[FREELANCE] Love Triangle (Chapter 2)

poster-ff-love-triangle

Love Triangle (Chapter 2)

Tittle: Love Triangle

Author: Han Sung Young

Rating: PG 18

Lenght: Chaptered

Genre: School-life, Friendship, Romance

Main Cast: Kim Taeyeon, Byun Baekhyun, Oh Sehun

Support Cast: Tiffany Hwang, Park Chanyeol, Xi Luhan

Disclaimer: Semua cast milik orang tua mereka dan Tuhan YME. But this story is mine. Happy reading and sorry for bad poster^^


–LOVE TRIANGLE–

Saat ini Taeyeon dan eomma nya tengah berbincang dengan tetangga baru mereka, yaitu keluarga Oh.

Dan ternyata keluarga Oh dan keluarga Kim telah kenal sejak lama, bahkan Taeyeon dan Sehun yang merupakan putra kedua keluarga Oh juga sudah kenal sejak kecil.

Keluarga Oh baru saja tiba dari New York, karena tuan oh harus mengurus cabang perusahaan mereka yang ada disana.

“Bagaimana cabang perusahaan kalian yang disana.?” Tanya nyonya kim.

“Perusahaan kami baik baik saja. Kyuhyun benar benar mewarisi bakat ayahnya dalam mengurus perusahaan. Lalu bagaimana dengan perusahaan keluarga kim sendiri.?” Jawab nyonya oh seraya memberikan pertanyaan serupa.

“Perusahaan kami juga baik baik saja. Heechul sama saja dengan Kyuhyun yang juga mewarisi bakat ayahnya. Bahkan mereka berdua masih belum pulang.” Jawab nyonya kim.

“Wah Kyuhyun dan Heechul memang selalu kompak ne..”

“Oh ya, apa kau hanya berdua dengan Sehun.? Dimana suamimu dan juga Kyuhyun.?” Tanya nyonya kim sambil meminum teh hangat yang telah dibuatkan oleh nyonya oh tadi.

“Kyuhyun akan tetap di New York sampai beberapa bulan, sementara Yoseob akan berangkat dari sana besok.”

Sementara para eomma tengah asik berbincang Taeyeon hanya diam dan menatap kosong pada lantai.

“Eomma, aku tunggu diluar saja ne, sambil mencari angin malam.” Akhirnya, inilah kata pertama yang Taeyeon ucapkan sejak memasuki rumah ini. Bahkan Taeyeon tadi hanya membungkuk tanpa mengucapkan sepatah katapun sebagai sapaan pada nyonya oh.

“Memangnya angin malam hilang kemana eoh sampai kau harus susah susah mencarinya. Baiklah, sana cari angin malam mu itu.” Jawab nyonya kim.

“Baiklah, aku keluar dulu ne. Annyeong ajhuma.. annyeong…… sehun.” Pamit Taeyeon.

Gadis itu segera keluar dari kediaman keluarga Oh dan mendudukkan dirinya di kursi yang tersedia diteras rumah tersebut.

Sementara didalam para eomma masih saja berbincang tentang berbagai hal.

“Taeyeon tumbuh menjadi gadis yang cantik.” Ucap nyonya oh.

“Benarkah.? Tapi Taeyeon masih sering manja dan bersifat layaknya anak kecil. Dan kebiasaan nya yang selalu bertengkar dengan Heechul walau hanya masalah kecil masih saja belum hilang.” Jawab nyonya kim sambil menceritakan keburukan Taeyeon.

“Tapi bukankah Heechul dan Taeyeon saling menyayangi, tidak mungkin kan mereka bertengkar sungguhan.? Mungkin hanya sebagai candaan.?” Tanya nyonya oh lagi.

“Tentu saja mereka hanya bercanda. Dan benar apa katamu tadi bahwa mereka saling menyayangi, terutama Heechul yang selalu melindungi adiknya jika mereka bersama.” Jawab nyonya kim.

“Baguslah kalau begitu. Sehun apa kau tidak merindukan Taeyeon.? Mengapa kau tak menyusul Taeyeon saja.?” Tanya nyonya oh pada Sehun yang sedari tadi hanya diam.

“Tentu aku merindukannya eomma. Baiklah, aku akan menyusul nya kedepan.” Jawab Sehun dan segera beranjak untuk menemui Taeyeon.

Taeyeon masih saja terdiam ditempat, hanya karena pertemuannya dengan Sehun malam ini. Sungguh Taeyeon sangat merasa tertekan dan juga kesal.

Mengapa Taeyeon bisa seperti itu.? Baiklah, mungkin akan ku ceritakan sedikit tentang masa lalu mereka.

Sehun dan Taeyeon sudah berteman sejak kecil. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama. Bahkan mereka berpisah hanya saat tertidur, sampai makan pun mereka bersama. Entah Sehun yang makan dirumah Taeyeon ataupun sebaliknya.

Dan mereka juga selalu disekolahkan di sekolah yang sama, hanya dengan alasan agar mereka bisa saling melindungi.

Hingga mereka menginjak sekolah menengah pertama Sehun mulai menyukai Taeyeon. Ah ralat, lebih tepatnya mencintai Taeyeon.

Dengan penuh keberanian Sehun menyatakan cintanya pada Taeyeon. Memang sangat konyol mengingat mereka yang saat itu masih kelas 1 sekolah menengah pertama. Atau mungkin kalian semua berfikir ini hanya cinta monyet.? Tetapi begitulah Sehun, mungkin dia terlalu mencintai Taeyeon hingga berani mengungkapkannya.

Setelah menyatakan perasaan yang sesungguhnya pada Taeyeon dan gadis itu menerimanya. Mereka menjalani hari sebagai sepasang kekasih, bukan hanya sahabat.

Mereka selalu bersama dan saling melindungi satu sama lain. Terutama Sehun yang sangat mencintai Taeyeon dan selalu menjaganya dengan posesif.

Hingga suatu hari Sehun mengatakan sesuatu yang sangat menyakitkan untuk Taeyeon.

‘Kurasa kita akhiri saja hubungan kita sampai disini. Kita sudah tidak cocok lagi. Dan aku akan pergi dari hidupmu.’

Ya kira kira itulah yang diucapkan Sehun pada Taeyeon. Taeyeon fikir hubungan mereka selama ini tidak ada masalah.

Yang lebih menyakitkan untuk Taeyeon adalah, Sehun mengucapkan itu hanya lewat sebuah pesan singkat setelah seminggu sebelumnya Sehun menghilang bak ditelan bumi.

Setelah kejadian tersebut Taeyeon benar benar tidak pernah bertemu dengan Sehun lagi.

Hingga malam ini dia bertemu dengan Sehun. Taeyeon tak menyangka, Sehun akan tumbuh menjadi sangat tampan dengan tinggi diatas rata rata, dan mempunyai kulit yang sangat putih seperti susu.

Jika boleh jujur, Taeyeon sangat terpesona dengan Sehun yang sekarang.

Sementara Sehun yang baru saja keluar langsung mendudukkan dirinya di kursi sebelah Taeyeon.

“Apa kau tak merindukan ku.?” Tanya Sehun to the point.

“Untuk apa aku merindukan pengecut sepertimu.” Jawab Taeyeon ketus dan juga dingin.

“Jadi kau masih marah tentang itu.?” Tanya Sehun sambil menatap Taeyeon dengan intens.

“Untuk apa aku marah padamu.?” Taeyeon masih saja menggunakan nada ketus dan dingin untuk menjawab pertanyaan Sehun. Bahkan dia tidak berniat membalas tatapan Sehun dan lebih memilih menatap lurus kedepan.

“Baiklah, aku akan menjelaskannya padamu….” Sehun sesaat mengambil nafas kemudian melanjutkan.

“Saat itu aku diminta appa untuk ikut ke New York yang harus mengurus perusahaan disana dan juga mengajarkan pada Kyuhyun hyung bagaimana cara mengurus perusahaan yang baik. Dan jika kau bertanya kenapa aku memutuskan hubungan kita dan tidak pamit padamu secara langsung jawabannya adalah karna aku takut. Takut tidak bisa menjalin hubungan jarak jauh dan takut jika aku pamit padamu secara langsung aku tak akan bisa melepas mu.” Jelas Sehun panjang lebar.

“Lalu, mengapa kau harus menghilang selama seminggu.? Kau harusnya menikmati saat terakhirmu denganku sebelum berangkat.” Ucap Taeyeon menggebu, bahkan sekarang sudah membalas tatapan Sehun yang sedari tadi tak teralihkan dari Taeyeon.

“Itu karna aku harus membiasakan diri untuk hidup tanpamu. Dan itu sangatlah sulit dan sampai sekarang aku masih sangat mencintaimu. Jadi ….” Sehun menggantungkan kalimat nya dan menggenggam tangan Taeyeon.

“Kembalilah menjadi yeojachingu ku lagi.” Sambung Sehun.

Taeyeon segera melepas genggaman Sehun pada tangannya dan segera beranjak.

“Berhentilah berfikiran yang tidak tidak. Setelah kau membuatku hampir gila, sekarang kau memintaku jadi yeojachingu mu lagi.? Cih, kau sangat lucu Oh Sehun. Aku akan pulang dulu, tolong sampaikan pada eomma bahwa aku sudah pulang.” Tanpa menunggu jawaban Sehun, Taeyeon segera pulang karena benar benar tidak tahan dengan atmosfer yang terjadi dengannya dan juga Sehun.

Sementara Sehun masih duduk ditempatnya sambil menatap punggung Taeyeon yang mulai menghilang dan berusaha mencerna ucapan Taeyeon yang tadi.

Sehun mengeram frustasi dan mengacak rambutnya yang kecoklatan. Sehun mengakui ini memang salahnya hingga Taeyeon menjadi seperti itu.

Tapi Sehun tak akan menyerah untuk mendapatkan Taeyeon lagi. Tak ada seorangpun yang boleh memiliki Taeyeon selain dirinya.
.
.
.
Taeyeon baru saja memasuki kamarnya dan segera merebahkan diri dikasur ukuran king size nya.

Gadis itu benar benar tak habis fikir bagaimana bisa Sehun kembali ke seoul setelah sekian lama.

Taeyeon tak ingin terus memikirkan kedatangan Sehun. Gadis itu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.

“Yeobboseyo…” Sapa Taeyeon setelah sambungan terhubung.

‘Ne Taeng, ada apa.?’ Jawab Tiffany diseberang sana.

“Besok aku berangkat denganmu ne, memakai mobilmu. Bolehkan.?”

‘Tak biasanya kau meminta berangkat bersama. Baiklah, besok akan ku jemput ne.’

“Ne, kalau bisa lebih pagi dari biasanya.”

‘Ne..ne.. aku usahakan.’

“Gomawo phany. Annyeong.”

‘Ne, annyeong taeng.’

Setelah sambungan terputus, Taeyeon melihat ada pesan masuk.

From: Baby Baekki
‘Apa kau sudah tidur baby.?’

From: Baby Taeng
‘Belum, kau sendiri mengapa belum tidur.? Ini sudah malam baby.’

From: Baby Baekki
‘Pukul 8 kau sebut malam.? Apa terjadi sesuatu denganmu.?’

From: Baby Taeng
‘Annia, aku baik baik saja baby.’

From: Baby Baekki
‘Benarkah.? Yasudah, sebaiknya kau segera tidur. Jaljayo baby. Chu~~’

From: Baby Taeng
‘Ne, kau juga segera tidur ne. Jaljayo Chu~~’

Setelah menyelesaikan percakapan singkatnya dengan Baekhyun, Taeyeon segera kekamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian sebelum tidur.

-Dikediaman Oh-

“Sehun, mana Taeyeon.?” Tanya nyonya kim pada Sehun yang baru saja masuk.

“Taeyeon sudah pulang ajhuma, dia tadi menitipkan pesan ini untuk ajhuma.” Jawab Sehun sesopan mungkin.

“Oh begitu,, gomawo ne Sehun.” Ucap nyonya kim.

“Ne, cheonma ajhuma. Kalau begitu aku kekamar dulu ne eomma, ajhuma, annyeong.” Pamit Sehun.

“Ne, annyeong..” Jawan nyonya kim dan nyonya oh bersamaan.

Sehun membaringkan tubuhnya dengan kasar dikasur yang ada dikamarnya.

Sehun terus berfikir keras bagaimana agar Taeyeon bisa kembali lagi bersamanya. Sehun sungguh tak rela jika Taeyeon dimiliki orang lain.

Oh sungguh, saat ini Sehun benar benar merutuki kebodohannya dimasa lalu, Sehun tak pernah berfikir Taeyeon akan sangat marah padanya karna tak pamit secara langsung saat itu.

Mungkin dulu Sehun masih terlalu kecil untuk tau betul apa itu arti cinta. Ayolah, saat Sehun meninggalkan Taeyeon dia baru menginjak kelas 2 sekolah menengah pertama.

Dari pada terus memikirkan Taeyeon yang pasti akan membuat kepalanya berkedut, Sehun lebih memilih segera tidur dan berharap esok dia akan dapat berfikir dengan jernih.
.
.
.
.
.
Pagi ini Taeyeon benar benar berniat berangkat sekolah pagi hari. Bahkan tadi dia sempat menghubungi Tiffany agar segera bersiap.

Taeyeon berjalan ke arah eomma nya yang masih menyiapkan sarapan. Taeyeon meminum susu yang dibuatkan eommanya.

“Kenapa pagi sekali Taeng.? Biasanya kau masih tidur.?” Tanya eomma Taeyeon.

“Ne eomma aku ada sedikit urusan, dan hari ini aku tidak membawa mobil ne. Aku akan berangkat bersama Tiffany.” Jawab Taeyeon.

“Kau tidak sarapan dulu.? Kau terlihat pucat taeng.” Tanya eomma Taeyeon (lagi).

“Tidak eomma. Aku berangkat dulu ne. Annyeong.” Pamit Taeyeon dan mencium kedua pipi eomma nya.

“Kalau begitu hati hati ne. Dan nanti jangan lupa untuk sarapan di sekolah.” Jawab nyonya kim sambil melambaikan tangan pada Taeyeon.

“Arasseo eomma.” Jawab Taeyeon dan segera keluar dari rumah nya.

Tepat setelah Taeyeon keluar dari rumah, mobil Tiffany sudah berhenti didepan gerbang rumah Taeyeon.

Tanpa menunggu waktu lama Taeyeon segera masuk ke mobil Tiffany dan duduk di jok samping pengemudi.

“Kau tumben sekali Taeng mengajakku berangkat bersama dipagi buta begini.? Dan eoh, apa yang terjadi denganmu.? Mengapa kau pucat dan terlihat lesu.?” Tanya Tiffany panjang lebar sambil menancap gas nya.

“Dia kembali Phany..” Jawab Taeyeon sambil menatap sendu pada Tiffany.

“Dia.? Dia siapa.? Berbicaralah yang benar Taeng, jangan membuatku penasaran.” Desak Tiffany.

Taeyeon segera menceritakan tentang kembalinya Sehun dan alasan namja itu yang meinggalkan Taeyeon begitu saja.

Tiffany tau tentang masa lalu Taeyeon dengan Sehun, karna bukankah Tiffany sudah menjadi teman Taeyeon sejak sekolah menengah pertama.

Tiffany mendengarkan cerita Taeyeon dengan antusias sambil tetap fokus menyetir, karna temannya yang satu ini sangat jarang bersedih. Taeyeon hanya akan sedih jika ada masalah yang besar.

“Benar benar nappeun namja. Bagaimana bisa dia memintamu untuk kembali jadi yeojachingunya setelah meninggalkanmu.” Komentar Tiffany setelah Taeyeon selesai bercerita.

“Aku benar benar tak tau harus bagaimana lagi Phany.”

“Sudahlah kau tidak usah memikirkan namja brengsek itu lagi. Kau sudah mempunyai Baekhyun yang bisa menjagamu dan kau juga mempunyai teman yang bisa kau andalkan seperti aku dan Chanyeol. Jadi tak usah difikirkan lagi ne.” Saran Tiffany.

Taeyeon tersenyum, dia benar benar bahagia mempunyai sahabat seperti Tiffany. Tiffany selalu ada saat Taeyeon dalam keterpurukan dan akan selalu menyemangati Taeyeon, begitupun sebaliknya.

“Gomawo Phany.”

“Sudahlah tak usah difikirkan. Kajja turun, kita sudah sampai.” Ajak Tiffany karna tidak terasa mereka sudah sampai disekolah bertaraf internasional.

Setelah Taeyeon dan Tiffany keluar dari mobil, mereka melihat mobil Baekhyun yang baru memasuki gerbang sekolah. Dan sekarang, Baekhyun keluar dari mobil bersama Chanyeol.

Mereka berdua segera menghampiri Taeyeon dan Tiffany.

“Tumben sekali kalian berangkat pagi.” Tanya Chanyeol. Sementara Baekhyun segera meminta jatahnya(?) pada Taeyeon yaitu pelukan dan ciuman.

“Entahlah, Taeyeon yang memintaku berangkat pagi.” Jawab Tiffany.

“Baby, kau kenapa.? Apa kau sakit.? Kau tidak seperti biasa.?” Tanya Baekhyun yang melihat Taeyeon tak seperti biasa.

“Aku akan menjelaskannya di kelas.” Jawab Tiffany yang sebenarnya tidak ada yang bertanya padanya.

Setelah mendengar ucapan Tiffany, mereka berempat segera menuju kelas yang sepi karna bisa dibilang masih pagi.

Sesampainya dikelas, Tiffany menepati janjinya yaitu tentang apa yang terjadi pada Taeyeon.

Tiffany menceritakan semuanya secara detail tanpa ada yang tertinggal. Baekhyun dan Chanyeol mendengarkan cerita Tiffany dengan serius, sementara Taeyeon menenggelam kan dirinya dipelukan Baekhyun.

“Mengapa kau tak pernah menceritakan semua ini padaku eoh.?” Protes Baekhyun namun dengan nada bicara yang halus sambil membelai rambut Taeyeon, karena tak ingin gadisnya menjadi semakin sedih.

“Mianhae baby, jangan marah padaku ne. Aku sungguh tak bermaksud untuk semua ini. Aku hanya tak ingin mengungkit masa lalu karena ku fikir Sehun tak akan kembali lagi ke seoul. Dan setiap aku mengingat tentang Sehun, aku akan kembali sedih. Jangan marah padaku ne.” Jawab Taeyeon yang melepaskan pelukannya dan mulai meneteskan air mata.

Baekhyun yang melihat Taeyeon menangis, sangat terkejut. Baekhyun segera membawa Taeyeon kembali dalam pelukannya.

“Aigoo baby, mengapa kau menangis.? Aku tidak marah padamu baby.”

“Benar kata Baekhyun, kau tak seharusnya memikirkan namja brengsek seperti Sehun atau siapalah itu. Kau sudah punya kami bertiga, dan kami akan berjanji untuk selalu ada disampingmu dalam keadaan apapun.” Sambung Chanyeol.

Taeyeon mengangkat wajahnya dan menatap kekasih dan kedua sahabatnya.

“Gomawo. Karna selalu ada disampingku. Kalian benar benar sahabat yang baik. Aku berjanji akan selalu menyayangi kalian dan mengingat kebaikan kalian.” Ucap Taeyeon setelah merasa cukup tenang.

“Tidak usah seperti itu, bukankah kita sahabat. Jadi itulah tugas seorang sahabat.” Jawab Chanyeol yang di angguki oleh Baekhyun dan Tiffany.

Taeyeon saat ini merasa sangat senang karena memiliki sahabat seperti mereka. Karena tidak mau mengecewakan sahabatnya Taeyeon berusaha kembali ceria.

“Baiklah, sekarang aku sudah tidak sedih lagi berkat kalian. Eoh, bagaimana kalau kita ke kantin.? Aku tadi tidak sempat sarapan.” Ucap Taeyeon.

“Kajja, aku juga tadi belum sempat sarapan.” Jawab Tiffany.

“Aku ikut.” Ucap Baekhyun dan Chanyeol bersamaan.

“Kajja..” Ucap Taeyeon sambil menggenggam tangan Tiffany.

Mereka berjalan kearah kantin dengan sesekali membuat lelucon hingga mereka sampai di kantin.

Setelah memesan makanan, mereka duduk ditempat yang biasa mereka tempati. Sambil menunggu pesanan datang, mereka kembali membuat lelucon.

“Ini, pesanan kalian.” Ucap ajhuma penjaga kantin.

“Kamsahamnida ajhuma.” Balas Baekhyun.

Setelah pesanan datang, mereka segera melahap makanan masing masing.

“Kita sudah lama ne, tak pergi jalan jalan bersama.” Ucap Taeyeon disela melahap sandwich nya.

“Kau benar juga Taeng. Emm, bagaimana sepulang sekolah kita pergi ke kedai ice cream. Bagaimana.? Kalian setuju tidak.?” Jawab Tiffany sembari memberikan usul.

“Kyaaa,,, aku setuju denganmu Phany. Aku sudah lama tak makan ice cream.” Jawab Taeyeon semangat.

“Mwo.? Bukankah baru dua hari yang lalu saat kita disungai han kau kubelikan ice cream.? Mengapa kau bilang sudah lama tak makan ice cream baby.?” Sahut Baekhyun karna merasa aneh dengan ucapan Taeyeon yang tadi.

“Hehehe, aku hanya ingin makan ice cream lagi.” Jawab Taeyeon cengengesan.

“Aish, dasar kau ini Taeyeon. Aku setuju dengan usul Tiffany tadi, bagaimana denganmu Baekhyun.?” Tanya Chanyeol.

“Jika Baby Taeng ku ikut, aku juga akan ikut.” Jawab Baekhyun.

“Baiklah, jangan lupa sepulang sekolah nanti ne.” Ingat Tiffany.

“Ne..” Jawab mereka bertiga serempak.

Keempat sahabat tersebut sudah menghabiskan sarapan mereka dan segera membayarnya untuk kembali ke kelas.

Di sepanjang koridor menuju kelas, mereka terus saja berbagi tawa dengan Taeyeon dan Tiffany berjalan didepan sementara Baekhyun dan Chanyeol mengekori dibelakang.

“Baby, Fany chakaman..” Ucap Baekhyun tiba tiba yang membuat mereka berhenti.

Baekhyun maju dan sekarang sudah didepan Taeyeon.
“Tali sepatumu lepas, nanti kau bisa terjatuh baby.” Ucap Baekhyun dan segera berjongkok untuk memasangkan tali sepatu Taeyeon yang terlepas.

“Huwaaa… so sweet..” Suara Tiffany terdengar.

Setelah memasang tali sepatu Taeyeon, Baekhyun berdiri untuk menghadap Taeyeon. Taeyeon sedikit berjinjit untuk mencium bibir Baekhyun.

“Gomawo baby.” Baekhyun hanya merespon dengan mengelus rambut Taeyeon.

“Aish, kalian ini tak tau jika kita di tempat umum eoh.?” Ucap Chanyeol yang mulai jengah dengan kelakuan kedua sahabatnya.

“Bilang saja kau iri padaku karna tak memiliki yeojachingu.” Ledek Baekhyun.

“Sudahlah, cepat kembali ke kelas. Sebentar lagi bel masuk.” Lerai Taeyeon.

Baekhyun merangkul pundak Taeyeon dan segera kembali ke kelas meninggalkan Tiffany dan Chanyeol.

“YAK BAEKHYUN, MENGAPA KAU MEMBAWA TAEYEON DAN MENINGGALKANKU EOH.” Lengkingan Tiffany menggema di koridor sekolah.

Chanyeol yang berada tepat di belakang Tiffany merasa sakit pada telinganya karna lengkingan Tiffany. Chanyeol menutup telinganya dan segera berlari mengejar Baekhyun dan Taeyeon.

“YAK PARK CHANYEOL, MENGAPA KAU JUGA MENINGGALKAN KU EOH.” Lagi lagi Tiffany berteriak hanya karna ditinggal Chanyeol menyusul Taeyeon dan Baekhyun.

Merasa tidak diperdulikan, Tiffany segera berlari mengejar ketiga temannya. Hingga kini mereka sudah memasuki kelas.

TENG~TENG~TENG~

Tepat setelah mereka duduk ditempat masing masing, bel sekolah berbunyi.

Pelajaran pertama hari ini adalah ‘FISIKA’ yang merupakan pelajaran yang menyusahkan karna menguras fikiran dan juga tenaga.

Namun tidak untuk teman teman sekelas Taeyeon, karena guru yang mengajar mata pelajaran tersebut adalah Ahn songsaenim. Ahn songsaenim terkenal sangat humoris, sehingga membuat siswa yang di ajarnya bersemangat. Ya walaupun terkadang Ahn songsaenim membicarakan sesuatu yang berbau yadong bin mesum.

Tak lama bel berbunyi seorang pria paruh baya memasuki kelas dengan membawa buku buku nya.

“Pagi anak anak.” Sapa Ahn songsaenim.

“Pagi saengnim.” Jawab para murid serempak.

“Ekhem, hari ini kalian akan mendapat teman baru. Apa ada yang penasaran dengan teman kalian yang baru itu.?” Tanya Ahn songsaenim.

“Ne saengnim. Siapa teman baru kami.?” Tanya Kai dengan suara nya yang nge bass.

“Baiklah. Akan ku perkenalkan.”

Kemudian Ahn songsaenim memberikan isyarat pada murid baru tersebut untuk masuk.

Saat murid baru tersebut masuk, semua mata tertuju padanya. Namun tidak untuk Taeyeon yang lebih memilih membaca materi yang mungkin akan di ajarkan Ahn songsaenim.

Namun siapa sangka, tatapan murid baru tersebut tertuju pada Taeyeon. Bahkan tatapan nya bisa dibilang sangat intens menatap Taeyeon.

Baekhyun merasa ada yang aneh dengan murid baru tersebut, karena terus memandangi yeoja nya yang duduk tepat dibelakang nya dengan intens.

Sementara Tiffany tercekat melihat murid baru tersebut. Seakan Tiffany sangat familiar dengan wajah tersebut.

Karena sudah sangat penasaran, akhirnya Tiffany berniat menanyakannya pada Taeyeon.

“Taeng, dia…..”

“Perkenalkan dirimu.!!” Ucapan Tiffany terpotong karena perintah Ahn songsaenim pada murid baru tersebut.

“Annyeonghaseyo, Oh Sehun imnida. Saya pindahan dari New York, jadi mohon bantuannya.” Jawab murid baru tersebut yang ternyata adalah Sehun sambil membungkuk.

Taeyeon segera mendongakkan kepalanya ketika mendengar nama yang sebenarnya tak ingin didengar. Sementara Tiffany membulatkan mata nya dengan mulut yang menganga hebat karena murid baru tersebut benar benar Sehun.

“Taeng, jadi dia benar benar Sehun.?”

Baekhyun dan Chanyeol yang mendengar pertanyaan Tiffany segera memalingkan wajahnya.

“Dia, Sehun yang kau ceritakan.?” Tanya Chanyeol.

Tanpa memperdulikan pertanyaan Chanyeol, Tiffany memalingkan wajahnya untuk menatap Taeyeon, dan kembali bertanya.

“Apa benar Taeng.?”

Taeyeon hanya menganggukkan kepala nya dan lebih memilih menatap Sehun yang tengah menyeringai kearahnya. Mood Taeyeon yang tadi nya baik seketika kembali buruk karena manusia terkutuk -menurut Taeyeon- seperti Sehun.

Sementara Baekhyun dan Chanyeol juga membulatkan matanya seperti yang Tiffany lakukan tadi dan segera memandang Sehun yang masih menyeringai.

“Kau bisa duduk disebelah Xi Luhan. Luhan-ssi, tolong angkat tanganmu.” Suara Ahn songsaenim kembali terdengar.

Dan sekarang, seorang namja cantik yang duduk sendiri dibelakang tempat duduk Tiffany dan Taeyeon atau lebih tepatnya dibelakang Tiffany mangangkat tangannya.

Sehun tersenyum dan membungkuk pada Ahn songsaenim. Sehun segera menuju tempat duduknya disamping Luhan. Ya, Sehun saat ini sangat senang karena mendapat tempat duduk tepat dibelakang Taeyeon.

“Baiklah, keluarkan buku kalian.” Perintah Ahn songsaenim yang sekarang juga mulai membuka bukunya.

Sehun yang baru saja menempatkan dirinya disamping Luhan, langsung mendapat senyum menawan namja cantik itu.

“Annyeonghaseyo, Xi Luhan imnida.” Sapa Luhan masih dengan senyum nya.

“Ne, anyeonghaseyo Oh Sehun imnida. Senang berteman denganmu Luhan-ssi.” Jawab Sehun ramah.

“Panggil saja aku Luhan Sehun-sii, kita sekarang kan teman.” Ucap Luhan lagi.

“Kau juga panggil aku Sehun saja ne.” Jawab Sehun dengan senyum tampannya.

“Ne..” Setelah menjawab pernyataan Sehun, Luhan mulai memperhatikan paparan Ahn songsaenim didepan.

Sementara Sehun kembali menyeringai saat menatap Taeyeon yang terlihat menundukkan kepalanya.

Sehun mengeluarkan kertas dan mulai menulis sesuatu di kertas tersebut. Setelah selesai, Sehun melemparkan kertas tersebut pada Taeyeon.

‘Kita bertemu lagi chagi.’

Taeyeon yang mendapat kata kata tersebut dari Sehun, mood nya semakin memburuk.

Taeyeon mengalihkan pandangannya untuk menatap Sehun yang berada dibelakangnya.

Taeyeon segera memberikan tatapan tajamnya pada Sehun. Tetapi malah mendapatkan seringaian dan juga tatapan yang seakan mengatakan ‘mwo.?’ dari Sehun.

Taeyeon kembali menghadap kedepan dengan tampang kusut. Tiffany yang melihat temannya sedang tidak baik segera menanyakannya.

“Taeng gwenchana.?” Taeyeon menggeleng lemah sebagai jawaban bahwa dia sedang dalam keadaan tidak baik atas pertanyaan Tiffany tadi.

TENG~TENG~TENG~

“Baiklah, karna bel istirahat sudah berbunyi, maka pelajaran kita akhiri. Untuk pekerjaan rumah, kalian kerjakan halaman 94.” Ucap Ahn songsaenim.

“Ne saengnim.”

“Taeng, apa yang harus kita lakukan.? Aku masih sangat kenyang.” Ujar Tiffany yang sama sekali tak dihiraukan oleh Taeyeon.

Gadis itu kini benar benar tertekan. Setelah menjadi tetangganya, kini Sehun satu sekolah dengan Taeyeon. Dan itu berarti Taeyeon akan setiap hari teringat dengan masa lalunya yang sangat menyedihkan.

“Aku pergi dulu.” Ucap Taeyeon yang meninggalkan sahabatnya.

“Kenapa dia.?” Tanya Chanyeol.

“Aku akan menyusul Taeyeon.” Ucap Baekhyun yang segera beranjak dan mengejar Taeyeon.

Tiffany dan Chanyeol hanya mengangguk. Dan sekarang mereka lebih memilih ke perpustakaan.

“Sehun, apa kau ingin ke kantin.?” Tanya Luhan.

“Annia, aku ingin ke toilet. Kau duluan saja.”

“Baiklah.”

Sebenarnya Sehun tak ingin ke toilet, melainkan ingin mengikuti Taeyeon.
.
.
Taeyeon saat ini tengah berada di atap sekolah dengan duduk di kursi panjang yang tersedia disana.

Taeyeon terus saja berdiam dengan tatapan kosong. Hingga akhirnya momen kesendiriannya ter interupsi oleh seseorang.

“Baby..” Taeyeon menoleh saat mendengar panggilan tersebut dengan menyunggingkan senyum nya.

“Mengapa kau disini.?” Tanya Baekhyun setelah mendudukkan dirinya disamping Taeyeon.

“Hanya ingin saja.” Jawab Taeyeon sekenanya dengan wajah menunduk.

“Apa kau masih memikirkan namja itu.?” Tanya Baekhyun lagi namun dengan nada yang lebih halus dan pandangan khawatir.

“Bagaimana aku tak memikirkan namja itu. Setelah menjadi tetanggaku, sekarang dia bersekolah di sekolah yang sama denganku. Dan itu berarti aku akan setiap hari melihat wajahnya yang akan membuatku mengingat masa laluku dengannya yang buruk itu. Aku benar benar tertekan untuk saat ini. Setiap melihat wajahnya, senyumnya, dan juga tatapannya membuatku tertekan Baekhyun, aku benar benar tak kuat.” Jawab Taeyeon panjang lebar dan mulai meneteskan air mata.

Baekhyun yang mendengar itu segera mengangkat dagu Taeyeon dan segera menghapus air mata Taeyeon dengan ibu jarinya.

“Hey, uljima.” Ucap Baekhyun dan membawa Taeyeon dalam pelukannya hingga Taeyeon sedikit lebih tenang.

“Dengar aku, mulai sekarang berjanjilah untuk jangan pendam sendiri kesedihan mu, kau bisa membagi nya denganku. Aku akan melakukan apapun yang ku mampu. Jika tidak begitu, apa guna kita menjadi kekasih.” Ucap Baekhyun sambil menatap Taeyeon lekat.

“Ne aku janji. Gomawo, karna kau, Fany dan Yeolli selalu ada untukku.” Jawab Taeyeon sambil mengusap lembut pipi Baekhyun.

Baekhyun hanya mengangguk dan mulai mendekatkan wajahnya pada Taeyeon. Hingga kedua benda lembut tersebut telah bertemu.

Awalnya Baekhyun hanya menempelkan saja, namun berubah saat Taeyeon mengalungkan tangannya di leher Baekhyun.

Baekhyun mulai mengimploitasi bibir Taeyeon. Namja itu menciumi yeojanya dengan ganas hingga mereka kehabisan nafas dan melepaskan ciuman panas tersebut.

“Gomawo selalu bisa membuatku tenang.” Ucap Taeyeon dengan dahi dan hidung yang menempal dengan Baekhyun.

“Cheonma, karna selama setahun ini kau juga selalu mengisi hariku.” Jawab Baekhyun dan sedikit menjilat bibir Taeyeon sebelum kembali menciumi yaojanya.

Sama seperti ciuman pertama tadi, ciuman kedua ini juga panas dan terkesan posesif dari keduanya. Ciuman kali ini lebih lama dari sebelumnya.

Setelah benar benar kehabisan oksigen Baekhyun melepas ciumannya dan mengusap bibir Taeyeon karna ada sedikit saliva yang tertinggal disana.

“Kajja kembali kekelas.” Ucap Baekhyun sambil menggenggam tangan Taeyeon.

“Ne..”
.
.
.
Sehun yang saat ini berada di toilet benar benar telihat menahan emosinya. Terbukti dari matanya yang memerah, rahangnya yang mengeras dan tangan yang mengepal kuat hingga uratnya terlihat. Sungguh, Sehun saat ini terlihat sangat mengerikan.

Sehun seperti itu bukan tanpa alasan. Ya, Sehun tadi benar benar mengikuti Taeyeon hingga Sehun menemukan gadis itu tengah berciuman dengan seorang namja di atap sekolah.

‘Shit, ternyata dia sudah memiliki namjachingu. Tapi seorang Oh Sehun tak akan menyerah. Kita lihat saja, Taeyeon akan kembali jadi milikku.’ Geram Sehun dalam hati dengan senyum yang dipaksakan.

“Dimana mereka.?” Tanya Taeyeon setelah sampai dikelas tetapi tak menemukan Tiffany maupun Chanyeol.

“Entahlah, aku juga tak tau.” Jawab Baekhyun dan langsung duduk disamping Taeyeon.

“Bagaimana kalau nanti kita mengerjakan tugas Ahn songsaenim bersama.?” Tawar Baekhyun dan mendapat anggukan dari Taeyeon.

“Nanti malam kau yang kerumahku ne.” Jawab Taeyeon.

“Tentu..”

“Taeng.!!” Taeyeon mengalihkan pandangannya dan mendapati Tiffany yang memasuki kelas dengan Chanyeol dibelakangnya.

“Kau sudah tak apa.?” Tanya Tiffany setelah duduk didepan Taeyeon.

“Aku sudah tak apa Phany, kau tak usah khawatir.” Jawab Taeyeon dengan senyum manis nya dan dibalas Tiffany dengan mengerucutkan bibirnya.

“Bagaimana aku tak khawatir eoh!? Kau terlihat pucat dan mengkhawatirkan Taeng. Dan itu benar benar membuatku khawatir.” Omel Tiffany dengan suaranya yang nyaring.

“Baiklah, aku tak akan seperti itu lagi. Mianhae telah membuatmu dan yang lain khawatir.” Jawab Taeyeon dengan wajah yang menunduk.

“Sudahlah Fany, Taeng bisa sedih lagi jika kau mengomel terus.” Suara Chanyeol akhirnya terdengar.

“Baiklah, mianhae Taeng telah membuatmu sedih kembali.” Ucap Tiffany dengan nada penuh penyesalan.

“Gwenchana.” Jawab Taeyeon yang di iringi dengan bel masuk.

Semua murid mulai memasuki kelas dan duduk ditempat  masing masing dan siap menerima pelajaran.

Beberapa saat setelah bel, Yoon songsaenim masuk dan siap memberikan materi untuk pelajaran sejarah.

TENG~TENG~TENG~

Bel pulang sekolah berbunyi dan semua murid mulai mempersiapkan diri untuk pulang.

“Kita jadi pergi kan.?” Suara Tiffany yang pertama kali terdengar.

“Tentu saja. Kalian ke parkiran duluan saja, aku ingin ke toilet sebentar.” Jawab Taeyeon yang di angguki ke tiganya.

Taeyeon segera ke toilet, sementara temannya yang lain menunggu di parkiran.

Sehun yang mendengar percakapan Taeyeon dan teman temannya berniat mengikuti Taeyeon ke toilet.

“Sehun, kau tak ingin pulang.?” Tanya Luhan karna melihat Sehun masih duduk ditempatnya.

“Kau duluan saja.” Jawan Sehun.

“Baiklah, aku tinggal dulu ne. Annyeong.” Pamit Luhan dan segera keluar dari kelas.

Sehun segera bangkit dan mengarahkan kaki nya untuk ke toilet wanita dimana Taeyeon berada.

Saat tengah berjalan menuju toilet, tanpa sengaja Sehun melihat koridor yang gelap dan sangat sepi. Jika di koridor lain masih ada beberapa siswa, namun di koridor ini sangat sepi dan juga gelap. Tiba tiba fikiran liar Sehun muncul dengan sendiri nya.

Sehun kembali melangkahkan kaki nya dengan seringai khas diwajahnya.

Namja itu kini menyenderkan punggung nya pada dinding samping pintu toilet dengan tangan yang menyilang didepan dada sambil menunggu Taeyeon.

Setelah beberapa saat Sehun menunggu, akhirnya Taeyeon keluar dengan wajah yang menunjukkan keterkejutan.

“Se..Sehun.”

“Kita bertemu lagi chagi..”

Sehun mencengkeram pergelangan tangan Taeyeon dan membawanya dengan paksa ke koridor sepi yang di lihatnya tadi.

Setelah sampai, Sehun membanting pelan punggung Taeyeon pada dinding dan menempatkan tangan kirinya di samping kepala Taeyeon.

“A..apa yang ingin k…kau lak..kukan.?” Tanya Taeyeon dengan gugup.

“Aku ingin memilikimu.” Jawab Sehun santai dan mulai menunjukkan lagi seringaiannya.

“Aku sudah memiliki Baekhyun sebagai namjachinguku Sehun. Dan kau harus mengerti itu.” Jawab Taeyeon tegas karna mulai geram dengan kelakuan Sehun.

Sehun seketika merubah ekspresi nya menjadi datar dan tatapan tajam setelah mendengar ucapan Taeyeon.

“Jangan sebut nama namja itu jika kau sedang bersamaku.” Ucap Sehun dan kembali mencengkeram pergelangan tangan Taeyeon.

Sehun memang sudah tau semua tentang hubungan Taeyeon dan Baekhyun karna tadi sempat menanyakannya pada Luhan.

Sehun mendekatkan wajah nya pada Taeyeon. Mulai menciumi gedis itu dengan kasar dan dalam.

Tangan nakal Sehun tidak diam saja, tangan kiri Sehun mulai menekan tengkuk Taeyeon untuk memperdalam ciumannya. Sementara tangan kanan nya mulai menggerayangi tubuh Taeyeon, hingga membuat Taeyeon menggeliat.

“Mmpphhh…” Taeyeon berusaha sekuat tenaga untuk tak membuka mulutnya. Namun semua itu sia sia karna Sehun menggigit bibir bawahnya hingga terbuka dan memudahkan Sehun memasukkan lidahnya dalam mulut Taeyeon.

Sehun masih menciumi Taeyeon dengan kasar dan tangan kanannya sekarang tengah berusaha membuka kancing seragam Taeyeon. Hingga akhirnya…

BUGH…

T.B.C

Annyeong readers!! Chapter 2 udah keluar gimana.? Semakin bagus atau malah jadi aneh.?

Dan untuk yang mem ‘BUGH’ kan entah siapa itu silahkan reader tebak sendiri ya. Tapi jangan mudah menebak ok.

Aku juga mau minta maaf karena gak bisa bales komen reader satu satu di chapter 1 nya dikarenakan koneksi jaringan yang sangat menyusahkan. Tapi aku baca kok, jadi makasih buat reader yang mau komen ff aku.

Dan buat yang nunggu sequel ‘My Sexy Girl’ *kalo ada* tunggu aja ya. Kebetulan aku udah dapet ide nya dan dalam proses penulisan. Tapi aku usahain secepatnya selesai.

Okedeh, udah dulu basa basi nya. Jangan lupa komen ya reader. Jangan jadi siders yang jahat.

See you in chapter 3….

Advertisements

66 comments on “[FREELANCE] Love Triangle (Chapter 2)

  1. Omo omo omo sehuuunn!! Kau tak polos!! #plak
    itu yg nge-‘bugh’ (?) baek ya ? Atau si happy virus ?
    Next! Next! Jgn lma ya thor!
    FIGHTAENG!!

  2. huahh baekyeon moment bikin gemesss >< adoh sehun nyebelin ihh -,- hmm tbc nya pas banget bikin penasaran. next thor. hwaitaeng!!!

  3. huahh baekyeon moment bikin gemesss >< hmm sehun nyebelin ih -,- tbc nya pas banget bikin penasaran. next thor. hwaitaeng!!!

  4. Ya Ampunn…………
    Sehun !!!
    ck ck ck
    setelah sekian lama ga pulang-pulang kayak Bang Toyib dia hadir trus merusak ketenangan Taeng eeonni
    duhhhh~
    Sehun nekat banget nyium Taeng eonni
    Yg mukulin itu pasti…… Baek oppa kan?
    ditunggu kelanjutannya yaaaa~

  5. Seeeeeeeehuuuuuunnn nakal yaah.. mamah jewer kupingnya nanti wkakakakakak
    Duh kok taeyeon ga nglawan sih 😥 kasiaan baeekhyuunn aaaahh sebel.itu yg dtg siapa..? Baekhyun kah??baik baik gitu. Udah sabar. Ngerti bgt ama perasaan ama posisi taeng. Ganteng juga lagi kuraaaang apaaaa hahhhhh .. #maafgaksantainih wkwkwkwkwk
    lanjut thoooor semangatttt

  6. Parah sehun wks
    Thor, setiap baekhyun ngomong ke taeng knp mesti ada ‘baby’ nya sih, kadang ada beberapa kalimat yg aneh kl ada kata itu.
    Hehe
    Tapi bagus kok thor, nice story!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s