[FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 1)

D-L-T-Diamond

​Author : deeHAYEON
Lenght : Multi-Chapter ll Rating : PG-15 II Genre : School-life, Friendship, Romance

Main Cast : Kim TaeYeon, Cho KyuHyun, Jung YunHo

Other Cast : Saehyun, Seohyun, Suzy, Luhan, Donghae, Hyukjae, Kris
Desclaimer : FF ini terinspirasi dari drama korea. All cast milik Tuhan dan keluarga mereka masing-masing.
Jika ada kesamaan dalam cerita, itu adalah unsur ketidak sengajaan.
DON’T PLAGIAT!

Note’s : Lama banget yaa first chapter-nya. Joesonghamnida readers #bow. Untuk pemberitahuan, next chapter ‘Loves And Loved’ akan di post setelah ini. Mungkin akan di selang-seling antara ff ini dan LAL, biar ga bosen. Langsung aja deh. Sorry for typo(s)

~Happy READING!

Chapter 1

Yeoja bersurai cokelat tampak tersenyum memandang bayangan di cermin. Kim Taeyeon, yeoja itu, dengan bangganya memperhatikan seragam sekolah yang ia pakai. Kyunghwa Senior High School, sekolah elit yang sudah menjadi target Taeyeon sejak SD dan akhirnya dia bisa bersekolah disana.

“Noona!” seru seorang namja,, cantik? Ya, dialah Kim Luhan. Namja berseragam SMP itu tiba-tiba masuk kekamar Taeyeon tanpa permisi.

Taeyeon sedikit tersentak, lalu menoleh, “Yaa! Luhan-a!! Kau tak tau cara mengetuk pintu, eoh?”

Luhan hanya menyeringai menanggapinya dan duduk di atas ranjang Taeyeon sambil memeluk bantal berbentuk kacang, “Noona…”

“Mworago?” balas Taeyeon malas. Ia masih sibuk mengagumi bayangannya sendiri saat memakai seragam kebanggaan Kyunghwa.

“Kau sangat cantik mengenakan seragam itu,” sambung Luhan lagi.

Taeyeon mengernyit aneh memandang adiknya. Jelas ada sesuatu yang tidak beres jika Luhan sudah bicara seperti itu, “Apa yang kau inginkan?”

Luhan melebarkan senyumnya, “Kau tau, Joohyun noona juga bersekolah di Kyunghwa SHS. Aku mau noona menyampaikan salamku padanya,”

Yeoja itu mulai mendengus, ia berpaling dari cermin dan duduk disamping Luhan sambil memakai kaos kaki, “Kau pikir aku ini tukang pos? Sampaikan sendiri”

“Noona…” rengek Luhan, “Aku sudah lama tidak bertemu dengannya”

“Shireoyo. Aku tidak cukup akrab dengan Seohyun. Lagipula minggu ini les privatmu sudah kembali dimulai. Geuraeso, sampaikan sendiri,” ujar Taeyeon tak sabar. Ia berdiri setelah selesai memakai sepatu lalu mengambil tasnya.

Seo Joohyun atau Seohyun itu adalah guru les privat Luhan yang sekarang bersekolah di Kyunghwa SHS.

“Kalau begitu, sampaikan saja bahwa aku akan masuk SMA Kyunghwa tahun depan,” seru Luhan bersemangat.

“Maaf, aku sibuk,” ketus Taeyeon sambil keluar kamar meninggalkan adiknya yang menggerutu sendirian.

Ia turun ke lantai bawah dan menemui kedua orang tuanya.

“Ah, anakku sudah SMA sekarang,” kata Tuan Kim saat melihat Taeyeon memasuki ruang makan. Yeoja itu tersenyum senang lalu mendekati eomma dan appa-nya.

“SMA unggulan pula,” sambung Nyonya Kim sambil menyiapkan sandwich.

“Eomma, appa. Sudahlah, kalian terlalu berlebihan,” sahut Taeyeon malu.

“Kyunghwa SHS saja bangga,” timpal Luhan yang baru bergabung.

“Kupikir tadi ada yang berjanji masuk Kyunghwa SHS tahun depan demi Seohyun noona-nya?” sindir Taeyeon mendelik kearah Luhan.

“Bukan demi Seohyun, tapi demi Joohyun noona,” koreksi namja itu membuat Taeyeon mendengus.

“Seperti ada bedanya saja. Jangan kau pikir dengan memanggilnya menggunakan nama asli, Seohyun dapat tertarik padamu,” ujar Taeyeon menerima sandwich dari ibunya, ia sedikit tertawa melihat Luhan mempoutkan bibirnya.

“Terimalah kenyataan Lu. Seohyun hanya menganggapmu nam-dong-saeng, arachi?” ia menekankan akhir kalimatnya.

Tak mau kalah, Luhan membalas dengan cepat, “Seperti kau hanya menganggap Donghae hyung sebagai oppa saja. Aku yakin Joohyun noona tidak sekejam dirimu,”

Uhuk~

Taeyeon tersedak, Nyonya Kim segera memberikan segelas air.

“Apa maksud perkataanmu bocah?!” bentak Taeyeon setelah menetralkan tenggorokannya.

“Hey, sudahlah,” tukas Nyonya Kim “tidak baik makan sambil bicara”

“Tapi…” Taeyeon berusaha membela diri, namun appa-nya angkat bicara.
“Kalian memang tidak pernah berubah, bersikaplah sedikit dewasa”

Taeyeon mendecak sambil melirik dongsaengnya dengan sebal. Apa maksud Luhan membandingkan hubungannya dengan Donghae seperti hubungan dia dengan Seohyun? Situasinya sama sekali berbeda.

-FLASHBACK

Donghae menatap dalam-dalam kedua manik mata yeoja dihadapannya, ia menggenggam tangannya, sangat erat.

“Katakan jika kau juga menyayangiku Taeng-a,” Taeyeon, yeoja itu, menggigit bibir bawahnya. “Cegah aku untuk pergi,” pinta Donghae.

“Oppa,” sahut Taeyeon pelan, “Aku sangat meyayangimu. Kau adalah oppa terbaik yang aku punya. Tapi aku tak bisa membuatmu berhenti mengejar impian, kau harus meneruskan studimu karena itu yang terpenting untuk masa depan oppa”

Donghae menunduk lemah, “Kau pikir, apa yang paling membuatku bahagia selain dirimu? Apa perasaanku ini tidak penting?” tanyanya sedikit membentak.

Taeyeon menahan airmatanya. Ini sangat menyakitkan, ia sudah terbiasa bersama Donghae sejak kecil. Tapi, apa artinya semua itu? Ia tidak boleh egois.

“Mianhae,” Setetes air kristal berhasil jatuh dari pelupuk mata Taeyeon.

Namja itu meregangkan genggamannya pada Taeyeon. Wajahnya menyiratkan kekecewaan namun ia menghapus airmata yeoja dihadapannya, “Hanya itu?”

Taeyeon terdiam sejenak berusaha untuk tersenyum, “Selamanya kau adalah oppaku. Saranghaeyo oppa”

FLASHBACK end-

Taeyeon menghela nafas panjang. Mengingat Donghae membuat hatinya sakit sendiri. Apa kabar oppa di London ya? Apa dia tumbuh dengan baik?

Ayolah Kim Taeyeon, berhenti berfikiran seperti ahjumma. Kau sendiri belum tau baik buruknya perkembangan tinggi badanmu. Ah sudahlah, ia tidak mau berurusan dengan tinggi badan, lebih baik berangkat sekolah.

****

Mobil sport berwarna biru terparkir di basement sekolah yang terkenal dengan popularitasnya. Hanya orang terpilih saja yang dapat bersekolah di SMA tersebut. Selain itu, para siswa juga harus menyiapkan mental mereka, kalau tidak jangan harap kalian bisa tenang belajar di sekolah ini.

Orang pemilik mobil tersebut mematikan mesinnya dan bercermin sejenak dikaca spion sebelum mengambil tas dan turun dari mobil. Ia melangkah memasuki gedung Kyunghwa SHS yang sama sekali tidak asing baginya.

Cho Kyuhyun, namja itu, melihat Eunhyuk bersama 3 orang lainnya duduk di bawah pohon maple pinggir halaman sekolah. Mereka melambaikan tangan padanya.

Kyuhyun berjalan mendekati sahabatnya itu, tanpa mempedulikan sapaan ‘selamat pagi’ dari siswa yang memakai bros bintang hitam. Bahkan ia tak menghiraukan beberapa siswa -dengan bros bintang putih, yang berusaha menghindarinya sejauh mungkin.

“Pagi Kyuhyun-a, ada apa dengan raut wajahmu? kusut sekali,” ujar Eunhyuk ketika Kyuhyun bergabung dengannya. Baekhyun, Suho, dan Kris duduk bersandar pada pohon tepat dibelakangnya. Mereka ber-highfive, lalu Kyuhyun duduk disebelah Eunhyuk dan tersenyum tipis menanggapinya. Ia sama sekali tidak berniat untuk menjawab pertanyaan sahabatnya.

“Hari ini adalah peresmian siswa kelas 10, seharusnya kau bersemangat, kita akan mendapat anggota baru,” sahut Kris Wu yang duduk diantara Baekhyun dan Suho.

Kyuhyun menyeringai, “Memang aku peduli? Seorang leader tidak ikut andil dalam urusan perekrutan anggota, Kris-a”

“Selalu seperti itu. Padahal aku tidak sabar menunggu yeoja-yeoja anggota Dark yang baru. Kau tau, yeoja Dark sekarang sangat membosankan,” komentar Suho tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.

“Kepopuleranmu tidak seberapa jika dibandingkan dengan popularitas Eunhyuk hyung, haha,” tukas Baekhyun sambil tertawa.

Kyuhyun ikut tertawa dengan yang lainnya, “Jelas belum ada yang bisa mengalahkan popularitas Cassanova yang satu ini”

“Sebenarnya kau bisa, Kyu…” kata Eunhyuk.

“Shireo!” bantah Kyuhyun.

“Nah itu masalahnya,” balas Kris dan mereka kembali tertawa.

“Hey, lihat! sepertinya anak itu mendekati kita,” Baekhyun menunjuk seorang gadis manis dengan rambut cokelat terurai. Yeoja itu memang berjalan kearah Kyuhyun dan teman-temannya. Sendirian. Berani sekali dia.
Chakkaman, dia tidak memakai bros apapun. Kelas 10-kah?

—-

“Aigo. Sekolah ini besar sekali. Dimana aku dapat mencari kelasku?”

Taeyeon berjalan menyusuri koridor di lantai dasar. Ia kebingungan mencari kelasnya. Gedung sekolah Kyunghwa memiliki empat lantai dan sangat tidak mungkin jika dirinya harus menyusuri setiap ruangan satu persatu.

Babo! Bahkan ruang kepsek saja dia tidak tau. Jalan satu-satunya hanya dengan bertanya. Taeyeon tidak berani bertanya pada sunbae-nya yang berlalu-lalang karena mereka terlihat sangat sibuk.

Setelah berkeliling, tiba-tiba perhatiannya tertuju pada 5 orang namja yang duduk dibawah pohon maple. Ia ragu untuk menghampiri namja-namja itu. Karena sepertinya mereka kurang bersahabat. Terutama seorang namja berambut cokelat mencolok dengan senyuman,, menjijikan. Apa bedanya dia dengan penjahat? Namja itu terlihat sangat sombong.

Tapi namja disebelahnya terlihat cukup baik, walau sedikit tampang playboy. Manis dan murah senyum.
‘mungkin aku bisa menanyainya’ pikir Taeyeon dan langsung berjalan mendekati mereka.

Ia melihat salah satu namja berwajah cute menunjuknya dan ada tampang bingung diraut wajah orang-orang itu. Taeyeon tidak peduli.

“Annyeong sunbae” sapa Taeyeon seraya membungkukan badan, ia telah berada di hadapan kelima namja yang adalah Kyuhyun, Eunhyuk, Baekhyun, Suho dan Kris. Mereka, kecuali Kyuhyun, membalas dengan anggukan.

“Maaf sebelumnya, aku siswa baru disini dan aku mencari kelas 10-2. Apa sunbae dapat menunjukannya?” tanya Taeyeon sesopan mungkin. Ia berusaha tak menghiraukan wajah angkuh Kyuhyun yang sangat mengganggunya. Taeyeon hanya memandang pada namja yang menurutnya baik.

“Oh, kelas 10-2 ada di…” Kris sudah akan menjelaskan rute menuju kelas yang dimaksud ketika Kyuhyun memotongnya.

“Hey,” sahutnya. “Kau pikir kami pusat informasi?”

Taeyeon menarik napas. Ia pikir sepertinya namja itu suka mencari masalah, “Bukan begitu sunbae, maksudku…”

“Kau tidak menemukan denah di depan gedung tadi?” tanyanya lagi, sama sekali tak memberikan Taeyeon kesempatan untuk bicara.

Yeoja itu tertegun. Sepertinya ia terlalu sibuk mengagumi sekolah ini hingga tidak melihat petunjuk denah apapun di depan gedung.

“Kupikir kau memang tidak melihatnya,” tukas Kyuhyun tersenyum miring.

“Aku…” Ia kehabisan kata-kata untuk membalas.

“Geuraesso, kau tidak bisa begitu saja mendapatkan informasi dari kami,” Taeyeon mengutuk setiap kata yang keluar dari mulut namja menyebalkan itu. Dia ingin sekali menendang wajahnya.

“Kyuhyun-a,” tegur Hyukjae mencegah Kyuhyun berbuat sesuatu yang buruk. Dapat dilihat dari cara sahabatnya memandang Taeyeon seolah gadis itu adalah serangga menjijikan. Perlu Taeyeon ingat. Namja menyebalkan pertama yang ia kenal bernama KYUHYUN.

“Shikkeuro, Hyukjae-ya,” ucap Kyuhyun sekilas, sebelum kembali menatap gadis yang masih terdiam.
‘Aku tak habis pikir, ia juga bicara sekasar itu pada temannya sendiri’ batin Taeyeon.

“Jawab aku. Kau suka ditempat gelap atau terang?”

Taeyeon tercengang. Pertanyaan macam apa itu?

—-

Seorang namja berambut hitam berdiri tak jauh dari gerbang sekolah, mengawasi panitia masa orientasi lainnya yang sedang menyambut siswa-siswi baru kelas 10 -yang baru datang.

Dia adalah Jung Yunho, ketua organisasi siswa sekaligus penanggung jawab di masa orientasi. Disebelahnya ada Han Saehyun yang memegang sebuah map bersampul bintang putih di depannya. Ia tersenyum ramah pada hoobae yang melewatinya.

“Yunhi-ya, kau harus berterimakasih padaku. Dengan kekuasaanku sebagai Ketua Panitia, sebentar lagi pasti banyak siswa yang bergabung dengan Light,” ujar Saehyun.

Yunho hanya tersenyum simpul. Ia tak membantah pernyataan Saehyun. Sebenarnya tanpa menjadi Ketua Panita-pun yeoja itu akan menarik perhatian para murid baru untuk bergabung dengan Light, terutama para namja. Kecantikan Saehyun menjawab segalanya. Hampir semua namja kelas 10 yang baru masuk pasti matanya tertuju pada Saehyun.

Sebagian besar teman Yunho bilang, dirinya sangat beruntung menjadi namjachingu Saehyun. Yeoja itu sangat cantik, pintar, juga kaya raya. Keduanya sering disebut pasangan paling serasi. Tapi Yunho tidak merasa begitu beruntung. Oh tidak, mungkin keluarganya-lah yang beruntung.

“Dan kau harus bangga karena aku juga yang bertanggung jawab atas perekrutan anggota baru Light,” ucap Saehyun lagi.

“Ne, Saehyun-a. Aku tau,” jawab Yunho tak sabar. Tiba-tiba perhatiannya teralih kearah pohon maple yang biasa menjadi tempat kumpul rivalnya, Cho Kyuhyun. Banyak anak kelas 11 dan 12 yang menunjuk-nunjuk kearah sana.

‘Ada apa? Jangan bilang Kyuhyun sudah berulah pada anak baru?’

Yunho melirik Saehyun seolah memberi isyarat dan yeoja itu pun mengangguk kecil. Mereka berjalan mendekati tempat yang menjadi pusat perhatian itu.

Benar tebakannya,, ia menemukan seorang gadis tanpa bros apapun berdiri dihadapan Kyuhyun dan ke-empat temannya. Saehyun mengernyit bingung.

“…kau suka ditempat gelap atau terang?” Yunho mendengar Kyuhyun bertanya.

“Kyuhyun-a,” tegurnya, “Ingatlah, kita sudah memiliki kesepakatan. Tidak di hari pertama”

Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke asal suara, “Ah, Yunho-ya… Yeoja ini yang mendatangiku dan bertanya dimana kelasnya. Kau ini Ketua Organisasi Sekolah, mengapa tidak menjalankan tugasmu dengan baik? Dia adalah tanggung jawabmu, tapi kau malah melalaikannya”

Yunho memandang Kyuhyun dengan tajam. Taeyeon benar-benar tidak tau apa-apa, ia hanya memperhatikan dua namja itu dengan penuh tanya.

“Baiklah, disini memang aku yang salah,” balas Yunho tegas, “Tapi tidak seharusnya kau menekan anak baru itu dengan pertanyaan konyolmu. Tidak untuk sekarang. Besok baru kau boleh melakukan apa saja”

“Dan jangan lupakan, sampai saat ini Kyunghwa SHS masih dibawah yayasan keluargaku. Jika kau tidak ingin mencoreng nama baik perdana menteri dengan kelakuan burukmu. Lebih baik kau mendengarkan apa yang dikatakan Yunho, Arasseo?” jelas Saehyun.

Yunho tersenyum penuh kemenangan. Ia menarik perkataan sebelumnya. Terkadang menjadi namjachingu Saehyun membuatnya merasa beruntung.

Kyuhyun mendengus, “Geurae, ambil dia,”

‘Cih, memang aku ini barang salah kirim’ batin Taeyeon.

Yunho memberi isyarat pada yeojachingunya untuk membawa siswa kelas 10 itu pergi. Lagi-lagi Saehyun mengangguk dan langsung melakukannya.

“Jangan lupa, antarkan dia ke kelas 10-2,” seru Kyuhyun saat Yunho, Saehyun dan Taeyeon sudah berjalan menjauhinya. Yunho mengangkat jempolnya sekilas.

“Jadi, sunbae, mereka itu siapa?” tanya Taeyeon pada kedua seniornya setelah mereka jauh dari jangkauan pendengaran Kyuhyun dan kawan-kawan. “Lalu pertanyaan dia tadi… lebih suka ditempat gelap atau terang… maksudnya apa?”

“Nanti kau akan tau sendiri, hoobae,” jawab Saehyun tenang.

“Sekarang bergabunglah dengan siswa yang lain. Kelasmu ada dilantai 2,” ujar Yunho sambil menunjuk gerombolan anak kelas 10 yang berada tak jauh dari tempat mereka.

Taeyeon memandang Yunho kecewa, “Kamsahamnida, sunbae. Maaf telah merepotkan kalian. Aku permisi,” ia memutuskan untuk pergi walaupun hatinya masih diliputi rasa penasaran.

Yunho masih memperhatikan kepergian siswa baru itu, harus ia akui gadis itu memang cantik dan terlampau manis untuk ukuran siswa SMA. Saehyun menyikut lengannya. Yunho menoleh.

“Jangan melihatnya terus,” protes Saehyun.

Namja itu mendengus dan membalasnya dengan tatapan ‘apa-urusan mu”

—-

Kyuhyun masih memandangi siswa baru tadi ketika akhirnya ia berpisah dengan Yunho dan Saehyun. Tanpa di duga, Hyukjae memperhatikan Kyuhyun sangat lekat.

“Tidak biasanya kau repot menghadapi orang baru,” kata Hyukjae, berusaha menyembunyikan senyumnya, entahlah.

“Ne Kyu, dia kan hanya bertanya letak kelasnya. Tapi kau malah memintanya untuk memilih Dark atau Light,” sambung Suho.

“Beruntung Saehyun tidak memperpanjang masalah ini,” tambah Baekhyun.

Kyuhyun diam saja. Matanya masih tertuju pada gadis tadi yang sekarang sudah bergabung dengan yeoja kelas 10 lainnya. Ia sedikit menyesal karena tidak dapat mengetahui nama yeoja itu.

“Nan arayo. Suatu saat, hal ini akan terjadi,” bisik Hyukjae tiba-tiba, tepat ditelinga Kyuhyun. Membuat namja itu memalingkan wajah pada Hyukjae dengan tatapan penuh tanya, “Mworago?”

Sahabatnya itu malah tersenyum jahil, “Aku belum bisa memastikan sekarang, tapi tanda-tandanya sudah ada. Dan aku selalu bisa membaca pandangan matamu”

Kyuhyun mengernyit. ‘Apa yang sedang dibicarakan bocah ini?’ pikirnya. Baiklah, ia tidak mau peduli.

Namja itu kembali mengedarkan matanya mencari sosok yeoja diantara gerombolan siswa kelas 10 dan langsung menemukannya. ‘Kenapa dengan melihatnya saja bisa membuatku merasa sangat senang?’ batin Kyuhyun dengan seulas senyum tipis. Hatinya bertekad, ‘Dia harus bergabung dengan DARK. Harus.’

****

Akhirnya Taeyeon menemukan kelas 10-2 di lantai 2. Ia tersenyum menyapa teman-teman sekelasnya sebelum menempati tempat duduk di dekat jendela. Taeyeon memilih tempat itu karena jika ia bosan dengan pelajaran ia dapat melayangkan pikirannya keluar melalui jendela.

“Maaf, apa kursi ini sudah di tempati?” tanya seorang yeoja berponi tebal, menunjuk bangku disebelahnya.

Taeyeon tersenyum sambil menggeleng, “Aniyo. Kau bisa duduk disini”

“Ah kamsahamnida,” balas yeoja itu sedikit membungkuk, “Bae Suji imnida, kau dapat memanggilku Suzy”

Taeyeon mengangguk, “Kim Taeyeon imnida. Senang bertemu denganmu Suzy-ya”

Suzy tersenyum manis, “Nado”

Dan sesaat kemudian bel tanda dimulainya pelajaran pun berbunyi. Taeyeon dan Suzy mulai menemukan kecocokan satu sama lain. Mereka sama-sama mengaku lemah dalam metode menghapal. Suzy sangat menyukai pelajaran Matematika sedangkan Taeyeon suka pelajaran Fisika dan Bahasa.

SKIP~

“Kajja! Kita ke cafétaria,” ajak Suzy saat bel istirahat berbunyi. “Kita perlu berkeliling sekitar sekolah ini”

Taeyeon mengiyakan ajakan teman pertamanya itu dan mereka pun berjalan menuju café sekolah.

Beberapa menit kemudian, Taeyeon dan Suzy sudah sampai di cafétaria dan tengah mengantri untuk memesan makan siang.

Taeyeon penasaran dengan kejanggalan dalam seragam sunbae-sunbaenya. Ada dua bros berbentuk sama namun dengan warna berbeda yang dipakai semua siswa senior.

“Suzy-ya,” tanya Taeyeon pada Suzy yang berada dibelakangnya, “Kau tau apa arti bros-bros bintang itu?”

Suzy tersentak dengan pertanyaan temannya. Ia memandang sekelilingnya, seolah takut ada orang lain yang mendengar pertanyaan Taeyeon , “Kita tidak dapat membicarakannya disini, Tae-ya”

Taeyeon memandangnya bingung, tapi ia menurut. Suzy berjanji akan menjelaskannya setelah memesan makanan.

“Jadi?” Taeyeon menuntut penjelasan Suzy saat ia dan temannya itu sudah berada di salah satu meja sudut cafétaria.

Lagi-lagi Suzy memandang ke sekelilingnya, tak ingin ada yang mendengarkan pembicaraan mereka, “Kau tau Dark dan Light?”

Taeyeon mengerjapkan matanya menatap Suzy, “Mwo?”

“Jadi kau tidak tau,” simpulnya. “Begini, ada dua golongan di sekolah ini, yaitu, Dark dan Light. Semua siswa Kyunghwa diwajibkan memilih satu golongan. Light biasanya beranggotakan orang-orang yang berkelas tinggi. Entah itu orang kaya, pintar, cantik atau tampan dan sebagainya. Sedangkan Dark itu sekumpulan orang-orang yang mayoritas menganut hedonisme, gila pesta, suka bersenang-senang dan selalu melanggar peraturan. Bisa dibilang mereka golongan pemberontak”

Taeyeon menyeruput avocado juice-nya.

Dark dan Light. Sebenarnya dari nama golongan saja sudah cukup menjelaskan semuanya.

“Dan bros itu…?”

“Masa kau tidak bisa membedakan? Tentu bros hitam untuk Dark dan bros putih untuk Light,” jelas Suzy. Ia memakan tteokbeoki-nya perlahan.

Taeyeon sendiri mulai menyumpit steak dan memasukan kedalam mulut, “Aku tak pernah mengetahui hal semacam itu di sekolah ini. Untuk apa ada golongan-golongan itu? Kenapa bisa ada kubu yang membedakan seluruh siswa Kyunghwa”

“Dark dan Light sudah ada sejak 8 tahun yang lalu. Berawal dari dua siswa yang selalu bersaing dan bermusuhan. Karena keduanya sama-sama populer, maka mereka memiliki pengikut dan pembela masing-masing. Sekolah jadi terbagi menjadi dua kubu, saling bermusuhan dan hal itu sudah membudaya sampai saat ini. Jelas orang luar tak tau akan masalah dibalik SMA Kyunghwa, karena seluruh siswa menyimpannya dengan sangat baik. Reputasi Kyunghwa SHS akan terancam jika hal ini terkuak”

“Semua murid benar-benar harus memilih dan masuk salah satu dari dua golongan itu?” tanya Taeyeon sambil memperhatikan sekelilingnya.

Semua orang memakai bros bintang, baik putih ataupun hitam, kecuali beberapa siswa yang sepertinya anak kelas 10.

Suzy meminum apple juice-nya terburu-buru karena kepedasan tteokbeoki. Namun ia masih sempat mengangguk.

“Apa yang terjadi jika kau tidak memilih?” tanyanya lagi.

Uhuk…

Suzy tersedak. Matanya memicing kearah Taeyeon, “Jangan bilang kau tidak akan memilih”

“Aku baru mengetahui soal ini sekarang, bagaimana bisa langsung memilih begitu saja?” balas Taeyeon.

Suzy mendesah pelan, “Kudengar mereka yang tidak memilih tidak akan bertahan lama disini. Baik golongan Dark atau Light mempunyai kelompok pembully untuk menindas siswa-siswi yang memilih netral. Mereka akan memaksa siswa itu untuk memilih antara dua kubu. Jadi sebaiknya kau memilih dari sekarang”

“Kelompok pembully?” ulangnya tak percaya, “Bahkan Light juga suka menindas orang?”

Taeyeon sempat berpikir Light adalah ‘Angel’ dan Dark sebagai ‘Devil’-nya. Ia tidak berpikir Light juga memiliki kelompok yang bisa membully orang.

Suzy mengangguk dan kembali berujar, “Tak ada golongan yang benar-benar baik di sekolah ini. Sekalipun Light beranggotakan orang-orang high class, tapi mereka sombong. Dan golongan Dark membenci kesombongan mereka, sehingga anggota Dark sering membuat masalah dengan anak Light. Itu yang membuat mereka tak berhenti menjadi rival”

“Dan aku semakin tidak bisa memilih salah satu antara dua kubu itu,” gumam Taeyeon, masih melahap steak dan nasi-nya sambil berpikir. ‘Sepertinya aku memang tidak akan memilih. Pergolongan ini sangat konyol dan tak pantas dibudidayakan’.

Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling cafétaria. Ada dua kubu yang terlihat jelas disana. Siswa yang memakai bros putih duduk disisi kanan café, dan yang memakai bros hitam duduk disisi kirinya. Ia dan Suzy duduk di sudut bagian anak-anak bros hitam. ‘Oh tidak, aku tidak mau menjadi bagian dari kegelapan ini’ batin Taeyeon.

Lalu matanya tertuju pada seseorang yang ia temui tadi pagi di bawah pohon maple. Namja berambut cokelat mencolok dengan ekspresi yang benar-benar minta disambit sepatu. Namja itu duduk berhadapan dengan temannya yang terbilang ramah, Lee Hyukjae, tak jauh dari meja Taeyeon dan Suzy.

Taeyeon sedikit berpikir untuk mengingat nama namja itu, Cho Kyuhyun. Matanya memandang dada kiri Kyuhyun yang tadi pagi tak sempat ia perhatikan. Dan sesuai dugaan, dia memakai bros hitam….

To be continue…

Annyeong haseyo! Selesai juga first chapter-nya. Eotte?? Baguskah? Kurang apalagi ni?

Maaf, karena next-nya terlalu lama. Aku sibuk sama study. Belum lagi pemantapan semakin dekat, jadi mungkin ga punya banyak waktu senggang.

Silahkan koment chingudeul! Biar author lebih semangat. Semakin banyak komentar, semakin cepat pula next chapter-nya.

See You In Chapter Two :*

 

Advertisements

52 comments on “[FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 1)

  1. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 16) | All The Stories Is Taeyeon's

  2. Pingback: Dark Light To Diamond (Chapter 17) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s