I Need Your Love ( Chapter 1 )

325

Author : Oh Kyuri_76

Title : I Need Your Love

Genre : Romance, Funny, Friendship, Hurts, School of Life, Family

Length : Multichapter

Rating : PG 13 + ( Bisa berubah sewaktu-waktu )

Main Cast : Kim Taeyeon (SNSD), Xi Luhan (EXO), Seo Ji Hyun (SNSD), Oh Sehun (EXO)

Other Cast : Silahkan temukan sendiri

Disclaimer :

          Attention ! This is just a fanfic, don’t think to much ! All of the cast it’s belong to God, their parents, them selves, and fans too ! Remember ! Please, don’t be a plagiator ! No bashing ! And then, give me your comment after read this fanfiction ! Thank you ^^

Author Note’s :

Alur ff ini terinspirasi dari beberapa pengalaman author mengenai percintaan –” || Sekali lagi author ingatkan untuk readers sekalian, ceritanya membosankan, pasaran, dan akan begitu hingga seterusnya. ^^

Summary :

“ Kau berniat meninggalkanku ? ”

WARNING !!! TYPO !!!

^ Happy Reading ^

– Author POV –

Pagi hari di musim semi yang sejuk, terlihat sesosok gadis sedang menunggu seseorang dibawah pohon cemara. Dengan berbekal sebuah buku sebagai teman dalam keheningannya, gadis itu juga tampak menikmati udara segar yang menerpa wajah manisnya.

“ Sudah lama menunggu ? ”

“ Astaga ! Luhan, kau membuatku terkejut ! ” seru si gadis.

Pemuda yang baru saja tiba itu langsung menempatkan dirinya disamping gadis tersebut. Ia memandang lurus ke depan, tatapannya menjadi kosong. Sementara gadis dengan papan nama ‘Kim Taeyeon’ itu malah melanjutkan aktivitasnya kembali.

Keheningan pun menghampiri. Sekedar informasi, keduanya saat ini berada dihalaman sekolah mereka. Seoul Senior High School merupakan sekolah swasta yang teramat besar. Pada dasarnya, hanya orang-orang kalangan ataslah yang bisa memasukinya. Namun saat ini, orang dari kalangan bawah pun tentu dapat menuntut ilmunya bila dirasa cukup mampu untuk mendapatkan beasiswa.

Sekolah tersebut memiliki tiga buah gedung utama. Gedung pertama memiliki empat lantai. Lantai yang berada dibawah difungsikan untuk tempat bagi siswa-siswi kelas satu, sementara lantai dua untuk kelas dua, lantai tiga untuk kelas tiga, dan lantai teratas digunakan sebagai tempat beberapa fasilitas, misalnya perpustakaan.

Gedung kedua terdapat sebuah kolam renang berukuran besar, lalu terdapat aula yang tak kalah besarnya, dan juga ada beberapa tempat olahraga serta senam yoga bagi penghuni sekolah. Lalu yang terakhir adalah gedung ketiga, disanalah siswa-siswi dapat tinggal didalam asrama khusus, diperuntukkan bagi mereka yang rumahnya berada diluar kota.

Tanpa disadari, kini kepala Luhan sedang bertengger diatas pundak Taeyeon. Tak bisa dipungkiri lagi betapa terkejutnya Taeyeon kala itu, “ Lu-luhan ? ”

“ Aku lelah, biarkan seperti ini, Taeyeon. ”

Gadis itu mencoba tetap tenang, menormalkan degup jantungnya yang mulai tak beraturan. Ia dan Luhan sudah sangat lama menjalin hubungan persahabatan. Berawal dari kedekatan orang tua masing-masing, hingga sekarang merekalah yang tidak dapat dipisahkan.

Sejak lulus dari bangku menengah pertama, perasaan Taeyeon pun berubah total. Dari yang sebelumnya hanya menganggap ‘sahabat’, kini harus kontras dengan yang namanya ‘cinta’. Setiap bertemu Luhan, dia langsung gusar dengan sendirinya, hatinya meronta ingin keluar, Taeyeon juga sering menampakkan rona merah saat Luhan tersenyum atau bertegur sapa dengannya.

Namun kesimpulan dari semua itu adalah kenyataan. Ya, kenyataannya, Luhan mencintai orang lain. Gadis dengan surai selembut sutra, kedua mata cantik, dan senyuman manis, sangatlah pas bila mendapatkan cinta darinya. Taeyeon tentu mengenal gadis itu, walau berbeda kelas, tapi mereka sangat sering berkomunikasi.

“ Apa yang kau pikirkan ? ”

Sontak Taeyeon langsung menggeleng, “ Ti-tidak, hanya tu-tugas sains untuk nanti. ”

“ Hn. ”

Memang sebatas itulah percakapan mereka. Luhan adalah tipe lelaki yang tidak banyak bicara, mudah bosan, tidak senang bergaul dengan anak lain, dan selalu memaparkan ekspresi datar. Taeyeon sangat hafal sifat sahabatnya, bisa dibilang mereka adalah dua orang yang saling bertolak belakang.

Senyum cerah, senang berinteraksi, dan mudah terpengaruh adalah sifat Taeyeon. Namun kebiasaan itu tidak mempengaruhi hubungan erat mereka, baik Taeyeon maupun Luhan, keduanya masih bersahabat karib seperti dulu. Dimana ada Luhan, pasti ada Taeyeon, hingga terdengar kabar bahwa mereka adalah sepasang ‘kekasih’.

“ Membosankan. ”

“ Aku membawa banyak buku, Luhan-ah. Jika kau memang bosan, kenapa tidak membaca buku saja ? Ada banyak cerita menarik didalam sana. ” balas Taeyeon sembari mengedikkan dagu ke arah tas sekolahnya.

“ Tidak. ”

Taeyeon menatap Luhan sejenak, lalu kembali membaca bukunya, “ Dasar. ”

“ Taeyeon. ”

“ Hm ? ”

Luhan mendengus, “ Setidaknya tataplah aku. ” umpatnya karena Taeyeon masih sibuk membaca buku tebal ditangannya itu.

“ Aku tidak bisa. ”

“ Apa susahnya ? ”

“ Susah. ” balas Taeyeon, masih membaca benda yang membuat Luhan iri akan perhatian sahabatnya.

“ Menyebalkan. ”

Taeyeon tersenyum hambar, sesekali ia mencuri pandang ke arah Luhan. Namun segera ia fokuskan lagi pada bukunya, “ Kau marah ? ”

“ … ”

Merasa tak ada jawaban, Taeyeon pun menutup buku dengan sampul coklat itu. Ia tersenyum tipis kala Luhan yang masih setia memunggunginya, “ Kajja, aku juga ingin pergi ke kelas. ”

“ Hn. ” dua buah huruf konsonan itu mengakhiri percakapan mereka. Luhan yang berjalan terlebih dahulu, kemudian disusul Taeyeon yang entah kenapa tak berani mengambil posisi disampingnya.

***

Sesuai dugaan. Kelas masih sepi, tak ada orang lain kecuali Luhan dan Taeyeon. Tanpa mengatakan sepatah kata pun, keduanya langsung menempati bangku masing-masing. Luhan berada dibagian belakang, sementara Taeyeon berada dibagian terdepan.

“ Kau berniat meninggalkanku ? ” tegur Luhan begitu ia melihat Taeyeon yang hendak keluar.

Gadis itu tersenyum tipis, “ Kau akan dipanggil jika mengikutiku ke kamar mandi, Luhan. ”

“ Hn. ” jawab Luhan sambil mengangguk. Ia tidak tahu, bahwa sebenarnya Taeyeon pergi untuk menemui seseorang. Sejak tadi, ponsel Taeyeon selalu bergetar, menandakan sebuah panggilan masuk. Untung saja Taeyeon menemukan alasan yang berlogika untuk membodohi sahabatnya, setidaknya dalam beberapa waktu.

Langkah gadis itu semakin lebar dan cepat, ia berlari hingga menaiki lantai tiga, padahal kelasnya berada dilantai dua. Semua itu karena panggilan mendadak dari Sehun, teman sekelas gadis taksiran Luhan. Sesampainya ditempat itu, Taeyeon dapat melihat sesosok lelaki berpostur tubuh proporsional diujung sana.

“ Chaaa ! Kenapa lama sekali, Taeyeon ? ”

“ Ck, kau pikir aku tidak membutuhkan tenaga agar tiba ditempat ini ? ” dengus Taeyeon saat Sehun berusaha menggodanya. Sehun adalah pemuda yang tak kalah tampannya dari Luhan, namun sifat mereka sangatlah jauh berbeda.

“ Baik, lalu apa yang harus aku lakukan ? ” tanya Sehun dengan tampang polosnya.

Taeyeon mengetukkan telunjuk kanannya ke dagu, “ Bukankah pagi tadi aku sudah memberitahumu ? Astaga ! Jangan bilang … Kau sudah melupakan kesepakatan kita, Oh Sehun ? ”

# Flashback ON #

Seoul, 04.58 a.m ~

Drrt … Drrt … Drrt …

“ Yeobseyo ? ”

“ Sehun-ah, aku membutuhkan bantuanmu, bisa ? ”

“ Bantuan ? Seorang gadis Kim membutuhkan bantuanku ? Oh, dengan senang hati, nona … ”

“ Berhentilah bercanda ! Aku benar-benar serius kali ini. ”

“ Arra, arra, apa yang bisa aku bantu, Taeyeon-ah ? ”

“ Mudah saja, kau hanya perlu meminta Seohyun untuk mengantarkan ponselku ke dalam kelasku, ok ? Sehun-ah, aku benar-benar sangat berharap kau bisa membantuku. ”

“ Ponsel ? Hn, aku akan mencobanya. ”

“ Yes !!! Aku akan menemuimu nanti, lima menit sebelum bel pelajaran pertama berbunyi, nde ? ”

“ Ok, pastikan kau menghubungiku terlebih dahulu. ”

“ Baiklah, terima kasih untuk semuanya, Sehun-ah … Annyeong ~ ”

“ Nde, annyeong. ”

# Flashback END #

“ Ah ! Aku ingat sekarang, kau memintaku untuk menyuruh Seohyun pergi ke kelasmu, bukan ? ”

Taeyeon tersenyum cerah, “ Akhirnya, penyakitmu bisa luntur juga, nde ? ”

“ Apa maksudmu ? ” Sehun memberikan death-glare terbaiknya pada Taeyeon. Namun gadis itu hanya meresponnya dengan kekehan pelan.

“ Mianhae, Sehun-ah … Dan ini, kau hanya perlu menyuruh Seohyun untuk mengantarkan benda ini ke dalam kelasku. ” gadis itu memberikan ponselnya pada Sehun.

“ Baiklah. ”

“ Aku mengandalkanmu, Oh Sehun ! ” seru Taeyeon sembari melambaikan tangannya. Kini hanya terlihat sosok Sehun yang sibuk meneliti ponsel Taeyeon.

‘ Memangnya apa yang dia rencanakan ? Huh, gadis aneh. ’

***

Taeyeon mengatur nafasnya terlebih dahulu. Ia tidak ingin Luhan berpikiran macam-macam ketika melihatnya terengah seperti sekarang. Secara, jarak antara kelasnya dengan kamar mandi bagi siswi hanya sejauh lima meter, dan tidak mungkin seseorang akan terengah ketika berjalan sejauh itu, ‘kan ?

“ Taeyeon ? ”

Gadis itu membelalak sempurna. Suara yang begitu familiar terdengar dari arah belakang. Keringat dingin mengalir disekitar kening Taeyeon, perlahan ia pun menghadap ke arah Luhan. Senyuman manis berusaha ia tampilkan walau terasa berat, “ A-ah, se-sejak kapan ka-kau berada di-disana, Luhan-ah ? ”

“ Tidak lama, aku hanya memastikan kau benar-benar berada di kamar mandi. ” jawabnya datar, tak ada intonasi dan ekspresi berbeda.

“ Begitukah ? A-aku baru sa-saja selesai. ”

Luhan mengangguk, “ Tunggu apa lagi ? Lihat, sudah banyak yang datang, Taeyeon. ”

“ Jeongmal ? Kalau begitu … Tu-tunggu apa lagi ? Kajja. ” bersusah payah Taeyeon menyembunyikan kegugupannya barusan. Dan tentu saja gagal, total. Luhan yang memang memiliki kepekaan luar biasa itu pasti langsung paham, ia juga akan menyimpulkan bahwa sahabatnya sedang menyembunyikan ‘sesuatu’ darinya.

Untunglah, karena koridor dan beberapa kelas sudah berisikan para siswa-siswi, Taeyeon jadi punya kesempatan untuk menutup percakapannya dengan Luhan. Sebab bila percakapan itu masih berlanjut, pastilah Taeyeon tidak sanggup menyimpan rahasia kecilnya bersama Sehun tadi.

Tidak perlu dibahas rahasia apa itu. Karena bila teringat oleh Taeyeon, ia akan merasakan gejolak aneh yang menghujam hatinya. Yang terpenting adalah kebahagiaan Luhan, masalah perasaan Taeyeon tak akan berarti apapun, ia harus membantu Luhan mendekati gadis pujaannya, gadis yang selama ini ia kagumi.

“ Taeyeon ! Luhan ! ”

Sontak langkah Taeyeon terhenti, begitu pula dengan Luhan, “ Ada apa ? ”

Seorang lelaki berkulit tan dipadukan oleh sepasang bibir yang cukup sexy itu tersenyum ramah, “ Kalian belum mendengar kabar hari ini ? ”

Taeyeon beserta Luhan saling melempar tatapan bingung, “ Kabar apa, Kai ? ”

“ Aish, kabar tentang perpindahan kelas sementara. Kalian sudah mendengarnya atau tidak ? ”

Luhan menggeleng, “ Tidak. ”

“ Lee sosaengnim yang mengadakan kegiatan itu. Dia akan menukar beberapa siswa dan siswi dengan kelas lain sebagai bahan penilaiannya. ”

Taeyeon mengernyit, “ Seberapa lama Lee sosaengnim mengadakan perpindahan kelas, Kai ? ”

“ Hm, aku rasa selama sepekan ini, lalu siswa dan siswi pun akan kembali menuju kelas mereka seperti sebelumnya. ” terang Kai begitu jelas dan singkat.

“ Apa itu berarti … Kita akan berpisah, Luhan-ah ? ”

Luhan memandang Taeyeon sekilas, “ Jika kita berpisah, bukankah hanya sepekan saja, Taeyeon ? ”

“ Lagi pula, kalian berdua akan menaiki mobil yang sama saat sepulang sekolah nanti, ‘kan ? Taeyeon-ah, berharap saja Luhan tidak mengincar gadis lain, ok ? ” saat itu juga sebuah tatapan sinis ditujukan pada pemuda bernama ‘Kim Jong In’ itu, atau lebih dikenal dengan panggilan singkatnya, Kai.

Taeyeon tersenyum tipis. Jauh didalam hatinya, ia tidak ingin berpisah dari Luhan. Padahal gadis itu sudah meneguhkan dirinya untuk memendam perasaannya pada Luhan, tapi percuma saja, perasaan itu akan terus muncul ketika ia berada disamping Luhan.

“ Taeyeon ? ” panggil Kai dengan lambaian tangannya didepan wajah Taeyeon.

“ … ”

“ Taeyeon ? ” kali ini suara Luhan yang terdengar.

“ … ”

“ Taeyeon, ada apa ? ”

“ E-eh ? ” gadis itu pun tersadar. Begitu mengetahui jarak antara wajahnya dengan wajah Luhan yang teramat dekat itu, entah dari mana, rona merah pun terpancar begitu jelasnya.

“ Taeyeon, apa kau demam ? ” pertanyaan innocent yang Kai lontarkan sontak membuat kedua mata Taeyeon membulat. Ia segera menjauhkan wajahnya dari Luhan.

“ Ti-tidak. ”

“ Lalu, apa itu ? Wajahmu memerah, Taeyeon-ah. ”

Luhan menggelengkan kepalanya, “ Kai, kau membuatnya menjadi salah tingkah. ”

“ Eh ? Sa-salah tingkah ? Tidak, a-aku baik-baik saja, Luhan-ah. ” sambung Taeyeon penuh keberanian. Sedikit rasa tidak terima ketika Luhan mengatakan bahwa Kai telah membuatnya menjadi salah tingkah. Jika diperhatikan, justru Luhan itulah yang membuat sahabatnya menunjukkan reaksi seperti tadi, bukan Kai.

“ Aigoo, apapun itu aku tidak akan mengganggu kalian lagi, sepertinya perpindahan kelas dimulai dari hari ini hingga seterusnya, bersiaplah Luhan, Taeyeon. ”

“ Arrasseo. ” jawab Luhan dan Taeyeon bersamaan. Begitu sosok Kai menghilang, Taeyeon langsung melesat pergi meninggalkan Luhan didepan pintu kelasnya. Lelaki itu mengernyit, memang sikap Taeyeon hari ini terlihat sangat berbeda seperti sebelumnya, aneh.

Tak lama setelah Taeyeon masuk, Luhan menyusul. Kondisi kelas sangat ramai dan sedikit berantakan. Wajar memang, kelas mereka pernah mendapat predikat ‘bad’ saat pengajar bagian kebersihan memeriksa ruangan tersebut tiga minggu yang lalu. Dan itu sungguh sangat memalukan.

“ Kyaaa !!! Luhan-ssi sudah datang !!! ”

“ Luhannnn !!!!!!! ”

Teriakan itu seperti cambuk bagi Taeyeon. Ia menutup kedua matanya perlahan, lalu membukanya lagi. Luhan berjalan ke arahnya dengan wajah datar, Taeyeon harap ekspresinya tidak berubah saat wajah sahabatnya itu kembali berada didekatnya.

“ Aku butuh penjelasan. ”

– To Be Continued –

Author Note’s :

Ini dia new fanfiction author !!! Huwaaa >< pasti di chapter selanjutnya akan ada masalah batin antara Taeyeon dan Luhan. || Can 50 (+) comment ? Jika bisa author akan lanjut ke chapter berikutnya ! Annyeong ~

Advertisements

92 comments on “I Need Your Love ( Chapter 1 )

  1. penggunaan bahasanya baguss thorr.. aku sukaa 🙂 btewe di akhir tuh maksudnya apa yah? gga ngeh sedikitpun walaupun ud dibaca berkali”.. #Lolakambuh, next thor. .keep writing 🙂

  2. Next chapter thor, aku gak sabar buat menunggu kelanjutannya eonni, dipostnya jangan lama” ne dan panjangin lagi cerita nya Fighting eonni

  3. Aaaah, aku suka momen LuTaenya di sini..walaupun status mereka cuma sahabat. Aku suka ff nya auhtor nim..kata-katanya rapi dan feelnya kerasa..next chapter ditunggu ya, dan lebih dipanjangin lagi..figthing!!

  4. Ya ampun, ff nya keren banget. Aku suka banget sama ff nya. Harus dilanjut ne. Ga sabar untuk kelanjutannya. Hwaiting!

  5. Ini ceritanya luhan suka seohyun ya -_- taeyeon suka luhan ,luhan suka seohyun .. Seohyun suka siapa? Sehun ? Mulai penasaran … next thor

  6. Omonaa Taeng suka sama Luhan ?? Ckck
    Dan Taeyeon kau dengan Sehun aja kali yaa. Haha
    Haduuh Luhan orangnya terlalu peka -,-jadinya Tae gak bisa nyembunyiin sesuatu -_-
    Next ditunggu ^^ fighting !!

  7. Author,semoga bkn sad end yaaa?saya tak suka saya tak suka:'(
    Saya gak suka taeyeon sakit hati..lanjut thor,bikin luhan ngebales perasaan taeng yoo

  8. Aduh, baca ff ini kok aku merasa sedih gtu. Feel-nya dpt banget, pengen nangis 😀
    Bagus ceritanya . .

    Next chapter ditunggu . .
    Fighting

    b^^d

  9. aku lupa udah pernah komen di sini atau belum, yg pasti aku pernah baca dan skrg aki baca ulang, soalnya ngeliat chap 5 udah keluar dan aku lupa jalan ceritanya xD ih luhan bikin kesel aja, masa dikiranya kai yg bikin taeng salting -,- dasar gk peka. btw kependekan nih chapter 1nya :3 smgt author!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s