedang ingin ia hindari. Taeyeon lebih kaget lagi ketika Tao sudah berjngkok didepannya dan memegang kakinya perlahan. Namun sebelum bertindak lebih jauh lagi dan membuat Taeyeon mengingkari janjinya dengan Yoona, ia segera menepis tangan Tao dari kakinya dan berusaha berdiri dengan satu kakinya yang masih sehat.

“A..aku tidak apa-apa saengnim.” dan setelah itu juga Taeyeon mencoba berjalan dengan satu kaki yang sehat dan satu kaki yang sakit dan tentu saja gagal dan membuatnya jatuh kelantai lorong sekolahnya. Tao hanya mendesah pelan melihat kelakuan yeoja didepannya itu yang dalam keadaan seperti ini masih saja berusaha untuk menghindari dirinya.Tao meletakkan barang bawaannya diatas kursi panjang yang tadi dipakai Taeyeon dan segera menghampiri yeoja itu.Ia mengangkat Taeyeon ala bridal style yang berhasil membuat yeoja itu membulatkan matanya seketika.“S..saengnim lepaskan aku, sungguh aku tidak…”

“diamlah..” ucap Tao terkesan dingin. Ia benar-benar membenci sifat ceroboh Taeyeon kali ini. Walaupun ia tidak tau alasan sebenarnya yeoja itu menghindarinya tapi sebentar lagi mungkin ia akan mengetahuinya.Jantung Taeyen tidak bisa diajak bekerjasama. Sedari tadi jantungnya itu berdetak tak karuan yang membuat Taeyeon khawatir Tao akan mendengarnya dengan posisi mereka yang begitu dekat. Taeyeon tak bisa berbuat apa-apa selain melingkarkan kedua tangannya dileher Tao dan diam bak patung malaikat cupid pembawa panah cinta. Sesekali ia melirik wajah Tao yang tanpa ekspresi dan matanya yang menatap lurus kedepan. Pikir Taeyeon saat ini dengan jarak seperti ini Tao sangatlah tampan dan berwibawa sesuai dengan pembawaanya hingga Taeyen tak sadar ia sudah larut dalam wajah Tao dan membuat mata yeoja itu tak bisa berpaling lagi. Tao sadar sedang ditatap, namun ia tidak begitu peduli, biarlah yeoja ini menikmatinya dan Tao tak akan mengganggunya.

Akhirnya mereka berdua sampai di UKS sekolah yang letaknya memang cukup jauh dari tempat mereka semula.Tao mendudukkan Taeyeon dipinggir ranjang dan langsung melepas kaos kaki dan sepatu Taeyeon.Dilihatnya kaki mungil yeoja itu agak sedikit bengkak.Tao mengambil obat oles dilemari dekat ranjang uks yang diapaki Taeyeon dan dengan telaten mengoleskannya pada bagian kaki Taeyeon yang membengkak.“Arrghh saengnim…..” erangan Taeyeon membuat Tao menghentikkan aktifitasnya dan meletakkan kembali salep itu dilemari.Ia berdiri tegak menatap Taeyeon dalam-dalam seolah bisa menguliti Taeyeon dengan tatapan itu. Selangkah Tao lebih mendekat kepada Taeyeon dan membuat yeoja itu sedikit menunduk karena tak taha ditatap sedekat itu.“Jadi sebutkan alas an yang jelas kenapa…”

“Tadi aku terjatuh saengnim karena lantainya masih basah dan aku sedang berlari tidak melihat tanda peringatan dilantai itu. Aku sedang terbu…”

“alas an kau menghindariku Taeyeon.” Ucap Tao memotong alasan sepanjang kereta yang tadi Taeyeon ucapkan.Taeyeon terdiam.Sejenak otaknya tak dapat berpikir. Tidak mungkin ia jujur mengatakan pada Tao kan? Itu akan membuat Yoona sakit hati padanya.“Taeyeon jawab aku.” Ucap Tao sambil memegang kedua pundak Taeyeon.

“S…saengnim aku tidak bisa mengatakkannya….” Ucap Taeyeon sambil menundukkan kepalanya.“Taeyeon, lihat aku!”Taeyeon menatap kedua mata Tao yang dibalas oleh namja itu. Sungguh Taeyeon sebenarnya ingin sekali menceritakkan semuanya kepada Tao, tapi ia tidak mungkin sejahat itu kepada Yoona. Lama kelamaan matanya mulai berkaca-kaca dan akhirnya perasaan gundahya pun jatuh juga bersamaan dengan air mata miliknya. Tao segera mendekap erat Taeyeon yang membuat tangisan Taeyeon semakin menjadi.Taeyeon melingkarkan tangannya pada pinggang Tao memeluknya erat. Sebnetar saja ia ingin menuntaskan kegelisahan dan kesedihannya.“saengnim sungguh waktu itu aku tidak berniat untuk menghancurkan semuanya. Aku memiliki dendam pribadi dengan Myungsooyang membuatku harus melakukan tindakan gila itu dan aku saat itu berada diluar kembali tapi….”

“ssst….” bisik Tao tepat ditelinga Taeyeon.”Sudahlah, aku memaafkanmu.” ucap Tao sambil mengelus puncak kepala Taeyeon.”Saengnim aku sudah menghancurkan hubunganmu dengan Yoona eonni mana mungkin kau memaafkanku dengan sebegitu mudahnya?” tanya Taeyeon yang lalu melepas. pelukan Tao.”Apa maksudmu dengan menghancurkan hubunganku dengan Yoona?” tanya Tao.

“Bukankah kalian berdua memiliki hubungan?? Kata Yoona eonni kalian berdua sudah akan merencanakan pertunangan dan akan segera menikah?”

“Yoona berkata seperti itu kepadamu?” ucapan Tao membuat Taeyeon menegang seketika. Ia tidak sadar sudah membocorkan semua hal dengan mudahnya kepada Tao. Janjinya kepada Yoona pun gagal ia lakukan.”A….ani saengnim aku hanya….”

“Jadi ini alasanmu menghindariku?” tanya Tao kembali dingin. Taeyeon terdiam perlahan menundukkan kepalanya.”Aku memang dulu pernah memiliki hubungan dengan Yoona. Tapi tidak lagi setelah ia mencampakkanku. Dan ucapannya semua padamu itu bohong. Kami tidak pernah berencana untuk bertunangan.” jelas Tao.

“Tapi saengnim marah waktu malam itu, artinya saengnim masih punya perasaan kan dengan Yoona?”

“Ada yang pernah bilang padaku bahwa mencintai orang yang sudah menyakitimu sama saja meminum kopi tanpa gula.”

“Tapi mana mungkin saengnim bisa begitu cepat melupakan Yoona? Aku tak percaya. Semua laki-laki sama saja suka mempermainkan hati wanita…”

“Kupikir kau akan senang mendengarnya ternyata kau malah mengharapkan aku kembali dengan Yoona.”

“Bukan seperti itu. Aku hanya tidak suka menjadi penghalang bagi kalian, aish kenapa pemikiranmu sempit sekali saengnim-_-“Tao menaikkan sebelah alisnya dan tak lupa bonus smirk menawan yang ditujukkannya kepada Taeyeon. Ia senang bisa melihat Taeyeon bertingkah wajar seperti apa adanya dia yang selalu membenci dan menghinanya. Walaupun begitu Tao tetap suka Taeyeon yang seperti ini.

Dari jarak 10 cm hingga kinu mencapai 2 cm jarak wajah mereka. Taeyeon menahan napasnya takut kalau kalau napasnya itu mengeluarkan bau yang tak sedap. Gelagat Taeyeon yang menahan napas tentu menarik perhatian Tao,  sedikit demi sedikit wajah Taeyeon seperti sudah tak tahan menahan napas dan warna wajahnya berubah menjadi agak kemerahan. Ahh tiba tiba saja akal cerdik Tao melintas dalam otaknya.

“Sudahlah bernapas saja dengan wajar aku tidak akan macam – macam kepadamu.”

Dan setelah Tao berucap seperti itu, Taeyeon langsung menghebuskan nafasnya keras keras. Kentara sekali ia sudah tidak tahan menahan nafasnya, namun belum ada satu menit Taeyeon benafas lega Tao yang berada didepannya sudah menempelkan bibir indah bak guci mahal itu diatas permukaan bibir peach Taeyeon. Yeoja itu membelalakkan matanya melihat Tao menempelkan bibirnya ke bibir Taeyeon. Ia bisa melihat Tao menutup mata saat menciumnya. Dalam keadaan seperti ini Taeyeon bisa mencium aroma fernomon khas lelaki dewasa seperti Tao yang begitu memabukkan. Lama kelamaan bibir mereka menjadi saling melumat. Bodoh jika Taeyeon tidak pernah berciuman, tapi memang benar. Taeyeon tidak pernah berpacaran apalagi ciuman. Namun teknik ciumannya dengan Tao kini sudah seperti seorang master kissing. Taeyeon belajar cara berciuman dibanyak film drama televisi dan cerita cerita di internet. Inilah saatnya Taeyeon menunjukkan bakat terpendamnya yang selama ini tidak pernah ia praktekkan.

Ciuman mereka semakin menggebu. Kepalanya saling mencari posisi ternyaman bagi mereka. Hidungnya pun saling bergesekkan satu sama lain. Taeyeon pun mulai terbuai dengan permainan bibir Tao sehingga membuat kedua tangan indahnya itu bergelantung dileher sang namja. Mereka seolah tak mau melewatkan seinci bagian manapun hingga akhirnya Tao tau Taeyeon membutuhkan oksigen sama seperti dirinya dan akhirnya melepaskan tautan mereka. Hembusan nafas, dada yang bergemuruh dan bergerak naik turun dari keduanya seolah menandakkan bahwa baru saja terjadi adegan panas anatar siswa dan guru. Tao mengelus pipi Taeyeon sayang dan menatap yeoja itu lekat lekat dan dibalas oleh Taeyeon.

“Aku memang sudah berpaling kepadamu, Tapi aku tidak tahu apakah aku mencintaimu sepenuhnya dan pergi dari bayang-bayang Yoona. Jadi bisakah kau menungguku?”

“Ya, aku akan menunggu saengnim.” ucap Taeyeon sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya seperti seorang balita kecil. Tao tersenyum menanggapinya. Dalam hati Taeyeon terkejut baru pertama kalia ia melihat Tao tersenyum seindah itu. Jika Tao saja sedikit lebih sering tersenyum, mungkin saja Taeyeon akan mati dibuatnya tiap hari. Apalagi kini Tao sudah membuka pintu hatinya lebar bagi Taeyeon, walaupun belum pasti apakah pada akhirnya Tao akan menjadi milik Taeyeon, tapi dalam keadaan seperti ini dan sedekat ini dengan Tao sudah membuatnya bahagia.

‘Aku tidak tahu apakah kau masih mencintainya atau tidak. Aku juga berusaha untuk tidak memikirkan hal itu karena memang itu bukan urusanku. Perasaanku memang datang disaat yang tidak tepat, tapi aku berusaha untuk menutupinya darimu, tapi ternyata aku tidak bisa. Aku tidak bisa mengelak ketika melihat kenyataan bahwa aku bukanlah siapa-siapa dan aku tidak terlalu berharap lebih akan hal itu. Hatiku masih diliputi rasa bersalah karena mengkhianati ucapanku untuk tidak terlalu menunjukkan rasa sayangku padamu dan akhirnya membawa bencana untukmu dan ‘dia’. Aku berusaha pergi dengan berbagai alas an agar aku bisa menjauh darimu dan melupakanmu, tapi sia-sia saja karena hatiku menetap untuk menjaga perasaan ini. Aku tidak tau apakah sampai sekarang, besok atau nanti perasaan ini akan tetap seperti ini saja dan berkembang atau akan terlupakan. Tapi aku berharap yang terbaik, tidak penting akhirnya menyedihkan atau membahagiakan. Asalkan bisa terus berada didekatmu sebagai apapun nantinya aku bahagia. Terimakasih untuk segalanya.’

END

A/N : kalimat terakhir bercetak miring bener-bener aduh itu satu rentetan kalimat yang sebenarnya terinspirasi dari kisah author *bacok author* karena author lagi galau/? puitis sekali aahhhhh jangan sampe dibaca orang/? udahh ahhh jangan lupaa coment aja pokoknya author maluuu xD dan thanks buat yang udah baca sampe akhir^^ love ~ kimiceu

 

Advertisements

74 comments on “Love Hurts [ Chapter 3 END ]

  1. Wah end yah thor,,,,
    kirain masih mau berlanjut,,,
    minta sequel yah thor hehe lw boleh itu jga lw g ada squel jga gpp deh smbil nangis;(

  2. udah end nih.?
    yaudah deh, gwenchana. ff nya bagus kok.
    he was cool ama skateboy kalo bisa secepatnya ya.
    fighting.

  3. Yahh udah end ya. Minta sequel dong thor jebal. Aku pengen ada cerita pas mereka udah pacaran. Jebal authornim buat sequel dong. Aku tunggu ff author yg lain ya terutama ff nya author yg sketboy aku tunggu lohh. Fighting authornim!!!

  4. Huffftt akhirnya update jugaaa,sequelnya dong thor ,Di buat misalnya si taeyeon lulus trs kuliah Di luar Negri trs buat si tao kaya nunggu taeyeon gitu Thor wkwkw ,tp terserah author deh tp aku berharap ad sequelnya biar endingnya lebih jelas hehe,Di tunggu ya ;): D

  5. love love lah author-nim . the best ff nye sukaaa bangettt … dari benci jadi suka yeee ahhhhhh… akuuu mau lagiii… pokoknya di tunggu selalu ff nyaaa thorrr :D:D:D^o^♡♡.♡♡.♡

  6. Wahahaha..legaaaa akhirnya happy ending yesss!! Aku larut banget tau sama alur cerita yang author buat..aku juga mempelajari kata-kata baru dari ff author..abisnya pemilihan diksinya bagus!! Ngomong-ngmong author line berapa? Biar lebih akrab manggilnya…
    Pokoknya aku suka banget romansa tao taeyeon di sini..dan kissing scenenya lumayan juga, bikin jantung cenat-cenut hehe.
    Btw aku mau usul aja, gimana kalo fomat teksnya jangan center? Tapi justify aja..ya entah emang ini gaya khas author kimiceu atau bukan, cuma klo aku sih agak kurang sreg aja jika formatnya center. Bisa dirapiin kok pake alt+shift+j biar postingannya rapi. Tapi ini tergantung author mau nerima atau enggak..hehe cuma usul aja. Pokoknya aku suka style ficnya author, figting buat ff lainnya!!

    • taun ini masuk 16 taun kok>.< aaaaa author pikirkan lagi soal format teksnya, soalnya dulu juga pernah mau bikin ganti format tapi yaa…. galau xD makasih buat kritiknya ya^^

  7. Gak terasa trnyta udh end ya thor ? Tpi syukur Happy Ending yeay !! ><
    Daebak thor !!?
    Klau bsa dbuat sequelnya ya thor ?!
    Dtnggu ff lainnya !! ^^

  8. Huuaaa bagus thoorrr, lega juga akhirnya happy ending thor sequel lah sampe mereka pacarannn. Ditunggu sequelnya (kaloada) ditunggu ff yg lainnya jugak. Oh ya sama ditunggu ff yg skateboy nya thorrr. Hwaiting😘💕

  9. Ending? OH NOOOO!!! harus ada sequel dulu~~ Sequel juseyo *puppy eyes* *author muntah* ini keren, sekian lama nunggu fanfic karya kimiceu dan akhirnya si author baru update sekarang lagi. aku nunggu ini dari lama banget-,- akhirnya.. happy ending :’) aku suka gaya bahasa author.. lucu, apa adanya>< yaaaa, persis lah kaya sifat dia /ngomong depan cermin/ eits.. itu author curhat? aaa, ciyee. itu bahasamu thor, dalem banget ye, jadi terhura kan.

    Taeyeon sama Tao disini momentnya aku sukaaaaaa banget. sama adegan di uks-nya noh! ditunggu sequel nya. FIGHTING!!! KIMICEU THE BEST!!

    • ketauan deh nyolong nyolong tempat buat curhat xD ihhiiiyyy makasiihhh yaa yaampun author terharuu sama kamu mah>.<

  10. sudah lama aku menanti ff ini dan akhirnya..
    menyedihkan.. malah end.. kenapa sih thor tega banget?
    ga mau tau, dtunggu sequel ato ff my yg lain.. okeh??
    btw, ini memang butuh sequel, biar gimana gitu.. *good job thor!*
    FIGHTING!!!

  11. Daebak thornim ff nya,,, akhirnya happy ending,,, setelah lama nunggu ada juga,,, thornim minta squellnya dong biar lebih happy aja endingnya nanti,,, ada sedikit cerita tentang thornim ya… cie cie lagi galau nih authornya,,, jangan sampai lama ya thornim galaunya ntar nggak baik lagi buat thornim… hehehe…. 😀
    Next ff ditunggu thornim… 🙂
    Fighting… 😉

  12. Mencintai orang yang pernah menyakitimu seperti minum kopi tanpa gula,keren kata2 ini thor,,akhirnya mereka bersama,tadi sempat kasihan ma taeyeon,ada sekuelnya ga thor!^^

  13. ff nya bagus,biar pun ga terlalu suka tao cuma disini karakter n jalan ceritanya bagus n feelnya bgt bgt..
    ditunggu ff lainnya,terutama skateboyny ya..

  14. baru nongol udah end.. andwaeee..
    Sequel yah, yah.. atau lanjutin FF yg lain aja deh thor, biar gga penasaran #abaikan
    kata-kata mutiaranya itu loh, Dae to the Bak.. Daebakk..

  15. Aahh.. Udah end thor?? Sequel juseyo.. Ffnya daebakk, sebenernya masih penasaran hubungan taeyeon tao selanjutnya..

  16. YEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE……….. HAPPY END…. 😀 😀
    krain nanti Sad End ehhhh.. trnyata aku slah kkk~
    UWAAAAAAAAAA…….. akhirnya Tao udh mbuka pntu htinya buat Tae eonn YEAY….
    dtunggu ff krya Author slanjutnya 😉
    FIGHTAENG!! ❤

  17. hehehe… masih nge gantung nih thor, seharusnya bkin tao lebih nyesek lg dtinggal taeng…
    sequel! sequel! skarang bkin tao yg cemburu karna taeng #maksa
    dtnggu fic lainnya thor
    FIGHTAENG!!

  18. Aah, daebakk thor. Maaf ya thor, aku marathon bacanya, telat banget gitu rasanya, langsung part 1 sampe 3 tapi aku komen cuma disini. Maaf banget yaa thor, dimaafin kan ya thor yaa..
    Tapi endingnya kok gitu yak(?)#plak
    Sequel dong thor. Hehehe, bagus sih ffnya..
    Ngpain malu thor? Kata katanya keren gitu. Nyesek juga thor.
    Okelah cukup komen ane. Keep writing yak thor, tolong dipikirkan ya thor untuk bikin sequelnya hehe.
    Fighting ne authornim!!

    • gapapa kok author juga sering baca maraton xD endingnya kaya pengalaman author sih digantung but happy end/? xD aduhhhh authorr maluuuuu>.< makasih udah mauu bacaaa siap buat squelnya gak janji xD

  19. sedikit lupa chap 1 n 2 ..hehehe bc ulang dlu.. Tp akhirnya happy en oya thor ff Huntae nya gmana! duh lp jdlnya..tp msh dlnjtkan

  20. sequel sequel sequel sequel!!!
    butuh sequel 😀
    please yah thor kasih sequel dong….
    aku pingin ada kepastian hubungannya tae-tao, pleassseeee hehehe
    ditunggu karya author yg selanjutnyaaa 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s