[FREELANCE] God Plan (Chapter 1)

god-plan-for-ann-nacha-by-springsabila

Title : God Plan

Author : Ann Nacha (annyoungz75)

Main cast : Kim Taeyeon [GG]

Xi Luhan [EXO]

Xiao ZiYu [OC]

Xiao Ji Kyo [OC]

Support cast : find it by yourself

Genre : family, angst, romance

Length : multi chapter

Rating : 17+

Disclaimer : cast milik tuhan dan orang tua mereka. Author hanya minjam untuk kepentingan cerita. Author minta maaf bila ada kesamaan cerita, judul maupun yang lainnya. But, This story 100% mine.

Note’s : saya ucakan terima kasih untuk admin yang sudah mau post FF saya. Juga ucapan terima kasih untuk readers yang sudah mau baca FF absurd saya.

Credit poster: Springsabila.cafeposter.wordpress.com

 

 

WARNING TYPO!

HAPPY READING ^^

 

-Chapter 1-

 

Taeyeon memandang nanar kertas test yang ia lakukan dirumah sakit itu. Kejadian yang ia takutkan benar-benar terjadi.

“tidak…” lirihnya. Matanya memanas dan butiran krystal itupun mengalir mulus dipipi putihnya. Taeyeon benar-benar tak menyangka ia terbukti..

 

 

 

 

HAMIL?!
Yang benar saja! Umurnya baru 19 tahun. Tapi ia sudah dikaruniai sebuah janin oleh tuhan. Benar-benar kenyataan yang sulit untuk diterima.

Yang benar-benar tak dapat dipercaya adalah yang menyebabkan semua ini adalah sahabatnya. Ya, sahabat nya semenjak kecil. Xi Luhan.

Taeyeon terduduk lemas di atas sofa. Meremas perutnya sambil terus terisak. Bahkan bagaimana ia bisa hamil saja Taeyeon tak tahu. Yang ia tahu hanya menemani Luhan yang terpuruk karena diselingkuhi oleh kekasihnya Yoona.

Luhan saat itu sangat terpukul dan meminta Taeyeon menemaninya datang ke sebuah club ternama dikorea. Disana semua terjadi. Luhan meminum banyak alkohol dan membuatnya menjadi mabuk berat.

Taeyeon sebagai sahabat tentu saja menemani Luhan tanpa meminum apapun. Saat mengantarkan Luhan pulang keapartemen nya disana yang Taeyeon ingat hanya Luhan yang menciumnya dan…entahlah. Taeyeon merasa semua nya gelap setelah itu.

Taeyeon memang mencintai Luhan sebenarnya. Bukan rahasia lagi memang mengingat Luhan mengetahuinya. Tapi begitu Luhan mengetahui perasaannya ia berubah. Luhan sedikit menjaga jarak dengan Taeyeon dan Taeyeon langsung mengetahui Luhan sudah memiliki kekasih bernama Im Yoona. Saat itu Taeyeon bertekad mengubur perasaannya demi persahabatannya dengan Luhan.

Taeyeon berjalan menapaki lorong apartemen mewah itu. Tujuannya sekarang adalah apartemen sahabatnya itu.

Ia menekan bel berkali-kali dengan wajah kusut. Setelah beberapa menit akhirnya pintu terbuka dan memperlihatkan wajah tampan Luhan yang terlihat riang. Bukannya ia sanagt terpukul waktu itu?

“hey, Taeng” sapa Luhan. taeyeon terdiam dengan wajah tertunduk. “masuklah” ucap Luhan.

Taeyeon pun memasuki apartemen Luhan. ini mengingatkannya dimana saat Luhan melakukan hal keji itu padanya. Ya walaupun Taeyeon tak mengingat dengan jelas.

“silahkan duduk” ucap Luhan riang. Taeyeon duduk tetap dengan wajah tertunduk. “hey… waeyo? Kau terlihat murung?” tanya Luhan.

Taeyeon memberanikan diri menatap Luhan. “kau menangis?” kaget Luhan. taeyeon menggeleng dan langsung memberikan sebuah lembar kertas hasil test nya pada Luhan.

“apa ini?” tanya Luhan polos. Ia mengambil lipatan kertas yang terbungkus dalam map itu. Taeyeon tak menjawab dan kembali menundukan wajahnya.

Luhan membuka kertas itu dan membacanya. Taeyeon bisa melihat wajah terkejut Luhan. “k…kau.. hamil?..” tanya Luhan lirih.

Taeyeon menumpahkan air matanya. “aku tahu..” ucap nya. Luhan dengan tatapan tak percaya nya memandang Taeyeon.

“umurmu 19 tahun. Kau ingat?!” ucap Luhan. Taeyeon menunduk dan terus terisak. “siapa yang menghamilimu?” tanya Luhan.

Taeyeon menatap Luhan tak percaya. “apa yang kau katakan?!” tanya Taeyeon tak percaya. “siapa yang menghamilimu Taeng?” tanya Luhan.

“kau tuan Xi! Kau!” ucap Taeyeon dengan nada tinggi. Luhan menatap Taeyeon tajam. Taeyeon yang baru pertama kali –semenjak mereka berteman- ditatap seperti itu menciut.

“apa maksudmu aku yang melakukannya?!” gertak Luhan tak terima. Taeyeon menunduk dan terisak.

“kau mau menjebakku!!?” seru Luhan sambil mendekat (mereka sudah berdiri). Taeyeon melangkah mundur.

“kau ingin menjadi nyonya Xi, Kim Taeyeon?! memiliki harta yang kupunya?!” tanya Luhan. Taeyeon tetap terisak. “iya?!” seru Luhan marah. Taeyeon tak menyangka sahabatnya bisa menuduhnya dengan tuduhan yang bahkan Taeyeon tak pernah pikirkan.

Seumur hidup dalam persahabatannya. Luhan tak pernah berbicara dengan nada seperti itu. Kini, Taeyeon mempertanyakan dimana Luhan yang dulu? Yang selalu menjawabnya dengan nada yang lembut?

“asal kau tahu Kim Taeyeon! anakku hanyalah anak yang dikandung oleh Yoona! Jika bukan Yoona yang mengandung berarti itu bukan anakku!” seru Luhan.

Taeyeon memandang Luhan tak percaya. “Lu..”

“pergi” ucap Luhan dengan nada dingin. “aku sudah berbaik hati untuk tak melaporkanmu ke polisi atas tuduhan menghamilimu bukan? Sekarang pergilah. Jangan pernah memperlihatkan wajahmu lagi didepanku.jika kau melakukannya aku akan berpura-pura tak mengenalmu. Aku sudah muak melihat wajahmu” ucap Luhan masih dengan nada sedingin es.

Taeyeon menggigit bibir bawahnya. Tanpa berpikir 2 atau 3 kali ia segera berlari meninggalkan Luhan.

.

.

.

Taeyeon memandang sebuah foto lama namun sangat berarti itu. Foto Luhan dan dirinya yang berumur 4 tahun. Disana, mereka tengah saling merangkul sambil memakan es krim.

Taeyeon tersenyum. Jika saja waktu bisa di putar. Ia ingin sekali pergi ke waktu dimana Luhan dan Taeyeon masih kecil. Yang hanya tahu Luhan sahabat Taeyeon selamanya dan Taeyeon adalah sahabat Luhan selamanya.

Taeyeon menangis kembali. Apa jika orang tuanya masih hidup mereka akan sedih dan kecewa jika mengetahui Taeyeon hamil diluar nikah gara-gara sahabatnya Xi Luhan? taeyeon benar-benar menyesal karena telah mengecewakan kedua orang tuanya. Walaupun kini mereka sudah meninggal karena sebuah kecelakaan besar.

“Taeyeon-ssi” ucap seorang yeoja paruh baya. Taeyeon menoleh dan menghapus aliran air mata dipipinya.

“nde?” tanyanya. “ige. Susu kacang sangat baik untuk ibu hamil” ucap yeoja paruh baya bernama Han ahjumma itu tersenyum ramah. Orang kepercayaan orang tua Taeyeon sebelum mereka meninggal.

Han ahjumma memang mengetahui kehamilan Taeyeon. taeyeon tersenyum dan mengambil susu kacang itu. “gomawo” ucapnya. Han ahjumma mengangguk dan duduk disamping Taeyeon.

“kau benar-benar ingin pindah ke jeonju?” tanya Han ahjumma. Taeyeon mengangguk. “tapi Luhan-ssi akan mencarimu” ucap Han ahjumma.

“ia tidak akan mencariku” jawab Taeyeon lirih. Han ahjumma menghela nafas. “baiklah… sekarang kau harus beristirahat dan jangan terlalu banyak pikiran. Itu tidak baik untuk kandunganmu” ucap Han ahjumma. Taeyeon mengangguk.

.

.

.

“kau ini sebentar lagi akan menjadi CEO untuk menggantikan appamu” ucap paman Luhan yang biasa Luhan panggil paman Jung.

Luhan mendengus. “kau sudah mengatakannya lebih dari 50 kali” ucap Luhan. paman Jung menghela nafas. “sudah seharusnya kau bersikap dewasa” ucapnya.

“hey paman.. umurku baru 19 tahun dan aku belum berkuliah” ucap Luhan kesal. “kau bisa memimpin perusahaan sambil kuliah Luhan-ssi” ucap paman Jung.

“aku tidak akan fokus nanti” ucap Luhan. “diumur 23 tahun kau sudah selesai kuliah dan akan memimpin perusahaan cabang di kota lain” tambah Jung ahjussi.

“yayaya! Berhentilah mengatakan hal itu!” ucap Luhan. “baiklah” ucap Jung ahjussi sambil berjalan keluar dari kantor Luhan.

Luhan menghela nafas. Ia kembali mengingat dimana seorang yeoja datang keapartmennya sambil membawa kertas hasil test kehamilan.

Luhan tersenyum getir melihat betapa pengecutnya ia yang sudah berani tak mengakui kesalahan dan membiarkan sahabatnya memikul beban seberat ini.

Jujur saja, begitu mengetahui Taeyeon hamil Luhan sangat kacau dan mengucapkan kata-kata yang tak harus diucapkannya. Tapi mau bagaimana lagi, Taeyeon sudah terlanjur sakit hati pasti.

Oleh karena itu Luhan ingin datang menemui Taeyeon dan mengakui kesalahannya dan mempertanggung jawabkan walaupun tidak dengan jalur perkawinan.

Ia kembali membaca berkas-berkas yang menurutnya lebih memuakkan daripada harus memakan sepiring brokoli segar yang selalu eomma nya bawakan.

.

.

.

Taeyeon tengah mengepakkan pakaiannya kedalam koper besar berwarna biru. Pindah ke Jeonju memang bukan pilihan yang bagus karena alasan untuk menutupi kehamilannya. Tapi mau bagaimana lagi? mau tak mau ia harus pergi ke Jeonju. Ia tahu Luhan tak akan mau mengakui anaknya nanti dan tak mau reputasinya sebagai CEO baru Xi company tercemar. Sebagai sahabat tentu saja Taeyeon masih punya hati nurani setelah apa yang telah Luhan lakukan padanya.

Ingin sekali Taeyeon melihat kesuksesan Luhan yang selalu Luhan impikan. Tapi rasa kecewa dan sedihnya lebih dominan dan menang ketimbang rasa persahabatannya.

Padahal Taeyeon berharap Luhan akan membantunya mengingat mereka sudah bersahabat dari kecil. Namun alangkah kecewa nya Taeyeon melihat reaksi Luhan. bahkan Luhan bilang ia tak mau menemuinya lagi.

Taeyeon kembali menitikkan air matanya. Ia ingat Luhan pernah bilang “jika aku punya anak lelaki. Aku ingin anakku tampan sepertiku dan kuat sepertiku. Aku ingin anakku nanti sangat menyayangi kedua orang tuanya dan memilik rasa tanggung jawab yang besar. Aku ingin anakku pintar dan selalu sabar menghadapi situasi apapun”

Taeyeon tersenyum getir mengingatnya. Jika anaknya nanti memiliki sifat seperti apa yang Luhan harapkan atau tidak pun Luhan tetap tak mau mengakuinya nanti.

“Taeyeon-ssi” sapa Han ahjumma. Taeyeon menoleh. Han ahjumma menghela nafas sambil berjalan gontai menghampiri Taeyeon.

“kau menangis lagi” ucapnya. “maafkan aku” ucap Taeyeon tersenyum getir sambil mengusap air matanya.

“untuk yang terakhir kalinya aku bertanya. Kau benar-benar yakin akan pindah ke Jeonju?” tanya Han ahjumma.

Taeyeon mengangguk. “dan terakhir kalinya juga aku menjawab. Ya, aku yakin. Sangat yakin ahjumma” jawab Taeyeon. “kau tak ingin menyelesaikan nya dulu dengan Luhan-ssi, Taeng?” tanya Han ahjumma lagi.

Taeyeon menghentikkan aktifitasnya. “tak ada yang perlu diselesaikan lagi ahjumma. Semua sudah selesai” ucap Taeyeon.

“apa kau akan baik-baik saja?” tanya Han ahjumma. “tentu” jawab Taeyeon. “baiklah… kau memang keras kepala seperti Hyoyeon” kekeh Han ahjumma mengingat ibu Taeyeon. Taeyeon hanya tersenyum.

.

.

.

3 days later…

Tok

Tok

Luhan mengetuk pintu rumah Taeyeon. dan tanpa menunggu lama pintu pun terbuka.

“Luhan-ssi?!” sapa Han ahjumma. Luhan tersenyum kikuk. “annyeonghaseyo…” ucap Luhan sambil membungkuk.

“apa Taeyeon ada?” tanya Luhan. “kau tidak diberitahu Taeyeon?” tanya Han ahjumma. Luhan mengangkat sebelah alisnya.

“diberi tahu? Diberitahu apa?” tanya Luhan. “Taeyeon tadi pagi sudah pindah dari sini” jawab han ahjumma.

Luhan terlonjak kaget. “pindah?! Pindah kemana?” tanya Luhan panik. “maafkan aku. Taeyeon tak memberikan alamat barunya” jawab Han ahjumma.

Luhan terlihat sangat panik. “kapan dia akan kembali?!” tanyanya. “entahlah. Mungkin dia akan menetap disana dalam waktu yang lama” jawab Han ahjumma.

“haishh… baiklah ahjumma. Kamsahamnida” ucap Luhan membungkuk lalu pamit pergi.

Han ahjumma menatap punggung Luhan iba. Tentu saja ia berbohong mengenai tak mengetahui alamat baru Taeyeon. namun seperti apa yang Taeyeon amanat kan padanya. “tolong jangan memberitahu Luhan. aku ingin memulai kehidupan baruku” . mau tak mau Han ahjumma harus merahasiakan semuanya dari Luhan.

 

 

Luhan memasuki mobil sportnya dan mengeluarkan ponselnya. Menghubungi sahabatnya itu adalah satu-satunya cara.

Harap-harap cemas mengaharapkan Taeyeon mengangkat panggilannya walaupun kemungkinannya sangatlah kecil. Namun apa salahnya mencoba?

 

“yaboseyo?” akhirnya Taeyeon mengangkat teleponnya.

“Taeng!!” seru Luhan. ia bersyukur teleponnya diangkat.

“mwonde?” tanya Taeyeon dengan suara datar.

“dimana kau?” tanya Luhan tak sabaran.

“ada apa?” tanyanya masih dengan suara datar.

“kumohon jawab pertanyaanku!”

“apa yang kau inginkan lagi dariku? Luhan. kumohon. Aku sudah menuruti kemauanmu untuk tak muncul kembali kehadapanmu. Sekarang biarkan aku hidup bersama anakku nanti. Terimakasih telah menjadi sahabatku selama ini. Terimakasih telah mempercayaiku selama ini. Kuharap kau tak pernah menyesal telah memutuskan untuk tak menjadi sahabatku lagi. tapi aku akan selalu menganggapmu menjadi sahabatku apapun yang terjadi. Aku sangat menyayangimu Lu… annyeong..”

 

Sambungan terputus. Luhan memandang nanar ponselnya. Matanya memanas dan sudah berair. Tak terasa matanya itu sudah mengalirkan setetes krystal bening.

Kalimat terakhir yang Taeyeon ucapkan benar-benar menyayat hati. Ia menyesal. Sangat menyesal. Tapi apa yang bisa ia lakukan sekarang?

Nasi sudah menjadi bubur. Semuanya sudah terlambat. Luhan menundukkan kepalanya. Menangisi tragisnya kisah persahabatannya bersama Taeyeon.

.

.

.

Beberapa hari kemudian…

 

“kau selalu melamun. Ada apa Lu?” tanya paman Jung. Luhan menghela nafas. “gwenchana” jawabnya.

“haishh.. terserah kau saja. Mendiang ayahmu tak akan suka jika kau mengurusi perusahaannya dengan malas-malasan” ucap paman Jung.

“bisakah paman tidak menceramahiku sehari saja? Aku benar-benar tertekan bulan ini” keluh Luhan memijat pelipisnya.

Paman Jung menghela nafas. “aku tidak akan menceramahimu jika kau tak terus-menerus bersifat seperti ini. Mengerti?” ucap paman Jung lalu berlalu dari hadapan Luhan.

“aku mengerti” ucap Luhan pelan saat mendengar suara tutupan pintu. Ia menghela nafas. Sepertinya menghela nafas menjadi hobby nya bulan ini.

Ia memandang foto ayahnya yang terpampang di sudut ruangan. Luhan menatap foto mendiang ayahnya itu dengan pandangan sedih.

“annyeong appa. Appa aku lelah. bisakah kau kembali dan membantuku menjalani hidup rumit ini? Aku telah kehilangan Taeyeon appa. Maafkan aku” ucap Luhan menunduk.

“aku anakmu yang pengecut” ucapnya lagi. “tak bisa mempertanggungjawabkan perbuatanku. Haha… benar-benar pengecut aku ini” ucap Luhan sambil meneteskan air matanya.

“aku membuat taeyeon pergi dariku. Aku menghamilinya appa… maafkan aku….maafkan aku…”

.

.

.

 

Jeonju, South Korea

8 month later…

 

Taeyeon tersenyum saat membaca hasil test kehamilannya kali ini. Usia kandungannya sudah 8,5 bulan. Dokter bilang ia tengah mengandung 2 orang anak kembar berjenis kelamin laki-laki.

Alangkah senangnya saat mengetahui mereka semua sehat dan baik-baik saja. Dokter juga bilang tidak akan ada kendala saat Taeyeon melahirkan nanti.

Mungkin Taeyeon sedang harap-harap cemas menanti hari persalinan anak-anaknya. Juga… masa depan anak-anaknya. Sudah berkali-kali Taeyeon memikirkannya. Pertama, apa ada yang akan memandang sebelah mata pada anak-anaknya nanti? Kedua, apa mereka akan menanyakan ayah mereka? Dan lainnya. Soal materi Taeyeon masih bisa mencukupinya mengingat ia berasal dari keluarga yang mampu. Namun, ia sudah mendaftar disebuah perusahaan besar di Jeonju setelah anaknya berumur 3 tahun nanti.

Ia juga sudah menghubungi Han ahjumma untuk membantunya. Beruntung ada Han ahjumma yang selalu sigap membantunya. Sekarang Han ahjumma memang masih berada di Seoul. Minggu depan ia akan pergi kesini dan menetap beberapa minggu untuk membantu Taeyeon.

 

Taeyeon berjalan ke sebuah kamar bernuansa biru. Ia tersenyum menatap kamar yang dibuat khusus untuk anak-anaknya. Disaat itu juga ia mengingat sosok ayah anak-anaknya. Xi Luhan.

Taeyeon sudah berjanji akan memakai marga Xiao diawal nama anak-anaknya. Alasannya adalah karena ia menghormati Luhan sebagai sahabat dan juga sebagai ayah mereka. Namun masih terselip rasa tidak rela tapi tak terlalu dipikirkan karena bukan masalah besar.

Jika nanti ada orang yang bertanya siapa ayah mereka Taeyeon hanya perlu memberi alasan. Selesai. sepertinya mudah untuk dipikirkan.

“akkhh!!!” seru Taeyeon meringis. Ia merasa kedua anaknya menendang perutnya dengan keras. Mereka memang sering menendang namun kali ini tendangannya sangat sakit sekali.

“SooMi!!” seru Taeyeon memanggil pembantu dirumahnya. Dengan sigap SooMi menghampiri Taeyeon.

“Taeyeon-ssi?!” seru SooMi panik. “apa yang terjadi?!” tanya SooMi. “bayi-bayinya! Ahkk!” seru Taeyeon meremas perutnya.

“Taeyeon-ssi akan melahirkan! Lee ahjussi!!!” panggil SooMi pada supir pribadi Taeyeon.

 

 

 

 

 

 

 

TBC

 

 

A/N : annyeong readers ^^ author bawa FF baru. Hehe… gimana? Bagus? Jelek?

Ok gini. Author buat ff ini karena : pertama, author suka lutae. Wkwk… kedua, author sebenernya pengen baca ff Taeyeon yg bergenre familiy yang ada anaknya tapi jaraaaaaaannggg banget! Ketiga, awalnya iseng. Ya gitu deh! Akhirnya dengan imajinasi yang dateng pas lagi bengong disekolah author tuangkan kedalam ff ini. Hehe.. gimana nih? Bagus atau jelek? Di chapter ini mungkin alurnya agak cepet ya? Author emang sengaja kok! Wkwk! Karena dichapter 1 ini tuh Cuma kaya prolog aja… tadinya emang mau dibikin prolog tapi kepanjangan -3- jadinya dijadiin chap 1 sekalian aja. Hehe… harus dilanjut atau berhenti disini aja?

Author mau kasih tahu nanti si duo rusa kembar ini bakal ketemu sama appa mereka entah dichap 3 atau berapa..yg jelas pas umur mereka 4 tahun. Ok deh 😉 see you in next chap yoo… ppaii~

 

 

 

Advertisements

97 comments on “[FREELANCE] God Plan (Chapter 1)

  1. Lanjut dong…
    luhannga parah bgt sih. Qu jga suja lutae makanya ff yg qu bca cman chats lutae doang ama oc he..he..

  2. keren thor.. pi TBC mngnggu bgt.
    next chapter pnjgin y thor.
    kasian taeng eonni, q jgkel ma sifat luhan oppa. tga2x dy g ngakuin anakx ndiri..
    smgt thor lanjutinx.
    Hwaiting!!

  3. Lanjutt thor… Itu Luhannya kenapa jahat banget ya??!!! Taeyeon tegar banget ya… Suka banget sama ff ini… Ditunggu deh next chapternya

  4. Waaa, daebak thor.
    Suka dgn ceritanya, next, next.
    Aduh, lama juga ya pertemuan ayah dn anak, tp masih ad moment lutae kan thor ????
    Keep writing

  5. pls gue mau taeng di sini sikapnya agak cuek2 gitu2 gitu ya sama lulu. biar luhan kapok(?)
    next di tunggu. tulisnya semangat 45 hahahhahaha

  6. HAMILLL
    ehmm.. mf thor sebelumnya, annyeong thor aq readers batu disini.. slam kenal ya,,???

    malang bnget nasib taeng onnie, luhan oppa kejam gk mw tnggungjwab, kn kasihan taeng onnie’ny… T_T

    krren thorr lanjuut

  7. FF nya bagus Thor fellnya dapet banget
    emang thor ff lutae yg Genrenya family jarang banget
    pengen nangis waktu taeng di marahin luhan … #luhan jahat
    kata2nya pedezz banget poor taeng
    kesian taeng nya nanggung beban berat sendiri
    taengnya sabar aja yeth sbentar lagi kan bkal punya baby kembar #pasti imut2
    aduhhh di tunggu ya thor kelanjutannya updatesoon pengen tau kelanjutannya secepetnya
    next chap di tunggu bgt fighting ne

  8. Luhan kenapa jahat bgt.. gamau ngakuin perbuatannyaa.. kan kasian Taeng nyaa
    Taeng & Luhan kapan ketemunya lagi thor? Next chap atau??
    Update soon yaa
    Hwaitaeng!!

  9. LUHAN MINTA DI MUTILASI/ggggg
    KEJAM BANGET SAMA TAENG EONNI 😥
    DUHH..
    Taeng eeonni mau melahirkan
    aku suka FF LuTae nya
    Daebak Daebakkkkkk !!!!!!

  10. Wah, author hebat banget..ngerealisasiin keinginannnya lewat karyanya. Fic ini bagus banget..pasti ke depannya bakal lebih menarik. Hehe..salam kenal..aku reader baru, telat banget bacanya euy..aku langsung ke chap 2 ya..

  11. bagus bgt thor aku suka ff genre family gini
    luhan jahat bgt, benci deh sama luhan
    luhan pasti nyesel kan udh jahatin taeng

  12. authorrr this is daebakkk cerita menarik bgt baru kali ini dpt ff Lutae bergenre family and than kok Luhan gk cinta Taeyeon sihh . good job thor^^

  13. hueeee br sempet baca;;
    Luhan jahat;; ga ngakunya giru bgt pake ngebentak;; ko ga usaha nyariin sih luhan-_
    Kirain taemg di jeonju sendirian, untung org tajir ya wks
    Nice thooooor, good job!

  14. aigoo
    sebel bgt lihat rusa menyebalkan itu
    rasanya pingin aku tendang sampai kutub *eh
    ksihan bgt sm taeng eonni 😥
    next chap thor
    hwaiting

  15. Sumpah ini bagus banget. Walaupun sku sama sekali gak suka taeyeon disakitin, tpi ini bneran bagus bangeeet.
    Izin baca ya author yg baik…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s