Devil Who Loved Me (Chapter 3)

this is

Devil Who Loved Me (Chapter 3)

 

Author: SuntQ

Genre: Fantasy // Romance // Fluff // School
Life

Cast: Byun Bekhyun // Kim Taeyeon // Oh Sehun

Other
Cast: Nanti akan keluar sesuai jalannya cerita 😀

Lenght:
Multi Chapter

Rated: 17+

Disclaimer:
All cast belongs to God and their Parents J,
but the story is my own idea with inspiration from drama, fanfict and other,
please dont plagiat!

Notes:

Happy reading and sorry about typo everywhere and other mistake J

Previous:  Chapter 1 // Chapter 2 //

 

A long time ago..

D

.

.

“Baekhyun!!”

Seorang gadis dengan surai hitam panjang dengan gaun merah marun yang melekat di tubuhnya berjalan di lorong istana yang luas. Langkahnya sedikit diseret karena rasa sakit yang mendera kakinya akibat luka yang disebabkan oleh sepatu yang kini dikenakannya. Sejujurnya ia, tidak suka memakai sepatu dengan ukuran ramping dengan hak yang tinggi seperti ini, namun karena tuntutan orangtuanya yang bersikeras ingin melihat putri sematawayangnya ini cantik di hari pertunangannya, ia sama sekali tidak bisa mengelak.

Ia melihat keadaan sekeliling, dan berharap seseorang yang dipanggilnya itu ada di sekitar sana. Namun, hanya suasana kosong dan angin malam berhembus yang didapatinya. Ia heran, kenapa laki-laki itu pergi di saat yang genting seperti ini? harusnya laki-laki itu ada disampingnya sekarang dan berdansa dengannya di ruangan pesta seperti yang sedang dilakukan oleh pasangan yang lainnya. “Dasar iblis sialan!!” rutuknya dalam hati. Pria iblis itu hanya melakukan apa yang disukainya saja tanpa melihat keadaan dan dimana ia sekarang. Meskipun dia iblis, tapi tidak seharusnya sikap iblisnya itu diberikannya kepada kekasihnya sendiri. Seharusnya ada sedikit batasan untuk hal itu. Gadis itu akhirnya menghentikan langkahnya, hingga ia tidak menyadari ia telah berjalan begitu jauh dari istana dan kini ia berdiri di tengah hamparan taman yang luas. Ia menghela nafas, rasa putus asa menerpa dirinya. Kali ini ia benar-benar kesal, dan tidak sudi lagi untuk mencari pria iblis yang dicintainya itu. Terserah apa yang mau pria itu lakukan, ia menyerah dengan kemarahan yang meliputi dirinya. Ia membalikkan tubuhnya untuk kembali lagi menuju ke istana. Namun langkahnya segera terhenti akibat sepasang tangan melingkar dipinggang rampingnya dan memeluknya dengan erat. Aroma tubuh ini, dan hawa hangat yang terpancar dari tubuhnya, gadis ini begitu mengenalinya.

“kenapa kau terus menerus mencariku? Apa kau begitu menginginkanku sekarang?” ujar pria itu sambil menyibakkan helaian rambut panjang kekasihnya lalu mengecup leher jenjang gadis dengan balutan gaun merah marun itu.

“Ya, apa kau masih punya muka untuk menemuiku? Kemana saja kau tadi? aku terus mencari-carimu, aku bingung saat orang-orang menanyakan keberadaanmu padaku..aku tak tahu harus menjawab apa!”

“Ha..abaikan saja ocehan-ocehan makhluk-makhluk bodoh itu sayang..yang penting sekarang kau telah bersamaku”.

Pria bernama Baekhyun itu mengeratkan pelukannya pada gadis yang telah resmi menjadi tunangannya itu. Ia menyalurkan kehangatan tubuhnya pada gadis itu karena permukaan gadis itu terasa dingin akibat udara malam yang terus menerpa tubuhnya.

“Kau wangi sekali..” ujarnya sambil menelusuri leher putih gadis itu tanpa menghentikan kecupan-kecupan dari bibirnya.

“Sudahlah Baekhyun, lebih baik kita kembali lagi ke dalam” gadis itu mulai merasakan perasaan aneh saat bibir halus kekasihnya itu terus menjamah lehernya. Hasratnya sedikit demi sedikit mulai muncul dalam dirinya. Ia selalu rindu akan sentuhan pria yang sangat kharismatik ini, ia tak pernah bosan jika harus terus menerus melakukan kontak fisik dengannya.

Deru nafas memburu mulai terdengar dari Baekhyun. Ia telah kalah melawan hasrat dirinya yang semakin memuncak kala ia menjamahi leher halus gadisnya itu. Baekhyun membalikkan tubuh kekasihnya hingga menghadap padanya. Dalam sekejap, pemandangan indah tersuguhkan dihadapannya. Sebuah visualisasi yang cantik yang terpancar dari kekasihnya. Kulit wajahnya yang halus dan putih, bibir yang merah merona, maniknya yang hitam sehitam malam dan pipi merona hangat karena hawa dingin yang menerpanya. Ia selalu mengagumi keindahan kekasihnya ini, hingga ia menjadi seorang yang posesif dan terus menerus mengklaim gadis ini sebagai miliknya sejak mereka pertama kali bertemu.

“Kau cantik sekali..”

“Aku sudah bosan mendengar hal itu darimu..kau mengatakannya ribuan kali”.

Baekhyun tersenyum, lalu ia melingkarkan tangannya di pinggang ramping gadis itu dan merapatkan tubuhnya dengan tubuh gadis berambut panjang itu. ia meraih wajah mungilnya dan melumat bibir merah itu dengan penuh gairah. Gadis itu pun mulai membalas ciuman tunangannya itu dalam keadaan dirinya yang mulai tersulut gairah asmaranya. Mereka saling merekatkan pelukan satu sama lain. kedua bibir itu saling melumat, dan terkadang ciuman itu berubah menjadi gigitan-gigitan kecil yang membuat suara erangan penuh gairah. Langit malam membentang dengan warna hitam misteriusnya, dan semilir angin masih menemani kedua insan itu. setelah beberapa lama, Baekhyun segera melepaskan ciumannya sebelum hal yang lebih jauh akan mereka lakukan. Gadis itu mengernyit saat bibir kekasihnya terlepas dari bibir merah merekahnya. Jujur saja, kali ini ia sedikit tidak rela kekasihnya itu secepat ini mengakhiri ciumannya. Padahal biasanya, ia sendiri yang memaksa pria itu agar segera mengakhiri ciumannya. Pria itu selalu menciumnya dengan penuh nafsu dan gairah yang menggebu-gebu hingga seringkali ia tidak diberi kesempatan untuk bernafas. Namun, satu hal yang ia tidak bisa pungkiri, ciuman pria itu benar-benar memabukkan dan menjadi candu baginya.

“Kenapa kau tiba-tiba seperti itu?” tanya gadis itu sambil sedikit menggenggam pelan rambut bagian belakang Baekhyun.

“Kau tahu, aku sangat sulit berhenti jika sudah melakukan ini denganmu. Makanya aku memaksakan diri agar tidak menyakitimu lagi”

“kata siapa aku tersakiti? Kau benar-benar mempermainkanku Baekhyun..” Gadis itu meraih wajah Baekhyun dan mencoba menempelkan bibirnya lagi dengan bibir pria itu, tapi Baekhyun segera menggenggam kedua tangan gadis itu dan menghentikan niatnya.

“Don’t do this baby. You know, it’s so difficult to make me stop” ujar Baekhyun berusaha meredam hasrat Erika sambil mengelus lembut rambut panjangnya.

“Okay, fine! Lets go to home, i feel bored in here..”

Baekhyun terkekeh melihat raut wajah gadisnya itu menunjukkan sebuah kekesalan. Ia mengelus pipi halus gadis itu dengan ibu jarinya. Gadis itu tidak menggubris, melainkan ia segera membalikkan tubuhnya dan mulai melangkahkan kakinya. Namun, baru satu langkah yang ia ambil, tubuhnya terhenti dan erangan kesakitan meluncur dari bibirnya.

“Akh!”

Mendengar suara itu, insting Baekhyun segera menuntunnya pada gadis itu dan segera memegang kedua bahu mungil kekasihnya itu. Ia merasakan bahu gadis itu bergetar, dan hal itu memandakan gadis itu sedang menahan rasa sakit yang dialaminya.

“Kau kenapa baby? Apa kau terluka?” tanya Baekhyun cemas.

“Kakiku..”

Setelah mendengar jawabannya, Baekhyun mengarahkan pandangannya pada kaki Erika dan mendapati ada sesuatu yang tidak beres di sana. Ia segera menggendong gadis itu dengan kedua tangannya dan membawanya ke kursi putih yang ada di taman itu. Baekhyun menurunkan tubuh gadis itu dengan hati-hati dan mendudukkannya di kursi itu, sementara ia sendiri berjongkok di hadapan gadis itu untuk memeriksa kakinya.

Baekhyun membuka sepatu Erika, dan ia terbelalak saat melihat kaki mulus kekasihnya itu berlumuran darah. Erika sendiri pun terkejut melihat hal itu. Ia tidak menyangka, ternyata kakinya terluka parah seperti ini.

“Kau ceroboh sekali, sampai bisa terluka seperti ini?”

“Aku tidak tahu, kupikir kakiku tidak terluka separah ini..ini semua karena sepatu yang kupakai ini, aku tidak suka”

Baekhyun hanya menghela nafasnya pelan setelah mendengar perkataan gadisnya itu. ia kembali memfokuskan perhatiannya pada kaki Erika yang terluka. Ia membelai kaki Erika yang terluka, dan saat itu juga dari telapak tangan Baekhyun muncul sebuah cahaya berwarna kemerahan. Rasa hangat menerpa kulit kaki Erika kala sinar kemerahan itu membelai kakinya. Saat sinar kemerahan itu menerpa luka di kaki Erika, luka itu berangsur-angsur tertutup dan tidak meninggalkan bekas sama sekali. Hanya sedikit jejak darah yang telah mengering di sana. Baekhyun mengusap jejak darah itu dan membersihkannya. Erika kini tidak merasakan rasa sakit di kakinya lagi, dan ia sangat takjub akan hal ini. Kemampuan Baekhyun sangatlah hebat, bukankah iblis diciptakan untuk merusak? Tapi kenapa ia bisa menyembuhkan?

Luka Erika sudah sembuh sepenuhnya, bahkan tidak ada sedikitpun bekas luka tertinggal di kakinya. Baekhyun tersenyum, ia senang bisa menyembuhkan luka gadisnya itu. ia sama sekali tidak mau melihat ada luka sedikit pun pada tubuh gadis yang sangat dicintainya itu. tanpa diduga, Baekhyun mendekatkan wajahnya ke betis ramping Erika dan menciuminya. Entah apa yang pria itu pikirkan, Erika merasakan bibir tunangannya yang halus itu menjamah betisnya yang halus dengan lumatan-lumatan penuh gairah. Erika merasa seperti tersengat listrik saat bibir manis itu meraba permukaan kulitnya. Ciuman yang penuh cinta dan rasa sayang..seakan ia ingin menghapus rasa sakit yang dirasakan Erika tadi. Erika tidak tahan lagi, ia tidak bisa membayangkan nanti Baekhyun akan menjamah bagian tubuhnya yang lain. Ia menangkup wajah Baekhyun dan mengangkatnya hingga akhirnya kedua insan itu saling menatap.

“Kau kenapa? Bukannya kau tadi tidak mau menciumku lagi? sekarang kenapa kau malah menciumi betisku?” ujar Erika sambil menatap tunangannya itu lekat.

Baekhyun tersenyum lagi, lalu ia membelai rambut Erika dengan lembut.

“Itu hanya sebuah obat, agar kau tidak merasa kesakitan lagi..”

Erika segera melapaskan kedua tangannya dari wajah Baekhyun dan mencibir ucapan tunangannya itu barusan.

“Ah, ya..Baby..aku punya sesuatu untukmu..”

Setelah mengatakan itu, Baekhyun meraih sesuatu di dalam saku jasnya. Ia menggenggam benda itu hingga tidak bisa dilihat oleh Erika sama sekali. Lalu Baekhyun mengarahkan genggaman tangannya itu tepat di depan wajah Erika dan membuka genggamannya itu, hingga sesuatu keluar dan jatuh menggantung di tangannya.

Sebuah kalung, dengan bandul menyerupai tetesan air yang di dalamnnya terdapat bunga mawar merah..cantik sekali.

tumblr_mg21maUKCE1rx8n2to1_500

“Cantik sekali..warna merahnya sangat memikat..”

Erika tertegun akan apa yang ia lihat sekarang. Kalung itu sangat menarik hatinya..ia sangat meyukainya.

Baekhyun tersenyum, ia senang gadisnya itu menyukai pemberiannya. Lalu ia memasangkan kalung itu di leher jenjang Erika.

“Ini adalah Shadow of Heart..bukan hanya kalung biasa, kuharap kau menjaganya dan memakainya kemanapun kau pergi”

“Shadow of Heart? Apa ini sebuah jimat?”

“Haha, bisa dikatakan seperti itu..yang penting kau harus menjaganya baik-baik”

“Baiklah Baek, walaupun sebenarnya aku lebih senang mengandalkan sedikit kekuatan yang pada diriku..he”

“Apa kau meragukan pemberianku? Kau menyakiti hatiku..” ucap Baekhyun sambil mengerucutkan bibirnya.

“Oh My God..kharisma manly-mu sedikit goyah ketika kau bertingkah seperti itu..”  kemudian Erika menangkupkan kedua tangannya pada wajah Baekhyun dan mengecup keningnya.

“Apapun yang diberikan oleh makhluk tercintaku ini adalah yang terbaik..aku akan selalu menyukainya apapun itu..”

“Ingat pesanku, kau harus memakainya kemanapun kau pergi…”

“Sehun, ayo makan yang banyak..eomma sengaja memasak ini semua untukmu”

“Ne, eomma..saya sangat menikmatinya..masakan eomma memang yang terbaik!” ujar Sehun sambil mengacungkan jempolnya.

“Tentu saja setelah ibumu Sehun..seenak apapun masakan buatanku pasti masakan yang dibuat eomma-mu lebih lezat daripada yang kubuat, Taeng ayo tambah lagi makannya..eomma melihat kau semakin kurus saja akhir-akhir ini..”

“Ne, eomma..mungkin eomma tidak menyadari bahwa sejak tadi aku sudah tiga kali menyendok nasi..”

“Jinjia? Biasanya kau hanya menghabiskan satu sendok nasi saja..kehadiran Sehun di sini memang membawa dampak baik padamu. Sehun kau harus lebih sering makan di sini..Taeyeon tidak akan makan sebanyak ini jika kau tak di sini..”

Beberapa detik kemudian, suara tawa memenuhi ruang makan keluarga Taeyeon. Malam ini, sesuai janjinya Sehun memenuhi undangan eomma Taeyeon untuk makan malam di rumahnya. Sehun memang selalu disambut baik oleh Keluarga Taeyeon, eomma dan appa Taeyeon sendiri bahkan sudah menganggap Sehun sebagai kakak Taeyeon karena kedekatan dan hubungan baiknya dengan putri semata wayangnya itu.

Setelah selesai makan malam dan mengobrol beberapa lama, Sehun berpamitan pada eomma dan appa Taeyeon karena malam beranjak semakin larut.

“Sehun, hati-hatilah di jalan..kau tidak usah sungkan-sungkan jika kau mau datang kesini lagi..pintu rumah selalu terbuka untukmu..”

“Gomawo appa..terima kasih untuk semuanya..”

Kemudian Sehun membungkukkan badannnya di hadapan kedua orangtua Taeyeon dan beranjak dari hadapan mereka sambil diikuti Taeyeon di belakangnya, gadis itu bermaksud mengantarkan Sehun sampai ke pekarangan rumahnya.

“Lain kali kau yang harus makan malam di rumahku Taeng..”

“Tentu saja Sehun, aku siap kapanpun kau mengajakku..asalkan jangan sekarang..perutku kenyang sekali karena makanku banyak..”

“Haha, dasar bocah! Makan saja kau harus ditemani dulu olehku agar makanmu banyak..lain kali kita harus lebih sering makan bersama, agar badanmu yang kurus itu sedikit mekar”

“Mekar apanya? Memangnya aku bunga?” sergah Taeyeon sambil mengerucutkan bibirnya.

“Aissh anak ini..” Mendengar itu Sehun mengacak poni Taeyeon dengan gemas.

“Yaaa!”

Tanpa menghiraukan protes Taeyeon itu, Sehun segera mengenakan helm putih miliknya lalu menaiki sepeda motornya. Sebelum beranjak ia menatap ke arah Taeyeon dan melambaikan tangannya.

“Anyyeong Taengoo..tidur yang nyenyak..”

“Ne, kau juga..sampai jumpa besok”

Sehun mengacungkan jempolnya pada Taeyeon sebagai tanda untuk mengiyakan untuk perkataan Taeyeon. Tak lama setelah itu Sehun beranjak dari hadapan Taeyeon.

***

Suasana ramai di kelas itu berangsur-angsur berkurang, sejak bel yang memberitahukan pelajaran hari ini selesai telah berdering. Murid-murid segera membereskan segala perlengkapan belajarnya dan keluar dari ruangan yang menurut beberapa siswa telah mengurungnya selama dua belas jam pada hari ini. Di tengah suasana itu, sebuah langkah tergesa-gesa dan nafas terengah dari seseorang berpostur sangat tinggi menyapa koridor sekolah dan semakin dekat menuju kelas Sehun dan Taeyeon.

“Sehun-nim, Sehun-nim..!!!”

Lelaki berpostur sangat tinggi itu adalah Park Chanyeol, sahabat karib Sehun sekaligus rekan kerjanya.

“Ada apa Chanyeol? Dan kenapa kau harus memanggilku ‘Sehun-nim’?”

“Ha..h, hah..sebentar aku menarik nafas dulu..”

Chanyeol segera menegakkan tubuhnya dan menarik nafasnya dalam untuk menyeimbangkan nafasnya kembali. Untung saja penghuni kelas Sehun sudah berkurang banyak jika tidak, sudah pasti Chanyeol sudah menjadi bahan tertawaan karena sikapnya yang agak berlebihan saat ini.

“Okay, sekarang katakan ada apa?”

“Hyoyeon..Hyoyeon yang akan menari di pentas seni kita membatalkan penampilannya karena dia sakit..padahal aku sudah memasukkan penampilannya ke rundown..dan itu tidak bisa dibatalkan karena semua rundown telah dipublikasikan ke seluruh masyarakat sekolah dan telah kita konfirmasi semua acaranya fix akan ditampilkan..haah, aku bingung akan hal itu..jika penampilan tari dibatalkan, maka kita harus merombak ulang semua rundown..bagaimana Sehun?? Aku bingung…”

Chanyeol telah merampungkan semua keluhannya dan hal itu langsung memenuhi pendengaran dan pikiran Sehun.

“Sebenarnya..jika kita merombak ulang rundownnya pun tidak masalah Chanyeol..tapi esensi dari pentas seni kita akan berkurang satu elemen dan itu akan menjadi nilai minus di hadapan semua masyarakat sekolah, belum lagi waktu yang terbuang untuk merombak ulang dan mempublikasikan kembali rundown acaranya..”

“Iya, itulah yang aku pikirkan Sehun..banyak kemungkinan negatif yang akan kita hadapi jika kita benar-benar membatalkan itu. Ngomong-ngomong, apa kau punya kenalan yang mempunyai kemampuan menari seperti Hyoyeon? Di sekolah kita ini ada ratusan orang..pasti ada beberapa di antaranya yang punya kemampuan menari yang baik..”

“Ne, sebentar..aku pikirkan dulu..”

Saat Sehun berkutat dengan pikirannya, gadis bermarga Kim yang sejak tadi menunggu sang ketua OSIS menghampirinya.

“Sehun, apa kau masih lama? Jika kau masih ada urusan aku pulang duluan saja ya..”

“Taeyeon?!”

“Ne? Kenapa ekspresi wajahmu seperti itu?”

“Arra..Taengoo-ya dulu kau kan pernah memenangkan kontes menari waktu SMP?”

“Ne, kenapa kau mengatakan hal itu Sehun?”

“Apakah kau masih bisa menari saat ini?”

“Sedikit-sedikit..aku hampir melupakannya..tapi jika berlatih lagi nampaknya aku bisa..”

Sehun segera memegang kedua bahu Taeyeon dan menghadapkan Taeyeon ke arah Chanyeol.

“Chanyeol, aku tahu siapa yang bisa menggantikan Hyoyeon..percayakan saja pada Taeyeon,  dia bisa menari!”

“Mwo? Apakah itu benar Taeyeon? Jika kau bisa ikut serta kau akan sangat membantu kami!”

Mendengar percakapan kedua namja itu, Taeyeon merasa sangat heran dan memalingkan wajahnya ke arah Sehun untuk memastikan semuanya.

“Mwo? Kenapa harus aku Sehun? Kenapa tidak yang lain saja?”

Sehun melepaskan kedua tangannya dari bahu Taeyeon dan menghadapkan tubuh mungil gadis itu kepadanya.

“Taeyeon, jika kita mencari yang lain lagi itu akan lebih memakan waktu..lagi pula aku tidak tahu siapa lagi di luar sana yang mempunyai kemampuan menari sepertimu..ayolah, kali ini tolong bantu kami..ini untuk sekolah kita juga..”

Taeyeon mengernyitkan keningnya, ini terlalu tiba-tiba pikirnya. Ia sudah lama sekali tidak tampil di depan umum..dan hal ini membuatnya berpikir dua kali.

“Tapi Sehun, aku tidak yakin dengan kemampuanku sekarang..lagi pula, jika aku tampil sendirian..nampaknya aku tidak punya keberanian lagi untuk itu..mian..”

Sehun dan Chanyeol saling bertukar pandang mendengar perkataan Taeyeon itu. Berharap mereka menemukan jawaban dari interaksi mata yang mereka lakukan.

“emmm, bagaimana jika couple dance? Karena menurutku tidak mungkin untuk membentuk sebuah kelompok untuk menari, bagaimana jika kita mencari pasangan saja untuk Taeyeon? Kupikir untuk mencari seseorang lagi tidaklah sulit..” usul Chanyeol dengan mimiknya yang optimis.

“Tapi kira-kira kau tahu siapa orangnya?” Sergah Sehun.

“Nah..itu yang kembali jadi pikiranku..”

Kemudian kedua namja itu menundukkan kepalanya, berkutat kembali dengan pikirannya masing-masing. Suasana di kelas itu seketika menjadi hening karena tinggal mereka bertiga yang ada di kelas itu. Namun beberapa detik kemudian suara pintu yang digeser menginterupsi mereka bertiga, dan nampak sosok seseorang yang menggeser pintu dari luar.

“Baekhyun..” ujar Sehun pelan.

Baekhyun hanya menatap datar tiga orang sosok yang ada di depannya, dan seketika hatinya bergemuruh saat melihat Taeyeon berada di tengah-tengah kedua namja itu. Lalu ia melanjutkan langkahnya melewati tiga orang itu dan mengambil tas yang masih terletak di bangkunya. Ia melakukan itu dengan diam tanpa menyapa tiga orang yang ada di depannya.

“Baekhyun..kau darimana saja? kenapa kau sekarang baru muncul?” tanya Taeyeon memecah keheningan yang kini menyelimuti mereka.

“Aku hanya berdiam diri di atap sekolah..dan mendengarkan musik” jawab Baekhyun sambil menyampirkan tas gendongnya yang berwarna hitam ke bahunya.

Memang, pada jam pelajaran terakhir tadi Jung Seosangnim tidak hadir dan membuat keadaan kelas sedikit kalut. Ada beberapa murid yang keluar karena ketidakhadiran guru itu.

“Baekhyun, apa kau bisa menari?”

Tiba-tiba pertanyaan itu meluncur dari bibir Chanyeol, dan Sehun sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan Chanyeol itu.

“Menari? Untuk apa?”

“Untuk acara sekolah nanti..penjelasannya sedikit panjang..tapi yang pasti kami membutuhkan bantuan seseorang untuk menjadi pasangan Taeyeon menari nanti..jika kau berkenan maukah kau membantu?”

Baekhyun tidak langsung menjawab pertanyaan Chanyeol, ia hanya menatap manik Taeyeon yang sejak tadi menatap dirinya, dan ia melihat Taeyeon dalam mimik wajah yang kebingungan dan penasaran sambil menggigit bibirnya..mungkin ia menunggu jawaban darinya.

“Ne, kita lihat saja nanti..sebelumnya aku harus tahu konsep apa yang harus ditampilkan oleh pasangan itu..”

Mendengar perkataan Baekhyun itu, mimik wajah Chanyeol dan Sehun berubah menjadi cerah, begitupun dengan Taeyeon..meskipun terselip rona malu di wajah cantiknya itu.

Chanyeol menghampiri Baekhyun yang memang jaraknya sudah dekat dengan mereka, dan merangkul teman barunya itu.

“Haha, untuk konsep..biar kita yang menyiapkan..besok kau sudah bisa melihat semuanya dengan Taeyeon. Sebelumnya kami sangat berterima kasih atas kesediaanmu membantu kami”

Baekhyun tidak sama sekali menanggapi perkataan Chanyeol, melainkan ia mengarahkan pandangannya ke arah tangan Chanyeol yang mendarat di bahunya. Menyadari hal itu Chanyeol tersenyum kikuk dan melepaskan rangkulannya yang sok akrab kepada Baekhyun.

“Ahaha, mian..nampaknya aku terlalu cepat bertindak. Baiklah kita bertemu lagi seusai pelajaran di ruang OSIS, aku akan memaparkan konsepnya besok”

Baekhyun mengangguk pelan dan segera meninggalkan ruangan kelas itu sekaligus tiga orang yang memang sebelumnya telah berada di sana.

“Apa tidak apa-apa kita menunjuk Baekhyun sebagai pasangan Taeyeon?”

“Kita lihat saja nanti..nampaknya anak itu cerdas, aku optimis pada dirinya..” ujar Chanyeol meyakinkan Sehun.

“Baiklah..semoga keoptimisanmu itu terbukti. Taeng, ayo kita pulang sekarang..”

“Ne..”

Sesuai dengan kesepakatan kemarin, setelah jam pelajaran berakhir Sehun, Chanyeol, Baekhyun dan Taeyeon mengadakan pertemuan di ruang OSIS.  Mereka semua telah berkumpul, Baekhyun dan Taeyeon sudah duduk tenang di sofa yang ada di dalam ruangan OSIS. Sementara Chanyeol dan Sehun sibuk mempersiapkan sesuatu yang akan ditunjukkan pada Baekhyun dan Taeyeon untuk konsep yang akan mereka pakai untuk menari.

“Aku akan menampilkan beberapa video yang bisa dijadikan bahan referensi untuk penampilan dance kalian..isi dari semua video ini adalah couple dance, kalian tinggal pilih saja mana yang cocok dengan selera dan kapasitas kalian”

Segera setelah itu Chanyeol menampilkan sebuah video di laptopnya. Layar datar itu mulai menampilkan beberapa penampilan tarian yang dilakukan oleh pasangan, Taeyeon secara seksama mengamatinya. Ia masih bingung, apa yang harus ia tampilkan nanti apakah ia harus menari tango? Berdansa? atau modern dance yang sangat menampilkan sisi enerjik? Ahh..pikirannya sangat kalut saat ini.

“Dansa”

Kata yang diucapkan Baekhyun itu memecah keheningan di antara mereka, semua pandangan langsung tertuju pada wajah Baekhyun.

“Kau yakin?” sergah Sehun.

“Ne, dengan sedikit sentuhan ballet dan jazz itu akan baik-baik saja”

“Apa kau sudah mempunyai pengalaman sebelumnya Baekhyun? kau nampak yakin sekali akan hal ini..”

“Tidak, aku hanya pernah mencobanya saja..dan menurutku ini cocok untuk penampilan dance couple..”

Sehun melemparkan pandangannya pada Chanyeol dan Taeyeon, berusaha mencari jawaban dan kesepakatan atas usul Baekhyun barusan. Detik selanjutnya Chanyeol menganggukan kepalanya tanda setuju. Sementara Taeyeon masih terdiam dan hanya mengerjap-ngerjapkan matanya. Ia melemparkan pandangannya pada Baekhyun, menelusuri apa yang terbaca dalam mimik wajah tampannya itu. Baekhyun memberikan seulas senyum padanya dan ada sebuah keyakinan yang ia berikan pada Taeyeon lewat senyumnya itu.

“N-ne..aku setuju, aku setuju dengan konsep itu..”

Sehun menghela nafasnya sejenak, jika keadaannya seperti ini maka keputusan terakhir pun sudah bisa ditetapkan.

“Baiklah, konsep yang akan dipakai untuk penampilan tari adalah dansa. Sejujurnya aku sedikit malu..karena awalnya yang akan mengajukan konsep adalah dari pihak kami..tapi ternyata Baekhyun sudah tahu konsep apa yang pantas berdasarkan pengalamannya, terima kasih Baekhyun, selamat bekerja sama dengan kami..”

Sehun menyodorkan tangannya pada Baekhyun untuk berjabat tangan, dan uluran tangan itu disambut baik oleh Baekhyun.

“Lalu, kapan kalian mulai berlatih?” pertanyaan Chanyeol membuat semua perhatian tertuju padanya.

“Hari ini juga bisa..lebih cepat lebih baik kan?” saran Sehun.

Taeyeon sedikit terkejut akan saran Sehun, ia belum siap untuk latihan hari ini.

“Tunggu Sehun, aku tidak membawa baju ganti untuk latihan hari ini..ini terlalu mendadak, jadi aku belum mempersiapkan sama sekali..”

“Mudah saja..kau pakai saja baju olahragaku, aku menyimpannya di lokerku dan itu belum dipakai sama sekali..tenang saja bajuku bersih..”

“Hmmm, baiklah kalau begitu”

“Nah, sekarang kita langsung saja ke ruang latihan..aku akan menyiapkan propertinya di sana”.

***

Waktu sudah menunjukkan pukul empat sore, suasana lingkungan sekolah semakin terasa sepi karena murid-murid sebagian besar sudah pulang ke rumahnya masing-masing. Kali ini Sehun, Chanyeol, dan Baekhyun sudah berada di ruang latihan. Sementara Taeyeon masih di ruang ganti untuk mengganti bajunya.  Ruang latihan yang akan dipakai ini cukup luas dan di dalamnya terdapat beberapa cermin berukuran besar, sejauh ini fasilitas di ruang latihan sangat mendukung untuk kegiatan latihan mereka berhubung ruang latihan ini multifungsi, selain dipakai oleh latihan dance, ruang ini juga dipakai untuk latihan teater.

Chanyeol dan Sehun berkutat dengan laptop beserta pengeras suara untuk musik pengiring yang akan dipakai untuk latihan. Sementara Baekhyun hanya berdiri dengan kedua tangan yang dimasukkan ke dalam saku celananya, mengamati setiap sudut di ruangan latihan ini.

Pintu bergeser, dan menampakkan sosok Taeyeon dari balik pintu. Gadis itu memasuki ruangan perlahan..gesturnya menunjukkan sebuah rasa malu karena apa yang kini dikenakannya.

“Sehun..baju ini kebesaran di badanku..”

Taeyeon menaruh tasnya asal di lantai dan ia menunjukkan penampilannya saat ini pada Sehun sambil merentangkan kedua tangannya. Kini Taeyeon mengenakan sebuah t-shirt berwarna putih dan celana olahraga berwarna hitam, dan rambutnya yang tadi tergerai kini diikat dengan gaya pony tail. Baju itu memang terlalu besar untuk Taeyeon, hingga bahu Taeyeon terekspos karena kerah baju Sehun yang begitu besar di lehernya. sejujurnya, Taeyeon terlihat sangat seksi karena dengan penampilannya saat ini. Bukan hanya perhatian Sehun yang teralihkan, tapi Baekhyun dan Chanyeol juga sejak tadi memandangi gadis itu.

Tanpa terasa, rona merah muda muncul di wajah putih Sehun. Ia segera menghampiri Taeyeon dan melipat lengan baju Taeyeon yang panjangnya mencapai siku itu.

“Arraseo, sementara untuk hari ini pakai ini saja ya? besok kau jangan lupa untuk membawa baju ganti..”

“Ne, tapi jangan mengejekku karena badanku yang terlalu kecil ini..”

“Makanya kau harus makan lebih banyak agar badanmu tidak kuejek kecil lagi..”

“Ekhm!”

Sebuah suara menginterupsi percakapan antara Taeyeon dan Sehun, pemilik suara itu adalah Baekhyun. Ia terlihat sedang membuka kemeja putihnya dan menampakkan kaus berwarna hitam ketat yang melekat di tubuhnya.

“Bisakah kita mulai sekarang?” ujar Baekhyun sambil melemparkan seragamnya asal.

“Ne, tentu saja..” jawab Taeyeon sambil berlari kecil mendekati Baekhyun.

Baekhyun menatap lekat gerak-gerik Taeyeon yang semakin mendekatinya, sejak tadi perasaannya terus bergejolak melihat Taeyeon yang jaraknya sangat dekat dengannya. Namun di dalam hatinya juga tersimpan amarah yang meletup akibat interaksi Taeyeon dan Sehun yang berada tepat di depan matanya.

Kini posisi Taeyeon dan Baekhyun saling berhadapan satu sama lain. Mereka masih terdiam dan masih enggan untuk memulai, hanya interaksi lewat tatapan yang mereka lakukan. Semakin lama, Baekhyun merasa hampir tenggelam dalam tatapan Taeyeon yang teduh itu. ia merasakan sedikit rasa sesak dalam rongga dadanya, sebelum itu berlanjut ia memalingkan wajahnya ke arah lain.

“Maaf, sebelumnya kami membutuhkan privasi untuk memulai latihan..bisakah kalian meninggalkan kami berdua untuk sementara?”

Chanyeol dan Sehun sedikit terkejut akan permintaan Baekhyun itu. Memangnya latihan dansa harus seintim itu?

“Lalu bagaimana dengan musiknya Baek?” Tanya Chanyeol sambil menatap lurus pada namja berambut hitam itu.

“Tenang saja, aku yang akan mengaturnya..”

“Baiklah kalau begitu, ayo Sehun kita keluar sekarang..”

Chanyeol merangkul pundak Sehun dan membawanya berjalan mendekati pintu.

“Ah, ya satu lagi untukmu ketua OSIS..kemungkinan latihan ini akan sampai malam..kau tidak perlu menunggu kami hingga selesai latihan, aku yang akan mengantar nona Kim ini pulang ke rumah..”

Langkah Sehun langsung terhenti. Ia memalingkan wajahnya dan menatap manik namja bermarga Byun itu. Apa yang dia inginkan?  Kenapa ia seolah mengambil alih semua tugasnya? Tanpa menghiraukan perkataan Baekhyun, Sehun menatap Taeyeon untuk memastikan bagaimana pendapat gadis itu. Beberapa detik kemudian gadis itu menganggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa ia setuju akan apa yang dikatakan Baekhyun.

“Iya Sehun, kau boleh pulang duluan..sejak kemarin  kau kurang istirahat..tak apa, aku akan baik-baik saja” ujar Taeyeon sambil tersenyum manis padanya.

Mendengar itu, Sehun tak bisa bereaksi apa-apa lagi selain menganggukkan kepalanya sebagai perwakilan kata “Iya” darinya. Ia kembali melanjutkan langkahnya bersama Chanyeol menuju keluar ruangan.

“Sial, kenapa aku tidak menyukai keberadaannya?” rutuk Sehun dalam hatinya.

***

Baekhyun dan Taeyeon melakukan pemanasan selama beberapa menit sebelum memulai latihan utama, hal ini dilakukan untuk mencegah cedera dan menghilangkan kekakuan di antara keduanya. Wajar saja, ini semua karena mereka baru mengenal satu sama lain, walaupun pada kenyataannya Baekhyun sudah tahu betul siapa Taeyeon.

Selesai pemanasan, mereka kembali berhadapan. Taeyeon masih menyimpan kebingungan di dalam pikirannya untuk memulai hal ini. Ia hanya berdiri sambil menatap Baekhyun.

“Baek..aku masih bingung bagaimana memulainya..bisakah kau memberiku sedikit penjelasan?”

Tiba-tiba Baekhyun melingkarkan sebelah tangannya di pinggang ramping Taeyeon dan membawa tubuh gadis itu merapat dengan tubuhnya.

“Kau pernah melihat orang berdansa Taeng?”

“N-ne..pernah”

“Seperti itulah..kita akan memulainya”

Tangan Baekhyun menuntun kedua tangan Taeyeon untuk melingkari lehernya. setelah itu kedua tangan Baekhyun memeluk erat pinggang Taeyeon dan membawanya untuk bergerak mengikuti langkah-langkah dansa sesuai dengan irama musik. Taeyeon merasakan jantungnya berdegup kencang dalam posisi ini, sebelumnya ia belum pernah sedekat ini dengan seorang namja..walaupun ia dengan Sehun sering berdekatan, tapi tidak pernah seintim ini.

Kedua pasang manik itu bertatapan dan saling menyelami satu sama lain. terkadang deru nafas masing-masing pun terasa di antara wajah mereka berdua karena jarak yang begitu dekat. Beberapa lama mereka seperti itu, hingga selanjutnya Baekhyun mengangkat tubuh Taeyeon, dan gadis itu sangat terkejut akan hal itu. ia sama sekali tidak menduga Baekhyun akan melakukan gerakan segesit ini.

“Baek! Apa yang kau lakukan? Aku begitu terkejut karena gerakanmu yang tiba-tiba itu”.

Taeyeon melayangkan protesnya saat kedua telapak kakinya menapak kembali di atas lantai.

Baekhyun mendecih lalu meraih dagu Taeyeon agar tatapan gadis itu semakin fokus padanya.

“Kau harus menyerahkan seluruh tubuhmu padaku! Untuk sementara ini ikuti apa yang kulakukan dan sedikit demi sedikit kau keluarkan kemampuan menari mu sesuai intuisimu, dengan begitu kita akan membuat sebuah perkembangan untuk latihan kita hari ini, mengerti?”

Baekhyun menatap Taeyeon dalam berusaha meyakinkan gadis itu. sejenak ia melihat Taeyeon memejamkan matanya, nampaknya ia berusaha meredam dan menyeimbangkan perasaannya tadi setelah sempat kaget karena gerakan Baekhyun yang tiba-tiba. Tak lama gadis itu pun mengangguk dan kembali menatap Baekhyun.

Kedua insan itu kembali melakukan gerakan dansa, namun kali ini lebih dinamis dengan variasi beberapa gerakan tambahan. Semakin lama ritmenya semakin teratur dan menghasilkan gerakan yang indah dari keduanya. Namun, ada suatu hal aneh yang dirasakan oleh Taeyeon. Apakah ini hanya perasaannya saja atau ini sebuah kenyataan? Sejak tadi ia merasakan Baekhyun mendaratkan ciuman lembutnya di tubuh Taeyeon. Ia merasakan ciuman-ciuman itu di bahu, leher, dada, perut dan lainnya. Tangannya pun dengan halus membelai setiap inci tubuh Taeyeon dan menimbulkan getaran aneh di dalam dirinya. Rasanya..seperti..sebuah aliran hasrat Baekhyun yang hanya ditujukan untuk dirinya.

Kali ini wajah Taeyeon kembali berhadapan dengan wajah Baekhyun. Jemari Baekhyun menelusuri setiap inci wajah Taeyeon dengan lembut, hingga tanpa sadar Taeyeon memejamkan matanya akibat sentuhan halus yang Baekhyun lakukan padanya. Samar-samar ia melihat jari-jari Baekhyun yang membelainya, dan ia mendapati jemari Baekhyun yang begitu indah dan lentik bak seorang perempuan. Wajah tampan Baekhyun hanya beberapa sentimeter di hadapannya, pandangan namja itu tak pernah lepas dari dirinya..dan ia merasakan tatapan kerinduan yang sangat dari dua manik sehitam malam itu. Taeyeon seakan terhipnotis oleh perlakuan dan tatapan Baekhyun yang hanya ditujukan padanya, dalam hatinya ia mulai mengagumi sisi estetik dari teman barunya ini.

“Baekhyun..sebenarnya kau siapa?”

***

Malam semakin larut, rasa letih mulai menyapa kedua insan yang sejak tadi fokus pada latihannya. Peluh semakin kian membasahi permukaan kulit mereka dan deru nafas yang mulai tidak teratur itu menandakan bahwa rasa lelah mulai menguasai raga mereka masing-masing. Taeyeon mendudukkan dirinya di lantai, tetes keringat perlahan mengalir dari pelipisnya, ia meraup oksigen sebanyak-banyaknya paru-parunya terasa sesak saat ini.

“Baekhyun..aku lelah, kita istirahat dulu ya..”

Baekhyun yang beberapa menit yang lalu beranjak dari hadapan Taeyeon, kini telah mendudukan dirinya di hadapan Taeyeon. Ia menyodorkan sebuah botol minum dan Taeyeon segera menerimanya, lalu meminum isi dari botol itu.

“Nampaknya kita cukupkan saja sampai sekarang, lagipula sekarang sudah malam..dan kau pun perlu istirahat. Aku tidak mau tubuhmu itu semakin kecil akibat latihan yang kita lakukan ini”

“Yaa! Kenapa kau mulai seperti Sehun? Tenang saja..aku tidak akan kehilangan beberapa kilo hanya karena latihan ini. Mmm.. Baekhyun, apa sebelumnya kau seorang penari atau klub anggota dance di sekolahmu sebelumnya? Kau mahir sekali melakukan hal ini dan menciptakan gerakan-gerakan menakjubkan yang tak pernah kulihat!”

Baekhyun tersenyum mendengar pertanyaan Taeyeon barusan. Ia bukan seorang penari, ataupun seorang anggota klub dance di sebuah sekolah. Karena sebelumnya pun ia tidak pernah masuk di sebuah sekolah seperti yang ia lakukan saat ini.

“Bukan, aku bukan termasuk dari salah satu kategori yang telah kau sebutkan tadi. aku hanya..sering melakukannya dengan seseorang”

Taeyeon mengernyitkan alisnya heran, dengan siapa Baekhyun melakukan ini hingga kemampuan dansanya sangat luar biasa?

“Seseorang? siapa itu?”

Baekhyun menghela nafasnya perlahan, dan memalingkan wajahnya dari Taeyeon.

“Seseorang yang mirip sepertimu..” ujar Baekhyun perlahan.

“Seseorang yang apa?” sergah Taeyeon karena ia tidak mendengar dengan jelas ucapan Baekhyun barusan.

Tanpa merespon pertanyaan Taeyeon, Baekhyun bangkit dari posisi duduknya lalu mengulurkan sebelah tangannya pada Taeyeon.

“Sudahlah, kajja kita pulang sekarang”

Taeyeon meraih tangan Baekhyun yang mengulur padanya, lalu tangan mungil Taeyeon perlahan menggenggam jemari lentik Baekhyun yang membantunya untuk berdiri dari posisi duduknya. Namun tanpa diduga, Baekhyun menarik tubuh Taeyeon dengan cepat hingga akhirnya tubuh gadis itu bersentuhan kembali dengan tubuh Baekhyun, tak ada lagi jarak di antara mereka kini. Taeyeon bisa merasakan tangannya menyentuh dada bidang Baekhyun, dan kehangatan tubuh namja ini mulai merambat ke tubuhnya. Aroma tubuh Baekhyun yang maskulin itu kembali menyapa indra penciuman Taeyeon.

“Aku tunggu kau beberapa menit lagi di depan gerbang sekolah” ujar Baekhyun sambil menatap Taeyeon lekat, dan setelah itu ia merenggangkan jarak tubuhnya dari tubuh Taeyeon dan melangkah keluar ruangan meninggalkan gadis itu.

Jantung Taeyeon berdegup dengan irama yang tak beraturan, dan tanpa sadar pipi Taeyeon memanas dan meninggalkan rona kemerahan di wajahnya.

“Dia..apa selalu melakukan tindakan yang tidak terduga seperti ini?”

***

Selesai berganti pakaian, Taeyeon segera berjalan menuju pintu gerbang sekolah. Setibanya di sana, Taeyeon melihat sebuah mobil hitam yang terparkir di luar gerbang sekolah. Taeyeon melihat sekeliling untuk mencari sosok Baekhyun, namun pandangannya sama sekali tidak menangkap sosok Baekhyun dimanapun. Kemudian, kaca mobil hitam di depannya bergerak turun dan menampakkan sosok wajah yang familiar bagi Taeyeon.

“Baekhyun?!”

Namja itu menatap Taeyeon dari dalam mobil, seulas senyum terukir di bibirnya.

“Masuklah, di luar semakin dingin..”

“Aku tak mengira kau membawa mobil ke sekolah Baek..kau memang selalu tidak terduga”

Taeyeon berlari kecil untuk menghampiri mobil Baekhyun, ia membuka pintu mobil dan masuk ke dalamnya. Tak lama setelah Taeyeon masuk, mobil itu bergerak dan mulai meninggalkan lingkungan sekolah.

Suasana di dalam mobil, terasa hening karena tak ada yang mengeluarkan sepatah kata pun.

“Taeng, apa kau tidak heran kenapa aku tidak bertanya alamat rumahmu dimana?”

Hening, tak ada respon dari pertanyaan Baekhyun barusan. Saat Baekhyun melirik ke sebelah kanannya ia mendapati Taeyeon tengah tertidur, dengan wajah yang menghadap kepadanya. wajah tidur Taeyeon terlihat damai, meskipun tersirat keletihan di wajahnya. Baekhyun tersenyum dan terus mengemudikan mobilnya menembus hamparan jalan yang terbentang malam ini.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, mobil Baekhyun menepi. Ia segera mematikan mesin mobilnya dan melihat keadaan Taeyeon. Sesuai tebakan Baekhyun, ternyata gadis itu masih tidur. Baekhyun membuka sabuk pengamannya lalu mendekatkan dirinya pada Taeyeon. Dalam jarak yang sangat dekat itu ia menatap wajah Taeyeon. Hembusan nafas Taeyeon yang lembut pun sesekali menerpa wajahnya. Cantik, sangat cantik..berkali-kali Baekhyun memuji kecantikan makhluk yang sangat dicintainya ini. Suasana dan hawa hangat dalam mobil perlahan menuntun Baekhyun untuk mendekatkan wajahnya lebih dekat..dan lebih dekat lagi dengan wajah Taeyeon..lalu..

Kedua manik indah itu pun terbuka, dan menatap lurus pada manik kelam Baekhyun.

“Baekhyun?”

To Be Continued…

 

^^ Halo semuanya..SuntQ di sini, sebelumnya saya meminta maaf atas keterlambatan yang sangat atas chapter 3 ini..haha, banyak hal yang menghambat saya untuk menyelesaikan chapter ini, tapi akhirnya selesai juga..haha #KetawaSeneng.

Pasti reader bertanya-tanya siapa gadis yg bernama Erika yang bersama Baekhyun itu?? kalo readernim tahu banget seluk beluk tentang Taeyeon, pasti familiar dengan nama Erika ini. untuk penjelasan selanjutnya mengenai Erika ini, akan ada di chapter selanjutnya..

Bagaimana reader-nim suka dengan kelanjutan DWLM? Kalo ada yg lupa alur ceritanya silakan baca lagi Chapter 1 dan 2 kalo ada waktu..kalo nggak ya gak papa.. -_-

Please be nice guys, already read? Comment pleaseeee [dont be a SiDers]..thankyou ^^

Advertisements

90 comments on “Devil Who Loved Me (Chapter 3)

  1. Aigoo, emang dansa harus sampe segitunya ya? cari kesempetan amat -,- Suka bagian sehun bilang “sial, aku tidak menyukai keberadaannya” . muehehe, keren deh. Sehun cemburu yaaa?? oiya, aku bingung. Erika nama inggris taeyeon kan? berarti tunangan baekhyun itu taeyeon (?) atau emang hanya mirip atau punya kesamaan identik aja? aku penasaran 😦 gabisa nebak juga 😥 next nya jangan lama lama authorrr!!! fighting, ne?

  2. Itu Baekhyun perrrrrverrrrttt.. Sehun cemburu yahh Baekhyun dekat-dekat Taeng eonni? #Lol next kutungguuu thorr 🙂

  3. baekhyun iblis??
    benarkah? apakah baek itu iblis yang pergi ke dunia manusia karena ada seseorang yang menyerupai kekasihnya erika? dan orang itu adalah taeyeon??
    hehe sepertinya sehun dah mulai cemburu nih ma baekhyun yang deket” ma taeng kekeke
    tapi eh tapi kok baekhyun agresif yaa saat dansa, itu perasaan taeng aja atau gimana yang merasakan kalo baek itu mengecup bahu, leher, dada, perut dan lain-lain milik taeng??
    ckckck, jadi semakin penasaran nih ma siapa sebenarnya tuh baek dan kelanjutan nih ff
    next updatenya ditunggu loh thor jangan lama” yahhh~

  4. aah taeyeonn kenapa bangunnn *gigit guling* nnti baekhyun nggak jadi ngasih kiss deh XD /byuntae mode on/ wkwkwk itu gimana kejadiannya si baekhyun nyampe ke bumi? ._. pleasee update soon yaa authornimm,banyakin juga baekyeon momentnyaa 😀

  5. Keren thor’-‘b Di tunggu next chapternya :v pdhl gak ngikutin dari chap 1 tapi lgsg baca chap 3 aja udah keren kkk~ FIGHTING THOR!!~ updatenya jgn kelamaan ya wk

  6. aigoo eonni, lama banget ya nongolnya.. pas awal baca chap ini rasanya panas, tapi pas kebawah lagi, adem bangett, duhh papi sweet >< next nya jangan kelamaan ya thor 😀

  7. Aaaaaaaaa pengen teriak rasanya.. sumpah demi apa.. aku baca ini senyum2 sendiri bikin melting bikin iri.. so sweeeeet bangeeett
    lanjut ya thooor

  8. Bagus thor ffnya , bkin gk bosen bacanya . Sumpah ceritanya seru aku blom baca part 1dan2 lngsung ke part ini *mianhe*. Baekyeon sweet bnget sih , bkin iri aja -_-
    Pliss update soon 🙂
    Hwaiting Athor 🙂

  9. late comment author-____-sempat bingung dan lupa jalan ceritanya hehehe maafkan saya author XD next chapter sangat ditunggu. FIGHTING!

  10. Pingback: Devil Who Loved Me (Chapter 4) | All The Stories Is Taeyeon's

  11. Pingback: Devil Who Loved Me [Chapter 5a] | All The Stories Is Taeyeon's

  12. Pingback: Devil Who Loved Me | baekkitaengoo

  13. Uwaaaaahhhh kerenn Thor pemilihan kata2nya itu loh keren banget . Apa yang terjadi sama erika Thor ? Keep writing ya Thor ❤❤❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s