Tragedy In The Mirror Chapter 1

leesinhyo

poster credit to ladyoong @posterchannel
Title: Tragedy In the Mirror
Author: Lee Sinhyo
Genre: Tragedy, Mystery
Main Cast: Taeyeon and someone read this ff
Length: chaptered
Disclaimer: Holla~ akhirnya aku post ff ini juga… Sekian lama Cuma ngeluarin teaser kini sinhyo mengeluarkan chap pertamanya! Woohoo! Happy reading kuharap ada 100 reader+ HWAITING! Don’t be siders please…


.
.
.
Bukan hari kelabu namun juga bukan hari yang cerah. Sedatar wajah yeoja itu, hari ini terukir. Semburat cakrwala diujung sana, menampakkan warna-warni nanindah yang menghiasi kota Seoul sore hari ini. Taeyeon tengah memperhatikannya sendu dijendela hitam besar miliknya.
Hilir mudik orang-orang berpergian dengan kendaraan mereka. Taeyeon hanya dapat menikmati harinya dengan melihat itu semua. Bukan hal yang disenangkan, namun hal yang memang sudah biasa bahkan sudah menjadi kebiasaan yeoja manis ini.
“Oppa…” Bibirnya melengkung tertarik. Peristiwa seperti ini hanya terjadi jika kakak Taeyeon kembali dari kuliahnya.
Taeyeon membuka pintu kayunya perlahan seperti biasa. Dengan tertatih ia berjalan, penyebab terlalu sering duduk seharian, Taeyeon bahkan susah berjalan. Namun apadaya, kalapun ia dapat hidup bebas, ia akan dikecam sebagai seorang penyihir.
“Oppa..” Ucap Taeyeon memeluk oppanya, ketika seorang namja memasuki rumah besar itu dengan tas punggung yang diseretnya lesu.
“Taengoo..” Seru Kai memudarkan wajah lesu dari rautnya.
Seperti biasa Taeyeon akan menggantikan Kai membawa tas dan meletakkannya dikamar oppanya. Sementara Kai beranjak pergi keruang makan. Lalu disusul Taeyeon, dan alhasil mereka makan malam bersama.
“Eomma dan Appa belum datang, mom??” Tanyanya kepada seorang pelayan yang tengah menyiapkan sajian untuk kedua majikannya.
“Kurasa mereka akan segera datang tuan..” Jawabnya mengia-ngira. Kai mengangguk tenang dan melahap potongan beef pertamanya.
Taeyeon melihat Kai penuh arti, saat-saat inilah yang ia tunggu-tunggu, berkomunikasi. Nyatanya, Taeyeon adalah gadis yang kritis dan aktif. Beribu pertanyaan akan ia lontarkan demi pengetahuannya.
“Appa.. Bukankah hari ini cerah?” Buka Taeyeon menerawang kelangit-langit.
“Jangan lihat kelangit-langit nona..” Seru seorang pelayan yang membawakan gelas berisi air. Taeyeon segera menurunkan kepalanya dan menatap sejajar kearah Kai. Bukan kebiasaan yang baik untuk Taeyeon, itu hanya akan membuat dirinya, layak seorang yang tengah melayang dan menghilang dari dunia. Mungkin saja hanya dengan kepala mendanga keatas, ia dapat pingsan dan koma selama 7 minggu, seperti 5 tahun silam.
“Tidak.. Hari ini berawan, surya rasanya tak tampak senang. Namun setidaknya angin berhembus tenang..” Jelas Kai.
“Hmm…. Baru tadi pagi kulihat sesuatu melintas didepan rumah, aku tidak tau itu apa..” Bingung Taeyeon memejamkan mata sebentar dan membukanya lagi.
“Apa? Ceritakan padaku.” Tatap Kai memperlihatkan matanya yang tajam.
“Seseorang, berambut pirang, dengan pakaian yang berwarna gelap, biru donker. Ia menyeret sebuah tombak dan satu orang lagi disebelahanya mengenakan baju cokelat, rambut pria itu ombre hijau ia melayangkan peluru pistolnya tepat dikaca jendela ruang tamu dan..”

“Cukup!” Ujar kai sedikit membentak, keringatnya mengucur ke daerah lehernya. Setiapa kali Taeyeon begini, keringat Kai pasti selalu keluar menetes dikulit hitam manisnya.
“Mom besok tolong panggil Mr.Wu dan anak buahnya untuk menjaga rumah.” Ujar Kai terengah-engah mengatur nafas nya yang tak karuan.
“Baik tuan..” Balas Mom segera beranjak pergi dari tempatnya berdiri.
Taeyeon hanya dapat memperhatikan oppanya datar. Lalu memalihkan pandangannya kevas bunga berisi mawar merah yang merekah disana.
“Vas indah itu akan hancur oppaa..” Tunjuk Taeyeon kearah vas didepannya dengan tatapan kosong.
“Taeng~ Habiskan makananmu dan segera tidur.” Ucap appanya yang tiba-tiba datang dari balik dinding pembatas ruang makan dan ruang keluarga.
“Baik..” Segera Taeyeon beranjak dari tempat duduknya. Sebelum ia pergi, eommanya mengecup keningnya dan menugucapkan selamat malam. Kemudian Tuan Kim dan Nyonya Kim segera menempati kursi mereka.
“Apa lagi yang ia ramalkan hari ini?? Haruskah terjadi??” Khawatir Nyonya Kim melirik kearah Kai sendu.
“Mungkin ada sesuatu yang besar terjadi esok…” Dengan susah payah Kai menelan potongan daging bersaus jamur itu kedalam kerongkongannya.
“Eomma dan appa tidak akan bekerja besok. Kami akan menjaganya..” Hela nafas tuan Kim berat menampakkan kegelisahan yang dashyat.
“Ini sering sekali terjadi,, namun kali ini, rasanya akan menjadi yang terdashyat, yang pernah ia ramalkan.” Timpal Kai melahap potongan daging terakhirnya.
Dengan perasaan kelabu, Kai menaiki tangga kayu dirumah mewahnya. Menyusuri tangga yang berliku-liku menuju kamar tempat dimana Taeyeon berada. Setelah sampai, ia berdiri tegap menghadap pintu kamar Taeyon.
“Maafkan oppa…” Ujarnya lirih segera mengunci pintu kamar Taeyeon. Bagaimanapun, Taeyeon tetap harus hidup, ia tak boleh mati.
-o0o-
“Aku berangkat appa, eomma… Jaga Taeyeon yaa. Jaga diri kalian juga.” Ucap Kai beranjak pergi untuk kuliah.
“Ne.. Kau juga..” Balas nyonya Kim menantap anak laki-lakinya gelisah.
“Aku akan segera pulang! Aku janji!”Balas Kai yang lekas melangkah menuju teras rumah.
“Mohon bantuannya Mr..” Dongak Kai menatap Mr.Wu yang jauh lebih tinggi daripada dia.
“Dengan sekuat tenaga..” Balas Mr.Wu terenyum tipis.
Segera Kai meninggalkan rumah dengan segala doa yang terpancar dihatinya.

“Eomma! Appa!” Taeyeon berteriak lirih dari dalam kamar.
“Jangan kunci aku! Aku harus melindungi kalian!” Teriak Taeyeon untuk ke 14 kalinya siang ini.
Nyonya Kim terus menangis, ia terus melihat kearah pintu uatama. Memastikan semua baik-baik saja. Rasa takut menyelubungi hatinya. Detak jantungnya benar-benar cepat, layaknya irama lantunan ombak diterpa tornado dashyat. Begitupun tuan Kim, keringat dingin meluncur melewati keningnya.
Sedangkan Mr.Wu dan anak buahnya berjaga dengan sigap didepan kediaman keluarga Kim tersebut.
Keheningan mencekam rumah megah itu. Ke11 pembantu dirumah itu meringkuk dikamar mereka masing-masing. Taeyeon dengan susah payah tetap berteriak, merintih bahkan beberapa kali memukul pintu kayu miliknya dengan sekuat tenaga.
“Kumohon, buka pintunya..”Taeyeon sekali lagi berteriak bersama rintihan tangis nyonya Kim yang tak henti.
JEDAR!
Seketika mulut Taeyeon bungkam. Ini terjadi! Pikirnya. Ia berhenti memkul pintu itu, ia berjalan lunglai menuju sebuah cermin besar dikamarnya. Cermin berukuran sebasar pintu, berfigura hitam dengan ukiran bunga cantik.
JEDAR!
Kedua kalinya suara itu terdengar, Taeyeon jatuh terduduk didepan cermin hitam itu. Kepalanya berputar, matanya mengerjap kesegala arah layak orang mabuk. Jari tangannya bergemetar hebat. Perutnya terasa ngilu setiap mendengar suara gesekkan logam yang diseret ditanah. Tepatnya itu adalah suara samurai yang terseret rotoar.

Mr.Wu dan anak buahnya segera bertindak 36 pasukan bekerja serempak mempertahankan rumah itu. Nyonya Kim dan Tuan Kim bergidik ngeri didalam rumah. Mereka saling berpegangan erat menantikan apa yang terjadi.
Drrrrtt Drrrttt Drrrtt
Peluru-peluru itu tertembakkan, menyisakan korban yang bergeletakkan diluar penuh darah. Rumah Kim membelakangi kota. Yang dapat terlihat hanya sebagian jalanan kota yang biasa Taeyeon lihat. Sisanya, rumah besar ini terkucilkan diparit terdalam kota. Tak ada siapapun yang akan menegtahui rumah ini kecuali terdapat hubungan dekat anatara orang tersebut dan keluarga Kim.
Pasukan Mr.Wu hanya tersisa 5 orang. Mereka bahkan terlihat sangat kewalahan melawan 2 orang berbandan kecil tanpa identitas tersebut.
JEDAR!
Untuk ke 43 kalinya suara peluru tertembak melengking ditelinga, dan menggema dipenjuru otak. 36 pasukan tewas dalam kurung waktu 9 menit.
JEDAR!
Peluru ke 44 menembus jendela rumah keluarga Kim.
Pyar!
Vas yag berada diruang makan terjatuh. Kemudian pecah berkeping-keping menyisakan kelopak mawar yang berhamburan. Persis seperti hal yang Taeyeon katakan.
Pintu utama terbuka lebar dengan satu dobrakan seorang pria berambut ombre hijau.
“Dimana kalian sembunyikan gadis itu?!”Todong pria disebelahnya yang memiliki rambut pirang.
“Si.. Siapa yang kau maksud?!” Balas Tuan Kim menenangkan dirinya.
“Tak usah pura-pura bodoh!” Bentak Lelaki berambut ombre menarik pergelangan tangan Nyonya Kim.
“Argghh..” Nyonya Kim berteriak lirih, merasakan rasa sakit yang megnitari pergelangan tangannya.

Taeyeon memperhatikan lekuk demi lekuk peristiwa tersebut didepan cermin berfigura hitam itu. Bukan air mata bening yang keluar melainkan, liquid merah kental yang mengalir melalui mata cantiknya. Ia usap beberapa kali tangisan yang kini tlah berubah menjadi tangisan darah.
“Eomma.. Appa..”Ucapnya lirih meremas kuat kuat karpet beludru dibawahnya.

“Cepat katakana dimana yeoja itu?! Cepat!” Bentak salah satunya geram.
“Sekali lagi kutanya, siapa yang kau maksud??” Ucap Tuan Kim gelisah menyingkirkan rasa takut yang sebenarnya teselimuti didirinya.
“Cepat beri tau atau…”Ancam sirambut ombre.
“Atau apa?”Balas tuan Kim menggigit bibirnya ketakutan.
“Atau kubunuh istrimu!”Ancam pria berambut pirang sambil tersenyum jahat memandang mata tuan Kim tajam.
Keringat kembali mengucur melalui lekuk wajah tuan kim yang kini sudah berkeriput. Rasa takut menyerang diseluruh penjuru tubuhnya. Perutnya terasa teraduk berkali-kali dan menyisakan rasa nyeri yang tatkala meringis setiap detiknya.
“Jangan pernah beri tau itu yeobo…” Ujar Nyonya Kim menangis gemetar. Segera lelaki itu menodongkan pistol kearah pelipis nyonya Kim.
“Kau siap?” Sahut lelaki ombre disebalhnya menatap garang.
“TIDAK!” Teriak Tuan Kim bergemetar.
“cukup beri tau dimana gadis itu dan aku akan melepasakannya..” Urai lelaki pirang itu lembut.
“Tidak… aku memilih mati.”Sergah Nyonya Kim ketika melihat mulut Tuan Kim terbuka seperti ingin mengungkapkan sesuatu.
“Baiklah.. sesuai perintah mu nyonya..” Smirk lelaki beramput pirang menarik pelatuk pistol itu dan melepaskannya tepat disebelah kening wanita paru baya itu.
DAR!
Tuan Kim memejamkan mata kemudian menitihkan setets air mata sebagai tanda perpisahan. Ketika ia membuka mata, ia mendapat istrinya dengan darah yang berlumuran disisi kanan wajahnya yang sebagian hancur itu. Tuan Kim bungkam, sambil terus menahan tangis. Tubuhnya bekyu, ia bahkan tak dapat bergerak sejengkalpun lagi.
“Kau liat? Aku tidak setengah-setangah melakukannya?” Ancam lelaki pirang itu lagi.
“Kau berubah pikiran..?? Kutanya lagi tuan, dimana putri anda??” Tanya lelaki ombre dengan wajah garangnya.
“Aku memilih jalur yang sama dengan istriku..” Tuan Kim meremas tangannya kuat.
Niu Niu Niu Niu
Suara sirine polisi menggema didepan kediamana keluarga Kim. Kai, telah terlebih dahulu menyiapkan pasukan untuk berjaga. Betapa tercengang nya ia ketika mendapati halaman rumah yang dipenuhi jasad berlumur darah.
“ini terjadi!” Kai sontak segera berlari masuk menuju rumah.
Tepat didepan pintu utama yang terbuka lebar ia terjatuh, kemudian menundukan kepalanya kedadanya yang bidang. Menitihkan beberapa air mata lagi kemudian mendangakkan kepalanya dan berlari kecil mendekati jasad kedua orang tuanya.
“Appa.. Eomma…” Kai menangis pilu. Ia melihat kedua orang tuanya tergeletak lemah dengan bagian wajah yang hancur.
Darah membekas dipakaian yang ia kenakan. Ia menemukan beberapa peluru disekitarnya. Ia memerhatikan seluk beluk ruangan itu hingga ia mengingat sesuatu.
“TAEYEON!”
Segera ia berlari kelantai atas ia dapati Pintu kamar taeyeon masih terkunci, perasaan lega bercampur sedih meluap. Ia putar kunci didepannya perlahan.
“Taengoo..” Panggilnya bergetar.
“eomma.. Appa…” Kai menemukan Taeyeon tegeletak dikarpet beludru hitamnya dengan bercak darah dipipinya.
“Kau kenapa??!” Khawatir Kai segera meraih wajah Taeyeon dan mengelusnya lembut.
“Mengapa darah menyusuri setiap lekuk pipi mu…” Gelisah Kai lagi.
“Aku menangis.”Jawab Taeyeon lirih dengan wajah datar.
“Ya tuhan.. kau menangis hingga seperti ini??” Kai memeluk tubuh kecil dingin milik adiknya.
“Aku melihat semuanya oppa.. semuanya.. hiks hiks hiks… Dari cermin itu.. semuanya tertampang dicermin itu.” Ujar taeyeon.
“Tenangkan dirimu taengoo, semua baik-baik saja, percayalah…” Kai mengelus punggung adiknya sambil terus menenangkannya.
“Oppa… Apa eomma dan appa??”Sesak Taeyeon tak dapat melanjutkan sepatah kata lagi.
“Mereka sudah berisirahat dengan tenang disana, jangan khawatir taeng..”Ujarnya lagi.
“Permisi tuan.. Kita meminta izin untuk memeriksa serta mengotopsi orangtua dari korban apakah boleh?” Tiba-tiba seorang polisi dengan tubuh gagap berdiri didepan pintu kamar taeyeon.
“Tentu, kamsahamnida..” Bangkit Kai membungkukan tubuh.
Segera Taeyeon dan Kai menuruni anak tangga. Taeyeon tak berhenti merintiih tanpa mengeluarkan air mata, sudah cukup ia menghabiskannya, sudah cukup ia menangis hari ini dan untuk selamanya. Kedua anak bangsawan itu terperangah melihat sesosok jenazah yang lunglai tak berdaya dengan lumuran darah yang bergelimph.
“Kami akan membawa kedua jenazah ini kerumah sakit kyunghee.. untuk dilakukan otopsi.Untuk hasilnya kami tidak dapat memastikan akan keluar.Untuk berjaga-jaga kalian akan dialihkan kerumah warisan dari tuan Kim yang tak jauh dari sini, untuk sementara rumah ini akan di periksa oleh pihak yang berwenang. Kalian yang tabah ya..”Ujar salah satu pimpinan dari para polisi tersebut.
“Kamsahamnida…” Ucap taeyeon dan Kai bersamaan.
Dengan mobil polisi segera mereka diberangkatkan menuju rumah yang tadi dikatakan. Seharusnya Taeyeon sangatlah senang ia dapat keluar dari rumah itu sejak bertahun-tahun lamanya, namun perasaan nya kini sedang sangat lah gundah akibat kejadiaan barusan.
Setelah 20 menit menempuh perjalanan,akhirnya mereka sampai didepan rumah bergaya eropa yang tak begitu besar namun cukup untuk tempat singgah kedua kakak beradik ini. Segera mereka turun dari mobil sedan polisi tersebut dan memasuki rumah itu dengan kawalan seorang polisi.
Saat memasuki rumah bernuansa eropa ini, 3 buah sofa tosca terpampang manis setelah melewati pintu kayu yng masih mulus itu. Tanpa suruhan mereka segera duduk.
“Ya Mr. Jongin dan Ms.Kim, saya selaku pimpinan dari kantor polisi ingin memberikan surat warisan ini kepada kalian. Biar saya jelaskan, sebab orang tua kalian telah meninggal dunia, mereka menyerahkan seluruh harta mereka kepada kalian. Diantaranya adalah rumah ini, dan untuk perusahan ayah kalian, kalian dapat memilih untuk mengorganisirnya sendiri atau perusahaan itu dipercayakan kepada paman kalian, Su Ji Sub, namun tetap dengan hak kepemilikan keluarga Kim. Serta motel dipulau Jeju dan masih banyak lagi. Semua terdaftar disurat ini. Apa ada yang ingin kalian tanyakan?”Ujarnya berwibawa.
“Tidak, dan barkan jisub ahjussi yang mengurusnya, kamsahamnida telah membantu kami, sekali lagi, kamsahamnida.”Ucap Kai membungkukan badannnya.
“Baiklah kalau begitu saya akan meninggalkan tempat ini, beristirahatlah, dan esok kalian akan mendatangi makam orangtua kalian..”Ujarnya sembari berdiri.
“Nee kamsahmnida…” Bungkuk Kai dan taeyeon bersamaan.
Setelah itu pimpinan itu segera angkat kaki dari rumah baru tempat singgah kakak beradik ini.
“Taeyeonahh…”Panggil Kai melirik adiknya.
“Nde..”
“Hmm… Aku ingin memberitahumu rasahia keluarga kim sejak dulu, mungkin ini waktu yang tepat.”Ragu kai menggit bibirnya.
“Apa itu?”Ujar taeyeon.
“Kau tau kekuatanmu?” –kai
“Nde..”-Taeyeon
“apa?”-kai
“Kekuatan yangku miliki tidak dapat diterangkan dengan hanya kata indigo. Kekuatan ku melebihi kekutan indigo itu. Kekuatan dashyat yang dijaga oleh keluarga berdarah biru, keluarga Kim semenjak aku lahir. Pengetahuan masa depan serta masa lalu aku miliki, aku bisa tau apapun yang terjadi, jika ada sebuah kejadian seperti pencurian 2 tahun yang lalu dirumah, yang merampas seluruh uang dana perusahaan kim yang hampir membangkrutkan usaha keluarga kita. Namun sekejap masalah itu tuntas dengan cepat, aku bercerita dengan detail, kemana perampok itu pergi, dan siapa perampok itu. Kekuatan menghipnotis seseorang, hingga orang itu dapat diam mematung, dan membisu. Memeliki kekuatan lebih dashyat dari sepuluh penjaga berbadan kekar, meskipun aku hanya terlihat seperti gadis mungil, namun aku dapat dengan mudah mematahkan tangan seseorang dengan hanya hitungan 3 detik.”Ujar Taeyeon menjelaskan tiap rinci kekuatannya.
“Apa kau bisa mematahkan meja ini??” Tanya Kai.
“Hmmm… mungkin”Taeyeon berancang-ancang, ia bersiap dan…
“Aaakkkkhh…” Ringis Taeyeon, tangannya memerah. Kenapa ia tak memiliki kekuatan yang ayah ibunya itu ceritakan..?? pikirnya.
“Kau tau kenapa kau tak bisa melakukannya?” Tanya Kai melihat mata adiknya dalam-dalam.
“aniyoo..”-taeyeon
“Itu karena kalung itu..” Tunjuk Kai kepada liontin mutiara dileher taeyeon.
“Inikan pemberian appa??”Bingung taeyeon memegangi kalungnya.
“Kalung itu adalah satu-satunya benda yang dapat mengunci kekuatanmu yang sesungguhnya, semua kekuatnmu ada pada kalung itu, jika kau terus memakainya, kau takkan bisa menjadi sekuat itu, kau tak bisa menghipnotis seseorang. Maksudku,ya, kau memiliki kemampuan yang hebat dalam mengetahui masa lalu dan masa depan. Namun kekuatan selain itu tak bisa kau gunakan, benarkan??” –Kai
“Ne..”-Taeyeon
“Jika saja kau melepas kalungmu.. itu akan menjadi….”
To be continued……
Hai hai haiii, mian ya nih ff satu baru muncul setelah sekian lama. Abis idenya ngandet sih jadi baru bisa debut wkwkwkkw… aku harap kalian suka neee, dan mohon RCLnya. Pengen deh nyampe 100 readers yang comment, semoga aku mendapat respon baik dari kalian, tunggu ffku yang lain ya!

Advertisements

128 comments on “Tragedy In The Mirror Chapter 1

  1. maaf bru baca & komen thor, sibuk *reader juga bisa sibuk*
    btw, tbc bsa dhilangin ga dari dunia perfanfican? ganggu muluu..

    itu Taeng doang yg punya kekuatan darah biru dari Kim’s family, trs Kai?
    jadi bingung.. dilanjut yaa, jgn lama2, FIGHTING!!!

    • wkwkkw iyalah reader kan juga manusia 😀
      wkwkkw ya kali tbc diilangin nanti gak greget dong wkwk >.<
      itu nanti akan dijelaskan dichap selanjutnya…

  2. hapuskan TBC, btewe sorry telat komennya..tapi masi kurang ngerti ceritanya thorr.. chap 2 yah, biar ngerti 🙂 keep writing

  3. hueee cerita nya keren!!!!
    pertama kali tertarik karena luhat cover nya, keren banget sumpah cover nya!! dan setelah dibaca… Astaga!!! FF nya bener bener DAEBAK!!!
    Ditunggu next chapter nya SECEPATNYA!!!

    Keep writing thor!!!

  4. Penasaran sma someone. Maunya sih kris hehe…
    Msih penasaran sma semuanya. Next chapnya jgn lma ya thor!
    FIGHTAENG!!

  5. Lagi seru serunya tbc aaaaa -..-
    lanjutannya harus cepat thor thor yayayayyaya
    jarang jarang ada yang kayak giniii
    ditunggu ya thornim~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s