[FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 3)

D-L-T-Diamond

Author : deeHAYEON
Lenght : Multi-Chapter ll Rating : PG-15 II Genre : School-life, Friendship, Romance

Main Cast : Kim TaeYeon, Cho KyuHyun, Jung YunHo
Other Cast : Saehyun, Seohyun, Suz, Hyukjae, Luhan, Kris, Baekhyun, Joongki, Jieun, find.

Desclaimer : FF ini terinspirasi dari drama korea. All cast milik Tuhan dan keluarga mereka masing-masing.
Jika ada kesamaan dalam cerita, itu adalah unsur ketidak sengajaan.
DON’T PLAGIAT!

Note’s : READERS!! Annyeong! dee kembali dengan next chapter DLTD. Ada yang menunggukah?? Ga ada yaa 😦

Gwaenchana, yang penting author udah tepati janji bakal publish ff ini. Disini akan diketahui Taeyeon milih golongan apa. Aku juga pake cameo aktor tersohor Korea, yaitu….. SONG JOONGKI. Ada yang ga tau? Kalo kalian K-popers pasti tau lah ya.. Yang ga tau silahkan cari di google…

Ya udah deh langsung aja.

Sorry for typo(s)………

Happy READING!

———-

Yunho menarik napas lalu bertanya, “Siapa yang akan mendaftar kelas 10-2 nanti sore?”

 

Saehyun memalingkan wajah dari makannya dan menyeruput juice-nya, lalu menjawab “Sepertinya aku lupa… Oh, ne! Kalau tidak salah Kim Jongin”

 

“Maksudmu Kai?” tanya Yunho lagi.

 

“Ne” balas Saehyun sebelum kembali melahap makan siangnya. Namun sepertinya ia sedang menahan tawa, “penggemar fanatikmu”

 

Yunho berekspresi tak jelas dan itu membuat Saehyun semakin tertawa geli.

 

“Memang kenapa dengan 10-2?” tanya yeoja itu setelah mengendalikan tawanya.

 

Yunho berpikir sejenak, “Gwaenchana. Pastikan saja banyak siswa kelas itu masuk Light”

———-

Chapter 3

 

Bel tanda berakhirnya pelajaran telah berbunyi dengan nyaring. Hampir seluruh siswa Kyunghwa SHS menghela napas lega, bagaikan terbebas dari tekanan materi yang menurut mereka sangat membosankan. Tak terkecuali dengan yeoja mungil bertag-name ‘Kim Taeyeon’ yang kini merasakan pinggang dan bokongnya sakit akibat duduk terlalu lama. Perlu diingat, saat di kelas semua siswa diwajibkan memakai tag-name, sehingga mempermudah guru untuk mengenali mereka. Sedangkan di luar kelas, misalkan saat jam istirahat, siswa-siswi itu akan melepas tag-name mereka dan lebih menonjolkan bros kebanggaan masing-masing golongan.

Taeyeon menarik napas sejenak sebelum akhirnya membereskan buku-buku yang sedikit berantakan di mejanya.

“Taeyeon-a…” panggil Suzy yang berada disebelahnya.

Yeoja yang di maksud pun menoleh, “Jangan membuang energimu lagi untuk menyuruhku masuk golongan Dark, Suzy-ya. Percuma saja, aku tidak bisa merubah pendirianku”

“Taeyeon-a, sesuatu yang terjadi pada siswa-siswi netral itu sangat buruk. Aku tidak mau kau diperlakukan seperti itu” ujar Suzy belum putus asa membujuk Taeyeon. Namun yeoja yang Suzy ajak bicara malah sibuk dengan buku-bukunya dan sama sekali tak menjawab.

“Tae, ayolah! Kalau memang masalahmu ada pada golongan Dark, sebaiknya kau masuk Light saja” tambah Suzy tak sabar, persetan dengan Taeyeon yang sepertinya mulai jengah, “Aku lebih rela kau masuk golongan yang tidak sama denganku, daripada harus melihatmu ditindas seluruh siswa sekolah ini”

Jujur, kali ini Suzy merasakan firasat buruk tentang temannya itu. Sungguh Taeyeon yeoja sekeras batu.

Sekarang Taeyeon telah selesai membereskan barang-barangnya, ia menyampirkan tas kebahunya, “Aku tetap tidak akan memilih, Suzy-ya”

Suzy menarik napas dalam-dalam untuk kembali melawan Taeyeon, namun tiba-tiba seseorang memasuki kelas mereka dan itu membuat Suzy membelalak. Perlahan wajahnya memerah dan ia menunduk. Taeyeon menoleh untuk melihat siapa yang datang. Lee Hyukjae.

“Annyeong yeorobun. Harap semuanya berdiri dan jangan ada yang keluar kelas dulu, ne” kata Hyukjae. Seulas senyum manis terukir dibibirnya.
Suzy mematuhi perkataan namja itu, tapi ia berdiri dengan tangan bertumpu pada meja.

Lalu masuk lagi satu orang lain, memakai bros putih berbeda dengan Hyukjae. Taeyeon merasa pernah melihat namja itu….
Dan benar saja ia memang pernah melihatnya kemarin di kantin bersama Yunho.

Hyukjae membungkuk sopan pada Kai. Namun namja bernama Kai itu hanya membalasnya dengan anggukan kecil.
Jadi inilah alasan mengapa golongan Light disebut orang yang sombong, bahkan membungkuk saja tidak mau, pikir Taeyeon.

Perlahan Taeyeon ikut berdiri di tempatnya. Hyukjae tampak berbicara pelan pada Kai, dan namja itu mengangguk. Mereka kemudian berjalan berlawanan arah. Hyukjae kearah barisan kiri -barisan dimana Taeyeon dan Suzy duduk- sedangkan Kai berjalan kearah barisan kanan. Mereka akan berhenti disetiap siswa yang memakai bros golongan. Kai bertugas mendaftar nama-nama siswa dengan bros putih dan Hyukjae mendaftar nama-nama siswa dengan bros hitam.

Saat ini Hyukjae telah sampai disamping Suzy. Ia tersenyum memandang yeoja itu dengan bros yang dipakainya. Hyukjae kembali mencatat di kertasnya. Suzy menunduk lebih dalam hingga sebagian rambut tebalnya turun menutupi wajahnya -yang memerah?
Omo! Sudah berapa kali Taeyeon memergoki wajah merona Suzy? Ia yakin ada sesuatu dengan temannya itu yang berhubungan dengan Lee Hyukjae.

Taeyeon menggigit bibir bawahnya. Sesaat lagi Hyukjae akan memeriksanya dan entah kenapa ia menjadi sedikit cemas.
Yaa, Andwae! Kau tidak boleh panik Taeyeon-a, teriak Taeyeon dalam hati.

Dan sekarang Hyukjae melihatnya. Namja itu memandang tempat yang seharusnya terdapat sebuah bros bintang disana, Hyukjae mengernyit ketika hasilnya nihil.

“Dimana brosmu?” tanya Hyukjae.
Tunggu, seharusnya Taeyeon tak mempedulikan ini, tapi sepertinya Suzy menarik napas saat namja disampingnya mengeluarkan suara. Tidak, ini tidak ada hubungannya dengan nasib Taeyeon yang mungkin akan habis di tangan Hyukjae. Taeyeon semakin yakin Suzy memang bermasalah dengan sunbaenya itu.

“Aku tidak punya” jawab Taeyeon, datar.

Hyukjae sempat kehilangan kata-katanya selama beberapa detik, “Ehhm.. Apa kehabisan?”

Taeyeon menggeleng pelan, “Aku memang tidak memilih”

Kali ini Hyukjae tak dapat menyembunyikan keterkejutannya lagi, “Eoh?” Namja itu berpikir sejenak.

Suzy melirik Taeyeon dengan pandangan seolah berkata, ‘Kau-benar-benar-ingin-mati’

“Geuraesso, setelah ini kau harus ikut aku, arra?” tambah Hyukjae.

Taeyeon mengangguk dan kembali bersikap biasa saja, walau table-mate-nya menatapnya dengan pandangan memperingati.
Apa harus Taeyeon peduli?
Seharusnya Suzy menghilangkan dulu rona merah pada wajahnya sebelum menatap Taeyeon dengan tajam, karena bukannya takut malah membuat wajahnya terlihat sangat lucu. Pikir Taeyeon.

Jika dirinya harus takut dan cemas itu sudah tidak ada gunanya lagi. Taeyeon akan tetap pada satu pendirian, walaupun keputusannya itu menciptakan banyak konsekuensi yang harus ia terima.

Baiklah, Kim Taeyeon telah membuka kehidupan rumitnya sendiri. Dan tanpa ia sadari, konflik telah dimulai….

****

Hari sudah semakin sore. Ini sudah melewati jam pulang sekolah bagi para siswa-siswi Kyunghwa SHS, namun tidak sepenuhnya murid-murid sekolah itu telah meninggalkan kawasan Kyunghwa. Ada beberapa orang yang masih tinggal dan terlihat sibuk dengan urusan masing-masing. Semua ini dikarenakan kelas 10 yang bermasalah dengan pergolongan anggota Kyunghwa.

Setiap tahun selalu saja ada siswa yang mencoba untuk tidak memlih golongan. Harusnya mereka tau apa konsekuensi bagi orang yang memilih netral, dijamin itu sangat buruk. Selama ini orang-orang yang memilih netral tidak akan bertahan paling lama 3 hari. Pada akhirnya mereka akan memilih salah satu golongan atau bahkan keluar dari sekolah.

Cho Kyuhyun, namja itu, duduk di tribun lapangan basket indoor sambil memandang ke tengah lapangan basket dengan jenuh. Baekhyun sedang berbicara dengan seorang siswa namja yang memilih netral. Pasti dia sedang mengintimidasi siswa kelas 10 itu untuk masuk Dark. Sedangkan dibelakangnya ada Chanyeol, anggota Light, yang akan mengintimidasi siswa tersebut untuk masuk Light.

Ditribun yang sama dengan Kyuhyun ada Lee Jieun, Suho, dan Kris. Mereka tengah membicarakan aksi Byun Baekhyun dan bertaruh hingga berapa lama siswa netral itu akan bertahan. Ditribun sebrangnya ada Yunho dan Saehyun. Yunho sedang membaca beberapa daftar dipangkuannya, sedangkan Saehyun memperhatikan kearah lapangan. Gaya mereka seolah raja dan ratu yang menguasai sekolah ini.
‘Aku muak melihatnya’ batin Kyuhyun sambil berdecak.

Ia memalingkan wajahnya dari Yunho dan Saehyun, ada sesuatu yang mengalihkan perhatiannya. Seorang anggota Light, yang ia tau bernama Kai, baru saja memasuki lapangan basket dengan Hyukjae yang menyusul dibelakangnya. Dan yang membuat Kyuhyun terkejut adalah yeoja yang datang bersama Hyukjae…….Kim Taeyeon. Yeoja itu tidak memakai bros apapun. Kyuhyun memandangnya khawatir, dia mau cari mati, eoh?’

—-

Yunho mengambil kertas daftar anggota baru Light dari Saehyun dan mengeceknya. Namja itu tak mempedulikan kelas 10 yang memilih netral yang sedang diintimidasi di tengah lapangan. Ia lebih penasaran dengan yeoja kelas 10-2 kemarin. Tapi kemudian ia ingat dengan dirinya yang tidak tau nama yeoja itu. Dan diantara kertas-kertas daftar itu belum ada kertas daftar siswa kelas 10-2.

“Saehyun-a, mana daftar kelas 10-2?” tanya Yunho.

Yeoja yang ditanya hanya mengedikkan bahunya lalu berkata, “Entahlah. Sejak tadi Kai belum kembali”

Yunho mengangguk tak peduli. Ia kembali berpura-pura mengecek daftar nama itu, padahal sebenarnya tidak ada yang menarik disana.

“Astaga, mengapa masih ada siswa yang memilih netral?” kata Saehyun tiba-tiba.

“Biarkan saja, mereka tidak akan bertahan lama memilih netral” jawab Yunho dengan mata masih tertuju pada kertas daftar di pangkuannya.

“Yunhi-ya, yeoja itu… yeoja yang kemarin diganggu Kyuhyun, kan?”
Kali ini pertanyaan Saehyun berhasil mengalihkan perhatian Yunho. Dengan cepat namja itu memandang kearah pintu masuk lapangan. Kai masuk pertama dengan Hyukjae dibelakangnya dan……gadis itu.

Yunho tercengang. ‘Omona, ada apa dengan yeoja itu?’

—-

Seorang gadis berambut cokelat panjang tampak menarik napasnya dalam-dalam. Hyukjae dan Kai membawanya kelapangan basket indoor, hanya sendiri, sedangkan teman-temannya yang lain telah pulang ke rumah mereka masing-masing, termasuk Bae Suji.

‘Menyebalkan. Seharusnya aku sudah berada di rumah sekarang’ gerutu Taeyeon dalam hati.

Harus ia akui dirinya merasa sedikit cemas, tapi ini pilihannya, jadi Taeyeon berhak memutuskan keinginannya sendiri tanpa dibatasi oleh apapun dan siapapun. Hanya ada satu pendirian dalam hidupnya dan ia tidak boleh merasa ragu ataupun takut, karena hal itu akan membuat lawannya tersenyum senang. Apalagi di depan leader Dark yang sangat menyebalkan. Ngomong-ngomong tentang Leader Dark, dimana namja itu sekarang ya?

Tanpa sadar Taeyeon memikirkan namja yang ia sebut ‘menyebalkan’ itu, bahkan sekarang ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling lapangan untuk mencarinya.

‘Ah, itu dia’ namja bermarga Cho itu sedang duduk di tribun dan… ‘dia melihatku?’ batin Taeyeon tidak percaya. Ditambah dengan ekspresi Kyuhyun yang menatapnya khawatir. ‘Apa mataku sudah tidak normal?’

“Tunggu disini” kata Hyukjae lalu meninggalkan Taeyeon, yang masih asik dengan pikirannya, berdiri di samping seorang namja kelas 10.

Dihadapan namja ber-tag-name ‘Song Joongki’ itu ada seorang anggota Dark yang sempat Taeyeon lihat di bawah pohon maple bersama Kyuhyun dan ketiga namja lainnya.
‘Bukankah dia itu namja yang menunjukku saat aku akan menanyakan letak kelasku kemarin? Ternyata wajahnya benar-banar lucu. Tapi sayang, sifatnya sama sekali tidak mendukung’ Taeyeon kembali bermonolog dalam hati. Ia mengalihkan pandangannya pada satu anggota Light yang belum pernah ia temui sebelumnya, namja itu sungguh tinggi. ‘Tower listrik berjalan?’

Dapat dilihat dari ekspresi Chanyeol dan Baekhyun bahwa mereka sangat terkejut melihat kehadiran Taeyeon disini.
Entahlah, mungkin hanya Taeyeon-lah satu-satunya yeoja yang memilih netral.

Taeyeon tak mengacuhkan pandangan mereka. Bahkan seribu pertanyaan telah berkecamuk dalam otaknya.

‘Apakah mereka kelompok pembully dari masing-masing golongan? Lalu apa yang dilakukan oleh namja bernama Song Joongki itu disini? Mungkinkah dia juga memilih netral? Kira-kira apa yang terjadi padanya sebelum aku kesini? Astaga, aku tidak bisa membohongi diriku sendiri. Aku cukup was-was sekarang’ kurang lebih begitulah hal-hal yang dipikirkan Taeyeon, dia bisa mati penasaran dan tak jarang pula perasaan cemas kembali menyelimutinya.

Sekarang Baekhyun telah berada dihadapan Taeyeon, “Kau..Dimana brosmu?”

Yeoja itu sempat berpikir Baekhyun mirip dengan namdongsaengnya, Luhan. Tapi pemikiran itu sudah ia tendang jauh-jauh setelah Baekhyun berkata dengan nada datar padanya.

“T-tidak ada” jawab Taeyeon. Ah Tidak! Seharusnya ia tidak perlu menjawabnya dengan gugup seperti itu.

“Tidak ada? Eodi? Apa kau menghilangkannya?” tanya Baekhyun lagi. Suaranya pelan, tapi sangat tajam.

“Aniyo”

“Lalu?”

“Baekhyun-a” panggil seseorang, yang ternyata adalah Kyuhyun.
Taeyeon menatapnya aneh. Kapan ia turun dari tribun? Tak lama kemudian Hyukjae muncul di belakangnya bersama namja berwajah dingin, Kris Wu.

“Kau urus saja siswa itu. Yang ini urusanku” tambahnya sambil menunjuk Joongki dan menunjuk Taeyeon dengan sebutan ‘ini’.

Diam-diam Taeyeon mengerucutkan bibir, ‘Yang ini? Mengapa dia selalu menyebutku seolah aku ini benda mati? Dasar nappeun’ pikirnya.

“Geuraesso” tanya Kyuhyun ketika Baekhyun berjalan menjauhi tempat itu bersama Kris yang baru datang, “Hyukjae bilang kau tidak memilih. Apa alasanmu? Kuharap kau punya alasan yang logis”

“Hanya tidak mau saja” jawab Taeyeon sekenanya, sangat jauh dari kata logis.

Kyuhyun mengernyit. Ia memandang yeoja dihadapannya selama beberapa detik. Tatapannya aneh, sulit terbaca. Antara marah, bingung, dan khawatir. Tiba-tiba ia menarik pergelangan tangan Taeyeon dan memaksanya berjalan kearah pintu lapangan. Refleks Taeyeon berteriak dan memberontak. Namun sial! Cengkraman Kyuhyun terlalu kuat untuk ia lepaskan.

“Cho Kyuhyun” sahut sebuah suara yang Taeyeon rasa cukup familiar untuknya.

Ia menoleh dan mendapati Yunho berada di belakangnya. Detik itu juga Taeyeon merasa cengkraman Kyuhyun pada tangannya menjadi lebih erat. “Ah, Appo” ringis yeoja itu, namun tak dihiraukan oleh Kyuhyun.

Yunho menatap tajam Kyuhyun, “Dia bukan hanya urusanmu, dia juga urusanku sekarang”

Kyuhyun menghela napasnya. Ia tak tau apa alasan Taeyeon memilih netral. Kyuhyun merasa lega saat mengetahui yeoja itu tidak memilih Light, namun disaat yang sama ia merasa kecewa karena Taeyeon juga tidak memilih Dark. Tapi bukan itu hal utama yang Kyuhyun pikirkan sekarang. Yang ia khawatirkan adalah sesuatu yang buruk yang akan menimpa yeoja itu. Kyuhyun bisa menguasai anggotanya sendiri untuk tidak menindas Taeyeon, tapi anggota Yunho….. ia tidak bisa menjamin.

Kyuhyun balik menatap Yunho, “Lalu?”

“Kau tau aturannya Cho Kyuhyun. Siswa netral harus ditangani oleh mereka” jawab Saehyun yang kini berada disamping Yunho sambil menunjuk kearah anggota Light dan Dark yang lain.

“Kau mau membawanya kemana, huh?” tanya Yunho.

“Kemana saja, memang apa urusanmu?” balas Kyuhyun tanpa berpikir. Ia benar-benar tak tau harus mengatakan apa, yang ada di pikirannya hanya satu yaitu menyelamatkan Taeyeon.

“Kyuhyun, kau…”

“Jika aku tidak ingin dia ditangani oleh mereka, kau mau apa?” ujar Kyuhyun cepat, ia tak peduli dengan Saehyun yang sepertinya kesal karena perkataannya di potong.

Yunho sudah tidak dapat berpikir jernih lagi, ia tau tabiat seorang Cho Kyuhyun. Dan dia tidak mau gadis itu disakiti dalam bentuk apapun olehnya. Dengan gerakan spontan, Yunho memegang lengan Taeyeon yang satunya.

“Kalau kau mau turun tangan, itu berarti kedua leader harus turun tangan”

Saehyun tercengang melihat Yunho memegang lengan Taeyeon.
‘Apa yang kau lakukan Yunho-ya? Bahkan kau tidak pernah memegang tanganku jika tidak aku suruh’ batinnya. Jujur saja hatinya sangat sakit dan cemburu.

“Yaa, kalian!” tukasnya. Saehyun menarik tangan Yunho yang berada di lengan Taeyeon, “Tidak ada leader yang boleh turun tangan. Kasus ini akan diselesaikan oleh anggota dari Light dan Dark yang lain dengan cara biasanya”

Kini giliran Saehyun yang menarik tangan Taeyeon dan membawanya kembali kehadapan Baekhyun, Chanyeol dan Kris. Sekilas ia melihat Kyuhyun dan Yunho terpaku di tempatnya.

Taeyeon juga memperhatikan mereka dan kepalanya terasa pening sekarang. ‘Aigoo.. Apakah ini konsekuensi yang harus kuhadapi jika memilih netral? Dilempar kesana-kemari tanpa tujuan. Sekarang aku merasa diriku benar-benar barang salah kirim’

Tiba-tiba Suho menghampiri Baekhyun dan menunjukkan sebuah makalah yang lumayan tebal. Samar-samar dapat terdengar ucapan Baekhyun yang berkata “Geuraeyo” pada Suho. Lalu keduanya segera keluar meninggalkan lapangan basket itu.

“Kris-ssi, Chanyeol-a, lakukan tugas kalian” perintah Saehyun terhadap dua orang namja itu. Kris disini bertugas menggantikan Baekhyun untuk mengintimidasi siswa netral. Dan Taeyeon kembali ditinggalkan di samping Song Joongki.

Ia melirik kearah Yunho dan Kyuhyun. Yunho sudah digandeng yeojachingu-nya dan keluar dari lapangan. Hyukjae mendekati Kyuhyun dan mengajaknya keluar lapangan juga. Kyuhyun masih memandang Taeyeon sesaat sebelum akhirnya ia berbalik dan pergi bersama Hyukjae.

“Jadi katakan padaku, kenapa kau tidak memilih Dark?” pertanyaan tegas Kris Wu membuat Taeyeon berpaling kearahnya.

Yeoja itu memberanikan diri membalas tatapan matanya yang tajam, “Aku tidak punya alasan khusus untuk memilih salah satu golongan ini. Tapi aku punya alasan untuk tidak memilih keduanya”

“Apa itu?” kali ini Chanyeol yang bertanya. Suaranya tak jauh berbeda dengan Kris. Sangat tepat memberikan mereka tugas sebagai pewawancara sadis.

“Keduanya sangat KONYOL dan…BABO” jawab Taeyeon menekan kalimatnya.

“MWO??!” seru Chanyeol dan Kris bersamaan.
Aish, apakah hanya ia satu-satunya orang yang menganggap pergolongan ini sangat konyol?

“Apa makna di balik semua golongan ini? Apa alasan kalian membuat golongan ini? Tradisi secara turun temurun? Benar-benar tidak masuk akal” ujar Taeyeon panjang lebar, “Kalian sekolah tidak? Mengapa sikap kalian seperti orang tanpa otak? Hidup berkelompok di sekolah se-elite ini sangatlah bodoh. Mengapa tidak sekalian saja ganti nama Kyunghwa menjadi Zaman Purba Senior High School? Itu jauh lebih bagus untuk siswa-siswi macam kalian”
Ekspresi Taeyeon sangat tenang dan tanpa dosa hingga Joongki pun tercengang melihatnya.

“Berani sekali kau mencibir golongan yang ada di sekolah ini. Kau masuk Kyunghwa SHS, maka kau harus mengikuti peraturan yang ada disini. Arasseo?” desis Kris mulai jengkel.

“Aku bahkan sudah membaca tata tertib sekolah sebelum menginjakan kaki di sekolah ini. Dan tidak ada yang menulis maupun menyebutkan bahwa seluruh siswa Kyunghwa di haruskan memilih salah satu golongan-golongan kalian” balasnya tak sabar.

Chanyeol dan Kris menatap Taeyeon dalam diam, sepertinya mereka kehilangan kata-katanya beberapa saat.

“Baiklah, sudah cukup jelas. Sekarang keluarkan ponsel kalian” ucap Chanyeol.

Joongki, namja yang sedari tadi diam disamping Taeyeon, segera melakukan apa yang diperintahkan sunbaenya, namun tidak dengan Taeyeon.

Kris mendekatinya, “Mana ponselmu?”

“Beri aku alasan, mengapa aku harus mengikuti perintahmu, sunbae?” tanya Taeyeon sesopan mungkin. Tapi ini sungguh lucu. Untuk apa ia mengeluarkan ponsel di depan mereka?

“Ya, terserah padamu, kau akan mengambil ponselmu atau tidak” jawab Chanyeol padanya lalu beralih pada namja disampingnya, “Joongki-ssi, katakan pada orang tuamu bahwa malam ini kau akan menginap di rumah temanmu untuk mengerjakan tugas. Berikan nomor ponselku jika mereka ingin memastikan” Chanyeol menyebutkan sederet nomor ponselnya, sedangkan Kris masih di depan Taeyeon, memandangnya dengan tatapan aneh.

Joongki mengikuti perintah Chanyeol tanpa membantah, tapi tidak dengan Taeyeon, “Menginap? Siapa yang akan menginap? Dimana?”

“Kau..Dan dia” Kris menunjuk Joongki, “Disini”

Taeyeon terperanjat, “MWO-ya??”

“Kalian harus berpikir semalaman untuk memilih salah satu golongan di sekolah ini” jelas Chanyeol.

“Jangan pernah berpikir kalian bisa kabur” ujar Kris, “Karena Dark adalah penguasa kegelapan di sekolah ini”

“Dan jangan berpikir kalian bisa lolos dari penglihatan Light” ujar Chanyeol, “Karena di bawah terang kalian akan selalu terawasi”

Taeyeon tak mengerti dengan maksud kalimat kedua sunbae-nya itu. Ia hanya diam memandang mereka tak percaya.
Kris dan Chanyeol benar-benar meninggalkannya dengan Joongki dilapangan itu.

****

Kyuhyun duduk bersila diatas tempat tidur King size-nya, lalu mengetik pesan untuk Baekhyun melalui ponselnya.

To: Byun Baekhyun
Kau masih berada di sekolah? Bagaimana kabar Kim Taeyeon?

Tapi kemudian ia mengganti kalimat terakhir menjadi ‘Bagaimana kabar siswa-siswi netral itu?’ baru mengirimnya ke nomor Baekhyun.

Ia berdiri sambil berjalan mondar-mandir di samping bed-nya untuk menunggu balasan dari Baekhyun. Kyuhyun nyaris terlonjak ketika akhirnya pesan Baekhyun masuk ke ponselnya.

From: Byun Baekhyun
Mereka baik-baik saja. Hanya sepertinya belum makan malam 😀

Belum makan???
Kyuhyun mengerling kearah jam dinding disudut kamarnya. Pukul 8 lewat 11 malam. Dan Taeyeon belum makan??

—-

“Joongki-ya, kau tau, kita sangat bodoh mengikuti perintah mereka seperti ini. Apa gunanya kita dikurung disini? Neomu Babo-ya!” gerutu Taeyeon pada namja yang duduk di bangku tribun setingkat diatasnya. Ia berjalan bolak-balik di depan Joongki.

“Tapi kita akan mati konyol jka memilih kabur sekarang” jawab Joongki. Namja itu terlihat sangat santai dan menerima semua keadaannya, “Yang aku tau, mereka akan menculikmu dan meninggalkanmu sendirian di hutan selama dua hari jika kau berani meninggalkan tempat ini sekarang. Ada yang pernah mengalaminya. Dan kau lebih aman disini”

Taeyeon tercengang, “Jinjja?”

Joongki mengangguk.

Taeyeon terdiam sejenak, lalu kembali memandang namja itu, ” Sebenarnya, mengapa kau memilih netral?”

Namja yang ditanya pun menggeleng, “Aku tidak berniat memilih netral. Hanya saja temanku bertaruh bahwa aku tidak akan bertahan selama 3 hari di sekolah ini jika memilih netral. Sekarang aku akan membuktikan bahwa dia salah, aku bukan namja yang lemah. Dan sebenarnya dari awal aku memilih Dark”

“Geuraesso, kau disini hanya untuk taruhan?” tanya Taeyeon, ‘Pantas saja sejak tadi dia hanya diam dan tak berbicara satu katapun pada sunbae-sunbae itu’

Joongki kembali mengangguk, “Tapi menurutku hukuman ini tidak terlalu berat, bahkan terlalu biasa”

Taeyeon hanya diam. Ia berpikir. Jadi intinya satu-satunya siswa yang benar-benar tidak memilih golongan apapun hanya dirinya sendiri. Setelah 3 hari Joongki akan memilih, sedangkan ia masih tetap akan netral.

‘Bagaimana nasibku nanti?’ batin Taeyeon cemas, berusaha menguatkan diri sendiri. ‘Tidak aku harus membuktikan bahwa aku bukan yeoja lemah’.

Tiba-tiba terdengar bunyi mendecit dari arah pintu masuk. Taeyeon dan Joongki menoleh. Ada seseorang yang mendekati mereka.

“Annyeong” sapa orang itu pelan, ketika sudah berada di dekat keduanya.

Lee Hyukjae? Untuk apa dia disini? pikir Taeyeon.

Hyukjae tersenyum mengerti dengan tatapan bingung satu-satunya yeoja disana. Tanpa basa-basi ia menyodorkan sebuah tas plastik besar pada Taeyeon, sebagai jawaban atas pertanyaan tidak langsungnya.

“Kalian makanlah” ucap Hyukjae singkat.

Dengan ragu Taeyeon menerimanya, “Aku tidak tau jika kalian akan memberikan kami makanan”

“Oh, aniyo” tukas Hyukjae cepat, “Jangan beritahukan hal ini pada orang-orang yang menjagamu diluar sana. Maksudku, Chanyeol, Suho, Baekhyun dan anak buah mereka masing-masing. Jangan katakan bahwa kalian sudah makan malam, arasseo?”

Taeyeon dan Joongki berpandangan. Tapi Joongki langsung merebut plastik besar itu dari tangan Taeyeon.

“Kamsahamnida, hyung” seru Joongki, “Kau tau saja kami sedang kelaparan” ia langsung membongkar plasti besar berisi makanan fast food ternama itu.

Hyukjae tersenyum tipis, “Jangan panggil aku hyung sebelum kau memilih golongan Dark, hoobae”

Joongki tersedak kentang goreng yang sedang dimakannya. Taeyeon mendengus. Ia tau teman bodohnya itu lupa bahwa sekarang dia sedang ‘ber-akting’ menjadi siswa netral.

“Mianhamnida, sunbae” ucapnya pelan.

“Dan jangan berpikir kau akan menghabiskan makanan itu sendiri” kata Hyukjae lagi. Ia memandang Taeyeon, lalu berkata “Makanlah, Taeyeon-ssi. Sebenarnya semua makanan itu khusus untukmu, jadi kau boleh membaginya dengan Joongki-ssi atau tidak. Kalau begitu, aku harus segera pergi”

Taeyeon memandang Hyukjae aneh. Semua makanan itu khusus untuknya? Tapi, Kenapa? Apa makanan-makanan itu tidak beracun?

Seakan membaca pikirannya, Hyukjae tersenyum lagi, “Alasan mengapa makanan itu khusus untukmu sebenarnya sangat sederhana, tapi kau akan tau sendiri nanti. Semua makanan itu sama sekali tidak beracun, aku bisa menjamin. Cepat makanlah. Aku harus segera pergi, Selamat malam” dan Hyukjae benar-benar kembali melangkah keluar.

Taeyeon masih tercengang memandang kepergiannya ketika ia sadar Joongki memanggilnya dan menyuruhnya untuk makan. Tepat saat itu, perutnya berbunyi tanda ia kelaparan. Tanpa berpikir lagi, ia bergabung dengan Joongki dan menyantap semua makanan itu.

To be continue…..

Annyeong Chingu-deul!!! Pertama aku mau mengucapkan Jeongmal Kamsahamnida untuk Nadya Akhirnya seminggu ini saya dapat menyelesaikan DLTD chap 3. Eotteokhae?? Baguskah atau malah sebaliknya? Pasti penyakitnya itu masih tetep sama, yaitu kurang panjang. Demi apapun aku sudah berusaha memperpanjang ceritanya, tapi entah kenapa selalu macet di tengah jalan jadi beginilah hasilnya.

Untuk next chapternya, aku ga yakin bisa selesi dalam seminggu ini. Karena sekolah pastinya, dari pagi sampe sore, jadi hanya ada sedikit waktu buat nulis ff itu juga kalo lagi mood, kan kalo cape biasanya males ngapa-ngapain #curcol. 😀 Tapi tenang aja, Author profesional kok dalam membagi waktu jadi insya allah next chapter ga akan telat.

Untuk Song Joongki, entah kenapa aku langsung kepikiran aktor mantan pemain tetap Running Man itu. Haha 😀 Yah apapun pemainnya, nanti semoga moment Kyutae nambah.

Mian banyak omong #bow

Komentarnya ditunggu, biar aku semangat next-nya.

See You In Chapter Four :*

 

 

Advertisements

63 comments on “[FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 3)

  1. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To The Diamond (Chapter 7) | All The Stories Is Taeyeon's

  2. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 8) | All The Stories Is Taeyeon's

  3. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 9) | All The Stories Is Taeyeon's

  4. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 10) | All The Stories Is Taeyeon's

  5. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 11) | All The Stories Is Taeyeon's

  6. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 12) | All The Stories Is Taeyeon's

  7. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 13) | All The Stories Is Taeyeon's

  8. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 14) | All The Stories Is Taeyeon's

  9. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 15) | All The Stories Is Taeyeon's

  10. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 16) | All The Stories Is Taeyeon's

  11. Pingback: Dark Light To Diamond (Chapter 17) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s