Pollux [4 : Star Among Stars]

pollux

 

|| Vevo Proudly Present ||

Title : Pollux

Author : ViRadita

Rating : PG-15

Genre : Romance, Friendship, School-life, Sad, Hurt

Lenght : Multichapter

Cast : Kim Taeyeon and Xi Luhan

Other cast : Tiffany Hwang and Jessica Jung

Deslaimer : This story is real made by me, Do not plagiarisme or share withour credit, ย all the cast has owned by Jesus, They parents, also SM Town

A/N : This is the fourth Chapter ! I hope this chapter will reach 100 comment ๐Ÿ˜€ So please help us and help me ๐Ÿ˜€

SORRY FOR TYPO ย DAN MAAF KALAU TERLALU PENDEK, JADI MOHON DI MAKLUMI !

 

Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3

 

 

We love because

it’s the only

true adventure

ย 

– Nikki Giovanni

 

Taeyeon’s POV

 

Will you still love me

When I’m no longer young and beautiful

Will you still love me

When I got nothing but my aching soulย 

I know you will, I know you will

I know that you will

Will you still love me

When I’m no longer young and beautiful

 

Sempurna ! Aku mengakhiri petikan gitarku dan beranjak menuju kantin. Uhh, perutku sudah berbunyi sejak tadi.

“Ahjumma, kue ikan mas apa masih ada?” tanyaku pada ahjumma penjual kantin ini.

“Tentu, kau ingin pesan berapa?” tanya ahjumma itu, aku tersenyum senang.

“Kau tahu porsiku bukan? Seperti biasa ahjumma,” ujarku mengedipkan mata. Ahjumma itu hanya tertawa kecil dan menganggukkan kepalanya. Aku duduk disudut kantin, karena hanya tersisa tempat ini saja. Aku mengambil ponselku dan membuka layar nya.

“5 panggilan tak terjawab? Oh, yang benar saja!” gumamku. Apa ini ? Semua panggilan ini hanya dari Jessica si tukang tidur itu.

“Yak!” aku terkejut dan mengadahkan kepalaku. Setelahnya aku memutar bola mataku kesal. Baru saja dibicarakan, anak ini sudah muncul.

“What?” tanyaku.

“Kau ini tak ada rasa bersalah ya?! Aku sudah menelpon 5 kali dan kau tidak menjawab tapi sibuk memesan makanan dikantin!” ketus Jessica. Oke, dia sedang marah dan cara paling ampuh menenangkannya adalah membelikannya kimbab rumput laut. Aku tahu betul makanan itu benar-benar menjadi favoritnya.

“Duduklah, aku akan pesankan kau kimbab rumput laut,” ujarku. Seperti yang kuduga, Jessica dengan semangatnya duduk dihadapanku dengan senyum mengembang dibibirnya. Ck~ Dasar!

“Lalu ada apa kau menelpon ku 5 kali? Informasi penting kah? Jika tidak penting, tolong jangan ulangi lagi,”ujarku berusaha menahan emosi.

“Sudah jangan banyak bicara! Dengarkan rekaman ini!” ujar Jessica menyerahkan earphone padaku dan sedetik itu suara merdu menggema ditelingaku. Siapa saja, bunuh aku sekarang. Suaranya sungguh sangat nyaman didengar. Dan ini lagu yang kunyanyikan ditaman tadi!

Will you still love me

When I’m no longer young and beautiful

Will you still love me

When I got nothing but my aching soulย 

I know you will, I know you will

I know that you will

Will you still love me

When I’m no longer young and beautiful

Sayang sekali, hanya berdurasi beberapa detik saja. Aku sangat ingin mendengar orang ini menyanyikannya didepanku.

“Kau akan terkejut jika kau tahu siapa yang menyanyikan ini,” ujar Jessica sambil melahap kimbab rumput lautnya.

“Siapa orangnya?” tanyaku. Tolonglah Jessica! Jangan membuatku penasaran seperti ini! rutukku dalam hati.

“X-I-L-U-H-A-N,” mataku membulat sempurna. Tidak! Ini tidak mungkin! Oh Tuhan! Suara seberat Luhan bisa menyanyikan lagu Young And Beautiful milik Lana Del Rey dengan sangat sempurna?! Mimpi apa aku semalam?

“Kau bohong,” ujarku.

“For what? Jika kau tak percaya, aku akan suruh orang itu menyanyikannya langsung dihadapanmu,” ujar Jessica. Aku mendengus kesal.

“Terima kasih Jessica Jung, telah membuat nafsu makanku hilang,” ujarku lalu hendak pergi dari hadapannya, tapi langkahku mogok seketika.

“Darimana kau mendapatkan rekaman ia bernyanyi?” tanyaku sembari menggebrak meja.

“Kemarin pulang sekolah dibalkon sekolah. Aku sering melihat ia pergi ke balkon sekolah saat pulang sekolah,” jelas Jessica.

 

Author’s POVย 

 

Taeyeon tidak menyangka bahwa Luhan bisa bernyanyi dengan merdunya. Hal ini membuat Taeyeon semakin penasaran dan hendak pergi ke balkon sekolah sepulang sekolah nanti seperti yang dikatakan Jessica saat dikantin.

“Kim Taeyeon!” Taeyeon terkejut seketika.

“N-Nde? A-Ada apa?” tanya Taeyeon gelagapan. Kim Sonsaengnim menggelengkan kepalanya kesal.

“Kau ini melamunkan apa? Kau sedari tadi tidak memperhatikan pelajaran!” kesal Kim Sonsaengnim.

“M-Mianhae sonsaengnim,” ujar Taeyeon. Kim Sonsaengnim menghela nafas dan melanjutkan pelajaran.

 

KRING~

 

Taeyeon bergegas membereskan bukunya. Ia sempat melihat Luhan keluar kelas lebih dulu. Dengan sedikit merintik dan mengikuti Luhan dari belakang, Taeyeon sudah sampai dibalkon sekolahnya. Ia bersembunyi dibalik tembok balkon supaya tidak diketahui oleh Luhan.

Tell me something, I need to know

Then take my breath and never let it go

If you just let me invade your space

I’ll take the pleasure, take it with the painย 

Taeyeon membungkam mulutnya. Sungguh, apa yang dikatakan Jessica benar. Taeyeon sunggu tak percaya

“Sampai kapan kau bersembunyi dibalik tembok itu? Keluarlah, aku tak suka dibuntuti seperti ini,” Taeyeon terkejut. ‘Bagaimana ia bisa tahu?!’ย batin Taeyeon. Ragu, keluar atau tidak.

“Kim Taeyeon,” kini suara itu terdengar lebih keras. Taeyeon menelan ludahnya dan masuk menjalari kerongkongannya yang kering. Dengan langkah ragu ia mulai keluar dari balik tembok ia berada.

“Sebegitukah kau penasaran mendengar suaraku?” tanya Luhan dengan nada datar. Taeyeon mendongakkan kepalanya.

“A-Aniya, mianhae menganggumu. Aku hanya ingin mendengar kau bernyanyi. Itu saja. Kalau begitu aku pamit,” Taeyeon benar-benar merasa bersalah sekarang.

“Ya! Kemarilah! Siapa yang menyuruhmu pergi, eoh?” suara Luhan memberhentikan langkah Taeyeon. Taeyeon berbalik dan melihat Luhan yang enyuruhnya untuk duduk disebelahnya. Canggung. Itu yang Taeyeon rasakan ketika sudah duduk disampin Luhan.

“Kau marah?” tanya Taeyeon yang disambut tawa oleh Luhan.

“Apa ada yang lucu? Aku hanya bertanya dan kau perlu menjawab,” kesal Taeyeon.

“Untuk apa aku marah? Aku sudah tahu semunya. Dari Jessica yang kemarin merekam aku yang sedang bernyanyi sampai saat tadi ia memberi tahukan padamu dan memberitahu bahwa aku sangat suka pergi ke balkon saat pulang sekolah. Detail sekali,” jelas Luhan. Taeyeon sedikit terkejut, namun wajahnya berubah menjadi datar.

“Memangnya kenapa dengan suaraku? Sumbang? Ck~ Aku tahu itu,” ujar Luhan tiba-tiba. Taeyeon mengernyitkan dahinya.

“Sumbang? Yang benar saja! Jika suaramu sumbang, tidak akan mungkin aku merelakan waktuku hanya untuk mendengar suaramu, Xi Luhan,” ujar Taeyeon. Luhan terkekeh kecil.

“Aku benci musik,” ujar Luhan yang membuat Taeyeon kembali heran.

“Lalu kenapa kau bernyanyi?” tanya Taeyeon.

“Karena hanya cara itu aku bisa berkomunikasi dengan ibuku,” ujar Luhan. Taeyeon semakin dibuat bingung.

“Maksudmu? Bisakah kau to the point?” tanya Taeyeon.

“Ibuku…. Ia diatas sana,” ujar Luhan sambil menunjuk langit yang mulai gelap karena sudah akan larut malam.

“Oh, maaf, aku tidak tahu soal itu,” ujar Taeyeon.

“Gwenchana, itu sudah lama,” ujar Luhan. Luhan menatap langit yang mulai dihiasi oleh bintang.

“Kau suka melihat bintang ya?” tanya Taeyeon yang diangguki Luhan.

“Karena seseorang yang kusayang sedang berada diantara bintang-bintang itu,” ujar Luhan. Taeyeon tersenyum lembut dan ikut menatap langit yang begitu indah.

“Kau mau bernyanyi?” tawar Luhan. Taeyeon menoleh dan tersenyum.

“Tentu,” jawab Taeyeon.

“Kau mau menyanyikan lagu apa?” tanya Luhan.

“Home Is In Your Eyes? Kau tahu kan?” tanya Taeyeon. Luhan mengangguk. Tak disangka, ternyata Luhan membawa gitar. Taeyeon baru menyadarinya.

(A/N : Kalau mau dapet feel nya, download lagu Home Is In Your Eyes by Greyson Chance ๐Ÿ™‚ Pas lagunya diputer, anggap aja yang nyanyi Luhan sm Taeyeon, atau kalian juga boleh bayangin mereka berdua nyanyi)

ย (A/N : Pink : Taeyeon ; Biru : Luhan ; Ungu : Together)

My heart beats a little bit slower

These nights are a little bir colder

Now that you’re gone

My skies seem a little bit darker

Sweet dreams come a little bit harder

I hate when you’re gone

Everyday time is passing

Growing tires of all this travelling

Take me away to where you are

I wanna be holding your hand

In the sand

By the tire swing

Where we use to be

Baby you and me

I travel a thousand miles

Just so I can see you smile

Feels so far away when you cry

‘Cause home is in your eyes

 

Taeyeon tersenyum kecil setelah menyanyikan lagu milik Greyson Chance itu.

“Menurutmu, apa bintang akan membawa kabar gembira untukmu?” tanya Luhan tiba-tiba. Taeyeon mengerutkan dahinya heran.

“Bisa saja. Tapi entahlah, aku tak tahu kebenarannya. Memangnya kenapa? Kau takut bintang-bintang diatas tidak bisa menjaga ibumu?” tanya Taeyeon. Luhan menghela nafas.

“Ini sudah larut malam, ayo kita pulang,” ujar Luhan tidak membalas pertanyaan Taeyeon.

“Kau belum menjawab pertanyaanku!” sentak Taeyeon.

“Tak perlu dijawab. Kau bisa menebaknya melalui logikamu,” ujar Luhan lalu mulai turun dari balkon.

“Luhan-ssi! Aku tak suka bermain tebak-tebakan, kau hanya perlu menjawabnya,” ujar Taeyeon lalu mengejar Luhan yang sudah lebih dulu.

“Apa urusanmu?” tanya Luhan dingin. Taeyeon ingin sekali meninju wajah Luhan, kalau saja wajahnya tak tampan, ia sudah akan melayangkan tangannya.

“Baik, ini memang bukan urusanku, terima kasih sudah mengajakku ke balkon,” ujar Taeyeon lalu berlalu dari hadapan Luhan.

“Yeoja macam apa dia? Diberi sikap dingin sekali saja pasti marah,” gumam Luhan lalu pergi menuju parkiran sekolahnya. Sementara Taeyeon sibuk menengok kanan kiri, berharap ada angkutan umum yang lewat.

“Kau tak mau ikut?” tanya seseorang tiba-tiba, Luhan. Taeyeon sedikit terkejut, namun setelahnya ia memasang ekspresi wajah yang datar.

“Tidak perlu, aku tak mau merepotkanmu,” jawab Taeyeon.

“Kau yakin?” tanya Luhan. Taeyeon mengangguk. Luhan menggidikkan bahunya lalu melajukan kembali mobilnya. Taeyeon menghela nafas kasar.

“Kau ini namja normal atau jadi-jadian sih?!” gumam Taeyeon kesal.

Sudah 2 jam Taeyeon menunggu angkutan umum lewat dihalte, tapi tak satupun datang. Hari sudah semakin larut malam dan gemerintik air sudah turun dari langit. Taeyeon mengambil ponselnya yang ternyata sudah mati. Tidak lucu. Taeyeon menghela nafas kasar. Hujan mulai lebat dan sudah pukul 08:30 malam.

Taeyeon menatap air hujan yang turun dari langit itu lekat-lekat. Ia mendesah kasar. Jika Taeyeon menunggu hujan reda, bisa jadi ia pulang pukul 11 malam, tapi jika Taeyeon tetap nekat, ia akan sakit.

“Eotheokke?” gumam Taeyeon mulai bersedekap karena dinginnya malam hari ditambah hujan lebat. Taeyeon memang tidak tahan dengan udara dingin. ‘Jika aku pulang larut malam, aku pasti akan kena marah,’ batinย Taeyeon. Taeyeon menarik nafasnya lalu menghembuskannya pelan. Dengan berani ia melangkahkan dirinya menembus hujan.

Sudah setengah jam Taeyeon menembus hujan. Ia yang tadinya berlari kini berjalan gemetar saking dingin yang menusuk tulang. Bibirnya bergemetar. Seharusnya tadi ia menerima tawaran Luhan untuk pulang bersama, kenapa ia menolak?

“Tuhan, kuatkan diriku,” gumam Taeyeon lalu mulai berjalan sedikit cepat.

 

SPLASH~

 

Taeyeon terkejut. Bajunya yang tadinya basah, kini berubah menjadi sedikit kotor karena terkena cipratan tanah dari mobil yang melaju kencang tadi. Kali ini ia tidak bisa marah, jika ia marah akan menyebabkan ia pusing karena dicampuri dengan dinginnya malam.

“Tuhan, kenapa hujan tak kunjung reda?” gumam Taeyeon mengadahkan kepalanya ke langit. Ini sudah pukul 9 malam. Taeyeon lupa membawa payung karena terburu-buru tadi. Taeyeon benar-benar merutuki kebodohannya. Ia sudah merasakan pusing. Tubuhnya semakin bergemetar hebat. Tubuhnya berjalan gontai.

“Kim Taeyeon!” Taeyeon terpenjerat ketika kini hujan tak lagi membasahi tubuhnya yang memang sudah basah. ‘Payung?’ย batin Taeyeon.

“L-Luhan?” Taeyeon terkejut ketika membalikkan tubuhnya.

“Kau kenapa nekat hujan-hujan eoh? Eomma mu mengkhawatirkanmu dan ia pergi ke panti lalu bilang kau belum pulang,” ujar Luhan. Hati Taeyeon mencelos.

“Kajja, kita pulang!” ujar Luhan menarik tangan Taeyeon. Namun Taeyeon menahannya dan menggeleng keras.

“Tidak perlu, aku akan pulang sendiri,” ujar Taeyeon nyaris tidak terdengar.

“Taeyeon-ssi, kau mau membuat eomma mu semakin khawatir, hmm?” gertak Luhan. Taeyeon terdiam.

“Eomma mu sudah menunggu 1 jam lebih dipanti,” ujar Luhan. Taeyeon sedikit terkejut.

“N-Nde?” tanya Taeyeon lagi.

“Kau harus pulang sekarang atau kau akan pingsan dijalan dan tak ada orang yang menolongmu. Ini sudah sangat malam,” jelas Luhan. Taeyeon melangkah ragu menjajari langkah Luhan. Luhan yang tadinya mau mendekap Taeyeon, kini menjadi heran karena tubuh Taeyeon yang bergemetar hebat. Ditambah lagi tubuhnya yang sangat dingin. Satu fakta yang Luhan tahu tentang Taeyeon. Ia tak suka sekaligus tak tahan udara dingin.

 

|| Pollux ||

 

“Taeyeon!!” jerit Ny. Kim.

“Eomma,” lirih Taeyeon.

“Aigoo, Taeng! Kenapa kau tak menelpon eomma supaya menjemputmu?!” tanya Ny. Kim.

“Ponselku mati dan habis baterai,” jawab Taeyeon.

“Omo! Taeyeon-ahh, kau demam! Astaga,” ujar Ny. Kim panik.

“Eomma, aku tidak apa-apa,” mendengar penuturan Taeyeon barusan membuat Luhan menjadi khawatir. Entah perasaan itu datang dari mana.

“Luhan-ssi, terima kasih telah mencari Taeyeon. Maaf merepotkanmu,” ujar Ny. Kim.

“Tidak apa-apa,” jawab Luhan tersenyum kecil.

“Ya sudah, sekarang Taeyeon pulang saja,” ujar Bibi Fe.

“Nde, maaf merepotkan Bi,” ujar Ny. Kim. Bibi Fe mengangguk dan tersenyum kecil. Sedetik itu Bibi Fe memberi tatapan mata pada Luhan, isyarat untuk mengantarkan mereka keluar. Luhan hanya mengangguk kecil.

“Gomawo, Luhan-ssi,” ujar Ny. Kim pada Luhan.

“Gwenchana, ahjumma,” ujar Luhan sambil tersenyum kecil lalu melihat Taeyeon hanya tersenyum padanya. Lalu mobil Ny. Kim melaju pergi.

 

Satu fakta lagi yang Luhan tahu dari Taeyeon. Ia adalah gadis yang keras kepala

*

*

*

*

 

TBC~

Pendek gapapa kali ya, dari pada nggak diposting sama sekali.

Udh terserah deh kalian mau ngasih kritik pedes juga gpp :v Pokoknya kasih masukan2 penting ya!

Thank’s for read ^_^

Advertisements

50 comments on “Pollux [4 : Star Among Stars]

  1. Yah tbc muncul, pendek sih tapi tak apa lah mengobati penasaran sama ffnya
    makin suka sama ff nya penuturannya bagus nggak lebay. Ya udab segitu aja. Lanjutannya jangan lama lama ya thor ๐Ÿ˜‰

  2. ff nya deabak kok thor… kta – ktanya juga udh bgus, aku udh dpat feel nya
    cma krang pnjang ff nya thor…
    Next ne ? chap slanjutnya pnjangin ne ? ^^

  3. Ya auhot aku sampe lupa jalan ceritanya,thor ini pemdek banget padahal lagi nungu” ff ny. Lutae juga.
    Luhan itu maunisia atau apa thor kok dia tau sih tae ama sica intip dia?
    Next chap harus panjang thor masa bodo!!!! #maksaamat ๐Ÿ™‚

  4. pendek thor .-. tapi gak apa-apa yang penting gak penasaran lagi.. dan udah ngerti^^ soalnya dari kemarin aku gak ngerti :3 hehe Updatesoon!Hwaiting!! ><

  5. Tak apa lah pendek yg penting rasa penasaran hilang whahaha =)) Luhann ((: kau khawatir sama taeng(?) Waa ditunggu deh next chapter jan lama” panjangin ya ceritanya thor ((: jeballl. Hwaiting! (:

  6. Pendek ? ๐Ÿ˜ฆ shh, iyasih.. udah lamaaa banget belum liat fanfic pollux update lagi. keren sih:) next chap jangan lama ya:) fighting thor!

  7. Ahh TBC mengganggu -_-
    Pendek? tak apa deh yg penting dah thu kelanjutanya kekeke ๐Ÿ˜€
    Luhan khawatir ma taeng wihh…
    Ditunggu thor Chapter selanjutnya ^^ dan jngan lma2 yah thor ๐Ÿ™‚
    #Fighting~

  8. Keren kok eonni ,dilanjuttin ya ceritanya aku tunggu cerita eonni yang ini semangat ya eonni dan dipostnya jangan lama” oke

  9. Hueeee ใ… .ใ…  tbc ganggu banget>< Good thor! Di ff ini udah bagus dari sebelumnya. Pemakaian tanda kutip di percakapan udah betul hehehe:D aku penasaran banget loh sama ff ini. Saking lamanya, aku sampe lupa jalan ceritanya ใ… .ใ…  Gapapa kok thor, meskipun ff ini pendek banget, next chapter dipanjangin dan jangan lama lama ya! takut lupa lagi jalan ceritanya xD Fighting authornim! ^v^

  10. udah mulai ngerti ceritanya eh tbc tiba tiba nongol haha tp keren thor ๐Ÿ˜€ next chap ditunggu ๐Ÿ™‚ panjangin thor biar greget haha

  11. Daebak thornim ff nya,,, kata2 nya itu aku suka… โค
    Taeng eonni sama sica eonni ketahuan ngintip??? kok bisa???
    Penasaran deh sama luhan oppa…
    Next chapter ditunggu thornim… ๐Ÿ™‚
    Fighting… ๐Ÿ˜‰

  12. Good for your story!! I very like the story!! I always wait your next chap!! Good luck!! Always keep writing and fighting to next chap!! I’ll be waiting next chap!!

  13. Aigho luhan tega bener taengku dibiarin ujan2an kasian,, huhuu untung dianya balik lagii,,, gpp pendek yang penting next chap cepet ,,, dtunggu scepatnya

  14. Kasian Taeng eonni ใ… ใ… 
    Loh.. Luhan kok tau Jessi ngerekam pas dia nyanyi? Dan gimana Luhan tau kalo Taeng ikutin dia?
    Update soon thor
    Next chap diharap lbh panjang
    Hwaitaeng!!

  15. ciyee luhan dah mulai khawatir nih ma taeng…..
    sepertinya dari awal luhan emang dah tau deh keberadaan sica untuk merekam nyanyiannya
    sica kan orang terdekatnya taeyeon pastinya sica bakalan ngomong ma taeng tentang hal ini
    apakah dia sengaja membiarkan sica agar taeng mengikutinya ke balkon?
    entahlah hanya author yang tahu hehehe ๐Ÿ˜€
    next chapnya ditunggu thor~

  16. akhirnya
    akhirnya
    akhirnya
    akhirnya /hebos(?)/

    duuh akhirnya dipost xD saya bahagia khukhukhuu dan itu, luhan, ibunya udah meninggal? ._. *salah pokus*

    asudahlah part ini daebak :’v lanjut lagi ya :v bay :*** cemungud :** (idih)

  17. yay yay .. thor akhirnya di post juga ๐Ÿ™‚
    cepet2 dong chapter 5nya hha udah ga sabar jangan lama-lama thor ๐Ÿ˜‰

  18. Yo yo kenapa pendek thor -.-
    Secara tidak sengaja LuTae nyanyi lagu yg sama di waktu yg berbeda ciee :v
    Haha Taeng eon ketauan sama Luhan oppa
    Next thor

  19. sulit ya mendeskipsikan luhan di sini…. kadang hangat, dingin, nyebelin, baik…
    di tunggu ya thorr,, new readerr…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s