[Oneshot] A Father’s Love

a father's love copy

A Father’s Love

Author: SuntQ

Genre: Romance/ Fluff/ sad/ Family

Cast: Kim Taehyung – Kim Taeyeon

Other Cast: Nanti akan keluar sesuai jalannya cerita 😀

Lenght: Oneshot [Warning: 8.734 words]

Rated: PG 17

Disclaimer: All Cast belongs to God and their Parents :), but the story is my own idea with inspiration from others

Notes: Happy reading and sorry about typo everywhere and other mistake 😀

If you like read, if you dislike don’t read”

 

“Karena inilah takdirmu, takdirku dan takdirnya”

Aku tahu, saat ini adalah suatu pembuktian bahwa takdir, waktu dan usia itu adalah suatu hal yang tak bisa dielakkan..semua hal itu ada di tangan Tuhan. Manusia hanya bisa berusaha dan menunggu takdir apa yang menyapa mereka dalam kehidupannya.

Jika aku bisa bernegosiasi dengan Tuhan, aku sangat ingin melakukannya detik ini juga. Tuhan..kumohon..

“Baby..”

Suaranya memutuskan renungan hatiku yang kulakukan sejak tadi. kurasakan tangan halusnya yang gemetar mengusap puncak kepalaku. Perlahan aku mengangkat kepalaku dan menatap wajahnya dengan pandangan yang nanar. Pandanganku kabur akibat air mata yang sejak tadi tidak berhenti mengalir dari kedua mataku. Meskipun samar, aku bisa melihat bibirnya tersenyum untukku..dan hatiku semakin terasa sakit saat aku merasakan ketulusan yang selalu terpancar dari senyumnya itu. Aku tidak tahan..kembali aku menundukan kepalaku lalu mencium tangannya yang sejak tadi ada di dalam genggamanku, ia kembali mengusap kepalaku saat tangis diamku mulai mengeluarkan isakan yang sejak tadi kutahan di dalam dadaku.

“Baby, naiklah..aku ingin memelukmu..”

Sejenak setelah mendengar kata-katanya itu aku beranjak dari kursiku dan menaiki ranjang rumah sakit dimana ia berbaring. Setelah aku berada di atasnya aku menyesuaikan posisi tubuhku dengan dirinya hingga aku bisa memeluk tubuhnya. Ia merangkul erat bahuku dan memegang tanganku, sementara aku membenamkan wajahku di dadanya. Hangat..rasanya masih hangat…namun dada bidangnya ini tidak sekekar dulu..dulu ketika kami mulai mengikat janji dalam tali suci pernikahan sampai sekarang kami mempunyai seorang buah hati yang telah lahir ke dunia. Penyakit perlahan merenggutnya dariku dan dari buah hatiku yang baru beberapa bulan merasakan nafas kehidupan di dunia ini. Kebahagiaan besar yang baru kami rasakan kemarin dalam waktu yang singkat telah terenggut oleh suatu hal yang memang tidak bisa ditolak oleh seorang manusia jika ia sudah mempunyai takdir untuk mengalaminya.

“Kajjima..kajjima..kumohon, aku dan Taehyun masih sangat membutuhkanmu..aku masih ingin merasakan cinta darimu apalagi Taehyun yang baru beberapa saat merasakan hangat pelukan ayahnya..jangan pergi..” ujarku sambil mengeratkan pelukku padanya

“Aku juga berpikiran begitu baby, namun apa daya..aku tidak bisa menolak ini semua..aku sudah sangat berusaha..namun ternyata usahaku harus berhenti sampai di sini. Aku tidak bisa melakukan apa-apa lagi baby..”

Ia pun mengeratkan genggaman tangannya padaku.

“kau mau mendengarkan permintaanku?”

“Ne..katakan saja..”

“Aku memintamu sebaik mungkin untuk menjaga Taehyun..hiduplah dengan baik dan temukan lagi kebahagian-kebahagian untukmu juga untuknya. aku sangat mempercayaimu baby..kau adalah wanita terhebat dan terbaik sepanjang hidupku. Aku sangat bahagia saat pikiranku memutar memori kembali kala aku melakukan usaha-usahaku untuk mendapatkanmu. Semua insiden di kampus..di rumah..dan di tempat lainnya..semua adalah kenangan berharga untukku, kau tahu? aku selalu mencintaimu”

Aku sama sekali tidak menanggapinya dengan lisanku. Lidahku terasa sangat kelu mendengarnya. Aku hanya menganggukkan kepalaku perlahan di atas dadanya.

“Boleh aku meminta suatu hal lagi?”

“Ne..”

“Tolong nyanyikan sebuah lullaby untukku..rasanya aku semakin lelah..aku ingin tidur, aku ingin rasa kantukku ini diiringi oleh suara indahmu..”

Aku memejamkan kedua mataku rapat, dan air mata semakin deras meluncur dari sana. Dengan usaha yang tidak mudah aku berusaha membuka mulutku agar suara keluar dari tenggorokanku. Dalam waktu ini rasanya sangat sulit..tenggorokanku rasanya tercekat dan hanya sedikit suara yang keluar dari sana. Perlahan aku bernyanyi untuknya, meskipun aku bernyanyi dengan suara tersendat-sendat bercampur dengan isakan tangisku. Ia kembali mengelus kepalaku perlahan sambil mendengarkan suaraku. Semakin lama..gerakan tangannya di kepalaku semakin lemah dan suasana di sekitarku pun semakin terasa sunyi. Hanya deru nafasku yang dapat kurasakan, dan tangannya sudah tidak kurasakan mengelus kepalaku lagi. Tangannya terdiam di atas kepalaku..tangan dengan jemari yang sangat indah itu tidak mengelus kepalaku lagi..

“Jaljayo baby..” ucapku terisak , kesedihanku ini semakin tak terbendung lagi. orang yang sangat kucintai di dunia ini telah meninggalkanku..selama-lamanya..

“Taehyung! Kau mau kemana? Tak biasanya kau terburu-buru seperti itu?”

“Aku hanya ingin berjalan-jalan sebentar sebelum ke rumah, Jungkook..kau tahu eomma-ku selalu menginginkanku pulang tepat waktu setelah kerja..”

“Hoho, arraseo..sana! kalau begitu nikmati saja waktumu itu dengan baik Tae-Tae..”

“Okay kookie, nikmati waktumu juga..”

Taehyung mengacungkan jempolnya ke arah Jungkook sambil memasang senyum lebarnya pada temannya itu, lalu segera beranjak dari hadapannya .

Namja dengan surai sedikit pirang itu berjalan dengan santai menikmati suasana sore yang sangat menyejukkan. Dengan lollipop yang bertengger di mulutnya, Taehyung melepaskan image formalnya yang ia terapkan seharian ini dengan membuka blazer hitamnya dan menyampirkan dibahunya dengan asal, kancing kerah kemejanya pun ia buka beberapa hingga ia tidak merasakan rasa sesak lagi oleh busana formalnya ini.

Tak terasa ia begitu menikmati perjalanannya sore ini, hingga menghantarkan dirinya di depan zebra cross tepat di depan sebuah pusat perbelanjaan yang ditujunya. Taehyung menunggu lampu lalu lintas hingga menunjukkan warna merah agar ia bisa menyebrang dengan tenang menuju pusat perbelanjaan itu. sambil menunggu, Taehyung memperhatikan sekelilingnya dan ia menangkap sesuatu dalam pandangannya. Kini Taehyung melihat seorang yeoja manis dengan surai hitam panjang dan berponi..dengan dress putih yang dipakainya beserta switer pink yang melekat di tubuhnya. Yeoja itu manis sekali..perawakannya yang mungil menambah kesan imut pada dirinya. Tunggu dulu, dia memegang sesuatu..sebuah kereta bayi..ne, kereta bayi..kemungkinan itu menandakan ia..adalah seorang ibu?

Tidak mungkin, yeoja itu masih sangat muda..mungkin saja ia adalah seorang kakak yang sedang mengasuh adiknya. Tapi..mungkin saja kan?

Lampu lalu lintas sudah berganti warna menjadi merah, beberapa orang yang sejak tadi menunggu untuk menyeberang segera melangkahkan kakinya di zebra cross, termasuk yeoja yang diperhatikan Taehyung sejak tadi. yeoja itu berjalan ke arahnya, dan Taehyung sama sekali belum beranjak dari tempatnya. Ia terlalu sibuk dengan analisisnya terhadap yeoja yang saat ini tengah ia tatap, semakin dekat dan dekat..jarak antara Taehyung dengan yeoja itu semakin sempit karena gadis itu berjalan ke arahnya.

Wajah itu, mata itu..bibir itu..terlalu familiar.. mungkinkah ia..

“Noona?!”

Saat yeoja itu berpapasan dengan Taehyung, tiba-tiba kata itu langsung meluncur dari bibirnya. Merasakan adanya sesuatu yeoja itu menghentikan langkahnya dan memalingkan wajahnya ke arah Taehyung.

Mata yeoja itu menyipit, nampaknya ia menyelidiki siapa yang memanggilnya itu.

“Nugu?”

Ahhhh, suara itu Taehyung tidak ragu lagi akan keyakinan di dalam dirinya.

“Taeyeon, Taeyeon noona?”

“Ne? Ada ap..”

“Taehyung aku Taehyung, noona! Apa kau sama sekali tidak mengenaliku?!”

Yeoja yang dipanggil Taeyeon oleh Taehyung beberapa detik lalu menyipitkan matanya kembali untuk meyakinkan siapa sebenarnya namja ini.

“Omo?! Kau Taehyung? Kenapa kau bisa berbeda seperti ini?” seketika mimik wajahnya berubah menjadi ceria setelah mengetahui kebenaran di depannya.

Beberapa detik setelah itu Taeyeon menghambur ke dalam pelukkan Taehyung, dan hal itu membuat Taehyung sangat terkejut. Beberapa detik Taehyung terdiam, lalu saat kehangatan tubuh Taeyeon mulai merambat ke tubuhnya ia membalas pelukan Taeyeon itu. ia begitu merindukan kehangatan dan aroma tubuh ini.

Tidak lama, Taeyeon melepaskan pelukannya dari Taehyung saat ia menyadari tempat ini bukanlah tempat yang tempat untuk saling melepas rindu dengan orang yang baru ditemui sejak lama.

“Ahaha, mian..Taehyung apa kau mau berbincang sebentar? Kurasa kita harus pindah ke tempat lain..”

“Ne, tentu saja Noona..”

Setelah itu, Taeyeon beserta Taehyung berjalan berdampingan menuju sebuah taman di pinggir kota. Mereka memberhentikan langkahnya di sebuah bangku taman berwarna putih di bawah pohon rindang yang memberikan hawa yang sejuk di sana.

“Noona, bolehkah aku melihat dia?”

“Ne? Tentu saja..beberapa menit yang lalu dia tertidur..nampaknya sekarang dia juga masih tidur..”

Taeyeon membukakan penutup kereta bayinya, hingga menampakkan wajah damai seorang bayi yang tengah tertidur.

“Waa..lucu sekali, namanya siapa?”

“Taehyun..namanya Taehyun..”

“Omo! Namanya mirip sekali denganku, hanya berbeda huruf “g” saja..apakah ini adik noona?”

Taeyeon tersenyum mendengar pertanyaan Taehyung..sebelum menjawab, ia melemparkan pandangannya pada wajah damai yang tengah tertidur itu.

“Ia adalah anakku..”

Seketika senyum lebar Taehyung perlahan menghilang dari wajah tampannya saat ia mendengar jawaban Taeyeon barusan.

“Jadi..noona sudah menikah?”

“Ne..dengan Baekhyun..kau mungkin mengenalnya Taehyung..”

Memori Taehyung berputar kala mendengar nama itu. ya, nama itu sangat familiar dan berkaitan erat dengan masa lalunya saat ia benar-benar dekat dengan Taeyeon dulu.

“Baekhyun hyung? Teman kuliah noona itu?”

“Iya..”

Iya, orang itu. seorang namja yang memang secara tidak langsung telah menciptakan jarak mutlak antara Taehyung dan Taeyeon. Selain karena namja itu, faktor usia juga menjadi suatu hal yang tak bisa dielakkan dan menciptakan jarak yang semakin jauh antara Taeyeon dan Taehyung. Awalnya, kedekatan antara Taehyung dan Taeyeon layaknya seorang kakak dengan adiknya, namun seiring berjalannya waktu tercipta suatu perasaan lain di dalam diri Taehyung untuk Taeyeon. Ia tidak mengindahkan hubungan noona dengan dongsaeng lagi, melainkan yeoja dengan namja. Cinta telah merubah suatu hal yang telah terjalin sejak lama di antara mereka berdua. Sayangnya, rasa cinta itu hanya Taehyung seorang yang merasakan dan tidak dengan Taeyeon. Gadis itu sudah menggenggam erat tali persaudaraan dengan Taehyung dan tidak menghadirkan perasaan lain lagi selain itu. Hingga akhirnya rasa cinta Taeyeon sebagai yeoja ia labuhkan pada seorang namja bernama Byun Baekhyun.

“Hyung..bagaimana kabarnya? Kenapa sekarang dia tidak menemani noona?”

Taeyeon tersenyum simpul mendengar pertanyaan Taehyung, sejenak ia mengalihkan pandangannya ke arah lain.

“Dia..sedang pergi, makanya sekarang dia tidak bisa menemani..”

“Astaga..Hyung tega sekali..kenapa ia malah pergi dan membiarkan noona dan malaikat kecil ini sendirian? Lain kali ajak aku saja untuk menemani noona..”

“Yaa!! Bagaimana aku bisa menghubungimu? Aku kan baru bertemu lagi denganmu setelah sekian tahun lamanya..kau sendiri juga pergi Tae-Tae..kau sama sekali tidak meninggalkan jejak sejak saat itu..”

Taehyung mengatupkan kedua bibirnya mendengar perkataan Taeyeon. Ia memang menghindar dan menjauhkan diri dari Taeyeon sejak ia mengetahui Taeyeon sudah bersama Baekhyun. sejujurnya sampai saat ini ia belum bisa menerimanya, tapi asalkan Taeyeon bahagia..ia juga bahagia.

“Aku..ingin lebih fokus untuk sekolahku noona, waktu itu paman menyuruhku untuk tinggal bersamanya dan melanjutkan sekolahku di sana”

“ne, tapi harusnya kau berpamitan padaku terlebih dahulu..mungkin kejadian tadi tidak akan terjadi saat aku sulit untuk mengenalimu..”

“Hehe, jeongmal mianhe..ngomong-ngomong rumah noona dimana?”

“Aku tinggal di apartemen dekat sini..kau mau mampir?”

“Jika kau memaksa..tentu saja aku mau!”

“Aigoo, sifat over confidentmu itu ternyata tidak pernah berubah ya?!” ujar Taeyeon sambil mengecak gemas rambut Taehyung.

***

Setelah berjalan beberapa lama, Taeyeon dan Taehyung sampai di apartemen Taeyeon. Suasana pink lembut menyapa penglihatan Taehyung saat ia masuk ke dalam apartemen Taeyeon.

“Duduklah, kau mau minum apa?”

“Apa saja noona, aku selalu menyukai apapun yang noona buat..hehe”

“Issh, dasar kau ini”

Beberapa detik kemudian terdengar sebuah isakan dari kereta bayi. Taeyeon menghentikan langkahnya dan segera membuka penutup kereta bayi lalu membawa Taehyun ke dalam pangkuannya.

Tangisan kecil itu keluar dari bibir kecil Taehyun. Pipi yang bulat itu kini sedikit basah karena air mata. Hati Taehyung bagaikan teriris melihat seorang bayi menangis seperti itu tepat di depan matanya, dan sebuah kekaguman menggeliat dalam hatinya kala melihat Taeyeon yang kini telah menjadi seorang ibu berusaha meredakan tangis anaknya. Sejujurnya, Taeyeon kini semakin cantik di mata Taehyung. Kelembutan dan aura keibuannya sangat terpancar dari dalam dirinya.

“Cup..cup..cup..Taehyun eomma lapar ya? sebentar ya..eomma buatkan susu dulu untukmu..”

“Taehyung, bisakah aku titip Taehyun sebentar? aku mau ke dapur dulu..”

“Ne, noona tentu saja..”

Dengan hati-hati Taeyeon memindahkan Taehyun ke pangkuan Taehyung. Pria berumur 22 tahun itu dengan hati-hati menerima bayi yang namanya hampir sama dengannnya itu ke dalam pangkuannya. Taehyung mengayun-ngayunkan perlahan Taehyun yang ada di dalam pangkuannya perlahan sambil menatap tenang pada wajah kecil itu. seulas senyum terukir di bibir Taehyung, hatinya merasa damai melihat wajah tak berdosa ini. pipi bulatnya yang kemerahan, bibirnya yang mungil, dan dua matanya yang indah yang hampir menyerupai milik..Baekhyun? ah..Taehyung tidak peduli, yang jelas ia sudah menaruh hati pada bayi ini.

Taeyeon kembali dari dapur membawa segelas minuman untuk Taehyung dan sebotol susu untuk Taehyun. Sesaat ia merasa sedikit kaget karena sekarang pendengarannya tidak lagi menangkap suara tangisan Taehyun. Kini hatinya menghangat saat ia melihat Taehyung bermain dengan bayinya itu tersenyum karena ulah Taehyung. Taeyeon tidak menyangka, ternyata bocah yang mempunyai marga yang sama dengannya itu punya bakat untuk menenangkan perasaan seorang bayi. Padahal biasanya dia selalu berisik dan energinya seperti tidak pernah terkuras habis karena ia sangat lincah dan tidak mau diam.

“Tarra..minuman untuk kedua namjaku ini sudah jadi..”

Perhatian Taehyung teralihkan saat Taeyeon berjalan mendekatinya. Ia kembali tersenyum saat Taeyeon menyebut dirinya sebagai ‘namja’nya.

“Waaa, Taehyunnya eomma sedang asik bermain ya? apa kau sudah kenal ahjussi yang sedang mengajakmu bermain?”

“Bukan ahjussi noona, aku masih terlalu muda..aku adalah hyung untuknya” ujar Taehyung sambil menggelengkan kepalanya.

“Jinjia? Kau kan dongsaengku..jadi benar kan kau adalah ahjussinya Taehyun..”

Ekspresi wajah Taehyung seketika berubah menjadi datar saat Taeyeon menyebutnya sebagai dongsaengnya. Haah..Taeyeon, kau pandai sekali mempermainkan hati orang lain..kini Taehyung menggerutu di dalam hatinya.

“Ne, terserah noona saja, Taehyun..aku adalah Taehyung, ahjussi sekaligus hyungmu..aku sangat menyukaimu jadi marilah kita bermain sesering mungkin..”

Dengan senyum lebar andalan Taehyung itu, ia menggoda sambil mengelus-ngelus pipi tembem Taehyun dengan jarinya. Ia amat menyukai Taehyun, dan sangat merasa nyaman ketika Taehyun berada di dalam dekapannya. Mungkin inikah cinta pada pandangan pertama? Istilah itu bagi Taehyung mungkin tidak hanya berlaku untuk lawan jenis dalam usia yang telah menginjak masa pubertas..tapi pada bayi dan anak-anak pun istilah ini juga berlaku, tentu saja cinta dalam pengertian kasih sayang, bukan cinta yang berlandaskan hasrat.

“Sini..biarkan Taehyun makan siang dulu..”

Karena permintaan Taeyeon itu, Taehyung harus rela melepas si kecil manis ini ke pangkuan ibunya. Taehyung kembali duduk dan meminum jus jeruk yang telah Taeyeon suguhkan untuknya.

Sambil menikmati minuman yang kini ada di tangannya, pandangan Taehyung tak pernah lepas dari visualisasi yang ada di depannya. Ia memandangi seorang Taeyeon yang tengah melakukan kewajiban dan bentuk kasih sayang pada bayinya. Ia tak menyangka..kini seorang Taeyeon yang dicintainya sejak dulu itu telah bertransformasi sebagai ibu yang baik dan cantik.

Kring…

Sebuah suara memecah keheningan yang sempat tercipta di antara Taehyung dan Taeyeon. Taehyung menyadari, bahwa suara itu berasal dari ponselnya..ia segera merogoh sakunya dan mengeluarkan benda tipis berwarna merah marun dari sana. Taehyung melihat display handphonenya, dan ia melihat jelas tulisan yang terpampang di display handphonenya.

“Eomma”.

[…]

“Ne, eomma..ada apa?”

[…]

“Ne…aku akan pulang sekarang”.

Taeyeon yang sedang berdiri di depan Taehyung memperhatikan gerak-gerik namja itu. ia bisa menebak dari ekspresi wajahnya Taehyung, ia akan segera pulang sekarang. Taehyung menutup percakapan via teleponnya itu dan memasukkan kembali handphone ke dalam sakunya.

“Noona..aku harus pulang sekarang..eomma barusan menghubungiku..”

“Ne, Taehyung..tak apa, sampaikan salamku pada eomonim ya..lain kali jika kau punya waktu mainlah kesini lagi”

“Okay noona, dengan senang hati akan kulakukan itu..”

Taehyung beranjak dari sofa yang sedang didudukinya, merapikan sedikit kemejanya lalu menghampiri Taeyeon yang tengah mendekap Taehyun di dalam pangkuannya. Ia menyentuh pipi chubby Taehyun yang sesekali bergerak karena sedang menghisap susu dari botol kecil yang dipegang oleh Taeyeon.

“Hati-hatilah di jalan..” ujar Taeyeon sambil tersenyum pada Taehyung.

“Ne..Taehyun..hyung mau pulang dulu ya..lain kali kita main lagi..”

Taehyung mengecup kening Taehyun sekilas, lalu menjauhkan tubuhnya dari Taeyeon dan berjalan menuju pintu keluar diikuti Taeyeon di belakangnya. Taehyung berjalan melewati pintu dan sejenak ia kembali membalikkan tubuhnya pada Taeyeon lalu melambaikan tangan padanya.

“Annyeong Taehyung hyung..” balas Taeyeon sambil menggerak-gerakkan tangan mungil Taehyun ke arah Taehyung. Taehyung tersenyum kembali dan membalas lambaian tangan kecil Taehyun itu, tak lama setelah itu ia melanjutkan langkahnya, meninggalkan Taeyeon dan Taehyun.

“Hm, keadaan jadi sepi lagi ya Taehyun?” bisik Taeyeon pada Taehyun saat pintu apartemennya tertutup.

***

Sejak saat itu, Taehyung jadi sering mengunjungi apartemen Taeyeon. Jika mempunyai waktu di sela-sela kesibukannya ia langsung mendatangi apartemen Taeyeon dan mengajak si kecil Taehyun untuk bermain. Nampaknya kegiatan ini sudah menjadi hobi barunya dan menjadi salah satu kegiatan favoritnya setelah bermain skateboard yang biasa dilakukannya dengan Jungkook tiap akhir minggu. Entah apa penyebabnya, pada awalnya ia merasakan sebuah kebahagiaan dan kenyamanan tiap kali ia bertemu dengan Taeyeon, namun semakin lama perasaannya itu teralihkan pada Taehyun. Ia amat menyukai bocah kecil itu.

Seperti saat ini, Taehyung tengah memanjakan Taehyun di sofa pink yang tengah di dudukinya. Sejak tadi ia mengajak main bocah kecil itu, dan nampaknya Taehyun sangat menyukai Taehyung. Senyum manis dari bibir mungilnya selalu merekah tiap kali Taehyung datang dan mengajaknya bermain.

Taeyeon keluar dari kamarnya, ia terlihat mengenakan sweaternya yang berwarna putih yang menutupi dress katun berwarna merah muda yang dikenakannya.

“Taehyung, bolehkah aku titip Taehyun? aku akan keluar untuk berbelanja sebentar..”

“Ne, tentu saja..tapi, kenapa kita tidak berangkat bersama saja noona? Biar aku saja yang membawa Taehyun..”

“Anya, eommaku sebentar lagi akan datang berkunjung kesini..aku takut saat beliau sampai, di sini tidak ada siapa-siapa..jadi, bisakah kau menunggunya?”

“Ayayay nyonya, Kim Taehyung dan prajurit kecil ini siap membantu!!”

Taeyeon terkekeh melihat tingkah laku Taehyung yang lucu dan selalu bersemangat itu, lalu ia menghampiri Taehyun..hendak berpamitan pada bayi kecilnya itu.

“Taehyun..eomma keluar sebentar ya..mainlah dulu dengan Taehyung hyung ne?”

Setelah itu Taeyeon beberapa kali mengecup pipi Taehyun. Taehyung hanya bisa memperhatikan dan sedikit melongo saat bibir Taeyeon yang manis itu mengecup pipi Taehyun yang bulat.

“Noona, apa pipiku tidak dicium juga?”

Tanpa sadar kalimat itu langsung meluncur mulus dari bibir Taehyung, namja itu langsung menutup mulut dengan kedua tangannya, dan mendengar itu Taeyeon sedikit terkejut karena ia sama sekali berpikiran Taehyung akan mengatakan hal seperti itu.

“Mwo, maksudmu apa?”

Beberapa detik setelah itu pipi Taehyung memanas..dan rona kemerahan terlihat jelas di kedua pipinya. Ia tak habis pikir, kenapa ia mengatakan hal itu pada seorang wanita yang telah mempunyai suami?

Tiba-tiba Taehyung merasakan sesuatu mengelus kepalanya, itu adalah tangan Taeyeon..lalu..ia merasakan sesuatu mendarat lembut dan mengecup kepalanya.

Cup.

Taehyung terdiam, ia tidak tahu bagaimana cara untuk mengekspresikan perasaannya saat ini.

“Ciumnya di situ saja ya..aku pergi sekarang..”

Taeyeon telah pergi, dan Taehyung masih mematung..ia masih tidak percaya Taeyeon telah menciumnya.

***

Beberapa lama setelah Taeyeon pergi, eomma Taeyeon datang dan kini telah berada di dalam apartemen Taeyeon bersama Taehyung dan Taehyun.

“Omo..nenek begitu merindukanmu cucuku..”

Eomma Taeyeon memangku Taehyun sambil sesekali menciumi cucu kecilnya itu. Tidak sulit bagi Taehyung untuk mendekatkan diri pada eomma Taeyeon karena sejak dulu Taehyung memang sudah sangat akrab dengan keluarga Taeyeon.

“Aku tidak menyangka kau sudah sebesar ini Taehyung..kau berbeda sekali, kau benar-benar namja dewasa sekarang..”

“Ne, eomma..bahkan aku sudah bekerja sekarang..”

“jinjia? Wah..bagus sekali..kau memang hebat Taehyung..kau telah menjadi sosok calon suami yang baik sekarang..”

“Ahaha..aku tidak tahu hal itu eomma..aku belum mendekati seorang gadis pun..”

“Santai saja..mungkin bisa saja gadis-gadis itu yang mendekatimu, mana ada seorang gadis yang tidak tertarik dengan ketampananmu ini..”

Taehyung tersipu mendengar pujian eomma Taeyeon. Ia menundukkan wajahnya dan menyembunyikan senyumnya karena hal itu.

“Eomma, Baekhyun hyung kerja dimana ya? tiap kali aku datang kesini dia selalu tidak ada, pasti dia bekerja di tempat yang jauh kan?”

Keceriaan yang tadi ada di wajah eomma Taeyeon perlahan menghilang. Air mukanya berubah tatkala mendengar apa yang diucapkan oleh Taehyung barusan.

“Apa Taeyeonie belum menceritakannya padamu Taehyung?”

“Maksud eomma apa?”

“Baekhyun..dia..sudah tiada..”

Detik itu juga Taehyung merasakan pikirannya diretas, dan petir seolah menyambar tubuhnya. Terlalu mengejutkan..ini sangat mengejutkan dan ia tidak mempercayai ini.

“T-tapi..bagaimana bisa eomma? Noona sama sekali tidak menceritakan hal itu padaku..”

“Baekhyun..dia mengidap kanker otak stadium 4 selama ini..dia sudah bertahan semampunya, namun Tuhan berkehendak lain..penyakit itu sudah sangat sulit disembuhkan..ia tidak bisa bertahan lagi, dan ia menghembuskan nafas terakhirnya di bulan desember kemarin..”

Taehyung menganga mendengar apa yang dikatakan oleh eomma Taeyeon. Ia tidak percaya ini, mustahil Baekhyun hyung meninggalkan noona begitu cepat. Taehyung melihat eomma Taeyeon menundukkan wajahnya, berusaha menahan kesedihan karena kenangan pilu itu kembali terkuak akibat pertanyaannya. Taehyung menyesal bertanya tentang hal ini, tapi ia lebih menyesal lagi karena Baekhyun sudah meninggalkan Taeyeon untuk selama-lamanya. Taehyung terdiam..ia menunduk sambil menggigit bibirnya, berusaha menahan kesedihan yang ia rasakan.

Air mata terlihat dari kedua manik eomma Taeyeon saat ia kembali mengangkat wajahnya. Ia melihat wajah Taehyun yang sedang tertidur dan tersenyum pilu padanya.

“Bahkan, anak ini belum merasakan bagaimana kasih sayang appanya..”

Taehyung menutup mulut dengan sebelah tangannya, menahan isak tangis yang mungkin keluar akibat kesedihan yang menderanya kini.

“Eomma mau ke kamar dulu untuk menidurkan Taehyun..”

Eomma Taeyeon beranjak dari hadapan Taehyung dan masuk ke dalam kamar Taeyeon. Meninggalkan Taehyung yang tertunduk dengan apa yang dirasakannya saat ini. sungguh, ini adalah sebuah hal yang sangat tidak ingin ia dengar.

Menit demi menit berlalu, hingga Taehyung mendengar suara pintu apartemen terbuka. tanpa bertanya atau menyelidik pun Taehyung tahu benar siapa yang datang. Ia beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ke arah pintu, dengan segudang perasaan yang berkecamuk dan kebingungan akan sikap apa yang harus ia tunjukkan di depan Taeyeon sekarang.

“Aku pulang..”

Taeyeon melepaskan sepatunya, sambil membawa tas belanjaan yang ia pegang sejak dari tadi. Ia merasa bersemangat kali ini, ia telah membeli bahan makanan yang cukup banyak untuk dimasak dan akan ia suguhkan pada eomma dan Taehyung. Taeyeon berniat untuk mengadakan sebuah makan malam sederhana bersama keluarga kecilnya ini. ia melangkahkan kakinya menuju ruangan tengah apartemennya, namun baru beberapa langkah ia ambil, detik selanjutnya langkah itu terhenti karena seseorang tengah berada di hadapannya.

“Taehyung?”

Namja yang dipanggil namanya itu tidak segera menjawab, ia hanya menatap Taeyeon dengan pandangan yang nanar. Taeyeon sulit mendeskripsikan ekspresi Taehyung saat ini, tidak biasanya namja yang identik dengan kenerjikannya itu bertingkah seperti ini.

“Eomma dimana Taehyung? Dia sudah sampai kan?”

“Ne, sekarang beliau sedang tidur bersama Taehyun di kamar..”

Taeyeon tersenyum mendengar jawaban Taehyung, akhirnya ia bisa segera melaksanakan niatnya untuk memasak sekarang juga.

“Baiklah..kalau begitu aku akan memasak sekara—“

Kalimat yang diucapkan Taeyeon belumlah usai, mulutnya seolah terbungkam karena tiba-tiba tubuhnya sudah merapat erat dengan Taehyung. Ya, Taehyung tiba-tiba memeluknya..memeluknya dengan sangat erat. Sampai Taeyeon tidak merasakan bahwa tas belanjaannya itu telah jatuh ke lantai.

“A-ada apa ini Taehyung? Kenapa kau tiba-tiba seperti i—”

“Kau!! Kenapa kau tidak menceritakan apapun padaku? Kenapa selama ini kau memendam semuanya sendiri?!”

Setelah berkata seperti itu, isakan tangis terdengar dari mulut Taehyung. Namja itu tidak bisa menahannya lagi, ia membenamkan kepalanya di antara potongan bahu dan leher Taeyeon. Air mata telah mengalir deras dari kedua matanya.

Taeyeon terdiam mendengar apa yang telah dikatakan oleh Taehyung. Ia tahu benar apa maksud dari perkataan Taehyung. Luka di dalam hatinya kembali menganga, setelah ia mencoba untuk baik-baik saja selama ini..ia tidak bisa bertahan lagi. memorinya kembali memutar kenangan pilu akan kematian suami tercintanya. Ia merasakan Taehyung semakin erat memeluknya..bahu namja ini bergetar, bisa Taeyeon rasakan kesedihan Taehyung saat ini. Taeyeon membenamkan wajahnya di dada Taehyung. Air mata pun membasahi kedua pipinya, ia merasakan rasa sakit ini lagi..ia merasakan kerinduan yang tak terperi ini lagi..ia kembali merasakan rasa cinta yang begitu besar yang tak bisa tersampaikan lagi padanya..

Pada seorang Byun Baekhyun.

Mereka berdua tenggelam dalam tangis yang pilu, mengalirkan semua kesedihan lewat pelukan mereka yang semakin erat. Entah sampai berapa lama hingga tangis itu mereda.

***

Setelah tangis itu mereda, kini Taehyung dan Taeyeon duduk berhadapan di sofa. Berusaha mengatur kembali emosi mereka yang meledak-ledak sejak tadi.

“Kapan noona tahu hyung sakit?”

“Tiga bulan sebelum pernikahan..selama ini ia bisa menjaga rahasianya itu dengan baik, dan ia selalu tampil baik-baik saja di hadapanku..ia selalu melakukan pengobatan rutin dan tak pernah menunjukkan rasa sakitnya di depanku. Aku kira ia akan sembuh karena ia tidak pernah rewel untuk diperiksa dan meminum obat..namun ternyata Tuhan berkehendak lain..tubuhnya itu sudah tidak kuat untuk menanggung penyakit yang dideritanya itu. Hal yang paling menyedihkan adalah dia meninggalkanku saat Taehyun telah lahir ke dunia..aku tidak pernah menyangka akan menjadi seorang ibu yang mempunyai anak yang sejak kecil belum merasakan kasih sayang appanya..”

Air mata Taeyeon kembali mengalir..rasa sedihnya itu tertancap kuat di dalam hatinya. Ia mengusap air matanya..tidak mau menunjukkan rasa sedihnya itu lagi di hadapan Taehyung.

“Ha..h, aku menangis lagi. Padahal aku akan memasak untukmu dan eomma..namun sepertinya dalam keadaan seperti ini aku tidak bisa memasak, aku takut nantinya masakanku terlalu asin karena air mata”

Taehyung tersenyum simpul dan mengusap lembut kepala Taeyeon, berharap sentuhannya itu dapat meredakan kesedihan yang dialami oleh noona-nya ini.

“Tak apa, lain kali noona bisa memasak lagi untukku..sekarang noona istirahat saja..lepaskan kerinduanmu pada eomma. Dan aku..mungkin akan pulang sekarang, aku takut menjadi pengganggu di antara kalian bertiga..”

“Wae? Tidak apa-apa Taehyung..namun kali ini jangan berharap aku tersenyum padamu, karena rasanya sangat sulit..bibirku menjadi kelu..”

“Nah..itulah, aku tidak mau terlalu lama melihat noona seperti itu, bisa-bisa nanti tangisku lebih keras daripada Taehyun karena melihat noona terus bersedih dan tidak tersenyum padaku. Jadi..izinkan aku pamit sekarang, dan aku akan kembali saat kesedihan noona berkurang, aku berjanji akan menghibur noona kembali”

“Baiklah kalau begitu..terima kasih kau telah menjaga Taehyun tadi, kau telah menjadi sosok appa baginya..”

Deg.

Mendengar hal itu jantung Taehyung berdebar aneh, ia merespon lain perkataan Taeyeon tadi.

Sosok seorang appa? bisakah ia?

***

Beberapa hari setelah itu, suasana hati Taeyeon kembali stabil. Senyum cerahnya itu telah kembali..dan ia bisa menjalankan aktivitas seperti biasanya. Taehyung berniat berkunjung lagi ke apartemen Taeyeon hari ini. Berbekal sebuah kejutan kecil di tangannya untuk Taehyun, sebuah boneka beruang berwarna cokelat. Sebelum ia pergi, ia menghubungi Taeyeon terlebih dahulu..ia takut kalau Taeyeon sedang tidak berada di apartemennya.

“Hallo noona, apa kau sedang di rumah sekarang?”

[“Ne, aku di rumah sekarang..kau akan kesini?”]

“Itulah maksudku menghubungi noona sekarang, noona tidak keberatan kan aku kesana?”

[“Tentu saja tidak..kemarilah, dan langsung masuk saja ya..tidak perlu membunyikan bel pintu, aku akan mengirimkan password kunci pintunya padamu..”]

“Waa, jinjia? Apa noona tidak khawatir padaku aku akan mengendap-ngendap masuk ke apartemen noona untuk mencuri? hehe..”

[“Haha, tenang saja..ada seribu polisi yang akan bertindak jika kau melakukan hal itu. cepatlah kemari..aku dan Taehyun menunggumu..”]

Roger noona, i’m on the way..”

Taehyung menutup percakapan via teleponnya dengan Taeyeon. Ia merasa sangat bersemangat kali ini. kemudian ia melangkahkan kakinya dengan mantap menuju apartemen Taeyeon.

Seperti kata Taeyeon tadi, ia tidak perlu membunyikan bel pintu dan bisa langsung masuk ke dalam apartemen Taeyeon karena ia telah diberikan password kunci pintu apartemen Taeyeon.

Saat ia memasuki apartemen Taeyeon, ia mengira Taeyeon beserta Taehyun menunggunya di ruang tengah. Namun ia tidak menemukan dua sosok itu di sana. Taehyung mencari ke ruangan lain namun tetap tidak menemukan mereka. Taehyung ingat, ia belum melihat ke kamar Taeyeon..pasti mereka berdua ada di sana. Taehyung berjalan mendekati pintu kamar Taeyeon tiba-tiba ia mempunyai ide di otaknya saat ini. ia ingin memberi kejutan pada mereka berdua. Perlahan Taehyung memutar kenop pintu kamar Taeyeon sampai pintu itu sedikit terbuka, detik berikutnya ia membuka lebar pintu itu dan memunculkan dirinya dari balik pintu.

“kejut—“

Teriakan Taehyung seketika terhenti karena sangat terkejut akan apa yang kini ia lihat di hadapannya. Taeyeon memakai sweater longgar berwarna krem tanpa menggunakan bawahan..namun untung saja sweater itu menjuntai sampai menutupi setengah pahanya dan itu membuatnya terlihat sangat seksi, dengan keadaan rambutnya yang terurai dan kecantikannya yang menyerupai bidadari. Namun yang lebih membuat Taehyung terkejut setengah mati adalah..

Taeyeon sedang menyusui Taehyun.

Dada sebelah kanannya terekpos jelas, karena memang saat itu Taeyeon sedang menyusui bayinya. Taeyeon menatap datar Taehyung yang muncul di balik pintu..rona kemerahan mulai muncul di kedua pipi putihnya.

Taehyung merasakan dirinya sport jantung detik ini juga, ia merasakan kedua pipinya panas dan seolah kepalanya mengeluarkan uap karena panas yang ia rasakan di kepalanya saat ini. Dengan cepat ia menutup pintu kamar Taeyeon kembali, dan berlari menuju sofa. Ia membenamkan tubuhnya di situ dan menutup wajahnya rapat. Ia sangat malu..malu sekali. kenapa ia bisa bertindak gegabah seperti itu, Taehyung..kau sangat keterlaluan!

“Nooonaaaa, maafkan akuuuu!” teriak Taehyung keras.

Suara bass Taehyung menggema di pendengaran Taeyeon. Ia tersenyum malu mendengarnya.

“kau ini, dasar bodoh!”

Beberapa lama setelah itu, Taeyeon keluar dari kamarnya menghampiri Taehyung. Kali ini Taeyeon mengenakan sebuah celana tidur yang menutupi kedua kaki jenjangnya, tetap dengan sweater tadi yang membalut tubuhnya. Ia melihat Taehyung meringkuk di sofa..membenamkan wajahnya di kedua lututnya.

“Taehyung..”

Perlahan Taehyung mengangkat wajahnya, dan menampakkan wajahnya yang merah bak kepiting rebus.

“Omo? Wajahmu sampai semerah itu? kau tidak apa-apa Taehyung?” ujar Taeyeon karena kaget melihat wajah Taehyung yang sangat merah seperti sedang demam.

“Bagaimana tidak apa-apa noona? Aku baru pertamakali melihat seorang wanita seperti itu..maafkan ketidaksopananku noona, aku pantas dihukum..”

Kembali, Taehyung menundukkan kepalanya. Taeyeon hanya mengatupkan kedua bibirnya melihat rasa penyesalan Taehyung itu.

“Ne, kau kumaafkan..lain kali, jika kau kuizinkan untuk masuk ke apartemenku, bukan berarti kau bisa leluasa untuk masuk ke kamarku. Aku anggap kejadian tadi tidak ada..lagipula..pemandangan tadi memang biasa terlihat dari seorang ibu dalam masa menyusui. Berhati-hatilah di lain waktu”

“Ne, aku berjanji!” jawab Taehyung sambil mengangkat tinggi tangan kanannya.

“Baiklah..kau mau bertemu Taehyun? Dia ada di kamar..aku akan membuatkan teh untukmu dulu ya..”

“Tidak usah noona, aku hanya ingin memberikan ini saja untuknya..”

Kemudian Taehyung memperlihatkan boneka beruang yang ia bawa tadi, boneka itu dibungkus oleh plastik transparan dengan motif hati kecil yang memenuhinya, diikat dengan pita pink yang manis.

“Waa..kyeopta..ini manis sekali Taehyung..Taehyun pasti sangat menyukainya. Ayo kita berikan padanya..”

Taehyung mengangguk dan mengikuti Taeyeon yang berjalan menuju kamarnya, sesampainya di kamar ia mendapati Taehyun tengah berada di dalam box bayi..ia sedang bermain dengan mainan karet berbentuk kelinci yang bisa berbunyi jika ditekan.

Taehyung menghampiri Taehyun, tak disangka..bayi itu tersenyum saat menyadari bahwa Taehyung kini ada di hadapannya. Kemudian Taehyung mengangkat Taehyun dan meraihnya ke dalam pangkuannya.

“Apakah kau merindukan hyung jagoan kecilku? Semakin hari kau semakin tampan saja..”

Taeyeon memperhatikan interaksi antara Taehyung dan Taehyun, menyenangkan sekali bisa melihat mereka berdua bisa seakrab itu. Taehyun terlihat sangat nyaman dengan Taehyung. Tanpa terasa senyuman terukir di bibir pinknya..ia sangat bahagia bisa melihat wajah anaknya seceria itu. seandainya Baekhyun masih hidup..pastilah yang sedang memangku Taehyun saat ini adalah Baekhyun. Tatapan Taeyeon masih tertuju pada Taehyung..dan tiba-tiba ia melihat sosok Taehyung berubah menjadi seseorang yang lain…

Ia melihat Baekhyun di hadapannya.

Taeyeon tidak percaya apa yang dilihatnya kini, ia mengerjap-ngerjapkan matanya berkali-kali dan menggelengkan kepalanya. Ini tidak mungkin, tidak mungkin itu adalah dia.

“Noona?”

Suara Taehyung membawanya kembali ke dalam realita. Kini bayangan sosok itu tidak lagi terlihat di dalam diri Taehyung. Taeyeon tidak habis pikir..kenapa ia bisa melihat Baekhyun beberapa detik lalu di depannya. ia mungkin terlalu lelah..atau mungkin, terlalu merindukan Baekhyun..

Taeyeon tersenyum pada Taehyung. Memberikan keyakinan pada Taehyung bahwa dia tidak apa-apa.

“Aku ke dapur sebentar Taehyung..aku harus tetap memberikan sesuatu padamu untuk dimakan..”

Tanpa menunggu respon Taehyung, Taeyeon segera beranjak dari kamarnya dan berjalan menuju dapur. Ia berjalan menuju dapur dengan perasaan yang berkecamuk dalam hatinya. Sesampainya di dapur, ia meraih topless gula dari lemari yang menempel di dinding juga mengambil tempat teh di sana. Taeyeon merasakan gerakannya sedikit kaku, pikiran dan gerak tubuhnya tidak sejalan. Ia terdiam..rasa sepi dan sunyi menyelimuti dirinya..kerinduan terhadap almarhum suaminya begitu meledak-ledak di dalam hatinya. Tak terasa air mata kembali mengalir dari kedua matanya. Taeyeon terdiam..membiarkan air matanya mengalir membentuk sebuah aliran sungai kecil di pipinya, ia sangat ingin meluapkan perasaan ini.

Terdengar sebuah langkah kaki pelan menghampiri Taeyeon..dekat dan semakin dekat. Entah Taeyeon menyadari atau tidak, wanita itu masih terdiam di tempatnya, meresapi tetesan air mata yang kian membasahi pipinya.

Greb

Taeyeon merasakan sepasang tangan kokoh melingkari bahunya. Mendekap tubuhnya dari belakang dengan sangat erat. Taeyeon tahu siapa ini, dari aroma parfumnya..dari kehangatan tubuhnya, Taeyeon sudah sangat mengenalnya. Ia memejamkan matanya, membiarkan isak tangis pilu itu melesak dari bibirnya.

“Menangislah noona..”

Taehyung mengeratkan pelukannya pada Taeyeon, ia menaruh kepalanya di antara potongan leher dan bahu Taeyeon lalu mendekatkan pipinya pada pipi Taeyeon. Ia tidak bisa melakukan apa-apa lagi selain ini, berharap pelukannya bisa sedikit meredam kesedihan yang selalu tiba-tiba muncul pada diri Taeyeon.

Beberapa menit berlalu, setelah tangis Taeyeon sedikit mereda Taehyung melonggarkan pelukannya dari Taeyeon dan membalikkan tubuh Taeyeon kepadanya. Kini mata Taehyung melihat wajah Taeyeon yang sembab, hidungnya memerah dan nafasnya masih sedikit sesenggukan akibat tangisnya tadi. Dengan tangannya, Taehyung menghapus jejak air mata yang ada di pipi Taeyeon dengan lembut. Lalu memandang mata sayu di hadapannya. Dua pasang manik itu saling menatap dalam..menyelami satu sama lain seperti mencari sesuatu darinya. Taehyung mengelus rambut Taeyeon, dan menyampirkan ke telinganya. Tatapan Taeyeon seperti magnet untuk Taehyung..ia tidak merasakan bahwa semakin lama ia mendekatkan wajahnya pada wajah Taeyeon..hingga deru nafas Taeyeon terasa menerpa wajahnya. Namja itu mencari satu titik fokus pada wajah Taeyeon..objek bertekstur lembut dan berwarna pink itu. Semakin dekat hingga dua permukaan halus itu hampir bersentuhan.

Namun hal itu tidak terjadi, Taeyeon segera menunduk dan memalingkan wajahnya dari Taehyung. Ia menghela nafasnya mencoba menghilangkan sedikit kegugupan yang sempat ada di dalam hatinya.

“Dimana Taehyun?”

Taehyung akhirnya memberi jarak antara tubuhnya dan Taeyeon. Ia tahu, kini wanita di depannya mulai merasa tidak nyaman dengan keadaan ini.

“Di kamar..ia sedang bermain dengan mainan barunya..” jawab Taehyung tersenyum lembut.

“Ne, kau tunggu saja di sana..aku akan membuatkan minum untukmu dulu..”

Selesai mengatakan itu, Taeyeon beranjak dari hadapan Taehyung dan berkutat dengan teh dan gula yang tadi diambilnya. Sementara Taehyung membalikkan tubuhnya dari Taeyeon dan beranjak meninggalkan dapur lalu berjalan menuju kamar untuk menghampiri Taehyun. Sesaat ia terdiam di ambang pintu, pikirannya menjejaki kembali apa yang tadi ia hampir lakukan pada Taeyeon.

“Apa yang akan kulakukan tadi? kenapa aku bisa mempunyai niat seliar itu? ha..h aku mulai gila!”

Taehyung mengacak rambutnya kasar, lalu menghela nafasnya panjang. Merasa sesak akan apa yang ia rasakan saat ini.

***

Siang itu matahari bersinar sangat cerah, suasana hangat mulai memenuhi ruang-ruang di apartemen Taeyeon. Hari ini ia memutuskan untuk keluar untuk membawa Taehyun jalan-jalan, hawa hangat namun sedikit sejuk ini sangat menyegarkan, dan ini sangat baik untuk Taehyun pikirnya. Ia menekan tombol password kunci pintu apartemennya lalu membuka pintunya.

Taeyeon mendorong kereta bayinya perlahan, melampaui batas pintu hingga sampai di lorong apartemennya. Saat Taeyeon melangkahkan kakinya kembali, ia melihat seorang wanita bersurai panjang dengan manik tajamnya berjalan ke arah Taeyeon. Sekilas wanita itu nampak tersenyum pada Taeyeon.

“Selamat siang nyonya Byun..”

Tiba-tiba wanita itu berhenti di depannya dan menyapa Taeyeon.

“Ne, selamat siang juga Jiyeon..”

“Nampaknya anda akan keluar..mengajak Taehyun jalan-jalan?”

“Ne, aku ingin membawanya keluar hari ini..kau tidak harus seformal itu padaku Jiyeon, usia kita kan tidak berbeda jauh..”

“Haha, sedikit penghormatan untukmu..ah iya, namja yang biasanya berkunjung kesini mana? Apakah dia tidak ikut?”

“Anya..dia sedang bekerja sekarang..namanya Taehyung”

“Waa, daebak! namanya begitu mirip dengan anakmu..hm, kulihat dia amat sering datang kesini..apa kau mempunyai hubungan khusus dengannya? Ah..nampaknya tidak, dilihat dari wajahnya ia nampak lebih muda..”

“Maaf Jiyeon, Kenapa kau bisa berspekulasi seperti itu? aku dan dia hanya berteman..dan seperti yang kau bilang, karena dia lebih muda aku sudah menganggapnya sebagai adik sendiri..”

“Aha..arraseo..aku bisa mengatakan itu karena aku melihat hubungan kalian yang begitu dekat, ya..karena di rumahmu tidak ada siapa-siapa lagi tidak ada salahnya jika mengizinkan satu atau dua orang lelaki untuk mengunjungi apartemenmu. Itu bukan hal yang buruk..terutama bagi seorang ibu ‘kesepian’ sepertimu”

Pernyataan Jiyeon begitu menohok hati Taeyeon. Wanita itu benar-benar tidak bisa menyaring kata-katanya, atau memang dia bermaksud mengatakan hal itu pada Taeyeon? Benar-benar tidak terduga..sejak ia ditinggalkan oleh Baekhyun, baru pertamakali ada seseorang yang berkata seperti ini padanya. Taeyeon merasa dipermalukan sekaligus direndahkan harga dirinya oleh Jiyeon.

Jiyeon menyunggingkan senyum sinisnya, ia begitu menikmati ekspresi kekecewaan dan kesedihan Taeyeon yang terlukis di wajahnya. Sejujurnya ia sangat tidak menyukai Taeyeon. Sebagai seorang ibu, ia masih terlihat sangat cantik dan muda..bahkan terlihat lebih muda darinya. Padahal pada kenyataannya usia Jiyeon lebih muda dibandingkan Taeyeon. Ia juga sangat benci melihat ekspresi wajah Taeyeon yang selalu tenang dan lugu. Baginya itu sangat memuakkan dan Jiyeon menganggap itu hanyalah topeng yang dikenakan Taeyeon setiap hari.

“Itu saja Nyonya Byun..aku hanya menyampaikan pendapatku saja. selamat siang..”

Dengan santainya, Jiyeon mengakhiri pembicaraan mereka secara sepihak. Lalu melengang santai melewati Taeyeon yang masih berdiri di tempatnya.

Perasaan Taeyeon berkecamuk, rasa marah, sedih, dan kecewa membaur di dalam hatinya. Bibirnya kelu, dan tenggorokannya serasa tercekat akibat keterkejutan yang dialami oleh dirinya. Perlahan ia memutarbalikkan kereta bayi Taehyun, lalu berjalan berlawanan dengan arah yang akan ia tuju tadi. Ia kembali membuka pintu apartemennya lalu masuk perlahan ke dalamnya bersama Taehyun.

Taehyung mengetuk-ngetukkan jari di atas meja kerjanya, detik demi detik yang ia lalui hari ini begitu berjalan lambat ia rasakan. Suasana di kantor ini sangat membuatnya jengah, ia ingin segera mengirup oksigen di luar kantor tempat bekerjanya ini secepatnya. Terlebih lagi..ia tidak sabar bertemu dengan sahabat kecilnya beserta wanita cantik yang sudah lama ia puja yang notabene sebagai ibu dari sahabat kecilnya itu.

Ah..perasaan ini lagi, semakin hari rasa di dalam dirinya ini semakin bergejolak. Ia selalu ingin menghabiskan waktunya bersama dua orang itu. sehari saja tidak bertemu..Taehyung seakan tidak bisa mengirup udara dengan bebas dalam organ pernafasannya.

Jam telah menunjukkan pukul 4 sore, inilah yang Taehyung tunggu. Jam kerjanya telah selesai, ia segera merogoh ponsel di dalam sakunya dan langsung menekan nomor yang akhir-akhir ini sering ia hubungi.

Nada sambung sudah berdengung dalam pendengaran Taehyung, ia menunggu dengan tidak sabar..berharap panggilannya ini segera dijawab oleh orang yang ia tuju di sana.

Beberapa detik berlalu..panggilannya belum dijawab juga. Hingga panggilan itu terputus karena tidak ada yang menjawab, ia mencoba kembali untuk yang kedua kalinya.

Tetap saja, belum terjawab.

“Taeyeon noona kemana ya? tidak biasanya ia seperti ini? biasanya ia akan segera menjawab teleponku..”

Dengan optimis, Taehyung mencoba menghubungi Taeyeon kembali. Ia menghela nafasnya pelan, sambil tetap menunggu panggilannya terjawab.

Akhirnya, sesuatu yang ditunggu Taehyung pun tiba..ia mendengar suara teleponnya diangkat oleh Taeyeon. Senyum lebar yang menyiratkan kebahagiaan terukir jelas di wajahnya.

“Noona, selamat sore..bolehkah aku—“

[“Maaf Taehyung, kau tidak bisa kesini sekarang..dan lebih baik jika kau tidak usah kesini lagi..kami berdua sangat lelah”]

Belum sempat Taehyung menyelesaikan kalimatnya Taeyeon segera memotong pembicaraan Taehyung, dan ini hal yang sangat tidak terduga oleh namja itu. Taehyung menganga mendengar apa yang dikatakan oleh Taeyeon.

“Ma-maksud noona apa? Apa terjadi sesuatu noona? Cepat beritahu padaku!!”

[“Sudah kubilang kau tidak usah kesini lagi! aku tidak mau sembarangan memasukkan laki-laki yang bukan siapa-siapa kedalam rumahku!!”]

Tuut tuut..

Suara telepon yang terputus menginvasi pendengaran Taehyung, dan yang lebih jelas sayup-sayup perkataan Taeyeon barusan begitu terpatri dalam benaknya. Matanya terbelalak..degup jantungnya tidak beraturan, hatinya bagaikan tersayat mendengar apa yang telah dikatakan Taeyeon padanya.

Laki-laki yang bukan siapa-siapa..

Maksudnya apa? Jadi selama ini Taeyeon tidak menganggapnya sebagai ‘seseorang’ baginya? Bahkan sebagai teman pun?

Ini terlalu menyakitkan..ia tidak percaya ini. Kenapa hal ini bisa terjadi? Di saat perasaan Taehyung untuk Taeyeon dan Taehyung sedang merekah, Taeyeon malah berkata seperti itu padanya?

Taehyung merasakan beban berat di bahunya..tubuhnya terasa sangat lemas, pikirannya berkecamuk tak karuan saat ini. ia menundukkan kepalanya menumpukkan keningnya di atas kedua tangannya yang bertautan.

Haaah, apa maksud dari semua ini Tuhan?

***

Beberapa waktu berlalu setelah insiden itu, Taehyung menjalani hari-harinya tanpa gairah dan kelabu. Ia sempat tidak masuk kerja selama beberapa hari..namun karena ia mendapatkan telepon dari atasannya, terpaksa ia harus masuk kerja kembali.

Meskipun suasana di sekitarnya sangat ramai, Taehyung merasakan dirinya sendirian..rasa sedih dan sunyi menyelimuti dirinya. Melihat keadaan sahabatnya seperti itu, Jungkook tidak habis pikir, kenapa orang yang dijuluki ‘alien V’ itu bisa seperti ini? biasanya jika ia punya masalah ia akan bercerita sampai tuntas padanya, tapi kali ini tidak.

Jungkook merasakan sebuah kekhawatiran muncul di dalam dirinya. ia tidak bisa berdiam terus seperti ini. ia harus memaksa Taehyung untuk menceritakan apa yang dirasakan atau dialami sahabatnya itu sekarang. perlahan Jungkook menghampiri meja kerja Taehyung, ia melihat Taehyung membenamkan wajahnya di atas kedua lengannya yang bertumpu di meja. Lalu ia menepuk bahu Taehyung untuk menyadarkan Taehyung bahwa dia ada di dekatnya.

“Yaa!! ireona..apa kau tidak mau istirahat dulu?”

[. . .]

Tidak ada jawaban..Jungkook kembali menepuk bahu sahabatnya itu namun tetap saja Taehyung sama sekali tidak bergeming.

Merasa kesal akan hal itu, Jungkook menepuk bahu Taehyung dengan keras. Ia yakin sahabatnya itu akan terganggu akan hal ini.

“YAAA!! IREONA..PPALII!!”

Taehyung tersentak, ia merasakan sakit yang sangat mendera bahunya. Dalam sekejap ia terbangun dari posisinya itu.

“Arrrgh!! APPO!!”

Taehyung meringis memegangi bahu kanannya yang kemungkinan berubah warna menjadi merah akibat perbuatan Jungkook.

Jungkook segera menggeserkan kursi di sampingnya lalu mendudukinya dekat dengan Taehyung.

“Akhirnya kau bangun juga tuan alien..apa sebenarnya yang terjadi padamu?”

“Aku tidak tahu..jika aku menceritakannya padamu pun kau tidak akan mengerti!”

“Wae? Kenapa aku tidak akan mengerti? Apa kau meragukan kepintaranku selama ini?! hah?”

“Iya, kau tidak akan mengerti..ini bukan masalah pekerjaan ataupun yang lainnya..sudahlah kau diam saja!” jawab Taehyung ketus sambil memalingkan wajahnya.

Jungkook menarik sudut bibirnya ke atas. Meskipun ia masih amatir dalam hal ini..ia tahu apa yang dimaksud oleh Taehyung.

“Biar kutebak, apakah ini masalah wanita?”

Taehyung terdiam, seperti membeku di tempat. Melihat reaksi orang dihadapannya seperti itu, Jungkook yakin spekulasinya seratus persen benar.

“Ceritakan padaku..apa yang terjadi, kau tidak bisa menghindar dariku lagi kali ini!” ujar Jungkook dengan penekanan di setiap kata yang ia ucapkan.

Perlahan Taehyung menghadapkan wajahnya pada Jungkook..ia tidak bisa lagi menghindar kali ini. Ia harus menceritakannya..

“Aku telah dicampakkan oleh seorang wanita yang sangat kucintai sejak lama Kookie..semenjak aku bertemu kembali dengannya hubungan kami semakin dekat, namun entah karena alasan apa kemarin ia mengatakan padaku bahwa aku tidak boleh menemuinya lagi, dan sejak saat itu aku tidak mempunyai kepercayaan diri lagi terhadap perasaanku padanya..”

Jungkook menganggukan kepalanya sebagai reaksi ia mengerti akan apa yang diceritakan Taehyung. Melihat ekspresi kesedihan yang tergambar di wajah sahabatnya itu, ia yakin Taehyung merasakan kesedihan yang sangat karena hal itu.

“Lalu, apa yang ia katakan saat ia mencampakkanmu?”

“Argh, aku tidak mau mengatakannya Kookie, mengingatnya pun aku seakan ingin mati!!”

“Yaa!! kalau aku bilang katakan ya cepat katakan!! bukankah selama ini kau selalu menceritakan apapun masalahmu padaku?!”

Taehyung merengut mendengar bentakan Jungkook, ia menghela nafasnya panjang..mengumpulkan seluruh tenagannya untuk suatu kalimat yang meruntuhkan semua gairah dalam hidupnya.

“Katanya karena aku bukan siapa-siapanya..aku tidak boleh menemuinya lagi”

Sesaat Jungkook terdiam mendengar hal itu, tapi tak lama ia menyunggingkan smirknya pada Taehyung.

“kenapa kau tersenyum seperti itu?! apa kau mengejekku?”

Jungkook menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan Taehyung. Sejenak ia mengalihkan pandangannya ke arah lain, lalu kembali menatap penuh kedua mata Taehyung.

“Mudah saja Tae-Tae, kau jadikan saja dirimu sebagai siapa-siapanya..entah itu sebagai musuhnya, adiknya..satpamnya..ataupun….suaminya, kau harus meraih kejelasan akan hal itu. kau harus mengejarnya kembali, karena menurutku pernyataan wanita itu masih menggantung..ada sebuah harapan yang terselip dalam kalimat yang diucapkannya itu. bagaimana? Kau akan memastikannya kan?”

Taehyung menganga mendengar apa yang dikatakan Jungkook, benar-benar tidak terduga. Mungkinkah ia harus melakukan itu?

“Jika kau tidak bergerak sama sekali..maka selamanya kau akan seperti ini Taehyung. Kejarlah jawaban itu..karena apapun jawaban yang diberikan olehnya akan menjadi takdirmu!”

Ada sebuah keyakinan yang terpancar dari kedua mata Jungkook dan ia hantarkan pada Taehyung. Rasa kepercayaan diri kembali menggejolak di dalam dirinya. ya, ia harus mengejarnya lagi..jika tidak, selamanya ia akan terpuruk seperti ini.

Taehyung segera bangkit dari kursinya, lalu menyambar blazernya secepat kilat dan beranjak dari meja kerjanya berlalri menuju pintu keluar ruangan. Namum, sebelum ia melangkah keluar melalui pintu itu, ia terdiam..lalu memalingkan wajahnya pada Jungkook.

“Chingu, tunggulah undangan pernikahanku yang akan segera sampai di tanganmu..”

Selepas mengatakan itu Taehyung segera berlari meninggalkan ruangan kerjanya. Sementara Jungkook merasa dagunya akan jatuh karena pernyataan tiba-tiba sahabatnya itu.

“Mwo?! Dia yakin sekali..apa benar ia akan menikah secepat itu? Yaaa Kim Taehyuuung!”

***

Di apartemen Taeyeon terdengar suara tangis yang menggema di seluruh penjuru ruangannya. Taehyun menangis hebat saat ini, entah karena hal apa, segala cara telah dilakukan oleh Taeyeon untuk meredakan tangis putranya, namun semua yang dilakukannya tidak berhasil.

“Taehyun..kau kenapa? Kau tidak lapar..juga tidak sakit..kenapa tangismu tidak mau berhenti?”

Taeyeon terus mengayun-ngayunkan Taehyun di dalam pangkuannya. Tangisan Taehyun sangat menyakitkan..hatinya meringis saat Taehyun menangis seperti ini. Ia amat sedih jika anaknya seperti ini..apa yang ia harus lakukan?

Tiba-tiba sebersit ingatan muncul di pikiran Taeyeon. Namja itu..Taehyun selalu damai dalam pangkuannnya. Apakah Taehyun merindukan Taehyung?

Taeyeon menatap wajah putranya, lalu mengusap air mata yang keluar dari dua manik kecil itu. Tak lama kemudian ia mendengar bel pintu apartemennya berbunyi, Taeyeon memalingkan wajahnya ke arah pintu apartemennya. Ia terdiam..mungkinkah itu Taehyung? Tapi nampaknya tidak mungkin..ia sudah sangat menyakiti hati Taehyung kemarin, masih sudikah ia kesini setelah Taeyeon melakukan hal itu padanya?

Bel kembali berbunyi berkali-kali. Bahkan sesekali pintunya diketuk keras oleh orang diluar sana. Suasana semakin gaduh..ditambah suara tangis Taehyun yang semakin keras. Taeyeon bingung, ia tidak tahu harus melakukan apa saat ini.

Sementara di luar..Taehyung berkutat dengan tombol-tombol sandi pintu apartemen Taeyeon. Ini tidak berhasil, pasti Taeyeon telah mengubah passwordnya. Kali ini ia hanya berharap Taeyeon membukakan pintu untuknya, kembali ia memijit bel dan mengetuk-ngetuk pintu apartemen itu.

Taeyeon tidak tahan lagi, suara gaduh ini menyiksa dirinya. ia berjalan menuju pintu apartemennya lalu membukakan pintu. Saat pintu itu terbuka tampaklah sosok yang ia duga dan ia tunggu saat ini, Taehyung.

Namja itu menatapnya datar, beberapa detik kemudian ia mengalihkan tatapannya pada Taehyun yang sedang menangis hebat dipangkuan Taeyeon. Tanpa ragu ia melangkahkan kakinya memasuki apartemen Taeyeon lalu mendekatkan dirinya pada Taeyeon. Taehyung langsung meraih Taehyun kedalam pangkuannya.

Ia mendekap Taehyun erat..seolah mengalirkan semua kasih sayangnya lewat dekapannya itu. lalu mengayunkannya perlahan..dan menatap dalam pada manik Taehyun. Ia memberikan senyum tulusnya pada bayi itu..berharap ia bisa menenangkan Taehyun yang sedang dalam dekapannya.

Semakin lama..tangis Taehyun mereda, hingga kini Taehyun tertidur nyaman di pangkuan Taehyung. Bayi itu nampak sangat kelelahan..pipinya merah karena terus menerus menangis. Taeyeon menatap Taehyung tak mengerti, dugaannya tadi ternyata sangat benar..bahwa putranya itu sangat merindukan Taehyung. Tiba-tiba Taehyung menghadapkan tubuhnya pada Taeyeon dan tersenyum padanya.

“Dia pun merindukanku, apa noona tidak merindukanku juga?”

Tanpa menunggu tanggapan Taeyeon, Taehyung berjalan menuju kamar Taeyeon lalu menidurkan Taehyun di dalam box bayinya. Taehyun terlihat sangat damai..ketenangan terpancar dari wajah tidurnya itu.

Taeyeon masih berdiri di tempatnya tadi, ia tidak tahu harus bersikap bagaimana pada Taehyung. Ia terlalu malu berhadapan dengan namja itu. saat Taeyeon masih tenggelam dalam pikirannya, tanpa diketahui Taehyung kini sudah ada di hadapannya.

“Kau..kenapa kau kemari lagi? bukankah yang kukatakan kemarin semuanya sudah jelas?” ujar Taeyeon dengan suaranya yang sedikit bergetar.

“Tidak, semuanya belum jelas noona. Aku kesini untuk memastikan dan meminta jawaban atas ketidakjelasan itu”

“Mwo? Apa yang ingin kau tanyakan lagi Taehyung? Aku sudah menjelaskan semuanya kemarin!”

Rahang Taehyung mengeras melihat Taeyeon yang mengatakan hal itu, mata Taeyeon berkaca-kaca seolah menahan semua perasaan yang ada di dalam dirinya.

Taehyung memejamkan matanya sejenak, lalu menghela nafasnya pendek. Saat ia membuka matanya lagi ia menatap lurus dan dalam pada Taeyeon.

“Bolehkah aku menjadi ayahnya Taehyun, sekaligus suamimu?”

Hening, hanya itu yang menyapa mereka kini. Taeyeon terdiam..ia membelalakkan kedua matanya karena ucapan Taehyung.

“kemarin noona mengatakan aku bukan siapa-siapanya noona..sekarang aku ingin menjadi siapa-siapa bagi noona. Apakah noona akan memberikan kepastian untukkku? Apapun itu..asalkan aku bisa menjadi siapa-siapanya noona!”

Kembali Taeyeon belum menanggapi perkataan Taehyung. Ia menundukkan kepalanya dan tak lama suara isakan terdengar darinya. Taehyung menyadari air mata telah meluncur dari kedua manik Taeyeon. Bahu wanita itu terguncang..ia menangis perlahan. Taehyung segera meraih wajah Taeyeon lalu mengangkat wajahnya hinga menghadapnya.

Air mata mengalir deras dari mata Taeyeon..meskipun kini ia saling bertatapan dengan Taehyung.

“Bagaimana noona? Aku menunggu jawabanmu, hm?” ujarnya sambil mengelus lembut air mata di pipi Taeyeon.

Sejenak Taeyeon menggigit bibirnya, mengumpulkan kekuatan untuk menjawab apa yang ditanyakan oleh Taehyung.

“Ne..aku bersedia..aku mau kau menjadi ayahnya Taehyun dan menjadi suamiku..”

Taehyung tersenyum mendengar jawaban Taeyeon, kebahagiaan meletup di dalam dirinya. akhirnya ia mendapatkan jawaban atas apa yang ia rasakan pada Taeyeon selama ini. kemudia ia meraih Taeyeon ke dalam pelukannya..mendekapnya erat, mengalirkan rasa cinta dan kerinduan yang ia rasakan pada Taeyeon. Dalam atmosfer ini..Taehyung menitikkan air matanya..ia bahagia, terlalu bahagia untuk hal ini.

“Noona, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk menjagamu dan juga Taehyun..aku akan bekerja lebih keras lagi dan menjadi seorang suami sekaligus ayah yang baik bagi kalian berdua..kalian harus terus mendukungku..”

“Tentu saja Taehyung..aku dan Taehyun akan sangat mendukungmu..dan kami berdua sangat menyayangimu..”

Setelah beberapa lama berpelukan, Taehyung melepaskan pelukannya dari Taeyeon dan beralih memandang penuh perasaan wajah Taeyeon. Lalu mengusap pipinya lembut dan tesenyum padanya. Perlahan Taehyung mendekatkan wajahnya pada Taeyeon, mengubur jarak yang ada diantara keduanya..hingga akhirnya permukaan bibir Taehyung menyentuh permukaan bibir Taeyeon. Perlahan Taehyung mengecup lembut bibir Taeyeon..merasakan bagaimana halusnya permukaan bibir calon istrinya itu. semakin lama..Taeyeon pun membalas ciuman Taehyung dan mengecupnya perlahan..lalu kedua bibir itu saling mengecup dan menghantarkan rasa cinta dan kerinduan yang menyelimuti keduanya. Taehyung memagut bibir Taeyeon dalam untuk menyatakan kepemilikannya pada wanita ini. semakin lama atmosfer di antara mereka semakin panas..ciuman itu saling menuntut hingga mereka saling menjamah isi mulut satu sama lain. saling membelit lidah dan memberikan rangsangan akan ciumannya. Waktu di sekitar mereka seolah terhenti, suara di sekitar seakan lenyap dan hanya menyisakan suara deru nafas mereka yang tergesa-gesa dan decakan lidah yang semakin tak beraturan karena dalamnya ciuman itu.

Saat mereka merasakan pasokan oksigen menipis di paru-paru mereka..perlahan mereka melepaskan tautan bibir yang sejak tadi terjalin itu.. menghantarkan deru nafas kasar dan berebut oksigen yang masih sulit masuk ke dalam rongga pernafasan mereka.

“Aku sangat mencintaimu noona..”

“Ne, aku juga sangat mencintaimu..”

Baekhyun hyung..izinkan aku menjaga noona dan Taehyun sejak saat ini dan selamanya..aku berjanji akan menjaga kedua malaikatmu ini sepenuh hatiku..aku akan berusaha keras seumur hidupku.

***

Seoul, 10.00 pm KST

“Aku Kim Taehyung menerimamu Kim Taeyeon, untuk memiliki dan menjagamu dalam suka maupun duka, saat susah ataupun senang, dalam sehat dan sakit, untuk mencintai, menyayangi, sepanjang hidup kita.

Aku terima, aku mencintaimu..”

Suara riuh tepuk tangan terdengar saat kedua insan itu telah mengucapkan janji suci mereka. Sirat wajah kebahagiaan dan rasa cinta begitu terpancar dari kedua insan yang sedang melangsungkan pernikahan itu. saat Taehyung dan Taeyeon selesai melaksanakan prosesi pernikahan mereka, eomma Taeyeon menghampiri Taehyung dan memindahkan Taehyun ke dalam pangkuan Taehyung yang sekarang telah resmi menjadi menantunya itu. wajah polos Taehyun pun kini terlihat sangat bahagia..kini ia telah seutuhnya mempunyai seorang ayah yang akan menjaga dan mencintainya. Taehyung menghadapkan Taehyun di dalam pelukannya ke hadapan para hadirin..bayi kecil itu tersenyum..seolah ia ingin memberitahukan pada seluruh dunia bahwa ia sangat bahagia saat ini.

***

Jungkook menghela nafasnya panjang di depan komputernya. Waktu istirahat pun tiba..ia benar-benar kelelahan hari ini. selain lelah, ia juga merasa bosan. Sahabatnya itu sudah tiga hari tidak menduduki kursi kerjanya di ruangan ini, tidak ada yang menemaninya bercengkrama di ruangan kerja ini.

Bulan madu..sebuah salah satu rutinitas yang menjadi kewajiban untuk sepasang manusia yang telah melaksanakan pernikahan.

“Ah, si brengsek itu..tak kukira ia akan menikah secepat ini..ia telah melangkah jauh di depanku”

Jungkook meraih smartphonenya lalu membuka aplikasi instagramnnya. Berharap menemukan sesuatu yang menarik dari sana, setidaknya inilah yang bisa menghilangkan rasa penatnya saat ini.

Ia membuka beranda instagramnya..dan..bingo, satu foto muncul dan menyita penuh perhatiannya.

TaexTaeLUV 1 hour ago.

Picture1

TaexTaeLUV: Selca with my beautiful and lovely wife..ah..i dont think my skin become dark because the sun it’s very hot at here..but nevermind, my heart will be cool because my pretty Taeyeon always by my side..ah you too my handsome Taehyun..my litte hero!! Happiness everywhere ^^, click bang!!

1000 people like this

Urat-urat halus dalam kening Jungkook mulai bermunculan..kepenatannya memang hilang, tapi tergantikan oleh emosi dan kecemburuan yang menyelimuti dirinya.

“Arrrgh, awas kau KIM TAEHYUNGGG, akan kubuktikan kalau kau juga akan melihat foto ku yang seperti ini bulan depaaaan!!!! Tunggu saja undangan pernikahanku yang akan sampai ditanganmu..!”

“Apa Taehyun sudah tidur?” tanya Taehyung saat ia mendekap istrinya erat dalam pelukannya. Kepala Taeyeon bersandar di dada bidangnya..berbagi kehangatan dan saling mengekpresikan rasa cinta mereka.

“Ne, dia tidur bersama eomma dan appa di ruangan sebelah..”

“Kenapa kau membiarkannya tidur di sana? Kenapa tak di sini saja..”

Taeyeon terdiam. Bibirnya kelu dan semburat merah muda tipis mulai muncul di pipinya.

“Ah..itu..itu..”

“Tak usah dijawab..akupun pasti akan melakukan hal itu..aku ingin menghabiskan malam-malam di sini berdua hanya denganmu..”

Taehyung mengeratkan pelukannya pada Taeyeon. Ia bisa merasakan pipinya dan Taeyeon memanas saat ini.

“Taeng?”

“Ne?”

“Apa kau ingin memberikan Taehyun seorang adik?”

Mata Taeyeon terbelalak. Ia bangkit dari tubuh Taehyun dan memandang wajah suaminya itu lekat.

“Mwo? Apa kau bilang? Taehyun masih terlalu kecil..apa kau tidak kasihan dengannya?”

“Arraseo-arraseo..kalau begitu aku punya solusi baru untuk hal ini..”

“Mwo? Sebuah solusi?”

“Ne, kita harus pakai pengaman untuk sementara ini..aku sudah menyiapkan semuanya”

Taeyeon kembali membelalakkan matanya..saat ia hendak melayangkan protesnya kembali pada Taehyung, namun niatnya itu terpaksa harus diurungkan karena bibirnya telah dibungkam oleh bibir Taehyung yang menciumnya sangat dalam.

Malam ini dan malam selanjutnya akan menjadi malam-malam yang panjang bagi Taehyung dan Taeyeon, dan Taehyun harus bersabar..beberapa hari ke depan kedua orangtuanya ini akan menghilang secara misterius di malam hari.

The End

 

 

Ahahaha..SuntQ back again..with oneshot ver Taehyung x Taeyeon. Gimana reader-nim..suka gak sama fic yang ini?? semoga suka ya..kalo saya pribadi sih..puas banget sama fic ini..soalnya fic ini sesuai dengan apa yang saya bayangkan dan rencanakan selama ini..yaa walaupun ada beberapa yang telah melenceng, tapi it’s okay that’s love..eh salah, it’s okay thats fine!! Maaf ya, Baekhyunnya meninggal di sini..kemarin Taeyeon yang meninggal sekarang suaminya..haduh..amit-amit.. maafin ya..saya kebawa suasana di kehidupan nyata saya yang sad karena udah berpisah sama temen-temen di kampus..jadi kebawa-bawa sama genre fic yang saya buat.. ;(

Buat Devil Who Loved Me chapter 4 saya janji beresin setelah ini ya..kenapa fic ini bisa muncul duluan? Karena fic ini proses pengerjaannya hampir bersamaan dengan DWLM chapter 3..jadi weh chapter 4 nya dicancel dulu.

Entos ah, cape curhat wae..hehe..kalo udah baca tolong komentarnya ya readers..kalo diibaratin, satu buah titik pun itu sangat berharga karena itu menunjukkan eksistensi kalian yang telah membaca fanfic saya maupun fanfic author yang lain..apalagi komentarnya yang panjang..wuih seneng banget ada yang apresiasi kita sampe gitu.

Udah ya..sampe jumpa di DWLM series and other fanfic ^^

Dont forget like or comment.

Advertisements

85 comments on “[Oneshot] A Father’s Love

  1. Suka bgt sma ffnya. Lucu pas taehyungnya memberi kejutan gagal ke taeng, dia yg mlah kaget. Tpi sedih pas baeknya meninggal #usap air mata #lebay
    bkin lg dong thor fic oneshoot, kngen sma fic yg oneshoot
    dtnggu fic lainnya thor!
    FIGHTAENG!!

  2. terharu bacanya author, hampir mewek u,u gaktau kalau yg meninggal itu baekhyun *amit-amit deh* suka sama taehyung yg penyayang kekeke. next ff ditunggu author. FIGHTING!

  3. Keren thor
    Tapi sedih masa Baek oppa meninggal ahiks :’
    Taehyung oppa cintanya terbalaskan cie
    Ditunggu ff yg lainnya ^^

  4. sweet banget~ yaampun, seandainya baekhyun bisa baca ff ini thor.. apa yang bakal dia lakukan 😀 suka banget, cute~ taehyun nyaman banget sama V. wish 2015, pengen banget nemu moment baekyeon kaya dulu-dulu lagi :’) ngobrol bareng, ketawa bareng, pegangan tangan. Huahhhhhh. aku kangen moment merekaaa. oke sekian curhatnya. Ditunggu Devil Who Loved Me chapter 4 nya. Post cepet ya. fighting~

  5. DAEBAK bnget ffnya , sampe bngung deh mw koment apa , abis keren sih ffnya . Oiya aku nnggu bnget ff DWLM cpet update ya thor , fighting

  6. Aah, author daebak.
    Daebak daebak daebak daebak daebak#plakkkebanyakan!!!
    Hehe, maaf thor.
    Iya setuju deh sama author, aku juga puas banget sama ff ini. Author jjang!!
    DWLMnya di tunggu ya thor. Jangan lama lama ne#plak, becanda deh thor. Gapapa kok gausah keburu buru, yg penting ntar hasilnya daebak yaa. Hahahaha
    Okelah, kepanjangan kayaknya thor, maaf yaa.
    Fightaeng authornim!!!

  7. kereeeeennn!! aku suka karakter nya v bgt di fic ini yg gk cm mencintai taeng tp jg si taehyun.. itu romantis nya luar biasa hihi.. apasih..
    btw terus brkrya thor, sangat ditunggu ff slnjtnya 🙂
    fighting!! ^^

  8. Hadeuu ㅠ.ㅠ meweeek. kaget ternyata yang mati baekhyun:'( Pantes nama anaknya TaeHyun (Taeyeon Baekhyun) huaaaa ㅠ.ㅠ Tapi thor, ini FF daebaaaaaaaaak!!!!! bagus banget yaampun. Si V kan mirip banget ama baekhyun, makanya aku tertarik baca ini kkkk:3 ternyataa FF nya bagus parah! karakter V disini romantis unyu parah:3 Hahahaha.. Ah perfect lah:3 meskipun ada beberapa typo. But overall is good thor! Sering sering bikin ff oneshot yang panjang gini ya thor! Sumpah aku puas banget bacanya! ditunggu ff berikutnya;) Fighting Hwaiting Ne! 😉

  9. Kyaaaaaa…
    Taehyung so sweet banget sikapnya ke Taeyeon eonni ^_^
    Ya ampun, Taehyun sampek nangis hebat gara2 kangen sama Taehyung.
    Pas digendong sama Taehyung lama2 diemm..
    Akhirnya Taeyeon sama Taehyung bisa bersatu, terharu banget :’)
    Ff ini sungguh daebakk eonn *_*
    Aku seneng banget bacanya, sampek senyum2 sendiri 😀
    Boleh minta sequel nya kah eon?? *berharap banget
    Kalo enggak juga nggak papa kok eon, tp aku harap sih ada. 🙂
    Sering2 buat ff yg pairingnya Taeyeon sama Taehyung ya eon 😀 hehehe
    Okee ditunggu karya2 yg lainnya eon, fighting ne! ^_^9

  10. Daebaaaakkk!!!! x3 author aku sampai nangis tau bca ff author SuntQ ini T.T sad nya gileee dpet bgt! *alay mode on back* Jungkook udh gede ya, udh bisa nasehatin Taetae :v author kiss scenenya kurang mature, buatin sequel dong kalo bisa ttg first night nya Taehyung sma Taeng :’v *yadong comeback!* ditunggu ya DWLM Chp 4 nya~ keep writing thor! Fightaeng!

  11. Taehyung ahh kau sekali dibilang sama Jungkook langsung tancap gas yaa ckck
    Aigoo scene terakhir itu Jungkook cemburu dan betapa pervertnya Taehyung wkwkw
    Next ditunggu^^
    Fighting!!

  12. Daebak, Taeyeon-Taehyun. Jarang banget pairing mereka. Ff-nya seru thor, dan lumayan lucu juga hehehe. Bikin sequelnya ya thor, fighting!^^

  13. ceritanya nano nano dah
    seru bgt
    awalnya ga ngerti sih bingung pas awal itu pov nya siapa
    tapi setelah baca 2x baru engeh
    kkkkkkkkkkkkk

    seru seru
    kapan” bikin FF TAEYEON-JUNGHKOOK PAIRING COBA
    kkkkkkkkkkk

  14. Uwaaaaaaa oemji awal2nya sweeeet bgt thor serius dah demen bgt;; nahbshdnslsnhs
    Ijin repost boleh ya thor ya, arsip ff fav aja sih hehe nice thoor
    Good story!!!♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

  15. Irmaaaa. . .
    Suka suka suka.
    V nya dsni jd pria yg hangat ya.. Hahay.
    Dan satu lg yg aq paling suka adl dek Jungkook-ku (ngaku2) dijadiin shbt V d ff ini,krn aq emg suka liat moment mrk b’2. Bg.q Jungkook tu magnae termanis yg selama ini q tau/hug Kookie/

  16. aaahh so sweet..
    Aku udh baca sekuel nya jg..
    Emh.. bikin sekuel lg yaa yaa,, hhihi
    Lucu ky nya ngebayangin taehyun punya adee hhi
    Gomawo author..

  17. Bagus ffnyaaa😍😍😍😍
    I like it! Apalagi aku lagi suka sukanya sama bts x taeng 😁
    Tapi kasian baekhyunnya kok meninggal 😣 jungkook ngenes gitu wkwkwk 😂
    Lanjutkan karyamu thorr 😆

  18. Kyaaaaaaaa aku suka couple ini tapi jarang bgt yg buat ffnya huhu makasih nih buat authornya yg udh bikin taetae(?) Couple ehehe*ketchup* 😙
    Awalnya sedih, tapi akhirnya happy ending yay!! Ffnya bener2 keren thor, feelnya dapet bgt^^d
    Ditunggu deh ff2 yg lainnya dari author, fighting!! 😙😘😚

  19. Can someone please translate this story into English I really want to read this but I can’t because I don’t know this language

  20. Pingback: [LIBRARY] DRABBLE | FICLET | ONESHOT 2013-2017 | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s