12 Power Legend – Chapter 8

12 Power Legend – Chapter 8

12 Power Legend - EXOTaeng

Title : 12 Power Legend – Chapter 8

Author : Oh Eun Hye (sparpiglets3)

Rated : T (PG-15)

Genre : fantasy, adventure, mystery. action (little bit romance)

Length : Multi-Chapter

Main cats : SNSD Taeyeon, EXO member

Support cats : you will find other cats in the story

Disclaimer : all the main cats in this story don’t belong to the author. The author is only entitled to the story belongs to the author who in import directly from my brain.

Author note’s : typo (s) scatted. For those who don’t like the cats here in, please don’t vilify or bash the cats! Author never allow to anyone plagiarism for this Fanfiction. And remember to give a comment. Don’t be a silent readers.

 

 

Taeyeon mengerjab-erjabakan matanya pelan. Kepalanya terasa begitu berat dan juga pening luar biasa. Taeyeon mengedarkan pandangan ke sekeliling. Tampak hanya ada dining yang terbuat dari bata kokoh dan juga jeruji besi. Menyadarkan Taeyeon kalau ia ada di sebuah penjara.

 

“Omo! Taeng, kau sudah sadar. Do you know, I’m almost dead even worried because you’re been unconscious.” Pekik Jessica heboh.

“Apa kita di penjara?” tanya Taeyeon.

“Ya. Para pengawal sialan itu yang melempar tubuh kita ke mari.” Sahut Jessica. “See, they do not even untied our hands.” Ucap Jessica sambil memperlihatkan ikatan tangannya.

 

Dengan sedikit demi sedikit beringsut, Taeyeon mendekati Jessica. Ia mencoba membuka ikatan tangan Jessica dengan tangannya yang juga terikat. Jessica ikut yang awalnya merasa heran akhirnya mengerti dan ikut membantu. Taeyeon bahkah mengigiti ikatan tali itu agar segera terlepas. Beberapa menit kemudian, mereka berhasil melepas ikatan tali itu pada tangan Jessica.

Jessica yang sudah lepas, berganti melepas ikatan tangan Taeyeon. Tapi, tanpa mengigitinya. Karena tangan Jessica sudah bebas bergerak. Dan tak butuh waktu lama, sekarang tangan Taeyeon juga sudah terbebas.

 

“Ugh, rasanya tangan ku terasa sangat sakit. Omo! Merah!” kaget Taeyeon saat mendapati tangannya yang memerah.

“So, what will we do now? Just shut up and wait for help? Aku ragu salah satu dari 12 power legend itu akan menolong kita. Sedangkan mereka tak tahu apa yang terjadi pada kita berdua.” Ucap Jessica sambil menekuk lututnya.

Taeyeon menatapnya. “Sepertinya begitu. Memangnya apa yang bisa kita lakukan?” pasrah Taeyeon.

 

 

“Ugh, kenapa tangan ku memerah begini?”

 

Baekhyun mengeluh saat ketika ia terbangun dari tidurnya malah mendapati tangannya yang memerah dengan tiba-tiba. Chanyeol yang kebetulan di suruh Minseok agar membangunkan Baekhyun terkejut mendapati tangan Baekhyun yang memerah.

 

“Omo? Baek, apa yang terjadi pada tangan mu, eoh? Kenapa memerah begini?” tanya Chanyeol sambil memperhatikan tangan Baekhyun.

“Entahlah Yeol. Saat aku terbangun, tangan ku sudah seperti ini.” Sahut Baekhyun.

“Sudahlah, kajja turun. Minseok hyung dan Lay hyung sudah menyiapkan sarapan. Nanti minta Lay hyung agar mengobati tangan mu itu.” saran Chanyeol.

“Ne, kajja.”

 

Chanyeol dan Baekhyun segera keluar dari kamar Baekhyun. Segera turun ke bawah. Di sana sudah ada saudara-saudara mereka. Lay dan Minseok yang sedang sibuk menyiapkan sarapannya. Trio magnae line mereka, Tao, Kai, dan Sehun sedang sibuk memperebutkan pintu kamar mandi. Luhan entah kenapa malah sibuk dengan kekuatannya dan itu membuat beberapa benda-benda melayang-layang di udara. Suho ternyata ikut membantu Lay dan Minseok menyiapkan sarapan. Sepertinya hanya Kris saja yang terlihat agak ‘normal’. Terlihat namja tinggi itu tengah duduk di depan televise.

Baekhyun dengan gerakkan gontai duduk di salah satu bangku meja makan itu. Di ikuti oleh Chanyeol. Setelah Minseok berteriak memanggil semua saudara mereka, akhirnya mereka berkumpul untuk sarapan.

 

“Baek, apa yang terjadi pada tangan mu?” tanya Minseok saat tak sengaja melihat tangan Baekhyun yang memerah.

“Entahlah, hyung. Saat aku bangun tadi, tangan ku sudah seperti ini.” Sahut Baekhyun sambil memegang tanganya.

“Sini, biar ku sembuhkan.” Ucap Lay. Ia merubah warna matanya secara otomatis dan segera mengarahkan tangannya pada tangan Baekhyun yang memerah.

 

Lay menghentikan kekuatannya. Tapi, tangan Baekhyun masih terlihat merah. Entah kenapa, kekuatan Lay seperti tak berguna untukBaekhyun. Seluruh 12 power legend itu lantas terkejut. Karena hal seperti ini belum pernaha terjadi.

 

“A-apa yang terjadi? Ke-kenapa kekuatan ku tak berfungi?” panic Lay sambil memperhatikan tangannya.

“Sudahlah, Lay. Mungkin saja efeknya belum terasa. Pasti nanti tangan Baekhyun akan sembuh.” Hibur Suho.

“Cha, tak usah di pikirkan. Lebih baik sekarang kita segera makan. Daripada makanan ini dingin.” Ajak Kai yang sepertinya sudah kelaparan. Dan di angguki oleh yang lain.

 

Semuanya makan dalam diam. Hanya suara dentingan sendok yang beradu dengan piring sebagai pemecah keheningan. Semuanya seperti terfokus pada apa yang mereka makan.

Luhan tiba-tiba memperhatikan Minseok yang terlihat begitu kelaparan. Ya, bagaimana tidak, Minseok terus-terusan menambahkan makanan di piringnya. Luhan tahu kalau Minseok memang hobby makan. Tapi, ini sungguh mengherankan. Minseok hampir tidak pernah makan selahap ini selapar apapun ia.

 

“Baozi.” Panggil Luhan. Minseok mengangkat mukanya dan menatap Luhan.

“Apa Lu-ge?”

“Kau makan seperti tidak makan selama 2 hari.” Ucap Luhan. Dan itu membuat mereka memperhatikan Minseok.

“Itu benar, hyung. Apa kau benar-benar lapar?” tanya Sehun.

“Entahlah, aku hanya merasa sangat,,, lapar.”

 

 

Terlihat Jessica dan Taeyeon yang masih meringkuk di dalam sell mereka. Mereka duduk di salah satu sudut dengan saling membelakangi. Dalam artian punggung mereka saling menempel.

Tak yang saling membuka mulut untuk memecah keheningan. Baik Taeyeon maupun Jessica seperti tenggelam dalam pikiran masing-masing. Taeyeon bahkan hampir tertidur karena heningnya suasana yang melingkupi mereka.

 

KRUYUK!

 

“Pffhh!”

 

Taeyeon menahan tawanya saat mendengar suara perut Jessica yang berbunyi. Jessica menjadi kesal sendiri mendengar bunyi perutnya. Tapi, mau bagaimana lagi. Dari kemarin ia dan Taeyeon bahkan belum makan. Jadi, wajar saja kalau sekarang ia kelaparan.

 

“Yaa! Jangan tertawa. I know, I’m hungry. And I think you also so!” kesal Jessica.

Taeyeon harus menghela nafas agar tak keceplosan tertawa. “Baiklah, ku rasa kau benar. Aku juga begitu.” Sahut Taeyeon.

“Apa orang-orang sialan itu tak memberikan sedikitpun makanan pada kita? What they don’t have a heart? Have no mercy on us?” ucap Jessica.

“Ku pikir kau punya banyak cadangan makanan di perut mu. Mengingat bagaimana cara makan mu selama ini.” Sahut Taeyeon sarkartis.

“Ya!”

 

Taeyeon tertawa. Sedangkan Jessica mengerucutkan bibirnya dengan kesal. Ia tau ia memang banyak makan. Tapi, setidaknya Jessica berhasil membuat tubuhnya terlihat seperti kekurangan zat makanan. Hey, Jessica tentu tak ingin tubuhnya di hiasi gelambir lemak, kan? Bisa habis di tertawakan Taeyeon jika Jessica benar-benar bertubuh seperti itu.

 

TAP..!

TAP..!

TAP..!

 

Suara sepatu yang beradu dengan lantai sel bawah tanah mengintrupsi kegiatan dua yeoja manis itu. Keduanya lantas terdiam di tempat. Mencoba mengacuhkan orang yang sepertinya akan menghampiri sel mereka. Malas sekali rasanya jika berhadapan dengan salah satu penghuni kerajaan Dark ini.

Seorang namja tampan bertubuh atletis tampak berdiri tegap di depan sel Taeyeon dan Jessica. Tapi kedua yeoja itu mengalihkan pandangan mereka. Ya, namja itu adalah salah satu pembesar kerajaan Dark. Tampak namja itu membawa sebuah nampan yang berisikan makanan. Itu hampir membuat keimanan (?) Taeyeon maupun Jessica goyah. Karena, hey! Mereka lapar, ingat?

 

Namja itu menyeringai. “Aku tahu kalian pasti lapar, bukan? Ini, ku bawakan makanan. Tenang saja. Ini aman. Tak ada racun ataupun sesuatu yang mencurigakan.” Ucap namja yang ternyata bernama Jonghyun itu.

“Ku kira kami akan percaya pada apapun yang kau ucapkan?” sahut Taeyeon dengan ketus.

“Ya. Who would know if you actually intend to bring food to poison us with that?” sahut Jessica pula.

 

Jonghyun itu tiba-tiba tertawa. Membuat Jessica dan Taeyeon heran. Bagian mana yang lucu dari perkataan Taeyeon dan Jessica hingga Jonghyun tertawa seperti itu? sepertinya Jonghyun mulai gila. Atau begitulah pikiran Taeyeon dan Jessica saat ini.

 

“Kalian ini benar-benar. Sejahat-jahatnya kami, kami tak akan membunuh kalian begitu saja. Bisa-bisa 12 oh, maksud ku 10 power legend itu mengamuk dan membumihanguskan kerajaan Dark.” Ucap Jonghyun.

‘Itu malah bagus. Dengan begitu makhluk menjijikan macam kalian akan lenyap dari dunia ini.’ Batin Taeyeon dan Jessica. Dan entah kenapa malah sama.

“Cha! Ini. Akan ku tinggal di sini. Makanlah sesuka kalian. Tenang saja. Itu aman.” Habis berkata bergitu, Jonghyun segera pergi dari tempat itu.

 

Taeyeon dan Jessica saling memandang dengan ragu. Apa makanan ini benar-benar tak membuat mereka mati? Apa makanan ini benar-benar aman?

 

Taeyeon mencoba untuk mendekati nampan itu. Dengan gemetar, ia meraih salah satu roti yang ada di nampan tersebut. Jessica menatapnya dengan pandangan khawatir. Taeyeon menggeleng-gelengkan kepalanya.

 

“Apa salahnya jika kita sekali ini saja kita percaya pada mereka?” ucap Taeyeon.

“Taeng, kau yakin? Apa setelah ini kita masih hidup?” ragu Jessica.

“Ya.” Sahut Taeyeon singkat.

 

Dengan rasa percaya diri, Taeyeon memasukkan sebuah roti itu ke mulutnya. Jessica diam sebentar menunggu reaksi Taeyeon. Jika Taeyeon menunjukkan reaski keracunan, maka Jessica akan segera menjauh dari nampan itu.

Taeyeon menatap Jessica yang sedang ragu. Taeyeon menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Jessica.

 

“Jung, aku tau kelaparan. Makanlah. Ini tidak apa-apa.” Ucap Taeyeon

Jessica ragu. “Do you guarantee my safety if I eat it?” tanya Jessica.

“Astaga, kau ini terlalu memaksakan diri. Makanlah atau semuanya akan ku habiskan?!” ancam Taeyeon.

Jessica membelalak. “Ya! Aku juga lapar. You’re Greedy!”

“Salah mu sendiri. Kajja, makanlah.”

 

 

Luhan terlihat gelisah di tempatnya. Minseok yang kebetulan sedang bersamanya menatap Luhan dengan aneh.

 

“Wae Lu-ge? Kau terlihat gelisah.” Tanya Minseok.

Luhan menatapnya degan pandangan khawatir. “Perasaan ku mengatakan kalau… Taeyeon sedang dalam bahaya.”

Minseok terbelalak. “Ani. Aku percaya Taeyeon sedang ba―”

 

BRAK!”

 

Kris datang dengan mendobrak pintu dan nafas yang terengah-engah. Hal itu membuat Minseok yang sedang berbicara terputus dan menatap Kris dengan kaget juga heran. Luhan juga terlonjak dari tempatnya.

 

“Ya! Kris, apa yang kau lakukan?! Kau ingin kami semua kena seragan jantung, hah?!” kesal Luhan.

“Mana yang lain?” tanya Kris.

“Molla. Eoh, tapi Lay sedang berada di dapur. Chanyeol mungkin di kamarnya. Sisanya aku tidak tahu.” Sahut Minseok.

“Luhan, hubungi semuanya! Suruh mereka berkumpul sekarang! Ini masalah gawat!”

 

Luhan hanya menatap heran Kris. Tak biasanya Kris terlihat panic sampai seperti ini. Mengangguk Luhan, segera mengirim telepati pada ke-7 saudaranya.

 

Mind power pada Healing, Light, Fire, Wind, Water, Teleportation, dan Time Control. Segera kembali ke rumah. Ada yang ingin Dragon sampaikan.

 

Setelah mengirim telepati itu, hanya beberapa detik kemudian, Kai datang paling awal. Itu karena ia teleportation. Di susul oleh Chanyeol dan Lay. Lalu Sehun, Baekhyun, dan terakhir Tao.

Kris menyuruh mereka duduk terlebih dahulu. Sedikit mengabaikan 3 pasang mata yang menatapnya dengan penuh rasa penasaran dan juga ke-kepo-an (?). Kris memutar bola mata akan sikap ketiga magnae mereka.

 

“Ada apa hyung? Kenapa kau menyuruh kami berkumpul?” tanya Baekhyun pad Kris.

“Begini. Tadi aku bertemu dengan Minho. Kalian ingatkan kalau dia salah satu pem―” belum selesai Kris berkata, Kai segera memotongnya.

“Mwo?! Hyung bertemu dengan si brengsek Minho? Kapan? Di mana?” sembur Kai. Kris kembali memutar bola mata.

“Dengarkan hyung mu bicara sampai selesai, Kim Jongin.” Ucap Minseok dan segera menjitak kepala Kai.

“Aw.. mian hyung. Reflex.” Sahut Kai sambil tersenyum bersalah.

“Intinya saja. Minho berkata pada ku kalau nona Kim dan temannya sedang berada di sel bawah tanah kerajaan Dark.”

 

1 detik…

 

2 detik…

 

3 detik…

 

4 detik…

 

5 detik…

 

“Mwo?!”

 

 

Saat itu, Jinki sedang duduk di singgasana kebesarannya. Matanya berkilat senang. Agaknya kabar yang di bawa Minho benar-benar membuatnya tampak bahagia. Dan Jinki pasti akan membari sambutan hangat ata kedatangan 12 ups, 10 power legend yang pasti akan segera menuju kerajaannya.

 

“Minho, tolong kau tanyakan pada bagian pengawas menara sebelah selatan, apakah tamu istimewa ku sudah hampir sampai?” suruh Jinki dan langsung di angguki oleh Minho.

“Baik, Yang Mulia.”

 

Minho segera bergegas menemui bagian pengawas menara selatan itu. 25 meniy kemudian, Minho kembali menemui Jinki dan mengatakan kalau 10 Power Legend sebentar lagi akan sampai. Jinki tersenyum. Senyum mengerikan.

Jinki segera bangkit dari singgasananya dan berjalan keluar. Di iringi beberapa pasukan bersenjata kerajaan Dark. Jinki tentu saja akan langsung memberikan sambutan terhangatnya pada musuh-musuhnya itu. Jinki menyeringai.

Beberapa saat kemudian, 10 Power Legend itu telah tiba di kerajaan Dark. Jinki berdiri dengan jarak 50 meter dari tempat 10 Power Legend itu. Seringai yang terpasang di bibir Jinki semakin melebar.

 

“Wah, wah, wah, liat! Siapa yang datang? Apa kabar kalian, Power Legend. Ada keperluan apa sehingga kalian bersusah payah datang ke kerajaan Dark?” ucap Jinki dengan sinis.

Kris menatap tajam pada Jinki. “Kami tau kau menyekap ‘Gadis terpilih’ itu dan temannya. Kami ke sini ingin meminta kalian agar membebaskan mereka. Atau kalian akan tau akibatnya.” Desis Kris tajam.

Jinki tiba-tiba tertawa keras. “Apa yang kau bicarakan, Dragon? Membebaskannya? Teruslah bermimpi. Sangat berbahaya jika aku membebaskan mereka.” ucap Jinki.

“Kalau begitu, kalian akan terima akibatnya!” teriak Baekhyun dengan lantang.

 

Tak butuh waktu lama, ke-10 Power Legend itu segera melancarkan serangan mereka. Pengawal kerajaan Dark dengan sigap melawan serangan itu. Terjadilah pertarungan sengit. Jinki yang melihat pertarungan itu tersenyum miring dan meninggalkan tempat itu.

 

‘Mind Power pada Healing dan Light. Menyusuplah ke dalam. Cari ‘Gadis terpilih’ dan temannya. Biarkan kami menangani ini.’

 

Baekhyun dan Lay terkejut saat mendengar telepati Luhan yang terdengar di pikiran mereka. Baekhyun menatap Luhan dan di balas oleh anggukkan dari Luhan. Baekhyun segera menarik tangan Lay yang kebetulan berjarak tak jauh darinya. Setelah menendang pengawal kerajaan Dark yang menghadang, Baekhyun dan Lay segera berlari.

Penyusupan Baekhyun dan Lay tertahan saat melihat 20 pengawal kerajaan Dark yang menghadang mereka. Baekhyun segera menghajar mereka dengan menembakkan sinar-sinar yang berasal dari tangannya. Lay segera menghajar mereka semua. Sampai akhirnya, ke 20 pengawal itu terkapar tak berdaya. Baekhyun dan Lay segera pergi. Kaki-kaki milik Baekhyun sempat-sempatnya untuk melayangkan tendangan maut pada salah satu kepala pengawal kerajaan Dark.

Baekhyun dan Lay akhirnya sampai di ruang penjara bawah tanah. Lagi-lagi 10 orang pengawal menghadang mereka. Lay berdecak kesal karena pengawal ini sungguh merepotkan.

 

“Astaga, kenapa mereka ini bodoh sekali? Mau-maunya di perintah oleh Jinki.” Ucap Lay.

Baekhyun menatap sweatdrop pada Lay. “Ya, tentu saja mereka mau, hyung. Jinki itu Raja mereka.” sahut Baekhyun.

“Berarti itu salah mereka juga. Kenapa mereka memilih Jinki sebagai Raja mereka.” ucap Lay lagi.

“Sudahlah, hyung. Kita bereskan saja mereka semua.”

 

Tak perlu waktu yang lama, pengawal-pengawal segera terkapar dengan indahnya (?). Baekhyun menepuk-nepuk tangannya. Seakan-akan tangannya kotor karena pertarungan itu. Lay hanya geleng-geleng melihat kelakukan Baekhyun.

Setelah itu, Lay dan Baekhyun segera memasuk penjara bwah tanah itu. Kegelapan menyambut mereka saat pertama kali menginjakkan kaki di tempat ini. Tapi, keadaan itu bisa di atasi dengan adanya obor api yang menempel di dinding sepanjang lorong tersebut.

Baekhyun terhenti pada salah satu sel. Lay ikut melihat ke dalamnya. Terlihat dua orang yeoja yang kini tengah tertidur. Jessica tertidur dengan bersandar pada dinidng sel. Sedangkan Taeyeon tertidur dengan berbantalkan paha Jessica.

Lay melihat kalau sel ini di kunci dengan segel. Lay menatap pada Baekhyun yang juga tengah menatap balik. Anggukkan dari Lay membuat Baekhyun tersenyum tipis. Segera Baekhyun berkonsentrasi dan mengumpulkan kekuatan cahaya di tangannya (yaah, sejenis kayak mau nyiptain Rasenggan kalo di Naruto). Cahaya itu ia tembakkan tepat di segel itu. Seketika segel itu bergetar dan hancur karena di hantam oleh kekuatan yang besar.

Pintu sel terbuka secara perlahan. Baekhyun dan Lay segera menghampiri kedua yeoja itu. Sepertinya baik Taeyeon maupun Jessica sama-sama terlalu pulas tertidur. Buktinya mereka tak terganggu sedikitpun akan apapun yang terjadi. Mereka berdua seperti orang mati ketika tertidur. Lay dan Baekhyun menggeleng-gelengkan kepala mereka melihat keadaan Jessica dan Taeyeon.

Merasa tak tega untuk membangunkan mereka berdua, Lay dan Baekhyun memilih menggendong kedua yeoja itu. Baekhyun menggendong Taeyeon dan Lay menggendong Jessica. Sama-sama dengan gaya piggy back.

 

“Astaga, kenapa Taeyeon begitu ringan? Apa ia kurang makan?” komentar Baekhyun saat menggendong Taeyeon.

“Begitu juga dengan Jessica. Kenapa mereka ringan-ringan?” sahut Lay.

“Sudahlah, kajja kita bawa mereka.” ajak Baekhyun. Lay mengangguk. Segera, mereka meninggalkan sel tersebut.

 

Ke 8 Power Legend itu masih sibuk dengan pengawal kerajaan Dark yang sepertinya tak pernah habis. Luhan yang melihat sileut Lay dan Baekhyun yang tengah menggendong Taeyeon dan Jessica segera memberitahu ke 8 saudaranya.

 

‘Mind Power pada Frost, Flame, Dragon, Teleportation, Wind, Time Control, dan Water. Hentikan ini, Light dan Healing sudah berhasil.’

 

Ke 7 Power Legend yang mendengar telepati Luhan segera tanggap. Chanyeol dan Kris segara membuat sebuah api besar dan mengarahkannya pada pengawal kerajaan Dark. Serangan ini membuat sebagian besar pengawal itu terkapar. Mereka segera melarikan diri dan kembali serta membawa Taeyeon dan Jessica.

 

 

Yang pertama kali membuka mata adalah Jessica. Mengerjab pelan, Jessica segera mengedarkan pandangan ke segala penjuru. Tak begitu mengenali tempat di mana ia berada. Tempat ini identik dengan warna biru gelap. Jessica menyipitkan matanya. Seingatnya, ia dan Taeyeon tengah berada di sel pengap. Kapan dia ke sini?

 

Taeyeon?!

 

Jessica segera panic. Ia mengedarkan pandangannya lagi. Bernafas lega saat menyadari Taeyeon tengah tertidur damai di sebelahnya. Jessica masih tidak mengerti. Dia ada mana? Kapan?

 

KRIET…

 

Suara deritan pintu membuat Jessica menoleh. Mendapati seraut wajah bulat dari Minseok yang tersenyum ramah. Jessica juga melempar senyum ramahnya.

 

“Ah, sudah bangun rupanya. Bagaimana perasaan mu, Jessica-sshi? Apa Taeyeon sudah sadar?” tanya Minseok.

“Ne, I just realized. Taeyeon still asleep. By the way, kenapa kau tau nama ku? Siapa nama mu?” tanya Jessica.

Minseok menepuk jidatnya pelan. “Omo, mian. Aku Minseok. Kim Minseok tepatnya.” Ucap Minseok

“Minseok. Are you the original man?” tanya Jessica.

Alis Minseok berkedut sedikit. “Tentu saja, Jessica-sshi. Apa yang membuat mu berpikir aku ini yeoja?” tanya Minseok sambil menahan amarah. Kalau saja ia tak punya perasaan, maka Jessica pasti akan beku sekarang juga.

“Karena ini. Gosh, I want to bite it!” pekik Jessica sambil mencubit pipi chubby milik Minseok karena gemas. Minseok hanya meringis sedikit.

“Eungh…”

 

Percakapan Jessica dan Minseok sedikit terhenti saat mendengar gumaman tak jelas dari Taeyeon. Taeyeon memegangi kepalanya yang di pastikan sakit. Dengan perlahan, ia membuka matanya. Pemandangan pertama kali : Jessica dan Minseok. Dengan sedikit tambahan tangan Jessica yang masih stay di pipi chubby Minseok.

 

“Sica? Mi-Minseok-ah?” ucap Taeyeon sambil memperjelas penglihatannya.

Jessica segera menyingkirkan tangannya dari pipi Minseok dan berdehem pelan. “Eoh, sudah bangun? You’re like a buffalo, Kim.” Ejek Jessica.

“Diamlah, Jung. Aku bahkan baru membuka mata. Dan di suguhkan dengan pemandangan uhuk-langka-uhuk.” Goda Taeyeon. Membuat Jessica tersipu.

“Ya! Anggap saja kau salah lihat!” pekik Jessica sambil berusaha menghilangkan rona merah di pipinya.

 

KRIET…

 

Pintu kamar kembali berderit. Membuat ke 3 pasang mata itu menoleh ke arah pintu. Mendapati Baekhyun yang sedang membawakan makanan dan juga minuman. Tersenyum tipis, Baekhyun segera masuk.

 

“Ah, sudah bangun rupanya. Bagaimana perasaan kalian?” tanya Baekhyun sambil meletakkan nampan berisi makanan dan minuman di atas nakas.

“Baik. Bagaimana bisa kami ada di sini? Seingat ku, aku dan Jessica sedang ada di dalam sel.” Tanya Taeyeon.

“Sebaiknya kalian makan saja dulu. Kami tunggu di bawah. Cerita akan menyusul nanti.” Ucap Baekhyun. “Kajja hyung.” Lanjutnya sambil mengajak Minseok keluar.

 

Sesaat setelah Baekhyun dan Minseok keluar dari ruangan ―atau bisa kita sebut dengan kamar― Taeyeon dan Jessica saling pandang.

 

“Apa kau berpikiran sama dengan ku juga, Jung?” tanya Taeyeon.

Jessica menangguk. “You mean, they were liberating us, Kim?” tanya Jessica pula.

“Sepertinya begitu. Sudahlah, kau lapar, bukan? Habiskan segera makanan itu.” ucap Taeyeon. Jessica mengangguk.

 

 

Taeyeon entah kenapa begitu merindukkan apartemennnya yang sederhana ini. Ah, seperti ia sudah meninggalkan apartemen ini begitu lama. Taeyeon menghirup udara di sekelilingnya. Dan wanginya masih sama saat Taeyeon meninggalkan tempat tinggal kesayangannya ini.

Taeyeon segera menuju kamarnya. Ah, ini dia yang paling ia rindukan. Bantal-ah dan juga guling-ya miliknya yang bergambar hello kitty. Taeyeon dengan semangat menghempaskan tubuhnya di atas kasur miliknya. Memeluk guling-kun* dan juga bantal-chan* dengan erat.

 

TOK… TOK… TOK…

 

Ketukkan di pintu apartemennya membuat Taeyeon mengerang kesal. Demi apa, ia bahkan baru saja reuni-an dengan barang-barang kesayangannya. Dan ketukkan itu merusak semuanya. Taeyeon mengumpat untuk siapapun yang bertamu di apartemennya kali ini.

 

TOK… TOK… TOK…

 

“Ne, chankkaman. Tunggu sebentar.” Sahut Taeyeon setengah hati. Tamu ini sungguh tak sabaran sekali.

 

CLEK!

 

“Annyeong, Taeyeon-ah. Apa aku menganggu mu?” ah, ternyata ahjumma Han yang datang. Taeyeon memaksakan sebuah senyum.

“Annyeong, ahjumma. Tidak, sana sekali tidak menganggu kok. Silahkan masuk ahjumma.” Ucapan Taeyeon ini sungguh tak sesuai dengan keadaan hatinya.

“Ah, begitu ya. Tak usah, Taeyeon-ah. Aku hanya sebentar. Bisa kah kau membantu penghuni baru kita? Aku akan mengunjungi rumah orang tua ku dengan suami ku. Kau tak keberatan, kan, Taeyeon-ah?” pinta ahjumma Han.

“Oh, ne. Aku sama sekali tidak keberatan, ahjumma. Kalau boleh tau, penghuni baru itu kapan datang?” tanya Taeyeon.

“Dia akan datang di jam 2 nanti. Aku sudah menyuruhnya agar segera ke sini dan aku tinggal menunjukkan di mana tempatnya nanti. Ini kuncinya. Kau tau, kan, ini berada tepat di depan tempat mu ini?” ucap ahjumma Han.

“Arraseo, ahjumma.”

“Kalau begitu, ahjumma pamit dulu. Harus segera siap-siap dan berangkat.” Pamit ahjumma Han.

“Ne. Semoga selamat sampai tujuan dan semoga menyenangkan.” Pekik Taeyeon. Ahjumma Han hanya tersenyum dan segera pergi meninggalkan apartemen Taeyeon.

 

Taeyeon menjatuhkan dirinya di atas sofa. Haaah, ia bahkan belum sampai 20 menit kangen-kangenan dengan apartemennya. Ahjumma Han sudah memberikan tugas merepotkan padanya. Cih!

Menghela nafas, Taeyeon akhirnya memutuskan untuk mandi saja. Sangat tidak menyenangkan jika penghuni baru itu nanti akan mengomentari akan bau badan Taeyeon saat bertemu. Taeyeon yakin, jika itu terjadi, maka harga dirinya akan menyusut sampai seukuran kamar mandi.

 

 

TOK… TOK… TOK…

 

Ketukkan di pintu apartemennya membuat Taeyeon berhenti sebentar dari kegiatan menjemur handuk basah yang tadi ia gunakan untuk mandi. Taeyeon melihat jam dinding.

 

02.12

 

Ah, pasti itu penghuni baru itu, pikir Taeyeon. Segera ia menyelesaikan pekerjaannya dan segera berlari menuju pintu.

 

CLEK!

 

NYUT!

 

Taeyeon segera memegang erat lehernya. Sensasi ini. Apa jangan-jangan penghuni baru ini adalah salah satu dari 12 Power Legend?

Mengabaikan sensasi terbakar itu, Taeyeon membuka pintu aparteman miliknya. Seraut wajah tersenyum menyambut Taeyeon saat pintu apartemennya terbuka sempurna. Taeyeon membelalakkan matanya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TBC

Authot notes :

*chan – adalah sebuah sapaan yang berada di belakang sebuah nama. Biasanya di gunakan untuk gadis yang kita kenal ataupun teman wanita kita. Misalnya, saat Naruto memanggil Sakura dengan ucapan ‘Sakura-chan’

*Kun – adalah sebuah sapaan yang berada di belakang sebuah nama. Biasanya di gunakan untuk laki-laki yang kita kenal ataupun teman pria kita. Misalnya, saat Sakura memanggil Sasuke dengan ucapan ‘ Sasuke-kun’

halohaaaa, readers ketjeeee! Ketemu lagi sama author abal ini. Nah, ini aku bawakan chapter baru. Eottokhe? Apa ini mengecewakan? Ku harap tidak.

Ayooo main tebak-tebakkan lagi, siapa ya penghuni baru itu? Kandidatnya Cuma dua, ya. Kyungsoo atau Jongdae? Kira-kira itu siapa, ne?

Tunggu aja di chapter depan, ne. Sekarang saatnya comment.

Comment juseyoooo 🙂

Advertisements

53 comments on “12 Power Legend – Chapter 8

  1. Nampaknya itu kyungsoo dh alias d.o hhi
    We’ll see..
    Seru seruu..skali lg bakal ada love line gga thor?
    Nampaknya sii baekhyun punya connecting gtu ke taeng, begitu pula minseok-sica hhihi
    Semangatt terus thor~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s