My Sadness is Your Happiness (Chapter 1)

63

Author : Oh Kyuri_76

Title : My Sadness is Your Happiness

Genre : Romance, Hurts, Friendship, Family, School of Life

Rating : PG 15 + ( Bisa berubah sewaktu-waktu )

Main Cast : Kim Taeyeon ( SNSD ), Cho Kyuhyun  ( SJ )

Other Cast : Silahkan temukan sendiri

Disclaimer :

          Attention ! This is just a fanfic, don’t think to much ! All of the cast it’s belong to God, their parents, them selves, and fans too ! Remember ! Please, don’t be a plagiator ! No bashing ! And then, give me your comment after read this fanfiction ! Thank you ^^

Author Note’s :

          Sebuah fanfiction dengan alur cerita penuh pertanyaan, terselip sebuah rasa penasaran, seseorang dengan watak keras dan periangnya, semua itu telah author rangkum didalam FF ini. So, enjoy and relax this !

Summary :

“ Yeah, aku memang membencinya. ”

WARNING !!! TYPO !!!

^ Happy Reading ^

Tidak ada yang sempurna di dunia ini.

Mustahil, jika memang ada, maka dimana ? Maka siapakah dia ? Tunjukkan !

Sejauh mata memandang, tidakkah ada yang menakjubkan.

Disana, disini, hati yang terluka menjadi saksi bisu tentang kematian.

Kematian yang direbut oleh Sang Pencipta.

Aku merindukannya, merindukan sesosok insan yang selalu menemani sisi.

Derasnya hujan, kencangnya tiupan angin, semua itu tak lagi berpengaruh.

Gerangan mana yang mampu melunturkan semua itu ?

Jika takdir berkata ‘tidak’, maka aku akan berkata ‘iya’.

Sungguh …

Aku memilihnya, memilih untuk mengikuti kepergiannya.

Ditempat manakah harus aku pijaki kaki ini ? Dimanakah dia ? Dimana ?

Persetan kau, aku akan pastikan kita bertemu.

Ya, bertemu, dan itu pasti.

Bila saat itu sudah datang, aku akan merangkul dan memberimu kebahagiaan.

Kau menerima pesanku, pesan untuk menjemputmu kembali.

Kim Taeyeon ~

***

– Author POV –

Suara berintonasi tinggi dengan nada takjub tak pernah berhenti menyapanya. Bahkan, semua siswa dan siswi rela membuat banner dengan memajang photo close-up gadis tersebut. Kemenangan yang membawa nama baik Seoul Senior High School itu menjadi tanda bahwa seorang dari keluarga ‘Kim’ mampu mengharumkan runtunan sebuah sekolah.

Dia tidak pernah merasa bangga, justru sedih mendapatkan predikat sebagai ‘The Best Student of This Year’ dari kepala sekolahnya, secara langsung. Sebab tak mendukung untuknya berkomunikasi dengan insan itu, ia paham bagaimana kondisi saingannya saat ini.

“ Selamat, eoh ? Kau benar-benar berhasil, Taeng ! ” seru salah seorang sahabat karibnya, ia bernama lengkap ‘Kwon Yuri’, gadis berparas manis dengan mata memukau.

“ Gumawo. ” jawab Taeyeon – pemenang sajak puisi tahun ini – dengan nada sendu.

Yuri mengubah ekspresi wajahnya sesaat, “ Melihatmu pagi ini, aku rasa ada yang tidak baik. ”

“ Aniyo. ”

“ Kau tahu aku ini gadis yang bagaimana, bukan ? Ceritakanlah padaku … ” desak Yuri sembari mengambil tempat disamping Taeyeon. Latar mereka adalah sebuah ruangan berdinding putih, aroma khas berbagai bahan herbal dan kimia ada ditempat itu. Chemical Laboratory, begitulah nama yang terpampang pada papan diatas pintu masuk berbahan dasar kayu tersebut.

“ Gwaenchana, aku hanya lelah. ” diambilnya segelas perasan air lemon didepannya, lalu ia masukkan ke dalam zat berwarna merah. Yuri memperhatikan wajah Taeyeon dengan teliti, matanya sedikit sembab, dan kulitnya yang putih semakin memucat.

“ Jeongmal ? Kau … Tidak sedang patah hati, ‘kan ? ”

Taeyeon langsung terhenti dari aktivitasnya, ditatapnya mata Yuri penuh kebingungan. Maknanya, sahabat karibnya yang satu itu sudah mengetahui hal apa yang merasuki pikirannya saat ini. Dengan penuh keteguhan, ia pun mulai menjawab, “ Ha, patah hati ? Tidak pernah aku rasakan, Yuri-ah. ”

“ Oh … Lalu, apa itu ? ” jemari telunjuk Yuri mengarah pada kantung hitam dibawah matanya, jika diperhatikan dengan seksama, Taeyeon terlihat seperti orang penyakitan.

“ A-apa ? ”

“ Ck, kau tidak bisa menipuku, Kim Taeyeon. ” keluh Yuri seraya memfokuskan pandangannya ke depan, ia tampak memperhatikan perubahan perasan air lemon yang sudah tercampur dengan zat berwarna merah itu, mereka menyebutnya ‘Effective Changed’.

Taeyeon tersenyum menanggapi, “ Bukan patah hati, hanya kurang istirahat. ”

“ Istirahat sehabis patah hati. ” sambung Yuri mengoreksi. Lawannya terkekeh pelan, ternyata tidak mudah berdebat dengan gadis tunggal dari keluarga ‘Kwon’.

“ Ah ya, aku akan mengunjungi rumahmu sore ini. ”

Taeyeon menolehkan kembali kepalanya, “ Bukankah setiap hari kau selalu pergi ke rumahku ? ”

“ Yeah, tapi sore ini … Aku akan mengajak seseorang. ”

Taeyeon tetap mencampurkan segala macam zat dengan tenang, ia tak berniat bertanya siapakah orang yang Yuri maksud itu. Jika orang itu adalah teman Yuri, apa hubungannya dengan Taeyeon ? Rumahnya juga sangat megah, mungkin Yuri ingin meminjam separuh dari bagian rumahnya untuk bercakap-cakap.

“ Kau mengenalnya, Taeyeon. ” ujar gadis itu, kali ini dengan suara rendah. Lantas Taeyeon pun berpaling menatapnya, menaikkan alis kirinya, seakan bertanya “ maksudmu ? ”.

“ Cho Kyuhyun, lelaki tampan dan kaya raya. Kau pasti tertarik padanya. ”

Taeyeon menarik sudut bibirnya, bukan senyuman manis yang terlihat, melainkan sebuah senyuman tak peduli yang tertangkap. Yuri mengernyit heran, selama ia menuntut ilmu di sekolahnya, baru Taeyeon saja yang merespon dengan begitu simple tentang lelaki bernama ‘Kyuhyun’, bahkan dapat dibilang acuh tak acuh.

“ Ya, kau mengenalnya, ‘kan ? ” tanya Yuri memastikan.

Taeyeon mengangguk, “ Aku tahu nama itu. ”

“ Wajahnya ? ”

Gadis itu menggeleng, “ Tidak. Dan tidak ingin tahu. ”

Yuri memutar asal bola matanya. Karena mereka sedang berada didalam Laboratorium, maka Yuri tidak bisa menggunakan suara kerasnya, bisa-bisa Shion sosaengnim marah besar dan menghukumnya untuk mengelilingi lapangan bola basket sebanyak 15 kali tanpa jeda, hukuman setimpal bagi siswa-siswi yang tidak bisa mengontrol suaranya didalam ruangan itu.

Taeyeon berhenti menulis, ia mengerutkan keningnya sejenak. Kertas berisi berbagai macam pertanyaan sudah selesai terjawab, sebagai juara paralel antar kelas, tentu Taeyeon dapat menyelesaikan semua soal dengan sangat mudah. Namun ada sesuatu yang janggal, pertanyaan yang tidak pernah ia dapatkan dimata pelajaran lainnya, pertanyaan aneh yang tidak ada kaitannya dengan pembelajaran kimia.

“ Sosaengnim ! ”

Shion sosaengnim lantas berdiri, berjalan menuju bangku Taeyeon, “ Hm ? ”

“ Apa ini ? ”

Shion sosaengnim segera mengeluarkan kacamatanya, dibacanya nomor soal yang Taeyeon tunjuk barusan. Tidak hanya Taeyeon yang heran akan soal itu, bahkan Shion sosaengnim pun juga bingung dibuatnya. Beliau menoleh ke arah Taeyeon, “ Nona Kim, kau benar-benar tidak tahu ? ”

“ Aniyo, sosaengnim. ”

“ Kalau begitu, bagaimana jika kau mendatangi kelasnya saja ? ”

Taeyeon mengernyit, “ Ke-kelasnya ? Aku tidak tahu, sosaengnim. ”

Shion sosaengnim mengangguk-anggukkan kepalanya, mendapati Yuri yang sedang bersantai membuatnya segera mengambil keputusan, “ Nona Kwon ? Bagaimana denganmu ? ”

“ Mwo ? Nde, sosaengnim ? ”

Shion sosaengnim melirik lembaran soal milik Taeyeon, “ Kau jelas mengerti maksudku, nona Kwon. Kalian berdua harus mendatangi dan meminta buku mengenai zat kimia dikelas lain. ”

“ Ah, begitu … Keundae, siapa yang akan meminjamkan buku kepada kita, Taeng ? ”

Taeyeon mengangkat kedua pundaknya, “ Mollasseo. ”

“ Sosaengnim, bagaimana jika Cho Kyuhyun ? Bukankah dia adalah lelaki terpandai dikelasnya ? ” usul Yuri seketika. Shion sosaengnim mengangguk, rasanya sudah cukup menggerakkan kepala tanpa perlu mengatakan ‘iya’.

“ Baiklah, kajja ! ” gadis yang dikenal dengan sifat periangnya itu menarik tangan Taeyeon. Menunduk atau meminta ijin keluar tak mereka lakukan, Shion sosaengnim hanya bisa menghembuskan nafas kasar. Ya, tidak ada yang bisa menentang Taeyeon dan Yuri.

Keduanya sama-sama dilahirkan dari keluarga terpandang, tidak ada sejarah tentang kebodohan atau kemiskinan yang menyerang keluarga mereka. Baik Taeyeon atau Yuri, mereka adalah gadis-gadis beruntung, tidak sedikit pula yang rela mengantri demi mendapatkan hati para gadis kaya raya tersebut.

“ Yuri-ah, tunggu ! ”

“ Mwoyeo ? ”

Taeyeon merapikan kemeja sekolahnya, ia melepaskan tautan tangan mereka dengan terpaksa, “ Selalu saja, kau tidak pernah berhenti memperlakukanku seperti anak kecil. ”

Yuri tertawa merespon, “ Ya ! Kau ini, seperti baru mengenalku saja, Taeyeon. ” ia menyikut lengan Taeyeon dengan kekehan canda, berusaha melunturkan wajah kusut sahabatnya.

“ Ck, aku tidak akan meninggalkan pelajaran dengan waktu yang lama, Yuri. Jadi, tolong cepatlah sedikit, kita masih harus membujuk si Kyuhyun itu, bukan ? ” kalimat itu adalah kalimat terpanjang yang Taeyeon ucapkan selama seminggu belakangan ini. Pasalnya, gadis itu menutup diri dari teman-temannya untuk fokus belajar menghadapi berbagai macam olimpiade.

Yuri berhenti tertawa, ia mengangguk dan mengaitkan lengannya pada lengan Taeyeon. Jika dilihat dari arah belakang, mereka seperti sepasang kekasih yang saling merangkul satu sama lain. Mulailah kedua gadis itu berjalan, mencari kelas tujuan mereka.

“ Kau tahu kelasnya, ‘kan ? ”

Yuri tersenyum simpul, “ Tentu saja. ”

“ Dimana ? ”

“ Aku rasa, kita hanya perlu menaiki tangga itu lagi. ” sahut Yuri takut-takut.

Taeyeon mendelik kesal, “ Apa kau bilang ?! Kita sudah melewatinya sebanyak 5 kali, dan kau- ”

Brakkk !

Yuri tersentak, begitu pula Taeyeon. Mereka melihat pintu kelas didepan sana yang mulai remuk, mungkin penyebab dari kenakalan siswa yang membukanya secara paksa.

“ Dasar tidak tahu aturan. ” cecar Taeyeon sambil melangkah menaiki tangga, mengikuti Yuri yang sudah menaikinya terlebih dahulu.

Grep !

Langkah Taeyeon tiba-tiba tertahan, ia merasakan pergelangan tangannya yang tersentuh oleh sesuatu. Dengan cepat gadis itu menepis ‘sesuatu’ yang dimaksudnya barusan.

“ Ck, tidak berkelas. ”

Taeyeon mengerutkan keningnya, “ Siapa kau ? ” tanyanya dengan suara sarkastis.

“ Seorang manusia yang tidak terima atas tuduhanmu. ”

Taeyeon mendecih kesal, “ Tuduhan ? Kau bercanda ? ” kali ini, gadis itu melipat kedua tangannya dengan angkuh. Taeyeon paling tidak bisa menerima penghinaan, walau hanya sekedar bercanda.

“ Kau tidak merasakannya ? Padahal, kau baru saja menganggapku sebagai orang yang tidak tahu aturan. Dan dengan angkuh kau tidak mengakuinya ? Lucu sekali. ”

Taeyeon menatap tajam sosok dihadapannya, “ Sayangnya kau adalah seorang gadis, sama sepertiku. Jadi, tolong maafkan aku karena tidak bisa membuatmu bungkam. ”

Gadis dengan papan nama ‘Im Yoona’ itu mendecakkan lidahnya, “ Kim Taeyeon, gadis terpandang yang sudah berhasil meraih gelar ‘The Best Student of This Year’, benar begitu ? ”

“ … ”

“ Tak dapat aku percaya, ternyata selera para pengajar sangat rendah. ” sambung Yoona kemudian. Ia merasakan aura gelap muncul pada diri Taeyeon, persis seperti tujuan semula.

“ Terima kasih. ” dengan dua kata itu, Taeyeon berjalan menjauhi Yoona. Menyusul kepergian Yuri yang tak tahu kemana. Sialan, seharusnya Taeyeon memberikan sedikit pelajaran untuknya. Sambil menunduk, gadis itu terus menggeram dalam hati. Hingga ia tak melihat seseorang yang sedang bersandar didepannya.

Bukkk !

“ Ah ! ”

Lelaki, lebih tepatnya begitu. Ia langsung panik melihat seorang gadis terjatuh karena membenturnya. Disejajarkannya posisi tubuh mereka, “ Gwaenchana ? Kau terluka ? Mianhae, aku tidak tahu jika kau ingin berjalan disebelah sini. ”

Taeyeon mengangguk, “ Nde. ” jawabnya tak ingin berbasa-basi. Lantas ia pun mencoba berdiri, dibantu dengan si lelaki yang merangkul erat lengannya.

“ Gumawo. ”

Lelaki itu mengangguk, lalu dilanjutnya dengan tersenyum, “ Mianhae, karena aku … Kau pasti kesakitan sehabis terjatuh, benar bukan ? ”

Taeyeon membalas tatapan khawatir lelaki itu, “ Aniyo, aku baik-baik saja. ”

“ Baiklah … Aku Kyuhyun, Cho Kyuhyun. ” tanpa sadar lelaki itu memperkenalkan diri. Taeyeon yang sibuk membersihkan kemejanya segera menatap lekat wajah lawannya.

“ Kyuhyun ? Ka-kau … Jadi, kau adalah lelaki itu ? ”

Kyuhyun mengerutkan keningnya, “ Mianhae, aku tidak mengerti. ”

“ Ah, apa kau mempunyai buku kimia ? ”

Kyuhyun mengangguk sebagai jawaban, “ Waeyeo ? ”

“ Boleh aku meminjamnya ? Aku membutuhkannya sejenak. ”

“ Ya, tentu saja. ” Kyuhyun masuk ke dalam ruangan, dan ternyata, ruangan itu adalah kelasnya yang terletak disudut koridor.

Lama Taeyeon menunggu, ia meremas ujung kemejanya dengan bibir mengatup. Khawatir Kyuhyun hanya mengerjainya saja, tak heran jika Taeyeon sedikit gugup ketika orang-orang tidak ia kenal menyapanya dengan santun dan senyum.

“ Cha ! Ini dia, maaf membuatmu menunggu, nde ? ”

Taeyeon meraih buku bersampul hitam dengan berbagai macam zat yang seakan tertuang disana, “ Inikah buku kimia itu ? ”

“ Benar. ”

“ Aku boleh meminjamnya, ‘kan ? ”

Kyuhyun mengangguk, “ Tapi, jika aku boleh tahu, untuk apa kau meminjamnya ? ”

“ Shion sosaengnim, dia yang menyuruhku meminjam buku ini kepadamu. ”

“ YA !!!!! ”

Taeyeon membalikkan badannya, “ Yuri ? ”

“ Aishhh, dari mana saja kau ini, hah ?! ” seru Yuri dengan nafas terengah.

Kyuhyun menatap Yuri dengan wajah datar, “ Kau pasti lelah, ‘kan ? Bodoh, kenapa kau berlari, eoh ? Kwon Yuri, kau tidak akan pernah bisa mengalahkan rekor kecepatan berlariku. ” ledek Kyuhyun sambil tersenyum sinis. Menunggu respon dari gadis yang baru saja tiba itu.

Taeyeon mengerjapkan matanya, ia menatap Kyuhyun dan Yuri bergantian, “ Kalian … Saling kenal ? ” pertanyaan innocent yang pernah Yuri dengar dari Taeyeon, sangat menggelikan.

“ Tentu saja, Taeng. Aku dan anak bodoh itu tinggal bersebelahan, aku dan dia juga masuk disekolah yang sama saat kami berusia 7 tahun. ” jelas Yuri dengan senyum.

“ Ah, jangan-jangan … Teman yang ingin kau- ”

“ Yap ! Taeyeon memang benat-benar pandai, nde ? Dia Kyuhyun, temanku. ” sergah Yuri dengan cepat. Ia memang berniat mengajak Kyuhyun ke rumah Taeyeon untuk menemaninya bercakap-cakap, tentunya seputar Taeyeon dan segala macam kepribadian gadis itu.

Kyuhyun masih bertahan dengan kebungkamannya, sedangkan Taeyeon tertunduk malu. Yuri sendiri malah tertawa puas dalam hati, “ Sudahlah, kami akan mengembalikan bukunya sore nanti, eoh ? ” Yuri menarik tangan Taeyeon dan melambaikan tangannya sebagai tanda terima kasih pada Kyuhyun.

“ Jadi, gadis itu yang bernama Taeyeon ? ” gumam Kyuhyun sambil memandang nanar punggung Taeyeon dan Yuri yang mulai menjauh.

“ Chagiya !!! ”

“ Eh ? ”

***

Semilir angin berhembus damai. Dedaunan pohon bergesekan dengan penuh kelembutan, jatuhnya bunga berwarna merah menyala mendominasi taman belakang sekolah itu. Awalnya tidak ada siapa pun, namun selang beberapa saat, seorang gadis beserta pasangannya datang memecah kedamaian.

“ Aku tidak menyukainya ! ”

“ Kami hanya mengobrol, tidak lebih. ”

Gadis berkulit putih susu itu menggeleng keras, “ Tetap saja ! Kau adalah kekasihku, dan seorang kekasih tidak pantas mengobrol tanpa sepengetahuan kekasihnya. ”

“ Kau mengekangku, Yoona. ” sambung Kyuhyun dengan cepat, dingin, dan penuh penekanan.

“ Kyuhyun … Aku hanya tidak ingin melihatmu menduakanku, hanya itu. ”

“ Menduakan ? Apakah kata itu bisa aku anggap sebagai alasan ? Kau terlalu berlebihan, aku juga memiliki hak untuk berinteraksi dengan orang lain, dan Taeyeon juga termasuk didalamnya. ” jelas Kyuhyun tanpa mempedulikan lagi ekspresi sedih kekasihnya.

“ Mianhae, aku berjanji tidak akan mengatur hidupmu lagi, Kyuhyun. Aku mengerti, selama ini … Aku terlalu berlebihan padamu, tolong maafkan aku, Kyuhyun-ah … ”

Dihadapan wanita, seorang pria memang sangatlah lemah. Sebuah deskripsi yang pantas untuk melukiskan sosok Kyuhyun saat ini, “ Yoona, aku mencintaimu. Abaikan saja soal sajak puisi itu, bukankah kalian sama-sama pandai merangkainya ? ”

Yoona tersenyum pahit, “ Taeyeon jauh lebih pandai dariku. Itulah mengapa aku sangat membencinya. Bahkan hanya dengan melihatmu bersamanya, aku sudah sakit hati, Kyuhyun. ”

“ Kau benar-benar membencinya, hm ? ”

Yoona segera mengangguk, “ Yeah, aku memang membencinya. ”

“ Sekarang lupakan soal Taeyeon, aku mohon … Kau tidak boleh membenci seseorang, arra ? ”

Gadis itu tersenyum tipis, dipeluknya tubuh Kyuhyun dengan erat. Mereka saling mendekap selama beberapa menit, Kyuhyun pikir Yoona akan benar-benar melupakan kemenangan Taeyeon, namun ia tidak tahu, Kyuhyun tidak tahu jika Yoona bukanlah tipe gadis yang mudah menyerah begitu saja.

“ Saranghae, Kyuhyun-ah … ” ujar Yoona setelah pelukan mereka terlepas.

Kyuhyun tersenyum, ia mengecup kening Yoona dengan sayang, “ Nado, nado saranghae … ”

***

Waktu sudah menunjukkan pukul 01.25 siang, hanya menunggu sekitar lima menit lagi, maka seluruh pelajar pun boleh meninggalkan sekolah.

“ Taeyeon, bagaimana dengan bukunya ? ”

“ Kau yang membawa, nde ? Sepertinya masih ada beberapa buku yang belum aku pelajari. ”

Yuri mendengus dari bangkunya, ia masih sibuk membereskan setumpuk buku yang berserakan disana. Sekejap kemudian, bel sekolah berbunyi. Seluruh siswa-siswi berhambur keluar dari kelas, tersisalah Taeyeon dan Yuri yang masih setia didalamnya.

“ Aku rasa, kau tidak perlu datang ke rumahku sore ini, Yuri-ah. ”

“ Nde ? ”

Taeyeon meneguk salivanya sendiri, “ Aku harus mempelajari tugas kimia kita, dan itu pasti akan membutuhkan waktu yang cukup lama. ”

Yuri terdiam, tetapi ia tak menghentikan ocehannya, “ Kali ini, alasan apa yang ingin kau gunakan, hm ? Aku tahu kau berbohong, lagi pula … Shion sosaengnim akan pergi ke U.S.A malam ini, ‘kan ? ”

Skak Mat !

Sial. Taeyeon selalu kalah jika mendebat sahabatnya, walau Yuri bukan gadis terpandai, namun kepintarannya yang tersembunyi itu mampu membuat orang lain tercengang, contoh saja Taeyeon.

“ Arra, datanglah sore ini. ” keputusan Taeyeon berakhir. Yuri mengerling, ia tahu jika dirinya sudah pasti memenangkan perdebatan dengan lawan yang berbeda-beda.

“ Ok, akan aku pastikan rumahmu berantakan, Tae Tae ! ” serunya mengakhiri perbincangan mereka. Yuri sudah berlalu ditelan decitan pintu, hanya ada Taeyeon seorang sekarang. Gadis itu tidak risau dengan kesendiriannya, ia malah menikmati kesunyian yang amat sangat menenangkan itu.

“ Siapa dia …? ” mata dark-brown si gadis menelusuri sebuah kertas berisi gambar seseorang. Taeyeon paham, dia adalah manusia ber-gender perempuan, dan masih terlihat muda, kira-kira berusia sama sepertinya.

“ Apa sebenarnya yang ingin gadis ini lakukan ? ” ia terus bergumam sambil melihat beberapa kertas dengan gambar yang sama. Lagi, lagi, dan lagi, walau hanya sketsa, tapi wajah asli sosok itu masih terlihat.

Tut … Tut … Tut …

“ Tinggalkan pesan setelah anda mendengar bunyi ‘Beep !’ … Beep ! ”

“ Yeobseyo ? Ini aku, Taeyeon … Tolong hubungi aku jika kau mendengar pesanku, nde ? Ada banyak hal yang ingin aku sampaikan, Kkam Jong. Annyeong ~ ”

Tick !

“ Semoga saja bisa … Jebal, bantu aku … ”

Gadis itu memejamkan kedua matanya dengan erat, menikmati terpaan angin yang berhembus melewati tirai jendela di kelasnya. Taeyeon menunduk, sketsa pemberian Yuri menjadi satu-satunya hal yang ingin ia telusuri lebih lanjut. Secara, didalam sketsa itu, seorang gadis dengan wajah samar tengah menudingkan sebuah pisau saat Taeyeon memenangkan kejuaraan sajak puisi tahun ini.

Yuri memang memperhatikan gadis itu sejak lama, maka dari itu, karena ponsel Yuri tertinggal dirumahnya, ia pun menunjukkan kegiatan yang dilakukan ‘si gadis’ melalui sketsa buatannya, terlihat sedikit rumpang dibagian wajah gadis itu, Taeyeon tentu menjadikannya sebagai masalah.

Sayang, ketika Yuri membuatnya tadi, ia tidak menggambarkan pakaian dan identitas yang lebih jelas dari gadis itu. Yang dapat Taeyeon tangkap hanya satu, sebuah kalung berliontin bintang dengan satu titik mutiara dibagian tengahnya. Jelas sekali.

“ Ah … Untung saja Yuri memperhatikan gadis itu, sketsa ini akan memudahkanku untuk mencarinya dilingkungan sekolah. Yeah, pasti begitu. ” ujar Taeyeon ditengah keheningan. Rasa penasarannya tak dapat ia tepis dengan mudah, sebagai gadis berjiwa ‘tenang’, Taeyeon harus mempertahankan emosionalnya, tidak boleh gegabah dalam mengambil keputusan.

Terbersit wajah Yoona sesaat, ia bahkan baru bertemu dengannya tadi. Taeyeon menggeleng-gelengkan kepalanya, berusaha membuyarkan semua pikiran yang berhubungan dengan Yoona. Gadis yang menurutnya sangat angkuh, idiot, dan tidak mempunyai harga diri itu seakan menjadi parasit. Entah apa alasannya.

“ Mungkinkah … Im Yoona ? ”

1 detik …

2 detik …

3 detik …

“ Ck, tidak ! Jika Yoona memang gadis yang menudingkan pisau itu … Lalu, kenapa aku tidak melihat kalung yang ia kenakan tadi ? Aishhh ! Taeyeon bodoh, mana mungkin gadis itu adalah Yoona ! ”

Ia kembali memperhatikan sketsa buatan Yuri, sahabatnya sangat berbakat dalam hal melukis, tak ayal, sosok gadis ‘misterius’ yang menudingkan pisau jauh dibelakang tubuh Taeyeon itu dapat tergambarkan dengan jelas. Kkam Jong, hanya dialah yang bisa mengetahui siapakah gadis itu. Semoga saja.

Drrt … Drrt … Drrt …

Taeyeon tersenyum melihat layar ponselnya, “ Yeobseyo ? ”

“ Noona, aku mendapat pesanmu … Mwoyeo ? ”

“ Kkam Jong, kau bisa membantuku ? ”

“ Hm, memangnya ada apa, noona ? ”

“ Jadi, aku mempunyai sebuah sketsa yang diberikan oleh Yuri. Aku tidak terlalu paham tentang maksud sketsa itu, aku kira … Sebagai lelaki yang pandai melukis, kau mungkin dapat menyimpulkan sketsanya. ” jelas Taeyeon yang tampak benar-benar berharap pada Kkam Jong – saudara sepupunya.

“ Ah, hanya itu saja ? Ok, aku akan mengunjungimu sore ini, noona. ”

“ Mwo ? Sore ini ? ”

“ Nde, wae ? Apa kau tidak bisa ? ”

“ Aniyo, aku akan menunggumu sore ini, Kkam Jong. ”

“ Baiklah … Noona, apa aku boleh meminta sesuatu ? ”

“ Nde, apa yang ingin kau minta, eoh ? ”

“ Siapkan secangkir coklat panas untukku, nde ? Sudah lama sekali aku tidak merasakan coklat panas buatan noona tersayangku … ”

Taeyeon terkekeh geli mendengar suara manja dari sepupunya yang satu itu, “ Arra, arra, aku akan membuatkanmu secangkir coklat panas dan choco cracker kesukaanmu, bagaimana ? ”

“ Aigoo noona … Jeongmal saranghaeyeo !!! ”

“ Nado, Kkam Jong … Baiklah, aku akan memutus sambungannya, nde ? Annyeong ~ ”

“ Baiklah noona, annyeong ! ”

Tut … Tut … Tut …

– To Be Continued –

Author Note’s                             :

Yeah !!! Author membawakan FF tentang KyuTae again ! Oettokhae ? Author memang sengaja meletakkan ‘To Be Continued’ disaat Taeyeon memutuskan sambungan telephone mereka. Sebab, dichapter berikutnya, gadis itu akan mengatakan hal-hal yang cukup membingungkan.

What is that ? Kita akan melihatnya beberapa minggu kemudian, tepat saat chapter kedua sudah author post ^^ || Keep waiting ! Annyeong ~

Advertisements

47 comments on “My Sadness is Your Happiness (Chapter 1)

  1. eiyyy Kwon Yuri dan Kim Taeyeon memang gadis yang sangat beruntung.
    hm Yoona mengapa kau begitu protective pada Kyuhyun?! biasanya laki-laki yang over kali ini wanitanya ckck
    eiyy Kyuhyun ada apa dengan kata kata mu itu? kau suka Taengoo??
    aigoo Jongin-aah kau selalu manja ya , kalau udah ditelpon sama Taengoo – , –
    next chap ditunggu , jangan lama ne ^^
    fighting!!

  2. Sedikit bingung tapi ngerti kok
    bingung nya karena tiba tiba bicarain sketsa gambar yang penggambaran kata nggak jelas
    itu aja. Ceritanya bagus
    lanjut thor ditunggu~

  3. Kyu suka taeng yaaaa? Agak bingung thor tapi ngerti *nahloh* yg nodongin pisau itu yoona? Di tunggu deh next chapternya jan lama” ya thor >< HWAITING! (:

  4. Whoaaa keren!! Itu, itu kyu kekasih yoona ? Aku gk terima #plak
    msih bingung sma ceritanya apalg yg ‘kyu mentap nanar punggung taeng’ itu mnjdi tnda tnya bsar #cieelah
    next nya jgn lma2 ya thor!
    FIGHTAENG!!

  5. Kenapa harus yoona? Sekali” seohyun jadi peran antagonis gitu lhooo
    Tp gpp lah, sempet bingung tapi akhirnya paham…next chap ditunggu!

  6. awalnya sih bingung tingkat dewa, eh sekali diperdalami, ternyata mulai mengerti.. FFnya kereenn, TaeYul sahabatan & Yoona musuhan sama Taeng eonni? Kutunggu apa yang disimpulkan si Kkamjong next chap, keep writing 🙂

  7. bahasanya keren ! aku suka gaya bahasanya , cerita nya juga bagus !
    ayooo cepet update ya thor , pengen baca kelanjutan moment kyutae nyee 😀
    kyuhyun cepet2 putusin yoona dahh
    kekekeke

  8. Daebak thornim ff nya,,, meskipun aku sedikit bingung sih sama ceritanya,,,taeyul sahabatan trs yoong eonni jadi musuhnya tae eonni,,, kyuhyun oppa suka ya sama tae eonni? penasaran deh thornim sama lanjutannya…
    Next chapter ditunggu… 🙂
    Fighting… 😉

  9. dibagian sketsa ada agak bingung,mungkin chap selanjutnya bisa membuka kebingungan ini,,,,tapi dari awal cerita ni bagus thor,agar ga lama bingungnya ma penasaran chap selanjutnya jangan lama update ya!

  10. Yeay yipiii KyUtae hiii nice,, awalnya aku rada bingung bag siapa yg ngomong setelah baca ulang ehh baru paham hehheh jdi disini taeng lagi ngungkap gadis yag jahat ama dia yaa,, trus sii yuri pinter gambar kaann genrenya bakalan seru nihhh,,,, kyu ama yona pacaran isshhh isshh dtunggu next cha banyakin moment kyutae yaahh hiiii

  11. sudah di pastikan yang menudingkan pisau ke taeyeon itu yoona -_- tapi kalung liontin itu??
    jadi.. kyuhyun sama yoona pacaran?? ish.. KyuTae please..
    Updatesoon!Hwaiting!! ><

  12. KyuTae again ~. ~
    duhhhh….
    Kyu oppa pacaran sama Yoona yah?
    ga terima ikkhhhh ><

    Taeng eonni pinter tp…….
    dia gabisa nyembunyiin perasaannya sama Yuri duhh dduhh
    Yuri eonni terlalu peka/?

    eh?
    Taeng eonni abis patah hati sama siapa ???? kok ga dikasih tau?
    Gadis itu…. siapa ?????
    Lanjutin ya thorrr
    jangan lama-lama :-* ❤

  13. kenapa kyuhyun memandang nanar ke taeng??
    apakah dia tau sesuatu atau punya kenangan dengan taeng??
    sepertinya yoona orang yang suka dengki yahh….
    gak mudah melupakan kekalahannya

    next chapnya ditunggu thor
    tapi jangan lama” yahhh~

  14. Keren banget deh jalan ceritanya… Sebenernya bingung dengan ceritanya tapi ini membuat aku penasaran btw ff nasty and handsome husband juga jangan lupa dilanjutin thorr semangaat

  15. Alur ceritanya bagus thor, tapi aku mau kasih saran, sebaiknya bahasanya diperlugas, agar pembaca juga mudah mengerti dengan jalan ceritanya. 🙂

  16. Awalnya agak bingung thor tpi setelah di bca keseluruhanya lumayan ngerti thor hehehe ^^
    Penasaran thor siapa gadis itu? YoonA? or….
    Wahh Taeng abis patah hti sma siapa thor?
    Kenapa kyu hrus ma yoona thor!!!
    woww yuri bisa ngelukis.. keren huhuhu 🙂
    Taeng dsini ceritanya jdi pinter!
    Daebakkkk dah thor tuk chap ini!

    Ditunggu Chapter 2 nya thor ^^ and di publishnya jng lma2 yah thor hihihi 😀
    #Fighting

  17. Yey, Kyutae! I love Kyutae!
    Setelah menunggu lama dan ngubek2 google cari ff yutae yang udah pada kubaca semua, akhirnya ketemu ff baru! Yey!!
    Judulnya, astaga, nyesek. Tapi wajar sih,,,
    keseihanmu adalah kebahagiaanku. Agak kejam ya??
    Sungguh, aku penasaran sama ff ini! Tolong lanjutkan ya, eonni!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s