[FREELANCE] Waiting You (Chapter 1)

cover-1

Tittle : Waiting You

Author : krnrzk.

Rating : 13

Length : Chaptered

Genre : Friendship,Romance

Main Cast : -Kim Taeyeon -Byun Baekhyun

Support Cast : -Jung Jessica -Park Chanyeol etc.

Author Note : Nama aku disamar aja ya xp ini fanfiction pertama aku yang aku buat dengan serius dan konsep nya kuambil dari konsep drama-drama sebenarnya,meski di FF ini masih agak sedikit mainstream alurnya :p ff ini udah aku post di WP aku www.amazinginkpop.wordpress.com FF nya baru dua 😀 Hehe,BTW Happy Reading^^

 

Matahari begitu menyengat hari ini. Cahaya-cahaya juga terlihat menusuk kulit. Ditambah lagi yang sedari tadi tidak ada angin lewat,bahkan angin sekecil apapun tidak membaikan keadaan. Yang ada,siang ini malah membuat kulit menjadi hitam,rambut menjadi kering dan merah. Ditambah lagi.. hari ini ada ospek di Dongguk Univercity.

“Baris dengan baik!” Pekik salah satu Senior yang tengah menyiapkan barisan para junior nya. Setelah barisan terbentuk,Para senior berjalan kedalam sela-sela barisan. Termasuk senior laki-laki yang baru saja berteriak tadi. Senior itu ikut masuk kedalam sela-sela barisan. Matanya menyipit,meneliti satu persatu untuk mencari kesalahan juniornya,hingga matanya berubah membulat. “Ya! Kenapa sepatumu ada garis kuningnya?!”

Yang diteriakan-salah satu junior- tetap diam. Keringat dingin bercucuran dipelipisnya. Junior perempuan itu tidak bisa berbicara sepatah katapun saking paniknya. “Kan kemarin sudah diberi tahu,sepatu boleh berwarna-warni,asal bukan warna pelangi!” Pekik senior itu lagi.

“Mi..mian,aku-”

“CHANYEOL! KEMARILAH!” pekik senior itu mengabaikan juniornya.

Senior itu memanggil nama teman laki-laki nya,dan setelah teman laki-laki nya itu datang menghampirinya,’senior’ itu langsung merangkulnya dan mengarahkan pandangan chanyeol -temannya- untuk melihat kesalahan pada salah satu junior mereka. “Lihatlah. Orang ini melanggar peraturan ospek.”

Chanyeol menarik bola matanya keatas,untuk melihat kesalahan dari salah satu juniornya itu. Dan bola matanya berhenti,tepat ketika manik matanya mendapatkan letak kesalahannya. Yap,sepatu. “List Kuning?” Gumam Chanyeol kepada temannya. Temannya bergumam dan mengangguk pasti. “Ini kesalahan yang tidak begitu besar. Jangan terlalu membentaknya,Baekhyun. Belajarlah menjadi senior yang baik.”

Baekhyun -senior itu- membelalakan matanya. Dia tidak percaya jika Chanyeol malah menyalahkannya. Padahal,Baekhyun berharap Chanyeol membentak salah satu juniornya itu. “Aish… Jinjja! Aku tahu! Setidaknya jadilah sedikit lebih galak saat sedang meng-ospek mahasiswa baru!”

Chanyeol memutar kedua bola matanya meremehkan. “Yayaya,aku juga tahu! Setidaknya,jangan terlalu membentaknya hanya karena kesalahan sekecil ini! Ini hanya garis berwarna kuning,dengan panjang 2cm dibagian belakang sepatu! Dan.. kita ini juga baru semester kedua,dan baru sekali ini meng-ospek mahasiswa.”

“Terus kenapa?”

“Ish!” Pekik Chanyeol lalu menjitak kecil kening Baekhyun. “Otakmu itu dangkal,atau akunya yang tidak bisa menjelaskannya? Aku tidak peduli! Pokoknya,kalau hanya karena masalah kecil,jangan terlalu membentaknya. Apalagi dia perempuan,Baekhyun!”

Chanyeol memamerkan senyum nya kepada juniornya lalu berlalu pergi meninggalkan perdebatan kecil itu. Sementara Baekhyun,dia menatap hoobae-junior-nya kesal. Memang,Baekhyun hari ini terlalu emosi,karena faktor cuaca. Sangat panas! “Baiklah. Meski hanya masalah kecil,kau tetap mendapat hukuman.”

Hoobae itu menganggukan kepalanya mengerti,meski posisinya sekarang adalah menundukan kepalanya. “Siapa namamu? Agar dapat kucatat di buku kasus.”

“..Kim Taeyeon.”

Baekhyun sedikit berjalan menghindari hoobae nya untuk meminta buku kasus kepada teman satu jabatannya,lalu kembali menghampiri hoobae nya lagi. “Siapa?”

“..Kim Taeyeon.”

Baekhyun menuliskan nama ‘Kim Taeyeon – Kesalahan dengan garis kuning disepatu’ pada buku kasusnya. Matanya sedikit melirik Taeyeon aneh. “Apa kau gugup?”

“Se..sedikit.” Jawab Taeyeon dengan keringat yang mengucur diseluruh wajahnya. “Mungkin.”

Baekhyun menaikan sebelah alisnya tidak mengerti. PRAK . Dia menutup buka kasus itu dengan sangat kencang. “Hari ini,kondisi cuaca sangat panas! Ospek pada hari ini,DITUTUP! Besok.. datang pagi-pagi pukul sembilan,dengan perlatan ospek yang bisa kalian catat di mading sekolah! terimakasih!” pekiknya memberitahukan informasi kepada seluruh hoobae nya.

SRET. Chanyeol tiba-tiba datang dan sedikit menjabak rambut Baekhyun kebawah. “Ya! Aku sedang berbicara dengan salah satu hoobae,karena kau mengumumkan ospek ditutup,dia langsung berlari mengambil tasnya! Itu pembicaraan penting!” Sungut Chanyeol yang tidak bisa menahan kekesalannya.

“Pembicaraan apa?”

“Kau tidak perlu tahu!”

Sementara Taeyeon,dia berjalan mengambil tasnya dan menghampiri teman akrabnya yang kebetulan tidak satu baris dengannya tadi. Jujur saja,saat Sunbae tadi memarahiya,Taeyeon begitu kesal,panik,dan malu. Semuanya bercampur aduk! “Jessica” Panggilnya.

Jessica -temannya- yang sebelumnya sedang memfoto kertas pengumuman peralatan dimading pun menengokan kepalanya kearah Taeyeon. Senyumannya sempat mengembang,namun hanya sesaat. Mulutnya tertarik turun seperti orang yang sedih. “Taeyeon.. aku tadi mendengar kau dibentak oleh sunbaenim. Apa kesalahan mu?”

“Ah,tidak. Hanya kesalahan kecil.” Ucap Taeyeon tidak memperdulikannya. “Mau pulang bareng?”

“Ya! Kebetulan aku tidak membawa ongkos.” Ungkap Jessica kecewa. “Traktir aku,ya Taeyeon?”

“Uhmm..” Fikir Taeyeon. Matanya terpejam,tangannya mengetuk-ngetuk dagunya. “Arraseo. Tapi nanti kirimkan foto alat-alat ospek yang tadi kamu potret,ya? Memory handphone ku habis dan baterai nya pun sekarat. Rencanya sore ini baru akan membeli memory baru.”

“Baiklah.”

 

***.

 

Tepat pukul sepuluh malam. Disaat malam sedang gelap-gelapnya dan seluruh orang telah terlelap dalam tidurnya. Terkeculi Taeyeon. Didalam geraian selimut yang gelap,dirinya masih sibuk dengan iPhone-nya. Wajahnya juga bersinar disinari cahaya dari layar iPhone nya.

PIIP.

Ternyata Taeyeon sedang kirim-kiriman pesan dengan Jessica.

“Jess,aku insomnia.”

Taeyeon menekan tombol kirim. Ya,sekitar satu jam yang lalu,Taeyeon sudah memejamkan matanya. Namun dirinya belum juga terlelap dan memasuki dunia mimpi yang biasanya indah untuknya.

“Aku juga. Apa sebab kau tidak bisa tidur?”

Dan yang menggembirakan Taeyeon adalah,disaat teman akrabnya yang ia ajak kirim-kiriman pesan juga merasakan hal yang sama dengannya. INSOMNIA. Ya..meski insomnia adalah hal yang paling menjengkelkan.

“Kau tanyakan itu kepadaku,hanya membuatku bingung. Sambil berfikir,bagaimana dengan kau?”

“Uhm.. kurasa karena aku ketakutan. Aku takut sunbae-sunbae ganas itu akan menyerang kita lagi besok. Itu alasannya,apa kau sudah berfikir? Kenapa kau bisa insomnia?”

Taeyeon membaca pesan itu sampai habis. Otaknya terus berputar,mencari alasan yang tepat,kenapa dirinya insomnia. Sebenarnya,Taeyeon merasakan hatinya berdebar-debar,tetapi dia tidak tahu kenapa.

“Hatiku berdebar-debar. Aku nggak tahu kenapa. Aku terus kefikiran Baekhyun Sunbae yang memarahiku tadi.”

Taeyeon menggeletakan iPhone nya diperutnya. Sedikit menghembuskan nafas,menghilangkan rasa penasarannya. Tidak lucu banget kalau dia berdebar-debar karena kefikiran Baekhyun.

Sebuah getaran muncul dari handphonenya yang kini bergeletak di perutnya,pertanda ada satu pesan masuk. Taeyeon kembali mengambil handphone itu ke genggamannya.

“Heh? Masa iya kamu berdebar-debar karena memikirkannya? memang menurutmu,Baekhyun sunbae itu bagaimana?”

“Aku suka tatapannya.”

Taeyeon mengunci handphone nya dan menggeletakannya ke bawah bantal tidurnya. Senyumnya mengembang tanpa ia sadari. Dia tidak tahu fikirannya. Padahal,seharusnya dia membenci Baekhyun yang telah memarahinya,tetapi dia malah memikirkannya. Entah memikirkan dalam hal “Tidak sengaja” atau dalam hal “Sengaja.”

 

***.

 

Seperti biasa.. hari ini,tetaplah dengan kondisi cuaca yang panas,meski dua persen lebih baik daripada kemarin. Ya.. hanya dua persen. Itu perubahan yang kecil,bahkan begitu kecil. “Ya. Ospek hari ini,sesungguhnya tidak memerlukan alat. Kami berbohong kepada kalian saat kami mengatakan ‘tulis peralatan untuk besok di mading’ , padahal dimading hanya ada peraturan saja.”

“Hari ini,adalah hari terakhir ospek. Hari ini akan dilakukan penyesuain untuk mahasiswa,belajar mentaati peraturan,dan sebagainya yang akan dilakukan ditengah acara nanti.” Tambah salah satu sunbaenim.

“Tapi…” Ucap Baekhyun terpotong. Ucapannya itu lantas membuat seluruh hoobae nya merasa penasaran. “Rintangan terakhir adalah berlari mengitari lapangan sebanyak lima putaran,setelah selesai,kalian langsung berkumpul di aula. ARRASEO?”

“Arra!” Pekik seluruh mahasiswa baru. Baekhyun tersenyum bangga lalu meniup pluit,menandakan mereka harus berlari dari sekarang. FRUUUT . Bunyinya terdengar nyaring dan membubarkan seluruh mahasiswa untuk berlari.

Kebetulan,pakaian para mahasiswa yang sedang diospek pada hari itu,dijadwalkan untuk memakai T-Shirt berwarna merah dengan celana jeans hitam yang tidak begitu ketat. Jadi,saat seluruhnya berlari,seperti lautan darah hitam yang mengalir. Aneh memang.

“Aduh.”

Taeyeon menghentikan langkahnya dan sedikit membungkuk. Dirinya mengerang kesakitan sembari memegangi perutnya. Sementara Jessica yang berlari dibelakangnya,terpaksa berhenti mendadak dan menghampiri Taeyeon dengan wajah khawatirnya.

Jessica sedikit membungkuk dan merangkul Taeyeon. Dapat dilihat wajahnya yang benar-benar tidak mengerti. “Taeyeon? Kau kenapa?”

“Gwenchana. Kau lari duluan saja,aku akan menyusul.”

“Baik-baik saja,katamu? Bagaimana bisa kau baik-baik saja! Kau sangat kesakitan! Kenapa?”

“Gwenchana. Hanya sakit perut biasa. Nanti juga sembuh.”

“Nggak boleh! Aku harus panggil petugas kesehatan!”

Jessica membawa Taeyeon kepinggir lapangan dan menyuruhnya duduk disebuah pembatas antara taman dengan lapangan. Sehabis itu Jessica berlari kedalam gedung mencari petugas kesehatan. Wajah Jessica tadi benar-benar panik,melihat teman akrabnya sangat kesakitan. Jessica tidak begitu yakin kalau Taeyeon hanya sakit perut biasa. Wajah Taeyeon terlihat benar-benar kesakitan.

Hanya butuh waktu sekitar lima menit,Jessica kembali dengan Baekhyun. Yang membuat Taeyeon heran,kenapa Baekhyun mengikuti Jessica dibelakang? Seharusnya yang berada dibelakang Jessica adalah petugas kesehatan.

“Petugas kesehatannya lagi nggak ada.” Ungkap Jessica.

“Aku melihat Jessica berjalan panik,karena heran aku samperin. Jadi aku aja yang ngurus. Ini salahku menyuruh kalian berlari mengitari lapangan.” Sesal Baekhyun.

Baik. Itulah yang ada dibenak Taeyeon. Baekhyun yang ini berbeda dengan Baekhyun kemarin yang membentaknya. Baekhyun yang ini berbeda lima puluh persen.

“Taeyeon,aku tinggal dulu nggak apa?” Ucap Jessica.

Taeyeon mengangguk menyetujui,dan Jessica pun mengikuti seluruh mahasiswa yang sudah selesai mengitari lapangan,dan kini mereka berada di aula.

“Kajja! Kuantar ke ruang kesehatan.”

“I-Iya..”

Baekhyun jalan didepan Taeyeon,sedangkan Taeyeon jalan membuntuti Baekhyun. Sakit . Hanya itu yang dirasakan Taeyeon. Ingin sekali dia membungkuk agar sedikit lebih baik,tapi itu akan terlihat aneh. Ya,Taeyeon hanya bisa berjalan dengan tangan yang terus memegangi perutnya.

“Berbaringlah disitu” Tunjuk Baekhyun terhadap salah satu ranjang di ruang kesehatan. Taeyeon hanya mengangguk patuh lalu membaringkan dirinya disalah satu ranjang ruang kesehatan.

Sementara Baekhyun,dia sibuk mengubrak-abrik lemari kesehatan,seperti mencari suatu benda yang sangat susah ditemukan. Hingga akhirnya Baekhyun berbalik dan menghampiri Taeyeon yang tengah berbaring dengan rasa kikuk-nya.

“Minum?”

Baekhyun menyodorkan tangannya yang memegang satu gelas air putih hangat untuk Taeyeon. Taeyeon tidak menjawab,dia hanya membuat tubuhnya menjadi duduk lalu menerima gelas itu. Tangannya sedikit bergemetar. Tentu saja ini pertama kalinya dia berinteraksi dengan sunbae nya.

Taeyeon tersenyum lalu meneguk air putih hangat itu hingga habis.

“Masih sakit atau sudah enakan?”

“Sedikit membaik.”

Taeyeon menyerahkan gelas itu kepada Baekhyun dan Baekhyun menerimanya. Baekhyun membawa gelas itu ke lemari kesehatan dan seperti mencari benda -yang dia cari sedari tadi- . “Berbaringlah lagi.” Perintah Baekhyun saat dia melihat bayangan Taeyeon di kaca lemari yang tengah diam sembari dalam posisi duduk.

“Sakit perut biasa,atau penyakit dari dulu?”

“Maksudnya?”

“Ah,lupakan!” Ucap Baekhyun lalu berjalan menuju Taeyeon -lagi-. “Bahasaku emang suka ngaco. Mau pakai krim ini?”

“Krim?”

“Ah,iya. Disini tertulis,untuk meredakan nyeri diperut. Mungkin kalau memakai ini,sakitnya akan berkurang. Mau?”

“Ah,Ne. Biar aku saja yang oleskan.”

Taeyeon memposisikan tubuhnya menjadi duduk -lagi- lalu menerima Krim itu. Baekhyun berbalik badan,sedangkan Taeyeon mulai mengoleskan krim itu diperutnya. Ya kan tidak lucu jika Baekhyun yang mengoleskan,atau Baekhyun memerhatikan Taeyeon yang tengah mengoleskan krim itu diperutnya.

TTEP. Taeyeon meletakan krim itu dimeja kecil sebelah ranjang,dan Baekhyun mendengarnya. Itu berarti Taeyeon sudah selesai mengoleskannya.

“Aku rasa sakit perutmu sangat parah,tadi.”

“Mungkin.”

“Apa kau belum sarapan?”

DHEG. Taeyeon terdiam. Hatinya berdebar. Apakah ini mimpi? Baekhyun sang sunbae yang terlihat galak ketika ospek,berubah menjadi perhatian seperti ini.. meski masih sedikit dingin,tapi kan..

“Sudah,kok. Tapi sedikit.”

“Apa tadi pagi terlambat bangun,jadi makannya terburu-buru? Mau kubelikan makanan? Daripada penyakitnya semakin parah.”

“Ah,Nggak perlu! Nanti juga sembuh kalau didiamkan.”

“Sungguh,tidak mau makan lagi?”

“Aku nggak mau merepotkan.”

Baekhyun sedikit mempoutkan bibirnya lalu mengangguk mengerti. Dia berjalan mengambil gelas tadi,lalu mengisinya dengan air yang tertampung di galon air,lalu memberikannya kepada Taeyeon.

“Minumlah.” Perintah Baekhyun. Sementara Taeyeon hanya mengangguk menyetujui lalu meminumnya satu seruput. “Aku harus mengurus mahasiswa lainnya. Berbaringlah dulu,kalau sudah baikan,kau boleh mengurus yang lainnya ke aula. Arraseo?”

“Arraseo.”

BLAM. Baekhyun keluar lalu menutup pintu ruang kesehatannya. Ruang kesehatannya juga bagus. Terang,rapih,wangi,dan ada jendela disetiap sisi yang membuat ruangan itu tidak seram seperti di film-film.

Sesekali,Taeyeon tersenyum dengan manis. Mengingat Baekhyun yang sangat perhatian terhadapnya. Meski dia tahu,Baekhyun juga akan perhatian terhadap mahasiswa lainnya yang sakit,tapi ini beda.. Baekhyun terlihat lebih lembut.

 

***.

 

“Baek?” Gumam Chanyeol yang tengah merapihkan banyaknya berkas diruang pengurus,dan melihat Baekhyun tiba-tiba. “Kemana saja? Kenapa kau tidak membantuku sedari tadi? Kenapa kau baru datang ketika urusanku selesai?Kenapa kau.”

“Ish! Kau ini! Aku baru datang,sudah kau tuangkan pertanyaan sebanyak itu!”

Chanyeol hanya terkekeh pelan. “Ya makanya! Jangan pergi kemana-mana dulu sebelum urusan selesai!” Sindir Chanyeol sambil menggeprakan tumpukan kertas itu.

“Mian,aku habis urus mahasiswi yang sakit.” Ungkap Baekhyun. “Itu apa?”

“Ini?” Tanya Chanyeol sambil menggeprak tumpukan kertas itu -lagi- . “Biodata mahasiswa baru. Kenapa?”

“Hanya bertanya.”

Chanyeol menganggukan kepalanya mengerti lalu menyusun tumpukan kertas itu kedalam lemari pengurus. “Oh ya,siapa mahasiswi yang sakit?”

“Namanya Kim Taeyeon.”

Chanyeol membelalakan matanya kaget dan langsung menatap Baekhyun seperti ingin mengintimidasi. Sedangkan Baekhyun,dia hanya mengeluarkan tatapannya yang seperti berkata ‘apa?’

“Kim Taeyeon.. bukankah dia mahasiswi yang kau marahi kemarin hanya karena kesalahan pada sepatunya?” Tanya Chanyeol. “Apa kau mengurusnya,sambil memarah-marahinya diruang kesehatan tadi?”

PLETAK.

“Kau ini bicara apa?! Mungkin saat sedang mengurus ospek,aku adalah Baekhyun yang galak. Tapi kalau diluar ospek,aku adalah Baekhyun sang hati malaikat.”

Chanyeol mengabaikan penjelasan Baekhyun. Dia masih sibuk meraba-raba kepalanya yang disentil sangat keras oleh Baekhyun barusan. “Cih.. hati malaikat.”

“Kau mengejekku?!”

“Tentu saja! Bagaimana bisa kau disebut hati malaikat,kalau kau menyentilku barusan hanya karena pertanyaan sepele ku?!” Dengus Chanyeol. “Ah,lupakan! Berdebat denganmu hanya membuat diriku terlihat lebih idiot!”

Baekhyun hanya tersenyum remeh,namun lama-lama senyumnya pudar,setelah matanya berputar mengelilingi ruang. “Dimana pengurus yang lain?”

“Sedang mengatur para mahasiswa di aula.”

 

***.

 

“Psst.”

Taeyeon mennyentuh pundak Jessica yang kini tengah duduk disalah satu bangku di aula. Taeyeon duduk disamping Jessica dengan wajah yang tidak dapat diartikan. “Taeyeon…sudah membaik?”

“Belum begitu.” Jawab Taeyeon sepele. “Mungkin delapan puluh lima persen rasa sakitnya menghilang. Ini sakit perut biasa. Untuk apa terlalu dikhawatirkan? Aku jadi malu dengan Baekhyun sunbae.”

Jessica mengerutkan keningnya. “Malu? Karena apa?”

“Yaaa..gitu deh.” Ucap Taeyeon lalu mengambil satu botol air minum yang tengah digenggam Jessica dengan cepat. Taeyeon memutar tutup botolnya lalu meminumnya,membuat wajah Jessica terlihat kesal. “Aku fikir,Baekhyun sunbae jadi merasa kerepotan,gara-gara mengurus penyakit biasa seperti ini. Kau tahu ‘malu’ itu bagaimana,kan?”

PLETAK.

“Iya,aku tahu malu itu bagaimana! Setidaknya kau bisa izin dulu kepadaku sebelum meminum minumanku! Aku pasti akan membaginya kepadamu! Jika sudah seperti ini aku jadi enggan untuk meminumnya.” Jessica mengerucutkan bibirnya dan melipat kedua tangannya didepan dada. Sementara Taeyeon,wajahnya seperti tidak sama sekali merasa bersalah. Dirinya malah terkekeh lalu mengembalikan botol air minum itu diatas pangkuan Jessica.

“Tidak perlu.” Kata Jessica lalu menyingkirkan botol itu dari pangkuannya,lalu memberikannya diatas pangkuan Taeyeon.

“Kau marah?” Tanya Taeyeon lalu memiringkan kepalanya tidak mengerti. Sekarang,muka Taeyeon terlihat benar-benar bersalah. Pasalnya,Jessica tidak pernah marah hanya karena masalah sekecil ini. “Mian,habis aku panik sekali. Sampai-sampai mulutku kering,jadi tiap kali melihat minum,langsung aku sambar.”

Jessica mengerutkan keningnya tidak mengerti,dan segere menengokan kepalanya ke arah Taeyeon. Mungkin,ada suatu kalimat yang membuat Jessica kurang mengerti. “Panik? Ada apa memangnya? Apa ada yang mengejarmu tadi,sehingga kalian lari-larian dan itu membuat mulutmu kering?”

“Bukan! Nih pegang.” Ucap Taeyeon lalu memberikan botol minuman itu kedalam genggaman Jessica. “Ah! Ceritanya panjang.”

Jessica menarik mulutnya kebawah karena kecewa. Padahal Jessica ingin sekali mengetahui kejadian yang sebenarnya. “Kok gitu?” Rengeknya. “Ayolah! Aku penasaran tingkat dewi.”

“Tingkat dewi? Setahuku tingkat dewa.”

Jessica menyipitkan matanya untuk menatap Taeyeon sinis. “Dewa itu untuk laki-laki,sedangkan dewi untuk perempuan,dan aku perempuan. Ppali! Ppali! Ceritakan.”

“Ini mungkin agak berlebihan,Jess.” Kata Taeyeon lalu meneguk air liurnya. “Saat diruang kesehatan,Baekhyun Sunbae merawatku dengan penuh perhatian. Tidak ada bentakkan,atau perlakuan seperti Sunbae terhadap Hoobae nya. Dia memperlakukanku seperti teman sebaya nya.”

“Hanya itu?”

Taeyeon menganggukan kepalanya pasti,sementara Jessica hanya mendecak kesal. Padahal,Jessica fikir Baekhyun melakukan yang aneh-aneh terhadap Taeyeon. Yah,Ini wajar. Jessica memang memiliki pemikiran yadong,meski hanya sepuluh persen. Jadi hanya pemikiran saja,bukan perkataan atau perlakuan.

 

***.

 

Baekhyun memutar-mutar pulpen yang berada diruang pengurus dengan bosan. Tapi,bentuk matanya seperti sedang berfikir,sedangkan mulutnya mengerucut terlihat begitu bosan. Sesekali dia menghembuskan nafasnya,tapi kembali melakukan aktifitas yang sama.

Tiba-tiba Chanyeol datang mengejutkannya. “Jangan melamun!” Perintahnya. Tangannya terangkat lalu menyodorkan satu cup Milk Coffe kepada Baekhyun. Sementara Baekhyun menerimanya dan menyeruput minumannya dengan begitu malas. Tentu itu membuat Chanyeol kebingungan. Apa yang salah kepada temannya,yang biasanya aktif,tapi sekarang malah bermalas-malasan?

Chanyeol menghembuskan nafasnya pasrah melihat kemalasan yang tiba-tiba melanda fikiran Baekhyun. Karena rasa penasarannya yang besar,akhirnya Chanyeol mulai bertanya, “Memikirkan apa? Kenapa terlihat begitu serius?”

“Tidak ada.”

Chanyeol tertawa meremehkannya. “Jangan bohong! Aku sudah menjadi sahabatmu selama tujuh tahun terakhir.”

Baekhyun menegakkan kepalanya,dan mengangkat sebelah alisnya tidak mengerti. “Lalu mengapa?”

“Ya jelas aku tahu gerak-gerikmu,Bodoh!” Pekik Chanyeol lalu memukul kening Baekhyun. Balas dendam terhadap apa yang dilakukan Baekhyun beberapa waktu terakhir sebelumnya. “Kuminta kau untuk jujur,Baekhyun. Apa yang sedang melanda fikiranmu sekarang,uh? Masalah keluarga? Kelemahan dana Pensi? Hutang?”

PLETAK

Lagi. Baekhyun lagi-lagi memukul kening Chanyeol sedikit lebih keras daripada sebelumnya,saat Chanyeol berkata yang tidak ada artinya. “Apa kau fikir aku ini pengusaha yang bangkrut,dan selalu dihantuin oleh hutang-hutang yang bergentayangan difikiranku? Jangan aneh-aneh!” Elaknya.

“Habis… lalu kenapa?” Tanya Chanyeol untuk yang kesekian kalinya. Tiba-tiba smirk muncul diwajahnya,dengan iringan tatapan seperti ingin mengintimidasi temannya sendiri. “Apa kau menyukainya? Ya! Kau pasti menyukainya!”

“Siapa?”

“Sudah jelas dia .. KIM TAEYEON!”

Baekhyun membulatkan matanya terkejut. Tangannya juga terkepal,bersiap untuk memukul Chanyeol yang ketiga kalinya,tapi Baekhyun mengurungkan niatnya. Toh,tidak ada gunanya. “Jangan berkata semena-mena,Yeol. Atau satu pukulan akan mendarat dikeningmu,bahkan dikepala belakangmu.”

Chanyeol terus tertawa,bahkan tidak ada reaksi ketakutan terhadap ancaman Baekhyun sama sekali. “Tenanglah dulu,Byun Baekhyun. Aku hanya bertanya,dan apa itu salah? Tapi.. kayaknya Baekhyun memang menyukainya. Kalau diperhatikan,Taeyeon itu polos,putih,cantik,dan rambutnya sangat indah! Banyak perempuan yang ingin memiliki rambut sepertinya. Panjang,dan dibawahnya dibuat curly,dengan warna hitam kecokelatan.”

“Kau tahu banyak… Kau petugas salon?”

“YA! JANGAN BERKATA SEMENA-MENA!”

 

***.

 

“Taengooo-yaaa!” Pekik Jessica sambil berlari-lari dilorong,mengejar keterlambatannya terhadap Taeyeon yang sudah berjalan lebih dulu didepan. “Tunggu aku.. kenapa kau jalannya begitu cepat?”

Taeyeon terkekeh,lalu mereka berdua jalan beriringan untuk pulang kerumah masing-masing. “Untuk apa jalan dilambat-lambatkan? Aku ingin cepat-cepat pulang,istirahat,makan,tidur,dan melepaskan beban yang kupendam-pendam selama ospek.” Ungkap Taeyeon.

“Uhh.. Bahkan aku bisa berjalan lebih cepat dibanding denganmu.” Elak Jessica sembari menjulurkan lidahnya dan eye smilenya. Jessica berlari mendahulukan Taeyeon,menunjukan bahwa dia lebih cepat dari Taeyeon. Sedangkan Taeyeon hanya memasang tatapan tidak mengertinya. “Kalau kau mendapatkanku,akan aku traktir susu cokelat!” Pekiknya.

Taeyeon membulatkan matanya. Dia tergiur akan tawaran Jessica,jelas Taeyeon sangat menggemari Susu Cokelat. Menurut Taeyeon,susu cokelat merupakan vitaminnya. Andai hari itu Taeyeon tidak meminum susu cokelat,Taeyeon tidak akan sesemangat sebisanya. “Aku akan menangkapmu!” Kata Taeyeon.

Baru lima langkah Taeyeon berlari mengejar Jessica yang belum begitu jauh,Taeyeon menghentikkan langkahnya. Dia terkejut ketika melihat Jessica yang terus berlari dengan pandangan kebelakang -kearahnya-,ditambah satu mahasiswi baru saja belok kearah Jessica berlari. “Jessica! Berhenti!”

BBRAK

Taeyeon terlambat. Jessica dengan mahasiswi itu sudah jatuh saling bertubrukan. Sementara Taeyeon menghembuskan nafasnya lalu berlari menghampiri mereka. “Kalian.. gwenchana?” Tanya Taeyeon sembari mengulurkan kedua tangannya untuk Jessica dan mahasiswi itu. Setelah keduanya berdiri,Taeyeon menarik nafas,bersiap untuk bicara. “Makanya.. kalau berlari lihat-lihat kedepan.”

“Hehehe.” Kekeh Jessica pelan. “Mianhae.. aku tidak melihatmu tadi. Aku keasikan berlari.”

“Gwenchana.” jawab Mahasiswti itu dengan senyumannya.

Mahasiswi itu kembali memamerkan senyuman manisnya,lalu berbalik dan jalan meninggalkan mereka yang masih bingung,khususnya Jessica yang menabraknya. Jessica menggaruk-garuk tengkuknya ling lung dan sedikit menaikan bibirnya kesamping seperti tidak mengerti apa yang sedang terjadi. “Uhm,apa ya? Aku tidak mengerti?”

“Tidak tahu.. Yang jelas,kau berlari dan menabraknya sehingga kalian berdua saling tersungkur.” Jelas Taeyeon yang sepertinya juga ikut tidak mengerti. “Intinya,disini kau yang salah.” Taeyeon mengangkat tangannya lalu mengeratkan tangannya dileher belakang Jessica. Smirk muncul diwajahnya dan menatap Jessica bangga. “Ha! Aku menangkapmu,Jess!”

Jessica membulatkan matanya spontan lalu menatap Taeyeon kesal. “Heh,maksudku bukan begini!” Taeyeon tertawa lalu menggelengkan kepalanya berkali-kali. Sedangkan Jessica hanya mendecak kesal. “Oh,Baiklah baiklah. Aku mengalah.”

“Yeay! Susu cokelat,susu cokelat!” Taeyeon memejamkan matanya seperti sedang membayangkan sesuatu. Sesekali lidahnya membasahkan bibir atasnya seperti sedang membayangkan,kalau dirinya sedang meminum suatu minuman yang enak. “Ya! Kajja! Aku sudah tidak bisa terlalu lama menunggu.”

“Sabarlah sedikit.”

SKIP.

Mereka pun sampai disebuah kedai minuman yang terletak ditengah taman kota. Kedai itu selalu ramai pengunjung,namun keberuntungan kali ini menyertai Jessica dan Taeyeon. Ada satu meja yang kosong,dan tanpa berfikir lama,Taeyeon dan Jessica langsung menghampiri meja itu dan mendudukinya secara tidak serempak.

“Masih tetap susu cokelat,atau..-”

“SUSU COKELAT!” Potong Taeyeon.

Jessica mengangkat sebelah alisnya heran. “Sungguh? Di kedai ini masih banyak macam minuman yang lebih enak dari susu cokelat. Ada cola,milk tea,blue ocean,dan..-”

“Dari awal aku sudah niat dengan susu cokelat..” Rengek Taeyeon. Taeyeon sedikit kesal karena keputusannya diganggu oleh Jessica. Memang,tingkah Taeyeon seperti anak kecil,karena lebih ingin minum susu cokelat dibanding dengan minuman orang dewasa seperti blue ocean,cola,dan lain-lain.

Jessica berdiri dan menimbulkan dorongan kursinya kebelakang hingga ada sebuah decitan. Dia berjalan kearah kasir untuk memesan minuman yang diinginkan. Sementara Taeyeon,dia lebih memilih melihat kekanan,tepatnya kearah jendela yang menampilkan pemandangan taman dan jalan raya diujung.

Mata Taeyeon membulat ketika mendapati sesuatu yang mungkin saja dilihatnya dari penglihatannya. DDAK . Sebuah suara yang sukses mengejutkan Taeyeon datang. Itu Jessica dengan nampan ditangannya untuk menumpu susu cokelat milik Taeyeon,dan minuman miliknya. Sepertinya Jessica memesan cola.

“Ada apa Taeyeon?” Tanya Jessica sambil menyodorkan cangkir susu cokelat kehadapan Taeyeon. “Saat kuperhatikan,kau seperti terkejut ketika melihat sesuatu dari kaca jendela.”

“Gwenchana.” Ucap Taeyeon. Tangan Taeyeon terangkat lalu mengambil gelas itu dan meminumnya melalui sebuah sedotan bermerk “D’Cofp” , nama dari kedai tersebut. “Hanya saja,aku melihat Baekhyun sunbae dengan salah satu temannya yang bermata besar berjalan dengan wajah ceria nya melalui jalan raya yang berada di ujung taman ini.”

“Temannya yang bermata besar?” Tanya Jessica lalu menyeruput colanya yang juga melalui sedutan bermerk nya. Taeyeon mengangguk lalu ikut meminum minumannya. “Apa yang kau maksud adalah.. Chanyeol sunbae? Dia memiliki mata yang besar,tapi tidak begitu. Kurasa,meski matanya besar,imej nya tetap keren,sama seperti Baekhyun sunbae.”

Taeyeon tetap diam dalam penghayatannya. Sepertinya Taeyeon begitu menikmati susu cokelat nya. “Imej mereka keren? Aku tidak terlalu memperhatikan,siih..”

“Eh? Masa sih?” Kejut Jessica lalu menatap Taeyeon aneh. “Kalau kau tidak terlalu memperhatikan Chanyeol sunbae,masih bisa diwajarkan. Tapi kalau Baekhyun sunbae.. kau sering menatapnya,kan? Kuyakin kau punya pemikiran yang sama denganku.”

“Kenapa jadi membicarakan mereka?” Tanya Taeyeon menghentikan aktivitas meminum minumannya dengan begitu menghayati. “Apa kita tidak bisa ganti topik yang lain? Aku merasa tidak tenang jika membericakan para sunbae itu.”

“Kau tanya,mengapa kita jadi membicarakan mereka? Ck.” Jessica terkekeh lalu mengaduk colanya menggunakan sedotannya. Sekali lagi Jessica menyeruput minumannya,lalu menarik nafasnya,bersiap untuk melanjutkan omongannya. “Bukankah kau yang duluan? Kau kan berkata kalau kau melihat Baekhyun sunbae dengan Chanyeol sunbae sedang berjalan melewati jalan raya.”

“Ya tapi kau yang memperpanjangnya!” elak Taeyeon. Seketika wajahnya kembali cemberut,seperti tengah memikirkan sesuatu.

“Wajahmu cemburut.. apa lagi?”

“Apa kau pernah dekat dengan kakak kelasmu?” Tanya Taeyeon. Jessica tampak berfikir sebentar,lalu menganggukan kepalanya pasti. Tatapannya seperti mengatakan ‘Kenapa?’ kepada Taeyeon. “Apakah menyenangkan,jika memiliki teman kakak kelas?”

Jessica menggedikan bahunya sepele. “Yang jelas,jika kau memiliki teman kakak kelas,kau akan merasa besar.” Jelas Jessica.

“Besar?”

“Ya! Besar!” Pekik Jessica. “Besar maksudnya,kau akan merasa bukan seperti seorang junior disekolah barumu. Dan mereka akan seperti pelindung untukmu.”

“Aku ingin memiliki teman kakak kelas,deh.” Gumam Taeyeon,tetapi Jessica masih dapat mendengarnya. “Tapi aku ingin menjadikan dia sebagai teman,bukan pelindung.”

“Haduh Taeyeon! Maksudnya,mereka akan melindungimu jika sesuatu menimpamu. Ya,seperti kasih sayang seorang kakak terhadap adiknya.” Jelas Jessica tidak sabaran. “Well, jika kakak kelasnya laki-laki,lebih seru.”

“Memangnya kenapa?”

“Aku punya nomor nya Chanyeol dan Baekhyun sunbae. Mau?”

 

***.

 

Sinar matahari yang hampir tenggelam,menyelip ke sela-sela jendela kamar Taeyeon yang kini gordyn nya tengah dibuka lebar-lebar. Burung-burung diluar juga beterbangan,menimbulkan bayangan didalam kamar Taeyeon.

Sementara Taeyeon,tangannya sibuk memutar-mutar handphonenya yang tengah menampilkan kotak percakapannya dengan Baekhyun sunbae yang belum terisi sama sekali. Taeyeon hendak mengirimkan pesan,tapi dia bingung dan tentunya gengsinya cukup tinggi untuk melakukan hal seperti itu. Taeyeon berfikir barkali-kali,jika dia mengirimkan pesan untuk Baekhyun,apakah pesannya akan dijawab dengan senang hati,atau justru dia dikritik karena ketidak sopanannya terhadap kakak kelasnya sendiri.

“Jadi bagaimana?!” Frutasinya lalu mengacak-acak rambutya. Bahkan Taeyeon terlalu bosan untuk menungu dirinya memutuskan suatu keputusan yang sudah ia yakini. Tidak ada satu keputusan pun yang sudah diambil olehnya. “Aku coba saja dulu. Kalau dia marah,biar saja! Aku tidak peduli!”

Taeyeon mulai mengetik pesannya. Sekitar satu menit dibutuhkannya untuk menulis pesan tersebut,hingga akhirnya ibu jari Taeyeon menekan huruf ‘send’ yang tertera di handphonenya.

‘Annyeonghaseyo. Ini Kim Taeyeon,mahasiswi yang baru masuk ke Dongguk Univercity. Soal di UKS tadi siang,terima kasih banyak. Maaf merepotkan,padahal itu hanya sakit perut biasa. Hehe :p ‘

“Eh? Kenapa aku memberikan emot menjulur lidah didalamnya?” Tanya Taeyeon pada dirinya sendiri. “Arrrgh! Memalukan.” Sungutnya sembari menutupi mukanya malu.

Kriing.

Sebuah pesan masuk kedalam handphone Taeyeon dan membuyarkan lamunannya. Dengan cepat,tangannya meraih handphonenya . Senyumnya meregah setelah membaca balasan itu.

‘Tidak apa. Kim Taeyeon? oh ya,namamu memang Kim Taeyeon,ya? Apa sakit perutnya sudah tidak kambuh di waktu yang tiba-tiba lagi? Kuharap tidak ya.’

Taeyeon mengetik beberapa simbol huruf dengan cepat,Taeyeon tidak sabar untuk membaca balasannya,setelah Taeyeon mengirimkan pesan lagi untuknya.

‘Tidak kok. Tidak kambuh lagi. Sunbae sedang apa? Maaf lancang.”

TRING.

‘Rapat dengan pengurus lainnya. Sedang membagi kelas untuk kalian. Kuharap,kau satu kelas dengan sahabat perempuan mu itu,ya.”

Taeyeon tersenyum dan berfikir,ternyata Baekhyun begitu baik. Pemikirannya tepat,ternyata Baekhyun hanya emosional jika sedang ospek.

‘Oh,sedang rapat ya. Apa aku menganggu? Haha,kalau begitu Annyeong.”

Taeyeon mematikan Handphonenya. Wajahnya terlihat senang. Hatinya berdebar-debar. Benar kata Jessica,berbicara dengan kakak kelas laki-laki,memang rasanya lebih spesial. Dan jangan katakan,kalau Taeyeon menyukai Baekhyun. Karena perasaannya pun belum berkata apa-apa sampai sekarang ini.

 

TBC

 

 

Advertisements

32 comments on “[FREELANCE] Waiting You (Chapter 1)

  1. keren Thor 😀 ffnya lmyn pnjg JD seru bacanya 😀 tapi KNP disaat lg seru–serunya baca Ada tulisan TBC? 😦 >_<
    chap selanjutnya jgn lama–lama ya Thor 😀

  2. kya.. XD akhirnya setelah sekuan lama nunggu ff baekyeon d wp ini akhirnya ada juga XD *-_-apa ini?* keren thor keren… jiaaaa baek baik bnget dah ahh itu taengmya sifatnya kya aku bnget *apalah ini* pokoknya ff nya keren next thor XD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s