[FREELANCE] My Angel My Destiny (Chapter 1)

COVER

Tittle : My Angel My Destiny Chapter 1

Author : Aria

Main Cast : Luhan EXO, Baekhyun EXO, Taeyeon GG

Other Cast : Chorong Apink, DLL

Length : Chapter

Rating : Teen

Genre : Romance, family , Campus life

 

Ini adalah FF pertama saya. maaf kalau jelek, bahasa kurang bagus dan cara penyampaiannya kurang. maklum aja, namanya juga FF abal-abal bin absurd XD. saya make main cast nya mereka karna mereka bias saya. Maaf kalau Typo bertebaran. FF ini juga sudah pernah saya post di blog pribadi saya.

 

FF ini terinspirasi dari film india dan novel… jangan lupa tinggalkan komentar ya? karna komentar kalian akan sangat membangun. oke! Happy Reading^^

 

 

Chapter 1

 

 

My Angle My Destiny

 

 

Author POV

 

 

“Oppa, apa benar Dongsaengmu belum diizinkan pulang hari ini?” Tanya seorang gadis kecil sembari mempercepat langkahnya sehingga kembali sejajar dengan sahabatnya itu.

 

“Baekhyun belum cukup sehat Taeyeon-ah” Luhan menoleh ke arah belakang. Matanya terbelalak melihat sahabatnya itu sedang berjuang mengejarnya. “Mianhe Taeng, aku lupa.” Diraihnya tangan sahabatnya itu dan Ia tuntun secara perlahan.

 

“Gomawo Oppa” ucap gadis itu dengan mengembangkan senyumnya yang manis. Taeyeon, gadis itu menderita kelainan tulang yang membuat pertumbuhan antara kaki kanan dan kaki kirinya tidah sama sehingga Ia kesulitan untuk berjalan.

 

KAMAR 302

 

Luhan menarik gagang pintu kamar yang ia yakin adalah kamar dimana adiknya dirawat. “Tunggu disini sebentar” bisik Luhan kepada Taeyeon.

 

Taeyeon mengangguk pelan. “baiklah Oppa”

 

“Baekkie” sapa Luhan saat dirinya kini berada di samping bangsal Baekhyun.

 

“Mana Taeyeon Noona Hyung?” mata Baekhyun mencari ke sekeliling ruangan namun hasilnya nihil. Tidak ada Taeyeon di ruangan itu.

 

“Dia sibuk berkemas Baekkie” jawab Luhan dengan wajah yang menyiratkan ekspresi menyesal.

 

Baekhyun hanya menghembuskan nafasnya lewat mulut, Dia kecewa. andai saja dia tidak banyak memakan cabai, pasti dia tidak akan sakit usus buntu sehingga harus menjalani operasi dan dirawat seperti ini. “Kapan Noona berangkat Hyung?”

 

“Nanti sore” kemudian Luhan mengacak-acak rambut Baekhyun. “Aku bercanda! Taeng masuklah!” Luhan berteriak lalu memberikan Baekhyun sebuah smile evilnya.

 

“Tidak lucu Hyung!” Baekhyun melempari Hyung-nya itu dengan bantal kemudian mengerucutkan bibirnya.

 

Dengan tertatih-tatih Taeyeon menghampiri bangsal Baekhyun. Ia megambil pergelangan tangan Baekhyun dan mengelusnya dengan ibu jari. Luhan menarik sebuah bangku untuk Taeyeon duduk.

 

“Bagaimana keadaan mu?” Tanya Taeyeon lalu melepaskan tangannya dari Baekhyun.

 

“Sudah lebih baik Noona” kini wajahnya bersemu merah karena senangnya.

 

“Baekhyun, kau mau aku belikan apa?” Tanya Luhan tiba-tiba dan Ia mengedipkan sebelah mata nya kepada adiknya itu.

 

Baekhyun menagkap apa maksud Luhan dan mengangguk. “Aku mau buah strawberry Hyung.”

 

“Baiklah akan aku belikan” Luhan memegang pundak Taeyeon. “Jaga dongsaengku sebentar ne?”

 

Taeyeon menoleh ke arah Luhan. “Ne Oppa”

 

Baekhyun dan Luhan saling melempar senyum penuh arti. ‘terimakasih banyak hyung’ dan ‘manfaatkanlah Baekkie’. Kemudian Luhan meninggalkan ruangan itu dan berjalan menyusuri koridor rumah sakit.

 

***

 

Luhan menghembuskan nafasnya. ‘apa yang harus aku lakukan sekarang? Bosan sekali!’ gerutunya dalam hati. Luhan melangkahkan kakinya hingga ke arah taman belakang rumah sakit. Ia memutuskan untuk duduk disebuah bangku dan mengeluarkan handphone dari balik sakunya. ‘Taman ini benar-benar sepi’ protesnya karena memang tidak ada seorangpun kecuali dirinya di taman itu. Luhan memang iseng. Ia memutuskan untuk mengambil gambar dengan camera handphone miliknya.

 

KLIK KLIK KLIK

 

bunyi suara kameranya saat mengambil beberapa gambar. Kedua ujung bibir luhan tertarik keatas saat membidik seorang yang ia yakini adalah pasien karena piyama yang Ia kenakan sama percis dengan piyama yang Baekhyun kenakan selama dirawat disini. pasien itu sedang bersembunyi di balik pohon. Ia memakai tutup kepala ‘aneh sekali’ ucap Luhan dalam hati.

 

“Apa yang kau lakukan?” protes pasien itu dengan mimic wajah tak suka atas ulah Luhan kepadanya.

 

“Mianhe, aku hanya iseng.” Luhan melangkahkan kakinya mendekati pasien itu. “Kalau kau tak suka, aku akan menghapusnya”

 

“Jangan mendekat, nanti aku ketahuan!” perintahnya sambil menggerakkan tangannya agar Luhan menjauh.

 

Bukannya pergi, justru Luhan semakin mendekat. Bukan untuk membongkar persembunyian gadis itu, namun ia penasaran. Luhan memutuskan untuk ikut bersembunyi di balik pohon yang rindang itu.

 

“Mengapa kau bersembunyi?” Tanya Luhan penasaran.

 

DEG. Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya saat bertatapan dengan pasien itu. Pasien itu sungguh cantik, namun wajahnya benar-benar pucat. Mungkin karena ia sedang sakit. Tutup kepalanya benar-benar membuat pasien ini terlihat cute.

 

“Aku tidak mau terus-terusan di Kemoterapi” Jawab pasien itu yang kini matanya mulai memerah dan kristal bening mulai jatu menetes dari pelupuk matnya. “itu bener-benar menyakitkan!”

 

Luhan tersentak kaget atas ucapan gadis itu. Dangan sedikit keraguan, Luhan memberanikan diri untuk bertanya. “Kalau boleh aku tahu, kau sakit apa?”

 

“Kanker otak” pasien itu metutup wajahnya dengan kedua tangannya dan mulai menangis sambil mencurahkan iri hatinya. Walupun kurang jelas, tapi Luhan tetap bias menangkap apa yang pasien itu katakan.

 

“apakah Tuhan adil? Aku masih berumur 12 tahun dan aku adalah anak tunggal. Tapi aku menderita penyakit ini!” sesekali terdengar pasien itu sesegukan. “Kemoterapi itu benar-benar menyakitkan! Aku tidak kuat, lagi pula apakah ini akan menjamin aku akan sembuh? Rambutku rontok dan berat nadanku turun drastis.”

 

Hati Luhan mencelos. Meskipun tidak yakin, iya kemudian menarik pasien itu ke dalam pelukannya. “Maafkan aku karena telah lancang memelukmu, menangislah hingga kau lega” bisik Luhan pada pasien itu.

 

Pasien itu mengangguk dalam dekapan Luhan dan kembali menangis. “kau tahu? Sekarang ini aku botak. bagaimana jika rambutku tidak akan tumbuh?”

 

Luhan melepaskan pelukannya dan Ia memegang pundak pasien itu dengan kedua tangannya. “Aku yakin kau pasti sembuh, rambutmu akan kembali tumbuh dan kau akan tumbuh dewasa sebagai gadis yang cantik”

 

“Apa kita akan bertemu lagi?” Pasien itu menatap Luhan, kini hatinya yang bergemuruh. ‘Oh Tuhan, apakah aku menyukainya?’ Tanya pasien itu dalam hati.

 

“Kita akan bertemu lagi saat sudah dewasa, jadi kau harus tetap semangat untuk hidup ne?” Luhan tahu itu adalah harapan yang mungkin kosong. Tapi ia juga berharap agar pasien itu tetap hidup.

 

“Kalau aku boleh tahu, siapa namamu?” Tanya pasien itu dengan wajah polos. Kini tangisnya telah nerhenti dan berganti dengan senyuman.

 

“Panggil aku Xiao Lu” jawab luhan sambil melepaskan kedua tangannya dari pasien itu. “Kau tahu? Hanya Oemmaku saja yang aku ijinkan untuk memanggilku seperti itu, tapi sekarang aku ijinkan kau untuk memanggilku seperti itu juga.

 

“baiklah, kalau begitu panggil aku Pink Panda” jawab pasien itu. “Hanya Appaku yang memanggil aku seperti itu dan kini kau juga aku ijinkan.”

 

“Jadi kita impas?” Tanya Luhan dengan tatapan jahil “Maukah kau berjanji?”

 

“Apa?”

 

“Tataplah hidup, kembalilah ke kamarmu dan kau harus kemoterapi!” Perintah Luhan sambil memberikan tatapan tajam pada orang yang minta dipanggil Pink Panda olehnya.

 

“Baiklah” kemudian Pink Panda berlari meninggalkan Luhan. Tak lama Ia berbalik dan membungkuk. “Senang bertemu denganmu Xioa Lu! Aku harap kita bisa bertemu lagi! Teriaknya dari kejauhan

 

Luhan tersenyum kemudian membalas teriakan Pink Panda “Kita akan bertemu lagi”

 

Kemudian Luhan melambaikan tangannya, begitu juga Pink Panda. ‘Pink Panda, sepertinya aku menyukaimu’ bisik Luhan dalam hati. ‘Xiao Lu, kau malaikatku’ gumam Pink Panda dalam hati.

 

***

 

“Lama sekali kau Hyung!” semprot baekhyun saat Luhan memasuki kamarnya.

 

“Mianhe” Jawab Luhan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

 

“Oppa, bisa kita pulang sekarang?” Tanya Taeyeon dengan ekspresi memohon. “1 jam lagi aku harus berangkat.”

 

“Baiklah” Luhan membantu Taeyeon berdiri.

 

“Aku akan merindukanmu Baekkie!” Taeyeon menggenggam tangan Baekhyun kemuadian menoleh pada Luhan. “Oppa, aku kan akan pindah ke Busan. Bisakah kita saling mengirim surat?”

 

Hati Baekhyun sakit sekali saat mendengar apa yang taeyeon katakan barusan. Noona-nya meminta Hyung-nya mengirimi surat sementara dia tidak. ‘aku yang menyukaimu Noona, bukan Hyung!’ jerit Baekhyun dalam hati.

 

“Dengan senang hati” jawab Luhan. “Kajja kita pulang!”

 

“Baekkie-ah, jaga dirimu baik-baik dan cepatlah sembuh!” Taeyeon membungkukkan tubuhnya. “Aku harap kita akan bertemu lagi”

 

‘Ne Noona” jawab Baekhyun singkat.

 

Hanya senyum yang terakhir diberikan oleh Taeyeon, namun itu telah sedikit mengurangi rasa sedih dalam diri Baekyhun. Ia hanya memandangi punggung Taeyeon yang sedang dituntun oleh Luhan. ‘Saranghae Noona’ bisiknya pelan.

 

***

 

Hari ini Baekhyun diperbolehkan untuk pulang dan hari ini juga adalah hari bahagia karena Hyung-nya berulang tahun yang ke 13. akan ada perayaan kecil di rumahnya. Pakaian telah di kemas. Oemma dan Appanya menuntun Baekhyun yang masih belum pulih pascaoperasi dan meninggalkan rumah sakit.

 

Hari ini adalah hari minggu. Luhan pasti malas bangun meskipun ini adalah hari ulang tahunnya. Sesampainya di rumah, oemma-nya mengeluarkan sebuah kue Tart dari dalam lemari es. Baekhyun yang duduk di kursi memandangi Kue tart yang terletak di meja makan, tepat dihadapannya.

 

“Tunggu Hyungmu Baekkie!” oemma yang gemas melihat ekspresi anak bungsunya itu kemudian mencubit hidung Baeknyun.

 

“AWW sakit Oemma” cicit Baekhyun sambil memegangi hidungnya yang mulai memerah.

 

“Boleh Appa membangunkan Luhan sekarang?” Tanya Appa yang dengan senyum evil. Sungguh Luhan bener-benar mewarisi sifat evil Appa-nya.

 

“Ne” Jawan Oemma-Nya.

 

 

Baekhyun POV

 

Aku lihat Appa menaiki tangga. Ya, memang kamar Luhan Hyung berada di lantai 2. aku yakin pasti Appa kesusahan membangunkan Hyung. Hyung kan Kebo! Paling susah dibangunkan. Tak lama kemuadian Appa turun. Ekspresi Appa sungguh penuh dengan kemenagan. Pasti Appa menarik selimut hyung! Dan Hyung pasti jatuh dari tempat tidur. Appa memang sangat evil!

 

Kini terlihat Hyung menuruni tangga sampil mengucek matanya dan tunggu! Apa yang terjadi? Hyung menuruni tangga dengan mata yang masih tertutup. Bukankah ini berbahaya?

 

Author POV

 

Satu per satu anak tangga Luhan pijak dan tiba-tiba kakinya salah melangkah. Pijakannya pun meleset. tubuh Luhan tidak seimbang dan peristiwa naas itu pun terjadi. Kepala luhan membentur anak tangga dan tubuhnya jatuh menggelinding hingga  mendarat di lantai.

 

“LUHAAAN~” Jerit oemma dan Appa-nya

 

“HYUUUNG~” Jerit Baekhyun

 

Appa-nya mengangkat tubuh Luhan yang tergeletak tak sadarkan diri itu. Diliharnya kepala anak sulungnya itu. Ada darah disana. Oemma-nya langsung meraih gagang telpon dan menekan nomor telpon ambulance. Sementara Baekhyun, ia menangis sekarang. Takut terjadi sesuatu yang buruk terhadap hyung-nya.

 

***

 

Baekhyun POV

 

Aku melihat Appa memeluk Oemma, mereka menangis. Begitupun aku. Mengapa hal ini bisa terjadi tepat dihari ulang tahun Hyung? Sekarang kami sedang berada di UGD. Menunggu hasil pemeriksaan dokter. Aku harap tidak terjadi sesuatu yang fatal pada Hyung.

 

Pintu Ruang Tindakan terbuka. Dokter yang menangani Hyung Keluar. Appa, Oemma dan aku langsung sigap berdiri dan siap mendengar apa yang akan dikatakan dokter.

 

“Luhan selamat, namun cidera di otaknya cukup parah” Ucap Dokter itu dengan ekspresi menyesal.

 

“Lalu Bagaimana dengan anak saya Dok?” Tanya Oemma yang tangisnya semakin kencang.

 

“Cidera di kepalanya membuat Luhan hilang ingatan.” Jawab dokter itu. “Luhan mengalami amnesia, maafkan saya”

 

TBC…

 

Huah akhirnya selesai juga Chapter 1 ini. Maaf kalu jelek atau bahasanya susah dimengerti. Ini FF pertama saya, niatnya mau dibuat one shot tapi nggak jadi. saya meminta kritik dan sarannya karna itu akan sangat membantu saya agar bias lebih baik lagi. Terimaksih sudah mau baca^^

 

Advertisements

56 comments on “[FREELANCE] My Angel My Destiny (Chapter 1)

  1. omegatt Lulu amnesia ?! tapi dia gak lupa kan sama aku ?-,-*apaini*
    buat Lulu cuma inget Taengoo aja , biar Baekki cemburu gituu kkk
    ahh seharusnya taengoo sehat sehat aja .
    next ditunggu^^
    FIGHTING!!

  2. Omo.. luhan amesia…? Trus dia akn melupkan pink panda dan taeyeon donk thor? Trus nnti taeyeon ma siapa thor? Baekhyun atau luhan thor? Wah jinjja penasaran bgt thor… ouh ya thor. Ffnya kereennnnn (y)
    saya suka saya suka…. 🙂
    dtnggu klnjutannya thor. Always fighting thor…. 🙂

  3. Yaah kasian amat taeng unni punya penyakit kelainan tulang, terus nanti taeng unni sama siapa luhankah atau baekhyun? Akhh, daripada penasaran. Next thor gak sabar nunggu kelanjutanya, panjangin lagi dong, hehehhe *readers mbanyak maunya* fighting ^^

  4. Bgs sih
    Tp kok kasian amat sama semua cast nya
    Ga ad yg sehat
    Hehe
    Jd si luhan lupa sama semuanya yah?
    Makin penasaran nih sama kelanjutannya
    Chap selanjutnya klo bs jgn lama2 yah

  5. Oh My~ Luhan amnesia. Pairingnya LuTae atau BaekYeon thor ? Penasaran banget sama kelanjutannya. Di tunggu chapter selanjutnya.
    Fighting!^^

  6. Wahh.. Kasihan Luhan nya amnesia.. Berarti dia bakal lupa luhan 😦 pairingnya LuTae atau BaekYeon nih? Penasaran.. Next chapter nya ditunggu^^

  7. Luhan amnesia thor? Taeng nanti akhirnya sama baek apa luhan thor? Next chapter panjangin ya thor jangan lama” juga nge post nya . Wkwkwk 😀 ditunggu next chapter thor :))) fighting ne 😉

  8. Oh tidak Luhan oppa amnesia u.u
    Sedih sih semua cast pada kena penyakit semua/? ._.
    Tapi bagus thor ^^
    Next thor and Keep writing ‘-‘)b

  9. next thor,,, ff nya daebak banget,, dan juga pairing nya baekyeon atau lutae thor? #penasarantingkat dewa
    next chapter ditunggu thor… 🙂
    Fighting… 😉

  10. Pink Panda? Chorong? apa dia bakalan sama luhan? jujur aku gak sukaa member EXO dicouplein sama yang lain kecuali taeyeon =D semoga ini EXOTaeng =p

    • sama luhan nggak ya? hehehe
      ntar kalo salah satu dr luhan atau baek ngenes gimana?
      tapi tenang aja, author nggak bikin moment sama chorong yang terlalu intens kok 😀 makasih^^

  11. Hueeee br sempet baca setelah sekian lama ketumpuk di bookmark akhirnya kebaca jg hiks;;
    Awalnya ngira ceritanya fantasy, gataunya romance, tp suka bgtttt
    Nice lah thoor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s