[FREELANCE] My Rival Is My First Love (Chapter 5)

MRIMFL 3

My Rival Is My First Love Chapter 5

 

 

Aurhor             : amaamemade

Main Cast        : Kim Taeyeon SNSD, Oh Sehun EXO K

Other Cast       : Tiffany SNSD, Kai EXO K, Luhan EXO M, Yoona SNSD (selanjutnya liat sendiri aja)

Genre              : School life, Romance, Marriage Life, Little Sad (maybe?)

Lenght             : Chapter

Rating             : PG-17

 

Ya, author kirim lagi kelanjutan ff ini ke admin buat para readers. Author terinspirasi dari beberapa film dan cerita terus tambahan sedikit masukkan dari adik author. tapi tetep ini adalah ff murni dari pemikiran author

Massa?

Kalau gak percaya, tunggu dan ikuti terus chapter selanjutnya ^^

Makasih buat admin yang lagi-lagi mau ngepost ff author ini. Gomawo Min. heheheh.

Ff ini murni dari pemikiran author jadi harap jangan memplagiat ataupun mengcopy 🙂

 

Warning! buat yang dibawah umur, harap lihat rating yang tertera jelas diatas.

 

Harap maklum {Typo}

Comment kalian author tunggu 🙂

udah dulu basa basinya. hehhehe, dan silahkan baca

 

 

MRIMFLC5:)

 

 

 

“Hey ! turunkan Aku dari mobilmu sekarang juga !!!!” pekikkan Taeyeon ini tidak didengar oleh Sehun yang malah mempercepat laju mobilnya sedangkan Taeyeon yang merasa was was langsung berucap kembali “Yak, Kau mau membunuhkuh?” tapi tetap saja Sehun tidak berucap sehingga Taeyeon hanya menangani ketakutannya dengan cara menutup matanya

 

`Playboy menyebalkan` upat Taeyeon dalam hati disela-sela ketakutannya karena sampai saat ini mobil Sehun masih melaju cepat, beruntung tidak ada polisi yang sedang berpatroli didaerah itu sehingga aksi Sehun yang menggila ini tidak mengakibatkan dirinya berurusan dengan polisi

 

Taeyeon masih saja mengumpat, memaki dan berbagai sumpah serapah Taeyeon ucapkan dalam hati, bagaimana Taeyeon tidak kesal jika dirinya langsung dipaksa menaiki mobil Sehun terlebih lagi dirinya ditarik secara paksa oleh Sehun saat dirinya sedang menatap binggung seseorang yang tadi bergumam “Black”

 

Flashback ON

“Black” gumaman kecil dari Namja itu membuat Taeyeon yang semula menatap lembar-lembar kertasnya menjadi menatap Namja itu dan kini mereka berdua saling menatap dengan jarak pandang yang cukup dekat dengan posisi mereka saat ini.

 

 

 

 

 

“Taeyeon” merasa dirinya dipanggil Taeyeon pun mengalihkan pandangannya dan entah mengapa dirinya kini merasa gugup melihat tatapan Namja menyebalkan yang sudah berstatus sebagai Suaminya kini menatapnya atau lebih tepatnya menatap Namja yang disamping Taeyeon dengan tatapan tajam yang jujur saja baru pertama kalinya Taeyeon melihat tatapan Namja itu setajam itu.

 

Tapi sedetik kemudian Taeyeon segera mengalihkan pandangannya ke arah Namja itu lagi yang saat ini sedang menatap sebuah amplop berwarna hitam

 

“Mmm… Apa maksudmu amplop ini?” tanya Taeyeon ketika melihat arah pandangan Namja itu ke arah amplop yang berada disela-sela lembaran kertas Taeyeon

 

Namja itu tidak berkata apa-apa hanya tersenyum tampan dan itu membuat Taeyeon tambah penasaran namun belum Taeyeon bertanya lagi, Sehun telah berada dihadapannya dan segera menarik tangan Taeyeon agar Taeyeon berdiri

 

“Ya, apa yang Kau lakukan?” tanya Taeyeon kesal, Ya walaupun sekolah sudah sepi tetap saja Taeyeon merasa risih apalagi jelas-jelas ada yang melihat mereka saat ini dan orang itu tepat didepan Taeyeon

 

“Cha, Pulang” balasan singkat itu terlontar dari bibir Sehun yang masih menampakkan wajah dinginnya ke arah Namja itu

 

“Yaa..ya…ya… Jangan menarikku… Hey….” pekik Taeyeon karena tanpa persetujuan Taeyeon, Sehun telah menariknya terlebih dahulu beruntung lembaran-lembaran tugas dan amplop hitam milik Taeyeon sudah berada digengamannya semuanya

 

 

Dan Namja itu hanya melihat kepergian mereka dengan pandangan hampa….

 

 

“Heyy…… hosh… hosh…. hosh…” sapa Kyungsoo pada Namja itu ketika dirinya sudah berada disamping Namja itu

 

Merasa tidak ada jawaban, akhirnya Kyungsoo yang masih mengatur nafasnya karena berlari pun mengalihkan pandangannya ke objek pandangan Namja itu

 

“Huft… Apa Kau memikiran hal yang sama denganku?” tanya Kyungsoo dengan nada sedikit khawatir pasalnya dirinya sebenarnya ingin menyampaikan pesan bahwa seseorang yang dicintai oleh sahabatnya itu telah menjadi istri orang lain tapi melihat pandangan sahabatnya sepertinya sahabatnya itu sudah tau, Ya. Kyungsoo lari bukan karena tidak ada hal yang berarti melainkan dia ingin menyampaikan pesan itu. Mengapa Kyungsoo bisa tau? sebenarnya Kyungsoo tau tadi dari Pemilik sekolah, Ya.. secara tidak sengaja Kyungsoo mendengar pembicaraan kedua orang tua yang salah satunya adalah Pemilik sekolah dengan seseorang, awalnya Kyungsoo tidak tertarik mendengar pembicaraan mereka namun ketika nama Taeyeon menjadi topik pembicaraan akhirnya Kyungsoo pun mendegarkan dengan seksama

 

 

“Apa Aku sudah terlambat?” tanya Namja itu seraya mengalihkan pandagannya ke arah Kyungsoo namun Kyungsoo diam tanpa menjawab, bagaimana Kyungsoo bisa menjawab jika sahabatnya itu bertanya dengan menampakkan senyuman, Ya. Kyungsoo tau bahwa senyuman itu adalah senyuman getir

 

 

Flashback END

 

 

`Apa dia Black? harusnya tadi Aku bisa memastikan agar dia mengatakan siapa namanya, aisssh.. jika saja Playboy gila ini tidak menarikku seenaknya ` pikir Taeyeon dalam hati sehingga dirinya tidak tau bahwa mobil yang Dia dan Sehun tumpangi sudah berhenti

 

 

 

Taeyeon masih tidak sadar sampai suara pintu mobil tertutup dengan kerasnya, menandakan bahwa seorang pengemudi yang tak lain adalah Sehun sudah beranjak pergi meninggalkan Taeyeon yang sekarang sudah tersadar akibat suara debaman pintu itu

 

 

“Dasar gila, sudah seenaknya membawaku entah kemana, sekarang dia meninggalkanku sendirian? it`s so crazy” gumam Taeyeon seraya keluar dari mobil Sehun, namun pandangan Taeyeon sekarang membulat ketika melihat sebuah rumah megah dihadapannya, lebih megah daripada rumah keluargannya ataupun keluarga Sehun

 

 

Baiklah, Taeyeon bukanlah seseorang yang nora atau kampungan tapi siapa yang tidak tercengang melihat sebuah rumah yang besarnya itu bisa dibandingkan dengan rumah keluarga Kim ditambah keluarga Oh ?

 

 

Dengan langkah pelan, Taeyeon mulai menyusuri halaman rumah itu, dikanan kirinya terdapat beberapa tanaman dan sebuah meja dengan sepasang tempat duduk yang berdampingan menghadap pancuran air yang kira-kira 1,5 meter memancur menjulang ke atas

 

 

Sampai kaki Taeyeon terhenti disebuah pintu yang tidak tertutup rapat, Taeyeon sudah berfikir bahwa Sehun sudah memasuki rumah itu dengan tidak menutup kembali pintu utama rumah itu sehingga dengan sedikit ragu, Taeyeon pun memasuki rumah itu

 

Beberapa langkah Taeyeon memasuki rumah itu dengan rasa ragu yang masih mengelilingi hatinya, takut jika itu adalah rumah orang lain dan dengan tidak sopannya dia masuk dan takut jika Sehun akan berbuat yang aneh-aneh pada dirinya dirumah yang entah siapa pemiliknya ini, namun semua pemikiran itu seketika hilang ketika Taeyeon mendengar suara kekehan beberapa orang diruang tamu dan itu membuat Taeyeon dengan langkah sigap langsung melangkahkan kakinya diruang tamu itu karena dirinya merasa tidak asing dengan suara kekehan itu

 

 

 

 

“Appa, Eomma, Soehyun dan—–” ucap Taeyeon dengan muka shok namun belum saja Taeyeon menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba Sehan langsung berteriak “Tae-Noona, kenapa lama sekali????” teriakan Sehan ini langsung membuat Taeyeon memfokuskan arah pandangnya pada Namja kecil yang duduk diantara Nyonya dan Tuan Oh

 

“Mmm… Sehan juga disini? sebenarnya ini rumah siapa?” tanya Taeyeon penasaran

“Duduklah dulu, Kau pasti lelah” balasan dari Nyonya Oh ini langsung membuat Taeyeon beranjak untuk duduk dan tanpa Taeyeon sadari, saat ini Taeyeon duduk berdampingan dengan Sehun yang memang sedari tadi sudah duduk disitu. Ya, walaupun Taeyeon sadar, memang Taeyeon mau duduk dimana lagi karena kedua sofa panjang sudah diisi oleh kelurga Kim dan keluarga Oh

 

“Kalian sungguh cocok” ucapan Nyonya Kim ini membuat Taeyeon menolehkan ke arah kanan dan langsung mendapati Sehun dengan wajah datarnya

 

“Benar Eomma, mereka seperti kemarin saat menikah, sangat cocok sekali” tambah Soehyun yang duduk diatara Nyonya dan Tuan Kim

 

Posisi mereka sekarang, Sehun dan Taeyeon berada di sofa ditengah-tengah menghadap televisi dan dua Sofa yang ditempati keluarga mereka berada di kedua sisi sofa SeYeon

 

 

“Ne, Aku jadi ingat bagaimana mereka menikah kemarin” balas Nyonya Kim yang disambut kekehan Nyonya Oh

 

 

“Sudahlah, Adakah yang bisa menjawab untuk apa kita disini dan siapa yang memiliki rumah ini?” tanya Taeyeon pelan karena dirinya sungguh tidak berfikir untuk mengingat kejadian kemarin apalagi tentang permainan peroro kiss itu, Ya, Taeyeon harus bersyukur karena setidaknya keluarganya dan keluarga Sehun tidak mengetahui tentang permainan gila yang Luhan ciptakan sehingga dirinya tidak digoda terus menerus oleh kelurganya ataupun keluarga Sehun

 

 

“Ini rumah kalian” jawaban singkat Tuan Oh langsung membuat Taeyeon tercengang dan refleks langsung menunjuk dirinya

 

“Maksud Aboenim, Aku dan……” ucap Taeyeon dan setelahnya menunjuk Sehun disebelahnya “Dia” lanjut Taeyeon yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Tuan Oh

 

(Yap. Taeyeon ditarik paksa oleh Sehun untuk ke rumah baru mereka karena sebelumnya Sehun sudah diminta oleh Eommanya untuk membawa Taeyeon bersamanya)

 

“Bagaimana bisa? bukankah tinggal dirumah yang sama itu tidak boleh… Ya, walaupun kita sudak menikah tapi kita masih bersekolah” ucap Taeyeon dengan ngerinya mengatakan kata _kita sudah menikah_

 

 

“Itu dilakukan agar kalian lebih bisa mengenal sifat masing-masing” ucap Tuan Kim

 

`Mengenal sifat masing-masing?Aishh… jika Appa tau bagaimana sifat Playboy ini pasti Appa akan melarangku untuk tinggal dengan Dia untuk sekarang ini` batin Taeyeon

 

 

“Untuk apa Aku harus mengenal sifatnya, Aku sudah cukup mengenal sifat dia yang Pl….” ucapan Taeyeon terhenti karena tanpa sengaja dirinya melihat raut wajah Sehan yang seakan mengutarakan “Apa Eonni akan membocorkan rahasia Hyung?” dan itu membuat Taeyeon merasa tidak enak karena dirinya sudah berjanji pada Sehan agar tidak membocorkan sifat Sehun yang Playboy pada siapapun

 

“Apa maksud Eonni?”

 

“Maksudku, Sehun itu Plin Plan, menyebalkan dan semua itu sudah Aku ketahui dengan baik” balasan kikuk Taeyeon berikan pada Soehyun

 

“Hahahahhaha” seketika kekehan pun terdengar kembali dan itu membuat Taeyeon menghela nafas kasar

Sedangkan Sehun hanya melihat Taeyeon dengan tatapan tanya, karena menurutnya jika Taeyeon ingin mengatakan jika dirinya itu Playboy namun perkiraannya salah dan hal itu membuat Sehun bertanya “Apa yang Yeoja ini pikirkan?”

 

 

“Itu bukan alasan yang cukup bagus untuk menolak semua ini, Taeng” ucapan Eomma Taeyeon itu membuat Taeyeon seketika merengut kesal

 

“Eomma, Aku tetap tidak setuju dengan semua ini. Aku masih sekolah dan bagaimana jika teman-teman Ku tau bahwa Aku sudah menikah” ucap Taeyeon mencoba memelas pada Eommanya

 

“Tenanglah Taeyeon, Kami sudah pastikan bahwa hubungan kalian tidak akan terbongkar, Ya… Walaupun pemilik sekolah kalian sudah tau tapi Dia tidak akan memberitahukan pada siapapun” ucapan Nyonya Oh ini langsung membuat Taeyeon dan Sehun menatap penuh tanya pada Nyonya Oh

 

“Apa maksud Eomma?” akhirnya Sehun bersuara

 

“Mmmm…. Jadi begini…. Sebenarnya pemilik sekolah kalian juga Eomma undang tapi Dia sedang sibuk jadi tidak bisa datang” jawaban santai diberikan pada Sehun dan Taeyeon

 

“Mwo? Bagaimana bisa?” tanya Taeyeon terkejut

 

“Bisa saja karena Kami berempat adalah teman lama dari pemilik sekolah kalian” sekarang Nyonya Kim yang bersuara

 

“Maksudnya… Eomma, Appa, Aboenim dan Eommanim teman dari pemilik sekolah?” tanya Taeyeon tidak percaya pasalnya dia sendiri baru mengetahui hal itu

 

“Ne… Jadi Kau tidak perlu khawatir karena status kalian di sekolah akan aman, mungkin kalian hanya perlu menutupi hal itu pada teman-teman kalian saja” ucap Nyonya Oh

 

“Itu sama saja dengan kekhawatiranku tadi Eommanim, hal yang Aku tidak inginkan” ucap Taeyeon seraya menghela nafas pelan

 

“Jika kalian bisa menutupi hubungan kalian dengan sebaik mungkin, pasti tidak ada yang tau” celetuk Seohyun yang membuat Taeyeon menatapnya kesal

 

“Hufft… Kalau begitu mengapa pernikahannya harus dipercepat, lebih baik kan belum menikah jadi tidak perlu repot-repot menutupi hubungan yang……” ucapan Taeyeon terhenti karena merasakan tatapan mengoda dari Eommanya dan Eomma Sehun

 

“Ada apa?”

 

“Bukankah Kau dan Sehun yang sudah menjanjikan pernikahan ini?” goda Nyonya Kim yang membuat Taeyeon binggung harus menjawab apa

 

“Benar Noona, Apalagi persyaratannya sudah Hyung berikan” celetukan Sehan yang sedari tadi hanya memakan cake kesukaannya itu langsung membuat dirinya mendapat perhatian penuh

 

“Maksud Sehan?” tanya Nyonya Oh

 

“Bukankah Tae-Noona memberi syarat agar Hyung tidak cadel lagi dan Hyung sudah tidak cadel jadi syarat Noona sudah Hyung penuhi” jawab Sehan yang masih sibuk dengan cakenya dan seketika kekehan pun terdengar lagi

 

“Eomma, Aku tetap tidak mau” ucap Taeyeon tetap pada pendiriannya

 

“Kalian tidak bisa menolak karena pembangunan rumah beserta dirumah ini dibeli dari uang tabungan kalian berdua dan kami selaku orangtua hanya membantu membeli perlengkapan dan perlaatan” ucapan Tuan Kim ini membuat Sehun dan Taeyeon terkejut namun Sehun segera memasang wajah dinginnya kembali

 

“MWO?” teriak Taeyeon merasa terkejut sekaligus tidak percaya, bagaimana bisa uang yang selama ini ditambung olehnya lenyap begitu saja, Ya walaupun sebenarnya tidak lenyap dalam artian sudah tidak ada dan tidak ada hasilnya.

 

 

Pasti kalian berfikir, bagaimana bisa tabungan Taeyeon dan Sehun bisa sebanyak itu?

Jawabannya hanya satu yaitu karena kedua orangtua mereka berada bahkan bisa dibilang melebihi kata berada, tentu saja dibilang melebihi berada bagaimana tidak jika kedua orang tua Taeyeon adalah seorang pengusaha sukses dibidang furniture sedangkan kedua orang tua Sehun memiliki beberapa rumah sakit sendiri bahkan sampai memiliki beberapa rumah sakit juga di luar negeri dan hal itu membuat mereka memiliki uang tabungan sebanyak itu, apalagi hari-hari libur panjang biasanya dibuat Taeyeon dan Sehun membantu pekerjaan kedua orang tua mereka, tentu saja mereka bisa melakukan itu karena mereka berdua sama-sama Cerdas.

 

Para Eomma sebenarnya hanya mendampingi sang Suami yang sibuk dengan pekerjaannya dan sesekali membantunya tapi para Suami lebih menekankan agar para Eomma lebih mengedepankan urusan anak-anak mereka.

 

 

“Andwae, Ya.. Eomma, Appa, Bagaimana bisa kalian melakukan itu padaku? bagaimana dengan rencana kuliahku, keperluanku dan–” ucapan Taeyeon yang terdengar lemas ini dipotong oleh Tuan Kim

 

“Kuliahmu kan Appa yang akan membiayainya begitupun keperluanmu, walaupun sudah ada Sehun tapi tetap saja Appa tidak akan melepaskan tanggung jawab Appa karena Sehun juga masih sekolah” ucap Tuan Kim

 

“Bukan itu, Bukan itu saja tapi…. Bagaimana bisa… Semua ……….. Ya, Aku tetap tidak mau” ucap Taeyeon yang benar-benar merasa down

 

“Taeng, Kau hanya akan tinggal dengan Suami Mu dan itu sudah hal yang wajar walaupun Kau dan Sehun masih bersekolah asal kalian tidak melakukan hal yang tidak-tidak dulu” ucapan Nyonya Kim yang menurut Taeyeon terasa menyebalkan itu langsung membuat Taeyeon mengalihkan pembicaraan

 

“Baiklah jika begitu, tapi Aku tidak bisa memasak dan Aku pastinya harus memasak untuk Sehun, dengan ketidakmampuanku itu, apakah kalian bisa mempertimbangkan?” tanya Taeyeon penuh harap

 

“Kau tidak perlu memikirkan itu” ucap Nyonya Oh dan setelahnya memanggil beberapa orang

 

“Perkenalkan, ini adalah kepala pelayan kalian yang bernama Han Ahjumma dan ini adalah supir pribadi untuk Taeyeon karena Taeyeon pasti tidak mau berangkat bersama Sehun yang pasti akan membuat siswa-siswi tau mengenai hubungan kalian” penjelasan singkat dari Nyonya Oh

 

“Han Ahjumma akan mengurus masalah makanan untuk kalian. dan Taeng, Kau bisa belajar memasak dari Han Ahjumma, dan supir pribadimu bernama Park Ahjussi, Park Ahjussi akan mengantar dan menjemputmu ke sekolah dan penjaga rumah ini adalah Lee Ahjussi dan Im Ahjussi kemudian ada beberapa orang yang akan bertugas untuk membersihkan rumah ini selagi kalian tidak ada dirumah”

 

 

“Mereka akan bertugas jika kalian tidak ada dirumah dalam artian jika Kalian berada dirumah maka mereka sudah lepas dari tugas mereka”

 

“Jadi, Jika Ahjuma dan para Ahjussi ini pergi, maka Aku hanya berdua dengan Sehun?” tanya Taeyeon yang merasa ketidaknyamanan pada situasi ini

 

“Ne, Kami ingin tau bagaimana Kalian mengurus masalah Kalian sendiri” ucap Tuan Oh

 

“Lalu, bagaimana dengan bayaran seluruh pengurus rumah ini? bukankah Aku dan Sehun masih belum bisa menghasilkan uang sendiri” tanya Taeyeon yang sebenarnya masih mencari cela agar dirinya tidak tinggal satu atap dengan Sehun

 

“Sebenarnya, Halmonie dan Haraboeji kalian memberikan kalian uang yang bisa dibilang lebih dari cukup untuk kalian dan uang itu Eomma gunakan untuk membayar para pengurus rumah ini untuk beberapa waktu kedepan, mungkin sampai kalian bisa menghasilkan uang sendiri jadi Kau tidak perlu khawatir memikirkan bagaimana membayar mereka Taeng” ucap Eomma Taeyeon dan setelahnya terkekeh karena saat ini dia melihat ekspresi putrinya yang seakan mengambarkan bahwa Taeyeon tidak bisa berkata apa-apa lagi

 

“Ya, Sehan tidak diberi uang juga seperti Tae-Noona dan Hyung?” celetuk Sehan yang saat ini menatap Eomma Taeyeon dengan pandangan polosnya

 

“Hahahha…. Tenang Sehan, Halmonie dan Haraboeji juga akan memberikan Sehan uang yang banyak jika Sehan sudah besar” ucap Eomma Sehun seraya mengusap lembut kepala Sehan

 

“Sepertinya tidak ada yang protes lagi” celetukan Seohyun itu membuat Taeyeon menatap adik kandung satu-satunya itu dengant tatapan kesal namun Seohyun yang tidak menghiraukan kakaknya masih saja menyantap cakenya dengan tenang

 

“Ya.. ya.. ya… Aku tetap tidak setuju, Kau pasti juga tidak setujukan?” tanya Taeyeon dengan penekanan dikata Kau seraya menatap Sehun penuh penekanan

 

“Aku setuju saja”

 

 

Damn

 

 

Untuk saat ini, Taeyeon benar-benar ingin mencekik Sehun karena dengan gamblangnya Sehun menyetujuinya namun Sehun yang sebenarnya merasakan hawa ketidaksukaan Taeyeon malah bersikap dingin saja

 

………………………………………………………………………….

 

 

 

`Jika Aku tidak berjanji pada Sehan, pasti Aku sudah membocorkan kalau Sehun itu Playboy kelas atas` pikir Taeyeon yang saat ini sudah selesai mandi namun Taeyeon masih menggunakan handuk dan tangannya sibuk mengosok-gosokkan handuk ke rambutnya yang basah lalu kemudian dia gulungkan ke atas

 

Tanpa Taeyeon sadari, ada seseorang yang menatapnya dalam dan seseorang itu dengan peralahan mendekatkan diri pada Taeyeon, ketika jaraknya sudah beberapa centi tanpa diduga Taeyeon membalikkan badannya dan betapa terkejutnya Taeyeon mendapati Namja yang adalah Sehun berada tak jauh dari hadapannya

 

“AAA—” teriakan Taeyeon tertahan karena dengan sigap Sehun menarik pinggang Taeyeon dan langsung menutup mulut Taeyeon

 

“Kau berisik” ucapan Sehun tepat diterlinga Taeyeon ini membuat bulu kuduk Taeyeon merinding. Jelas saja Taeyeon meriding, bagaimana tidak ? jika Taeyeon saat ini hanya memakai handuk

 

Melihat Taeyeon yang ketakutan malah membuat Sehun menunjukkan smriknya dan dengan isengnya Sehun malah menarik handuk kecil yang berada diatas kepala Taeyeon dan itu membuat aliran air dari rambut Taeyeon terjatuh ke pundak Tayeon

 

“Yak, Apa yang Kau lakukan? kembalikan” ucap Taeyeon namun Sehun yang sudah melepaskan pelukannya malah mengangkat handuk kecil itu tinggi-tinggi dan itu membuat Taeyeon melompat-lompat untuk mengambilnya, jelas saja Taeyeon harus melompat karena tinggi badannya berbeda dengan tinggi badan Sehun

 

“Ambillah jika bisa” ucap Sehun dengan nada mengejek dan itu membuat Taeyeon tambah kesal dan dengan kekuatan penuh, Taeyeon ingin menginjak kaki Sehun namun Sehun yang sudah tau akan jalan pemikiran Taeyeon langsung menarik pinggang Taeyeon lagi

 

“Jangan mencoba menginjak kakiku apalagi dengan keadaan handukmu yang sudah akan terlepas itu”

 

Deg

 

Ucapan Sehun itu membuat Taeyeon seketika mematung dan dirinya baru sadar bahwa handuk yang dia kenakan sudah sedikit longar dan itu karena dirinya yang melompat-lompat untuk mendapatkan handuk kecilnya itu

 

Sehun yang melihat raut perubahan diwajah Taeyeon langsung menunjukkan senyuman simpulnya dan dengan keadaan yang masih memeluk pinggang Taeyeon dengan tangan kirinya, Sehun mulai mengusap-usap rambut Taeyeon dengan handuk kecil yang berada ditangan kanannya, Ya.. Sehun saat ini sedang mengeringkan rambut Taeyeon dengan handuk kecil itu

 

Taeyeon yang merasakan perlakuan Sehun hanya diam tanpa protes karena dirinya takut jika handuk yang Dia kenakan itu akan terlepas jika dia bergerak dengan seenaknya

 

Sehun tidak hanya mengelap rambut Taeyeon tapi dirinya juga mengelap pundak Taeyeon yang terkena tetesan air dari rambut Taeyeon dan itu membuat Taeyeon merinding dibuatnya

 

 

“Kau terlihat lebih cantik jika seperti ini” ucap Sehun pelan

 

Damn

 

Ucapan Sehun itu benar-benar membuat Taeyeon semakin merinding dan dengan sigapnya Taeyeon langsung mendorong tubuh Sehun dan entah mengapa Sehun langsung terdorong padahal jika Sehun mau, Dia bisa tetap diposisinya tadi

 

“Pergi dari kamarku!” pekik Taeyeon namun yang didapati hanya senyuman simpul dari Sehun dan kemudian

 

“Tanpa Kau suruh, Aku pun akan pergi, Aku hanya ingin memberitahumu bahwa Semua sudah menunggu dibawah” ucap Sehun datar dan dingin berbeda dengan tadi

 

 

 

`Aigo, Aku bisa gila jika harus tinggal serumah dengan dia, Apa dia memiliki penyakit bipolar syndrom ?   sehingga dia bisa dengan mudahnya merubah mood? tiba-tiba kasar, dingin, romantis dan tatapannya disekolah tadi—-` pikiran Taeyeon langsung teringat akan tatapan tajam Sehun yang baru saja Taeyeon lihat saat tadi disekolah

 

(Taeyeon tidak sadar bahwa dirinya menyebut Sehun romantis? #waw)

 

`Mengapa tatapannya tajam seperti itu? Apa dia membenci Namja tadi? Oh`y… Apa benar Namja itu Black? Aish… Aku jadi kesal gara-gara belum sempat mendengar nama Namja itu dan menanyakan apa arti dari gumamannya itu hanya karena dia melihat amplopku atau apa?`

 

…………………………………………………………………………………………………………..

 

 

“Beruntung bagiku karena setidaknya Aku dan dia tidak sekamar dan kamar kami terhalang oleh Kamar utama” gumam Taeyeon yang sekarang sedang menuruni anak tangga dengan pakaian tidur yang dia kenakana

 

Ya, Pakaian Taeyeon dan Sehun memang sudah tertata rapih dikamar mereka masing-masing. Kamar Taeyeon dan Sehun memang terpisah oleh sebuah kamar utama, kata orang tua mereka kamar utama itu akan mereka pakai jika sudah lulus sekolah, dan Taeyeon sama sekali tidak tau isi dari kamar utama itu, Taeyeon bahkan tidak peduli

 

 

“Aku harus mengunci pintuku agar Playboy gila itu tidak bisa seenaknya masuk ke dalam kamarku lagi” lanjut Taeyeon

 

 

 

 

Sesampainya diruang keluarga

 

“Taeng, Kau temani Han Ahjumma untuk menyiapkan makan malam sekalian Kau belajar memasak darinya” ucap Nyonya Kim

 

“Eomma… mengapa harus Aku?”

 

“Tentu saja Kau karena Kau adalah Nyonya pemilik rumah ini, apa Kau mau menyuruh Eomma atau Mertuamu? tidak kan?” ucapan Eommanya itu membuat Taeyeon menghela nafas pelan

 

 

 

 

 

“Jika bukan karena pernikahan itu, pasti Aku tidak perlu belajar memasak dulu” gumam Taeyeon yang saat ini sudah berada didepan dapur dan melihat Han Ahjumma yang sedang menyiapkan makanan seorang diri

 

 

“Permisi” ucapan Taeyeon itu membuat Han Ahjumma mengalihkan pandangannya pada Taeyeon

 

“Oh, ada apa Noona?” tanya ramah Han Ahjumma yang membuat Taeyeon seketika merasa nyaman

 

“Mmmm… adakan yang bisa saya bantu?” tanya Taeyeon seraya mendekatkan diri pada Han Ahjumma

 

“Oh`y Ahjumma lupa jika harus mengajari Noona memasak”

 

“Tak apa, jadi apa ada yang bisa Saya bantu?” tanya Taeyeon dan setelahnya Taeyeon dan Han Ahjumam larut dalam acara memasak mereka, mereka memasak dengan sesekali terkekeh karena candaan yang mereka buat dan tanpa Taeyeon sadari Sehun melihat jelas pemandangan itu. sedangkan Han Ahjumma sebenarnya menyadari kehadiran Sehun namun dia tidak mengatakannya pada Taeyeon

 

 

 

“Noona, saya ingin menyiapkan makanan diatas meja makan, Noona bisa kan membuat satu steak lagi?” tanya Han Ahjumma dan langsung dijawab anggukan oleh Taeyeon

 

“Oh`y, yang satu itu steak untuk Tuan Muda” ucap Han Ahjumma dan setelahnya pergi keruang makan meninggalkan Taeyeon setelahn sebelumnya tersenyum pada Taeyeon

 

 

Taeyeon pun asik berkutat dengan steak yang dia buat, namun seketika pikiran jahil pun muncul dibenaknya? `Ini untuk Tuan Muda? berarti untuk Sehun?` pikir Taeyeon dan setelahnya menampakkan smriknya

 

……………………………………………………………………………………………………………

 

Makan malam pun telah siap dan saat ini seluruh anggota keluarga sedang duduk dimeja makan

 

“Aigo.. apa Kau tadi benar-benar membantu Han Ahjumma?” tanya Eomma Taeyeon penasaran karena melihat berbagai macam makanan yang terlihat lezat dan rapi telah tersaji dimeja makan itu

 

“Aish, apa Eomma tak percaya? mmm.. Ya, walaupun Aku hanya membantu memotong beberapa sayur dan mengaduknya” ucap Taeyeon dan setelahnya disambut kekehan oleh Eomma Taeyeon yang mengerti bahwa anaknya itu tidak bisa memasak

 

“Sudahlah, Mari makan” ucap Tuan Oh

 

Mereka makan makanan itu, namun Sehun belum menyentuh makanan yang berada dihadapannya dan itu membuat Tuan Kim bertanya padanya

 

“Mengapa Kau tidak menyentuh makananmu, Nak?” tanya Appa Taeyeon

 

“Mengapa steak-ku berbeda dengan yang lain?” ucap Sehun

 

“Sebenarnya, steak itu buatan Noona muda, Tuan” jawab Han Ahjumma yang berdiri tepat disebelah meja makan itu

 

Seketika itu pun Sehun menatap Taeyeon dengan pandangan yang tidak yakin

 

“Kau memasak ini?” tanya Sehun dengan pandangan meremehkan

“Ne, Wae?” tanya Taeyeon

“Aku tidak yakin bahwa makanan ini tidak beracun, Kau ingat? dulu Kau pernah menjahiliku dengan sebuah bubble tea” ucap Sehun dan saat ini Taeyeon menatap Sehun dengan pandagan kesal

 

“Jangan ungkit-ungkit itu lagi Tuan Oh, Jika Kau tidak ingin memakannya maka Aku akan memakannya agar Kau tidak bisa menuduhku” ucap Taeyeon tanpa sadar mengatakan hal itu

 

“Jika itu maumu maka makanlah steak ini Nyonya Oh” ucap Sehun tidak main-main dan hal itu membuat Taeyeon seketika bertingkah kikuk namun hanya sesaat sebelum Sehun menyebutnya Nyonya Oh, mendegar penuturan Sehun itu membuat Taeyeon menatapnya tajam

 

“Apa perlu Aku suapi?” tanya Sehun namun dengan kasarnya Taeyeon langsung menambil steak itu dan segera memakannya dengan lahap

 

 

“Aigo, Kapan kalian mau berhenti bertengkar seperti ini lagi?” tanya Appa Sehun

“Sudahlah, Mereka kan harus menyesuaikan diri masing-masing” balas Eomma Sehun yang dibalas anggukan oleh kedua orang tua Taeyeon sedangkan Sehan dan Seohyun saat ini sedang memperhatikan Taeyeon yang seperti terpaksa memakan steak`y itu

 

 

“Noona, gwenchana?” ucap Sehan yang membuat para orang tua langsung melihat ke arah Taeyeon

 

Hanya anggukan yang Taeyeon berikan dan tanpa Taeyeon sadari sebenarnya Sehun merasa aneh dengan sikap Taeyeon yang memakan makanan itu dengan sungguh-sungguh

 

 

…………………………………………………………………………………………………………….

 

 

“Aaaaa…. Appoyo” rintih Taeyeon sedari tadi seraya meremas perutnya, bagaimaana Taeyeon tidak merasa kesakitan bila dirinya memakan steak yang didalamnya diisi dengan puluhan cabe yang telah dibubukan? Ya, sebenarnya Taeyeon tadi memang berniat mengerjai Sehun namun tanpa disangka dirinya yang malah memakan steak itu gara-gara tidak ingin ketahuan bahwa dia memang berniat menjahili Sehun

 

Saat ini Taeyeon sedang berbaring diranjangnya dengan keadaan yang mengkhawatirkan, bagaimana tidak disebut mengkhawatirkan bila posisinya sekarang sedang kesakitan meremas perutnya karena perutnya terasa panas, Taeyeon sebenarnya sudah menahan rasa panas ini sedari tadi namun dia tidak mengutarakan hal itu pada orangtuanya dan yang lain, jika dia mengutarakan hal itu bisa-bisa niat Taeyeon menjahili Sehun ketauan.

 

……………………………………………………………………………………………………………

 

“Hey… Yeoja gila, buka pintunya, ada sesuatu yang ingin Aku berikan” ucap Sehun didepan pintu Taeyeon, sebenarnya Sehun sudah mencoba membuka pintu Taeyeon namun pintunya ternyata dikunci dari dalam (Taeyeon benar-benar mengunci pintu kamarnya)

 

Tidak ada jawaban dan hal itu membuat Sehun mengurungkan niatnya untuk bertemu Taeyeon namun ketika suara rintihan dari dalam kamar Taeyeon terdengar (walaupun pelan), hal itu membuat Sehun menghentikan langkahnya yang baru satu langkah

 

“Ya, Taeyeon, ada ada apa? cepat buka pintunya” ucap Sehun seraya mengetuk-ngetuk pintu kamar Taeyeon, Sehun seketika khawatir mendengar rintihan Taeyeon, dengan tidak sabaran akhirnya Sehun mencoba menelefon ponsel Taeyeon

 

 

“Yak, Ada apa denganmu?” tanya Sehun ketika sudah tersambung dengan Taeyeon, Sehun tidak tau jika Taeyeon butuh kekuatan lebih untuk mengambil ponselnya yang berada diatas nakas disebelanhya mengingat kondisinya yang seperti ini

 

“Appo… hiks..hiks…hiks…” balas Taeyeon dengan tangisannya

 

“Cepat buka pintunya” teriak Sehun terlihat benar-benar khawatir

 

“Aku… hiks susah berdiri..hiks.. ” balasan itu membuat Sehun dengan gesitnya mencari kunci cadangan

 

“Mengapa Kau menguci pintunya? babo… tunggu sebentar” ucap Sehun walaupun nadanya terdengar membentak namun Sehun sebenarnya sedang sibuk mencari kunci cadangan

 

“hiks..hiks…hiks…” tangis Taeyeon masih terdengar dari sambungan telephon itu

 

“Tunggulah sebentar, Aku akan menelefon Han Ahjumma, mungkin dia tau kunci cadangan kamarmu ada dimana” ucap Sehun dan setelahnya mematikan sambungan telephonnya dengan Taeyeon

 

Sehun tidak bisa meminta bantuan kedua satpam karena kedua satpam itu hanya akan berjaga jika Sehun dan Taeyeon tidak ada dirumah dan nomor kedua satpam itu Sehun tidak mengetahuinya, yang dia tau hanya nomor Han Ahjumma karena tadi Eommanya hanya memberikan nomor Han Ahjumma padanya

……………………………………………………………………………………………………………..

 

Brakk

 

Akhirnya pintu kamar Taeyeon terbuka dan pandangan Sehun langsung tertuju pada Taeyeon yang saat ini masih meremas perutnya kuat-kuat

 

“Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Sehun yang saat ini telah duduk samping ranjang Taeyeon

 

“Appo” ucap Taeyeon singkat dengan mata yang terpejam dan air mata yang masih mengalir

 

“Apa yang Kau makan? Apa Kau alergi sesuatu?” tanya Sehun yang saat ini menyentuh kening Taeyeon, mencoba memeriksa suhu badan Taeyeon yang ternyata panas

 

“Steak itu terlalu pedas” tidak peduli bahwa jawabannya ini akan membuat Sehun tau bahwa Taeyeon berniat untuk menjahilinya, yang Taeyeon rasakan sekarang adalah panas yang terasa diperutnya

 

 

“Sebentar, Aku akan mengambil kompresan dan obat untukmu” ucap Sehun tanpa membahas bahwa niatan Taeyeon yang ingin menjahilinya karena Sehun memang sudah menduga itu semua bukan karena tadi Sehun melihat acara masak-memasak Taeyeon namun dari tingkah dan raut wajah Taeyeon, Sehun sudah tau bahwa Istrinya itu memang ingin menjahilinya

 

 

Taeyeon disela-sela sakitnya merasa binggung mengapa Sehun tidak marah padanya, apa Sehun tidak menyadari jika Taeyeon berniat menjahilinya? Sehun tidak bodoh dan Taeyeon tau itu, pasti Sehun bisa langsung menangkap jawaban Taeyeon tadi yang menyatakan bahwa “Steak itu terlalu pedas” (Ingat : Steak itu kan sebenarnya buat Sehun tapi gara-gara Sehun gak mau makan jadi aja Tayeeon yang makan buat nunjukkin bahwa steak bikinanya itu gak beracun tapi kan sebenarnya emang beracun #hehehhe)

 

 

 

 

Beberapa saat kemudian, akhirnya Taeyeon lebih kelihatan tenang setelah keningnya dikompres dan minum obat dari Sehun (Ingat : Sehun adalah anak dokter jadi dia tau obat apa yang cocok buat Taeyeon)

 

 

Sehun dengan sabarnya, menganti kompres Taeyeon

 

“Ammm..hh…” rintih Taeyeon disela-sela tidurnya, mungkin efek sakit perutnya masih terasa

 

Dengan lembutnya Sehun menarik tangan Taeyeon yang berada diatas perutnya (tangan Taeyeon masih ada diatas perutnya), kemudian Sehun mengunakan tangannya sendiri untuk mengelus-elus perut Taeyeon dengan begitu lembut dan entah mengapa Taeyeon seperti merasa lebih nyaman atas perlakuan Sehun itu

 

Sehun yang tau bahwa Taeyeon merasa nyaman atas perlakuannya pun menyungingkan senyumannya

 

 

“Mengapa Kau harus sakit ? Lagi-lagi Aku harus menunda untuk memberikan benda itu untukmu, Aku harap Kau mengerti mengapa Aku menundanya lagi” ucap Sehun seraya membenarkan letak rambut Taeyeon dengan tangan kananya karena tangan kirinya masih mengelus perut Taeyeon

 

Sadar bahwa perkataanya tidak akan dijawab, Sehun pun hanya tersenyum seraya memperhatikan setiap lekuk wajah Taeyeon dan tepat saat pandangannya melihat bibir Taeyeon, entah mengapa bibir Taeyeon tiba-tiba bergetar dan setelahnya Taeyeon mengigit bibir bawahnya.

 

Hal itu membuat Sehun dengan beraninya mendekatkan wajahnya pada wajah Taeyeon dan

 

CHU

 

Sehun menempelkan bibirnya pada bibir Taeyeon, ingat hanya menempelkan saja untuk memberi Taeyeon kenyamanan didalam tidurnya namun niatnya itu seperti hilang entah kemana karena bibir Taeyeon sudah tidak bergetar tapi Sehun malah memperdalam ciuman itu

 

Ya, ciuman itu seketika menjadi lebih dalam lagi dan elusan tangan Sehun pada perut Taeyeon pun mulai menjalar ke mana-mana

 

………………………………………………………………………………………………………………

 

 

Di pagi hari yang cerah

 

“Mmm…mmm.mmmm” erang Taeyeon mencoba untuk membuka matanya, setelah dibukan tampak dia melihat sosok Sehun dihadapannya namun Taeyeon menutup mata itu lagi

 

Hanya sesaat setelahnya Taeyeon langsung ingin berteriak, namun baru saja Taeyeon membuka mulutnya tiba-tiba jari telunjuk tangan Sehun sudah menempel pada bibir Taeyeon

 

“Jangan berisik, ini masih terlalu pagi” ucap Sehun dengan nada serak masih dengan mata tertutup

 

Taeyeon sedikit heran mengapa Sehun tau bahwa dirinya ingin berteriak padahal kedua mata Sehun masih tertutup namun ada hal yang lebih penting dari itu sekarang yaitu….

 

“Yak, apa yang Kau lakukan dikamarku?” pekik Taeyeon dan itu membuat Sehun menutup telinganya namun hanya sebentar karena setelahnya Sehun langsung menarik Taeyeon dalam pelukannya

 

“Kau tidak ingat? Semalaman Aku menjagamu dan Aku masih mengatuk, Kau harus bertanggungjawab dengan cara tetap diam dengan posisi seperti ini”

 

Ucapan Sehun itu membuat Taeyeon mengingat kejadian semalam dan entah mengapa Taeyeon tidak berkata apa-apa ketika Sehun memperat pelukannya sedangkan Sehun, dia menyungingkan senyumannya namun tidak dilihat oleh Taeyeon karena saat ini kepala Taeyeon hanya sebatas dada Sehun jadi Taeyeon tidak bisa melihat senyuman Sehun

 

Selama beberapa menit, Taeyeon hanya diam didalam pelukan Sehun, pembatas antara dirinya dan Sehun hanyalah kedua tangannya yang dia letakan diatara dirinya dan Sehun

 

“Apa sudah?” tanya Taeyeon namun tidak dijawab oleh Sehun

 

“Cepat lepaskan, Aku harus sekolah” ucap Taeyeon lagi namun tidak dibalas oleh Sehun yang masih memeluk Taeyeon

 

Merasa kesal akhirnya Taeyeon mendongkakan kepalanya dan saat dirinya mendongkakan kepalanya yang dia lihat adalah wajah Sehun yang sangat tampan

 

`Tampan` batin Taeyeon namun setelahnya Taeyeon segera mengeleng-gelengkan kepalanya

 

`Aku bisa gila jika seperti ini, ingat Taeyeon jika Namja yang berada dihadapanmu sekarang adalah seorang Playboy` Taeyeon memantapkan pemikirannya namun setelahnya Taeyeon malah mendogkakan kepalanya lagi dengan kikuknya

 

 

`Rahangnya begitu tirus` pikir Taeyeon namun kali ini seperti terhipnotis Taeyeon tidak lagi mengeleng-gelengkan kepalanya malah tatapannya saat ini tertuju lurus pada rahang Sehun,

 

Entah dapat pikiran dari mana, Taeyeon dengan perlahan semakin mendongkakan kepalanya dan mendekati rahang Sehun

 

 

Mendekat… mendekat… mendekat…. dan

 

 

 

 

 

 

 

“Aaaaaaaa… cepat enyah dari hadapanku” pekik Taeyeon dengan sekuat tenaga mendorong tubuh Sehun dan sukses, saat ini Sehun hampir saja terjungkal ke bawah ranjang Taeyeon

 

 

“Yak! Yeoja babo, apa yang Kau lakukan?” bentak Sehun yang saat ini telah berdiri sedangkan Taeyeon sudah duduk diatas ranjangnya

 

“Pergi dari kamarku, SEKARANG!!!!!” teriak Taeyeon dan itu membuat Sehun yang sebenarnya masih mengatuk segera pergi dari kamar Taeyeon

 

“Ne, tanpa Kau suruh pun Aku akan pergi, memang Aku betah berlama-lama dengan Yeoja sepertimu” ucap Sehun dan setelahnya benar-benar pergi

Taeyeon yang mendengar itu hanya menatap tajam Sehun `Playboy ini benar-benar menyebalkan dan susah ditebak`

 

 

 

 

 

 

“Apa tadi? mengapa Aku bisa-bisa berfikir untuk mencium rahangnya? Apa Aku sudah gila? Taeyeon, apa yang terjadi padamu?” pikir Taeyeon merasa frustasi atas pemikiran yang akan dia lakukan tadi

 

Dengan perlahan Taeyeon beranjak dari ranjangnya dan pandangannya langsung tertuju pada noda merah yang berada diranjangnya tempat dia tidur tadi

 

`Pantas saja tadi malam Aku merasa perutku begitu sakit ternyata ini adalah bulanku dan steak itu menambah sakit diperutku` pikir Taeyeon seraya menghembuskan nafas pelan. Ya, ternyata tadi malam mengapa perut Taeyeon terasa begitu sakit gara-gara dirinya pms ditambah steak yang dia makan begitu pedas jadinya sakit diperut Taeyeon bertambah kali lipat dan hal itu membuat dirinya sedikit demam

 

 

 

 

“Tunggu, apa Sehun melihat itu?” pikir Taeyeon tiba-tiba dan setelahnya dirinya merasa sangat amat malu dan

 

 

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa” teriak Taeyeon pada akhirnya karena merasa malu jika pemikirannya itu ternyata benar

 

 

 

 

Sedangkan Sehun yang berada dikamarnya hanya menghembuskan nafas kasar

 

“Dia benar-benar berisik”

……………………………………………………………………………………………………………..

 

`Apa Playboy itu bertindak yang tidak-tidak saat aku tidur? Eottoke? Apa yang sudah dia lakukan padaku? dan apa Dia melihat noda itu? Tapi noda itu tertutup tubuhku jadi kemungkinan, Dia tidak melihatnya` pikir Taeyeon dalam hati yang saat ini sudah berada didepan pintu kamarnya

 

Taeyeon masih berkutat dengan pikirannya sampai dirinya melihat Sehun yang juga ingin menuruni anak tangga

 

Namun Sehun hanya menatap Taeyeon sekilas lalu menuruni anak tangga dan disusul oleh Taeyeon

 

`Aku harus bertanya, daripada Aku gila karena pemikiran liarku` pikir Taeyeon dan dengan mantapnya Taeyeon berucap “Hey” sontak saja itu membuat Sehun behenti ditengah-tengah jalan dan berbalik menghadap Taeyeon

 

“Wae?”

 

“Mmm… Ini sebenarnya memalukan bagiku, mengingat Aku menangis dihadapanmu dan Kau menolongku tapi….” ada jeda sedikit sebelum Taeyeon melanjutkan ucapannya “Apa yang Kau lakukan padaku tadi malam?” lanjut Taeyeon dengan kikuknya

 

“Tidur”

 

Jawaban itu membuat Taeyeon mendelik kesal

 

“Babo, maksudku, Apa yang Kau lakukan padaku tadi malam” ucap Taeyeon dengan menahan kesalnya

 

“Mengompres, Memberimu obat, Menemanimu sampai tenang—-”

 

“Yak, bukan itu tapi Apa Kau melakukan sesuatu yang buruk padaku?” ucap Taeyeon dengan nada yang cukup tinggi

 

Sehun menunjukkan smriknya sebelum menjawab “Memang Apa yang Kau pikirkan?” ucapan Sehun itu membuat Taeyeon salah tingkah dan binggung harus menjawab apa

 

“Ya, Aku tidak mau berfikiran macam-macam tapi mengingat seorang King Playboy berada didekatku semalaman membuat Aku yang tidak ingin berfikiran aneh-aneh menjad—” ucapan Taeyeon terhenti karena Taeyeon melihat Sehun mulai melangkah lagi menuruni anak tangga

 

“Yak! Hey … Kau tidak melakukan sesuatu pada—-” ucapan Taeyeon terhenti ketika tiba-tiba Sehun yang sudah tidak berada ditangga berbalik dan hal itu membuat bibir Sehun menyentuh bibir Taeyeon (Posisi mereka: Sehun udah gak ada diatas tangga tapi Taeyeon masih ada ditangga terus pas Sehun balik dan ya begitulah)

 

“Yak!” pekik Taeyeon seraya mendorong Sehun

 

“Bukannya Kau penasaran dengan apa yang Aku lakukan padamu” ucap Sehun dengan smriknya dan itu membuat pemikiran Taeyeon yang liar tambah liar

 

“Kau…..” ucap Taeyeon dan malah dibalas dengan Sehun yang mendekati Taeyeon

 

“Apa Kau pikir Aku bertindak lebih dari itu?” tanya Sehun yang kini sudah berada beberapa cm dari Taeyeon

 

“….” tidak dapat berkata-kata itulah yang Taeyeon rasakan saat ini

 

“Jika itu yang Kau pikirkan maka…” ucapan Sehun ini membuat Taeyeon yang masih berada dianak tangga terakhir mencoba untuk mundur namun Taeyeon malah terjatuh dan akhirnya duduk dianak tangga namun hal itu tidak mengurungkan niat Sehun untuk mendekati Taeyeon, Sehun malah menunduk dan mencondongkan kepalanya ke depan muka Taeyeon

 

“Aku akan mengabulkannya” ucapan Sehun ini sontak saja membuat Taeyeon menatap matanya tajam

 

“Kau ingatkan jika Aku akan membuatmu jatuh cinta untuk pertama kalinya padaku dan sampai kapanpun Kau hanya akan mencintaiku” ucap Sehun mengingatkan Taeyeon akan kejadian dimana Sehum menciumnya dikamar miliknya saat itu #MRIMFLC2

 

“Kau….” ucap Taeyeon merasa bahwa ucapan Sehun itu adalah ancaman baginya namun segeranya Taeyeon menghela nafas kesal

 

“Minggir! Aku tidak peduli apa yang Kau lakukan tadi malam padaku yang jelas—” ucapan Taeyeon terhenti ketika dirinya sadar bahwa semakin lama wajah Sehun semakin mendekatinya

 

“Jinjja? lalu untuk apa Kau menanyakan hal tadi padaku?” ucap Sehun yang kini sudah berada sekitar 7 cm dari wajah Taeyeon

 

“Kau… Aish… Yak! Minggir, atau Aku akan berteriak” gertak Taeyeon seraya memundurkan tubuhnya dari Sehun jadi posisinya hampir kaya tidur ditangga

 

“Lakukanlah jika suaramu terdengar oleh tetangga dan pasti akan lebih baik jika itu terjadi karena dengan teriakanmu secara tidak langsung Kau telah membuka rahasia kita yang saat ini sudah jadi suami istri” ucapan Sehun ini benar-benar membuat Taeyeon tidak bisa berkutik.. Taeyeon tidak bodoh untuk mengerti maksud perkataan Sehun, yang pertama suara teriakannya pasti tidak akan sampai ke para tetangga, mengingat rumah mereka itu besar dan jarak rumah mereka dengan para tetangga tidaklah dekat `Sekuat-kuatnya Aku teriak pasti tetangga tidak akan mendengar`. Yang kedua, Jikapun tetangga mendengar, ya walaupun hal itu mustahil tapikan JIKA, Ya, jika tetangga atau orang lain mendegar pasti rahasia mereka akan terbongkar. Lingkungan rumah mereka itu kompleks yang cukup damai dalam arti para tetangga tidak terlalu mencampuri unrusan tetangga yang lain jadi rahasia mereka masih bisa dijaga

 

“Tidak bisa berkata apa-apa lagi Nyonya Oh?” ucapan Sehun ini membuat Taeyeon bergidik ngerti

 

“Itt–ituuuu—-” ucap Taeyeon dengan gagapnya dan malah membuat Sehun tersenyum simpul

 

 

 

 

 

 

“Permisi Tuan dan Noona” sapaan dari Han Ahjumma ini membuat Sehun refleks menjauhkan diri dari Taeyeon dan Taeyeon langsung sigap untuk berdiri lagi

 

Dengan canggungnya Taeyeon membalas sapaan Han Ahjumma

 

“Ne, Ahjumma. Kau sudah datang?” ucap Taeyeon kaku namun Sehun hanya bersikap biasa saja seolah posisinya tadi dan Taeyeon tidak pernah terjadi

 

 

“Saya sudah datang dari tadi Noona, untuk menyiapkan kalian sarapkan”

 

`Harusnya tadi Aku benar-benar teriak` pikir Taeyeon karena Taeyeon pikir dirumah itu belum ada siapa-siapa selain dirinya dan Sehun

 

“Saya ingin membersihkan lantai atas”

 

“Silahkan Ahjumma” balas Taeyeon dan setelahnya Han Ahjumma berjalan melewati Taeyeon yang masih berdiri dianak atas anak tangga terakhir

 

“Yak, jawab dulu pertanyaanku, Apa yang—-” ucapan Taeyeon terhenti ketika dirinya sadar bahwa Sehun tidak akan menjawab pertanyaannya itu

 

Sedangkan Sehun pergi dengan menyungingkan senyumannya, Sehun jadi teringat tadi malam ketika pikiran liarnya lebih dominan daripada pikiran normalnya namun beruntung hal itu tidak terjadi karena tiba-tiba pikiran Sehun melayang saat Taeyeon menyebut kata `Kuliah` diruang tamu tadi dan itu membuat Sehun menghentikan aktifitasnya yang sebenarnya belum terlalu jauh

 

………………………………………………………………………………………………………………

 

Dimeja makan hanya suara dari dentingan sendokgarpu dan piring yang saling beradu

 

Ya, Taeyeon sebenarnya masih kesal dengan kejadian tadi sewaktu ditangga, ditambah Sehun yang sengaja menciumnya tadi

 

`Namja gila, Apa yang sebenarnya dia lakukan padaku tadi malam? Menciumku? Lalu?` pikir Taeyeon disela-sela makannya, dengan perilaku Sehun tadi memang secara tidak langsung Sehun menunjukkan pada Taeyeon bahwa tadi malam Sehun mencium Taeyeon. Kesal? tentu saja Taeyeon kesal karena Sehun berani menciumnya saat dirinya masih tidur tapi yang sekarang menjadi masalah, Apa hanya sekedar mencium?

 

“Kau tidak usah sekolah hari ini” ucapan Sehun yang tiba-tiba ini membuat Taeyeon menatapnya dengan wajah bertanya

 

“Wae?”

 

“Kau masih kurang sehat jadi lebih baik istirahat dirumah”

 

“Aku sudah baikkan”

 

“Kau masih butuh istirahat karena steak yang Kau makan tadi malam pasti masih ada efeknya sampai pagi ini”

 

“Aku tidak peduli” ucap Taeyeon bersikeras

 

“Jika tiba-tiba perutmu sakit lagi?”

 

“Itu masalahku”

 

Sehun menghela nafas mencoba bersikap sabar menghadapi sifat Taeyeon yang keras kepala

 

“Sudahlah, Jika Kau bersikeras. Tapi bisakah Kau melakukan itu (istirahat) sebagai ucapan terimakasihmu padaku?” ucap Sehun setelahnya berlalu pergi sedangkan Taeyeon masih mencerna ucapan Sehun tadi

 

`Berterimakasih ?`

 

`Aish, Aku memang sedari tadi tidak mengucapkan terimakasih secara langsung padanya, Babo`

 

………………………………………………………………………………………………………………

 

Sehun dengan langkah santainya melewati koridor sekolah seperti hari-hari sebelumnya namun jika ditilik dengan baik maka ada sedikit perubahan diwajah Sehun, Ya. Sehun sesekali menyungingkan senyum simpulnya yang membuat para siswa khususnya Yeoja menjadi tambah terpesona oleh Sehun

 

Ya, Sehun melakukan itu karena dirinya cukup senang karena Taeyeon mengikuti perintahnya untuk istirahat dirumah

 

 

 

 

Dilain sisi, terlihat seorang Namja yang memandang sebuah loker dengan pandangan penuh arti kemudian secara perlahan Namja itu membuka kunci loker dan terbukalah loker itu, hal pertama kali yang Namja itu lihat adalah sebuah amplop berwarna putih

 

Namja itu sebenarnya ingin membuka loker itu kemarin saat siswa siswi sudah pulang namun hal itu dia urungkan karena sebuah berita yang membuatnya sudah ingin melepaskan Yeoja yang dia cintai namun amplop putih yang kini sudah berada di tangannya membuat niatnya melepaskan Yeoja itu menjadi pupus tiba-tiba

 

~Siapa Kau?~ hanya sepenggal kalimat didalam surat itu membuat Namja itu menyungingkan senyumannya

 

`Apa ini pertanda jika Aku masih punya kesempatan?`

…………………………………………………………………………………………………………….

 

“Sehun” sapaan dari Tiffany itu membuat Sehun menghentikan langkahnya yang akan memasuki kelas

 

“Wae?” masih dengan ekspresi datarnya Sehun memandang Tiffany

 

“Apa Taeyeon akan masuk hari ini? Ini sudah hampir masuk tapi Taeyeon belum juga muncul” balas Tiffany yang sebenarnya cukup canggung karena ekspresi Sehun yang masih saja seperti itu

 

“Dia tidak akan masuk dan Aku titip ini” ucap Sehun kemudian berlalu meninggalkan Tiffany

 

“Apa ini?” gumam Tiffany kemudian membuka buku yang Sehun berikan tadi dan ternyata itu adalah buku Taeyeon

 

“Mengapa bisa buku Taeyeon berada ditangan Sehun?” gumam Tiffany lagi (Tiffany belum tau kalau Sehun sama Taeyeon udah tinggal satu rumah) Sebenarnya tadi malam Sehun melihat tugas Taeyeon yang masih belum kelar dan akhirnya Sehun yang menyelesaikannya dan tanpa minta izin dari Taeyeon, Sehun mengisi semua kekosongan tugas yang belum Taeyeon jawab dan hari ini pun Sehun tidak memberi tahu Taeyeon jika bukunya itu dia bawa

 

`Lalu mengapa Taeng tiba-tiba tidak masuk? padahal kemarin Taeng baik baik saja` pikir Tiffany

 

“Ommo.. Jangan-jangan Sehun sudah melakukannya pada Taeyeon?” pekik Tiffany

 

“Melakukan apa?”

 

“Apalagi kalau bukan frist night” balas Tiffany tanpa sadar

 

“Ya, ternyata otak pink-ki pagi-pagi sudah liar” celetukan itu membuat Tiffany menolehkan kepalanya kesebelah kanan dan Chup tanpa sengaja Tiffany menciup pipi Luhan yang posisinya tidak jauh dari Tiffany

 

“Mwo? Kau menciumku?” ucap Luhan memegang pipi kirinya terkejut namun senang sedagkan Tiffany saat ini membulatkan matanya tidak percaya

 

“Kau—-” ucap Tiffany seraya memukul kepala Luhan dengan buku Taeyeon namun Luhan segera lari dan masuk kelas kemudian Luhan segera mengumumkan bahwa tadi Tiffany mencium pipinya dan hal itu sontak saja membuat Tiffany malu teramat malu

………………………………………………………………………………………………………..

 

 

From: Funny~Tiffany

`Taeng, apa Kau sakit? mengapa tidak mengabariku?`

 

Pesan dari Tiffany itu membuat Taeyeon yang berada ditaman depan rumahnya segera membalas pesan sahabatnya itu

 

From: Taeng~Taeyeon

`Mian, Aku lupa ^^ gara-gara Playboy itu, Aku jadi tidak sekolah`

 

Pesan itu membuat Tiffany memunculkan lagi pemikiran liarnya

 

From: Funny~Tiffany

`Kau sudah melakukannya dengan Sehun?`

 

Taeyeon yang mendapat balasan seperti itu mengerutkan keningnya binggung namun setelahnya Taeyeon merasa mengerti apa maksud Tiffany dan segera membalasnya

 

From: Taeng~Taeyeon

`Apa maksudmu? tadi malam Aku memang berniat tapi Sehun tidak mau dan rencanaku gagal total`

 

Dan bayangkan saja ekspresi Tiffany saat membaca pesan ini

 

From: Funny~Tiffany

`Ommo.. TAENG!!! Apa Kau sudah gila?`

 

Kening Taeyeon lebih berkerut daridapa tadi

 

From: Taeng~Taeyeon

`Ini bukan pertama kalinya, Kau tidak ingat?`

 

Tiffany tambah tidak percaya dengan apa yang Taeyeon balas

 

From: Funny~Tiffany

`Maksudmu? Kau sudah melakukannya sebelum kalian menikah?`

 

Taeyeon yang membaca pesan itu langsung menggeleng-gelengkan kepalanya `Apa dia lupa?` pikir Taeyeon

 

From: Taeng~Taeyeon

`Apa Kau lupa? atau Aku belum memberitahumu?`

 

 

“Yak! Jinjja! Aku tidak percaya” pekik Tiffany setelah membaca pesan Taeyeon itu dan setelahnya pandangan para murid dan Yoon saengnim langsung tertuju pada Tiffany (Tiffany kirim pesan sama Taeyeon selagi pelajaran berlangsung)

 

“Apa Kau tidak percaya dengan materi yang Aku ajarkan, Noona Hwang?” ucapan Yoon saengnim itu membuat Tiffany yang semula masih menatap handphone menjadi lurus kedepan menatap Yoon Saengnim

 

Dengan kikuk, Tiffany mencoba meminta maaf

 

“Cheosonghamnida Saengnim, Aku tidak bermaksud seperti itu” ucap Tiffany seraya membungkuk sekilas (Asal pembaca tau, Tiffany beucap :Yak! Jinjja! Aku tidak percaya: disaat Yoon saengnim berkata : Inilah jawaban dari soal nomor 7: Pas banget kan sama jawaban Tiffany)

…………………………………………………………………………………………………………….

 

Dengan langkah lemas Tiffany meninggalkan kelasnya, Ya, itu konsekwensi untuknya karena tidak memperhatikan pelajaran Yoon Saengnim

 

`Aish, mengapa hari ini Aku sial sekali? tadi pagi tidak sengaja mencium pipi Luhan dan sekarang diusir dari kelas, lalu apa lagi nanti?` pikir Tiffany

 

drttt.drrtt.

 

From: Taeng~Taeyeon

`Aku ingat Aku telah memberitahumu`

 

Pesan itu membuat Tiffany binggung namun setelahnya

`Aku tidak bisa begini, sebenarnya apa maksud Taeng?` pikir Tiffany dan setelahnya segera menelefon Taeyeon

 

“Yeoboseo”

 

“Ne, ada apa?”

 

“Apa benar Kau melakukan … mmm… dengan Sehun? bukannya Kau membencinya?”

 

“Karena Aku membencinya makanya Aku melakukan itu, tapi tadi malam gagal total tidak seperti yang pertama kali”

 

“Mwo?? Jadi Kau benar-benar telah melakukannya?” pekik Tiffany dan beruntungnya saat ini Tiffany sudah berada di belakang sekolah jadi tidak menganggung proses belajar-mengajar lagi

 

“Ne, Tapi sialnya Aku yang kena imbasnya tadi malam”

 

Tiffany saat ini sedang menetralkan detak jantungnya karena pernyataan sahabatnya itu

 

“Kau melakukan itu pada orang yang Kau benci? sadarlah Taeng, walaupun Kau sudah terikat dengannya tapi kata-katamu tadi yang sebelumnya sudah melakukannya, berarti sebelum menikah Kau telah melakukannya dengan Sehun? Aku tidak percaya” ucap Tiffany setelah detak jantungnya sudah sedikit normal

 

“Funny, Aku binggung dengan apa yang sebenarnya Kau bicarakan, sedari tadi kata-katamu itu salah bukan -dengan Sehun- tapi seharusnya Kau mengatakan -pada Sehun-”

Ucapan Taeyeon itu membuat Tiffany mengerutkan keningnya binggung

 

“Maksudmu?”

 

“Aku kan berniat menjahili Sehun seharusnya Kau berucap -Apa yang Kau lakukan pada Sehun- bukan -Apa yang Kau lakukan dengan Sehun-, yang berniat menjahili kan Aku bukan Aku dan Sehun”

 

Bruk

 

Walaupun kata-kata Taeyeon itu membingungkan tapi Tiffany cukup menangkap apa arti dari kata-kata Taeyeon itu

 

“Menjahili? jadi Kau hanya berniat menjahili Sehun?” tanya Tiffany dengan nada lemas

 

“Ne, Kau sudah ingat? rencana pertamaku berhasil bahkan sangat berhasil, Ya, walaupun Sehun juga membalasnya tetapi tetap saja rencana pertamaku itu berhasil sedangkan tadi malam, Aku malah yang terkena imbas” ucap Taeyeon tanpa menyadari nada lemas dari sahabatnya itu

 

“Bubble tea itu`kan?” ucap Tiffany dengan nada yang masih lemas

 

“Ne, Kau benar dan tadi malam Aku mencobanya dengan steak tapi gagal malah Aku yang akhirnya memakannya dan steak abstak itu membuat perutku sakit, nanti akan Aku ceritakan selengkapnya jika sudah masuk sekolah”

 

“Ne” balas Tiffany yang masih lemas

 

“Apa tidak ada Saengnim? mengapa Kau bisa menelefonku dijam-jam pelajaran seperti ini?” pertanyaan Taeyeon itu membuat Tiffany menatap ponselnya dengan wajah tertekuk

 

“Aku dikeluarkan dari kelas”

 

“Mwo?”

 

“Ne, dan itu disebabkan karena Kau membalas pesanku dengan kalimat yang membuatku salah mengerti” ucap Tiffany

 

“Maksudmu?”

 

“Kau membuatku berfikiran yang tidak-tidak dan aku berteriak ditengah-tengah pelajaran Yoon saengnim dan akhirnya Aku dikeluarkan” ucap Tiffany dengan nada sedikit keras

 

“Mwo? memang apa yang Kau fikirkan?” Tiffany saat ini benar-benar ingin melemparkan ponselnya

 

“Sudahlah lebih baik kita lupakan masalah ini, cepatlah sembuh” ucap Tiffany dan langsung mematikan sambungan telefon secara sepihak

 

 

“Aku dikeluarkan dari kelas gara-gara masalah ini?” ucap Tiffany dengan nada lemasnya dan tiba-tiba dirinya terduduk lemas diatas kursi yang berada dibelakang sekolah itu

 

Ya, Tiffany sudah berfikiran yang tidak-tidak 🙂

 

 

 

“Annyeong, Gwenchana?” ucapan dari seseorang itu membuat Tiffany mendongkakan kepalanya masih dengan lemasnya

“Nugu?”

 

“Do Kyugsoo imnida” ucap Namja yang adalah Kyungsoo

 

“Mmm.. Kau baik-baik saja?” tanya Kyungsoo lagi, Ya, Kyungsoo melihat Tiffany bertelefon namun dengan raut wajah lemas ditambah Tiffany yang tiba-tiba duduk lemas diatas kursi, Kyungsoo pikir Tiffany pingsan

 

“Ne, mm… gomawo Kyungsoo-ssi” ucap Tiffany seraya mencoba menyungingkan senyumannya

 

“Panggil saja Aku D.O”

 

“Ne, lalu perkenalkan Aku Hwang Tiffany, Kau bisa memanggilku Tiffany” ucap Tiffany tersenyum dan dibalas senyuman oleh D.O

 

#Funny tidak ingat jika dirinya juga pernah bertemu Kyungsoo walaupun sekilas pas dipesta Soo Hyun #MRIMFLC2

(Yang Funny ingat cuma wajah dari sahabatnya Kyungsoo yang adalah Black)

……………………………………………………………………………………………………………..

 

“Aish, sebenarnya ada apa dengan Funny?” gumam Taeyeon karena tidak biasanya Tiffany menutup telefon tanpa ucapan -Bye- atau semacamnya

 

“Oh`y… apa yang dia pikirkan?” gumam Taeyeon lagi namun setelahnya

 

“Aish, Aku jadi ingat, sebenarnya apa yang Sehun lakukan padaku tadi malam? tidak mungkin dia berbuat yang tidak-tidak`kan?” gumam Taeyeon

 

`Tapi jika Aku menuduhnya yang tidak-tidak, Aku tidak punya bukti, Aish.. mengapa Aku tidak punya cctv dikamarku` pikir Taeyeon namun setelahnya “CCTV!! Ya, Aku harus membeli CCTV”

……………………………………………………………………………………………………………..

 

Esoknya…….

 

“Hahhahahahhahha” kekehan sedari tadi terdengar dari Tiffany saat menangapi ucapan Taeyeon yang sedang becerita

 

Ya, hari ini Taeyeon sudah masuk sekolah

 

Kesal karena ceritanya sedari tadi hanya dibahas kekehan akhirnya Taeyeon berucap “Sudah puas? Bukannya prihatin karena Aku tinggal dengan Playboy gila itu dan kemarin perutku sakit karena gagal menjahili Playboy itu, Kau malah terkekeh seperti yang Kau dengar adalah lelucon” ucap Taeyeon panjang lebar yang membuat Tiffany mencoba menghentikan kekehannya

“Mian… Ceritamu itu sungguh unik, membangun rumah dengan uang tabungan kalian, membayar pegurus rumah dengan uang yang diberi dari Halmonie dan Haraboeji kalian , terutama Kau Taeng, Kau gagal menjahili Sehun dan berakibat Kau yang sakit lalu pagi-pagi Kau sudah berada didekatnya, dan lebih parahnya Kau ingin —-”

“Yak! jangan lanjutkan itu memalukan” ucap Taeyeon kesal yang membuat Tiffany menyungingkan senyumannya

 

“Ne, arraseo, tapi apa jangan-jangan Kau sudah mulai menyukai Playboy itu?”

 

“Never” balas Taeyeon singkat

 

“Lalu?”

 

“Aish, kemarin itu hanya karena efek perutku yang sakit jadi Aku hampir saja melakukan sesuatu yang sangat memalukan pada rahang Playboy itu” ucap Taeyeon

 

“Jinjja?”

 

“Whatever” ucap Taeyeon dan setelahnya berlalu ke area loker disusul Tiffany yang segera mengandeng tangan Taeyeon

 

“Cinta itu butuh proses Taeng” ucap Tiffany yang membuat Taeyeon menghentikan langkahnya

 

“Jangan mengatakan hal yang berbau tentang cinta, itu membuatku teringat akan ucapan Playboy itu kemarin pagi” ucap Taeyeon yang lagi-lagi dibalas kekehan oleh Tiffany

 

“Hahhahaha…. Mungkin Dia memang menyukaimu makanya Dia berusaha agar Kau jatuh cinta padanya” ucap Tiffany

 

“Bisakah Playboy sepertinya jatuh cinta? Lagipula Aku tidak pernah mendengar Jika dia mengatakan -Aku mencintaimu- padaku”

 

“Jadi Kau menunggu hal itu terjadi?” goda Tiffany yang sukses membuat Taeyeon pergi meninggalkannya

 

“Aku bisa gila” ucap Taeyeon seraya mengeleng-gelengkan kepalanya dan setelahnya benar-benar meninggalkan Tiffany yang lagi-lagi menyusul Taeyeon dan mengandeng tangannya lagi

 

……………………………………………………………………………………………………………..

 

~My White, Aku tidak menyangka Kau akan membalas suratku, Kau tau Aku cukup senang walaupun dalam suratmu hanya tertulis ~Siapa Kau?~ sebagai gantinya, Aku akan memberimu clue tentang siapa Aku,

 

*Aku adalah Kita* ………… itu clue dariku, semoga Kau bisa menebak, Your Black~

 

 

“Aish, secret admirer mu itu sangat pintar sekali, apa maksud dari Aku adalah Kita ? Mmm… mungkin itu sebuah singkatan nama” ucap Tiffany setelah membaca surat itu

“Oh`y, mengapa Kau tidak bilang padaku jika Kau memberinya balasan surat?” tanya Tiffany yang membuat Taeyeon yang sedang berfikir segera mengalihkan pandangannya ke arah Tiffany

“Mmm… Karena Kau kemarin (2 hari yang lalu) terlihat sedang adu omongan dengan Luhan saat pulang sekolah jadi Aku memutuskan untuk meletakan balasan surat untuknya sendiri dan berniat untuk menyampaikan niatanku padamu tapi lupa gara-gara King Playboy itu membuatku kesal seperti biasa ditambah kemarin Aku tidak masuk sekolah” ucap Taeyeon yang dibalas senyuman oleh Tiffany

“Oh`y, Apa yang Kau dan Luhan bicarakan 2 hari yang lalu?” pertanyaan Taeyeon ini membuat Tiffany menghilangkan senyumannya

“Dia ingin mengajakku kencan hari minggu besok” ucap Tiffany yang membuat Taeyeon menatapnya binggung “Mengapa mukamu seperti itu?”

“Aku takut, Apa yang harus Aku lakukan apabila dia memainkan perasaanku saat Aku memiliki perasaan tulus padanya” ucapan Tiffany ini membuat Taeyeon menatapnya binggung namun sedetik kemudian

“Kau pada akhirnya Menyukainya?”

“Annio, Aku bahkan belum menjawab perasaannya, Aku kan tadi hanya bilang -Apabila-” ucap Tiffany

“Aku setuju-setuju saja jika Kau memang ingin bersama Luhan” ucap Taeyeon yang membuat Tiffany mendelikkan matanya kesal

“Dan Aku sangat-sangat amat senang akhirnya Kau bisa bersama dengan Se–” ucapan Tiffany terpotong ketika dengan tiba-tibanya Taeyeon membungkam bibir Tiffany dengan tangannya

“Jangan menyebut hal-hal yang berhubungan denganya saat ini” ucap Taeyeon yang dibalas kekehan oleh Tiffany karena bekapan dari tangan Taeyeon telah terlepas

 

“Ku dengar tadi dikelas, Kemarin Kau mencium Luhan, benarkah?” pertanyaan Taeyeon ini membuat Tiffany membelalakan matanya kaget

……………………………………………………………………………………………………………………

 

“Taeng… Taeng….” ucap Tiffany seraya mencari sosok Taeyeon di atap sekolah

 

“Ne, Ada apa Funny?”

 

“Aku sudah punya beberapa jawaban atas clue dari Black” ucapan Tiffany ini membuat Taeyeon yang tadinya menatap kedepan membelakangi Tiffany langsung berbalik menghadap Tiffany

 

“Jinjja?” tanya Taeyeon sumringah

 

“Ne, yang pertama adalah Kim Jong In, Kau ingatkan saat permainan Maybe Truth Or Dare, Sehun bertanya pada Kai , siapa yang Kai suka saat ini dan Kai secara misterius berkata bahwa mungkin diatara kita bertiga lalu warna kulit Kai juga mendukung” jelas Tiffany

 

“Benarkah? tapi Aku pikir dia tidak mungkin jadi Black” ucap Taeyeon dengan pandangan menimbang

 

“Ya sudah, Lalu yang kedua, Aku melihat berdasarkan nama marga, mungkin yang Black maksud adalah marga kalian sama, jadi hal ini Aku ambil Kim Minseok alias Xiumin dan Kim Jongdae alias Chen, mereka sama-sama memiliki marga yang sama denganmu” jelas Tiffany

 

“Aku tidak berfikir bahwa salah satu dari mereka adalah Black, Kau tidak ingat bahwa Chen dan Xiumin itu sudah memiliki orang yang mereka suka masing-masing” ucap Taeyeon lagi-lagi mematahkan pendapat Tiffany

 

“Aish, Kalau begitu…” ucap Tiffany menghela nafas sebelum melanjutkan “Yang tersisa hanya satu, Aku menebaknya karena selain marganya sama denganmu dia juga pandai dan warna kulitnya putih…” lanjut Tiffany namun dipotong oleh Taeyeon

 

“Aku sudah bilang, jikalau marganya sama bukan berarti itu Black dan jangan bawa-bawa warna kulit” potong Taeyeon

 

“Ya, dengarkan Aku dulu” ucap Tiffany dan itu membuat Taeyeon menghela nafas pelan

 

“Ne, Aku dengarkan, jadi siapa yang Kau maksud?”

 

“Kim Jongmyun alias Suho”

…………………………………………………………………………………………………………………….

 

 

Kesal.. Ya, itu yang Taeyeon rasakan saat ini bahkan bukan hanya sekedar kesal namun Taeyeon benar-benar tidak mengerti jalan pemikiran Sehun dan itu membuat kadar kebencian Taeyeon menjadi semakin bertambah pada Sehun

 

Flashback ON

 

“Ini” ucap Sehun singkat dan langsung menyerahkan sebuah benda berbentuk kotak pada Taeyeon

“Apa ini?” ucap Taeyeon seraya membuka kotak itu yang ternyata adalah gelang cantik dan disisinya terdapat kertas yang dilipat-lipat sangat kecil

 

`Hy My White..`

 

Deg.

 

Baru saja Taeyeon membaca kalimat yang tak asing itu, jantung Taeyeon langsung berdetak tak karuan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TBC

 

 

Read 🙂

 

Yeyeyeyyeyeye…. Akhirnya Chapter 5 Kembali muncul, Asyikkk!!!!!

 

Maaf buat yang lama nunggu soalnya mood author kurang baik kemarin-kemarin apalagi ngebaca berita Luhan :(, tapi berhubung hari ini hari ultah Author #24oktober makanya Author menyempatkan untuk membuat kado buat para readers dengan memberikan kelanjutan ff MRIMFL dan WIL? . Author mencoba mendapatkan moodmaker dari comment`an kalian dan akhirnya ff`y udah selesai dan Author sengaja post di hari ini 🙂

 

Kalau ditanya Sedih gara-gara Luhan, pasti jawabanya SANGAT soalnya ini udah kedua kalinya di EXO 😦 tapi Author juga gak mau jadi fans yang gak memikirkan keinginan Idol`y #ngerti?

 

Author ngirim 3 ff sekaligus hari ini, tapi yang ke-3 cuma Author post di Blog pribadi soalnya main cast utamanya Bukan Taeyeon Eonni

 

Untuk Birthday Author ini, Author bakal kasih ff lanjutan tapi di protect karena Author cuma mau kasih hadiah buat para readers yang selalu menyempatkan mengcomment #Authror yang ultah tapi Auhtor yang kasih hadiah . hehheheh…

 

Terus yang bukan para peng-comment (?) setia gimana? dengan maaf Author gak akan ngasih PW karena ff MRIMFL6 dan WIL?C11 Author persembahkan untuk para pembaca yang setia comment (Selalu ada pembedaan antara yang selalu menyempatkan meng-comment sama yang gak)

 

MRIMFL6-> Momment SeYeon, terungkap siapa itu Black terus ada momment BlackYeon juga loh_hehehhe

WIL?C11-> Ini, Author harap readers yang milih Happy ending or Sad ending ?

 

Minta PW seperti biasa bisa lewat:

Facebook   : amadeasheilla (Pesan)

Twitter       : ama 😀 Shinkeyjong (DM)

Yahoo        : amadeasheilla@yahoo.com

 

Cukup tulis

Username kalian untuk mengcomment (Jadi kalian harus jujur kalau gak jujur ketauan), contoh :

`Annyeong Author`

`Username Aku buat comment       : Shinkeyjong`

`Minta PW Fanfiction                    : MRIMFLC6 dan WIL?C11`

`Baca di                                            : Blog pribadi / ATSIT`

 

 

(Emang kapan mau di lanjutinnya? Hohohoho… Author juga gak tau tapi yang jelas bakal diprotect diblog Author dan di blog ATSIT Author juga bakal minta ke adminnya supaya diprotek)

 

Ribet Ah Thor !

 

Itu sih terserah pembaca, soalnya niat Author kali ini cuma mau menghargai pembaca yang comment kalau gak mau, gak minta PW juga gak apa-apa 🙂

 

 

 

Author jahat dong ke yang gak comment?

Bukan gitu, Author kan gak maksa readers buat comment tapi seperti yang author bilang pasti ada pembedaan antara yang comment dan yang gak 🙂

Author mikir, Kasian yang comment tapi diperilakukan sama kaya yang gak comment jadi aja yang gak comment harap mengerti karena Author gak akan menerima alasan apapun dari kalian

 

Terimakasih yang comment, terimakasih juga buat yang udah ngasih nasihat atas penulisan auhtor #Auhtor lupa namanya siapa yang jelas makasih buat salah satu readers yang ngasih tau bahwa tulisan Auhtor kurang baku 🙂 #Comment_nasihat dengan kata yang halus lebih Author terima daripada yang memakai kata yang tidak halus

 

*Mian, kalau kata-katanya masih kurang baku, penulisannya masih gak sesuai*

 

Author sayang sama readers 🙂

 

Note: Mian buat username yahoo atas nama @taekhyung karena balasan Email Author ke @taekhyung gak kekirim terus, Author minta coba @taekhyung liat di spam, mungkin balasan Email Author masuk ke spam @taekhyung dan yang belum terima balasan dari Author mungkin kasusnya sama juga sama @taekhyun, harap menghubungi Author lewat medsos yang ada diatas aja ya… Ya jelas Auhtor selalu balas pesan kalian tapi kalau gak nyampe, Author juga gak tau mau musti gimana 🙂 (@taekhyung Bener gak tulisannya ? kalau salah maaf ya )

 

(Ingat buat kapan lanjutannya, Author gak bisa janji Ya……)

Advertisements

306 comments on “[FREELANCE] My Rival Is My First Love (Chapter 5)

  1. Hahaha ya ampun ngakak pas tiffany bilang warna kulit kai juga memungkinkan jadi black, btw kak aku udah email buat minta pw chapt 3 full dan udah mention lewat twitter, aku harap ada balesan ya hehe fighting kakk

  2. kokk geli ya byangin taeyeon nyari2 alesan demi ga serumah sama sehun
    kann bner kotaknya sama sehunn, kok tae ga tau black ya? kan mrennud ktmuu
    krenn thorr , lnjut t)rus ff nyal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s