[FREELANCE] Our Baby My Chagi (Chapter 2 END)

OBMC Chap 2

Our Baby My Chagi (Chap 2/2 end)

Author : Kkaepsong girl

Length : Chapterd

Rating :-17

Genre : Married Life,Romance,Comedy

Main cast : – Kim taeyeon ,xi luhan

Other cast : Silahkan temukan sendiri

Desclamer : Cerita ini hanyalah fiktif belakang yg dikarang author sesuka mungkin ??.dan ff ini adalah ff debut a author semoga pada suka ya? semua cast adalah milik tuhan dan orang tua masing masing.

Author’s Note : Bagi yang sudah baca di harapkan kritik dan saran ya?tapi kritiknya jangan pedes pedes (?)^-^ dan WARNING typo’s berterbangan.…Dan Makasih buat authornim yang udah mau ngepost ff ini sekali lagi.

 

^^Happy Reading^^

Preview: Chapter 1

 

*Chapter 1*

 

“Sajangnim boleh saya masuk” Tanya salah satu bawahan dari kantor tempatku bekerja saat ini

“Ne..masuklah”Jawabku yang baru saja mendudukkan pantatku ke kursi empuk nan membosankan ini.

“Sajangnim saja ingin memberitahukan jikalau sekretaris pribadi anda yang baru ,baru saja datang “Ujar orang tadi

Nah ini dia yang kutunggu – tunggu ,masalah baru lagi yang selama ini kudengar sekretaris ku yang baru adalah seorang yeoja,bagaimana kalau Taeng ku nanti cemburu apa apaan sih ini menyebalkan.

“Suruh dia masuk”Titah ku To The Poin

Nah itudia,kudengar ada suara langkah kaki yang lain,aku malas menanggapinya

“Annyeonghaseo sajangnim”Ujar sekretaris pribadiku yang baru.Tapi tunngu dulu kenapa suaranya sangat tidak asing ya?KU putuskan untuk mendongakkan kepalaku dan jderrr…

 

“Kau……”

 

*Chapter  2*

 

^^Luhan POv^^

“Oppa” kata sekretaris baru ku dan kalian tau dia siapa?

“Chagia,kenapa kau tak bilang jika kau yang menjadi sekretaris baru ku?Kau ini kejam sekali sih.” Ya sekretaris baru yang kumaksud adalah ISTRI KU sendiri iya, dia istriku Xi Taeyeon. Tanpa memberi tahuku sebelumnya, tanpa memberikan kamando padaku sekarang, ia malah sedang berdiri di hadapanku dengan senyum manisnya itu.Tapi aku bisa dibilang sangat beruntung jadi sekarang aku tak perlu repot-repot menghawatirkannya jika aku sedang bekerja nanti.Karena sekarang setiap detik,menit,jam ah..pokoknya everytime aku selalu melihatnya didepan mataku.

“He…he…kau kaget ya oppa?sebenarnya aku ingin memberitahukan hal ini padamu tapi,,appa bilang jangan dulu biar oppa tau sendiri saja.Jadi ini bukan 100% kesalahanku kan”Taeyeon mulai membela diri..em bagaimana kalau aku sedikit membalasnya sepertinya asik.

“Tetap saja chagi kau kan istriku,seharusnya kau patuh pada suamimu bukan pada appa ”He he apakah aku ini suami paling jahil sehingga aku senang melihat raut wajah bersalahnya itu.lihat sekarang bahkan ia menundukkan kepalanya dalam-dalam.

“Mianhae oppa, aku benar-benar mita maaf hiks…hiks..”TIdak ..iini sudah stadiaum empat ,Taeyeon menangis karenaku yang terlalu jahil ini .Ya Tuhan maafkan hambamu yang terlalu evil ini.Aku mendekati tubuhnya sedikit demi sedikit dan saat sudah sampai,aku langsung menarik tubuh kecil Taeyeon kedalam pelukanku.

“HIks….hiks mianhae o..oppa “ Kenapa ia masih tetap menangis ya tuhan.Semakin ku perdalam pelukan ini,rasanya hangat dan nyaman .Kubelai rambut hitam panjangnya .Khaoiii (Maniss) beruntungnya aku memilikinya

“Sudah tak perlu difirkan,aku senang kau ada disini,setiap saat aku bisa memperhatikan mu dan menjagamu setiap harinya,bukan begitu?Aku tak marah chagi justru aku senang kau disini, bersamaku.Jadi tak usah minta maaf lagi Ok?”Aku masih tetap membelai rambutnya layaknya prilaku seorang appa pada anaknya.Tak perduli jika nantinya jas ku ini kotor .Jika itu demi istri tercintaku ,kurasa itu tak masalah.

“gommawo oppa”Taeyeon mendongakkan kepalanya sambil tersenyum .KUdekatkan kepalaku padanya dan kukecup bibir soft pink nya yang manis itu.

“Nah sekarang kembalilah ke tempat kerjamu,apa kata karyawan yang lain jika tahu direktur dan sekretarisnya berada dalam satu ruangan,dalam jangka waktu yang lama dalam posisi berpelukan”Aku melepaskan pelukanku pada Taeyeon dan menggiringnya ke meja depan ruang kerjaku

“Kerja yang benar chagi,dan jangan kelelahan”Ujarku sambil mengusap rambutnya.

“Nhe oppa”Jawabnya sambil terseyum.

“Aku kembali ketempatku dulu dan jika chagi butuh sesuatu,bicara saja pada staf lain atau pada ku arraso?”Tanyaku sambil memerintah

“Aye…sir”Jawabnya sambil hormat padaku.Ugh…istri yang manis bukan.Ku langkahkan kakiku menuju ke meja kerjaku .

 

^Author POv^

 

Sehari ini Taeyeon telah bekerja sebagai sekretaris pribadi suaminya ,masa-masa berat telah ia alami seperti harus menemani suaminya rapat,harus terjun langsung ke lapangan, bahkan harus menemani atasannya makan siang.Saat ini jam kantor telah menunjukkan pukul 22:00 Kst,waktu yang sangat dinantikan para kariawan kantor pun mulai berhamburan menuju kediaman mereka masing-masing .Berbeda suasana dengan salah satu ruangan paling terang saat ini yup…ruangan sang derektur muda perusahaan Phonix Lugi itu.

 

Tok….tok

“Masuk……”Sahut sebuah suara dari dalam

“Aku membawakan secangkir kopi untuk derektur “Ujar sebuah suara pengetuk pintu tadi

“Tolong taruh di meja saja,dan terimakasih”Sahut sang derektur muda alias xi Luhan

“Ne..Kalau begitu saya keluar dulu ,jika anda membutuhkan sesuatau silahkan panggil saya”karyawan tadipun segera keluar

“Eh…tunggu dulu,apakah karyawan lain sudah pulang?”Tanya Luhan

“Ne..tentu hanya ada satu dua ruangan yang masih tetap menyalakan lampu ruangan nya.”Jawab karyawan tadi

“OH….aku mengerti,,Chagia jangan seformal itu padaku,itu malah membuatku risih “Luhan merubah ekspresinya

“Inikan masih di lingkungan kantor oppa,kau sendiri yang menyuruhku untuk bersikap biasa ..ih..dasar plin plan”jawab sang karyawan yang ternyata Taeyeon

“Aigoo…aku tak sanggup lagi chagi,…kemarilah temani aku”

Taeyeon pun menghampiri suaminya,setelah kini ia tepat berada di sampingnya apa daaa…nnnn

“KYA….AAA”

“Huah chagia kau membuatku kaget”Ungkap Luhan

“Seharusnya aku yang bicara seperti itu oppa,kau tiba-tiba saja menarikku duduk”Taeyeon menyahut tak mau kalah

“He…he…mianhae chagia,aku tak bisa lepas dari mu barang sehari saja”Balas luhan setelah berhasil mendudukkan Taeyeon di pangkuannya.

Dan dengan santainya Luhan kembali mengetik document di komputernya,bisa kita lihat sekarang posisi Luhan yang sedang memeluk Taeyeon sambil mengetik dengan santai.

Satu jam telah berlalu,Luhan pun sudah mulai mematikan komputernya.Mata yang mulai terlihat segera ingin terpejam dengan fikiran yang terasa penuh dengan materi – materi keuangan.

“Sudah selesai oppa,ayo  segera kita pulang.Aku sudah tak kuat lagi menahan berat mataku yang ingin terpejam”Taeyeon mulai merajuk pada Luhan

“Nhe…kajja aku juga tak sabar untuk segera merasakan nikmatnya di alam mimpi.”Luhan menanggapi dengan senyumnya.

Akhirnya Taeyeon dan Luhan beranjak meninggalkan kantor tempat mereka bekerja sekarang sambil bergandengan tangan saling melempar senyum dengan tulusnya.

 

>>>>Skip time at home

 

“HUaaahhh….rumah yang kurindukan.”Luhan berargumen sambil menjatuhkan tubuhnya ke kasur king size miliknya

“Nhe…padahal baru sehari aku bekerja di Phonix Luigi tapi rasanya seperti setahun meninggalkan rumah..Huft hari pertama yang melelahkan ,bagaimana bisa kau sangat suka berlama – lama di kantormu itu?” Tanya Taeyeon yang baru saja keluar dari kamar mandi

“em…..entahlah mungkin karena sekretarisku yang dulu sangat cantik jadi aku sangat suka di kantor.”Jawab Luhan sambil menatap Taeyeon dengan senyum anehnya

“Terserahmu aku mau tidur “Taeyeon menjawabnya sambil menarik selimutnya dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut sampai tak ada bagian tubuhnya yang terlihat

“Aigoo……chagia jangan merajuk seperti itu,aku hanya bercanda.Jangan marah Chagiya…..ayolah maafkan aku”Luhan mulai merajuk sambil memeluk Taeyeon yang membelakanginya

“………………………………….. ……………..”Tak ada jawaban dari Taeyeon

“Ayolah…… aku hanya bercanda”Luhan mulai meunjukkan wajah melasnya

“…………………………..”Hening

“Sebenaranya aku bekerja untuk menyambut masa depan kita ,aku tidak ingin membuatmu hidup dalam kekurangan,aku terlalu menyayangimu shingga aku tidak bisa membuatmu sedikt saja terlukai…sungguh aku tidak sanggup membayangkanya.” Ujar Luhan sembari mendekap Taeyeon semakin erat

“Hiks……hiks”

“Taeyeon-ah kenapa ?” Tanya Luhan panik sembari membalikkan tubuh sang istri,Dan terliatlah Taeyeon dengan mata merah yang tertutup oleh kedua tangannya

“Taeng-ah kau kenapa chagi?Siapa yang melukaimu,?Katakan padaku!”Tanya Luhan bertubi – tubi sembari menunjukkan wajah paniknya

“Hiks..aku..aku hanya terharu dengan kata – katamu oppa ,maafkanaku oppa,tadi aku sempat tak percaya padamu mianhae oppa”Sesal Taeyeon

“Aigoo…hanya karena itu? Sudahlah aku juga salah,pukullah suamimu yang jahil ini Taeng-ah aku rela,sudah tak perlu menghamburkan air matamu lagi ok?”Tanya Luhan sambil mengacungkan jempolnya

“Nhe..ok”Jawab Taeyeon dengan suara yang parau

“Nah sekarang istriku yang manis harus segera beristirahat,kau pasti lelah tadi sudah bekerja kan”Titah Luhan sembari memeluk Taeyeon erat

“emm”Taeyeon pun semakin mendekatkan tubuhnya pada Luhan,tak berselang lama sepasang suami istri itupun sudah masuk kedalam dunia mimpi masing – masing

 

*In the morning*

“AYOO..OPPA CEPAT NANTI KITA TERLAMBAT”teriak Taeyeon sembari memasang sepatunya

“Iya chagi ayoo berangkat”Jawab Luhan sembari menuju ke mobilnya di ikuti Taeyeon dibelakangnya.

Sesampainya di kantor,mereka segera masuk ke ruangan Luhan untuk mengambil file – file penting yang natinya di gunakan untuk bahan rapat

“Ini dia filenya ayo chagi 5 menit lagi rapat di muali”Ajak Luhan panik

“Sebentar oppa”Taeyeon maju ke arah Luhan dan mengeluarkan dasi dari tasnya dan segera memakaikannya pada sang suami tercinta.

“Nah selesai,bukan berate kau harus kehilangan wibawamu hanya karena kita terlambat oppa”Ujar Taeyeon sambil tersenyum manis kearah Luhan

“Nhe gomawo chagi,”Sahut Luhan sembil tersenyum pula.

Rapat selesai dengan hasil yang memuaskan,semua peserta rapatpun segera keluar dari ruangan tersebut dan hanya menyisakan sepasang suami istri yang masih sibuk merapikan document yang mereka bawa tadi

“Sudah selesai,ayo kita istirahatkan otak kita dulu chagi”Ajak Luhan pada istrinya

“Nhe ayo oppa aku tak tahan lagi”Luhan segera mengajak Taeyeon pergi dari tempat rapat munuju tempat yang lebih indah yaitu taman.

 

“Akhirnya kita dapat bersantai juga akhirnya”Ujar Luhan sembari mendudukkan dirinya di sebuah bangku taman yang kosong

“Nhe…tadiitu seperti di neraka saja”Sahut Taeyeon megikuti jejak sang suami

“Kyaaa….”Teriak Taeyeon tiba – tiba

“Ada apa chagi”Tanya Luhan panic

“Ice Cream ,oppa belikan belikan belikan…..ayo oppa aku ingin ice cream “Bujuk Taeyeon sembari menunjukkan aegyonya

“Hanya itu,baiklah tunggu disini aku akan belikan”Balas Luhan terheran hera dengan sikap Taeyeon

“Ini ice cream nya ,seperti biasa rasa vanilla blue”Ujar Luhan setelah beberapa menit mengantri

“Terimakasih oppa”Jawab Taeyeon dengan senyum puasnya

 

“Sudah sore mari pulang”Taeyeon tiba-tiba berdiri

“Nhe kajja”Luhan pun menyanggupi

Luhan dan taeyeon pun berjalan bersama menuju mobil mereka.

“Biar aku yang menyetir oppa”Ujar Taeyeon sembari merebut kunci mobil yang baru saja Luhan keluarkan.

“Tapi chagi aku kan namjanya di sini,mana ada yeoja yang menyetir untuk namja”Luhan tak terima

“Aku tak perduli dan tak mau tahu pokoknya aku yang menyetir”Taeyeon tetap kukuh pada pendiriannya.

“Ok….baiklah baiklah oppa menyerah kau yang menyetir”Luhan mengalah pada istrinya karena tak mau membuat istrinya mengamuk sekarang

 

*In the road*

 

“KYA…..AAAAA”Taeyeon tiba – tiba saja berteriak sembari mengijak rem mendadak

“HUaa…ada apa chagi,aigooo jantungku,lihat kita hampir saja mati tertabrak,jangan menginjak rem mendadak”Hardik Luhan

“Jjajangmyun oppa”Ucap Taeyeon seolah tak perduli dengan omelan Luhan

“Hanya karena itu kita hampir mati,astaga chagi”Omel Luhan lagi ,Tapi Taeyeon tanpa memperdulikan Luhan langsung keluar dari mobil dan berlari ke toko jjajangmyun yang di lihatnya tadi

“Astaga salah apa aku ini”Gumam Luhan sembari memindahkan mobilnya ke pinggir jalan

*Luhan Pov*

 

Sebenarnya ada apa dengan istriku ini tiba-tiba ingin ini dan itu bahakan hampir saja mengorbankan nyawanya yang hanya satu – satunya.Kuhampiri istriku yang masih menunggu antriannya dengan mata berbinar.Baiklah kuputuskan nanti aku harus bertanya padanya langsung saja.

 

Selesai kami memakan hampir semua makanan yang ada di sepanjang jalan pulang,dan bisa di tebak siapa yang memintanya kan? Yup istriku Xi Taeyeon ,jika tak memikirkan rasa cintaku yang terlalu besar padanya,aku tak akan menurutinya.

Sesampainya di rumah aku dan Taeyeon segera memasuki kamar kami dan segera membersihkan diri.Selesai membersihkan diri aku mengajak Taeyeon ke ruang santai untuk menanyakan perihal dirinya yang berbeda hari ini.

“Chagi sebenarnya ada apa dengan dirimu akhir – akhir ini?”Tanya ku padanya yang kini sedang merebahkan diri di sofa dengan kepalanya yang berada di pahaku

“Aku?Aku juga tak tahu oppa,tiba- tiba saja keinginanku menjadi menggebu-gebu dan aku tak bisa menahannya”Jawabnya sambil memejamkan matanya.

Aku masih tetap mengelus kepalanya dengan sayang ,sampai ku sadari bahwa ia sudah tertidur dengan teangnaya.Ku gendong Taeyeon kekamar dan ku rebahkan di kasur kami.

“Jhaljayo chagi,ingat aku di mimpimu”Gumamku dan diakhiri dengan aku mengecup keningnya lembut.Tak lama waktu yang kuperlukan untuk menyusulnya menuju alam mimpi.

 

*In the Morning*

Author Pov

 

Pagi yang cerah di hari yang indah sekaligus hari yang paling di nanti yaitu hari minggu.Terlihat dua orang anak manusia yang masih dalam selimut tebalnya tak lama waktu berselang

“Huekkk…huekkk” Terdengar suara dari arah toilet yang mampu membangunkan manusia yang satunya

“Chagia kau kenapa?”Tanya Luhan yang baru saja bangun dan segera menghampiri Taeyeon

“Nan molla oppa Huekk..”Jawab Taeyeon lemas.Luhan pun memijat daereh sekitar tengkuk Taeyeon agar istrinya lebih lega

“Chagi badanmu panas,ku panggilkan dokter ya?”Tanya Luhan panic

“……………”Tak ada jawaban dari Taeyaon

èSkipp time

“Bagaimana keadaan istri saya?”Tanya Luhan pada dokter yang baru saja memeriksa istrinya

“Keadaannya baik-baik saja ini hanya efek dari janin yang di kandungnya selamat tuan Xi saya turut bahagia” Jawab sang dokter samil tersenyum

“Nhe…dokter”Jawab Luhan seadanya karena saat ini ia masih shock berat atas berita yang baru ia dengar

“Kalau begitu saya permisi dulu annyeong tuan Xi”Pamit sang dokter sopan

“Nhe dokter”Jawab Luhan lagi.Sang dokterpun keluar dari kediaman keluarga Xi tanpa diantar sang pemilik rumah yang masih terkejut tiba-tiba

“KYA…AAAAAAAAAAA”Jerit Luhan

“Ada apa oppa apakah aku sakit parah?”Tanaya Taeyeon menghampiri Luhan yang baru saja berteriak di pintu kamar

“Bukan chagi, kau tau kita akan segera memiliki seorang aegi di rumah ini aku tak sabar mendengar tangisannya setiap pagi”Jawab Luhan sambil tersenyum sumringah

“Benarkah Whuaaaa…aku harus menelefon omma”Taeyeon pun segera masuk ke kamar mengambil smartphone nya dan menelefon ommanya

“Hallo Omma…aku hamil”Ujar Taeyeon pada orang di sebrang telefon

“Jhinjja???? Wah selamat sayang omma akan segera ke sana”Jawab Mrs.Kim dan segera memutuskan sambungan telefonnya.Sementara itu

“Omma aku hamil…eh maksud ku istriku hamil omma”Ujar Luhan pada orang di sebrang telefon

“Jhinjja? Wah selamat Lulu-ah aku tak sabar untuk segera menimang cucu pertamaku darimu”Jawab Mrs.Xi

“He…he itu masih lama omma”Jawab Luhan sambil cengengesan

“Tapi maafkan omma dan appa ya lulu,untuk sekarang kami belum bisa berkunjung ke rumah kalian,karena kau tahu sendiri kalu kami masih di china”Sesal Mrs.Xi

“Thaijobhe omma ,aku dan Taeng bisa mengerti”Jawab Luhan masih dengan senyumnya

“Terimakasih pengertiannya Lulu kalau begitu omma tutup telefonnya dan ingat jaga calon cucuku itu annyeong”Mrs.Xi menutup sambungan telefonnya.Luhan tersenyum membayangkan kalu sebentar lagi ia akan menjadi seorang ayah

“Oppa…aku ingin main bola”Ujar sebuah suara yang berhasil membangunkan Luhan dari lamunannya

“NHE….????”Sahutnya terkejut

“Aku ingin main bola oppa,ayo temani aku”Rajuk Taeyeon samnil menggelayut manja di lengan Luhan

“Tapi kau sedang hamil chagi,aku takut nanti terjadi sesuatu yang tak di inginkan”Jawab Luhan memberi pengertian

“Aku tak mau tahu oppa,kalau oppa tak mau menemaniku aku akan main sendiri”Taeyeon tak mau mengalah

 

 

“Yeeee……3-0 aku akan mengalahkanmu oppa”Taeyeon berteriak kegirangan karena berhasil menyaingi suaminya

“Iya chagi…..”Jawab Luhan seaadanya

Kita tahu bahwa saat ini Luhan tengah mengalah,karena ia tahu kalau emosi Taeyeon sedang tak setabil akibat dari kandungannya.

“Hah…aku lelah”Taeyeon melenggang pergi tanpa memperdulikan Luhan yang masih terngaga tak percaya

“Kemana semangatnya tadi”Gumam Luhan di tengah keterkejutannya.

“Nhe Fany kau sudah melahirkan?”Pekik Taeyeon dengan telefon di tangan kanannya

“…………… ………………….”

“Baiklah aku akan segera kesana”Jawab Taeyeon lagi

“Ada apa chagi?”Tanya Luhan yang baru masuk ke dalam rumah

“Oppa kita harus segera ke rumah sakit ,Tiffany melahirkan sekarang

“Nhe….baiklah ,sebaiknya kau segera bersiap – siap”Jawab Luhan

Taeyeon pun segera menuju kamarnya dan mempersiapkan dirinya

 

“Fany-ah bagaimana kondisimu?”Tanya Taeyeon setelah memasuki ruang inap dimana Tiffany berada

“Wathasiwa thaichobe Taeng-ah bahkan aku sangat senang hari ini”Jawab Tiffany menunjukkan eyes smilenya

“Annyeonghaseo Tiffany-ssi”Ucap Luhan yang baru saja memasuki ruangan dimana Tiffany dan istrinya berada

“Nhe..Luhan-ssi”Jawab Tiffany juga

“Oh..Dimana anak dan suamimu ?”Tanya Luhan lagi

“Apakah anakmu laki-laki atau perempuan”Tanya Taeyeon juga

“Kai oppa sedang menemui dokter dan anakku sedang di urus oleh perawat oh…..iya jenis kelaminnya Perempuan,hebat bukan?”Jawab Tiffany masih dengan senyum mengembang di paras ayunya

Kreeeeeekkkkkkkk….

Suara pintu ^geje^ dan masuklah sesosok pria yang kini bersetatus sebagai suami Tiffany

“Annyeonghaseo Kai oppa”Taeyeon berujar dengan riang

“Wah Bayi oppa manis sekali,annyeonghaseo chagi kau manis sekali”Tambah Taeyeon menyapa bayi yang berada di dekapan Kai

“Nhe annyeonghaseo Taeng ajuma”Jawab Kai mengikuti aksen anak kecil

“Kau sama sekali tak pantas mengguakan aksen seperti itu Kai menjijikkan”Sahut Kai

“Aku tak mempermasalahkan itu,”Jawab Kai

“Ah…sudahlah kalian berdua,oppa kemarikan aegi kecilku itu”Tambah Tiffany menengahi

“Nhe…apa apaan sih kalian seperti kucing dan anjing saja”Taeyeon ikut berpendapat

“Nhe…..mianhae”Jawab Luhan dan Kai bersamaan.Setelah itu mereka saling menatap Karena keget tak lama berpandangan mereka kembali memalingkan wajahnya.

Kai mendekati istrinya yang masih terbaring di ranjang rumah sakit dan menyerahkan anak mereka yang baru saja lahir.

“Siapa namanya?”Tanya Taeyeon antusias

“Em……ah bagaimana kalau Kim Jihyun sepertinya manis bagaimana oppa?”Tanya Tiffany meminta pendapat suaminya

“Baiklah,anak kita mulai sekarang bernama Kim Jihyun”Ucap Kai diikuti dengan senyum menggemaskan anaknya yang baru saja diketahui bernama Jihyun

“Wah….daebakk dia sepertinya suka”Girang Taeyeon

Lama mereka berbincang akhirnya pasangan Lutae memutuskan untuk pulang ke rumah mereka

“Baiklah kami pamit pulang dulu annyeong Fany-ah Kai oppa dan uri little Jihyun”Pamit Taeyeon mewakili Luhan

 

“Huft akhirnya sampai juga di rumah”Ucap Luhan sembari medudukkan dirinya di sofa depan tv

“Aku mau tidur duluan oppa..”ujar Taeyeon sembari menguap dan beranjak menuju kamarnya

“Hah……Ada apa dengannya itu….huaa.. I’m going crazy”Gumam Luhan sembari mengikuti Taeyeon ke kamarnya

ð  Jam 01:00 Kst

“Oppa bangun oppa…oppa…”Rengek Taeyeon sembari mengguncang tubuh Luhan

“Nhe…ada apa chagi”Jawab Luhan dengan suara seraknya

“Aku mau makan ramyun(?) oppa dan aku juga mau menonton sepak bola”Taeyeon beranjak dari tempat tidurnya menuju ke dapur tanpa menunggu Luhan.Luhan pun hanya dapat mengikuti istrinya dari belakang dan semua berakhir dengan Luhan yang sedang menyiapkan ramyun untuk istrinya yang tengah menonton sepak bola dengan santainya

“Ini chagi ramyunnya sudah siap”Ujar Luhan dengan semangat,tetapi semangatnya tak berlangsung lama karena kini ia melihat istrinya tengah memasuki alam mimpi nan indah di bawah sana.

“Aigoo …sabarkan aku ya tuhan hanya untuk 9 bulan ini saja..”Gumam Luhan menekan amarahnya

Akhirnya Luhan memakan ramyun yang masih hangat itu ditengah kesunyian malam ini alone.

 

Pagi menjelang burung – burung berlomba bernyanyi menemani sang fajar yang kini beranjak dari kediamannya.

“Hoammm”Sesosok pria tampan beranjak dari tempat tidurnya meninggalkan bantal serta gulingnya…eh..tapi tunggu kemana wanita yang selama ini menemaninya?

“CHAGIA…CHAGI Dimana kamu?”Teriak Luhan sembari turun ke lantai satu rumahnya.Di carinya sosok sang istri di dapur namun tak ada, yang ada hanyalah sarapan pagi yang terlihat masih hangat.

Akhirnya Luhan memutuskan memakan sarapannya dan segera menyiapkan keperluannya di kantor.

“Thadaimas (aku pulang)oppa”Pekik Taeyeon dari arah pintu

“Chagia dari mana saja kamu,kau tahu aku sangat khawatir, ingat kandunganmu masih 7 bulan chagi,^di skip ya biar cepet^”Tanya Luhan bertubi-tubi sembari menghampiri istrinya yang tengah menggunakan pakaian olahraganya dan terlihat kelelahan

“Oh…tak usah khawatir aku baru saja selesai lari pagi dan sedikit bermain bola”Jawab Taeyeon sembari mengatur nafasnya

“NHE…….Michoso? Aigooo chagia ku harap lain kali jika Luhan Juniorku ini ingin bermain ajak aku juga kau tahu aku sangat khawatir”Jawab Luhan menunjukkan wajah paniknya

“Mianhae oppa lain kali tak akan ku ulangi lagi”Sesal Taeyeon sembari menunjukkan wajah menyesalnya

“Baiklah oppa akan berangkat ke kantor dulu,..sudah jangan sedih lagi..ok?Tolong jaga luhan juniorku ini ok?”Tanya Luhan sembari mengecup perut dan kening Taeyeon dan di akhiri dengan kecupan manis di bibir Taeyeon

“Nhe appa..”Jawab Taeyeon dengan aksen anak kecil

“Annyeong….”Luhan pun beranjak kea rah mobilnya dan segera mengendarainya

 

“Huft…sendiri lagi di rumah..eh tidak aku kan bersama Luhan junior benarkan chagia….omma sangat menantikan kehadiranmu di keluarga ini,baik-baik ya di dalam sini”Gumam Taeyeon sembari mengelus perutnya yang mulai buncit itu

“Ayo bersihkan diri kita aegi-ah”

*Taeyon Pov*

 

Kurapihkan penampilanku pagi ini dan aku segera membereskan segala macam bentuk kekacauan di rumah ini.Huft…..melelahkan memang tetapi sebentar lagikan aku akan menjadi seorang ibu yang sesungguhnya.Memiliki seorang aegi yang lucu dan menggemaskan.

Tak berlangsung lama aku berdiskusi dengan perasaanku kini aku sedang berjalan kea rah pintu rumahku karena ku dengar pintu itu berbunyi tapi siapa kira – kira yang datang omma dan appa sedang di jepang sedangkan mertuaku sedang di china.

“Who …Kai oppa tumben dia kemari?” Segeraku buka pintu rumahku ini

“Taeyeon-ah lama tak berjumpa”Sapanya sembari mengembangkan senyumnya dan merentangkan tangannya

“Nhe……Tumben oppa kemari dan bukankah kita baru saja bertemu di rumah sakit”Jawabku seadanya

“Oh benarkah,Kau tak membiarkan aku masuk,kenapa kita malah mengobrol di depan pintu ,dasar tuan rumah yang tidak sopan”Jawabnya sembari menurukan kedua tangannya

“He…he mian oppa aku lupa,baiklah silahkan masuk tuan”Aku pun segera mempersilahkannya masuk kedalam rumah dan menyuruhnya untuk duduk di sofa yang telah tersedia.

“Kemana Tiffany?Kenapa dia tidak ikut bersamamu oppa?”Tanya ku sembari mendudukkan diriku ke kursi sebelahnya

“Fany sekarang sedang di rumah omma aku baru saja mengantarkannya kesana,nah saat ku tahu rumah mu ada di Sinai ya hitung-hitung bertamu di rumah baru milik teman”Jawab Kai oppa enteng

Oh…begitu ah..oppa mau minum apa biar ku ambilkan”Tawarku sembari berdiri dari tempat dudukku semula

“Emm..bagaimana kalau jus jeruk saja sepertinya segar dan jangan lupa berikan sedikit es di dalamnya.”

“Arraso..akan saya buatkan boss,silahkan tunggu sejenak”

Ku langkahkan kakiku menuju ke arajh dapur ,ku buka kulkas pintu 4 yang kini berada di hadapanku sekedar mengambil es di dalamnya.Setelah ku dapatkan apa yang kubutuhkan aku pun segera menuju ke meja dapur dan mengambil dua buah gelas.Tapi tunggu dulu kenapa kepalaku terasa pusing,rumah ini pun serasa berputar-putar dan selanjutnya semua serasa gelap dan aku tak tahu apalagi.

 

*Kai Pov*

Ctaarrrr

 

Suara apa itu?,segeraku langkahkan kakiku menuju ke arah dapur

“Astaga Taeyeon-ah kau kenapa Taeng-ah Taeng”Segera ku angkat tubuhnya yang kecil itu dan akupun segera berlari menuju mobilku da segera menancap gasnya menuju rumah sakit.

Tak butuh waktu lama untuk sampai di sana kini Taeyeon tengah di tangani oleh dokter.

“Apakah aku harus menghubungi Luhan,walau bagaimanapun ia adalah suaminya”Gumamku bimbang,lama berfikir akupun segera menghubungi Luhan

“Yeoboseo?”Jawab suara dari sebrang

“Nhe..Luhan-ah ini aku Kai”Tambakku

“Oh…ada apa?”Jawabnya dengan nada suara yang berbeda,ya kalian tahukan maksudku

“Tak banyak Lu aku hanya ingin memberi tahukan bahwa sekarang ini Taeyeon sedang di rumah sakit ********** segera lah kesini ia membutuhkanmu”

“Ok”Hanya jawaban itulah yang kudapatkan karena kini sambungan telefon kami sudah di putus secara sepihak.Huft beginilah sikapnya padaku

Tak lama menunggu kini kulihat seorang pria masih menggunakkan jasnya sedang berlari dengan wajah yang terlihat panik tengah berlari kearahku

“Dimana isrtiku”Tanya nya dengan nafas yang terengah-engah

“Di dalam”Jawab ku memasang senyum.

Tanpa babibu ia akan masuk kedalam ruang rawat Taeyeon dengan gerak cepat,ku tahan tangn kanannya

“Bisa kita bicara sebentar?”Tanyaku penuh harap, karena Luhan takkan pernah mau bicara padaku setelah kejadian itu

“Apa?”Tanya masih dengan nada tak suka

“Maaf untuk semuanya ,maaf untuk diriku di masa lalu”Ujarku dengan nada sendu

Buakkk

Darah segar keluar dari sudut bibirku,

“Begitulah rasa sakitnya dihianati oleh sahabat yang paling kau percayai,bahkan sampai sekarang aku masih dengan jelas mengingat kejadian di mana kau akan merenggut masa gadis Taeyeon,Aku sangat bersyukur saat itu karena perasaan ku yang mengatakan aku harus ke taman belakang sekolah…Cih manusia bermuka dua,mau kau kemanakan Tiffany ?Padahal kau sangat tahu persis Taeyeon adalah kekasihku”Bentak Luhan dengan suara tertahan

“Kau boleh memukulku sampai babak belur atau kau boleh melaporkanku ke polisi tapi ku harap kau bisa memaafkan kesalahanku itu mungkinkah kau harus bersuud di kaki mu Lu ?Akan ku lakukan sekarang”Tawarku dengan hujan yang turun dari kedua mataku

“Oppa….”Jawab sebuah suara lemah dari arah pintu bercat putih itu

“Taeyeon-ah”

“Chagi-ah”Sahut kami kompak

“Bahkan aku sudah melupakan kejadian itu jadi tak perlu  khawatir yak an Lulu oppa?”Tanya Taeyeon

Luhan segera merengkuh tubuh Taeyon kedalam dekapannya

“Chagia kenapa keluar,lihat wajahmu masih pucat ayo kembali lagi kekamarmu”Ajak Luhan pada Taeyeon

“Jangan mengalihkan pembicaraan oppa,aku tak mau di rawat kalau oppa tak memaafkan Kai oppa,itukan hanya masalalu sekarang kita kan sudah hidup bahagia iya kan?”

Taeyeon-ah sungguh senyummu itu sangguap membuat hati siapapun yang melihatnya menjadi tenang.Hening sejenak belum ada jawaban dari Luhan hingga akhirnya

“Baiklah ku maafkan kau dan kuharap kau benar-benar melindungi dan menyayangi Tiffany arraso?”Ucap Luhan dengan senyum yang mengembang

Nyatakah ini Luhan memaafkanku ?Aku sangat berterimakasih padau ya tuhan

“Taka da pelukan?”Tanya Taeyeon

“Nhe”Aku,Luhan dan Taeyeon segera berpelukan

“Gomawoyo semua,aku sangat senang hari ini “ ujarku sembari melepaskan pelukan kami

“Em…”Jawab keduanya sembari mengangguk

“Baiklah kalau begitu aku harus menjemput Tiffany di rumah omma,aku tak ingi dia sampai lama menunggu anyyeong”Akupun berlalu sembari melambaikan tangan kananku.

Ku lihat mereka berdua membalas lambaian tanganku di sertai senyumanyang mengembang dan segera memasuki ruang inap Taeyeon.Sakit memang melihat Luhan yang menggendong Taeyeon ala brindal style tapi aku harus bahagia karenanya.Kuatkan hatimu Kim Jongin kau sudah memiliki Tiffany dan seorang aegi yang cantik jelita.

Tak butuh waktu lama untukku sampai di rumah mertuku,kini kulihat Tiffany tengah menggendong Jihyun dan omma yang tengah tertawa riang

“Appa pulang Jihyun-ah Fanny-ah”Sapaku pada mereka

“Selamat datang appa”Jawabnya dengan aksen anak kecil di sertai lambaian tangan dari Jihyun

“Wah….kelihatannya kalian sangat bahagia ya?”Godaku pada Tiffany

“Tentu saja,dari tadi Jihyun selalu membuat kami tertawa Jongin-ah lihatlah cucuku ini sangat manis bukan?”Jawab Omma dengan lembutnya

Kini aku sudah cukup puas dengan keluarga kecilku ini,yah…walaupun aku masih menyimpan perasaanku padanya my first Love

 

*Di waktu yang sama di tempat berbeda*

 

^^Author Pov^^

 

“Sekarang makan buburmu chagi,jangan birkan Luhan juniorku ini sakit” Titah Luhan sembari menyendokkan bubur ke dalam mulut Taeyeon

“Nhe…tentu”Jawab Taeyeon disertai senyum

 

“Oppa kira-kira kapan aku bisa pulang ke rumah?”Tanya Taeyeon

“Em…tunggu kondisimu sampai membaik dulu baru kita pulang kerumah”Jawab Luhan

“Tapi aku tak tahan di sini terus oppa,berada di sini sama seperti memenjarakan ku”Rajuk Taeyeon

“Makannya jangan sakit, ingat kata dokter tadi jangan sampai kelelahan arraso”Titah Luhan

“Nhe appa”Jawab Taeyeon dengan suara yang manis

“Nah…itu baru anak yang baik Yeoni”Jawab Luhan sembari mengelus rambut Taeyeon dengan lembut.

 

Pagi menjelang  Taeyeon segera membuka matanya

“Kita pulang “ Teriaknya girang

“Jangan teriak – teriak begitu Taeng-ah ini di rumah sakit”Hardik Luhan pada istrinya

“He…he mian oppa”Jawab Taeyeon sembari menunjukkan wajah berdosanya

“Ayooo pulang”

“Aku merindukan rumah”

 

 

èSkip Time

 

“Akirnya kita sampai dengan selamat”Girang Taeyeon segera masuk kedalam rumahnya

“Ingat jangan kelelahan”Teriak Luhan

“NHE….”Balas Teyeon dengan berteriak juga

 

“Huah…akhirnya kasurku yang lama tak ku tiduri apakah kau merindukanku?”Gumam Taeyeon pada kasurnya

“Jangan wariskan sifat gilamu pada Luhan junior yang ada di perutmu Taeng”Sahut Luhan dari ambang pintu sembari menyandarkan bahunya ke pintu dan kedua tangan di silangkan di dada

“Ih…apa apaan sih oppa, ”Hardik Taeyeon

Luhan pun menghampiri Taeyeon dan segera membaringkan tubuhnya di samping sang istri,

Didekapnya tubuh sang istri yang kini berada di sampingnya.

“Aku sangat lelah chagi,…”Adu Luhan pada Taeyeon

“Aku juga oppa,sangat-sangat lelah,lihat perutku sudah semakin membesar berat badankupun naik”Gumamnya Taeyeon

“Tapi walaupun perut dan badanmu semakin membesar tenang saja chagi aku tetap mencintaimu”Jawab Luhan disertai senyumnya

Taeyeon segera mendudukkan dirinya dengan punggung yang bersandar ke bantal yang disusun.

Luhan bangkit dan mendekati perut Taeyeon

“Hai aegi yang di dalam perut umma,apa kabarmu hari ini? Appa sangat lelah hari ini.Appa ingin saat kau lahir nanti hidupmu berkecukupan, Di sayangi banyak orang dan sayangi omma dan appa ya.LIhatlah umma sangat bekerja keras untuk menjagamu di dalam perutnya.Ingat jangan jadi anak nakal.Appa menyayangimu .Saranghae Cup..”Luhan berargument diakhiri dengan kecupan manis yang mendarat di perut Taeyeon

“Wah…lihat..lihat oppa dia bergerak,sepertinya ia menyukai pidatomu tadi”Ujar Taeyeon sumringah

“Wah..jagoan appa sedang main bola ya di dalam sana”Luhan kembali mengelus perut Taeyeon

“Siapa namanya kira-kira oppa?’’ Tanya Taeyon

“Emmmm…bagaimana kalau Xi Sehun sepertinya bagus

“Ok…aku setuju.Sehun-ah baik-baik di sana ya?” Titah Taeyeon lembut sembari mengelus perutnya.

Luhan menidurkan kepalanya di paha Taeyeon, dan ingin segera memejamkan matanya.

“Aku lelah chagi”Gumam Luhan

“Aku juga”Jawab Taeyeon.

Tangan Taeyeon terangkat untuk mengelus kepala Luhan dengan sayang . Luhan pun menutup matanya dengan perlahan namun pasti

“Saranghae chagia Jjalja”Gumam Luhan dengan mata tertutup

“Nado Saranghae oppa”Jawab Taeyeon sembari menutup matanya

 

 

 
è In the morning

Pagi menjelang,kini usia kandungan Taeyeon hampir 9 bulan, mengandung anak dari benih yang di tanam oleh Xi Luhan.

“Aku berangkat dulu chagi,jaga kesehatanmu jangan bekerja terlalu keras” Ujar Luhan pada istrinya sembari mengelus rambut Taeyeon

“Chagi-ah appa berangkat dulu ne…. Jangan menyusahkan umma arraso?”Tambah Luhan sembari mencium perut buncit Taeyeon

“ Ne appa,hati-hati di jalan.Kalau sudah sampai di Amerika jangan lupa kabari kami.jangan lupa minum vitamin jangan telat makan, dan yang paling terpenting Jangan melirik wanita lain arraso!!!”Titah Taeyeon

“Ok boss..Aku brangkat dulu chagi,jaga anak kita ya”Luhan pun mengecup kening Taeyeon

Cup diakhiri dengan kecupan manis di bibirnya

“Tuan sebentar lagi pesawatnya akan berangkat” Ujar sebuah suara dari arah belakang Luhan

“Mengganggu saja”Gumam Luhan jengkel

“Aku pergi chagi annyeong”Luhan mulai beranjak dari tempatnya semula sambil melambaikan  tangannya

“Nhe..annyeong oppa,Hati-hati,telfon aku jika sudah sampai”Teriak Taeyeon membalas lambaian tangan Luhan

 

*At Home

 

^^Taeyeom Pov^^

 

Sendiri lagi,di rumah sebesar ini rasanya benar-benar sepi.Tinggal 6 hari lagi usia kandunganku menginjak usia yang ke 9 bulan.Luhan oppa harus berangkat ke Amerika karena urusan bisnis bersama dengan sekretaris appa.

“Chagia kapan kau akan menemani umma, umma selalu sendirian jika appa tidak ada umma selalu kesepian”Gumamku sembari membelai perutku yang buncit ini

 

Ting…Tung…Ting…Tung

 

Siapa itu, akhirnya ada yang menemaniku tapi siapa.? Setelah ku lihat di monitor ternyata tamuku adalah Tiffany

“Taeng-ah”Sapanya setelah ku buka pintu yang mulanya menghalangi kami

“Fany-ah , Jihyun-ah bogoshipo ayo masuk”Ajakku pada mereka.

Kubuka pintu bercat putih ini lebar-lebar agar dapat mempermudah mereka masuk kedalam rumah.

Segera ku persilahkan mereka menduduki sofa yang telah tersedia

“Mau minum apa?”Tanyaku pada Fany

“Emm….bagaimana kalau ice cream vanilla? Sudah lama kita tak memakannya bersama”Pintanya padaku

“Baiklah tunggu sebentar disini akan ku ambilkan khusus untuk tamu spesialku kali ini”Jawabku sedikit bercanda

“Ha…ha…aku kan memang selalu special di hatimu ,tapi semenjak Luhan datang, ia telah merebutmu dariku..huft aku jadi cemburu pada Luhan”Adunya padaku

“Aigooo….ingat Jongin yang menunggumu di rumah,”Hardikku padanya

“Iiissshhhh…apa-apaan kau itu tetap saja ia suamiku,lihat siapa yang ku gendong. Kau tahu ini anaknya..dasar”Rajuk Fany dengan bibir yang mengerucut lucu

“Ahhh…iya..iya …aku kalah ,tunggu di sini kuambilkan pesananmu dulu”Jawabku sembari berlalu menuju dapur

Ku langkahkan kedua kakiku menuju dapur rumah kami (LuTae)…sambil menungguku menyiapkan ice cream aku akan menceritakan kisah ku dan Tiffany di zaman dahulu.

Dulu saat kami masih bersekolah,aku dan Fany adalah sahabat baik.Ia selalu menemaniku saat aku sedih maupun senang.Ibu dan Ayahkupun sangat mengenal Tiffany begitu pula degan Kedua orang tua Fanny yang sangat mengenalku.Kami selalu berangkat sekolah bersama setiap paginya begitu pula saat jam pulang sekolah dengan menaiki sepedah berwarna pink miliknya dan berwarna biru milikku. Aku sangat bersyukur karena anak pertamanya yeoja karena kalau smapi namja tak dapat ku bayangkan nasibnya.

 

“Fany ah ini ice cream mu”Aku menyodorkan sekotak ice cream vanilla padanya

“Gomawo Taeng-ah kau sangat baik”Jawabnya

‘’Taeng boleh ku pinjam satu tempat tidurmu aegi ku tertidur dengan pulas”Pintanya padaku

“Tentu saja,kau bisa memakai kamar tamu di sebelah sana”Jawabku sembari menunjukkan tempatnya pada Tiffany.
“Nhe..”

 

“Bagaimana kondisimu Taeng-ah,apakah kau sudah tak apa?”Tanya Tiffany dengan wajah yang khawatir

“em..tentu saja”Jawabku sembari memasukan sesendok ice cream ke mulutku

“Apkah kau sudah menyiapkan segala keperluannya mulai dari baju,celana,popok,box bayi bal…bla….bla”Tiffany mulai berceloteh tentang segala keperluan bayi

“Nhe fany ah semua sudah siap mertuaku telah mengirimkan segala keperluannya dari China begitupula dengan umma dan appaku di Jepang

“Ah….syukurlah,biasanyakan kau tidak memikirkan hal – hal seperti ini”Sindir Tifany padaku

“Aku sudah berubah Fany-ah”Jawabku enteng

“Karena Luhan ? Ya..ya..ya aku tahu”Jawabnya lagi

“Haeisss…”

 

 

 

“Aku pulang dulu Taeng  jaga dirimu baik-baik “Teriak Tiffany dari dalam mobil

“Arraso”Jawabnku singkat kini ia beserta sopirnya telah menghilang dari hadapanku.

 

Sepiiiiii lagiii..dan lagi….sebaiknya aku segera tidur

Pagi menjelang ,pagi kelima di rumah sendirian sekarang usia kandunganku genap 9 bulan..

Huft tinggal tunggu 2 harilagi menunggu Luhan oppa pulang.

Rasanya aku sangat malas beranjak dari tempat tidurku jadi kuputuskan setelah aku selesai membersihkan diri,aku akan kembali ke dunia mimpiku saja.

 

Kini aku tengah mengeringkan rambutku

“Akkkkhhhhhhh perutku aaaaakkkkhhhhhh oppa …o…o..opp….aaaa”

Ya Tuhan kenapa perutku ini,kenapa berkotraksi di saat Luhan oppa tak ada

“Sabarlah chagi umma sedang berusaha menghubungi seseorang”

Aishhh kenapa handphone oppa tidak aktif.

Fany ah Tiffany aaakkkhhh….rasanya aku tak kuat lagi akkkkhhh

 

 

*Luhan Pov*

 

Sampai…kupijakkan kakiku di halaman rumah yang sudah 5 hari tak ku pijak ini, Huaaa aku sangat merindukan istriku.Pasti dia sangat kaget saat aku masuk nanti he..he..he.

Ku langkahkan kakiku memasuki rumah,terlihat sepih memang tapi cukup kurindukan

“Akkkkhhhhhhh perutku aaaaakkkkhhhhhh oppa …o…o..opp….aaaa”

Suara seperti rintihan kesakitan terdengar dari arah kamarku dan Taeyeon. Tak butuh lama berfikir akaupun segera berlari menuju kamar kami

“Taeyeon-ah astaga….ayo cepat kita kerumah sakit”Aku segera menggendongnya ala brindal style

“Akkkkhhh opppa……aku tak tahan lagi”Rintih Taeyeon membuat hatiku rasanya tercabik

“Sabar Taeng-ah kita akan segera sampai,sabar chagia”Aku berusaha menenangkan

Tak memburuhkan waktu yang lama untukku sampai di rumah sakit.

Kini Taeyeon tengah berada di ruang bersalin.Aku hanya dapat mondar-mandir di depan pintu

“Tuan Xi Luhan,istri anda menginginkan anda untuk menemaninya ,silahkan masuk kedalam”Ujar sang suster

Tanpa kata,akupun segera masuk kedalam tempat dimana Taeyeon sedang memperjuangkan hidup dan matinya
“Taeng-ah” Segera ku genggam tangannya sekedar menenangkan

“Oppa sakit,…”Keluhnya padaku

“Tahan chagi,demi dia yang kita nantikan selama ini tahan ya” Tetap menenangkan Taeyeon ,hanya itu yang bisa ku lakukan sekarang .

Bahkan kini Taeyeon terlihat lebih ganas dengan tangannya yang mencakar,memukul,menjambak kini kuliku teelihat bercak bercak merah

 

*Author Pov*

 

“Aahhhkkkkhhhhhh”

“Sabar Chagi sedikit lagi’’

“Sakit Oppa”

“Tahan chagi…tarik nafas…hembuskan (Luhan sambil mempraktekkan)

“AAAKKKKKKHHHHHH”

Teriakkan terkencang dan terakhir dari salah satu ruang bersalin menggema di penjuru lorong rumah sakit.

 

“Selamat tuan Xi anak anda terlahir dengan selamat dan laki-laki”Ujar sang dokter menunjukkan senyumnya

“Sebenarnya saya sudah tahu jenis kelaminnya dari hasil USG dok tapi Terimakasih banyak dokter “Luhan memeluk sang dokter tanpa sadar

“E..ee…maaf saya terlalu bahasia”Jelas Luhan sambil menelap air matanya

“Iya saya mengerti,Kini Nyonya Xi Taeyeon sedang di bersihkan sekaligus bayi anda juga,anda bisa menunggunya langsung di kamar rawat saja”Tambah sang dokter

“Nhe..khamsamida dokter”Jawab Luhan di sertai senyum

 

 

“Chagia selamat..sekarang seorang Xi Taeyeon telah menjadi umma”Ujar Luhan

“Selamat juga untukmu Tuan Xi Luhan karena sudah menjadi seorang ayah”Balas Taeyeon

“Tuan Xi nyonya Xi ini anak anda”Sahut suster yang tengah menggendong sesosok bayi laki-laki yang mungil

“Terimakasih banyak suster”Jawab Luhan sembari mengambil anaknya dari tangan sang suster

“Wah lihatlah chagi dia sangat tampan sepertiku”Ucap Luhan berbunga bunga

“Haiyehhh…..dia juga anakkku jadi dia juga mirip denganku pastinya”Tambah Taeyeon tak mau kalah

 

Tokk..tokk..tokk

 

“Annyeong Taeng-ah”

“Wah Umma,appa,ayah mertua,ibu mertua,Fany,Kai oppa kalian datang aku sangat senang sekali”Taeyeon semakin bahagia melihat orang yang di sayanginya berkumpul

“Wah lihatlah dia begitu tampan”Ungkap Mrs.Kim

“Seperti appanya”Tambah Luhan

“Aku bangga padamu nak,kalian ini adalah anak kami satu-satunya dan kalian berhasil membuat kami bangga”Ungkap Mr.Xi

“Nhe itu benar sekali”Setuju Mrs.Xi

“BIar ku gendong”Tawar Mr.Kim

“Silahkan appa”Jawab Luhan

“Siapa namanya Lu oppa”Tanya Tiffany

“Xi sehun,seperti yang telah kami setujui sejak awal”Jawab Taeyeon

“Nama yang indah sehun-ah ini ajushi kai”Tambah Kai

“aigoo dia sangat manis”

“LIhat dia tersenyum”

“Sehun-ah….”

“Xi sehun selamat datang di tengah keluarga besar Xi dan Kim”

 

Begitulah kebahagiaan keluarga besar itu dengan adanya sehun sebagai pelengkapnya

 

 

*At home * Di skip aja ya biar cepet

 

“Oppa ambilkan popok untuh uri sehun,dia mengompol di pangkuanku”Teriak Taeyeon dari taman belakang rumah mereka

“Nhe chagi”Balas Luhan sambil menyerahkan popok yang ia bawa

“Gomawo oppa ayo duduk kita mulai pikniknya”Pekik Taeyeon girang

 

*Luhan POv*

 

Keluarga kecilku kini bertambah dengan sesosok namja kecil yang kini berada dalam gendongan ibunya.Di telah membawa kebahagiaan tersendiri bagi kami.Dia adalah pelengkap hidup kami.

Kini kami tengah melaksanakan piknik kecil kecilan di taman belakan rumah kami tepatnya di bawah pohon yang agak rindang.

Terimakasih tuhan kau telah memberikanku kebahagiaan yang tak ternili harganya.

“Taeng-ah”Sapaku pada Taeyeon yang tengah asik bermain dengan si kecil sehun

“Nhe oppa”Jawabnya di sertai snyum

“Aku sangat bahagia saat ini kau tahukan.Aku sangat mencitaimu dan Sehun kecil kita .Saranghae”Ujarku diakhiri dengan aku memeluk tubuh Taeyeon yang kini ada Sehun di antara kami

“Aku juga sangat-sangat bagahia oppa…nado saranghae”Jawb Tayeon

 

THE END

 

Gimana? Geje ya? He…he hanya inilah yang dapat author buat secepat yang saya bisa.

Adakah yang nunggu ff ini?

Saya butuh komentar nih dari reader….mohon kritik dan saran

Advertisements

48 comments on “[FREELANCE] Our Baby My Chagi (Chapter 2 END)

  1. waaaaaaah happy endinggggg ;”) sebenernya hubungan kai luhan taeyeon msh agak2 ngawang siiiih
    tapi bagus koooooook hihihi ditunggu ya Thor ff2 selanjutnyaaaaaa
    fightaengggg

  2. sweet nyaaaa ><
    "Omma aku hamil…eh maksud ku
    istriku hamil omma” itu ngakak banget XD kkkkk entah kenapa aku jadi ngebayangin luhan yg hamil taeng yg sibuk ngurusin luhan :3
    pas taeng melahirkan yg jengukkin banyak yaa sekaligus 7 orang^^
    jadi luhan benci kai gara" itu??

    Updatesoon!Hwaiting!!

  3. Aaaaaa DAEBAK thor >< suka sama ff nya. Happy ending yey. Keluarga bahagia :3 ditunggu ff yang lainnya thor :3 Hwaiting!

  4. Aigooo 🙂
    Uri sehun akhirnya lahir jg 😀
    Saya suka ffnya thor. Endingnya pun bgs (y)
    Dtnggu karyanya yg lain thor. Always fighting thor 🙂

    • waduh..imajinasi tak berujung ? ia sih klaw nurutiin kemauannya otak ceritanya masih berlanjut…tapi keburu kebanyakan tugas martikulasi n mana sekarng pulannya jam 4 sore jadi….hanya segini yang bisa author kasih….
      Makasih dah baca..

  5. astagah sampe nangis terharu bacanya.. happy family banget 😀 lutae momentnya banyakk 😀

    buat lagi cerita kaya gini coba thor 🙂
    lutae the best !!
    keep writing !! 😉

  6. Hah? LUHAN HAMILL?!! xD
    Yeayy.. HunHann!! Nama baby nya Sehunn~~ >.<
    Yahh.. kok the end disitu thorr??
    Sequel juseyoo~~
    Update soon yah thorr
    Hwaitaeng!!

  7. Hooo taeng manja bgt sihh luhan sweet bgt,, akhirnya mreka punya baby jugaa…
    Happpy end yeaahh dtunggu karya lainnyaff’na bagus

  8. wahhhh chap 2 nya daebak thorr
    wahhh trnyata sekretarisnya itu taeyeon aku kira siapa
    luhan sma kai trnyata ada konflik nih
    pntes aja waktu di supermaket kyk tom an jerry
    luhan sweet deh #pngen jadinya #plakkk
    taey2 ngidamnya aneh2 aja wkwkwkwk luhan yg sbar aja ya #LOL
    selamat ya lutae baby sehun udah lahir daebakkk deh ff nya
    yahhh ff nya end juga deh di tunggu ff lainnya ya thor fighting terus neee

  9. Ff saeng yang lain judulnya apa? Hyung lupa… Besok catetin yo… Hehehe.. So, kembali lagi kesini.. Ini ffnya udah dibilang dari awal, bagus. Terus buat authornya makasih atas koreksi typonya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s