[FREELANCE] Let’s Get Married?! (Chapter 2)

PicsArt_1409146191680

Let’s Get Married?! (Chapter 2)

 

Author: Kang Hyun In || Genre: Romance, AU, comedy(?) || Rating: PG-16 || Length: Multi-chaptered

 

Main Cast: Kim Taeyeon (GG), Oh Sehun (EXO), Oh [Xi] Luhan (EXO) || Support Cast: You can find it by yourself

 

Disclaimer: Terinspirasi dari komik jepang dengan judul yang sama ‘Let’s Get Married’ tapi tidak semua saya ambil, hanya beberapa kejadian yang saya ambil and of course, Storyline is mine so don’t you dare to copy without my permission!!

 

Warning: Typo bertebaran!

 

 

HAPPY READING

 

 

 

 

 

***

 

Setelah mendengar apa yang diucapkan oleh appa, tiba-tiba kepalaku pening dan..

 

BRUK

 

Semuanya gelap, yang kudengar terakhir kali hanyalah teriakan khawatir eommonim yang begitu memekakan telinga, appa yang terlihat begitu shock dan kedua namja bodoh itu yang tiba-tiba berlari tak karuan mencari pertolongan.

 

***

 

Taeyeon POV

 

Perlahan aku mengerjapkan mataku saat sebuah sinar terasa menyilaukan mataku ini, dan dengan sekejap kilat aku langsung terduduk diranjang saat mengingat kejadian semalam.Aku mengedarkan pandanganku ke semua penjuru ruangan, tidak ada yang terasa asing karena memang ini kamarku. Jadi… Yes! Yes! Yes! Jadi semalam hanyalah mimpi buruk? Oh my kenapa aku bisa bermimpi seperti itu, menjijikan.

 

Aku kembali tersenyum dengan cerah mengingat semua itu hanya mimpi, namun senyumanku dengan cepat memudar saat melihat jam dinding yang kini menunjukkan pukul 8 pagi. Omona! Dan sekarang aku ada kuliah jam 9 pagi? Sh*t! Dengan memikirkan kejadian semalam saja sudah membuatku sial seperti ini, benar-benar sebuah kutukan. Jadi apa yang harus aku lakukan sekarang? Aish bodoh, tentu saja mandi. Tch, aku jadi aneh karena bermimpi kedua bangsawan kaya raya itu, dan apa? Aku menjadi calon istri keduanya?HAHAHA omona~ benar-benar menggelikan.

 

Dengan tergesa aku mengambil handuk yang berada di dekat pintu dan masuk ke kamar mandi, aish~ bahkan aku lupa sekarang waktu sudah menunjukan pukul 8 lebih.Aku hanya menggosok gigi dan membasuh muka, bisa mati ditelan Park Saengnim jika aku terlambat hari ini.Hanya membutuhkan waktu 10 menit aku bisa langsung berpakaian dan menata rambutku dengan rapi, setelah selesai menyisir aku langsung berlari keluar kamar dengan tergesa.Karena terlalu terburu-buru aku sampai lupa berpamitan dengan eommaku, aigoo.

 

“EOMMA AKU BERANGKAT, MIANHAE JIKA AKU BERTERIAK. AKU TELAT,” aku berteriak karena sekarang waktu sudah menunjukan pukul 8.35, huwaaaa semoga Park saengnim terlambat masuk hari ini. Aku langsung membuka pintu depan dan..

 

APA YANG ADA DIHADAPANKU SEKARAAAAAAAAAAAAANG?

 

“Hai babe, kau cantik sekali hari ini.”

 

“Princess, kajja kita berangkat bersama.”

 

K-k-kedua n-namja bodoh i-ini?Wae?Wae?JADI SEMALAM BUKAN MIMPI BURUK?

 

“Kajja, kita harus bergegas jika tidak ingin terlambat.Dan ah, barang-barangmu nanti siang Lee ahjussi yang mengambil dan mengantar ke apartemen baru kita,” ucap namja dengan paras cantik itu membuat lamunanku terhenti.Ia langsung menggenggam jari-jariku dan membimbingku ke mobilnya?

 

“C-chamkanman, j-jadi semua itu bukan m-mimpi?” ujarku dengan lirih, rasanya semua suaraku hilang diterbangkan angin.

 

Tiba-tiba ada yang merangkulku dari samping dan..

 

CUP

 

Namja pervert Oh Sehun itu langsung memberiku sebuah ciuman menjijikan dipipi, ew~. “Mimpi?Apa yang kau maksud babe? Kau bermimpi sedang melakukan hal yadong denganku kan?”

 

PLETAK

 

Saat aku akan melayangkan pukulan mautku untuknya, sebuah tangan sudah mendahuluiku, Luhanlah yang memukulnya kali ini. Pfffffftttt, lihatlah poutnya yang menjijikan itu haha rasanya ingin kumusnahkan dengan racun tikus yang ada dirumahku. Dan..melakukan hal yadong? Dasar nappeun.

 

Namun tiba-tiba ia memelukku dengan erat, “Ya! Hyung! Karena kau sudah melakukan kekerasan pada namja tampan seperti diriku, maka akulah yang akan mendapatkan Kim Taeyeon.”

 

Luhan langsung menaikan sebelah alisnya dan memilih menarik tanganku dengan sekali hentakan, membuatku langsung beralih kepelukannya dan meninggalkan Oh pervert itu.

 

“YA! OH LUHAN, NEO!”

 

Aigooo, sepertinya bukan hanya hari sialku tapi juga neraka bagiku bisa bertemu dengan kedua namja bermarga Oh ini. Huwaaaaa~ sebenarnya dosa berat apa yang telah aku lakukan hingga kau mengutukku seperti ini, Tuhan?

 

***

 

Author POV

 

“Annyeong Yeonnie-ya,” sapa yeoja dengan parasnya yang imut itu.

 

“Eoh?Jieun-ah, annyeong.Bagaimana kabar halmeonimu? Apakah keadaannya sudah membaik?” tanya Taeyeon, ia ingat bahwa Jieun sudah 3 hari tidak masuk kuliah karena menjaga halmeoninya yang sedang sakit.

 

Jieun tersenyum saat mendengar nada khawatir dari teman satu perjuangannya itu, ia mengusap rambut Taeyeon dengan sayang. “Gwaenchanayo, halmeoni sudah baik-baik saja sekarang. Ah, aku dengar kau akan menikah? Apakah itu benar?”

 

Tiba-tiba wajah Taeyeon memucat, apakah semua orang sudah mengetahuinya?

Jieun mengerutkan keningnya melihat wajah yeoja dihadapannya berubah pucat pasi, ia memegang lengan Taeyeon dan mengusapnya pelan.

 

“Hey gwaenchanna?Wajahmu memucat Yeonnie-ya,” ucap Jieun disertai nada khawatirnya.

 

Taeyeon hanya tersenyum kecut, ia bingung harus mengatakan apa. Semuanya terlalu tiba-tiba untuknya.

 

“BABE, KENAPA KAU MENINGGALKANKU HUH?”

 

Tiba-tiba saja suara namja menyebalkan itu-menurut Taeyeon-terdengar dari sepanjang koridor, Jieun membulatkan matanya saat melihat siapa yang memanggil ‘babe’ pada temannya itu. Saat Jieun akan mengeluarkan suaranya, Taeyeon langsung menarik lengan Jieun dan berlari menghindari namja dengan nama Oh Sehun itu.

 

Taeyeon terus berlari ke arah taman yang lumayan jauh dari gedung fakultasnya, ia pun menghiraukan rintihan kesakitan Jieun yang berlari dengan lengan memerah karena Taeyeon memegangnya terlalu erat. Sesampainya di taman keduanya terdiam begitu saja, hanya terdengar deru nafas tak beraturan saling bersahutan diantara Taeyeon dan Jieun.

 

Jieun kembali merintih saat memegang lengannya, Taeyeon yang melihat itu langsung mengeluarkan kotak obatnya dan mulai mengobati luka dilengan putih Jieun. “Mianhaeyo Jieun-ah, apa masih sakit?” tanya Taeyeon dengan sendu, ia sedikit terisak melihat lengan temannya itu sedikit memar karenanya.

 

“Ya! Ya! Kenapa malah menangis huh?Gwaenchanna, aku adalah yeoja yang kuat kau ingat?Kau bahkan lebih kuat dariku, lalu kenapa kau menangis? Uljimayo,” ucap Jieun, ia langsung memeluk Taeyeon saat merasa sang yeoja malah menangis semakin keras.

 

“Aku..aku bingung Jieun-ah. Semuanya terlalu tiba-tiba untukku,” Taeyeon membalas pelukan Jieun dengan erat.Yeoja berambut hitam itu kembali mengelus punggung Taeyeon, memberikan ketenangan untuknya.

 

“Wae? Sebenarnya ada apa hmm? Dan..aku tahu kau akan menikah bukan? Makanya kau jadi seperti ini?”Pertanyaan Jieun membuat yeoja mungil itu menghentikan tangisannya dan melihat tepat ke bola mata Jieun.

 

“Kenapa kau bisa tahu?”

 

PLETAK

 

“Dasar bodoh, kau bertunangan dengan kedua bangsawan Oh siapa yang tidak tahu hal itu huh?Kau fikir selama aku di rumah, aku tidak pernah menonton televisi? Bahkan mading-mading seluruh fakultas juga berisi foto dirimu dan kedua tunanganmu itu,” jawab Jieun panjang lebar, ia melihat Taeyeon mengusap kepalanya disertai pout miliknya itu.

 

“Jadi semua sudah tersebar?Aish, benar-benar.Aku bahkan pindah ke apartemen bersama kedua namja bodoh itu Jieun-ah, eottokhae?”

 

“JINJJAYO? Aigoo..aigoo.. kau berhati-hatilah, kudengar namja bernama Oh Sehun itu terkenal dengan otak yadongnya.” jawaban Jieun membuat Taeyeon bergidik ngeri, ia sudah merasakan keyadongan sang namja.

 

Taeyeon hanya mengangguk lesu, “Tapi menurutku mungkin itu sudah menjadi takdirmu Taeyeon-ah.Mungkin saja salah satu dari kedua namja bermarga Oh itu adalah jodohmu?Siapa yang tahu bukan?Jalani saja, kau bisa bercerita padaku jika ada apa-apa.Aku akan membantumu jika kau kesulitan, arraseo?”Jieun kembali memeluk Taeyeon dan mengusap punggungnya dengan pelan.

 

Taeyeon tersenyum manis, ia kembali memikirkan perkataan Jieun dan senyumannya mulai memudar. ‘Salah satu dari mereka adalah jodohku?’

 

***

 

Yeoja mungil dengan parasnya yang cantik itu kini terdiam di lorong kampus, ia mendesah saat melihat hujan semakin deras. Kelasnya sudah berakhir hampir setengah jam yang lalu dan Jieun pun sudah izin pulang karena namjachingunya itu kini menjemputnya, akhirnya sang yeoja memutuskan untuk menunggu hujan reda, ia duduk didekat mading fakultas. Saat sang yeoja baru saja duduk, tiba-tiba ada sebuah kertas jatuh tepat kearahnya, Taeyeon langsung mengambil kertas tersebut dan membacanya.

 

“Tantangan kali ini adalah ‘hug’, hati kalianlah yang menentukan siapa yang akan masuk ke tahap berikutnya.Semoga berhasil yeorobun~” Taeyeon mengerutkan keningnya saat selesai membaca kertas yang terjatuh tadi.

 

“Darimana datangnya kertas bodoh ini? Tch,” gerutu sang yeoja.

 

“Kau juga mendapatkan kertas itu?”Suara namja membuat Taeyeon terlonjak kaget dan langsung berdiri menghadap namja yang kini tersenyum kearahnya.

 

“KYAAAA!Aish, kau mengagetkanku bodoh. Lagipula sedang apa kau disini, bukankah kelasmu belum berakhir?” tanya Taeyeon kembali membuat sang namja tersenyum dengan cerah kearahnya.

 

Luhan mendekatinya, ia masih tetap tersenyum manis seraya menautkan jari-jari sang yeoja dengan jari-jari besarnya itu. Siapa yang tidak luluh jika ditatap seromantis ini oleh Luhan?Begitupun Taeyeon, ia kini membeku dan matanya menatap mata rusa namja dihadapannya.

 

“Kajja kita pulang, tadi Sehun ada keperluan mendadak jadi dia tidak bisa pulang bersama kita. Aku tahu kau lupa membawa payung dan taraaaa~ aku membawa payung untuk kita,” ucap Luhan panjang lebar, ia melihat Taeyeon masih terdiam namun akhirnya mengangguk mengiyakan ajakan Luhan.

 

‘Gawat, mungkin seperti inilah caranya agar aku berdebar jika dipeluknya,’ batin Taeyeon dengan panik.

 

“C-CHANKAMAN!T-tapi, tidak ada kontak fisik arra?Jika kau melakukannya, berarti pelanggaran.”

 

Sang namja hanya melihat kearahnya dengan kening berkerut namun setelah mengerti apa yang diucapkan yeojanya, ia tersenyum dan mengangguk mengiyakan. “Ne, tidak ada kontak fisik. Aku menghormatimu sebagai yeojaku jadi..aku tidak akan semudah itu menyentuhmu jika kau tidak menginginkannya.”

 

DUGEUN

 

DUGEUN

 

DUGEUN

 

“Aish, kajja.Aku harus cepat pulang, banyak yang harus dikerjakan.” Taeyeon langsung melangkah menjauhi Luhan saat merasa pipinya memanas karena ucapan sang namja, Luhan yang melihatnya hanya tersenyum. Ia memegang dadanya yang kini berdebar tak karuan. “Jantungku masih berdebar untukmu.”

 

Taeyeon langsung menerobos hujan yang masih lebat itu, ia merasa sudah terjebak oleh rayuan Luhan. ‘Mungkin saja ia seperti itu pada semua yeoja, jadi jangan terlalu percaya padanya Taeyeon-ah.’

 

Luhan yang melihat hal itu langsung membuka payungnya dan berlari mengejar Taeyeon, mensejajarkan langkahnya dengan sang yeoja. “Kau bisa sakit princess, jangan seperti itu lagi.Kau membuatku khawatir, lihatlah rambutmu basah sekarang.”Luhan mengelus kepala Taeyeon dengan lembut, mereka berjalan dengan keheningan.

 

“Ekhem Luhan-ssi..”

 

“Aniyo, jangan pernah memakai akhiran -ssi lagi.Aku tidak menyukainya,” potong Luhan saat merasa yeoja disampingnya itu terus memanggilnya dengan formal.

 

“Hmm baiklah Luhan-ah.Aku dengar apartemen kita dekat dari kampus? Jadi aku rasa, lebih baik kita berjalan saja daripada naik bus, dijemput supir atau naik mobil mewahmu itu,” ujar Taeyeon, ia melihat Luhan mengangguk mengiyakan usulannya.

 

Setelah itu kembali hening, mereka terdiam satu sama lain. Taeyeon melihat ke arah sang namja, ia melihat sebagian tubuh Luhan basah terkena air karena payungnya yang kecil. Yeoja mungil itu lalu melihat ke arah tubuhnya, tidak basah sama sekali. ‘Jadi payungnya lebih condong padaku?’ batinnya.

 

Saat mereka sedang berjalan ditemani keheningan, tiba-tiba angin besar menerpa mereka membuat Luhan melepaskan pegangannya dan membuat payung itu terlepas begitu saja, ia langsung menarik lengan sang yeoja saat melihat tubuh Taeyeon mulai bergetar. Luhan lupa bahwa yeojanya itu tidak kuat menahan dingin, dengan gerak refleks ia langsung memegang lengan Taeyeon dan membawanya berteduh di rumah kumuh yang tidak layak pakai. Menurutnya lebih baik meneduh di rumah ini daripada berlari menerjang hujan.

 

Luhan kembali melihat Taeyeon yang semakin bergetar menahan dingin, “D-dingin.. d-dingin sekali..” suara lirih sang yeoja membuat Luhan bertambah cemas apalagi melihat wajah Taeyeon yang semakin memucat.

 

Namja dengan mata rusa itu langsung melepas jas yang melekat ditubuhnya, ia langsung memakaikannya pada sang yeoja. Taeyeon masih saja bergetar, giginya bergemeletuk satu sama lain menimbulkan bunyi yang cukup keras.

 

“Maafkan aku Taeng, aku melakukan hal ini agar kau tidak kedinginan seperti ini. Kumohon maafkan aku,” setelah Luhan berkata seperti itu tiba-tiba ia memeluk Taeyeon dengan erat.

 

Yeoja mungil itu kini tersadar apa yang dimaksud Luhan, namun entah mengapa hatinya menjadi hangat saat namja cantik itu memeluknya. Taeyeon tidak merasa keterpaksaan karena ia pun kini membalas pelukan Luhan sama eratnya, tidak ada sebuah pelanggaran karena hatinya menginginkan kehangatan seperti ini. Terasa begitu nyaman membuat darahnya kembali berdesir dan perutnya bergejolak dengan aneh, yeoja mungil itu bahkan mengenggelamkan wajahnya diceruk leher sang namja.

 

DUGEUN

 

DUGEUN

 

DUGEUN

 

Detak jantung keduanya pun saling bersahutan dengan cepat apalagi Luhan, ia bisa menghirup aroma shampoo milik Taeyeon membuatnya melayang begitu saja. Namja cantik itu pun kemudian mencium kening sang yeoja, dan mengusap-usap kedua pipi Taeyeon berharap jari-jarinya bisa menghangatkan yeojanya itu.

 

Taeyeon tersenyum kearahnya dan berbisik dengan lirih, “Gomawo Luhan-ah.”

 

CLICK

 

Seorang namja dengan pakaian formalnya langsung memotret kedua insan yang sedang berpelukan itu dari jauh, ia tersenyum saat hasil fotonya terlihat begitu..intim? Apalagi foto itu memperlihatkan sang yeoja yang membalas pelukan sang namja dengan sama eratnya.

 

‘Chukkaeyo..kau berhasil Oh Luhan, foto ini akan kuberikan pada sajangnim.’

 

***

 

Ding. Dong. Ding. Dong.

 

“Sehun-ah, cepat buka pintunya.”

 

Sehun yang memang mengkhawatirkan Taeyeon dan Luhan langsung berlari ke arah pintu utama dan membukanya, ia dikejutkan dengan rambut dan pakaian keduanya yang basah kuyup bahkan wajah Taeyeon terlihat masih pucat.

 

Ia langsung memberikan jalan untuk Luhan yang kini berjalan ke arah kamar utama, membaringkan Taeyeon di kasur berukuran king size itu.

 

Saat Luhan akan berbalik, ia langsung memegang kepalanya yang semakin berdenyut. Dengan cepat Sehun memeluk tubuh kembarannya itu dan memapah Luhan ke kamar yang satunya.

 

“Hun-ah, tolong jaga Taeng arra? Maafkan aku karena tidak memiliki tenaga sama sekali untuk merawatnya,” ucapan Luhan membuat Sehun terdiam menatapnya, ia mengangguk mengiyakan hyungnya itu.

 

“Tanpa kau suruh pun aku akan menjaga dan merawat Taeyeon, hyung.Ganti dulu bajumu, aku akan menyiapkan air panas untuk kalian berdua.”

 

Setelah mengatakan itu Sehun langsung pergi ke dapur dan menyiapkan air panas, ia teringat Taeyeon yang masih mengenakan pakaian basah dan hal itu membuatnya berlari ke kamar utama dimana sang yeoja kini tertidur.

 

Sehun duduk dipinggir ranjang, memeriksa suhu tubuh Taeyeon. ‘Panas, apakah aku harus mengganti pakainnya?’ batin namja tampan itu.

 

Dengan perlahan ia membuka kemeja yang dikenakan sang yeoja, Sehun langsung mengerjapkan matanya saat melihat belahan dada Taeyeon. Ia menelan ludahnya dengan gugup dan menggelengkan kepalanya dengan tegas, kemudian dengan cepat Sehun mengganti pakaian sang yeoja dengan sebuah pajama begitupun jeans yang dikenakan Taeyeon, kini sudah berubah menjadi pajama berwarna ungu.

 

Setelah mengganti pakaian, Sehun langsung mengambil ember dan lap kecil. Dengan telaten ia menyeka keringat didahi Taeyeon, sang yeoja terus bergumam tak jelas. Sehun yang melihat hal itu langsung membisikan sesuatu ditelinga Taeyeon dan memijat kening sang yeoja yang berkerut.

 

Namja dengan kulit putih susu itu kembali ke dapur saat mendengar suara air mendidih, ia berinisiatif membuat bubur untuk hyung dan ‘babe’nya itu. Sehun mencari resepnya digoogle, ia malas jika bertanya resep bubur pada eommanya itu karena sang eomma akan sangat lama menjelaskannya.

 

Butuh waktu 20menit bagi Sehun membuat bubur spesialnya itu, ia tersenyum saat mencoba masakannya. “Aku yakin hyung dan yeojaku menyukai bubur buatan chef Oh Sehun ini,” gumamnya bangga.

 

Sehun kembali ke kamar utama, namun saat melihat Taeyeon tersenyum dalam mimpinya, namja tampan itu pun ikut tersenyum seraya mengecup bibir kissable sang yeoja.

 

“Babe, aku ke kamar hyung dulu.Kau istirahatlah dengan baik, arra?”

 

Kini namja itu mengecup kening yeojanya dan pergi ke kamar Luhan, ia membawa ember dan lap kecil beserta bubur yang tadi ia buat.

 

Sesampainya di kamar hyungnya itu, Sehun melihat Luhan sudah mengganti pakaiannya, ia langsung memeriksa suhu tubuh Luhan dan mengompres dahinya. “Hyung, bangunlah sebentar.Makan bubur dan minum obatnya dulu, setelah itu kau bisa kembali beristirahat.” ujar Sehun membuat Luhan perlahan membuka matanya.

 

“Gomawoyo Sehunnie, bagaimana keadaan Taeng? Apa panasnya semakin tinggi?” tanya Luhan bertubi-tubi, Sehun membantunya bersandar diranjang dan menyuapinya. Cukup lama ia tidak menjawab pertanyaan Luhan.

 

“Gwaenchanna, ia sudah tidak apa-apa hyung.Panasnya pun sudah mulai menurun, sekarang giliranmu yang harus sembuh,” jawab Sehun dengan senyuman khas miliknya itu.

 

Luhan membalas senyumannya, ia merebut mangkuk bubur yang Sehun pegang. “Biar aku saja sendiri Sehunnie, kau rawat Taeng sampai sembuh eoh? Jangan kembali ke sini sebelum Taeyeonku sembuh,” perintah Luhan dengan jahil, ia masih tersenyum ke arah Sehun dan mendorongnya keluar kamar.

 

“Arraseo, jangan lupa minum obatnya dan istirahatlah yang cukup. Dan hey bukan Taeyeonmu tapi Taeyeon kita,” balas Sehun dengan jahil, ia mengerlingkan sebelah matanya ke arah Luhan.

 

Sehun terkikik geli memikirkan hal tadi, ‘Taeyeon kita? Aigoo..sungguh menggelikan.’ Ia kembali ke kamar utama dan melihat sang yeoja terbangun, Taeyeon bersandar dengan lemah dikepala ranjang.

 

Dengan cepat Sehun langsung menghampiri Taeyeon, “Gwaenchanna? Masih terasa pusing hmm?” tanya Sehun saat melihat wajah Taeyeon yang masih pucat.

 

Sang namja lalu memeriksa kembali suhu tubuh Taeyeon, ia menghela nafas lega saat merasa panas yeojanya itu menurun. Sehun dengan telaten membersihkan keringat-keringat sang yeoja, Taeyeon memperhatikan Oh Sehun yang serius memijat dan melap keningnya.

 

‘Dia terlihat semakin sexy jika seperti ini,’ batin Taeyeon.

 

“Aaaaaaa~”

 

Tiba-tiba saja Sehun menyuapkan dan meniupkan bubur yang masih panas itu untuknya, Taeyeon hanya menerima setiap suapan yang diberikan sang namja padanya.

 

Butuh waktu 10 menit Taeyeon menghabiskan bubur buatan Sehun, tak lama setelah itu sang namja memberikan obat dan air minum yang langsung dihabiskan Taeyeon dengan sekali teguk.

 

“Cha~, istirahatlah sekarang babe.Maaf tadi tidak bisa pulang bersamamu, sekarang kau harus tidur dengan pulas arraseo? Aku akan kekamarku sekarang, melihatmu agak membaik juga aku sudah sangat bersyukur. Jaljja~” Sehun mengusap lembut rambut sang yeoja dan tersenyum manis kearahnya, dan untuk pertama kalinya jantung milik yeoja mungil itu berdetak untuk sang namja pervert Oh Sehun.

 

Saat Sehun akan membuka pintu, tiba-tiba Taeyeon memeluknya dari belakang membuat namja bermarga Oh itu tersentak kaget. Namun setelahnya ia memegang dan mengelus lengan sang yeoja yang melingkar diperutnya.

 

“Gomawo Sehun-ah..”

 

Sehun melepaskan lengan Taeyeon yang melingkari perutnya, ia membalikkan tubuhnya menghadap sang yeoja kemudian memeluknya dengan erat. Sehun merasakannya, merasakan arti sebuah pelukan yang sebenarnya, terasa hangat dan menenangkan. Membuat jantung namja tampan itu berdetak seperti saat ia sedang lari marathon, tapi hal itulah yang membuat rasa nyaman pada hatinya dan memberikan kesejukan tersendiri baginya.

 

Namun tiba-tiba Sehun melepas pelukannya dan dengan seenaknya memegang dada sang yeoja, membuat Taeyeon membulatkan matanya.

 

“Babe, jantungmu juga berdetak dengan cepat. Yay! Aku berhasil dan masuk ke tahap berikutnya,” dengan senang Sehun meloncat-loncat dihadapan sang yeoja, ia tidak merasakan ada hawa menyeramkan dihadapannya.

 

“YAAAAAAAAAAAAA! KAU MENYENTUH DADAKU BODOH! NAMJA PERVERT!! YAA! KUBUNUH KAU OH SEHUN!!! YAAA! YAAAAAAA!!!!!!”

 

Mendengar teriakan Taeyeon, membuat Sehun berlari secepat angin menuju kamarnya.Meskipun seperti itu, Sehun masih sempat tersenyum dengan konyol. “Jantungnya berdetak untukku dan..dadanya.. omonaa!!” Seketika itu juga senyuman konyol milik Sehun berubah menjadi senyuman pervert andalan miliknya.

 

Dilain tempat di waktu yang bersamaan, seorang namja paruh baya terlihat tersenyum saat mendengar apa yang diucapkan penelfon.

 

“Sajangnim, kedua Tuan muda Oh berhasil melakukan tantangan.Sepertinya sangat sulit menentukan siapa yang akan menjadi suami putri tersayang anda sajangnim.”

 

Namja paruh baya itu kembali tersenyum, ia hanya mengatakan ‘kamsahamnida’ dan langsung memutus sambungan telefon.

 

“Taebaby, sebenarnya siapa namja yang kau cintai hm?”

 

TBC..

 

©Kang Hyun In

 

A/N: Hello, annyeong yeorobun~

 

Ini chapter 2 nya, udh pnjng kan? 😀 hehe

Gmn dngn feelnya?Apa udh dapet? Atau karna terlalu kepanjangan jd gada feelnya?

 

Saya jdi tmbah bingung siapa yg jadi suami Taeyeon nanti -______-

Dan ah..saya minta maaf klau sikap sehun yg agak err.. berani di ff ini hehe

 

Oya mkasih bnyk yaa yg udh nyempetin read, like, comment dichapter sblumnya. Bner2 terharu ternyata ada yg bca ff jelek kaya gini 😥

 

Sperti biasa, kritik dan sarannya yaa yeorobun biar saya bisa perbaikin dimana kesalahannya 🙂

 

Kamsahamnida yeorobun, saranghaeyo ❤ ❤ :*

 

See you for next chap :* 🙂

 

 

 

Advertisements

84 comments on “[FREELANCE] Let’s Get Married?! (Chapter 2)

  1. Yang jadi suaminya Taeng Luhan atau Sehunpun gak masalah thorr.. dua duanya juga bolehh >.<
    Ngomong ngomong itu yang kirim stalker buat Taeng itu papanya Taeng?
    Update soon ya thorr
    Hwaitaeng!!

  2. Wow keren bgt
    luhan romantis bgt,,sehun pervect bgt sih hehe..
    Aku pengen.ya tae sma luhan,tpi ga pa2,sma siapa aja yg pnting mybabe princess bhagia.:)

  3. Aaaaaaa, luhan romantis bgt. So sweet.
    Bagus kok thor.
    Bingung juga ya, siapa yg akan d pilih tae unni, atau bukan kedua”nya, atau 2 2 nya, atau ad org k 3. Hmmm, next ya ceritanya.

  4. So pasti feelnya dapet lahh
    Makin suka dan penasaran nnt bakal siapa yg jadi suaminya Taeyeon, aku sih maunya Luhan wahahaha
    Kyknya gaperlu ada kritik deh nihh udah keren sih soalnyaa
    Pokoknya ditunggu kelanjutannyaaa^^

  5. Keren …!!!!! .. Aku sih lebih suka taeyeon sama luhan .. Tapi kalo tae unnie sama Sehun sih gak papa juga.. Next jangan lama-lama ya .. #agakmaksadikit ..^^ fighting .. Yang Semangat ngelanjutin nya ya..

  6. keren banget thorr
    suka suka hehehe
    ini udah panjang kok 🙂
    sehun kok kamu aperti itu nakk ckckck
    next update soon ne ^^

  7. Sehun-_- plis deh hun… Luhan so sweet banget>< pengen dah punya namja kayak luhan yg prhatian… Chap slnjtnya thor! Daebak deh pokoknya 🙂

  8. keren!!
    q sih berharapx taeyeon ma luhan z.
    pi trsrh author sih yg ptg taeyeon eon bhgia.
    d’tgu next chapx, Hwaiting!!

  9. LuTae Moment so sweet
    Kalo SeYeon itu…..lucu somplak xD
    Sehun yadongnya minta ampun dahhhhhh
    ck ck ck
    Luge romantis sekaleeeee

    Taeng eeonni mulai menyukai Sehun kah?
    bingung pilih yg mana SeYeon or LuTae ><
    ditunggu kelanjutannya thorrrr~
    Daebak dahhh (y)

  10. tuh berarti HunHan masuk tahap selanjutnya? Daebakk.. Taeng eonni berdebar gegara HunHan.. btwee tu Sehun yadong yaa #eh..
    next chap thor, keep writing 🙂

  11. mian baru comment ^_^
    daebakkk ffnya feelnya dapet deh
    oh sayang itu bukan mimpi taeng hehehe
    oh jinjja Luhan SoSweet #CowokIdaman Sehunnya Kocak
    Sehun Kamu kok Masih pervert Aja Sih Emang Siapa Yang Mempengaruhin kamu kekekeke
    taengnya suka siapa nih ? kalo aku suka luhan #gaknanya 😛
    Yang Jadi Suaminya Taeng luhan Aja Ya thor hehehehe 😀
    updatesoon fighting

  12. Taeng eon merasa klo itu mimpi padahal bukan wkakaka xD
    Sehun oppa rasain tuh di pukul sama Luhan oppa,lagian otaknya gitu sih :v
    So sweetnya LuTae moment ><
    Duh Sehun oppa bener2 :'3
    Next thor

  13. Kalau aku lebih suka sehun jadi suaminya taeyeon..
    Next ya..ceritanya seru
    semangat buat nulis chapter selanjutnya
    Fighting^^

  14. Keren banget thor cerita ini.. ya ampun. Tapi sehun kayaknya lebih cocok sama taeyeon thor.. banyakin taehun moment dong.. 😀
    Penasaran bingo.. update soon pliss. 🙂

  15. Pingback: [FREELANCE] Let’s Get Married?! (Chapter 3) | All The Stories Is Taeyeon's

  16. Pingback: [FREELANCE] Let’s Get Married (Chapter 4) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s