Pollux [1 : The First Day I Meet Him]

pollux

 

|| Vevo Proudly Present ||

Title : Pollux

Author : ViRadita

Rating : PG-15

Genre : Romance, Friendship, School-life, Sad, Hurt

Lenght : I donโ€™t know, ikuti alur ceritanya aja, tapi sepertinya Multichapter ๐Ÿ™‚

Cast : Kim Taeyeon and Xi Luhan

Other cast : Tiffany Hwang and Jessica Jung

Deslaimer : This story is real made by me, Do not plagiarisme or share withour credit, ย all the cast has owned by Jesus, They parents, also SM Town

A/N : This is the First Chapter ! I hope this chapter will reach 100 comment ๐Ÿ˜€ So please help us and help me ๐Ÿ˜€

 

 

SORRY FOR TYPO !

 

Taeyeon’s POV

Sial ! Aku bangun terlalu siang hari ini. Dan jam pelajaran pertama adalah guru killer ku ! Aku bergegas pergi ke kamar mandi lalu segera berganti pakaian dan pergi kebawah.

” Pagi Ma, Pa, Kak Bert ! ” ujar Taeyeon lalu menggit roti itu sekali dan meminum susunya.

” Pagi, sayang. Kenapa kamu terburu-buru seperti itu ? ” tanya mamaku.

” Aku sudah kesiangan, Ma ! Aku berangkat dulu, semuanya ! ” pamitku lalu bergegas keluar rumah.

Sial ! Lagi ! Macet ! Haduh, mana semua kendaraan nggak ada yang mau mengalah. Aku mendengus dan mencoba mencari jalan pintas. Rumit. Pagi-pagi begini sudah membuatku emosi. Coba saja kalau kemarin aku menolak untuk menemani Tiffany menonton konser girlband favoritnya itu, mungkin aku tidak akan seperti ini. 5 Menit lagi bel. Dan masih ada sisa waktu 3 menit untuk sampai disekolah. Nasibku sedikit membaik. Sepedaku berhasil terpakir degan mulus. Aku kembali berjalan cepat menuju kelasku yang sedikit jauh dari tempat parkiran. Benar dugaanku, kelas benar-benar sangat rmai riuh. Aku berhembus lega ketika bel masuk baru berbunyi ketika aku meletakkan tasku ke bangku ku.

” Kau berangkat siang ? ” tanya Jessica yang notabene adalah sahabat karibku sejak SMP.

” Kalau kau sudah tahu, untuk apa kau bertanya lagi ?! Babo ! Seharusnya kau yang menemani Tiffay menonton konser Girls’ Generation kemarin malam, bukan diriku ! ” kesalku.

” Kenapa kau menyalahkanku ?! Jelas-jelas Tiffany yang mengajakmu ” ujar Jessica ikut kesal.

” Kim Taeyeon ! Jessica Jung ! Ada apa ribut-ribut ?! Diam segera ! ” bentak Mrs. Yul tiba-tiba. Aku dan Jessica tersentak kaget lalu segera memposisikan duduk menghadap depan. Dasar tukang kibul ! Umpatku dalam hati.

 

BRAK~

 

” Omona ! Tiffany ! Kenapa kau telat ?! Dan… Kau sangat tidak rapi ! ” bentak Mrs. Yul. Karma. Aku sangat bersyukur masih bisa masuk tanpa terlambat. Di sisi lain, aku iba melihat Tiffany saat ini. Aish, untuk apa aku iba ? Lagipula itu juga salahnya.

” Mi-Mianhae, seonsaengnim. A-Aku akan merapikan seragamku di kamar mandi ” ujar Tiffany lalu ngacir pergi ke kamar mandi. Mrs. Yul menggelengkan kepala.

” Sebelum pelajaran dimulai, akan ada murid baru dikelas ini. Saya sangat mohon partisipasi kalian terhadap teman baru kalian yang satu ini. Dan jangan buat dia malu dihadapan kalian ! ” ujar Mrs. Yul tegas lalu mempersilahkan murid baru itu masuk.

Suasana gencar kembali menghiasi kelasku. Semua yang ada dikelasku menatap dengan tatapan yang berbeda. Dan… Wow nya adalah, murid baru itu adalah seorang namja. Oke, ku akui ia cukup tampan. Tapi sifatnya ? Entahlah ? Aku bahkan belum mengenalnya.

” Anyyeonghadeyo ! Xi Luhan inmida, kalian bisa memanggilku Luhan. Bangapta yeoreobun ! ” ujar namja bernama Luhan itu. Yeoja-yeoja dikelasku langsung terllihat centil dan genit. Eww ! Satu-satunya sikap yang nggak akan pernah aku lakuin. Nggak akan. Aku masih punya harga diri oke ! Kini tatapannya jatuh tepat didepan mataku. Tatapannya sungguh datar dan membuatku langsung membuang muka.

” Baiklah, Luhan. Kau boleh duduk di depan murid bernama Sehun ” ujar Mrs. Yul. What ? Di depan Sehun ? Itu berarti ia persis duduk di sebelah kiriku. Sialan ! Luhan hanya mengangguk pelan dan mengikuti perintaMrs. Yul, ia pastinya tidak ingin kena marah dihari pertamanya sekolah. Tak lama setelah Luhan duduk, Tiffany datang dengan keadaan yang sudah lebih baik. Dasar bocah ! Umpatku dalam hati.

” Hwang Nona, jika kau telat lagi, kau akan kuberi hukuman lari memutari lapangan 50 kali ! ” uajr Mrs. Yul tegas.

” N-Nde, Mrs. ” jawab Tiffany lalu berlari kecil menuju tempat duduknya yang ada di belakangku. Aku menengok ke belakang sekilas.

” Sudah kubilang, kau akan menerima karmanya ” ujarku berbisik.

” Cih ! Awas saya ya kau, Kim Taeyeon ! Tunggu pembalasanku ! ” ujar Tiffany dengan suara lebih rindik dari padaku. Dia mencibirku ternyata.

” Silahkan, aku tak takut ” cibirku lalu kembali menghadap ke depan. Tiffany memanggilku lagi, membuatku risih.

” Apa lagi ?! ” tanyaku sambil memutar bola mata.

” Siapa dia ? ” tanya Tiffany sambil menunjuk ke arah Luhan.

” Anak baru ” jawabku pendek lalu diangguki Tiffany.

 

KRING~

 

Akhirnya, pelajaran killer sekaligus guru killer berakhir. Aku tersenyum senang karena pelajaran setelah ini adalah olah raga. Aku mengambil pakaian olah ragaku dan mengajak Jessica serta Tiffany untuk ganti bersama.

” Menurutmu, bagaimana dengan anak baru itu ? ” tanya Tiffany membuka percakapan.

” Bagimana apanya ? Ia begitu pendiam dan hanya menjawab pertanyaan Mrs. Yul dari jam pertama sampai ketiga berakhir. Anehnya, Chanyeol dan Kris sudah kenal dengan Luhan, begitupun sebaliknya. Sahabat karib mungkin ” ujar Jessica lalu aku mengangguk setuju.

” Ku akui ia tampan. Tapi aku tidak tahu seperti apa sifatnya ” ujarku. Aku sedikit terkejut melihat ekspresi Jessica dan Tiffany yang menatap ku melongo.

” Yak ! Mengapa kalian menatapku seperti itu ?! ” kesal ku.

” Ini untuk yang pertama kalinya kau mengucapkan seseorang tampan setelah ayahmu ” ujar Jessica.

” Salah ? Ya sudah, akan kutarik u- ”

” Yakk ! Sudah bagus kau memujinya ! Nanti akan ada pertandingan basket kan untuk para namja ? Kita lihat saja kemampuan Xi Luhan itu. Jika benar-benar bermain sangat baik, aku akan mengejarnya ! ” seru Tiffany. Aku menggelengkan kepala melihat tingkah sahabat ku ini.

” Aku juga ! ” sontak Jessica.

” Yak ! Kau tak perlu ikut campur rencana ku ! ” kesal Tiffany.

” Hey cukup ! Kita harus bergegas ke lapangan, bel istirahat akan segera berbunyi ” ujarku melerai keduanya lalu segera keluar.

Rasanya sudah 1 tahun aku tidak menginjakkan kaki di lapangan luas ini. Tepatnya setelah libur UTS kemarin. Aku melakukan pemanasan seperti biasa bersama Jessica dan Tiffany. Aku tak sabar ingin memegang bola basket dan melawan tim lawanku. Itu dia. Guru Olah Raga yang paling kocak di sekolah. Seperti yang sudah dijanjikan, hari ini akan diadakan pertandingan basket. Namja vs Namja dan Yeoja vs Yeoja. Ini akan sangat menyenangkan. Aku ber ‘o’ ria ketika aku satu tim dengan kedua sahabatku dan akan bertanding langsung dengan tim lawan.

 

PRIT~

 

Peluit dibunyikan. Aku berhasil menangkap bola tersebut. Sepertinya tim lawan tak kalah hebat. Aku ingat akan tak tik konyolku. Mengingat dihadapanku ini adalah seorang Krystal yang sangat takut dengan serangga.

” Serangga ! ” jeritku dan berhasil. Krystal berteriak sambil melompat-lompat tak jelas. Aku kembali bermain dan mengoper ke Jessica.

RING!

” Yes ! ” gumamku pelan. Jessica handal dalam shoot, Tiffany handal dalam blocking, sementara aku handal dalam tak tik. Permainan berakhir dengan score 3-1. Mengagumkan. Aku mendengar suara tepuk tangan riah dari tim namja. Baru kali ini aku merasa cukup lelah. Kini gilirannya tim basket namja. Aku tak sabar melihat strategi namja bernama Xi Luhan. Apakah dia seburuk yang kupikirkan, atau malah lebih baik. Entahlah, lihat saja nanti.

” Dia bermain cukup baik ” ujar Tiffany. Aku nyengir gaje.

” Kan baru cukup, belum sepenuhnya baik ” jelasku.

” Berhentilah berpikiran negative tentangnya, Taeng. Atau kau akan jatuh cinta padanya ” ujar Jessica sukses membuat diriki memelototi nya lalu kembali fokus.

DAMN ! WHAT THE ?! Demi apa ?! Aku mengucek-ngucek mataku kembali dan menepuk pipiku keras.

” Aww ! ” aku merintih kesakitan. Ini bukan mimpi. Seorang XI LUHAN melakukan gerakan Slam Dunk dengan begitu sempurnanya. Aku juga melihat Jessica dan Tiffany yang melongon sampai membentuk mulut mereka seperti huruf ‘O’. Aku mendengar teriakan dan tepuk tangan riuh disekitar lapangan basket ini. Karena ternyata tak hanya kelasku saja yang menonting pertandingan ini. Namun juga beberap kelas lain yang kebetulan memiliki jam kosong. Para Yeoja mulai lagi dengan teriakan histeris dan suara cemprengnya itu. Tak bisa ku pungkiri bahwa ia bemain dengan sangat baik. Tim Luhan berhasil mebawakan score 5-3. Wow. Aku melihat Kris, Chanyeol, dan Luhan menghampiri tempatku, Jessica dan Tiffany. Aku lupa kalau botol minum dan handuk mereka berada di sebelahku semua. Aku menatap Luhan sedikit sinis. Entah kenapa aku melempar tatapan sinis padanya.

” Taeyeon, mengapa kau menatap Luhan sinis seperti itu ” ujar Chanyeol tiba-tiba. Buru-buru aku membuang muka dan mengabaikan pertanyaannya.

” Jangan pura-pura tidak dengar, babo ! Cepat jawab ” ujar Chanyeol. Aku tetap bersikukuh diam.

” Hyung, aku ke loker murid dulu ” untuk pertama kalinya aku mendengar suara seorang Xi Luhan. Suaranya cukup berat, namun terkesan cute.

” Hey ! Kenapa kau masih diam saja ?! Cepat jawab pertanyaanku ! ” gertak Chanyeol. Aku mendengus.

” Apa urusan mu sih ?! Aku hanya bertanya-tanya kenapa dia bisa melakukan gerakan slam dunk dengan begitu mudahnya. Itu sangat langka ” ketusku.

” Sudah jelas itu urusan kita. Luhan adalah sahabat kami sejak SMP ” jelas Kris.

” Dugaanku benar ” ujar Jessica tiba-tiba.

” Kau tak perlu bertany-tanya ! Luhan memang sangat mahir bermain basket. Saat ia menduduki bangku kelas 2 SMP, ia mendapat gelar Master of Basketball ” jelas Chanyeol. Gila ! Yang benar saja, baru menduduki kelas 2 SMP ia sudah mendapatkan gelar sebagai Master of Basketball ?! Sulit dipercaya.

” Bosan disini. Taeng-ahh, ayo kita ke kantin. Cari makan atau minum ” lamunanku terbuyar seketika lalu mengangguk menyetujui usul Tiffany.

” Dia tak seburuk yang kau pikirkan, Taeng. Dia sudah cerdas, jago bermain basket ” ujar Jessica.

” Yep ! Dan siapa tahu ia juga pandai bermusik seperti dirimu ” sambung Tiffany.

” Dan kenapa kau tak mencoba untuk membuka pintu hatimu untuk dia saja ? ” tanya Jessica dan Tiffany bersamaan sehingga membuatku sedikit tersedak.

” Apa yang kalian katakan barusan sangat mustahil terjadi ! Aku masih ingin fokus akan cita-citaku ” ujarku.

” Taeng, kau tetap harus membuka asmara mu dan bukan hanya karir mu. Aku tau menjadi Musisi dan Komponis adalah cita-citamu sejak dini, tapi jika tidak dibarengi dengan asmara, itu akan sama saja alias tidak membuahkan hasil ” jelas Jessica.

” Untuk apa ? Yang ada aku bisa sakit hati ” tolakku.

” Taeng, kau juga butuh pendamping hidup ! ” ujar Tiffany.

” Aku tahu, itu semua kan sudah Tuhan yang mengatur. Akan ada waktunya kok ” ujarku kembali menyantap ramyeonku.

” Terserah mu saja, aku lelah beradu mulut denganmu ” sentak Tiffany kesal lalu meninggalkan aku dan Jessica sendiri.

” Anak itu mulai lagi, aku harus menyusulnya. Kutinggal dulu nde ” ujar Jessica lalu menyusul Tiffany. Aku menggeleng pelan.

” Kosong ? ” tanya seseorang mengejutkanku.

” Lu-Luhan ? ” tanyaku kaget.

” Nde, ini aku. Apa tempat ini kosong ? Tempat lain penuh ” ujar Luhan.

” Oh, tentu ” jawabku lalu Luhan duduk di hadapanku.

” Kau tidak bersama Kris atau Chanyeol ? ” tanyaku.

” Mereka sedang mengerjakan soal essay di perpustakaan ” jawab Luhan. Aku mengangguk.

” Oh, aku lupa. Aku- ”

” Kim Taeyeon. Nama mu Taeyeon, kan ?! Aku sudah tahu namamu sejak tadi. Chanyeol berceloteh padaku tentangmu yang katanya sangat sangat berbakat dalam bidang musik ” jelas Luhan. Mendadak aku terpaku. Dasar tiang tower ! Umpatku kesal.

” Oh… Eh, selamat atas kemenangan pertama di sekolah ini. Aku kagum ketika kau melakukan gerakan Slum Dunk. Itu gerakan yang cukup sulit tapi kau bisa melakukannya dengan sempurna ” ujarku.

” Gomawo, tak tik mu juga sangat lucu ” ujar Luhan sambil tersenyum. Senyumnya manis. Oke, ia tak seburuk yang kukira.

” Kau bisa bermain alat musik apa saja ? ” tanya Luhan. Aku menggaruk tengkuk ku yang tidak gatal.

” Umm, kau tidak akan percaya jika aku menjawabnya ” jawabku sambil cengengesan.

” Katakan saja, aku tidak akan tertawa dan aku akan percaya ” ujar Luhan.

” Umm, ada Gitar, Piano, Keyboard, Flute, dan Violin ” jawabku.

” Wow, 5 alat musik sekaligus. Dan gitar. Aku juga bisa bermain gitar. Kau bisa fingerstyle ? ” tanya Luhan. Aku mengangguk.

” Jarang sekali ada gadis bisa bermain fingerstyle ” ujar Luhan.

” Tidak jarang. Jessica dan Tiffany juga bisa melakukannya ” ujarku.

” Benarkah ? ” tanya Luhan memastikan. Aku mengangguk. Tak disangka bel istirahat berakhir sudah berbunyi, kami kembali melanjutkan pelajaran.

 

KRING~

 

Bel pulang sekolah ! Akhirnya, aku bisa melepas penatku juga. Aku ingin sekali berbaring di tempat tidur sekarang ! Aku berlari kecil menuju parkiran sepeda. Mataku melihat mobil sport berwarna putih. Luhan ? Luhan berangkat dan pulang menggunakan mobil. Itu sudah biasa, lagipula banyak temanku yang menggunakan mobil sebagai saran transportasi rumah-sekolah dan sekolah-rumah. Aku mengayuh pedalku santai sembari menikmati sejuknya angin menerpa kulitku. Tanpa kusadari sepedaku sudah terpakir di garasi rumahku. Aku langsung berlari ke kamar dan BRUK ! Lega sekali rasanya melepas penat setelah semua yang kualami hari ini. Aku menutup mata sejenak, merenungkan kejadian dari aku bangun pagi sampai saat ini. Aku tak sadar bahwa aku telah bergumam tak jelas.

 

” This is The First Day I Meet Him “ gumamku tiba-tiba

 

 

 

TBC~

Pendek ? Haduh -,- Padahal kalo di wattpad, cerita kaya gini bisa nyampe 3-4 halaman loh, itu aja masih chapter 1. Segini aja masih pendek -,-

Ya udah maap ya Reader’s ๐Ÿ˜€

Next ? VoMents yaaa !!! DBSR :* !!

Advertisements

51 comments on “Pollux [1 : The First Day I Meet Him]

  1. Akhirnya chap 1 muncul jugaa trs mrka udh berinteraksi..
    Ga sabar pas Taeng udh mulai suka dgn Luhan..
    Dtunggu ya next chap, FIGHTING authornim!!!
    *ff yg lain dlanjutin yaaaa..

  2. Haha. Iya thor. Msh trlalu pendek atuh thor ๐Ÿ™‚
    Penasaran dgn crta slnjtnya. D tnggu loh thor ๐Ÿ™‚
    Always fighting ๐Ÿ™‚

  3. Akhirnya chapter 1 keluar jugaa :)) . Next chapter panjangin ya thor ๐Ÿ˜‰ . Lutae lucu thorrr sukaaa. Ditunggu next chapternya thor jan lama” ya thor :))) Hwaiting><

  4. Kerenn, penasaran ama lanjutannya. Luhan bisa slum dunk, keren tuh, slum dunk itu tidak mudah loh.. Pengen juga bisa slum dunk. ฦ—ฦ—ษฦ—ฦ—ษ”ฬฎ #eh? Apa ini. #abaikan.

  5. Waw udh chapter 1 cepet’aaaaaaa..taeyeon kyak’a udh mulai suka nih sma luhan..aduh enggk sabar nunggu chap 2..jgn lama2 ya thor..FIGHTING:)

  6. Plot nya bagus authornim, ceritanya juga menarik ๐Ÿ˜€ luar momentary di banyakan yaa, sama panjang ini juga chap selanjutnya ๐Ÿ˜€ hehe fighting authorniiimm ๐Ÿ˜€

  7. Daebak thor chapter 1 nya,,, tapi sayangnya pendek,,, dan juga penasaran sama kelanjutannya thor,,,
    Next chapter ditunggu ya thor dan lebih panjang lagi… ๐Ÿ™‚
    Fighting… ๐Ÿ˜‰

  8. Pingback: Pollux [2 : Snow Day] | All The Stories Is Taeyeon's

  9. Ga sabar liat kelanjutannya dan comment aku telat banget ๐Ÿ˜ฆ taeyeon sepertinya sudah ada tanda” nih hehe.. Oke deh, aku mau melanjutkan ke chapter 2 hehe

  10. hallo! hoho (ketawa setan)
    ketje banget ffnya! judul yang anti mainstream dan dua bayi (lirik lutae) membuat saya tertarik untuk baca ini.

    sebenarnya saya mau kritik dan saran juga sih *mendadak awkward* jadi, aku saranin nih ya, kalo habis tanda kutib sama setelah kalimat selesai itu jangan dikasih spasi lagi soalnya jadi agak gimanaa gitu *nyengir*

    maap kalo kesinggung, tapi sebenarnya ffnya saya suka banget *medadak serius*

    saya suka banget sama judulnya, ceritanya, yah pokonya semuanya! cuman saya saran aja kalau habis tanda kutib kayak misalnya :
    ” Sehun sedang makan, pabo ! ”
    itu sebaiknya ganti(?) jadi :
    “Sehun sedang makan, pabo!”

    maap kalo terkesan menggurui -_- cita cita saya emang jadi guru soalnya *PLAKK*
    cemungud ya! :** (idih)

    dari ss@!cgG0r9Tt43 3@nK cL4Lu’ m3Nc!Nt@!m03hh

      • guru aku malah marah marah pas aku pake spasi -_- kampret! *eh

        iyakah? maap kalo salah soalnya guruku ngajarinnya gitu, mana guru killer pula! -_- hehehe *masih sempet cengengesan*

        entar apdetnya jangan lama lama yak ._. hehe~ hwaiting! :**{} (cuih)

  11. Taeng eon jangan terlalu fokus jga sama cita2/? wks xD
    Sumpah tak tiknya Taeng eon kocak
    Taeng eon gk nyangka kalo Luhan oppa bisa slam dunk kkk~

    Ffnya emang kurang panjang thor,tapi gpp
    Keren kok ^^

  12. Pingback: Pollux [3 : Getting Close to Him] | All The Stories Is Taeyeon's

  13. Kaaan kesemsem juga wks
    Sok nolak pesona luhan siih wakakkaka
    Suka thor, tp watak nya taeng td diawal apa ga terlalu keras ya, agak sok jual mahal/? .-.
    Tp nice lah, good job

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s