Will Be Eternal (Chapter 1)

ATSIT PROUDLY PRESENT:

Title        : Will Be Eternal

Author    : Nadia S. Pajriati

Ratting    : PG-17

Genre        : Romance, Family, Friendship

Length    : Multi-Chapter

Main Cast    : Cho Kyuhyun, Lee Donghae, KimTaeyeon

Other Cast    : Find it by yourself

Disclaimer    : The entire cast belong to God. And the plot is MINE. Please, DO NOT Plagiarizing OR re-publish my story WITHOUT my permission.

Poster by    : tdw49.wordpress.com

Preview: Introduction + Prolog Story

……………………………………………………………………………………..



Chapter 1

@Library of Seoul National University, 09:45 PM.

Seorang gadis berparas cantik terlihat sibuk mencari buku di salah satu rak perpustakaan SNU (Seoul National University). Tangannya yang kecil sesekali menyentuh sekaligus membaca judul buku-buku yang ditelusurinya.

Hanya satu buku yang tengah dicarinya, buku dengan judul ‘Master Of Art’, dimana semua isinya adalah materi pendalaman tentang seni. Sudah lama gadis itu mencari, namun sepertinya dia tidak akan menemukan buku yang dia cari itu.

‘hhh, aku benar-benar harus pergi ke perpustakaan kota’, gerutunya. Dia menyerah, dia tidak akan mencari buku itu lagi di perpustakaan ini. Saat hendak gadis itu membalikkan tubuhnya, bermaksud untuk pergi dari perpustakaan, sepasang tangan kekar memeluknya erat dari arah belakang.

“Hi, angel”

Gadis yang dipeluk itu, Kim Taeyeon, menghela nafas pelan. Tidak ada ekspresi terkejut ketika sepasang tangan itu memeluknya, ditambah setelah mendengar orang itu bersuara, toh itu memang sering terjadi sehingga membuat Taeyeon terbiasa dan membiarkannya (meskipun sebenarnya Taeyeon agak risih).

Dengan pelan, gadis itu membalikkan tubuhnya, sehingga membuat dia bertatapan langsung dengan si-pemilik tangan yang memeluknya, Cho Kyuhyun. Laki-laki itu tersenyum manis ke arah Taeyeon. Jika perempuan lain ditatap seperti itu oleh Cho Kyuhyun, apalagi dengan senyuman manisnya itu, pasti mereka akan akan langsung histeris.

Namun beda dengan gadis yang tengah berada di hadapannya itu. Taeyeon, hanya memandang Kyuhyun datar. Laki-laki itu menggelengkan kepalanya tidak percaya, ‘Kenapa dia bisa amat sangat mencintai gadis tidak peka yang berada di hadapannya ini?’, memikirkannya membuat Kyuhyun tertawa geli entah kenapa.

“Sudah berapa kali aku bilang padamu, Cho Kyuhyun. Jangan pernah melakukan skinship denganku lagi.” Ucap Taeyeon kesal. Sedangkan Kyuhyun, dengan tak peduli merotasikan kedua matanya. “Whatever, my angel.” Ujarnya santai, sedangkan tangannya memeluk pinggang Taeyeon lebih erat.

“Kau melarangku untuk melakukan skinship padamu, tapi kenapa kau tidak melarang Hyung untuk juga tidak melakukan skinship padamu, hmm?.” Tanya Kyuhyun dengan tampang polosnya. Taeyeon yang mendengar pertanyaan ‘bodoh’ yang terlontar dari mulut laki-laki yang berada di hadapannya itu membuat Taeyeon dengan gemas memukul kepala Kyuhyun menggunakan tangan kecilnya, cukup keras.

“Aww, kenapa kau memukul kepalaku, yeon?.” Tanya Kyuhyun pelan dengan ekspresi kesakitan yang dibuat-buat. Taeyeon memutar bola matanya kesal. Jari telunjuknya terangkat memegang dahi Kyuhyun yang tadi dia pukul.

“Pertanyaanmu, sungguh sangat bodoh.”

Tukk

“Aishh.” Kyuhyun kembali mengerang kesakitan ketika Kim Taeyeon kembali menyentil dahinya.

“Kenapa juga aku harus melarang Hae oppa, dia itu pacarku. Sedangkan kau, kau hanya ‘temanku’, calon adik iparku lebih tepatnya.”

“Ouh, setelah kau menyakiti kepalaku dengan menggunakan tanganmu, sekarang kau beralih menyakiti hatiku dengan kata-kata itu. Tega sekali kau my angel.” Kyuhyun memelas membuat Taeyeon kembali memutar kedua boal matanya. ‘Cho Kyuhyun, kau sangat kekanak-kanakan’, pikirnya.

“Berhenti memanggil-ku ‘Angel’, karena aku bukan angel-mu, Kyu!”

“Oh baiklah my angel Taeyeon.”

“Yakkk, Cho Kyu!!” Sebelum tangan kecil Taeyeon kembali mendarat di kepalanya, dengan cepat laki-laki itu memegang tangan Taeyeon.

Chu~

Dengan sekali gerakan, kyuhyun mengecup singkat bibir soft pink milik Taeyeon, membuat gadis itu membulatkan kedua matanya lucu.

“Aku pergi dulu yeon, aku kesini cuma ingin memastikan kalau kau baik-baik saja. See you soon in my house tonight.” Kyuhyun berujar sambil mengedipkan sebelah matanya, tangan kanannya mengusap puncak kepala Taeyeon dengan sayang. Salah satu hal yang sangat Kyuhyun sukai dan sering ia lakukan kepada Taeyeon.

Setelah memastikan Kyuhyun pergi, Taeyeon menggunakan tangannya mengusap (lebih tepatnya ingin menghapus) bibir bekas kecupan yang diberikan oleh Kyuhyun tadi, setelahnya gadis itu tersenyum hambar.

Hal ini selalu terjadi, hampir setiap hari. Bila kalian bertanya kenapa Kyuhyun melakukan hal itu, padahal dia tahu kalau Taeyeon adalah pacar kakaknya, jawabannya mudah, karena Kyuhyun ‘mencintai’ Taeyeon. Dan kenapa Taeyeon diam saja diperlakukan seperti itu oleh Kyuhyun, padahal dia sudah mempunya pacar, Lee Donghae, yang merupakan kakak tiri dari Cho Kyuhyun, jawabannya karena dia ‘takut’.

Takut kehilangan Donghae. Kyuhyun sering mengancam, jika Taeyeon menghindar atau sampai tidak ingin bertemu dengannya, Kyuhyun berjanji akan memberi tahu hyung-nya kalau dia mencintai Kim Taeyeon. Setahu Taeyeon, Donghae tipikal orang yang akan melakukan apapun yang adik-adiknya inginkan. Gadis itu takut Kyuhyun menyuruh Donghae untuk berpisah dengannya, kekanak-kanakan memang, tapi walau bagaimanapun siapa yang tahu apa yang akan terjadi nanti?.

Taeyeon tahu ini salah. Dia merasa dirinya selingkuh di belakang Donghae, dan dia benci fakta itu. ‘Apa yang harus aku lakukan? Donghae oppa, tolong aku. Aku mencintaimu’. Lirih gadis itu. Satu tetes butiran bening turun dari pelupuk matanya.

……………………………………………………………………………………..



@Lee Production, 13:00.

“Tuan, Nona Kim Taeyeon ada di luar.”

Sekretaris Donghae, Park Chanyeol berujar membuat sang atasan menghentikan kegiatannya, mengetik sesuatu di laptopnya. “Taeyeon? Suruh dia masuk, paman.” *lol, aku buat Chanyeol bapak-bapak di story ini :v, mianhae baby yeol :* Xd*

“Baiklah Tuan, permisi.” Paman Chanyeol membungkuk hormat dan berlalu meninggalkan ruangan sang atasan.

Beberapa detik setelah Chanyeol keluar, masuklah seorang gadis dengan balutan dress putih selutut, tas kecil berwarna putih juga terlihat menggantung di tangan sebelah kirinya, sedangkan tangan sebelah kanannya terlihat tengah menjinjing keranjang makanan yang terlihat tidak terlalu besar.

Dengan senyum yang mengembang, gadis yang bernama lengkap Kim Taeyeon itu berjalan mendekat ke arah Donghae yang matanya sedang terfokus ke arah laptop. “Hi, hae. How was your day?.”

Taeyeon bertanya dengan menggunakan pronoun bahasa inggris yang begitu aneh di dengar, tapi itu lucu. Mendengarnya, Donghae tertawa kecil sebelum akhirnya tersenyum lembut ke arah Taeyeon.

“Hey, dear. Tumben siang siang begini datang ke kantor?.” Tanya laki-laki itu. Donghae berdiri dari kursinya lalu berjalan ke arah Taeyeon dan mencium bibir gadis itu singkat. Yang dicium, malah mengerucutkan bibirnya lucu.

“Wae? Kenapa cemberut, hmm?.” Jari telunjuk Donghae mengangkat gemas dagu Taeyeon membuat kini mereka bertatapan. Gadis itu menghembuskan nafasnya, pura-pura kesal.

“Kau bertanya tumben siang-siang begini datang ke kantor? Kau tidak suka jika aku ada di sini?.” Taeyeon berujar dengan suara memelas.

“Aigoo Taeyeonie,bukan begitu maksudku. Tapi memang kau itu jarang ke kantor ‘kan? Biasanya kau selalu datang ke rumah pada malam hari untuk sekedar bertemu denganku, ah tidak. Lebih tepatnya adikku, Yejin.”

“Itu ‘kan biasanya, oppa. Tapi nanti malam aku tidak bisa datang ke rumah oppa. Banyak tugas yang harus aku kerjakan malam ini. Makanya aku kesini sekarang untuk bertemu denganmu. Hehe.”

“Begitu?.” Taeyeon mengangguk mengiyakan.

“Araseo. Tapi bagaimana dengan Yejin? Kau tahu Yejin akan cerewet jika eonni ‘kesayangannya’ tidak datang berkunjung ke rumah?.”

“Emm, oppa bilang saja kalau aku sedang ada urusan, aku yakin Yejin pasti mengerti. Sudah cukup, ini waktunya makan siang, ayo makan. Aku membawa makanan kesukaanmu oppa!. Let’s eat, let’s eat.”

Donghae menggelengkan kepalanya melihat tingkah dorky sang yeoja. Laki-laki itu berjalan ke arah kursi dimana di sana Taeyeon sedang mengeluarkan makanan dari dalam keranjang satu persatu.

“Ini untukmu, oppa.” Taeyeon memberikan kotak nasi berisi makanan kesukaan Donghae, Kimchi Fried Rice dengan sepotong ayam di atasnya. “Emm, look delicious.” Ujar Donghae semangat. Ia lalu mengambil kotak makan itu di tangan Taeyeon dan duduk tepat di sebelah Taeyeon.

“As always hae oppa.” Taeyeon mendekat dan mengecup singkat pipi sebelah kanan Donghae membuat laki-laki itu tersenyum lebar.

……………………………………………………………………………………..



 @Donghae/Kyuhyun house, 20:15.

Jam menunjukan pukul 20:15, waktu biasa Donghae sampai di rumah setelah seharian penuh bekerja. Dia sekarang tengah berada di depan pintu rumahnya. Biasanya, setiap laki-laki itu pulang bekerja, selalu ada Taeyeon dan Yejin yang datang menyambutnya di luar rumah.

Tapi, beda dengan hari ini, tidak ada satupun yang menyambutnya. Baik Taeyeon, maupun Yejin. Laki-laki itu menghela nafas pendek.

Donghae memutar kenop pintu rumah besar itu. Setelah pintu terbuka, dia berjalan masuk dan tak lupa kembali menutup pintu rumahnya.

Laki-laki itu berjalan melewati lorong mewah yang menghubungkan ruang tamu dengan ruang keluarga. Sesampainya di ruang keluarga, dia berhenti dan memperhatikan sekelilingnya. Tepat di kursi yang menghadap televisi, disana terlihat adik tirinya, Cho Kyuhyun yang sedang bermain gam di PSP-nya.

Di samping Kyuhyun, dongsaeng satunya lagi yang lucu, memakai baju tidur pororo berwarna pink dengan rambut dikucir dua, dengan nyamannya mengintip kakaknya yang tengah bermain PSP. Sesekali Donghae juga dapat mendengar Yejin berteriak kecil, menyemangati Kyuhyun.

“Ayo, kalahkan buruk jelek itu, oppa.”

“Siap, oppa akan mengalahkan burung jelek ini. Kau tahu kan kalau oppa-mu ini jago main game.”

Donghae tertawa kecil melihat pemandangan itu membuat Yejin menengok ke arahnya. Donghae lalu tersenyum lembut. “Oppa!!.”

Yejin berlari kecil ke arah tempat Donghae berdiri, terlihat ekspresi senangnya karena Donghae sudah pulang ke rumah. Donghae menunduk dan mensejajarkan dirinya dengan Yejin.

“Oppa?.”

“Hmm?.”

“Taeyeon eonni mana? Kenapa eonni tidak datang ke rumah kita malam ini? Padahal Yejin sangat ingin bertemu dengan eonni. Yejin merindukan eonni L

Donghae tertawa kecil melihat Yejin cemberut di depannya, laki-laki itu mencubit pelan pipi chubby Yejin membuat Yejin meringis pelan.

“Eonni-mu sibuk, Yejin-ah. Jadi dia tidak akan datang malam ini. Mungkin besok?.” Jelas Donghae dengan penuh perhatian. Yejin merengut lucu,sebelum pada akhirnya dia mengangguk lemas.

“Bakilah, kalau memang eonni tidak akan datang, Yejin mau tidur, oppa.”

“Yejin mau tidur? Tidak mau melihat oppa main game dan mengalahkan semua musuh?.” Tanya kyuhyun yang entah sejak kapan memperhatikan pembicaraan Hyung dan Dongsaengnya itu.

“Tidak mau, bosan. Dari tadi oppa mainnya Cuma itu aja.” Yejin menjulurkan lidahnya ke arah Kyuhyun.

“Aishhh, Cho Yejin!!”

“Haha, aniyo oppa. Yejin bercanda, mianhae.” Ucap Yejin dengan aegyo andalannya. Dia lalu berlari ke arah Kyuhyun , mencium pipi kirinya, lalu Donghae di pipi kanannya.

“Goodnight Hae oppa, Goodnight Kyuhyun oppa.” Yejin berlari ke kamarnya yang berada tepat di lantai dua.

“Hyung.” Setelah kepergian Yejin, degan pelan Kyuhyun memanggil Donghae pelan. “Yeah?.”

“Kenapa Taeyeon tidak kesini?.” Akhirnya, pertanyaan yang sedari tadi Kyuhyun pendam, dikeluarkan juga. Disisi lain, Donghae memandang Kyuhyun aneh. Taeyeon? Kenapa Kyuhyun menanyakan Taeyeon?.

“Ahh, katanya banyak tugas kuliah yang harus dia selesaikan malam ini. Wae?.”

“An-aniyo hyung, hanya bertanya.” Laki-laki itu tersenyum kikuk.

“Baiklah, Hyung mau ke kamar. Kau, jangan terus-terusan main PSP, belajarlah Cho Kyuhyun!.” Donghae menepuk pundak Kyuhyun cukup keras, namun bukannya mengeluh kesakitan, Cho Kyuhyun ditepuk seperti itu hanya tertawa kecil.

“Aigoo Hyung. Tenang saja, aku kan pintar. Tanpa belajarpun aku tetap akan menjadi nomor satu di kampus. Haha.” Mendengar lelucon adiknya itu, membuat Donghae juga tertawa seraya menggelengkan kepalanya tidak percaya atas kepedean adiknya itu.

“Oh, ya Hyung. Tadi appa menghubungiku, katanya appa dan eomma dua hari lagi pulang.”

“Jinjja? Baguslah kalau begitu. Hyung akan pulang dari kantor lebiah awal nanti, untuk mempersiapkan kepulangan Appa dan Eomma.” Donghae tersenyum lembut.

“Dan, seperti biasa mereka menyuruh Hyung agar mengajak Taeyeon nanti untuk makan malam bersama.” Tambah Kyuhyun.

“Oh my god, kenapa Ibu, Ayah, Yejin sepertinya lebih peduli dan sayang pada Taeyeon dari pada kita yah? Haha kasihan sekali kita.”

Kyuhyun tertawa kecil mendengar pernyataan Hyungnya itu. Ya, memang benar, Yejin, Appa, dan Eommanya memang sangat peduli dan bahkan menyayangi Taeyeon seperti keluarga kandung mereka sendiri. Berbeda dengan Kyuhyun, dia menghapus kata ‘keluarga’ karena nyatanya dia peduli dan menyayangi Taeyeon sebagai seorang gadisnya, bukan keluarga.

“Hey, Cho Kyuhyun, kau melamun?” Donghae mengibaskan tangan kirinya di depan muka Kyuhyun.

“Ah, aniyo Hyung. Ya sudah, aku ke kamar ya hyung. Jalja.” Sebelum Kyuhyun melangkahkan kaki meninggalkan Donghae, Donghae dengan cepat mencgahnya. “Ah, tunggu dulu.”

“Apa kau punya pacar?.” Tanya Donghae to the point. Kyuhyun mengerutkan dahi bingung. Kenapa Hyung bertanya seperti itu? Pikir Kyuhyun.

“Aniyo, Hyung. Wae?.” Jawab Kyuhyun santai, sangat santai malah. Dan Donghae, mendengar jawaban Kyuhyun, terkejut. Bagaimana bisa? Adik tirinya itu ‘Good looking’, pintar, tapi sampai saat ini belum mempunyai pacar?

“Aigoo, Cho Kyuhyun. Kau tidak bercanda kan? Hyung kira kau sudah punya pacar. Tapi, apakah ada wanita yang sedang kau sukai saat ini? Atau jangan-jangan kau, umm ‘gay’?.” Donghae tertawa sendiri mendengar kata ‘gay’ yang dia ucapkan kepada Kyuhyun.

“Astaga hyung, apa kau gila? Aku gay? Ckck, aku ini normal hyung. Dan, saat ini aku memang sedang menyukai seseorang.”

“Hyung bercanda. Nuguya? Orang yang kau sukai saat ini? Ayolah cerita pada hyung, hyung akan menjadi pendengar yang baik.” Ucap Donghae disertai senyumannya yang tulus. Itulah Donghae, kakak yang begitu perhatian meskipun kepada saudara tirinya sendiri.

“Benarkah hyung? Hyung akan mendengarkannya?”.

Donghae menepuk pundak Kyuhyun pelan. “Tentu saja Cho Kyuhyun, kita kan saudara.”

Kyuhyun memandang Donghae sejenak, lalu dia berjalan menuju kursi yang berada di ruangan itu, setelahnya dia duduk disana. Donghae pun mengikuti Kyuhyun, lalu dia duduk di kursi yang berada di hadapan Kyuhyun.

“Hyung yakin ingin mendengar ceritaku ini?” Tanya Kyuhyun, sekali lagi meyakinkan. Donghae pun menganggukkan kepalanya pasti. Melihat respon itu, Kyuhyun pun menghela napasnya pelan.

“Angel, aku menyukai Angel, Hyung.”

‘Angel? Perempuan itu bernama Angel?.” Tanya Donghae, Kyuhyun menggelengkan kepalanya pelan. “Bukan hyung, namanya bukan Angel. Angel itu hanya nama panggilan yang aku berikan kepadanya.”

Donghae mengangguk mengerti. “Terus, siapa nama perempuan itu?.”

Kim Taeyeon. Namanya Kim Taeyeon. My Angel. Dan hyung telah merebutnya dariku. Dia itu milikku, hyung.

Kyuhyun berpikir kalau semisalnya dia memberitahu bahwa Angelnya itu adalah Kim Taeyeon. Donghae pasti tidak akan percaya dan menganggapnya hanya bercanda.

“Yakk, Cho Kyuhyun. Kau melamun? Aigoo, lama-lama kau seperti Taeyeon suka melamun.” Donghae tertawa, membuat Kyuhyun juga tertawa karenanya. “Ayo Kyu-ah, siapa ‘angel’ mu itu?”.

Donghae menatap Kyuhyun serius, sedangkan yang di tatap menghela nafasnya kasar. “Untuk sekarang, Hyung tidak usah tahu dulu namanya. Yang penting aku sangat mencintainya, Hyung. Saat pertama kali kita bertemu, tepatnya dua tahun yang lalu. Tapi, saat aku ingin menyatakan perasaanku kepadanya, dia bilang kalau dia sudah mempunyai pacar. Tapi tidak tahu kenapa, meskipun dia telah merebut ‘angel’ dariku, aku tidak pernah bisa untuk membenci laki-laki itu.”

Tangan Kyuhyun menggepal kuat, wajahnya merah, sedang matanya menatap Donghae tajam, seolah Kyuhyun ingin Donghae tahu bahwa orang yang dimaksud adalah dirinya. Namun, Donghae yang ditatap seperti itu oleh adiknya, memang dia tidak tahu apa-apa, menatap Kyuhyun sedih dan kasihan.

“Kau kenal orang yang telah merebut ‘angel’ mu, sehingga kau tidak bisa membenci orang itu. Begitu?.” Kyuhyun mengangguk lemas. “Siapa dia?.”

Donghae menunggu jawaban Kyuhyun, namun dia mendesah kecewa ketika melihat adiknya itu menggeleng pelan. “Tidak sekarang, Hyung. Tapi aku janji suatu hari nanti aku akan memberi tahu hyung.”

“Araseo, kau harus janji, Hyung akan menunggu sampai kau benar-benar terbuka kyu. Oh, ini sudah malam, cepat ke kamarmu. Besok kau ada jadwal kuliah pagi kan?.” Kyuhyun mengangguk sambil tersenyum lemah ke arah Donghae.

“Araseo, Hyung. Jaljja.”

Donghae memandang punggung Kyuhyun yang semakin jauh menjauhinya. “Dia seperti sedang menyembunyikan sesuatu.”

……………………………………………………………………………………..



Keesokan harinya.

@Chan’s Espresso Bar, Seoul. 09:00 am.

Pagi ini, Taeyeon dan Jessica hang out bersama di Chan’s Espresso Bar. Sebuah kedai kopi yang tidak terlalu besar, yang terletak di tikungan jalan kota yang bergaya minimalis. Mereka melihat hanya ada satu orang penjaga di kedai itu yang sepertinya juga adalah pemiliknya.

Taeyeon memesan kopi rasa Macchiato sedangkan Jessica rasa Americano. Tempat ini adalah tempat yang biasa mereka kunjungi jika tidak ada jam kuliah. Di tempat ini pula mereka selalu curhat tentang masalah mereka. “Sica-ah?.”

“Hmm?.” Jessica mengangkat kepala menatap Taeyeon ketika dia mendengar yeoja itu memanggil namanya. “Waeyo?.”

Taeyeon berdehem pelan lalu bertanya “Emm, itu, kemarin aku melihat kau bertengkar dengan Sungmin oppa. Kenapa? Ada masalah lagi?.”

Mendengar pertanyaan tersebut, raut wajah Jessica yang awalnya tenang menjadi sedih.

“Eoh, kau melihatnya? Aku kira di taman kemarin hanya ada aku sama sungmin oppa. Ternyata kau juga ada di sana.”

“Ceritakan padaku!.”

“Kau tidak mendengarkannya kemarin?.” Tanya Jessica. Taeyeon menggelengkan kepalanya pertanda bahwa dia tidak mendengarkan percakapan Jessica dan Sungmin kemarin.

“Aniyo, kupikir mendengarkan pembicaraan orang lain itu sungguh sangat tidak sopan. Makanya kemarin aku langsung pergi ke kelasku.” Jawab Taeyeon tenang.

“Ah sudahlah Taeng. Masalah kecil kok.”

“Ah, biar ku tebak. Sungmin oppa tidak menjemputmu kan?.” Mata Taeyeon menatap bola mata Jessica intens. Tak mendengar satupun kata yang keluar dari bibir Jessica, membuat Taeyeon menggelengkan kepalanya gemas.

“Aigoo, sica-ah, apa tebakanku benar? Kau memang belum berubah sica.”

“Yakk, Kim Taeyeon! Kenapa kau malah membela Sungmin oppa, eoh? Asal kau tahu, kemarin aku hampir kesiangan masuk jam dosen Park. Kau tahu kan Dosen Park yang menakutkan dan menyebalkan itu? Dan itu semua karena Sungmin oppa, kenapa dia bilang ingin menjemputku kalau pada akhirnya sampai jam 9 dia tidak datang-datang. Untungnya jam kuliahku agak siang.”

“Mungkin dia ada urusan mendadak? Seperti beberapa hari yang lalu, dia tidak datang menjemputmu karena ada jam kuliah dadakan. Oh, ya, jangan pernah kau bicara kalau aku lebih membela Sungmin oppa dari pada kau, karena pada kenyataannya aku tidak membela siapa-siapa disini.” Taeyeon menjulurkan lidahnya imut ke arah Jessica, membuat Jessica memutar kedua bola matanya kesal.

“Aissh, Kim Taeyeon!.” Taeyeon seketika tertawa melihat raut wajah masam sahabatnya itu.

“Yakk, hentikan tawa ahjumma-mu itu, taeng. Orang-orang melihat!.” Jessica memukul pelan bahu Taeyeon membuatnya mau tak mau menghentikan tawanya.

“Araseo, aku berhenti.” Meskipun Taeyeon bilang berhenti, pada kenyataannya tawa kecil masih keluar dari mulut Taeyeon. Namun beberapa detik kemudian, suara tawa kecilnya itu berhenti ketika matanya menangkap siluet badan yang begitu dikenalnya bejalan masuk ke arah kedai kopi. Raut wajahnya berubah tegang, Jessica yang menyadari perubahan ekspresi Taeyeon menatapnya heran.

“Taeng-ah, ada apa?.”

Raut wajah tegangnya semakin menjadi ketika orang yang baru saja masuk ke dalam kedai kopi itu melihat ke arah dimana Taeyeon berada.

“Yakk, taeng, ada apa!?.”

“Omo, siaca-ah. Eotokhae? Ada Kyuhyun disisni!!!”

To Be Continued

Kim Taeyeon


Cho Kyuhyun

Advertisements

63 comments on “Will Be Eternal (Chapter 1)

  1. aaaa Debakkkkk …ada ff main castnya KyuTaeHae lagi…
    qqeerreennn thorrr ceritanya….
    next chap d tnggu..
    fightaeng

  2. Authooor benci bgt liat TBC. gk bsa byangin si happy virus jdi ahjussi ahjussi 😀
    ficnya seruuuu!! Gk bsa nebak endingnya gmna..
    thor nextnya jgn lma ya!! Dan pnjangin jga ffnya!!
    FIGHTAENG!!

  3. ntah kenapa aku suka banget sama posternya ‘-‘
    ceritanya seru bikin greget, dan aku sebel sama 3 huruf ini TBC
    next di tunggu yaaa authornim
    keep writting and fighting authornim ^-^)9

  4. Ya ampyun knapa harus ada tbc sihhh 😥
    ceritanya seru bgt thor, kasian jg sama kyuhyun. Dia udh sayang bgt sama taeng kayanya, donghaenya jg baik bangeeeeeeeeeet :33
    Kalau donghae tau yg disukai kyuhyun itu taeng gmana yaa? Bakal dilepas atau dipertahankan?
    Huwaaaaaa penasaran.. ditunggu next chapnya yaa ( ˘ ³˘)♥

  5. Pingback: Will Be Eternal (Chapter 2) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s