Mistake (Chapter: 6)

MISTAKE

Title
Mistake (Chapter 6)
Author
DeliaAnisa
Genre
School-life, romance, and friendship
Length
Multichapter
Rating
PG-15
Main Cast
Kim Taeyeon, Xiou Luhan, Oh Sehun, And Kwon Yuri
Disclaimer
FF ini murni dan asli hasil dari imajinasi saya, bila ada kesamaan tentunya itu tanpa disengaja. Cast yang saya pakai bukan milik saya, hanya Ortu mereka dan Tuhan YME, saya hanya meminjam untuk berkarya dan berniat membuat reader merasa terhibur akan ff saya. And please, don’t plagiat.
Happy reading and enjoy ^^
.
.
.

Sorotan kamera dan cahaya blitz dimana-mana membuat taeyeon gugup dan takut. Hari ini adalah hari dimana mereka akan meresmikan hubungan sebagai sepasang kekasih keawak media. Sehun sengaja mengadakan pertemuan dengan wartawan hanya untuk mendeklarasikan bahwa ia dan taeyeon tengah berpacaran .Sehun berharap acara ini berjalan sesuai dengan rencananya.
Taeyeon merasakan jantungnya berdegup cepat ketika ia menjadi pusat perhatian seperti ini. bahkan keringat mulai merembes kepermukaan kulitnya. Ia gugup dan takut apa yang akan dikatakannya menjadi buyar dan berantakan. Ia tidak sanggup membayangkan hal buruk itu terjadi. Taeyeon mengingat kembali kalimat-kalimat yang dikatakan sehun 2 jam sebelum acara ini dimulai. Astaga, taeyeon banyak melupakkan bagian yang paling pentingnya. Taeyeon berpikir keras dan mencoba mengingat. Susah sekali, ia benar-benar telah banyak melupakan kalimat yang telah sehun susun dengan rapi. Apa yang harus ia lakukan ?!!
Sehun duduk disampingnya dan menatapnya bingung. Ia menebak gadis ini pasti telah melupakkan kalimat yang akan disampaikannya nanti. Sehun-pun berbisik pada taeyeon dan disaat itulah para hadirin yang menyaksikan mereka bersorak ramai.
“jangan gugup. Jika kau gugup kau tidak akan bisa bicara dan mengingat semuanya.” Sehun berbisik sedikit tajam ditelinga taeyeon. taeyeon bergidik dan berbalik menatap sehun sinis. Lalu ia menyadari lampu menyorot kearahnya dan ia segera tersenyum manis pada sehun.
“aku tidak akan gugup. Tenang saja.” taeyeon kembali melempar sebuah senyuman kesekelilingnya. Senyuman yang sehun pikir itu bodoh dan terlalu berlebihan.
‘aku tidak yakin ini akan berjalan dengan baik.’ sehun membatin pasrah.
“ambilah microphone itu dan bicaralah.” Sehun mendesis pelan. Kemudian taeyeon mengambil mic itu dengan tangan yang bergetar hebat. Ia mengetuk kepala mic itu mengetes apakah mic itu berjalan atau tidak. sehun gemas melihat itu. seharusnya taeyeon tidak melakukannya, itu sangat memalukkan dan konyol!
Taeyeon menghela napas berat. Helaannya sampai terdengar keseantero ruangan karena mic itu begitu dekat dengan mulut dan hidungnya. Taeyeon juga berdehem 3 kali. Ia memperhatikkan semua orang menunggunya berbicara. Mereka semua seperti zombie yang siap menerkamnya jika ia salah berbicara. Taeyeon sangat takut! Tapi anehnya bersamaan dengan itu rasa takut berdampingan dengan rasa sedikit nyaman dan tenang, karena apa? Oh Tuhan taeyeon-pun tidak menyangka bahwa ketenangan itu berasal dari tangan sehun yang tiba-tiba menggenggamnya erat. Pandangan mereka sekilat bertemu dan pancaran mata sehun seolah berkata ia harus tenang dan tidak boleh gugup. Akhirnya taeyeon mengangguk pasti, ia mulai berani menatap kamera yang menyorotnya dimana-mana. Taeyeon akan mencoba tidak gugup dan bersikeras berbicara dengan tetap tenang.
“sorotan kamera dimana-mana membuatku sangat gugup. Maafkan aku.” Taeyeon tetap menyunggingkan senyum terbaiknya kehadapan para hadirin disana. ia mendesah halus sebelum melanjutkan. “kalian semua pasti sangat asing denganku. Aku bukanlah seseorang yang special dan tiba-tiba muncul seperti ini wajar jika itu membingungkan kalian dan banyak bertanya-tanya soal diriku.” Taeyeon kembali menarik napasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan. “aku adalah…. Kekasih oh sehun. hubungan kami sudah terjalin 3 tahun. Dia banyak membantukku ketika orang tuaku tiada. Dia pria yang menakutkan dimasa sekolahnya tapi berubah menjadi pria sejati yang bertanggung jawab diumurnya sekarang. sebenarnya… dia pria yang sensitive. Berita itu membuatnya sangat terpuruk, aku juga merasakan hal yang sama. Kupikir dengan keluar dari persembunyianku selama ini akan berakibat baik untuknya. aku hanya… ingin meyakinkan semampuku bahwa sehun telah berubah. Sehun tidak seperti pria dengan temparemental tinggi.”
Taeyeon mulai menunjukkan roman tenangnya. Ia seakan-akan terbawa alur yang dibuat oleh sehun. ini seperti nyata yang terjadi dalam hidupnya dan sehun. “aku tidak ingin memaksa untuk membuat kalian percaya. Namun… apa yang kalian rasakan jika perubahan kalian menuju kebaikan tidak pernah terlihat dan dianggap oleh mereka yang meragukanmu? Kalian akan merasakan bagaimana hidup dengan ketidakadilan.”
Taeyeon menunjukkan wajah memelasnya. Aktingnya benar-benar terlihat natural sekali. Disisi lain sehun terperangah dan tidak bisa mempercayai apa yang dilakukan gadis itu adalah sesuatu yang mengejutkan. Gadis itu pandai berakting. “tolong. Berilah dia kesempatan. Percaya padanya sekali lagi. Dia berjanji tidak akan berubah menjadi pria seperti belasan tahun kembali.”
.
.
.
Taeyeon dan sehun telah menyelesaikan acara penting mereka. kegugupan taeyeon masih sangat terasa. Ia terlihat menggigil padahal cuaca terlihat cerah dan panas. Sehun tersenyum geli melihat pacar pura-puranya sedang memeluk sendiri tubuhnya. sehun melempar pandangannya kesamping –tepat jendela mobil yang setengah terbuka. “terimakasih.”
Taeyeon mengerjapkan matanya dan masih memeluk tubuhnya sendiri. “jangan dulu berkata seperti itu! ini semua belum berhasil. Aku takut setelah ini aku akan mati.”
Perkataan aneh taeyeon berhasil membuat sehun menatapnya. “mati? Kenapa kau mati?”
Taeyeon menatap tajam sehun, lebih tajam dari belati. “yak!! bagaimana jika semua orang tidak terima kalau aku ini kekasihmu?! Terutama dengan penggemarmu. Mereka pasti sedang merencanakan sesuatu yang buruk padaku.” taeyeon mengerucutkan bibirnya kesal.
“Itu tak akan terjadi selama kau ada disisiku.” Sehun menanggapi dengan santai. Seakan-akan kalimat itu tidak membawa efek besar pada taeyeon. ya, taeyeon juga tidak dapat memungkiri bahwa sederet kata itu mampu membuat pipi taeyeon panas. Astaga, sadarlah! Jangan termakan kalimat manis itu kim taeyeon!
“eo. kalau begitu, jangan biarkan aku berjalan sendiri. jika itu terjadi, kau akan melihatku babak belur oleh fansmu.” Sehun tertawa puas. Tawanya begitu halus dan lembut. Taeyeon tidak mengira sehun dapat tertawa lepas seperti itu. tawa dan senyum sehun adalah hal yang paling langka didunia ini.
“aku suka kau babak belur. Aku akan membiarkanmu.”
“yak oh sehun! kau cari mati eo! awas saja kalau itu terjadi padaku… aku akan membunuhmu!!” taeyeon memberikan sehun bogem mentah tepat diperutnya. Sehun meringis dan bergerak menahan tangan taeyeon yang tak pernah bisa berkilah. “hentikan!” taeyeon berhenti ketika terdengar bunyi yang berasal dari ponsel sehun. taeyeon mengambil posisi manisnya kembali. Sementara sehun merogoh ponselnya dan meletakannya ditelinga kiri.
“benarkah? Baiklah, aku akan bekerja keras. Terimakasih.” Sehun menutup sambungannya. Lalu ia menatap taeyeon dan tersenyum tipis. “kita berhasil. Aku sudah dipercaya oleh masyarakat. Mereka tidak lagi meragukanku. Ini semua berkat dirimu. Jika bukan karena kau, aku mungkin akan tetap terpuruk. Terimakasih, kim taeyeon.”
Taeyeon balas tersenyum serta menggeleng dalam waktu yang bersamaan. “ini semua bukan karenaku. Ini semua memang pantas kau dapatkan. Aku tidak tau menahu soal dirimu. Tapi aku yakin kau memang telah berusaha keras ingin menunjukkan sebuah kebenaran. Manusia dengan kebenaran akan mendapatkan hasil yang baik dari Tuhan. Ucapkanlah terimakasihmu pada Tuhan.”
Sehun terpaku. Gadis ini…. apakah ia seorang malaikat?
.
.
.
.
Pertunangan akan diadakan besok malam. Hari ini luhan telah kembali keseoul. Ia menyetujui pertunangan ini hanya dengan satu syarat: asalkan ia bisa tetap tinggal dinegara yang telah memberikannya banyak kebahagiaan. Ibunya menerima permintaan luhan dengan senang hati, sebagai imbalannya luhan dan yuri akan secara resmi bertunangan. Itulah yang paling diinginkan ny.xi. dengan bersatunya mereka berdua, maka akan terlahirlah sebuah saham yang besar dan kekuasan tertinggi yang diinginkannya.
Luhan duduk disofa apartemennya bersama dengan chanyeol –asisten sang ibu. Ia menyesap cokelat panasnya. Sedangkan chanyeol yang sudah terbiasa bersama luhan memainkan ponselnya tanpa mengingat bahwa mereka berada didunia yang berbeda. Tentu saja luhan adalah atasan chanyeol. tapi luhan sama sekali tidak memandang status yang dimiliki mereka. menurut luhan, chanyeol sudah ia anggap sebagai sahabat karibnya.
“siapa gadis yang kau tunggu waktu itu?” tanya chanyeol masih memandang layar ponselnya.
“kim taeyeon. memangnya, ada apa?”
Chanyeol terdiam sejenak. Lalu kemudian ia memperlihatkan layar ponsel yang berisikan artikel mengenai berita hubungan antara sehun dan taeyeon pada luhan. Luhan menyimpan gelas cokelat panasnya. Ia terpaku pada layar ponsel milik chanyeol yang sengaja disodorkan padanya. Matanya membulat sempurna. “ba-bagaimana ini bisa terjadi?” tanyanya yang disambut gelengan dari chanyeol. “aku tidak tau. tapi… menurut berita yang beredar mereka juga tinggal bersama.”
Rahang luhan semakin terjatuh. Ia hanya tersenyum getir, meskipun ia tak akan menampik bahwa hatinya sakit dan berdebum perih. “dimana rumah pria itu?”
“digangnam.”
.
.
.
.
Sehun dan taeyeon sedang menikmati makan malam special. Taeyeon terlihat bersemangat ketika menghabiskan makanannya. Sehun tidak nampak menyentuh makanannya walau itu sedikit. Ia terlalu dibuat beku oleh gadis yang sudah membuatnya bingung itu. cara makan gadis itu seperti manusia yang sudah satu minggu tidak melihat nasi. Tapi, meskipun gadis itu memiliki sisi yang menjijikan. Gadis itu tetap saja mempesona. Apalagi ketika gadis itu bersikap layaknya seorang pendeta. Dia terlihat… menakjubkan.
“jika kau sudah pulih dari ingatanmu…. Kau bebas melakukan apa saja padaku. aku siap menerimanya sesuai dengan janjiku.” Sehun membuka percakapan ditengah-tengah taeyeon sedang asyik dengan santapannya.
Taeyeon masih mengunyah makanannya. “aku tidak akan melakukannya.” Kalimat itu tidak terlalu jelas karena taeyeon berbicara sambil mengunyah. Namun sehun tetap mengerti bahasa alien itu.
“wae?” tanya sehun yang lagi-lagi tidak percaya. Taeyeon memang tidak bisa ia tebak.
Taeyeon meneguk air putih dan menghabiskannya dalam satu kali tegukkan. Ia menatap sehun serius. “aku sudah berubah pikiran ketika aku tau betapa sulitnya kau mempertahankan mimpimu. Tidak mudah bagimu untuk mencapai dan mempertahankan mimpimu. Itu sebabnya aku tidak ingin menghancurkan mimpimu dengan mudah. Aku akan pergi dari rumahmu saat ingatanku pulih. Jangan khawatir tentang pelaporanku, aku berjanji tidak akan melakukannya.” Taeyeon tersenyum tulus. Sehun pikir gadis itu berbeda dengan gadis lain. Terkadang terlihat bodoh dan terkadang juga gadis itu memiliki pemikiran yang membuat semua orang terkesan atas ucapannya itu. Lantas membawa sehun terikat dengannya semakin membuat ia merasa bersalah. Sehun tertunduk dalam menatap lantai marmer. “maaf.” Lirihnya lembut.
Kening taeyeon terlipat, ia mengernyit bingung. “untuk apa?”
Sehun menatap mata taeyeon lekat. “sudah membuatmu terlibat denganku.” Taeyeon tertawa kecil. “Aku sadar bahwa ini adalah rencana Tuhan. Aku tidak akan menyalahkan siapapun. jadi jangan merasa bersalah eo?”
Ting..
Ting..
Suara bel menjadi pusat perhatian keduanya. sehun yang lebih dulu bangkit dan berjalan kearah pintu depan. Sebelum membuka pintu, sehun melirik seseorang diintercom. Itu adiknya. Bukan, tapi mantan adiknya. Kwon yuri. wajah yuri terlihat berseri-seri. Sehun memang berniat tidak akan membukanya. Melihat yuri sama saja melihat kembali luka yang hinggap hatinya. Namun, disisi lain ia juga tidak ingin membuat gadis itu kecewa. Jujur saja sehun masih menyayangi gadis itu, seperti layaknya seorang kakak yang sayang pada adiknya sendiri.
Dengan ragu sehun membukanya, tepat ketika pintu terbuka yuri menghambur masuk kepelukan sehun, ia memeluk sehun erat sampai sehun merasa kapasitas oksigen yang masuk mulai berkurang. “oppa! bogoshipo! Bogoshipo! Bogoshipo!” yuri terisak dipelukan sehun. “bagaimana bisa oppa meninggalkanku! Bagaimana kabarmu oppa? apakau bisa tidur nyenyak selama kau tidak disisiku? Kau pasti nyenyak sekali karena aku bukanlah bagian terpenting untukmu bukan? Kenyataannya kita memang bukanlah sepasang adik kakak dengan darah yang menyatu. Tapi kau harus tau oppa, aku selalau terjaga dimalam hari. Aku selalu merindukanmu. Aku ingin kita bersama lagi seperti dulu.”
Sehun membalas pelukan adiknya. Mengusap punggungnya penuh sayang. “aku minta maaf karena tidak pernah menemuimu. Mendengar kenyataan itu membuatku terpukul. Aku bertekad akan membenci keluargamu seumur hidupku. Tapi aku sadar… mungkin tanpa adanya mereka aku tidak bisa hidup seperti ini. aku pasti bukanlah siapa-siapa. Untuk itu… mulai sekarang aku akan belajar menghapus semua kebencianku pada kalian. aku sadar bahwa ini adalah jalan Tuhan untukku. Aku tidak akan menyalahkan siapapun.”
Sehun tidak sadar bahwa kalimat yang pernah disampaikan taeyeon terucap begitu saja dari bibirnya. Mungkin memang tidak benar jika datangnya taeyeon kerumah ini memberikan kekacauan. Yang benar adalah gadis itu memberikan energy positive untuknya. dalam hati sehun menjuluki gadis itu sebagai malaikat sang pemberi kebahagiaan. Ia sangat berterimakasih karena Tuhan telah menurunkan gadis sebaik Taeyeon kebumi ini.
.
.
.
.
Luhan berjalan tergesa-gesa menuju rumah sehun yang berada dikawasan gangnam tersebut. ia turun dari mobil dan menciptakan bunyi bedebam pintu yang keras. Terbukti bahwa luhan benar-benar tidak terima jika taeyeon bersama dengan pria lain hingga membuat emosinya tersulut. Luhan yakin alasan mereka berpacaran semata-mata bukanlah karena cinta, melainkan karena hal lain. Ketika sampai didepan pintu, luhan mengetuk pintu berwarna putih gading itu keras. Sampai 5 detik kemudian, seseorang membukanya dari dalam.
Luhan hampir meledakkan emosinya ketika matanya menemukan calon tunangannya disana. karena gadis itu ia bisa meredam kembali emosinya.
“siapa kau?” tanya sehun dingin.
Luhan tidak menjawabnya karena detik itu juga yuri berjalan kearahnya dan memeluk lengannya. “pria ini adalah… calon tunanganku.” Ia tersenyum bangga saat memamerkan calon tunangannya yang kelewat tampan itu.
Luhan mendengus kesal. ia menepis tangan yuri begitu saja. “tolong jangan seperti ini.” tapi yuri enggan tautan mereka berpisah. Ia tetap mengalungkan lengannya kelengan luhan. “kau datang kemari ingin menjemputku’kan?” tanya yuri yakin menatap luhan. Luhan tidak mungkin berkata jujur, jika saja ia mengatakan yang sebenarnya bahwa sebenarnya ia datang ingin membawa taeyeon pergi, masalahnya pasti akan sangat sulit. “y-ya, aku datang menjemputmu.” Luhan melepas tautan mereka dan berganti memegang lengan yuri. “sebaiknya, kita pergi.”
Luhan hendak membawanya pergi, tapi dengan segera yuri hentikan. “beri salam pada kakakku dulu. Actor ini adalah kakakku.”
“aku luhan.” Tanpa senyuman dan hanya menatap mata sehun sekilas. Luhan menggiring yuri menjauh dari rumah ini begitu cepat dan terlalu memaksa, sampai yuri tak sempat untuk mengucapkan selamat tinggal pada kakaknya.
Sehun mengerutkan keningnya tanpa henti. Ada sesuatu yang aneh pada pria itu. pria itu menatap matanya tajam dan ganas. Seperti ingin memukulnya. Entah kenapa ia mempunyai firasat bahwa pria itu ada hubungannya dengan taeyeon.
.
.
.
Sehun teringat akan taeyeon. selama yuri datang gadis itu sama sekali tidak memperlihatkan batang hidungnya didepan yuri. ia segera berbalik dan berjalan kearah dapur. Nihil, taeyeon tidak ada disana.
“taeyeon-ah.” Panggil sehun berteriak.
Sehun melangkahkan kakinya menuju kamar taeyeon. pintu kamarnya setengah terbuka. Sehun menghela napas lega ketika melihat taeyeon sedang duduk termangu diranjangnya. Tanpa ijin masuk, sehun melenggang masuk begitu saja. ia berdiri dihadapan taeyeon yang tengah menundukan kepalanya.
“ada apa denganmu? Kenapa kau bersembunyi disini?”
Taeyeon menatap kosong kearah sehun. “hatiku yang menginginkan ini. ketika aku melihat gadis itu, entah kenapa aku ingin menghindarinya. Hatiku menolak untuk bertemu dengannya. Aku tidak tau ada apa dan kenapa ini bisa terjadi padaku. Tapi aku memastikan sendiri bahwa mungkin aku pernah melukai hati gadis itu. hatiku merasakannya.”
“itu hanya hatimu saja yang merasakan. Belum tentu hatimu benar. Sekarang, lupakanlah…. Jangan pedulikan hatimu lagi. Kau hanya perlu melatih otakmu untuk mengingat sesuatu. Kalau kau tetap memikirkan perasaanmu, kapan kau akan menemukan kembali ingatanmu? Jadi, jangan membuang-buang waktumu untuk hal ini. oke!” sehun menekankan akhir kalimatnya.
Taeyeon menghembuskan napasnya kasar. “aku tau. kau ingin cepat-cepat aku pergi bukan?” taeyeon mengerling pada sehun dan menyeriangi.
Rasanya sehun ingin berteriak pada taeyeon bahwa bukan seperti itu yang ia inginkan. Kalau boleh jujur dan melupakan gengsinya yang tinggi, ia akan berkata jika ia tidak ingin taeyeon pergi dari rumahnya. gadis itu telah menjadi sumber cahaya untuk hidupnya. tanpa gadis itu kegelapan akan kembali menginvasi seluruh jiwanya. Ia tidak ingin kehilangan cahaya yang sudah menerangi langkahnya ditengah gelapnya hidupnya.
“ya, itu benar. Kau mengganggu ketenanganku.” Ucap sehun berdusta.
“aku akan bekerja keras. Setelah aku ingat semuanya, aku tidak akan melupakan kebaikanmu.” Taeyeon tersenyum tulus.
“adikku mengundangku pergi ke acara pertunangannya. Aku tidak bisa pergi sendiri, kau harus temani aku.” Sehun mengalihkan topic pembicaraan dengan tema adiknya yang akan bertunangan.
“kenapa harus kita berdua? Tidakkah kau pergi sendiri? aku takut…. Aku menjadi pusat perhatian lagi. Jika mereka bertanya hubungan kita lagi, aku tidak akan bisa menjawabnya.” Taeyeon beralasan.
“lebih buruk lagi jika aku datang sendiri. tanpa kau di sampingku, semua orang akan menganggap hubungan kita hanyalah sebuah kebohongan.”
“baiklah! Baiklah! Aku akan pergi!” seru taeyeon kesal sambil memberenggutkan wajahnya. Sehun tertawa kecil.
.
.
.
.
Dengan tuxedo hitamnya, sehun menggandeng taeyeon memasuki rumah mewah milik keluarga kwon. Taeyeon mengenakan dress berwarna dark blue dengan punggung yang tereksplore. Benar saja dugaan taeyeon, ketika gerbang dibuka untuk mereka, semua orang menatap kearahnya dan sehun. taeyeon hanya dapat tertunduk malu, sensasi malu dan gugup ia rasakan lagi. Ia benar-benar benci situasi seperti ini.
Ia dan sehun disambut hangat oleh keluarga kwon dan keluarga xi. Mereka banyak bertanya soal kehadiran taeyeon. Ny.Kwon memandangnya intens, menilik dari ujung kepala sampai kakinya. Bertanya pada sehun dari mana ia berasal, sehun dengan acuh tak acuh menjawab.
“anda tidak perlu tau tentang kehidupanku.”
Taeyeon lega sehun menjawab begitu, tapi disisi lain ia sedikit kesal karena sehun menjawabnya dengan tidak sopan. Pemeran utama dalam acara ini belum juga terlihat. Taeyeon meminta sehun untuk tidak mengikutinya. Ia ingin pergi kestan makanan. Sehun mengerti dan hanya memberi peringatan agar jangan terlalu banyak makan. Taeyeon segera mengiyakkannya dengan sedikit tawa dibibirnya.
Taeyeon sedikit risih dengan gaunnya yang panjang, ia juga tidak dapat berjalan baik dengan high heel dikakinya. Sebelum pergi kestan makanan, ia tertarik melihat halaman belakang rumah ini. kaki mungilnya berjalan dengan semangat, ia benar-benar butuh udara segar sekarang. tepat ketika ia tiba, seorang pria dengan balutan tuxedo putih tengah berdiri didepan kolam. Menatap sinar rembulan yang lembut. Taeyeon berpikir untuk segera kembali, ia mengira pria itu mungkin tidak ingin merasakan kehadiran seseorang. namun belum sempat ia berbalik, seseorang memanggil namanya. Ia menoleh dan heran ketika pria yang beberapa detik lalu ia perhatikan bisa mengenal dirinya.
Taeyeon terpaku ditempatnya, masih menatap pria itu penuh tanya. Pria dengan surai hitamnya itu perlahan mendekatinya. wajahnya yang datar dan matanya yang lembut, sukses membuat taeyeon terdiam. Menebak-nebak dari ekspresi wajah pria ini, taeyeon berpikir mungkin saja pria ini mengenalnya dekat.
“apa kabar?” pria itu bertanya tanpa tersenyum. Taeyeon mengerutkan keningnya, hatinya mendadak tidak karuan.
“aku… baik-baik saja. bagaimana denganmu?” taeyeon balik bertanya. Ia berdoa dalam hati, semoga saja pria itu tidak mencurigai tentang ingatannya.
“aku tidak tau.” jawabnya seadanya. Taeyeon melihat mata itu sekali lagi, kepalanya mulai berdenyut nyeri. Wajah familiar dari pria itu mengingatkannya akan sesuatu. Taeyeon mencoba keras untuk mengingat dan hal itu semakin membuat kepalanya sakit.
“argghh.” Dengan rasa sakit yang tak tertahankan lagi taeyeon memegang kepalanya dan mengerang kesakitan. Luhan yang berdiri disana, segera memegang tubuh taeyeon cemas. “apa yang terjadi denganmu? Kau baik-baik saja?”
Pandangan taeyeon berkunang-kunang, penglihatannya sudah mulai kabur semuanya terasa sangat gelap. Setelah itu taeyeon tidak mengingat semuanya. ia pingsan tepat ketika luhan membopong tubuhnya. luhan membawa pergi taeyeon ke mobilnya yang telah terparkir dihalaman belakang. luhan tidak peduli dengan acara yang akan segera dimulai beberapa detik lagi. Yang ia pedulikan adalah membawa taeyeon pergi kerumah sakit.
Luhan melajukkan mobilnya dengan cepat setelah ia mendudukan taeyeon disamping kemudi. Ia bergerak gelisah. Ponselnya bergetar berkali-kali. Yuri memang menghubunginya, dilain tempat yuri juga terlihat bergerak gelisah dikamarnya. Ia menatap ponselnya dan mencoba menghubungi luhan lagi. Namun panggilannya tidak dapat tersambung membuatnya semakin gelisah. Yuri tersentak di tempat ketika pintu berderit dan kakaknya muncul dibalik pintu setelahnya.
“oppa.”
Sehun berjalan mendekat kearah yuri. “dimana pria itu?”
Yuri menjawab ragu kakaknya. “aku.. tidak tau. Aku tidak bisa menemukannya disini.”
Sehun segera mengingat taeyeon. selama 30 menit lamanya taeyeon tidak kembali dan ia tidak menemukannya distan makanan. Dari awal sehun memang mempunyai firasat buruk terhadap luhan. Ia sangat yakin bahwa luhan dan taeyeon menghilang bersama-sama.
“dimana terakhir kali kau melihatnya?” tanya sehun tak sabaran.
“dihalaman belakang.”
Setelah mendengar jawaban itu, sehun segera melesat pergi kehalaman belakang. namun nihil, tidak ada seorang pun disana. sehun merogoh ponselnya lalu menghubungi taeyeon. jawabannya sama seperti yuri, tidak dapat tersambung.
.
.
.
Luhan akhirnya tau segalanya setelah ia membawa taeyeon pergi ke rumah sakit. dokter mengatakan bahwa taeyeon menderita gangguan ingatan. Luhan duduk disamping taeyeon dan menggenggam tangannya erat. Mencium tangan itu berkali-kali. Luhan tidak dapat menahan tangisnya, pada akhirnya bulir-bulir air jatuh dari matanya. ia menangis mengingat semua kebodohannya.
“tidak seharusnya aku menyalahkanmu, tidak seharusnya aku mengira kau mengkhianatiku. Aku tidak tau bahwa kau mengalami kecelakaan dan berakhir seperti ini. jika saja aku tau semua ini dari awal, maka aku tidak akan menerima perjodohan ini. aku akan membawamu pergi jauh bersamaku. Maafkan aku taeyeon… aku memang sangat bodoh.” Luhan bermonolog perih dalam hati.
Jari-jari mungil taeyeon mulai bergerak perlahan. Luhan menghentikkan tangisnya. Ia memperhatikan wajah taeyeon. mata taeyeon perlahan-lahan mulai terbuka. Ketika sepenuhnya sadar, taeyeon tersenyum lembut menatap luhan.
“luhan sunbae.” Lirihnya. Luhan membeku. Matanya membulat sempurna. Ia tidak percaya taeyeon akan mengingatnya dengan cepat.
“kau sudah mengingat semuanya?”
Taeyeon mengangguk dan tersenyum. “ku pikir aku sudah mengingatnya.”
“benarkah?” luhan masih belum percaya. Perasaannya campur aduk. Ia bahagia namun merasa bersalah dalam waktu yang bersamaan.
“kenapa reaksimu seperti itu? kau tidak ingin aku mengingatmu?” canda taeyeon. luhan dengan cepat menyangkalnya. “bukan seperti itu. aku hanya… tidak percaya kau dapat mengingatku. aku takut kau tidak ingat lagi padaku. namun aku sangat bersyukur pada Tuhan bahwa sekarang kau sudah kembali mengingatnya. Aku merindukanmu kim taeyeon.” luhan mengulurkan tangannya dan mengusap pipi taeyeon lembut.
“yuri dan yang lainnya sedang menunggumu.” Wajah taeyeon berubah menjadi muram. Tidak jauh berbeda dengan luhan.
“aku tidak akan pergi. aku hanya ingin terus disini bersamamu.” Luhan beralih menggenggam tangan taeyeon erat.
“yuri dan yang lainnya sangat membutuhkanmu. Sunbae tidak perlu mencemaskanku, aku akan baik-baik saja….” taeyeon menghembuskan napasnya pelan. “lagi pula tidak ada hubungan special yang mengikat kita. aku adalah hoobaemu dan kau hanya sunbaeku.. tidak melebihi itu. keluargamu dan calon tunanganmu jauh lebih berarti jika dibandingkan denganku. Seharusnya sunbae cukup membawaku ke rumah sakit lalu pergi. kau tidak perlu menungguku sampai aku sadar. Mereka akan mengkhawatirkanmu.”
“kau tidak suka aku menunggumu? Apa berita itu memang benar?” tanya luhan dingin. Taeyeon mengerutkan keningnya. Apa pertanyaan itu untuk hubungannya bersama sehun?
“berita itu memang… benar adanya. Aku menyukainya dan kami memang berpacaran.”
Taeyeon P.O.V
Ku katakan itu adalah kebohongan besarku. Kenyataannya adalah aku tidak ingin mengecewakan yuri. sudah ku katakan dari dulu aku tidak dapat membuat yuri menangis. Kebahagiaan terbesarnya adalah luhan. Hanya pria itu. jika saja aku mengambil langkah salah dengan mengungkapkan perasaanku. Yuri tidak akan bahagia.
“aku tau. kau terlihat bahagia dengannya.” Ucapnya lemas. Memaksakan sebuah senyuman untukku. hatiku sakit ketika melihatnya.
“berbahagialah dengan yuri. yuri adalah sahabatku, dia sangat menyukaimu.” Pandangan kami beradu setelah aku selesai mengatakan sesuatu. Matanya menatapku dalam, mata yang awalnya berbinar berubah menjadi gelap dan hancur.
“pertemuan pertama kita, aku tidak bisa melupakannya. Kau gadis pemberani dan hebat.. aku tidak pernah melihat gadis sepertimu sebelumnya. Kau berjalan dan melawan mereka semua dengan keberanianmu, aku tertarik padamu sejak itu..” aku terpaku dan terus menatap matanya yang juga menatapku lembut. “lalu pertemuan selanjutnya aku semakin tertarik padamu. Kau gadis pertama yang membuatku merasa nyaman. Meskipun kau pikir itu tidak ada artinya sama sekali bagimu… tapi kau harus tau dan mengerti bahwa pertemuan-pertemuan kita sangat berarti untukku…” aku mendengar dia menelan ludahnya susah payah. Ia tersenyum getir melihatku. “dihari sebelum aku berangkat ke amerika… aku menunggumu dan terus menunggumu, menunggu janji kita yang akan bertemu. Dihari itu aku telah mempersiapkan sesuatu. Kau tau apa itu? itu adalah sebuah persiapan untuk menyatakan perasaan sesungguhnya padamu. Aku tersenyum gila dihari itu, meyakinkan diriku sendiri bahwa kau akan memiliki perasaan yang sama denganku. Namun nyatanya… aku sadar bahwa itu adalah hanya khayalanku yang terlalu tinggi dan penuh pengharapan. Jika saja aku tau perasaanmu, aku tidak akan menjadi segila ini. aku akan… mundur dari awal.”
Tatapan sendunya masih mengunciku. Lidahku terasa kelu dan tidak dapat mengatakan sepatah kata pun. Hingga saat aku akan membuka mulutku dia kembali menyelanya. “aku meminta ibuku untuk mengembalikkanku ke korea dan melanjutkan kembali sekolahku disini. Tidak mudah aku menginginkan sesuatu tanpa ada syarat darinya. Syaratnya aku harus menerima perjodohan ini. aku menerimanya karena aku benar-benar ingin kembali ke sini… untuk bisa bertemu denganmu.”
Matanya memancarkan kepedihan. Hatiku tercabik melihat semua penderitaannya karenaku. Oh Tuhan, apakah aku harus mengakui kebenaran demi kebahagianku sendiri? jika itu terjadi, apa aku sanggup melihat sahabatku jatuh terluka?
Aku tidak tau harus bagaimana.
“kau bahagia dengannya?” luhan bertanya. Aku tertunduk dan terpaksa mengiyakkannya.
“kau juga harus bahagia luhan. Aku yakin… yuri akan memberikanmu banyak kebahagian. Dia gadis yang baik dan menarik.” Aku menyunggingkan sebuah senyuman tulusku.
.
.
.
Kami berdua kembali ke tempat pertunangan yuri dan luhan. Disepanjang jalan kami hanya terdiam dalam kecanggungan. Dia tidak melirikku sama sekali. Aku mengerti perasaannya saat ini, karena aku memang merasakannya. namun hatiku disisi lain terasa tenang karena akhirnya aku dapat memberikan kebahagiaan untuk yuri. saat kami tiba, dia keluar dari mobil dan berjalan mendahuluiku. Aku menatap punggungnya. Dia benar-benar memperlakukanku dengan dingin. Aku menyusulnya dari belakang dan kerumunan para tamu masih ramai. Yuri segera menggaet lengan luhan dan raut wajah yuri memancarkan kelegaan. Aku tersenyum melihat itu. walaupun hatiku tidak menginginkannya.
Namun tiba-tiba seseorang menarik paksa lenganku dan membawaku pergi keluar. Aku meronta dan memberontak saat ku tau bahwa itu sehun. tidak seharusnya sehun menarikku kasar seperti ini. ia memaksaku untuk memasukki mobil. Aku terperangah melihat tatapan tajam itu. aku benci hari ini, dan akan menghapusnya dari daftar kenanganku, karena semua orang menatapku dingin. Aku benar-benar tidak menyukainya, semuanya seperti memperlakukanku sangat buruk.
Napasku memburu ketika kami terjebak berdua didalam mobil. Ia sengaja tidak melajukan mobilnya dan hanya menatapku tajam. Untuk pertama kalinya aku merasa sangat takut dengan nya.
“apa yang kau lakukan dengannya? Kemana saja kau selama ini eo?” tanyanya penuh amarah.
Aku mendesah kasar dan mendengus kesal. “bisakah kau tenang? Aku kehilangan kesadaranku dan ia membawaku pergi ke rumah sakit. aku tidak mengangkat telfonmu karena aku sedang dalam keadaan tidak sadar. Untung saja ia melihatku pingsan. Apa yang akan terjadi jika aku dalam kondisi sendirian? aku dapat memastikkan fansmu akan merencanakan hal-hal jahat padaku…” aku menghela napas berat dan menatapnya malas. “aku benci diikuti beberapa fansmu. Ketika aku pergi sendiri, seseorang akan mengikuti langkahku. Aku seperti-aku menjadi bulan-bulanan mereka. seperti penjahat yang telah merampasmu dari mereka. mereka akan menghukumku dengan segala rencana jahat mereka. aku lelah.. dan aku benar-benar ketakutan sejak kita meresmikan hubungan kita.”
Semua yang ku katakan tidak ada yang bohong. Akhir-akhir ini aku merasa terganggu akan fans sehun. ketika aku pergi keluar rumah seorang wanita berdiri dibalik pohon dan terlihat memegang sebilah pisau. Aku sengaja tidak memberitahu hal ini pada sehun. aku tidak ingin sehun bersikap berlebihan padaku. aku hanya butuh lindungannya. Terror-teror dari penggemarnya akan semakin banyak dan satu-satunya penjaga dan pelindungku adalah sehun. namun aku tau terlalu banyak bergantung pada sehun bukanlah ide yang baik. sehun adalah pria dingin yang tak akan mudah begitu saja mempunyai hati nurani. Aku yakin ia hanya akan mengatakan bahwa ia akan melindungiku tanpa ada tindakan yang khusus. Ia tidak akan melakukan sesuatu padaku.
“jangan lagi pergi sendiri. jika kau akan pergi, tetap selalu bersamaku. Tadi kau membuat kesalahan. Kau terlalu ceroboh. Pria itu bisa saja berbuat sesuatu yang buruk melebihi penggemarku nanti. Untuk itu… aku harus berada disisimu. Kapanpun dan kemanapun kau pergi.”
Aku tertegun menatapnya. Suaranya tidak sekeras dan setajam tadi. Kali ini jauh lebih berat dan lembut. Tatapannya juga sama. Ia berangsur-angsur melembut. Aku terkesima melihat perubahannya. Namun aku sedang menimbang-nimbang. Apakah harus aku katakan bahwa aku sudah mengingat semuanya? tapi jika itu ku lakukan, semua orang pasti akan mencurigai kebohongan kita. hubungan palsu kita akan terungkap ketika aku pergi dari rumahnya dan bersikap normal kembali. Aku berpikir untuk saat ini, aku tidak perlu mengatakan hal itu padanya. berpura-pura kehilangan ingatan, akan membantu karirnya juga. Ini konyol, hidupku seperti hidupnya juga. Jika aku salah melangkah, ia akan masuk lagi kedalam kegelapan. Lalu yang terjadi dipikiranku sejak tadi adalah… kapan drama ini akan usai?
.
.
.
TBC

Advertisements

84 comments on “Mistake (Chapter: 6)

  1. Wah thor kurang nih kurang panjang author makin daebakk aja nih ff 루태 ♥ aku suka bgt apalagi konflikny . Ditunggu next chap keep writing and Fighting!!!

  2. Sumpah thor kamu nongol nya LAMA BANGET 😦
    Ff mu ini jinjja daebak 🙂 😉
    Thor boleh jujur gk? Thor aku lebih suka gaya tulisanmu yang di chap 1-2-3 thor. Pas baca chap 1-2-3 pasti bikin kangen nih ff. Tpi pas baca chap 4-5 gaya tulisan mu kurang srekk di hati thor 😦 Sorry

    Okee deh thor updet soon & fighting

  3. Nyesek jdi luhan, hunhan bersatu aja deh. Biar yultae sma aku #plak
    sehun kau khawatir karna taeng ? Romantisnya..
    Next chap jgn lma ya thor!
    FIGHTAENG!!

  4. akhirnya update juga saeng, tpi rada kependekan u,u maaf ya late comment-___-ehehehe cie sehun suka ya sama uri taeyeon eonnie? HAHA next chapter ditunggu saeng.FIGHTING !!!

  5. Taeyeoonnn , kenapa pake harus pura-pura suka sama si sehun sih? T-T kenapa nggak ngaku juga ke sehun kalo ingetennya udah pulih T-T huhu, please update soon yaa authornimm, kalo bisa adain lutaenyaa momentnya 😁 hehe fighting!!

  6. kasiian banget taeng eonni, makin kesini makin banyak pengorbanan yg haru dy lakukan, dan tu hy u/ kebhagian shbt’y, pdhl si yuri kan udah g’ peduli ma dy, eonni plis skali” pikirin kebahagiaan eonni dan juga luhan oppa, kan kasian dy’y… ini jg si sehun lama” sifat’y sama ma dongsaeng’y, iiiish nyebelin….
    Author next chapter jgn lama” dong, entar reader’y pada lumutan trus g’ bs bc dg bener ff’y heheheh, becanda dear author, overall so far so good like this story, waiting for the next… HWAITING 😉 🙂

  7. padahal aku ini biasqnya lutae shipper thot tapi kok disini aku dukung sehun-taeng yaaa? kekeke~ pasangan yang manis. hihi 😀
    lanjutnya jangan lama2 ya thor?

  8. Aigoo yang pacaran 3 tahun hahah
    Eiyyy Luhan-Yuri tunangan ohnoo
    Aigoo Sehun kau lama lama bakalan jatuh hati kepada Kim Taeyeon u know ?
    Pertemukan lagi Taeyeon Yuri ne 🙂
    Next? Fighting!!

  9. sepertinya serba salah yah kalo jadi taeyeon 😦
    takut semakin melukai sahabatnya, gak bisa ngungkapin perasaannya, gak bisa bersama dengan orang yang disayanginya, pernah mengalami gangguan ingatan yg menjadikan dirinya harus berpura-pura, aigoo….
    berat banget jadi taeng dan luhan 😥
    apakah nanti dari hari ke hari sehun akan menyukai taeyeon atau bahkan mulai mencintainya? 😉
    dilanjut yah thor tapi nanti jangan lama” seperti sebelumnya hehehe 😀
    see you soon thor~

  10. hueeee kok pendek ya menurut aku? 😦 next dong thorr ceritanya makin greget nihh. Apalagi pas ingatan taeyeon udah pulih hueee next next thooorr

  11. senyuman yang bodoh dan berlebihan haha xD senyum2 sendiri aku baca kenorakan taeng :v akhirnya luhan bertemu dengan taeyeon :’3 tapi kenapa taeyeon bohong sih -_- gregetan nih langsung bilang aja ini cuma boongan, luhan jg gk bakal nyebarin kan :v *plak! tp karena itu konfliknya makin seruuu >< lanjutkan thor! update ASAP :3

  12. makin ribet aja deh ni ceritanya. kasian sekali taeyeon eonnie harus terperangkap dalam kisah cintanya sendiri. pokoknya luhan ma taeyeon harus bisa melupakan perasaannya masing2. nyesek bgt Thor Baca nih ff
    😩 😵

  13. Kasiaanluhann… eh tpi thor.. aku lebih dpt feel ke seyeon.. bikin seyeon dong thor.. akhir2 ini lebih banyak lutae drpd seyeon… pliss seyeon seyeon seyeon wkwkwkwkwkwk #maksabgtnih ,nggak deng semua kembali pada author wkwkkwkwk

  14. Nyesekkk wehhh bacanyaa .. YuHan HunTae Wow Tadinya Aku pikir LuTae SeYul 😀 ditunggu Next Chaptnyaa ^_^ Fighting thor

  15. Omaigaatt, luhan tau kalo taeng hilang ingatan pas dia mau tunangan lg. Knpa lutae gak mau jujur sih sma perasaan mreka masing2. Klo luhan beneran tunangan sma yuri, sehun sma taeng aja yaa, kekekeke. Jagain taeyeon yaa sehun,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s