[FREELANCE] On Demand chapter 1 (First Impression)

Processed with VSCOcam with lv01 preset

Tittle : On Demand chapter 1 (First Impression)

 

Cast : Kim Taeyeon

Byun baekhyun

Oh sehun

Yoon Bomi

Jessica jung

Kris wu

Author : Fany_aurel

 

Leght : Chapter

 

Gendre : Romance, family

 

Rating : PG

 

Author Note : heeiii,akhirnya bisa ngepost chapter 1nya setelah berapa minggu ini sibuknya super ngurus sekolah :’) sorry for taking long timee bahkan 12 season belum kelar :3 oh iya give me a few days deh buat nyelesain ff season ke 5 wkwk semangatin dong? And let me give a little hint, season 5 bakal…baekyeoonn!!!!!alah kok baekyeon mulu..ngak papa sih lagi kesemsem sama siganteng baekhyun sih haha bye!

 

 

Happy Reading!

 

——————————————————————————

 

 

We don’t know where to go, so I’ll just get lost with you

We’ll never fall apart, ’cause we fit together right?

These dark clouds over me, rain down and roll away

We’ll never fall apart, ’cause we fit together..

 

 

Wanita itu meremas kedua tangan halusnya yang diletakkannya diatas meja kayu klasik itu. Sesekali ia melirik jam tangannya dan memalingkan pandangannya kearah gelapnya malam dibalik luasnya kaca bening disampingnya. Gelisah, hampir 2 jam ia hanya diam duduk dibangku itu menunggu seseorang yang telah merengek padanya agar ia mau menuruti permintaannya untuk bertemu malam itu. Sebenarnya ia sangat malas untuk menyetujui janji itu. Bukannya ia tak ingin bertemu. Ia hanya terlalu lelah dan hanya ingin merasakan nikmatnya istirahat penuh bersama kasurnya dimalam hari. Tapi aneh, beribu alasan yang ada diotaknya sangat sulit ia ucapkan saat orang itu menelponnya,memintanya,dan menyetujuinya sendiri, serta menutup telponnya secara sepihak.

 

 

Cemas. Perasaan itu seakan datang menyerbu pikirannya. Tak biasanya orang itu tak datang dengan tepat waktu. Bukannya dia adalah tipe seseorang yang selalu menjadwalkan semua aktivitasnya? Sekali lagi ia menghirup kopi dihadapannya, satu buah cangkir kopi yang setengah dari isinya telah habis. Ia terkekeh, betulkah ia hampir menghabiskan 3 buah cangkir kopi?

 

 

Ia pun hendak mengambil sebuah keputusan. Menurutnya ia lebih baik menghabiskan waktunya untuk menonton tv dirumah dari pada duduk disini menunggu seseorang yang sedari tadi tak mengangkat telponya-dan entah dimana dia- seperti orang bodoh. Sampai akhirnya, seseorang yang terlihat berantakan tetapi tetap terlihat sebagai sosok yang sempurna dimata wanita itu datang tergesa-gesa dan membatalkan sebuah keputusan itu.

 

 

“Mianhe”, satu kata itu terlontarkan secara spontan dari mulut orang yang sedari tadi ditunggu wanita itu, Kris wu ketika melihat wajah wanita itu sangat kusut dan menatapnya dengan tatapan-kau tak akan hidup-kali-ini.

 

 

“Tadi ketika aku ingin pulang, rekan dari amerika mendesak ku untuk melakukan pertemuan. Ia ingin tau lebih jauh tentang perusahaan. Kau tau kan itu sangat menguntungkan bagi perusahan?”, panjang lebar lelaki itu melakukan penjelasan untuk melunakkan wanita dihadapannya. Tapi tidak, dengan kekusutan yang sama wanita itu menatap jalanan disampingnya. Dan kris tau arti itu semua.

 

 

“Aku pun pergi menemui mereka dihotel tempat mereka menginap, dan waktu aku menuju kesini, jalanan sangat macet”, cecar namja itu lagi

 

 

“Dan ini?”, wanita itu pun kembali menatap intens lelaki itu dan menggacungkan iphone putihnya dihadapan kris. Menampilkan deretan log panggilan keluarnya. Kris menghela nafasnya dan beranjak dari duduknya serta tak lupa menyeret wanita itu.

 

 

“Yak!!Kris!!!!”, terkejutnya wanita itu langsung menyelamatkan tasnya dan berjalan dengan kecepatan lebih dari normal untuk menyeimbangkan langkah kaki kris yang sangat lincah keluar dari kafe itu

 

 

“Ah jinjja, cukup!!!”, teriakan wanita itu spontan menghentikan langkah kris dan juga membuat mereka menjadi pusat perhatian

 

 

“Kau!”, tunjuk wanita pada lelaki yang ada dihadapannya. Ia sempat menjeda perkataannya untuk sekedar mendapatkan sedikit udara. “Kau menelpon ku dengan entengnya memerintahkan aku yang sangat lelah ini untuk menemuimu. Demi kau sepulang kerja aku kesini dengan tergesa-gesa bahkan tak sempat untuk pulang kerumah. Tapi kau? ternyata tidak ada dan kau tau aku terlalu rela menunggu mu hampir 2 jam seperti orang idiot didalam sana. Dan sekarang kau? datang dan berbicara seperti dikejar setan lalu menyeretku seperti seorang mafia yang ingin menculik putri cantik dan ingin menjualnya lalu ka..”, umpatan wanita itu tersendat ketika tangan kekar kris membungkam mulutnya

 

 

“Sudahlah nonna jessica, diam turuti saja perintahku atau akan ku cium bibir mu dihadapan orang banyak ini”, loser. Jessica tidak bisa berbicara apa-apa ketika kris mengeluarkan jurus termanjurnya. Kris tau jessica akan kalah, karena iya tau jessica paling tidak suka dicium. Dan jurus itu adalah cara terampuh untuk menghentikan tatapan aneh orang-orang disekitar mereka. Ia pun menyerahkan dirinya pada kris untuk diseret kedalam mobil sedan hitamnya.

 

 

“Lalu kau akan mendapatkan banyak uang karena kau telah menjual wanita secantik ini dan kau akan meniduri para wanita yang memuja..”, Lagi,perkataan lanjutan jessica yang dilontarkannya ketika mereka sudah berada didalam mobil terhenti ketika kris tiba-tiba menciumnya. Spontan tetapi lembut.

 

 

“Sudah ku bilang, jangan membantah perintah ku..”, ucapnya lembut ketika ia melepaskan bibirnya dari jessica. Jarak kedua pasang mata yang sangat dekat membuat wanita itu membeku dan membuat jantungnya berdegup tak karuan.

 

 

“Dan lagi, apa kau tak bisa menghentikan kebiasaan buruk mu untuk tidak terlalu percaya diri dan memanggil dirimu sendiri seorang putri cantik huh?”, sambil menjalankan mobilnya kris berhasil kembali membuat wajah jessica terlipat jauh lebih kusut.

 

 

 

*

 

 

Mobil sedan yang terlihat mewah dan berkelas itu melaju sangat kencang, seperti memburu waktu, roda itu tak kenal padatnya jalanan kota seoul dan tentu saja wanita yang ada didalamnya. Beberapa kali jessica berteriak, meminta pertolongan pada tuhan agar tak membuat hari itu adalah hari terakhirnya hidup.

 

 

Mendadak, mobil yang disangka jessica akan terus melaju sampai ujung dunia akhirnya menghentikan rodanya. Syukur, adalah ucapan pertama yang dilontarkan jessica. Tapi tidak, penderitaannya belum beakhir. Kris memaksanya untuk menutup matanya dengan sehelai sapu tangan. Tentu saja siapa yang bisa membantah perintah seorang Kris wu?

 

 

“Tenang, wajah mu jangan takut seperti itu. Aku tak akan melakukan hal aneh padamu”, senyum kris menyeruak menatap gadisnya terlihat cemas dan tentu saja takut.

 

 

Setelah berbagai macam prasangka yang ada diotak jessica, mobil itu sampai tepat ditempat tujuan. Terlambat karena ada rapat dadakan?tidak, ia memang sengaja merencanakannya. Ia hanya ingin mengetahui, apa jessica akan setia menunggunya meskipun dari dulu-sejak 3 tahun yang lalu ketika mereka resmi menjadi sepasang kekasih- ia sudah tau dan yakin jessica akan selalu menunggunya.

 

 

“Oppa,sebenarnya apa yang ingin kau lakukan?”

 

 

“Percayalah pada ku jes..”, lelaki itu-dengan senyumnya- menuntun jessica untuk masuk kedalam sebuah gedung bertingkat yang sudah terlihat sangat tua, bahkan catnya pun terlihat sangat kusam dan terdapat parasit menumbuhi dinding beton itu.

 

 

“Omo, kris apa itu bunyi pintu?kau membawa ku kemana?hotel?apartemen mu?rumah mu?tolong antarkan aku pulang atau kembalikan aku kekafe tadi dan aku bersumpah akan membunuhmu kalau kau melakukan hal yang aneh pada ku!”

 

 

“Ahh..Seandainya bisa aku juga ingin sekali menutup mulutmu agar tidak selalu mengoceh tuan putri cantik”, ucapnya seketika menghentikan pikiran aneh jessica. Wajahnya pun memerah ketika untuk pertama kalinya lelaki itu memanggilnya tuan putri cantik.

 

 

“Buka matamu..”, jessica membuka matanya dengan tidak sabaran ketika kris membuka penutup matanya dengan perlahan.

 

 

Bintang

 

 

Senyum jessica merekah, menambahkan kesejukan malam itu. Pemandangan langit dengan begitu banyak bintang yang bersinar tanpa satu pun penghalang membuat wanita itu tertegun. Bintang memang menjadi satu-satunya benda langit yang ia kagumi. Tanpa bintang, bulan akan kesepian. Tanpa bintang, bumi akan menjadi hal yang membosankan pada malam hari.

 

 

Sepasang tangan dengan lembut menyelinap dipinggang jessica. Memeluknya dengan erat. Membiarkan jessica bersandar didada bidangnya dan memberikannya waktu sejenak untuk memandang keindahan tuhan yang ada dihadapannya.

 

 

“Cantik..”, dengan senyum yang dipertahankannya wanita itu mengeluarkan pujiannya.

 

 

“Bagaimana bisa?” Jessica mendongakkan kepalanya meminta penjelasan pada kekasihnya.

 

 

“Bukannya aku sudah bilang, aku dapat melakukan semua yang aku inginkan”

 

 

Jessica mengendus pelan, “kau ini, senang sekali berlagak seperti seorang penguasa. Memangnya kau tuhan?”

 

 

“Aku memang bukan tuhan. Aku tak pernah bisa menjadi tuhan sampai kapan pun, sampai aku matipun. Tapi aku akan selalu berusaha untuk bisa melakukan apapun untuk membahagiakan mu, walau harus matipun.”

 

 

Untuk kesekian kali jessica merekah kan senyumnya. Senyum dari hati tulusnya. Senyum kebahagiannya memiliki lelaki yang selalu menemaninya dan mengerti segala hal tentang wanita itu . Ia kembali teringat dengan semua kejadian romantis yang dibuat kris untuknya. Bahkan ia tak bisa menghitung semua kejadian itu dengan kesepuluh buah jarinya.

 

 

“Kau mau makan?”, kris memecahkan memori yang sekarang sedang mengembang dikepala jessica.

 

 

“Mwoya?makan?jangan bercanda disaat-saat seperti ini.”

 

 

“Aniyo,aku tak bercanda.”

 

 

“Jinjja?Kau pikir aku akan percaya?” Kekeh wanita itu merespon semua perkataan kris. Mana mungkin makan disini dan semalam ini?

 

 

“Kau harus percaya pada ku, coba lihatlah kebelakang nyonya ku”

 

 

Jessica melepaskan tubuhnya dari jeratan kris, ia menolehkan kepalanya. Ia terkekeh melihat semua peralatan makan yang sudah disiapkan kris. Kain berwarna pink untuk menjadi alas duduk,makanan,minuman,dan beberapa lilin menambahkan kesan romantis malam itu. Kris menggengam erat tangan jessica dan mengajaknya untuk melakukan ritual makan memakan. Ia sudah terlalu lama menahan cacing-cacing yang seakan tak pernah berhenti menendang perutnya.

 

 

“Ayolah,makan. Kenapa kau hanya diam hah? aku sudah bersusah payah pergi kesana kemari untuk memesan makanan ini untuk mu, meskipun aku sangat lelah karena baru pulang dari kantor”

 

 

“Aishh cerewet..”, jessica mengakhiri kekagumannya dengan apa yang dilakukan seorang lelaki dihadapannya. Kris memang suka memberikannya kejutan, tapi ini sudah ditetapkannya menjadi kejutan terindah yang ia dapatkan. Makan bersama dibawah sinar bintang dan sejuknya angin malam. Apa yang lebih indah dari ini semua?

 

 

“Gomawo”, senyuman indah serta mata yang menyinarkan ketulusan terbentuk diwajah wanita itu ketika ia memberikan jeda untuk mulutnya mengunyah sebuah sandwich yang ada ditangannya. Dan kris yang sibuk memakan burger double beef menghentikan aktivitasnya, ia menatap mata indah jessica.

 

 

“Kau mau kue? tadi ibuku membuat kue untuk keluarga ku yang akan datang, dan dia menitipkan kue ini untukmu.” Kris mengeluarkan sebuah cake red velvet yang cantik dari dalam keranjang coklat itu. Meskipun hanya satu slice, tapi terlihat sangat menggiurkan.

 

 

“Jinjja? ah,ibumu baik sekali.” Jessica merebut cake itu dengan cepat dari tangan kris. Hey,siapa yang tak suka dengan dessert lembut nan manis itu? Meskipun jessica sangat menjaga tubuhnya dan selalu melakukan rutinitas makanan sehat setiap harinya. Tapi untuk cake, ia akan melakukan segalanya. Dengan telaten, jessica membuka bungkus yang menutupi cup kue itu. Sangat rapi ibu kris membalutkan sebuah pita di bungkus kue itu. Dan kris, dengan senyum yang melekat diwajahnya menatapa lekat jessica yang sangat semangat memakan cake berwarna merah itu.

 

 

“Ulljima.” Jessica membelakakn matanya merasakan sesuatu yang terasa keras didalam mulutnya. Kris, lelaki itu menggerutkan kedua alisnya melihat jessica menghentikan ketamakannya memakan kue itu.

 

 

“Apa ini?” Ia pun menaruh kue itu, dan mengambil benda keras yang ada dimulutnya.

 

 

“Will you be my queen, my princess?” Ketika jessica mengeluarkan benda itu dari mulutnya, ketika itu juga kris menyihirnya dengan kata yang keluar dari mulut lelaki itu.

 

 

“Will you marry me?be my own? Be my best friend forever? and be my heart forever?” Mata jessica memanas mendengarkan ucapan kris. Apalagi ketika melihat sebuah cincin putih bermata berlian merah ditangannya.

 

 

“Will you? ”

 

 

Jessica memejamkan matanya pelan. Meyakinkan hatinya. Dan meyakinkan perasaannya. Ia akan menentukan masa depannya sekarang. Perlahan ia membuka matanya, ia melihat lelaki dihadapannya menaruh harapan sangat besar padanya. “Sorry, i’am…”

 

 

“APA?” Seakan tersambar petir, kris terkejut atas jawaban jessica. Apa ia salah dengar?jessica meengatakan maaf? itu berarti? tidak.tidak mungkin!

 

 

“Kau bercanda?kita sudah berpacaran selama 3 tahun, dan kita tak pernah ada masalah. Dan aku melamarmu dengan sangat romantis,disini. Tapi kenapa kau menolak ku?apa kau menyukai lelaki lain? ah,jangan-jangan kau selingkuh dengan chen teman mu itu?” Tidak terima, kris mengeluarkan kekesalannya.

 

 

Jessica menghela nafas. Ia memutar bola matanya melihat kris yang tiba-tiba marah padahal ia belum menyelesaikan kalimatnya, “Ya jangan berpikiran yang aneh-aneh! Mana mungkin aku menyukai chen bocah ingusan itu!”

 

 

“Lalu?” Tanya kris masih merasa kesal. Ah,ingin sekali rasanya ia terjun dari atas gedung ini.

 

 

“Apa kau pernah menonton film ditv? pernah menonton film kartun seorang putri dan pangerannya? mana pernah putrinya mengatakan ia bersedia sebelum pangerannya melipat kakinya dan berjongkok dihadapan putri itu?”

 

 

Kris menepuk dahinya. Sungguh,ia hampir saja ingin bunuh diri kalau saja jessica mengatakan bahwa ia tidak mau berumah tangga dengannya. Hatinya terasa lega. Seakan ada beban yang hilang dari tubuhnya. Dan lagi,seharusnya ia sadar kalau kekasihnya ini sangat memuja para putri-putrian baik yang berbentuk animasi atau pun nyata yang sering ditontonnya ketika dirumah. Ia pun segera memindahkan posisi duduknya. Duduk berhadapan dengan wanita yang dilihat dari wajahnya,ia terlihat sangat begitu gugup. Kris mengambil cincin itu dari jessica,

 

 

“Ya,sebelum kau memasangkannya dijari ku. Tolong bersihkan dulu dengan tisu. Itu kan bekas air liur ku.” Dengan polos jessica membuat suasana romantis itu ternodai dengan sebuah kesan humor yang dibuatnya. Kris menghembuskan nafasnya,ia pun mengambil tissue dan membersihkan cincin itu tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.

 

 

“Jung Sooyeon..” Kris mengerat lembut tangan kanan wanita itu. Tatapan tulus dari hatinya berhasil membuat jessica kembali terpana. Jantungnya juga berdetak tak karuan.Wajah lelaki itu mendekat,sangat dekat dengan wajah jessica. Hembusan mereka pun seakan bersahutan satu sama lain. Jessica membutuhkan tambahan oksigen sekarang!

 

 

Marry me, Today and every day

Marry me, If I ever get the nerve to say hello in this place

Say you will,Say you will

Together can never be close enough for me

To feel like I am close enough to you

You wear white and I’ll wear out the words I love you

And marry me…

 

 

Nyanyian itu terdengar seperti sebuah bisikan bagi jessica. Halus dan merdu. Ia tak menyangka, kris yang selama ini sangat suka menghemat kata-katanya dan tentu saja paling benci kalau diminta untuk bernyanyi sekarang dengan indahnya menyanyikan lagu itu untuknya. Tangan kris pun perlahan menyematkan cincin itu dijari manis jessica. Sangat pas ditangan wanita cantik itu.

 

 

“Sorry, aku tak sepintar kau ketika menyanyikan sebuah lagu.”

 

 

Jessica sedikit terkekeh. Bagaimana bisa lelaki itu menyesalkan suara indahnya? Wanita itu mendekatkan badannya pada kris. Memeluknya dengan perlahan.

 

 

“I will, i want, and i love you…” Jessica mengeratkan tangannya ditubuh pria dihadapannya. Ia seakan tak ingin melepasnya. Kris hanya untuknya. Kris adalah masa depannya.

 

 

 

—–

 

 

 

 

Seorang wanita dengan pakaian casualnya, jeans hitam yang dipadukan dengan kaos putih oversize serta jacket jeans yang ditentengnya menuruni mobilnya yang sudah terpakir. Ia menghela lega akhirnya ia mendapatkan tempat parkir walau ia tau tempat yang akan ditujunya lumayan jauh dari tempat ia memakirkan mobilnya sekarang, ya ia harus berjalan kaki lagi menyusuri jalanan padat itu.

 

 

Taeyeon, nama wanita cantik berambut brown light itu mempercepat langkahnya ketika ia dengan jelas bisa melihat butik mewah yang didominasi warna putih dan emas itu dari sudut matanya,ia terlihat sangat tergesa-gesa dan tak sabaran untuk sampai ketempat tujuannya itu.

 

 

“Annyeong” ucapnya ketika ia memasuki butik bernuansa minimalis itu. Seluruh pasang mata-sebenarnya hanya dua pasang karena mereka telah memesan butik itu hanya untuk mereka hari itu- mengarah padanya.

 

 

Sesosok wanita cantik menggembangkan senyumnya dan berlari menghampiri taeyeon.

 

 

“Ya,kenapa baru datang?” Wanita itu memeluk taeyeon lalu memberikan semua protesnya karena menurutnya, taeyeon sudah keterlaluan telat.

 

 

“Ada kuliah tambahan dan kalian tau bukan betapa padatnya orang diluar sana?aku bahkan harus berputar berkali-kali untuk mencari tempat parkir yang kosong!” Oceh taeyeon melangkahkan kakinya dan mendaratkan tubuhnya disamping kris yang sibuk dengan handphonenya disofa putih yang berada tepat ditengah ruangan itu. Tanpa menghiraukan jessica.

 

 

“Ah-jinjja aku capek sekali!!”. Hela taeyeon lagi menyenderkan tubuhnya disofa itu merasa nyaman. “Dasar para dosen gila,mana mungkin ia terus memberiku tugas tanpa henti?”

 

 

Kris yang masih fokus dengan handphonenya berdecak lucu, “ya,berhenti mengumpati dosenmu sebelum kau akhirnya akan jatuh hati pada mereka”

 

 

“Hei!kau pikir aku tipe wanita yang menyukai para lelaki tua apa?” Sungut taeyeon.

 

 

Kris mengangkat bahunya, “kau tau karma bukan?” Sekarang lelaki itu menatap taeyeon dengan seringgainya.

 

 

“Kalian kesini tujuannya ingin menemani ku atau mengobrol berdua ?” Ucap jessica menginterupsi argumen kedua orang didepannya. Wajah wanita itu terlihat kesal. Ia melipat kedua tangannya didada. Sedangkan kris dan taeyeon hanya bisa terdiam,mulai takut.

 

 

“Ok.ok. Jadi, Bagaimana? Sudah menentukan baju yang cocok?” Tanya taeyeon memulai meredakan tatapan tajam jessica dan menidurkan singa yang mulai bangun itu.

 

 

“Aku bingung”

 

 

Taeyeon melongo, “setelah 2 jam?”

 

 

“Selingkuhan mu itu tidak akan pernah mau memilih bajunya sendiri kalau kau tidak ikut.” Sahut kris lagi-lagi tanpa menatap kedua wanita disekitarnya. Ia sudah kembali sibuk membalas pesan ibunya yang sangat cerewet menanyakan seluruh persiapan acara sakralnya.

 

 

“Aissh, biar saja. Ayo taeng, temani aku!” Rajuk jessica pada kris. Secara sepihak ia menarik taeyeon untuk ikut bersamanya memilih gaun pernikahannya.

 

 

Bagi jessica, taeyeon bukan lagi sekedar teman baik baginya. Wanita itu sudah ia anggap sebagai saudaranya, bahkan kalau saja ada istilah yang lebih dari pada saudara ia akan memberikan sebutan itu untuk taeyeon. Berteman karena ayah ibu mereka adalah sahabat karib, mereka seperti dua saudara kembar yang tak bisa terpisahkan sejak dari kecil. Dimana pun kau melihat jessica disitu juga taeyeon berada. Mereka saling memperhatikan satu sama lain. Bahkan kris kadang merasa cemburu karena jessica terlihat lebih perhatian pada taeyeon ketimbang dirinya. Tapi ia selalu mencoba untuk memahaminya. Ia tau ada hubungan yang tak bisa ia jelaskan terjadi diantara keduanya, hubungan yang sangat erat. Mereka berbeda bila kita mengungkit masalah sifat. Tapi bila kita lihat dari sudut yang lebih dalam, mereka bagaikan benda dengan bayangan.

 

 

“Bagaimana?”,Dengan tangan kanan dipinggang, jessica berjalan kehadapan taeyeon dan kris bak seorang model runaway.

 

 

“Omona neomu yeppoda!!” taeyeon berdecak kagum melihat jessica yang terlihat sangat anggun memakai gaun putih dengan beberapa manik silver yang mehiasi dibagian dada. Benarkan? pilihannya memang tak pernah salah.

 

 

Sedangkan kris yang berada disamping taeyeon hanya bisa diam terkesima dengan pesona calon istrinya.

 

 

 

—–

 

 

 

 

Ruangan mewah disalah satu hotel ternama diseoul itu diisi beberapa orang yang sibuk dengan pekerjaannya. Semua seakan heboh untuk cepat menghias calon pengantin wanita agar terlihat cantik dan menjadikannya bak ratu sehari dengan parasnya yang telah disapu make up. Tapi tak berlebihan, jessica dengan make up tak begitu mencolok dan warna peach yang dipoleskan pada bibirnya membuat wanita itu sangat anggun.

 

 

Taeyeon dari luar ruangan itu berjalan pelan mendekati jessica yang sedang berkaca membenarkan rambutnya, semua telah selesai sekarang. Keluarga sudah bisa menemuinya karena para pekerja sudah keluar.

 

 

“Yeon..” senyum jessica menyadari kedatangan taeyeon, ia menjulurkan tangannya pada taeyeon girang

 

.

Taeyeon mempercepat langkahnya dan menyambut uluran itu. “Kau terlihat cantik jes” Ucapnya sambil menatap pantulan jessica dari kaca.

 

 

Jessica memegang tangan taeyeon yang berada dipundaknya masih menatap kaca besar dihadapan mereka. “Kau juga tampak cantik” seru jessica sambil memiringkan kepalanya meneliti taeyeon yang sangat cantik dengan dress berwarna putihnya.

 

 

“Pilihan yang sangat pas dengan bentuk tubuhmu yang pendek” canda jessica.

 

 

“Tapi hanya aku yang memakai warna baju yang berbeda”

 

 

“Kau tak mau menjadi orang terspesial hari ini selain aku dan kris?” Tanya Jessica.

 

 

Taeyeon tertawa kecil, “Baiklah nyonya Jessica sang fashion stylist yang handal” sahut taeyeon dengan kerlingan menggoda.

 

 

Jessica hanya membalas desis taeyeon dengan kembali tersenyum. Mereka sekarang saling diam dan menatap kaca. Hening, keduanya seakan hanyut akan pikiran masing-masing. Dan entah kenapa, mata mereka berdua sama-sama saling berkaca-kaca. Ingin menangis.

 

 

“Kau terlalu cepat tumbuh besar” ucap taeyeon menghentikan kesunyian itu.

 

 

Jessica menggeleng pelan, “lalu kau ingin mengatakan bahwa kau tidak ikut tumbuh besar?” sungut jessica.

 

 

“Aku akan benar-benar tak akan membiarkan kris hidup bila ia berani menyakitimu..” taeyeon benar-benar tak bisa menahan airmatanya. Sebulir air mata jatuh dari pelupuk kiri matanya.

 

“Taeyeon-a” Jessica dengan cepat menarik Taeyeon kedepannya, dan tak lupa ia bangkit dari kursinya. Tangan jessica menangkup kedua pipi taeyeon.

 

 

“kris tak akan menyakitiku, dan kau..selamanya akan menjadi orang yang paling aku sayang” Mata mereka bertemu, saling melepas kesedihan dan ketidakrelaan untuk berpisah. Taeyeon mengulum bibirnya, tak sanggup untuk bicara. Matanya benar-benar penuh dengan airmata yang ditahannya.

 

 

“Kau tenang saja yeon, aku tak akan pergi darimu walau aku nanti sudah bersama kris. Aku akan selalu ada untukmu, kapan pun kau membutuhkan ku, aku akan datang untukmu. Karena kau, adalah orang terpenting bagiku, kau adik ku yang paling berharga” Jessica mati-matian melarang airmatanya untuk jatuh karena ia tak mau menghancurkan make upnya. Ia memeluk tubuh taeyeon erat. Dan begitu juga taeyeon. Wanita itu memeluk jessica tak kalah erat.

 

 

Tok Tok

 

 

“Eheem, Ladies.. apa sudah selesai?” Tuan wu, calon mertua jessica mengetuk pintu ruangan itu dan menghentikan pelukan kedua gadis cantik itu. Mereka sama-sama mengipasi mata mereka lalu tertawa.

 

 

“Hwaiting!!” Semangat taeyeon lalu menggandeng jessica dan mempercayai tuan wu untuk menggantikan posisinya.

 

 

 

*

 

 

 

“Will you marry me?”

 

 

“Yes,i will”

 

 

Semua orang yang berada diruangan itu sontak menepukan tangan saat melihat kebahagian kris dan jessica yang sudah resmi menjadi suami istri. Bahkan beberapa gerombolan para undangan memberikan godaan ketika kris dan jessica melakukan ciuman mereka.

 

 

Taeyeon yang saat itu menjadi pembawa cincin, menatap bahagia dua orang tersayangnya. Wanita itu menghapus airmata yang lagi- lagi hampir jatuh dari sudut matanya, semua perasaan sekarang bercampur aduk. Ia sangat bahagia melihat jessica akhirnya menikah dengan kris, lelaki yang sangat baik dan ia yakin kris akan membahagiakan jessica tapi disatu sisi ia sangat sedih karena ia harus merelakan jessica untuk kris. Kehilangan jessica yang selama ini selalu bersamanya. Bagaikan kehilangan seorang yang telah menjadi bagian hidupnya selama ini. Memang waktu berjalan sangat cepat.

 

 

 

“Ya jessica saatnya untuk melempar bungamu.” Suara nyaring sooyoung meleburkan keheningan yang tercipta. Seluruh orang diruangan itu sontak tertawa mendengar ocehan sooyoung, teman kantor jessica.

 

 

Jessica dan kris saling tatap sambil masih memasang senyum bahagianya.

 

 

“Unnie, lempar ke aku saja unnie!!” Tambah krystal penuh dengan semangat.

 

 

 

“Hey krys,kau harus ingat umur. Kau masih kecil” timpal victoria membuat wajah krystal tertekuk.

 

 

Jessica kembali tertawa sambil menggeleng pelan, “Yah,mianhe. Aku tak akan melempar bunga ku pada siapa pun, karena.. aku hanya akan memberikannya padanya” wanita itu membalikkan badannya dan menyodorkan bunga itu pada taeyeon.

 

 

“Jes..” Ucap taeyeon terkejut, matanya memandang ragu para undangan yang sontak menampilkan senyuman hangat. Termasuk para yeoja yang sangat menginginkan bunga yang menurut mitos bila kau berhasil mendapatkanya maka tak lama kau akan bertemu dengan jodohmu. Oleh karena itu,taeyeon takut bila yeoja lain akan marah padanya. Tapi ia salah, bahkan sunny yang sangat ingin menikah pun menatapnya penuh dengan senyum.

 

 

Tangan jessica meraih telapak kanan taeyeon dan menaruh bunga itu, mau tidak mau taeyeon harus menerimanya.

 

 

“Cepatlah menyusul ku yeon” tangan kanan jessica beralih menepuk pipi taeyeon dan sontak membuat taeyeon kembali menangis, lagi?

 

 

Taeyeon tak sanggup untuk membalas kata Jessica. Merekapun saling berpelukan, saling melepas kebahagian. Dan para undangan pun ikut terharu melihat kedekatan dua orang itu. Kedua orang tua jessica dan kris, para sahabat mereka, bahkan kris pun hampir menangis melihat taeyeon yang sekarang terisak dipelukan jessica.

 

 

“Berjanji untuk tidak pernah meninggalkan ku,arra?”

 

 

Jessica mengangguk, “I promise”

 

 

 

*

 

 

 

“Kau dimana sih?” Taeyeon menggerutu sambil menyentuh-nyentuhkan jarinya ke layar touch screen handphonenya,lagi mengirimkan pesan singkat pada lelaki yang sedari tadi ditunggunya. Dari awal sebelum acara dimulai sampai sekarang lelaki itu tak kunjung datang dan hanya membalas pesan taeyeon dengan kalimat, “tunggu aku akan segera kesana.”

 

 

 

“Ah,yuri..” sebal taeyeon sambil membaca pesan baru yang ia terima, ia kira akan mendapatkan balasan dari lelaki yang ia tunggu itu,tapi nyatanya yuri lah yang mengirim pesan,meminta taeyeon untuk menunggunya dihalaman depan, karena yuri terlalu malu untuk masuk kepesta itu sendirian.

 

Taeyeon pun dengan segera berjalan menuju halaman depan tanpa lupa membawa minuman yang sedari tadi bertengger ditangan kirinya,tak lepas.

 

 

Sambil berjalan, wanita itu tak henti-hentinya memainkan handphonenya sembari menggerutu tak jelas menerka apa lelaki itu akan datang atau tidak. Sangat menyebalkan,batinnya.

 

 

Lalu tiba-tiba…

 

 

Brukkk

 

“AWWW”

 

 

“YAAAA!!!!”

 

 

Taeyeon berteriak begitu nyaring ketika ia bisa merasakan tubuhnya menabrak seseorang dan yang lebih parahnya, ia tak bisa merasakan tangan kirinya memegang gelas yang sedari tadi ia pegang. Gelas yang berisi orange jus itu terbalik dibaju seseorang yang ia tabrak sekarang, oh lebih jelasnya dijas abu-abunya.

 

 

Mati kau taeyeon.

 

 

“Ah mian ne mian hamnida.”

 

 

“Ya hei,hei lepaskan!” lelaki itu dengan kesal menjauhkan tangan taeyeon yang secara refleks membersihkan noda itu dari pakaiannya, walau wanita itu tau noda itu tak akan hilang sebelum dicuci bersih.

 

 

“Aishh jinjja!Kau itu punya mata atau tidak sih!” umpat lelaki itu sambil mencoba membersihkan jasnya sendiri.

 

 

“Mianhe, aku benar-benar tak sengaja”

 

 

“Maaf tak penting bila kau tak bisa memperbaikinya semuanya” desis lelaki itu tetap membersihkan jasnya. Ini acara formal dan resmi, tak mungkin kan lelaki itu datang dengan jas yang penuh dengan noda? Ia benar-benar mengumpat.

 

 

Taeyeon semakin merasa bersalah, ia pun berucap “Apa yang harus ku lakukan untuk memperbaiki kesalahan ku? Apa begini saja, kalau kau mau aku bisa mencucikan jasmu atau akan aku ganti dengan jas yang-”

 

 

Lelaki itu mendongak dan menatap taeyeon dengan tatapan aneh, “bodoh” ucapnya menggelengkan kepala menahan perkataan taeyeon.

 

 

Wanita itu melongo, “Excusme?”

 

 

“Apa yang kau katakan?” Tatap taeyeon membulatkan mata. Ia, sedari tadi sudah memasang wajah bersalah dan tak hentinya meminta maaf tapi balasannya lelaki itu malah menyebutnya bodoh?

 

 

“Ya aku kan sudah mengatakan maaf dan aku benar-benar tak sengaja, tapi kenapa kau tiba-tiba mengatai aku bodoh?”

 

 

“Kau mengatakan kalau kau akan mencucikan jas ku kan? coba ku tanya, bisa kah kau mencucikannya secara sekejap tanpa membuat ku terlambat datang kembali kepesta ini dengan jas yang sudah bersih kembali? bisa?tidak kan? nah itu..bodoh!” Panjang lebar lelaki itu memberi penjelasan, ia bahkan menggunakan mimik wajah meremehkannya dan alhasil membuat taeyeon geram, setidaknya ia sudah memiliki itikat yang baik bukan? batin taeyeon kesal. Wanita itu pun kembali teringat bahwa lelaki itu sedari tadi seakan menyalahkannya, hei,bukankah lelaki itu juga salah?

 

 

“Bodoh? kau juga seharusnya berkaca diri sebelum mengatakan hal itu pada ku!” Cecar taeyeon dengan alis terangkat.

 

 

“Kau sudah tau kan kalau ada wanita yang sedang menelpon dan memegang minuman masih saja tetap berjalan dan tak berusaha menghindar! dasar bodoh!” Sambung taeyeon terpancing emosi. Wanita itu benar-benar tak terima dengan sikap menyebalkan lelaki itu, sudah dibaiki tapi semakin melunjak, ia tak akan membiarkannya.

 

 

“Ya!tapi kenyataannya yang salah itu kau, sudah tau kau itu pekerjaannya untuk melayani semua orang disini masih saja bekeliaran dan bermain handphone. Kau mau makan gaji buta hah?”

 

 

 

“NDE?” Kaget taeyeon mendengar sahutan lelaki itu. Tak percaya. Pelayan?jadi sedari tadi lelaki itu menganggapnya adalah seorang pelayan? taeyeon sempat melihat kesekeliling, memang para pelayan memakai baju putih dan disini hanya ia lah satu-satunya orang yang memakai warna baju yang berbeda dari tamu lainnya. Semua ulah jessica, jessica yang memintanya untuk memakai baju yang senada dengannya dan kris. Tapi hei, walau begitu bukankah lelaki ini tidak buta?ia masih bisa kan membedakan pelayan dan gadis cantik? marah taeyeon.

 

 

 

Kris, yang saat itu sedang bercengkrama dengan teman kantornya merasa terganggu dengan suara nyaring dua orang yang sedang beradu mulut. Ia pun menatap kedua orang yang berada tak jauh darinya itu.

 

 

Taeyeon, kris bisa melihat wanita itu terlihat mengumpat dengan seorang lelaki jelas. Ia pun penasaran lalu mengucapkan permisi pada tamunya dan segara mendatangi wanita itu,tak mau para tamu teganggu karena kelakuan taeyeon.

 

 

“Ada apa ini?” Tanya kris tegas menengahi taeyeon yang hampir mencakar lelaki yang mengatainya bodoh dan memanggilnya pelayan tadi.

 

 

“Kau?” Tebak kris setelah mengetahui lelaki yang sedari tadi hanya ia lihat dari belakang saja. Lelaki itu sontak tersenyum ketika melihat kris terkejut dengan kedatangannya.

 

“Kau datang?” Lagi kris menyalami lelaki itu dan langsung memeluk lelaki itu.

 

 

“Apa yang tidak sih untukmu?” Balas lelaki itu mantap, seketika lupa dengan pertengkarannya dengan taeyeon.

 

 

Taeyeon yang berada disitu memutar matanya seakan ingin muntah melihat kemunafikan lelaki itu,tadi saja saat bicara dengannya tak sedikitpun ia menampilkan sikap baik layaknya manusia normal, tapi ketika bersama kris ia tanpa pelit menampilkan senyumnya yang membuat taeyeon bergidik geli.

 

 

“Bukankah kau sibuk dan mengatakan tidak datang?” Tanya kris lagi.

 

 

Lelaki itu menggeleng, “aku hanya ingin memberikan kau sebuah kejutan kecil” ucap lelaki itu dengan tawa kecil.

 

 

Kris pun ikut berdesis sebal karena lelaki itu telah membohonginya, “Hei,ada apa dengan jas mu?” Kris memundurkan kepalanya meneliti jas lelaki itu yang basah penuh dengan bekas minuman.

 

 

Lelaki itu menaikan dagunya,menunjuk taeyeon yang berada dibelakang kris, “dia penyebabnya. Hyung, kenapa kau bisa mempekerjakan pelayan tak becus seperti dia?” Ucap lelaki itu tanpa rem sedikit pun, ya itu memang sifatnya, selalu bicara secara terus terang.

 

 

“OPPA!!!!!” Teriak taeyeon tak terima dengan ucapan yang menurutnya snagat sadis itu. Taeyeon menampilkan wajah meminta pembelaan pada kris.

 

 

“Bagaimana bisa kau mempunyai teman seperti monster tak tau diri seperti dia?” Tunjuk taeyeon pada lelaki itu.

 

 

“Ya!”

 

“Hei!hei!” Kris tiba-tiba ikut berbicara keras menghentikan kedua perkelahian dua orang itu.

 

 

“Bisakah kalian tak berteriak?god,ini acara pernikahan ku!” Ucapnya geram.

 

 

Kedua orang yang ada disamping kiri dan kanan kris sontak terdiam, mencoba untuk mengendalikan emosi masing-masing walau taeyeon ingin sekali rasanya mencakar wajah sok tampan lelaki itu, dan lelaki itu rasanya juga ingin membekap wanita yang memiliki mulut singa itu dan mengirimkannya ke planet lain.

 

 

“Taeyeon!!!!” Jessica yang merasa ada yang tak beres sedikit berlari kearah tiga orang yang telah menjadi pusat perhatian itu.

 

 

Lelaki yang sedari tadi menaruh sebal dan beradu mulut dengan taeyeon terdiam ketika mendengar jessica memanggil wanita itu dengan nama yang selalu kris ceritakan padanya. Jadi dia bukanlah pelayan melainkan sahabat jessica yang sangat dieluh-eluh kris? Taeyeon itu adalah wanita yang baik,cantik,dan sangat ramah, begitulah kata kris dan terkadang membuat lelaki itu berekpetasi lebih tentang taeyeon. Dan ternyata? Ini kah sosok aslinya? dengan kecerobohannya, mulut pedasnya, dan ukuran tubuhnya, ia meyakinkan bahwa kris sudah kehilangan akalnya. Ia pikir wanita itu akan sopan, anggun, dan bertubuh layaknya seorang model, tapi kenyataannya wanita itu tetap terlihat pendek walau memakai heels sekalipun.

 

 

“Kalian kenapa ribut-ribut?” Panik jessica ketika sudah berada disamping kris.

 

 

“Baekhyun?” Lagi, jessica orang kedua setelah kris yang terkejut akan kehadiran lelaki itu.

 

 

Sekarang giliran taeyeon yang mengerutkan alis mendengar nama lelaki itu. Inikah sepupu kris?lelaki yang selalu dibanggakan jessica? Cih, apa yang harus dibanggakan dari lelaki ini? Kemapanannya? Taeyeon tak yakin lelaki bermulut besar,sombong, dan kurang ajar seperti ini adalah seorang calon pemimpin perusahaan.

 

 

 

Jessica memeluk baekhyun lalu kembali menatap taeyeon, “heh, wae geurae?” Tanya Jessica menyadari wajah taeyeon yang kusut bukan main. Wanita itu masih tak bisa membalas, ia hanya diam.

 

 

Kris melipat kedua tangannya ke dada, ingin menyelesaikan masalah ini secepatnya.

 

 

 

“Baekhyun,kau tadi menyebut taeyeon pelayan eoh?” Ucap kris meminta penjelasan baekhyun.

 

 

 

Baekhyun mengangguk, menyadari kesalahannya, “Nde, tapi itu bukan salah ku karena siapa suruh dia memakai baju yang berbeda dengan tamu lain dan malah senada dengan para pelayan. Bahkan aku yang jauh-jauh dari jepang saja membela-belakan membeli jas berwarna like a gray sesuai dengan dress code yang sudah kalian tentukan, dipesan khusus, tapi sialnya ia menumpahkan minuman kejas ku”

 

 

Jessica dan kris melirikkan matanya ketaeyeon.

 

 

“Aku tak sengaja dan sudah minta maaf! tapi dia saja yang berlebihan dan mengataiku macam-macam!” Bela taeyeon tak terima.

 

 

“Itu karena-”

 

 

Ucapan pembalasan baekhyun terhenti ketika kris lagi-lagi memerintahkan keduanya untuk diam.

 

 

“Kalian hanya salah paham” coba jessica ikut menghentikan pertengkaran itu.

 

 

“Ani, dia yang salah!” Seru taeyeon.

 

 

“Tapi kau yang lebih dulu” desis baekhyun lagi.

 

 

“Jinjja! Berhentilah saling menyalahkan, karena kalian berdua sama-sama salah.” Kesal kris layaknya seorang pemimpin yang sangat tegas.

 

 

“Tapi”

 

 

“Berhenti bertengkar dan saling bermaafan sekarang juga” sambung kris.

 

 

Taeyeon dan baekhyun saling menatap benci. Dosa apa taeyeon jadi bisa bertemu dengan lelaki ini huh?

 

 

Jessica menatap keduanya yang masih diam dan terlihat saling menahan amarah masing-masing. Kris menghela nafasnya, “berjabat tangan atau kalian berdua kami usir dari sini!”

 

 

Ketiga orang disitu menatap kris tak percaya akan ucapan yang sepertinya tak main-main itu.

 

 

Taeyeon membuang pandangnya, tak sudi bila ia harus saling bermaafan dengan lelaki itu. Dan tak berbeda dari baekhyun, ia juga tak mau berjabat tangan dengan wanita itu. Sangat ogah.Tapi matanya menyadari semua mata yang memandangnya. Bahkan paman wu ikut memperhatikannya dari jauh. Baiklah, demi nama baiknya ia harus mengenyampingkan rasa gengsinya.

 

 

Tangan baekhyun pun terulur kedepan taeyeon. Menunggu jabatan dari wanita itu sangat begitu terpaksa.

 

 

“Mianhe!” ucap baekhyun malas.

 

 

Kris dan jessica yang menyaksikan kedua orang itu ingin sekali mengeluarkan senyum mereka. Tapi mereka harus berakting layaknya pasangan pengantin yang kesal karena acara spesialnya seakan dihancurkan oleh pertengkaran taeyeon dan baekhyun.

 

 

“Maafkan karena aku telah menyangka kau adalah pelayan dan mengataimu bodoh”

 

 

“….”

 

 

Taeyeon tetap tak menghiraukan lelaki itu, ia masih membuang muka, seakaan tak mendengar maaf baekhyun.

 

 

“Yeon, maaf atau usir?” Ucap jessica menyenggol lengan kiri taeyeon. Taeyeon menatap jessica dengan berdesis.

 

 

“Unnie,kau tega padaku?” Gumam taeyeon yang entah kenapa saat itu memanggil jessica dengan panggilan kakak, ya ia memang memanggil jessica dengan kata unnie bila ia sedang memiliki permintaan, sangat pintar.

 

 

“Ya sudah kalau kau tak mau, tidak ada ruginya bagiku. Setidaknya aku tidak ikut di usir bukan?” ucap baekhyun sembari ingin menarik kembali tangannya, tapi dengan cepat taeyeon menahannya. Ia menjabat tangan baekhyun. Ia tak mau diusir dari pernikahan kakaknya sendiri!

 

 

“Aku mau!” Ucap taeyeon pelan.

 

 

Wanita itu mengambil udara sebelum berkata lagi, “Maaf karena aku telah menabrak dan membuat jas mu kotor” ucap taeyeon penuh dengan ketidak ikhlasan, itu bukan salahnya,itu salah baekhyun yang tak menghindar.

 

 

Baekhyun menatap tangan yang menjabat tangannya sekarang, matanya pun tak luput memandang wajah taeyeon yang masih tak menatapnya. Sepertinya ia harus memberikan sebuah pengecualian dari semua ucapan kris tentang taeyeon yang ia bantah. Wanita ini ternyata memang cantik, wajahnya yang seperti anak kecil dan lesung pipit disudut bibirnya membuat siapa saja tak bosan untuk menatapnya, bahkan rambutnya yang tergerai indah itu sempat membuat baekhyun terkesima beberapa detik sebelum ia menggeleng cepat ketika taeyeon menarik tangannya.

 

 

“Jes,ayo masuk.” Ajak taeyeon cuek menarik jessica kedalam.

 

 

Meninggalkan kris dan baekhyun berdua.

 

 

“Baekhyun,lebih baik kita ganti jas mu, aku mempunyai jas cadangan dikamar” seru kris menghentikan tatapan baekhyun pada taeyeon, lelaki itu mengangguk dan mengikuti kris. Tidak baekhyun, wanita sangar seperti itu tak perlu dikagumi!

 

 

 

*

 

 

 

Suara musik yang menyejukan hati siapa saja itu beberapa kali diputar bergantian dengan judul yang berbeda diruangan besar itu. Malam sudah tiba, mereka telah melakukan kata sambutan untuk pengantin dan sekarang tiba lah saatnya untuk berdansa.

 

 

Taeyeon yang duduk dibangkunya menatap jessica yang sudah berganti baju berdansa sangat romantis dengan suaminya sekarang. Ia juga beberapa kali mengalihkan pandangannya pada para tamu yang juga berdansa ditengah ruangan itu,tentu saja semua dengan pasangannya.

 

 

Wanita menghela nafasnya, cemburu?ingin juga? Ya ia ingin tapi bukan dengan lelaki lain seperti para teman-teman lelaki yang menawarkan dirinya tadi. Ia hanya ingin berdansa dengan..

 

 

“Tak ikut berdansa?”

 

 

Taeyeon menoleh kearah lelaki yang menarik kursi dan duduk disamping taeyeon sambil memandang kearah lantai dansa.

 

 

“Mereka sangat romantis,aigoo” seru baekhyun terlihat melebih-lebihkan

.

 

“Siapa yang menyuruhmu untuk duduk disampingku?” Tanya taeyeon menatap baekhyun datar,tak punya ekspresi sama sekali.

 

 

Baekhyun menolehkan kepalanya, “kau pemarah sekali”.

 

 

Taeyeon memejamkan matanya, tak ingin melawan lelaki itu, ia pun terpaksa diam dan kembali menatap pasangan-pasangan yang sedang berdansa didepan matanya.

 

 

Tapi diam wanita itu tak berlangsung lama ketika ia risih saat merasakan baekhyun seakan terus-terusan memandangnya.

 

 

“Ada apa? kenapa memandangku terus?” Tanya taeyeon to the point, ia tak mengerti dengan lelaki jadi-jadian disampingnya itu, tadi berlagak sebagai lelaki yang jagoan sekarang tiba-tiba berubah menjadi seperti lelaki yang..apa ia boleh mengatakannya sebagai lelaki perayu?

 

 

“Mau berdansa dengaan ku?” Tawarnya membuat taeyeon menyerngitkan dahi, lelaki ini gila. Pikirnya.

 

 

“Ayolah taeyeon-shi, aku tau kau ingin sekali berdansa ditengah sana.” Ucap baekhyun lagi yang secara tidak langsung telah menghina wanita itu, dan taeyeon bisa merasakan kalau ajakan lelaki itu bukanlah sebuah ketulusan.

 

 

Taeyeon memutar matanya, “Tidak bersama mu!” Tukas taeyeon pendek dan terdengar kejam.

 

 

Baekhyun tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya, “lalu bersama siapa? hantu?” Ucap lelaki itu tau taeyeon tak memiliki kekasih, dari siapa?ya siapa lagi kalau bukan kris

 

 

 

Lelaki itu seakan kembali membuat taeyeon naik darah, tapi tidak, taeyeon ingin bersikap anggun dan biasa saja, ia tak mau bertengkar kedua kalinya disini.

 

 

“Ya siapa lagi kalau bukan kekasih ku?” Ucap taeyeon pamer.

 

 

“Ck,kekasih?kalau kau mempunyai kekasih kenapa masih sendiri huh?”

 

 

Taeyeon mengigit bibir bawahnya, sebal, apa yang harus ia jawab? Tanpa ia duga, ponsel yang sedari tadi ada di tangannya bergetar. Taeyeon pun lalu memeriksa siapa yang menelponnya sekarang. Mata baekhyun pun tak lepas ikut memperhatikan tingkah taeyeon.

 

 

Ide yang bagus, pikir taeyeon setelah memikirkan rencana yang pasti akan mengalahkan telak lelaki didepannya.

 

 

“Hallo” Taeyeon seakan sengaja mengangkat telepon itu dihadapan baekhyun dan berbicara lebih nyaring tentunya.

 

 

“Taeyeon, kau dimana?” Tanya seorang yang tersambung dengan taeyeon itu.

 

 

“Masih diacara,kenapa? kau kesini bukan?” Ucap taeyeon seraya mencuri pandang pada baekhyun.

 

 

“Mianhe,sepertinya aku tak bisa datang. kau tau,aku harus praktek sampai larut malam” sesal penelpon itu.

 

 

Taeyeon menghela kecewa, ingin marah tapi ia juga tidak bisa mneyalahkan jadwal sibuk lelaki itu bukan? “Jinjja?kau ada praktek?hmm,ya sudahlah tak apa-apa,”

 

 

Baekhyun menatap taeyeon datar, tertarik tapi tak ingin menampikannya.

 

 

“Kau benar tidak apa-apa?”

 

 

“Ani, gwenchana.”

 

 

“Kau yakin?aku benar-benar minta maaf yeon dan tolong sampaikan salamku pada jessica dan kris ya?oh ya, mau bertemu lusa?sebagai perminta maafan ku?”

 

 

Taeyeon tertawa kecil, “baiklah,tapi aku yang menentukan tempatnya arra?”

 

 

“Tentu saja!”

 

 

“Baiklah, ya sudah, bekerjalah kembali,hati-hati saat pulang nde?annyeong” Senyum taeyeon penuh ketulusan diakhir ucapannya.

 

 

“Tentu saja, cerewet. Annyeong” balas penelpon itu lalu menutup telponnya.

 

 

“Ya kenapa tak ditutup?” Ucap taeyeon mencoba untuk berakting, walau penelpon itu sudah memutus sambungannya, taeyeon masih menempelkan handphonenya. Mencoba menarik perhatian baekhyun.

 

 

“Hahaha, nde, I love you too”

 

 

“Bye!” Seringai taeyeon mengakhiri tambahan manis sebelum ia mematikan handphonenya.

 

 

Baekhyun yang tau bahwa taeyeon menyadari kalau ia sedari tadi memperhatikan wanita itu kembali menjauhkan pandangannya. Cih, pamer sekali.

 

 

Taeyeon berteriak dalam hati sekarang, enyahlah kau para manusia yang meremehkan masalah statusku!batin taeyeon tak peduli dengan cara gilanya.

 

 

“Kekasih ku tak bisa datang, apakah kau mau berdansa dengan ku?kau tampak sendirian menatap lantai dansa, mana kekasih mu?” Tanya taeyeon beruntun pada baekhyun. Wanita itu berasa menjadi pemenang sekarang.

 

 

“Sayang sekali sampai saat ini kau masih tidak memiliki kekasih baekhyun-shi” geleng taeyeon menepuk pundak baekhyun,merasa kasihan dan dengan bangga beranjak menjauhi lelaki yang masih diam tak dapat membalas ucapan taeyeon.

 

 

Lelaki itu menoleh sebentar menatap taeyeon yang berjalan kearah teman-temannya. Lalu kembali memposisikan tubuhnya bersandar dibangku itu sambil memandang kris dan jessica yang masih berdansa sangat bahagia.

 

 

“Seandainya kau ada disini krys.” lirih baekhyun menutup matanya, mencoba menahan rasa sakit yang kembali terasa dihatinya, menahan buliran airmata untuk tak memenuhi pelupuknya.

 

 

 

—–

 

 

 

 

“Terimakasih pak atas waktunya” Baekhyun menjabat tangan seorang lelaki paruh baya dihadapannya. Ia baru saja menyelesaikan salah satu bahan skripsi akhirnya sekarang dengan mencoba mencari informasi berbagai macam perusahaan sukses diseoul.

 

 

Baekhyun keluar dari rumah makan dimall terbesar diseoul itu, ya narasumbernya kali ini adalah seorang pengusaha yang sangat sederhana sehingga ketika ia ingin berkonsultasi,baekhyun tak perlu ke restoran mewah bintang lima. Baekhyun yang berjalan santai dimall itu dan ingin segera kembali kehotel itu pun memicingkan matanya menatap lelaki yang sedang duduk sendiri disalah satu cafe coffe.

 

 

“Kris..” Senyum baekhyun saat lelaki itu mengenalinya dan memanggil baekhyun.

 

 

“Sedang apa kau disini?” Tanya baekhyun memberikan jabatan sebelah tangan lalu duduk dibangku kosong didepan kris.

 

 

“Jessica minta temani kesalon, dan aku benar-benar tak kuat berada diruangan penuh para wanita itu” hela kris.

 

 

“Kau benar-benar suami yang baik hati ya?”, Kekeh baekhyun.

 

 

“Kau mau minum apa?pesan lah sesukamu” balas kris merasa tersanjung.

 

 

Baekhyun tertawa, “jogiyo,tolong satu cappucino” Pelayan yang mendengar pesanan baekhyun mengangguk.

 

 

“Kau sendiri disini sedang apa hyun?tumben pergi kemall sendiri?mencari kekasih?” Tanya kris sembarang.

 

 

Baekhyun mengangkat bahunya, “mungkin.”

 

 

Kris tersenyum simpul lalu teringat satu hal, “ah ya,baekhyun bagaimana dengan taeyeon?”

 

 

“Taeyeon?sahabat jessica?wanita gila itu?” Ulang baekhyun dengan sebutan berbeda-beda. Nada bicaranya seakan mengatakan bahwa ia tak begitu tertarik.

 

 

“Gila-gila tapi cantik bukan?” Goda kris.

 

 

Baekhyun berdecak, “mianhe hyung. Sepertinya dia bertolak belakang dengan tipe gadis idealku”

 

 

“Wae?”

 

 

“Wanita cuek dan penuh dengan perkataan ganasnya?aku tidak bisa”

 

 

“Mungkin hanya karena pertemuan awal yang kurang tepat byun, aslinya dia adalah orang yang baik ” coba kris untuk kembali memberikan sugesti pada baekhyun.

 

 

Lelaki itu menggeleng sambil menyeruput cappucino yang baru diantar pelayan tersebut, mana bisa ia menyukai wanita yang sudah mempunya kekasih bukan?

 

 

“Tapi tetap saja walau aku sudah minta maaf,dan mencoba baik, ia tetap saja tak bisa aku dekati,bahkan untuk mengobrol saja harus menguras emosi.”

 

 

Kris menghela nafasnya, mengerti akan pilihan lelaki itu dan ia tak bisa memaksanya, “baiklah jika itu maumu..”

 

 

Drrt. Drrt

 

Bunyi hanpdhone kris yang berada diatas beberapa majalah dimeja itu berbunyi, kris segara mengangkatnya.

 

 

“Nde,yeobo?sudah selesai?aissh arra.arra cerewet. Nde,tunggu” sungut kris sambil menutup telponnya, baekhyun yang menyandarkan tubuhnya dikursi panjang empuk itu menatap kris sambil menyeruput lagi minumannya.

 

 

“Jessica?”

 

 

“Siapa lagi?” Hela kris.

 

 

“Baekhyun,aku pergi dulu ya. Jessica benar-benar membuatku hampir gila beberapa hari ini, bye.”

 

 

Baekhyun tersenyum dan mengangguk, “Salam untuk noona”

 

 

Kris mengacungkan jempolnya dan membayar minuman kedua orang itu dikasir sebelum ia pergi dengan diiringi tatapan baekhyun.

 

 

Lelak itu pun beralih mengambil handphonenya, mengecek lagi apakah pesuruhnya sudah mendapatkan tiket penerbangan tercepat ke jepang.

 

 

Dukk..

 

 

Baekhyun ternganga saat tiba-tiba seorang wanita duduk disampingnya lalu mengambil majalah besar didepannya. Menutupi wajahnya mati-matian.

 

 

“Mianhe-“, ucap baekhyun binggung ketika wanita itu duduk semakin mendekat padanya, siapa wanita ini?

 

 

“Sstt!Diamlah..” Mohon wanita itu sambil menundukkan kepalanya. Entah kenapa, baekhyun mengikuti permintaan wanita itu. Ia membungkam mulutnya dan berakting seolah ia sedang duduk bersama temannya saat ia bisa melihat beberapa orang pria bertubuh besar lewat didepannya seakan mencari seseorang. Baekhyun beberapa kali menatap wanita yang terlihat ketakutan sambil memejamkan matanya. Wanita ini kah yang dicari para lelaki itu? Batin baekhyun.

 

 

“Syukurlah..” Wanita itu menghela lega saat matanya yang mengintip dari cela majalah bisa memastikan para pria yang mengejarnya itu sudah menjauh. Ia menyenderkan kapalanya, benar-benar lelah untuk selalu menghindar seperti ini.

 

 

“Hei, kau?”

 

 

Wanita itu kembali teringat satu hal, ia, saking sibuknya bersembunyi dari para bodyguard yang disewa ayahnya itu jadi lupa bahwa ia telah duduk dikursi orang lain yang tak ia kenal dengan seenaknya. Ia pun menatap baekhyun yang mengerutkan dahinya sangat binggung dengan senyum canggung, ia benar-benar malu dan merasa tak enak hati.

 

 

“Ah,mianhe aku tak-” maaf wanita itu terpotong saat baekhyun kembali menyuruh wanita itu untuk kembali menutupi wajahnya dengan majalah. Bahkan wanita itu sempat terkaget-kaget.

 

 

“Diamlah mereka datang lagi” seru baekhyun dekat sekali dengan wajahnya. Wanita itu sempat terlena dengan ketampanan lelaki didepannya.

 

 

“Mereka ada dimana?” Bisiknya setelah sadar bahwa sekarang bukan saatnya untuk menggagumi wajah sempurna lelaki itu

 

 

“Dimana nona berada?kalian cari lagi!”

 

 

Wanita itu membulatkan matanya saat mendengar suara paman han dekat sekali dengannya, jangan sampai aku tertangkap untuk kali ini saja, tolong aku tuhan!

 

 

“Ada didepan kita” balas baekhyun saat seorang pria yang ia pastikan adalah pemimpin dari beberapa pria lain itu duduk dibangku kedua setelahnya.

 

 

Baekhyun menatap wanita itu sedikit bergetar dan terlihat sangat ketakutan, ia pun merasa tak bisa diam saja tanpa bertindak.

 

 

“Ikut lah denganku” Tanpa wanita itu sangka,baekhyun berdiri dan meminta wanita itu untuk mengikutinya. Wanita itupun refleks melepas majalahnya.

 

 

“Ya itu nona!” Teriak salah satu pria yang mengenali majikannya itu.

 

 

“Lari!” Baekhyun tanpa berpikir dua kali lagi menarik sebelah tangan wanita untuk digenggamnya dan membuat wanita yang sedari tadi berjalan sangat lambat akhirnya ikut berlari bersama baekhyun.

 

 

“Haruskah kita berlari seperti ini dimall?” Malu wanita itu masih bisa bergumam sambil menutup wajahnya malu karena ia dan lelaki itu sudah menjadi pusat perhatian dimall itu.

 

 

Baekhyun tak mengindahkan wanita itu, entahlah ia seakan ingin membantunya, bahkan langkah cepat lelaki itu semakin menjadi-jadi saat ia masih bisa melihat para pria itu mengejarnya.

 

 

“Huh..huh..huh” wanita itu menata nafasnya yang seakan habis. Benar-benar baru pertama kali in ia bisa lari secepat ini dan dengan sebuah background tempat yang tidak biasa tentunya.

 

 

“Mereka sudah hilang.” hela baekhyun setelah ia bisa memastikan para pria yang mengejar mereka sudah pergi. Ia pun bersandar didinding sambil mengusap wajahnya ikut kehabisan nafas.

 

 

“Tuan,” ucap wanita itu menatap lelaki yang ada disampingnya setelah mengatur nafasnya. “Gomawo” sambungnya benar-benar berterima kasih.

 

 

“Huh?”

 

 

“Yoon bomi” wanita itu menjulurkan tangannya sambil mengenalkan namanya. Ia tersenyum canggung

 

 

Baekhyun yang beberapa saat sempat terdiam menatap wanita itu, tersenyum lalu menggeleng dan membalas wanita itu,”Byun,baekhyun.”

 

 

 

-to be continue-

 

 

Gimana?tertarik gak buat chapter kedua?eitts sebenarnya ini belum keinti cerita sih,soalnya kan masih FI gitu, nanti kalo ngak di chapter 2 atau 3 baru muncul deh itu alur cerita sesungguhnya. Oh iya sorry ini kok ngak ada sehunnya ya?tenang sehun bakal banyak dichapter nanti, disini? Ada kok sehunnya tapi tebak sendiri dong sehun ada dimana hihi :3 yuk komentarrr dong jangan dianggurin 😦 lebih banyak dari teaser bisa kali ya komentarnya hehe janji deh chapter 2 bakal menguras hati dan perasaan ceilahh haha and then sorry for failed comedy yang aku bikin,emang sih kayanya aku lebih prefer buat bikin yang sedih-sedih dari pada lucunya hiks. Comment below guys secuil juga ngak papa kok :*

Advertisements

45 comments on “[FREELANCE] On Demand chapter 1 (First Impression)

  1. sejujurnya aku masih gak ngerti sama alur ceritanya sih .. (mungkin karena masih chap 1 kali ya)
    but cerita keren kok !! dan ngomong ngomong disini siapa yang ditelepon Taeyeon itu ?
    SeYeon?BaekYeon?
    see you in chap 2^^
    FIGHTING!!

  2. Koq aku berasa bc ff jessica ya drpd TY.. mian thor td aku skip pas Jess. cm bc yg bgian taeng cz aku kurang fell sm ff yg lain.. hehehe

  3. kenapa harus ada boomi sih thor?
    tapi juga ga apa2 deh,,,
    trus yang di telpon sama tae eonni t siapa thor?
    sehun atau siapa thor?
    next chapter ditunggu…. 🙂
    Fighting…. 😉

  4. keren thor ff nya. tp masih rada bingung sm jalan ceritanya. Sehun yg nelpon sm taeng ya ? Knp harus bomi thor ? knp ? Knp ?
    Ditunggu kelanjutannya. Fighting!^^

  5. Daebak thor!! Ditunggu ya next chapter nyaa thorr kangen nih sama season 5 nyaa:'( thor sering sering buat ff oneshoot dong cast nya baekyeon / lutae. Ff buatan author keren semuaaa:( feel nya dapet

  6. msh bingung…
    tpi daebak thor!
    siap yg nelepon taeng? sehun yaa?
    yah… aku kurang suka ama yoon bomi disini!
    next chap banyakn baekyeon nya y thor!
    keep writing and fighting!!!^^

  7. suka banget thor, yeonsic moment nya itu loh greget bangeeet. Iri deh. Next thor. Harus pokoknyaa^^ 12 season nya juga lanjut ya thor^^

  8. kenapa harus ada yoon bomi? aku bener” gak suka kalau dia ada -_-
    TaengSic!!!!!!!! momentnya itu suka banget!!!^^
    FFnya aku suka^^ tapi ada kurangnya.. lebih tepatnya d cast -_-

    Updatesoon!Hwaiting!!! ><

  9. Pertemuan pertama baekhyun sma taeyeon bukannya romantis malah bertengkar :v tpi nggak papa dri pada romance aja nggak asik XD byun baekhyunnn jangan smpe jatuh cinta k bomi yaa!! Awas aja kalo smpe suka sama si bomi >< update soon yaa,baekyeon momentsnya di perbanyaknya kalo bisa XD fighting!^^

  10. Waaaaaaa ff nya bagus thor . Kenapa harus ada boomi -_- tapi rapopo kok thor
    Yang teleponan sama taeng siapa thor?? Seyeon?apa baekyeon?
    Oh ya ditunggu juga yang 5 season thor .
    Ditunggu ya thor next chapter . FIGHTING!!

  11. Waaaaaaa ff nya bagus thor . Kenapa harus ada boomi -_- tapi rapopo kok thor
    Yang teleponan sama taeng siapa thor?? Seyeon?apa baekyeon?
    Oh ya ditunggu juga yang 5 season thor .
    Ditunggu ya thor next chapter . FIGHTING!! :))))))

  12. Waaaaaaa ff nya bagus thor . Kenapa harus ada boomi -_- tapi rapopo kok thor
    Yang teleponan sama taeng siapa thor?? Seyeon?apa baekyeon?
    Oh ya ditunggu juga yang 5 season thor .
    Ditunggu ya thor next chapter . FIGHTING!! :)))))) i

  13. Knp harus ada bomi thor?’-‘ doh aku gasuka klo ada cast itu :v sehun pacar (pura2) nya taeng? Wkwk cuma nebak. Kalo aku saranin thor, sudut pandangnya jangan macem2 gini. Kdg menceritakan jessica, baekhyun. Bukannya harusnya taeng sbg pelaku utama, paling gak orang ketiganya lah. Oke cpt lanjut ya thoor

  14. udah seneng” ada BaekYeon moment ..
    tapi knp tiba tiba ada bomi :’
    aah thor jadi potok nih :’ tanggung jawab thor 😥 *drama mode*
    yaa gapapalah FFnya keren thor ><
    next thor 🙂 (y)

  15. ihhh knpa harus ada boomi sih????
    ga suka deh sma boomi…

    lnjut ya thor, banyakin moment baekyeon sma seyeon nya ….

    figthing!!!

  16. jujur thor aku baca pas ada bominya jijik sendiri -_- apa gk bisa d ganti ya?? mian juga ya thor baru banget sempet baca abis gk sempet.. jujur aku suka sama alurnya tapi… yasuda lah terserah authornya aja.. keep writing ya..!!!

  17. Iiih ff baekyeon+bomi -_-
    Ini sebenernya kl main castnya taeyeon, knp krisica nya bnyk bgt di awal-_-
    Tp nice thor, bahasanya rapi, suka ceritanya, suka lah

  18. Ih ada boomi-,- gak suka. Pokoknya baekhyun harus sama taeyeon ya thor hehehe. Oh iya, mau saranin ini terlalu banyak sudut pandangnya. kalo bisa taeyeon aja yang diceritain lebih jelas di ff ini. FF buatanmu bagus thor! bahasanya rapi:3 aku sukaak hihi. Oke next to chapter 2 !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s