[FREELANCE] God Plan (Chapter 3)

god-plan-for-ann-nacha-by-springsabila

Title : God Plan

Author : Ann Nacha (annyoungz75)

Main cast : Kim Taeyeon [GG]

Xi Luhan [EXO]

Xiao ZiYu [OC]

Xiao Ji Kyo [OC]

Support cast : find it by yourself

Genre : family, angst, romance

Length : multi chapter

Rating : 17+

Disclaimer : cast milik tuhan dan orang tua mereka. Author hanya minjam untuk kepentingan cerita. Author minta maaf bila ada kesamaan cerita, judul maupun yang lainnya. But, This story 100% mine.

Note’s : saya ucakan terima kasih untuk admin yang sudah mau post FF saya. Juga ucapan terima kasih untuk readers yang sudah mau baca FF absurd saya.

 

Credit poster : Springsabila.cafeposter.wordpress.com

 

 

WARNING TYPO!

 

HAPPY READING ^^

 

-Chapter 3-

 

 

 

“selamat pagi rusa-rusa eomma!!!” seru Taeyeon saat memasuki kamar anak-anaknya itu.

Taeyeon terdiam. Kemana anak-anaknya? Kenapa kamar mereka kosong? Biasanya mereka masih tidur di kasur masing-masing?

“ZiYu? JiKyo?” panggil Taeyeon.

“…”

Tak ada sahutan. Kini Taeyeon mulai panik. Ia berlari kekamar mandi anak-anaknya. Nihil. Disana kosong.

Dengan sigap ia berlari keluar kamar. Mencari ke setiap sudut ruangan. Berharap disalah satu ruangan dirumahnya ia bisa menemukan kedua putranya.

“HYUNG!!” suara itu! Suara anak bungsu nya yang berasal dari taman belakang. Taeyeon berlari ketaman belakang.

Ia tersenyum lega. Ia bisa melihat anak-anaknya yang tengah memakan roti panggang yang ia buat di dekat kolam renang.

“ZiYu….JiKyo…” panggil Taeyeon lembut. Kedua anak kembar berumur 4 tahun itu menoleh. “eomma!!” seru mereka saat melihat eomma tersayang mereka datang menghampiri.

“sedang apa?” tanya Taeyeon sambil duduk disamping JiKyo. “calapan eomma!” jawab JiKyo. Anak bungsunya yang cadel.

Taeyeon tersenyum. “kenapa tidak di meja makan?” tanya Taeyeon. “bosan” jawab ZiYu seadanya.

“eomma… kajja! Kita ke cekolah! Palliwa! Hyung dan JiKyo cudah telat!…” rengek JiKyo sambil bergelayut manja ditangan Taeyeon.

“eoh? Baiklah… kajja!” ucap taeyeon sambil membawa piring-piring yang tadi dipakai anak-anaknya. mereka berdua dengan patuh mengikuti Taeyeon dibelakangnya.

 

Taeyeon tengah memakai high heels nya saat anak-anaknya datang sambil melompat-lompat kearahnya. “eomma ayo!” ucap ZiYu semangat.

“nde” balas Taeyeon sambil tersenyum dan berdiri dari kursi. Ia menggandeng tangan mungil anak-anaknya.

Mereka bertiga berjalan keluar rumah menuju mobil putih milik Taeyeon. ZiYu dan JiKyo dengan manis duduk dikursi penumpang.

.

.

.

“annyeong!!” ucap Taeyeon saat hendak meninggalkan anak-anaknya disekolah mereka. Anak-anaknya balas melambai pada Taeyeon sambil berteriak sesekali membuat Taeyeon terkekeh geli.

Ia menancap kembali gas mobilnya melaju menuju tempat dimana ia bekerja. Ia sudah bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan di Jeonju. Seperti niatnya, ia akan bekerja untuk mencukupi kehidupannya bersama anak-anaknya diumurnya yang sudah menginjak 23 tahun ini.

Berat memang, ia sudah harus mengurus dua anak yang berumur 4 tahun di luar nikah. Mendapat cemoohan dari orang yang menganggapnya wanita rendah. Tapi Taeyeon tak pernah menghiraukannya. Ia hanya menganggap itu semua angin berlalu. Yang ia pikirkan hanyalah masa depannya dan masa depan kedua buah hatinya.

Mobil putihnya sudah terparkir rapi di depan gedung kantornya. Ia keluar dari mobilnya dan sesekali merapihkan rok di atas lututnya yang sedikit kusut.

“pagi, Kim!” sapa teman laki-laki Taeyeon. Kim Jongin atau Kai. Bahkan ZiYu dan JiKyo juga sudah mengenal Kai.

“pagi!” balas Taeyeon sambil tersenyum. “habis mengantar anak-anakmu?” tanya Kai sambil berjalan beriringan dengan Taeyeon. “ne” jawab Taeyeon.

“apa mereka tidak rindu pada paman Jongin mereka?” tanya Kai. Taeyeon tertawa. “kurasa tidak” gurau Taeyeon sementara Kai malah mengerucutkan bibirnya.

“baiklah aku harus keruanganku sekarang” ucap Taeyeon. “okay” sahut Kai. “sampai bertemu lagi” ucap Taeyeon singkat lalu meninggalkan Kai dibelokan kearah ruangan kerjanya.

Ia membuka pintu berwarna coklat itu dan memasukinya. “pagi, Tiff” sapa Taeyeon sambil menaruh tasnya. Tiffany, yeoja itu menoleh. “pagi!” balasnya.

“ada apa hari ini?” tanya Taeyeon saat melihat beberapa mobil mewah terparkir di parkiran yang biasa khusus klien sang CEO.

“rapat. Shin sajangnim akan menjual perusahaan ini pada seorang CEO muda yang berasal dari China” jawab Tiffany. Taeyeon mengangguk.

“bagaimana kabar Zi dan Kyo?” tanya Tiffany. Taeyeon menoleh dan tersenyum. “makin baik” jawabnya.

“haishh… aku merindukan mereka! Kapan kau akan mengajak mereka kemari lagi Taeng?” tanya Tiffany sambil mengerucutkan bibirnya.

“haha! Sepertinya mereka juga merindukan bibi Tiffany mereka!” ucap Taeyeon tertawa. “haishh… aku sedikit risih dengan panggilan itu!” ucap Tiffany.

“mwo? Jadi kau mau mereka memanggilmu noona? Think again, Tiff. Umur mereka dan umurmu terpaut sangat jauh” ejek Taeyeon.

“diam kau!” ucap Tiffany yang dibalas tawaan Taeyeon. “baiklah kia harus bekerja!” ucap Taeyeon sambil meraih sebuah file dan mengerjakannya.

“baiklah” balas Tiffany.

.

.

.

Seoul, South Korea

 

“maaf aku tak bisa mengikuti rapat hari ini, paman” ucap Luhan pada paman Jung. Paman Jung menghela nafas.

“rapat kali ini sangat penting Lu!” ujarnya. “maaf” ucap Luhan. “haishh..” gerutuh paman Jung.

“minggu depan mungkin aku bisa” ucap Luhan. “minggu depan?!” tanya paman Jung. “ne” balas Luhan yang fokus pada komputer nya.

“baiklah! Baiklah!” ucap paman Jung menyerah kepada keponakkannya yang selalu menganggap remeh sesuatu itu. Ia pamit dan keluar dari kantor Luhan.

Luhan mendengus melihat kelaukan sang paman. Tapi ia kembali mengeluarkan helaan nafas yang berat.

“kau belum kembali,Taeng” ucapnya sambil meghela nafas panjang. “sudah 4 tahun dan aku belum bisa menemukanmu. Maaf” lirihnya sambil menangkup wajah nya dengan kedua tangannya.

Ia mengambil smartphone miliknya disaku celana panjangnya. Ia menatap nanar ponselnya. Nomor ponsel Taeyeon sudah tidak aktif, dan Luhan tahu Taeyeon sengaja mengganti nomor ponselnya agar Luhan tak lagi bisa menghubunginya. Perasaan bersalah terus menggerogotinya. Bagaimana keadaan Taeyeon dan bayinya sekarang? Apa mereka baik-baik saja? Oh, Luhan harus meralat sesuatu. Apa ia masih harus menyebut anaknya ‘bayi’ sementara ini sudah berlalu 4 tahun lamanya?

Ingin sekali Luhan menceburkan dirinya ke dalam samudera yang tak berujung jika itu bisa membuat Taeyeon kembali padanya. Ia memang tak punya perasaan apapun pada yeoja itu tapi bukan berarti ia tak perduli kan? Taeyeon adalah sahabatnya. Sahabat terbaiknya, sudah pasti Luhan perduli mengingat mereka telah bersahabat semenjak lahir mungkin.

“maafkan aku” lirihnya.

.

.

.

Jeonju, South Korea.

17.00 KST

“sudah harus pulang sekarang, Taeng?” tanya Tiffany sambil meminum kopinya saat melihat Taeyeon tengah memasukkan barang-barangnya kedalam tas.

“ne, rusa-rusaku pasti sudah menunggu” ucap Taeyeon terburu dan segera pamit pada Tiffany.

Ia berjalan memasuki mobilnya dan segera melaju ketempat sekolah anak-anaknya. Ia merasa kasihan sebenarnya meninggalkan anak-anaknya untuk waktu yang lama. Namun, ia juga tidak mau membiarkan orang asing mengurus anak-anaknya.

SooMi kini sudah memiliki keluarga sendiri dan Han ahjumma sedang berada di Jepang. Mau tak mau ia harus memilih pilihan ini.

Kini ia sudah berada di area sekolah anak-anaknya. Ia bisa melihat anak kembarnya tengah menunggu sambil duduk manis dan sesekali bercanda. Kini Taeyeon bisa bernafas lega. Taeyeon keluar dari mobilnya dan berjalan kearah anak-anaknya.

“annyeong!” ucap Taeyeon pada anak-anaknya. ZiYu dan JiKyo menoleh. “eomma!” seru mereka sambil berlari dan memeluk eomma mereka.

“maaf kan eomma. Kalian pasti sudah sangat lama menunggu eomma” ucap Taeyeon menyesal. Anak-anaknya mengangguk dan menciumi pipi Taeyeon.

“baiklah. Ayo kita pulang!” ucap Taeyeon sambil menggandeng lengan mungil kedua anaknya.

.

.

.

Taeyeon sudah selesai mandi dan sebelumnya ia juga telah memandikan kedua buah hatinya. Kini, ia ingin menemui kedua anaknya itu.

Taeyeon membuka pintu kamar anaknya. “annyeong…” sapa Taeyeon saat melihat kedua anaknya tengah duduk di ranjang besar mereka sambil menggambar. Taeyeon tersenyum dan menghampiri mereka.

“pangeran-pangeran eomma sedang menggambar rupanya” ucap Taeyeon sambil mencium dahi mereka.

“eomma… appa eodiga?” tanya si bungsu menaruh sembarangan pensil warna yang tadi digenggamnya dan menatap Taeyeon dalam. Taeyeon terdiam. Ini sudah entah yang keberapa kali mereka menanyakan hal itu.

“w…waeyo chagi?” tanya Taeyeon lembut berusaha menahan air matanya. Anak-anaknya memandang dengan tatapan sendu kearah Taeyeon.

“Jaesuk bilang Zi dan Kyo anak yang tidak punya ayah” adu ZiYu sambil mengerucutkan bibir merah nan mungilnya.

Taeyeon menghela nafas. “kenapa appa tidak pelnah beltemu dengan Hyung dan JiKyo?” tanya JiKyo.

Taeyeon meneteskan air matanya. Membuat kedua rusa kembar itu panik. “eomma kenapa menangis?” tanya ZiYu.

Taeyeon menggeleng. “eomma mianhaeyo..” ucap JiKyo menyesal. Taeyeon menghapus air matanya. “gwenchana” ucapnya.

Mereka memeluk Taeyeon. “eomma… jangan menangis..” ucap mereka berusaha menenangkan eomma mereka.

“hey… tidak apa-apa..” ucap Taeyeon. ZiYu dan JiKyo mendongak. “eomma kenapa menangis?..” tanya JiKyo. Taeyeon menggeleng. “eomma hanya kelilipan” ucap Taeyeon berbohong.

“eomma bohong… pasti karena ZiYu dan JiKyo menanyakan appa lagi ya?” tanya ZiYu memastikan.

“tidak… siapa bilang?” elak Taeyeon. Taeyeon merasa kedua anaknya ini sudah bersikap dewasa padahal umur mereka sangat jauh dari sikap dewasa itu. “kalau gala-gala itu… JiKyo janji tidak akan menanyakan appa lagi..” ucap JiKyo memeluk Taeyeon kembali diikuti sang kakak.

“hey.. sudah. Siapa yang lapar?” tanya Taeyeon mengalihkan pembicaraan. “aku!!!” seru ZiYu dan JiKyo berbarengan.

.

.

.

Taeyeon tersenyum saat melihat kedua anaknya makan dengan lahap. Jika tadi ia sedih saat ZiYu dan JiKyo bertanya tentang Luhan kini ia senang saat melihat kelucuan ZiYu dan JiKyo saat berebut udang goreng.

Ia sedih saat mengingat anak-anaknya menanyakan siapa dan dimana appa mereka. Taeyeon kira anak-anaknya tak akan menanyakan hal itu. Ia juga pikir ia bisa hidup tanpa seorang suami. Tapi ternyata itu semua salah. Dan ia merasa sedih dengan semua itu.

“eomma…! hyung ambil udang goleng milik JiKyo..!!” adu JiKyo sambil mengerucutkan bibirnya.

Taeyeon tertawa lalu mengambilkan JiKyo udang goreng yang baru ke piring JiKyo. Dengan sumringah, JiKyo kembali melahap makanannya.

Taeyeon yang baru mengganti piyama nya kini berjalan kekamar si kembar. Dan betapa kagetnya saat ia melihat anak-anaknya kini tengah bermain dengan mainan-mainan mereka. Kenapa Taeyeon kaget? karena pasalnya tadi duo rusa itu bilang mereka akan tidur setelah makan malam.

“tadi eomma dengar ada yang bilang ingin tidur setelah makan malam?” tanya Taeyeon sambil menyilangkan tangannya didada.

Anak-anaknya tersenyum kikuk lalu mereka berlomba naik ke tempat tidur mereka tanpa membereskan mainan yang berserakan di lantai.

Karena sikap Luhan yang tidak bertanggung jawab, Taeyeon seringkali mengajarkan sikap bertanggung jawab pada kedua anaknya. Dan itu membuat mereka jadi bocah kembar yang bertanggung jawab.

“apa eomma tak pernah bilang untuk membereskan mainan setelah selesai bermain?” tanya Taeyeon. bocah kembar yang tadinya berpura-pura tidur itu kini memunculkan kepala mereka dari selimut dan turun dari ranjang.

“maaf eomma” ucap mereka lalu membereskan mainan mereka dengan patuh dan sesekali pertengkaran kecil.

Taeyeon tersenyum bangga dan berjalan duduk disisi ranjang tidur anak-anaknya sambil terus memperhatikan anak-anaknya.

“sudah eomma!” seru mereka sambil memeluk tubuh Taeyeon setelah selesai membereskan mainan.

“nah… begitu baru anak eomma” ucap Taeyeon sambil mengecup kepala anak-anaknya. Sementara anak-anaknya hanya tersenyum.

“baiklah kalian harus tidur, besok ZiYu dan JiKyo sekolah” ucap Taeyeon. “tapi eomma tidul belsama JiKyo dan hyung ne…” bujuk JiKyo sambil memperlihatkan mata rusanya yang berbinar dan diamini oleh sang kakak.

Taeyeon tersenyum dan mengelus kedua rambut anaknya. “baiklah..” ucapnya. Anak-anaknya melompat senang dan segera naik ke tempat tidur mereka.

Taeyeon kini sudah berbaring ditengah-tengah anak-anaknya sambil mengelus rambut hitam mereka.

“eomma..” panggil ZiYu. “nde?..” tanya Taeyeon lembut. “jangan menangis lagi, ne?!” ucap ZiYu. Taeyeon tersneyum.

“ne” balasnya. “eomma..” kini JiKyo memanggil. “nde?” tanya Taeyeon. “JiKyo ingin belcama eomma telus… JiKyo ingin eomma celalu belcama Hyung dan JiKyo” ucap JiKyo.

“tentu!” ucap Taeyeon sambil mengecup dahi kedua putra kembarnya. Setelah itu kedua anaknya meminta Taeyeon untuk bernyanyi. Taeyeon pun bernyanyi sampai anak-anaknya tertidur.

“selamat tidur pangeran-pangeran,eomma” bisik Taeyeon sambil tersenyum. tak berapa lama ia pun ikut terjaga didunia mimpi.

.

.

.

Di pagi hari ini Taeyeon tengah memperhatikan kedua anaknya yang tengah susah payah memakai seragam mereka. Taeyeon terkekeh saat rambut JiKyo terkait dengan kancing seragam dan membuat bocah itu berteriak kesakitan dan minta tolong.

Taeyeon tertawa dan membantu JiKyo memakaikan seragamnya sementara sang kakak hanya tertawa geli melihat tingkah laku sang adik yang memang ceroboh. Berbeda dengannya. ZiYu cenderung lebih dewasa. Sementara JiKyo sangat keras kepala dan ceroboh. Namun itu membuat nya terlihat sangat lucu.

“hyung jangan teltawa!” seru JiKyo yang merasa kesal saat sang kakak tak kunjung berhenti tertawa. ZiYu meredakan tawanya. “maaf JiKyo” ucap ZiYu.

Taeyeon terkekeh melihat interaksi bocah kembarnya ini. “sudah..sudah… hayoo… kalian kan tidak boleh bertengkar” ucap Taeyeon menengahi.

JiKyo mengerucutkan bibirnya. “eomma mau bekerja?” tanya ZiYu. Taeyeon mengangguk. “waeyo?” tanya Taeyeon ramah.

ZiYu mengembungkan pipi gembilnya imut. “kenapa eomma harus bekerja? Kenapa tidak menunggu Zi di sekolah seperti eomma teman-teman” ucap ZiYu sebal.

“JiKyo tidak punya teman” ucap JiKyo pelan. Taeyeon menoleh. “JiKyo kenapa bicara seperti itu..?” tanya Taeyeon lembut. Sedikit sedih saat JiKyo pertama kali mengatakan hal itu.

Yang ditanya malah memalingkan wajah nya sebal “teman-teman tidak acik” jawabnya. Taeyeon menghela nafas. Apa Taeyeon harus menghitung dan menulis kalimat itu? Mengingat kalimat itu sudah beribu kali diucapkan anaknya.

“baiklah kita harus berangkat” ucap Taeyeon yang membuat wajah bocah kembar itu berubah menjadi cerah. “eomma akan belikan es krim jika sudah pulang nanti” hibur Taeyeon.

“benar eomma?!” tanya ZiYu sambil menatap eommanya dengan mata berbinar. Taeyeon mengangguk. “asyikk!!! JiKyo mau laca coklat eomma!” seru JiKyo smabil melompat-lompat.

“okay!” ucap Taeyeon.

 

 

 

 

To Be Continued…

 

 

© Ann Nacha

 

A/N : halohaa….!!!! kembali lagi sama author!!! Hehe… gimana chapter 3 nya? Membosankan? Pendek? Banyak typo? Garing? Maaf chapter ini pendek sekali karena author lagi sibuk akhir-akhir ini. Pokoknya segala kekurangannya author minta maaf J adakah yang menunggu ff ini? Ngga ada? Yaudah gapapa :’D

Author mana?! Katanya taeng dan anak-anaknya mau ketemu Luhan dichapter 3?! T^T readernim… author minta maaf sekali ya… belum bisa mempertemukan mereka dichapter ini T^T *sujud didepan reader* soalnya dichap ini author Cuma mau ceritain kehidupan Taeng dan rusa-rusanya sebelum bertemu dengan Luhan. Nah… di chapter selanjutnya author sudah buat pertemuan antara Taeng dan Luhan. Ya!! Ayah dari si kembar!! Author juga udah ngerencanain pertemuan antara si kembar dengan appa mereka. Di chap 4 juga author sudah panjangin (kayanya). Penasaran?

Yang berniat mau nunggu kelanjutan ff nya silahkan comment ya^^ karena comment kalian itu memotifasi sekali untuk author ! author harap tidak ada silent reader diantara kita (dramatis), jadi author tunggu comment kalian! Hehe… see you again in chapter ! bye..!! ^-^)/

Advertisements

110 comments on “[FREELANCE] God Plan (Chapter 3)

  1. Author chapter 5 nya belum di post ya?😭 postnya jgn lama2 dong author ff bagus sayang klo gk di lanjut in

  2. hihi
    si kembar rusa lucu bgt
    bingung mau komen apa thor, ff kelewat bgus ceritanya
    next chap jangan lama2 😀

  3. Keinginanku utk memounyai adik jadi bertambah besar :”(
    Aku bener2 pngin punya adik 😯
    Aku kagum banget ma taeyeon. Bisa2nya dia tegar gitu ngadepin hidupnya. Semoga luhan kelak jatuh cinta sama taeyeon.
    Izin baca thor…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s