Will Be Eternal (Chapter 2)

ATSIT PROUDLY PRESENT:

Title        : Will Be Eternal

Author        : Nadia S. Pajriati

Ratting    : PG-17

Genre        : Romance, Family, Friendship

Length        : Multi-Chapter

Main Cast    : Cho Kyuhyun, Lee Donghae, KimTaeyeon

Other Cast    : Find it by yourself

Disclaimer    : The entire cast belong to God. And the plot is MINE. Please, DO NOT Plagiarizing OR re-publish my story WITHOUT my permission.

Poster by    : tdw49.wordpress.com

Preview: Introduction+Prolog Story, Chapter 1

……………………………………………………………………………………..

Will Be Eternal

Previous Chapter

“Taeng-ah, ada apa?.”

Raut wajah tegangnya semakin menjadi ketika orang yang baru saja masuk ke dalam kedai kopi itu melihat ke arah dimana Taeyeon berada.

“Yakk, taeng, ada apa!?.”

“Omo, sica-ah. Eotokhae? Ada Kyuhyun disisni!!!”

Chapter 2

“Mwo??!!”

“Ahh, sica-ah eotokhae? Aku tidak mau bertemu dengannya!.”

Taeyeon seketika memalingkan muka ke arah berlawanan ketika dia melihat Kyuhyun tersenyum ke arahnya. Jessica menoleh kearah belakang, matanya-pun membulat sempurna ketika matanya menangkap sosok orang yang juga tidak mau dia temui saat ini. Bukan Cho Kyuhyun, tapi seseorang yang berada di samping Cho Kyuhyun, Lee Sungmin.

“Aishh, kenapa Sungmin oppa juga ada di sini!.” Gerutu Jessica pelan, dia kembali membalikkan kepalanya menatap Taeyeon yang raut mukanya terlihat tidak jelas.

“Annyeong, yeon.” Jessica memutar bola matanya, kesal karena Kyuhyun hanya menyapa sahabatnya. Sedangkan di sisi lain, Taeyeon terlihat menghela napas lemah.

“Yakk, Kyuhyun oppa. Tidak sopan sekali kau ini, oppa pikir disini Cuma ada Taeyeon. Awas saja, tidak akan kubiarkan oppa bersama Taeyeon lagi!.” Kyuhyun tertawa pelan mendengarkan ucapan sarkastik yang keluar dari mulut wanita itu.

“Aigoo, sica. Mianhae, aku tidak akan melakukannya lagi.”

“Aishh, terserah kau oppa.”

“Ah, dan maaf aku harus mengganggu momen kalian berdua kali ini. Tapi, ini benar-benar penting, aku ingin menunjukkan sesuatu kepada wanita cantik yang berada didepanmu, sica.”

Jessica memandang Kyuhyun bingung, berbeda dengan Taeyeon yang kali ini memandang Kyuhyun tajam. “Jadi sica-ah, bolehkah aku membawa Taeyeon pergi?”

“Aniyo, oppa! Aku sama Taeyeon mau kencan hari ini. Kau jangan seenaknya membawa Taeyeon pergi.” Jessica menunjukkan ekspresi tidak relanya kepada Kyuhyun. Sebenarnya, bukan tidak rela, karena pada kenyataannya Jessica sangat mendukung Kyuhyun untuk bersatu bersama Taeyeon.

Masalahnya hanya satu. Kyuhyun datang kesini bersama Sungmin. Jika dia mengijinkan Kyuhyun untuk membawa Taeyeon, otomatis hanya tinggal dia dan Sungmin disini. Pasti akan canggung kalau itu terjadi.

“Ahh, sica-ah jebal. Ini benar-benar penting, kau tidak mau membantu oppa kali ini, hmm?.”

Taeyeon menatap Jessica yang juga tengah menatapnya. Tatapan Taeyeon seolah mengisyaratkan permohonan. ‘Jangan sica, kau tahu usahaku selama ini akan sia-sia kalau kau memberikanku kepadanya!?.’

Namun Jessica, yang tidak mengerti arti dari tatapan yang diberikan Taeyeon kepadanya hanya mengangguk ragu kepada Kyuhyun. Pertanda kalau dia setuju Taeyeon dibawa oleh Kyuhyun.

“Jinjja sica? Thank you very much!.” Kyuhyun tersenyum senang melihat respon Jessica. Sedangkan Taeyeon, yang tidak terima dengan respon Jessica, menatap gadis itu kecewa.

“Sooyeon-ah, bahkan kita belum membeli tas ‘Prada’ yang kau inginkan itu.” Protes Taeyeon. Bagaimanapun dia tidak mau berdua bersama Kyuhyun, laki-laki yang sangat dia hindari saat ini.

“Tidak apa-apa taeng, lain kali kita bisa membelinya. Pergilah, sebelum Kyuhyun oppa mengomel. Aku sedang tidak mood mendengar suaranya.”

“Tapi, sooyeon ak-”

“Kajja yeon, kau jangan khawatir ada Sungmin. Dia akan menemani Jessica disini.” Tanpa persetujuan Taeyeon, Kyuhyun langsung menarik Taeyeon keluar dari kedai itu. Tak lupa, tas taeyeon pun yang tersimpan di atas meja dia bawa.

Selepas kepergian mereka, Jessica menatap Sungmin yang dari tadi berdiri canggung. Apa yang dihindarinya datang, entahlah Jessica pikir berdua bersama Sungmin kali ini pasti akan canggung.

“Duduklah, oppa.”

……………………………………………………………………………………..

Will Be Eternal

@Kyuhyun Car. 09:25 am.

Suasana di mobil Lamborghini Veneno milik Kyuhyun itu sunyi. Tidak ada yang berbicara, baik Kyuhyun maupun Taeyeon sibuk dengan urusan masing-masing. Kyuhyun dengan tenang dan konsentrasi penuh mengendarai mobil mewah itu entah kemana. Tangan kirinya dia letakkan di jendela pintu yang terbuka, sedangkan tangan kanannya memegang stir mobil untuk mengatur keseimbangan.

Disebelahnya, Taeyeon duduk dengan ekspresi wajah cemberut. Tak jarang mulutnya pun mengeluarkan decakan sebal, sungguh, Taeyeon ingin keluar dari mobil mewah Kyuhyun ini.

“Kau sebenarnya ingin membawaku kemana Cho Kyuhyun?.”

“Kenapa kau terus memanggilku dengan ‘Cho Kyuhyun’, yeon?”

“Cho Kyuhyun kan memang namamu. Apa kau ingin kupanggil dengan nama Lee Minho? Sungguh sangat tidak cocok, Lee Minho pria tampan dan juga baik hati. Sedangkan kau, cih tampan? Baik hati? Tidak.”

Kyuhyun berdecak gemas mendengar apa yang diucapkan gadis disebelahnya itu. “Hey, lagi pula siapa yang ingin dipanggil Lee Minho? Sungguh Taeyeon, bahkan Jessica memanggilku ‘Oppa’. Apakah begitu sulit untuk kau sekedar memanggilku dengan sebutan ‘Oppa’? kau harus ingat, aku lebih tua darimu satu tahun, yeon.” Ucap Kyuhyun. “Dan juga, hati-hati dengan apa yang kau ucapkan, aku tahu kalau kau sadar aku ini tampan Kim Taeyeon.”

“Astaga, kau ini. Kau hanya lebih tua dariku satu tahun, Kyu. Terserah kau saja lah.” Taeyeon menggelengkan kepalanya. Sifat buruk Cho Kyuhyun baginya bertambah, dia terlalu percaya diri. Ya Tuhan.

“Satu tahun, dua tahun, tiga tahun, berapapun perbedaan umurnya, kalau seseorang lebih tua darimu kau tetap harus menghormatinya.”

“Cih, kau berbicara seolah kau suka menghormati orang lain.”

Mendengar pernyataan sarkastik yang keluar dari bibir mungil Taeyeon, membuat Kyuhyun mau tak mau diam. Taeyeon sebenarnya orang yang menyenangkan (dulu), entahlah siapa yang berubah. Taeyeon atau malah dirinya. Yang pasti sifat Taeyeon dulu dan yang sekarang terhadapnya itu berbeda 90 derajat.

Dia masih ingat bagaimana dulu mereka sering bercanda satu sama lain jika bertemu. Bahkan Taeyeon yang jail suka dengan sengaja mendekati Kyuhyun jika disekitar mereka banyak pengagum Kyuhyun, sengaja membuat pengagum-pengagum wanita itu marah. Dan itu menurut Taeyeon sangatlah lucu dan menyenangkan.

Namun sekarang, lihatlah bahkan Taeyeon dengan sengaja setiap hari menghindar darinya. Apapun cara dilakukan gadis itu demi tidak bertemu dengannya. ‘Apakah sebegitu bencinya kau kepadaku, yeon?’

“Kita dimana?”

Taeyeon bertanya ketika mobil Kyuhyun berhenti tepat di sebuah parkiran. Kepalanya melirik ke kanan kiri, mencari tahu dimana dia berada sekarang. Dan ketika dia melihat ke arah kirinya, dia menemukan plang besar bertuliskan huruf hangeul. “Sungai Cheonggyecheon Stream?”

“Untuk apa kau memba-”

“Turunlah!.” Taeyeon menghembuskan nafasnya kasar mendengar perintah Kyuhyun yang sekarang sudah berada di luar, meregangkan ototnya. ‘Cih, bahkan orang itu tidak membiarkanku menyelesaikan protes’

Ketika Taeyeon keluar dari mobil, tiba-tiba Kyuhyun menggenggam tangannya. Membuat Taeyeon dengan kasar menghempaskannya. “Wae?”

“Jangan menyentuh tanganku, Cho Kyuhyun.”

Kyuhyun berdecak gemas, dia tersenyum manis ke arah Taeyeon dan berkata. “Kau pikir aku akan mendengarkan perintahmu? Coba ku tanya, apakah pernah sekali aku menuruti perintahmu? Tidak ‘kan? Ayolah, jangan kau tolak pegangan tangan pria setampan diriku.”

“Tidak mau, aku benar-benar tidak mau berpegangan denganmu. Ayolah, lebih baik kita pulang. Lagi pula, kita mau ngapain disini, sungai ini juga nampak sepi.”

Kyuhyun lagu-lagi menghiraukan keinginan Taeyeon. Laki-laki itu malah berjalan melewatinya menuju kursi penumpang. Kyuhyun membuka pintu mobilnya, dan tangannya dengan cepat membawa sebuah keranjang besar yang diduga Taeyeon berisi makanan.

“Sudah kubilang aku ingin menunjukkan sesuatu penting kepadamu, yeon. Tapi sepertinya aku lapar, dan kebetulan aku membawa keranjang makanan, jadi lebih baik kita makan dulu. Bukannya kau pernah bilang kepada Donghae hyung untuk makan sebelum lapar? Begitu ‘kan?

“Dan aku yakin apa yang kau sebut kebetulan itu adalah sesuatu yang memang kau sudah rencanakan, kyu.”

“Haha, aigoo, my angel ini pintar sekali kalau soal tebak-menebak. Yup, betul, aku memang sudah prepare tentang semuanya. Sudah sudah, jangan banyak bicara dan ikuti aku.” Taeyeon mengerang ketika Kyuhyun melingkarkan tangannya di bahunya. “Sudah kubilang berhenti memanggilku ‘angel’!”

 

……………………………………………………………………………………..

Will Be Eternal

@Sungai Cheonggyecheon Stream. 11:57.

 


Cheonggyecheon Stream adalah sungai sepanjang 8,4 km yang mengalir di tengah kawasan pusat bisnis kota Seoul. Tempat ini memiliki tempat berjalan di kedua sisinya (layaknya sungai Seine di Paris) dan dihiasi dengan karya seni patung, taman, jembatan, air terjun serta pertunjukkan seni laser yang bisa dinikmati pada malam hari.

Kyuhyun membawa Taeyeon ke ujung sungai Cheonggyecheon Stream yang lokasinya dekat dengan Gwanghwamun Station. Tempatnya memang cukup jauh dengan tempat dimana tadi Kyuhyun memarkirkan mobil Lamborghini Veneno miliknya. Namun Kyuhyun sengaja, karena dia ingin berlama-lama dengan Taeyeon.

Setelah sampai di tempat tujuan Kyuhyun, Taeyeon duduk diatas batu berukuran besar yang tepat berhadapan dengan sungai. Pemandangan yang Taeyeon lihat di depannya begitu indah. Bahkan dia tidak menyadari senyuman kecil muncul dari wajah cantiknya.

“Ya, taeyeonie, kenapa kau malah duduk disana? Cepat sini bantu aku menyiapkan tempat untuk makan kita.” Taeyeon menatap Kyuhyun tanpa ekspresi.

“Bukannya tadi kau bilang sudah mempersiapkan semuanya? Lagi pula yang mengajak kesini dan yang membawa keranjang makanannya itu kau, kau saja siapkan sendiri, kenapa harus kubantu.” Ujarnya polos. Taeyeon mengeluarkan handphone dari tas kecil berwarna putih miliknya.

“Ayolah yeon, kau tega membiarkanku melakukan ini semua?.” Kyuhyun dengan tampang memelas datang mendekati Taeyeon. Kini dia berada tepat di hadapan gadis itu, menghalangi pemandangan indah yang di lihat oleh mata bulat Taeyeon.

“Yakk, bisa kau minggir. Jangan berdiri disana, aku sedang memotret pemandangan di depan tahu.”

“Aku membawamu kesini bukan untuk membiarkanmu memotret pemandangan sungai, yeon.”

“Ahh, Cho Kyuhyun. Lagi pula aku benar-benar tidak mau membantumu. Aku lelah, kau tahu berjalan dari tempat parkir kesini itu sungguh sangat jauh. Biarkan aku istirahat.”

Kyuhyun menghela nafasnya pelan. Memang sulit jika harus berdebat dengan gadis itu. Tidak mau Taeyeon semakin kesal padanya, Kyuhyun menyerah dan membalikkan tubuhnya menjauhi Taeyeon. Kyuhyun pun dengan terpaksa menyiapkan semuanya sendiri.

Setelah memasukkan handphonenya ke dalam tas, Taeyeon memandang Kyuhyun yang tengah mengeluarkan makanan dari keranjang jinjing besar. Taeyeon melihat Kyuhyun begitu serius melakukannya, dan secara tidak sadar, Taeyeon kembali mengeluarkan handphone dari dalam tasnya dan memotret Kyuhyun. Sebuah senyuman kecil terlihat dari bibirnya.

“Hapus keringat di dahimu, kyu. Aku tidak mau makan jika keringat di dahimu itu jatuh dan mengenai makanan di bawahnya.”

Laki-laki itu memandang Taeyeon dan tersenyum manis. “Kau memperhatikanku yah? Kenapa tidak kau saja yang menghapus keringatku ini dengan sapu tanganmu? Lagi pula aku tidak tahu jika ada keringat di dahiku.”

“Ckck, aku tidak memperhatikanmu. Aku hanya tidak sengaja melihatmu tadi.”

“Dari kejauhan keringat tidak kelihatan, yeon. Kecuali kalau kau cukup lama memandangku, dan menyadari bahwa ada keringat di dahiku.”

Taeyeon memutar kedua bola matanya kesal. Benar-benar, Cho Kyuhyun itu terlalu kepedean.. “Terserah kau, kyu. Tapi aku serius, jika kulihat ada keringat yang menetes dari dahimu ke makanan itu, aku tidak mau makan.”

“Aissh, kau benar-benar cerewet, yeon. Daripada kau terus-terusan mengomel, kenapa kau tidak bantu saja aku.”

“Sudah kubilang aku capek, Kyu. Aku ingin beristirahat. Hahh.” Taeyeon merenggangkan kedua tangannya, seolah dengan melakukan itu semua capek yang dirasakannya akan hilang.

Beberapa menit kemudian, Kyuhyun selesai mempersiapkan semuanya. Berbagai macam makanan sudah terimpan rapi diatas rerumputan yang beralaskan sehelai matras cukup lebar. Makanan itu begitu banyak, bahkan beberapa dari makanan itu bukan makanan khas Korea.

“Kemarilah, yeon, semuanya sudah siap.”

Taeyeon melirik Kyuhyun sejenak, sebelum akhirnya dia turun dari batu besar yang didudukinya. Taeyeon berjalan perlahan menghampiri Kyuhyun yang duduk di depan beragam macam makanan.


Taeyeon menggelengkan kepalanya terkejut. Bagaimana tidak, makanan yang disiapkan Kyuhyun begitu banyak, mungkin untuk dimakan bersama lima orang juga masih ada sisanya. Bukan hanya itu, Kyuhyun tidak hanya membawa makanan Korea, makanan yang dia kenal sebagai makanan ala barat pun terpampang dihadapannya.

“Cho Kyuhyun, kau tidak terlalu banyak bawa makanan ‘kan? Atau jangan-jangan bukan hanya kita yang ada disini? Kau membawa teman-temanmu juga?.” Tanyanya bingung.

“Tidak, disini hanya kita berdua.” Kyuhyun menggeleng ke arah gadis yang menatapnya terkejut itu.

“Lalu, oh my god, ada apa dengan makanan ini? Kenapa begitu banyak makanan disini? Seperti kau sanggup menghabiskan semuanya. Kau ini suka sekali menghambur-hamburkan uang-mu.”

Taeyeon duduk disamping Kyuhyun. Sebenarnya dia ingin menjaga jarak dengan duduk agak jauh dari laki-laki itu. Namun apa boleh buat, sepertinya lelaki itu juga sengaja hanya menyisakan tempat disisinya. Huft

“Sebenarnya tadi aku berencana mengajak Sungmin dan Jessica kesini, tapi aku baru tahu kalau mereka sedang ada masalah. Ya sudah, terpaksa hanya kita berdua yang kesini.” Jelas Kyuhyun. Laki-laki itu mengambil salah satu kotak makanan berisi sushi. Salah satu makanan khas Jepang yang terdiri dari nasi yang dibentuk bersama lauk, daging dan sayuran. Sushi adalah makanan yang sangat disukai oleh Taeyeon, makanya Kyuhyun sengaja membawa banyak sushi.

“Makanlah. Kau tahu, sushi ini aku dan bibi Lee yang membuatnya. Jadi kalau tidak enak, kau harus tetap berpura-pura kalau sushi itu enak.” Kyuhyun memberikan sekotak sushi itu kepada Taeyeon. Laki-laki itu tertawa setelah mengucapkan kata candaan kepada Taeyeon.

“Kau yang memasaknya? Kau tidak menaruh hal aneh di dalam sushi ini ‘kan? Racun misalnya? Ata-.”

“Kau pikir aku apa sehingga menaruh racun dalam makanan orang yang aku sayangi.”

Taeyeon bungkam, dia sudah cukup lelah berbicara dengan Kyuhyun. Apalagi kata-katanya penuh dengan kata yang entah mengapa membuat dia selalu tidak nyaman. Ya, tidak nyaman.

Mereka makan dalam diam. Senyuman tidak hilang dari bibir Kyuhyun, sesekali dia melirik gadis yang tengah memakan lahap sushi di sampingnya itu. Sungguh, dia sangat senang hari ini. Apa yang direncanakannya lancar, membawa Taeyeon piknik dan makan siang bersama. Sebenarnya ini bukan yang pertama kalinya, sebelumnya dia pernah piknik dan makan siang bersama Taeyeon, namun ditemani oleh Jessica dan Sungmin.

……………………………………………………………………………………..

Will Be Eternal

@Kyuhyun/Donghae house. 07:40.

Malam ini Donghae sengaja pulang dari kantor lebih awal setelah Teyeon menelponnya kalau dia akan lebih awal mengunjungi Yejin. Dan disinilah dia sekarang, bercanda dengan Yejin di ruang tengah sedangkan Taeyeon memasak untuk makan malam di dapur.

Taeyeon sesekali tertawa mendengar candaan Donghae yang ditujukan kepada Yejin namun anak kecil itu dengan wajah polosnya berkata bahwa candaan Donghae tidak lucu sama sekali.

“Makanan sudah siap, Donghae oppa, Yejin-ah, come here.”

Donghae dan Yejin berlarian, terdengar juga suara tawa mereka yang semakin mendekat terdengar oleh indera pendengaran Taeyeon. Seperti biasa, Taeyeon bisa menebak, pasti Donghae dan Yejin tengah balapan untuk siapa yang paling cepat sampai di dapur. Cih, kelakuan Donghae, kadang memang seperti anak kecil. Pikirnya.

“Oppa kalah. Hahaha.”

Terdengar suara Yejin yang begitu bangga karena dia berhasil sampai ke dapur pertama. Meskipun siapapun tahu, kalau Donghae pasti sengaja mengalah kepada anak kecil itu.

“Ya ampun, oppa, kau memalukan sekali kalah oleh anak kecil. Yejinnie, kau hebat!!.” Taeyeon mengedipkan matanya kepada Yejin, setelah itu dia jongkok mensejajarkan tinggi badannya dan mengelus puncak kepala Yejin sayang.

“High five eonni.” Yejin mengangkat satu tangannya ke atas. Taeyeon tertawa, lalu ber-high five dengan Yejin. “Daebak!”

“Oppa kalah, oppa harus mengabulkan satu keinginanku.” Yejin menjulurkan lidahnya lucu kearah Donghae.

“Araseo, i’m genie for your wish, yejin-ah.”

“Eonni, apa yang oppa ucapkan barusan? Bahasa apa itu? Alien?.” Dengan polos Yejin bertanya kepada Taeyeon. Donghae berbicara bahasa inggris, dan Taeyeon berani bersumpah kalau Yejin tidak tahu sedikitpun tentang bahasa itu. Dalam hati dia tertawa melihat wajah polos kebingungan Yejin.

“Donghae oppa berbicara bahasa inggris, Yejin-ah.”

“Inggris?.”

“Iya, bahasa inggris Yejin-ah. Kau harus mulai belajar bahasa inggris, kau tidak mau kan sudah besar tidak bisa berbahasa inggris seperti eonni yang ada di depanmu itu.”

“Yakkk!!.” Taeyeon berteriak tidak terima mendengar apa yang diucapkan Donghae. Wajahnya merah menahan malu. Sepertinya laki-laki ini ingin membalas. Huft.

“Sudah-sudah, lebih baik kita makan. Yejin sudah lapar. Kajja eonni.” Yejin yang sepertinya bersifat dewasa menengahi acara tatap menatap Donghae dan Taeyeon. Gadis kecil itu menarik tangan eonni kesayangannya melewati Donghae menuju meja makan.

Selesai makan malam, mereka kumpul di ruang keluarga. Orang-orang pasti berfikir kalau mereka adalah keluarga kecil. Donghae dan Taeyeon duduk berdampingan di lantai yang beralaskan karpet merah, sedangkan Yejin duduk di atas pangkuan Taeyeon. Mereka bertiga tengah menonton kartun ‘Despicable Me’.

Sebuah film animasi yang menceritakan tentang penjahat super bernama Gru yang tidak menyukai anak-anak dan berusaha mengalahkan vektor, penjahat super lain yang telah berhasil mencuri piramida giza. Despicable Me adalah satu dari sekian banayk film kartun yang Yejin sukai.

Taeyeon menyandarkan kepalanya ke pundak Donghae ketika dia merasa ngantuk. Donghae menoleh, dan mencium singkat bibir gadisnya itu membuat Taeyeon ikut menoleh menatapnya.

“Aniya. Yejin tidak begitu berat. Aku hanya merasa ngantuk.” Taeyeon tersenyum. Tangannya membelai rambut Yejin, lembut.

“Sebaiknya kau tidur disini. Kau bisa tidur di kamar Yejin, atau kalau kau mau tidur bersamaku juga tidak apa-apa.”

Taeyeon membenturkan kepalanya pelan ke pundak Donghae. Bagaimana bisa dia berbicara seperti itu ketika Yejin sedang bersama mereka? Yejin memang sedang tertidur, tapi bagaimana kalau ternyata Yejin hanya memejamkan matanya tanpa tertidur dan mendengarkan apa yang Donghae bicarakan?.

“Aku bercanda, Taeyeon-ah.” Lagi, laki-laki itu mencium singkat bibir pink Taeyeon.

‘Sepertinya ini sudah terlalu malam, oppa. Oppa kau angkat Yejin dan tidurkan di kamarnya. Aku akan membereskan ruang ini.”

Donghae, bagaikan seorang pelayan, langsung berdiri dan mengangkat Yejin yang berada di pangkuan Taeyeon. Membawa gadis kecil itu ke kamarnya dan menidurkannya pelan.

Setelahnya, dia kembali ke ruang keluarga dan melihat Taeyeon yang sedang memunggunginya mengecheck handphone-nya. Dengan santai, laki-laki itu mendekat dan memeluk gadis itu dari belakang. Back hug.

“Kau benar-benar tidak akan menginap disini?.” Donghae mencium pipi kanan Taeyeon. Lalu dengan manja dia meletakkan kepalanya di pundak Taeyeon.

“Aniyo oppa, kau lihat ada satu tugas yang belum aku kerjakan. Beruntung aku punya Jessica, dia mengingatkanku barusan.” Taeyeon menyimpan handphone miliknya di tas yang dia pegang. Dia berbalik menghadap Donghae, dan meletakkan kedua tangannya di leher Donghae.

“Araseo, tapi ingat, kau jangan tidur terlalu malam.” Taeyeon mengangguk. Lalu dia mendekatkan wajahnya kearah Donghae. Kakinya berjinjit, mempermudah Taeyeon untuk mengecup bibir Donghae. Hanya mengecup.

Ketika hendak gadis itu menjauhkan dirinya, Donghae kembali menarik Taeyeon dan mencium bibir gadis itu dalam. Tidak ada jarak lagi diantara mereka ketika Donghae dengan pelan menarik tubuh Taeyeon.

Tangan Donghae yang semula berada di pinggang Taeyeon, beralih ke punggungnya. Dengan gerakan seduktif Donghae mengelus punggung Taeyeon, membuat Taeyeon secara refleks terangsang. Tangan Taeyeon pun mengelus rambut lembut Donghae.

Donghae memperdalam ciumannya, beberapa kali dia memiringkan kepalanya untuk mendapatkan posisi yang nyaman menjamah setiap inci dari mulut gadis itu. Ciumannya turun ke leher Taeyeon. Donghae berhenti di satu titik, membuat Taeyeon mengangkat kepalanya mengerti. Memberi jalan untuk laki-laki itu membuat sebuah tanda di leher jenjang Taeyeon.

……………………………………………………………………………………..

Will Be Eternal

@Samseong-dong, Seoul. 08:55.

Taeyeon sengaja pulang sendiri tanpa diantar Donghae karena dia takut terjadi sesuatu jika Yejin ditinggalkan sendirian di rumah. Udara malam begitu dingin, membuat gadis itu beberapa kali menggosok-gosokkan tangannya. Meskipun begitu, dia tidak pernah menyesal memakai dress malam-malam.

Ya, dia memakai dress. Bukan dress mewah yang suka digunakan artis-artis Top Korea, hanya dress simple nan polos. Dress adalah pakaian yang paling disukai Taeyeon, makanya kemanapun dia pergi dia sering memakai dress.

Taeyeon hampir sampai di apartemen mewahnya, ketika dia keluar dari lift, dia mengernyit melihat seorang laki-laki duduk di depan pintu apartemennya. Dari ciri-cirinya, Taeyeon mengenali, dan yakin kalau laki-laki itu adalah Cho Kyuhyun. Tapi apa yang dia lakukan malam-malam begini di depan pintu apartemennya? Biasanya, laki-laki itu selalu menerobos masuk ke dalam apartemennya tanpa menungg-, AHH Taeyeon lupa kalau dia telah mengganti password apartemennya.

Tapi kenapa dia merasa tidak enak ketika melihat Kyuhyun duduk di depan pintu apartemennya? Seakan dia telah berbuat dosa mengganti password apartemennya sendiri. Bukannya ini yang Taeyeon mau? Agar Kyuhyun tidak seenaknya masuk ke dalam apartemennya.

Taeyeon berjalan mendekati Kyuhyun yang tengah menunduk, menyimpan kepala dibetisnya. “Minggirlah, aku mau masuk!”

Mendengar suara Taeyeon, dengan perlahan Kyuhyun mengangkat kepalanya.

“Yeon,”

“Cepat minggir, disini dingin, atau perlu kupanggil penjaga apartemen agar dia mengusirmu dari sini, huh?!.” Taeyeon terkejut ketika melihat air mata jatuh di pipi kiri Kyuhyun. Kyuhyun menangis? Tapi kenapa? Karena dia membentaknya? Oh ayolah, bahkan Taeyeon pernah melakukan lebih dari ini. Memukul Kyuhyun agar dia pergi dari apartemennya.

“K-kyu, k-kau kenapa? Kau menangis?.” Sebenci-bencinya Taeyeon kepada Kyuhyun, namun melihat siapapun disekitarnya menangis, Taeyeon tidak bisa membiarkannya. Taeyeon paling tidak bisa melihat orang menangis.

Taeyeon berjongkok di hadapan Kyuhyun, dan setelah itu dia bisa melihat dengan jelas air mata itu. Air mata Kyuhyun. Untuk pertama kalinya seumur hidup baru dia lihat Kyuhyun seperti ini. Entah karena kasihan atau apa, tangannya terangkat menghapus air mata itu.

“K-kyu, kau kenapa men-”

Belum selesai Taeyeon bertanya, dia dikejutkan dengan tingkah Kyuhyun. Laki-laki itu memeluk Taeyeon erat membuat gadis itu ikut terduduk di lantai. “Yeon~,”

Hening.

1 menit.

2 menit.

“Yeon, aku bertemu dengannya.”

Dapat gadis itu dengar isakan pelan Kyuhyun, dia menangis, dipundaknya. Bertemu dengannya? Siapa?.

“Ak- aku bertemu dengannya, d-dan dia tidak mau melihatku.”

“Kau bertemu siapa kyu?.”

“D-dia lari ketika melihatku. Aku salah apa, yeon?.” Ucap Kyuhyun pelan.

“Dia siapa Cho Kyuhyun!.” Taeyeon, dengan sabar bertanya kembali. Dan entah punya keberanian dari mana, perlahan tangan mungil gadis itu mengusap rambut Kyuhyun.

“Dia menyuruhku untuk menjauhinya, dia ju-”

“CHO KYUHYUN BICARA YANG JELAS, SIAPA DIA YANG KAU MAKSUD!!”

TO BE CONTINUE

LEE DONGHAE


KIM TAEYEON


CHO KYUHYUN


CHO YEJIN


Chapter 2 nya datang 😀

Makin kacau dan makin gak jelas (nyadar diri Xd). Tapi setidaknya kalian memberikan tanggapan untuk FF gak jelas ini haha

Chapter 3 gak janji post cepet, soalnya udah mau habis masa liburan dan TADA tugas sekolah siap menanti -_-

Btw

HAPPY NEW YEAR!!

Berharap tahun 2015 ini lebih baik dari pada tahun 2014. Dan kita berdoa juga semoga para haters Taeyeon eonni disadarkan dan semuanya kembali ke jalan yang benar #haha

HATERS GO AWAY!!

#AlwaysHere

#AlwaysTaeyeonFans

#TaeyeonProtectionSquad

#BaekYeonProtectionSquad

Advertisements

64 comments on “Will Be Eternal (Chapter 2)

  1. Gemes sma kyu trs kasihan juga sma kyu psti yg ketmu dn bikin nangis kyu itu ibunya kyu,,,
    next chap cepetan yah thor semangat ok!!!

  2. Yah, Kyu nangis, kenapa? Semoga Taeng luluh melihat Kyu nangis. Ahh ya, aku suka kok ceritanya. Cuma tetep berharap Kyutae, dan momen Kyutae di sini banyak banget. Daebakk! Selamat bersusah2 dengan tugas sekoah ya, Thor.

  3. Kyu modus terooos wk
    Yaampun haeywon ga nahan♡♡
    Ketemu siapa ih nyrocos aja-_-
    Nice thoooor suka sukaaa, good job!
    Oiya ngomong2 foto cast taeyeon yg dibawah itu foto wkt apa? Maksudnya foto fansite, scan, atau dr mana? Kepo thor taengnya cakep wks

  4. Kyu modus terooos wk
    Yaampun haeywon ga nahan♡♡
    Ketemu siapa ih nyrocos aja-_-
    Nice thoooor suka sukaaa, good job!
    Oiya ngomong2 foto cast taeyeon yg dibawah itu foto wkt apa? Maksudnya foto fansite, scan, atau acara apa gt? Kepo thor taengnya cakep wks

  5. Coment digabung disini yaa thor……
    Kasian kyuhyun dicuekin mulu sama taeyeon makin ribet deh konfliknya kyu kenapa menangis sipakah wanita itu ibunya atau taeyeon sendiri kapan ϑϊ next ni

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s