My Pervert Boy (Sequel FF ‘My Bad Girl’)

my pervert boy - sequel

Title : My Pervert Boy (Sequel FF ‘My Bad Girl’)

Author : Oh Eun Hye (sparkpiglets3)

Rated : T (PG-15)

Genre : romance, comedy

Length : mungkin ini ficlet atau drabble. Entahlah.

Main cats : SNSD Taeyeon, EXO Jongin

Support cats : you will find other cats in the story

Disclaimer : all the main cats in this story don’t belong to the author. The author is only entitled to the story belongs to the author who in import directly from my brain.

Author note’s : typo (s) scatted. For those who don’t like the cats here in, please don’t vilify or bash the cats! Author never allow to anyone plagiarism for this Fanfiction. And remember to give a comment. Don’t be a silent readers.

 

 

Menjadi yeojachingu seorang Kim Jongin bukan hal yang selalu membawa dampak baik. Yah, mungkin kau akan merasa bangga karena namjachingu mu begitu tampan, perhatian, dan juga menyayangi mu. Tapi, bukan itu yang ku maksud.

Taeyeon sendiri juga merasakan betapa ia tak selalu untung jika bersama Jongin. Sekarang, mereka genap berhubungan selama 3 bulan pasca pemaksaan yang di lakukan Jongin di UKS. Oke, mungkin Taeyeon harus bersujud syukur karena bisa mendapatkan hati seorang Kim Jongin tanpa harus bersusah payah mengejarnya. Jonginlah yang mendatanginya dan mengharapkan cinta Taeyeon. Bisakah Taeyeon berbangga sedikit?

Tapi, seperti yang ku bilang. Memiliki namjachingu seperti Jongin juga merupakan cobaan berat. Kenapa? Salahkan wajah Jongin.

Jongin sekarang terhitung sudah menjadi siswa di sana selama 4 bulan (kejar-mengejar cinta Jongin ke Taeyeon adalah 1 bulan. Dan oh, apa Jongin tidak pernah cerita sebelumnya?). Dan sebagaimana di dalam drama-drama picisan yang ada di TV, seluruh perhatian siswa pun tersedot pada sosok Jongin yang tampan dan tentu saja terlihat manly. Baiklah, mungkin ini bukan permasalahannya.

Permasalahan yang sebenarnya adalah bagaimana siswi-siswi genit itu mendekati Jongin dengan tingkah mereka yang menjijikkan (menurut pandangan Taeyeon). Selalu menempel pada Jongin setiap saat layaknya lintah. Bahkan Taeyeon yang notebene adalah yeojachingu sah Jongin tidak menempel seperti itu pada Jongin.

Oh, jangan lupakan pada otak Jongin yang kotor itu. bukannya bersikap layaknya pangeran sekolah di drama-drama yang cool, dingin, dan irit bicara, Jongin malah selalu memamerkan pesonanya. Bagaimana siswi-siswi tidak tertarik?

Taeyeon padahal berharap mendapat seorang namjachingu seperti tokoh favoritnya. Sabaku Gaara atau Uchiha Sasuke (baik, Taeyeon mengaku ia masih menyukai anime itu sampai sekarang). Bagaimana karakter dua tokoh tampan di anime Naruto itu bersikap pada sekelilingnya. Taeyeon mungkin saja akan lebih sering pergi ke gejera jikalau Tuhan menganugrahkan namjachingu seperti ini.

Sedangkan Jongin, sungguh jauh dari karakter tersebut. Oke, Jongin tampan dan masih bersikap cool serta manly. Tapi, itu ia lakukan untuk tebar pesona. Ini terdengar seperti Taeyeon salah berpacaran dengan playboy kelas kakap. Oh, jangan di ingatkan!

Terlepas dari sifat Jongin yang sangat menyebalkan, Taeyeon tak dapat menampik kalau Jongin adalah sosok yang hangat dan juga menyenangkan. Bagaimana ia selalu melindungi Taeyeon dengan posesif. Atau bagaimana cara Jongin yang hangat saat memperlakukan Taeyeon. Taeyeon berani bertaruh, kalau saja salah satu fans Jongin di perlakukan demikian, maka ia akan merasakan bagaimana rasanya terbang (oke, ini berlebihan. Tapi, Taeyeon bertaruh 10.000 won dengan Yoona akan hal ini).

 

“Jongin Oppa~~~~”

 

Taeyeon hampir saja mematahkan sendok yang ia genggam saat mendengar suara yang terkesan di imut-imutkan. Cih, Taeyeo berdecih dalam hati. Yeoja ini benar-benar terlihat seperti perempuan genit. Taeyeon membuang muka.

Lain Taeyeon, lain lagi dengan Jongin. Jongin yang kebetulan sedang makan siang bersama Taeyeon di kantin. Seorang yeoja yang terindentifikasi berasal dari kelas X-C ini dengan keberanian penuh mendekati Jongin. Padahal sudah pasti ia tahu kalau Taeyeon sang yeojachingu Jongin berada dengan jarak 1 jengkal di sebelah Jongin.

 

“Ada apa, Soojung-ah~~~?”

 

Dengar! Lihat! Bahkan Jongin membalasnya dengan sapaan menjijikkan di telinga Taeyeon. Jongin bahkan belum pernah menggunakan nada seperti itu jika menjawab sapaannya. Lebih sering dengan gumaman atau tatapan mesum. Ugh!

 

KRIET!

SRET!

 

Jongin mendongak karena kini Taeyeon berdiri dengan aura seperti psikopat yang menguar kuat dari tubuhnya. Wajah Taeyeon memang datar-datar saja. Tapi, sorot matanya tajam dan berkilat marah mengarah pada Jongin. Seandainya saja tatapan bisa menghancurkan, maka kepala Jongin sudah menggelinding ke lantai dari tadi.

 

“Yeonnie-ya. Kau mau kemana?”

 

Taeyeon tidak menghiraukan panggilan sayang Jongin itu untuknya. Yah, setelah resmi menjalin hubungan dengan Taeyeon, Jongin memanggil Taeyeon dengan sebutan ‘Yeonnie-ya’. Karena menurut Jongin itu manis. Sesuai dengan wajah Taeyeon. Walaupun Taeyeon awalnya menolak karena itu terdengar menjijikkan. Tapi, ia lebih tidak suka lagi kalau Jongin memanggilnya dengan kata ‘Chagiya’ atau ‘Honey’. Hiii! Taeyeon bergidik sendiri membayangkannya.

Dengan mengabaikan pandangan bertanya Jongin dan juga entah reaksi apa yang di keluarkan Soojung, Taeyeon berjalan meninggalkan kantin. Taeyeon merasa suasana kantin menjadi lebih menyebalkan ketika yeoja bernama Sooyung (atau apapun itu) datang menghampiri meja Jongin dan Taeyeon. Dasar yeoja genit! Maki Taeyeon dalam hati.

Jongin masih tetap di sana. Memperhatikan punggung Taeyeon yang menjauh dari kantin. Ekspresinya berubah datar. Soojung mau tak mau juga merasa heran akan tingkah dua sejoli ini. Hubungan mereka seperti terkesan misterius. Dan Soojung harus menahan jeritannya saat melihat Jongin menyeringai dengan tampang mesum. Ugh, bisa ku bilang Jongin terlihat lebih seksi sekarang.

 

“Soojung-ah, mian tapi aku harus menjinakkan singa betina kali ini. Aku harap nanti kita bertemu kembali. Sampai jumpa.”

 

Setelah berkata demikian, Jongin meleset pergi dengan meninggalkan tanda tanya besar pada otak Soojung. Baiklah, ia kurang mengerti akan arti dari ‘singa betina’. Jongin bukan seorang pawang binatang buas bukan?

Sedangkan Jongin tentu saja sudah jauh untuk segera menyusul Taeyeon. Akan menjadi merepotkan kalau-kalau Taeyeon merajuk hanya karena adegan menjijikkan yang ia saksikan barusan. Padahal Jongin kan tidak sungguh-sungguh ingin melukai Taeyeon. Ia hanya iseng.

Jongin mengedarkan pandangannya ke segala penjuru. Berusaha menemukan yeoja berambut coklat dengan ikatan satu di kepalanya. Tapi, nihil. Taeyeon bak di telan angin. Menghilang begitu saja. Jongin cukup frustasi karena ia sudah mencari ke mana-mana tapi tetap tidak menemukan Taeyeon. Mungkin Yeonnie-nya sedang bersembunyi atau mungkin masih marah akan kejadian tadi?

 

PUK!

 

Sebuah tepukkan di bahu membuat Jongin menoleh dan mendapati teman sebangkunya sedang memasang wajah datar andalannya. Jongin memutar bola mata. Jongin jadi ingat akan pertemuan mereka pertama kali. Mereka benar-benar hampir tak pernah berbicara satu sama lain. Selain karena Jongin yang susah beradaptasi dengan lingkungan baru, teman sebangkunya itu sangatlah pendiam dan irit dalam bicara.

 

“Wae? Terlihat seperti mencari seseorang.” Tanya teman sebangku Jongin.

“Ku rasa kau cukup tahu siapa yang sedang aku cari, Sehun.” Sahut Jongin.

“Yah, ku rasa semua orang tau.” Putaran bola mata Sehun sedikit membuat Jongin jengah.

“Hentikan putaran bola mata itu, Oh! Kau jelek!” ejek Jongin. Sehun memamerkan smirknya.

“Terima kasih. Aku memang tampan.”

 

Hampir saja Jongin melayangkan bogem gratisan miliknya kalau saja ia tak melihat siluet Taeyeon yang sedang duduk di bangku penonton lapangan basket. Jongin dapat melihat bagaimana Taeyeon yang terlihat cantik karena rambutnya berkibar tertiup angin. Ah, bolehkan Jongin sujud syukur sekarang karena dia sungguh beruntung mendapatkan hati Taeyeon. Yah, sedikit mengabaikan betapa berandalnya Taeyeon.

Tanpa aba-aba lagi, Jongin dengan tidak sopannya segera berlalu pergi dari hadapan Sehun. Berlari-lari kecil untuk menghampiri Taeyeon yang tampak melamun. Sehun yang sudah maklum akan kelakuan Jongin tersebut hanya menghela nafas pelan. Memangnya apa alasan Jongin bersikap bodoh selain Taeyeon?

Taeyeon sepertinya menyadari bahwa ada seseorang yang mendekati tempat duduknya. Betapa ia begitu terkejut karena menemukan Jongin yang kini sedang memamerkan senyuman bodohnya. Taeyeon sedikit heran. Karena Jongin biasanya memamerkan smirk mesumnya.

 

“Wae?” tanya Taeyeon dengan nada ketus. Rupanya Taeyeon masih kesal akan kejadian tadi.

Jongin mengganti senyum bodohnya menjadi smirk seksi. “Oh, kenapa kau semarah itu, Yeonnie-ya. Kau tau, kan kalau aku hanya bercanda.” Bujuk Jongin agar yeojachingu-nya yang manis ini tak perlu marah.

“Oh. Tapi canda mu tak membuatku tertawa.” Jawab Taeyeon masih dengan nada ketus. Dan sekarang malah mengalihkan pandangannya agar tak perlu melihat Jongin.

Jongin menarik dagu Taeyeon agar kembali melihat padanya. “Hey, kenapa kau semarah ini, babe? Aku hanya bercanda pada yeoja itu. Kau sendiri tau untuk ku hanya kau, Yeonnie-ya. Kau.” Ucap Jongin dengan nada seduktif.

 

Taeyeon menarik tangan Jongin yang bertengger di dagunya. Ia masih marah akan Jongin dan tak akan tergoda akan perkataan Jongin tadi. Cih, dia pikir Taeyeon apa yang mudah di bujuk dengan bujukkan murahan seperti itu? Yah, kecuali kalau di iming-imingi dengan ice cream, mungkin Taeyeon akan berpikir ulang -_-

Jongin merasa sedikit heran. Bisa-bisanya gombalannya kali ini di tolak oleh Taeyeon. Apa dia semarah itu, pikir Jongin.

 

“Yeonnie-ya, kau benar-benar sangat marah? Aku minta maaf.” Sesal Jongin.

Taeyeon balik menatap Jongin karena jarang-jarang Jongin minta maaf. “Kau… minta maaf? Apa dunia sudah hampir kiamat?” ucapan sarkatis milik Taeyeon begitu menusuk. Membuat Jongin langsung ngejleb. Taeyeon benar-benar marah, pikir Jongin.

“Yeonnie-ya, baiklah aku mengaku salah. Jangan seperti ini.” Mohon Jongin sambil memegang tangan Taeyeon lembut.

 

Mau tak mau Taeyeon menjadi sedikit terpesona akan kelakukan Jongin yang memohon padanya dengan suara yang memelas. Belum lagi wajah Jongin yang tampan melas-melas (?). Rasanya Taeyeon menjadi tidak tega. Karena ia terlihat seperti telah menyakiti anak anjing. Walaupun anak anjing itu memang nakal -,-

 

“Ne, Ne. Sepertinya aku memang tak bisa marah berlama-lama pada mu. Kau selalu punya cara agar aku memaafkan mu. Apa kau memberiku ilmu hitam, huh?” kata Taeyeon tajam. Walaupun sekarang ia sedang tersenyum tipis.

Jongin balas menyeringai. “Mungin, iya, tidak. Entahlah. Mungkin karena pesona tampan ku yang sungguh tak bisa di tolak.” Narsis Jongin. Taeyeon meringis mendengarnya.

“Percaya diri sekali.” Ejek Taeyeon.

“Tentu saja. Ohya, Yeonnie-ya.”

“Mwo―”

 

CUP~

 

Jongin dengan seenaknya melayangkan ciuman di pipi kanan Taeyeon. tentu saja itu mengejutkan Taeyeon yang tak sangka akan mendapat serangan (?). Taeyeon terdiam dengan mata sedikit terbelalak dan pipi memerah. Oke, ini berlebihan mengingat sudah berapa kali Jongin mencium Taeyeon.

 

“Wajahmu biasa saja, Yeonnie-ya. Seperti tidak pernah ku cium saja.” Goda Jongin.

 

BUG!

 

Taeyeon yang mungkin kesal bercampur malu karena Jongin yang menciumnya tiba-tiba di tempat umum segera meninju lengan Jongin. Bukan bermaksud untuk menyakiti Jongin. Tapi, nyatanya Jongin meringis kesakitan karena pukulan itu. Sungguh, Jongin tak salah jika menamai Taeyeon singa betina.

 

“Auwh.” Ringis Jongin.

“A-ah, apa itu menyakitkan? Maafkan aku Jongin-ah. Aku sungguh tak bermaksud.” Sesal Taeyeon saat melihat Jongin yang sepertinya kesakitan.

“Owh, ini lumayan menyakitkan untuk ukuran perempuan manis seperti mu, Yeonnie-ya.” Jawab Jongin.

“Baiklah, aku minta maaf, Jongin-ah.”

“Itu tidak menyembuhkan sakitnya, Yeonnie-ya.”

“Lalu, bagaimana?”

“Cium aku. Ku pikir itu akan menyembuhkan lukanya.” Ucap Jongin dengan smirk mesumnya.

“Yaaa! Itu bukan menyembuhkan mu. Tapi, menyenangkan mu.” Jerit Taeyeon tidak setuju. Memangnya ia tak punya malu berciuman dengan laki-laki di depan umum?

“Hey! Kau harus bertanggung jawab. Memangnya siapa suruh punya pukulan seperti pukulan gajah.” Balas Jongin

 

CUP!

 

“Sudah! Ku harap itu bekerja.” Dengan wajah masih bersemu merah karena Taeyeon memberanikan diri untuk mencium sudut bibir Jongin dengan cepat. Taeyeon sedikit merutuki perbuatannya seperti gadis genit karena mencium seorang laki-laki walaupun itu adalah namjachingunya sendiri.

 

Jongin menyeringai akan perbuatan Taeyeon yang tak terduga. Jongin pikir Taeyeon benar-benar tak akan menciumnya. Tapi, lihatlah! Yeojachingunya yang manis ini sudah mulai berani memulai. Yah, walaupun Taeyeon hanya mencium sudut bibirnya dengan gerakkan secepat kilat.

 

“Hey, bukan seperti itu, Yeonnie-ya.”

 

SRET!

CUP!

 

Dengan cepat, Jongin menarik tengkuk Taeyeon dan mendaratkan bibirnya pada bibir mungil Taeyeon. tak sempat lagi bagi Taeyeon untuk menghindar atau berontak. Karena Jongin memegangi tengkuknya dan memperdalam ciuman itu. Sudah di pastikan kalau pipi Taeyeon saat ini sangat memerah. Tapi, ia tak dapat berbuat apa-apa dan mengikuti alur yang Jongin ciptakan.

Hanya 3 menit. Mereka saling melepaskan bibir dan saling menatap satu sama lain. Jongin dengan seringainya dan Taeyeon dengan pipi meronanya. Jongin dengan gerakkan seduktif mengelap bibirnya sendiri. Kemudian beralih mengelap bibir Taeyeon dengan ibu jarinya.

 

“Aku tak tahu kenapa bibir ini seperti candu, Yeonnie-ya. Kau menambahkan narkoba pada bibir mu ya?” tanya Jongin sembari mengelus bibir Taeyeon lembut.

“Apa-apaan!” Jongin terkekah karena jeritan tidak terima Taeyeon.

“Baiklah, bagaimana kalau pulang sekolah ku traktir ice cream?” tawar Jongin. Tentu saja itu ampuh membuat mata Taeyeon berbinar senang.

“Serius?”

“Tapi, setelahnya kau harus memberiku ciuman selama 10 menit.”

 

DUAK!

BRUK

 

“In your dream, Mr. Kim!”

 

Jongin mengelus sudut bibirnya yang menjadi korban bibir dan tinjuan Taeyeon. Jika awalanya ia merasa dapat berkah, maka sekarang ia mendapat musibah akibat insiden barusan. Karena sepertinya ini de javu. Jongin ingat ia juga pernah berkenalan dengan tinjuan Taeyeon saat di UKS waktu itu.

 

“Bukan in my dream, babe. Tapi, in my life. Sebentar lagi.” Gumam Jongin dengan sebuah seringai terbentuk sempurna di bibirnya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TBC

 

 

Author note’s : halo, apa ada yang kangen dengan saya? Hehehe. Ini saya bawa sequel ‘My Bad Girl’. Padahal sama sekali nggak pernah kepikiran ingin buat sequel ini. Tapi, waktu baca-baca kumpulan FF saya, kok jadi sedikit semangat buat Sequel. Hehehe. Semoga ini tidak membosankan, tidak mengecewakan, dan tentu saja di sukai readers sekalian.

Dan saya berhasil membuatnya dalam waktu 2 hari sambil nyolong-nyolong waktu di sela-sela kesibukkan kelas XII dan juga hiatus saya. Hehehe.

Ohya, saya ada rencana ingin mengirim naskah FF saya ke penerbit. Do’akan lolos seleksi, ya…

Silahkan bercoret ria di kotak comentar.

Sampai jumpa~~~

Advertisements

39 comments on “My Pervert Boy (Sequel FF ‘My Bad Girl’)

  1. aigooo*tepuk jidat*
    lucu aja liat seorang Taeyeon merajuk kkk
    dan Jongin oh betapa pervertnya dirimu nak -,-
    next ditunggu^^ kok bisa nambah aja tuh orang ke3 yang ngejer ngejer Taengoo , biar si Jonginitu merasakan cemburu -,-
    FIGHTING!!

  2. Taeng berandalan, Kai pervert! PERFECT!!!
    Dtunggu ff yg lain ya thor..
    semoga naskah ff nya di terima sama penerbit dan langsung laris stelah terbit! 🙂
    FIGHTING AUTHORNIM!!!

  3. Kyaa~ jongin kau sangat pervert. taeng cocok jadi peninju wanita. Buat author semoga lolos. Amiiin
    Next di tunggu banget thor. Fighting!^^

  4. aku suka banget kok thor 😀
    itu kok kai pervert banget sihhh
    dah keganjenan lagima cewek” >:O

    rasain dehh kena bogem mentahnyasi taeng
    kekeke kasian dehhh loe kai hahaha XD

    oke ditunggu next chapnya yah thor~
    see you soon 🙂

  5. Oh my, kenapa si jongin mesum banget. Seenaknya aja mencium taengo eonni..
    Di juluki playboy kelas kakap pula..

    Yg sabar ya taengo eonni menghadapi Si Hitam yg pervert..

    Oh ya thor aku suka bagian taengo eonni yg ini :
    “Wajah Taeyeon memang datar-datar saja. Tapi, sorot matanya tajam dan berkilat marah mengarah pada Jongin. Seandainya saja tatapan bisa menghancurkan, maka kepala Jongin sudah menggelinding ke lantai dari tadi.”

    Sungguh ngakak bacanya, hahahahaha :D’

    Next chapter slanjtnya ditunggu, fighting!!!! 🙂

  6. kai pervert.. -,-
    bikin taeng kesel mulu.. ‘3’
    lucu liat taeng marah! >////<
    keren thor…
    TBC?! ada lanjutan nya kah?
    wihiwww.. next ya…!!
    keep writing and fighting!! ^^

  7. Yaaaa…. jongin yadong… 😀
    Kasihan taeyeon klu ciuman smpai 10 menit 😀
    Keren thor.. (y)
    saya suka saya suka. D tnggu karyanya yg lain thor. Always fighting 🙂

  8. Kyaaa kyaaa ternyata ada sequelnya ><
    Next thor,Keep writing,and Fighting '-')9

    Semoga naskah author diterima
    Amin…^^

  9. daebakk!!! suka sama ff kaya gini thor!! ><
    ngebuat geregetan sifat prevertnya si kai duhh

    tbc? masi lanjut berarti? yeyyyyy!!
    jangan lama2 update nya thor!!
    keep writing!!
    hwaitaeng!! ^^

  10. Ya ampyun, lucu bingits mereka berduaaaaa, gemes jadinyaa 😀
    Ini masih tbc yaa? Aku kira oneshoot loh hehe tapi ko agak pendek yaa thor, smoga next chapnya lebih panjang lg yaa hehe 😀
    Suka deh sama kaiyeon couple, itu jongin pasti aja jadi namja mesum -_- tapi lucuuuuuuuu 😀

    Next chapnya ditunggu ya thor, fighting!! 🙂

  11. Pingback: [LIBRARY] DRABBLE | FICLET | ONESHOT 2013-2017 | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s