Mystery – Chapter 2

Mystery – Chapter 2

mystery-ff-cover

Title : Mystery – Chapter 2

Author : Oh Eun Hye (Sparkpiglets3)

Rated : T+ (PG-17)

Genre : Mystery, Horror, Supranatural, Gore

Length : Multi-Chapter

Main cats : SNSD Taeyeon, SNSD Jessica, SNSD Tiffany, EXO Luhan, EXO Kris, EXO Chanyeol

Support cats : you will find other cats in the story

Disclaimer : all the main cats in this story don’t belong to the author. The author is only entitled to the story belongs to the author who in import directly from my brain.

Author note’s : typo (s) scatted. For those who don’t like the cats here in, please don’t vilify or bash the cats! Author never allow to anyone plagiarism for this Fanfiction. And remember to give a comment. Don’t be a silent readers.

Warning : bagi siapapun yang memiliki phobia pada pembunuhan, ku harap dapat segera meninggalkan FF ini. Aku sudah memperingatkan dan harap cek rate juga genrenya. Apabila ini di abaikan, resiko di tanggung penumpang.

Thank’s to : loyalslatte (http://exosupergeneration.wordpress.com) for amazing poster

 

“Sica.. lihat! Lukisan itu!”

“Astaga!”

 

Jessica menjerit tertahan karena melihat ke arah lukisan yang di tunjuk Taeyeon. mereka sampai mundur beberapa langkah. Sampai tak sengaja menabrak punggung Chanyeol.

 

“Wae? Kalian terlihat ketakutan.” tanya Chanyeol. Jessica dan Taeyeon sontak bersamaan memandang Chanyeol dengan pandangan ketakutan.

“Chanyeol, lukisan itu.” tunjuk Taeyeon. tapi, Chanyeol tak melihat apapun. Begitu juga dengan Tiffany. Tapi, tidak untuk Luhan dan Kris. Karena mereka memang memiliki kelebihan.

“Ada apa dengan lukisan itu? Biasa saja.” Sahut Chanyeol.

“Tapi―”

“Bisakah kita ke kamar segera? Aku lelah.”

 

Semuanya sontak memandang pada Luhan yang sedang menguap. Raut lelah tercetak jelas pada wajahnya. Luhan benar. Mereka pasti lelah setelah menempuh perjalanan jauh. Chanyeol menangguk.

 

“Baiklah. Luhan, aku, dan Kris akan sekamar. Dan Taeyeon, Jessica, juga Tiffany akan sekamar. Kamar kalian berada di depan kamar kami. Ini kuncinya.” Ucap Chanyeol sambil menyerahkan sebuah kunci pada Taeyeon. Mereka hanya mengangguk.

 

 

Taeyeon, Jessica, dan Tiffany segera menghambur pada kasur masing-masing. Karena memang kamar ini memiliki 3 kasur. Beruntung sekali.

Tiffany mengipas-ngipasi lehernya kegerahan. Taeyeon masih sibuk memejamkan matanya. Sedangkan Jessica sibuk dengan alam mimpinya.

 

“Taeyeon, kau tidak ingin mandi? Apa tidak gerah?” tanya Tiffany.

Taeyeon membuka matanya dan menatap Tiffany. “Kau duluan saja. Aku akan menyusul mu.” Ucap Taeyeon.

Tiffany menangguk. “Baiklah.”

 

Taeyeon masih tetap berbaring. Ia benar-benar lelah. Padahal di perjalanan ia hanya tidur. Ia juga merasakan kalau pinggangnya sedikit sakit. Seperti habis tertekuk. Entah karena apa.

Jessica terlihat gelisah dalam tidurnya. Beberapa kali Taeyeon melihat Jessica seperti mengernyit dan mengenggam seprai kasur miliknya. Sepertinya Jessica mengalami mimpi buruk. Taeyeon mencoba membangunkan Jessica.

 

“Sica… Sica..”

“Euuughh… a-andwee.. eugh! J-jangan mendekat…” sepertinya Jessica mengigau. Taeyeon mengguncang bahu Jessica agar Jessica terbangun.

“Sica.. irreona. Ya! Sica, irreona.”

“AH! ANDWEEEE!” dan Jessica sukses terbangun dan terbangun. Nafas Jessica terengah-engah dan berkeringat dingin. Taeyeon menatapnya heran.

“Sica, wae? Apa yang kau mimpikan?” tanya Taeyeon.

Jessica menatap Taeyeon dengan pandangan cemas dan takut. “Taeng, aku merasakan sesuatu akan terjadi pada kita, sebentar lagi. Aku bermimpi kita di serang oleh seseorang. Tapi, aku tak bisa melihat jelas, itu siapa.” Ucap Jessica.

Taeyeon memeluk Jessica. “Tenanglah. Kita akan baik-baik saja di sini. Oke, tenang.” Ucap Taeyeon.

“KYAAAAA!” teriakkan keras terdengar dari kamar mandi. Taeyeon dan Jessica saling berpandangan sesaat. Bukankah Tiffany ada di dalam kamar mandi?

 

Taeyeon dan Jessica dengan segera menggedor pintu kamar mandi Tiffany dengan keras. Para namja dengan tiba-tiba datang. Menatap heran pada Taeyeon dan Jessica yang masih menggedor pintu kamar mandi.

 

“Ada apa ini?” tanya Chanyeol.

Taeyeon menatap Chanyeol dengan pandangan panic. “Fany, Chan. Fany berteriak dari dalam kamar mandi. Dia memang sedang mandi dan cukup lama berada di kamar mandi.” Ucap Taeyeon. Jessica sendiri sudah mulai berkaca-kaca. Chanyeol terbelalak mendengar ucapan Taeyeon. Begitu juga dengan Luhan dan Kris.

 

BRAK! BRAK! BRAK!

CLEK!

 

Chanyeol dengan sekuat tenang segera mendobrak pintu kamar mandi. Dengan 3 kali hantaman tubuh besarnya, pintu kamar mandi segera terbuka. Semuanya terbelalak kaget saat melihat Tiffany terkapar tidak sadarkan diri. Untungnya ia sedang memakai baju mandi.

Di sekitar kamar mandi itu terdapat beberapa bercak darah. Entah datang dari mana darah itu. padahal Tiffany tidak terluka. Tapi, sebuah memar di leher dan juga di pergelangan tangannya. Chanyeol segera mengangkat Tiffany dan membawanya ke atas tempat tidur.

Semuanya di liputi rasa cemas. Ini sudah sejam semenjak mereka menemukan Tiffany terkapar. Tapi, Tiffany tidak sadar-sadar dari pingsannya. Jessica dan Taeyeon dari tadi sudah menangis.

Luhan mengedarkan pandangan ke segala arah. Mengernyit saat dirinya menyadari ada sesosok bayangan hitam di balik jendela. Luhan mencoba menajamkan pandangannya. Dan benar, sosok hitam itu berada di balik jendela. Luhan memiringkan kepalanya. Siapa dia?

Luhan menyikut Kris yang berada di sebelahnya. Kris melempar pandangan tanya pada Luhan. Luhan menunjuk sosok itu dengan dagunya. Dan seperti dugaannya sebelumnya, Kris akan terkejut.

Kris bangkit dan berjalan menghampiri jendela itu. Membuka tirainya. Tapi, tak ada apapun di sana. Kris sedikit heran. Untuk meyakinkan, Kris membuka jendelanya. Sepi. Tak ada apapun yang di lihatnya. Dengan mata lahir maupun kemampuan mata batinnya. Kris menggeleng. Dengan segera ia menutup jendelanya dan juga tirainya.

 

“Ada apa, Kris?” tanya Jessica saat Kris kembali duduk.

“Tidak. Hanya memastikan sesuatu.” Sahut Kris datar.

“Kenapa Fany tidak bangun-bangun juga?” keluh Taeyeon. tangannya memegang erat tangan kanan Tiffany.

“Mungkin saja ia tertidur. Ini sudah malam. Dan kita pasti kelelahan karena perjalanan ini. Sebaiknya, kita istirahat. Bukankah, kita akan berjalan-jalan mengitari pulau ini besok, kan?” celetuk Luhan.

 

Semuanya menatap Luhan. Tapi, Luhan memang ada benarnya. Sebaiknya mereka segera istirahat. Tiffany mungkin akan segera terbangun besok.

 

 

Seperti biasanya. Sebuah cobaan jika ingin membangunkan Jessica, Luhan, dan Kris. Karena mereka tidur layaknya orang mati. Taeyeon, Chanyeol, dan Tiffany ―yang syukurnya sudah tersadar tapi terlupa akan kejadian yang menimpanya semalam― seperti sedang membangunkan mayat.

 

“Astaga, mereka memang kompak jika urusan tidur begini. Susah sekali.” Keluh Chanyeol.

“Aku menyerah membangunkan mereka.” sahut Tiffany.

Taeyeon mendapat ide. “Bagaimana kalau kita kerjai saja mereka. Begini, Jessica takut pada timun, kan? Lalu Luhan sangat tidak suka jika di panggil ‘Ssan namja’. Dan Kris, bukankah ia begitu menyayangi boneka aneh miliknya? Kalian mengerti maksud ku, kan?” ucap Taeyeon sambil tersenyum evil pada Tiffany dan Chanyeol.

“Ide bagus, Taeng-ah. Sebaiknya kita mulai dengan Jessica.” Ucap Tiffany dengan senyum jahil. Segera mereka mengambil timun di dapur. Sungguh beruntung mereka mendapatkannya. Maka mereka bergegas menuju kamar Jessica, Taeyeon, dan Tiffany.

 

Jessica masih saja tertidur sambil memeluk gulingnya erat. Ketiga orang itu memutar bola matanya. Taeyeon dan Tiffany segera mendekati ranjang Jessica. Lalu mereka meletakkan timun temuan mereka dan meletakkannya bersama dengan guling Jessica. Jadi, Jessica otomatis akan memeluk timun itu juga. Dan mereka hanya cukup menghitung sampai 3.

 

“Hana, dul, set.”

“KYAAAA!!!! TIMUUUUN! JAUHKAN DARI KUUUU!”

 

BRAK!

 

Ketiga manusia pelaku keributan ini hanya bisa tertawa dengan hebat betapa menggelikannya Jessica saat heboh sendiri. Sampai ia melempar timun tidak berdosa itu sampai membentur tembok. Dan sang timun tewas seketika (?).

Jessica menatap sengit pada ketiga manusia yang masih sibuk tertawa itu. tak perlu bertanya lagi, Jessica sudah tau kalau pelakunya adalah mereka. Dengan kesal, Jessica segera membawa sebuah guling dan berjalan menghampiri ketiganya yang masih tidak sadar akan raut mengerikan Jessica.

 

BLUG!

BLUG!

BLUG!

 

“Yaa!” teriak ketiganya. Jessica hanya mendelikkan matanya.

“Bisakah kalian membangunkan orang dengan sopan.” Kesal Jessica.

“Kau tak akan merasakan bagaimana susahnya membangunkan seorang Jung Jessica.” Sahut Taeyeon sarkatis.

 

Jessica hanya berdecak kesal. Denga raut wajah tak enak di pandang, Jessica lantas segera berjalan menuju kamar mandi. Tak memperdulikan bagaimana gelaknya ketiga makhluk yang masih ada di kamarnya tertawa.

 

 

Ke enam sahabat itu akhirnya berjalan-jalan di sekitar pulau milik keluarga Park itu. Tentu saja setelah melewati masa-masa sulit dalam membangunkan raja tidur yang lain. Tapi, Taeyeon, Tiffany, dan Chanyeol beserta ide gila mereka sukses membangunkan Kris dan Luhan. Entah dengan cara apa, author pun tak tahu (?).

Dengan menyandang ransel masing-masing, mereka berjalan di sekitar pulau yang terlihat masih asri tersebut. Mata mereka yang biasanya selalu melihat kota beserta mobil dan polusi udara kini seperti terasa segar karena melihat betapa hijaunya pulau tersebut.

Tiffany yang berjalan urutan nomor 3 melihat sesuatu di balik semak. Dengan penasaran, Tiffany berjalan menuju arah semak itu dan menemukan seekor kucing manis berbulu hitam. Tiffany merasa kasihan pada kucing itu. Sepertinya kucing tersebut tidak makan karena tubuhnya yang kurus.

Ke-5 teman Tiffany yang lain hanya memandang heran pada kelakuan Tiffany yang berjalan menuju semak-semak dan keluar membawa seekor kucing manis berbulu hitam. Para yeoja mungkin akan memekik dengan gemas melihat kucing tersebut. Kecuali para namja. Terutama Kris dan Luhan yang memang merasa aneh dengan kucing tersebut.

 

“Astaga, lucu sekali kucing ini. Aigoo… dia sepertinya belum makan.” Ucap Taeyeon gemas sembari mengelus-elus lembut kepala kucing tersebut.

“Sepertinya aku membawa kotak susu tadi.” Ucap Jessica dan segera membongkar isi ranselnya. Matanya berkilat senang saat menemukan sebuah kotak susu. Segera ia merobek sedikit bagian atas dan meminumkannya pada kucing tersebut.

“Aigooo… dia semangat sekali. Apa ia sudah tak makan berhari-hari? Kasian sekali dia.” Ucap Taeyeon.

“Kalau begitu, kita rawat saja kucing ini. Bagaimana?” usul Tiffany.

“Ah, aku setuju Fany-ah. Kasian kucing ini jika ia tinggal di sini sendirian tanpa ada yang merawatnya.” Sahut Taeyeon menyetujui.

 

Tiffany segera mengangkat kucing itu ke udara dan bermain dengannya. Jessica dan Taeyeon yang tak ingin ketinggalan juga ikut bermain. Sedangkan para namja hanya menghela nafas malas akan kelakuan para yeoja.

 

“Ayolah, kita sedang berjalan-jalan. Bukan untuk bermain dengan kucing yang tidak jelas itu.” keluhan yang di keluarkan Luhan di amini oleh Kris dan Chanyeol.

Para yeoja menatap sengit pada namja. “YAA! APA YANG KAU KATAKAN RUSA SIALAAAN!” teriakkan yang melengking dari para yeoja itu membuat para namja segera menutup telinga mereka.

“Astaga, telinga ku berdenging.” Ucap Chanyeol sambil mengelus-elus telinganya.

“Baiklah, kalian boleh membawa serta kucing itu. Dengan syarat jangan biarkan dia membuang kotorannya dengan sembarangan.” Ucap Kris. Seketika para yeoja berbinar sambil menatap Kris.

“Jeongmal?”

“Hmmm…” anggukkan Kris membuat para yeoja berteriak keras.

“YIIIPPIEEEE!!”

 

 

“Dimana kita? Sepertinya kita tak pernah melewati ini sebelumnya.”

 

Celetukkan dari Taeyeon membuat semuanya tersadar. Saat ini mereka sedang dalam perjalanan pulang dari berjalan-jalan. Semuanya melihat ke sekeliling mereka. memang mereka merasa tak pernah melewati jalan ini sebelumnya. Sekeliling mereka juga berkabut. Sedikit membuat pandangan mereka terganggu.

 

“Apa kita bisa pulang? Perasaan ku mengatakan hal buruk.” Ucap Jessica.

“Apa yang kau katakan, Sica? Semua akan baik-baik saja.” Sahut Taeyeon.

 

Hening. Semuanya sama-sama terdiam. Hari mulai menggelap. Kabut yang mengepung mereka juga semakin pekat. Suara-suara binatang malam tak menambah suasana menjadi lebih baik. Tiffany bahkan sudah menggenggam tangan Chanyeol tanpa sadar dengan erat.

 

SREK!

SREK!

SREK!

 

Suara seperti kaki yang di seret membuat semuanya terkaget. Segera mereka menoleh pada sumber suara. Suara tersebut berasal dari semak-semak berjarak 50 meter dari mereka.

 

SREK!

“MIAW!”

 

Si kucing yang sedari tadi tidur mendengkur seketika terbangun. Meronta dalam dekapan Taeyeon dan segera melompat kabur. Serta hilang begitu saja. Semuanya kembali terkaget. Tiffany bahkan hampir menangis.

 

“Bagaimana ini? Aku ingin pulang. Aku tak ingin berakhir menjadi santapan binatang malam.” Panic Tiffany. Chanyeol mengelus-elus lengan Tiffany sebagai penenang.

“Tenanglah. Aku yakin kita akan segera sampai di apartemen tersebut.” Ucap Luhan.

“Sementara ini, sebaiknya kita berjalan saja dulu. Berdo’alah semoga jalan yang kita ambil memang jalan yang benar.” Saran Kris. Semuanya setuju dan mulai berjalan.

 

Matahari sudah tidak terlihat lagi di langit. Malam mulai menyelimuti perjalanan mereka. Pekatnya kegelapan membuat mereka kesulitan dalam menentukan pilihan. Gemerisik dedaunan yang terinjak kaki-kaki mereka memecah keheningan malam. Tak dapat di pungkiri, suara binatang malam cukup membuat mereka semua ketakutan.

Genggaman tangan di pererat agar semuanya terus bersama. Akan merepotkan kalau salah satu dari mereka menghilang. Kabut memang menipis. Tapi, gelapnya malam tak membuat semuanya menjadi lebih baik.

3 jam berjalan. Namun, tak menunjukkan mereka akan segera sampai. Semuanya semakin gelisah. Takut menentukan jalan yang salah.

Kris yang berada di depan tiba-tiba menghentikan langkahnya. Kontan semuanya juga ikut menghentikan langkah mereka. semuanya memandang heran pada kelakuan Kris.

 

“Waeyo, Kris?” tanya Chanyeol.

“Tunggulah sebentar di sini. Aku akan segera kembali. Ingat, jangan bergerak sesenti pun dari tempat kalian, arraseo?” ucap Kris dan langsung melangkah maju. Dan tenggelam dalam gelapnya malam.

“Apa yang terjadi pada tower namsan itu? Dia aneh.” Ucap Tiffany.

“Hidupnya saja sudah aneh.” Sahutan Chanyeol menuai jitakkan manis dari Jessica.

“Apa yang kau katakan, menara pizza?” gertak Jessica galak. Chanyeol jadi takut sendiri pada gertakkan ice princess itu.

“Anggap saja aku tak pernah bicara apapun barusan.” Jessica hanya mendengus akan perkataan Chanyeol.

 

Sudah 1 jam berlalu setelah Kris menghilang. Semuanya jadi khawatir akan Kris yang tak kunjung kembali. Malam semakin larut. Semuanya semakin gelisah.

Kris datang setelah 1,5 jam berlalu. Semuanya kaget dengan wajah Kris yang sepertinya begitu aneh.

 

“Ada apa, Kris? Wajah mu terlihat menyeramkan.” Celetuk Taeyeon. kris menatapnya sebentar.

“Tidak ada. Ayo, segera kita lanjutkan. Ku pikir, kita sudah hampir sampai.” Ucap Kris.

 

Tes..

 

Tes..

 

Tes..

 

Dengan tiba-tiba tetesan air yang berasal dari langit berjatuhan dengan perlahan. Semuanya mendongak ke langit dan menemukan betapa gelapnya langit malam. Bukan karena factor ini malam hari. Tapi, juga awan mendung yang bergulung-gulung di atas sana.

 

“Hujan?”

“Kajja! Ku lihat tadi ada sebuah gua di sana. Lebih baik berteduh sebentar dan menunggu hujan reda di sana.” Usul Chanyeol sambil menunjuk ke arah suatu yang gelap. Semuanya tak banyak membantah dan mengikuti usul Chanyeol.

 

Terpampang sebuah gua dengan pintu masuknya hanya sebatas leher orang dewasa. Terlihat kotor dan juga menyeramkan. Banyak sarang laba-laba yang menempel di sana-sini. Belum lagi beberapa kelalawar yang bergelantungan di langit-langit gua. Tapi, setidaknya di dalam gua cukup hangat dan mereka tidak kehujanan.

Mereka segera duduk melingkar di depan sebuah api yang tadi di buat oleh Kris. Karena secara kebetulan Kris membawa pematik api dalam ranselnya. Mereka awalnya menuduh Kris membawa rokok atau berniat akan membakar hutan. Tapi, itu cukup tidak logis mengingat seperti apa Kris selama ini.

Gemericik api beradu dengan guyuran hujan seakan menjadi senandung malam yang cukup membuat ketakutan. Tiffany bahkan tak ingin jauh-jauh dengan Chanyeol dan menggenggam erat tangan Chanyeol. Sedangkan Jessica dan Taeyeon hanya terdiam memandang ke arah api. Begitu juga dengan Kris dan Luhan.

 

KRUYUUK!

 

Dengan serentak mereka semua bersemu malu gara-gara mendengar suara perut mereka yang berbunyi bersamaan. Okay, mereka memang melewatkan makan siang dan ini sudah malam. Di tambah dengan adanya hujan. Aku bahkan berani bertaruh kalau orang yang kenyang sekalipun akan menjadi lapa kembali saat hujan :D.

 

“Apa ada yang membawa makanan cukup untuk kita semua?” suara Luhan memecah keheningan. Menatap satu persatu temannya.

“Ku rasa aku membawa sesuatu di ransel ku. Chankkaman.” Taeyeon segera meraih ranselnya dan mengeluarkan 3 bungkus ramen instan. “Apa ini cukup? Hanya ini yang ku bawa. Aku tak berpikir kita akan berakhir begini.” Lanjutnya.

“Chankkaman. Aku juga membawa ramen. Setidaknya ini akan memberi tambahan untuk ramen Taeyeon.” sahut Jessica sambil mengeluarkan 3 bungkus dari ranselnya.

“Ku rasa ini cukup. Tapi, bagaimana caranya kita memasaknya? Apa ada yang membawa panci?” tanya Chanyeol.

“Aku hanya membawa sebuah mangkuk besar. Karena aku berpikir mungkin kita akan makan bersama. Dan yah, sepertinya aku beruntung membawa mangkuk itu.” ucap Luhan sambil mengeluarkan sebuah mangkuk yang besar.

“Lu, kau yakin membawa itu dari apartemen?” tanya Tiffany.

“Ne. waeyo?” heran Luhan.

“Bentuknya besar sekali.” Komentar Tiffany.

“Setidaknya ini berguna. Sini, biar aku yang memasak.”

 

Taeyeon merebut mangkuk besar dari tangan Luhan. Mengeluarkan botol air miliknya dan menumpahkan semua isinya untuk merebus ramen. Mengambil sebuah batang kayu yang terlihat kokoh untuk bisa menaruh mangkuk itu di atas api.

 

“Pendek, tak ku sangka kau berbakat dalam hal ini.” Komentar Luhan sukses membuat Taeyeon mendelik padanya.

“Aku pernah mempelajarinya sedikit saat pramuka.” Sahut Taeyeon.

 

Taeyeon kembali sibuk berkutat dengan masakkannya. Semua teman-temannya tergoda mencium bau masakkan tersebut. Rasanya para cacing-cacing sudah mendemo agar sang pemilik perut menurunkan makanan.

 

“Taeng, bisa lebih cepat? Aku sudah lapar sekali.” Keluh Chanyeol.

“Sebentar lagi. Bersabarlah sedikit.” Sahut Taeyeon.

 

Beberapa saat kemudian, Taeyeon membawa mangkuk besar yang bahkan mampu menampung 6 bungkus ramen instan itu. Dengan sedikit kesusahan, Taeyeon berhasil membawa hasil masaknya itu. 5 pasang mata yang memang sudah tidak sabar menatap ramen itu dengan pandangan penuh nafsu.

 

“Tunggu! Apa kita membawa sendok?” ucapan Kris itu seperti membuat mereka tersadar.

“Aku membawanya. Tapi, Cuma satu.” Jessica mengangkat sendok miliknya.

“Kau tidak keberatan berbagi dengan ku?” tanya Kris. Jessica menatap Kris dan mengangguk malu.

“Baiklah.”

“Aku juga Cuma punya satu.” Sahut Tiffany.

“Nah, kau bersama ku saja, Fany-ah.” Ucap Chanyeol ceria.

 

Tinggal Taeyeon yang terdiam. Ia memang memiliki satu sendok. Tapi, ia tak ingin berakhir bersama Luhan seperti teman-temannya. Tapi, tunggu! Belum tentu Luhan tidak membawa sen―

 

“Nah, pendek. Aku tau kau juga hanya punya satu sendok. Kau juga harus berbagi dengan ku.”

 

―dok.

 

Luhan dengan seenak udelnya merebut sendok yang tadi bertengger di tangan Taeyeon. Mulai menyendok ramen dan memakan untuknya sendiri. Taeyeon mengerucutkan bibirnya kesal. Luhan mengatakan akan berbagi. Tapi, Lihat! Bahkan ia begitu pelit yang bahkan itu sendok milik Taeyeon. Demi seluruh rusa padang pasir (?), terkutuklah kau Luhan! Umpat Taeyeon dalam hati.

Sepertinya the King Deer Drama kita menyadari bahwa Taeyeon sedang kesal. Luhan menyendok ramen tersebut dan meniup-niup uapnya agar lebih dingin. Ia menyodorkan sendok itu ke depan mulut Taeyeon. Taeyeon agak terkejut akan perlakuan Luhan.

 

“Buka mulut mu, pendek. Aku tau kau lapar.” Perintah Luhan.

Taeyeon menggeleng. “Aku tak perlu di suapi. Aku bisa makan sendiri.” Sahut Taeyeon dan segera merebut sendok miliknya.

Luhan dengan cekatan membawa sendok itu menjauh. “Eits! Kau mau makan atau tidak sama sekali?”

Taeyeon menunjukkan wajah jijiknya. Tapi, ia lapar. “Ya sudahlah. Terserah kau saja, rusa!” kesal Taeyeon.

Luhan tersenyum kemenangan. “Ayo ucapkan, aaaa.”

 

4 pasang mata yang dari tadi menyaksikan moment LuTae itu hanya bisa menahan muntah mereka. Ya, setidaknya gelar Raja Drama yang mereka berikan pada Luhan tak hanya gelar.

Hanya dalam beberapa menit saja, makanan dalam mangkuk besar itu telah habis masuk ke dalam perut masing-masing anak manusia tersebut. Di luar gua, hujan masih turun dengan lebat. Mereka kembali mengelilingi api untuk sekedar menghangatkan badan.

 

JEDAAAR!

 

“KYAAAA!”

 

Teriakkan memekakkan seperti akan memecah gua tersebut berasal dari mulut para yeoja hanya karena mendengar ledakkan petir. Membuat 3 pasang telinga yang menjadi korban tersebut berdenging. Para yeoja memejamkan mata dan memeluk orang di samping mereka masing-masing. Tak perduli itu siapa.

 

“Ya ampun, pendek. Kau ini berlidah tajam ternyata takut pada petir, ya?” ejek Luhan yang ternyata di peluk oleh Taeyeon.

Taeyeon tersadar dan mendorong Luhan. “Yaa! Kenapa kau memeluk ku, rusa?”

“Kau sendiri yang memeluk ku, pendek.” Ucap Luhan di sertai putaran bola mata.

“Itu reflex dan kau malah menggunakan itu sebagai kesempatan.” Tuduh Taeyeon.

“Bisakah kalian berdua diam? Setidaknya cobalah untuk beristirahat. Perjalanan ini sungguh melelahkan.” Ucap Kris dingin dan datar. Sepertinya ia kesal akan pertengkaran tidak penting yang di lakukan oleh Luhan dan Taeyeon.

 

Semuanya kembali terdiam. Suasana menjadi hening. Hanya terdengar gemericik air hujan yang masih sibuk dengan urusannya membasahi bumi. Bahkan beberapa binatang malam juga tak memperdengarkan suara-suara mereka. Memilih berdiam di dalam sarang mereka yang lebih menjamin akan keselamatan mereka.

Dengan perlahan kantuk mulai merayapi diri masing-masing dari mereka. Jessica yang memang gampang tertidur kini sudah berada di bahu Kris dan mendengkur halus. Tiffany mulai memberat matanya. Sepertinya juga mengantuk karena ia menguap beberapa kali. Dan Taeyeon juga merasa mengantuk. Oleh karenanya ia menenggelamkan kepalanya di lipatan kakinya.

 

GREB!

 

Taeyeon hampir menjerit karena dengan tiba-tiba Luhan memeluk tubuh mungilnya. Membuat wajah Taeyeon bertabrakkan dengan dada bidang Luhan. Tapi, dengan cepat Luhan membungkam mulut Taeyeon. mencegah teriakkan membahana milik Taeyeon keluar.

 

“Diam. Atau kau akan membangunkan naga yang sedang tidur.” Ucap Luhan sambil menunjuk Kris yang tertidur. Taeyeon mengerjab beberapa kali. Sebelum akhirnya ia menangguk. Luhan melepas bekapannya.

“Yaa! Kenapa tangan mu bau sekali, eoh?” kesal Taeyeon dengan suara rendah. Tapi, cukup di dengar oleh telinga Luhan.

“Orang tampan seperti ku tak mungkin tangannya bau. Kau saja yang melebih-lebihkan. Sudahlah, kajja tidur.”

 

Taeyeon terdiam. Dinginnya udara luar mungkin sedikit berkurang. Bukan hanya karena adanya api yang menjadi penerangan dan penghangat mereka. Tapi, juga akan pelukkan Luhan yang terkesan posesif. Membuat Taeyeon merasa nyaman dan aman dalam bersamaan. Dan tentu saja itu mengundang kantuk pada dirinya.

 

“Jaljayo, Luhan.”

“Hmm… Jaljayo, Taeyeon.”

 

 

Bias sinar matahari mulai menghangatkan dunia. Kicauan burung-burung terdengar bergitu riang. Bekas-bekas hujan masih terasa dan dinginnya masih terasa walaupun tak begitu menusuk seperti tadi malam. 6 anak manusia itu mulai terbangun dari mimpi mereka masing-masing.

Di mulai dari Taeyeon dan di ikuti Tiffany lalu Chanyeol. Yah, itu seperti biasanya. 3 dari mereka selalu menjadi seorang yang susah di bangunkan. Tentu saja itu dua Raja Tidur dan satu Ratu tidur. Chanyeol tiba-tiba berdiri. Sepertinya hendak pergi.

 

“Mau kemana, Chan?” tanya Taeyeon.

“Keluar sebentar. Aku merasa pengap sekali. Kalian berdua, cobalah membangunkan 3 manusia merepotkan itu.” ucap Chanyeol dan segera pergi.

 

Taeyeon dan Tiffany sama-sama terdiam memandangi kepergian Chanyeol. Taeyeon akhirnya mencoba membangunkan mereka ber-3. Cukup membuat emosi menjadi naik karena mereka begitu bebal untuk di bangunkan. Tapi, perjuangan Taeyeon dan Tiffany membuahkan hasil. Mereka ber-3 akhirnya bisa terbangun.

Tepat mereka semua sedang berkemas, Chanyeol datang. Semuanya terkaget akan keberadaan Chanyeol yang cukup mengejutkan. Tapi, lihatlah. Sepertinya ada yang tidak beres dengan Chanyeol. Mukanya terlihat pucat.

 

“Chan, kau baik-baik saja?” tanya Tiffany saat melihat wajah pucat Chanyeol.

“Nan gwenchana. Apa kita akan segera pulang?” tanya Chanyeol. Terdengar sedikit berbeda karena Chanyeol berbicara dengan nada datar.

“Chan, kau benar-benar tidak apa-apa, kan? Wajah mu pucat sekali. Apa kau sakit?” tanya Taeyeon khawatir.

“Sudahlah, aku baik-baik saja. Kajja, kita harus segera pulang ke apartemen, kan?”

 

Semuanya hanya terdiam dan kembali mengemasi barang-barang mereka. Tapi, Kris dan Luhan sudah pasti merasakan hal aneh pada Chanyeol. Chanyeol yang periang dan selalu tersenyum kini terlihat seperti bukan dirinya yang biasanya. Tapi, mereka hanya mencoba mengabaikan itu. Berpikir kalau Chanyeol sedang sakit.

Mereka ber-6 kembali menelusuri hutan tersebut. Saat sudah berjalan sekitar 4 jam, mereka seperti melihat siluet yang begitu di kenal. Yah, itu apartemen milik keluarga Park. Betapa bahagianya. Serasa seperti onta yang kehausan dan menemukan sebuah oase di gurun pasir.

 

“Astaga… aku merindukan apartemen ini. Sungguh!” seru Luhan senang. Dan yang lain hanya berdecak akan tingkahnya yang sungguh berlebihan.

 

 

Pagi segera datang dengan cepat. Tiffany bangun pagi. Bahkan kini ia sudah mandi dan berganti pakaian. Tiffany membuka tirai jendela membiarkan cahaya matahari pagi masuk ke dalam. Dan ulahnya sukses membangunkan Jessica yang notebene adalah ratu tidur.

 

“Sudah pagi, ya?” suara serak Jessica khas orang bangun tidur itu membuat Tiffany menoleh dan tersenyum.

“Morning, Sica-ah.”

“Morning, Fany-ah. Ah, aku ingin mandi juga. sepertinya menyegarkan.” Ucap Jessica sambil beranjak menuju kamar mandi.

 

Tiffany selesai akan kegiatannya membuka tirai. Dan saat itulah Taeyeon bangun. Dengan penampilan khas orang bangun tidur, Taeyeon mengucek-ucek matanya. Terlihat seperti bocah berumur 5 tahun. Tiffany menjadi gemas sendiri melihat tingkah sahabatnya yang cukup lucu. Maka mencubit pipi Taeyeon.

 

“Ya! Apa yang kau lakukan, Fany-ah. Appoyoo…” ringis Taeyeon sambil mengerucutkan bibirnya. Tiffany tergelak.

“Habisnya kau membuat ku gemas, Taeng-ah. Kajja, segeralah mandi. Sebentar lagi waktu sarapan.” Saran Tiffany.

“Mana Sica?” tanya Taeyeon.

“Sedang mandi. Mungkin sebentar lagi juga selesai.”

 

CLEK!

 

Tiffany dan Taeyeon dengan serentak menoleh pada pintu yang terbuka. Menampilakn sosok Chanyeol yang tinggi menjulang. Tumben sekali anak ini berkunjung. Pikir Taeyeon dan Tiffany.

 

“Fany, apa kau mau menemani ku jalan-jalan sebentar?” tanya Chanyeol.

“Tumben kau ingin berjalan-jalan. Ada apa?” tanya Tiffany.

“Tidak. Aku sudah lama tidak berkunjung ke mari. Rasanya ingin melihat-lihat saja.” Sahut Chanyeol.

“Baiklah. Aku juga ingin jalan-jalan sekitar sini. Sebentar, aku akan mengambil kamera ku.” dengan tergesa, Tiffany membongkar isi tasnya untuk menemukan kamera miliknya.

“Kau mau ikut?” tanya Chanyeol pada Taeyeon.

“Ani. Aku harus membersihkan diri dulu.” Sahut Taeyeon.

“Kajja, Yeollie. Taeng-ah, kami pergi dulu, ya. Mungkin kami akan sarapan di jalan. Annyeong.” Pamit Tiffany.

“Ne. Bersenang-senanglah.” Teriak Taeyeon menggoda. Tiffany hanya tersenyum malu. Chanyeol segera menggenggam tangan Tiffany dan berjalan keluar.

“Mana Fany?” tanya Jessica yang baru keluar kamar mandi.

“Tepat setelah kau keluar, dia pergi bersama Chanyeol. Jalan-jalan.” Jawab Taeyeon.

“Cepatlah mandi. Aku ingin segera sarapan.”

“Ne.”

 

.

.

 

Luhan dan Kris kini sudah bangun. Taeyeon dan Jessica sedang sarapan di café yang terdapat di apartemen Chanyeol. Luhan dan Kris menghampiri mereka berdua.

 

“Hey ladies. Kenapa sarapan tidak mengajak kami?” tanya Luhan. Jessica dan Taeyeon memutar bole mata mereka malas.

“Itu tidak penting.” Sergah Taeyeon kejam. Luhan mencibir pada Taeyeon.

“Hey! Ada yang melihat Tiffany? Kenapa dari tadi pagi ia menghilang?” tanya kris

“Tiffany? Ku lihat terakhir kali ia bersama Chanyeol.” Sahut Taeyeon.

“Bersama Chanyeol?”

 

 

 

 

 

 

 

 

TBC

 

 

Author note’s : annyeoooong #DitimpukMassa. Aaah, maaf banget karena baru bisa post sekaraaaaang. Aku bener-bener sangat sibuk. Dan kayaknya harus hiatus dulu. Karena aku udah kelas XII. Bentar lagi ujiaan T_T

Aku juga sedikit tegang ngetik FF ini. Karena genre-nya itu loh ._. bahkan aku nggak berani ngetik ini malam hari 😀

Dan sepertinya begitu banyak yang tidak ingin ada yang ‘death’, kan? Kalau tidak ada yang ‘death’, untuk apa aku mencantumkan genre ‘Gore’ pada FF ini? 😀

Ne, sampai jumpa di chapter depan, oke?

See you~~~

Advertisements

46 comments on “Mystery – Chapter 2

  1. omo!! itu bukan chanyeol kan? itu setannya kan?
    aaaa ga mungkin itu chanyeol! sikapnya aja bedaaaaa..
    daebak!! chap selanjutnya yang cepet ya^^

  2. Aaaa mendebarkaaaaan
    Tiffany? Jangan jangan dibawa lari chanyeol palsu? Soalnya kris tanya gitu.
    Aku juga udah kelas xii thor!! Bentar lagi mau musim ujian ujian aaaa
    Aaa aku nggak mau ada yang mati tapi setidaknya kalau ada yang mati jangan taeyeon deh. Hehehe yang penting jangan mati semuaaaa
    Ditunggu kelanjutannya thor-nim!

  3. Omo Chanyeol oppa kerasukankah ? Andweee hiks hehe Mangat thor semoga sukses UN nya+lulus 100% dan jangan lupa terusin FF ini nyampe final chapter ;))

  4. Yakkkk TBC nyaa aissshhh lagi seru2 nya baca muncul aja… penasaaaaarrraaan bgt.. apa yg terjadi pada chanie sama kris ???

  5. itu bukan Chanyeol yaa?? berarti yg sama Tiffany itu silumannya Chanyeol???
    ihhh ngeri..
    aku juga takut ngbacanya, apalgi ini udh malam, tpi karena penasaran hrus dlawan…
    dtunggu yaa next chap.. oyaa aku suka sma moment LUTAE dsni, ngegemesin!!!
    semangat yaa ngjalanin tugas kelas XII *kita sama!*
    updatesoon authornim, FIGHTING!!!

  6. Huuaaaa kurang puas bacanya, ak msih penasaran.pkoknya nect nya hrus cpt thor. Aku tungguin loh.
    SEMANGAT 😀

  7. chanyeol kerasukan?! o.O
    authorrrr… please… jgn buat lutae mati ne?!
    mau hiatus? 😦 good luck buat ujian nya ne…
    jangan lupa buat ngelanjutin ff daebak ini!!!
    aku tunggu kelanjutannya ya!
    keep writing and fighting!!!^^

  8. Oh My Gosh.. kyknya mmg beneran cobaan tu kalo bangunin Kris Sica Luhan~~
    Kris ama chanyeol kenapahh? Kok habis balik lgsg pucet mukanyaa?
    Kenapa?? Kok kris kaget kalo fany ama chanyeol? Apa jangan jangan tuh orang bukan chanyeol??
    Eonni kls xii yaa.. brt kakak kelas dongg~~ hwaitaeng yaa ujiannyaa
    Update soon yah eon..
    Hwaitaeng!!

  9. astagaaaa fany ahhhh jangan jangan kamu diculikkkk!!! Tidaaaakkk jangan hiatus dulu thooorrr, selesaikan ini duluuu 😥

  10. Aaaaaa…..akhirnya ff yg aku tunggu dtng jg, setiap dtng kesini ff ini adalab ff yv aku cari pertama kli, dan waktu update ya ampuuun daebaaaak, update soon ne jgn lama” : )

  11. Wah memen lutae nya lucu thoe thor. Dan kpna mrka sllu brdebat tntng hal yg aku rasa ndak pntng.? Tpi tak apa lah. Mereka serasi bgt thor. Ouh ya pa yg trjdi pd chanyeol thor? Sikpanya kok brubah? Apa dia kerasukan setan? Apa ygtrjdi nnti ma tiffany? Wah jinjja penasaran bgt thor. D tnggu kelnjutannya thor. Dan smga sukses ya thor dlm bljr. Always fighting thor.. 🙂

  12. Thor setidaknya walaupun genrenya gore tp LuTae nya di biarkan hidup aja~yaa~.
    jd siapa tu yg bawa tiffanny ? Chanyeol atau…?
    Ditunggu next chapternya.
    Fighting!^^

  13. Terorenggg~ jgn2 yg sama fany bukan chan? Gini2 chan asli masih tidur di kamar lagi(?) dan itu tbc ngapain muncul gitu ish ngeselin #lahjadimarah Ah yasudahlah pokoknya ini ffnya keren banget beneran bikin penasaran tingkat dewa(?) Lanjutannya jgn lama2 plissss

  14. Akhirnya ini ff dipost juga ..
    Aku udh nunggu lama bgt ini ff
    Sepertinya itu bkn chanyeol, sedikit khawatir sm fany eonni ..
    Suka sm lutae moment ><
    Next thor
    Fighting^^

  15. LuTae bertengkar terus xD tapi so sweet pas di goa kkk~ ><
    Kyaaa itu keknya bukan Yeolli oppa :'v
    Aku merinding masa ._.
    Next thor,Keep writing,and Fighting ^^

  16. Daebak ff nya, chanyeol itu orang lain kan? Jadi deg”an baca ff nya. Penasaran sama chanyeol dan tiffany nanti. Next chapter ditunggu. Hwaiting ne ^^

  17. update jga FF-nya.. baca pas malam lebih ngerasa feelnya, bikin mendiring..#eh,merinding..
    kok hiatus? Gaseruu, jgan lamalama yahh hiatusnya..#maksa.. keep writing 🙂

  18. Oohh berarti nanti salah satu dari mereka ber6 ada yang meninggal ya thor?
    O ya thor, kkucing hitam itu, apa itu kucing hitam yg ada di lukkisan??
    Trus, itu yg jadi chanyeol jangan2 hantu ya???
    Jangan2 dia kesurupan thor… O.0

  19. late comment saeng-____- yayaya itu pasti bukan si chunyul *sotoy* kekeke duh rusa kecil kamu suka goda my taengoo ya hahaha 😀 kerasa bget horornya saeng u,u eh daddy wupan juga nongol yah? duh jadi kangen hahaha 😀 next chapter ditunggu saeng and FIGHTING ^^

  20. Argghhhh tiffany sama siapa???? Chanyeol palsu …
    Kasihan jngan ada yg death ya ,ga mau …
    Keren bngt cerita nya … Bagus
    Daebak
    Daebak

    Suka krissica disitu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s