[FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 2)

D-L-T-Diamond

Author : deeHAYEON

Lenght : Multi-Chapter ll Rating : PG-15 II Genre : School-life, Friendship, Romance

 

Main Cast : Kim TaeYeon, Cho KyuHyun, Jung YunHo

Other Cast : Saehyun, Seohyun, Suzy, Luhan, Donghae, Hyukjae, Kris

 

Desclaimer : FF ini terinspirasi dari drama korea. All cast milik Tuhan dan keluarga mereka masing-masing.
Jika ada kesamaan dalam cerita, itu adalah unsur ketidak sengajaan.
DON’T PLAGIAT!

 

Note’s : Hayyyy, READERS! DLTD chapter 2 udah muncul nih.. Hehe 😀 mian kalo memang lama, author lagi sibuk banget. Beruntung curi-curi waktu buat nulis ff. Sudahlah, abaikan. Oh,ne mungkin chapter ini sedikit ga seru (menurut author sih) dan disini belum ada konflik. Soal Taeyeon yang akan memilih golongan apa belum ada di chapter ini. Mungkin di chapter selanjutnya, Promise…… Oke deh langsung aja.

Sorry for typo(s)………….

 

 

 

 

 

 

Happy READING!

 

 

 

 

 

 

 

 

——

 

 

Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling cafétaria. Ada dua kubu yang terlihat jelas disana. Siswa yang memakai bros putih duduk disisi kanan café, dan yang memakai bros hitam duduk disisi kirinya. Ia dan Suzy duduk di sudut bagian anak-anak bros hitam. ‘Oh tidak, aku tidak mau menjadi bagian dari kegelapan ini’ batin Taeyeon.

Lalu matanya tertuju pada seseorang yang ia temui tadi pagi di bawah pohon maple. Namja berambut cokelat mencolok dengan ekspresi yang benar-benar minta disambit sepatu. Namja itu duduk berhadapan dengan temannya yang terbilang ramah, Lee Hyukjae, tak jauh dari meja Taeyeon dan Suzy.

Taeyeon sedikit berpikir untuk mengingat nama namja itu, Cho Kyuhyun. Matanya memandang dada kiri Kyuhyun yang tadi pagi tak sempat ia perhatikan. Dan sesuai dugaan, dia memakai bros hitam….

 

 

 

——

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Chapter 2

 

 

 

 

 

 

 

“Dan beritahu aku Suzy-ya, pasti namja berambut cokelat mencolok itu adalah kelompok pembully golongan Dark” ujar Taeyeon sambil menunjuk arah Kyuhyun dengan dagunya.

 

 

Suzy menoleh kearah yang di maksud Taeyeon lalu kembali ke posisinya dengan cepat. Entah kenapa wajah yeoja itu memerah, “Ani, Taeyeon-a. Dia bukan kelompok pembully Dark. Tapi dialah leader Dark untuk tahun ini, Cho Kyuhyun”

 

Taeyeon merasa tidak perlu diberitahu dua kali, dia sudah sangat hapal dengan nama bahkan wajah menyebalkan namja itu.

 

 

 

 

Sedangkan Kyuhyun, namja itu tampak mengaduk mocalatte-nya dengan malas. Sebenarnya ia tidak berniat mengunjungi cafétaria yang sangat ramai di jam istirahat, namun demi menemani sahabatnya makan siang Kyuhyun rela bergabung dengan keramaian itu.

 

Biasanya Seohyun selalu membawakannya makan siang, tapi dimana yeoja itu sekarang? Pikir Kyuhyun. Ia mengedarkan pandangan ke sekeliling café berharap ada salah satu objek menarik yang dapat merubah mood-nya saat ini.

 

Deg~

 

Jantungnya berdegup lebih cepat ketika ia memandang kearah serong kanan belakang Hyukjae, lebih tepatnya kearah meja yang ditempati dua orang gadis di sudut café itu. Gadis tadi pagi.

 

Kyuhyun terus mengawasi setiap gerak-gerik yeoja itu dan Taeyeon sama sekali tidak menyadarinya. ‘Aku harus mengenal anak baru itu. Bagaimanapun caranya’ batin Kyuhyun.

 

“Hyuk-a, aku akan ke toilet sebentar” pamitnya. Hyukjae hanya mengangguk dan berusaha tidak peduli dengan sesuatu yang janggal dalam ekspresi Kyuhyun.

 

“Mungkin penyakit gilanya sedang kambuh” gumam Hyukjae asal.

 

 

 

 

Taeyeon dan Suzy sedang fokus dengan makanan masing-masing. Tak ada satupun yang berbicara selain kegaduhan café yang sangat ramai.

 

Taeyeon akan melahap sepotong steak ketika seseorang tiba-tiba menyenggol mejanya. Ia langsung berdiri dan menjerit.

 

Avocado juice yang manis kini menjadi sangat menyebalkan karena tumpah di tempat yang tidak seharusnya. Seragam Taeyeon-lah yang menjadi korban. Tak lupa, juice milik Suzy juga tumpah ke atas meja.

 

“YAA!!” teriak Taeyeon marah. Ia mendongak untuk melihat ‘si pelaku’ yang paling bersalah dalam insiden ini dan mendapati wajah tak berdosa dari seorang….Cho Kyuhyun. Dia…lagi? Apa maunya?

 

Kyuhyun melirik sekilas meja yang kini telah berantakan dan juga seragam Taeyeon yang sudah semanis alpukat. Matanya mulai menatap yeoja itu dengan ekspresi ‘ada-masalah-denganku?’

 

Jelas saja Taeyeon sangat marah dan siap membalas perlakuan namja itu jika Suzy tidak menahannya, dia merangkul Taeyeon seraya berbisik, “Sudahlah… Kau harus ingat dia siapa”

 

“YAH!! Aku tidak peduli dia siapa, aku tidak peduli dengan posisinya!” kali ini Taeyeon berteriak tak sabar pada Suzy. Tentu saja suaranya itu menggema ke seluruh penjuru café membuat sebagian orang mengalihkan perhatiannya pada Taeyeon.

 

“Neo…” ia berpaling pada Kyuhyun, “Apa kau tidak punya mata, eoh? Mengapa kau selalu mencari masalah? Lihat seragamku!”

 

Kyuhyun mendengus, ” Sepertinya kau yang tidak punya mata, agassi. Juice itu milikmu, dan aku tidak ada urusan dengannya”

 

Pernyataan yang bagus sekaligus Bodoh yang pernah Kyuhyun katakan. Namun dirinya sangat puas dan bersorak dalam hati karena telah berhasil berinteraksi dengan siswa baru itu. Ya, walau caranya memang tidak patut untuk dilakukan.

 

“Kyhyun-a, Geumanhae. Tidak seharusnya kau berbuat seperti itu” tegur Hyukjae yang baru saja menyusulnya. Ternyata semua pikirannya memang benar.

 

Kyuhyun sudah terlihat sangat aneh ketika memandang meja seseorang yang berada tepat dibelakang Hyukjae dan sekarang sudah terbukti, yang membuatnya seperti ini adalah Kim Taeyeon.

 

Suzy merapatkan diri pada Taeyeon, tubuhnya sedikit gemetar saat Hyukjae melewatinya.

 

“Ada apa ini?”

 

 

—-

 

 

Saat ini Yunho sedang berada di cafétaria sekolah, sendirian. Aneh memang karena biasanya Yunho selalu pergi dengan Saehyun. Ekor yang selalu mengikutinya itu sedang sibuk mengurus perekrutan anggota Light. Sedikit keberuntungan untuk Yunho, ia dapat bebas, setidaknya untuk beberapa jam kedepan.

 

Namja itu membawa nampan makan siangnya berkeliling di sekitar meja golongan Light untuk mencari tempat kosong.

 

“Yunho hyung” panggil seseorang di belakangnya.

 

Yunho menoleh. Oh, ternyata Kai. Siswa kelas 11 yang mempunyai gaya sangat mirip dengannya. Kai mengagumi sosok pemimpin seperti Yunho. Ia mendekati sunbae-nya itu, “Kajja, kita makan bersama hyung” ajaknya.

 

Yunho baru akan menerima ajakannya ketika mendengar keributan dari sudut café, di sisi golongan Dark.

 

Untuk yang kedua kalinya ia kembali melihat Kyuhyun sedang berhadapan dengan yeoja yang tadi pagi ditemuinya bersama Saehyun.

 

‘Apalagi yang dilakukan bocah itu pada anak baru?’

 

Yunho menaruh nampannya di meja terdekat dan melangkah mendekati keributan kecil tersebut. Ia tidak peduli dengan batas wilayah yang sudah dilewatinya. Ia berani memasuki wilayah Dark atas nama Ketua Organisasi Siswa sekolah ini.

 

“Ada apa ini?” tanya Yunho tiba-tiba membuat orang-orang yang terlibat dalam masalah kecil itu memandang kearahnya, termasuk Kyuhyun yang kini menoleh.

 

“Oh, Yunhi-ya” sapa Kyuhyun dengan senyum iblisnya.

 

“Aku sudah memperingatkanmu, Kyuhyun-a. Tidak untuk hari ini, mengapa kau tidak menggubrisnya?” tanya Yunho tajam.

 

“Aku tidak melakukan apapun, ketua yang terhormat. Kau saja yang sangat sensitive. Keunde, kemana yeoja penguasamu itu, hah?” balas Kyuhyun tak kalah tajam.

 

Yunho menghela napasnya kasar. Kata-kata Kyuhyun berhasil membuatnya naik darah, namun ia tidak berniat membalasnya karena ia tau berargumen dengan Kyuhyun sama saja berbicara dengan batu.

 

Detik berikutnya, Taeyeon terkejut saat  Yunho tiba-tiba menarik tangan kanannya.

 

“Yaa! Dia milikku, Yunho-ya” seru Kyuhyun, detik itu pula ia mencengkeram pergelangan tangan kiri Taeyeon, “Ini wilayahku, ingat?”

 

Sial. Sebenarnya Yunho tau dari awal ia pasti kalah. Anggota Light tidak bisa melakukan apapun di wilayah Dark, begitupun sebaliknya. Itu sudah termasuk dalam kesepakatan antar golongan. Dan Yunho bukan tipe orang yang mudah mengingkari janjinya.

 

Hyukjae memandangnya, “Lepaskan dia, Yunho-ssi”

 

Dengan berat hati ia melepas genggaman tangannya pada Taeyeon. Hyukjae memberikan tatapan menenangkan pada Yunho. Setidaknya Yunho dapat mempercayai Hyukjae karena namja itu tidak seburuk Kyuhyun. Ia sedikit lebih lega.

 

Kyuhyun menyeringai sambil mengibaskan tangan, menyuruh Yunho pergi. Tangan yang satunya masih menggenggam pergelangan tangan Taeyeon, lebih erat. Gadis itu terlihat sangat kesal dan sedikit meringis, dapat dipastikan pergelangan tangannya sudah memerah.

 

“Hyung, Kajja!” ajak Kai yang entah sejak kapan berada di samping Yunho. Dia pun berjalan menjauhi wilayah Dark dan menyadari dirinya yang belum sempat mengetahui nama gadis itu.

 

 

****

 

 

“Oppa, kau terlihat bahagia sekali” kata-kata Seohyun mampu menyadarkan Kyuhyun dari lamunannya.

 

Namja itu menoleh lalu tersenyum, “Memang” senyuman itu tidak pernah ia berikan pda siapapun bahkan pada kedua sahabatnya sekalipun.

 

Kebahagiaan ini terasa baru pertama kali ia miliki. Walaupun ayahnya adalah perdana menteri Korea. Rumahnya yang mewah bagaikan istana memilikisegala macam fasilitas yang ia butuhkan. Bukan tidak mungkin segala keinginannya dapat terkabul dengan mudah. Namun perasaan yang tengah dirasakan Kyuhyun sekarang sungguh lain, seperti banyak bunga-bunga bermekaran dalam hatinya.

 

Kyuhyun merasa sangat bahagia jika bersama Hyukjae ataupun Seohyun, karena kedua sahabatnya itu selalu membuatnya merasa nyaman. Dan sekarang ia dapat merasakan indahnya cinta dengan satu kali tatap. Entahlah, bahkan dirinya tidak dapat mengekspresikan kebahagiaan itu selain dengan senyuman lebar.

 

Seohyun memandang aneh namja disampingnya, “Ada apa?”

 

Kyuhyun memakan blackforest cake yang dibawakan Seohyun untuknya. Ia tak menjawab, namun senyuman masih terpampang jelas di wajah tampannya.

 

Merasa tak sabar, Seohyun mengguncang-guncang lengan Kyuhyun, “Oppa wae?”

 

Yang ditanya malah tertawa, “Blackforest-nya enak”

 

Seohyun mengerucutkan bibir, “Mwo? Aishh, tidak nyambung. Itu sama sekali tidak penting oppa. Jebal, beritahu aku, wae geudae?”

 

Seo Joohyun, yeoja itu sudah satu jam yang lalu memperhatikan Kyuhyun yang terus saja tersenyum bahagia. Ia yakin itu bukan Cho Kyuhyun yang biasanya. Lihatlah! Bahkan namja itu mengacuhkan Seohyun dan lebih senang menyibukkan diri dengan pikirannya.

 

Jujur, sebenarnya Seohyun ikut senang karena dapat melihat sahabatnya tersenyum lepas seperti sekarang, tapi ada sedikit rasa khawatir yang terselip dalam hatinya. Namun ia akan tetap mendukung Kyuhyun, walau namja itu belum memberi tau alasannya.

 

Saat disekolah tadi Seohyun belum sempat bertemu Kyuhyun ataupun Hyukjae, jadi ia pikir ada sesuatu yang ia lewatkan.

 

Kyuhyun menatapnya sejenak sebelum akhirnya tersenyum dan berkata, “Kim Taeyeon”

 

Seohyun tertegun mendengar nama itu, “Kim Taeyeon? Nugu-ya?” tanyanya penasaran. Ia kenal dengan seseorang yang bernama Kim Taeyeon, tapi bukan berarti mereka orang

yang sama bukan?

 

“Siswa kelas 10 Kyunghwa” jawab Kyuhyun, “Sejak pertama kali melihatnya, entah kenapa pikiranku selalu tertuju pada yeoja itu. Aku sempat mengganggunya hingga sekarang aku mengetahui namanya”

 

“Taeyeon…seorang yeoja?” tanya Seohyun diluar kesadarannya. Perlahan ia merasa hatinya mulai panas.

 

Kyuhyun tertawa, “Tentu saja. Kau pikir aku tertarik pada namja, eoh. Dia itu yeoja yang sangat cantik dan manis, kau harus melihatnya Joohyun-a. Dia kelas 10-2”

 

Seohyun tak menjawab. Cara Kyuhyun membicarakan yeoja bernama Taeyeon itu sungguh membuatnya sakit hati. Untuk pertama kali dalam hidupnya -setelah bertahun-tahun mereka bersahabat- ia baru melihat Kyuhyun sebahagia itu. Dan kini Seohyun memaksakan dirinya untuk tersenyum.

 

 

 

 

****

 

 

 

 

Tok..

Tok..

 

“Masuk” sahut Yunho saat mendengar pintu kamarnya diketuk.

 

Sedetik kemudian, wajah Saehyun menyembul dari balik pintu, “Yunhi-ya, kau sudah tidur?”

 

Yunho melepas pandangannya dari buku yang sedang ia baca, “Oh kau. Aku belum tidur”

 

“Bolehkah aku masuk?” tanya Saehyun.

 

Yunho melirik jam disudut kamarnya. Pukul 11 malam, “Sudah larut malam, Saehyun-a. Bagaimana jika orangtuamu tau?”

 

Yeoja itu menekuk wajahnya dan tanpa permisi ia tetap masuk ke kamar itu. Yunho tau penolakannya tak berarti apa-apa untuk yeoja sekeras Saehyun.

 

“Orangtuaku berada di London. Lagi pula aku tidak melanggar peraturan, eomma dan appa hanya melarangku pergi keluar rumah sembarangan”

 

Yunho diam saja, ia berusaha kembali fokus pada bukunya. Namun Saehyun berhasil memecah konsentrasinya dengan tiba-tiba masuk kedalam selimut. Duduk disamping Yunho dan menyandarkan kepalanya di bahu namja itu.

 

“Yah! Sudah kubilang…”

 

“Jangan naik keatas tempat tidurku sembarangan!” lanjut Saehyun, menirukan gaya bicara Yunho dengan baik sekali.

 

Ia menegakan tubuhnya lalu menatap namja disampingnya, “Yunho-ya, aku ini yeojachingumu”

 

Merasa kesal, Yunho memalingkan wajahnya, “Bukan berarti kau bisa seperti ini”

 

“Aku bisa menaikan pangkatku menjadi tunanganmu jika aku mau” balas Saehyun seenaknya.

 

Ucapan yeoja itu memang keterlaluan, namun Yunho tak bisa membantahnya. Saehyun telah menguasai kehidupannya. Tak banyak orang yang tau bahwa sebenarnya Yunho terlahir dari keluarga serba kekurangan. Ayahnya seorang buruh di perusahaan keluarga Han. Sedangkan ibunya menjadi asisten rumah tangga di rumah Saehyun yang mewah.

 

Beruntung karena anak tunggal keluarga Han itu menyukainya sejak pertama kali mereka bertemu, hingga Saehyun meminta orangtuanya untuk menghidupi Yunho. Sejak saat itulah Yunho hidup dengan fasilitas dari keluarga Saehyun.

 

Ia cukup senang karena tidak lagi membebani orangtuanya. Tapi sikap Saehyun sungguh keterlaluan, Yunho tidak suka dengan Saehyun yang selalu mengklaim sesuatu sebagai miliknya. Bahkan yeoja itu akan mengancam jika Yunho menolak keinginannya dan itu akan bersangkutan dengan keluarganya yang akan menarik semua fasilitas dan biaya kehidupan Yunho.

 

Mungkin tak ada kesempatan untuknya melawan karena kedua orangtuanya berharap penuh agar Yunho menjadi orang sukses dan ia membutuhkan bantuan keluarga Saehyun untuk saat ini.

 

“Eotte? Apa ideku bagus?” tanya Saehyun, sedikit membuat Yunho terkejut namun ia tidak berniat untuk menjawab, hingga yeoja disampingnya itu tertawa dan mencubit pipi Yunho, “Aish, kau sangat lucu jika sedang marah”

 

“Tidurlah, Sahyun-a” katanya gusar.

 

“Baiklah” jawab Saehyun dan ia berbaring, siap untuk tidur.

 

“Ya! Neo mwohaeyo?” seru Yunho kaget.

 

“Kau menyuruhku tidur, ya aku akan tidur” jawab Saehyun tanpa dosa.

 

“Tidak disini”

Yeoja itu terdiam sejenak sebelum akhirnya ia memberikan aegyo termanisnya.

“Aish..” keluh Yunho sambil membuang wajahnya.

 

Saehyun tersenyum penuh kemenangan. Ia tau Yunho lemah dengan aegyo-nya.

 

Berusaha tak mempedulikan yeojachingu-nya, Yunho kembali membaca buku.

 

“Yunho-ya” panggil Saehyun pelan, setengah wajahnya bersembunyi di balik selimut.

 

“Hm?”

 

“Jangan pernah meninggalkanku, ne?”

 

Yunho masih menatap bukunya namun pikirannya sudah tidak berada disana. Entah mengapa tiba-tiba ia teringat dengan gadis kelas 10 tadi pagi. “Mmm” balasnya tak jelas.

 

“Jangan jatuh cinta pada yeoja lain selain aku” kata Saehyun lagi.

 

Kali ini Yunho menghela napas berat. Bayangan gadis tadi dan orangtuanya muncul dalam benaknya. Tapi ia masih saja membalas Saehyun dengan gumaman tak jelas.

 

“Yunho-ya”

 

“Mwo?” sahut Yunho.

 

“Saranghae” kata Saehyun, suaranya jauh lebih pelan dari sebelumnya.

 

Yunho menunduk memandang Saehyun yang berbaring di sebelahnya. Sekalipun yeoja itu sangat menyebalkan dan selalu berbuat seenaknya, namun kali ini ia menangkap ketulusan di mata gadis itu.

 

Sekarang yang ada dalam benaknya adalah siswa baru di sekolah tadi, orangtuanya dan Saehyun. Yunho kembali menghela napas berlebihan dan beralih menatap bukunya.

 

“Yunho-ya, neo arra?” tanya Saehyun, ragu-ragu.

 

Yunho menoleh padanya. Ekspresi polos dari wajah yeoja itu membuatnya tidak bisa menahan senyuman, “Arayo, Saehyun-a”

 

 

 

 

****

 

 

 

 

Hari kedua di sekolah barunya. Taeyeon melangkah masuk kedalam gedung Kyunghwa SHS dan menuju ruang kelasnya dengan semangat. Ia masih sangat antusias dengan sekolah barunya itu. Tapi ada yang janggal ketika dirinya menginjak lantai 2, lantai dimana kelasnya berada. Siswa-siswi kelas 10 tampak bergerombol dan berbisik-bisik, wajah mereka pun tampak cemas.

 

Awalnya Taeyeon tak terlalu mempedulikan keanehan itu, namun ketika ia memasuki ruang kelasnya ia tidak bisa untuk tidak menghiraukannya lagi. Hampir setengah dari teman-teman kelasnya berkumpul di meja Choi Minho, ketua murid kelas 10-2. Dan sisanya berkumpul di meja Kim Myungsoo, kapten basket kelas 10. Ada apa ini?

 

Tiba-tiba seseorang dari gerombolan Myungsoo menarik tangan Taeyeon. Dia adalah Suzy, “Taeyeon-a”

 

“Suzy-ya, sebenarnya ini ada apa?” tanya Taeyeon penasaran.

 

Suzy menggigit bibir bawahnya. Ia tak menjawab, namun tangannya menunjukan sebuah bros bintang hitam yang tersemat di dada kirinya.

 

Taeyeon tercengang, “Kau…”

 

“Ne, hari ini adalah Hari Perekrutan anggota Light dan Dark. Masuklah bersamaku, Taeyeon-a. Panitia perekrutan masih memberi kesempatan hingga sore nanti” ujar Suzy raut wajahnya benar-benar cemas.

 

Ada apa dengannya? Maksudnya memilih golongan Dark? Dan menjadi sekutu Cho Kyuhyun? Ah, tidak tidak. Ia pasti sudah gila.

 

“Masuk Dark?” tanya Taeyeon sedikit tak percaya, “Shireoyo!”

 

“Lalu kau akan masuk Light? Tae-ya,jika kau masuk Light itu berarti kita tidak akan bisa berteman lagi. Jebal, masuklah golongan Dark bersamaku” jelas Suzy, ia memohon karena tidak ingin Taeyeon masuk kubu yang berbeda dengannya. Selain itu ia juga takut Taeyeon tetap dengan keputusannya kemarin, memilih netral. Itu lebih mengerikan daripada masuk Light.

 

“Jangan bodoh. Aku tidak akan berhenti berteman denganmu hanya karena pergolongan konyol ini. Lagi pula aku tidak akan memilih Light”

 

Inilah yang Suzy takutkan. Temannya itu sungguh keras kepala.

 

“Jadi kau tidak akan memilih apapun? Kau cari mati, eoh!” sahut Kim Myungsoo yang ternyata mendengar semua pembicaraan Taeyeon dan Suzy. Namja itu sudah memakai bros bintang hitam di dada kirinya. Dapat disimpulkan bahwa siswa yang berkumpul di meja Myungsoo adalah siswa yang telah masuk golongan kegelapan alias Dark.

 

“Cari mati apa maksudmu? Kematian ada ditangan Tuhan, bukan ditangan golongan-golongan aneh ini” balas Taeyeon ketus. Ia mencibir seolah disana hanya ada dirinya, Suzy dan Myungsoo.

 

Perkataan Taeyeon sama sekali benar. Namun ‘mati’ disini dalam artian dia tidak akan tenang bersekolah di Kyunghwa, bukan masalah cabut-mencabut nyawa seperti yang dipikirkan otak cemerlang Taeyeon. Tapi balasan gadis itu mampu membuat Myungsoo tutup mulut dan Suzy menghembuskan napas pelan, tanda menyerah.

Kim Taeyeon, kali ini KAU MENANG…

 

 

 

 

****

 

 

 

 

Hari perekrutan anggota golongan adalah Hari penting untuk sebagian besar siswa golongan Kyunghwa. Banyak sekali yang berantusias untuk melihat perkembangan anggota-anggota baru Dark maupun Light, karena mungkin saja ada hal menarik dari siswa-siswi kelas 10 yang berulah sehingga para senior harus turun tangan menindas siswa tersebut.

 

Cho Kyuhyun, Leader Dark itu biasanya selalu acuh pada semua kegiatan yang bukan tugasnya. Namun entah mengapa Kyuhyun menjadi lebih peduli, bahkan ia selalu memeriksa daftar nama kelas 10 yang resmi masuk Dark. Alasan utamanya adalah yeoja yang kemarin ia ganggu, siapa lagi kalau bukan Kim Taeyeon.

 

Bayangan Taeyeon memakai bros bintang putih sangat mengganggunya. Ada perasaan tak rela disana. Namun semua itu tidak dapat menutup kemungkinan jika Taeyeon memilih Light, karena dilihat dari awal sepertinya yeoja itu sudah membenci Kyuhyun yang otomatis membuat nama Dark sangat buruk dimatanya.

 

Tidak. Kyuhyun tetap harus memastikan yeoja itu memakai bros bintang hitam mulai dari sekarang.

 

“Hyukjae-ya, kau benar sudah memastikan dirimu yang akan mendaftar kelas 10-2 nanti? Jieun sudah mengkonfirmasinya, kan?” tanya Kyuhyun untuk yang kesekian kali pada sahabat di sebelahnya.

Dan perlu diperjelas bahwa Lee Jieun adalah anggota Dark di tahun ini.

 

Hyukjae memandangnya sebal. Mungkin atau pasti namja itu terganggu dari kegiatannya menyalin catatan materi yang di berikan Shin seongsaenim. Telinganya terasa panas mendengar ocehan guru beserta ucapan Kyuhyun yang tidak berhenti dan tidak berubah sejak 30 menit terakhir. Apa masih harus ia menjawab?

 

“Ck, ini sudah kesembilan kalinya kau bertanya seperti itu padaku. Dan jawabanku tetap sama, SUDAH” tegas Hyukjae tak sabar, “Jieun sudah memberikan tugas itu padaku. Aku sangat penasaran dengan alasanmu, memangnya ada apa di 10-2 sampai-sampai kau mengutusku untuk mengeceknya. Pasti ada sesuatu, bukan?”

 

“Mwo? Aniyo.. Aku hanya memastikan, babo!” sergah Kyuhyun cepat, ia berusaha menyembunyikan nada gugup dalam suaranya. Tampak sekarang Kyuhyun menunduk, menyembunyikan wajahnya yang memerah.

 

“Kyuhyun-ssi, Hyukjae-ssi…” tegur Shin-saenim yang ternyata memperhatikan dua namja itu mengobrol saat pelajaran berlangsung, “apa alasan kalian mengobrol di jam pelajaranky?”

 

Kyuhyun dan Hyukjae sedikit terkejut, begitupun dengan beberapa siswa yang sekarang memperhatikan mereka. Kembali pada sifat aslinya Kyuhyun berpura-pura tuli, mengacuhkan intimidasi sang guru. Sedangkan Hyukjae, ia merasa bersalah dan langsung membungkuk tanda permohonan maaf pada seongsaenim dan beberapa teman kelasnya yang terganggu.

 

“Joeseonghamnida saenim, kami tak bermaksud mengganggu pelajaran. Hanya ada sedikit masalah yang harus kami diskusikan. Mohon pengertiannya” ujar Hyukjae meyakinkan. Dan tepat, Shin saenim dapat menerima alasannya.

 

Tanpa berbicara lagi guru yang terkenal dengan ketegasannya itu kembali melanjutkan penerangan materi yang tadi sempat ter-pause sementara. Pengalihan waktu tersebut dipakai semua siswa untuk sekedar menghela dan menghembuskan napas lega, sepertinya guru Fisika itu membuat para muridnya tidak bisa bernapas karena takut. Killer Teacher.

 

 

“Nappeun namja” cibir Hyukjae pada namja di sebelahnya, suaranya sangat pelan tapi Kyuhyun masih bisa mendengar dan ia tak peduli kalau cibiran tersebut tertuju padanya.

 

Hyukjae menyeringai, “Benarkan dugaanku”

 

Sontak Kyuhyun menoleh kearahnya dengan bingung, “Mworago?”

 

“Tidak. Yang pasti kau akan tau sendiri” jawab Hyukjae masih dengan seringaian misteriusnya.

 

 

 

 

 

 

Tak jauh berbeda dengan Kyuhyun -sebagai Leader Dark, Leader Light pun tampak merasakan keanehan yang sama pada dirinya hanya dengan memikirkan gadis kelas 10 yang kemarn ditolongnya bersama Saehyun, tentu saja Taeyeon. Sepertinya gadis itu memiliki daya tarik tersendiri, bagaikan magnet, ia sukses mengalihkan perhatian dua namja sekaligus.

 

Kyuhyun dan Yunho baru pertama kali merasakan pikirannya di kuasai oleh seorang gadis semungil dan semanis Taeyeon. Penampilannya yang sederhana dan natural, itulah yang membuat Taeyeon cantik alami tanpa rekaan make-up apapun diwajahnya.

 

Namun disini Yunho kurang beruntung, karena tidak mengetahui nama gadis yang sudah menguasai pikirannya itu.

 

Ia menghela napas sejenak, sebelum akhirnya beralih pada yeoja di sampingnya yang sedang menyantap makan siang. Saat ini Yunho sedang berada di cafétaria bersama pengikutnya, Han Saehyun. Jika di perhatikan Saehyun memang memiliki wajah yang cantik, tapi yang ia tidak suka adalah kepribadian yeoja itu. Terkadang baik dan lembut namun berakhir dengan keras kepala dan seenaknya. Benar-benar susah ditebak.

 

Yunho menarik napas lalu bertanya, “Siapa yang akan mendaftar kelas 10-2 nanti sore?”

 

Saehyun memalingkan wajah dari makannya dan menyeruput juice-nya, lalu menjawab “Sepertinya aku lupa… Oh, ne! Kalau tidak salah Kim Jongin”

 

“Maksudmu Kai?” tanya Yunho lagi.

 

“Ne” balas Saehyun sebelum kembali melahap makan siangnya. Namun sepertinya ia sedang menahan tawa, “penggemar fanatikmu”

 

Yunho berekspresi tak jelas dan itu membuat Saehyun semakin tertawa geli.

 

“Memang kenapa dengan 10-2?” tanya yeoja itu setelah mengendalikan tawanya.

 

Yunho berpikir sejenak, “Gwaenchana. Pastikan saja banyak siswa kelas itu masuk Light”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

To be Continue…..

 

 

 

 

 

 

 

Annyeong readers! Bagaimana dengan chapter 2 ini, yang kurang pasti ada lah ya. Pertama author mau minta maaf sekaligus terimakasih untuk para readers yang sabar menunggu ff absurd-ku ini. Tentu untuk para chingu yang meng-koment juga. Semoga tambah banyak penggemarnya XD amin.

 

Apa ff ini membosankan? atau ga menarik? untuk itu author butuh apresiasi kalian untuk karya ini. Mungkin postingan selanjutnya masih ff ini deh. Yang LAL akan di next setelah ff DLTD sudah mencapai chap 4. Jadi untuk yang menunggu ff LAL, tolong bersabar ne. Waktu buat nulis ff semakin terkikis dengan belajar. Dimaklum yah. -mian, terlalu banyak omong, hehe.

 

Silahkan komentar, semakin banyak koment semakin cepat pula next chap-nya.

 

 

See You In Chapter Three :*

 

 

Advertisements

53 comments on “[FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 2)

  1. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 15) | All The Stories Is Taeyeon's

  2. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 16) | All The Stories Is Taeyeon's

  3. Pingback: Dark Light To Diamond (Chapter 17) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s