[FREELANCE] God Plan (Chapter 4)

god-plan-for-ann-nacha-by-springsabila

Title : God Plan

Author : Ann Nacha (annyoungz75)

Main cast : Kim Taeyeon [GG]

Xi Luhan [EXO]

Xiao ZiYu [OC]

Xiao Ji Kyo [OC]

Support cast : find it by yourself

Genre : family, angst, romance

Length : multi chapter

Rating : 17+

Disclaimer : cast milik tuhan dan orang tua mereka. Author hanya minjam untuk kepentingan cerita. Author minta maaf bila ada kesamaan cerita, judul maupun yang lainnya. But, This story 100% mine.

Note’s : saya ucakan terima kasih untuk admin yang sudah mau post FF saya. Juga ucapan terima kasih untuk readers yang sudah mau baca FF absurd saya.

 

Credit poster : Springsabila.cafeposter.wordpress.com

 

 

WARNING TYPO!

 

HAPPY READING ^^

 

 

-Chapter 4-

 

 

 

 

Kini Taeyeon sudah memakai kemeja berlengan pendek berwarna tosca dipadu rok pendek diatas lutut berwarna hitam dan juga high heels hitam. Ia kini tengah menyiapkan sarapan untuk kedua buah hatinya.

“eomma!!!” seru kedua anaknya sambil memeluk kaki-kaki jenjang Taeyeon. Taeyeon tersenyum. “Selamat pagi..!” sapa Taeyeon saat melihat kedua buah hatinya yang terlihat manis dalam balutan seragam sekolah mereka.

“pagi!” balas mereka sambil duduk dikursi meja makan menunggu menu sarapan kali ini dengan antusias.

“pancake!!!” seru mereka. Taeyeon terkekeh. “makan yang banyak ne!” ucapnya sambil menyodorkan masing-masing sepiring pancake didepan ZiYu dan JiKyo.

.

.

.

“jangan nakal,ne!” ucap Taeyeon sambil mengecup dahi anak-anaknya. “ne!” ucap mereka sambil membalas ciuman Taeyeon dipipi.

“annyeong!” ucap Taeyeon lalu berjalan kembali kedalam mobilnya. Ia menancap gas menuju kantor nya seperti biasa. Hari ini,adalah hari rapat untuk penyambutan CEO baru perusahaan dimana ia bekerja.

Akhirnya mobil putih itu sampai juga di parkiran kantor besar itu. Taeyeon segera turun dari mobilnya dan berlari memasuki kantornya berusaha terhindar dari ketelatan.

“pagi,Tiff!” sapa Taeyeon saat ia memasuki ruangan kerjanya yang biasa ia tempati bersama sahabatnya Tiffany. Tiffany yang melihatnya bernafas lega.

“kukira kau tak akan masuk” ucapnya.Taeyeon tersenyum. “tentu saja tidak” balasnya. “hari ini CEO muda itu akan datang kan?” tanya Taeyeon memastikan.

“ne, ada berita bagus untukmu” ucap Tiffany dengan wajah sedih. “berita yang bagus dengan wajah sedihmu? Oh come on..” gerutuh Taeyeon. “Taeyeon tolong dengarkan..” titah Tiffany.

“baiklah.. apa berita itu?” tanya Taeyeon. “kau akan diangkat menajdi asisten pribadi CEO baru itu” ucap Tiffany.

“mwo?!” kaget Taeyeon. “kenapa aku?!” ulangnya. Tiffany menggeleng. “Shin sajangnim mempercayaimu. Dan kau tidak akan satu ruangan lagi denganku! Itu yang membuatku sedih!” ucap Tiffany.

“haishh… bagus! Aku akan bertambah sibuk! Zi dan Kyo pasti akan marah!” keluh Taeyeon. “hey… tenang saja.. menjadi asisten pribadi tak akan membunuhmu. Kau hanya tinggal bilang pada CEO itu bahwa kau memiliki 2 bocah kembar. Maka dia akan mentoleransi dirimu. Mudah kan?” ucap Tiffany menenangkan.

Taeyeon memutar bola matanya dan meminum air mineral. “apa CEO baru itu sudah tahu?” tanya Taeyeon. “molla” jawab Tiffany.

“merepotkan” gerutuhnya sambil menghembuskan nafas kasar.

.

.

.

“apa kau sudah siap untuk rapat kali ini, tuan Xi?” tanya Chanyeol. Partner Luhan.

Luhan menoleh dengan malas kearah Chanyeol. “kau harus mengingat berapa kali aku mengikuti rapat, Chan. Apa kau pikir aku akan gugup hanya untuk rapat kali ini?” tanya Luhan.

“haish… kau juga harus ingat, Lu. Rapat kali ini berbeda. Kau akan memimpin perusahaan ini! Bukan untuk menanda tangani kontrak untuk bekerja sama dengan perusahaan ini” ucap Chanyeol.

“yayaya! Aku tahu!” ucap Luhan. Chanyeol mendengus. Luhan benar-benar susah diberi tahu dan susah diperintah. “dan kau akan mempunyai asisten baru disana” ucap Chanyeol. Luhan menoleh.

“siapa namanya?” tanya Luhan memalingkan wajahnya tanpa minat sambil memainkan rubik kesayangannya.

“Kim Taeyeon” ujar Chanyeol. Luhan terdiam. Ia menoleh pada Chanyeol dengan wajah terkejut. “apa kau bilang?!” tanyanya memastikan.

“asisten mu disana bernama Kim Taeyeon. waeyo? Something wrong?” tanya Chanyeol. “apa?! Apa?! Kim Taeyeon?!” tanya Luhan.

“ne” jawab Chanyeol. “k..Kim Taeyeon?! benar-benar Kim Taeyeon?!” tanyanya lagi. “hey! Apa maksudmu?! Aku tak mengerti!” ucap Chanyeol kesal.

“apakah ada data yang lebih rinci darinya?” tanya Luhan tak sabaran. Chanyeol tak menjawab ia membuka sebuah File yang berisikan karyawan-karyawan yang bekerja di perusahaan yang berlokasi di Jeonju itu.

“umm… Kim Taeyeon, 23 tahun. Tak ada yang spesial. Ada apa Lu?” tanya Chanyeol penasaran. “hanya itu?” Luhan kembali bertanya tanpa menjawab pertanyaan Chanyeol.

“yup” balas Chanyeol. “baiklah kau boleh keluar” ucap Luhan. Chanyeol tentu saja bingung dibuatnya, ia keluar dari ruangan Luhan sambil sesekali mengumpat karena sikap Luhan yang suka seenaknya.

“Kim Taeyeon?… apa itu kau Taeng?” gumamnya.

.

.

.

“bersiaplah! CEO baru akan datang!” ucap Shin sajangnim. Mantan CEO dari Light Company yang sebentar lagi akan berubah menjadi sebuah company baru dengan CEO baru.

Taeyeon berjalan bersama Tiffany menuju ruang rapat. Setelah itu mereka mendengar jika sang CEO baru sudah sampai dan akan memasuki ruangan rapat.

“kau sudah menandatangani kontrak. Kau sudah siap ‘kan untuk menjadi asistennya?” tanya Shin sajangnim. Taeyeon hanya mengangguk.

Jujur saja Taeyeon sedikit tertarik untuk mengetahui siapa CEO barunya. Itu karena ia akan menjadi asisten pribadi sang CEO, bukan?

Kriek..

Pintu terbuka dan memperlihatkan beberapa orang dengan jas mahal memasuki ruangan rapat.

Taeyeon memperhatikan satu persatu orang-orang asing itu hingga ia melihat seseorang yang tidak asing baginya.

Seseorang yang sudah 4 tahun tak bertemu dengannya.

Seseorang yang sudah merubah hidupnya.

Seseorang yang selalu membuatnya bersedih.

Seseorang yang tak mau mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Seseorang yang menjadi ayah anak-anaknya.

Xi Luhan.

Ya, Xi Luhan. bahkan Taeyeon bisa lihat wajah terkejut Luhan saat bertatap mata dengannya. Namun, Taeyeon berusaha menutupinya dengan memandang kearah lain.

‘ya tuhan…’ batin Taeyeon. “annyeong haseyo…” ucap Luhan membuat semua peserta rapat menoleh termasuk Taeyeon. ia bersikap seakan tak mengenal Luhan sebelumnya.

“namaku Xi Luhan. aku akan memimpin perusahaan ini. Terimakasih untuk Shin sajangnim yang sudah mempercayai Light Company berubah menjadi Xi Company. Dan kuharap kalian bisa menerimaku. Terimakasih” ucapnya diakhiri dengan bungkukan badan.

Luhan terus menatap Taeyeon. “Kim Taeyeon” ucapnya. Taeyeon menatap Luhan dengan pandangan datar dan terkejut sekaligus(?).

“nde, sajangnim?” tanyanya. “kau asisten baruku kan?” tanya Luhan. Taeyeon mengangguk kaku. Luhan tersenyum.

“aku merasa seperti mengenalmu sebelumnya” ucap Luhan sambil tersenyum yang tentu saja berusaha memancing Taeyeon. Taeyeon membuang muka kearah lain. “maaf, tapi sepertinya kita baru bertemu sajangnim.” Ucap Taeyeon pelan namun masih bisa didengar oleh orang disekitarnya termasuk Luhan yang berdiri beberapa meter darinya.

Setelah setengah jam mengadakan rapat semua peserta rapat pun satu persatu meninggalkan ruangan mewah itu. Disana hanya tersisa Taeyeon yang tengah membereskan berkas dan Luhan yang tengah memperhatikan Taeyeon.

“Taeng..” panggil Luhan. Taeyeon pura-pura tak mendengar dan terus membereskan berkas yang berserakan dimeja panjang berwarna hitam itu.

“saya harus keluar, Xi sajangnim. Permisi..” ucap Taeyeon membungkuk dan dengan segera meninggalkan Luhan sendiri diruangan itu.

Pintu ditutup dengan keras. Luhan sangat yakin Taeyeon mengetahui Luhan. maka dari itu Taeyeon bersikap seperti tak mengenal Luhan sama sekali.

Luhan menghembuskan nafasnya. Taeyeon pasti sangat membencinya sampai bertingkah seperti itu padanya.

“kau pantas mendapatkannya Luhan” gumamnya pada diri sendiri sambil tersenyum miris.

Taeyeon berjalan cepat menuju ruangannya. Ia benar-benar tak percaya orang yang paling tak ingin ditemuinya datang kembali kedalam hidupnya.

Bukannya Taeyeon membenci Luhan. tidak! Hanya saja ia masih kecewa dan belum bisa memaafkan apa yang Luhan perbuat padanya. Walaupun itu sudah 4 tahun yang lalu sekalipun.

Sekarang ia takut Luhan akan bertemu dengan anak-anaknya. Ia takut Luhan akan membenci anak-anaknya.

Taeyeon menghempaskan tubuh mungilnya ke kursi dan menghembuskan nafas kasar. Kini ia harus berpikir jernih.

Tok tok tok

Pintu ruangan Taeyeon diketuk oleh seseorang membuat Taeyeon mendongak heran dan kesal. Haishh… ia baru saja duduk.

“ne?” tanyanya.

“Xi sajangnim memanggilmu. Cepat datang keruangannya!” ucap seorang yeoja yang Taeyeon kenali dari suaranya adalah Tiffany.

“aku akan segera datang!” sahut Taeyeon. tak ada lagi yang menyahut, berarti Tiffany sudah pergi.

Taeyeon menghela nafas sebelum ia beranjak dari ruangannya.

Taeyeon mengetuk pintu ruangan kerja Luhan. terdengar Luhan menyahut dan Taeyeon pun membuka pintu berwarna coklat itu.

“ada apa sajangnim?” tanya Taeyeon datar namun dengan sedikit senyuman yang terlihat dipaksakan.

Luhan tersenyum. “kemarilah” ucapnya. Taeyeon dengan wajah datarnya menghampiri Luhan.

“apa kabar?” tanya Luhan lembut. Taeyeon menatap Luhan sekilas dan kembali menunduk. ‘apa maksudnya?’ batin Taeyeon.

“baik” jawabnya singkat. Ia bisa mendengar Luhan menghela nafas.

“kau sudah bisa bekerja sebagai asistenku mulai sekarang, Taeng” ucap Luhan. Taeyeon mengangguk dan hendak berbalik menuju pintu namun Luhan memanggilnya kembali.

“ne?” tanya Taeyeon. Luhan kelihatan gugup. Ia bahkan sesekali menggigit bibir bawahnya.

“umm… bagaimana? Umm… bayinya…?” ucap Luhan terbata.

“apa maksudmu Xi sajangnim?” tanya Taeyeon berusaha keras menahan air matanya. Ia tahu benar apa maksud yang diucapkan Luhan “apa bayinya… umm?” tanya Luhan gugup.

“apa yang kau inginkan sajangnim?” tanya Taeyeon datar. Luhan menghela nafas. “kau menghilang” ucapnya.

“…” tak ada sahutan dari Taeyeon.

“kau sudah menghilang selama 4 tahun. Aku merindukanmu Taeng” ucap Luhan dengan wajah sedihnya.

Taeyeon menatap Luhan sekilas. “bagaimana hubunganmu dengan Yoona-ssi, sajangnim?” tanya Taeyeon mengalihkan pembicaraan dan pura-pura menyibukkan diri dengan membereskan lembar-lembar kertas yang ada di meja disudut ruangan kerja Luhan padahal meja itu sama sekali tidak berantakan.

Luhan tertegun. “apa maksudmu?” tanyanya.

“apa kau sudah menikahi Yoona-ssi? Apa kau sudah mempunyai anak dari Yoona-ssi?” tanya Taeyeon. menyindir.

Kini Luhan tahu arti dari ucapan Taeyeon, ia menghela nafas. “aku dan Yoona tak memiliki hubungan apapun” jawabnya, jujur.

Taeyeon hanya terdiam. Sejujurnya ia sudah tak perduli dengan kisah hidup Luhan lagi. “kalau kau? Kau sudah menikah?” tanya Luhan berjalan mendekati Taeyeon.

Taeyeon tersenyum mengejek. “mana ada seorang namja yang mau menikahi seorang yeoja yang sudah mempunyai anak diluar nikah” ucap Taeyeon kini memandang Luhan dengan tatapan datar sedatar lantai(?).

Luhan terdiam. “jadi kau…?” ucapnya.

“ya, aku sudah membesarkan anakku, Xi sajangnim” ucap Taeyeon sambil menekankan kata ‘anakku’ pada Luhan.

“apa dia baik-baik saja?” tanya Luhan gugup. “dia?” tanya Taeyeon sambil tertawa kecil.

“kau harusnya mengatakan ‘mereka’ bukan ‘dia’, sajangnim” ucap Taeyeon. Luhan membelalakkan matanya.

“jadi kau….”

“ya, aku melahirkan anak lelaki kembar” jawab Taeyeon. ia sudah benar-benar ingin keluar dari ruangan ini sekarang. Berdua bersama Luhan diruangan ini benar-benar mencekamnya.

“aku senang mendengarnya” ucap Luhan sambil tersenyum. Taeyeon tak menyahut. “maaf sajangnim, jika tak ada hal yang penting aku harus pergi” ucap Taeyeon hendak membuka kenop pintu namun tangan Luhan menyegatnya. Luhan menggenggam lengan Taeyeon.

Taeyeon sudah tak bisa menahan air matanya lagi sekarang. Kini krystal bening itu sudah membentuk sungai kecil dipipi mulusnya.

“apa yang kau inginkan lagi dariku?!” bentak Taeyeon. sekarang ia sudah benar-benar tak kuasa menahan semua beban yang selama 4 tahun dipendamnya sendiri.

Luhan menghela nafas. Ini yang ia inginkan, ia ingin melihat Taeyeon membentak-bentak dan mengeluarkan semua bebannya. Bukannya tersenyum manis seakan tak ada masalah apapun diantara mereka. Itu malah membuatnya merasa semakin menjadi seorang namja brengsek.

Taeyeon terisak. “taeng maafkan aku” ucap Luhan sambil memeluk Taeyeon. “kenapa kau datang kembali?” tanyanya lirih dipelukkan hangat Luhan yang sebenarnya ia rindukan.

Luhan mengelus rambut hitam panjang Taeyeon. “maafkan aku” ucapnya lagi. “kau bilang kau tak mau melihatku lagi” ucap Taeyeon masih dipelukan Luhan.

“saat itu aku tengah kacau. Aku mengatakan apa yang seharusnya tak kuucapkan padamu..” lirih Luhan membela diri.

Taeyeon melepaskan pelukan Luhan dengan kasar dan menatap Luhan dengan tatapan yang penuh luka. “kau kira aku tak kacau saat itu?! Aku hamil diumur 19 tahun dan diluar pernikahan?! Apa kau pikir aku tak kacau, eoh!? Aku bahkan hanya memikirkan bahwa ayah anak-anakku lah satu-satunya orang yang akan membantuku?! Tapi apa?! Bahkan ia bilang tak mau mengakui anakku dan sudah muak melihatku!” seru Taeyeon tak kuasa. Kini bajunya sudah basah dengan air mata.

Mata Luhan sudah memanas. “maafkan aku…” lirihnya Luhan tak kuat melihat sahabatnya menangis seperti ini.

“maaf tuan Xi. Aku merasa tak enak badan hari ini. Aku akan pulang. sekali lagi maaf. Annyeong” ucap Taeyeon menghapus air matanya, membungkuk sekilas lalu berlalu dari hadapan Luhan.

Luhan menghela nafas dan kini matanya sudah mengalirkan bening krystal yang sudah mengalir dipipinya. “aku pasti sangat brengsek jika sudah membuatmu seperti ini. Taeng, aku benar-benar minta maaf” lirih Luhan.

.

.

.

Taeyeon memarkirkan mobilnya diparkiran khusus mobil di sekolah anak-anaknya. Ini sudah jam 10.00 KST berarti anak-anaknya sudah pulang dari sekolah mereka.

Anak-anaknya memang pulang jam 10.00 tapi karena Taeyeon harus bekerja maka mereka harus tinggal di sebuah penitipan anak yang berada satu gedung dengan sekolah mereka sampai Taeyeon menjemput.

“eomma!” Taeyeon menoleh dan tersenyum. Ia melihat anak-anaknya tengah berlari kearahnya dari kerumunan banyak anak-anak kecil yang ingin pulang.

Mereka memeluk Taeyeon dan dibalas oleh sang eomma. “kenapa eomma menjemputnya cepat sekali? Eomma tidak bekelja?” tanya JiKyo. Taeyeon tersenyum.

“eomma merindukan kalian. Eomma pulang cepat” jawab Taeyeon yang dibalas pelukan hangat kembali oleh kedua anak kembarnya membuat Taeyeon merasa tenang. Mereka memang manja jika sudah bersama Taeyeon.

“ada yang ingin ke taman?” tanya Taeyeon. kedua anak-anaknya mengangguk riang dan berlari memasuki mobil putih milik Taeyeon.

.

.

.

Taman.

“eomma habis menangis ya?” tanya ZiYu saat melihat ada yang aneh pada mata Taeyeon. Taeyeon menggeleng dan tersenyum.

“lalu kenapa mata eomma bacah?” tutur JiKyo. “eomma hanya sedang tidak enak badan” jawab Taeyeon berbohong.

“eomma cakit?!” panik JiKyo sambil membulatkan mata rusanya. “aniya.. eomma baik-baik saja” ucap Taeyeon.

“baiklah kalian boleh bermain tapi jangan jauh-jauh” ucap Taeyeon sambil mengelus surai hitam kedua anaknya. ZiYu dan JiKyo mengangguk lalu berlari beriringan menuju tempat bermain.

Taeyeon duduk disebuah kursi panjang sambil memainkan ponselnya. Sementara dua bocah kembar itu bukannya bermain malah pergi ke suatu tempat.

.

.

.

“eoh, tuan Xi kau mau kemana?” tanya salah satu karyawan saat melihat CEO barunya hendak pergi keluar kantor.

“aku ingin berjalan-jalan. Banyak yang bilang Jeonju adalah kota yang indah” jawab Luhan ramah. Karyawan perempuan itu mengangguk lalu pamit pada Luhan.

 

Luhan melajukan mobilnya kemanapun jalan yang ia lihat. Ia hanya berusaha menjernihkan pikirannya dari yeoja itu. Ya, Kim Taeyeon.

Ia melihat sebuah taman yang dipadati oleh orang-orang dan anak kecil yang berlarian kesana kemari. Ia turun dari mobil hitam mewahnya lalu berjalan memasuki taman itu.

Luhan tersenyum. Paling tidak pemandangan ditaman ini bisa sedikit menjernihkan pikirannya dari masalah yang membebaninya.

Tapi tiba-tiba ia merasa tertarik oleh sebuah stand yang menjual Jjajangmyeon. Orang bilang Jjajangmyeon di Jeonju lebih enak daripada di Seoul.

Ia berjalan memasuki stand itu dan memesan satu bungkus Jjajangmyeon pada ahjussi yang menjual Jjajangmyeon itu.

Setelah mendapat Jjajangmyeonnya dan membayar Luhan berbalik dan ia hampir jatuh saat 2 bocah kembar menabraknya tanpa meminta maaf dan tetap berlari kearah ahjussi penjual Jjajangmyeon itu.

“paman! ZiYu ingin memesan satu bungkus Jjajangmyeon untuk eomma!” ucap salah satu anak kembar itu. Luhan memandang mereka.

“maaf nak. Jjajangmyeonnya sudah habis dibeli paman itu” ucap ahjussi penjual Jjajangmyeon sambil menunjuk Luhan. Luhan membeku kikuk saat kedua bocah kembar itu menatapnya dengan tatapan sedih.

Salah satu dari bocah kembar itu berjalan kearahnya. “paman… paman mau tidak menjual Jjajangmyeon milik paman untuk kami? Eomma cedang cakit” ucap anak yang lebih putih dari kembarannya itu.

“eh?!” kaget Luhan.

Luhan merasa sedang berjalan-jalan dengan mesin waktu sekarang. Ia merasa tengah bercermin saat melihat kedua bocah kembar ini.

Luhan tersenyum. “siapa nama kalian?” tanya Luhan lembut sambil berjongkok mensejajarkan tingginya dengan tinggi bocah kembar yang Luhan pikir berusia 4 tahunan itu.

“ZiYu” ucap salah satu bocah kembar itu.

“aku JiKyo, paman.” Ucap salah satunya lagi sambil memamerkan deretan gigi putih dan rapihnya. “baiklah. Namaku adalah Luhan” ucap Luhan. anak kembar itu saling menoleh.

“jadi eomma kalian sedang sakit?” tanya Luhan. mereka mengangguk dengan wajah sedih mereka membuat Luhan gemas dan ingin tertawa.

“darimana kalian mendapatkan uang itu?” tanya Luhan dengan wajah serius saat anak yang Luhan kira bernama ZiYu menyodorkan beberapa won padanya.

“ini uang kami paman. Kami mengumpulkan uang ini” jawab ZiYu. Luhan tersenyum merasa bangga padahal mereka bukan anak Luhan. atau Luhan memang tidak menyadarinya?

“baiklah… kalian tidak usah membelinya dari paman. Paman akan memberikannya pada kalian” ucap Luhan ramah. Ia bisa melihat wajah senang dan ceria dari kedua anak itu.

“benal paman?” tanya JiKyo dengan mata berbinar. “aisshh.. aku gemas dengan mata rusa kalian! Kalian sama seperti paman. Paman juga mempunyai mata rusa seperti kalian” ucap Luahn sambil memperlihatkan mata rusanya.

“wah! Kata eomma, appa Zi dan Kyo juga memiliki mata rusa?!” seru ZiYu. “eh?! Kata eomma? Memangnya kalian tidak bertemu dengan appa kalian?” tanya Luhan heran sambil mengangkat sebelah alisnya.

Bocah kembar itu saling memandang dengan pandangan sedih membuat Luhan salah tingkah. “tidak paman… appa… tidak pelnah beltemu dengan hyung dan JiKyo” jawab JiKyo. Luhan tersenyum merasa kasihan. Namja gila mana yang berani meninggalkan anak-anak selucu mereka?! Batin Luhan tak habis pikir. Ia bahkan tak sadar bahwa sekarang ia tengah mengumpat diri sendiri -,-

“baiklah, ini Jjajangmyeon kalian!” ucap Luhan sambil mengacungkan sebungkus Jjajangmyeon miliknya pada bocah kembar itu.

“ZiYu?! JiKyo?!” seru seseorang. Mereka menoleh. “eomma!” seru kedua bocah kembar itu.

“T…Taeyeon?!” ucap Luhan tak percaya.

Hening…

“kalian kemana saja?!” tanya Taeyeon tanpa menatap Luhan dan berjalan kearah ZiYu dan JiKyo.

“paman Luhan mau membelli kami Jjajangmyeon untuk eomma! Eomma bilang eomma cedang tidak enak badan. Jadi hyung dan JiKyo mau membeli Jjajangmyeon tapi kehabican…jadi paman Luhan mau membellikan miliknya” ucap JiKyo riang. Taeyeon menatap Luhan sekilas.

“baiklah kita harus pulang. tuan Xi terimakasih” ucap Taeyeon membungkuk dan segera menarik tangan ZiYu dan JiKyo keluar dari stand Jjajangmyeon itu.

“eoh?! Eomma Jjajangmyeonnya!” seru JiKyo sambil menatap Luhan dan berusaha meraih-raih Luhan sementara sang kakak hanya diam menuruti sang eomma walau ia terlihat kesal. tapi Taeyeon seakan tak mendengar protes mereka dan tetap menarik tangan ZiYu dan JiKyo.

“Taeng, tunggu!” ucap Luhan berusaha mengejar Taeyeon dan yang baru Luhan sadari adalah anak-anaknya.

Tapi terlambat. Tanpa membawa Jjajangmyeonnya Taeyeon sudah masuk kedalam mobil dan menancap gas pergi dari kawasan taman itu.

Luhan menghela nafas. Namun kemuadian ia tersenyum. “jadi mereka anak-anakku?” gumamnya sambil terus tersenyum.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

To Be Continued…

 

A/N : hollaaa!!!! Balik lagi sama author! Hehe… gimana nih? Ada yang suka sama chapter 4 ini? Aaahh… akhirnya Taeng dan sikembar bertemu juga dengan Luhan walaupun sikembar ngga menyadari kalau Luhan adalah appa mereka! Haha! Dan author minta maaf karena udah ngebuat sifat Taeng gitu ke Luhan. T^T salah sendiri kau jahat… *colek Luhan*

Aku mau minta maaf chapter kemaren super duper pendek T^T. Apa ini udh panjang? Udah greget? Udah cucok? Duhh… maafkan jika masih jelek :’) sebagai perminta maafan author ini udah dibuat panjang (gak yakin) author juga gk yakin ini panjang. Nyehehe… maapkan author yg nakal ini. Hahaha…

Apa ada yang mau menungu kelanjutan ff ini atau author stop disini aja? Itu terserah reader.. jika peminat makin banyak author bakal semangat lanjutinnya^^ ok deh! Seperti biasa! Bagi yang mau membaca kelanjutannya silahkan comment^^ silent reader? Go away! Bye!!! ^-^)/

Advertisements

122 comments on “[FREELANCE] God Plan (Chapter 4)

  1. aduuh lg seru’y baca eeh malah TBC 😦
    author udah bener tuuh ngbt sft taeng eonni dingin, kan emang luhan oppa slh bgt..
    klo bs nambah cast namja or yeoja k3 spy nmbh seru n’ bkn reader mkin greget bc’y heheheh…
    overall udah good bgt 🙂
    tp author next chapter’y jgn lm” donk kan penasaran ama ziyu dan jikyo yg udah ketemu appa 🙂
    Author hwaiting for next chapter….

  2. thor bagus thor ceritanya.
    maaf baru coment thor soalnya lagi UAS :). lanjut ya thor? tp jangan lama lama. udah mimisan nunggunya

  3. Mian Telat commentnya ^_^ hehehe peace
    kya makin daebak ff mu thor ini salahsatu ff yang paling aku tunggu
    Sekian Lama akhirnya taeng ketemu luhannie Ya Ampun Sifatnya Taeng Jadi Berubah Total Luhan Juga sih Gara2nya #HakimiLuhankekeke 😀
    Tapi aku suka moment2nya taeng ketemu lagi sama luhan bahkan aku baca tuh bolak balik #GkPusing
    Aku Juga suka momentnya si kembar dan luhan kyaa di tambahin yang banyak momentnya mereka ya thor #maksa
    Kapan Sih Luhan Gak Cuma Nganggep taeng Sahabat ? Greget saya 😀
    Aduh Updatesoon ne aku kangen nih sama Ziyu&Jikyo trus di panjangin ya thornim #Fighting

  4. Luhannya emg harus digituin sii,,
    Malah harusnya dia tanggung jawab..hhehe
    seruu ii pas ketemuannya..
    Gasabar bava nect chapternya 😀

  5. huft~~~~
    akhirnya mereka ditemukan
    lucu bgt ya klu mereka bertiga mirip
    jd kyak lihat luhan kw
    kekeke
    oke next chap thor
    jangan lama2 😀 😀
    hwaiting

  6. Maaf ya thor, walauoun ceritanya bagus banget, eh ralat, bener bener bagus banget, tapi ceritanya bener2 kependekan thor… panjangin ya… oh ya, lanjutin juga dong thor… aku pingin tau lanjutannya… fighting thor!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s