[FREELANCE] Loves and Loved (Chapter 3)

Loves-and-Loved-2

Author : deeHAYEON

Length : Multi-chapter ll Rating : PG-15 ll Genre : Entertainment-life, friendship, romance

Main Cast : TaeYeon, YoonA, KyuHyun, DongHae
Other Cast : SNSD, Super Junior, find.

Desclaimer : FF ini terinspirasi dari drama korea. All cast milik Tuhan dan keluarga mereka masing-masing.
Jika ada kesamaan dalam cerita, itu adalah unsur ketidak sengajaan.
DON’T PLAGIAT!

​ Note’s : Annyeong readers! LAL chapter 3 kembali lagi. Pasti chingu-deul udah lumutan nunggu ff ini. Maafkan author. Aku telat ngedit ff ini karena sakit dan banyaknya tugas yang numpuk #curcol. Tapi sudahlah,, kita langsung saja.

Sorry for typo(s)…

 

 

 

 

~Happy READING!

 

 

———

 

“Jangan temui yeoja itu,” ucap Yesung pelan, tanpa memandang wajah maknaenya. Ia tidak tega melihat ekspresi sahabatnya setelah menerima kabar ini. “Dia tidak mau bertemu denganmu lagi”

 

Kyuhyun merasakan sesak dalam dadanya. Tubuhnya seperti tersengat listrik beribu volt. Sebuah kata sederhana namun berpengaruh luar biasa untuk hati dan perasaannya saat ini.

Kyuhyun menampakkan wajah datar, pandangannya pun mendadak kosong. Setelahnya ia tersenyum sinis, namun lebih tepat menjadi senyum kepedihan di mata Yesung.

 

Mata Kyuhyun mulai berkaca-kaca diantara senyuman palsunya. Yesung tak bisa berbuat banyak. Kyuhyun tidak boleh menahan rasa sakit hatinya.

 

“T-tidak-Mung-kin……”

 

 

————

 

 

 

-Chapter 3-

 

 

 

 

 

FLASHBACK

 

 

Yesung, Taeyeon, dan Donghae tertawa lepas setelah mendengarkan pengalaman lucu Jihyuk saat dirinya mengikuti tournamen semasa HighSchool. Sebelumnya Donghae juga sudah bercerita tentang pengalamannya dengan Super Junior.

 

“….menjadi aktris itu memang tidak mudah, bahkan semuanya akan terasa mengerikan. Ya, itu tergantung pandangan orang yang menikmatinya. Menurutku pribadi, profesi ini jauh lebih menyenangkan, apalagi menjalaninya bersama-sama dengan Super Junior. Bukankah begitu Hae-ya?” ujar Yesung setelah menyelesaikan ceritanya. Donghae dan Yesung menceritakan pengalaman-pengalaman mereka sebagai senior kepada Taeyeon dan Jihyuk.

 

Donghae mengangguk sekilas kemudian ia memandang Taeyeon sambil tersenyum, “Ne. Maka dari itu kau tidak boleh menyesal telah masuk industri ini, arra?”

 

Taeyeon mengiyakan pernyataan kekasihnya seraya menjawab, “Tentu saja oppa. Sonyeo Shidae tidak akan menjadi bintang kecil lagi. Gomawo atas motivasi yang sunbae berikan untukku”

 

Ia memberikan senyuman terbaiknya pada Yesung dan beralih pada Donghae. Yesung memperhatikan sorotan mata serta ekspresi Taeyeon saat memandang namjachingunya.

 

‘Bagaimana dengan pandangannya terhadapmu, Kyuhyun-a?’ batin Yesung.

 

Ia sama sekali menemukan ketulusan didalam tatapan yeoja itu, tapi ia merasa sebagian kecilnya adalah tatapan yang sulit diartikan.

 

“Taeng-a, apa sudah ada perkembangan tentang teman masa kecilmu?” Donghae bertanya tiba-tiba dan itu membuat ketiga pasang mata terarah padanya.

 

Yesung spontan menoleh kaget kearah Donghae. Taeyeon, sepertinya malah lebih terkejut. Satu-satunya orang yang sama sekali tidak bereaksi adalah Jihyuk, bocah itu lebih suka mengurusi cake daripada berurusan dengan sekitarnya.

 

Donghae yang menyadari ekspresi Yesung dan Taeyeon berusaha bersikap normal, “Wae? Apa aku salah?”

 

Taeyeon menggigit bibir bawahnya dengan panik, sementara Yesung memalingkan wajah kearah lain.

 

“Kalau tidak salah, kau dengan temanmu itu berasal dari kota yang sama. Namanya pun persis seperti maknae grup-ku. Cho..Kyuhyun. Ah, lucu sekali. Geuraeseo, mungkin saja Kyuhyun SJ benar-benar teman kecilmu. Haha,” ujar Donghae dibarengi dengan gurauan kecil yang pada dasarnya memang benar.

 

Taeyeon tak segan mengutuk lelucon Donghae pada saat itu juga, semuanya tidak pantas untuk ditertawakan. MENCINTAI DAN DICINTAI, itu bukan hal yang lucu.

 

Taeyeon merasa sangat bersalah. Entah kenapa, hatinya selalu sakit saat melihat Donghae tertawa dalam kepedihan. Tapi mengapa harus dirinya yang tak bisa menerima kenyataan?

‘Nappeun yeoja’ gerutunya dalam hati.

 

Yesung bersikap seolah tidak mendengar apapun. Ia masih tidak menyangka topik tentang Kyuhyun akan dimulai oleh Donghae. Awalnya ia yang akan lebih dulu bertanya pada Taeyeon disaat yang tidak mencurigakan. Namun sekarang, pertanyaannya sudah disampaikan orang lain.

 

“Oh, dia hanya teman kecilku oppa,” jawab Taeyeon, “Sebaiknya tidak perlu dipermasalahkan”

 

“Kau tidak ingin bertemu dengannya lagi? Ada banyak kemungkinan yang dapat kau percaya. Aku dan Yesung hyung bisa membantu jika kau mau,” kata Donghae. Ia berpaling memandang Yesung disampingnya, hyungnya itu mengangguk dengan canggung.

 

“Tidak perlu oppa. Itu terlalu berlebihan. Aku…” balas Taeyeon ragu untuk melanjutkan perkataannya, “A-aku.. tidak berharap bertemu dengannya lagi,” lanjutnya dengan mantap.

 

Yesung terdiam. Ia mencerna ucapan Taeyeon dengan shock. Pernyataan itu terlampau jelas untuk sebuah pernyataan yang tidak berarti. Bisa dipastikan pendengaran Yesung masih sangat bagus.

 

Itu artinya… ucapan Taeyeon memang nyata dan benar adanya. Yang ia khawatirkan adalah ‘Bagaimana cara mengatakan hal ini pada Kyuhyun?’

 

 

FLASHBACK end

 

 

 

 

 

****

 

 

 

 

 

Eunhyuk mendekati seorang yeoja yang sedang duduk disebuah bangku taman, ia juga ikut duduk disebelah yeoja tersebut. Lalu menyodorkan satu buah cup eskrim kehadapannya, yeoja yang dikenal dengan nama Yoona itu menerima dengan senang hati.

 

“Ada perlu apa sunbae memanggilku?” tanya Yoona sambil memakan eskrimnya perlahan, “Aku harus kembali latihan vokal 2 jam lagi”

 

“Sesibuk itukah? 2 jam bukan waktu yang singkat bahkan jadwalku lebih parah daripada jadwalmu. Dan aku sudah meminta izin pada manajer SNSD, dia bilang kau tidak mempunyai kegiatan yang berarti. Maka tidak ada alasan,” jelas Eunhyuk dengan santainya membuat yeoja itu mengerucutkan bibir.

 

Jam memang masih menunjukkan pukul 15.00 KST dan latihan SNSD sudah berakhir sejak 30 menit yang lalu. Yoona baru menyadari sunbae-nya begitu cerdik hingga dirinya kalah telak.

 

Mudah saja untuk Eunhyuk, ia hapal dengan jadwal artis SM. Manajemennya itu akan menjadwalkan latihan vokal pada pagi hari dan latihan dance di jam petang, berlaku untuk semua member. Kecuali artis yang akan melakukan comeback stage-nya, jam latihan akan ditambah, tentu dengan pengawasan yang ketat.

 

“Geurae, geurae, nan arasseo. Lalu untuk apa sunbae menyuruhku kesini?” Eunhyuk terkekeh lalu bangkit dan berdiri dihadapan Yoona.

 

“Aku ingin mengajakmu kesuatu tempat”

 

“Kemana?” tanpa menjawab namja itu meraih tangan Yoona dan menariknya dengan cekatan,

 

“Kajja!”

 

 

 

 

Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit, mobil silver milik Eunhyuk berhenti disebuah rumah yang tidak terlalu besar namun tampak sangat bersih. Beberapa tanaman pun ikut menambah kesan asri dan nyaman untuk dipandang.

 

Sang pemilik mobil turun dari mobilnya diikuti seorang gadis berambut panjang yang terlihat masih memandang sekeliling halaman rumah tersebut.

 

“Kita berada dimana?” tanya Yoona pada namja yang tengah berjalan kearahnya.

 

“Kau akan tau sendiri. Ikuti aku,” jawab Eunhyuk dan kembali menarik tangan yeoja itu. Yoona hanya menghela napas kesal dan mengikuti langkah sunbaenya.

 

Mereka telah berdiri didepan pintu utama rumah tersebut, kemudian Eunhyuk melepas tangan Yoona dan menekan bel yang ada dihadapannya.

 

Masih penasaran, Yoona memperhatikan sekekeliling rumah itu. Setelah dilihat dari dekat, rumah itu memang sangat bersih. Ditambah dengan tanaman hijau dan bunga-bunga yang menghiasinya. Tiba-tiba mata Yoona terpaku pada sebuah simbol berwarna biru tua diatas bel yang tadi ditekan Eunhyuk. Ia merasa tidak asing lagi dengan simbol biru yang bertuliskan S dan J itu. Super Junior.

 

“Memberdeul!” seru Eunhyuk tak sabar sambil menekan bel rumah itu berkali-kali. Yoona memandang Eunhyuk dengan kaget, ‘Member..deul? Jangan bilang ini…”

 

Belum sempat yeoja itu menyuarakan isi dalam pikirannya, seseorang telah membuka pintu yang tadi sempat digedor(?) sunbaenya. Tampak seorang Lee Sungmin dengan celana panjang dan kaos oblong dihadapannya.

 

“Hyung,” sapa Eunhyuk saat melihat Sungmin muncul dibalik pintu.

 

“Annyeong Yoona-ssi,” balas Sungmin yang begitu saja melewatkan sapaan dari Eunhyuk dan hanya memandang gadis disamping namja itu, Im Yoona.

 

Yoona tersenyum kaku padanya, “Annyeong sunbae,” setelah membalas sapaan Sungmin ia memandang Eunhyuk dengan kesal. ‘Untuk apa dia membawaku kesini?’ batinnya.

 

“Ayo, masuk!” kata Sungmin masih dengan senyuman lebar dan sedikit menyingkir dari pintu, mempersilahkan Yoona masuk. Mau tak mau Yoona juga ikut tersenyum -lebih tepatnya terpaksa untuk tersenyum- dan melangkah masuk kedalam rumah yang adalah dormitory Super Junior.

 

Eunhyuk mengikuti Yoona dari belakang dengan Sungmin berjalan disampingnya.

 

“Kau hanya sendiri?” tanya Sungmin pada Yoona.

 

“Ne, aku tak tau kalau Eunhyuk sunbae akan membawaku kesini,” jawabnya dengan jujur walau kata ‘dipaksa’ lebih tepat untuk perlakuan Eunhyuk padanya.

 

Sesaat, ia merasa Sungmin -yang berada dibelakangnya- menggumam kasar pada Eunhyuk. Terdengar samar-samar sebuah kalimat, seperti ‘kenapa tidak membawa semuanya’ dari mulut Sungmin.

 

Yoona menoleh ke belakang dan mendapati mereka sedang bertatapan saling menyalahkan, namun langsung tersenyum saat mengetahui dirinya memandang mereka. Ia melempar tatapan curiga pada Sungmin selama beberapa detik dan kembali memandang kedepan.

 

“Yeorobun, kita kedatangan tamu spesial,” seru Sungmin saat Yoona, Eunhyuk, dan dirinya masuk keruang tengah dorm. Jarang sekali ada yeoja yang mendatangi dorm SJ -selain staf atau kru dari agensi. Itu membuat beberapa member terkejut, apalagi reaksi Shindong, Sungmin, Kangin dan Leeteuk persis seperti namja yang tidak pernah melihat yeoja.

 

Yoona memamerkan senyuman manisnya pada semua anggota SJ yang berada diruangan itu.

 

Ryeowook yang sedang berbaring telungkup diatas sofa langsung memperbaiki posisinya. Kangin yang juga duduk merosot disofa reflex menegakkan tubuhnya. Sedangkan Shindong dan Leeteuk tak sengaja melepas bungkus makanan kecil mereka untuk membetulkan rambut. Siwon -walau ia salah satu member yang tidak single- secara naluri ia merapikan kaosnya yang sedikit kusut. Donghae dan Yesung sedang tidak berada di dorm, mereka mempunyai jadwal pemotretan sebagai model merk jaket terkenal.

 

Hanya satu orang yang tidak bereaksi saat kedangan Yoona. Namja itu berada dipojok ruangan, memakai kacamata hitam dan berbaring diatas bangku panjang sambil membaca sebuah buku. Bahkan ia menyumbat telinganya menggunakan headseat yang tersambung pada Ipod.

 

Kyuhyun, namja itu, hanya mengerling sekilas kearah Yoona dan kembali fokus pada buku tebalnya.

 

“Annyeong haseyo,” sapa Yoona pada ke-enam sunbaenya, “Jeoneun Yoona imnida”

 

“Salam kenal uri hoobae,” balas Leeteuk dengan senyumnya yang khas, seperti malaikat.

 

“Kenapa tiba-tiba datang kemari? Kami tidak menyangka kau mau berkunjung” tanya Siwon ramah.

 

“Nado molla,” jawabnya terus terang, “Aku hanya mengikuti Eunhyuk sunbae dan tak taunya dia membawaku kesini,”

 

“Bukan niatku. Aku juga disuruh oleh Su…emph!” Eunhyuk tak dapat melanjutkan kata-katanya. Sungmin telah membekap mulutnya sangat erat.

 

“Gwaenchana,” jawab Sungmin sambil menyeringai pada Yoona. Shindong juga menatap tajam Eunhyuk seolah memberi peringatan ‘Awas jika kau mengatakan yang sebenarnya’.

 

Yoona memang mempunyai perasaan tidak enak pada Eunhyuk sejak mereka bertemu diluar studio SBS kemarin. Ditambah lagi dengan gelagat aneh dari Sungmin dan… Shindong, tak tau kenapa tatapan Shindong menyiratkan sebuah ancaman. Ia berasumsi bahwa kalimat yang akan diucapkan Eunhyuk adalah, ‘Bukan niatku. Aku juga disuruh oleh Sungmin hyung dan Shindong hyung untuk membawa Yoona kesini’ kurang lebih begitu.

 

“Duduklah Yoona-ya” ujar Ryeowook, “Aku akan mengambil minuman” tambahnya sambil beranjak menuju dapur.

 

Kangin merapat dengan Leeteuk, memberi tempat untuk Yoona, hingga yeoja itu duduk disebelahnya.

 

“Keunde, tadi kami baru saja melihat berita debut SNSD di TV,” ucap Kangin memulai percakapan dengan Yoona, “Sepertinya grup kalian sangat sukses”

 

Yeoja itu tersenyum. Ia merasa nyaman dengan anggota SJ yang lain, kecuali Eunhyuk. Mungkin karena pengaruh Eunhyuk yang notabenenya hyung dari Jihyuk -namja yang selalu mengganggunya. Ya, mungkin saja.

 

“Kamsahamnida sunbae,” jawabnya sopan.

 

Leeteuk menoleh kearah Kyuhyun saat topik mulai membahas tentang SNSD. Namun simaknae masih serius dengan kegiatannya membaca buku, seolah tak peduli pada sekelilingnya. Leeteuk tak mau mempermasalahkan kebiasaan namja itu dan tak akan mengganggu ketenangannya. Sebagai leader, ia sangat mengerti perasaan Kyuhyun. Pasti berita yang baru saja disampaikan Yesung sangat berat untuk namja itu.

 

Selain Yesung, Leeteuk juga mengetahui semua masalah tentang Kyuhyun, sebuah kisah cinta yang pahit.Kyuhyun adalah maknae Super Junior yang terkenal dengan kegilaannya bermain games atau semacamnya. Namun siapa sangka hal yang dapat membuatnya tenang hanyalah musik dari Ipod dan bukunya. Aneh memang, tapi itulah fakta tersembunyi dari seorang gaemKyu.

 

“Kyuhyun-a,” panggil Shindong bertepatan dengan datangnya Ryeowook keruang tengah sambil membawa minuman dan beberapa cemilan. “Tadi kau bilang ingin bertemu dengan Yoona. Mengapa sekarang diam saja?”

 

Kyuhyun tak menjawab. Musik dari Ipod-nya memang terpasang dengan volume cukup keras.

 

Tak sabar, Shindong melempar bantal sofa kearah Kyuhyun.

 

“Shindong-a!” cegah Leeteuk, namun bantal itu sudah mengenai Kyuhyun, tepat didadanya. Buku tebal yang dipengangnya terjatuh.

 

Kyuhyun memandang hyungnya sambil melepas headseat, “Mworago?” tanya si maknae dengan wajah gusar.

 

“Tadi kau meminta Hyukjae untuk membawamu pada Jihyuk, kau ingin bertemu Yoona, kan? Yoona sudah berada disini, kau malah mengacuhkannya,” ujar Sungmin.

 

Gadis yang menjadi topik pembicaraan itu menoleh kearah Kyuhyun dengan pandangan bertanya. Ia bingung. Kyuhyun ingin bertemu dengannya? Tapi untuk apa?

 

“A-aku bukan…” Kyuhyun berusaha membantah kata-kata hyungnya yang sangat sembarangan, tapi Kangin sudah menariknya berdiri.

 

“Ah, Kyuhyun-a. Mengapa kau tidak bilang dari tadi?” tanya Kangin sambil terus menyeret Kyuhyun, “Akhirnya uri maknae menyukai seorang yeoja. Ini kebahagiaan untuk kita”

 

Sungmin juga ikut bangkit dan membantu Kangin menarik maknae-nya. Mereka mendudukan Kyuhyun disebelah Yoona.

 

Ryeowook yang baru saja bergabung hanya dapat tersenyum tipis. Berbeda dengan Leeteuk yang sepertinya menatap janggal kearah 2 member yang memaksa Kyuhyun tadi. Ia ingin melakukan sesuatu, tapi dirinya tidak bisa berbuat apa-apa. Semua membernya terlihat sangat bahagia. Namun tidak baik menjahili seseorang yang sedang patah hati. Mereka memang keterlaluan, andai mereka tau suasana hati Kyuhyun yang sebenarnya.

 

Ryeowook menatap leadernya dengan heran. Ia merasa ada sesuatu yang ganjil dalam tatapan Leeteuk. Tapi,, sudahlah. Sepertinya ia salah menduga. Oke, Ryeowook tak mau mempermasalahkannya.

 

“Yaa, hyung! Geumanhae! Aku tidak…” Kyuhyun berusaha memberontak.

 

“Jangan malu-malu Kyu, bilang saja kalau kau menyukainya,” kata Siwon menggoda, “Kami merestui”

 

Eunhyuk hendak bergerak untuk mencegah Kyuhyun duduk disamping yeoja yang disukai adiknya, namun ia dirangkul erat -bahkan terlalu erat- oleh Shindong dan ia tidak bisa bergerak.

 

Hingga akhirnya Yoona dan Kyuhyun duduk berdampingan dengan canggung.

 

 

 

 

 

****

 

 

 

 

 

Akibat semua yang direncanakan member SJ -Kangin, Shindong, Sungmin, dan Siwon- sekarang Kyuhyun diutus untuk mengantarkan Yoona pulang ke dormnya.

 

Eunhyuk sangat tidak setuju dengan hal ini, namun hyungnya berkali-kali melempar tatapan mengancam padanya.

 

“Jeongmal mianhae Yoona-ssi,” ucap Kyuhyun sambil mengemudikan setir mobilnya, “Ini benar-benar bukan rencanaku. Hyung-deul memang keterlaluan”

 

Yoona tertawa, “Ne, gwaenchana sunbae-nim. Kau sudah mengatakan itu sekitar sepuluh kali sebelumnya. Aku sudah memaafkanmu”

 

“Ah? sepuluh kali? Jinjja-yo?” tanya Kyuhyun yang sama sekali tidak sadar ini sudah setengah perjalanan dari dorm SJ ke dorm SNSD dan ia sudah mengatakan kalimat seperti itu berkali-kali.

 

“Mungkin lebih,” jawab Yoona lagi.

 

Kali ini Kyuhyun yang tertawa, “Mianhae”

 

“Cukup sunbae-nim. Aku bosan dengan kata maafmu,” balas gadis itu bercanda, dan mereka tertawa bersama.

 

Yoona mengakui, Kyuhyun sangat manis saat tertawa lepas. Ia memandangi wajah tampan namja disebelahnya dengan intens dan merasa detak jantungnya makin cepat. Segera Yoona memalingkan wajah sebelum Kyuhyun dapat mendengar detak jantungnya.

 

“Sunbae-nim,” panggil Yoona, sangat pelan tapi masih bisa terdengar, “Boleh aku bertanya?”

 

“Haseyo,” jawab Kyuhyun ringan.

 

Yoona menarik napasnya, “Maaf sebelumnya, tapi, apa kau tidak pernah mempunyai yeojachingu?”

 

Kyuhyun terdiam. Ia memandang lurus kedepan dengan ekspresi yang sulit ditebak. Melihat wajah sunbaenya, Yoona mengira bahwa ia telah salah bicara, “Ah, kau tak perlu menjawab. Anggap saja aku tidak pernah bertanya”

 

Kyuhyun mengangkat alisnya. Ternyata ekspresi tadi tidak bertahan lama, namja itu malah terkekeh. Ia mengerling kearah Yoona, “Kenapa kau begitu takut? Gwaenchana”

 

“Karena, aku kira…” yeoja itu berhenti, tidak tau harus melanjutkan kalimatnya dengan apa.

 

“Aku memang tidak pernah pacaran,” jawab Kyuhyun tanpa beban, “Dan sepertinya hanya ada satu orang yang aku cintai, yeongwonhi”

 

Yoona terdiam, menyimak kalimat yang keluar dari mulut sunbaenya. “Walaupun aku tidak mengetahui kabarnya, tidak tau apakah dia masih mengingatku atau sebaliknya, namun perasaan ini tidak akan berubah. Yeoja itu tak bisa hilang dalam hati dan pikiranku. Sudah bertahun-tahun kami berpisah dan sama sekali kehilangan kontak, tapi bagiku semua tetap sama. Bahkan jika dia tidak ingin bertemu denganku lagi, aku akan tetap begini”

 

“Siapa dia?” tanya Yoona diluar kesadarannya. Kata-kata itu terucap begitu saja. Ia sedikit menyesal telah menanyakan hal itu. Yoona tidak mau mendengar sesuatu yang tidak diinginkannya.

 

“Teman kecilku, sejak kecil sekali. Aku mengenalnya saat dia berumur 3 tahun. Aku meninggalkannya saat sekolah dasar, karena keluargaku pindah ke Seoul. Ini adalah kesalahan fatal, pergi tanpa berpamitan, tak ada salam perpisahan. Ya, aku sudah mengecewakannya,” jelas Kyuhyun dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

 

Hati Yoona mencelos. Kim Taeyeon…

 

Tiba-tiba Kyuhyun tertawa pelan sedikit melupakan kesedihannya, “Kau tau? Didunia ini hanya ada 3 orang yang mengetahui hal tentangku. Leeteuk hyung, Yesung hyung dan kau. Aigo,, aku tidak biasanya begini terbuka dengan orang baru”

 

Yoona tersenyum padanya, “Anggap saja kita sudah mengenal sejak lama. Asalkan sunbae nyaman berada disampingku”

 

Ia membalas senyuman Yoona, “Geuraeyo. Mungkin aku akan melupakan sejenak orang itu jika kau berada didekatku”

 

“Aku akan membantumu untuk melupakannya,” sahut Yoona pelan, namun terdengar sangat tulus. Ia kemudian berpaling memandangi jendela di sebelahnya untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah.

 

Yoona mengatur nafasnya perlahan. Tidak, ia tidak mungkin jatuh cinta secepat ini pada Kyuhyun.

 

Tanpa diketahui Yoona, namja itu juga menghela napasnya. Ia sakit hati dengan semua perkataan Taeyeon yang disampaikan Yesung padanya. Semua harapan indah setelah mengetahui fakta bahwa Taeyeon SNSD adalah Kim Taeyeon teman kecilnya telah pupus hanya dengan satu kalimat.

 

Perkiraannya yang paling pahit kini telah menjadi kenyataan, Taeyeon tidak ingin bertemu dengannya, Kim Taeyeon melupakannya. Mulai dari sekarang ia bertekad untuk melupakan gadis itu, semampunya. ‘Aku harus bisa’

 

 

 

 

 

****

 

 

 

 

“Darimana saja kau?” tanya Taeyeon saat Yoona baru memasuki kamarnya. Taeyeon duduk bersandar dikepala ranjang sambil memegang sebuah naskah reality show yang baru saja ditawarkan pada SNSD.

 

“Jalan-jalan dengan teman,” jawab Yoona singkat seraya menanggalkan tasnya dan mengambil piyama dilemari pakaian, lalu masuk kekamar mandi di kamar dorm itu tanpa menghiraukan eonni-nya yang mengernyit bingung.

 

Taeyeon masih aneh dengan gelagat Yoona. Yeoja itu tak pernah bersikap dingin dan acuh padanya. Terlebih lagi dengan kenyataan bahwa Yoona tak mempunyai banyak teman sejak training, begitupun Taeyeon. Mereka kesekolah hanya untuk belajar. Dan Member SNSD berada di dorm sedari tadi, jadi tidak mungkin Yoona berjalan-jalan dengan salah satu dari mereka. Lalu, Yoona pergi dengan teman yang mana?

Baiklah, Taeyeon akan bertanya langsung pada Yoona.

 

Ia pun kembali membaca naskah konsep reality show yang sedang dalam tahap pertimbangan itu.

 

Tak lama kemudian, Yoona keluar dari kamar mandi, sudah mencuci muka dan sudah mengganti pakaian dengan piyama. Ia naik ke ranjangnya dan langsung menarik selimut hingga batas leher, posisinya membelakangi Taeyeon, seakan tak peduli dengan eonninya yang memandang penuh tanya.

 

‘Ada apa? Kenapa sikap Yoona sangat aneh? Tak biasanya ia menghindari tatapanku. Kecuali,, ada sesuatu yang disembunyikannya’ batin Taeyeon.

 

“Yoona-ya, kau darimana?” tanyanya sekali lagi.

 

“Aku sudah menjawab, jalan-jalan dengan temanku. Sudahlah eonni, aku lelah,” ujar Yoona tampak malas. Namun sepertinya Taeyeon tak ingin menghentikan pertanyaannya, “Apa kau bertemu Jihyuk? Bagaimana dengan hadiahku? Apa sudah disampaikan?”

 

Yoona membalikan tubuhnya, “Eonni, bisakah kau tidak memikirkan hadiah itu? Percuma saja, aku pikir hadiahmu tidak diterima oleh Kyuhyun sunbae”

 

“Kenapa kau berkata seperti itu?” Taeyeon marah dan tidak percaya kalau sahabatnya tega bicara begitu.

 

“Kau lihat hadiah yang kita terima setelah debut kemarin? Semua ditumpuk jadi satu diruang hadiah. Dan seperti itu pula nasib hadiahmu,” ujar Yoona tak sabar, membuat eonninya terdiam. Sebenarnya ia tidak tega dengan ekspresi sedih Taeyeon, namun entah kenapa hatinya merasa ini yang terbaik.

 

Memang hadiah-hadiah yang SNSD terima kemarin hanyadibiarkan begitu saja diruangan hadiah. Taeyeon menghela nafas kecewa.

 

“Sekarang eonni mengerti? Sudahlah, aku mau tidur,” Yoona kembali berbalik memunggungi eonni-nya, namun Taeyeon berusaha menahan “Ah, Yoong, aku mau cerita…”

 

“Besok saja,” sanggah Yoona.

 

Taeyeon menghela napas pasrah. Mungkin harapannya perlahan-lahan mulai pupus. Ia harus mencari cara lain untuk membuat Kyuhyun mengingatnya kembali. Apalagi setelah kesalahan besar yang ia katakan pada Yesung kemarin malam.

 

Ya, Taeyeon bilang, ‘tidak berharap bertemu dengan Kyuhyun lagi’, hanya karena ada Donghae. Namja-nya itu mengetahui siapa Kyuhyun dalam kehidupan Taeyeon. Ia tau pesis seberapa banyak Taeyeon tidak bisa melupakan masa lalu dengan namja bernama Kyuhyun itu. Donghae juga yang menariknya keluar dari bayang-bayang Kyuhyun, hingga Taeyeon menerima cintanya dan hubungan mereka masih baik-baik saja sampai sekarang. Dan kemarin, Taeyeon tau Donghae sedang mengujinya, maka dari itu ia berkata tidak ingin bertemu dengan Kyuhyun, agar tidak ada kesalah pahaman.

 

Taeyeon meniup poninya dengan putus asa. Ia memeluk lututnya dan menopangkan dagu. Wajahnya menyiratkan kerisauan dan tak lama kemudian Taeyeon tidur dalam pelukannya sendiri.

 

 

 

 

****

 

 

 

 

4 Month Later

 

 

 

Puluhan hingga ratusan yeoja-yeoja muda berkumpul tak jauh dari pintu kedatangan Internasional Airport Incheon. Beberapa diantaranya membawa bagan atau kertas besar yang umumnya bertuliskan ‘Saranghae Super Junior’ dan semacamnya, beberapa lainnya membawa poster member SJ, ada pula yang membawa kamera dan barang-barang yang ingin ditanda tangani oleh anggota Super Junior.

 

Persis didepan pintu kedatangan Internasional berdiri 5 orang pria berpakaian hitam dengan tubuh besar dan tegap. Mereka menggunakan sebuah alat komunikasi ditelinganya untuk menginformasikan pantauannya mengenai keadaan kondisi dan keamanan di sekitar pintu aiport. Pria itu tidak memutuskan hubungan komuniksinya dan terus mengawasi orang-orang yang keluar dari pintu kedatangan luar negeri.

 

“Itu mereka!!!” jerit salah satu fangirl yang berada dibarisan paling depan dan dapat terlihat dengan jelas siapa saja yang baru datang dari pintu kaca bandara. Segera, kerumunan yeoja itu berlari mendekati tempat dimana idola mereka berada.

 

Para fans masih kalah cepat dengan 5 pria besar yang tak lain adalah bodyguard dari Super Junior. Dengan sigap, mereka menahan para fans yang ingin menerobos penghalang agar tidak menghalangi jalan bagi anggota Super Junior. Ke-sepuluh member SJ berjalan melewati pintu kedatangan bandara bersama para kru agensi di belakangnya.

 

Siwon berjalan paling depan berdampingan dengan Shindong dan Yesung, mereka tampak berkharisma. Eunhyuk memamerkan senyum gusinya(?), disampingnya ada Kangin yang sibuk melambaikan tangan. Ryeowook bersebelahan dengan Donghae, mereka tersenyum dan sedikit membungkuk pada fans yang meneriakkan nama mereka. Leeteuk berjalan tepat dibelakang keduanya, ia sedang menelpon namun tak lupa untuk sesekali menebar pesona senyum malaikatnya pada para fans. Kyuhyun berada paling belakang hampir sejajar dengan Sungmin yang berjalan sedikit didepannya. Kedua namja itu memakai kacamata hitam. Namun berbeda dengan Sungmin yang tersenyum lebar sambil memberikan flying kiss, Kyuhyun terlihat sangat letih dan hanya memberikan senyum tipisnya.

 

Tak memerlukan waktu lama bagi Super Junior untuk sampai di bus mereka dengan bantuan bodyguard yang bertenaga super. Teriakan dari para fans masih belum mereda dan itu membuat sebagian kru membungkuk sopan, “Joeseonghamnida ELF-deul, Super Junior sedang buru-buru,” ucap kru saat para fans meminta foto dan tanda tangan Super Junior.

 

Semua anggota SJ telah masuk kedalam bus SMEnt. Kyuhyun memilih kursi paling belakang dekat jendela, dan saat Eunhyuk -yang sedang asik dengan Ipod nya- ingin duduk di kursi sebelahnya, ia menaikkan kedua kaki ke bangku tersebut, melarang Eunhyuk duduk disitu.

 

“Yaa! Evil !” seru Eunhyuk sebal, mengalihkan Ipod nya sejenak. Ia mendengus kesal dan duduk di kursi lain. Kyuhyun hanya tersenyum geli melihat reaksi hyungnya.

 

Semua member sudah duduk ditempat kesukaan mereka masing-masing, dan sisanya adalah kursi untuk manager serta kru agensi. Bus itupun berjalan menuju stasiun Televisi tempat Super Junior akan shooting untuk sebuah variety show. Tak banyak interaksi yang dilakukan oleh anggota SJ. Mungkin mereka terlalu lelah setelah mengadakan jumpa fans di Tokyo, Jepang.

 

Yesung, Eunhyuk, Shindong dan Sungmin sudah tertidur beberapa menit yang lalu. Ryeowook memasang earphone-nya sambil bernyanyi pelan. Leeteuk sedang berbincang dengan managernya, begitupun dengan Kangin. Siwon dan Donghae sibuk dengan ponsel masing-masing. Donghae sedang mengirim pesan untuk yeojachingunnya, yang kebetulan berada di studio Televisi yang sama dengan studio tujuan SJ. Ia dapat bertemu dengan Taeyeon disana.

 

Sementara Kyuhyun hanya diam, memandangi jalanan dengan tatapan kosong. Belakangan ini Kyuhyun menjadi extra-pendiam. Sebelumnya ia sudah pendiam, dan sekarang menjadi benar-benar sangat diam.

 

Ia akan berbicara jika ada sesuatu yang menurutnya sangat penting, itupun hanya sebuah kalimat singkat dan seadanya. Sudah berkali-kali Leeteuk dan Yesung mengajak Kyuhyun untuk berbicara empat mata, mereka mengkhawatirkan keadaannya, namun Kyuhyun selalu mengelak dan berkata dirinya baik-baik saja. Sungguh, dia tidak dalam kondisi yang baik-baik saja saat ini.

 

Sudah 4 bulan sejak SNSD melakukan debut mereka, itu berarti 4 bulan pula Kyuhyun menjadi pendiam dan cenderung murung seperti sekarang.

 

Sangat tidak mudah menghadapi kenyataan bahwa cinta pertamanya berada dalam industri yang sama dengan status ‘yeojachingu’ dari teman grupnya sendiri. Ia tidak dapat melakukan apa-apa. Donghae sangat mencintai Taeyeon, mereka patut bersama dan bahagia.

 

Ditambah dengan keadaan sekelilingnya yang tidak mendukung. Lagu SNSD merajai seluruh chart musik dan mau tidak mau Kyuhyun terus teringat pada Taeyeon, semua tentang yeoja itu. Kemanapun dia pergi lagu SNSD terpasang dimana-mana. Bahkan teman-teman grupnya -yang selalu bersamanya 24 jam full- makin memperburuk suasana dengan memasang ringtone lagu SNSD. Siwon juga seringkali menyanyikan lagu-lagunya. Hanya Yesung dan Leeteuk yang tau perasaan dan posisi Kyuhyun, mereka berusaha menghargainya dengan sebisa mungkin tidak mengungkit tentang girl grup yang juga asuhan SMEnt.

 

Terkadang Kyuhyun berpikir, mengapa ia tidak memberitahu hyung-hyungnya saja soal Taeyeon, tapi detik berikutnya ia akan menyesali pikirannya itu, ia tidak ingin memperburuk keadaan. Sebagian member SJ -Sungmin, Siwon, Shindong, Kangin- sedang berusaha menjodohkannya dengan Yoona. Semuanya akan bertambah rumit jika mereka tau masalah tentang Taeyeon.

 

‘Jangan temui yeoja itu. Dia tidak mau bertemu denganmu lagi’

 

Ucapan Yesung masih terngiang di dalam pikiran Kyuhyun, kalimat tersebut seolah sudah terpatri dalam otaknya. Ia menghela napas pelan. Apa kesalahan yang telah ia perbuat hingga Taeyeon tak ingin bertemu dengannya?

 

Kyuhyun memang memiliki banyak kesalahan, terutama tentang kepergiannya. Ia berniat menjelaskan semuanya pada Taeyeon, namun sudah sangat terlambat.

 

Mereka berpisah secara tiba-tiba dan sekarang bertemu secara tiba-tiba pula. Tak ada salam perpisahan, tak ada pula salam pertemuan. Kadang Kyuhyun merasa sangat benci pada Taeyeon, tapi entah kenapa, ia tidak bisa berhenti memikirkannya.

‘Yeonnie-ya, mengapa sulit sekali untuk melupakanmu?’

 

 

 

 

 

To be continue…

 

 

 

 

HUUUAAA! #Timpukin author. Mianhae atas keterlambatan ff ini, dan lagi, moment KyuTae belum muncul, malah jadi ada KyuNa.

Tapi aku kasih bonus dengan memperpanjang chapter 3 ini.

Sekali lagi maaf, dan terimakasih untuk chingu-deul yang setia menunggu kelanjutan ff LAL.

Kebetulan aku buat ff baru, cuma buat pengalih aja biar para readers ga bosen. Oke deh segitu aja..

 

Hargai karyaku dengan berkomentar..

See You In Chapter Four :*
​

 

Advertisements

26 comments on “[FREELANCE] Loves and Loved (Chapter 3)

  1. makin seru z..
    ksian KyuTae pdhal mrk kykx msh ad perasaan pi ssh bgt bt mereka ketemu n hlgin smw kesalahpahaman mrk.
    ap ge kykx YoonA eon ska Kyuhyun oppa mkin bikin penasaran z crta slanjutx..

    next chapter jgn lama2 y thor updatex trus kpn 2h KyuTae bsa ketemu?? pnsran liat moment mrk b’2. smgt y thor lanjutinx. Hwaiting!!

  2. Issss yonna kok gtu thor? Jgn blng yonna suka ma kyuhyun?? Omo,andwe… 😦
    trus knpa yesung hrus blng k kyuhyun bahwa taeyeon ndak maunktmu lgi dgnnya? Kn kshan kyuhyun thor… 😦
    jd penasaran dgn klnjutannya thor… d tnggu loh thor. Always fighting thor πŸ™‚

  3. Next thor. Penasaran sama kelanjutannya. Sj dan snsd mau ketemu di studio ? Wow apa yang kira-kira akan terjadi nanti. Nice ff.
    Fighting!^^

  4. Ih itu yoona ko jadi kaya begetoh? Dia suka kyuhyun yaa? -_-
    Cuman salah paham, taeng jg nghargain perasaan donghae tapi secara ga langsung nyakitin kyuhyun jg.. terus kyu mau ngelupain taeng gitu aja? Gada usaha buat dapetin taeng? Atau malah beralih jadi suka sama yoona?

    Woah keren thor, ditunggu yaa next chapnyaa πŸ™‚ πŸ™‚ ❀

  5. Kasihan kyuhyun nya ;(( ahh next chapter kyutae moment ya thorr… Next chapet ditunggu, udh sangat penasaran nih hehe πŸ™‚

  6. yoona suka sama kyuhyun? ckckck
    awas aja kalau deket ” sama kyu trus sampai kyu berpaling sama taeng!!! kapak melayang yoona!!!!
    ayolahh pertemukan KyuTae!! ><

  7. jangan bilang nanti Taeng eonni cemburu dengan KyuYoong.. o mai gat.. mulai sedikit percikan api nih.. #ciela
    next chap thor, keep writing πŸ™‚

  8. kyutae kyutelae….
    kasihan kyuhyun patah hati smpai jadi pendiam gtu….
    tpi taeng sma donghae jga cocok ko… soalnya mereka bias aku hihihi……..
    okay, lnjut ya thor,,,, critanya smkin seru….
    fighting author!!!!!

  9. yak knp yoona berubah ke taeng eonni
    pengen banget jitak kepalanya
    author knp lama sekali moment kyutaenya, udah nggak sabar nih
    oke ditunggu chapter” selanjutnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s