[FREELANCE] My Sexy Girl (Sehun Ver.)

my-sexy-girl-sehun-han-sung-young

Tittle: My Sexy Girl (Sehun Ver.)

Author: Han Sung Young

Rating: PG 17

Lenght: Oneshot

Genre: Romance, Fluff, School-life

Main Cast: Oh Sehun, Kim Taeyeon

Other Cast: Find by yourself.

Disclaimer: Semua cast milik orang tua mereka dan Tuhan YME. But this story is mine. Happy reading and sorry about typo’s

Note’s: Makasih buat admin yang mau nge post ff aku dan juga reader yang mau baca ff absurd aku. Jadi buat reader yang udah baca harap komentarnya ya.

Thanks to: rosaliaaocha – ExoShidaeFFandGraphic for making this amazing poster.

Happy reading^^

Seorang yeoja cantik tengah menggerutu dipinggiran sungai han dengan menendang nendang angin yang tak berdosa.

Bagaimana tidak.? Sepulang sekolah tadi, temannya memaksa dirinya untuk ikut ke suatu tempat.

‘Kim Taeyeon’ name tag gadis itu benar benar ingin mencincang Tiffany jika saja Tiffany bukan temannya.

Ya, tadi nya Tiffany bilang hanya pergi sebentar. Namun, sudah sekitar 30 menit Taeyeon menunggu Tiffany kembali, batang hidung nya masih belum terlihat. Bahkan sekarang sudah menjelang malam.

“KIM TAEYEOONNN..”

Lengkingan tersebut seketika memekakan telinga Taeyeon. Itu lengkingan Tiffany, dan Taeyeon sudah terlalu hafal dengan lengkingan tersebut.

“Mian aku lama, hehe..” Ucap Tiffany cengengesan setelah berhadapan dengan Taeyeon yang sedang berkacak pinggang.

“Kau dari mana saja nona Hwang. Dan… eoh nuguya.?” Tanya Taeyeon saat melihat namja putih pucat dan tinggi dibelakang Tiffany.

“Eohh,, dia sepupuku. Kenalkan, namanya Oh Sehun.”

“Annyeonghaseyo. Oh Sehun imnida.” Sapa namja berkulit putih yang bernama Sehun.

“Ne, annyeonghaseyo. Kim Taeyeon imnida.”

“Kenapa kau tiba tiba bersikap manis saat didepan Sehun.?” Goda Tiffany.

“Apa yang kau bicarakan.? Memang aku harus berkenalan dengan membentak bentak.? Kurasa kau sudah mulai sakit Fany.” Jawab Taeyeon asal.

“Yakk,, apa apaan kau ini. Sudahlah kalian tunggu disini, aku ingin ke toilet sebentar.”

“30 menit pun kau anggap sebentar Fany.” Sindir Taeyeon.

“Kali ini benar benar sebentar Taeng.” Setelah berkata demikian Tiffany segera berlari kearah toilet.

“Dasar!!”

Setelah kepergian Tiffany, Taeyeon dan Sehun dilanda keheningan.

Sehun sibuk memperhatikan Taeyeon dari atas sampai bawah dan terus di ulangi beberapa kali. Menurut Sehun, Taeyeon memang cantik dan manis seperti yang dikatakan Tiffany sebelumnya.

Saat tatapan Sehun sampai pada dada Taeyeon, namja tersebut langsung menggeleng gelengkan kepalanya. Sehun memang namja yang pervert, dan dia mengakui tentang hal itu.

Taeyeon yang melihat tingkah aneh Sehun segera menanyakannya.
“Wae Sehun-ssi.?”

“Ah, gwenchana. Kajja duduk.” Sehun dan Taeyeon duduk dikursi kayu panjang yang ada disana.

“Panggil aku Sehun saja ne. Dan aku juga akan memanggil mu Taeyeon. Bolehkah.?” Tanya Sehun dan menatap Taeyeon.

“Tentu saja. Em, sebelumnya aku tak pernah melihatmu. Apa kau baru pindah.?” Tanya Taeyeon.

“Ne, aku sebelumnya ikut dengan halmonie di Los Angles.” Jawab Sehun dan memasang senyum tampannya.

‘DEG. Sial, senyum itu.’

“Oh, begitu.” Jawab Taeyeon dan mengambil ponselnya karna ada pesan masuk.

From : Crazy Fany
‘Taeng, kau pulang dengan Sehun ne. Karena tadi aku bertemu dengan Nichkhun oppa dan mengajakku berkencan. Gwenchana ne.?’

“YAK JINJJA.?”

“Taeyeon gwenchana.?” Tanya Sehun setelah mendengar pekik’an Taeyeon.

“Ige.” Ucap Taeyeon dan memberikan ponsel nya agar Sehun dapat membaca pesan Tiffany.

“Tenang saja, aku akan mengantarmu. Aku masih ingat semua jalan yang ada di Seoul.”

“Gwenchana.?” Tanya Taeyeon memastikan.

“Gwenchana. Kajja, aku membawa motor.” Sehun membawa Taeyeon menuju motornya.

Saat Sehun memasangkan helm nya pada Taeyeon, gadis itu menunduk karena pipi nya memanas dan sudah pasti Taeyeon seperti kepiting rebus siap santap.

“Pegangan ne.!!” Perintah Sehun.

“Ne.” Dengan ragu, Taeyeon berpegangan pada pundak Sehun.

Sehun memutar bola matanya dan berkata.
“Aish, bukan disitu.”

“Lalu.?”

Bukannya menjawab pertanyaan Taeyeon, Sehun justru menarik dengan keras tangan Taeyeon untuk memeluk pinggang Sehun dari belakang. Dan itu menyebabkan dada Taeyeon bertabrakan dengan punggung Sehun.

“Siap.?” Tanya Sehun saat menyalakan mesin motornya.

“N..Ne.” Jawab Taeyeon terbata. Karena jujur saja, Taeyeon sangat gugup karena dirinya yang begitu menempel pada Sehun.

‘Aish, ada apa dengan jantungku.? Bagaimana jika Sehun merasakannya.’

‘Kenapa dengan jantungnya.? Apa dia menyukaiku.? Ya, kurasa sangat bagus jika dia menyukaiku.’

Sehun mulai menjalankan motornya. Dan seiring berjalannya waktu, jantung Taeyeon pun sudah mulai normal.

Diperjalanan, mereka terus bercerita kebiasaan masing masing. Dan dengan begitu, mereka merasa sudah sangat akrab dan mulai menunjukkan sifat asli mereka. Sehun dengan sifatnya yang pervert dan mesum, sementara Taeyeon dengan sifatnya yang cerewet dan bawel.

Jarak sungai han dan rumah Taeyeon yang jauh memungkinkan mereka berlama lama mengobrol. Dan tangan Taeyeon pun masih setia melingkari pinggang Sehun.

“Ini rumahmu.?” Tanya Sehun saat sampai dirumah mewah, namun terlihat sepi.

“Ne. Wae.?” Tanya Taeyeon dan melepas helm Sehun.

“Mengapa sepi sekali.? Apa kau tinggal sendiri.? Apa kau tidak takut.? Bagaimana jika ada penjahat yang masuk.?”

“Kau ini namja tapi cerewet sekali eoh.? Keluargaku sedang ke Rusia untuk menunggu eonni ku yang akan melahirkan. Dan jika ada penjahat masuk, aku bisa teknik bela diri.” Jawab Taeyeon.

“Atau kau ingin ku temani sampai keluargamu pulang.?” Goda Sehun dengan seringai anehnya.

“Apa yang kau fikirkan Oh Sehun. Cepatlah pulang. Gomawo sudah mengantar ku.” Jawab Taeyeon kesal.

“Baiklah nona. Jangan lupa memimpikan pangeran tampan yang satu ini ne.” Jawab Sehun dengan menunjuk dirinya sendiri.

“Cih, siapa yang mengatakan bahwa kau tampan.? Kurasa orang itu sedang sakit mata.” Jawab Taeyeon dengan watados nya.

“Bukankah kau yang mengatakan aku tampan.?”

“Kapan aku mengatakan hal seperti itu.? Sudahlah, jika kau berbicara terus, kapan kau akan pulang.? Cepat pulang.”

“Kau mengusirku.?” Tanya Sehun dengan wajah tak percaya nya.

“Ini sudah malam Oh Sehun. Dan kau harus segera pulang.”

“Pukul 7 kau sebut malam.” Heran Sehun.

“YAK KU BILANG CEPAT PULANG. ATAU AKAN KU LEMPAR WAJAHMU DENGAN SEPATUKU.”

“Aish, kau ini berisik sekali eoh.” Ucap Sehun sambil menutup telinganya karna pekikan Taeyeon.

“Ah ne. Aku akan segera pulang. Sampai bertemu besok cantik.” Ucap Sehun segera karena Taeyeon telah melepas sepatu nya.

“Lihat, bahkan dia yang menyebutku cantik. Mwo.? Sampai bertemu besok.? Apa maksudnya.? Ahh molla.” Ucap Taeyeon saat Sehun sudah tak terlihat dan segera masuk rumahnya.

***

“Fany..” Panggil Taeyeon saat melihat Tiffany di koridor sekolah.

“MORNING TAENG!!” Sapa Tiffany saat melihat Taeyeon dibelakangnya.

“Kau ini pagi pagi kenapa sudah berisik eoh.?”

“Ahaha mian.”

“Aku marah padamu.” Ucap Taeyeon dengan tangan menyilang didepan dada dan terus berjalan menuju kelasnya.

“Wae.? Kenapa kau marah padaku ?”

Taeyeon berhenti berjalan dan berkacak pinggang menghadap Tiffany.

“Kau bilang kenapa.? Kau meninggalkanku dan menyuruhku pulang dengan sepupumu yang pervert itu. Benar benar menyebalkan.” Taeyeon kembali melanjutkan jalannya.

“Aigoo Taeng, mian karna semalam aku bertemu dengan Nichkhun oppa, dan dia mengajakku berkencan. Tentu saja aku tak menolak, kau tau sendirikan kita sangat jarang bertemu.”

“Huft.. baiklah, aku memaafkanmu. Aku juga tak mungkin bertemu dengan namja menyebalkan itu. Dan nanti kau harus mentlaktirku makan.” Ucap Taeyeon dengan senyum manisnya.

“Ne aku akan mentlaktirmu. Gomawo sudqh memaafkan ku.”

***

“Annyeonghaseyo Oh Sehun imnida.”

Taeyeon mendongakkan kepala nya saat mendengar nama itu. Terkejut.? Tentu saja, tapi tidak terlalu.

Ya, Sehun saat ini menjadi teman baru Taeyeon dan sekarang tengah memperkenalkan dirinya.

“Kau bisa duduk dengan Joonmyun.” Ucap Kwon saengnim setelah Sehun selesai berkenalan.

“Jongsohamnida saengnim. Bolehkah saya duduk dengan Taeyeon-ssi.? Karena saya sudah mengenalnya.” Ucap Sehun sesopan mungkin.

“Oh begitu. Tentu saja boleh. Tiffany-ssi bisakah kau pindah.?”

“Ne saengnim.” Jawab Tiffany dan pidah dari tempat duduknya.

‘Bukankah dia lebih kenal dengan Tiffany.? Bahkan dia sepupu nya. Kenapa harus aku.?’ Gerutu Taeyeon dalam hati.

“Kau bisa duduk sekarang.” Ucap Kwon saengnim. Sehun membungkukkan badannya sebagai tanda terima kasih dan segera duduk disebelah Taeyeon.

***

“Kajja Fany, bukankah kau akan mentlaktir ku makan.?” Ucap Taeyeon saat istirahat.

“Kau tak bisa sabar hm.?” Jawab Tiffany sambil membereskan buku nya.

“Aku ikut kalian ne.” Ucap Sehun yang berada di samping Taeyeon.

“Apa kau tak punya malu makan bersama yeoja.?” Ketus Taeyeon.

“Ayolah, yang ku kenal hanya kalian berdua. Aku juga belum punya teman namja.” Mohon Sehun dengan aegyo andalannya.

“Kau ini benar benar menyebalkan. Kau boleh ikut kami, tapi hanya untuk hari ini. Dan hentikan aegyo burukmu itu.” Jawab Taeyeon dan segera beranjak.

“Gomawo Chagi..” Ucap Sehun dengan panggilan chagi untuk Taeyeon.

“Jika kau terus memanggilku seperti itu, sebaiknya kau ke kantin sendiri.” Taeyeon meninggalkan Sehun dan segera di susul Tiffany.

***

Taeyeon berjalan di koridor sekolah yang sudah sepi. Memang sekarang sudah jam pulang sekolah, namun Taeyeon tadi ada urusan jadi pulang terlambat.

Taeyeon merasa ada yang mengikuti. Dan benar saja, saat Taeyeon berbalik, terlihatlah Sehun yang tengah tersenyum bodoh.

“Apa yang kau lakukan.?”

“Mengikutimu.” Jawab Sehun polos.

“Mengapa kau harus mengikutiku.?” Tanya Taeyeon menggebu.

“Karena aku ingin.”

Taeyeon kini sudah tak memperdulikan Sehun dan meneruskan jalannya.

Grep..

“Kau pulang dengan ku.” Bisik Sehun lembut dan memeluk Taeyeon dari belakang.

“Yak, apa yang kau lakukan.? Aku tau kau itu mesum, tapi jangan memelukku seperti ini. Cepat lepaskan.” Protes Taeyeon. Namun Sehun semakin mengeratkan pelukannya.

“Aku tak akan melepaskannya sebelum kau berjanji pulang denganku.”

“Kubilang lepaskan dulu.”

“Aku tidak mau.”

“Baiklah, aku akan pulang denganmu.” Pasrah Taeyeon.

“Jinjja.? Yeay.. yuhuuuu…” Girang Sehun sambil meloncat loncat layaknya anak kecil saking senangnya.

“Kau mau pulang atau akan loncat loncat bodoh seperti itu.?” Tanya Taeyeon ketus dan berjalan meninggalkan Sehun.

“Yak chagi, tungguu..” Ucap Sehun dan segera mengejar Taeyeon.

***

Suara motor Sehun terdengar di depan rumah Taeyeon.

“Gomawo sudah mengantarku. Sekaran cepat pulang.” Ucap Taeyeon setelah turun dari motor.

“Cheonma chagi.”

“Kubilang berhenti memanggilku seperti itu.” Taeyeon menajamkan tatapannya pada Sehun.

“Baiklah. Kenapa rumahmu masih sepi.?”

“Keluargaku masih lama di Rusia. Memang apa pedulimu.?” Tanya Taeyeon ketus.

“Apa itu salah.? Aku hanya bertanya.” Jawab Sehun dengan wajah memelas.

“Baiklah, kau tak salah. Sekarang cepat pulang.”

“Aku memang akan pulang. Apa kau berfikir aku akan terus disini dan menginap di rumahmu.?” Goda Sehun dengan seringai nya.

Taeyeon menatap Sehun semakin tajam karena ucapan Sehun yang ngelantur.

“Arasseo.. Arasseo.. Aku akan pulang sekarang. Annyeong.” Pamit Sehun dan memasang helm nya.

“Ne. Hati hati dijalan.” Ingat Taeyeon yang membuat Sehun senang bukan main.

“Kau benar benar perhatian.”

“Itu sebagai tanda terima kasih Oh Sehun. Sekarang cepat pulang.”

“Baiklah, annyeong.” Ucap Sehun dan menjalankan motornya.

***

Sehun sudah satu minggu bersekolah di tempat Taeyeon. Sehun selalu saja menggoda Taeyeon dengan 1001 cara andalannya yang membuat Taeyeon mengeluarkan berbagai reaksi. Mulai dari marah, kesal,menggerutu, malu, menghela nafas dan yang lainnya.

Saat bel pulang sekolah hari ini berbunyi, Taeyeon segera membereskan bukunya tanpa memperdulikan Sehun yang tengah menatapnya aneh.

Setelah semua bukunya sudah beres, Taeyeon segera beranjak dan pulang.

Alasan Taeyeon demikian adalah, agar dirinya tak perlu pulang bersama Sehun.

Ya, selama satu minggu ini Taeyeon memang selalu pulang bersama Sehun. Tentu dengan pemaksaan yang Sehun lakukan.

Taeyeon menghindari Sehun karena sifat ke-pervert-an Sehun yang semakin hari semakin parah.

Bagaimana tidak.? Saat dijalan, Sehun dengan sengaja memacu motornya dengan kecepatan tinggi. Dan itu membuat Taeyeon harus memeluk Sehun jika tak ingin terjatuh.

Taeyeon masih ingat saat Sehun menggendong dirinya sampai ke parkiran motor Sehun. Dan itu membuat mereka di tatap aneh oleh orang yang melihatnya.

Bahkan sekitar dua hari yang lalu, Sehun dengan beraninya mencuri ciuman pada bibir Taeyeon.

Namun Taeyeon selalu kalah jika berhadapan dengan Sehun. Tenaga nya sangat tak sebanding dengan Sehun. Mungkin jika adu mulut Taeyeon menang. Namun Sehun tak pernah menjawab jika Taeyeon menghina atau mengatai nya. Dan akhirnya Taeyeon hanya diam, karena jika dia terus saja berbicara, maka bisa di anggap sudah mulai gila.

“Haahhh.. akhirnya aku bisa terbebas dari Sehun pervert itu.” Ucap Taeyeon saat sampai rumahnya yang sepi, karena keluarga nya masih di Rusia.

Taeyeon segera memasuki kamar nya. Melepas sepatu, blazer dan kemeja sekolah nya. Hingga kini Taeyeon hanya menggunakan tank top putih dan rok sekolah.

“Kenapa hari ini aku sangat lelah.? Hahh..” Taeyeon membaringkan tubuhnya pada ranjang dan mulai terlelap.

***

Seorang namja tampan terlihat bingung di kamarnya. Terlihat dari dahi nya yang berkerut khas orang yang tengah berfikir.

“Kenapa Taeyeon tadi sangat buru buru.? Bahkan tak berpamitan pada Tiffany. Apa dia marah padaku karna aku menciumnya.? Ahh molla.”

Sehun memejamkan matanya. Namun baru beberapa saat, Sehun kembali membuka matanya dan menyeringai.

“Bukankah dia masih dirumah sendiri.? Baiklah, nanti malam aku akan ke rumahnya. Tunggu aku Kim Taeyeon.”

***

19.00 KST

Taeyeon menggeliat  di ranjangnya saat mendengar seseorang yang memencet bel rumah nya.

“Eemmhhh.. siapa yang datang.? Mengganggu saja.”

Taeyeon bangkit untuk membuka pintu dengan penampilan berantakan dan rambut yang awut-awutan.

“Ne, tunggu sebentar.”

Taeyeon membelalakan mata nya saat melihat Sehun yang datang dengan senyum aneh nya.

“Apa yang kau lakukan.?” Tanya Taeyeon ketus.

“Ingin menemui mu.” Tanpa permisi, Sehun melewati Taeyeon dan masuk kemudian duduk di sofa ruang tengah.

“Dasar tak tau sopan santun.” Umpat Taeyeon dan segera menyusul Sehun.

“Untuk apa kau kesini.? Mengapa membawa tas.?” Tanya Taeyeon lagi.

“Aku ingin mengerjakan tugas Go saengnim.” Jawab Sehun asal. Pasalnya tas yang dibawa Sehun isi nya adalah seragam sekolah Sehun.

“Cih, alasan.”

“Ekhem ekhem, apa di rumah ini tak ada air.? Kenapa aku merasa haus.?” Ucap Sehun sambil memegang leher nya.

Sehun memang sangat haus untuk saat ini.

Bagaimana tidak.? Sehun saat ini melihat Taeyeon yang hanya memakai rok sekolah yang pendek dan tank top putih yang ketat. Ditambah dengan rambutnya yang berantakan membuat Taeyeon terlihat seksi. Dan Sehun sangat sulit untuk menelan saliva nya sendiri.

Sehun akui, bahwa Taeyeon memang memiliki tubuh dengan lekuk yang indah dan hampir sempurna. Dan dengan bodoh nya Sehun baru menyadari akan hal itu.

“Kau mau minum apa.?” Tanya Taeyeon ketus dan mengembalikan Sehun ke alam sadar.

“Kurasa orange juice dapat melegakan tenggorokan ku.” Jawab Sehun.

“Tunggu sebentar.” Jawab Taeyeon dan segera menuju dapur.

“Apa dia sengaja menggodaku.?” Tanya Sehun saat Taeyeon sudah tak terlihat.

Sehun melepas jaket dan hanya menggunakan kaus hitam ketat nya. Ya, Sehun merasa panas melihat Taeyeon malam ini. Sehun sendiri tak yakin bisa mengendalikan dirinya untuk malam ini.

Taeyeon sudah kembali dari dapur. Gadis itu kini meletakkan minuman Sehun tepat dimeja depan Sehun.

Dan saat Taeyeon menunduk untuk meletakkannya, dada nya sedikit terlihat. Sehun yang melihat pemandangan indah itu membelalakkan mata nya.

‘Sial, dia membuat ku turn on.’ Umpat Sehun dalam hati dan mulai menegang.

Taeyeon yang tidak sadar bahwa dada nya sedikit terlihat hanya biasa saja. Namun jadi mengerutkan dahi nya saat melihat Sehun yang seperti orang ling lung.

“Apa yang kau lihat dan fikirkan tuan Oh.” Tanya Taeyeon dengan berkacak pinggang di depan Sehun.

Sehun sedikit tersentak. Lagi lagi Taeyeon menyadarkan nya dari khayalan nya yang indah dan juga liar.

“Tak ada.” Jawab Sehun dan meminum jus yang di buatkan Taeyeon.

“Cepat kerjakan tugas Go saengnim.” Perintah Taeyeon ketus.

“Aku tidak mau.”

“Mwo.? Apa maksud mu tidak mau.? Bukankah kau kesini ingin mengerjakan tugas.?”

“Sudah ku bilang aku tidak mau.” Suara Sehun mulai meng-horror.

Taeyeon bergidik saat mendengar suara Sehun, ditambah lagi namja itu kini melepas ikat pinggang nya.

‘Mwo.? Apa yang akan dia lakukan.? Apa dia akan menggunakan itu untuk memukul ku seperti di drama horror yang pernah ku tonton. Aigoo, bagaimana ini.?’ Batin Taeyeon polos.

Taeyeon membalikkan badan nya bermaksud untuk meninggalkan Sehun. Namun baru beberapa langkah tiba tiba…

Huupp . . .

Sehun menariknya, hingga kini tubuh Taeyeon berada dalam pangkuan dan dekapan Sehun.

“Kau mau kemana nona.?”

“Yak, apa yang kau lakukan.? Cepat lepaskan.” Protes Taeyeon sambil memukul-mukul dada Sehun.

Sehun mengarahkan tangan Taeyeon kebelakang dan mengikat tangan gadis itu dengan ikat pinggang nya.

Kini Taeyeon tak bisa berbuat apapun dengan kondisi tangan yang terikat di belakan tubuh nya.

“Masih ingin memukul ku.?” Tanya Sehun dan kembali mendekap tubuh Taeyeon.

“Apa kau gila.? Cepat lepas atau aku akan beteriak.” Ancam Taeyeon.

“Silahkan saja, aku tidak takut.”

“Menyebalkan. Cepat lepas Oh Sehun.”

“Aku akan melepas nya jika kau menjadi yeojachingu ku.” Ucap Sehun enteng.

“Bermimpi saja. Karena aku tak akan jadi yeojachingu mu.” Jawab Taeyeon lantang.

“Kau berani menolak ku eo.?”

“Wae.? Memang kau siapa, hingga aku harus takut padamu. Kau hanya namja pervert yang menyebalkan sekaligus pemaksa.” Jawab Taeyeon tanpa pikir panjang.

“Baiklah, rasakan ini.”

Tanpa Taeyeon duga, kini Sehun dengan berani nya mencium leher Taeyeon.

Ani, bukan sekedar mencium, tapi Sehun juga menghisap nya dan mungkin akan meninggalkan tanda disana.

Sebenarnya Taeyeon tak suka dengan perbuatan Sehun ini, namun entah mengapa Taeyeon malah menikmati nya hingga tanpa sadar, Taeyeon sudah mendesah nikmat.

“Mmhhh..Sehh..huunhh..”

Sehun tersenyum dibalik aksi nya. Sehun terus saja menciumi leher Taeyeon sedikit kasar hingga dirinya merasa puas. Setelah merasa puas, Sehun melepas bibirnya dari leher Taeyeon dan menatap bangga hasil karya nya.

“Kau menikmati nya hmm.?” Goda Sehun.

“Kau gila, cepat lepaskan.” Ucap Taeyeon sedikit terengah.

“Kau harus jadi yeoja ku jika ingin ku lepaskan.” Jawab Sehun.

“Ku bilang, aku tak akan jadi yeoja mu.”

“Rasakan ini.”

Sehun kembali mencium Taeyeon, kali ini bukan di leher, melainkan di bibir.

Bibir Taeyeon yang merah dan mungil itu sangat menggoda Sehun. Hingga Sehun tak mampu mengendalikan dirinya.

Sehun mulai menjilati bibir Taeyeon dan mulai mengulum semua bagian bibir Taeyeon.

Kali ini bukan hanya mengulum, tetapi Sehun mulai menggigit pelan bibir Taeyeon. Dan lidah Sehun pun mulai berusaha menerobos bibir Taeyeon. Namun Taeyeon tetap bertahan menutup mulutnya. Sehun yang mulai kesal akhirnya menggigit keras bibir Taeyeon.

“Akhh..”

Usaha Sehun tak sia-sia. Bibir Taeyeon terbuka hingga Sehun dengan mudah menelesupkan lidah nya dan mulai bermain dalam mulut Taeyeon. Awalnya Sehun hanya menggoda lidah Taeyeon dengan lidah nya kemudian menuju ke langit-langit dalam mulut Taeyeon dan menggelitiki nya. Taeyeon mengerang karena kehabisan oksigen. Taeyeon sangat ingin memukul kepala Sehun, namun apa daya, tangan nya terikat.

Sehun melepas ciuman nya karena kasihan pada Taeyeon. Ciuman Sehun beralih pada leher Taeyeon, menjilat semua bagian disana dan berhenti pada satu titik untuk kembali membuat kissmark.

Beberapa kissmark telah berhasil Sehun buat, merasa puas, ciuman Sehun semakin menurun pada bahu Taeyeon. Sedikit menurunkan tali tank top dan tali bra Taeyeon hingga kini bahu putih mulus Taeyeon terekspos begitu saja.

Taeyeon membelalakan mata nya. Jika saja Taeyeon bisa, Taeyeon ingin sekali memukuli kepala Sehun dengan kayu kerena berbuat semau nya.

Sementara Sehun. Kini namja itu tengah menikati bahu Taeyeon, menggigit dan menghisap dengan kasar. Dan lagi-lagi, terciptalah kissmark hasil karya seorang Oh Sehun.

“Berhenti Sehun.”

Dan, Sehun melepas bibirnya kemudian menatap Taeyeon.

“Bodoh, kau benar benar menyebalkan. Sekarang, cepat lepaskan aku dan kau pergi dari rumah ku.” Bentak Taeyeon.

“Ini karena aku mencintaimu Taeyeon.”

“Tapi, aku sama sekali tak mencintai mu. Kita bahkan baru mengenal.”

“Dan kau sudah mencuri perhatian ku sejak awal. Jadi, kau harus menjadi milik ku.” Jawab Sehun cepat.

“Sudahlah, cepat pulang, aku mengantuk.”

Sehun tidak menjawab ucapan Taeyeon, dan melepas ikat pinggang nya dari tangan Taeyeon.

Taeyeon senang bukan main dengan hal ini. Karena menurutnya Sehun akan segera pulang. Namun harapannya sia-sia, karena Sehun membaringkan tubuhnya di sofa dengan posisi berada di atas tubuh Sehun.

Taeyeon membelalakkan mata nya dan mulai memberontak.
“Yak, apa yang kau lakukan.? Cepat lepaskan.” Ucap Taeyeon sambil memukul dada Sehun.

Walaupun ikatan pada tangan Taeyeon sudah terlepas, namun dirinya masih tak bisa lepas dari Sehun karena Sehun memeluk pinggang nya erat.

“Diam atau aku akan melakukan lebih.” Ancam Sehun dengan suara yang keras karena Taeyeon terus memukuli dada nya.

Nyali Taeyeon menciut, karena ancaman Sehun yang sangat mengerikan untuknya.

“Bagus. Cepat tidur, bukankah kau mengantuk.” Ucap Sehun sambil mengelus rambut Taeyeon kemudian mulai memejamkan mata.

“Saranghae my sexy girl.” Ucap Sehun tiba tiba.

“Cih, aku bahkan tidak mencintai mu. Dan aku baru dengar ada yang menyebutku sexy.”

“Aku tak peduli, walaupun kau tak mencintaiku,aku akan tetap mencintaimu. Dan ya, kau memang sexy dan aku baru menyadari itu.” Jawab Sehun dan membuka matanya.

Taeyeon yang mendengar itu hanya diam dan mulai memejamkan mata. Bukan tertidur, hanya memejamkan mata. Dan diikuti Sehun yang juga ikut memejamkan matanya.

Setelah dirasa Sehun sudah tertidur, Taeyeon berusaha melepaskan dirinya dari Sehun. Namun. . . .

“Jangan berusaha melepaskan diri dariku. Kubilang, cepat tidur.” Ucap Sehun dengan mata tertutup dan kembali mengeratkan pelukannya yang sempat merenggang.

Taeyeon menghela nafas pelan dan mulai menidurkan dirinya.
‘Benar benar namja aneh. Tadi dia sangat bernafsu, sekarang lihat, dia menjadi dingin.’ Umpat Taeyeon dalam hati dan kemudian mulai tertidur.

Sehun membuka mata nya dan tersenyum menatap wajah Taeyeon yang sedang tertidur kemudian membawa nya ke kamar Taeyeon.

“Jaljayo chagi, mimpi indah ne.”

Sehun mencium kening Taeyeon, cukup lama hingga Sehun melepasnya.

Sehun berdiri kemudian mulai keluar dari kamar Taeyeon dan menidurkan dirinya pada sofa rumah Taeyeon.

***

@In Morning

Taeyeon menggeliat karena sinar matahari yang menerobos masuk lewat jendela kamarnya.

Taeyeon mendudukkan dirinya kemudian melihat jam. Rupanya hari ini Taeyeon bangun lebih awal.

Dengan rasa malas nya, Taeyeon berdiri dan keluar dari kamar nya untuk menuju dapur.

“YAK, APA YANG KAU LAKUKAN DISINI OH SEHUN.”

Taeyeon berteriak saat melihat Sehun berada di dapur rumah nya.

“Kau ini pagi pagi kenapa sudah berisik eoh.? Cepat duduk dan sarapan. Aku sudah menyiapkan roti panggang untukmu. Kau akan menyukai nya.”

Taeyeon menatap aneh pada Sehun. Begitu banyak pertanyaan yang ada dalam otak Taeyeon.

Taeyeon mendudukkan dirinya tepat di depan Sehun dan menatapnya penuh curiga.

“Apa yang kau lakukan sepagi ini di rumahku.?”

“Semalam aku tidur disini. Apa kau lupa.?” Tanya Sehun santai.

“Mwo.? Bagaimana bi- Aigoo, aku baru ingat sekarang. Apa kau melakukan sesuatu saat aku tertidur.?” Tanya Taeyeon setelah ingat dengan kejadian semalam.

“Tentu saja aku melakukannya.” Jawab Sehun sambil menyeringai.

“Akhh..” Sehun meringis karena Taeyeon melemparnya dengan sendok, dan tepat mengenai kepala Sehun.

“Apa yang kau lakukan.?”

“Aish kau ini. Tadi malam aku membawamu kekamar, mencium keningmu, dan tidur di sofa. Apa sudah puas.?” Jawab Sehun cepat karena kesal dengan Taeyeon yang terus mendesak nya.

“Kau yakin hanya it- Mwo.? Kau mencium ku.?” Tanya Taeyeon lagi.

“Hanya di kening mu saja. Bukankah aku pernah mencium bibirmu, lehermu dan bahumu.?” Jawab Sehun sedikit menggoda.

“Hentikan omong kosongmu.”

“Ahaha, arasseo arasseo. Sekaran cepat sarapan kemudian mandi dan berangkat sekolah. Aku bahkan sudah siap.”

Taeyeon menatap penampilan Sehun. Benar, Sehun bahkan sudah memakai seragamnya lengkap dan Taeyeon baru menyadari itu.

“Apa kau tadi pulang untuk mandi.?”

“Aku mandi di rumahmu. Semalam aku sudah membawa seragam ku dalam tas. Sudahlah, cepat makan.”

Taeyeon menganggukkan kepala nya dan mulai menyantap sarapannya. Mungkin Taeyeon sudah terbiasa dengan sifat Sehun.

……………………

Setelah selesai sarapan, Taeyeon segera bersiap berangkat sekolah dengan Sehun.

“Siap.?” Tanya Sehun pada Taeyeon saat sudah menaiki motor Sehun.

“Ne.”

“Kau tidak ingin berpegangan.?”

“Tidak perlu.” Jawab Taeyeon.

Sehun kembali menarik tangan Taeyeon seperti saat di sungai han waktu itu.

“Kita berangkat.” Ucap Sehun semangat dan mendapat putaran bola mata dari Taeyeon.

***

Pagi ini kelas Taeyeon begitu rusuh karena Jung songsaenim tidak dapat mengajar karena ada urusan.

Dan semua lebih memilih bermain daripada membaca.

“Kenapa Jung saengnim tidak datang, ini sungguh menyebalkan.” Gerutu Taeyeon karena guru kesayangannya tidak mengajar.

“Wae.? Kau terlihat begitu kesal.?” Tanya Sehun.

“Tentu saja. Karena Jung saengnim mengajar pelajaran yang kusukai.”

“Oh..”

“Kemana Tiffany, mengapa aku tak melihatnya. Apa kau tau Sehun.?” Tanya Taeyeon dengan suara sedikit keras karena teman temannya semakin berisik.

“Fany tidak masuk. Apa dia tidak mengatakannya padamu.” Tanya Sehun dan di tanggapi gelengan kepala oleh Taeyeon.

“Sekarang kita harus apa.?”

“Taeyeon, bukankah sekarang kita menjadi sepasang kekasih.?” Bukan menjawab pertanyaan Taeyeon, Sehun justru balik bertanya dengan pertanyaan anehnya.

“Siapa yang bilang seperti itu. Bukankah tadi malam aku menolak mu.” Jawab Taeyeon tidak terima.

“Ayolah Taeyeon, aku benar benar mencintai mu, aku berjanji akan menyayangi mu dan menjaga mu.” Mohon Sehun dengan aegyo gagal nya.

Sungguh, Sehun seperti seorang pengemis cinta. Tapi apa peduli Sehun, alasannya seperti ini hanya karena mencintai Taeyeon. Apa itu salah.?

“Semua orang bisa berjanji.”

“Aku tidak hanya berjanji, aku akan membuktikannya jika kau jadi kekasih ku.”

“Aku tetap tidak mau.” Jawab Taeyeon sambil membuka novel kesayangannya.

“Baiklah, jika kau tetap tidak mau, aku akan menjatuhkan diriku dari atap sekolah kemudian di surat kabar akan terdapat berita ‘Seorang siswa bernama Oh Sehun nekat bunuh diri karena cintanya di tolak oleh gadis bernama Kim Taeyeon.’ Apa kau mau itu terjadi.?” Ucap Sehun dengan ide konyol nya.

Taeyeon melepas pandangan nya dari novel kemudian menatap Sehun horror.

“Jangan berani bertindak bodoh seperti itu.” Ingat Taeyeon pada Sehun.

“Aku tidak akan bertindak bodoh jika kau menerimaku. Jadi, kau harus jadi kekasihku. Jika tidak, aku akan benar benar menjatuhkan diri.” Ancam Sehun yang membuat Taeyeon menghela nafas.

“Otte.?” Tanya Sehun sedikit mendesak.

Dengan sedikit ragu, Taeyeon menganggukan kepala nya pelan yang membuat Sehun senang bukan main.

“Yeay, gomawo chagiya.” Ucap Sehun dan memeluk Taeyeon.

“Yak, kau ingin membunuhku eoh.?” Ucap Taeyeon karena mengalami sesak nafas.

“Mian. Kajja.” Sehun menggenggam tangan Taeyeon dan membawa nya kedepan kelas.

“GUYS, PLEASE GIVE ME YOUR ATTENTION.” Teriak Sehun di depan kelas dan masih menggenggam tangan Taeyeon.

Sehun tersenyum saat semua teman nya diam dan duduk di tempat masing masing.

“Thank you. Baiklah, disini aku ingin memberitahukan pada kalian bahwa aku baru menjalin hubungan dengan Taeyeon.” Ucap Sehun bangga.

“Huwaaa… daebak. Chukkae ne.”

“Kau hebat Sehun-ssi. Aku iri dengan mu.”

“Taeyeon kau sangat beruntung mendapatkan Sehun.”

“Kalian terlihat sangat cocok.”

Kira-kira itulah tanggapan dari teman-teman sekelas Taeyeon.

“Begini, untuk merayakan hubungan ku dengan Taeyeon, aku ingin mengundang kalian untuk pesta di hotel milik appa ku. Ini tidak berlebihan kan.?” Ucapan Sehun ini sukses membuat Taeyeon menatap nya aneh.

“Tentu saja tidak, tenang saja kami pasti datang. Benarkan chingu.?” Jawab Kai dan bertanya pada yang lain.

“Ne..”

“Baiklah, nanti akan ku konfirmasi alamat dan waktu nya. Sekali lagi gomawo.” Ucap Sehun sambil menunduk dan di ikuti Taeyeon.

Sehun dan Taeyeon kini sudah duduk di tempat duduk mereka.

“Kau benar benar berlebihan.” Komentar Taeyeon tentang perbuatan Sehun yang tadi.

“Karena cinta ku pada mu juga lebih chagi.” Jawab Sehun sambil tersenyum tampan.

Tanpa sadar rona merah muda menjalari pipi Taeyeon dan mengharuskan gadis itu menunduk karena tak ingin wajah nya terlihat oleh Sehun.

***

“Sehun, heels ini terlalu tinggi untukku.” Rengek Taeyeon karena Sehun menyuruhnya memakai heels yang tinggi -menurut Taeyeon-

“Ayolah chagi, hanya untuk malam ini saja. Ini hanya 12 cm, bahkan gadis lain banyak yang memakai lebih tinggi dari ini.” Jawab Sehun sambil duduk di sofa samping Taeyeon.

Seperti yang di rencanakan tadi pagi, kini Sehun dan Taeyeon tengah bersiap dalam ruangan besar yang berada di hotel milik ayah Sehun.

Semua sudah siap. Makanan, minuman dan DJ pengiring pun sudah siap, tinggal menunggu waktu.

“12cm kau bilang hanya.? Aku akan sulit berjalan Sehun, aku tidak terbiasa.” Taeyeon masih menolak permintaan Sehun.

“Ayolah, malam ini saja.”

“Baiklah, malam ini saja.” Akhirnya Taeyeon menyerah dan mengikuti kemauan Sehun.

Sehun mencium sekilas pipi Taeyeon kemudian berkata.
“Gomawo chagi. Biar aku pakai kan.”

Sehun berjongkok di depan Taeyeon dan memakai kan heels gadisnya.

***

“Terima kasih atas partisipasi kalian untuk acara ini. Sekarang kalian bisa menikmati pesta nya.” Ucap Sehun saat semua temannya sudah datang.

Dan semua yang datang mulai menikmati pesta yang Sehun buat.

Ada yang menikmati makanan dan minuman disana atau sekedar mengobrol dengan temannya.

“Taeyeonn..” Panggil Tiffany dari arah belakang Sehun dan Taeyeon.

“Aku akan habis olehnya.” Gumam Taeyeon namun masih bisa di dengar oleh Sehun.

Sehun hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Taeyeon.

“Kurasa aku menyesal hari ini tidak masuk. Seharusnya jika aku masuk aku bisa melihat pasangan baru.” Goda Tiffany saat tiba di depan Taeyeon dan Sehun.

“Hentikan omong kosong mu.” Jawab Taeyeon cepat.

“Aku bahkan tak menyangka jika kau akan menjadi adik sepupu ku. Benarkan Sehun.” Ucap Tiffany lagi sambil menyenggol lengan Sehun.

“Bukankah kau senang jika memiliki adik sepupu seperti Taeyeon.?” Tanya Sehun.

“Bahkan kau lebih senang.”

“Aish, berhentilah berbicara tentangku. Fany, kau juga mengajak Nichkhun oppa.?” Tanya Taeyeon saat melihat Nichkhun berjalan dari arah belakang Tiffany.

“Ne. Wae?” Taeyeon menunjuk dengan dagu nya ke arah belakang Tiffany.

“Annyeong semua.” Sapa Nichkhun saat baru tiba di antara mereka bertiga.

“Huwaa oppa sudah datang.” Ucap Tiffany girang sambil menggandeng lengan Nichkhun.

“Annyeong.” Jawab Sehun dan Taeyeon bersamaan.

“Chukkae untuk kalian berdua.” Ucap Nichkhun.

“Gomawo hyung.” Ucap Sehun. Sementara Taeyeon hanya tersenyum dan menunduk.

“Silahkan menikmati pesta nya.” Ucap Taeyeon ramah.

“Ne.” Jawab Tiffany dan Nichkhun bersamaan kemudian mulai berlalu.

“Bahkan semua menyetujui hubungan kita.” Ucap Sehun setelah mereka kembali berdua.

“Itu hanya perasaan mu saja.” Jawab Taeyeon kemudian mengambil minum di depannya.

Sehun hanya mengangkat bahu nya tak peduli karena jawaban Taeyeon yang tak memuaskan.

Sehun mengalihkan pandangannya pada DJ yang sedang memainkan musik sambil mengangguk-anggukkan kepala nya.

Saat DJ itu mengalihkan pandangannya pada Sehun, Sehun tersenyun kemudian menganggukkan kepalanya seperti memberi sebuah isyarat.

Sehun menggandeng Taeyeon dan membawa nya ke tengah ruangan. Dan musik berubah menjadi slow yang membuat semua mulai berdansa dengan pasangan masing masing.

Sehun mengarahkan tangan Taeyeon agar melingkari leher nya. Sementara Sehun sendiri memeluk pinggang Taeyeon kemudian menariknya hingga tubuh Taeyeon begitu menempel dengan tubuhnya.

“Kau tau, malam ini kau begitu cantik, manis, anggun dan ekhem, begitu sexy.” Ucap Sehun sambil menempelkan dahi nya dengan dahi Taeyeon kemudian mulai menggerakkan tubuh nya mengikuti alunan musik.

“Kau sudah 4 kali mengatakannya.” Jawab Taeyeon.

“Itu kenyataan nya.”

“Bolehkah aku mencium mu.?” Ucap Sehun kemudian setelah kedua nya terdiam.

“Disini banyak orang Sehun.” Tolak Taeyeon.

“Apa salah nya.? Toh kita kekasih.”

“Tetap tidak bisa seperti itu se-”

Ucapan Taeyeon terpotong karena Sehun langsung mencium bibir nya seakan tak memperdulikan semua yang ada di sana.

Sehun mencium Taeyeon begitu dalam dan sedikit mengulum nya namun pelan. Tangan kiri Sehun masih memeluk pinggang Taeyeon, sementara tangan kanan nya mulai menggerayangi punggung Taeyeon yang sedikit terbuka karena dress yang digunakan.

Ya, semua yang digunakan Taeyeon malam ini adalah permintaan Sehun. Mulai dari dress, heels, tata rambut dan make up yang meminta adalah Sehun. Taeyeon tentu tak bisa menolak, mengingat Sehun yang keras kepala.

Sehun masih mengobrak-abrik isi dalam mulut Taeyeon. Terus merasakan manis nya bibir Taeyeon seolah tak ada hari lain untuk melakukan nya. Sementara Taeyeon mulai meremas rambut belakang Sehun karena merasa pasokan udara nya sudah habis.

Sehun yang mengerti segera melepas ciumannya dan berbisik.
“Saranghae.” Sehun memeluk tubuh mungil Taeyeon sambil terus menggerakkan tubuh nya.

Taeyeon tersenyum di balik pelukan Sehun. Mungkin Taeyeon sudah mulai menerima Sehun sebagai kekasih nya. Taeyeon rasa Sehun adalah namja baik di samping sifat nya yang mudah berubah-ubah. Walau begitu, menurut Taeyeon Sehun begitu perhatian dan penuh kasih sayang. Hingga Taeyeon selalu merasa nyaman jika berada dekat Sehun.

-END-

Annyeong reader, gimana.? Apa ini lebih bagus dari BaekYeon, atau lebih buruk.? Aku harap ini lebih bagus ya.

Mian juga karena option yang di Love Triangle kemarin itu salah. Yang harusnya Luhan Ver. ehh, malah jadi Sehun Ver. Gak tau kenapa aku jadi kepikiran Sehun waktu itu.

Disini aku juga mau kasih tau kalo aku itu 94 line *gak ada yang nanya*. Maksud aku, biar reader bisa panggil aku eon atau saeng gitu biar lebih akrab. Soalnya aku ngerasa aneh kalo di panggil thor. Tapi kalo lebih suka manggil thor juga gak papa kok.

Okedeh, jangan lupa tinggalkan jejak ne.
See you^^

 

Advertisements

70 comments on “[FREELANCE] My Sexy Girl (Sehun Ver.)

  1. Wahh daebakk ff nya eonn (y) . Sehun cocok banget karakternya di sini wkwkwkwkk . Suka suka 😀 . Ditunngu ff lain nyaa

  2. yang sabar punya namchin kayak Sehun yah Taeng eonni :), 94? wah, aku panggil eonni yah 🙂 keep writing eonni 😀

  3. waaah!!! *senyum lebar*
    seyeon daebak, ini ff bagus banget pke z, di tunggu ff seyeon selanjutnya ya eon, hwaiting!! ^_^v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s