[FREELANCE] Hello Goodbye (Chapter 3)

Hello Goodbye-BaekYeon

Hello Goodbye | De_Pus19 | Chapter | PG-13

Romance

Byun Baekhyun | Kim Taeyeon

Tiffany Hwang | Zhang Yi Xing

Disclaimer | This story is mine, cast are belong god

Warning | Garing, typo, bad story, and other

Poster by LittleRabbit@Lovely Deer Artwork

Happy reading | Hope you like it

‘Akhir-akhir ini, aku bertanya-tanya. Siapa yang akan menggantikan tempatku. Saat aku tiada, kau akan membutuhkan cinta. Untuk menerangi bayangan diwajahmu’

Seolah masih tak percaya, wanita itu masih tak bergeming dari tempatnya selama beberapa menit. Menghiraukan panggilan seorang lelaki yang sangat ingin ditinjunya saat ini. Bukan hanya tak percaya, ia juga tak mengerti kenapa lelaki itu mengiginkan hal itu. Sebenarnya bukan hal aneh juga, hanya saja otaknya masih belum mencerna. Kenapa harus dirinya? Masih melekat dengan erat dipikirannya-seperti ditempel dengan lem-ucapan yang begitu mulus terlontar dari mulutnya. Yang sedikit membuat Taeyeon tersentak.

Taeyeon membeku dengan mulut terkatup rapat. Wanita itu tak melawan, saat Baekhyun menarik paksa dirinya keluar dari mobil. Tangan besar pria itu sedikit meremas pundak sempitnya. Sejujurnya, Taeyeon sangat ketakutan dengan perlakuan pria itu terhadapnya. Apa yang akan dilakukan pria itu padanya?

“Kau harus membayar semua ini!”

Seketika ia tersadar dari lamunan panjangnya. Nyawanya telah terkumpul sekarang. Taeyeon balik manatap Baekhyun tajam. Hey, apa salahnya? Yeah harus dirinya akui, itu adalah kesalahan yang sangat fatal. Tapi, ia harus membayar dengan apa? Dia tak memiliki uang?

“Membayar?” pekik Taeyeon “Membayar dengan apa? Aku tak mempunyai uang”

Baekhyun tertawa mengejek “Membayar dengan apa saja. Jika kau tidak memiliki uang maka bayarlah dengan apapun yang kau miliki saat ini”

Mata wanita itu melebar untuk beberapa detik. Apa? Membayar dengan apapun yang dimilikinya? Taeyeon tidak mempunyai apapun selain dirinya sendiri. Jadi, pria itu menginginkan kesuciannya? Tidak boleh! Mungkin, kalian berpikir Taeyeon terlalu percaya diri untuk berpikir semacam itu. Oke, anggaplah begitu. Tapi sekarang ia tak mampu berpikir dengan lurus, otaknya sudah penuh dengan pikiran negative.

“Yak! Apa maksudmu? Kau menginginkan kesucianku?”

“Apa?”

“Kenapa kau sejahat itu?” air mata mulai bergenang dipelupuk matanya “Aku tidak mau!” dengan langkah besar, Taeyeon berlari meninggalkan Baekhyun yang tengah menatapnya tajam.

“Kim Taeyeon!”

Gendang telinga wanita itu sedikit berdengung. Mendengar teriakkan yang begitu kencang menghajar telinganya kasar. Wanita itu ingin sekali melempar sepatu hak tinggi berwarna hitam yang tengah dikenakannya kini-kearah wajah tampan itu. Andai saja ia bisa. Ya, andai saja.

“Yak! Cepatlah! Rapatnya akan dimulai”

Taeyeon mendengus kesal sambil menatap punggung yang dibalut jas berwarna abu-abu gelap itu. Ya, andai saja “Baiklah,” ia melangkah dengan hak tingginya sambil membawa sebuah buku agenda “Tuan Byun”

Matahari mulai tergelincir dari singgah sanannya. Langit biru yang sangat indah sekarang telah berubah dengan warna orange terang. Menandakan bahwa sebentar lagi sang surya akan kembali ke peraduannya. Sebentar lagi langit akan berganti dengan warna hitam kelam yang dihiasi beberapa bintang kecil yang berkelap-kelip. Bagai lampu taman dimalam tahun baru.

Seorang wanita berjalan pelan dengan sepatu hak tingginya. Sungguh. Ia bersumpah demi apapun, kakinya sangat sakit. Sakit sekali. Walaupun, rasanya ia ingin membuang sepatu hitam denga hak setinggi tujuh cm itu ketempat sampah. Tapi ia harus menahannya. Harus.

“Yak! Cepatlah! Kau ini berjalan seperti siput saja”

Yak! Bodoh! Kau tidak tahu? Kakiku sangat sakit. Rasanya ingin sekali Taeyeon berteriak seperti itu. Tapi, mau ditaruh dimana wajahnya, jika ia benar-benar berteriak seperti itu? Jika kalian ingin tahu, sekarang Taeyeon dan atasannya-yang sangat tampan itu-kini sedang berada di lobi Byun Corp. Jadi, kalian bisa membayangkan betapa banyaknya orang-orang yang berada disana.

Taeyeon menekuk wajahnya sambil mengumpat dengan suara yang sangat kecil. Takut kalau Baekhyun mendengarnya. Bisa-bisa lelaki itu menendang wajahnya. Ia menyeret kakinya dengan perlahan. Mengekor dibelakang lelaki itu. Huff… kalau manusia benar-benar bisa membaca pikiran. Mungkin sekarang Baekhyun telah membunuh Taeyeon.

“Tunggu!” teriak Taeyeon saat mereka sudah sampai diparkiran mobil.

Wanita itu segera membuka sepatu hak tinggi yang sangat terkutuk itu lalu menjinjingnya menuju Baekhyun yang sekarang sudah duduk manis didalam mobil. Wanita itu menarik pintu mobil lalu mendudukkan dirinya dijok belakang tepat disamping bosnya.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Baekhyun sedikit membentak melihat sekertaris barunya duduk disampingnya dengan tingkah seorang bos.

Taeyeon mendengus kesal melihat jari kakinya lecet, hal itu sudah membuatnya sangat kesal. Dan ditambah lagi dengan mendengar teriakkan kencang tepat ditelinganya “Berisik!” ia menatap Baekhyun kesal “Kau tahu? Kakiku lecet. Jadi, biarkan aku menumpang mobilmu sampai rumah”

Sebenarnya, yang bos siapa sih?

Terkejut. Tentu saja. Mungkin tepatnya, sangat terkejut. Ini untuk pertama kalinya, ada seseorang yang berani melawannya. Sebenarnya bukan pertama kali juga, kedua kali. Tepatnya, wanita disampinya ini adalah satu-satunya manusia yang berani berprilaku seperti itu kepadanya, kecuali kedua orang tua Baekhyun.

Baekhyun mengerjabkan matanya dua kali. Tiba-tiba wajahnya berubah menjadi err… sedikit takut, mungkin. Ya, mungkin. Ada pepatah yang mengatakan neraka kalah kejamnya dari wanita yang sedang datang bulan. Baekhyun rasa itu benar, jadi dia lebih memilih diam. Dia tidak ingin mati muda. Dan didetik berikutnya, mobil yang mereka tumpangi melesat membelah jalanan malam kota Seoul.

Keadaan didalam mobil sangat sunyi. Tak ada salah satu dari mereka yang hendak membuka mulut. Hanya terdiam sambil menatap jalanan kota Seoul yang selalu padat seperti malam ini. Tapi, sebuah suara yang begitu nyaring membuat semua orang yang berada didalm mobil itu menjadi geger “Kriuk…”

Deg…

Taeyeon menjatuhkan pandangannya pada perut datarnya. Demi apapun, Taeyeon rasanya ingin menghancurkan perutnya sendiri. Wajah wanita itu memerah seperti tomat matang. Ia memukul perutnya beberapa kali sambil berguam tak jelas menggerutuki perut bodohnya. Kenapa harus disaat seperti ini?

Taeyeon menoleh saat lelaki disampingnya tertawa kecil. Ugh… malunya!!! “Ahjussi” panggil Baekhyun “Berhenti disini”

Park Ahjussi-sopir pribadi Baekhyun-menepikan mobilnya dan seketika roda mobil itu berhenti berputar. Baekhyun segera keluar dari mobil “Kau mau kemana?” tanya Taeyeon heran. Wanita itu pikir lelaki itu akan menghantarnya pulang kerumah.

“Cepatlah turun” ujar Baekhyun memerintah Taeyeon “Aku tidak ingin dikatakan jahat. Membiarkan seorang wanita tua sepertimu meninggal karna kelaparan didalam mobilku. Jadi, cepat keluarlah”

Harus wanita itu akui, niat Baekhyun sangatlah mulia. Tapi, haruskan lelaki itu mengatakan seperti itu? Wanita tua? Hah? Taeyeon mendengus jika mengigatnya lagi. Oke, harus dirinya akui memang umurnya jauh lebih tua dua tahun dari lelaki itu. Tapi hey, apakah dia setua itu? Umurnya memang 30 tahun, tapi setidaknya wajah Taeyeon terlihat seperti berumur 22 tahun.

Suara ketukan hak sepatu-yang beradu dengan jalanan aspal-tiba-tiba menghilang. Wanita itu menghentikan langkahnya, pandangannya terpaku, ia menenguk air liurnya. Dan saat itu juga ia mengalami serangan jantung. Yeah, bukan serangan jantung sungguhan. Hanya saja, jantungnya berdegup cukup kencang. Oke, jangan berpikir jantung Kim Taeyeon berdegup kencang karna dia baru saja melihat Choi Siwon Super Junior. Bukan.

Tapi, karna sekarang dia sedang menatap horor sebuah restoran yang berdiri didepannya kini. Bukan, karna restoran itu terlihat kumuh, malah sebaliknya. Karna itulah ia menghentikan langkahnya “Kenapa kau berhenti?”

Taeyeon terkesiap “Ehm… sebaiknya kita jangan makan disini?”

“Kenapa?”

“Hm…” wanita itu menatap kesekeliling, mencoba mencari alasan yang tepat dan masuk akal. Tapi, tak ada satupun alasan yang muncul diotaknya. Restoran ini terlalu sempurna untuk memiliki kekurangan “Aku tidak mempunyai uang hanya untuk sekadar memesan air mineral di restoran ini” lirihnya.

Ejekkan yang terdengan menyakitkan memenuhi lubang telinganya “Aku akan mentraktirmu” seketika wajah Taeyeon berubah cerah “Sungguh?” tanyanya menyakinkan.

Untuk pertama kalinya-setelah kejadian tertidurnya Taeyeon dibagasi mobil lelaki itu-Taeyeon melihat senyuman manis yang tertoreh dibibir lelaki itu. Apa Baekhyun sakit? Lelaki itu berguam lalu berkata “Ayo masuk”

“Hm… ne, aku mendapatkan pekerjaan baru” pekik seorang wanita cantik pada telepon genggamnya. Ia tersenyum cerah sambil menceritakan seluruh kejadian yang baru saja dialaminya kepada seseorang disebrang sana.

“Baiklah, bye Taeng”

Ia menutup sambungan telponnya lalu memasukkan ponsel canggih itu kedalam saku mantel yang tengah dikenakannya kini. Wanita itu-Tiffany tersenyum lagi saat mengingat sesi wawancaranya. Oh ya, ia ingat betapa lancarnya dia menjawab semua pertannyaan itu tanpa terbatah-batah. Tiffanya memang sangat cocok menjadi sekertaris. Dia begitu hebat dalam menyimpulkan dan menganalisis sesuatu. Pantas saja dia selalu mendapat juara umum disekolahnya dulu.

Kepala wanita itu menoleh kekanan dan kekiri, memastikan tidak ada kendaraan yang lewat saat ia menyebrang. Yeah, memang malam ini sangat sepi. Tidak ada satupun kendaraan yang lewat dijalan itu saat ini. Kakinya mulai melangkah, mengikuti garis-garis putih yang tercat rapi diaspal. Tapi, seketika langkahnya terhenti. Dia tak dapat menggerakkan kaki kanannya.

Oh, jangan berpikir kalau tiba-tiba Tiffany mengalami kelumpuhan mendadak pada kaki kanannya. Yeah, bukan begitu. Hanya saja, ujung hak sepatunya yang lancip-tersangkut pada sebuah lubang kecil yang terdapat dijalan itu. Ia mencoba menarik kakinya, tapi sia-sia, hak sepatunya masih menyangkut disana.

Jantung Tiffanya berdegub kencang, serasa akan copot sekarang juga. Sebuah lampu mobil menyilaukan oleh indera matanya. Ini bukan hal baik, tapi buruk. Karna sebuah mobil melaju dengan kencang kearahnya. Demi Tuhan, rasanya Tiffanya ingin menjerit sekarang juga. Ia tak bisa menarik kakinya. Sementara jarak antara mobil itu denga Tiffany semakin terkikis. Wanita itu berjongkok, berniat melepaskan tali yang terlilit dikakinya.

Sial. Kalau tahu begitu, Tiffany tak akan membeli sepatu ini. Terlalu banyak tali yang melilit kakinya dan pasti banyak waktu yang terbuang hanya untuk membuka satu persatu tali ini. Mata wanita itu membulat sempurna. Oh tidak, jarak mobil itu dengannya hanya kurang dari 5 meter. Apa yang harus wanita itu lakukan? Tiffany menutup matanya, pasrah dengan keadaannya. Suara decitan ban mobil yang bergesekkan dengan panasnya aspal-membuat tubuh Tiffanya menegang.

5 detik berlalu pasca kejadian tadi, ia tidak merasakan apapun. Wanita itu tidak merasakan dentuman keras yang terjadi pada tubuhnya atau rasa sakit seperti luka dalam atau apalah itu sebangsanya. Padahal wanita itu sering menonton kejadian tabrakan didrama-drama. Sebenarnya, ia sudah mati atau belum? Sebuah guncangan yang terjadi pada tubuhnya membuat Tiffanya tersentak kaget. Samar-samar ia mendengar suara seseorang memanggilnya. Kedua kelopak matanya terbuka, menampakkan mata indah yang bersinar terkena cahaya lampu. Sebenarnya Tiffanya agak sedikit takut, apa itu malaikat atau iblis, mungkin?

Malikat. Seseorang yang mengguncangnya adalah malaikat. Oh Tuhan, lihat betapa tampannya lelaki itu. Satu hal yang dapat Tiffany simpulkan, lelaki didepannya adalah malaikat. Karna lelaki itu sangat tampan. Jangan anggap dia bodoh! Tiffany sering menonton drama dan yang pasti malaikat itu memiliki wajah yang indah, walaupun tidak bersayap, iblis pasti memiliki wajah yang buruk. Jadi, lelaki didepannya kini adalah seorang malaikat.

Plak!

Tangan besar lelaki itu terayun kearah pipinya. Menimbulkan sebuah suara dentuman yang cukup kencang. Dan saat itu juga, Tiffany tersadar dari lamunan panjangnya. Masih belum percaya! Sungguh! Lelaki itu menamparnya! Menamparnya! Lelaki itu menampar seorang wanita! Tatapan tajam yang sangat mengerikan langsung terarah pada lelaki itu. Sungguh! Wajah malaikatnya sangat menipu! Dia iblis! Iblis!

“Yak!” pekik Tiffany sambil memegangi pipinya yang memerah “Kenapa kau menamparku?”

Lelaki itu tersenyum lega sambil memegangi dadanya “Syukurlah” guamnya. Apa dia bilang tadi? Syukurlah?, jerit Tiffany dalam hati. Tiffany mendengus kesal. Sungguh aneh! Lelaki itu bersyukur karna sudah menampar seorang wanita “Kenapa kau menamparku?” ulangnya.

Telinga lelaki itu berdengung mendengar pertannyan wanita didepannya. Tidak. Tepatnya, teriakkan wanita didepannya “Mian” ia terkekeh sendiri mengingat apa yang baru saja dilakukannya “Maaf karna telah menamparmu. Aku melakukan itu untuk memastikan apa kau mengalami taruma. Jika, tadi kau tidak merespon tamparanku, berarti kau mengalami trauma mendalam dan itu jauh lebih berbahaya”

Yeah, harus Tiffany akui. Niat lelaki ini sangat baik. Tapi hey, haruskah dia melakukan itu padanya? Apa tidak ada cara lain? Tiffany mendengus kesal. Dia masih sangat kesal karna lelaki itu menamparnya, tapi dia juga berterima kasih, setidaknya lelaki itu tidak menabraknya tadi “Aku akan mengantarmu pulang” tawar lelaki itu tulus.

“Tidak perlu” sergah Tiffany cepat “Aku bisa pulang sendiri” jawabnya ketus.

Lelaki itu mengangguk mengerti “Baiklah” dia berjalan menuju mobil hitamnya dan mendudukkan dirinya dijok kemudi. Menyalakan mesin mobilnya, tapi roda mobil itu tidak bergerak sama sekali, bahkan 1 inci pun tidak. Jangan tanya mengapa, bagimana mobil itu bisa berjalan kalau Tiffany masih berdiri menghalangi jalan. Tiffany tidak beranjak dari tempatnya. Well, bergerak saja tidak apalagi beranjak.

Suara klakson yang memekakkan telinga menggema didalam indra pendengaran Tiffany. Dia tidak ingin mencari perhatian lelaki itu. Sungguh! Hanya saja, ia tak bisa bergerak karna kakinya tersangkut “Maaf,” kepala lelaki itu menimbul dibalik kaca mobil “Bisakah kau menyingkir, aku tak bisa lewat” lanjutnya.

“Tidak bisa!” Tiffany menunduk menatap kakinya “Kakiku tersangkut”

Tanpa banyak bicara, lelaki itu keluar dari mobilnya dan berjongkok tepat didepan Tiffany “Apa yang kau lakukan?” tanya Tiffany ketus saat melihat lelaki didepannya meraba-raba kaki jenjang milinya “Tentu saja membantumu” balas lelaki itu. Tiffany jadi tidak enak hati, tadi sempat terpikir olehnya kalau lelaki itu akan melakukan pelecehan seksual. Tapi lelaki itu malah berniat membantunya.

Tangan besarnya mulai menarik-narik sepatu Tiffany “Pelan-pelan, itu sepatu malah” ujarnya memberi tahu. Terdengar kekehan kecil dari mulut lelaki itu “Aku tahu” guamnya sambil memamerkan senyum. Oh Tuhan, bakan dia punya lesung pipit. Manis banget.

“Kau siap?”

“Apa?”

“Satu”

“Tunggu sebentar!”

“Dua”

“Pelan-pelan!”

“Tiga”

“Kya…!!!”

Memang benar, sifat dan kelakuan Baekhyun sangatlah buruk dan kasar. Tapi, tidak seburuk yang semua orang bayangkan. Setidaknya, Baekhyun tidak membiarkan sekertaris barunya mati ditengah jalan. Baekhyun baik, sangat baik malah dan Taeyeon baru merasakannya. Taeyeon tidak tahu dan sebenarnya juga-tidak ingin tahu, kenapa sifat lelaki itu buruk? Lebih tepatnya, kenapa sikap lelaki itu berubah? Baru beberapa jam yang lalu, dia mendengarkan pembicaraan office boy yang bekerja disana. Mereka bilang Baekhyun berubah, tapi berubah karna apa?

“Yak!”

Taeyeon tersentak. Ia melamun rupanya. Wanita itu celingak-celinguk kekanan dan kekiri melihat keadaan disekitarnya. Dia baru sadar, ternyata mobil Baekhyun telah terparkir didepan apartement Tiffanya. Entah untuk beberapa menit. Mungkin cukup lama, karna Taeyeon mendengar geraman lelaki disampingnya “Mau sampai kapan kau duduk disini?” lanjut Baekhyun sedikit geram. Mata Taeyeon langsung melotot menatap Baekhyun. Tidak jadi, tidak jadi Taeyeon mencap Baekhyun baik. Dia menarik kata-katanya lagi.

Taeyeon menekuk wajahnya. Ia cemberut. Kesal. Jadi, Baekhyun ngusir Taeyeon, gitu? Yeah walaupun, tidak ada kata-kata yang mengarah kesana. Tapi tetap saja, Taeyeon merasa Baekhyun sedang mengusirnya secara tidak langsung. Taeyeon membuka pintu mobil Baekhyun lalu membanting pintu itu cukup keras. Kasihan sekali, pihak yang tidak berasalah tersakiti (pintu?). Bisa dibilang, itu sebagai pelampiasan kekasalannya.

Tanpa wanita itu sadari Baekhyun menggulum senyum kecil sambil meliriknya. Memandang punggung wanita itu. Ia membuka kaca mobil lalu berteriak “Yak! Tidak tahu diri” tubuh wanita itu berbalik “Harusnya kau berterima kasih” hah?! Apa? Tidak tahu diri? Taeyeon merotasikan matanya sambil mendengus kesal. Apa dia tidak salah dengar? Tentu saja tidak, telinga Taeyeon masih normal “Terima kasih” sahutnya ketus.

“Sama-sama” ujar Baekhyun sok manis.

Cih, dasar sombong!

Mulut Taeyeon masih berkomat-kamit sendari tadi. Entah kata-kata apa yang diucapkannya. Ia masih belum beranjak dari tempatnya. Padahal, mobil Baekhyun sudah tak tertangkap indera penglihatannya lagi. Masih ada perasaan kesal yang hinggap didalam hatinya. Enak aja! Dia pikir, dia siapa? Hah? Menghina orang lain seenak jidatnya! Nggak tahu diri? Wanita itu menghentakkan kakinya yang tidak berbalut apapun. Karna sepatu hak tingginya sedang ia jinjing.

Nafas wanita itu berhembus panjang. Ia mencoba menenangkan perasaannya. Jangan terbawa emosi! Tenang Taeyeon! Tenang dan bersabarlah, tutur Taeyeon mencoba menenangkan hatinya yang sedang berkecamuk. Hampir saja ia berteriak, memaki seseorang yang tengah menaiki sebuah mobil didepannya. Bukan karna Taeyeon mengiri atau apalah itu. Hanya saja, cahaya lampunya begitu menyilaukan, membuat mata Taeyeon terasa sakit.

Tapi niatnya harus mengendap, mengetahui siapa yang baru saja turun dari mobil itu. Tiffany! Wanita itu terlihat kacau. Make up yang dikenakannya luntur. Apa Tiffany habis menangis?, pikirnya keras. Tiffany berlari kecil dan langsung berhambur kedalam pelukkan Taeyeon. Wanita itu sedikit bingung melihat tingkah sahabatnya hari ini. Ada apa? Semua terasa jelas, saat seorang lelaki tampan yang mengenakan jas berwarna hitam turun dari mobil yang baru saja Tiffany ditumpangi. Lelaki itu langsung melemparkan senyuman manis kearah Taeyeon dan wanita itu membalasnya dengan senyuman kikuk. Sok kenal.

“Kau kenapa?” Taeyeon bertanya lembut “Apa dia yang melakukan ini padamu?”

Tiffany mengangguk “Ya” Taeyeon membelak melihat bekas merah yang enggan hilang dari pipi putih sahabatnya. Kurang aja!

“Kau!” tunjuk Taeyeon “Kau menghamili Tiffany!”

Satu masalah belum selesai. Kini, masalah lain menghampirinya. Betapa bodohnya kau, Kim Taeyeon. Rasanya wanita itu ingin sekali menghantamkan dirinya kedinding. Bodoh, bodoh, bodoh, gerutunya dalam hati.

“Kau mengerti ucapanku, kan?”

Taeyeon mengangguk lalu membalas senyuman manis seseorang didepannya. Dia tidak berani hanya untuk menatap manatanya. Sungguh! Dia adalah Zhang Yi Xing-orang-orang sering memanggilnya Lay-lelaki tampan yang besar dalam keluarga yang serba berkecukupan. Dia baik, ramah, dan penyabar. Sangat sempurna, bukan? Yang menjadi pokok permasalahannya saat ini bukanlah sikap baik atau status lelaki itu, tapi karna Taeyeon telah menginjak-injak harga diri lelaki itu. Oke, Taeyeon memang bodoh! Dia yang tidak tahu apapun, tiba-tiba menuduh Lay berbuat yang enggak-enggak terhadap sahabatnya. Bahkan, wanita itu melempar Lay dengan sepatu hak tinggi miliknya.

Lelaki itu masih sempat-sempatnya tersenyum disaat hidungnya sudah mengeluarkan darah lalu menjelaskan semuanya. Bahkan lelaki itu masih bersikap sangat baik setelah kejadian kemarin. Dan yang lebih parahnya lagi adalah ternyata Lay adalah sahabat baik Baekhyun. Kya… kalau lelaki itu tahu sahabatnya babak belur ditangan Taeyeon. 100% Baekhyun akan membunuh Taeyeon saat ini juga. Saat ini Taeyeon merasa lega, Baekhyun sama sekali tidak mengetahui kejadian ini. Dan lagi, lelaki itu sedang mengurusi bisnisnya di Busan. Asyik!!!

“Oh ya sekertaris Kim” Lay menyodorkan sebuah bingkisan “Tolong berikan ini kepada Nyonya Byun. Aku sudah meminta Park Ahjussi mengantarkanmu kesana”

Taeyeon mengangguk mengerti. Sedikit terkagum melihat ketampanan Lay yang tak sirna walau ada beberapa luka lebam diwajahnya. Mungkin sekarang tidak ada lagi sebutan wanita lembut untuk Kim Taeyeon. Yang ada adalah wanita kasar dan menyeramkan. Apa Taeyeon se-me-nye-ram-kan itu? Ya, jika kau tanya Lay. Bisa kalian bayangkan? Seorang lelaki bertubuh atletis, KO ditangan Kim Taeyeon.

Langkah wanita itu berhenti tepat didepan sebuah mobil dan langsung mendudukki dirinya dikursi depan. Rasanya tidak etis, jika Taeyeon duduk dibelakang. Walaupun sebenarnya dia mau. Toh, mobil ini bukan miliknya dan yang pasti Taeyeon tidak mungkin bisa memiliki mobil seperti ini. Tidak sampai tiga puluh menit, mobil itu telah berhenti didepan sebuah rumah yang sangat mewah dengan pagar yang menjulang tinggi hampir menyentuh langit. Seorang petugas keamanan membukakan pagar, mempersilahkan mobil yang mereka tumpangi memasuki kawasan kediaman keluarga Byun.

Engsel mulut Taeyeon copot melihat rumah yang berdiri kokoh didepannya kini. Ini rumah atau istana? Besar sekali. Taeyeon menatap rumah Baekhyun dengan ekspresi berlebihan. Biasa! Jiwa kampungannya keluar. Aksi terkagum-kagumnya terhenti karna seorang tukang kebun menatapnya aneh. Ugh… jadi malu sendiri. Taeyeon yang saat itu tersadar langsung beranjak menuju pintu bercat putih. Taeyeon yakin, harga pintu ini pasti jauh lebih mahal dibandingkan dengan baju yang dikenakannya kini. Setelah tiga kali Taeyeon memencet bel, akhirnya seseorang membuka pintu juga.

Seorang wanita cantik yang berpakaian sangat modis. Yang pasti dia bukan pembantu. Apa dia Ibunya Baekhyun? Tapi, apa iya? Wajahnya masih sangat muda. Terlihat masih berumur 30 tahun-an. Atau mungkin, dia kakaknya Baekhyun atau adiknya? Akh… untuk apa Taeyeon repot-repot memikirkan itu? Dengan senyuman hangat, wanita itu menyapa Taeyeon lembut “Kau,” tunjuknya “-pasti Kim Taeyeon? Aku Eommanya Baekhyun”

Taeyeon mengangguk. Kenapa Nyonya Byun mengetahui namanya? Taeyeon belum memperkenalkan diri, dia juga tidak sedang memakai name tag “Ayo, masuk” Nyonya Byun menarik Taeyeon untuk duduk disebuah sofa didepan sebuah televisi tipis dan besar. Oh Tuhan! Sangat empuk, bahkan mungkin sofa ini jauh lebih empuk dari pada kasurnya. Belum selesai adegan terkagum-kagum Taeyeon melihat ruangan ini, sudah terdengar suara Nyonya Byun “Kau sangat cantik”

Taeyeon tersipu malu. Sebenarnya tanpa diberi tahu, Taeyeon sudah menyedari kalau dirinya memang cantik. Hehehe. Dasar wanita! Baru dipuji dikit, udah ke ge-er an. Seorang pelayan menyodorkan dua cangkir teh kehadapan mereka plus dengan asap putih yang masih mengebul diatasnya “Silahkan diminum” Taeyeon merasa ada yang mengganjal. Dia merasa diperlakukan secara berlebihan, seperti tamu istimewa. Apa seperti ini cara orang kaya memperlakukan tamunya?

Taeyeon menyeruput teh itu sedikit demi sedikit, sesekali ia juga meniupnya, agar tidak terlalu panas “Ternyata Baekhyun mempunyai selera yang tinggi” ucapan Nyonya Byun sedikit membuat Taeyeon bingung. Apa coba maksudnya? Tapi, dia hanya membalasnya dengan senyuman manis lalu kembali menyeruput tehnya “Dia sangat pintar mencari kekasih seperti dirimu”

Glek! Taeyeon terlonjak kaget. Dia langsung tersedak, karna teh panas itu salah masuk jalur. Jadi terpaksa, dia harus memuntahkan semuanya ke meja. Kya… rasanya tenggorokkan Taeyeon terbakar. Ya ampun, panas banget. Untungnya ada pelayan yang segera menyodorkan air putih padanya. Setidaknya ini sedikit membantu. Dan yang lebih untungnya adalah Nyonya Byun tidak terkena semburan teh darinya. Kalau sampai Nyonya Byun kena. Waduh! Bisa-bisa dia langsung dikubur hidup-hidup.

“Apa?” pekik Taeyeon.

Nyonya Byun mengerjapkan matanya dua kali lalu berkata, “Bukankah kalian adalah sepesanga kekasih?”

Kya… apa-apaan ini?

~TBC~

Note :

Annyeong… maaf lama. Aku lagi sibuk banget.

Gimana? Bagus nggak? Mangkin ancur ya?

Mianhe

Ff ini pernah dipost diblog pribadiku

WordPress

Jangan lupa meninggalkan jejak ^^

Advertisements

48 comments on “[FREELANCE] Hello Goodbye (Chapter 3)

  1. keren thor.
    walaupun baekki kena hiv..
    tapii kurang panjang..
    update soon ya thor, jangan lupa harus lebih panjang dari ini.
    fighting.

  2. Apa apaan kau baek mengaku taeng adalah kekasihmu, tpi gpp sih #plak
    thor klo bleh kritik sedikit ada kta2 yg hrus dganti kya ‘enggak’ jdi ‘tidak’ hehe.. Tpi bgus kok 😀
    next chap jgn lma ya!
    FIGHTAENG!!

  3. Taeyeon benar2 mnyeramkan!! Bisa bgt nglawan cwok.. Bias guee..
    Ga nyangka seorg Taeyeon bsa jdi sekretaris..
    Dtunggu ya next chap, ga sabar kejadian apa stlh mamanya Baek blg Taeng pcarnya Baekhyun..
    Update soon authornim, FIGHTING!!!

  4. wuah ternyata baekhyun diem2 lewat jalur belakang hahaha
    langsung ke ortu
    ini juga taeng gokil bgt, masa iya lgsg nuduh menghamili -_-
    next update soon ^^

  5. hahahaha umma nya baekhyun ngira taeng itu kekasihnya?? hahaha kedepannya pasti status itu dimiliki taeng.. bahkan bisa jadi istrinya 😀 tapi untuk sekarang mungkin enggak soalnya masih pada belum akurrrr XD

    Updatesoon!Hwaiting!!

  6. Baek curhat ke eomma nya kalo taeng pacarnya =)) . Penasaran sama next chapter. Ditunggu next chapternya thor jan lama” ya thor kalo bisa panjangin whehehe :)) hwaiting!

  7. baekhyunnya berubah jd lebih baik gitu ya, baekhyun gokil deh
    halah di part ini malah aku fokus ke moment tiffany lay ahhah abisnya lucu bgt si lay nampar tiffany, lebih salut nya lg walaupun dihajar taeng lay tetep sabar.
    jd disini ada kopel laytiff jg?

  8. Hahahaha ga kebayang tuh past tae hajar lay ke gimana yaa abis fany juga sihh mencurigakan hahhaha gokil sungguh,, moment baektae dtungguu loohh baek udah mulai nunjukin suka’y nieehhh next scepatnya

  9. ,Hahahaha ga kebayang tuh past tae hajar lay ke gimana yaa abis fany juga sihh mencurigakan hahhaha gokil sungguh,, moment baektae dtungguu loohh baek udah mulai nunjukin suka’y nieehhh next scepatnya

  10. sorry thor telat komen seminggu dari author nge-post ni FF.. maklum, tugas banyak dan jarang online.. #abaikan
    wah, makin daebakk FFnya..jadi makin sukaa.. Itu LayFanny ya? Cie pasangan baru.. :D, kutunggu next chapnya.. Keep writing 🙂

  11. Sumpah thorrr buruan update ya Gak Sabar
    Oh iya saya lupa koment di chap sebelum nya habis seru banget ff nya .
    Thorr semangat buat ff nya ;))
    Keep writing and hwaiting thorr ;)) !!!

  12. Huwaaa penasaran banget >< thor cepet di post selanjutnya ne?gk sabar wkwk seru banget aku suka aku suka /ala mei-mei/ :v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s