[FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 5)

D-L-T-Diamond

​Dark Light To Diamond (Indahnya Cinta, tak Seindah Menjalaninya)

Author : deeHAYEON

 

Length : Multi-Chapter I Rating : PG-15 I Genre : School-life, Friendship, Romance

 

Main Cast : Kim TaeYeon, Cho KyuHyun, Jung YunHo

 

Other Cast : Seohyun, Hyukjae, Saehyun, Suzy, Luhan, Joongki, Baekhyun, Kris, Chanyeol, find.

 

Desclaimer : FF ini terinspirasi dari drama Korea. All cast milik Tuhan dan keluarga mereka masing-masing. Jika ada kesamaan dalam alur maupun cerita, itu adalah unsur ketidak sengajaan. DON’T PLAGIAT!

 

Note’s : Annyeong! DLTD lanjut nih hehe…

Sorry for typo(s)…

 

 

 

Happy READING!

 

 

 

 

 

 

 

Chapter 5

 

 

 

Taeyeon lari terbirit-birit di sepanjang koridor lantai dua. Beruntung saat ini koridor-koridor tersebut sedang kosong sehingga tidak ada yang menghambat larinya. Suasana sekolah terasa begitu hening, bahkan Taeyeon rasa hanya suara derap kakinya yang terdengar. Sepertinya semua siswa cukup tenang mengikuti pelajaran dari guru-guru sehingga tak terdengar keributan sedikitpun.

 

Dan bukan tanpa alasan Taeyeon berlari terbirit-birit seperti itu. Ia merasa saat ini cairan sisa metabolismenya tak dapat tertampung lagi, mau tidak mau ia harus cepat-cepat pergi ke toilet setelah meminta izin pada Jung seongsaenim dan satu-satunya cara tercepat menuju toilet adalah dengan berlari.

 

Tanpa memikirkan suasana setiap kelas yang mungkin terganggu dengan suara berlarinya, kaki mungil itu terus menapak dengan cepat diatas lantai hingga tempat yang dituju pun semakin mendekat. Tapi saat Taeyeon sudah beberapa meter dari toilet, tiba-tiba…

BRUK!

Ia menabrak seseorang.

 

“Yaa! Mengapa harus berlari seperti itu, eoh!” teriak seseorang yang tanpa sengaja Taeyeon tabrak.

 

“Omona! Aku benar-benar tidak sengaja” sahut Taeyeon berniat membantu orang itu berdiri. Namun saat orang itu berpaling kearahnya, wajah mereka sama-sama terkejut.

 

“NEO!” seru keduanya bersamaan dengan telunjuk yang saling menunjuk satu sama lain. Tak tau kenapa raut muka Taeyeon menjadi sangat masam bahkan ia melupakan tujuan utamanya ke toilet.

 

“Oh, kau..” ucap Kyuhyun seraya berdiri dan membuang muka dengan angkuh.

 

“Ck… Aku tak ada urusan dengan orang sepertimu! Maaf!” seru Taeyeon kesal saat teringat dengan tujuan utamanya ke toilet untuk buang air kecil. Yeoja itu berbalik dan segera masuk kedalam toilet wanita.

 

Kyuhyun menepuk-nepuk bagian lengan blazernya yang sedikit terkena debu lalu mendengus pelan, “Tak kusangka sikapnya seajaib itu”

 

Sekarang Taeyeon merasa lebih lega setelah semua cairan yang mengganggunya telah terbuang. Tepat ketika ia menyelesaikan urusannya dalam bilik toilet, tiba-tiba lampu di toilet itu padam. Tak ada banyak ventilasi dalam toilet sehingga ruangan menjadi sangat gelap.

 

Taeyeon memekik tertahan, dengan cepat ia meraih kenop pintu bilik, berniat keluar. Tapi sebelum dirinya sempat membuka pintu…

BYUR!

Seember besar air mengguyurnya dari atas. Taeyeon mematung, pada detik berikutnya lampu kembali menyala.

 

Dengan langkah lemah, Taeyeon memutar kenop pintu hingga terbuka sepenuhnya. Matanya memandang lurus kedepan. Tepat di cermin toilet tersebut tertempel dengan jelas sebuah kertas besar bertuliskan ‘KAU PIKIR DIRIMU AKAN AMAN DALAM KEGELAPAN?’

 

“Michyeosseo! Membuatku basah, hanya untuk menanyakan hal itu?” gumam Taeyeon tak percaya.

 

Tapi kembali pada sifat aslinya, Taeyeon tidak begitu peduli dengan kalimat, yang sebetulnya berisi ancaman bukan pertanyaan, yang menerornya. Sekarang yang ada dipikirannya adalah bagaimana cara agar ia bisa kembali masuk kelas dengan keadaan basah kuyup seperti itu.

 

Taeyeon mulai melangkah perlahan menuju pintu keluar toilet dan langsung membukanya tanpa melakukan apa-apa. Betapa terkejutnya dia saat melihat dua orang namja yang sedang berhadapan tepat di depan pintu toilet. Mereka, Yunho dan Kyuhyun, saling melemparkan tatapan tajam, yang mungkin bisa membunuh siapapun dalam sekejap.

 

Tanpa berbicara atau menegur kedua namja itu, Taeyeon menatap mereka bergantian. Tetap dengan posisi seperti itu, hingga Yunho menoleh lebih dulu. Menyadari keberadaan Taeyeon yang masih belum bergerak di ambang pintu.

 

Kyuhyun pun ikut menoleh ke arah yang Yunho tuju. Raut mukanya berubah terkejut melihat keadaan Taeyeon saat ini, namun rasa keterkejutannya itu mampu bersembunyi di wajah angkuhnya.

 

“Taeyeon-ssi, ada apa denganmu?” tanya Yunho sama terkejutnya dengan Kyuhyun saat mendapati yeoja dihadapannya basah kuyup.

 

Tapi sebelum orang yang ditanya menjawab, ia kembali memandang Kyuhyun tajam, “Benar dugaanku. Memang mencurigakan melihat kau berada di depan toilet wanita. Apa kau sadar dengan kelakuanmu?”

 

“Mwo?” tantang Kyuhyun tak terima mendapat pernyataan yang membuatnya tertuduh, “Aku tidak melakukan apa-apa!”

 

“Lucu sekali gurauanmu itu” balas Yunho masih dengan kecurigaannya, “Jadi, dia basah kuyup begitu karena kemauannya sendiri?”

 

Kyuhyun mendengus kasar, namun nada bicaranya tetap sama, “Asal kau tau Yunho-ssi, alasan mengapa aku berada disini. Pertama, karena yeoja bernama Taeyeon itu menabraku hingga aku terjatuh. Kedua, setelah dia masuk ke toilet ini, aku melihat tiga orang yeoja dengan gerak-gerik mencurigakan masuk dan keluar dari toilet yang sama. Tapi saat aku mendekati mereka, ketiga yeoja itu berlari. Setelah itu, barulah kau datang” jelas Kyuhyun. Menurut Taeyeon cerita tersebut memang benar adanya, namun tetap saja ia ragu. Kyuhyun menarik napasnya, “Asal kau tau lagi, ketiga yeoja tersebut memakai bros putih. Dan jangan lupakan, aku mendengar pekikan ketakutanmu Taeyeon-ssi. Jadi itu cukup jelas, bukan?”

 

Taeyeon melongo tak percaya, ternyata pekikannya terdengar sampai luar. Padahal ia sudah berusahan menahan pekikannya itu.

 

“Masih adakah alasan lain? Alasan apalagi yang akan kau buat?” balas Yunho meremehkan, “Yang aku tau, kau ingin mencelakai Taeyeon”

 

“Maksudmu mencelakai yeoja itu?” tunjuk Kyuhyun kearah Taeyeon yang masih diam tak bergeming, “Lalu bagaimana dengan ratusan anggota golonganmu? Bukankah mereka juga ingin mencelakai dia?”

 

“Kalau begitu kita buktikan” tiba-tiba Yunho beralih memandang Taeyeon, “Apa tulisan yang kau dapat setelah dibuat basah kuyup seperti itu?”

 

” ‘KAU PIKIR DIRIMU AKAN AMAN DALAM KEGELAPAN?’ ” ungkap Taeyeon mengulangi pesan yang tertempel di cermin toilet tadi.

 

“Dengar, kan?” Yunho kembali berbicara pada Kyuhyun, “Jelas itu perbuatan anak Dark”

 

“Kau ini bodoh atau berpura-pura bodoh?” sahut Kyuhyun tak sabar, “Dark tidak akan membuat tulisan seperti yang diucapkan yeoja itu. Bahkan kau tau persis bagaimana bentuk pesan setiap golongan untuk memberi peringatan pada anak netral. Menyebutkan langsung nama golongan sama saja menghina golongan sendiri. Aku yakin pesan itu dari golonganmu”

 

“Tapi hanya kau yang aku lihat di sekitar toilet ini tadi, sunbae” kata Taeyeon tiba-tiba.

 

Entah mendapat bisikan darimana hingga ia bisa berbicara seperti itu, padahal dirinya sendiri tidak yakin kalau memang benar Kyuhyun yang melakukannya. Tapi itu memang kenyataannya, bukan? Yang pasti Taeyeon tidak ingin si-angkuh menyebalkan, Kyuhyun, menang berdebat dari Yunho.

 

Kyuhyun tercengang memandangnya dan Yunho tersenyum penuh kemenangan.

 

“Sudah puaskah, Kyuhyun-ssi?” ejek Yunho. Kemudian ia mendekati Taeyeon, membuka blazernya dan menyampirkan dibahu yeoja itu, “Kajja! Kau harus segera mengganti seragammu”

 

Taeyeon mengangguk sedikit. Sesaat sebelum benar-benar pergi dengan Yunho, yeoja itu sempat menangkap sorot mata yang aneh dari Kyuhyun. Sunbae menyebalkannya itu memandangnya dengan tatapan sedih, kecewa, bercampur sakit hati. Kedua tangannya pun  mengepal kuat.

 

Tapi Taeyeon tak begitu peduli. Baginya, lebih mudah mempercayai Yunho daripada orang yang suka mencari masalah seperti Kyuhyun. Lagipula tadi malam Yunho menemuinya di lapangan basket, jadi paling tidak Taeyeon percaya bahwa namja itu memang memiliki niat baik padanya.

 

‘Oh, Andwae! Jangan bilang aku tertarik pada Yunho sunbae dan memutuskan untuk masuk Light? Aniyo, itu tidak boleh terjadi’

 

 

—-

 

 

Yunho tersenyum memandang yeoja yang baru saja keluar dari ruang ganti setelah mengganti seragamnya yang basah kuyup.

 

“Kau baik-baik saja?” tanyanya.

 

Taeyeon mengangguk, “Kamsahamnida, sunbae. Lagi-lagi aku merepotkanmu”

 

“Itu bukan masalah. Lain kali kau harus berhati-hati dengan Kyuhyun”

 

“Memang dia seburuk apa?” tanggap Taeyeon dengan alis terangkat.

 

“Sangat buruk” jawab Yunho. Kemudian mereka berjalan berdampingan menuju kelas Taeyeon yang jaraknya cukup jauh dari ruang ganti, “Kau tau, dia itu anak tunggal dari Perdana Menteri Korea”

 

Taeyeon terkejut, “Benarkah? Aku tidak tau”

 

“Ne, dialah anak perdana menteri Cho. Mungkin kau tidak begitu tertarik pada hal yang berbau politik, itu sebabnya kau tak tau mengenai latar belakang menteri negara ini” jelas Yunho.

 

Taeyeon tampak berpikir, ‘Benar juga, pengetahuanku memang payah. Tapi apa gunanya mengenal anak para pejabat menteri?’

 

“Kyuhyun sangat sadar dengan posisinya yang sangat berpengaruh di negara ini. Dia selalu menganggap semua orang lebih rendah darinya, termasuk dirimu. Semua keinginannya harus selalu terpenuhi. Aku mengenal satu orang yang sifatnya hampir sama, tapi percayalah, Kyuhyun jauh lebih buruk” lanjut Yunho lagi.

 

Taeyeon menoleh kearah namja itu, “Kau berkata seburuk itu karena Cho Kyuhyun adalah rivalmu. Belum tentu sunbae akan mengatakan hal-hal baik mengenai musuhmu, bukan?”

 

Yunho tertawa menanggapinya, “Mungkin. Tapi kau memang harus berhati-hati dengannya”

 

“Lalu, aku tak perlu berhati-hati dengan anggota Light, termasuk dirimu? Eoh, chakkaman!” Taeyeon menghentikan langkahnya tiba-tiba, secara otomatis Yunho juga ikut berhenti. Yeoja itu menatap namja disebelahnya dengan curiga, “Ini bukan strategimu untuk mempengaruhiku masuk Light, kan?”

 

Yunho kembali tertawa dan melangkah mendahului Taeyeon. Sontak yeoja itu berlari kecil untuk menyamakan kembali langkahnya dengan Yunho.

 

“Kau ini. Bukankah sudah ku bilang, mempengaruhi seseorang untuk menjadi sekutu Light itu bukan urusanku. Tapi, ya…benar juga. Kau harus tetap berhati-hati pada anak Light termasuk, aku”

 

Taeyeon terdiam sejenak. Memang tidak ada yang bisa ia percaya di sekolah ini.

 

“Mianhae, karena aku tidak bisa mengatur anggota Light maupun Dark untuk tidak menindasmu. Pembullyan akan tetap berlaku untuk anak netral, ini adalah kesepakatan antar golongan yang sudah dibuat sejak dulu dan aku tidak bisa menentangnya. Tapi, percayalah, aku akan selalu melindungimu. Hubungi aku kapanpun kau memerlukanku” ujar Yunho sambil tersenyum menenangkan.

 

Taeyeon merasa wajahnya memanas. ‘Aigo.. Mengapa orang ini mudah sekali membuat wajahku memerah’

 

 

****

 

 

Bel pulang sekolah telah berbunyi. Taeyeon memang tak terlalu peduli dengan kelakuan siswa-siswi lain terhadapnya, namun ia tak pernah habis pikir dengan kekonyolan sekolah ini. Benar-benar tidak ada yang mengajaknya bicara kecuali guru-guru dan Yunho tadi. Yeoja itu sibuk membereskan barang-barangnya saat Suzy membisikan “Sampai jumpa” dan kembali bergabung dengan teman-teman segolongannya. Taeyeon tersenyum membalasnya.

 

Tiba-tiba seseorang dari luar kelas mendatanginya. Ternyata dia adalah Song Joongki, orang yang tadi malam menginap dilapangan basket bersamanya karena telah memilih netral. Atau mungkin untuk kasusnya, bertaruh menjadi anak netral untuk membuat teman-temannya terkesan. Alasan yang sangat bodoh, menurut Taeyeon.

 

“Kau mendapat pesan ini tidak?” tanyanya, menunjukan sebuah sms dari kontak yang bernama Chanyeol pada Taeyeon.

 

‘Pulang sekolah, di belakang gedung Kyunghwa. Kau tau akibatnya jika mencoba tidak datang’

 

Taeyeon beralih memandang Joongki, “Aku tidak mendapatkannya. Ponselku low batt”

 

“Pantas saja” jawab Joongki, “Sudah. Ayo cepat!” namja itu menarik tangan Taeyeon dan menyeretnya keluar kelas.

 

“Eo, chakkaman” keluh Taeyeon sambil menyesuaikan langkah pendeknya dengan langkah lebar Joongki. Ia memasukan jaket sport berwarna blueblack yang semalam menyelimutinya.

 

Siapapun pemilik jaket itu, Taeyeon merasa tidak ada yang boleh mengetahuinya. Dan saat dirinya membayangkan siapa yang meninggalkan jaket itu untuknya, hanya satu orang dalam pikirannya yaitu Yunho.

 

“Blazermu kenapa, Joongki-ya?” tanya Taeyeon menyadari lengan blazer Joongki yang robek.

 

Namja itu masih menggenggam tangan Taeyeon untuk berjalan bersamanya. Menyadari hal itu, Joongki langsung melepas tangan Taeyeon dan melirik blazernya yang robek.

 

“Seseorang sengaja merobeknya. Orang itu bilang kalau aku tidak pantas memakai seragam Kyunghwa jika tidak memilih golongan”

 

Taeyeon tercengang, “Mereka melakukan kekerasan padamu?”

 

“Menurutmu ini apa?” tanya Joongki menunjukan sebuah luka memar di ujung matanya.

 

Taeyeon menarik napas dan membekap mulutnya sendiri, “Aigo.. Siapa yang melakukannya?”

 

“Entahlah” jawab namja itu, “Mereka menyerangku saat jam istirahat dan semuanya memakai topeng”

 

“Demi apapun, hal ini tidak lucu”

 

“Makanya sekarang aku akan memilih, Taeyeon-a”

 

Joongki berhenti tiba-tiba sebelum mereka keluar dari sekolah menuju belakang gedung.

 

“Mwo? Tapi…”

 

“Aku sudah tidak peduli dengan taruhan itu. Lebih baik masuk salah satu golongan daripada harus mati konyol disekolah ini” jawab Joongki, “Mungkin tekanan yang kau hadapi lebih mudah karena kau yeoja, Tae-ya, berbeda denganku. Hari pertama saja sudah begini, besok-besok aku mau jadi apa?”

 

Taeyeon terdiam. Sebetulnya penindasan yang ia hadapi juga cukup sulit, tapi tak separah Joongki. Mungkin keputusan Joongki memang jalan yang paling tepat, tapi apa harus Taeyeon mengikuti keputusan namja itu?

 

‘Jadi, aku akan menjadi satu-satunya siswa netral di sekolah ini…’

 

“Setelah ini, jaga dirimu baik-baik, ne” kata Joongki seraya mengelus pelan puncak kepala Taeyeon, “Kajja!” namja itu kembali berjalan dan Taeyeon mengikutinya dari belakang.

 

 

 

 

Dibelakang gedung sekolah, tepatnya di depan gudang, sudah ada Suho dan Kris dari golongan Dark serta Chanyeol dan Lay dari golongan Light. Mereka tengah menunggu anak netral yang kemarin menginap di lapangan basket. Entah apa yang akan mereka perbuat kali ini pada siswa netral itu, mungkin lebih buruk atau malah sebaliknya?

 

“Akhirnya tamu kita datang juga” desis Kris dengan nada berbahaya, melihat dua orang yang mereka tunggu muncul dari sudut gedung sekolah.

 

Joongki dan Taeyeon berjalan mendekat kearah mereka dengan raut wajah datar. Namun jauh di dalam hati Taeyeon ia merasa sedikit takut kalau-kalau sunbaenya itu berbuat kekerasan padanya juga pada Joongki.

 

“Aku sudah memilih” kata Joongki tiba-tiba. Sontak ke-empat sunbaenya itu menoleh kearah Joongki, termasuk Taeyeon yang berada disampingnya.

 

“Aku adalah Dark” serunya tegas.

 

Suho dan Kris tersenyum puas kearah namja itu, “Bagus! Pilihanmu sangat tepat” sahut Suho, mengambil sesuatu dari saku seragamnya dan memberikannya pada Joongki. Sebuah bros bintang hitam.

 

“Ini untukmu dan kau boleh pergi”

 

Semudah itukah?

 

Joongki menerima bros itu dan ia pun pergi meninggalkan Taeyeon yang masih terdiam di tempatnya.

 

Chanyeol mengalihkan pandangannya pada yeoja itu, “Dan kau… Apa pilihanmu?”

 

Taeyeon menggeleng, “Aku tidak memilih”

 

“Kau yakin?” tanya Lay meyakinkan.

 

Yeoja itu mengangguk mantap.

 

“Baiklah, kau boleh pergi”

 

Taeyeon menegakan tubuhnya, sedikit terkejut dengan perintah sunbaenya itu. Padahal ia sudah mengantisipasi jika mereka akan berbuat macam-macam padanya, tapi ternyata pemikirannya sama sekali jauh dari perkiraan.

 

Menyuruhnya datang ke tempat yang sepi dan jauh dari keramaian hanya untuk menanyakan hal se-sepele itu? Taeyeon benar-benar menyesal telah membuang energinya untuk sekedar panik dan cemas akan perbuatan yang akan dilakukan namja-namja itu. Sekarang ia disuruh pergi begitu saja? Aneh.

 

Dengan kebingungan sekaligus perasaan lega, Taeyeon mundur perlahan dan akhirnya pergi meninggalkan Kris, Suho, Chanyeol dan Lay yang menatapnya hingga menghilang di belokan jalan. Seringaian misterius terpampang jelas di wajah mereka, entah apa maksud dari smirk itu.

 

 

—-

 

 

Taeyeon sudah menempuh perjalanan bus selama 15 menit untuk pulang kerumahnya di kawasan distrik Gangnam. Ia masih diliputi rasa penasaran dengan kejadian tadi. ‘Kira-kira apa yang akan mereka lakukan padaku setelah ini?’ pikir Taeyeon.

 

Dari halte bus, Taeyeon segera berjalan memasuki kawasan distrik rumahnya. Tapi Tiba-tiba seseorang membekapnya dari belakang dan menyeret tubuhnya dengan kuat. Sontak Taeyeon terkejut dan berusaha berteriak semampunya. Namun hasilnya nihil, tak ada satu orangpun di sekitar itu hingga tidak ada yang menolongnya. Jangankan berteriak, bernapas saja sangat sulit.

 

Taeyeon terus berontak dan mencoba memukuli si penjahat, tapi cekalan orang itu terlalu erat ditubuhnya. Dengan susah payah Taeyeon menoleh kesamping untuk melihat wajah orang yang membekapnya dan yang dapat ia lihat hanyalah topeng.

 

Pikiran Taeyeon langsung mencelos, teringat dengan perkataan Joongki beberapa waktu lalu. Orang-orang yang menyerang Joongki juga memakai topeng. Jadi kemungkinan besar orang yang menyeretnya saat ini adalah siswa Kyunghwa dari salah satu golongan yang di suruh untuk menculik Taeyeon. Sungguh keterlaluan, apa mereka benar-benar berniat menyingkirkan Taeyeon? Tidak bisakah mereka berpikir dua kali untuk melakukan hal itu?

 

Kali ini rasa penasaran Taeyeon telah terjawab. Ternyata sunbae-sunbaenya tadi membiarkan Taeyeon pulang untuk melakukan hal ini.

 

Belum habis kepanikan Taeyeon akan nasibnya hari ini, ternyata orang jahat itu membawanya kesebuah gang kecil yang jauh dari keramaian dan Taeyeon menyadari sudah ada 3 orang lagi disana.

 

“Ah, kau benar. Dia benar-benar cantik” ucap salah satu namja itu, tangannya membelai rambut halus Taeyeon dan langsung ditepis kasar olehnya.

 

“Mau apa kalian?” teriaknya mencoba kembali menepis sentuhan-sentuhan penjahat itu pada kulitnya. Taeyeon akui dirinya benar-benar panik, tapi ia tidak boleh terlihat takut didepan ke-empat namja gila itu. Mereka akan sangat senang jika ia ketakutan.

 

“Jangan coba memberontak, gadis cantik. Kita tidak akan menyakitimu jika kau tidak melawan” kata namja yang lainnya. Sungguh, nada bicaranya itu membuat Taeyeon ingin muntah.

 

Keempat namja tersebut melangkah maju mendekati Taeyeon bersamaan. Sontak yeoja itu memundurkan langkahnya selangkah demi selangkah hingga ia sadar di belakangnya adalah tembok. Yang benar saja, gang ini buntu, sedangkan di depannya ada 4 namja gila. Taeyeon terperangkap. Bagaimana mungkin ia bisa melarikan diri? Mereka benar-benar licik.

 

“Wajah takutmu sangat manis”

 

“Mengapa kau harus takut? Setau kami, kau adalah yeoja pemberani. Hahaha..”

 

Satu persatu namja-namja itu berusaha menyentuh Taeyeon. Sedangkan Taeyeon sendiri melindungi tubuhnya dengan tas dan berusaha mendorong semua namja bertopeng itu dengan sekuat tenaga. Ia kalut dan sangat takut. Yang ia pikirkan hanyalah keselamatannya sekarang.

 

“Mau apa kalian?! Pergi dari hadapanku!” teriaknya dengan suara bergetar.

 

“Kami hanya ingin bersenang-senang”

 

Jika mampu, Taeyeon ingin sekali melemparkan sepatunya kearah namja yang baru saja berkata. Salah satu dari keempat namja tersebut menarik tengkuk Taeyeon, mencoba menciumnya saat tiba-tiba sebuah suara mengalihkan perhatian mereka.

 

“Siapa yang mengizinkan kalian menyentuh yeoja itu?” sebuah suara yang cukup familiar dalam pendengaran Taeyeon muncul dari arah belakang.

 

Keempat namja bertopeng itu sontak menoleh kebelakang, beberapa diantara mereka bergumam panik. “…Bagaimana ini?…Cho Kyuhyun…”

 

Perlahan Kyuhyun melangkah maju, “Aku tanya sekali lagi. Siapa yang mengizinkan kalian menyentuhnya, huh?”

 

Hening, tak ada yang berani menjawab. Sepertinya namja-namja bertopeng itu sangat ketakutan. Mereka menunduk, saling dorong-mendorong dan akhirnya semuanya lari keluar dari gang. Ternyata mereka pengecut juga.

 

Kini tinggal Taeyeon dan Kyuhyun yang masih berada di tempat itu. Taeyeon mencengkeram dadanya sendiri, deru napasnya tidak teratur, tapi setidaknya tidak separah tadi. Bibir dan tangannya gemetar merasakan sisa ketakutannya yang masih ada. Ia yakin, wajahnya sudah sangat pucat sekarang.

 

Kyuhyun yang berdiri beberapa meter dari yeoja itu, hanya memperhatikannya lekat-lekat, berjaga-jaga kalau yeoja dihadapannya benar-benar pingsan. Beberapa kali Taeyeon menarik-ulur napasnya perlahan, mencoba menetralkan kembali kondisi tubuhnya yang sudah seperti mayat hidup.

 

Kondisinya mulai stabil dan Taeyeon menyampirkan kembali tas di bahunya. Kyuhyun masih menatap yeoja itu khawatir. Beberapa kali ia membuka mulutnya seolah mau bicara dan berkali-kali pula niatnya diurungkan.

 

Waktu terus berjalan, namun situasi masih tetap sama, hingga akhirnya Kyuhyun mau membuka suara, “Lain kali hati-hati” ucapnya dingin.

 

Kakinya sudah akan melangkah pergi ketika Taeyeon menghentikan niatnya lagi, “Mereka siswa Kyunghwa, kan?” tanya yeoja itu.

 

Kyuhyun menoleh dan mengangguk, “Ne”

 

“Kalau begitu, apa yang kau lakukan disini?” tanya Taeyeon lagi.

 

Namja yang berada beberapa meter didepannya itu memandangnya bingung, “Apa maksudmu?”

 

Taeyeon menarik napas sebelum berbicara, “Apa ini bagian dari strategimu? Kau mencoba jadi pahlawan untukku, padahal orang-orang tadi suruhanmu juga. Kau melakukan semua itu untuk menarik perhatianku agar aku masuk Dark. Benar, kan?”

 

Seketika ekspresi Kyuhyun berubah. Ia tercengang sekaligus tidak percaya dengan apa yang dikatakan Taeyeon. Kedua manik matanya menatap tajam tepat di kedua mata gadis itu. Mereka perang pandang selama beberapa detik.

 

“Aku tidak serendah itu, Kim Taeyeon” balas Kyuhyun, penuh penekanan dalam suaranya dan terselip rasa sakit hati disana.

 

Perkataan Taeyeon membuat Kyuhyun tersinggung. Ia dituduh merekayasa kejadian ini? Untuk apa? Justru ia berniat melindunginya.

 

Saat pulang sekolah tadi, Kyuhyun memang mengikuti Taeyeon untuk memastikan yeoja itu baik-baik saja sampai rumah. Ia sudah mengetahui rencana kedua golongan disekolahnya yang akan mencelakai Taeyeon. Dan dugaannya benar. Jika Kyuhyun tidak datang, mungkin Taeyeon sudah habis ditangan keempat namja brengsek tadi. Orang seperti Taeyeon tidak akan pernah tau seberapa buruknya orang-orang di sekolah terhadap anak netral. Tapi sekarang yeoja itu malah menuduh Kyuhyun merekayasa semua ini. Sebegitu bencinyakah dia pada Kyuhyun?

 

Taeyeon masih saja diam. Ia menyadari tatapan marah dan kecewa Cho Kyuhyun, namun ia berusaha tak peduli.

 

“Apapun yang kau lakukan, aku tetap tidak akan memilih” ucapnya lantang.

 

Kyuhyun mendengus sambil tersenyum kecut, “Kau pikir aku peduli?”

 

Ingin sekali Kyuhyun meneriakan isi hatinya di hadapan yeoja itu. Ia tidak peduli dengan golongan yang akan Taeyeon pilih. Yang ia pedulikan hanyalah keselamatan yeoja itu, tapi sekarang dia malah meragukan ketulusannya. Sungguh, Kyuhyun merasa bodoh sekarang, namun ia tidak merasa menyesal sedikitpun. Yah, itulah ketulusan.

 

Taeyeon kembali terdiam. Entah apa yang dipikirkannya.

 

“Sekalipun kau akan memilih, aku harap kau masuk golongan Light dan menjadi sekutu Yunho. Kau tau, dirimu memiliki pikiran picik sama sepertinya. Mungkin seharusnya aku tidak perlu menyelamatkanmu tadi”

 

Setelah berkata seperti itu, Kyuhyun segera pergi meninggalkan Taeyeon. Tubuhnya sudah gemetar menahan amarah, dan Kyuhyun sadar kalau dirinya tidak akan bisa menahan emosinya lagi. Ia lebih memilih pergi dari gang itu daripada harus meluapkan kemarahannya dihadapan Taeyeon.

 

Sedangkan Taeyeon sendiri, menatap punggung Kyuhyun yang menjauh dan menghilang di sudut jalan. Ia sama sekali menyadari ada nada sakit hati dan kecewa dalam suara namja itu. Tak dapat dipungkiri bahwa Taeyeon merasa sangat menyesal sudah berkata seburuk itu pada Kyuhyun.

 

‘Apa aku yang tidak berpikir jernih? Mungkinkah sebenarnya Kyuhyun memang berniat menolongku? Mianhae, sunbae’…..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

To be continue…..

 

 

 

 

 

 

Gimana dengan chapter ini??? Baguskah?

Buat soal hiatus sepertinya banyak readers yang salah paham. Ya, aku kirim ff LAL waktu itu tanggal 28 nov, tapi nadya eonni baru publish baru-baru ini jadi kalian kira aku baru mulai pending, padahal hiatusku udah selesai jadi bisa post ff lagi deh..

 

COMMENT OK!!

 

 

Advertisements

73 comments on “[FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 5)

  1. Iy, bagus kok thor. Cuma kependekan, tp nggak pa pa. Bagus bgt.
    Next ya, nggak sabar nunggu kelanjutannya.
    Suka liat tae eonni mulai menyadari sesuatu (?)

  2. kok jadi sedih? iya juga sih, taeyeon terlalu berpikir jauh akhirnya jadi nyangka negatif, huhu-,- kan kasian kyu oppa udah tulus banget gituu malah jadi kit ati. beda banget kalo sama yunho, walaupun taeyeon mikir sedikit negatif sama dia tapi perlakuan taeyeon ga kaya ke kyuhyun 😦 . Mungkin abis ini tae bakal bersikap lebih baik sebagai permintaan maafnya. Semoga akhirnya taeyeon masuk dark.. ya. Kan ga mungkin juga taeyeon dijailin terus. lucu loh yang pas dikamar mandi, diguyur cuman mau bilang “Kau pikir dirimu akan aman berada di kegelapan?” -_- next thor! fighting^^

  3. Bagus thor tpi pendek jadi kurang puas bcanya hehe , kapan taeng akan memilih , aku harap dy msuk dark supaya dilindungin trus sm kyu .
    Kyu semangat ya untuk dpet cinta dari taeng , hwaiting
    Dan buat author ttep smngat juga untuk lanjutin ni ff , heaiting

  4. Ehm, Tae negThink. Tapi kalau aku jadi TAe, aku bakal mikir kyk gtu juga. Soalnya pertemuan pertama mereka juga buruk, dan Kyu datang diam2. Sedangkan Yunho blak2an. Wajar kalau yg Tae ingat itu Yunh, bukan Kyu.. Meskipun itu jaket Kyu.
    Aku suka bgt ff ini. Meski Tae lbh condong ke Yunho, aku masih berharap tae sama Kyu. KyuTae, jjang!!
    Author, jjang!

  5. Astaga taemg mulutnya pedes bgt dah wks.
    Curigaan juga, tp siapa yg ga curiga jg sih kl yg nolongin si ketua.
    Nice thooor, makin suka suka suka. Good job lah

  6. TAENG EONNI NETHINK MULU KE KYUPPA
    KASIHAN KYUPPA
    kkkkkkkkkkkkk

    duhhhhhhhhh…………….
    KYUPPA terlalu naif dan jaim/?
    makanya TAENG EONNI NETHINK MULU

  7. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To The Diamond (Chapter 7) | All The Stories Is Taeyeon's

  8. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 8) | All The Stories Is Taeyeon's

  9. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 9) | All The Stories Is Taeyeon's

  10. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 10) | All The Stories Is Taeyeon's

  11. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 11) | All The Stories Is Taeyeon's

  12. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 12) | All The Stories Is Taeyeon's

  13. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 13) | All The Stories Is Taeyeon's

  14. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 14) | All The Stories Is Taeyeon's

  15. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 15) | All The Stories Is Taeyeon's

  16. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 16) | All The Stories Is Taeyeon's

  17. Pingback: Dark Light To Diamond (Chapter 17) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s