Love Hurts [ Chapter 2 ]

kimiceusposter-copy[1]

Love Hurts chapter 2

Title :

Love Hurts

Author :

Kimiceu

Genre :

PG-15

Rating :

Romance

Cast :

Kim Taeyeon

Huang Zi Tao

Other cast :

Find

Credit Poster :

Thx to MyeonnieKim schoolartdesign.wp.com :’)

Disclaimer :

FF asli dari pemikiran saya sendiri dan terinspirasi dari beberapa korean drama, novel, film, dll. Plagiarism and bashing isn’t allowed . Don’t forget to leave your  comment. Sorry for typo  thx 🙂 ❤

 

 

Love Hurts present by ‘kimiceu’

Rembulan dilangit sudah menampakkan cahaya terangnya. Bintang pun mulai bertebaran diangkasa, menghiasi pemandangan indah alam semesta dimalam hari. Gadis bertubuh mungil itu masih saja terjaga didepan komputernya sekedar memandangi beberapa foto kenangan dirinya bersama orang tuanya saat tahun lalu pergi berlibur ke Hawai. Tentu saja itu adalah liburan yang menyenangkan. Berlibur dengan orang tua yang super sibuk adalah suatu hal langka bagi anak-anak konglomerat seperti Taeyeon. Apalagi appanya itu hanya bisa bertatap muka dengannya hanya tiga bulan sekali atau paling parah hingga enam bulan sekali, selebihnya mereka saling berkomunikasi lewat email dan kadang-kadang jika appanya sedang free Taeyeon biasanya ber-skype ria dengan sosok pencari nafkah bagi dirinya dan eomanya. Tak hanya appanya, eomma Taeyeon pun sama sibuk juga. Hanya beda saja dengan appa Taeyeon. Eommanya itu suka sekali mencari waktu yang tepat untuk dirinya sekedar mengunjungi suaminya ditempat kerja, entah di Amerika, Canada, Meksiko, New Zealand dan lain lain. Eommanya itu adalah seorang ibu sekaligus istri yang baik. Tak jarang ibunya itu pergi sekedar membantu meringankan beban appa Taeyeon dengan mengerahkan tugasnya dikantor atau menghampiri appa karena rasa cinta yang begitu besar dan membuat kedua sepasang suami istri bahagia itu tak dapat menahan rasa rindu. Untung saja appa Taeyeon adalah seseorang yang begitu setia dan pekerja keras, jadi tidak mungkin appanya itu akan berselingkuh dibelakang istrinya. Maklum saja, appa Taeyeon merupakan sosok suami takut istri.

Sedang enak-enaknya menatap foto kenangan bersama keluarganya, tiba-tiba getaran ponsel milik Taeyeon mengagetkan sang empunya. Dilihatnya sederet nomor yang entah milik siapa. Malas sebenarnya Taeyeon untuk menerima panggilan tersebut, namun hati nuraninya tak sejalan dengan otaknya. Dengan cepat Taeyeon menerima panggilan tersebut dan menempelkan ponsel pada telinganya.

“yeoboseyo?”

“yeoboseyo Taeyeon-ssi…” terdengar suara berat dati seorang namja diseberang sana.

“Nuguji???”

” Huang Zi Tao.” ucap namja yang ternyata seongsaengnim Taeyeon sendiri. Taeyeon sedikit menjauhkam ponsel itu dari telinganya dan menatap layar ponsel nya sendiri.

‘bagaimana bisa dia tau nomor ponselku?’ batin Taeyeon.

“eoh seongsaengnim waeyo?”

“Seharusnya aku memberikan pembelajaran tadi siang. Tapi karena ada satu masalah aku harus menggantinya sekarang.”

‘pasti karena kejadian didepan sekolah’ batin Taeyeon

“Sekarang? Maksud seongsaengnim??”

“Aku sudah ada ditaman rumahmu. Cepat turun dan bawa perlengkapan belajarmu.” Taryeon yang mendengar penuturan gurunya itu hanya mebelalak kaget. Sekarang dia harus belajar? jam 8 malam? astaga dia memang guru gila bagi Taeyeon.

“Ya! siapa yang menyuruhmu masuk kerumahku dengan seenaknya??”

“Choi Ahjumma.” jawab singkat Tao

“Aishh baiklah baiklah aku akan segera turun!” kesal Taeyeon langsung mematikan ponselnya. Ia segera mematikan komputernya dan membawa beberapa buku dan alat tulis miliknya. Tak lupa ponsel pintar itu pun ia selipkan disaku celananya. Setelaj dirasanya semua beres, Taeyeon langsung bergegas menuju taman belakang rumahnya.

********

“Kau harus menambahkannya dengan benar. Rumus yang kau pakai juga salah. Seharusnya…..” Tao terus saja menperbaiki sambil menjelaskan beberapa jawaban soal yang tadi Taeyeon kerjakan. Hampir 85% jawaban salah membuat Tao pusing sendiri melihat perubahan muridnya yang sungguh drastis. Taeyeon yang berada disamping Tao hanya melihat gurunya itu malas. Sudah hampir satu jam mereka belajar, namun tak ada satupun materi yang masuk diotak Taeyeon. Gadis itu menyerah, ia mengangkat kedua tangannya sambil memandang Tao dengan tatapan memelas.

“Seongsaengnim aku menyerah. Kita lanjutkan besok saja ya?” rengek Taeyeon memohon.

“Tidak.”

“Seongsaengnim otakku mulai memanas jika harus berhadapan dengan angka ini. Ayolah besok saja.” rengek yeoja kecil itu sekali lagi.

“tidak.” Taeyeon merengut kesal. Sedari tadi gurunya itu hanya fokus dengan bukunya sambil membenarkan pekerjaan Taeyeon yang salah.

“Baiklah kalu begitu kita istirahat dulu seongsaengnim. kepalaku hampir pecah!”

Tao tampak berfikir sejenak sambil menghentikkan pekerjaannya yang sedang tulis menulis.

“baiklah. 10 menit.” Taeyeon menganga sambil memandang gurunya tersebut. Jika saja Tao tidak menyadarkan Taeyeon dengan menatap yeoja kecil itu mungkin saja lalat sudah memasuki tenggorokannya.

“aish dasar pelit-_-” protes Taeyeon. Ia langsung berdiri dan berjalan kearah kolam yabg berada ditengah taman luas miliknya. Ia duduk dipinggiran kolam yang terbuat dari marmer berwarna putih dan langsung mengeluarkan ponselnya. Ia menekan beberapa nomor yang ia simpan dengan nama ‘lovely appa’ dan langsung menekan tombol panggilan. Tao yang masih setia duduk didalam gazebo mulai penasaran dengan apa yang dilakukan muridnya itu. Kepalanya memutar ke kanan dan kekiri, dan kebelakang. Ia melihat Taeyeon seperti sedang berbicara dengan seseorang ditelefon. Raut wajah Taeyeon menunjukkan kebahagiaan dan senyuman tulus. Tak terasa dengan perlahan Tao mengangkat sudut bibirnya melihat Taeyeon bahagia seperti itu. Entah setan apa yang merasuki diri Tao, tapi kini seluruh perhatiannya tertuju hanya kepada murid bertubuh mungilnya itu. Ketika tak sadar Taeyeon berteriak ‘DADDY’ Tao mulai tahu bahwa yang dihubingi Taeyeon adalah appanya. Yah wajar saja, dilihat dari keadaan rumah Taeyeon yang sepi karena Ayahnya bekerja diluar negeri dan ibunya yang sedang pergi ke Jepang tentu saja membuat gadis kecil itu merasa kesepian walaupun pekerja dirumahnya banyak tetap saja ia terlihat kesepian.

Oh Bagaimana Tao tahu jika ibu Taeyeon sedang pergi ke Jepang? Tentu saja karena Kim ahjumma meminta secara khusus kepadanya untuk menjaga Taeyeon selama dia pergi. Sebenarnya Tao dari awal ingin menolaknya, namun Kim ahjumma telah berbaik hati dengannya selama ini dengan memberikan biaya privat Taeyeon dirumah dengan harga tinggi. Kim ahjumma, ibu Taeyeon, sudah mengenal Tao jauh sebelum Taeyeon dan Tao saling mengenal. Saat itu Tao adalah seorang mahasiswa yang bekerja sambilan sebagai bartender disalah satu klub eksklusiv diKorea. Tak sengaja saat Kim ahjumma sedang menyewa salah satu ruangan VVIP diklub itu untuk merayakan sesuatu bersama teman perempuannya dan melihat Tao yang sedang mengerjakan sebuah soal matematika. Pertama kali Kim Ahjumma melihat seseorang yang mengerjakan soal matematika yang rumit bisa diselesaikan dengan cepat. Entah malaikat mana yang sedang berkunjung ke hati Kim ahjumma, ia menawarkan pekerjaan yang lebih layak bagi Tao yaitu merekomendasikan dirnya menjadi seorang guru matematika disalah satu senior high school. Tao yang memang hobi dengan matematika dan antusias langsung meng-iyakan tawaran kim ahjumma. Segera setala kelulusannya ia langsung mengajukan beberapa lamaran disana dan langsung diterima. Bagaimana bisa? Beruntung sekali nasib Tao. Salah satu guru matematika disana sedang hamil dan memutuskan mengundurkan diri karena ingin mengurus buah hatinya kelak bersama suaminya. Yah memang beruntung menjadi Tao, mendapat pekerjaan dengan cepat tanpa mencari-cari hingga mengais-ngais pekerjaan disuatu perusahaan, menjadi guru adalah suatu kebanggan sendiri bagi Tao sebelum menuju kesuksesan.

Setelah sekian lama ia memperhatikan Taeyeon, wajahnya mulai menunjukkanraut datar. Ia meliat Taeueon kini tampak bersedih selepas ia menjauhkan ponselnya dari telinganya. Mungkin saja pembicaraannya kali ini dengan ayahnya harus terhenti dan membuat Taeyeon bersedih. Dari raut wajahnya saja Tao sudah bisa membaca bahwa Taeyeon sangat merindukkan kehadiran kedua orang tuanya. Melihat nasib seorang Kim Taeyeon yang tak jauh beda dengan anak konglomerat lainnya membuat seorang Tao tampak bersyukur dengan kehidupannya. Walaupun ia sudah ditinggal oleh kedua orang tuanya saat kecil, namun dulu ia tak pernah kehilangan kasih sayang dari kedua orangtuanya. Tubuh Tao tergerak untuk mendekati Taeyeon. Langkah kakinya yang panjang membuatnya tak butuh lama untuk sampai dan duduk disebelah Taeyeon sekarang. Ia melihat yeoja itu masih saja menunduk dan memegangi ponsel pintarnya.

“sepertinya aku merindukkan appa dan eomma seongsaengnim.” Lirih Taeyeon.

Mendengar ucapan Taeyeon yang terdengar lemah membuat hatinya sedikit bergejolak. Entah apa yang terjadi dari diri Tao, tapi hatinya seperti merasakan sakit sama seperti taeyeon. Bukan sakit karena merindukan oran tuanya, namun sakit karena mendengarnya berkata dengan nada sedih seperti itu.

“Minggu depan appamu mungkin akan pulang bersama dengan eomma mu juga.” Jawab Tao untuk menghibur yeoja disebelahnya itu.

“Jinjja? Benarkah seperti itu seongsaengnim?” tanya Taeyeon antusias.

“Ne, mungkin nanti aku akan berbicara dengan Kim ah….” Belum sempat Tao menyelesaikan perkataannya, Taeyeon sudah menyela duluan dengan memeluknya. Tao terkejut, tentu saja. Ia dipeluk oleh muridnya sendiri yang umurnya tak jauh sebenarnya, tapi ini tetap saja aneh.

“Seongsaengnim gamsahamnida, jeongmal gamsahamnida.” Ucap Taeyeon sambil terus memeluk Tao. Yang dipeluk pun hanya diam saja masih terkejut mungkin. Namun lama kelamaan tanga Tao mulai menuntun kearah pinggang Taeyeon dan membalas pelukannya dengan erat. Taeyeon yang masih terlalu bahagia pun masih tak menyadari akan perbuatannya dan tak menyadari pelukan Tao saat ini kepadanya. Namun sebuah decitan pintu kaca yang menghubungkan antara taman dan ruang dalam rumah Taeyeon membuat keduanya menoleh. Seseorang dengan pakaian berwarna crayon soft yang tengah membawa sebuah kantong plastik melihat kedua pasangan seongsaenim dan muridnya sedang berpeluka ditengah taman yang sedikit kurang pencahayaannya. Gadis itu, Sunny. Sunny menganga tidak percaya meohat adegan didepannya yang begitu langka. Seorang Kim Taeyeon memeluk namja. Ini mustahil dan kemustahilan itu kini menjadi kenyataan.

“Oh…My….God…” ucap Sunny gelagapan. Taeyeon dan Tao yang baru sadar akan kehadiran Sunny langsung saja melepas pelukan mereka. Taeyeon langsung mengahmpiri Sunny yang masih mematung ditempatnya. Dengan cepat ia menarik Sunny masuk kedalam rumah. Tao yang masih duduk dan memperhatikan kedua yeoja mungil yang masuk kerumah itu tidak bergeming sama sekali. Namun detik berikutnya ia menunjukkan senyum tipis yang menawan dan tentu tidak diketahui oleh siapapun selain dirinya sendiri.

******

Taeyeon mendudukan Sunny disofa ruang tamu miliknya. Ia menatap tajam Sunny yang kini sedang tersenyum-senyum tak jelas.

“y..ya! ada apa denganmu? Kenapa datang malam-malam seperti ini?” tanya Taeyeon panjang lebar sambil berkacak pinggang didepan sahabatnya itu.

“Hey, aku ini ingin megantarkan hadiah dari oppaku yang baru saja pulang dari paris untukmu. Ku kira kau sedang tertidur berhubung ini sudah cukup malam, tapi ternyata…. ”  Sunny menunjukkan smirk anehnya kepada Taeyeon. Taeyeon yang mengerti maksud Sunny hanya merebut kantong hadiah miliknya ditangan Sunny dengan kesal.

“Sudah sebaiknya kau pulang saja. Cepat sana!!” usir Taeyeon. Sunny yang memang tak mau berlama-lama dirumah Taeyeon pun lantas berdiri dan melangkah menuju pintu keluar rumah Taeyeon.

“Yah yah dibalik ketidaksukaanmu dengan Huang seongsaengnim ternyata kau memiliki hubungan dibalik semuanya ya? Aish Taeyeon aku tidak menyangka.” Oceh Sunny tanpa memperhatikan Taeyeon yang kini emosinya sudah dipuncak ubun-ubun.

“YA! Aku tidak berpacaran dengan seongsaengnim, dia tentor belajarku tau!”

“Tapi mana ada serang tentor yang memeluk muridnya? Ck akuilah saja. Pasti dibalik perannya sebagai tentormu ada rasa suka dan ketertarikan dia sebagai pria terhadapmu kan?” cerca Sunny yang membuat Taeyeon menatapnya tak mengerti.

“Maksudmu?”

“Aish kau ini. Kusingkat saja. Mungkin Huang seongsaengnim menyukaimu dan begitu juga dengan kau.”

“YA SUNNY-AH!!”

“Ayo bertaruh. Hanya dengan waktu singkat hatimu pasti hanya akan tertuju pada Huang seongsaengnim.” Ucap Sunny yang kini sudah berada diambang pintu keluar rumah Taeyeon sambil menatap sahabatnya itu yang sedang berpikir.

“Hey kau tidak bisa mempermainkan perasaan orang.”

“Taeyeon-ah ini bukan mempermainkan tapi ini hanya menebak saja kau tau? Memangnya aku memaksamu untuk mencintai Huang seongsaengnim?”

“tidak.”

“Kalu begitu aku tidak mempermainkan perasaanmu maupun perasaan Huang seongsaengnim kan?” tanya Sunny yang mulai emosi dengan otak sahabtanya itu yang terlampau lambat.

“Benar juga katamu.” Ucap Taeyeon sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sunny hanya memutar bola matanya menanggapi kelakuan Taeyeon yang seperti anak kecil.

“Baiklah jika aku menang, kau harus berpacaran dengan Huang seongsaengnim.”

“YA Sunny-ah!!”

“Bye Taengie.” Ucap Sunny sambil brlalu keluar dari rumah Taeyeon. Sunny memang seseorang yang pintar dalam hal percintaan seperti ini, tentu saja kalu bertaruh dengan Sunny Taeyeon pasti kalah. Tapi ia akan membuktikan pada Sunny bahwa dirinya akan menang untuk pertama kalinya dalam pertaruhan ini. Lihat saja.

******

Taeyeon kembali masuk kedalam taman belakang rumahnya untuk melanjutkan pembelajaran matematika membosankan bersama Tao. Ketika ia baru saja beberapa langkah menuja gazebo tempat biasanya mereka belajar, tiba-tiba saja Tao sudah berada didepannya dengan menenteng ponsel dan membawa tasnya.

“Seongsaengnim  kau mau pulang?” tanya Taeyeon sambil melihat barang bawaan guru didepannya itu.

“Hmm, aku ada urusan mendadak. Kita lanjutkan besok Taeyeon-ssi.” Ucap Tao sambil berlalu melewati murid mungilnya itu. Taeyeon merasa tak terima dengan perlakuan gurunya itu yang seenaknya saja membuat janji dan seenaknya juga menghentikan semua ini. Dilihatnya Tao sedang menekan beberapa tombol dan menempelkan ponselnya ditelinga kanannya. Tanpa memberi salam terlebih dahulu, Tao langsung melesat pergi keluar rumah Taeyeon.

“Haish manusia macam apa dia itu-_-“

******

Tao yang sedang berjalan menuju halte bus untuk pergi ke suatu tempat kini sedang mencoba menghubungi sebuah nomor namun sepertinya gagal.

“Agrh sial.” rutuknya pada diri sendiri. Sebenarnya ia hanya ingin memberitahu kepada seseorang yang mugkin sedang menunggunya bahwa ia akan datang terlambat. Namun dewi keberuntungan tidak berpihak kepadannya. Ponselnya mendadak mati. Rupaya Tao lupa untuk mengisi baterainya tadi. Sungguh bodoh memang, tapi untuk apa dia mengkhawatirkannya? Memang kenapa jika dia datang terlambat. Toh orang itu yang membuat janji mendadak jadi harus terima konsekuensinya. Apalagi orang itu yang sudah membuat Tao kecewa, untuk apa ia mengkhawatirkannya.

Setelah tadi Tao naik bis terakhir pada jam malam seperti ini akhirnya ia sampai disebuah kafe yang berada didaerah pusat kota Seoul. Ia memasuki cafe bergaya vintage itu dan mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru ruangan. Akhirnya pupil matanya menangkap sesosok wanita ‘penghancur hatinya’ Wanita itu melambaikan tangan disertai senyuman manis yang dihadiahi untuk Tao. Langsung saja namja berperawakn tinggi itu menghampiri dengan tatapan datarnya dan langsunh duduk tepat didepannya.

“sudah lama tak bertemu, tao.” ucap yeoja manis itu. Sebelum Tao menjawab seorang pelayan sedang meletakkan minuman hangat yang asapnya masih mengepul didepan Tao.

“Kau masih suka dengan Cappucino kan?” Tao hanya mengangguk pelan.

“Jadi, apa yang ingin kau bicarakan Im Yoona.” tanya Tao sambil sesekali menyeruput cappucinonya. Yoona yang melihat Tao meminum minuman yang dipesankannya hanya tersenyum manis.

“aku ingin melihatmu saja. Aku rindu padamu.” kata Yoona membuat Tao menghentikan aktifitasnya.

“Rindu? Setelah kau mencampakkan ku?” ucap Tao dingin. Yoona sudah sering mendapat perlakuan seperti ini dari Tao dan ia sudah kebal.

“Maafkan aku Tao, saat itu aku sedang kehilangan arah dan aku bingung kepada siapa aku mencurahkan.”

“dan kau lupa jika saat itu kau sudah milik orang lain? milikku? atau kau sengaja?” tanya Tao tetap dengan tatapan dinginnya dan suara yang sedikit menggertak.

“Tidak seperti itu. Tao maafkan aku.” lirih Yoona sambil menggenggam pergelangan tangan Tao yang berada diatas meja. Tao langsung menepisnya.

“Aku sudah memaafkanmu. Tapi rasa benciku kepadamu tak akan bisa berkurang.” ucap Tao sambil berdiri dan langsung berlalu pergi keluar dari cafe itu.

“Tao aku masih mencintaimu.”

*******

Pagi harinya Taeyeon sudah berada didepan sekolah dengan Pak Han yang sedang membuka pintu untuk dirinya. Ia menjejakkan kakinya ditanah dan keluat bagaikan Cheo Song Yi didrama populer ‘Yo Who Came From The Star’ dengan artis idolanya Kim So Hyun yang berperan menjadi Do Min Joon.

“Nona, saya pamit.”

“ahh nde Pak Han nanti tak usah menjemputku. Aku akan pulang dengan Huang seongsaengnim” ucap Taeyeon.

“Nde nona.”

setelah itu Pak Han dengan mobil mewah milik keluarga Kim sudah melesat pergi meninggalkan pekarangan sekolah. Taeyeon dengan santai berjalab menuju kelasnya. Tiba-tiba sebuah mobil hitam sudah terparkir indah ditempat parkir khusus guru. Taeyeon melihat seorang namja dengan setelan kemeja dan celana panjang dengan kacamata bertengger manis diantara hidungnya yang mancung sudah turun dari mobilnya dengan membawa sebuah tas ransel dan juga ponsel hitam miliknya. Taeyeon tersenyum dan berlari menghampiri namja itu dan langsung berdiri tepat didepan Tao. Ya namja keren itu bernama Tao guru menyebalkan nan membosankan Taeyeon. Tiba-tiba Taeyeon teringat bahwa dua hari lalu Sunny mengajaknya pergi kesubah klub malam, dan ia juga baru ingat jadwal privatnya dengan Tao berlangsung hari ini juga. Itu artinya ia harus mengosongkan salah satu acaranya dan temtu saja acara yang harus dihapus dari daftarnya mala mini adalah privat matematikanya itu.

“Annyeong seongsaengnim^^” ucap Taeyeon riang.

“Anyeong.”

“Emm seongsaengnim aku ingin berbicara sesuatu padamu >.<” ucap Taeyeon sedikit kurang percaya diri. Tentu saja, berbicara dengan guru yang terlihat tampan dan mempesona yang cukup membuat hati para wanita bergetar. Tao berhenti dan menghadap pada Taeyeon dengan pandangan datar. Wajahnya memang selalu seperti ini dipagi hari jadi Taeyeon sudah kebal dengan semua kebiasaan gurunya.

“Hari ini privat matematikanya ditiadakan dulu saja ya?”  ucap Taeyeon cepat.

“Itu adalah jadwal tetapmu dan tidak dapat diubah seenakmu.” Jawab Tao tanpa ekspresi seperti biasanya, walaupun sebenarnya ia sedang kesal dengan muridnya satu ini.

“Tidak bisa seongsaengnim, pokoknya jangan hari ini. Ku bisa menambahkan dua jam ke hari selanjutnya, otte?”

“Tidak. Taeyeon-ssi aku akan datang jam tujuh malam nanti.”

“Dan aku tidak akan ada dirumah jam tujuh malam nanti! Anyyeong!” teriak Taeyeon kesal dan langsung meninggalkan Tao dilapangan parkir.

sebenarnya ada apa anak itu, aneh sekali’

 

******

18.50 KST

 

“Taeyeon-ah cepatlah aku hampir gila menunggumu, aish anak itu-_-“ teriak Sunny dari dalam mobil. Sungmin kekasihnya hanya menggelengkan kepala melihat tingkah yeojachingunya yang ia kira sangatlah kekanak-kanakan.

“Aish ne ne… chamkkaman!” Taeyeon berlari tergesa-gesa keluar dari rumahnya. Malam ini ia memakai dress diatas lutut berwarna hitam mengkilat dengan rambut yang ia gerai seadanya dan sepatu hak tinggi warna senada miliknya. Pak Han yang sedari tadi berdiri didepan pintu langsung mengekor dibelakang Taeyeon ketika melihat nona mudanya itu mengenakan pakaian cukup terbuka dan pergi dijam malam seperti ini.

“Nona mau pergi kemana?” tanya Pak Han.

“Ah aku hanya pergi sebentar. Pak Han jaga rumah saja dengan ahjumma otte? ^-^” jawab Taeyeon dan langsung masuk kedalam mobil Sungmin.

“Bye ahjussi.” Salam Sungmin dan langsung melesat pergi bersama Taeyeon dan Sunny. Pak Han hanya menggaruk kepalanya bingung harus berkata apa pada ibu Taeyeon melihat kelakuan anaknya ini.

******

Tao menggeram kesal didalam mobilnya. Jadwal privat Taeyeon yang harusnya berlangsung satu jam yang lalu sedikit tertunda karena bus yang biasanya mengantar Tao kedaerah rumah Taeyeon tidak datang saat ia sudah menunggu satu jam dihalte bus. Terpaksa ia harus menaiki mobilnya sendiri. Dengan tergesa Tao yang sudah memarkirikan mobilnya dipekarangan rumah Taeyeon langsung turun dari mobilnya dengan membawa tas dan buku mata pelajaran matematika.

Ketika hampir saja Tao mengetuk pintu rumah Taeyeon, Ahjussi Han supir keluarga Taeyeon langsung menghampirinya dan membungkukkan badannya kepada Tao. Tao membalas dengan membungkukan badannya juga dan menatap heran ahjussi Han.

“Ada apa ahjussi?” tanya Tao to the point.

“Eum T..tao-ssi anda mencari nona Kim kan? Baru saja nona muda keluar bersama teman-temannya jadi ia sedang t..tidak ada dirumah.” Ucap ahjussi Han yang terdengar aneh.

“Sebenarnya ia pergi kemana dan kenapa ahjussi sebenarnya mengkhawatirkan sekali?” tanya Tao heran.

“Tentu saja saya khawatir! Melihat nona muda memakai pakaian sedikit terbuka dan pergi dimalam hari seperti ini membuat saya cemas. Biasanya nona muda jika ingin pergi akan memberitahu Nyonya Kim terlebih dahulu dan langsung memberitahu saya, namun kali ini tidak dan membuat saya sedikit takut jika terjadi sesuatu dengan nona Kim.” Ucap ahjussi dengan raut muka khawatir.

“Kalau boleh saya tahu dengan siapa ia pergi ahjussi Han?”

“Nona pergi dengan menggunakkan mobil berwarna merah dan pergi bersama seorang namja berambut berwarna coklat dan seorang yeoja berambut emas bernama Sunny yang merupakan sahabat dekat nona Kim.” Tao mengangguk mengerti. Dengan deskripsi yang begitu minim, Tao sudah paham dengan siapa Taeyeon pergi. Kalu bukan siapa lagi sahabat Taeyeon selain Sunny? Setelah insiden memalukan yang dialaminya kemarin malam membuat Tao berpikir Sunny memang sudah dekat dengan Taeyeon sejak lama hingga pegawai rumah Taeyeon saja mengenali Sunny sebagai sahabat Taeyeon.

“Baiklah gamsahamnida ahjussi. Jangan khawatirkan dia, aku akan membawanya pulang. Anyyeong.”

“Ah terimakasih Tao-ssi sudah mau menjemput nona muda. Anyyeong.” Ucap Ahjussi Han yang langsung dibalas anggukkan kepala oleh Tao. Dengan langkah kaki panjang dan cepat Tao langsung memasuki mobilnya, menyalakan mesin mobilnya dan melesat pergi menembus jalanan kota Seoul yang cukup ramai malam itu.

******

Wuuuuhuuuuu…..Bum..bumm..bumm

 

Dentuman suara music Dj yang keras dan riuhan para pengunjung klub itu memenuhi ruangan klub malam yang cukup luas. Dihari yang cerah bagi para penikmat dunia malam  tepat sekali berbagai atraksi disajikan disini, seperti Penari striptis yang sedang memamerkan keindahan tubuh mereka untuk para pengunjung. Beberapa laki-laki mata keranjang melotot kesatanan melihat ‘sajian’ didepan mata mereka. Tak lupa dengan para Pekerja Seks Komersial  yang menghiasi sudut ruangan untuk mencari mangsa malam ini.

Sunny Sungmin dan Taeyeon sudah duduk disalah satu tempat VIP disana. Sungmin dengan gentlenya memesan minuman yang tak diketahui sama sekali oleh Taeyeon kecuali Sunny. Sunny adalah seseorang yang kuat minum dan sering, jadi wajar saya yeoja mungil nan cantik itu sudah terbiasa dan mengenal minuman berkadar alcohol tinggi.

“Taeyeon-ah, coba minum ini, pasti kau menyukainya.” Tawar Sunny sambil menyodorkan segelas minuman berwarna emas kepada Taeyeon.

“Aish Sunny-ah aku tidak bisa meminum minuman semacam itu.” tolak halus Taeyeon.

“Jika kau tidak mencobanya, kau tidak bisa tumbuh dewasa. Ayo cepat cobalah! kau pasti ketagihan.” bujuk Sungmin kepada Taeyeon. Awalnya Sunny tidak setuju tentang pendapat namjachingunya ‘jika tidak minum kau tidak akan tumbuh dewasa’ Pernyataan itu sama sekali tak ada hubungannya. Namun setelah ia melihat Taeyeon yang sedang menegak gelas ketiga, Sunny mengacungi jempol kepada kekasihnya itu.

“Tenang saja chagi, aku berbohong tentang pendewasaan diri itu.” ucap Sungmin sambil menggenggam tangan yeojachingunya. Sunny membalas dengan anggukkan kepala disertai senyuman manis.

Dua botol minuman beralkohol terlihat kosong diatas meja ketiga manusia mabuk itu. Kini Sungmin sudah berjalan keatas lantai dansa dan menggerakkan tubuhnya sesuka hati membaur dengan pengunjung lain. Sunny pun mengikuti jejak namjachingunya. Tak lupa ia menarik Taeyeon juga. Awalnya sahabat mungilnya itu ‘ogah-ogahan’ menerima ajakannya . Tapi sekarang mereka bertiga sedang menari gila-gilaan diatas lantai dansa dengan keadaan mabuk.

Lain itu, Tao sudah sampai dikawasan tengah kota Seoul. Tepatnya didepan sebuah klub eksklusif. Bagaimana ia berada disini? Guru seperti Tao tentu saja memiliki nomor ponsel muridnya. Saat berkendara ia mengirim sebuah pesan kepada Sunny tentang keberadaannya. Sunny yang sudah mabuk berat tidak melihat siapa pengirim sms itu. Dengan mudahnya ia mengetik sebuah alamat tempat ia.berada bersama sahabat dan juga namjachingunya.

Tao langsung masuk kedalam klub itu. Umurnya sudah diatas 21 tahun jadi mudah saja ia masuk. Tapi ia masih tak mengerti kenapa Taeyeon dan kawan-kawan yang masih dibawah umur itu bisa masuk klub ini dengan leluasa? Berjalan mencari Taeyeon sambil berpikir. Itulah yang ia lakukan. Tapi matanya menangkap sesosok yeoja berbadan tidak tinggi yang sedang menari aneh bersama SEORANG PRIA. Tao geram melihatnya saat pria hidung belang itu seenaknya menyentuh paha Taeyeon. Sedetik sebelum ia ingin menghajar pria hidung belang itu, Taeyeon lebih dulu menampar pria kurang ajar itu dan menedang alat kelamin pria itu hingga sang korban jatuh dan mengerang kesakitan.

“DASAR PRIA TUA MENJIJIKAN TAK TAHU MALU!!” teriak Taeyeon dengan berbagai sumpah serapahnya. Tao menghela nafas lega. Beruntung walaupun Taeyeon terlihat mabuk tapi ia masih sadar akan dirinya dan bisa menjaga diri. Tao mengakui ternyata sikap cerewet dan kekanakannya bisa berguna disaat genting seperti ini. Dengan segera ia berjalan kearah Taeyeon dan menariknya keluar dari klub malam itu.

Sebelumnya ia melihat Sunny dan Sungmin yang menunduk minta maaf atas kelakuan mereka. Tao hanya menatap mereka datar dan berlalu pergi. Ketika sedang membopong Taeyeon menuju parkiran mobilnya, ia melihat Yoona sang mantan kekasih kini sedang berjalan dengan seorang pria. Saat melihat Tao dan Taeyeon, Yoona langsung terkejut dan menyuruh pria yang jalan bersamanya itu untuk masuk kedalam klub duluan.

“Hi, tumben sekali kau pergi ke klub seperti ini dengan seorang wanita…Mabuk?” tanya Yoona sambil menatap Taeyeon aneh.

“bukan urusanmu.” balas Tao dingin. Yoona hanya meringis mendengar tanggapan Tao. Taeyeon yang berada dirangkulan Tao mendongakkang kepalanya menatap Yoona sayu.

“Oh? Kau wanita yang waktu itu ditampar oleh saengnim didepan gerbang sekolah kan?” tanya Taeyeon. Tao dan Yoona terkejut dengan utaran Taeyeon.

“Maaf. Darimana kau tahu? dan kau murid Tao?” tanya Yoona.

“Maaf aku harus pergi.” Ucap Tao dan langsung berlalu pergi.

*********

Tao sudah membaringkan Taeyeon diatas ranjang dikamar gadis itu. Dengan telaten ia melepas sepatu hak tinggi yang dia pakai Taeyeon dan menyelimuti badannya. Baru saja ingin melangkah pergi, pergelangan tangannya digenggam oleh tangan mungil Taeyeon.

“Seongsaengnim…”

“hmm?” jawab Tao yang kini sudah duduk dipinggir ranjang Taeyeon.

“Kenapa kau begitu jahat pada wanita? Kau menampar seorang wanita didepan gerbang sekolah. Kau membuat menangis seorang wanit didepan sekolah. Kau sudah membuat hidupku menderita. Membuat nilai ulangan matematika ku jelek. ITU SEMUA KARENA KAU?” teriak Taeyeon tetap dengan mata terpejam.

“Kau datang dan membuatku kesal. Kau menggantikkan Park saengnim sebagai guru matematikaku. Dia adalah sesosok ibu kedua bagiku yang selalu menemaniku jika eomma dan appa sedang bekerja diluar negeri dan meninggalkanku sendiri. Sekarang bagaimana? Tak ada Park saengnim disisiku selama eomma dan appa pergi. Aku bisa mati kesepian dirumah. Kenapa kau mengambil kebahagiaanku.” Tao sedikut tersentak dengan ucapan Taeyeon. Mungkinkah ini alasannya nilainya turun? apakah dia begitu sayangnya dengan guru lamanya itu? Mungkin itu alasan Taeyeon membencinya.

“Saengnim tahu tidak? Entah kenapa saat berada didekatmu aku merasa nyaman. Hatiku selalu berdetak cepat jika ada kau disampingku….”

“Saengnim aku membencimu, sangat”

TBC

A/N : Gaje gak?? aaaaa author bener-bener gak pede sama ff satu ini takut konfliknya gak jelas terus gk disukai readers wkwkwkwk. Tai author selalu optimis kok tenang aja/? Udah gak sabara sama kelanjutannya? membosankan kah? Ada alur yang gak jelas? Kata-kata yang tidak dimengerti? kalian bisa komen dibawah ini pemirsaaa xD Jangan lupa komen yaaa Author cinta kalian yang suka komen disetiap ff yang kalian baca ❤ SARANGHAE ❤

Advertisements

115 comments on “Love Hurts [ Chapter 2 ]

  1. Pingback: Love Hurts [ Chapter 3 END ] | All The Stories Is Taeyeon's

  2. Wah wah wah..chapter 2 nya menarik banget..romance taeyeon sama taonya greget banget!! Aku kemana aja ya sampai melewatkan fic sebagus ini??aku lanjut ke chap ke 3 ya author, gak sabar..heheh

  3. baru nemu ffnya hehe, bagus thor ceritanya apalagi disini ada Tao oppa:* hehe lanjut baca ke part selanjutnya ya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s