Devil Who Loved Me (Chapter 4)

devil-who-loved-me_suntq-storyline_23-12-2014

Devil Who Loved Me (Chapter 4)

 

Author: SuntQ

Genre: Fantasy // Romance // Fluff // School
Life

Cast: Byun Bekhyun // Kim Taeyeon // Oh Sehun

Other
Cast: Nanti akan keluar sesuai jalannya cerita 😀

Lenght:
Multi Chapter

Rated: 17+

Disclaimer:
All
Cast belongs to God and their Parents
J,
but the story is my own idea with inspiration from drama, fanfict and other,
please dont plagiat!

Notes:
Happy reading and sorry about typo everywhere and other mistake
J

Credit Poster: Thank’s to Eyeliner Princess98 from Exoshidae FF and Graphic for this amazing poster

 

Previous:  Chapter 1 // Chapter 2 // Chapter 3 //

Taeyeon merasakan dirinya kini dalam keadaan diam. Ia tahu, kini mobil Baekhyun sudah menepi di depan rumahnya. Matanya terasa sangat berat..rasa kantuk masih menyelimuti dirinya. Taeyeon pun tahu, kini di depannya ia merasakan sesuatu yang sangat dekat dengannya. Deru nafas lembut itu terasa di pori-pori wajahnya, dan sesuatu di hadapannya ini menghantarkan hawa hangat yang membelai pipinya. Wangi ini..Taeyeon tahu benar ini apa, sama sekali bukan sebuah benda, melainkan sebuah makhluk yang menamakan dirinya Byun Baekhyun.

“Kenapa wajahmu bisa sedekat ini denganku?”

“Aku hanya mencoba untuk membangunkanmu..kita sudah sampai..”

“Mian, aku tertidur lelap sekali ya..aku—“

Sssh..

Baekhyun menempelkan telunjuknya tepat di atas bibir Taeyeon. Menghalau kata-kata selanjutnya yang akan keluar dari bibir mungil itu.

“Tak apa, lagipula aku suka memandangi wajahmu yang sedang tertidur..benar-benar nampak seperti wajah bayi..”

“Ah..ne? padahal usiaku sudah menginjak tujuh belas tahun..ternyata tetap saja wajahku kekanakan..”

“Gwenchana..itulah salah satu daya tarik magismu..”

Detik itu juga, rona wajah Taeyeon bereaksi kembali. Baekhyun tersenyum sambil merenggangkan jarak tubuhnya dari Taeyeon, Taeyeon segera menegakkan tubuhnya dan bersiap-siap untuk keluar dari mobil Baekhyun.

“Tak kusangka, teman baruku ini kata-katanya sangat bagus ya untuk seorang gadis, padahal wajahmu terlihat polos Baek..”

“Ne..seperti katamu Taeyeon, hanya untuk seorang gadis..” setelah mengatakan itu, Baekhyun membuka pintu mobil dan segera keluar dari mobilnya, lalu membukakan pintu mobil untuk Taeyeon.

Taeyeon beringsut dari duduknya dan segera keluar dari mobil Baekhyun. pemandangan ini nampak seperti seorang putri yang baru keluar dari kereta kencananya dan didampingi oleh pelayannya.

“Gomawoo telah mengantarkanku, apa kau mau mampir sebentar?”

“Tidak, ini sudah terlalu malam..akan kubiarkan partnerku istrirahat malam ini sebelum kita memulai latihan lagi besok”

“Baiklah..kau juga harus istirahat, hati-hati di jalan..”

Taeyeon melambaikan tangannya kepada Baekhyun, lalu membalikkan tubuhnya hendak membuka pintu pagar rumahnya. Namun, sebelum Taeyeon melangkah lebih jauh, suara Baekhyun menghentikan langkahnya.

“Taeyeon!”

Gadis yang dipanggil namanya itu segera memalingkan wajahnya kepada si pemilik suara.

“Ne?”

Baekhyun tidak berbicara lagi pada Taeyeon, ia melangkahkan kakinya mendekati Taeyeon dan berhenti dengan jarak sekitar satu langkah di depan gadis itu.

“Tanganmu..”

“Apa?”

“Pinjam tanganmu..”

Taeyeon mengernyitkan dahinya sebagai reaksi atas permintaan Baekhyun. lalu ia mengulurkan tangan kanannya pada Baekhyun, dan tanpa diduga jemari Baekhyun yang cantik itu perlahan meraba tangan taeyeon hingga tangan itu menggenggam tangan Taeyeon sepenuhnya.

Cup..

Baekhyun membungkukkan dirinya di depan Taeyeon lalu mencium tangannya. Taeyeon membelalakkan matanya karena terkejut atas tingkah laku mengejutkan dari namja ini lagi.

“Selamat malam..sampai bertemu besok..”

Sebelum melepaskan tautan tangannya dengan gadis di depannya itu, Baekhyun memberikan seulas senyum yang indah pada Taeyeon. Lalu jemari itu berangsur melepaskan genggamannya dari tangan Taeyeon, perlahan sosok Baekhyun berjalan meninggalkan Taeyeon dan masuk ke mobil. Beberapa detik setelahnya, mobil Baekhyun meninggalkan Taeyeon yang masih terpaku di depan rumahnya.

“Hah? apa yang Baekhyun lakukan padaku? bukankah kita baru saling mengenal?”

***

Hari demi hari berlalu, waktu semakin dekat menuju pentas seni yang merupakan acara akbar di sekolah Sehun dan Taeyeon. Baik siswa maupun guru terlihat sibuk untuk menyiapkan acara penting itu. Mulai dari diplomasi dengan pihak petinggi-petinggi sekolah, pengisi acara, juga seluruh masyarakat sekolah itu tak satu pun yang tidak merasakan bagaimana euphoria dari acara tahunan yang selalu diselenggarakan ini. Dalam hal ini, nama baik Sehun dipertaruhkan karena ia adalah pemimpin dari organisasi siswa serta dia akan menjadi ikon untuk sempurna atau tidaknya acara yang secara langsung di-manage olehnya ini. Sehun beserta teman-teman di organisasinya ini harus bekerja keras dan memutar otak untuk menghasilkan sebuah acara yang hebat dan meninggalkan kesan yang baik di hati setiap orang yang nanti akan melihat dan menikmati acaranya. Para perwakilan siswa yang akan menjadi pengisi acara berlatih sangat giat dan rutin demi mendapatkan hasil yang maksimal di penampilan mereka nanti. Begitu pun Baekhyun dan Taeyeon, meskipun keputusan untuk penampilan mereka terkesan mendadak, mereka sama sekali tidak mau menyia-nyiakan kepercayaan dan tanggung jawab yang telah diberikan kepada mereka. Setiap hari mereka berlatih dari pukul 03.00 sore hingga pukul 09.00 malam..bahkan terkadang lebih. Ini semua demi menyempurnakan apa yang akan mereka tampilkan.

Seperti saat ini, Baekhyun dan Taeyeon masih berkutat dengan langkah-langkah dinamis dan gerakan-gerakan halus yang mereka peragakan dalam latihan tari yang sedang berlangsung. Semakin hari, chemistry di antara mereka berdua semakin terbangun dan sinkronisasi gerakan mereka semakin  bagus. Ini semua karena mereka mempunyai dasar kemampuan menari yang baik, sehingga dalam waktu yang cukup singkat ini mereka hampir mencapai hasil yang diinginkan.

“Baekhyun..ayo kita istirahat dulu..lututku mulai lemas..” Taeyeon menghentikan gerakannya dan mendudukkan dirinya di atas lantai sambil menyelonjorkan kakinya. Sejak tadi Baekhyun dan Taeyeon memang belum sempat istirahat dari waktu mereka mulai latihan. Sesekali Taeyeon memukul-mukul bahunya sendiri pelan, karena akhir-akhir ini ia mulai meresakan efek dari latihan rutin yang mereka lakukan..badannya terasa pegal dan otot-ototnya sedikit tegang. Baekhyun menghampiri Taeyeon dan duduk di sampingnya, dan lagi ia kembali menyodorkan sebotol minum untuk Taeyeon.

“Kenapa kau tiap hari melakukan ini? padahal aku membawa minum sendiri Baekhyun..”

“Memangnya salah jika aku melakukan suatu hal yang baik padamu?”

Taeyeon menghadapkan wajahnya pada Baekhyun, lalu tersenyum canggung padanya.

“Hee..sebenarnya tidak, aku hanya tidak mau merepotkanmu saja..harusnya lain kali aku yang harus melakukan ini padamu..”

“Tidak usah, aku tidak mau diperlakukan seperti itu oleh seorang gadis..”

“Yaa!! Kenapa sekarang perkataanmu mulai menyudut ke arah gender? Itu tidak baik Baek..mau seorang wanita atau pria porsi aktivitas mereka sama saja. Termasuk aku yang berhak membantumu jika kau membutuhkan..”

Baekhyun sedikit mengerucutkan bibirnya, lalu mengangguk-ngangguk pelan tanda ia mengerti dan menerima perkataan Taeyeon.

“Arraseo..lain kali jika aku membutuhkan bantuan..aku akan segera memanggilmu..”

“Oke..akan kutunggu itu, anggap saja itu tanda terima kasihku karena selama waktu latihan ini kau sering membantuku..”

Setelah mengatakan itu, Taeyeon tersenyum tulus pada Baekhyun..menghangatkan suasana yang tadi sempat rusak karena protes Taeyeon. Melihat senyum Taeyeon itu, Baekhyun kembali merasakan sesuatu bergejolak di dalam dirinya. Ingin sekali ia mengklaim bahwa senyum indah itu hanya ditujukan padanya, dan ia sangat ingin gadis dengan wajah imut dan cantik ini hanya miliknya seorang. Tanpa sadar..tangan Baekhyun bergerak mendekati kepala Taeyeon yang kini tidak menghadap lagi padanya. Ia ingin mengelus lembut rambut sehitam malam itu..dan..

Brak!

Pintu ruangan latihan terbuka, dan menampilkan sosok namja bertubuh tinggi bersurai coklat karamel yang tengah menatap lurus pada dua orang yang tengah duduk itu.

“Sehun!!”

Taeyeon menyeru Sehun dengan riang..dalam seminggu ini ia sedikit sulit untuk berinteraksi dengan Sehun karena kesibukan masing-masing. Meskipun mereka bertemu di kelas, itu pun hanya sekedar saling menyapa dan obrolan-obrolan ringan saja yang mereka lakukan. Sehun lalu melangkahkan kakinya memasuki ruangan dan mendekati Taeyeon. Sesampainya ia di depan gadis itu, ia berjongkok di depannya dan melemparkan sebuah handuk kecil berwarna putih ke arah wajah Taeyeon.

“Hapus keringatmu, jangan sampai wajahmu itu menghasilkan kristal-kristal garam karena bulir-bulir keringatmu yang bercucuran itu!”

Taeyeon perlahan menurunkan handuk yang menutupi wajahnya, lalu menampakkan ekspresi kesalnya pada  Sehun. Bisa-bisanya namja ini berkata seperti itu padanya.

“Ya!! Oh Sehun! Tidak bisakah kau tidak mengusiliku satu hari saja?”

Sehun hanya tersenyum simpul mendengar makian Taeyeon yang biasa ia dengar itu.

“Justru karena itu Taeng, akhir-akhir ini aku sulit bertemu denganmu..makanya aku menjahilimu sekarang, hehe..”

Taeyeon segera mengacak gemas rambut namja yang ada di hadapannya itu. Begitu santainya tiap kali Sehun menjahili Taeyeon.

“Dasar bocah jangkung!!”

Baekhyun hanya bisa menatap interaksi yang terjalin antara dua orang di sampingnya ini dengan pandangan yang sulit diartikan. Ia hanya terdiam dan sesekali menggigit bibir bawahnya..ia sangat berharap seseorang yang tidak diundang itu segera angkat kaki dari sini.

Setelah Taeyeon sukses mengecak-ngacak rambut Sehun, gadis itu menghentikan aksinya dan beralih untuk meneguk minuman yang tadi diberikan oleh Baekhyun.

“Dasar bocah Taeng, rambutku jadi kusut begini..” ujar Sehun seraya merapikan rambut dengan jemarinya. Setelah itu ia memfokuskan pandangannnya pada Baekhyun, dan sesaat ia sedikit terkejut akan tatapan Baekhyun yang tajan diarahkan padanya. Dugaannya benar..pasti jika Sehun dan Taeyeon sedang bersama, Baekhyun menunjukkan gelagat lain padanya.

“Kenapa kau datang kemari?” tanya Baekhyun sarkatis.

“Aku hanya melihat kondisi latihan pengisi acara..aku baru pertamakali kesini..meskipun waktunya sudah sangat terlambat, tapi tak apa..setidaknya aku masih menemukan kalian berdua di sini..”

“Kau sudah melihat kami berdua kan? kenapa kau tidak beranjak untuk memeriksa yang lain?’

“Aha..yang lain tadi sudah aku cek, dan kalian ini bagian paling terakhir..lagipula, aku kesini sekalian untuk menjemput temanku yang berisik ini”

Mendengar apa yang dikatakan oleh Sehun, Taeyeon kemudian menimpalinya.

“Mwo? Kau menjemputku Sehun? apa tidak apa-apa? Kurasa latihan ini akan dilanjutkan..dan kau pasti sangat lelah jika harus menunggu kami selesai”

“kupikir..ini sudah larut malam Taeng, lagipula kau dan Baekhyun sudah cukup letih untuk latihan hari ini..dan kurasa..partnermu ini akan menyetujui jika latihan hari ini dicukupkan sampai sekarang”

Sesaat Sehun melirik ke arah Baekhyun, dan saat itu ia melihat Baekhyun memalingkan wajahnya ke arah yang lain dan mendelikkan matanya dari Sehun.

Taeyeon melihat ke arah Baekhyun, karena pandangan namja itu sedang terfokus pada yang lain perlahan ia menyentuh bahunya untuk membuat partnernya itu memalingkan wajah padanya.

“Baek, apakah latihannya mau dicukupkan sampai sekarang?”

Baekhyun hanya memendang lurus pada Taeyeon, lalu tak lama menundukkan wajahnya dan bangkit dari posisi duduknya.

“Terserah..lagipula temanmu itu sudah ada di sini untuk menjemputmu” tanggap Baekhyun dingin.

Sehun mengangkat sudut bibirnya mendengar hal itu, sebuah atmosfer yang aneh muncul menyelimuti kedua namja itu.

“Hei..ada apa dengan kalian? Aku tidak mengerti sikap kalian berdua seperti ini..” lerai Taeyeon karena ia mulai merasakan sesuatu yang terjadi di antara dua temannya itu.

Sehun ikut bangkit dari posisi duduknya, lalu menyodorkan tangannya untuk membantu Taeyeon berdiri. Tak lama uluran tangannya itu disambut oleh Taeyeon, dan gadis itu menggunakannya untuk menumpu badannya berdiri.

“Ya..untuk malam ini Baekhyun-ssi..kau tidak perlu mengantar Taeng pulang..serahkan padaku saja dan nikmati waktumu”

Baekhyun sama sekali tidak menanggapi perkataan Sehun, ia langsung beranjak dari tempatnya lalu menyambar tasnya dengan cepat lalu segera keluar meninggalkan ruangan.

Melihat pemandangan itu, Taeyeon merasakan perasaannya tidak enak. Kenapa Baekhyun bisa bertingkah dingin seperti itu?

“Hei! Apakah seperti itu sikapmu pada teman baru kita? Tidakkan itu sedikit melebihi batas?” protes Taeyeon pada Sehun.

“Tenang saja Taeng..itulah cara berkomunikasi kita sebagai namja..kau tidak akan pernah paham, dan cara namja berinteraksi itu jauh berbeda dengan apa yang biasa dilakukan oleh yeoja..”

“Hmm, jadi namja itu memang suka bersikap kasar seperti ini ya? bahkan dengan temannya sekalipun? Akhirnya aku tahu..dari mana sikap usilmu itu berasal”

“Haha, sikap usilku itu hanya untukmu Taeng..”

Sehun tersenyum pada Taeyeon, dan beberapa detik menatap kedua matanya. Sesaat setelah itu ia berjalan mendahului Taeyeon menuju pintu keluar.

“Ayo cepat, nanti terlalu malam..”

“Ya, Sehun! Tungguuu..”

***

Taeyeon membereskan buku dan semua peralatan belajarnya ke dalam tas. Jam pelajaran untuk hari ini sudah berakhir dan ia akan bersiap-siap kembali untuk melakukan latihan rutinnya bersama Baekhyun. satu persatu teman-teman sekelasnnya meninggalkan ruangan kelas, hingga menyisakan suasana ruangan yang mulai tenang karena suara-suara yang dihasilkan oleh teman-temannya itu berangsur-angsur berkurang. Taeyeon menyampirkan tas dengan warna merah marun itu ke bahunya, lalu berjalan mendekati meja partnernya itu.

“Annyeong Baek..”

[…]

Tidak ada jawaban, Baekhyun bungkam sambil membereskan buku-bukunya lalu dimasukkannya ke dalam tas. Mendapati Baekhyun tidak meresponnya, Taeyeon berpikir mungkin ini karena kejadian semalam. Sehun memang sangat berlebihan..bisa-bisanya dia merusak mood partnernya ini.

“Umm, apakah kau marah karena kejadian semalam Baek?”

[…]

Baekhyun masih tidak merespon, kali ini ia telah selesai memasukkan buku-buku ke dalam tasnya. Lalu segera menyampirkan tas punggung hitamnya itu ke bahu kirinya. Ia beranjak dari kursi yang didudukinya dan melangkah melewati Taeyeon yang masih berdiri di samping mejanya.

“Ahhh, gawat dia benar-benar marah!”

Taeyeon segera menyusul Baekhyun dengan langkahnya yang sedikit cepat, berusaha mensejajarkan langkahnya dengan namja bersurai hitam itu.

“Baek, kau akan latihan untuk hari ini kan? aku sudah membuatkan bekal makanan untukmu..kali ini setelah latihan kita bisa makan dulu, kau harus memakannya ya? jangan sia-siakan makanan ini..aku tidak bisa jika memakannya sendirian..”

Langkah pendek Taeyeon tidak bisa menyeimbangi langkah lebar Baekhyun yang terkesan cepat. Dalam sekejap, Baekhyun meninggalkan Taeyeon beberapa langkah di belakangnya dan masih tidak menanggapi ocehan gadis itu. Taeyeon tidak tahan lagi saat ini, ia tidak mau jika diabaikan terus menerus oleh partnernya itu.

“Yaa, Byun Baekhyun!!”

Suara nyaring Taeyeon itu bagaikan mantra bagi Baekhyun. Namja itu tiba-tiba menghentikan langkahnya, dan diam di tempatnya. Beberapa saat setelah itu, ia membalikkan tubuhnya lalu berjalan ke arah Taeyeon sambil memandang kedua matanya lurus. Tak ada seulas senyum pun yang terlihat di paras tampannya itu. Langkah Baekhyun semakin mendekati Taeyeon, dan bagi Taeyeon tatapan Baekhyun saat ini cukup tajam untuknya. gadis itu tidak mengerti apa yang akan dilakukan oleh Baekhyun sekarang. Tiba-tiba Taeyeon merasakan tangan Baekhyun memegang kedua bahunya, lalu dengan mudah kedua tangan Baekhyun itu menggerakkan tubuh Taeyeon ke belakang dan memojokkan tubuhnya di dinding yang ada di sampingnya. Taeyeon mengernyit saat permukaan punggungnya itu bersentuhan dengan dinding yang dingin.

Baekhyun tetap memandang Taeyeon tajam, seolah ingin menggali sesuatu yang ada di kedua manik indah gadis itu. pegangannya pada bahu Taeyeon semakin kuat..dan ia semakin mendekatkan wajahnya pada Taeyeon. Gadis itu merasakan sesuatu yang tidak beres akan terjadi padanya, kemudian ia memejamkan kedua matanya karena tidak kuasa untuk menatap wajah Baekhyun yang hanya berjarak beberapa sentimeter saja dari wajahnya. Taeyeon merasakan dirinya benar-benar terpojok saat ini.

“Hehe..”

Keheningan yang sempat tercipta beberapa menit di antara Baekhyun dan Taeyeon pecah seketika saat suara baritone itu melesak dari mulut Baekhyun. perlahan Taeyeon membuka kedua kelopak matanya dan ia mendapati Baekhyun tengah tersenyum padanya. Senyum yang indah..namun terselip kejahilan dari bibirnya itu.

“Ternyata begini ya reaksimu saat kukerjai? Menarik juga..kau gadis yang pantang menyerah”

Seketika Taeyeon membelalakan kedua matanya. Jadi selama ini Baekhyun hanya mengerjainya saja? ahhh, ini keterlaluan. Kenapa orang yang menjahilinya ini bertambah satu?

Baekhyun masih tersenyum padanya, hingga tidak menyadari tangan Taeyeon tengah bergerak mendekati dahinya, dan beberapa detik kemudian terjadi sesuatu yang tidak pernah Baekhyun duga.

Ctak!

Dengan santainya Taeyeon menyentil dahi Baekhyun dengan jarinya. Laki-laki di hadapannya itu meringis kesakitan karena ulah Taeyeon itu. nampaknya itu benar-benar sakit..hingga dahi Baekhyun terlihat merah karena sentilan Taeyeon itu.

“Apa yang kau lakukan? Ini sakit sekali…tak kusangka gadis secantik dirimu ternyata mempunyai sisi bengis di balik jarimu itu..”

Sesaat setelah mengatakan itu Baekhyun beranjak dari hadapan Taeyeon dan berlari kecil meninggalkannya, menghindari segala kemungkinan jika Taeyeon marah karena ucapannya itu.

Taeyeon memperhatikan gerak-gerik Baekhyun sambil tetap membelalakkan matanya, tidak percaya akan apa yang dikatakan oleh namja bermata sendu itu. Taeyeon segera berlari mengejar Baekhyun berharap ia bisa menyentil dahi namja itu sekali lagi.

“Byun Baekhyun, tunggu akuuu!!”

***

Ruangan yang dipenuhi oleh cermin-cermin besar di setiap sudutnya itu terisi oleh suara musik halus yang menggema sejak tadi. mengiringi dua orang yang terus melakukan gerakan-gerakan dinamis dan indah mengikuti alunan musik tidak berhenti mengiringi mereka.

Taeyeon berkonsentrasi pada gerakan-gerakan dan langkahnya, beberapa kali ia melompat sesuai dengan ritme musik dan beberapa kali tangannya beratutan dengan Baekhyun mengikuti rangkaian gerakan dansa dan tempo yang telah mereka tentukan. Semakin hari, gerakan-gerakan tari yang mereka lakukan semakin teratur dan kesiapan diri mereka untuk menampilkan tarian itu semakin matang.

Baekhyun merasakan kebahagiaan meletup-letup dalam dirinya, karena semakin hari hubungannya dengan Taeyeon lebih dekat dan setiap hari mereka melewatkan waktu hanya berdua, ya meskipun terkadang manusia bernama Sehun itu selalu mengganggunya dengan berbagai alasan menggunakan otoritasnnya sebagai ketua Osis dan sebagai sahabat Taeyeon.

Detik demi detik yang ia lalui, tak pernah sedikitpun Baekhyun melepaskan perhatiannya pada Taeyeon. Setiap inci dari bagian diri Taeyeon terlalu berharga untuk ia lewatkan. Akhirnya kerinduannya yang selama ini terpendam di dalam dirinya sedikit demi sedikit mulai tersalurkan karena seseorang yang amat ia rindukan itu akhir-akhir ini selalu bersamanya.

Ya, bagaimana ia tidak merindukannya..itu sudah lama sekali.

Di hadapannya Taeyeon melakukan gerakan-gerakan balet penuh konsentrasi. Sesekali ia meloncat dan menggerakkan kakinya secara teratur, sejak tadi Taeyeon merasa dirinya menari sendirian. Ada apa dengan Baekhyun? dia hanya berdiri di hadapannya dan menatap lurus padanya. Taeyeon melihat Baekhyun dari sudut matanya, mencari sesuatu dari tatapan Baekhyun itu. Taeyeon melihat tatapan itu lagi..tatapan seolah Baekhyun menyimpan sebuah keinginan terhadapnya, tatapan misterius sekaligus mendamba pada dirinya.

Krek!

Karena konsentrasinya buyar, Taeyeon salah melangkahkan kakinya dan berakhir dengan kondisi kakinya yang terkilir. Gadis itu sangat terkejut, rasa sakit dan ngilu langsung menjalar dari kakinya dan merambat ke seluruh tubuhnya. Tubuhnya goyah..namun sebelum tubuh Taeyeon ambruk di atas lantai, Baekhyun dengan cepat menghampirinya dan meraih tubuhnya ke dalam pelukannya.

Baekhyun terkejut, rasa panik mulai menjejali dirinya..bodoh sekali ia, sampai-sampai bentuk perhatian yang ia lakukan itu merenggut keselamatan Taeyeon. Baekhyun segera mendudukkan Taeyeon di sebuah kursi yang ada di ruangan itu lalu segera membuka sepatu yang membalut kakinya yang terkilir tadi. Taeyeon meringis, air mata perlahan melesak dari kedua matanya. Ia baru kembali merasakan rasa sakit seperti ini..sangat ngilu, ia berpikir tulang kakinya itu retak kali ini.

Isak tangis Taeyeon mulai memenuhi pendengaran Baekhyun, gadis ini pasti sangat kesakitan..hati Baekhyun seperti teriris mendengar tangisnya. Perlahan ia memijat kaki Taeyeon dan urat-urat kaki Taeyeon yang tegang saat ini. ketika tangan Baekhyun menyentuh permukaan kaki Taeyeon, tangisnya semakin menjadi..ia merasakan sakit yang sangat saat Baekhyun menyentuh kakinya. Namun demi kesembuhannya Baekhyun tetap memijat kaki Taeyeon dengan perlahan.

“Baekhyun..kakiku sakit sekali..hiks…”

“Tahanlah sedikit, aku akan meluruskan ototmu yang tegang..”

Seberkas sinar muncul dari kedua telapak tangan Baekhyun, dan samar-samar Taeyeon merasakan kehangatan menyentuh permukaan kakinya yang sakit. Lalu sebelah tangan Baekhyun memegang pergelangan kaki Taeyeon, sementara yang satunya menumpu telapak kakinya, perlahan Baekhyun menarik kaki Taeyeon dalam satu hentakan.

Krek.

Bertepatan setelah bunyi kaki Taeyeon yang ditarik itu, jeritan keras keluar dari mulut Taeyeon. Tangisnya kembali, tapi Baekhyun tetap berusaha mengelus lembut kaki Taeyeon sambil menjalarkan hawa hangat padanya. Entah Taeyeon menyadari atau tidak, seberkas cahaya dari kedua telapak tangan Baekhyun itu muncul sejak tadi dan sampai sekarang belum menghilang. Perlahan rasa hangat itu menghilangkan rasa sakit di kakinya dan tergantikan oleh perasaan nyaman. Sentuhan Baekhyun bagaikan obat penenang sekaligus pereda rasa sakit bagi Taeyeon. Seiring dengan itu, tangisnya pun mereda dan perlahan perasaannya mulai tenang. Ia melihat Baekhyun yang kini ada di bawahnya dan memegang kakinya. Dalam hati Taeyeon sangat berterima kasih, berkat Baekhyun rasa sakit di kakinya perlahan menghilang.

“Baek..terima kasih kakiku sud—“

Ucapan Taeyeon mendadak terhenti, karena ia melihat sekaligus merasakan ciuman di betis rampingnya. Bibir Baekhyun menyapu permukaan betisnya dengan halus..sebuah sentuhan yang menyenangkan sekaligus memberikan sensasi aneh saat permukaan halus dan basah itu menyentuh kulitnya. Taeyeon masih terpaku pada Baekhyun..ia seperti pernah mengalami hal ini..ada sesuatu muncul di dalam benaknya seperti de Javu.

“Baek..”

Baekhyun masih menciumi betis Taeyeon, dan kali ini ciuman itu berubah menjadi lumatan pelan. Taeyeon merasakan sensasi aneh lagi..ada sesuatu muncul di dalam tubuhnya..ciuman Baekhyun menghantarkan gelenyar aneh seperti listrik yang perlahan membangkitkan suatu gairah dalam dirinya. Merasa tak tahan akan hal ini Taeyeon segera membungkukkan dirinya dan meraih wajah Baekhyun dengan kedua tangannya, berusaha mengangkat wajah namja itu agar ia berhenti menciuminya.

Taeyeon telah meraih wajah Baekhyun, dan kini ia merasakan tulang rahang namja tampan itu dalam genggamannya. Ia segera menghadapkan wajahnya dengan namja itu, tapi beberapa detik kemudian suatu hal mengejutkan Taeyeon.

Ia melihat kedua mata Baekhyun berwarna biru, bening bagaikan kristal.

Manik biru itu menatap penuh pada Taeyeon, seketika Taeyeon terkejut dan mengernyitkan keningnya. Kenapa bisa seperti ini?

“Baek, ada apa dengan matamu?”

Baekhyun yang sejak tadi terdiam, mulai tersadar akan pertanyaan Taeyeon barusan. Ia merasakan ada sesuatu yang berubah dari tubuhnya, ah..jangan-jangan..matanya.

Baekhyun segera melepaskan tangan Taeyeon yang sedang menangkup wajahnya, lalu menundukkan wajah dan menggelengkan kepalanya. Berharap warna matanya kembali menjadi hitam.

“Baekhyun, kau tidak apa-apa? Kenapa warna matamu berubah?”

Setelah merasakan warna matanya kembali normal, Baekhyun memberanikan dirinya kembali untuk menatap Taeyeon lalu tersenyum padanya, berharap Taeyeon tidak menganggap serius apa yang terjadi tadi.

“Ah..tidak aapa-apa..mungkin kau hanya salah lihat, mataku berpendar karena sinar lampu berwarna yang ada di atasmu..jangan anggap serius..”

“Tapi aku yakin Baek, warna matamu berubah beberapa detik tadi..”

Baekhyun menaruh telapak tangannya di lutut Taeyeon lalu mengusapnya pelan, memberikan sebuah keyakinan lewat sentuhan itu.

“Sudahlah..kau mungkin sedikit merasa pusing karena rasa sakitmu tadi, kita harus mengakhiri latihan sekarang..kau perlu mengistirahatkan tubuhmu terutama kakimu, sekarang aku akan mengantarkanmu pulang..”

“Baiklah..Baek terima kasih atas pertolonganmu..kau seperti seorang dokter dengan tangan ajaib..karena tindakanmu tadi kakiku sudah tidak terasa sakit lagi..”

Baekhyun tersenyum simpul mendengarnya, dalam hatinya terbersit rasa bersalah akan hal ini.

“Ini juga salahku..aku yang tadi menyebabkan konsentrasimu buyar, hingga kakimu terkilir saat menari..mianhe”

Taeyeon segera menggelengkan kepalanya dan tersenyum tulus pada Baekhyun, ia merasa namja ini tidak bersalah akan insiden ini.

“Anya..ini adalah takdir Baekhyun..aku sama sekali tidak berhak untuk menyalahkanmu, justru kau adalah orang yang berjasa karena telah menolongku”

Seulas senyum kembali terukir di bibir Baekhyun, hatinya menghangat karena ucapan Taeyeon.

“Kajja, kita pulang sekarang..”

Baekhyun mengambil tas Taeyeon dan tasnya, lalu disampirkan di bahu jenjangnya. Setelah itu ia menghampiri Taeyeon dan meraih tubuh gadis itu dalam pangkuannya.

“Haaa, Baek..tidak usah aku bisa jalan sendiri..”

“Jangan protes, kau ingat kan aku mengatakan apa tadi padamu? Kakimu harus diistirahatkan. Sudahlah, sekarang peluk leherku..”

Taeyeon mengangguk ragu, lalu dengan perlahan ia mengalungkan kedua tangannya pada leher jenjang Baekhyun. Sekilas namja itu tersenyum, saat merasakan permukaan kulit Taeyeon bergesekan dengan permukaan kulit lehernya. setelah itu ia membawa Taeyeon keluar ruangan dan segera menuju mobilnya.

***

Suara deru mesin halus mengiringi saat mobil Baekhyun menepi di depan rumah Taeyeon. Dengan digap, Baekhyun segera beranjak dari kursi kemudinya kemudian membukakan pintu mobil untuk Taeyeon. Saat pintu itu terbuka, Baekhyun segera membantu Taeyeon dan memapahnya untuk berjalan menuju pintu pagarnya.

“Sudah Baek, sampai di sini saja..”

“Kau yakin tidak apa-apa? Aku akan mengantarmu sampai ke dalam rumah..”

“Tidak usah..jika orangtuaku melihatku seperti ini mereka akan khawatir, dan sifat over protektifnya pasti akan kambuh. Aku baik-baik saja Baek..”

“Baiklah kalau itu maumu..istirahatlah beberapa hari, aku akan memberitahukan ini pada Sehun agar mengizinkanmu libur latihan..”

“Jangan Baek, kukira sakit di kakiku ini tidak akan lama..aku tidak mau mengecewakannya. Simpan saja ini sebagai rahasia kita berdua saja ya?”

Sesaat Baekhyun terdiam, memikirkan permintaan Taeyeon itu.

“Haaah, baiklah kalau begitu. Jaga dirimu..selamat malam..”

Baekhyun mengusap lembut rambut hitam Taeyeon sebelum ia beranjak dari hadapannya. Pada saat itu, Taeyeon merasakan sesuatu yang aneh kembali muncul di dalam dirinya. jantungnya berdetak lebih cepat saat tangan Baekhyun membelai lembut kepalanya. Hatinya menghangat saat ia memperhatikan kedua mata Baekhyun yang menatap sendu dirinya. Tanpa Taeyeon sadari, sosok Baekhyun sekarang ini telah membuatnya terpesona. Kedekatan mereka yang telah terjalin selama beberapa waktu ini telah menorehkan kesan positif dalam diri Taeyeon. Perlakuannya yang selalu baik, senyum menawan yang hanya Baekhyun tujukan untuk dirinya..dua hal itu cukup untuk membuat Taeyeon bahagia dan terkesan akan teman barunya ini. Tapi, di lubuk hati Taeyeon yang paling dalam ia merasakan hal lain dari kedekatan ini, pasalnya ia baru pertama kali merasakan perasaan semacam ini dengan teman lelakinya. Padahal Sehun juga selalu melakukan hal yang sama persis Baekhyun lakukan padanya, tapi..kenapa tanggapannya pada pria ini berbeda?

Masih dengan posisi berdiri di samping pintu pagarnya, Taeyeon memperhatikan punggung Baekhyun yang semakin jauh darinya. Hingga Baekhyun menaiki mobil lalu perlahan mobil berwarna hitam itu beranjak dari hadapannya. Taeyeon terpaku..dan ia masih ingin menumpukan pandangannya pada sosok Baekhyun.

Dengan langkah hati-hati, Taeyeon mulai memasuki pekarangan rumahnya dan berjalan perlahan menuju pintu masuk. Ia memutar kunci pintu, lalu perlahan setelah kuncinya terbuka ia membuka pintunya dan melangkahkan kakinya memasuki rumah.

“Aku pulang..” ujarnya perlahan.

Saat Taeyeon membuka sepatunya, ia melihat ke dinding di sebelah kanannya..dan mendapati sebuah notes tertempel di sana. Ini memang sebuah kebiasaan di keluarga Taeyeon, jika ada sesuatu yang perlu disampaikan..dinding yang terletak di dekat pintu masuk ini adalah sebuah media untuk menyampaikan pesan selain melalui handphone. Taeyeon mengambil notes itu dan membaca pesan yang tertulis di sana.

“Untuk uri Taeyeonni: Eomma dan Appa sekarang sedang pergi ke rumah paman Jun, kemungkinan akan pulang tengah malam..jangan tunggu kami, segeralah makan dan istirahat…ketika kau bangun, kami pasti sudah ada di rumah..jaljayo honeyy ^^”

Taeyeon tersenyum, kemudian sejenak menghela nafasnya. Untunglah kedua orangtuanya sedang tidak ada di rumah..jika mereka ada sekarang, Taeyeon tidak bisa membayangkan betapa paniknya mereka ketika melihat Taeyeon berjalan sedikit tertatih. Eomma Taeyeon pasti segera menyerbunya dengan pertanyaan penuh kekhawatiran bertubi-tubi.

Taeyeon kembali menyeret kakinya yang masih terasa tegang menuju kamarnya. Ia ingin segera istirahat dan membaringkan dirinya di kasurnya yang empuk. Dengan susah payah ia menaiki tangga menuju kamarnya, dalam hatinya Taeyeon sedikit menggerutu kenapa dulu ia memilih kamarnya berada di lantai dua? ternyata dengan kondisi seperti ini..letak kamar Taeyeon yang berada di atas sangat menyulitkannya.

Segera setelah membuka pintu kamarnya, Taeyeon meletakkan tas nya di kursi belajarnya lalu ia segera menghampiri tempat tidurnya. Taeyeon mendudukkan dirinya di pinggir tempat tidurnya itu dan mengusap perlahan kakinya yang terkilir. Meskipun sudah tidak begitu sakit, tapi kakinya masih terasa tegang. Kembali ia memuji Baekhyun di dalam hatinya yang telah membuat kakinya tidak sesakit tadi saat beberapa detik setelah ia terkilir. Seulas senyum terukir di bibirnya, dan setelah itu dalam benaknya muncul bayangan ketika Baekhyun yang tiba-tiba menciumi betisnya. Detik itu juga Taeyeon kembali merasakan jejak-jejak ciuman Baekhyun di betisnya. Rasanya begitu lembut..meskipun sedikit geli tapi memberikan rasa nyaman bagi Taeyeon. Taeyeon perlahan menaikkan tangannya ke betisnya dan mengusapnya lembut. Kenapa Baekhyun bisa melakukan hal itu padanya? Menciumi betis? Itu adalah sebuah hal yang tidak biasa. Orang lain pasti memberikan ciuman di kening, pipi ataupun bibir. Tapi Baekhyun? kenapa ia bisa lakukan hal itu? Taeyeon kembali memusatkan perhatian pada kakinya, lalu perlahan menggerakkan kakinya yang terkilir itu. Ia berpikir apa Baekhyun melakukan hal itu untuk menenangkan perasaannya? atau berniat sejenak mengalihkan rasa sakit di kakinya?

Rona kemerahan mulai muncul di kedua pipi Taeyeon, saat bayangan bibir Baekhyun yang menyentuh permukaan kulitnya terlintas di benaknya. Ahh, apa ini? kenapa bisa seperti ini?

Taeyeon beralih dari posisi duduknya dan membaringkan dirinya di tempat tidur. Menatap langit-langit kamarnya sambil merentangkan kedua tangannya.

“Baekhyun..” dengan lembut sebuah nama itu terucap dari bibirnya.

“You’ve got a message~~”

Tiba-tiba sebuah suara menginterupsi Taeyeon, suara yang terkesan imut itu kini menjadi suara yang menyebalkan di telinganya.

“Argh, aku lupa..handphone-ku ada di dalam tas..”

Dengan malas Taeyeon bangkit dari posisinya dan beranjak perlahan dari tempat tidurnya, lalu berjalan menuju kursi belajar tempat ia meletakkan tasnya tadi.

Taeyeon membuka relsleting tasnya, lalu mengambil handphonenya. Kini benda berbentuk kotak yang berwarna putih itu ada di dalam genggamannya. Displaynya menunjukkan ia telah menerima sebuah pesan teks.

Taeyeon menekan gambar kecil berbentuk amplop itu dan tak lama isi pesan itu terlihat olehnya.

From Baekhyun

“Apa besok kau akan pergi ke sekolah?”

“Aigoo, ternyata ini adalah pesan dari Baekhyun. Apakah dia mendengar saat tadi aku mennyebut namanya?”

Batin Taeyeon terusik, tiba-tiba ia merasakan jantungnya memompa darahnya lebih cepat. Ia merasakan sesuatu berdesir di dalam perutnya.

Dengan tatapan serius, Taeyeon menekan tombol relpy hingga papan tombol huruf muncul dalam displaynya. Taeyeon menggigit bibir bawahnya, kenapa saat membalas pesan dari Baekhyun ia bisa jadi seserius ini?

To Baekhyun:

“Ne, tentu saja. Tidak ada alasan untukku tidak pergi sekolah. Memangnya kenapa?”

Taeyeon segera menekan tombol sent, lalu menutup matanya beberapa saat. Tidak lama kemudian ia menerima balasan dari Baekhyun.

From Baekhyun:

“Ani, aku hanya ingin menanyakannya saja. Selamat malam, bermimpilah yang indah..”

Taeyeon bagaikan melayang saat ia membaca seuntai kalimat yang dikirimkan oleh Baekhyun itu. Senyum yang cukup lebar terukir di bibirnya, dan ia kembali merasakan panas yang aneh di kedua pipinya. Ia membalikkan badannya lalu berjalan ke arah tempat tidurnya. Menjatuhkan dirinya dengan ringan di atas kasur empuk miliknya. Pandangannya masih bertumpu pada pesan teks dari Baekhyun itu, masih dengan senyumnya yang seperti sulit menghilang dari bibirnya.

Taeyeon memejamkan matanya, berusaha menghadirkan sosok Baekhyun di dalam pikirannya. kenapa baru sekarang ia menyadari bahwa Baekhyun begitu perhatian padanya? terlebih lagi dia adalah seorang lelaki dengan paras yang sangat tampan, apakah ia tidak melihatnya dengan baik? Taeyeon begitu kalut saat ini. Beribu pertanyaan muncul di dalam pikirannya. Saat membayangkan Baekhyun dalam benaknya, tiba-tiba ia teringat akan warna mata Baekhyun yang berubah tadi. Warna biru..warna yang sangat indah, warna itu sangat cocok untuk Baekhyun..itu menambah kharismanya.

Tapi, ada sesuatu yang mengusiknya. Kenapa ia seperti pernah melihat manik warna biru itu? entah dimana dan kapan..rasanya Taeyeon pernah melihat warna mata dengan biru seperti itu.

Taeyeon segera menepis pikirannya itu lalu memejamkan matanya kembali, berusaha menenangkan dirinya dan beranjak ke dalam alam bawah sadarnya.

Pagi menjelang, Taeyeon tengah mempersiapkan dirinya untuk berangkat sekolah. Tidak seperti biasanya, kali ini Taeyeon mempersiapkan dirinya sedikit lambat karena rasa ngilu yang masih mendera di kakinya. Dan saat ini, ia tengah menyisir rambutnya di depan cermin berukuran sedang yang ada di kamarnya.

Tok tok tok

Terdengar seseorang mengetuk pintu kamar Taeyeon. Tanpa bertanya pun, Taeyeon tahu ini siapa. Eommanya.

“Ne eomma..buka saja..”

Tak lama setelah mengatakan itu, pintu kamar Taeyeon pun terbuka, dan terlihat eomma Taeyeon muncul dari celah pintu itu.

“Taeyeon, bergegaslah..temanmu di bawah sudah menunggu..”

“Ne..katakan pada Sehun untuk menunggu sebentar lagi..”

“Kali ini bukan Sehun, ini temanmu yang lain..”

Seketika Taeyeon menghentikan gerakannya dan melihat ke arah eommanya.

“Mwo? Siapa temanku itu?”

“Temanmu itu berambut hitam..dan namanya Baek…Baek apa ya..”

Mendengar nama itu, Taeyeon langsung membelalakkan matanya.

“Baekhyun?!”

“Ne..iya namanya Baekhyun. cepatlah ia sudah menunggumu dari tadi..tumben sekali Sehun tidak datang menjemputmu, apa terjadi sesuatu dengannya?”

“Ani..aku juga tidak tahu..dia belum memberiku kabar, ngomong-ngomong sekarang dibawah dia sedang apa?”

“Dia sedang berbincang dengan appa..cepatlah, kasihan dia sudah menunggumu dari tadi..”

“Ne eomma, sedikit lagi aku selesai!!”

Dalam sekejap Taeyeon langsung merapikan rambutnya, lalu menyambar tas sekolahnya dan menghampiri eommanya.

Taeyeon berjalan beriringan dengan eommanya, hingga langkah mereka membawa mereka menuju tangga. Taeyeon memperhatikan Baekhyun yang berada di bawah sana dari atas. Merasa di perhatikan, Baekhyun mendongakkan wajahnya hingga pandangannya bertemu dengan Taeyeon (bayangkan adegan ketika Jack menatap Rose [Titanic] saat menunggu kedatangannya di bawah tangga ^^) Baekhyun tersenyum, dan menatap Taeyeon yang juga sedang menatapnya. Gadis itu terlihat seperti membeku, ia tidak langsung membalas senyumnya. Namun beberapa detik kemudian, gadis itu nampak tersadar dan memberikan seulas senyumnya pada Baekhyun. Perlahan Taeyeon menuruni tangga, dan langkahnya itu membawanya semakin dekat dengan Baekhyun. Lagi-lagi Taeyeon merasa aneh pada dirinya sendiri, kali ini ia merasakan langkahnya begitu berat saat Baekhyun menatapnya.

“Kenapa kau menjemputku hari ini?” tanya Taeyeon setelah ia berada di hadapan Baekhyun.

“Karena aku ingin..apa kau keberatan?”

“Emm..sebenarnya tidak, hanya saja..apa kau tidak menceritakan tentang hal kemarin?”

“Tidak..kemarin kan kau sudah mengatakan bahwa hal itu hanyalah rahasia kita berdua, aku senang mempunyai suatu rahasia denganmu..”

“Ha..h, dasar kau ini. Di waktu sepagi ini kau sudah bisa mengatakan hal seperti itu..”

Eomma Taeyeon yang melihat kedua anak muda itu asik berbincang, segera menghampiri mereka. Ia khawatir mereka akan terus mengobrol dan melupakan waktu yang semakin dekat menuju jam masuk sekolah.

“Hei, kalian jangan berbincang terus..lihat, ini sudah jam berapa..ayo cepat berangkat”

Taeyeon dan Baekhyun tersadar dari dunia mereka berdua, segera setelah itu mereka pamit pada eomma dan appa Taeyeon lalu berjalan menuju keluar rumah dan memasuki mobil Baekhyun yang diparkir di depan rumah Taeyeon.

“Yeobo, kenapa Taeyeon selalu dikelilingi namja-namja yang bersinar di sekelilingnya?”

“Entahlah sayang..mungkin karena Taeyeon mewarisi kecantikanku..”

Appa Taeyeon yang tadinya memusatkan perhatiannya pada anaknya di depan, beralih dan memalingkan wajah pada istrinya.

“Mwo? Apa aku tidak salah dengar?”

“Yaa!! Bisa-bisanya kau berkata seperti itu padaku, padahal saat kau melamarku kau menyerahkan seribu puisi yang mendeskripsikan betapa hebat kecantikanku ini. Hemh..mungkin karena faktor usia yang makin menua, kadar keromantisanmu juga jadi kadaluarsa..”

Selesai mengatakan itu, eomma Taeyeon beranjak dari sisi suaminya dan masuk ke dalam rumah, dengan ekspresi yang tidak bisa dikatakan sedang ramah.

“Aigoo, apa aku terlalu berlebihan? Aku kan hanya bercanda.. hei, sayang..dengarkan aku..aku punya satu puisi untukmu di pagi hari ini..”

***

Sepanjang jalan, keheningan menyelimuti suasana di dalam mobil Baekhyun. Namja dengan surai hitam itu fokus mengemudi, sementara Taeyeon hanya terdiam menghadap jendela dan melihat pemandangan di luar sana. Namun sesekali ia mencuri pandang dan melihat wajah Baekhyun yang baginya terlihat sangat tampan jika dilihat dari samping.

“Ah..kenapa aku jadi selalu ingin melihatnya? Sejak kapan rasa penasaranku terhadapnya ini tumbuh?”

Taeyeon tidak henti-hentinya menggerutu di dalam hati. Pasalnya, keinginan dan perasaannya itu tidak selaras. Di satu sisi, ia menyadari bahwa ia mulai menyukai Baekhyun..namun di sisi yang lain..ia tidak menerima akan hal ini, baginya ini terlalu cepat..apalagi Baekhyun merupakan seseorang yang baru ia kenal.

“Kenapa? Menikmati ketampananku?”

Taeyeon membulatkan kedua matanya lebar, pernyataan skeptis Baekhyun itu memecah keheningan di antara mereka berdua.

“Woa, daebak! Kenapa kau bisa berkata seperti itu tuan Byun? Apa maksudmu dengan ‘menikmati’?”

“Tidak, hanya saja aku ingin menegaskan..jika kau ingin menatapku kau tak perlu curi-curi seperti itu. kau mempunyai kebebasan dan hak akan itu. Aku tidak akan melarangnya”

Sejenak Baekhyun memalingkan wajahnya pada Taeyeon lalu tersenyum padanya, membuat pipi gadis itu merona malu.

“S-siapa yang mencuri-curi? aku bukan pencuri..dan aku tidak mau menatapmuuuu!”

Taeyeon merengut lalu mengerucutkan bibirnya, kembali memalingkan wajahnya pada jendela mobil dan melemparkan pandangannya keluar.

Baekhyun terkekeh mendengar ucapan Taeyeon. Hatinya terasa menghangat akibat hal ini.

“Aku senang..kau mulai menaruh perhatianmu padaku..”

To Be Continued..

 

Ps: Halo teman-teman apa kabar…DWLM chapter 4 udah update nih..tapi maaf telat plus isinya dikit banget..maafkan, saya terserang write block akhir-akhir ini karena konsentrasi saya terbagi-bagi sama hal lain, soalnya saya udah mulai kerja sekarang..huhu~~

Buat chap 5 nya ditunggu ya..dan maaf penjelasan tentang Erika nya gak jadi di chap ini, kemungkinan di chapter depan..tunggu aja ya..

Makasih banget udah baca sampe TBC..jangan lupa komennya.. ^^ see you My lovely reader-nim..

Advertisements

74 comments on “Devil Who Loved Me (Chapter 4)

  1. Taeng mulai suka baek? Huaaa bagemana sama sehun oppa? Moment sehun taeng berkuranggg ): ditunggu next chapternya thorrrrrrr. Hwaiting hwaitingggg ff nya bagus keren kok >< ^^

  2. Uwaaa daebakkk 😄 terkadang datengnya si sehun bikin sebel nih 😅 taeyeon mulai suka sama baekhyun jugaaa 😍 kyaaaaa, please update soon authornimm banyakin lagi baekyeon momentsnya XD Hehe

  3. cie Taeng eonni mulai suka Baekhyun oppa.. next chap gimana yah? eits, Sehun CB yah ama BaekYeon.. aa seru deh liat konfliknya, next yaa thorr.. sorry telat komennya 🙂

  4. Aiceee Baek oppa cemburu 😂
    Sehun oppa merusak BaekYeon moment nih haha
    Uhuk uhuk/? Taeng eon suka sama Baek oppa nih
    Next thor

  5. kyaa,, aku makin suka ama ff ini..,
    kapan momen sehun berantem ama baekhyun??? jadi penasaran..,
    aku tunggu kelanjutannya ya kak.., fighting!!?! 😀

  6. kyaaa baekyeon.. ♥♥ penasaran tingkat dewa ini mah thor..!!! ecieeee taeng udah suka sama baek cuit cuit.. thor apa maksud author itu taeyeon itu reinkarnasi dari erika thor **sok tau -_-“* butuh banyak banget penjelasan tentang ff ini nih jadinya penasaran banget.. sebenernya baek itu apa? erika siapa? klo emng taeyeon reinkarnasi dari erika trusan apa yg terjadi sama erika °∆°?? kepo banger nih thor..

    semangat thor nulis ff nya ^^

    oh ya thor mian ya aku gk ninggalin jejak d part sebelumnya abisnya baru baca tadi..

  7. Daebak thor. Lanjuut yaa.
    Waah, ga kebayang gimana rasanya pikiran author kebagi antara kerjaan dan bikin ff. Semangat yaa thor!!
    Keep writing ne!!

  8. Ff ini bikin gemessshhhhh .. so sweet sekaleeeeeeee.. romance. feel nya dpt bgt… eh kok tiba2 mata baekhyun jd biru kenapa ya?? Nest chaptnya di tunggu yaw

  9. Jadi ceritanya Baekhyun dan Taeyeon uda mulai deket di chap ini.. Baekhyun hebat deh, bisa sampe jemput Taeyeon pagi2 bicara sma papanya Taeyeon kkk~
    Terus Sehunnya gimana dong?

  10. Pingback: Devil Who Loved Me [Chapter 5a] | All The Stories Is Taeyeon's

  11. Pingback: Devil Who Loved Me | baekkitaengoo

  12. One sentence for this ff “I can’t wait again” I’m so thirsty with this baekyeon feel . Author keep writing pleaseee, fighting!!!

  13. ahirnya BaekYeon kan?
    Suka bnget cerita ff nya >.<
    lnjutin please thorr…
    pnsran bngat niii
    Keep Writing & Fighting❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s