[FREELANCE] Lotus Love (Oneshot)

arisareq2-copy

Title                 : Lotus Love

Author             : Arisa Karamorita (https://twitter.com/IM_Soshitaengs)

Rating             : PG-15

Length             : oneshoot

Genre              : Sad, Angst

Main Cast        : Kim Taeyeon, Lee Sungyeol, Byun Baekhyun

Support Cast   :Kim Sunggyu, Kim Myungsoo

Author Note    : Komentar dari kalian sangat membantu untuk kemampuan menulis author berikutnya J

Disclaimer       : This fan fiction is original story of mine. The cast belongs to themselves. So, don’t bash me.

Credit poster   : big thanks for awesome poster (http://yooraartdesign.wordpress.com)

 

“saat satu langkah untuk memiliki bunga terindah berubah menjadi jutaaan langkah lagi. Sungguh, aku benci fatamorgana.”

-Lotus Love-

Jika aku bertanya bunga apakah yang paling indah di dunia ini, maka jawaban yang paling mendominasi adalah mawar, anggrek atau sakura.

Mawar sang lambang cinta. Bunga dengan kelopak yang indah dan senantiasa menjadi primadona. Namun jika kita tidak berhati-hati dalam menyentuhnya, kita akan terkena duri di sekujur tubuhnya. Lalu mengapa mereka dikatakan sebagai bunga terindah jika pada akhirnya menyakiti?

Anggrek si mungil yang penuh pesona.Sering kali dijadikan sebagai bentuk keanggunan.Sangat tidak mudah untuk menumbuhkan keindahan kelopaknya.Perlu perlakuan yang serba istimewa agar kelopak tumbuh dengan segala keanggunannya. Jika dibiarkan begitu saja, maka habislah riwayat sang bunga. Atau justru hanya daunnya yang tersisa. Bagaimana mungkin mereka yang tak bisa menerima kondisi dan situasi yang apa adanya dikatakan sebagai bunga terindah?

Sakura sang lambang kecantikan bagi setiap wanita. Kelopak merahmuda kecil dengan keharuman yang sangat menggoda. Siapapun yang melihatnya, tak akan kuat menahan diri untuk tidak memilikinya. Bunga sakura hanya tumbuh didaerah tertentu dan tentu saja hanya pada musim semi.Jangan pernah bermimpi untuk melihat sakura saat dinginnya suasana menyerang.Jika mereka yang hanya hadir pada saat bahagia, dan menghilang saat kesedihan menghampiri, mengapa harus disebut bunga terindah?

Hingga saat ini bunga terindah itu masih menjadi misteri.

Sungyeol meletakkan bibit tanaman yang baru didapatnya ke dalam dua buah wadah kecil.Iamenambahkan sedikit air dan menempatkannya pada daun jendela.Kedua matanya tak lepas dari dua tanaman yang baru menampakkan beberapa lembar daun.

“sehat?Caramu memandang tanaman itu membuatku geli.”

Teguran Myungsoo tak membuat Sungyeol bergeming sedikit pun. Kedua bola matanya tak henti memandangi tanaman itu dengan senyuman yang mencurigakan.

“tumbuhlahdengan cantik” lirihnya.

-Lotus Love-

“Lee Sungyeol… fighting!!!”

Masih terngiang dengan jelas dalam fikiran Sungyeol suara dukungan yang membuatnya hidup dalam isolasi hutan.Seperti sebuah kayu bakar yang membarakan nyala api, memberikan energy tersendiri dlam diri Sungyeol.

Meski sekarang tubuhnya terasa lelah setelah syuting realityshowtersebut, rasanya ia tidak akan bisa tidur malam ini. Ia ingin menghabiskan malamnya dengan tanaman yang baru didapatnya itu, menyaksikan setiap detik pertumbuhannya.

“Sungyeol-ah, kau tidak sedang jatuh cinta dengan tanaman itu kan?”

“aku?” lagi-lagi Sungyeol tersenyum penuh curiga. “mungkin saja”

Wajar jika saat ini Sungyeol gila terhadap tanaman itu.untuk mendapatkannya saja ia harus rela masuk kedalam danau kecil, membiarkan lumpur melumuri tubuhnya. Harga dirinya sebagai seorang idol hilang sejenak.cinta memang membutakan segalanya.

Sunggyu hanya menggelengkan kepalanya pasrah melihat respon Sungyeol.

-Lotus Love-

Ketika kedua pasang mata itu dipertemukan, tak urung membuat bibir masing-masing saling berbagi senyum.Jantung Sungyeolterpacu cepat, kala bibir gadis itu lagi-lagi tersenyum.Binar yang keluar dari sepasang mata indahnya berhasil meledakkan dan melumpuhkan Sungyeol seketika.Sungyeol berharap waktu berhenti walau untuk sejenak.

“annyeong haseyo, noona” Sungyeol tersenyum seramah mungkin, berharap gadis dihadapannya ini tak mendengar degup konyol jantungnya.

“ah ne.. annyeong Sungyeol-ahh. Kau comeback stage hari ini?”

Sungyeol tersenyum membenarkan.

“lakukan yang terbaik, Lee Sungyeol. Fighting!”

Seperti sebuah sihir, ucapan terakhir gadis itu mampu menumbuhkan gairah tersendiri.Menjadikannya sebagai wanita idealnya memang pilihan yang tepat.Jika wanita kerap kali dicap sebagai salah satu faktor penghambat karir, berbeda dengan Sungyeol.Ia justru mendapatkan energi positif dengan mengagumi gadis itu.

“sejak dulu kami sering mendapatkan pertanyaan tentang wanita ideal. Bagiku tetap saja tak berubah dari semejak debut hingga sekarang, yaitu SNSD Taeyeon” -Sungyeol

-Lotus Love-

Keringat membasahi pelipis para lelaki yang baru saja turun dari panggung. Infinite benar-benar tampil total untuk comeback stage hari ini, membuat musim panas semakin panas.Masing-masing dari mereka tertawa penuh kepuasan, berbagi kebahagiaan atas apa yang baru dicapainya.

Sungyeol meneguk habis air mineral yang ada digenggamannya. Tangan yang lain menerima uluran handuk kecil dari asisten pribadinya.

“kerja bagus, Infinite!” teriakan sang manager dibalas seruan dari para member dan staff yang ada diruangan itu.

Sungyeol mengambil ponsel yang ada ditasnya.Jari-jarinya lincah menuliskan beberapa kata. Sesaat ia berfikir, ragu untuk mengirimkan pesan yang baru saja ia rangkai.

1 detik

2 detik

3 detik

pada akhirnya ia menekan tombol ‘send’.

“aku pergi dulu.” Ia memakai jaket serta masker putihnya.

Sesampai dikoridor, ia berpapasan dengan beberapa pengisi acara. Mereka saling membungkuk ringan memberikan rasa hormat.Sungyeol berdiri menunggu pintu lift terbuka. Tangannya memutar-mutar ponsel digegamannya.menunggu balasan pesan yang ia kirim tadi.

“aku baru mendengar jika kau kemari tadi siang. Sekarang kau dimana?”

Mata Sungyeolmelirik kearah suara itu berasal.Ia memandang laki-laki yang sedang menelepon seseorang di sudut ruangan itu penuh curiga.

“Sebaiknya kau segera menemui Sajjangnim.Sepertinya ada yang tidak beres.Manager Park menedesakku untuk segera kembali.”

Suara itu cukup terdengar dan sepertinya sudah tidak asing lagi. Begitu laki-laki itu berbalik arah, ia tersenyum canggung kearah Sungyeoldan cepat-cepat pergi.

“Baekhyun…” lirih Sungyeol.Ia mengangkat kedua bahunya tak peduli sambil melangkahkan kakinya memasuki lift yang baru saja terbuka.

-Lotus Love-

Teratai memang berbeda.Ia menyukai lumpur meskipun membuatnya terlihat buruk. Lumpur adalah titik dari kehidupan terai dimulai. Tapi mengapa ia masih nampak cantik meski harus disekelilingi kumuh dan baunya lumpur? Itulah keistimewaan teratai.

Dengan sangat hati-hati Sungyeol menyiram tanaman kecil itu dengan satu gelas air agar lumpur dalam wadah itu tetap dalam kondisi basah. Senyumnya mengembang ketika kuncup bunga sedikit menampakkan sang mahkota.

“sejak kapan kau menyukainya?”

Myungsoo berdiri disamping sungyeol.Tangan jailnya berinisiatif untuk menyentuh kuncup bunga yang baru muncul namun sontak mendapat tepisan dari Sunyeol.

“Singkirkan tangan kotormu itu.”

“baiklah baiklah… aku tidak akan menyentuh kekasih barumu itu” Tawa Sungyeol meledak.

-beep-

Sungyeol membuka satu pesan yang masuk. Pesan yang ia kirim kemarin baru dibalas hari ini. Senyuman mengembang saat Sungyeol membalas pesan itu, Membuat Myungsoo yang disebelahnya mendongak penasaran kearah ponsel Sungyeol.

“hentikanitu, Myungsoo-ya!”

“kau punya kekasih?”

“tidak.” Sungyeol menelan ludahnya susah payah. Dia memang bukan kekasihnya, dan mungkin akan menjadi kekasihnya dimasa depan. Kepastian itu memang tak pernah ada. Namun sebagai lelaki yang mengagumi seorang gadis, tak ada salahnya jika ia berharap.

“lalu? Aku tak pernah melihatmu seperti ini.Siapa dia? Yang membuatmu…”Myungsoo memutar jari telunjuknya disamping kepalanya, gila maksudnya?

“aku tak seperti apa yang kau fikirkan. dia… dia adalah.…” Sungyeol menghirup nafas sekuat-kuatnya dan menghembuskannya dengan penuh keyakinan. “… Taeyeon noona.”

Myungsoo sempat terdiam tak percaya.Telinganya cukup baik untuk mendengar nama yang baru sajadisebut. Selama ini ia mengerti jika Sungyeol memang mengagumi Taeyeon, namun hanya sebatas idola, tak lebih.

Saat masa trinee, Sungyeol selalu menyempatkan diri untuk menonton panggung show SNSD secara langsung atau hanya sekedar lewat internet.Ia bahkan tercatat sebagai penggemar resmi di berbagai situs fancafe SNSD.Sungyeol juga terkenal aktif dikalangan penggemar SNSD, ia sering mengadakan fan-event sebagai pihak utama. Bahkan ia juga menjadi salah satu pendiri fansite Taeyeon.

Ia terpaksa berhenti dari kegiatannya itu saat mendapatkan teguran dari perusahaan yang mengancam akan menghapus namanya dari daftar Trainee lantaran ia lebih memilih menonton konser tunggal SNSD dan absen dalam latihan. Setelah itu ia benar-benar vakum, mungkin hanya menyimpan satu foto Taeyeon yang ia tempel pada dinding dekat sebelah tempat tidurnya.

Sungyeol selalu menyebut jika Taeyeon adalah tujuannya.Ambisinya untuk dekat dan mengenal Taeyeon menjadikan motivasi tersendiri bagi Sungyeol untuk segera debut.

Setelah debut sebagai member infinite, Sungyeol beruntung karena ia dapat berkenalan bahkan dekat dengan Taeyeon berkat bantuan Seohyun yang juga merupakan member SNSD. Seohyun dan Sungyeolsebelumnya dekat sebagai teman saat mereka belajar dibangku sekolah yang sama.

Mengingat bagaimana ambisi Sungyeol terhadap Taeyeon.Myungsoo hanya bisa berharap jika Sungyeol tidak sedang berkhayal. Rasanya akan sangat sakit jika menyadari apa yang terjadi nanti nyatanya tak seindah apa yang telah dibayangkan sebelumnya.

-Beep-

Myungsoo langsung merebut ponsel Sungyeol dan membuka pesan yang baru saja masuk tanpa izin.

.

.

“kau akan bertemu dengannya?Jadi… ini nyata?bukankhayalanmu?”

Sungyeol memukul punggung Myungsoo keras.Ia merebut posel miliknya dari tangan Myungsoo.

“Im noteu delusionaleu man –im not delusional man—.”Bangga Sungyeol menggunakan bahasa inggris yang masih kental dengan logat koreanya.

-Lotus Love-

Bolehkah aku percaya jika sebuah mimpi bukan hanya khayalan semata?Teratai yang paling indah yang sering ku impikan, kini ada didepan mata.Langkah untuk memilikinya semakin dekat.

Tangan Sungyeol menekan tombol lift menuju lantai appartement Taeyeon. Hari ini ia memenuhi janji yang dibuat sebelumnya. Taeyeon meminta Sungyeol untuk datang ke apartemennya.

Jantung Sungyeol berdetak tak karuan.Bibirnya tak berhenti tersenyum konyol, membayangkan apa yang akan terjadi nanti. Ia bersyukur karena didalam lift ini hanya ada dirinya, sehingga orang-orang tak perlu melihat betapa bodohnya ia sekarang.

Pintu lift terbuka, ia keluar dan berpapasan dengan seorang laki-laki yang hendak memasuki lift. Pakaian laki-laki itu serba tertutup, dengan jaket, topi dan masker diwajahnya.Arah pandang sungyeol mengikuti jejak laki-laki itu.

Mata sungyeol menatap intens dari bawah secara perlahan hingga atas, ia merasa tidak asing lagi dengan laki-laki itu. Sampai kedua pasang mata mereka saling bertemu, laki-laki itu langsung memakai kacamata hitamnya. Pintu lift tertutup.

“Baekhyun…?”

Akhir-akhir ini ia sering bertemu dengan Baekhyun secara tidak sengaja. Hasrat ingin menegur namun bukan waktu yang tepat.Lagipula mereka tidak saling mengenal, Sungyeol hanya tau Baekhyun sebagai member Exo.Begitu juga sebaliknya.Selama ini mereka hanya membagi senyum diatas panggung jika berpapasan, sebagai formalitas budaya.

“kausudah datang?”

Senyuman Sungyeol menyambut Taeyeon yang baru saja keluar dari appartementnya.Dibelakang diikuti seorang wanita yang sedang menenteng koper, mungkin asistennnya.Ia menyuruh wanita itu untuk pergi duluan, menyisakan hanya kami berdua.

“aku sudah menunggumu. Untunglah masih bisa bertemu sebelum keberangkatanku ke Jepang.”

Seperti sebuah kapas yang tertiup angin bebas, Sungyeol benar-benar melayang.Laki-laki mana yang tidak bahagia jika mendengar gadis yang dikaguminya ternyata menunggunya.Ia berharap Taeyeon saat ini tidak mendengar degupan konyol jantungnya.

“itu….. apa yang kau bawa?”

Sungyeol nyaris lupa tujuan utama ia ingin bertemu dengan Taeyeon. Ia menyodorkan kotak kaca berisi tanaman kecil yang selama ini ia rawat. Taeyeon menerima dengan wajah bingungnya.

“teratai ini untukmu, aku mendapatkannya saat syuting di hutan. Sengaja kusimpan dulu dan baru kuberikan sekarang agar kau cepat bisa melihat mahkota bunganya saat bermekaran nanti.”

Taeyeon tersenyum jahil mendengar penjelasan Sungyeol.kedua matanya sibuk menelusuri setiap detail dari bunga yang baru ia terima.

“teratai?”

“Aku memberikan teratai ini bukan tanpa alasan.Teratai memang bukanlah bunga terindah yang bisa digunakan sebagai hadiah.Namun teratai memiliki filosofi tersendiri.Aku berharap kau mau merawat teratai ini. Serta…”

1 detik

2 detik

3 detik

“serta?” Taeyeon mulai penasaran karena Sungyeol tidak segera melanjutkan perkataannya.

“serta menemukan filosofi dari teratai itu. aku… menunggumu, noona”

Taeyeon mengangguk paham lalu tersenyum tulus kearah Sungyeol. “terimakasih…. Sungyeol-ahh”

-Lotus Love-

saat satu langkah untuk memiliki bunga terindah berubah menjadi jutaaan langkah lagi. Sungguh, aku benci fatamorgana.

Pagi ini cuaca tidak terlalu baik.Sungyeol meyibak tirai jendela dikamarnya, langit-langit kelabu menyambut.Suhu ruangan cukup dingin padahal saat ini Korea tengah memasuki musim panas.

Tak seperti biasanya, Sungyeol membatalkan niatnya untuk menyiram tanamannya karena lumpur dalam wadah masih cukup basah.Iamenatap tanaman kecilnya yang kini tinggal satu setelah yang satunya lagi diberikan kepada Taeyeon beberapa waktu lalu.

Punggungnya bersandar pada dinding jendela.Tangannya sibuk memainkan ponsel, mencari berita terakhir kegiatan SNSD. Hal yang tak pernah ia tinggalkan sejak menetapkan diri menjadi bagian dari penggemar SNSD, lebih tepatnya penggemar taeyeon.

Matanya membulat begitu melihat “Taeyeon Baekhyun” menjadi trending topic dalam mesin pencarian. Tidak butuh waktu lama ia langsung menekan link berita paling atas yang baru 20 menit yang lalu diposting.

“EXO’s BAEKHYUN & GIRLS’ GENERATION’s TAEYEON REPORTED TO BE DATING”

Jantung Sungyeolmeledak, ibarat jantung yang baru dipakai lari marathon beribu-ribu meter. Matanya sama sekali tak berkedip mendalami setiap baris kata disertai foto-foto yang dilampirkan sebagai bukti.

Berkali-kali ia memperbaharui laman berita, mencari dari berbagai situs lain.

Pasti ada yang salah, mungkin ini hanya buatan penggemar.Ia sangat tau jika penggemar diluar sana sangat sering menjodoh-jodohkan idola mereka dengan idola lain.

Otaknya bekerja, berusaha meyakinkan jika itu hanya sebuah kamuflase.Bisa saja foto-foto itu hanyalah foto biasa yang sengaja dibesar-besarkan media demi meraup keuntungan.Lagipula belum ada tanggapan resmi mengenai hubungan keduanya.

15 menit membuka banyak situs tak menghasilkan apapun yang mendukung Sungyeol.Ia menelan ludahnya penuh kepahitan, seperti sebuah duri yang menusuk-nusuk krongkongannya.

“SM CONFIRMS, EXO’s BAEKHYUN & GIRLS’ GENERATION’s TAEYEON ARE DATING”

.

.

.

Jantung Sungyeol kini bertolak ingin berhenti berdetak.rahangnya mengeras, menahan nafas. Waktu seolah tak bergerak.ia tak tau harus berbuat apa. Lututnyaterlalu lemas untuk menahan beban yang baru diterimanya.

Ia memandangi bulir-bulir air yang mulai berjatuhan dari langit, membuat keadaan semakin dingin. Tangisan dari langit seolah mewakili perasaan Sungyeol saat ini.

-Brak-

Myungsoo membuka pintu kamar Sungyeol kasar.Mata tajamnya langsung terfokus kearah Sungyeol yang sedang berada didekat jendela. Setelah membaca artikel terpanas pagi ini, ia langsung bergegas mencari sahabatnya itu.

“Sungyeol-ahh…”

Sungyeol tak bergeming.Ia mencekeram kaos pada bagian dada dengan kuat. Melampiaskan rasa sakit yang ada didalam dada itu.matanya terpejam. Hidungnya menghirup udara yang sangat menusuk, lalu menghembuskannya penuh emosi.

Baru beberapa hari yang lalu ia bertemu dengan taeyeon, memberikannya sebuah teratai muda dan mendapatkan sebuah senyuman tulusnya darinya. Ia berharap untuk segera bangun dari mimpi buruk ini.

-Lotus Love-

Melihat sungai kecil yang mengalir, dada ini sakit. Jika sang pemilik tak mampu membuat bunga itu kembali mekar, bolehkah aku memintanya? Tak akan kubiarkan satupun menyentuh dan menyakitinya seperti saat ini.

“CUT !” teriak sutradara dengan pengeras suara ditangan kirinya. “fokus Lee Sungyeol, fokus ! adegan-mu tak akan hidup jika kau lemas seperti itu, hey !”

Hari ini infinite tengah melakukan syuting untuk single terbaru mereka “back”, yang akan mereka rilis sebentar lagi setelah comeback “last romeo”.

Sudah tiga hari berlalu semenjak berita kencan Taeyeon-Baekhyun, Sungyeol masih belum bersikap normal. Belakangan terakhir ini ia lebih banyak diam didekat jendela kamarnya. Para member infinite sudah angkat tangan, tak tau harus berbuat apa agar Sungyeol bisa membawa hidupnya kembali.

tiga hari yang lalu dimana berita itu keluar. Sungyeol berubah menjadi sebuah boneka hidup.Saat menonton Televisi, matanya hanya menatap layar itu kosong.Fikirannya berlarian kemana-mana tanpa mengindahkan tayangan itu sedikitpun.

Sampai pada sebuah breaking news perihal berita Taeyeon-Baekhyun, seperti sebuah sengatan fikiran Sungyeol langsung menyatu.Menatap lemah tayangan yang sedang menyajikan liputan berita kencan terpanas saat ini. Myungsoo yang melihatnya tak tega, ia langsung mengambil remote dan mematikannya.

“sudahlah, Sungyeol-ahh…” iba Myungsoo.

Tak ada reaksi dari Sungyeol, ia justru langsung berdiri dan menuju kamarnya. Menidurkan tubuhnya dan berusaha memejamkan kedua matanya walau sebenarnya ia tak merasa ngantuk sama sekali.

“ulangi semuanya, ulangi ! aku tidak ingin kau salah lagi. Dengar aku ! Hey, Lee Sungyeol !”

Sutradara itu berkacak pinggang menatap Sungyeol yang hanya mematung.Ini sudah ke 14kali Sungyeol salah dalam adegannya, wajar saja jika Sutradara itu sangat geram.

“kamera stand by! 3…2…1… action !”

Sungyeol menatap tiga orang role-model dihadapannya.Model-model itu menatap Sungyeol penuh ejek, sesuai dengan naskah.Sementara sungyeol hanya mematung.Sang Sutradara lagi-lagi geram melihat Sungyeol kini justru tak melakukan apapun.

Bayangan Taeyeon yang sedang menangis tiba-tiba terlintas dalam benak Sungyeol. Tadi pagi iasempat melihat situs berita, dan melihat Taeyeon menjadi headline. Bukan karena berita kencannya, melainkan karena Taeyeon menangis dibandara.

Hati Sungyeol sakit saat melihat foto-foto Taeyeon di situs tersebut.Wajah sembab.Mata sayu. Bertahun-tahun belum pernah ia melihat Taeyeon seperti itu. Wajah ceria itu berubah menjadi sangat menyedihkan.

Jangan Tanya bagaimana buruknya respon itu.Hujatan terus membanjiri akun SNS Taeyeon.Beberapa fansite terbesar Taeyeon maupun SNSD tutup.Belum lagi teror hadiah dari antifansnya.Ia pasti stress harus mengahadapi kenyataan seperti itu.

Sutradara yang sudah sangat lelah dengan sikap Sungyeol langsung berdiri, berniat menghentikan scene yang sedang berlangsung. Namun ia mengurungkan diri begitu melihat Sungyeol yang mulai bergerak.

Sungyeol berjalan pelan kearah role-model, tangannya mengepal keras melampiaskan rasa sakitnya kala melihat Taeyeon.Ia menarik kerah salah satu model dan melayangkan tinjuannya. Kakinya menendang model yang lain. Satu tangan yang lain menepis tinjuan yang dilayangkan model satunya lagi.

Tangannya lagi-lagi meninju model berperawakan lebih tinggi darinya , ia menendang dan melemparkannya kesegala arah. Dari belakang ia mendapat serangan namuan dengan sigap ia menghindar lalu langsung menjambak rambut model dan menyeretnya.

Model itu berontak lalu mengarahkan kayu ke kaki Sungyeol. Sungyeol merintih kesakitan saat tulang betisnya harus berbenturan dengan kerasnya kayu yang ia terima. Namun itu tak seberapa dengan rasa sakit yang ia tahan saat melihat Taeyeon menderita.

“CUT !”

Sutradara itu menepuk kedua tangannya bangga melihat apa yang baru saja dilakukan Sungyeol.

“Good job !aktingmu benar-benar luar biasa. Semuanya terlihat sangat alami!”

Sungyeol membalas sutradara itu dengan senyuman dingin miliknya.Ia bergegas berdiri dan mengambil langkah untuk instirahat.

“Tunggu…” teriakan salah satu staff membuat Sungyeol menghentikan langkahnhya.

“kau… benar-benar menghajarnya?” Tambahnya sambil membantu beberapa model yang terkapar.

Staff lain yang bekerja juga kaget saat menyadari apa yang baru saja Sungyeol lakukan. Tidak hanya sekedar akting, tinjuan serta tendangan tadi nyata.Sungyeol hanya memandangi mereka datar.emosi yang ia coba luapkan tadi telah menimbulkan model-model itu babak belur.

-Lotus Love-

Sama seperti sang bunga. cinta itu masih hidup. Hidup dalam sebuah keprihatinan.

Teratai kecil di jendela sudah menampakkan setengah bunganya.Sungyeol memandangi bunga itu tanpa ekspresi.Lumpurnya memadat, daun bawahnya mengering, bunga yang baru setengah itupun sedikit menunduk.

Sungyeol merutuki dirinya sendiri, begitu mudahnya ia mengabaikan tanaman yang selama ini ia rawat dengan baik.

“Sungyeol-ahh…”

Tanpa meminta izin,Sunggyu langsung menyerobot masuk dan berdiri disebelah Sungyeol.Ia menyiramkan air kedalam wadah teratai itu, hingga lumpurnya menjadi basah kembali.

“kau tega sekali, membiarkan bunga cantik ini kehausan.”

Sungyeol tak bergeming. Sunggyu tersenyum miris, ia tau jika sahabatnya itu kini sedang dalam perasaan yang tidak baik. Tidak hanya kini, tetapi dari seminggu yang lalu.

“Taeyeon gadis yang polos. Hatinya juga sejalan dengan wajahnya yang cantik…”

Sunggyu menatap keluar jendela, menerawang kisah yang masih melekat dalam benaknya.

“aku mengenalnya dengan baik karena kami berasal dari tanah yang sama. Aku rasa Baekhyun adalah laki-laki yang paling beruntung…”

“Hyung…” potong Sungyeol.

“Taeyeon pernah mengatakan, jika ia menyukai sesuatu, ia tak akan melepaskannya.saat kami masih kecil, aku pernah melihat ia menangis karena burung merpatinya menghilang. Yang aku tau itu adalah burung kesayangan taeyeon, pemberian kakeknya. Berhari-hari ia tak mau makan, ibunya menangis melihat keadaan Taeyeon. Ayahnya pun demikian, ia membeli burung merpati yang nyaris sama, tapi Taeyeon tetap saja mengharapkan merpati lamanya. Suatu hari saat kami berdua sedang bermain di ladang tetangga, ia melihat merpati lamanya bertengger pada pohon jambu, ia berteriak meminta tolong kepadaku untuk menangkap merpati itu. dan disaat aku hendak mengarahkan jaring, ia langsung mencegahku karena saat itu ia melihat merpatinyamelompat bahagia dari ranting satu keranting yang lain. Merpati itu juga tak sendirian, ditemani merpati lain yang setia disampingnya.”

“Hentikan, Hyung.”

“saat itu juga Taeyeon menangis. Ia sadar jika selama ini ia hanya mengurungnya dalam sebuah sangkar sendirian tanpa seorang teman dan tanpa kebebasan. Masih dengan air mata yang berlinangan, ia melangkah mundur. Menyaksikan betapa bahagianya merpatinya hidup tanpa dirinya.Aku bertanya kenapa ia membiarkan merpati itu bebass tanpa menangkapnya kembali.”

“Hyung!” rahang Sungyeol mengeras, ia sudah tak tahan mendengar cerita Sunggyu.

“ia menghapus air matanya dan tersenyum. Selama ini dia bukanlah yang terbaik bagi merpati itu, ia melepaskannya karena ia melihat merpati itu sangat bahagia hidup bebas dengan pasangannya. Ia tak ingin dirinya menjadi penghalang kebahagian merpati kesayangannya itu.”

Mata Sungyeol berkaca-kaca, rahangnya masih mengeras dan bahkan bergetar, benteng pertahanannya sebagai lelaki rapuh sudah. Satu minggu ia menahan dirinya untuk tidak menangisi apa yang telah terjadi. Dadanya kini terasa sesak, kenyataan kembali menampar.

“tak ada larangan lelaki untuk menangis. Jika itu membuatmu merasa lebih ringan, teruslah menangis sampai mata itu kering tak mengeluarkan apapun.Setelah itu gantilah dengan sebuah senyuman, yang akhir-akhir ini hilang dari dirimu.”

Sunggyu menghela nafas panjang.Ia merasa lega sekarang. Tangan kirinya menepuk-nepuk bahu Sungyeol memberikan dorongan semangat. Tak lama ia memilih untuk keluar, memberikan Sungyeol ruang untuk sendiri. Di luar kamar, member infinite yang lain sudah menyambut Sunggyu dengan tatapan yang hampir sama, bagaimana Sungyeol?

Sunggyu hanya mengacungkan jempolnya dan tersenyum penuh arti.Mereka langsung menghembuskan nafas sebagai tanda syukur.

“aku tidak menyangka jika Sungyeol begitu menyukainya.” Hoya berbicara sedikit pelan agar tak terdengar Sungyeol didalam sana.

“jiwa fanboynya masih belum hilang bahkan sudah 7 tahun lamanya.” tambah Dongwoo.

“itu bukan perasaan yang dulu ia ciptakan.” ucapan Myungsoo lantas membuat semua member menatapnya penuh Tanya.

“ia menyukai Taeyeon noona sebagai seorang laki-laki, bukan sekedar idola.” tambahnya.

“ini bukan waktunya bercanda Myungsoo-ya!”

“kalian ingat jumlah teratai yang ia bawa dari hutan?” Myungsoo melemparkan tatapannya penuh yakin.

Sungjong dengan ragu mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya sebagai jawaban jika ada dua buah.

“dan sekarang tersisa hanya satu. Tepat 2 hari sebelum berita kencan itu keluar, ia memberikan satu kepada Taeyeon noona.Aku tak perlu menjelaskan… kalian seharusnya tau maksud tujuannya.”

-Lotus Love-

Jari telunjuk taeyeon memainkan kelopak demi kelopak teratai yang sudah menampakkan bunga merah mudanya. Sampai saat ini ia belum menemukan maksud filosofi yang Sungyeol minta. Otaknya kembali berfikir, merangkai kata demi kata yang cukup menggambarkan teratai. Namun sesekali ia menggeleng menandakan jika apa yang ia fikirkan adalah salah.

Beberapa hari terakhir, Taeyeon memang lebih suka bermain dengan Teratai ini. Melepaskan semua rasa stress akibat berita tentang dirinya. Ia lelah jika harus kalut berhari-hari, menerima cercaan hinaan dimanapun ia berada.

Sampai ia melihat teratai pemberian Sungyeol yang ia letakkan diujung kamarnya mulai berbunga, memberikan hiburan tersendiri bagi Taeyeon. Ia menghabiskan waktunya untuk bermain dan mencari jawaban dari teka-teki yang diberikan. Setidaknya kesedihannya bisa teralihkan dengan kesibukannya meskipun terkesan kurang kerjaan.

Drrrt drrrt

Taeyeon membaca nama yang tertera diponselnya dan langsung meletakkan ponsel itu ditelingannya.

“hallo…”

“selamat sore, noona Kim”

Taeyeon tersenyum mendengar suara berat diujung sana.

“kau sedang apa?”Tanya suara itu.

“aku? Tak ada.Hanya berbaring dikamar.”

“berbaring? Seharusnya aku ada disana sekarang.” Goda suara diseberang sana dengan tawa jahilnya.

“singkirkan otak kotormu itu Byun !”

“seharusnya kau yang menghentikan fikiran kotormu itu noona Kim. Aku berkata jika aku berada disana setidaknya kita akan mengobrol bersama sehingga kau tak akan menganggur seperti itu.”

Taeyeon tertawa, seperti sebuah senjata makan tuan. Kekasihnya memang tak pernah kehabisan kata untuk menghibur dirinya. Inilah mengapa ia menyukai laki-laki itu.

Awalnhya terlihat aneh saat kau menjalin hubungan dengan laki-laki yang lebih muda.Namun setelah kau menjalaninya, semuanya terasa mengalir taka da perbedaan. Meskipun secara usia Baekhyun lebih muda, namun secara mental dan perasaan ia jauh lebih dewasa dari Taeyeon.

Taeyeon bukanlah orang yang gampang membuka diri untuk orang lain. Ia cenderung lebih suka untuk menyimpan rapat masalahnya sendiri daripada harus berbagi dengan orang lain. Tapi berbeda saat ia bersama Baekhyun.

Baekhyun selalu hadir dalam masa-masa terpuruk Taeyeon, bersedia memberikan bahu saat ia menangis. Selalu meluangkan waktunya yang sibuk untuk menemani kesendirian Taeyeon.

Selama ini bukannya member SNSD tak pernah berada disisinya, mereka selalu ada untuk Taeyeon bahkan sebelum Taeyeon mengenal Baekhyun.Namun mereka juga memiliki kehidupan sendiri, ada saatnya mereka tak bisa berada disisi Taeyeon.Dan saat itu Baekhyun hadir, mengisi kekosongan dan kesendirian.

“Taenggoo-ya…” Taeyeon tersengat saat Baekhyun memanggilnya dengan sebutan itu.Meski tanpa sebutan noona, Taeyeon menyukainya.

“hmm…”

“kau baik-baik saja?”

“aku? Tentu.”

“berhentilah membohongi dirimu sendiri.”

Taeyeon terdiam. Baekhyun benar, selama ini ia hanya berusaha menghibur dirinya sendiri dengan mengatakan baik-baik saja. Namun jauh didalam, lubuk hatinya ia menangis. Dirinya hanya sebuah batu rapuh, yang mencoba kuat menghadapi hantaman walau sebenarnya didalamnya hancur.

“aku melihatmu dibandara meski hanya dari layar ponsel. Orang mengatakan jika itu hanyalah akting belaka.Tapi aku, orang yang jauh lebih mengenalmu mengatakan sebaliknya.Melihatmu seperti itu, membuatku sakit akan rasa bersalahku.”

“ma.. maaf” suara Taeyeon sedikit serak menahan isakan dan air matanya.

“aku seharusnya orang yang meminta maaf kepadamu. Seandainya waktu itu aku tak memintamu untuk menjemputku.Seandainya aku tak meminta waktumu untuk jalan-jalan sebentar. Seandainya aku menuruti perkataanmu untuk tidak membuka atap mobilmu… Ini semua tak akan terjadi.”

“Baekhyun-a…” isakan Taeyeon terdengar sampai telinga Baekhyun.

“ssst… jangan menangis, taenggoo-ya. Berhenti membuatku semakin merasa bersalah.”

“ani… kau tidak bersalah. Aku saja yang terlalu berlebihan menghadapi situasi ini.”

“itu karena kau memikul bebanmu sendiri. Dengar aku… Mulai sekarang berjanjilah untuk tidak melepas tanganku, kita hadapi masalah bersama-sama, kau dan aku.”

Kelembutan perkataan Baekhyun selalu membuat Taeyeon merasa nyaman. “aku berjanji…. Byun Baekkoong”

“Baekkoong?” tawa Baekhyun meledak diujung sana. Dalam hatinya ia bahagia mendengar kekasihnya memanggil namanya dengan sebutan itu setelah sekian lama Taeyeon tak pernah menyebutkannya lagi.

“aku merindukanmu, chagi-ya…”

“kau genit, Byun.”

Keduanya tertawa bersamaan.Sejenak melupakan masalah yang sedang terjadi.

-Lotus Love-

Sunggyu membuka pintu kamar Sungyeol.seperti biasa, ia mendapati Sungyeol yang sedang berdiam diri di dekat jendela. Kedua tangannya bersandar pada daun jendela yang kini sudah kosong.Tak ada teratai Sungyeol lagi disana.

Ia melangkah mendekati Sungyeol, berharap semoga sahabatnya bisa lebih baik dari sebelumnya.

“Sungyeol-ah…”

Sungyeol menoleh, memaksakan bibirnya untuk tersenyum. Nyatanya ia tak sepenuhnya baik sekarang.

“kau, membuangnya?”

Kepala Sungyeol menggeleng pelan, Bibirnya tersenyum penuh kepahitan dari setiap lengkungnya.

“Lalu?”

“Taeyeon noona pernah melepaskan merpati yang sangat berharga dalam hidupnya demi kebahagiaan merpati itu.dan sekarang… aku mencoba belajar darinya.”

-Lotus Love-

“Baekhyun-ah, ada paket untukmu!” Teriak Suho dari luar sana.

Baekhyun tak bergeming sama sekali. Telinganya sibuk mendengar cerita dari headset yang menempel ditelinganya.Sesekali ujung bibirnya tersenyum bahkan tertawa keras saat hal-hal lucu dibahas.

“Baekhyun-ah !” teriak Suho kali ini dengan suara yang lebih keras.

Baekhyun menghela nafas panjang, tidak bisakah Suho berhenti mengganggu kegiatannya.

“ada apa?” Tanya Taeyeon.

“entahlah. Aku akan melihat sebentar, jangan tutup panggilannya.”

Baekhyun keluar dari kamarnya dengan enggan.Ia mengacak rambutnya yang sudah berantakan. Menatap Suho yang sedang menonton Televisi.

“mana, Hyung?”

Suho menunjuk paketan itu dengan kepalanya tanpa berucap sedikitpun. Baekhyun segera mengambilnya, juga ada surat dibawahnya. Dahinya mengkerut ketika membaca isi surat itu.

“Byun, kau disana?” Suara Taeyeon, Headset masih melekat ditelinga Baehyun.

“baru lima menit ditinggal kau sudah merindukanku, Noona Kim?” goda Baekhyun.

Baekhyun hendak membawa paketan itu kedalam kamarnya.Ia baru sadar jika sedari tadi Suho memperhatikan gerak-geriknya. Bahkan mungkin mendengar obrolan Baekhyun.

“maaf jika membuatmu risih. Carilah kekasih Hyung, Agar kau tidak lagi menatapku seperti itu.” canda Baekhyun dengan nada mengejek.

Suho melempar bantal kursi kearah Baekhyun dan tepat mengenai tengkuknya. Tak ingin berlama-lama menghadapi Suho, ia langsung kembali kekamarnya.

“kaubicara dengan siapa?”

“Suho Hyung.” Baekhyun meletakkan paketan itu dimeja dekat tempat tidurnya. “Taenggoo-ya…”

“Hmm…?”

“aku mendapatkan paketan. Isi suratnya juga… menyinggungmu”

“naega? apa itu?”

“Sebuah kotak kaca berisi tanaman yang bunganya sudah sedikit layu.Aku ragu mengatakannya, sepertinya ini sebuah teratai, namun kondisinya sangat buruk.”

“teratai… ?” Taeyeon langsung bangun dari tidurnya, matanya kini menatap teratai miliknya.

“kau kenapa?”Baekhyun cukup bingung mendegar respon Taeyeon.

“Byun…”

“Ya?”

“Bisakah kau membawa paketan itu kemari?”

“Kau tau kan kalau kondisi—”

“sekarang, Byun. Aku mohon.”

Baekhyun paling tidak bisa untuk menolak permintaan gadisnya itu. “Baiklah… Mungkin akan sedikit lama. Aku harus berhati-hati”

-Lotus Love-

Keduanya bersamaan menatap teratai yang bunganya layu. Baekhyun memberikan suratterlampir tadi. Taeyeon ragu untuk membukanya, ia menatap lekat manik mata Baekhyun dan dibalas dengan anggukan lembut dari kekasihnya itu.

Teruntuk pemilik teratai kecil, Baekhyun.

kau pasti bertanya-tanya saat menerima teratai ini. Atau mungkin justru tertawa keras, bagaimana bisa ada orang yang berani mengirim teratai layu daripada setangkai mawar indah.

Teratai.

Teratai bukanlah bunga terindah.Mereka hanyalah bunga yang hidup dalam kumuhnya air dan lumpur.Bunga ini hidup dimana banyak serangga dan sumber penyakit hidup. Daunnya yang besar terapung di atas air dan seringkali dijadikan hinggapan katak.

Dengan kondisi lingkungan yang sedimikian buruk, wajar saja bila banyak orang yang mengabaikannhya bahkan menganggap teratai sebagai bunga yang tidak berharga.

Namun jika harus berkeliling ke berbagai belahan dunia untuk mencari bunga terbaik, adakah yang lebih baik dan kuat dari teratai? Meski dalam lingkungan kotor, ia tetap tampil dengan keanggunan bunganya. Tak sedikitpun bagian tubuhnya ternodai lingkungan sekitar.Daunnya tetap bersih dan tangkainya senantiasa berdiri kokoh meski gelombang sekitar mengganggunya.

Namun tak selamanya teratai bisa kuat berdiri kokoh. Saat air yang selama ini mengelilinginya menghilang, ia akan rapuh. Menunduk dan menangis.Seperti teratai yang sekarang sudah menjadi milikmu.

Kim Taeyeon,

Tak ubahnya seperti sebuah teratai kecil. Sangat cantik dan penuh pesona meski dikelilingioleh kebencian dan cercaan. Mencoba tersenyum hanya untuk menyembunyikan kesedihan yang menghantui tiap malam. Menguras air mata, hingga mata yang selama ini berbinar telah berubah menjadi lemah dan sayu.

Sebenarnya aku tak pantas untuk mengguruimu.Untuk sekedar memberikan harapan.

Jagalah terataimu yang saat ini rapuh.

Baik teratai yang baru saja kau terima maupun teratai yang sudah mengisi kehidupanmu.Jadikanlah dirimu air yang senantiasa mengelilinginya, menjadikan hari-harinya lebih kuat.Menghidupkan semangat yang sempat layu.Melindungi kesucian bunga dari kotornya lumpur.

Jadikan terataimu menjadi teratai yang paling indah, dengan kelopak bunga yang senantiasa tersenyum.sehingga pada akhirnya akan memberikan suatu keindahan bagi lingkungan dan siapapun yang melihatnya.

Tertanda,

Pemimpi tak berarti.

Mungkin begini rasanya jantung berhenti berdetak.Taeyeon mematung. Membawanya menerawang kedalam satu nama. Air mata menetes tanpa aba-aba.

“Kau tau siapa dia?”Baekhyun menatap manik mata Taeyeon dalam.

Pertanyaan Bakhyun dibalas dengan anggukan pelan.Bibirnya terasa kaku untuk mengucapkan sesuatu. Dalam fikiran Taeyeon hanya satu nama yang terlinta. Tidak salah lagi jika itu adalah orang yang memberinya teratai dan memintanya untuk merawat serta mencari filosofi dari teratai. Namun kali ini sang empu telah menjawabnya sendiri sebelum Taeyeon.

Tangan Baekhyun secara lembut mengusap air mata Taeyeon.Merengkuhnya dalam pelukan hangatnya.

“berhentilah menangis. aku merasa malu jika gagal membuat bunga hidupku tersenyum.”

Kepala Taeyeon terasa berat untuk memikirkan apa yang sedang terjadi. untuk kesekian kalinya ia telah menyakiti seseorang. Taeyeon kembali terisak.mencengkeram lengan Baekhyun dalam pelukannya, menggigit bibir bawahnya agar isakannya tertahan. Nafasnya memburu dalam barisan nada tangisannya.

-Lotus Love-

Mencintai seseorang bukanlah bagaimana cara untuk memilikinya, tapi bagaimana untuk membuatnya bahagia. Walau terkadang sakit kala menghadapi jika kebahagiaannya adalah bersama orang lain.

Menatap dua sejoli yang saling berbagi tawa, melepaskan teratai kedalam danau kecil.Tatapan Sungyeol masih sama, tak merubah sedikitpun. Menggambarkan binar kekaguman,namun akhir cerita tak seindah skenario yang telah dirangkai.

Hari ini Sungyeol sengaja meluangkan waktunya, mengunjungi danau kecil yang tak jauh dari kota. Demi sebuah pesan yang Taeyeon kirim.

‘aku akan melepas teratai itu. memberinya kebebasan agar lebih leluasa dalam memamerkan kelopak indahnya. Jika ada waktu, maka datanglah.’

Hatinya masih belum sepenuhnya menerima. Kedua tangan dalam pandangannya kini saling menggenggam, berbagi kehangatan satu sama lain.

Sang wanita tau jika Sungyeol ada disana.Matanya mengarah kedekat pohon, untuk memastikan jika laki-laki itu masih disana.Taeyeon memberikan senyuman tulusnya ketika kedua matanya saling bertemu dengan mata Sungyeol.

Senyuman yang membuat Sungyeol sakit kahir-akhir ini.Ia membalas senyuman itu walau terkesan dipaksakan.

Drrt drrt.Getar ponsel Sungyeol.

‘terimakasih telah menyempatkan dirimu untuk datang melepas bunga yang paling indah di dunia ini. Aku bukanlah teratai yang pantas untuk bersamamu. Suatu saat nanti, aku yakin kau akan menemukan teratai lain yang jauh lebih indah.”

Sungyeol tersenyum pahit membaca pesan dari Taeyeon. Hari ini, tepat di bawah pohon dekat danau taman kota, ia resmi ditolak.

Ibarat sebuah tubuh tanpa darah, ia melemas. Saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk meraung, meratapi betapa sedihnya takdir Tuhan.

Pohon ini menjadi saksi bisu.Tubuhnya sudah tak kuat untuk sekedar berdiri.Membuatnya terduduk lemah diatas hijaunya rumput.

Ia menguatkan hatinya untuk membalas pesan Taeyeon. Tangannya bergetar.

‘aku senang melihatmu bahagia seperti itu. tetaplah tersenyum seperti teratai yang bermekaran. Yang membawa keceriaan, tidak hanya bagi sang pemilik, tapi juga orang-orang disekeliling.’

sebagai seorang pemimpi. Memiliki bunga terindah didunia bukanlah hal yang tabu, walau hanya sekedar dalam delusi semata.Tapi kita hidup dalam realita, dimana delusi hanyalah sebuah bayangan.Jangankan untuk memiliki, menyentuh pun kini berbalik menjadi sebuah hal yang tabu.

Tak mudah untuk menemukan bunga terindah lain didunia ini. Karena sebenarnya, Bunga terindah didunia ini hanyalah satu.

Tak akan aku temukan bunga sepertimu Taeyeon Noona, walau harus mencari ke setiap rinci Dunia. Aku hanya berharap semoga bunga itu hidup bahagia, bersama pemilik yang paling beruntung.Terimakasih telah membuatku mengerti tentang arti kasih sayang yang sesungguhnya.“Cinta tak harus memiliki” kini bukan hanya sekedar barisan kata yang dibuat seorang penyair.

Tetaplah tersenyum, teratai yang tertanam dihati dan selamanya akan tetap tumbuh, Kim Taeyeon.

Advertisements

33 comments on “[FREELANCE] Lotus Love (Oneshot)

  1. duh thor keren bnget ff nya. Berasa kayak nyata. Mungkin bukan hanya sungyeol yang merasakan sakit itu tapi semua fanboys taeng merasakan yang biasa orang bilang “sakitnya tuh disini”. Pokoknya NICE ff.
    Ditunggu ff nya yang lain.
    Fighting!^^

  2. Ya ampun :’3
    Sumpah demi apa dadaku ikut sesak melihat kenyataan pahit Sung Yeol :’3
    Biasku yang tabah :’) aku juga menahan sakit/? Saat mengetahui Tae Yeon sama Baek Hyun. Tetapi bukan karena aku menyukai Baek Hyun. Tetapi kasihan dengan Bang Mir, Bam Bam, dan yang pasti Sung Yeol-_
    FFNYA KEREN SUMVAAAAHHHHHH. BUAT FF TAEYEON SUNGYEOL LAGI DOONG. LAGI DEMEN SAMA KAPEL INI. UNYU TAU GAK SIH-_

  3. Yaampun feelnya kerasa banget apalagi sungyeol bertebuk sebelah tangan kek aku/? Demi apa aku nangis /lebeh/ sampe sembab gini yaampun ini kata2 nya nyentuh banget kerasa banget kemirisan sungyeol/? Aku mau kasih apa nih ke author sumpah bagus keren banget thor *938281991993737718… jempol/?* suka banget yaampun. Keep writing author fighting neee *love*

  4. Fix ini ff keren bgt thor! (y)
    Sampe nangis gini bacanya, yatuhan nusuk bgt ya ceritanya :”3
    Ditunggu ff lainnya ya thor♡

  5. Daebakkkkk….. :’D Sebenarnya Sungyeol mewakili perasaan semua fanboy dari kalangan fans biasa sampai fanboy dari kalangan idol. Keep writing thor. 😀 Aku jg berharap Baek bisa jaga Taeng begitupun sebaliknya..

  6. whoaahhhhh daebakk.. kata”nya juga bijak keren bnget deh.. baekhyun romantis banget so sweet.. XD tapi kasian juga ama sungyeol nya miris bnget ya ampun.. 😀 oh ya thor aturan jangan sungyeol dari yg aku liat fanboy taeng yg paling menderita itu bambam XD kyaaa *peace* di tunggu karya selanjutnya ya thor..

  7. OMG ATEEEENGGGG :”D BAGUS BGT EMANGGGG WEHHHHH♥
    usaha kerasmu tak akan sia-sia wahai belahan jiwakoh. meni bagus bgt ih gregettt:(((
    si bantet ada juga yaa yang suka WQWQWQ /g muupkan :*
    Waiting ff selanjutnyaa♥♡ semangat ya atengg!! Aku cuma bisa ngasi semangat dr sini.
    Jauh dimata,
    Dekat di hati.

  8. Hueeeeee merinding bacanya;;
    Tp senyum2 sendiri baca baekyeon moment, apalg wkt nelpon2an x3
    Nice story lah hiks;; suka filosofi2 nya
    Greatttttttttt
    Ini kl boleh alu repost ya thor, buat arsip ff fav aja sih.-.

  9. Pingback: [FF Review] Lotus Love by Arisa Karamorita | Indo Club Review

  10. hollaaah aku ga sengaja nemu ff ini pas lagi nyari2 ff dari indoclubreview hehehe… maaf kalo kesannya lancang atau apalah hoho /bow/

    ga nyangka kalo semenyakitkan ini ceritanya. aku pernah suka sama orang tapi ternyata orang itu juga udah punya yang lain. dia kayak ngasih harapan tapi ternyata aku salah mengartikan /heyy kenapa jadi curhat/

    sedih kali ya udah berjuang keras demi seorang kim taeyeon tapi ternyata harus pupus gitu aja. ga nyalahin taeyeon juga toh seungyeol emang salah ngartiinnya…

    dan aku suka banget penjabaran author yang bikin ‘nyes’ dan ‘wow’ ini. gimana filosofi bunga teratai yang ternyata jauh lebih indah daripada sakura, mawar atau anggrek. jujur aja walaupun saya pembenci kata2 hiperbola/? tapi pas baca ini jadi mikir ‘ternyata kata-kata hiperbola ga seburuk itu ya’ haha…

    gimana ini aku udah jatuh cinta sama ficnyaaa…… mau komentar satu aja/? masih ada beberapa typo dan agak sedikit bermasalah juga kalo diteruskan/? duh maaf jadi ga sopan gini 😦 tapi overall this is daebak fic i’ve ever read ^_^

    • hollerrrr xD waduh ga lancang sama sekali kok lai sis say ching (bingung mau manggil apa :D), justru aku ngucapin makasiiii banyak karena udah ngasi komentar yang bener2 membangun. iya baru sadar pas udah di post ternyata banyak banget typo bertebaran. padahal kalau di laptop pribadi udah diminimalisir. kayaknya efek penggunaan ms.word yang terbaru yang gak dukung di ms word 2007. sekali lagi makasiih ya, untuk kedepannya bakal lebih aku minimalisir lagi biar gak ngerusak pemandangan yang namanya tyfo tyfo/? itu xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s