[FREELANCE] You’re My Christmas Present (Oneshot)

PicsArt_1420090079088-1

[Oneshoot] Youre My Christmas Present

Title : Youre My Christmas Present

Author : Yeon Chan

Rated : T ( PG – 16)

Genre : Romance

Main Cast : Kim Taeyeon dan Xi Luhan

Desclaimer : Ini ff hasil dari pemikiran dan imajinasi saya yang tidak karuan(?) dan terinspirasi dari novel dan sebuah lagu.

Author’s Note : Hai aku kembali membawa ff oneshoot yang aneh dan bin ajaib keluar dari pemikiran saya. Author ingin memberi hadiah untuk para reader dengan membuat sebuah ff yang tidak ada romantis-romantisnya mungkin(?) dan terima kasih juga buat chingu saya Elisa yang membuat kata-kata romantis hehe. Dan author banyak ngomong, happy reading ne~

 

Di musim dingin ini terlihat keramaian di sebuah tempat yang menjadi hiburan di musim dingin seperti ini. Terlihat sekali banyak anak-anak bermain di taman tersebut, tetapi tidak pada seorang gadis kecil yang duduk sendirian di sana.

“Hiks.. Hiks.. Eomma eoddiega?” Isak tangis seorang gadis kecil yang terdengar di sebuah taman bermain. Gadis kecil tersebut menangis sambil memegang sebuah ice cream vanilla yang baru saja ia pesan bersama eommanya.

Annyeong, mengapa kamu menangis? Kau kehilangan eommamu?” Tanya seorang namja kecil yang lebih tua 1 tahun dari gadis kecil yang berada dihadapannya.

Ne, aku kehilangan eomma. Aku sedang mencarinya. Hikss..” Ujar gadis kecil itu masih dengan suara tangisnya. Namja kecil itu memeluk pundak gadis kecil yang berada di hadapannya.

“Sudah ne jangan menangis, oppa akan membantumu mencari eommamu.Uljimma~” Hibur namja kecil tersebut kepada gadis kecil yang berada di dekapan pundaknya.

“Hiks, ne oppa.” Ujar gadis itu sambil sesekali menyeka air matanya.

Oppa kehilangan eomma juga?” Tanya gadis kecil itu masih dengan sesengukkan.

Anniya, eomma oppa sedang berbelanja makanan di sana dan oppa disuruh untuk menunggu di sini. Dan oppa melihatmu menangis.” Ujar namja kecil itu. Walaupun masih berumur 12 tahun tetapi dirinya sudah dapat berfikir dewasa.

“Namamu siapa?” Tanya namja kecil itu.

“Ah, namaku Taeyeon. Oppa?” Tanya gadis kecil itu yang diketahui bernama Taeyeon sambil menatap namja yang bersedia membantunya.

“Nama oppa adalah Luhan.” Jawab namja kecil itu. Gadis itu menganggukkan kepalanya mengerti. Setelah beberapa menit kemudian terdengar suara yang memanggil mereka berdua.

“Taeng~” “Luhan~” Terdengar suara yeoja paruh baya yang memanggil mereka berdua secara bersamaan.Namja dan gadis kecil itu menoleh ke sumber suara yang memanggil mereka. Gadis kecil itu berlari menuju eommanya. Sedangkan namja kecil itu hanya berjalan santai menuju eommanya sambil melihat gadis kecil itu.

Eomma, eomma kemana saja? Taeng mencari eomma, tapi eommatidak ada. Untungnya ada Luhan oppa yang membantu Taeng.” Ujar Taeyeon sambil memeluk eommanya erat. Mendengar ujaran Taeyeon, Mrs. Xi melihat anaknya, Luhan dan mengelus rambutnya sayang. Terlihat sekali Mrs. Xi tersenyum dengan penuh kebanggaan karena sikap anaknya yang terlihat dewasa.

“Kau memang anak yang baik Luhan-ah. Eomma bangga padamu.” Ujar Mrs. Xi sambil mengelus anaknya. Luhan hanya tersenyum mendengar ucapan sang eomma.

Ne eomma, aku hanya mengikuti kata eomma saja.” Jawab Luhan sambil tersenyum manis kepada Mrs. Xi.

Gomawo ne Luhan-ah. Ajhumma sangat berterima kasih karena Luhan telah menjaga uri Taeng sampai ajhumma kembali.” Ucap Mrs. Kim tulus sambil mengelus pipi Luhan. Luhan tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.

Oppa, gomawo ne. Aku sangat berterima kasih padamu oppa.” Ujar Taeyeon kecil sambil mencium pipi sebelah kanan milik Luhan. Luhan kaget, melihat anaknya berekspresi seperti itu Mrs. Xi dan Mrs. Kim tertawa kecil bersama.

Oppa aku pulang ne, aku akan mengingatmu di taman ini. Gomawo oppa.” Ucap Taeyeon sambil tersenyum manis kepada Luhan. Mrs. Xi dan Mrs. Kim yang tadi mengobrol bersama menjadi terpotong saat Taeyeon menarik eommanya untuk pulang. Luhan melihat Taeyeon dengan raut wajah yang sedih. Terlihat sekali dirinya tidak semangat untuk menghampiri sang eomma yang memanggilnya untuk pulang bersama.

“Sudahlah Luhan-ah, ayo kita pulang. Kau pasti akan bertemu lagi dengan Taeng.” Hibur Mrs. Xi kepada anaknya, Luhan. Luhan menganggukkan kepalannya, lalu mengikuti eommanya pulang.

.

.

.

.

.

Semenjak saat itu setiap hari Taeyeon dan Luhan selalu bermain bersama di taman itu dan Luhan dengan setia menemani Taeyeon untuk memakan ice cream bersama.

Oppa, besok adalah natal. Oppa ingin hadiah apa di malam natal?” Tanya Taeyeon sambil memakan ice cream vanilla nya. Luhan menatap Taeyeon dengan tersenyum.

Oppa ingin apa ya? Hmm… Oppa ingin seseorang yang oppa sayang merayakan natal bersama oppa.” Jawab Luhan dengan nada ceria tetapi tetap dengan wajah seriusnya yang terlihat imut.

“Memangnya oppa punya seseorang yang oppa sayang?” Tanya Taeyeon polos. Mendengar itu Luhan tertawa.

“Setiap orang memiliki orang yang dia sayang Taeng-ah. Contohnya Taeng, Taeng pasti memiliki orang yang disayangkan?” Tanya Luhan sambil mencubit Taeyeon gemas.

Appo-yooppa, ne Taeng punya orang yang Taeng sayang.” Ucap Taeyeon dengan senyumannya yang sangat menggemaskan.

“Nah, dengan itu oppa punya seseorang yang oppa sayang. Dan Taeng sendiri ingin hadiah apa di malam natal ini?” Tanya Luhan.

“Taeng ingin hadiah yang banyak sekali, dan oppa tidak boleh mengetahuinya.” Jawab Taeyeon dengan jahilnya dia menjulurkan lidahnya untuk meledek Luhan dan berlari dengan cepat untuk menjauhi Luhan. Luhan yang melihat itu tanpa basa-basi Luhan mengejar Taeyeon dengan cepat, tetapi dengan gesit Taeyeon menghindar dari Luhan.

Saat Taeyeon ingin menghindari diri dari Luhan, Luhan dengan cepat menangkap Taeyeon lalu menggelitik pinggang Taeyeon. Taeyeon berusaha untuk melepaskan dirinya dari Luhan, tetapi Luhan selalu menghalanginya.

Oppa cukup oppa, ini sangat geli sekali hahaha…. Oppa-ya.” Ujar Taeyeon yang menahan rasa geli akibat Luhan yang mengelitik pinggangnya.

“Tidak Taeng, oppa tidak akan berhenti sampai kamu mau meminta maaf pada oppa.” Balas Luhan dengan jahilnya.

Ne oppa, mianhae. Sudah ya oppa.” Ujar Taeyeon sambil memohon. Luhan dengan senyum jahilnya kembali mengerjai Taeyeon.

Anni-ya, kau tidak tulus meminta maafnya. Buat oppa percaya kau sedang meminta maaf pada oppa dengan tulus.” Tantang Luhan. Taeyeon mem-pout-kan bibirnya lalu menatap Luhan dengan tajamnya.

“Biar oppa percaya aku harus melakukan apa?” Tanya Taeyeon. Luhan terlihat memikirkan sesuatu, dan akhirnya ia menatap Taeyeon dengan evil smirk nya.

Oppa ingin kau memberi oppa sesuatu yang tidak pernah kamu berikan kepada orang lain.” Kata Luhan. Taeyeon tampak berfikir, apa yang diinginkan Luhan.

“Baiklah oppa, aku akan memberikan sesuatu.” Balas Taeyeon dengan senyum cerahnya.

“Baiklah, memangnya kau mau memberi apa untuk oppa?” Tanya Luhan penasaran.

Oppa harus menutup mata oppa dulu, baru aku akan memberinya untuk oppa.” Kata Taeyeon dengan senyum manisnya, tetapi memiliki arti yang tersirat pada Luhan. Luhan menutup matanya, lalu menunggu Taeyeon mengeluarkan apa yang dia harapkan.

Oppa bukalah mata oppa.” Ujar Taeyeon. Dalam hati Luhan bingung, dia tidak merasakan apa-apa. Dan sepertinya Taeyeon tidak memberi apa-apa seperti yang dia fikirkan. Hingga dirinya memutuskan untuk membuka kedua matanya.

Betapa terkejutnya Luhan melihat Taeyeon membawa setangkai bunga mawar. ‘Bunga mawar? Apa yang dia lakukan?’ Bingung Luhan dalam hatinya. Luhan menatap Taeyeon dengan wajah bingungnya, tetapi tetap mengambil setangkai bunga yang ada pada tangan Taeyeon. Melihat Luhan mengambil setangkai bunga yang tadi dia beli, Taeyeon tersenyum. Lalu dirinya membisikkan sesuatu kepada Luhan. Sampai akhirnya Luhan berteriak memanggil nama Taeyeon yang sudah jauh darinya dan mencoba untuk mengejar Taeyeon. Hari yang menyenangkan untuk seorang Xi Luhan untuk menunggu natal bersama orang yang ia sayangi.

.

.

.

.

.

Oppa, aku akan ikut dengan appa dan eomma untuk pergi ke Amerika besok. Mianhae, Taeng tidak bisa menemani oppa untuk natal bersama. Padahal Taeng ingin merayakan natal kembali dengan oppa.” Kata Taeyeon dengan raut wajah yang sedih. Luhan yang mendengar berita tersebut merasa sedih, pasalnya Taeyeon adalah orang yang dia sayangi dan seperti harapannya dia ingin merayakan natal bersama orang yang dia sayangi.

“Hm.. Ne Taeng, oppa tahu, oppa tidak apa-apa kok. Sebaiknya kau tidur sana, sudah malam dan besok kau harus bersiap-siap untuk pergi.” Ujar Luhan sambil tersenyum untuk menyembunyikan kekecewaannya. Taeyeon menatap Luhan dengan rasa bersalahnya, tetapi Luhan mengetahui tatapan Taeyeon. Untuk menenangkan rasa bersalah Taeyeon, Luhan mengelus lembut helai demi helai rambut Taeyeon. Hingga terdengar suara yeoja paruh baya memanggil Taeyeon untuk pergi tidur.

Taeyeon bangkit dan mencium pipi kiri Luhan dengan lembut untuk mengucapkan selamat malam. Lalu berlari pergi ke dalam rumah untuk menuju kamar tidur. Luhan tersenyum lalu berjalan menjauh dari rumah Taeyeon dan pergi ke rumahnya yang ternyata hanya bersebelahan dengan rumah Taeyeon.

Good Night Taeng.” Gumam Luhan dengan memperhatikan kamar Taeyeon dari sisi pagar rumahnya. Lalu berjalan masuk ke dalam rumahnya.

Dalam hati Luhan, mulai dari sekarang sampai selama-lamanya dirinya akan membenci hari natal. Karena menurutnya hari natal adalah hari dimana orang yang ia sayangi menghilang.

.

.

.

.

.

.

Oppa-ya, aku sudah menyiapkan kopi kesukaanmu. Mau aku taruh dimana?” Terdengar suara manja dari seorang yeoja yang sedang membawa secangkir kopi untuk seorang namja yang sedang sibuk dengan komputernya.

“Taruh saja di sana, memangnya dimana Jin Lee? Kenapa harus kau yang membawa kopiku? Aku sudah menyuruh Jin Lee bukan kau.” Jawab namja itu dingin, tetapi tetap fokus pada benda elektronik yang berada dihadapannya.

Oppa, aku ini kan calon tunanganmu. Jadi tidak apa-apa kan aku membawa secangkir kopi hangat untuk tunanganku?” Kata yeoja itu dengan nada manjanya.

“Aku tidak menganggapmu tunanganku, dan kau bukan siapa-siapa bagiku. Kau mengerti?” Tanya namja itu tetap nada dinginnya dan fokus pada benda elektroniknya.

“Oh ya, dan kau Seulgi-ssi tolong panggil Jin Lee untuk membawakan secangkir kopi untukku. Dan tolong juga singkirkan cangkir yang kau bawa tadi.” Lanjut namja itu dengan nada tegas dan dinginnya kepada yeoja yang berada di hadapannya.

YA!! Kau tidak bisa seperti ini oppa, kau harusnya beruntung appa menjodohkan kau denganku. Aku ini cantik, anak dari seorang pengusaha terkenal dan semua namja ingin berpacaran denganku.” Ujar yeoja itu yang diketahui bernama Seulgi. Namja yang sedari tadi menyibukkan dirinya dengan benda elektronik itu bangkit berdiri, lalu berjalan menuju Seulgi berdiri.

“Kau salah dan tolong diralat dengan semua namja dengan kata ‘Namja Gila’ yang ingin denganmu karena aku tidak termasuk dalam daftar itu.” Ucap namja itu dengan menekankan kata ‘Namja Gila’ sambil memasang wajah datarnya dan berjalan keluar dari ruangannya sendiri.

“YA!! XI LUHAN.” Teriak Seulgi dengan kesal dan memutuskan untuk keluar dari ruangan tersebut.

.

.

.

.

.

“Huwaa Seoul… I’m comeback. Sudahlah lama aku tidak menginjakkan kakiku di sini.” Kata yeoja itu dengan semangat sambil menarik sebuah koper besar.

Beep~ Beep~

Yobouseyo eomma.” Jawab yeoja itu

Ne, Taeyeon sudah sampai di Incheon airport. Aku juga sedang mencari taksi untuk kembali ke apartement.”

Ne eomma. Aku kan di sini untuk menetap di Seoul dan berencana untuk melanjutkan perusahaan appa di sini.”

“Aisshh. Ne eomma, jaga diri baik-baik ne. Saranghae~” Ucap yeoja itu sambil memutuskan sambungan teleponnya.

“Ah, sebaiknya aku mencari taksi sekarang. Aku ingin beristirahat dan kembali untuk berjalan-jalan sebentar di sini.” Gumam Taeyeon. Lalu menaiki taksi yang sudah berada di hadapannya.

.

.

.

.

.

Ajhumma, beli satu ice cream rasa vanilla ne.” Suara seorang yeoja yang memesan ice cream vanilla kepada ajhumma penjual ice cream tersebut.

Ne, tunggu sebentar ne. Ajhumma akan membuatkannya.” Balas ajhumma itu dan dengan gesit membuat satu porsi ice cream vanilla milik Taeyeon. Taeyeon menunggunya dengan setia sesekali ia melihat taman yang sudah banyak berubah semenjak dirinya meninggalkan Seoul dulu.

Dirinya teringat kembali masa kecil yang sangat menyenangkan. Ia mengingat sesosok namjakecil yang lebih tua 1 tahun darinya di taman ini, hingga dirinya pergi bersama kedua orang tuanya untuk ke Amerika.

Agasshi, ini ice cream vanillanya.” Ujar ajhumma itu sambil memberi Taeyeon semangkuk ice cream vanilla.

Kamsahamnida ajhumma.” Jawab Taeyeon sambil memberi beberapa lembar won untuk membayar ice cream pesanannya. Taeyeon melanjutkan perjalanannya mengitari taman tersebut. Taeyeon terkadang tersenyum melihat seorang anak kecil yang terlihat bermain kejar-kejaran.

“Hikss.. Oppa eoddiega? Hiks… Oppa.” Terdengar suara tangisan di dekat Taeyeon berada. Taeyeon melangkah untuk mendekati gadis kecil tersebut, lalu dirinya mensejajarkan dirinya dengan gadis yang berada di hadapannya sekarang.

Annyeong, kau kenapa menangis gadis kecil?” Tanya Taeyeon sambil mengelus rambut gadis kecil itu dengan lembut. Gadis kecil itu menatap Taeyeon dengan sedu.

“Aku sedang mencari oppa. Oppaku menghilang saat aku sedang bermain di sana eonnie.” Ujar gadis kecil itu sambil menunjukkan sebuah tempat di mana dirinya bermain tadi sampai dirinya kehilangan oppanya.

“Baiklah, eonnie akan membantu mencari oppamu ne. Namamu siapa gadis manis?” Tanya Taeyeon dengan suara lembut.

Naneun Xi Sena, eonnie.” Jawab gadis kecil nan manis itu.

“Baiklah Sena-ah, ayo cari oppamu.” Ucap Taeyeon sambil mengandeng tangan gadis manis itu. Mereka berkeliling taman tersebut sampai akhirnya mereka mengistirahatkan diri mereka di bangku taman.

Eonnie, tidak ada oppa di sini. Hiks..” Ujar Sena dengan suara bergetar menahan tangisnya. Taeyeon memandangnya kasihan, lalu di dekapnya Sena ke dalam pelukannya.

“Sena-ah, kau kah itu?” Terdengar suara seorang namja yang berada di belakang mereka. Sena yang mendengar itu langsung mengangkat dirinya, lalu berlari ke arah namja yang memanggilnya. Taeyeon yang melihat itu tersenyum. ‘Akhirnya’ Ujarnya dalam hati dengan tersenyum lega.

Oppa kemana saja? Aku mencari oppa kemana-mana bersama eonnie, tetapi oppa tidak ada dimana-mana.” Kata Sena sambil memasang wajah cemberutnya kepada oppanya. Oppanya hanya tertawa melihat adik sepupunya yang sangat manja terhadap dirinya.

Eonnie, kemarilah. Aku ingin mengenalkanmu dengan oppa.” Panggil Sena sambil menarik tangan Taeyeon agar mendekat. Taeyeon terlihat bingung.

Oppa, ini dia eonnie yang aku ceritakan tadi. Dia menemaniku untuk mencari oppa. Eonnie, ini oppaku, tampan bukan?” Kata Sena dengan senyum polosnya, itu membuat Taeyeon tersenyum. Taeyeon hanya menganggukkan kepalanya tanpa mengeluarkan suara, sepertinya dia bingung apa yang harus di bicarakan.

“Ah ne, kamsahamnida ne. Kau telah menemani adik sepupuku. Jeongmal kamsahamnida.” Kata namja itu untuk berterima kasih kepada Taeyeon.

“Ah ne. Tidak apa-apa, kebetulan saja tadi aku berjalan-jalan dan bertemu Sena menangis. Sena-ah, eonnie pulang dulu ne. Kapan-kapan eonnie akan kembali ke sini untuk bertemu denganmu. Annyonghi gyeseyo.” Kata Taeyeon sambil melambaikan tangannya. Sena membalasnya dengan lambaian tangannya sedangkan namja itu hanya menatap kepergian Taeyeon.

“Sena-ah, siapa eonnie itu? Kau mengenalnya?” Tanya namja itu. Gadis kecil itu menggeleng kepalanya dengan imut.

Ani, eonnie hanya bertanya namaku saja. Sena juga lupa menanyakan nama eonnie. Luhan oppa kemana saja? Aku kira oppa pulang tanpa memikirkanku.” Ujar Sena dengan wajah cemberut. Luhan yang melihatnya hanya mencubit adik sepupunya itu.

“Kau ini masih berusia 10 tahun sudah cerewet sekali. Ayo kita pulang. Imo pasti menunggu kita.” Kata Luhan sambil mengajak saudara sepupunya untuk pergi. Sena mengandeng tangan Luhan menuju mobil Luhan. Dan mereka meninggalkan taman tersebut.

.

.

.

.

.

Aku memarkirkan mobilku di garasi. Aku keluar bersama Sena, saudara sepupuku. Dia ini sangat manis dan imut, tapi dia juga sangat manja kepadaku. Aku menyayanginya seperti adik kandungku sendiri. Aku melangkah masuk ke dalam rumah bersama Sena.

Annyeong, aku pulang.” Teriakku untuk memberitahu bahwa aku pulang bersama Sena.

“Kau sudah pulang nak? Sena sudah makan? Imo sudah memasak makanan kesukaan Sena. Ajak oppamu kemari ne.” Kata eomma. Aku dan Sena pergi menuju dapur. Kulihat di sana imo, samchon, appa, dan hyung sedang menunggu kami. Aku menuju meja makan bersama Sena dan menempati tempat kosong yang tersedia.

“Luhan, bagaimana dengan keadaan kantor?” Tanya appa berbasa-basi.

“Baik-baik saja appa.” Balasku. Aku mengambil beberapa makanan di depanku.

“Luhan-ah, appa ingin kau cepat-cepat bertunangan dengan Seulgi. Appa sudah membuat tanggal yang bagus untuk kalian bertunangan.” Ungkap appa. Oh ayolah, aku tidak ingin membahas tentang wanita itu.

Appa, aku tidak akan pernah ingin bertunangan dengan Seulgi. Aku sudah menemukan seseorang yang kusuka dari dulu. Dan tolong appa tidak usah membicarakan tentang ini lagi. Aku jadi tidak bernafsu makan.” Balasku dingin. Aku langsung bangkit dan segera pergi dari ruang makan. Terlihat semuanya menatap kepergianku.

Aku menuju kamarku dan memasukki kamarku dengan nyaman. Aku berdiam diri sambil menatap langit-langit di kamarku yang berwarna biru. Seketika aku memikirkan yeoja yang berada di taman tadi bersama dengan Sena. Dia mengingatkanku dengan seorang yeoja yang kusukai dan membuatku membenci malam natal.

Tok~ Tok~

Terdengar suara pintu dari luar kamarku. Aku dengan malas membuka pintu itu, terlihat gadis kecil yang manis memasukki kamarku, ya dia adalah Sena, adik sepupuku.

Oppa, apa oppa sedang marah? Sena membawa coklat untuk oppa, kata eomma orang yang sedang kesal dan marah sebaiknya memakan coklat.” Kata Sena. Adik sepupuku ini sangat perhatian sekali.

Ne Sena-ah, oppa akan memakan coklat itu. Kau sudah selesai makan?” Tanyaku. Dia hanya menganggukkan kepalanya.

Oppa, aku bosan. Bolehkah aku bermain di kamar oppa?” Tanya Sena. Aishh, dasar anak ini, tapi tidak apalah.

“Hm, kau boleh bermain di kamar oppa. Kajja.” Ajakku. Sena masuk ke dalam kamarku dan langsung memainkan PSP-ku.

Oppa, menurutmu eonnie yang berada di taman itu yeppeo tidak?” Tanya Sena. Aku menatapnya bingung. Tidak lama kemudian aku berfikir tentang yeoja itu.

“Hm, menurut oppa dia sangat manis sama sepertimu.” Jawabku dengan ragu-ragu.

Oppa, aku sebenarnya tidak setuju jika oppa bersama Seulgi eonnie.” Kata Sena dengan suara yang nyaris tidak terdengar. Aku menatapnya sedikit bingung, tetapi aku membalas ucapan Sena dengan tersenyum.

“Oppa, bagaimana kau bersama dengan eonnie yang berada di taman itu saja? Dia cantik dan baik, aku suka jika oppa bersamanya.” Ujar Sena dengan semangat, aku terdiam tidak menjawab pertanyaan Sena.

“Oppa…” Panggil Sena.

“Sena, oppa pergi keluar sebentar. Nanti oppa kembali ne.” Kataku untuk mengalihkan pertanyaan Sena. Sena menganggukkan kepalanya mengerti. Langsung saja aku keluar kamar.

Saat aku keluar dari kamarku aku melihat appa berada di depan pintu kamarku. Aku menatap appa dengan dingin.

“Luhan-ah, appa minta maaf atas kelakuan appa. Appa mengerti dengan keadaanmu menunggu yeoja manis itu. Appa akan membatalkan pertunanganmu bersama Seulgi. Maukah kau memaafkan appa?Tanya appa. Aku tersenyum mendengar ucapan appa dan aku langsung memeluk tubuh appa.

Ne appa, aku senang mendengar ini.” Ujarku senang.

.

.

.

.

.

“Ahhh… Nyamannya.” Kata Taeyeon setelah dirinya membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Kembali teringat kejadian di taman saat dirinya bertemu seorang gadis kecil yang manis yang ia ketahui bernama Xi Sena. Dirinya kembali juga teringat dimana dirinya juga mengalami hal yang sama seperti Sena. Hingga akhirnya dirinya ditolong oleh namja kecil.

“Hm, apa kabar denganmu oppa?” Gumam Taeyeon pelan tanpa sadar. Tiba-tiba

Beep~ Beep~

Yobouseyo eomma.”

Ne, besok aku akan bertemu dengan Xi companyeomma.” Jawab Taeyeon.

Ne, eomma. Sudah dulu ya eomma, ini sudah malam. Annyeong eomma.” Putus Taeyeon. Taeyeon mematikan handphone-nya dan mencoba untuk menutup matanya. Hingga akhirnya dirinya terjaga dalam mimpi.

.

.

.

.

.

Annyeonghaseo sangjanim.” Terlihat beberapa orang membungkuk badannya 90° dan mengucapkan salam kepada seorang namja yang terlihat sedang berjalan menuju lift. Namja itu hanya tersenyum kecil lalu memasang wajah datar nya kembali.

“Na Young-ssi, hari ini ada jadwal meeting bersama siapa?” Tanya namja itu dengan suaranya yang datar.

“Hari ini sangjanim akan melaksanakan meeting bersama Kim company jam 8, sangjanim.” Jawab Na Young dengan suara tegasnya seperti biasa. Namja itu menganggukkan kepalanya sambil menunggu lift terbuka.

Saat lift terbuka, namja itu langsung melangkahkan kakinya ke dalam ruangan tersebut. Saat namja itu mencoba untuk membuka pintu itu, tiba-tiba saja wajah seorang yeoja muncul di balik pintu tersebut.

“KAU!!” Teriak yeoja itu kaget, sedangkan namja itu hanya menutup telinganya, lalu menatap yeoja itu.

‘Bukankah dia yeoja yang membantu Sena?’ Batin namja itu.

“Ahh, kau bukannya oppa dari Sena?” Tanya yeoja itu. Namja itu hanya menganggukkan kepalanya.

“Ne, aku oppa dari Sena.” Kata namja itu.

“Ah, naneun Kim Taeyeon imnida.” Balas Taeyeon tersenyum untuk menyembunyikan kegugupannya. Luhan mengeluarkan ekspresi terkejutnya dengan matanya yang membulat. Jadi yeoja yang selama ini menjadi alasannya untuk membenci malam natal berada di hadapannya.

“K-K-Kau Kim Taeyeon?” Tanya Luhan dengan nada tidak percaya dan gugup. Taeyeon menganggukkan kepalanya ragu-ragu dalam hatinya ‘apa yang terjadi dengan oppa Sena’.

Luhan melirik Taeyeon dengan lirih, lalu dirinya melihat jam pada jam di tangannya. Masih 20 menit lagi dirinya meeting bersama yeoja yang berada di hadapannya.

“Na Young-ssi, kau masuk saja terlebih dahulu. Aku akan menyusul nanti.” Suruh Luhan dengan nada dinginnya seperti biasa.

“Ne sajangnim. Annyeong.” Ujar Na Young dengan membungkukkan badannya 90° dan masuk ke dalam ruangan meeting tersebut.

Luhan tanpa babibu langsung saja menarik Taeyeon ke sebuah tempat. Taeyeon terlihat bingung terhadap kelakauan namja yang sedang menarik tangannya yang ia ketahui dia adalah oppa dari Sena, gadis kecil yang ditolongnya. Taeyeon menahan rasa sakit pada pergelangan tangannya yang sedang dicengkram kuat oleh Luhan. Ia meringis kesakitan akibat ulah Luhan dan terkadang memberontak yang malah menambah kesakitan di pergelangan tangannya. Luhan memberhentikan aksi langkahnya di sebuah tempat yang sepi.

“Aish, tanganku sakit sekali.” Gerutu Taeyeon sambil memegang pergelangan tangannya yang merah. Luhan hanya melihatnya dengan pandangan menyesal, tetapi dirinya ingin sekali mengatakan sesuatu pada gadis yang selama ini ia nantikan.

“Mianhae Taeyeon-ah. Aku ingin mengatakan sesuatu padamu.” Ujar Luhan dengan raut wajah yang serius. Taeyeon masih dengan wajah bingung dan kesal menatap Luhan.

“Jika kau ingin mengatakan sesuatu kau tinggal mengatakannya di ruang meeting. Jangan menarik tanganku dan membuat merah.” Kata Taeyeon dengan kesal, bagaimana tidak kesal jika tangannya ditarik begitu saja tanpa ijin.

“Tapi ini adalah masalah pribadi bukan masalah meeting.” Kata Luhan dengan memasang wajah seriusnya dan wajah datarnya. Taeyeon menatap manik mata rusa milik Luhan, entah mengapa Taeyeon merasa dirinya mengenal namja ini sudah sangat lama dengan namja di depannya. Luhan, entah apa yang dipikirkannya sekarang.

“Taeyeon-ah, sebenarnya aku adalah…”

“Oppa, kenapa oppa ada di sini? Bukannya kau harus bertemu dengan client oppa Kim company?” Tanya seorang yeoja dengan nada manjanya. Luhan mendecakkan lidahnya kesal.

‘Kenapa yeoja ini selalu mengangguku di saat penting seperti ini’ gerutu Luhan dalam hati.

“Tuan Xi sebaiknya kita kembali ke ruang meeting, tidak baik kita membuat mereka menunggu.” Kata Taeyeon dengan nada tegas, entah kenapa hatinya sakit mendengar yeoja tadi memanggil namja itu dengan sebutan oppa. Padahal dirinya sendiri baru saja berkenalan dengan namja itu, mendengar namanya saja ia belum tahu.

“Taeyeon-ah, tunggu dulu.” Teriak Luhan memanggil Taeyeon, tetapi Taeyeon tetap melangkahkan kakinya tanpa memandang kebelakang kembali. Seulgi melihatnya dengan raut wajah kesal.

“Oppa, siapa yeoja itu?” Tanya Seulgi dengan nada kesal. Luhan hanya menatapnya tajam, seakan-akan mengatakan ‘ini semua salahmu’ kepada Seulgi. Tetapi Seulgi tidak memperdulikan tatapan tajam dari Xi Luhan.

“Kau tidak usah mengurus masalah pribadiku. Oh ya satu lagi, aku sudah mengatakan kepada appa bahwa aku memutuskan pertunangan denganmu dan tidak ada hubungan apapun denganmu. Arra?” Ujar Luhan dengan nada dinginnya.

Seulgi terdiam menatap Luhan dengan tidak percaya. Seulgi merasakan kakinya melemas, lalu dirinya menangis dalam keadaan diam. Hingga dirinya merasakan ada seseorang yang memeluknya dalam keadaan duduk. Seulgi mengangkatkan kepalanya untuk melihat siapa yang memeluk dirinya hingga dirinya merasa nyaman dan hangat.

“Sudah, kau jangan menangis. Uljimma, kau masih ada aku yang selalu menemanimu di sini Seulgi-ah.” Kata namja itu dengan lembut. Seulgi tanpa sadar menangis terisak dan memeluk namja itu untuk menemukan kehangatan yang dimiliki namja itu.

“Oppa, mianhae.. Mianhae, seharusnya aku tahu jika aku memaksakan diri akan seperti ini.” Isak Seulgi tetap dalam keadaan memeluk namja itu. Namja itu menganggukkan kepalanya, lalu mengelus uraian rambut milik Seulgi.

“Jackson oppa, aku akan menerimamu. Aku akan mencoba mencintaimu. Saranghaeyo oppa.” Ungkap Seulgi. Namja itu memeluk Seulgi dengan erat, betapa bahagianya dia karena harapannya selama ini sudah terkabulkan.

“Seulgi, oppa akan menjagamu dan tetap mencintaimu dengan setulus hatiku.” Ujar Jackson dengan tulus kemudian dirinya mengecup kening yeoja yang sekarang menjadi miliknya. Seulgi tersenyum bahagia. Mungkin dirinya tidak mendapatkan cinta yang ia inginkan, tetapi dia mendapatkan cinta yang benar-benar tulus bukan karena paksaan.

“Akhirnya, besok oppa akan merayakan malam natal bersama orang yang oppa cintai.” Goda Jackson.

“YA!! Oppa-ya~” Kata Seulgi dengan memukul lengan Jackson pelan, tetapi kemudian tertawa bersamaan.

.

.

.

.

.

“Baiklah, meeting kita untuk kali ini berakhir. Kamsahamnida atas kerja samanya.” Ujar Luhan, lalu membungkukkan badannya memberi hormat pada acara meeting hari ini.

Semua yang berada di dalam ruangan tersebut keluar satu per satu. Terlihat Luhan bebricara kepada sekretarisnya, sekretarisnya menangguk mengerti lalu keluar lebih dulu. Luhan tetap memperhatikan Taeyeon yang sedang membereskan mejanya. Ketika Taeyeon berdiri, Luhan dengan cepat menghampiri Taeyeon. Taeyeon yang melihat Luhan dengan langkah cepat untuk menghindari Luhan, tetapi Taeyeon kalah cepat dengan Luhan.

“Taeyeon, aku belum selesai berbicara denganmu. Kau punya waktu luang? Kita bisa sambil makan bersama di restaurant.” Tanya Luhan memohon, Taeyeon tampak berfikir apa dirinya menerima tawaran Luhan atau tidak. Pasalnya ia takut akan yeoja yang tidak sengaja memergoki dirinya bersama dengan namja ini.

“Hm, baiklah. Aku juga ingin mencoba makanan korea yang sudah lama tidak kumakan.” Balas Taeyeon polos. Luhan tersenyum kecil, lalu mengandeng tangan Taeyeon lembut. Tiba-tiba saja jantung Taeyeon berdetak sangat kencang.

‘Ada apa denganku? Mengapa jadi begini?’ Tanya Taeyeon dalam hati sambil memegang jantungnya yang berdetak tidak karuan. Karyawan yang berlalu-lalang melihat Luhan dengan tatapan bingung. Pasalnya Luhan terkenal dengan sifat dinginnya dan jarang terlihat bersama yeoja. Seulgi sekalipun yang mereka ketahui adalah tunangan Luhan pun tidak terlihat sehangat mereka jika bersama dengan Luhan.

Luhan membuka pintu mobilnya untuk Taeyeon, Taeyeon dengan gugup memasukki mobil itu. Dan Luhan melangkahkan kakinya menuju pengemudi mobil dan menjalankan mobil itu dengan kecepatan normal.

.

.

.

.

.

“Taeyeon-ah, kau ingat dengan Luhan?” Tanya Luhan dengan mimik wajah yang sulit diartikan. Taeyeon mengerutkan alisnya bingung, teringat kembali masa kecil Taeyeon.

“Ne, aku ingat Luhan oppa, wae? Kau mengenalnya?” Tanya Taeyeon sedih. Jujur dirinya merindukan Luhan. Namja yang selalu membuatnya nyaman dan tertawa di saat dirinya akan pergi ke Amerika 11 tahun yang lalu.

“Ne, aku mengenalnya bahkan sangat mengenalnya. Kau merindukannya?” Tanya Luhan. Ia tidak akan menyebutkan Luhan adalah dirinya karena ia ingin mengetahui apa yang dipikirkan Taeyeon tentang dirinya.

“Ne, aku sangat merindukan Luhan oppa. Aku bahkan berharap setiap malam natal tiba untuk bertemu dengannya kembali untuk merayakan natal yang tertunda 11 tahun yang lalu. Aku juga berharap esok aku bertemu dengannya karena besok adalah natal.” Kata Taeyeon tulus. Luhan melihat mata Taeyeon, manik mata Taeyeon terlihat berkaca-kaca.

“Jika yang berada di hadapanmu adalah Luhan oppa, kau akan melakukan apa?” Tanya Luhan kembali. Dirinya sudah memantapkan hatinya untuk memberitahu Taeyeon bahwa dirinya namja itu. Taeyeon tampak berfikir.

“Aku akan memeluknya dan mengatakan ‘bogoshipposeo’.” Balas Taeyeon kembali. Luhan tiba-tiba saja memeluk Taeyeon erat. Taeyeon merasa nyaman dalam pelukan Luhan.

“Aku adalah Luhan oppamu. Aku yang menemukanmu di taman bermain itu, seperti kau bertemu dengan Sena di taman. Aku yang membuat pengharapan, yaitu merayakan malam natal bersama orang yang kusayangi, tetapi orang yang kusayangi meninggalkanku pergi ke Amerika di saat natal itu tiba. Hingga akhirnya aku membenci natal. Dan pada akhirnya aku menyadari untuk apa aku membenci natal.” Ungkap Luhan masih dengan memeluk Taeyeon dan tanpa sadar mengeluarkan air mata.

“Luhan oppa bogoshippo. Aku merindukanmu, mianhae ne.” Ucap Taeyeon membalas erat pelukan Luhan.

“Baiklah kalau begitu, natal besok kau harus merayakannya bersamaku. Arra?” Kata Luhan. Taeyeon menganggukkan kepalanya mengerti, lalu tersenyum. Mereka melanjutkan makan mereka dan bercerita banyak tentang kehidupan masing-masing.

.

.

.

.

.

“Pakai apa ne, ini atau ini?” Gumam Taeyeon. Dirinya sekarang sedang memilih pakaian yang cocok untuk merayakan natal bersama Luhan.

“Aishh, aku pusing. Sudahlah aku pilih yang ini saja. Lebih simple.” Ujar Taeyeon lalu mempersiapkan dirinya. Taeyeon memakai dress dengan warna blue tosca dengan sebuah tali yang akan ia buatkan menjadi pita (?). Setelah itu, Taeyeon memakai sepatunya dan mengambil tasnya, dirinya segera melangkahkan kakinya keluar dari apartement miliknya. Taeyeon menarik nafasnya, lalu menghembuskan nafasnya pelan. Dirinya sedang menetralkan jantungnya yang berdebar-debar.

“Taeng-ah, kau sudah siap?” Tanya Luhan yang baru saja berada di depan Taeyeon. Taeyeon menundukkan kepalanya sambil mengangguk kecil. Luhan menggenggam tangan Taeyeon dengan hangat, lalu berjalan menjauhi apartement Taeyeon.

“Tuan Putri, silahkan masuk.” Ujar Luhan dengan nada bercanda. Taeyeon terkekeh pelan, lalu dirinya memasukki mobil milik Luhan. Luhan segera mengendarai mobilnya menuju tempat tujuannya.

“Luhan oppa, kita akan kemana?” Tanya Taeyeon. Luhan tersenyum kecil menanggapi pertanyaan Taeyeon.

“Kau akan mengetahuinya sendiri.” Kata Luhan dengan senyuman evilnya. Taeyeon yang melihatnya bergidik ngeri. Taeyeon terdiam lalu mengeluarkan smartphone miliknya untuk menghilangkan rasa bosan yang merayapi dirinya. Luhan hanya sesekali melirik Taeyeon dalam diam.

.

.

.

.

.

“Sungai Han? Untuk apa kita ke sini di malam natal Luhan oppa?” Tanya Taeyeon bingung. Luhan tersenyum manis, lalu mengandeng tangan Taeyeon untuk mengikuti dirinya ke sebuah tempat.

Terlihat meja makan yang dikelilingi oleh lilin dengan bentuk hati. Pemandangan sungai Han yang menawan pada hari natal, membuat Taeyeon terkagum-kagum. Luhan menuntun Taeyeon menuju meja dan memberikan tempat duduk untuk Taeyeon. Mereka duduk dalam diam, hingga akhirnya Luhan memecahkan keheningan,

“Taeng, aku ingin mengatakan sesuatu padamu.” Ujar Luhan.

“Ne oppa, katakanlah.” Jawab Taeyeon dengan tenang. Taeyeon mencoba menenangkan dirinya yang sedang mengalami jantung yang berdebar sangat kencang.

“Taeng….” Panggil Luhan sambil memegang tangan Taeyeon. Taeyeon menatap mata Luhan dalam-dalam.

“Mungkin aku tidak bisa mengatakannya dengan baik, tapi ini benar-benar apa yang kurasakan dari dalam hatiku. Sudah dari dulu aku memendam rasa ini saat aku melihat gadis kecil yang sedang menangis di sebuah taman.” Jelas Luhan, lalu menarik napasnya kembali.

“Sejak pertama kali kita bertemu saat itu, aku sudah merasakan kalau kau spesial dan aku mulai merasa kalau aku tidak akan sempurna tanpamu. Maukah kau menjadi milikku dan tetap bersamaku melewati hari-hari dan natal setiap tahunnya bersama. Dan mengubah kebencianku pada natal menjadi natal terindah dihidupku?” Lanjut Luhan. Taeyeon yang mendengarnya tersenyum hangat, lalu menganggukkan kepalanya. Luhan tersenyum bahagia, lalu memeluk Taeyeon erat seakan-akan dirinya tidak akan melepaskannya kembali.

“Saranghae Taeyeon-ah. I love You. You’re my present.” Kata Luhan.

“Nado saranghae Luhan oppa. I love you too.” Balas Taeyeon.

Luhan menatap Taeyeon dalam-dalam.

Chu~

Dirinya dan Taeyeon sudah saling bertautan. Luhan mencium bibir Taeyeon dengan hangat dan dalam. Dirinya melumat bibir Taeyeon dengan penuh kelembutan membuat Taeyeon sendiri terhanyut dalam ciuman Luhan. Mereka menikmati ciuman tersebut dengan dihiasi kembang api yang menghiasi langit.

Luhan melepaskan ciuman hangat mereka dan menatap Taeyeon dengan penuh kebahagiaan. Taeyeon menundukkan kepalanya untuk menghindari tatapan mata rusa milik Luhan.

“Chagi, sebaiknya kita pulang ne. Ini sudah larut malam.” Kata Luhan.

“Ne oppa, kajja.” Balas Taeyeon sambil mengandeng tangan Luhan. Luhan tersenyum gembira, ini lah yang ia harapkan di hari natal, yaitu bersama orang yang disayanginya.

-END-

Oke ini ff oneshoot pertama author, jujur ini kayaknya gagal banget huwaa. Sebenarnya author mau ngirim ff ini tanggal 24 malam atau tanggal 25, tapi ada kendala yang harus author undurin tanggal kirimnya. Ini author buat sengaja untuk hadiah natal, tapi author merasa ff ini jelek. Oh iya, author mau kasih tau. Besok atau kapan author akan kirim ff author yang baru yaitu evil boy. Dan semoga kalian suka ya sama ff ini. Untuk ff Only You terpaksa author pending dulu karena belum ada feel nya hehe. Gomawo buat kalian semua yang mau baca ff ini. Oh iya, happy new year too :*

Hargai ff ini dengan comment kalian dan like kalian. Karena comment kalian yang buat author bersemangat untuk melanjutkan semua ff yang belum terselesaikan. Dan sorry for typo yang author buat. Mwah dari author :* see you ya di ff evil boy.

 

Advertisements

43 comments on “[FREELANCE] You’re My Christmas Present (Oneshot)

  1. Daebak thor ff nya,,, feelnya dapat banget dan lutae sweet banget… 😀 jadi senyum2 sendiri deh bacanya… Next ff ditunggu thornim… 🙂 Fighting… 😉

  2. Wah-wah..so sweet banget..cuma author kyaknya musim di ffnya agak kurang sesuai sama natalnya. Hrusnya kan suasana bersalju..tp taeyeonnya makan es krim sama gak pake baju anget..hehe, kurang sreg sama itu aja..#abaikan. Daebak author..aku suka romantis banget ffnya…ditunggu karya selanjutnya..

  3. Daebakk ffny aku suka apalagi Lutae mereka so sweet aku suka banget … ditunggu ff yg lain keep writing and Fighting!!!

  4. Uwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…… So sweet bnget…. :3
    akhirnya stelah bertahun thun (?) Tae eonn dn Lulu Oppa ktemu jga,,,,,,, Yeay….. 😀
    hmmmm….. itu Seulgi sma Jackson yeth….. wkss…..
    dtunggu yah… Thor ffnya yg bru Evil Boy….. 😉
    FIGHTAENG!!
    N
    LOVE YOUU…… ❤

  5. duhhh sweet happy end menunggy sekian lama hohi… mrrkaa disungaia. han tdi ad mej makan kan ko belum makan udh piulang wkwkkwwk dtunggu karya lainnyaaa…

  6. duhhh sweet happy end menunggy sekian lama hohi… mrrkaa disungaia. han tdi ad mej makan kan ko belum makan udh piulang wkwkkwwk dtunggu karya lainnyaaa……

  7. Yeayy happy ending
    So sweet moment LuTae
    Untung appa Luhan oppa gk maksa buat tunangan sama Seulgi
    Ditunggu ff yg lainnya thor

  8. wawww 11 thn berpisah akhirnya bertemu lagii dan langsung berstatus lebih dari oppa >< Updatesoon!Hwaiting!!

  9. Bagus kok thorrr yang jadi cast di evil boy siapa thor? Luhan? Kyu? Hae? Baek? Sehun? Kai? Ditunggu dehhh ff yang lainnya ((: hwaitinggggg😘💕

  10. lumayan lah thor buat ff oneshoot yg pertama.. cukup bagus ~ 😉 cuma ada sesuatu yg kurang aja.. xixixi

    hwaithing thor buat ff evilboy jangan lupa only you nyaaa juga xixixi 😀

  11. cie yang kepisah jadi ketemu #lirikLuTae… ada Seulgi Red Velvet, jarang ada muncul member RV disini.. akusukaaaa 🙂 next project kutunggu 🙂

  12. squel YMCP di hapus ya?
    pdhl aku baru baca dkit blm smua. tp uda di hapus. aaaaa..
    author mah gtu 😦

  13. Pingback: [FREELANCE] Happy Birthday My Taeyeon (Sequel YMCP) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s