12 Power Legend – Chapter 9

12 Power Legend – Chapter 9

12 Power Legend - EXOTaeng

Title : 12 Power Legend – Chapter 9

Author : Oh Eun Hye (sparpiglets3)

Rated : T+ (PG-17) (*rating-nya naik nih. Hati-hati, ya :p*)

Genre : fantasy, adventure, mystery. action (little bit romance)

Length : Multi-Chapter

Main cats : SNSD Taeyeon, EXO member

Support cats : you will find other cats in the story

Disclaimer : all the main cats in this story don’t belong to the author. The author is only entitled to the story belongs to the author who in import directly from my brain.

Author note’s (1) : typo (s) scatted. For those who don’t like the cats here in, please don’t vilify or bash the cats! Author never allow to anyone plagiarism for this Fanfiction. And remember to give a comment. Don’t be a silent readers.

Author note’s (2) : perhatikan rating, ya. Aku benar-benar tak ingin di tuduh merusak kepolosan seseorang. Mungkin ada beberapa adegan yang errr (if you know what I mean)… tapi, nggak sampai menyerempet ke M dan NC kok. So, ku peringatkan lagi, PERHATIKAN RATING!

 

 

Sepertinya penghuni baru yang ternyata namja itu juga ikut terkejut. Ia seperti pernah melihat wajah Taeyeon sebelumnya.

 

“K-kau?!”

 

Keduanya menjerit bersamaan. Butuh beberapa detik bagi Taeyeon dan namja itu menyadari akan apa yang mereka lakukan. Deheman dari namja itu membuat mereka reflex mencoba bersikap biasa. Terkecuali Taeyeon yang tersipu karena perbuatannya tadi. Jadi, Taeyeon memalingkan wajahnya ke arah lain.

Agaknya perbuatan Taeyeon itu membuat sang namja tersadar akan adanya sebuah lambang yang menyala merah di leher Taeyeon. Tentu saja ia kaget karena ia mengenali tanda ini. Namja itu segera memegang bahu Taeyeon.

 

“K-kau? Apa kau ‘Gadis terpilih’ itu? Apa kau orangnya?” tanya namja itu beruntun. Bahkan ia menggoyang-goyang bahu Taeyeon brutal. Membuat Taeyeon merasa pusing.

“Y-ya! Hentikan. Aku pusing!” kesal Taeyeon. Namja itu menyadari perbuatannya segera melepaskan pegangannya. Menggaruk belakang kepalanya canggung. Sedangkan Taeyeon berusaha membuat kepalanya tak berputar lagi.

 

Kilatan dari tangan namja itu membuat Taeyeon menyipitkan matanya. Tanda itu seperti―

/

‘Lambang ini adalah bumi atau earth. Sesorang yang dapat mengendalikan bumi atau

tanah. Sebuah kemampuan pikiran untuk mengendalikan unsur bumi entah itu tanah,

bebatuan, atau sebagainya. Di namakan dengan Terrakinesis.’

 

― Seperti itu. Seperti yang di tulis di buku History.

 

“Jawab dulu, apa benar kau orangnya?” tanya namja bermata bulat itu lagi.

“Ya.” Sahut Taeyeon. “Eoh, apa kau penghuni baru itu? kau tinggal di depan apartemen ku?” tanya Taeyeon.

“Sebenarnya aku belum tau di mana aku akan tinggal. Tapi, karena kau sudah mengatakannya, maka itu bisa saja benar. Jadi, ini tempat ku?” tunjuk namja bermata bulat itu pada kamar di depan kamar apartemen Taeyeon.

Taeyeon memutar bola matanya. “Ya, Ya. Ige, kunci apartemen mu. Sudah ya, aku punya urusan. Sampai jumpa namja bermata bulat.” Ucap Taeyeon dengan nada sedikit mengejek.

“Ya! Nama ku Kyungsoo, Do Kyungoo. Jangan panggil aku ‘namja bermata bulat’!” protes Kyungsoo.

“Whatever.”

 

BLAM!

 

Dan Taeyeon sukses menutup pintu kamar apartemennya kencang. Membuat Kyungsoo menghela nafas karena kelakukan Taeyeon.

Taeyeon segera menyambung niat mulianya untuk tidur. Karena selalu saja terganggu karena insiden-insiden tidak penting. Saat itulah Taeyeon ingat sesuatu. Seharusnya, ia memberitahukan hal ini pada 10 Power Legend lain. Taeyeon menepuk jidatnya sendiri menyadari kebodohannya.

Dengan segera Taeyeon meraih ponselnya yang sudah beberapa hari tidak ia pegang. Ah, Taeyeon juga merindukan kekasih hatinya ini. Dengan cepat Taeyeon mencari nomor kontak Lay. Alasan utama, karena ia hanya memiliki nomor ponsel Lay.

 

Tuut… Tuut… Tuut..

 

“Ayolah, ini penting!” cemas Taeyeon karena Lay tidak mengangkat panggilannya.

“Yeob―

“Lay-ah! Suadara mu, aku sud―”

 

Tuut… tuut… tuut…

 

Dan Taeyeon sukses mengumpat ponselnya. Low dalam waktu yang tidak tepat. Astaga, Taeyeon tak dapaat berpikir banyak kalau sudah begini. Mana tadi perkataan terpotong. Aissh! Shit!

Taeyeon berjalan mondar-mandir di dalam apartemennya. Berusaha mencari solusi dari apa yang tengah di hadapinya. Taeyeon sesekali mengacak rambutnya dengan frustasi karena dari tadi tidak mendapat petunjuk apa-apa.

 

TOK… TOK… TOK…

 

Ketukkan di pintu apartemen milik Taeyeon membuatnya menoleh. Taeyeon memutar bola matanya malas. Astaga, ini sudah ketukkan ketiga kalinya. Seandainya ini semacam iklan sabun berhadiah, orang ketiga ini akan mendapat piring cantik. Pikir Taeyeon.

 

“Ya, sebentar!” sahut Taeyeon dengan malas.

“Hurry up a bit! would have broken my leg!” teriakkan cempreng khas yang begitu familiar di telinga Taeyeon. Siapa lagi kalau bukan Jessica. Taeyeon memutar bola mata malas (lagi).

“Wae?” tanya Taeyeon dengan nada kurang minat. Jessica memutar bola matanya dengan jengah.

“Just visit. What should not be?” tanya Jessica.

Sekarang giliran Taeyeon yang memutar bola mata. “Kau berkunjung di saat yang tidak tepat.” Ucap Taeyeon.

“You do not tell me go? Where are you manners on the guest?” sindir Jessica. Membuat Taeyeon mau tak mau menyingkir dari pintu dan mempersilahkan Jessica masuk.

“Wae?” tanya Taeyeon pada Jessica setelah Jessica duduk di sofa ruang tamunya.

“I told you, I’m just visiting. Why do you this? Sepertinya tidak suka aku berkunjung ke mari.”

Taeyeon menghela nafasnya. “Bukan tidak suka. Tapi, kau berkunjung di saat yang tidak tepat. Oh! Tunggu! Jung, apa kau membawa ponsel mu?” bagai tersadar, Taeyeon menatap Jessica dengan berbinar.

“Kim, what exactly happened to you? Ya, aku membawa ponsel ku. Why?” tanya Jessica lagi.

“Syukurlah. Jung, aku ingin meminjam ponsel mu. Aku ingin menghubungi seseorang. Boleh kan?” pinta Taeyeon dengan puppy eyes andalannya.

“Actually I can. But, my phone is running out of credit. Mungkin nanti sore baru akan mengisinya.” Tutur Jessica. Taeyeon menghela nafas kecewa.

“Yaa! Kenapa hidup mu begini, Jung? Tak punya pulsa? Cih!” keluh Taeyeon.

“Hey! You can’t blame me for granted, Kim! So, what happened to your phone until borrow my cell phone?”

 

Taeyeon menghela nafas lelah. Ia hanya bercerita singkat akan pertemuannya dengan namja bermata bulat itu pada Jessica. Di tanggapi dengan tidak minat dari Jessica. Sukses membuat Taeyeon kesal akan tingkah polah yeoja bermarga Jung itu.

Taeyeon berdecak kesal. Menghempaskan pantatnya di sofa samping Jessica. Menghela nafas lelah akibat dari misi merepotkan ini. Taeyeon merasa hidupnya seperti di bayang-bayangi oleh sesuatu yang menakutkan. Astaga! Ini benar-benar berpengaruh pada hidupnya dan tentu saja itu bukan hal yang baik.

 

“Kim, why not try to come to their residence?” tanya Jessica memecah keheningan yang ada. Taeyeon menatap malas Jessica.

“Kalau aku tau di mana mereka tinggal, maka kau tak akan menemukan ku ada di apartemen ini, Jung.” Balas Taeyeon malas. Ah, Jessica ini. Kenapa ke-idiot-annya masih di pelihara?

“Benar juga.”

 

Hening lagi. Taeyeon masih berpikir bagaimana caranya memberitahu Lay akan kabar ini. Tapi, ponselnya dan ponsel Jessica benar-benar tidak mendukung. Taeyeon merasa pikirannya seketika buntu. Kenapa ia tak bisa menemukan celah dari masalah sepele ini?

 

TOK… TOK… TOK…

 

Taeyeon mengerang kesal. Ah, kenapa hari ini banyak sekali orang merepotkan yang bertamu di rumahnya. Ia butuh ketenangan, please. Masalah ini cukup membuatnya merasa kepalanya akan meledak.

Dengan langkah kesal, Taeyeon berjalan menuju pintu. Mengabaikan Jessica yang menatap padanya. Cih! Persetanlah. Yang sekarang harus ia lakukan adalah segera menemui tamu menyebalkan ini.

 

CLEK!

 

“Annyeong hase―”

“Omona! Baekhyun-ah! Tepat sekali kau datang ke mariiii!” jerit Taeyeon senang. Sepertinya Taeyeon tidak sadar karena ia kini tengah memeluk erat Baekhyun. Reflex karena senang.

“Taeyeon-ah… bisa kau lepaskan?” pinta Baekhyun lembut.

Taeyeon yang tersadar, segera melepaskan pelukkannya. “Ah, mian Baekhyun-ah. Ehehe, reflex.” Taeyeon begitu malu menyadari apa yang sudah ia lakukan. Taeyeon menunduk kaku. “Si-silahkan masuk, Baekhyun-ah.” Ucap Taeyeon setengah gugup dan canggung.

 

Baekhyun hanya tersenyum lembut melihat kecanggungan Taeyeon. Baekhyun hanya dapat memaklumi sikap Taeyeon yang reflex. Ah, sedikit mengabaikan perasaan aneh yang bergemuruh di dadanya. Benar juga, ke 12 Power Legend terikat dengan Taeyeon, kan? Sepertinya wajar saja Baekhyun punya perasaan seperti ini.

Di dalam, Baekhyun juga melihat Jessica yang sedang duduk di sofa ruang tamu Taeyeon. Jessica yang menyadari seseorang yang datang segera berbalik. Tersenyum manis saat menyadari ada Baekhyun yang datang.

 

“Eoh? Baekhyun-ah?” ucap Jessica.

“Annyeong haseyo, Jessica-ah.”

“Ne, annyeong haseyo.”

“Chankkaman, aku akan membuatkan minuman.” Ucap Taeyeon.

 

Jessica memutar bola matanya dengan malas. Taeyeon itu. Saat Jessica datang kemari tadi, Taeyeon tidak berinisiatif untuk membuatkan minuman untuk Jessica yang jelas-jelas seorang tamu. Tapi, ketika Baekhyun datang, Taeyeon dengan segera membuatkannya minuman. Jessica merasa ada diskriminasi di sini.

Tak butuh waktu lama, Taeyeon sudah membawakan nampan berisi 3 cangkir teh. Jessica sedikit bersyukur karena Taeyeon ternyata masih mengingatnya.

 

“Ohya, Taeyeon-ah. Apa maksud mu dengan kedatangan ku ke sini tepat?” tanya Baekhyun pada Taeyeon. Taeyeon sedikit tersedak minumannya sendiri.

“A-ah, itu. Umm,, ku rasa, aku menemukan saudara kalian lagi. Dia tinggal di sini. tepatnya tetangga baru ku.” ungkap Taeyeon.

Baekhyun membelalakkan matanya. “Lantas kenapa kau tidak memberitahu saudara ku yang lain?” tanya Baekhyun.

“Sudah, tapi gagal. Karena ponsel ku sedang low bat.” Jelas Taeyeon.

“Bagaimana dengan ponsel Jessica-ah?”

“Dia kan bodoh. Maka ponselnya tidak berisi pulsa sedikit pun.” Ejek Taeyeon.

“Yaa!”

 

Baekhyun hanya tersenyum mendengar pertengkaran tidak berguna yang tengah di perankan oleh Taeyeon dan Jessica. Sepertinya kedua yeoja ia itu masih beradu argumentasi tanpa menyadari Baekhyun. Ah, bodoh.

Baekhyun berdeham pelan. cukup ampuh menghentikan apapun yang tengah di perdebatkan oleh TaeSic. Barulah mereka sadar kalau mereka tidak hanya berdua di ruangan ini. Wajah TaeSic kontan merah karena malu.

 

“A-ah, mian Baekhyun-ah. Kajja, aku antar ke apartemennya.” Ucap Taeyeon sambil menghilangkan warna merah yang mengotori (?) pipinya. Jessica hanya pura-pura innocent seperti tidak terjadi apa-apa.

Baekhyun tersenyum. “Kajja.”

 

Taeyeon segera membuka pintu dan berjalan menuju apartemen Kyungsoo yang berada tepat di depannya. Dan tepat setelah itu, pintu di depannya juga terbuka. Taeyeon agak terkejut.

Baekhyun menatap Kyungsoo yang juga menatap ke arahnya. Seketika keduanya sama-sama membelalak kaget karena menyadari kalau mereka saling kenal.

 

“K-Kyung? Kyungsoo?” ucap Baekhyun sambil mengingat nama namja tersebut.

“Baekhyun hyung?”

Baekhyun menangguk dan segera memeluk Kyungsoo. “Iya, Kyung. Astaga! Akhirnya aku menemukan mu di sini.

 

Taeyeon dan Jessica hanya bisa ber-sweatdrop ria melihat adegan di depan mereka. dramatis sekali. Taeyeon menatap jijik pada Jessica yang tengah pura-pura mengusap air mata palsunya. Jessica balas menatap Taeyeon dengan tatapan bertanya.

 

“Kau? Apa kau sudah tidak waras, Jung? Oh, astaga, bagaimana aku bisa lupa kalau kau memang tidak waras.” Ucap Taeyeon dengan nada enteng.

Jessica mendelik. “At lease I’m a little more sane than you!” ucap Jessica. Taeyeon hanya mengangkat bahu tidak perduli.

 

Baekhyun akhirnya sadar kalau ada Taeyeon dan Jessica yang masih berdiri di belakangnya. Baekhyun segera melepas pelukkannya pada Kyungsoo. Berbalik dan memberikan pandangan maaf pada TaeSic.

Setelah berkenalan sesaat dengan Kyunsoo, Baekhyun pamit pulang. Kyungsoo memilih tidak ikut karena sudah terlanjur membeli apartemen ini untuk tempat tinggal. Baekyun hanya bisa maklum dan berjanji akan memberitahu saudara lainnya kalau Kyungsoo ada di sini.

 

Name : Do Kyunsoo

 

Power : Earth (Terrakinesis)

 

 

Taeyeon sedang berbelanja bulanan. Dengan sedikit paksaan, Taeyeon berhasil menyeret Jessica ikut. Setidaknya dengan mengajak Jung-Idiot-Jessica, Taeyeon tak akan mati bosan. Dan kebetulan, Jessica juga sedang ingin berbelanja.

Taeyeon menelusuri rak-rak sayur. Melihat dengan teliti dan memilih mana yang segar. Sedangkan Jessica berpisah dengannya karena menuju rak roti.

 

BRUK!

 

Dengan cerobohnya Taeyeon malah menabrak seseorang yang sepertinya membawa makanan. Taeyeon melihat makanan orang itu berserakkan di lantai. Bahkan beberapa malah keluar dari bungkusnya dan tentu saja jadi kotor. Taeyeon buru-buru membereskan makanan milik orang tersebut sambil berkali-kali menggumamkan kata maaf.

Taeyeon bangkit dan segera membungkuk meminta maaf. Seraya menyerahkan bungkusan itu pada sang pemilik. Tapi, orang di depannya hanya diam. Tak bergerak ataupun bersuara. Taeyeon jadi curiga.

Dengan perlahan, Taeyeon menangkat kepalanya. Betapa terkejutnya Taeyeon saat mendapati seringai Jinki yang berada di depannya. Taeyeon membelalakkan matanya dan mundur beberapa langkah. Berusaha menjauh dari Jinki.

 

“A-apa yang k-kau lakukan di-di sini?!” bentak Taeyeon sambil tergagap.

Jinki melebarkan seringainya. “Oh, halo, gadis terpilih, apa kabar. Aku terkesan bagaimana pembelaan para Power Legend itu pada mu. Dan akibatnya, kau dan teman mu selamat.” Ucap Jinki dengan nada menyebalkan.

Taeyeon sebenarnya takut. Tapi, ia berusaha untuk tegar. “Apa mau mu?” tanya Taeyeon.

Jinki tiba-tiba tertawa. “Sederhana sebenarnya. Aku ingin kau ikut dengan ku.” ucap Jinki.

Taeyeon membelalak. “Aku? Ikut dengan mu? Dalam mimpi mu saja, sialan!” bentak Taeyeon menolak.

“Oh, jadi kau menolak? Bagaimana kalau dengan sahabat mu itu, ya? Apa kau masih tetap menolak?” seringai Jinki semakin lebar. Taeyeon terkejut.

“Apa maksud mu?!”

 

Jinki bertepuk tangan sekali. Taeyeon tidak mengerti kenapa Jinki melakukannya. Tapi, sedetik kemudian, Taeyeon begitu kaget saat Minho menyeret Jessica dengan membekap mulutnya seraya mengarahkan pedangnya pada leher Jessica.

 

“Sica!” teriak Taeyeon.

“Nah, sekarang bagaimana? Kalau kau mau, teman mu aku lepaskan. Tapi, jika tidak, maka teman mu sebagai gantinya. Ia yang akan ku bawa ke kerajaan ku?” tawar Jinki.

 

Taeyeon bimbang. Di sisi lain, ia begitu menyayangi Jessica. Ia tentu saja tak akan membiarkan Jessica di bawa kembali oleh orang-orang sialan ini. Tapi, Taeyeon juga mencemaskan dirinya sendiri. Ia tak memiliki kekuatan apapun jika orang-orang kerajaan Dark melakukan hal buruk padanya.

 

“Don’t listen to him, Taeng! Let me carry. You must complete the mission!” dengan tiba-tiba Jessica berteriak. Membuat Taeyeon menatapnya dengan terkejut. Entah bagaimana caranya Jessica melepas bekapan Minho di mulutnya.

“Sica, apa yang kau katakan? Aku tak akan membiarkan mu di bawa orang-orang sialan ini. Baiklah! Bawalah aku. Tapi, lepaskan sahabat ku!” ucap Taeyeon mantap.

 

Jinki tersenyum dengan aneh. Taeyeon sedikit heran. Apa tidak ada yang menyadari mereka di sini? Bagaimana mungkin orang-orang cuek bebek saja?

Tanpa Taeyeon sadari, sebelumnya Jinki memasang dinding yang membuat orang lain tidak akan melihat mereka di sini. Dan juga mengurung suara agar orang di luar dinding tidak mendengar. Yah, Jinki mudah saja melakukan itu. Mengingat ia raja di kerajaan Dark.

 

“No! Don’t take my friend. You take me just enough. Biarkan dia menyelesaikan misinya.” Teriak Jessica lagi.

“Tidak! Baiklah, aku mau kau membawa ku pergi ke kerajaan mu. Tapi, lepaskan teman ku. Ia bahkan tidak terlibat apapun akan semua ini.” Sahut Taeyeon.

“Pilihan yang bagus, manis. Minho, lepaskan gadis barbie itu. Segera bawa Gadis terpilih ini ke kerajaan Dark.” Perintah Jinki. Dengan sekali kibasan jubah hitamnya, Jinki menghilang. Di ikut Minho seraya membawa Taeyeon. Meninggalkan Jessica yang menangis.

“Hiks. Taeng, kau kenapa harus berkorban untuk ku? It should let me, hiks, who brought them. Hiks, you finish, hiks, your mission. At this rate, hiks, how the mission was, hiks, going to succeed? I do not like your, hiks, special lady.” Tangis Jessica.

 

Tapi, percuma saja. Sebanyak apapun Jessica menangis, Taeyeon sudah di bawa oleh kerajaan Dark itu. Jessica benar-benar bingung apa yang harus di lakukannya. Ia tak punya kekuatan apapun untung menolong Taeyeon.

Jessica mengingat, Taeyeon memiliki nomor ponsel Lay. Mungkin dengan menghubungi salah satu Power Legend itu, mereka bisa membebeskan Taeyeon. Dengan segera Jessica menuju apartemen Taeyeon. Secara kebetulan memang tidak jauh dari mini market yang tadi ia datangi bersama Taeyeon.

 

 

Taeyeon, Minho, dan Jinki akhirnya tiba di kerajaan Dark. Sama seperti pertama kali Taeyeon ke sini. Semuanya masih di selimuti kegelapan. Taeyeon bahkan tidak tau, ini sedang siang atau malam.

Kerajaan Dark yang berwarna hitam dengan batu permata onyx berdiri seolah menyambut kedatangannya. Jalan menuju gerbang utama kerajaan juga berhiaskan pertama Onyx sebesar bata yang di susun rapi. Sebenarnya ini indah. Tapi, Taeyeon sudah parno dan ketakutan terlebih dahulu. Sehingga semua ini terasa seperti sedang berada di jalan menuju pintu neraka.

Guardian yang menjaga di sepanjang jalan itu membungkuk hormat setiap kali Jinki, Taeyeon, dan Minho lewat. Taeyeon serasa ingin kabur sekarang juga. perasaanya benar-benar tidak enak jika terus-terusan di sini. Ia merasa kalau sebentar lagi sebuah masalah besar akan segera mendatanginya.

 

KRIET!

 

Pintu gerbang utama itu terbuka dengan lebar. Menimbulkan sebuah suara decitan memekakkan. Mungkin factor umur yang memang sudah tua. Taeyeon menatap seluruh ruangan itu. Sama sekali tidak berubah sama seperti pertama kali ia datang.

 

Tunggu dulu?

 

Sejak kapan ada sebuah singgasana yang berada tepat di samping singgasana milik Jinki? Taeyeon yakin seyakin-yakinnya kalau dulu singgasana itu Cuma satu dan itu milik Jinki. Lantas singgasana siapa di sana.

Jinki berhenti berjalan. Otomatis membuat Minho dan Taeyeon yang berada di belakangnya ikut terhenti. Jinki berbalik dan menatap Taeyeon. Memamerkan senyuman tampannya tapi aneh di mata Taeyeon. Seperti menyimpan sesuatu.

 

“Nah, Gadis terpilih. Bisa kau tau siapa nama mu?” tanya Jinki.

Taeyeon menatapnya sebentar. “Apa itu penting?” tanya Taeyeon sinis.

“Tentu saja, manis. Karena seluruh penghuni kerajaan Dark harus tau siapa nama permaisuri ku.” sahut Jinki.

Taeyeon terbelalak mendengar kata ‘permaisuri’. “Apa?! Kenapa kau berkata begitu?” tanya Taeyeon dengan sedikit panic.

“Kau lihat singgasana di samping singgasana ku itu? Itulah singgasana mu nanti. Karena kau akan segera menjadi permaisuri ku.” jawab Jinki.

“Tidak! Aku tidak dan tidak akan pernah mau!” tolak Taeyeon keras.

“Kenapa tidak? Itulah tujuan ku membawa kau ke sini. Dengan kau menjadi permaisuri ku, maka kau tak akan pernah menyelesaikan misi sialan itu dan kerajaan Dark akan terus Berjaya.” Ucap Jinki sambil terkekeh kejam.

“Aku tidak mau!”

“Kau harus mau!” paksa Jinki.

“Kenapa kau memaksa ku? Kau tidak berhak melakukan ini pada ku!” ketus Taeyeon.

“Karena kau sudah pernah ku cium, ingat? Aku sudah memberi sebagian kekuatan Dark di tubuh mu.” Ucap Jinki mengingatkan kejadian yang bahkan Taeyeon sendiri tak ingin mengingatnya lagi.

 

Taeyeon terdiam. Mungkin inilah kenapa akhir-akhir ini ia seperti merasa tidak beres dengan tubuhnya. Ketika malam, ia merasakan tubuhnya panas dan selalu merasa tidak enak. Ini semua ternyata karena sedikit dari kekuatan Dark secara tidak di sadar mengalir di tubuhnya.

 

“Baiklah. Ku beri kau waktu 24 jam untuk memikirkan ini.” Ucap Jinki akhirnya.

“Tidak perlu! Aku akan tetap menolaknya!” sahut Taeyeon mantap.

Jinki menyeringai. “Apa kau tetap akan menolaknya jika sahabat mu yang menggantikan posisi mu, hmm?”

Taeyeon terbelalak (lagi). “Jangan bawa-bawa Jessica. Ia tidak tahu apa-apa.”

“Karena itu, aku memberi mu waktu untuk berfikir. Lalu, siapa nama mu, manis?” tanya Jinki seraya mengelus pipi Taeyeon. Denga kasar Taeyeon menepis tangan Jinki.

“Nama ku Taeyeon. Dan jangan menyentuh ku!” protes Taeyeon.

“Owh, galak sekali. Tapi, sebentar lagi, aku akan bebas menyentuh mu, ahaha! Guardian! Bawa calon permaisuri ku yang cantik ini ke kamar miliknya!” perintah Jinki dan segera di patuhi oleh guardian yang di suruh.

 

Dan sekarang, di sinilah Taeyeon. Duduk termenung di atas tempat tidur di kamarnya. Mungkin kamar di sini 10 kali lipat lebih indah, megah, dan luas di bandingkan kamar di apartemennya. Tapi, di situlah Taeyeon mendapat ketenangan. Bukan di tempat ini. Taeyeon benar-benar merasa seperti tawanan.

Memeluk kakinya, Taeyeon menangis seraya membenamkan wajahnya di lipatan kakinya. Sungguh, ia tidak pernah menyangka akan seperti ini hidupnya. Ia hanya ingin hidup normal seperti gadis lainnya. Bukan terjebak akan situasi seperti ini.

 

CLEK!

 

Tiba-tiba pintu kamar Taeyeon terbuka. Taeyeon tak mau repot-repot mengangkat kepala hanya untuk mengetahui siapa yang datang. Paling-paling Jinki atau guardian suruhannya.

 

“Nona Taeyeon.”

 

Taeyeon kontan mendongak saat mendengar suara lembut dan tangan yang menyentuh bahunya. Seorang yeoja manis menyambut pandangannya. Senyuman dari yeoja itu mampu membuat Taeyeon ikut tersenyum.

 

“Nona Taeyeon, aku Victoria. Aku akan menjadi pelayan mu selama kau berada di sini.” ucap yeoja itu sambil tersenyum. Taeyeon senang. Karena ia akan memiliki teman.

“Salam kenal Victoria. Sepertinya kau lebih tua daripada aku. Boleh aku memanggil mu, eonni?” pinta Taeyeon.

Victoria tersenyum lagi. “Panggillah aku sesuka mu, Nona Taeyeon. Sebaiknya anda membersihkan diri sekarang. Sebentar lagi akan ada acara minum teh dengan pembesar kerajaan. Yang Mulia Jinki menyuruh anda bersiap-siap.” Ucap Victoria. Mendengar nama Jinki membuat mood Taeyeon memburuk kembali.

“Aaah! Aku malas. Bilang saja kalau aku sedang istrihat, eonni. Aku benar-benar tak ingin bertemu dengannya.” Tolak Taeyeon.

“Tapi, Noona―”

“Jebal, eonni. Aku benar-benar tak ingin bertemu dengannya. Jebal, eonni. Bantu aku.” ucap Taeyeon sambil ber-aegyo pada Victoria. Siapa tau Victoria akan luluh.

Victoria menghela nafas. “Baiklah, Nona Taeyeon. Tapi, anda tetap harus membersihkan diri dan aku akan mengambilkan makanan untuk anda.”

Taeyeon menatap Victoria dengan pandangan berbinar. “Jjinja? Aah, eonni gomawo. Baiklah, aku akan segera mandi.” Ucap Taeyeon dengan ceria. Dengan segera ia melompat dari kasur tersebut. Tapi, ia teringat sesuatu. “Eoh, eonni. Di mana kamar mandinya? Lalu aku pakai baju apa?”

“Kamar mandinya ada di sana, Nona Taeyeon. Untuk pakaian, anda bisa mendapatkannya di kamar mandinya. Mari saya antar.” Victoria dengan ramah membawa Taeyeon menuju kamar mandi. Victoria segera keluar setelah Taeyeon berterima kasih.

 

 

Raut wajah panic tergambar jelas di wajah Luhan. Seperti biasa. Dengan insting yang sangat tajam, Luhan pasti akan selalu mendapat firasat lebih dahulu tentang Taeyeon di bandingkan dengan saudaranya yang lain. Luhan merasakan Taeyeon benar-benar dalam masalah besar. Oleh karena itu, ia begitu gelisah saat duduk di kursi saat makan malam.

Suadaranya yang lain menatap Luhan yang sedang tidak nyaman di kursinya. Minseok yang memang berada di samping Luhan menepuk pundak Luhan. Luhan segera menatap Minseok.

 

“Ada apa? Kau terlihat gelisah? Kau mempunyai firasat buruk?” tanya Minseok. Luhan menangguk.

“Ya. Sangat buruk.” Sahut Luhan.

“Apa―”

 

Drrttt… drrttt….. drrttt….

 

Getaran keras dari ponsel milik Lay menghentikan semua yang akan Minseok katakan. Lantas dengan segera Lay mengambil ponselnya. Tertera nama ‘Taeyeon’ di layar ponsel milik Lay.

 

“Yeob―”

Lay-ah, this is Jessica. Sorry to disturb. But, I just want to preach when Taeyeon was brought by the royal Dark!

“Mwo?!”

I don’t know what they are doing on Taeng. Ku mohon, hiks, tolonglah Taeyeon.”

“Baiklah. Aku akan mengabarkan ini pada saudara-saudara ku.”

Terima kasih sebelumnya, hiks, Lay-ah. I was really concerned with the state of Taeyeon now, hiks.”

“Tenanglah. Semua akan baik-baik saja.”

 

PIP

 

Dengan itu, sambungan itu terputus. Lay segera memasukkan ponselnya dan melihat tatapan kepo dari seluruh saudaranya.

 

“Baiklah, ini masalah serius. Jessica memberi tahu pada ku kalau Taeyeon di bawa oleh orang kerajaan Dark.”

“MWO?!”

 

 

Taeyeon memandang aneh pada pantulan dirinya di cermin. Ia benar-benar merasa aneh denga pakaian yang ia kenakan. Taeyeon merasa kalau ia benar-benar menjadi seorang putri. Karena isi lemari itu hanya pakaian seperti itu saja.

Berputar-putar sebentar, Taeyeon akhirnya memutuskan untuk kelaur saja. Lagipula berlama-lama di kamar mandi juga bukan hal yang bagus. Mengingat perutnya sudah berbunyi tidak karuan.

 

KLEK!

 

Taeyeon membuka pintu kamar mandi tersebut. Hampir terjungkal kebelakang saat mendapati Jinki yang sedang melipat tangan sambil menyandarkan tubuhnya pada dinding di pintu samping kamar mandi. Menatap Taeyeon dengan seringai. Menggerakkan mata dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas. Sukses membuat Taeyeon jengah.

 

“Apa yang kau lihat, sialan!” bentak Taeyeon.

Jinki hanya menyeringai. “Kau cantik sekali dengan pakaian itu.” puji Jinki.

Taeyeon berusaha untuk tidak merona. “Keluar dari kamar ini!” usir Taeyeon.

 

Jinki seolah tuli akan seruan Taeyeon tadi. Dengan gerakkan cepat, Jinki menarik tangan Taeyeon dan mendorong tubuhnya sampai punggung Taeyeon membentur tembok. Taeyeon tentu saja meringis kesakitan karena punggungnya berbenturan dengan tembok yang keras.

Jinki meletakkan kedua tangannya di masing-masing sisi kepala Taeyeon. Seolah mengurung Taeyeon. Jinki menatap Taeyeon dalam. Seakan-akan ingi menyelami iris mata hazel indah milik Taeyeon. Sedangkan Taeyeon sendiri takut akan keadaan mereka sekarang. Tapi, tak dapat di punkiri kalau Taeyeon juga terpesona akan iris hitam kelam milik Jinki.

Tangan Jinki yang sebelah kanan menelusuri wajah Taeyeon. Mengelus lembut pipi Taeyeon. Terus bergantian. Mata, pipi, hidung, terakhir bibir mungil Taeyeon. Taeyeon bagai membeku di tempat karena tak dapat bergerak. Jemari Jinki terus menelusuri bibir Taeyeon dengan lembut.

 

“Kau tahu, kau sangat cantik, Taeyeon. Sangat cantik.” Jinki berbicara dengan nada rendah tepat di telinga Taeyeon. Membuat sensasi geli saat nafas Jinki menerpa leher dan telinga Taeyeon.

“A-apa yang k-kau lakukan? Me-menjauh dari ku!” dengan gugup Taeyeon mencoba mendorong dada Jinki agar segera menjauh darinya. Tapi, apa daya. Sebagai raja kerajaan Dark, maka Jinki pasti memiliki kekuatan yang tak main-main. Sehingga usaha Taeyeon hanya sia-sia belaka.

“Apa yang akan ku lakukan? Kau ingin aku melakukan apa, hmm?” Jinki memainkan jemari di sekitar leher Taeyeon. Bahkan Taeyeon sendiri sudah mulai melemas akan kegiatan Jinki.

“Me-menjauh dari ku! A-apa kau tu-tuli?!”

 

CHUP

 

Dengan secepat kilat, Jinki menarik dagu Taeyeon dan menjatuhkan sebuah ciuman pada bibir Taeyeon. Tentu saja Taeyeon terbelalak akan perlakuan Jinki. Tapi, Jinki malah menekan tengkuk Taeyeon dan memperdalam ciuman mereka.

 

CLEK!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TBC

Author note : kyaaaa! Jangan bunuh saya, reader-deul. Demi apa, entah kenapa otak saya jadi yadong begini. Hiks, jangan keroyok saya, ne. Ini otak saya yang minta. Dan tangan saya kembali mengetik seenaknya. Miaaan (bungkuk 90º).

Sepertinya FF ini akan berakhir beberapa chapter lagi. Do’ain aja ya. Semoga cepet selesai dan hutang FF saya berkurang. Dan dari chapter ini sampai seterusnya akan saya protect.

Sampai jumpa di chapter depan, oke.

See you next chapter 🙂

Advertisements

99 comments on “12 Power Legend – Chapter 9

  1. itu siapa yg dateng?? O.O
    next next next next ~~~~
    give me a password authornim ><
    jebal ~ jebal ~ jeballllllllllllllllll~~~~~
    oiyaa… semoga chap selanjutnya dipercepat dan diperpanjang yaa ^^

  2. JINKI YOU ***
    ahhh taeng ;; kenapa kau mau saja dibawa dia ;; semoga exo cepet sampe disana ;; tapi kalo nanti taeng udah terlanjur dikuasai sama dark power gimana ;;
    next chap ditunggu!

  3. Cieee D.O oppa tinggal di depan apartemen Taeng eon kkk~ xD
    Kenapa harus Taeng eon lagi yg di culik? Jinki nyebelin banget elah —
    Sic eon jangan khwatir,ada member exo yg bakal nyelamatin Taeng eon/? ‘-‘
    Insting Luhan oppa selalu bener cieee :’v
    Oppadeul cepet selamatin Taeng eon ><

  4. Siapa itu yang datang?
    Aa makin cinta sama ff nya♡
    Penasaran akhirnya gimana
    agak yadong dikit nggak apa lah _plak_
    ff nya nggak apa apa cepat final thor tapi jangan dipaksain ntar nggak indah(?) endingnya 🙂
    Paawordnya bagi ya thornim
    ditunggu kelanjutannya ppyong

  5. maaf thor aku baru baca dan baru bisa comment
    soalnya banyak tugas yang numpuk *gak tanya*

    huhuhu thor gmna nasib taeng eonnie berikutnya 😥
    aku gak mau loh terjadi hal yg buruk tuk taeng eonnie ;(
    jinki pergi kau sejauh-jauhnya, hush hush…..
    exo cepatlah datang selamatkan your special lady dari singa buas/?

  6. huwwaaaaa akhirrnya ff ini di update juga
    wahhhh itu kyungsooo~aa ” namja bermata bulat ” #kyungsoo sbar ne 😀
    waoww akhirnya kurang 1 lagi power legend bakalan complete nih seneng deh
    wah taengsic jngn bertengkar mulu nde
    O.M.O taeng di culik dark 😮
    kyaaa taeng di cium jinki lagi 😮
    siapa itu yg buka pintu ? victoria apa power legend apa pengawal kerajaan dark ?
    aduhh please thor jgn buat taeng suka sma jinki buat 12 power legend nyelametin taeng
    updatesoon thornim banyaki moment exotaengnya fighting terus ndeeee 😀

  7. Huaaaaa lee jinki.. pervert bgt… wkwkwkwk
    Tapi kok jd so sweet yooh #plak..
    baeki deg2an hahha
    moment yg terakhir gakuku.. dah hahahah
    lanjut thor…

  8. Omo? Apa onew suka ma taeyeon? Andweeeeee 😦
    Trus apa taeyeon suka ma baekhyun? Knpa ndak ma luhan ja thor?? Haha…
    Jdi lah ma baekhyun dri onew…
    Trus nnti taeyeon gmna thor?? Apa yg akn trjdi??😐
    D tnggu klnjtanyaaaa thor always fighting 😇

  9. jadi tinggal Chen aja yang belum ditemukan? Moga aja Taeyeon diselamatin oleh orang yang buka pintu di kalimat terakhir… Wah uda mau tamat? Happy ending yah thorr, n sorry telat komentar.. soalnya baru free setelah tugaas numpuk diselesaiikan…kutunggu next chapnya..keep writing 🙂

  10. Jinki modus, bilang aja emg suka sm taeng, pake bawa2 power legend lagi/? Lol
    Nice thoor, lucu taengsic nya-_- tapi exotaeng moment nya gak dapet;;
    Englishnya sica juga google trans ya thor jadi rada ga ngerti hihi gapapalah
    Good job thor!❤

  11. ahh jadi kangen Jessica sama Luhan 😦 itu yang buka pintu(?) pasti victoria yakan?? hehe. ff ini kapan dilanjut author?? udah dua bulan lho 😀 hwaiting author~!

  12. Uwaaaaa…… Tae eonn diculik…. 😮
    trus itu si Jinki main nyosor” aja sih….. Uwaaaa…..
    mreka hrus cpet nyelamatin Taee eonnn…
    itu bnyi CKLEK emang siapa yg dtang pra” Lay cs kah…
    chap slanjutnya di tnggu yah… thor trus itu Chap slanjutnya mw di Protect
    yah… thor aku mnta PW-nya yah… pweaseeee…
    dtunggu yah…thor
    FIGHTAENG!!
    N
    LOVE YOUU…. ❤

  13. Etdahhh,, jinki-ssi ngapain bang???
    inget nohh,, chicken elu nunggu noh dipanggangan, masih nyrobot punyanya bang eyeliner.
    untung si happy virus masih nyantol dihati ane!!!
    next thorr,,
    passwordnya dong,, aigoo. new reader ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s