[FREELANCE] Only You [Chapter 1]

unnm

Only You [Chapter 1]

Title : Only You

Author : Yeon chan

Rated : T (PG – 15)

Genre : Romance, School Life, Little Sad, Marriage Life

Main Cast : Kim Taeyeon GG, Xi Luhan EXO

Support Cast : Park Chanyeol EXO, Tiffany Hwang GG,etc

Lenght : Multi-Chapter

Desclaimer : Ini FF hasil murni dari pemikiran dan imajinasi yang keluar dari otak author(?) dan cast milik Tuhan.

Author’s Note : Hai para reader semuanya, sebenarnya ini ff udah lama dan cast namja nya bukan Luhan melainkan Kyuhyun oppa. Cuman author lagi suka sama Luhan dan kebetulan dia bias author di EXO hehe… dan author baru pertama kalinya berani mempublish ff. Sudahlah author banyak komen nih hehe :D. Maaf ya kalau masih ada typo yang bertebaran. So happy reading ^^

 

Terlihat gadis kecil bersama seorang namja kecil berlarian, saling mengejar satu sama lain hanya untuk merebutkan sebuah barang yang telah direbutkan oleh sang namja dengan wajah penuh kesal dari sang gadis kecil itu.

“YA!! jangan lari kau, awas kau ya jika kutangkap nanti!” ucap gadis kecil itu

“Ayo, coba saja kau kejar aku Taeng-ah, aku lebih cepat lari daripada kau!” balas namja kecil itu.

“YA!! cepat kau kembalikan barang berharga itu, itu pemberian dari nenekku” ucap gadis itu dengan nafas terengah-engah.

“Tidak akan! Aku tidak akan mengembalikan barang ini jika kau tidak menuruti keinginanku” ucap namja itu jahil.

“Oh, ayolah, kau tau aku tidak mempunyai cukup uang untuk membelimu sebuah kaset game itu” jawab gadis kecil itu dengan kesal.

“Aniyo, aku tidak meminta itu darimu. Aku hanya minta kau cium di sini” ucap sang namja sambil menunjuk kearah pipi.

“Aigoo, aku tidak mau, lebih baik aku membelimu kaset game itu daripada harus mencium pipimu” balas gadis kecil itu dengan membuang muka.

“Jika tidak mau ya sudah, jangan salahkan aku kalau kau tidak mendapatkan barangmu, haha…” balas namja itu sambil evil laugh kepada yeoja yang berada di hadapannya sekarang.

“Baiklah…Baiklah aku akan mencium pipimu” ucap gadis kecil itu sambil berjalan mendekat kearah namja kecil itu, tiba-tiba

 

CHU~

 

Namja itu hanya tersenyum “Baiklah ini aku kembalikan, jangan lupa nanti malam ke rumahku, aku ingin memberimu sesuatu” ucap namja itu.

“Memangnya kau mau memberiku hadiah apa?” tanya gadis kecil itu dengan wajah penasaran.

“Hmm… Nanti saja kalau kau sudah ada di rumahku. Baiklah kajja kita pulang, sudah sore” ajak namja itu dengan senyum yang masih mengembang.

“Ne, kajja” balas gadis kecil itu.

 

.

.

.

.

.

 

“Taeng kau darimana saja, eomma dan appa mencarimu tadi, apa kau bersama Luhan tadi?” tanya Ny. Kim

“Ne eomma, aku bersama dengan Luhan tadi. Kami bermain di taman eomma” jawab Taeyeon kecil.

“Baiklah kau sebaiknya mandi dan bersiap-siap, kita akan ke rumah Luhan segera” ucap Ny. Kim.

“Baiklah eomma” balas Taeyeon kecil.

“Anak pintar” ucap Ny. Kim tersenyum dan membelai rambut Taeyeon kecil dengan penuh kasih sayang, Taeyeon berjalan kearah kamarnya dan segera mandi.

“Appa, eomma Taeng sudah siap” ucapnya ceria.

“Baiklah, kajja kita berangkat” ucap Tn. Kim, mereka memasukki mobinya untuk mengunjungi rumah Luhan.

.

.

.

.

.

Ting-Tong~

 

Bel rumah berbunyi, segera pemilik rumah membuka pintunya dan mempersilahkan tamunya untuk masuk ke dalam

“Annyeong Tn. Xi” sapa Tn. Kim

“Annyeong, kalian datang tepat waktu, silahkan duduk Tn. Kim, Ny. Kim dan kau Taeng-ah, apa kau ingin bertemu Luhan?” tanya Tn. Xi, Taeyeon hanya menganggukan kepalanya, Tn. Xi tersenyum

“Luhan berada di kamarnya, kau bisa datang ke kamarnya Taeng-ah” jawab Tn. Xi tetap dengan senyum yang menghiasi wajahnya

“Kamshamida ajhusshi” kata Taeyeon sambil membungkukkan sedikit badannya kepada Tn. Xi lalu ia berjalan ke arah sebuah kamar yang diketahui adalah kamar milik Luhan.

Tn. Kim dan Tn. Xi tersenyum melihat kepergian Taeyeon lalu mereka saling berpandangan dan tertawa kecil. Tn. Kim dan Tn. Xi sudah lama menjalin persahabatan sejak mereka di SMA bersama, dan mereka mempertahankan persahabatan mereka dan mengikat sebuah janji yang mereka buat pada saat mereka menemukan pasangan mereka masing-masing yang telah menjadi pendamping seumur hidup mereka selama ini.

“Jadi bagaimana Tn. Kim, kau masih ingat perjanjian kita?” tanya Tn. Xi dengan senyum lebar di wajahnya.

“Tentu Tn. Xi, aku tak akan pernah lupa tentang perjanjian kita” jawab Tn. Kim dengan senyum lebar untuk membalas ekspresi dari Tn. Xi

“Kau tak pernah berubah Heechul-ah” kata Tn. Xi sambil tertawa.

“Kau juga tidak berubah sama sekali, aku tak menyangka kita akan melaksanakannya juga, sudah bertahun-tahun aku menunggu saat-saat seperti ini” balas Tn. Kim

“Iya, aku pun begitu Heechul-ah, aku juga tidak sabar lagi, tapi kita akan menunggu saatnya akan tiba saat mereka mengerti semuanya” jawab Tn. Xi dengan senyumnya yang masih melekat sampai saat ini di wajahya(?) Tn. Kim juga tersenyum dan menganggukan kepalanya bahwa ia juga menyetujui perkataan teman karibnya itu

“Baiklah kita sebaiknya menunggu waktunya tiba saja, dan sebelum kita melanjutkannya, bagaimana kita meminum secangkir teh hangat pada malam hari ini?” kata Ny. Xi yang sedang membawa sebuah nampan yang berisi empat cangkir teh hangat yang sudah ia buat untuk mereka berempat dan melanjutkan perbincangan panjang mereka

.

.

.

.

.

“Luhan-ah” kata Taeyeon sambil mengetuk pintu kamar Luhan.

Luhan yang sedang bermain game pun menghentikan permainannya dan membuka pintu untuk seseorang yang sangat dia kenal

“Taeng, kau sudah datang rupanya” kata Luhan senang. Taeyeon hanya tersenyum dengan manisnya ke arah Luhan.

Luhan hanya terkekeh pelan sambil mempersilahkan Taeyeon untuk masuk ke kamarnya yang rapi. Ya, walaupun Luhan adalah seorang laki-laki tetapi kamarnya selalu ia jaga dan rapikan, Taeyeon masuk dan duduk di sisi ranjang Luhan.

“Luhan-ah, apa yang ingin kau beri kepadaku?” tanya Taeyeon sambil memasang wajah polosnya yang terlihat imut.

Luhan hanya terkekeh karena melihat muka Taeyeon yang sangat imut dan polos dan nada penasarannya. Taeyeon yang melihat kekehan Luhan hanya memajukkan bibirnya imut. Lagi-lagi Luhan hanya terkekeh pelan lalu ia bertanya kepada Taeyeon dengan senyum jahilnya

“Kau sangat penasaran sekali Taeng-ah?” tanya Luhan.

Taeyeon hanya menganggukan kepalanya tanda ia setuju dengan ucapan Luhan, Luhan hanya tersenyum jahilnya.

“Kau tertipu Taeng-ah dengan ucapanku” kata Luhan lalu memeletkan lidahnya dan berlari untuk sekedar menghindar dari pukulan Taeyeon. Taeyeon yang menyadari itu segera mengambil bantal terdekat lalu melemparkan bantal itu kepada Luhan yang sedang berlari untuk menghindarinya.

“YA!!! XI LUHAN, kau sangat menyebalkan” kesal Taeyeon sambil berlari dengan membawa bantal dan melemparkan kepada Luhan secara bertubi-tubi, Luhan merasa kelelahan.

“Kau menang Taeng-ah, aku menyerah. Tetapi lain kali aku tidak akan kalah darimu, lihat saja nanti” kata Luhan. Taeyeon hanya mengeluarkan tawa puasnya lalu menatap namja itu.

“Jadi di mana hadiahku?” tanya Taeyeon masih dengan wajah imutnya.

“Nanti akan kuberitahu kepadamu, asal kau tutup matamu. Aku akan mengambilnya untukmu” ucap Luhan.

Taeyeon mengerti dan langsung menutup kedua matanya menggunakan jari-jari kecilnya. Luhan mengambil barang yang sudah ia siapkan untuk Taeyeon di dalam lemari dekat dengan ranjangnya. Luhan lalu mendekati Taeyeon dan menepuk bahu Taeyeon.

“Taeng-ah, sekarang kau boleh membuka matamu” ujar Luhan dengan tersenyum lembut dan Taeyeon yang mendengar kata-kata Luhan yang menyuruh ia membuka matanya. Taeyeon segera membuka matanya dan terkejut dengan apa yang ia lihat. Luhan hanya tersenyum.

“Sekarang kau boleh memakainya, kupikir akan sangat cantik jika kau memakai barang pemberianku ini” kata Luhan sambil menggoda Taeyeon tetapi tetap tersenyum lembut kepada Taeyeon. Taeyeon yang mendengar itu hanya tersenyum dan menunjukkan pipi merahnya kepada Luhan. Luhan hanya terkekeh melihatnya

“Sini kupakaikan, kau pasti akan terlihat cantik Taeng-ah” ujar Luhan.

Taeyeon menganggukan kepalanya dan membelakangi Luhan agar ia dapat memakaikannya di lehernya. Luhan membuka sebuah kotak itu lalu memasangkan kalung berliontin yang ia minta kepada appanya untuk membuat sebuah kalung khusus untuknya. Tn. Xi mengabulkan permintaan anaknya itu karena ia tahu bahwa kalung itu akan ia beri kepada Taeyeon anak sahabatnya itu. Setelah selesai melingkarkan kalung itu di leher Taeyeon, Taeyeon membalikkan badannya ke arah Luhan dan tersenyum.

“Terima kasih Luhan-ah, kau tahu ini sangat indah untukku” ucap Taeyeon. Luhan hanya tersenyum malu kepada Taeyeon.

“Taeng, jika nanti kita berpisah. Aku akan mencarimu dengan melihat kalung yang ada di lehermu itu dan jika kau rindu padaku, kau tinggal mengingatku yang telah memberi kalung ini” ucap Luhan. Taeyeon langsung menggeleng kepalanya imut

“Kita tak akan berpisah Luhan-ah, kita akan bersama-sama di sini” kata Taeyeon, Luhan tersenyum lembut.

“Tidak nuna, kita pasti akan berpisah nanti, aku tidak akan melupakanmu, aku akan selalu mengingatmu Taeng-ah” jawab Luhan.

Taeyeon hanya memajukan bibirnya imut. Luhan hanya mencubit pipinya lalu seperti biasa berakhir pada kejar-kejaran di dalam kamar Luhan. Setelah itu mereka berhenti ketika mendengar seseorang dari luar.

“Taeyeon-ah kita akan pulang, cepatlah keluar. Appa dan eomma menunggumu di bawah” ujar Ny. Kim.

“Ne eomma, aku akan keluar sebentar lagi” jawab Taeyeon. Taeyeon menatap Luhan

“Luhan-ah, kita berjanji akan bersama, ayo kaitkan jari kelingkingmu” kata Taeyeon sambil menyodorkan(?) kelingkingnya kepada Luhan.

“Ne, aku berjanji nuna” kata Luhan sambil mengikuti Taeyeon tadi untuk membalasnya.

Taeyeon hanya menganggukkan kepalanya lalu melepas tautan kelingking mereka dan berlari keluar kamar Luhan.

“Aku pulang Luhan-ah, bye bye” kata Taeyeon sambil menutup pintu Luhan.

“Ne Taeng-ah, hati-hati ya” ucap Luhan

.

.

.

.

.

Pagi telah tiba, Taeyeon bangun dengan wajah cerianya seperti biasa. Ia lalu sarapan pagi di ruang makan bersama keluarganya.

“Eomma, apa aku boleh bermain lagi bersama Luhan?” tanya Taeyeon.

Ny. Im hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya “Kau boleh bermain bersama Luhan, dan setelah kau bermain kita akan mengantar mereka ke bandara honey” kata Ny. Kim lembut.

Taeyeon mengerutkan keningnya “Eomma, memangnya siapa yang akan pergi?” tanya Taeyeon. Ny. Kim hanya tersenyum lembut

“Luhan akan pergi bersama appa dan eommanya karena harus mengikuti appanya” ucap Ny. Kim dengan lembut.

Taeyeon bingung “Apa Luhan akan kembali eomma?” tanya Taeyeon dengan wajah murungnya.

“Luhan akan kembali setelah urusan appanya selesai honey” jawab Ny. Im tersenyum lalu membelai rambut anaknya sayang. Taeyeon terlihat sedih, Ny. Kim menghiburnya.

“Tenang honey, Luhan akan kembali ke sini” setelah berkata seperti itu Taeyeon menganggukan kepalanya tanda ia mengerti maksud dari eommanya. Ia lalu berpamitan kepada eommanya untuk bermain ke taman seperti biasa ia lakukan dengan Luhan.

“Luhan-ah” panggil Taeyeon kepada Luhan. Luhan menengok ke belakang untuk mengetahui siapa yang memanggilnya.

“Taeng-ah” balas Luhan setelah ia melihat Taeyeon sedang melambaikan tangannya sambil tersenyum imut seperti anak kecil biasanya. Luhan membalas lambaian tangannya.

“Luhan-ah, kenapa kau harus ikut pergi?” tanya Taeyeon setelah menghampiri Luhan yang tersenyum.

“Taeng-ah, sudah kubilang aku akan pergi Taeng. Kau tahu aku akan pergi ke negeri appa dan bersekolah di sana” jawab Luhan.

“Tapi aku tidak mau berpisah darimu Luhan-ah” ucap Taeyeon merengek(?)

“Aku akan kembali nanti saat kita besar nanti Taeng, aku berjanji” kata Luhan untuk menyakinkan Taeyeon.

“Baiklah, tapi jangan lupakan janji kita ya” ucap Taeyeon. Luhan menganggukan kepalanya.

“Ne yaksok, bagaimana kita menuliskan keinginan kita setelah sudah dewasa nanti, dan membukanya saat kita bertemu?” tanya Luhan.

“Baiklah, aku setuju” ujar Taeyeon bersemangat, mereka segera menulis keinginan-keinginan mereka saat nanti mereka sudah dewasa.

“Cha!! Aku sudah selesai, bagaimana denganmu?” tanya Luhan.

“Aku juga sudah selesai” balas Taeyeon.

“Baiklah, kita masukkan ke dalam botol ini dan kita kuburkan di dalam tanah dekat pohon ini saja Taeng-ah” ucap Luhan. Taeyeon menganggukan kepalanya lalu memasukkan kertas yang ia dan Luhan tulis ke dalam tanah dekat pohon.

“Taeng-ah, sudah waktunya kita pulang. Aku akan pergi nuna, kata eomma kau akan mengantarkan kami ke bandara bersama dengan ajhumma Kim bukan?” tanya Luhan.

Taeyeon menganggukan kepalanya dan berjalan bersama Luhan untuk pulang ke rumah. Ternyata mereka telah di tunggu Tn. Xi, Ny. Xi, Tn. Kim dan Ny. Kim, barang-barang pun sudah mereka masukkan ke dalam bagasi mobil. Setelah melihat anak mereka yang telah pulang, mereka segera masuk ke dalam mobil masing-masing lalu pergi ke bandara. Setelah sampai di bandara mereka memasukki bandara lalu berpamitan. Taeyeon tampak murung dan terlihat sedih melihat dengan kepergian Luhan, Ny. Im tidak kehabisan akal untuk menghiburnya

 

10 years later~

 

“YA!! Taeyeon-ah, kenapa lagi kau ini?” tanya Tiffany dengan wajah penuh kesal karena diabaikan oleh sahabatnya ini.

“YA!! Fany-ah bisakah kau mengecilkan suaramu? Aku bisa sakit telinga jika kau seperti ini terus” balas Taeyeon. Tiffany hanya mengerucutkan bibirnya kesal dengan Taeyeon yang mengabaikannya lagi.

“Bisakah kau tidak mengabaikanku Taeyeon-ah? Aku mulai merasa kesepian jika kau mulai seperti ini terus” ucap Tiffany dengan merengek manja kepada Taeyeon sambil menunjukkan aegyeo nya yang menurut Taeyeon sangat memalukan. Taeyeon hanya memutar bola matanya.

“Kau tahu Fany-ah, itu sangat memalukan” kata Taeyeon sinis. Tiffany hanya memutar bola matanya lalu memajukan bibirnya.

“Kau tahu Taeyeon-ah, kau sangat menyeramkan jika sudah seperti ini. Memangnya kau kenapa?” tanya Tiffany.

“Aku sedang kesal hari ini, kau tahu Mr. Park itu membuatku pusing” balas Taeyeon sambil menghela nafas kasar.

“Aigoo, memangnya Mr. Park kenapa sampai membuatmu pusing?” ucap Tiffany bingung.

“Kau tahu Fany-ah, dia menyuruhku supaya bertanggung jawab untuk membantu murid baru itu ” ucap Taeyeon malas.

“OMO, JINJJA!” ucap Tiffany dengan suara melengking dan antusias.

“YA! Kecilkan suaramu itu Fany-ah. Kau tahu telingaku sakit jika mendengar suaramu itu, aissh” ucap Taeyeon dengan kesal sambil menutup telinganya akibat suara Tiffany yang cukup keras.

“Hehe, aku hanya terkejut saja, kau tahu ku dengar dari murid lain, anak baru itu pindahan dari Cina dan dia seorang namja” ucap Tiffany. Taeyeon menganggukan kepalanya

“Hmm, ne aku tahu itu” kata Taeyeon dengan nada malas sambil memutarkan kedua bola matanya.

“Omo, aku tidak sabar ingin bertemu dengan murid baru itu, apakah ia tampan, ia pintar, atau….” belum selesai Tiffany berbicara Taeyeon langsung memotongnya.

“YA! Kau tahu Fany-ah, aku sama sekali tidak berniat dengan namja itu” ujar Taeyeon lalu pergi.

“YA! Taeng-ah, kau mau ke mana? Sebentar lagi bel masuk, kau mau bolos eoh?” kata Tiffany sambil berlari mengejar Taeyeon.

Taeyeon tetap berjalan menyusuri lorong-lorong koridor sekolahnya *Luhan-ah, kapan aku bertemu denganmu lagi* ucap Taeyeon membatin.

“YA! Taeyeon-ah” teriak Tiffany,Taeyeon tetap berjalan santai sampai akhirnya sesuatu memberhentikan jalannya.

“Taeng nuna, annyeong” ujar seorang namja. Taeyeon kaget lalu membalikkan badannya setelah mendengar suara itu.

“Ah, Chanyeol-ah, sedang apa kau di sini? Kau membuat nuna kaget saja” ucap Taeyeon sambil mengelus dadanya. Chanyeol hanya tersenyum.

“Kau sendiri mengapa di sini nuna?” tanya Chanyeol.

“Ah itu, nuna ingin pergi ke taman, oh iya, bukannya kau harus latihan Chanyeol-ah?” tanya Taeyeon. Chanyeol tersenyum.

“Ah ne nuna, aku sedang ingin latihan di sini. Tempat latihanku sudah penuh dengan yang lain, jadi aku mengalah saja dan pergi ke taman ini untuk berlatih. Kau mau melihatnya nuna?” ucap Chanyeol dengan mata berbinar-binar.

“Benarkah? Nuna boleh melihatmu berlatih Chanyeol-ah?” tanya Taeyeon sambil berbinar-binar.

Taeyeon sangat menyukai Chanyeol saat ia sedang menggerakkan badannya sesuai irama, dan menurutnya Chanyeol akan terlihat keren.

“Ne nuna, kau boleh melihatnya, aku akan senang hati jika kau melihatku berlatih” ujar Chanyeol dengan semangat.

Taeyeon lalu menarik Chanyeol agar cepat pergi dari situ dan menuju tempat tujuan mereka, yaitu adalah taman. Sesampainya di taman, Chanyeol langsung menarik Taeyeon untuk duduk dan dia mulai menyetel lagu dan memulai menggerakkan badannya dengan lincah. Taeyeon memperhatikan Chanyeol dengan serius dan mata yang berbinar-binar karena Chanyeol menggerakannya sesuai dengan lagu yang dimainkannya dan tariannya yang sangat memukau setiap wania yang melihatnya termasuk Taeyeon sendiri. Pada saat bagian akhir, Chanyeol mengakhirinya dengan geraakan terakhirnya, seperti biasa Taeyeon selalu terpesona jika melihat Chanyeol menari. Chanyeol menatap Taeyeon dengan wajah berbinar

“Nuna, bagaimana tarianku? Aku harap kau mengatakan bahwa tarianku sangat hebat nuna” ucap Chanyeol dengan semangat dan senyuman yang mengembang. Taeyeon menganggukan kepalanya dan tersenyum

“Ne Chanyeol-ah, tarianmu sangat indah dan keren, aku menyukainya” ucap Taeyeon. Chanyeol yang mendengar hal itu tersenyum sangat lebar.

“Gomawo nuna, aku akan melakukan yang terbaik” ucap Chanyeol dengan gembira dan semangat.

“Nuna, bagaimana kita pergi saja, aku akan mengajakmu ke suatu tempat nuna” kata Chanyeol.

“Chanyeol-ah, kita akan kemana?” tanya Taeyeon ketika tangan Chanyeol menariknya.

“Kau ikuti saja aku nuna, kupastikan kau aman bersama denganku nuna hehe” kata Chanyeol. Taeyeon hanya menganggukkan kepalanya dan mengikuti Chanyeol

.

.

.

.

.

“Akhirnya aku sampai di Seoul, bagaimana keadaannya? Aku sangat merindukan sosoknya” ucap seseorang yang baru saja keluar dari sebuah tempat.

“Tuan Xi? Apakah itu anda?” tanya seseorang di belakang pemuda itu. Luhan membalikkan badannya.

“Ne, ini aku Xi Luhan” balas Luhan sambil tersenyum. Orang yang sekarang berada di depan Luhan pun tersenyum lembut.

“Selamat datang Tuan Xi, selamat datang kembali di Seoul” sambut Tn. Lee

“Ajhusshi, kau sudah menungguku? Maafkan aku jika terlambat, tadi ada masalah ahjusshi” ucap Luhan sambil menggarukkan tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.

“Ani, ajhusshi baru saja datang dan langsung melihatmu, jadi ajhusshi langsung memanggilmu Luhan-ah” kata Tn. Lee dengan senyuman yang masih mengembang. Luhan hanya terkekeh.

“Baiklah ajhusshi. Ajhusshi, apakah kita akan mengujungi ke suatu tempat dulu?” tanya Luhan.

“Kau mau pulang dulu, atau mengelilingi kota Seoul Luhan-ah?” tanya Tn. Lee

“Ajhusshi, kau masih ingat dengan rumah Taeyeon? Aku ingin mendatangi rumah mereka dulu, karena aku sangat merindukan ajhumma, ajhusshi dan juga Taeyeon” kata Luhan.

Tn. Lee menganggukkan kepalanya tanda ia tahu di mana rumah Taeyeon. Mereka pergi dengan menggunakan mobil Tn. Lee yang menjadi pengemudi mobil tersebut. Luhan melihat ke sekeliling kota Seoul yang berada di sebelah jendelanya, Luhan terlihat tersenyum memandangi kota Seoul.

“Tuan Xi, bagaimana dengan keadaan kedua orang tuamu di sana? Apakah mereka akan kembali ke Seoul?” tanya Tn. Lee

“Eoh, appa dan eomma sangat baik dan mereka akan kembali ke Seoul dalam jangka lama, aku memaksa mereka untuk memberangkatkan aku duluan” balas Luhan.

Tn. Lee hanya menganggukkan kepalanya tanda ia mengerti dan segera memfokuskan kembali ke depan. Luhan tersenyum bahagia sambil menatap keluar jendela.

“Tuan Xi kita sudah sampai, jadi kau akan turun Tuan Xi?” tanya Tn. Lee dengan nada menggoda. Luhan hanya menggarukkan tengkuknya kembali ketika Tn. lee menggodanya.

“Ajhusshi, a-a-apakah kita sudah sampai?” tanya Luhan dengan gugup karena menahan malu

“Haha… Gwenchana Tuan Xi” ucap Tn. Lee dengan senyuman tulus.

“Ne ajhusshi” kata Luhan dengan menggarukkan lehernya yang tidak gatal.

“Baiklah ajhusshi, aku akan masuk terlebih dahulu” lanjut Luhan sambil berjalan menuju pintu masuk rumah Taeyeon.

 

.

.

.

.

.

Ting-Tong~

 

Bel rumah Taeyeon berbunyi, segera Ny. Kim segera membuka pintu dan terkejut melihat Luhan ada di depan rumahnya.

“Luhan-ah, apa kabarmu nak? Mengapa kau tidak memberitahu ajhumma jika kau akan datang ke Seoul?” tanya Ny. Kim sambil memeluk Luhan.

“Aku baik-baik saja ajhumma. Mianhae ajhumma, aku tidak ingin merepotkanmu ajhumma. Aku juga ingin membuat suprise untuk ajhumma, ajhussi dan Taeyeon” ucap Luhan. Ny. Kim tersenyum.

“Baiklah, ajhumma tau maksudmu nak. Oh iya, kau tidak mau masuk terlebih dahulu?” tanya Ny. Kim.

“Tidak usah ajhumma, aku hanya sebentar berkunjung dan segera ke rumah” balas Luhan.

“Baiklah, kau akan tinggal di mana Luhan-ah?” tanya Ny.Kim

“Aku akan tinggal di rumah kami sebelumnya, aku akan membereskannya bersama ajhussi Lee” kata Luhan sambil tersenyum manis.

“Ajhumma akan membantu kalian membersihkan tempat itu” kata Ny. Kim

“Tidak usah ajhumma, aku akan membersihkan rumah itu sendiri bersama dengan ajhussi Lee. Ajhumma tenang saja, aku akan baik-baik saja” balas Luhan.

Ny. Kim menganggukkan kepala tanda bahwa ia mengerti “Luhan-ah, kau akan bersekolah di mana?” tanya Ny. Kim.

“Aku akan bersekolah di Seoul High School, kupikir sekolah itu sangat bagus di Seoul” ucap Luhan. Ny. Kim menganggukan kepalanya sambil sedikit berfikir, bukankah anaknya bersekolah di sana?

“Luhan-ah, benarkah kau akan bersekolah di sana? Kupikir kau akan bertemu anakku di sana” ucap Ny. Kim bersemangat.

“Ne ajhumma, aku bersekolah di sana dan eomma sudah mengurus semuanya. Benarkah?” balas Luhan.

“Ne, itu benar. Kau akan bersekolah di tempat Taeyeon berada. Jika seperti itu, ajhumma akan meberitahu Taeyeon akan kepulanganmu dan juga tempat sekolahmu berada” ucap Ny. Kim sambil tersenyum yang sangat lebar(?)

“Tidak usah ajhumma. Aku ingin membuat suprise untuk Taeyeon” balas Luhan.

“Benarkah? Baiklah ajhumma akan merahasiakan ini semua dari Taeyeon” balas Ny. Kim

Luhan menganggukan kepalanya “Ajhumma, sepertinya hari sudah menjelang sore dan aku belum membereskan rumah” ucap Luhan.

Ny. Kim menganggukan kepalanya tanda mengerti “Baiklah. Cha!! Hati-hati Luhan-ah, jika perlu bantuan ajhumma akan selalu membantumu nak” kata Ny. Kim sambil melambaikan tangannya.

Luhan tersenyum lalu berpamitan pulang dan melanjutkan perjalanannya untuk pulang ke rumah *Taeng-ah, apa kabarmu? Baik-baik sajakah? Kita bertemu lagi nanti* kata Luhan membatin sambil tersenyum kecil.

TBC ~

Bagaimana? Jelek kah? Sebenarnya author masih abal untuk buat ff, mungkin ini yang pertama kalinya author berani publish. Maaf ne kalau kalian para reader belum puas. Apalagi ceritanya abstrak banget, jadi bingung lanjutinnya gimana. Tapi author usahain cepat dilanjut deh kalau mood author lagi baik :D. Oh iya, mian ya sama posternya yang jelek dan tak menarik :D. Jangan lupa komenannya ya para cintaku(?) Muah kiss attack dari author hehe.

Advertisements

50 comments on “[FREELANCE] Only You [Chapter 1]

  1. Ff lutae lagiiiii
    aku selalu suka lutae♡
    Pingin taeng sama lu cepat ketemuuu
    lanjutan jangan lama lama thor
    Penasaraaaaaaaaan

  2. next next next
    aku penasaran ma next chapnya
    apakah taeng akan tahu bahwa anak baru tu luhan?
    ditunggu loh thor next chapnya *jangan lama” ya*
    see you soon, thor~

  3. Lutae salah satu couple fav ku,next chap nya jangan lama” ya thor,soal nya penasaran sama cerita lutae selanjut nya.fighting

  4. Ahhh so sweet bangett masa kecil y lutae….
    Ihh luhan seneng banget dh kaya y ketemu taeng …
    Gak kok thor gak jelek bagus kok aku suka deh…
    Lanjut ne jangan lam2
    Fightingggggggggggg………..

  5. Wah keren thor.
    ekspresi taeng pas ketemu luhan gimana ya ? Tuh si chanyeol suka sama taeng ?
    Aduh thor cepetan dong di lanjutinnya.
    Penasaran banget nih.
    Fighting!^^

  6. Omaigatt~~ Heechul jadi appanya Taeng?? Apa jadinya cobaa -_-
    Luhan ama Taeyeon sama sama suka atau?? Chanyeol ngapain?? Suka ama Taeng yahh??
    Bagus kok thor.. cuma alurnya kecepetan aja~~
    Update soon yaa..
    Hwaitaeng!!

  7. LUTAEEEEEEEE ❤
    smoga moodnya author lg bagus deh biar cpet dipublish next chapnyaa#modus 😀

    Bagus deh thor ffnya, kenapa ga pede cobaaaa padahal bagus loh, aku suka^^d
    Ditunggu next chapnya yaa 🙂

  8. Wahhh… Awalnya so sweet… Si Idiot #plak Chanyeol nyempil Ya? :v sepertinya Chanyeol suka Taeng Ya? Ehem.. Ehemm. . Lanjut author-nim

    🙂

  9. Yaahh Lutae belum ketemu?? Kira2 sii luhan ama taeng bakalan faham ga yah sama mukanya kan crtanya udah gede bisanya muka juga berubah meski sedikit,, sii chan chan suka yaa ma taeng next dtunggu scepatnya

  10. Next thor…….
    pnasaran sma klanjutannya
    cie…..cie…. yg stu skolah sma Tae eonnie #plak
    hihihi….. itu ada nongol Chanyeol O.O
    wahhh….. apa bkal jdi cnta segitiga yah….’-‘
    kkk~ lnjut yah thor…
    FIGHTING!!

  11. karena author bilang sebelumnya ini cast namjanya kyuhyun jadi yang ada d gambaran aku cast nya kyuhyun.. bukan luhan :3 kkkkk
    next!! next!! ><

    Updatesoon!Hwaiting!!

  12. Waaah penasrana ane dgn prtemuan lutae yg ke2 stlh umur mrka dewasa thor…. chanyeol? Apa nnti taeyeon akn brplng dri luhan? Andweee …. D tnggu thor klnjutnnya. Always fighting 🙂

  13. sepertinya tercium aroma cinta segitiga #soktahu
    Bagus FFnya.. jadi ceritanya cinta masa kecil yah? Next chap thor.. keep writing 😀

  14. Aaaaa Lutae ❤ ngga sabar luhan ketemu taeng :3 masih inget ga ayaaaaa hehe ditunggu next chapternya authornim jan lama" yaaa :3

  15. YYEEEAAAAAHHHHH FF LUTAE LAGI, aku suka bgt couple ini. pkoknye nextnya ditunggu, ffnya bgus bgt thor. SEMANGAT 😀

  16. yaaak daebak aku suka banget pasangan Luhan-ssi and taeyeon-ssi LUTAE keren banget … thor lanjutkan perjuanganmu jangan biarkan ki menunggu hehe .. gomawo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s