Nasty and Handsome Husband (Chapter 2)

101

Title : Nasty and Handsome Husband

Author : Oh Kyuri_76

Genre  : Family, Romance, Comedy

Rating : PG 18 + ( Bisa berubah sewaktu-waktu )

Length : Multichapter

Main Cast : Kim Taeyeon ( SNSD ), Xi Luhan ( EXO )

Other Cast : Seo Ji Hyun ( SNSD ), Kim Jong In ( EXO ), Silahkan temukan sendiri

Disclaimer :

      Attention ! This is just a fanfic, don’t think to much ! All of the cast it’s belong to God, but the storyline it’s pure mine ! Remember ! Don’t be Plagiator ! No bashing ! And then, give me your comment after read this fanfiction ! Thank’s ^^

Author Note’s :

Yuhuuuuu ~

Chapter berikutnya sudah siap ! Silahkan melatih otot mata dan jiwa kalian, nde ? Reader’s tercinta, sebelumnya author minta maaf karena menunda FF ini. Author akan usahakan, FF ini terus berlanjut dan berjalan mengikuti alur cerita, sekian.

Summary :

“ Sepertinya kau berhasil membuat calon buah hati kita. Apa sekarang kau mengerti ? ”

WARNING !!! TYPO !!!

^ Happy Reading ^

– Author POV –

Luhan tidak tahan lagi, ia terlalu terbawa suasana, dengan cepat bibirnya menciumi tengkuk Taeyeon dan menimbulkan bercak-bercak merah disana. Yang bisa Taeyeon lakukan saat ini hanya mengerang, mendesah, dan mengatur nafasnya berkali-kali.

          “ Saranghae ~ ”

~ Chapter 2 ~

Luhan mengerjapkan kedua matanya, pancaran sinar mentari sungguh membuatnya terganggu. Ia melepaskan lengannya dari pinggang Taeyeon.

“ Sebentar chagi … ” Luhan bangkit dan menutup tirai jendela yang terbuka karena terpaan angin. Lalu ia kembali berjalan ke arah ranjangnya dan melanjutkan kegiatannya yang tertunda.

Taeyeon terlihat menggeliat pelan, “ Apa sudah pagi ? ” tanyanya dengan mata terpejam. Luhan tersenyum lalu mencium kening Taeyeon, “ Kau tidak melihatnya ? Bukalah matamu, lihat aku. ” pinta Luhan seraya memperpendek jarak antara tubuhnya dan tubuh si istri.

Taeyeon membuka matanya perlahan, ia mendapati wajah Luhan yang berada tepat didepannya. Luhan tersenyum lembut, pada akhirnya, ia telah ‘ sepenuhnya ’ memiliki Taeyeon, dan gadis itu juga sudah membuka hatinya untuk Luhan, dengan kata lain, mereka kembali menghangatkan hubungan masa lalu.

“ Selamat pagi, chagi. ” untuk yang kedua kalinya, Luhan mencium kening Taeyeon.

Sambil tersenyum Taeyeon menjawab, “ Selamat pagi, apa kau tidak pergi bekerja ? Bagaimana jika seluruh karyawanmu menanyakan keberadaanmu, hm ? ”

Ekspresi Luhan langsung berubah menjadi datar, “ Apa-apaan kau ini ! Aku sengaja mengambil cuti untuk menikmati saat-saat seperti ini, tapi kau malah menyuruhku untuk pergi bekerja, sungguh menyebalkan ! ”

Taeyeon terkekeh pelan, tampaknya perkataannya barusan sukses membuat suaminya marah. Taeyeon pun mencium bibir Luhan sekilas, “ Mianhae. ”

Luhan mengerjap, “ Ka-kau … Menciumku ? ”

“ Ck, jika aku tidak melakukannya, apa kau akan memaafkanku ? ” sindir Taeyeon sambil memandang Luhan dengan tatapan tajam.

“ Ya-ya ! Jangan memandangku dengan sorot mata seperti itu ! Aishhh ! ”

“ Wae geurae ?! Kenapa kau sangat temperament, eoh ?! ”

Luhan memutar bola matanya, “ Chagiya, kau tahu, aku sangat bahagia karena kau sudah menerimaku seperti dulu lagi … Aku harap kau tidak akan pernah meninggalkanku lagi, Taeyeon-ah … ”

Taeyeon tersenyum pahit, tiba-tiba ia mengingat kedua kepribadian Luhan. Memang sekarang Taeyeon membuka hatinya untuk Luhan, namun entah kenapa perasaan cintanya semakin berkurang. Taeyeon tidak pernah berpikir Luhan akan benar-benar berubah dan tidak lagi mempermainkan hati perempuan.

Lalu, hal apakah yang membuat Taeyeon membuka hatinya setelah sekian lama ia menekan perasaannya terhadap Luhan ? Ya, selain ia masih ingin memiliki Luhan, Taeyeon juga sangat ingin menghilangkan salah satu sifat buruknya itu.

Tapi sampai sekarang pun, hatinya masih tidak terima. Bukan tidak terima dengan sikap Luhan, tapi dengan cinta Luhan yang diberinya kepada orang lain, bukan semata-mata untuknya. Sisi-sisi Luhan terlalu sulit ia cerna, lagi pula bagaimana dengan yeoja-yeoja yang pernah ia sakiti ? Apa Taeyeon juga harus menanggung semuanya suatu saat nanti ?

“ Chagi ? Gwaenchana ? ” Luhan membelai surai Taeyeon dengan sayang, terlihat sekali ketika Taeyeon memandang kedua bola matanya yang sendu itu.

Taeyeon mengangguk, “ Gwaenchana, apa kau benar-benar mengambil cuti ? ” Taeyeon kembali ke pertanyaan sebelumnya, ia bermaksud agar Luhan tidak menanyakan ‘sesuatu’ yang ditakutinya.

Luhan terkekeh lalu mengarahkan tangannya ke pinggang Taeyeon, ia memeluknya, “ Aku ingin kita membuat si junior, oettae ? ” bisiknya menggoda Taeyeon.

Istrinya itu tentu tahu apa maksud ‘ si junior ’ yang Luhan katakan barusan. Sementara Taeyeon masih memikirkannya, Luhan kembali mencium kening Taeyeon, “ Kali ini aku bersungguh-sungguh, Taeyeon. Tidakkah kau merasakannya ? ”

Deg !

Hati Taeyeon terasa seperti dihujam pisau dan terguyur hujan diwaktu yang bersamaan. Rasanya sangat sakit karena Taeyeon yang tidak tahu akan perasaannya terhadap Luhan, dan sangat sejuk ketika ia mendengar kata-kata pasti dari dalam bibir suaminya.

Luhan menurunkan wajahnya, kini matanya sukses mengambil perhatian Taeyeon, “ Kau masih ragu, ‘kan ? Bagaimana caraku agar aku bisa meyakinkanmu, Taeyeon-ah ? ”

Taeyeon menggeleng pelan, tak terasa air matanya mulai menetes, “ Mianhae … Aku sudah menyakitimu- ”

“ Sshhhttt … Apa-apaan kau ini, hm ? Aku tidak ingin melihatmu menangis, arra ? ”

“ Tapi- Mmmpphhhh ! ” Taeyeon membelalakkan matanya sambil menahan desahan karena Luhan. Tampaknya suaminya itu tidak bercanda dengan kalimatnya tadi. Apa mungkin hari ini Taeyeon akan mengerang lagi ? Tidak cukupkah ia menahan sakit didaerah intimnya sekali saja ?

Luhan semakin memperdalam ciumannya, ia menekan kepala Taeyeon dan sedikit menggoda bagian bawah tubuh istrinya. Tanpa melepaskan ciumannya, Luhan pun memasukkan junior-nya ke dalam miss-v Taeyeon dengan sekali hentakan.

“ Arrggghhhhh !!!!! ” Taeyeon melepaskan ciumannya sambil mendorong dada Luhan untuk menjauh. Namun kedua tangan Luhan masih memeluk erat pinggangnya.

“ Mianhae … ” Luhan mengelus kepala Taeyeon dan memeluknya. Ia pun sengaja menggerak-gerakkan pinggang Taeyeon.

“ Ah … Lu-luhan … Ahhh … !!!!! ” mendengar desahan itu Luhan hanya bisa tersenyum puas. Kejadian kemarin belum membuat nafsunya berkurang, dan semoga saja sekarang Luhan bisa mengontrol dirinya sendiri.

Taeyeon memukul pelan dada Luhan, ia memejamkan kedua matanya dengan maksud menahan rasa sakit yang menyerang daerah sensitif miliknya. Namun sayang, Luhan terlihat larut dalam permainannya itu, ia tak memikirkan Taeyeon, ia tak memikirkan bagaimana keadaan istrinya yang semakin lemah itu.

Luhan memainkan kedua buah dada Taeyeon dengan gemas. Ia meremas, mencium, bahkan menggigitnya penuh hawa nafsu. Sedangkan Taeyeon masih bertahan dengan erangannya itu, ia lalu mendorong kasar dada Luhan untuk menjauh, “ Jebal … ” pintanya yang sudah tidak sanggup lagi.

Luhan menggeleng cepat, “ Bertahanlah … Sebentar lagi, ok ? ” dengan cepat Luhan mencium bibir Taeyeon dan melumatnya dengan ganas, ia juga tidak lupa dengan salah satu aktivitasnya dibawah sana. Taeyeon menangis, selain merasakan sakit, Taeyeon juga merasakan nyeri didalam perutnya, entah karena apa.

Luhan mengeluarkan junior-nya dari dalam miss-v Taeyeon. Ia melihat dada istrinya yang naik-turun mengatur nafas beberapa kali. Luhan mengelus lembut pipi Taeyeon, lalu mencium keningnya untuk beberapa waktu, “ Kau milikku sekarang, tidak ada satu orang pun yang boleh menyentuhmu tanpa persetujuanku, arra ? ” bisiknya seraya melemparkan senyuman manisnya.

Taeyeon mengangguk, ia pun juga melakukan hal yang sama, yaitu mengelus pipi Luhan, “ Kau kira aku akan membiarkan lelaki lain menyentuhku ? Aku rasa tidak mungkin, karena aku memilikimu, Xi Luhan. ” ucapnya dengan senyuman tipis, wajahnya yang pucat membuat Luhan merasakan kekhawatiran yang membuncah.

“ Maafkan aku, jika aku bermain terlalu kasar … Aku tidak akan pernah melakukannya lagi, sungguh. ” sesalnya tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah pucat istrinya.

Taeyeon memukul kepala Luhan, “ Bukan itu maksudku, bodoh ! ” cecarnya dengan suara pelan namun terkesan memberontak.

“ Lalu ? ”

Kedua bola mata Taeyeon berotasi dengan malas, “ Sepertinya kau berhasil membuat calon buah hati kita. Apa sekarang kau mengerti ? ”

“ Ka-kau bilang … Aku berhasil ? Tapi, bagaimana caramu mengetahuinya, hm ? ”

Taeyeon menunjuk ke arah bawah tubuhnya, “ Perutku sangat sakit, aku rasa sel sprema milikmu itu sudah menyebar ke rahimku, Lu. ”

Luhan mengerjapkan kedua bola matanya, “ Oh, jeongmal ?! Ahhh !!! Akhirnya, aku bisa menciptakan calon buah hati kita, Taeyeon ! Setelah sekian lama menunggu … Ternyata aku mendapatkan dua bonus sekaligus ! Aishhh, aku tidak percaya ini ! ” seru Luhan kegirangan.

“ Tunggu, apa maksudmu mengatakan ‘dua bonus sekaligus’ ? ”

Luhan mengacak pelan rambut Taeyeon, “ Tentu saja, karena aku berhasil memilikimu dan membuat tubuhmu bekerja. Maksudku … ”

“ Ck, dasar mesum ! Kenapa setiap kali kau melakukan hal seperti itu, pikiranmu selalu saja melayang ke bagian tubuhku yang disana ! ” Taeyeon mengarahkan bola matanya ke bawah, ia terlihat cemberut dan kesal.

“ Apa salahnya ? Kau ini istriku ! Terserah apa kataku, ‘kan ? Karena aku ini suamimu, Kim Taeyeon. ”

“ Tapi tetap saja tidak bisa seperti itu ! ”

Luhan menganga, “ Ya ! Ya ! Ya ! Lalu aku harus bagaimana ? ”

“ Kau harus menahan nafsumu yang berlebihan itu ! Kau tahu, karena ulahmu aku merasakan sakit selama 2 hari, dan rasanya sangat menusuk, pabo ! ”

Luhan menghembuskan nafas kasar, “ Itulah tugas seorang suami, Taeyeon. Jika aku tidak me- ”

“ Aishhh, sudahlah ! Jangan membahas masalah ini lagi, entah kenapa, tiba-tiba badanku terasa sangat ingin beristirahat. Oh, dan satu hal lagi ! Kau harus berjanji untuk tidak melakukan hal seperti ini lagi secara tiba-tiba, kau mengerti ?! ”

“ Mwo ? Ya-ya ! Ta-tapi aku ini- ”

Chu ~

Taeyeon mengecup bibir Luhan dan memainkan lidahnya dengan profesional. Mulanya Luhan terkejut, namun semakin lama, ia juga menikmatinya. Mereka memang tidak melakukan hubungan suami-istri, tapi karena Taeyeon memancing Luhan dengan ciumannya, maka Luhan tidak segan-segan untuk membalasnya dengan aura yang lebih panas lagi.

“ Mmmpphhhh !!! ”

Luhan menekan bibirnya, ia menggigit bibir bawah Taeyeon dan memaksa lidahnya untuk masuk ke dalam bibir tipis itu. Kedua mata mereka sama-sama terpejam, merasakan sensasi nikmat yang tak akan mudah untuk dijelaskan, bahkan suara nyanyian burung-burung pun tak bisa mengganggu mereka.

Taeyeon menahan dada Luhan sejenak, sekedar mengambil nafas lalu kembali menarik kepala suaminya. Luhan tersenyum disela-sela ciumannya itu, ia memiringkan kepalanya agar mendapatkan posisi yang lebih nyaman. Taeyeon dengan lemah mencium bibir Luhan dan sekali-kali menggigitnya, sebagai seorang istri, ia juga ingin merasakan bagaimana cara membuat suaminya tergoda.

Luhan dan Taeyeon terus melakukan ciuman itu selama beberapa menit, hingga suara decakan dapat terdengar saat mereka melepaskan tautan bibir itu untuk mengambil nafas.

“ Lu- ”

Belum sempat Taeyeon memanggil nama suaminya sepenuhnya, Luhan sudah menciumnya dan melumatnya lagi, lagi, dan lagi. Terpaksa Taeyeon harus membalasnya, ia meraih tengkuk Luhan dan menekannya, kemudian merapatkan dadanya ke dada Luhan.

Luhan menarik sudut bibirnya sekilas, ia dapat merasakan gumpalan buah dada Taeyeon yang sangat menarik itu. Luhan melepaskan ciumannya, “ Biarkan aku merasakannya sebentar, nde ? ” pintanya sambil mengelus sesuatu yang berada di dada Taeyeon.

Istrinya hanya mengangguk, “ Asalkan kau melakukannya dengan lembut, Lu. ” anggukan singkat Luhan berikan sebagai jawabannya. Ia pun sedikit menurunkan posisi tubuhnya, dan kini matanya tepat berada didepan kedua gumpalan itu.

Luhan mencium keduanya dengan lembut, lalu memasukkan bibirnya ke dalam salah satu ‘benda’ itu. Ia menggigitnya dan menjilatnya seperti seorang bayi. Taeyeon hanya dapat mengerang keras, tapi ia sungguh menikmati permainan ini.

Kedua tangan Taeyeon menekan kepala Luhan untuk lebih dalam lagi. Luhan juga sama, ia melingkarkan kedua tangannya di pinggang Taeyeon dan menekannya untuk lebih rapat lagi.

“ Aggghrrr !!! Ahhhh !!! Lu, jangan me-menggigitnya terlalu keras ! Ya !!! ”

Luhan melepaskan bibirnya, ia mengadahkan wajahnya untuk menatap wajah Taeyeon, “ Rasanya sangat menggoda, Taeyeon-ah … Aku tidak bisa mengontrol diriku sendiri, mianhae. ”

Taeyeon terkekeh pelan, “ Bukankah kau bisa melakukannya setiap hari ? Semaumu dan sepuasmu, tapi untuk hari ini, sepertinya sudah cukup. ”

Luhan mengangguk sekilas, ia menggiring Taeyeon untuk pergi ke dalam kamar mandi, “ Kita akan bersenang-senang di tempat yang berbeda, ok ? ”

“ Luhan … Kenapa kau- ”

Brakkk !

“ YA !!!!! ”

          #_#_#_#_#_#_#_#_#_#_#_#_#_#_#_#_#_#_#_#_#

Kai melihat pemandangan diatas balkon kamarnya. Di rumah megah nan hening itu ia hanya tinggal seorang diri, orang tuanya masih berada di Canada, sedangkan Taeyeon ? Kemarin sang noona menyampaikan pesan singkat untuknya, tak perlu diperjelas, intinya Taeyeon akan tetap tinggal di apartement bersama lelaki berengsek bernama Xi Luhan itu.

Kai menghembuskan nafasnya kasar, sekarang pikirannya benar-benar berkecamuk. Disatu sisi, Kai masih muak mengingat kejadian Luhan dan Yoona yang sudah melewati batas kerja. Namun disisi lain, ia tidak bisa membiarkan kekesalannya itu terimbas pada Taeyeon, Kai sangat menyayangi Taeyeon, melebihi apapun.

Bahkan ia tahu betul mengapa Luhan berubah menjadi ‘playboy’ dan tidak segan-segan bermesra-mesraan didepan Taeyeon. Alasannya sederhana, dan bermula pada titik yang sama. Taeyeon, noona tersayangnya yang menyebabkan Luhan berperilaku seburuk itu.

Kai masih mengingat jelas kejadian masa lalu mereka, dan perkataan Luhan yang menjanjikan akan membuktikan perasaannya bila lelaki itu dan Taeyeon sudah menikah. Namun sebelumnya, Taeyeon memang bersalah dalam persoalan ini. Gadis itu sengaja membuat Luhan sakit hati, dan sama seperti perilaku Luhan yang sekarang, dulunya Taeyeon juga sering bergonta-ganti pasangan, walau saat itu ia masih menjabat sebagai kekasih Luhan. Ya, kekasih lelaki itu.

Beberapa buah photo, Kai lihat diatas ranjangnya, disana jelas terpampang wajahnya, wajah Taeyeon, dan wajah Luhan saat mereka berlibur ke pula Jeju beberapa tahun yang lalu. Peristiwa membahagiakan sewaktu Luhan dan Taeyeon masih memiliki hubungan itu membuat Kai tersenyum tipis, namun saat manik matanya kembali menatap wajah Luhan, entah kenapa perasaannya seperti berkobar-kobar dengan penuh emosi.

Tangan Kai bergetar, ia juga menggeretakkan giginya kesal, “ Lelaki pengkhianat ! Berengsek !!! ” umpatnya sambil merobek photo yang tergambar wajah Luhan disana. Kai lalu membuangnya dan menginjak photo tersebut sambil menghentakkan kakinya.

Sesudah puas, Kai pun berlutut sambil terisak ringan. Ia sadar apa yang dilakukannya kali ini, dan saat tangannya menampar pipi Yoona … Kai sangat menyesalinya, sungguh, ia masih mencintai gadis itu. Tapi perbuatan Yoona sukses membuat perasaan Kai terluka, bahkan sekarang ia menyimpan 2 dendam yang nyaris tak bisa dihapus.

Xi Luhan dan Im Yoona. 2 dendam yang Kai pendam akan ia tujukan pada kedua nama itu. Menurutnya, jika ia ingin membalaskan dendamnya untuk Yoona, akan menjadi kesenangan tersindiri. Dan Luhan, ia akan menggunakan Seohyun sebagai umpannya, setelah itu, barulah ia yang bertindak.

Pertanyaannya kali ini, mengapa harus Seohyun ? Tentu saja Kai tahu, gadis itu adalah salah satu korban cinta Luhan, Seohyun pun pasti belum bisa melupakan lelaki itu, jadi apa boleh buat ? Terpaksa Kai harus bekerjasama dengannya untuk membalaskan dendamnya pada Luhan.

          #_#_#_#_#_#_#_#_#_#_#_#_#_#_#_#_#_#_#_#_#

Taeyeon menoleh ke arah Luhan yang sedang menggunakan kemejanya. Mereka memutuskan untuk berjalan-jalan mengililingi kota Seoul hari ini.

“ Lu, bagaimana dengan yang ini ? ” Taeyeon menunjukkan dua kalung dengan liontin yang berbeda.

Luhan menatap keduanya dengan malas, “ Itu adalah kalung ke delapan yang kau tunjukkan padaku, chagi. Sudahlah, jangan mempermasalahkan soal kalung itu. ” Luhan kembali merapikan kemejanya, ia tidak peduli akan wajah kusut yang menghampiri Taeyeon.

“ Oh, arra, arra … Kau tidak ingin aku terlihat cantik dimata semua orang, ‘kan ? Kau sengaja melakukan semua ini agar- ”

Grep !

Luhan menarik tangan Taeyeon ke dalam pelukannya. Ia membelai surai Taeyeon sambil menggeleng pelan, “ Aku tidak berniat melakukan semua itu, Taeyeon. Tapi kau memang benar, aku tidak ingin istriku ini terlihat cantik dimata semua orang. ” ucap Luhan setelah ia melepaskan pelukannya.

Taeyeon semakin kesal mendengar perkataan Luhan barusan, “ Tega sekali. ” gumamnya bersulut amarah.

Luhan memutar bola matanya asal, “ Tentu saja aku tidak ingin kau terlihat cantik, Taeyeon. Apa lagi dimata semua orang. Dengar ini ! Kau hanya boleh terlihat cantik dimataku saja, bukan dimata orang lain, arrasseo ?! Dan satu hal lagi, kau tidak perlu memakai semua kalung itu, Taeyeon … Karena tampil dengan biasa pun, kau sudah terlihat sangat mengagumkan, Taeyeon-ah … ”

Wajah kusut Taeyeon langsung berubah menjadi berseri-seri, “ Jeongmal ? ”

“ Nde, percayalah. ” Luhan tersenyum manis. Beberapa menit kemudian, barulah mereka berangkat untuk pergi ke Namsan Tower terlebih dahulu. Selama diperjalanan, Luhan sesekali menyempatkan diri untuk melihat Taeyeon yang sedang berkutik dengan ponselnya.

“ Kau bahkan lebih mementingkan benda itu. ” sambung Luhan terlihat sedikit jengkel.

Taeyeon yang masih belum peka dengan santainya menekan-nekan layar ponselnya. Mendadak kaki Luhan menginjak rem dan membanting setirnya ke sebelah kiri.

Ciiiitttttttttt !!!!!!!!!!!!

“ YA !!!!! Kau ingin membunuhku, Lu ?!!! ”

“ Kau yang ingin membunuhku ! ” potong Luhan sambil menatap sengit wajah Taeyeon.

Gadis itu hanya mengernyit tidak mengerti, “ Aku ? Apa maksudmu ? ”

“ Lihat, kau tidak mengerti, ‘kan ? Kau terlalu sibuk dengan ponselmu itu ! Memangnya benda itu bisa memberimu segalanya, huh ? ”

Taeyeon menggeretakkan giginya, “ Apa kau bilang ?! YA !!! Kai sedang mengirimkan pesan kepadaku, tentu aku harus menjawabnya, Lu ! Lagi pula apa urusanmu ? Ponsel ini milikku, maka terserah apa kataku mengenai benda ini ! ”

“ Hah ?! Ck, apa itu berarti kau tidak membutuhkanku lagi, Kim Taeyeon ? Arrasseo ! Arrasseo ! Kau memang sangat menyebalkan ! ”

Taeyeon menganga, “ MWO ?????!!!!!! Apa hanya aku yang menyebalkan disini ?! Sepertinya masih ada satu manusia lagi yang amat sangat-sangat-sangat menyebalkan disini ! ” cecar Taeyeon sambil melipat kedua tangannya. Suasana didalam mobil seketika menjadi tegang, siapa pun diantara Luhan dan Taeyeon tidak ada yang berani menyapa.

Drrt … Drrt … Drrt …

Taeyeon melihat layar ponselnya, segera diangkatnya panggilan dari Kai, “ Yeobseyo ? ” sapanya dengan nada suram.

“ Yeobseyo, noona ? Ada apa ? ”

Taeyeon melirik Luhan sekilas, “ Aniyo, gwaenchana. Ah, kenapa kau menghubungiku, Kai ? ”

“ Aku hanya ingin bertanya, noona dan Luhan hyung ada dimana saat ini ? Baru saja aku berkunjung ke apartement kalian, tapi sepertinya tidak berpenghuni. ”

Taeyeon memutar bola matanya, “ Aku dan Luhan sedang pergi, Kai. ”

“ Hmmm, kalau begitu, aku akan menyusul kalian, nde ? Ada seseorang yang ingin bertemu dengan noona dan Luhan hyung. ”

“ Nugu ? ”

“ Mollayeo, sekarang noona ada dimana ? Aku akan segera kesana. ”

“ Kami akan menunggumu di Namsan Tower, nde ? ”

“ Namsan Tower ? Ah, nde. ”

“ Ok, annyeong ~ ”

“ Annyeong noona ! ”

Tut … Tut … Tut …

Luhan melihat ponsel Taeyeon diam-diam, “ Ada apa ? ”

“ Namsan Tower, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu. ” ucap Taeyeon singkat dan datar.

Luhan langsung menginjak gasnya tanpa bertanya siapa yang ingin menemuinya. Karena ia sendiri sedang diliputi rasa malas dan jengkel berlebihan.

          #_#_#_#_#_#_#_#_#_#_#_#_#_#_#_#_#_#_#_#_#

Luhan langsung terpaku ditempatnya. Bagaimana tidak ? Orang yang berada disamping Kai adalah Seohyun, ia yakin orang itu Seohyun, karena dari wajahnya saja Luhan bisa mengenali gadis itu.

“ Noona ! ” sapa Kai yang langsung berlari ke arah Taeyeon. Luhan sendiri hanya terdiam, ia mengalihkan tatapannya saat Seohyun mengulurkan tangan kanannya untuk menjabat tangan Taeyeon.

“ Annyeong, eonni … ” sapa Seohyun dengan ramah.

Taeyeon membalasnya dengan senyuman, ia memang tahu bahwa Seohyun adalah kekasih Luhan yang dulu, tapi ia tidak tahu jika Kai membawa gadis itu untuk bertemu dengannya dan juga Luhan.

“ Annyeong … ”

Seohyun terlihat sibuk memperhatikan Luhan, ia merasakan ada hal aneh pada namja itu, “ Oppa ? Apa beginikah kau sekarang ? Padahal aku sudah berdandan sangat cantik untuk bertemu denganmu … ” ujarnya dengan mimik sedih yang dibuat-buat. Sesuai rencana, Kai dan Seohyun sengaja memojokkan Luhan agar Taeyeon semakin muak dan akhirnya … Meninggalkan manusia sialan itu.

Ekspresi Luhan pun datar-datar saja membalasnya, “ Jangan memancingku, Seohyun. Kau tahu bahwa Taeyeon adalah istriku, ‘kan ? ”

Seohyun mengangguk, “ Aku tahu, Kai sudah menceritakan semuanya tentang Taeyeon eonnie kepadaku, tapi sebagai seorang perempuan, aku tidak ingin Luhan oppa menyakiti Taeyeon eonnie … Ya, contoh saja aku, ingatkah kau saat meninggalkanku di café, oppa ? Rasanya sangat sakit, dan jangan sampai kau melakukan hal yang sama kepada Taeyeon eonnie, nde ? ”

Luhan menatap Taeyeon sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, “ Tolong jangan dengarkan ucapannya, Taeyeon-ah … Dia sedikit … Berlebihan. ”

“ Berlebihan katamu, hyung ? Bukannya itu semua adalah fakta ? ” tanya Kai memotong pembicaraan Luhan dan Taeyeon.

“ Kai, diamlah. Dan Seohyun-ssi, aku belum mengenalmu dengan baik, kau pun begitu- ”

“ Ah, ani ! Ani ! Aku sudah mengenalmu dengan baik, eonnie. Setiap Luhan oppa pergi ke rumahku, dia selalu membicarakanmu, bukan begitu, Lu oppa ? ”

Wajah Taeyeon memanas, ia mengepalkan tangannya menahan emosi, “ Kalau begitu baiklah, sekarang apa tujuanmu mengajak gadis ini, Kai ? ” tanya Taeyeon dengan nada sedikit tinggi.

“ Aku juga tidak tahu, dia sendiri yang ingin bertemu dengan Luhan hyung, dan kebetulan, aku tadi mengunjungi apartement noona, jadi sekalian saja kami berangkat bersama. ”

Luhan langsung berdiri menghadap ke arah Kai, “ Baguslah, dengan begitu … Kau bisa mengantarnya kembali, bukan ? Aku dan juga Taeyeon ingin menikmati hari kami untuk sekarang ini, tolong jangan mengganggu, nde ? ” sindir Luhan menarik tangan Taeyeon.

Kai tidak mau kalah, ia menahan pundak Taeyeon lalu berbalik menariknya, “ Dia adalah noona dari seorang Kim Jong In, dan itu aku ! Jika seorang namdongsaeng ingin bertemu dengan noona kesayangannya, apa itu salah, Luhan hyung ? ”

Taeyeon mengernyit heran, sepertinya Luhan dan Kai sedang tidak baik sejak masalah Yoona menghampiri keduanya, “ Jadi ? Jangan berkelahi ditempat ini, ok ? Bagaimana kalau kita jalan-jalan bersama saja ? ” usul Taeyeon membuat Luhan tersentak. Sementara Kai menyeringai puas, dan Seohyun mengangguk setuju.

Sambil merangkul Luhan, Seohyun pergi meninggalkan Taeyeon serta Kai, “ Kajja, oppa ! ”

“ Ya ! A-apa-apaan kau ini ?! Taeyeon ! ”

Teriakan Luhan tidak Taeyeon hiraukan. Ia hanya memalingkan wajahnya dan membiarkan kedua manusia itu pergi menjauh. Kai yang melihat ekspresi dingin Taeyeon bersorak gembira didalam hati, untuk rencana pertamanya sejauh ini sukses dilaksanakan, tentu dengan bantuan Seohyun.

“ Noona, kajja. ”

Taeyeon menepis tangan Kai, “ Jangan menyentuhku, Kai. Kau yang telah membawanya hingga bertemu dengan Luhan, kau tidak mengerti perasaanku, Kai ? Seharusnya saat kalian dalam perjalanan menuju ke tempat ini, kau sudah memikirkannya sejak awal, tapi apa ? Lihat si Seohyun itu ! ”

Kai menatap Taeyeon sejenak, lalu beralih memandang punggung Luhan dan Seohyun dari kejauhan, jujur ia sangat keberatan melihat Taeyeon seperti ini, tapi mau bagaimana lagi ?

“ Noona, aku juga tidak tahu jika Seohyun adalah kekasih Luhan hyung yang dulu, dia baru menceritakannya saat aku sudah sampai ditempat parkir, jika sudah begitu, apa tega aku meninggalkannya ? ”

“ Setidaknya kau harus memberitahunya bahwa Luhan sudah menjadi suamiku, Kim Jong In ! ”

Kai merotasikan bola matanya, “ Arra, noona … Mianhae, nde ? Tolong jangan marah lagi, aku tidak ingin tatapan orang-orang jatuh padamu karena alasan yang buruk, ok ? ”

Taeyeon menoyor kening Kai, “ Anak bodoh ! ” umpatnya lalu berjalan meninggalkan Kai dibelakangnya.

“ Aishhh, noona !!! ”

– To Be Continued –

Author Note’s :

Sampai disini, apa alurnya lancar-lancar saja ? Ataukah semakin berantakan ? -,- || Ya, semua itu hanyalah reader’s dan author yang tahu, tapi mungkin lebih peka reader’s sih … ><

Back to Fanfiction ! Kyaaaaa !!!!!!!!! Dichapter inilah konflik antara Luhan dan Kai akan dimulai. Entah Luhan yang menang, ataukah adik iparnya yang menang, semua berada ditangan author #tertawa_evil || Di chapter pertama, author sudah memberikan clue sebagai penerangan (?) terjadinya konflik Luhan dan Kai, dan di chapter ini author sudah memberikan beberapa bumbu awal terjadinya konflik mereka, tapi bagaimana selanjutnya ?

Mungkin saja author akan menambahkan cameo sebagai penyedap (?) konflik mereka, dan sedikit kesan pahit (?) saat Taeyeon bertemu dengan Seohyun untuk hari-hari berikutnya. Ya, sesuai otak author, dichapter ketiga nanti Seohyun akan berperan sangat penting bagi kehidupan rumah-tangga Luhan dan Taeyeon. Begitu pula Kim Jong In a.k.a Kai. ^^

Entah, author sendiri pun dibuat bingung dengan FF ini, jika ada saran yang mampu memperlancar arus jalannya otak author, dimohon comment, nde ? Beri author jalan yang lurus agar FF ini cepat finish ! And the last, bersamaan dengan chapter ketiga ( atau mungkin lebih dulu FF ini ) author akan memposting sebuah fanfiction dengan cast Taeyeon + ( …?…) || Ciri-cirinya … Tampan rupawan, tinggi, sexy ( bisa jadi ), vokalis utama, magnae, multi-talent, dan calon suami author -,- || Ok, sampai disini dulu ^^ || Can 100 comment ? Annyeong ~

Advertisements

75 comments on “Nasty and Handsome Husband (Chapter 2)

  1. Bagus thor! Seru! Konflik keren (y) .
    Tp akhir nya,happy ending y?
    Ksihan lutae nya 😦 .
    Eh, aku bca ny kok jdi kek mas bram ,mbak hana+hello kity ya? :v xD

  2. kai gitu bangett ya hahaha. duh yg sesi pertama hot bgettt authorr, seohyun ganggu deh hahaha. gak tau luhan beneran sayang ama tae nuna ato enggak-___-wkwkwkw next project/chapter fighting yaaa

  3. keren thorrr
    Akhirnya luhan yang menang kan ya ya ya
    Jangan samap hancur rmh tangga lutae .
    Lanjut thor semangat

  4. huh? apa ini ? O///////O #tutumata
    AAAAAAAAAAA………… ini Si Luhan kok ervert banget sihhh……
    kkk~ cie..cie… So Sweet banget deh….
    itu apa yg akan trjadi? itu kn ada Seohyun eonnie? kenapa Kai oppa sma Seohyun eonnie bkal jdi org pnting…? KENAPA!!!! #readergila
    -_-” thorr…. cha slanjutnya jngan lama” nde pkoknya ff author ini yg pling Daebakk deh…. hihiihi…… di tnggu cha slanjutnya yah.. FIGHTING!!

  5. wah ff nya udah di lanjutin nih kekekkekekek
    seru seru O.M.O 😮 ahhhhh luhan oppa pervert banget deh
    sabar aja yha taeng eonn menghadapi luhan oppa yang pervert minta ampun wkwkwkkw
    hufftttt konflik di mulai KAI udah Ngibarin Bendera Perangnya ke Luhan #mendramatisir 😀
    Apa Apaan Ini si KKamjong Bawa2 Seohyun Lagi ya ampun konflik besar akan terjadi 😦
    Bagaimana Dengan Lutae ??? ck kasian taeng eonn ah ulah luhan sih pake acara kayak gitu semua cewek di pacarin akibatnya kayak gini kan #di gampar luhan 🙂
    OMO Kai n Seohyun akan berperan besar di kehidupan Lutae selanjutnya Wah gk bisa di biarin nih
    Pasti Kai akan nyusun rencana buat nghancurin luhan secara perlahan dengan datengin seohyun ! #SOTOY Loe
    apalagi si Seohyun tuh Lebay bgt besar2in msalah lagi klo udah tau luhan itu suaminya taeng trus knapa kmu malah mau di ajak balas dendam bareng kai #SEBALLLL
    dan dia gk akan segan2 ngorbanin kebahagiaan nonna nya agar dendamnya terpenuhi ya ampun gk bisa bayangin chap selanjutnya kayak gmana #reader gila
    Updatesoon yha thor jangan pisahin lutae kumohon #aegyeo 😉 bbuing bbuing

    Ff barunya itu castnya siapa maknae ??? lead vocal ?? tampan ?? tinggi ?? multitalent ??
    kayaknya kyuhyun suju deh #nebak

  6. Jiaaahh kai kok jahat bgt sama luhan
    kan dia nggak tau kebenrannya… ya semiga seohyun sadar lah ga seharusnya dia ngrusak rmh tangga org… hello kitty deh jadinya qkqkqk

  7. Seru , keren bnget deh ffnya thor 😉
    Aku gk ngerti mksud kai tuh apa , kok dy pngen jauhin noonanya sm luhan sih ??
    Pliss lanjutin ffnya cepetan thor gk sabar .

  8. Tutup mata di chap 2 ini?? oh my god ga nyangka bakal ada adegan itu???
    next chap ada lagi ga adega itu. hihihi *plak yadongnya kumat. lanjut akh thor. Oh ya harapan sih ff ini chapnya jangan terlalu panjang klo bisa 3Shoot+bonus kayanya lebih menarik gitu loh thor klo ff 3shoot.. tp terserah author aja deh yg penting lanjut….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s