Pollux [3 : Getting Close to Him]

pollux

 

|| Vevo Proudly Present ||

Title : Pollux

Author : ViRadita

Rating : PG-15

Genre : Romance, Friendship, School-life, Sad, Hurt

Lenght : Multichapter

Cast : Kim Taeyeon and Xi Luhan

Other cast : Tiffany Hwang and Jessica Jung

Deslaimer : This story is real made by me, Do not plagiarisme or share withour credit,  all the cast has owned by Jesus, They parents, also SM Town

A/N : This is the third Chapter ! I hope this chapter will reach 100 comment 😀 So please help us and help me 😀

SORRY FOR TYPO  DAN MAAF KALAU TERLALU PENDEK, JADI MOHON DI MAKLUMI !

 

Chapter 1 || Chapter 2

 

 

Author’s POV

 

Taeyeon kembali memetik senar gitarnya. Taeyeon saat ini sedang membuat lagu barunya. Hobinya ini tak bisa dihapus sampai kapanpun. Bakat bermusiknya ini sangat ia banggakan, sehingga ia akan melakukan apa saja untuk musik.

” Taeyeon-ahh, keluarlah nak ! Ayo makan malam bersama ” ujar eomma Taeyeon.

” Nde ! ” jawab Taeyeon lalu meletakkan gitarnya dan beranjak keluar.

Taeyeon mendapati eomma, appa, dan kakaknya sudah duduk manis di kursi masing-masing. Hidangan makan malam ini sangat sederhana tetapi menggugah selera.

” Taeyeon-ahh, kau kenal dengan Luhan ? ” tanya appa Taeyeon tiba-tiba. Taeyeon mengangguk.

” Dia anak baru sekaligus teman satu kelas ku. Wae ? ” tanya Taeyeon.

” Jinjja ? Dia tinggal dimana ? ” tanya appa Taeyeon yang tidak menggubris pertanyaan Taeyeon sebelumnya.

” Panti milik Bibi Fre ” jawab Taeyeon. Appa Taeyeon mengangguk.

” Taeng, kau harus bersikap baik padanya ” ujar appanya yang membuat Taeyeon mengerutkan kening heran.

” Mengapa harus begitu ? Bersikap baik atau tidaknya kan hak ku ” ujar Taeyeon.

” Kau harus tahu Luhan itu orang seperti apa. Jika dari luar mungkin kau akan menganggap ia seperti anak berandal, tapi ia sudah menemukan jati dirinya ” jelas appa.

” Lalu apa hubungannya denganku ? ” tanya Taeyeon to the point.

” Bukan hubunganmu saat ini, tapi hubunganmu dimasa mendatang ” ujar appa yang berhasil membuat Taeyeon membulatkan matanya.

” Appa ! Maksud appa mengatakan kalimat tadi apa ?! Jelaskan padaku sedetail mungkin ! ” seru Taeyeon.

” Kau akan tahu nanti, Taeng. Luhan bukan seperti namja kebanyakan. Ia baik dan ramah. Jarang sekali ada namja yang belum memiliki yeojachingu seumur hidupnya seperti Luhan ini ” jelas appa Taeyeon.

” Maksud appa, Luhan selama hidupnya tidak pernah memiliki yeojachingu ? ” tanya Taeyeon memastikan.

” Uh-oh. Namja setampan Luhan biasanya sudah memiliki yeojachingu. Tapi untuk Luhan sendiri, ia sudah pernah mendapatkan penyataan cinta dari puluhan yeoja, Taeng. Tapi ia menolak karena ia belum menemukan yeoja yang sesuai dengan dirinya ” ujar appa Taeyeon.

Wow. Satu kata tadi dibatin oleh Taeyeon. Taeyeon mengangguk pelan.

” Appa kenal Luhan dari mana ? Sejak kapan ? Dan dimana berkenalannya ? Mengapa appa tidak menceritakannya padaku ? ” tanya Taeyeon memberondong. Appa tertawa kecil.

” Luhan adalah anak dari mantan rekan kerja appa. Mantan rekan kerja ! Tolong digaris bawahi. Mantan rekan kerja appa yang sangat peduli dengan appa dan sudah appa anggap sebagi saudara sendiri ” jelas appa Taeyeon. Taeyeon mengangguk hingga tak sadar bahwa nasi dan lauk pauk yang ia makan sudah habis.

” I’m finish and I want to go up first. Good night my beloved family ! ” ujar Taeyeon lalu mengecup pipi mereka satu-satu. Setelahnya, Taeyeon segera naik menuju arah kamarnya.

 

Taeyeon’s POV

 

Aku tak pernah menyangka jika ada makhluk seperti Luhan. Aku menyusuri lorong-lorong koridor yang masih begitu sepi. Hari ini aku datang sangat amat pagi karena ingin pergi ke loteng sekolah. Bingkisan hadiah Hwang Seun tertinggal saat aku panik karena menunjukan pukul enam sore, sehingga aku melupakan bingkisan kecil itu.

Langkahku mogok seketika. Aku mendengar suara dalam studio musik. Kulihat pintu studio musik itu sedikit terbuka. Aku menengok dan mengernyitkan kening. ‘ Who is… Luhan ? ‘ batinku. Untuk apa ia datang pagi hanya untuk kesini ? Aku mendengar Luhan bernyanyi lagu yang sepertinya tidak pernah kudengar. Lagu apa ini ? Tak lama bermain, Luhan berhenti dari kegiatannya memetik gitar. Aku hanya menggidikkan bahu dan kembali berjalan menuju kelas. Aku menyalakan lampu kelas. Hanya ada tas Luhan di bangku sebelah kiri ku. Aku meletakkan tasku pada bangku ku dan bergegas keluar.

” Ouch ! ” jengitku ketika keningku terbentur dengan seseorang.Aku mengusap-usap keningku.

” Mian, Taeyeon-ssi, aku tak sengaja ” suara itu ?

” Luhan ? A-Ahh, gwenchana ” ujarku.

” Kau datang pagi-pagi seperti ini ada perlu apa ? ” tanya Luhan.

” Bingkisan hadiah untuk Hwang Seun tertinggal diloteng sekolah, seharusnya kemarin aku berikan padanya, tapi karena tertinggal diloteng, jadi aku memberikannya nanti sepulang sekolah ” jawabku.

” Mau kuantar sekalian ? ” tanya Luhan.

” Boleh saja, tapi kau harus menunggu karena sepulang nanti aku ada janji dengan Tiffany dan Jessica di taman belakang sekolah. Tidak lama, tenang saja ” jelasku. Luhan mengangguk.

” Kau sudah sarapan ? ” tanya Luhan. Aku menggeleng.

” Tidak sempat ” jawabku.

” Kalau begitu ayo ke kantin ! Kita makan bersama ” Luhan menarik tanganku menuju kantin tanpa menunggu persetujuanku. Uhh ! Annoying !

” Kau mau pesan apa ? ” tanya Luhan sesampainya dikantin.

” Samakan saja dengan dirimu ” ujarku.

” Baiklah. 2 omelette saja ” ujar Luhan. Aku duduk dan mengambil 2 botol air mineral di dekat interior kantin. Hening. Itu yang aku dan Luhan rasakan ketika duduk dalam satu meja berhadapan menunggu makanan datang. This is Awkward moment.

” Taeyeon-ssi- ”

” Jangan memanggilku dengan embel-embel ssi, panggil saja seperti kau sudah akrab denganku ” ujarku yang risih.

” Oke. Taeyeon-ahh, jadi, sejak kapan kau suka berkunjung ke panti bibiku ? ” tanya Luhan.

” Sudah cukup lama. Hampir 2 tahun ” jawabku.

” Wow, awesome ” jawab Luhan. Aku terkekeh kecil.

” Biasa saja. Memangnya sebelumnya kau tinggal dimana ? ” tanyaku.

” China ” jawab Luhan dibarengi makanan yang datang.

” Gomawo, ahjumma ” ujarku dan ahjumma itu mengangguk sambil tersenyum.

” Ayah mu bekerja apa ? ” tanyaku bak mewancarai. Luhan hanya tersenyum kecil. Apa maksudnya ?

” Ayahku sudah ada disurga ” jawab Luhan membuatku tersentak kaget sekaligus merasa bersalah.

” Mian- ”

” Gwenchana. Lagipula kejadian itu sudah lama ” ujar Luhan memotong pembicaraanku.

” Lalu ibumu ? ” tanyaku.

” Dia berada di china bersama adik ku ” jawab Luhan. Aku mengangguk mengerti. Tak lama kantin semakin ramai. Dan… Fangirl baru Luhan yang mulai satu per satu datang ke meja serta menyapa.

” Pagi Luhan ! ” seru 4 yeoja. Kompak. Great, mereka hanya menyapa Luhan dan tidak menyapaku. Luhan masih kuat juga melihat tingkah yeoja seperti mereka ? Okay, two thumbs. Aku menggeleng pelan.

” Luhan-ahh, kita harus kembali ke kelas. Sebentar lagi bel berbunyi ” ajakku. Luhan mengangguk lalu meneguk air mineralnya.

 

~ Pollux ~

 

” Ehm ! Ada yang dapat namjachingu baru ” sentak Tiffany membuat pipiku memanas.

” Yak ! Kau ini bicara apa ?! Aku dan Luhan hanya berteman ” gelakku.

” Hari ini teman, besok namjachingu ” ujar Jessica tetapi matanya masih tertuju pada ponselnya. Aku memutar bola mata kesal.

” So ? Fan, Sic… Kalian mau bicara apa ? Aku tak punya banyak waktu ” ujarku mendesak.

” Begini Taeng, kepala sekolah menunjukmu untuk mewakili sekolah dalam perlombaan bernyanyi ” ujar Tiffany. Aku membelalakkan mata terkejut.

” Tidak ! Aku tidak mau ! Bagaimana jika nanti diatas panggung aku gugup dan tidak fokus bernyanyi ?! Ani ! ” telakku.

” Tidak sendiri Taeng, kau akan duet. Tapi belum pasti siapa yang menemanimu duet nanti. Kepala sekolah masih memilah siswa-siswi lain ” ujar Jessica. Aku menghela nafas pasrah. Jika aku menerima, ini sudah pasti beban bagiku. Jika aku menolak, maka sekolah kecewa padaku.

” Baiklah, ku terima. Tapi jika ada tawaran kedua, aku tidak mau mengikutinya. Aku harus pergi sekarang. Annyeong ! ” uajrku lalu berlari kecil.

” Kau menunggu lama ? ” tanyaku melihat Luhan yang duduk bersandar pada bangku dekat mobilnya. Ia mendongakkan kepala dan tersenyum menggeleng. Aku ikut tersenyum dan berjalan menuju mobil Luhan.

Selama perjalanan aku hanya mendengarkan lagu melalui iPod dan menulis partitur lagu baru yang kubuat. Sementara Luhan sepertinya fokus menyetir. Aku menengok ke arahLuhan yang pandangannya fokus ke jalanan. Dari samping ia tetap saja tampan. Mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki terlihat sempurna dimata. Aku tersenyum kecil lalu kembali melanjutkan menulis partitur musikku.

” Sampai ” ujar Luhan lalu membuka kunci mobil. Aku segera turun dengan membawa bingkisan kecil yang untungnya tadi sudah kuambil dari loteng. Aku masuk dan mendapati sosok Hwang Seun yang duduk dengan beberapa temannya sambil menggambar.

” Hwang Seun-ahh ! ” seruku.

” Eoh ?! Taeyeon eonni ! ” jerit Hwang Seun berlari memelukku. Aku balas memeluk tubuh mungilnya itu.

” Tadaa~ Ini untuk mu ! ” seruku sambil menyodorkan bingkisan kecil.

” Whoaa ! Eonni, gomawo ! ” seru Hwang Seun aku mengangguk tersenyum lebar.

” Lu oppa, kau hutang membelikan es krim padaku ! ” geram Hwang Seun. Aku menoleh ke arah Luhan yang ternyata sudah duduk di sofa ruang tamu kini mengalihkan pandangannya menuju Hwang Seun lalu menghampirinya.

” Hwang Seun sayang, kapan-kapan saja ya membeli es krimnya ? Lagipula kita juga bisa sambil bermain kan ? ” tawar Luhan. Aku menggeleng kecil. Benar-benar orang yang suka tawar menawar.

” Dengan Taeyeon eonni kan ? ” aku tersentak mendengar pentanyaan Hwang Seun. Luhan menoleh padaku. Sementara aku mengernyitkan kening.

” Geureu, Taeyeon eonni pasti ikut ” ujar Luhan. Aku terkejut. Apa maksudnya ? Bahkan aku belum menyetujuinya. Bagaimana jika aku tak bisa pada saat itu ?!

” Geureu ! Lu oppa, Taeng eonni, aku melanjutkan menggambar lagi, oke ? Annyeong ! ” seru Hwang Seun.

” Apa yang kau bicarakan ? Uhh ? Bagaimana jika aku tidak bisa ? ” dengusku.

” Kau pasti bisa, karena aku sudah menentukan tanggal bermainnya ” ujar Luhan. Aku mendengus.

” Kau mau pulang tidak ? ” tanya Luhan.

” Pulang tentunya. Aku sangat lelah ” ujarku lalu pergi keluar.

Luhan kembali menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya. Aku tertidur pulas sampai aku tak menyadari bahwa Luhan mengangkutku sampai kedalam kamar. Bagaimana aku tahu ? Bukannya aku tidur ? Saat aku sudah tergeletak manis diatas ranjangku, aku terbangun dan menangkap Luhan sedang memakaikan selimut padaku.

” Kau bangun ? Maaf membangunkanmu ” ujar Luhan.

” Ani, aku terbangun sendiri ” ujarku.

” Gomawo, sudah mengantarkanku samapi disini ” ujarku sambil tersenyum kecil. Luhan mengangguk dan tersenyum lalu pergi keluar meninggalkan ku dikamar. Setelah memastikan Luhan benar-benar sudah keluar, aku menutup mataku sejenak. Menormalkan detak jantungku. Mengembalikin pipiku ke semula karena saat ini aku yakin sekali pipiku semerah tomat.

 

Tuhan ! Ada apa denganku ?!

 

 

 

 

 

 

 

TBC~

Pendek ? Pasti. Garing ? Pasti. Gaje ? Pasti. Singkat ? Pasti.

Maaf masih belum bisa manjangin cerita krn saya ngantuk setengah mati -,-

oke, ramment (Rate + Comment) ya 😀

See ya in next chapter !! #ILY

Advertisements

40 comments on “Pollux [3 : Getting Close to Him]

  1. yaaaah tbc, lg asik baca pdhl.. kurang panjaaaaaang thor..
    hihi
    di kasih orang ketiga dong thor biar seru *wehehe devil bgt
    pokonya ditunggu bgt thor, lanjuuut 🙂
    author fighting!! ^^

  2. Wah… daebak thor ff nya,, sayangnya kependekkan sih tapi tak apalah,,, benar juga t kata sicca eonni sekarang teman besoknya jadi namchin deh… hehehe… 😀
    Next chapter ditunggu thornim… 🙂
    Fighting… 😉

  3. “hari ini teman besok namjachingu”
    hahahah lucu bangt sihh tenysic, waoo Luhan you are amazing namja…
    cocoklah bt taeyeon eonni…
    LuTae Couple forever always…
    Next author update soon HWAITING………… 🙂

  4. waaah appa eomma taeyeon mencurigakan gt… jgn2 taeyeon dijodohin sm luhan??? trs luhannya sweet bgt taeyeon digendong masuk kekamar u.u
    lanjut thoooor

  5. Taeng mau dijodohin sama Luhan yaa???
    ajieeee taeng udh malu malu gitu sama taeng^^ kkkk~ pakai rona rona merah lagi di pipinyaa kkkk~

    Updateaoon!Hwaiting!!

  6. kok………kok singkat banget? aelah :(( tapi gapapalah yang penting update :v ayy~ tambahin romensnya ya :v bye~ :** (dih)

  7. Tbc nya cepet banget thorrrT_T . Pokoknya mereka harus jadiaannn!! #gabisawoles . Thor next chapter panjangin ya ceritanyaaaaa ((: ditunggu next chapternya thor. Hwaiting! ((:

  8. Woaa.. Taeyeon eonni menormalkan detak jantungnyaa? Taeyeon eonni udah suka sama Luhan kah?
    Luhan ama Taeyeon mau dijodohin kah? Kok kayaknya appa Taeyeon bilang iyaa??
    Moment LuTaenya kurang thor.. tambahin di next chap yaa
    Update soon
    Hwaitaeng!!

  9. Kasihan ayah Luhan oppa udh meninggal :’
    Keknya LuTae bakal dijodohin/? ‘-‘
    Tjieeee Taeng eon sudah muncul gejala2 cinta/? xD
    Next thor,Keep writing,and Fighting ^^)9

  10. Pendek thor.. 😦
    Thor. Appa taeyeon kok kenal ma luhan? Apa nnti akn ada prjodohan antra luhan dan taeyeon? Saya harap iyaaa thor 🙂
    D tnggu klnjuntanya thor. Always fighting thor 🙂

  11. Itu pasti Taeyeon jatuh cinta nih sama Luhan, itu kok appa Taeyeon bilang untuk masa depan?!! Dijodohin kah?!! Udh ga sabar deh nunggu kelanjutannya wkwk.. Semangat thor 🙂

  12. Kok pendek sih thor? Tapi nggak apa apa kok ceritanya bagus 🙂
    Alurnya nggak kecepetan. Nggak buru buru dan luhannya agak misterius gituu
    lanjutkan thor! Jangan lama lama yaa

  13. waaaaahh ffnya bagus banget>< udah baca dari chapter 1. duh thor, next chap jangan lama lama yak. penasaran banget masa._. oh iyaaa sebagai reader yang harus comment dan memberi tahu kalo ada kesalahan, aku mau ngasih saran nih thor *eaaaaa xD.
    seharusnya kalau habis tanda kutip/petik dua itu jangan pakai spasi thor hehe. jadi misalnya,

    ” Ani, aku terbangun sendiri ” ujarku.

    harusnya jadi

    ”Ani, aku terbangun sendiri” ujarku.

    semogaa next chapter bisa diperbaiki ya thor hehehe. laf laf sama alur cerita dan castnya! 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s