Skateboy [ Chapter 5 ]

skateboy

SKATEBOY [ Chapter 5 ]

Author :

Kimiceu

Genre :

Romance

Rating :

PG-15

Cast :

Kim Taeyeon

Xi Luhan

Other Cast :

Find

Credit Poster :

®Haruru89 cafeposterart.wp.com

Disclaimer :

FF asli dari pemikiran saya sendiri dan terinspirasi dari beberapa korean drama, novel, film, dll. Plagiarism and bashing isn’t allowed . Don’t forget to leave your  comment. Sorry for typo  thx.

Hari minggu pagi yang cerah ditemani dengan sisa embun embun malam tadi yang masih tampak dibawah sendunya jalanan kota seoul. Minggu depan sudah memasuki bulan Mei, angin musim dingin pun mulai terasa menghampiri bulu kuduk warga Korea, pertanda mereka harus siap dengan cuaca ekstrim nanti. Di Korea saat musim dingin suhunya lebih tinggi dibandingkan dengan Jepang walaupun mereka sebenarnya tetangga dekat. Jarum jam terus saja berputar hingga sinar matahari pagi hampir sepenuhnya berada di ufuk timur. Taeyeon yang semenjak tadi tidak bergeming sedikitpun dari kasurnya kini merasa sedikit terganggu akibat panas sinar matahari yang mengenai tubuhnya..

“aarrgghh”

Taeyeon membuka kasar selimutnya dan terduduk dengan rambut yang berantakan dan mata yang masih setengah terbuka, ia masih mengumpulkan nyawa. Belum kakinya menyentuh lantai, seseorang dibelakang pintu apartement Taeyeon menekan bel dengan tidak sabarannya menyungut emosi Taeyeon dipagi hari.

“Hey ini masih pagi!!” teriak Taeyeon walaupun sebenarnya ia tau seseorang kurang ajar yang mengganggu paginya ini tidak akan mendengarnya. Taeyeon bergegas memakai sandal rumahnya yang berwarna biru laut dengan beberapa pernak pernik dibagian atasnya.Ia berjalan gontai kearah pintu apartemennya dan membukanya dengen sedikit kasar.

“Tidak sabaran sekali!” maki Taeyeon dengan matanya yang masih tertutup karena masih mengantuk. Seseorang didepan Taeyeon hanya memandang Taeyeon heran sambil tersenyum geli melihat tingkah  yeoja didepannya ini seperti anak kecil. Luhan namja itu langsung mengusap kepala Taeyeon sayang.Taeyeon yang merasa risih karena tindakan tiba tiba itu pun langsung menepis tangan itu dari kepalanya dan menatap namja didepannya.Ia membulatkan matanya lebar lebar memandang Luhan yang sedang tersenyum manis.

“Sunbae apa yang kau lakukan sepagi ini….didepan apartementku??”

“Aku ingin bermain skateboard, tapi aku tidak suka sendiri.”

“lalu apa hubungannya denganku?”

“Aish jangan banyak tanya, cepatlah ganti pakaianmu dengan yang lebih hangat. Aku tidak tahan melihatmu menggunakan tank top itu bisa bisa saja aku menyerangmu.” ucap Luhan dengan smirk andalannya.

“Haishh dasar mesum!pemaksa!! Tunggu sebentar!” kesal Taeyeon langsung masuk dan menutup kembali pintunya

“Jangan membuatku terlalu lama menunggu chagiyaaaa” ucap luhan sambil terkikik geli.Luhan bersandar pada dinding lorong apartement Taeyeon.Ia heran mengapa ia tidak tinggal bersama orang tuanya dan tinggal sendiri? Aneh sekali. Untuk ukuran pelajar Taeyeon terlalu mandiri, dan ia tidak terlihat seperti orang susah. Apartement Taeyeon ini adalah salah satu tempat terbaik dan mewah dan juga berada dikawasan elite pula.Apakah Taeyeon merupakan salah satu korban anak broken home?Ternyata Luhan belum terlalu mengenal yeoja itu secara rinci.

********

Angin dingin terus saja berhembus kencang seolah langit berbicara bahwa gulungan kecil berwarna putih nan dingin akan segera mereka luncurkan dari atas sana. Taeyeon masih saja menatap Luhan tak percaya sambil menggosokkan kedua tangannya untuk mencari kehangatan.Apakah namja itu sudah gila? Jika bermain diluar dengan cuaca seperti ini tentu akan membuatnya sakit. Semenjak Luhan sibuk dengan papan seluncurnya, Taeyeon bagaikan patung badut salju.Kenapa badut?Lihat saja hidungnya yang sudah mulai memerah.

“Hey sunbae!Kita pulang saja!!” teriak taeyeon lantang.

“Tidak mau.Cuacanya sedang bagus.”

Namja ini benar benar gila ternyata.Apakah sebelum kemari kepalanya terbentur sesuatu hingga membuat namja itu tak.bisa berpikir jernih?Taeyeon mendekati Luhan dengan langkah lebar-lebar. Keduab tangannya ia tenggerkan di pinggang ditamvah dengan wajah seram yang tak terlihat seram sama sekali. Ketika dirinya hampir sampai mendekati Luhan, tiba tiba saja namja itu meluncur menjauh dari Taeyeon.Ia kembali mengejar Luhan hingga tak sadar ia sedang dipermainkan. Dirinya terus saja berlari mengejar Luhan yang dengan berbaik hatinya memberikan Taeyeon pelatihan kebugaran badan.Taeyeon tidak suka olah raga.Dirinya lebih senang menari dan bernyanyi.Walaupun pada dasarnya menari juga olah raga, bagi Taeyeon keduanya berbeda.

Akhirnya Luhan menghentikkan laju papan luncurnya bersamaan dengan Taeyeon yang berhenti berlari karena kelelahan. Tadinya ia merasa kedinginan seperti es balok, sekarang dengan begituvtak sabarannya Taeyeon membuka jaket tebalnya. Dimata Taeyeon sekarang, jaket itu terlihat mengerikan karena dipenuhi oleh keringat. Taeyeon yang hanya memaki kaos tanpa lengan pun menjadi pandangan meng ‘asyik’ kan bagi Luhan. Lengan kurus, leher jenjang, kulit putih dengan sedikit peluh menetes disekitarnya membuat kesab seksi melekat pada Taeyeon.Taeyeon tak sadar sedang dipandangi oleh namja yang sekarang tampak seperti ahjussi hidung belang.

“Hei nona kau minta diserang huh?” goda Luhan.

“Berhentilah berpikiran yadong sunbae, kau ini pelajar dari sekolah ternama.”

“Aku sih tak peduli.Sekolah itu milik keluargaku.”

“Dasar sombong!” sinis Taeyeon yang dibalas tawa bahagia Luhan.Matanya menangkap sepasang sepeda yang tengah dijaga oleh seorang ahjussi tua. Tak kama setelah itu seorang anak kecil dengan seragam menempel ditubuhnya berjalan riang kearah ahjussi tua tersebut. Mereka berdua berpelukan, seperti sihir wajah ahjussi itu lebih terlihat segar ketika ia bertemu dengan anak kecil tersebut. Luhan tersentuh melihat potret pemandangan tersebut.Melihat orang-orang kecil yang bekerja keras hingga membanting tulang demi keluarganya. Sungguh sekarang ia lebih sadar akan posisinya yang sebar ada dan tak kekurangan. Ia tentu harus banyak bersyukur.

Sebersit ide menggeruyungi otaknya sekarang.Entah kenapa jika bersama Taeyeon otaknya bekerja dengan jahat dan cerdik.Tak pernah ada niatan Kuhan untuk berhenti menggoda hoobaenya itu.

“pendek ikut aku kemari!”

“Ya yaa aku tidak pendek!!” sungut Taeyeon

“terserah.”

“YA!!!”

“Ahjussi anyyeong.” seru Luhan tak mengidahkan teriakan Taeyeon.

‘Ahjussi?’ batin Taeyeon. Luhan menghampiri ahjussi penyewa sepeda yang tadi ia lihat. Ia tersenyum lebar kearah ahjussi tersebut dan memperhatikan beberapa sepeda didepannya. Matanya menuju kepada satu sepeda yang berjenis seperti sepeda gunung.Yang membuatnua tertarik adalah kursi penumpang yang ada didepan, terlihat kecil dan sangat sempit.

“Ahh itu cocok bagi pasangan muda.kau tau kan maksudku?” ucap ahjussi itu sambil menggerakkan kedua alisnya. Luhan hanya bisa tertawa pelan sembari melihat Taeyeon yang masih lebingungan dibelakangnya.

“Ahjussi, aku pinjam yang ini.”

“Ambilah. Kembalikan setelah 1 jam pakai.”

“ne, arraseo.”

Dengan cepat Luhan membawa sepeda itu kehadapan Taeyeon, tak lupa ia membunyikan bel sepeda itu berkali-kali membuat suara gaduh yang membuat Taeyeon menjadi kesal sendiri. “Yak yakk apa yang kau lakukan sunbae?ini tempat umum jangan membuat keributan eoh!”

“cepat naik disini.” tunjuk Luhan kearah kursi penempung disepeda sewaannya itu. “untuk apa? Sunbae ingin menculikku ya?”

“Pemikiranmu sempit sekali. Untuk apa aku menculik yeoja pendek tak berbentuk sepertimu hah?”

“YAAA SUNBAEEEE!!”

“Jangan berisik, cepat naik atau kau akan kutinggal sendirian dan kau akan diculik oleh segrombolan preman lalu diperkosa dan….” belum selesai Luhan berbicara Taeyeon terlebih dahulu duduk didepannya sambil memegangi gagang sepeda bagian depan. Luhan tersenyum geli melihat dari belakang ekspresi Taeyeon yang kesal,sangat menggemaskan.

“KAJJAA!!” teriak Luhan lalu bersiap dengan memposisikan kedua tangannya diatas gagang sepeda. Posisi Luhan yang agak condong ke depan membuat jarak antara mereka berdua hanya sebesar 3 cm saja. Deru nafas Luhan saja bisa terasa dileher Taeyeon membuat yeoja itu sedikiy bergidik ngeri. Sekayuh dua kayuh dan seterusnya sepeda itu terus berputar mengelilingi jalan disekitar sana. Ternyata tidak hanya Taeyeon dan Luhan yang memakai sepeda tersebut, banyak pasangan lain yang menikmati udara dingin juga dengan sepeda ‘modus’ itu. Angin musim dingin yang menerpa wajahnya membuat Taeyeon merasa lebih segar. Ia seperti sedang berada dipadang rumput yang banyak ditumbuhi tumbuhan hijau tanpa ada polusi dan pencemaran disekitarnya bersepeda bersama sang kekasih hati tercinta. Taeyeon berharap bayangannya itu akan terwujud namun sepertinya Tuhan tidak mendengarkan doanya. Buktinya sampai sekarang belum ada pangeran pujaan hati yang akan dicintainya datang kedalam hidupnya. Mungkin Taeyeob memang sedang tidak beruntung, kita tentu tidak bisa menyalahkan Tuhan kan?

“Sunbae aku ingin pulang.”

“Aku belum selesai.Kau tidak ingat tentang perjanjian kita?”

“Aish aku mengingatnya, tapi aku sudah lelah dan ingin menghangatkan tubuhku ditungku panas apartementku sunbae.”

“Tidak aish dasar.Jangan banyak protes denganku.”

Taeyeon sudah tak peduli lagi dengan Luhan. Yang ia inginkan sekarang adalah mandi dengan air hangat. Membayangkannya saja sudah membuat Taeyeon senyum senyum sendiri. Belum sempat ia ingin beranjak kabur. Luhan sudah menarik pergelangan tangan Taeyeon terlebih dahulu.

“Yaaa apa yang kau lakukan sunbaee!!”

“Aku akan mengabulkan keinginanmu yang tadi.”

“Caranya?” tanya Taeyeon bingung

“Ikut aku pulang kerumahku dan kau akan mendapatkan apa yang kau mau secara gratiss.” ucap Luhan layaknya spg yang sedang promosi.

“Aish ada-ada saja.aku tidak mau”

“Tak ada penolakan!”

“aishh jinjja-_-“

*********

Saat ini Taeyeon sudah duduk manis dikursi penumpang bagian depan bersama Luhan. Sedari tadi Taeyeon hanya mengedarkan pandangannya kearah luar jendela, sama sekali tak berniat untuk menatap sang sopir disampingnya.

“Apakah kau sebegitu senangnya naik mobil mahal?” goda Luhan

“Jangan sombong.Dulu saat di amerika aku juga sering memakai mobil mahal sekedar membeli ice cream.”

“Kau menyetir sendiri?wah hebat sekali.”

“Hey mana mungkin seperti itu sunbae-_- Ayahku yang menyetir.”

“Lalu ibumu?”

jackpot

Taeyeon bingung harus menjawab apa. Sesungguhnya ia tak tau siapa ibu kandungnya. Beberapa bulan belakangan ini Taeyeon berusaha untuk mencari dari mana asalnya.Sebenarnya ini bisa dibilang hal mudah karena tentu saja Taeyeon bisa bertanya kepada ayahnya siapa ibu kandungnya, namun mau bagaimana lagi.Takdir memutuskan untuk memanggil appa Taeyeon lebih dulu ke surga.

“Dia ……. ibu rumah tangga.” jawab Taeyeon.

“Ooohh..”

Setelah itu keadaan mobil menjadi hening.Mungkin Luhan yang terlalu fokus menyetir hingga tak sadar bahwa tak jauh dari mobilnya ada seekor kucing lewat dengan sembarangan.Reflek Luhan menginjak rem dengan keras membuat keduanya sedikit terpental kedepan. Jika saja Taeyeon tidak sigap menutupi dahinya, mungkin saja saat ini Taeyeon akan mengalami amnesia ringan karena benturan dashboard yang keras.

“Aaarrgghh sakit sekali…” keluh Luhan.Taeyeon tak menanggapi.Dirinya sibuk memperhatikan kucing hitam itu yang kini berlari dan menghilang ditikungan jalan.Entahlah perasaan Taeyeon menjadi tidak enak setelah menerima kejadian tadi. Suara hati seperti sedang mengatakan sesuatu tapi ia tidak tau apa itu. Ia hanya berdoa semoga kecemasannya ini hanya bersifat sementara dan tak akan terulang lagi. Dan dia berdoa semoga tidak akan terjadi sesuatu pada dirinya.

Doakan saja.

******

Taeyeon saat ini sedang diseret paksa oleh Luhan untuk masuk kedalam rumah..oh bukan rumah melainkan istana megahnya. Taeyeon benar-benar tidak paham dengan perbuatan kakak kelas dua tingkat diatasnya ini, seperti anak kecil.

“Nahhh ini diaaaaa!” seru Luhan.

Taeyeon hanya melongo tak percaya.Dirinya sedang berada dalam salah satu ruangan dirumah Luhan.Tepatnya diruang khusus berendam air panas. Sungguh suasananya sama seperti pemandian air panas dijepang, begitu sejuk dan menenangkan. Luhan segera menyodorkan berbagai perlengkapan berendam untuk Taeyeon dan memberikannya kepada yeoja itu.

“Nah silahkan menikmati nona manis, aku permisi sebentar ada urusan.”

******

Luhan berlari senang menuju kekamarnya sahingga tak sadar bahwa  ia melewati wanita diatas kursi roda yang sedang menatapnya keheranan. Baru kali ini ia melihat Luhan bisa tersenyum secerah itu. Selama bersama Luhan saja ia tidak pernah bisa membuat namja itu tersenyum seperti itu. Apakah dia sedang jatuh cinta?Tapi dengan siapa?Tak mungkin dirinya karena mereka berdua saja belum bertemu semenjak tadi. Apakah ada rang lain selain Luhan dirumah ini?

“Ooh nuna kau ada disini? Sedang apa? Tumben sekali sudah datang sepagi ini.”

“Eum aku hanya ingin mengantar pie susu kesukaanmu. Ini buatan ibu semoga kau menyukainya Luhan-ah.” Sambil memberikan bungkusan ditangannya, Hana tak lupa tersenyum semanis mungkin dihadapan Luhan. “Ahh gomawo nuna.Sampaikan rasa terimakasihku kepada ahjumma.”

“Kau jangan panggil eommaku ahjumma lagi, kita kan sebentar lagi akan bertunangan.” Ucap Hana. “Nuna…” Luhan berlutut dihadapan Hana dan menatap yeoja itu sedalam mungkin.Sang yeoja yang ditatap seperti itupun salah tingkah, bayangkan saja ditatap leh pria tampan serasa matamu ingin pecah dan berteriak sekeras mungkin.“Aku selalu menganggapku seperti nunaku sendiri, untuk masalah itu sepertinya aku tidak bisa, maafkan aku.”Hana hanya terdiam mentransfer kata-kata Luhan barusan kedalam otaknya.Ia tidak menyangka dirinya akan ditolak secepat itu, tak bisakah Luhan memberinya kesempatan? “Apakah kau sudah memiliki yeojachingu?”

“Tidak, satupun aku tidak memilikinya.”

“Lalu mengapa kau menolakku Luhan-ah? Apakah karena aku cacat sehingga kau..”

“Tidak nuna jangan seperti itu, aku menjadi merasa bersalah! Hanya saja aku memiliki perasaan aneh bila didekat yeoja ini.” Ucap Luhan sambil menerawang matanya kearah lain. Dari tatapannya Hana sudah bisa menebak bahwa namja didepannya ini mencintai orang lain. Tatapan itu sepertinya penuh cinta dan belum pernah hana terima dari Luhan.Sepertinya selama ini Luhan hanya menganggapnya kakak tak lebih dari itu.Ia sangat tahu Luhan bukanlah namja brengsek yang menolaknya karena dirinya cacat. “Dan dia ada disini.Aku akan memperkenalkan dirinya padamu.”Ucap Luhan riang. Hana sebenarnya tidak mau bertemu dengan yeoja yang dicintai Luhan itu, apalagi setelah ia ditolak mana mungkin Hana sanggup melakukannya. Tapi Hana penasaran, sosok seperti apa yeoja yang Luhan sukai sehingga ia begitu mencintai yeoja itu.

Hana mengikuti Luhan dibelakangang namja itu. Otaknya benar-benar dikuras setengah mati memikirkan yeoja yang dicintai Luhan itu. Apakah ia canti seperti bidadari? Atau memiliki badan yang sempurna bak model terkenal? Atau memiliki dada yang besar dan bokong seksi seperti keinginan banyak namja pada umumnya? Sekilas ia melihat bagaimana rupa dan bentuk dirinya sendiri. Hana merasa ia cantik, badannya pun terlihat ideal bak model dan dadanya cukup sintal, tapi ia tidak tau apakah bokongnya besar atau tidak, tapi mengapa Luhan tak menyukainya? Apakah ada sisi lain dari yeoja ini yang tak dimiliki Hana. Ah jika seprti itu ia harus segera me make over dirinya. Kita lihat saja nanti.

“ooh??” gumam Luhan yang masih bisa didengar hana. Namja itu sudah memasuki ruang relaksasi/spa disitana tersebut sedangkan Hana menunggu dengan tidak sabar diluar. “Sepertinya yeoja itu pergi ntah kemana. Hah keterlaluan sekali dia selalu saja menghilang tiba-tiba. Maafkan aku nuna, tidak bias menunjukkan yeoja itu seperti apa.”

“Ahh tidak apa Luhan-ah, lagipula hari ini aku ada jadwal check up dengan dokter. Lain kali mungkin aku bisa bertemu dengannya.”

“baiklah, kupasyikan kau bias bertemu dengannya nuna!” ucap Luhan girang.

‘Aku tidak benar-benar berharap’ ucap hana dalam hati

 

“sebagai gantinya, kau harus mengantarku sampai depan gerbang rumahmu, otte?”

“Ahahaha baiklah tuan putri terhormat.”

******

Sudah hampir 10 menit Taeyeon menunggu Luhan diruangan ini, namun semenjak tadi yang ditunggunya pun tak kunjung datang. Taeyeon mulai bosan karena tak tau apa-apa tentang tujuan keberadaannya ditempat itu. Matanya menangkap sebuah pintu kaca yang menghubungkan dengan suasana luar. Entah hantu apa yang membuat Taeyeon melangkahkan kakinya menuju tempat itu dan meninggalkan ruangan spa yang semenjak tadi ia gunakan sebagai tempat ‘semedi’. Ternyata disana terdapat balkon yang berhadapan langsung dengan sebuah danau dan ditemani dengan beberapa pohon cemara disekitarnya. Ia cukup terpesona dengan pemandangan itu ditambah lagi dengan pantulan sinar matahari diatas permukaan air danau yang biru dan jernih membuat matanya tak dapat lagi berkedip. “Wooaahh indah sekali, bias betah sekali jika saja aku tinggal disini.” Gumam Taeyeon.

“Kau boleh tinggal disini.” Ucap sebuah suara bass yang langsung mengagetkan Taeyeon.

“astaga sunbae bikin kaget saja-_-“ gerutu Taeyeon sambil mengelus dadanya khas orang yang sedang kaget. Luhan berjalan menuju ketempat taeyeon tepat disebelahnya. Luhan menatap pemandangan didepannya tanpa melihat Taeyeon sama sekali. “kau bias tinggal disini jika kau mau. Ibu, ayah dan kakakku jarang dirumah dan aku selalu sendirian.” Jawab Luhan.

“Apa yang kau bicarakan? Sudah gila ya??” balas Taeyeon disertai tatapan tak percaya yang ditujukan untuk Luhan. Luhan menoleh sekilas dan meilhat wajah Taeyeon yang begitu imut dan menggemaskan saat ia sedang kesal. Luhan tertawa pelan dan mengelus puncak kepala Taeyeon. Seketika tubuh Taeyeon menengang dengan perlakuan mendadak seorang Luhan. Sebelumnya Taeyeon belum pernah mendapatkan perlakuan seperti ini, jadi wajar saja ketika Luhan melakukan itu padanya lama kelamaan pipi Taeyeon mulai memerah seperti tomat.

Tapi itu tidak berlangsung lama. Luhan dengan cepat memajukkan wajahnya hingga hanya sebatas 2 centi saja. Taeyeon membelalakkan matanya seperti melihat makhluk halus berada tepat didepannya. Jnatungnya berpacu lebih cepat dibandingkan selanjutnya.’ Astaga didekat namja ini aku bisa terkena penyakit jantung’

 

“Kau ingin menghangatkan tubuhmu bukan?” Tanya Luhan dengan smirk diwajahnya. Taeyeon yang melihanya mulai curiga, apalagi smirk diwajah Luhan yang membuat kesan aneh dalam setiap kata-kata yang diucapkapkan namja itu. “Aku akan membuatmu hangat.” Ucap Luhan. Taeyeon tak bisa berpikir jernih. Kalimat itu seperti ditujukkan olehnya dengan arti yang lain. Pikiran-pikiran kotor mulai menggerayangi otak Taeyeon hingga dirinya bergidik ngeri. Ia sedikit memundurkan tubuhnya agar bisa kabur dari tempat itu. Namun Taeyeon kalah tanggap dengan Luhan yang sudah menyeretnya hingga masuk kedalam ruangan spa itu.

“Ya!! Apa yang akan kau lakukan hah??” teriak yeoja kecil itu. Dirinya sudah menangkap satu kalimat apa yang akan Luhan lakukan padanya, diruangan ini. “K..kau tidak akan menidurikukan distempat seperti ini??” gagap Taeyeon. Luhan melongo tak percaya menanggapi ucapan Taeyeon. Seketika tawanya meledak bagaikan halilintar ditelinga Taeyeon.’ Apa-apaan orang ini’

“Hey apa yang kau tertawakan??”

“Apa yang aku tertawakan? tentu saja kau”

“Memangnya ada yang lucu denganku?” taya Taeyeon sambil meneliti dirinya sendiri.

“Benar-benar pemikiranmu ini sempit sekali. Aku menyuruhmu untuk membersihkan ruangan ini. Kau kan sudah berhutang padaku, tentu kau harus membayarnya.”

“Utang apa? Aku tidak pernah merasa meminjam uang padamu sunbae!”

“jangan berakting seolah kau amnesia sesaat nona kim.” Luhan mendekati Taeyeon seolah ingin menerkam yeoja kecil itu. Namun sepertinya Taeyeon sudah hafal dengan setiap gerak-gerik yang Luhan lakukan hingga dengan gerakan bagaikan mobil Royce Taeyeon berhasil menghindari Luhan dan berjalan cepat kedalam kamar mandi. Ia menggerutu sebal sebab Luhan tidak pernah sedikitpun membiarkan Taeyeon setidaknya bernafas lega tanpa dirinya. Selalu saja, semenjak kedatangannya di sekolah itu hari-harinya seperti selalu diisi oleh Luhan, Luhan dan Luhan. Berawal dari masalah kecil hingga menjadi masalah besar seperti ini. “Huh dasar namja pelit. Dia kan bisa saja menyewa seorang maid.” Gerutu Taeyeon tak sadar jika seseorang tengah memandanginya.

“Aku mendengarnya nona kim.”

“Haisshhhh.”

*****

“Taengie, kau sakit ya?”

“Tidak pany-ah, aku sehat-sehat saja. Hanya sedikit lelah karena kejadian kemarin.”

“Kejadian kemarin? Pasti Luhan sunbae lagi. Aku benar kan??”

“hmm kau memang selalu benar.”

“asikkk>.<” jawab Tiffany kelewatan senang menanggapi pernyataan teman barunya. Kalau dipikir-pikir sepertinya hubungan Luhan dan Taeyeon semakin dekat saja seminggu ini. Hanya karena hukuman bodoh yang diberikan Luhan, mereke terus saja menempel. Tiffany bersyukur akan kenyataan tersebut. Luhan sebenarnya adalah namja yang baik, yah walaupun perbuatannya pada Taeyeon cukup keterlaluan namun dia tak pernah sedikit pun mencoba untuk melukai yeoja pendek tersebut. Tiffany sangat berharap sekali kedua namja yeoja tersebut dapat akur dan bersatu layaknya dia dan chanyeol, melukis kisah indah bersama.

“Hey..” panggil Taeyeon sedikit membangunkan Tiffany yang sedang melamun. “A..ah ne ne?” Taeyeon mengerutkan keningnya tak mengerti dengan teman dekatnya itu. “Kau tampak aneh. Sedang memikirkan sesuatu? Apakah terjadi hal tidak menyenangkan anatar kau dan namjachingumu?” Tanya Taeyeon bertubi-tubi.

“Aniyo Taeyeon-ah, aku hanya memikirkan bagaimana kisahmu dengan Luhan sunbae dimasa depan?”

“YAA!!!!”

*****

Taeyeon berjalan keluar kelas dengan tanpa melirik Tiffany yang kini sedang tergesa membereskan semua barang barang elitenya kedalam tas dan mengejar teman yang sudah ia anggap sebagai sahabat itu keluar kelas. “Astaga Taeyeon-ah tunggu aku ada apa denganmu hah?” teriak Tiffany sambil terus berusaha mengumpulkan berbagai make upnya yang terjatuh karena terlalu terburu-buru. “Aissh make up sialan!” rurtuk Tiffany yang baru pertama kali menyumpahi make upnya. Padahal selama hidupnya ia selalu memuja barang kramatnya itu. Tanpa merapikannya dahulu, Tiffany langsung berlari dan tanpa waktu lama ia sudah sejajar dengan Taeyeon.

“Haish ada apa denganmu? Seperti dikejar oleh polisi saja!” marah Tiffany. “Astaga pany-ah, aku sedang tidak ingin berurusan dengan Luhan sunbae!” jawab Taeyeon cepat sambil tetap menundukkan kepalanya. IA benar-benar sudah lelah menghadapi hukuman sunbaenya itu. Lagipula ia menyadari betul bahwa 100% kesalahan bukan ada pada dirinya melainkan juga salah Luhan pada waktu itu. Astaga begitu bodohnya Taeyeon hingga baru menyadari kenyataan pahit ini. Taeyeon dan Tiffany berjalan dengan cepat tanpa menoleh sedikitpun kepada teman-teman mereka yang sedari tadi menatap kedua yeoja itu aneh, tak lupa Luhan yang sudah menyadari gelagat 2 orang yeoja itu. Ia peka sekali bahwa salah satu dari keduanya aalah Taeyeon, yeoja yang akhir-akhir ini menarik perhatiannya. Luhan tersenyum sangat cerah melihat tingkah Taeyeon yang sangat lucu karena mencoba menghindarinya, bukan dirinya namun hukuman selanjutnya.

Sosok tubuh kecil itu sudah menghilang ditikungan dan membuat Luhan berlari cepat mencoba mengejarnya. Bayang-bayang tentang apa yang harus dia lakukan setelah menemukan Taeyeon pun mengerumuni pikirannya, dari menarik lalu membawa yeoja itu pergi atau memojokkannya ketembok dan menciumnya? Astaga memikirkannya saja sudah membuat darah seorang Luhan berdesir. Setelah dirinya berbelok dan melihat sesosok yeoja kecil itu sedang berdiri ditempat membuat Luhan senang, namun ada yang aneh. Didepannya ada seorang yeoja yang tingginya sama dengan Taeyeon, pakaiannya sangat rapid an berkelas seperti..

“Ahjumma?” Luhan sedikit menyipitkan matanya agar bisa melihat lebih jelas seiapa orang itu dan matanya tak pernah salah. Benar sekali orang itu adalah ibu dari hana nuna calon tunangannya yang ia tolak karena Taeyeon. Luhan penasaran dengan apa yang mereka bicarakan. Luhan mencoba untuk lebih mendekat kepada dua orang itu dan bersembunyi dibalik sebuah tembok.

“Taeyeon, kembali lah ke amerika dan hiduplah bersama pamanmu sebelum semuanya terlambat!”

“Apa? Kembali ke sana dan mengingat masa lalu bejat yang telah ibu perbuat kepada appa?”

Plaakk

Nyonya kim menampar keras pipi Taeyeon hingga suara itu menggema ditelinga seorang namja dibalik tembok yang sedang menggeram marah melihat kejadian tersebut dan tetntu dipenuhi dengan tanda Tanya besar ketika Taeyeon menyebut ibu dari nunanya itu adalah ‘ibu’. Ibu Taeyeon menyadari benar apa yang telah ia lakukan salah. Ia menggenggam sebelah tangannya dan menatapnya dengan seberkas air mata menjatuhi pipi yeoja paruh baya tersebut. “Taeyeon maa…”

“sudah cukup ibu, aku lelah mengikuti semua kemauanmu, walaupun aku ini bukan anak dari appa tapi aku tetap anakmu. Bukan hanya eonni saja yang berhak mendapatkan perhatian ibu, aku juga berhak mendapatkannya dari ibu. mengapa semuanya begitu tidak adil? Apakah aku harus cacat seperti eonni lalu ibu akan menyayangiku?”

plakk

“jaga mulutmu Taeyeon!” satu pukulan keras tepat dipipi dan ulu hati Taeyeon. “Pulanglah ke Amerika! Aku tidak mau seseorang tau bahwa kau anakku, besok pagi pagi sekali aku akan mengantarkan pasport,tiket dan visamu. berkemaslah” ucap Ibu Taeyeon lalu pergi dari sana. Taeyeon menangis, tentu saja. Ia akan dibuang lagi layaknya sampah oleh ibunya sendiri. Jika sudah seperti ini Taeyeon mungkin akan benar-benar meninggalkan Korea. Ia lelah sekali menangis karena ibunya, mungkin jika kembali ke Amerika itu akan membuatnya mengurangi tangis itu, walaupun sakit hatinya masih sangat terasa sampai kapan pun.

Taeyeon menghapus air matanya kasar. Ia sudah memutuskan untuk menyerah dan kembali saja. Tujuan utamanya dia kembali kesini hanya untuk mencari perhatian ibunya agar ia bisa diperlakukan layak. Namun semuanya sia-sia. Ia mulai melangkahkan kakinya kedepan untuk pulang dan berkemas seperti apa yang ibunya perintahkan. ‘Pany-ah aku akan merindukanmu’ ucap taeyeon dalam hati.

Baru beberapa langkah selanjutnya Taeyeon merasa telah ditarik oleh seseorang. Ia menebak punggung siapakah ini yang sedang menyeretnya seperti daging giling ratusan kilo. ‘Luhan?’ Astaga apa benar ini Luhan? Apa yang dilakukan namja ini sebenarnya? Wajahnya tampak innocent dan sangat dingin. Dengan kasar ia mendorong Taeyeon untuk masuk kedalam mobilnya begitu juga dengannya dan langsung menancap gas tanpa penjelasan dan juga pembicaraan.

*****

Mobil Luhan sudah terparkir sempurna dibasement apartement Taeyeon. Ia bingung sekali dengan kelakuan namja ini. Taeyeon sudah turun dan berjalan menuju gedung tempat tinggalnya, tapi namja ini terus saja mengikutinya sampai didalam lift hingga sekarang didepan kamar aparyement Taeyeon. Taeyeon sudah membuka kunci pintu kamarnya tapi belum berniat masuk. Ia membalikkan tubuhnya menghadap Luhan, namun sedetik kemudian sesuatu yang lembut dan basah menempel diatas permukaan bibirnya seiring dengan tubuh mungilnya dan namja didepannya itu masuk kedalam apartement Taeyeon dengan posisi bibir yang masih menempel. Luhan menutup pintunya dengan sebelah kaki dan langsung memeluk pinggang Taeyeon erat. Bibir keduanya yang tadinya hanya saling menempel kini berubah menjadi sebuah lumatan pelan. Taeyeon tadinya memberontak karena cukup terkejut, namun ia perlahan kehilangan kewarasan dan akhirnya jatuh juga. Taeyeon tidak pandai berciuman, maka dari itu sedari tadi ia hanya diam tak merespon bibir Luhan yang sudah mulai menjelajahi bibirnya.

Taeyeon sulit menolak. Akal sehatnya menyuruh untuk berhenti sedangkan hatinya berteriak untuk bertahan, ia tidak tahu bahwa berciuman rasanya sangat aneh. Tiba-tiba Taeyeon tak sengaja menggigit bibir Luhan karena terlalu kaget dengan sensasi yang tiba-tiba menjalar dalam hatinya. Dan kejadian itu membuat Luhan salah menangkap sinyal. Ia kira Taeyeon meminta lebih maka dari itu ia langsung melahap dengan rakus bibir Taeyeon yang tipis dan kecil berwarna soft pink itu. Luhan ketagihan kepada yeoja ini, lebuh tepatnya kepada bibirnya. Sedari tadi Luhan gelisah hingga mencari posisi ciuman yang enak bagi mereka berdua tentu saja. Tapi Taeyeon hanyalah manusia, ia butuh oksigen juga pada akhirnya. Ia mendorong dada Luhan pertanda kehabisan nafas. Luhan mengerti dan melepas tautan mereka tanpa memindahkan jarak antar keduanya.

“a..apa yang sunbae lakukan?” tanyanya sambil terlihat sesekali menetralkan nafasnya. Melihat Taeyeon yang terkuras habis tenaganya larena ciuman sensual mereka membuat Luhan mengangkat Taeyeon ala bridal style kedalam kamarnya dan menidurkan yeoja kecil itu diatas kasurnya. “S…sunbae k..kau tidak akan berbuat….”

“tidak, sudahlah tidur saja kau pasti lelah. Aku akan bertanya setelah keadaanmu lebih baik. Jaljayo.” ucap Luhan sambil berlalu keluar dari kamar Taeyeon.

“jaljayo sunbae~~”

*****

05.00 A.M KST

Matahari baru saja menampakkan sinarnya, kalah dengan seorang yeoja paruh baya yang datang sepagi itu untuk memberi ‘hadiah’ kepada seorang putri hasil perselingkuhannya. Kim Taeyeon. Sambil menunggu lift terbuka, ia menatap tiket keberangkatan menuju Amerika waktu pukul 07.00 yang artinya kurang dari 2 jam lagi putrinya itu akan segera keluar dari Korea dan tak akan membeberkan masa lalunya. Bisa gawat.

Tanpa perlu mengetuk pintu, nyonya lee atau nyonya kim itu segera masuk kedalam apartement milik Taeyeon. Pemandangan pertamanya ialah suasana ruang tamu yang sepi. Ia tau benar putrinya itu belum terangun karena kebiasaannya sama dengan ibunya, pemalas. Nyonya Kim berjalan dengan anggun memutari beberapa ruangan seperti mecari sesuatu. “ia belum bersiap?Atau kopernya ada dikamar?” Nyonya Kim berjalan mengecek kamar Taeyeon. Matanya membelalak melihat 2 orang namja dan yeoja tidur sambil berpelukan dan terlihat tanpa mengenakan pakaian apapun. Sebuah rok, blazer dan kemeja putih milik Taeyeon pun berserakan dilantai, begitu juga dengan blazer sekolah dan celana milik namja…..

“Luhan?” pekikan nyonya Kim membuat namja diranjang itu menggeliat dan menatapnya aneh khas orang bangun tidur. Tubuhnya yang sedikit berotot dan berwarna putih asia membuat wanita paruh baya itu sadar apa yang ia lihat memang tidak salah dan matanya tidak rabun sedikitpun. yeoja yang berada disebelahnya yang ia kenali itupun masih belum bangun dari tidurnya sedangkan Luhan sudah mulai mendudukkan dirinya dan menatap Nyonya Kim dengan tampang terkejut yang aneh.

“O..ooh ahjuma-nim??”

TBC

A/N : Sekitar 6 bulan lebih ff ini gak lanjut dan author sadar kok masih banyak utang ngelanjutin ff sama para readers setia atsit>.< jeongamal minahaee everyonee semoga comeback kelanjutann ff ini bisa mengobati rasa sakit hati kalian sama author xD Yah karena sibuknya author karena beberapa kendala jadi author memutuskan untuk menunda beberapa ff. Okey pokoknya jangan lupa comment ya! Gak cuma di ff author aja tapi diseluruh ff yang kamu baca^^ see you next ff yahh;) Love~ Kimiceu

Advertisements

227 comments on “Skateboy [ Chapter 5 ]

  1. Waa seruuu..
    Ibunya taeng jaat bgt siii..
    Semoga taeng gajadi pergi krn bantuan luhan..
    Eh itu mrka knpa bisa jd tidur bareng yaa..
    Aduh penasarann, ditunggu lanjutannya yaa thor..
    Jgn lama2 oke.. hhe
    Semangat terus thor..gomawo~

  2. Ih eommanya taeyeon tega bgt. Sama anaknya sendiri.. loh kok luhan taeyeon???? Itu rencana luhan biar taeng ga pergi ato gimana???

  3. Pingback: Skateboy [ Chapter 7 ] | All The Stories Is Taeyeon's

  4. Luhan niat bgt sih ngerjain taeng smpe segitunya, kekekeke. Yaaakkk, knpa eommanya taeng kejam banget sih, bilin emosi ni.

  5. Ibunya Taeng jahat banget sama anak sendiri, apa gak sadar, kan kasihan Taeng. Luhan dengerin ibu Taeng ama Taeng ngomong ya. Eh Luhan ama Taeng ngapain.. Next thor

  6. wooah ratung nya udah mulai berubah hahha
    ibu taeng pilih kasih.. padahal kan taeng anak nya dia juga. dasar
    ah luhan ayo bawa pergi taeng biar dia ga jd pergi ke tmpt paman nya

  7. ini kisah taeyeon gak jelas thor. penjelasan author tentang taeyeon yang pernah tinggal sama ayah nya dan tidak tau ibunya sedangkan penjelasan author chap 3 bahwa ia selama ini tinggal dengan ibu nya, jadi tolong author jelaskan secara rinci kisah taeyeon yg sebenarnya..

    kalau utk tulisan author dari chap 1-5 saya suka dan keren thor….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s