[FREELANCE] My Rival Is My First Love (Chapter 4)

MRIMFL 3

My Rival Is My First Love Chapter 4

Aurhor             : amaamemade

Main Cast        : Kim Taeyeon SNSD, Oh Sehun EXO K

Other Cast       : Tiffany SNSD, Kai EXO K, Luhan EXO M, Yoona SNSD (selanjutnya liat sendiri aja)

Genre              : School life, Romance, Marriage Life, Little Sad (maybe?)

Lenght             : Chapter

Rating             : PG-17

 

Ya, author kirim lagi kelanjutan ff ini ke admin buat para readers. Author terinspirasi dari beberapa film dan cerita terus tambahan sedikit masukkan dari adik author. tapi tetep ini adalah ff murni dari pemikiran author

Massa?

Kalau gak percaya, tunggu dan ikuti terus chapter selanjutnya ^^

Makasih buat admin yang lagi-lagi mau ngepost ff author ini. Gomawo Min. heheheh.

Ff ini murni dari pemikiran author jadi harap jangan memplagiat ataupun mengcopy 🙂

 

Warning! buat yang dibawah umur, harap lihat rating yang tertera jelas diatas.

 

Harap maklum {Typo}

Comment kalian author tunggu 🙂

udah dulu basa basinya. hehhehe, dan silahkan baca

 

 

 

 

Chapter 4

 

“Taeng………….” sapaan seseorang ini membuat seorang Yeoja yang bernama Taeyeon membalikkan badannya

“Wae ?” tanya Taeyeon datar ketika Yeoja yang menyapanya berada tepat didepannya

“Kenapa mukamu seperti itu ?” tanya Tiffany seraya mengerutkan keningnya binggung

“Kau tanya Aku mengapa ?” pertanyaan Taeyeon ini langsung dibalas anggukan dari Tiffany dan itu membuat Taeyeon langsung menghela nafas kasar

“Kau tidak menjemputku” ucap Taeyeon dan sesaat kemudian Tiffany menampakkan wajah terkejutnya karena berfikir bahwa sahabatnya ini terlalu kekanakan

“Aish, Kau kekanakan sekali” ucap Tiffany yang langsung disambut dengan tatapan tajam Taeyeon

“Mwo? Bukan karena itu saja!” ucap Taeyeon seraya menghentak-hentakan kakinya, beruntung karena koridor sekolah belum ramai oleh siswa-siswi sehingga tingkah Taeyeon tidak menjadi pusat perhatian

“Lalu? Aku kan sudah mengirimimu pesan jika Aku tidak bisa menjemputmu, Apalagi tadi malam Kita melakukan permainan yang terlampau gila bagiku sehingga Aku kurang tidur” ucap Tiffany yang membuat Taeyeon menganggukan kepalanya membenarkan jika permainan semalam memang membuat Taeyeon sedikit gila

“Oh`ya, mengapa Kau bisa pulang bersama Luhan?” pertanyaan Taeyeon ini entah mengapa membuat Tiffany seketika gugup harus menjawab apa

“Ig…Ige…. Kau dulu, Ada apa sebenarnya denganmu hari ini?” ucap Tiffany berusaha menghilangkan rasa gugupnya, sebelum Taeyeon bercerita Taeyeon menghela nafas kasar terlebih dahulu baru Dia bercerita seraya berjalan menuju area loker bersama Tiffany

 

Flashback On

 

“Hoaammmmmm” erang Taeyeon ketika alarm dikamarnya berbunyi, sesungguhnya Taeyeon masih merasakan kantuk yang luar biasa akibat tadi malam kurang tidur

“Sudah bangun?” pertanyaan dari seseorang itu langsung dibalas anggukan oleh Taeyeon

“Ne” ucap Taeyeon yang masih belum sadar terbukti dengan dirinya yang bangkit dari tempat tidur dengan mata yang masih tertutup, Taeyeon langsung melangkahkan kakinya hendak menuju kamar mandi namun tiba-tiba dirinya berhenti dan berbalik karena merasa ada sesuatu yang jangal menurutnya

 

“AAAAAAAAA” teriak Taeyeon karena baru menyadari bahwa ada seseorang di kamarnya dan orang itu tak lain dan tak bukan adalah

 

Oh Sehun

 

“Hey! Untuk apa Kau kemari?” tanya Taeyeon geram ketika dilihatnya Sehun yang menahan tubuhnya didepan meja belajar Taeyeon dalam keadaan berdiri itu tidak merespon teriakan Taeyeon

“Apalagi?”

Shittt

Saat ini Taeyeon sedang mengumpat Sehun karena bukannya menjawab pertanyaan Taeyeon, Sehun malah balik tanya

“Menemui Istriku” lanjut Sehun yang sukses membuat Taeyeon membulatkan matanya shock

“Kau! KELUAR DARI KAMARKU!” teriak Taeyeon namun seakan tidak mendengar teriakan Taeyeon, Sehun malah mendekatkan diri pada Taeyeon

 

“Ya… ya… ya… Apa yang ingin Kau lakukan?” tanya Taeyeon seraya berjalan mundur karena Sehun semakin mendekatkan diri padanya

“Pelankan suaramu, Kau terlalu berisik” ucap Sehun ketika dirinya sudah berada dihadapan Taeyeon dengan jarak yang cukup dekat

“Kau——” ucapan Taeyeon terpotong karena Sehun mengusap pipi Taeyeon pelan namun segera Taeyeon tepis

“Dasar Namja Playboy yang super Pervert, Byuntae, Mesum” ucap Taeyeon yang berhasil membuat Sehun menatapnya tajam

“Jangan sampai Aku melakukan sesuatu yang akan membuatmu tidak bisa bersekolah hari ini” ucap Sehun tepat disebelah telinga Taeyeon dan hal itu entah mengapa membuat Taeyeon merasakan kegugupan yang luar biasa

Melihat Taeyeon yang gugup, Sehun pun tersenyum simpul

“Aku tunggu Kau di bawah, Kita akan pergi bersama ke sekolah” ucap Sehun dan setelahnya berlalu pergi namun ketika dirinya hendak membuka pintu, Sehun berbalik lagi dan mengucapkan sesuatu yang menurut Taeyeon sangat menjengkelkan

 

“Aku rasa Kau menyukai acara pernikahan Kita sehingga Kau tidak berniat melupakannya dengan cara masih memakai gaun itu” ucap Sehun dan setelahnya benar-benar pergi

 

`Kau! Namja gila, AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA, Someone Please Help Me!` teriak Taeyeon dalam hati

 

Flashback END

 

“Hahahahhahahhah” teriak Tiffany ketika Taeyeon telah selesai bercerita

“Yak! Mengapa Kau tertawa?” tanya Taeyeon kesal melihat sahabatnya malah tertawa

“Bagaimana dia bisa dikamarmu?” tanya Tiffany setelah sebelumnya menarik nafas terlebih dahulu karena aksi tawanya

“Aish, Playboy itu bahkan sarapan dengan keluargaku, ini semua gara-gara Eomma yang memaksa agar Aku dan Dia sarapan selayaknya ……. Aaa, Aku tidak mau menyebutkan hal itu” ucap Taeyeon dengan ekspresi kesalnya

“Apapun yang terjadi Kalian memang sudah terikat bahkan dari kecil” ucapan Tiffany ini membuat Taeyeon berfikir sejenak

“Ada apa?” tanya Tiffany yang melihat Taeyeon tampak berfikir

“Mmmm… Saat Kau berumur sekitar lima tahun, Apa Kau mengingat sesuatu layaknya siapa yang dekat denganmu, siapa yang menjadi temanmu atau siapa yang Kau sukai” tanya Taeyeon yang membuat Tiffany mengeryitkan keningnya binggung karena menurut Tiffany Taeyeon mengalihkan topik pembicaraan namun akhirnya Tiffany pun menjawab

“Ada beberapa hal yang Aku lupa tapi mengenai siapa saja yang berada didekatku, Aku masih mengingatnya” balasan Tiffany ini membuat Taeyeon berfikir kembali

 

`Mengapa Aku tidak ingat Sehun ?` batin Taeyeon

 

“Oh`y, Bagaimana respon para Yeoja ketika melihat Kau turun dari mobil Sehun?” pertanyaan Tiffany ini membuat Taeyeon kembali menampakkan wajah kesalnya

“Aku bahkan diturunkan ditengah jalan gara-gara Aku berisik meminta diturunkan sehingga Aku pergi menaiki bus, tapi Aku cukup bersyukur karena dengan dia menurunkanku, Aku jadi tidak perlu menjadi bahan gosip oleh siswa-siswi” ucap Taeyeon seraya menyungingkan senyumannya

“Aish, tak Ku sangka Sehun sekejam itu” gumaman Tiffany ini membuat Taeyeon yang hendak membuka lokernya mengurungkan niatnya (Mereka sudah sampai diarea loker)

“Maksudmu? tadinya Kau pikir Dia Namja yang baik?” tanya Taeyeon memandang tajam Tiffany

“Heey… Slowly Girl, Bukan itu maksudku” ucap Taeyeon dengan senyum kikuknya karena mendapat tatapan tajam dari Taeyeon

“Jika Kau tau betapa mengerikannya Dia, Kau pasti akan menyesal telah mengatakan hal itu” ucap Taeyeon dan akhirnya membuka lokernya

“Aku percaya padamu karena sahabatnya pun memiliki sikap yang mengerikan” ucapan Tiffany ini membuat Taeyeon yang hendak mengambil beberapa buku dilokernya terhenti

“Maksudmu? Oh…. Arra, Pasti Luhan” ucap Taeyeon dan entah mengapa membuat Tiffany kini tampak gugup

“Mwo? Kau terliha gugup hanya karena Aku menyebut namanya saja? Aish… Jinjja?” ucap Taeyeon seraya menggeleng-gelengkan kepalanya

“I…it—” ucapan Tiffany terpotong oleh Taeyeon

“Oh`y, akan Ku tagih ceritamu, mengapa Kau bisa pulang bersama Luhan?” tanya Taeyeon dengan smriknya yang membuat Tiffany seketika tambah gugup

“Itu…. Aish, Ne. Aku akan ceritakan” ucap Tiffany dan setelahnya menghela nafas pasrah sedangkan Taeyeon langsung tersenyum penuh kemenangan

“Awalnya, Dia berniat mengantarkanku pulang karena mobilku tiba-tiba mogok dan Aku yang tidak tau apapun mengenai mesin terlihat tidak tau harus bagaimana dan pada akhirnya Aku menerima tawarannya karena Dia bilang didareah tempat mobilku mogok itu banyak anak berandal dan itu sukses membuatku yang awalnya menolah tawarannya menjadi menerima tawarannya. Dan itu juga menjadi alasan mengapa Aku tidak menjemputmu karena Aku pun diantar oleh supir pribadi Eomma-ku hari ini karena mobilku masih dibengkel. Aku juga sudah mengirimimu pesan jika Aku tidak bisa menjemputmu, Ya, walaupun dipesan itu, Aku tidak menyertakan alasannya tapi saat ini Kau sudah tau`kan?” jelas Tiffany panjang lebar namun tidak ada ekspresi puas dari wajah Taeyeon

“Ada hal lain yang belum Kau ceritakan Nona Xi?” tanya Taeyeon dan itu sukses membuat Tiffany menghela nafas kesal “Jangan panggil Aku dengan sebutan itu Nyonya Oooo–” ucapan Tiffany dipotong karena Taeyeon telah membekap mulutnya

“Jangan panggil Aku dengan sebutan itu” ucap Taeyeon penuh penekanan disetiap katanya dan setelahnya melepaskan bekapannya dari mulut Tiffany

“Aish, Oleh sebab itu jangan memanggilku Nona Xi” ucap Tiffany namun tak dihiraukan oleh Taeyeon “Cepat ceritakan kejadian selanjutnya” ucap Taeyeon yang sukses membuat Tiffany lagi-lagi menghela nafas kesal dan pada akhirnya Tiffany berlanjut menceritakannya ………..

 

Flashback On

 

“Pink-ki” ucap Luhan ketika Tiffany hendak membuka pintu gerbang rumahnya dan itu sukses membuat Tiffany mengurungkan niatnya

“Wae?” tanya Tiffany ketus

“Kau tidak melupakan sesuatu?” tanya Luhan yang membuat Tiffany mengeryitkan keningnya binggung namun setelahnya dirinya tersadar

“Oh, Aku lupa… Gomawo” ucap Tiffany setengah hati dan setelahnya berbalik lagi hendak meninggalkan Luhan yang masih berada diatas motonya

“Hey… Itu bukan cara seseorang berterima kasih” ucapan Luhan ini sukses membuat Tiffany kesal dan Tiffany pun menghampiri Luhan dan Luhan pun bangkit dari motornya

“Ya! hari ini Aku benar-benar kesal padamu, jika bukan karena Kau telah mengantarkanku pulang maka Aku tidak mau mengucapkan kata itu” ucap Tiffany seraya menatap Luhan sengit

“Memang Aku salah apa?” tanya Luhan tanpa dosa dan jujur saja hal itu membuat Tiffany benar-benar ingin menendang Luhan jauh-jauh dari depannya

“Kau.. Kau masih bertanya Kau salah apa? heh!” teriak Tiffany namun tak mendapat respon dari Luhan yang saat ini sedang meneliti setiap ekspresi Tiffany dalam jarak yang tidak terlampau dekat ataupun terlampau jauh

“Ne” balas Luhan singkat dan itu membuat Tiffany menghela nafas pelan mencoba untuk bersabar

“Kau, pulanglah, Aku tidak ingin kata kasar keluar dari mulutku saat ini” ucap Tiffany yang sudah mencoba untuk tenang dan setelahnya Tiffany hendak berbalik lagi namun tangannya kini ditahan oleh Luhan

“Hey! Jawab Aku” ucap Luhan yang entah mengapa membuat emosi Tiffany kembali meluap

“Yak! Namja seperti apa yang menanyakan hal semacam itu ketika Namja itu telah membuat seorang Yeoja merasa kesal karena membicarakan hal yang aneh-aneh didepan Eomma Yeoja itu, lalu dengan tanpa ijinnya lagi-lagi Namja itu menciumnya dan dilihat oleh orang lain, kemudian membuat permainan yang konyol yang jujur saja membuat Yeoja itu ingin sekali menendang jauh-jauh Namja itu apalagi ketika Yeoja itu mendengar bahwa Namja itu telah memiliki seseorang yang telah dicintainya namun Namja itu malah tetap mempermainkan Yeoja itu dengan cara berusaha dekat dengan Eomma Yeoja itu” ucap Tiffany panjang lebar dan setelahnya Tiffany meraup oksigen banyak-banyak karena Tiffany mengatakan kata-kata panjang itu dengan satu kali tarikan nafas

 

“Yak! mengapa Kau hanya diam saja?” tanya Tiffany ketika melihat Luhan hanya diam namun tidak melepaskan tangan Tiffany

“Sudah tenang?” tanya Luhan dan entah mengapa membuat Tiffany seketika malu dibuatnya, Ya, Tiffany malu karena dirinya baru sadar Luhan sengaja memancingnya agar meluapkan seluruh emosi yang sedari tadi mengelilinginya

“…………” tak ada jawaban dari Tiffany karena saat ini Tiffany berusaha menghilangkan perasaannya itu

 

“Dengarkan Aku, pertama- Aku tidak bermaksud mempermainkanmu. Dan masalah permainan itu, sebenarnya Aku dan Kai berniat memancing amarah Sehun lebih tepatnya membuat Sehun sedikit cembutu dan hal itu berhasil. Lalu, Aku berusaha dekat dengan Eommamu karena Aku memang ingin dekat dengannya dan masalah Kau mendapatkan pertanyaan _First Kiss_ Aku tidak tau, karena dari awal Aku sudah bilang jika Aku tidak akan mengetahui apa yang akan masing masing terima walaupun Aku yang membuat permainan itu apalagi dengan mata yang ditutup terkecuali mengenai Taeyeon yang mendapatkan hukuman tentang pepero Kiss, Aku sudah mengaturnya dan Ya… itu rahasia” ucap Luhan menjelaskan panjang lebar

 

“Dan, Apa yang akan Kau lakukan jika Kau mengetahui siapa orang yang telah merebut _Your First Kiss_ ?” tanya Luhan yang masih menatap lekat wajah Tiffany

“Aku akan memintanya mengembalikan _My First Kiss_” balas Tiffany spontan dan itu membuat Luhan tersenyum penuh arti “I will” ucap Luhan yang membuat Tiffany mengerutkan keningnya binggung namun

 

CHU

 

Luhan langsung mengecup bibir Tiffany singkat dan itu langsung membuat Tiffany mengerti perkataan Luhan

 

“Kau… Kau yang mengambil First Kiss—” ucapan Tiffany ini terpotong oleh Luhan

“Tapi Aku tidak benar-benar ingin mengembalikannya jadi………” ucap Luhan terhenti ketika Luhan dengan sigap menarik Tiffany dan

 

CHU

 

lagi dan lagi Luhan mencium Tiffany namun Tiffany sama sekali tidak membalas karena dirinya masih shock dengan pernyataan Luhan tadi tapi hanya sesaat karena Tiffany langsung mendorong tubuh Luhan

 

“Yak! Neo Nappeun! Kau benar-benar membuatku ingin menendangmu! Apa maksudmu mencuri ciuman pertamaku dengan cara seperti itu, eoh? dan tadi Kau menciumku lagi ?” tanya Tiffany garang

“Mmm… Saat itu Aku hanya ingin Kau tidak menghampiri para Sunbae sehingga para Sunbae yang mencariku itu tidak mengetahui keberadaanku dan ketika Aku melihat Your lips, Aku tidak tau mengapa jadi punya niatan untuk menciumu dan kata _Manis_ memang Aku rasakan ketika menciummu” ucap Luhan menjelaskan tanpa beban namun hal itu membuat Tiffany yang kesal menunduk malu karena perkataan _Manis_ yang Luhan ucapkan

 

“Dan….” ucap Luhan seraya mengangkat dagu Tiffany

 

“Yeoja yang Aku sukai dari dulu sampai sekarang adalah Kau, Hwang Tiffany adalah Yeoja yang membuatku bertekad untuk mendapatkan Cinta`nya dengan cara menghilangkan sikap Playboy Ku diakhir tahun sekolah ini” ucap Luhan dan setelahnya memberikan senyuman terbaiknya pada Tiffany yang telah menatapnya karena Luhan mengangkat dagu Tiffany

 

Deg. Baiklah, saat ini Tiffany merasa jantungnya berdetak tak normal dan itu disebabkan karena tingkah laku dan perkataan dari seorang Luhan

 

“Jadi, Aku tidak akan mengembalikan First Kiss `mu” ucap Luhan namun tidak dibalas apapun oleh Tiffany karena Tiffany saat ini sibuk menormalkan detak jantungnya

 

Flashback End

 

“Hahaahahhahahahha” kekeh Taeyeon ketika Tiffany selesai menceritakan ceritanya

“Ya, Wae?” tanya Tiffany

“Aku tidak menyangka bahwa orang yang memakai topi bertuliskan Deer itu adalah Luhan dan mengapa Kau tidak menyadarinya?” tanya Taeyeon sekaligus menjawab pertanyaan Tiffany

“Sudah Ku bilang, Aku tidak tau siapa Luhan saat itu”

“Arra.. arra.. Jadi apa Kalian sudah resmi berpacaran ?” pertanyaan Taeyeon ini langsung dibalas gelengan kepala dari Tiffany

“Walaupun Aku sempat merasakan perasan aneh ketika Luhan mengungkapkan semua itu tapi Aku tidak menjawab perasaanya dulu karena dihati kecilku yang paling dalam Aku masih ingat betapa Playboy dan Prevert`y Dia, bisa saja itu hanya trik`y saja” ucap Tiffany yang dibalas anggukan kepala dari Taeyeon yang saat ini sudah kembali fokus pada lokernya

 

 

“Surat lagi” gumam Taeyeon dan tanpa Taeyeon sadari kini Taeyeon menunjukkan seulas senyumanya

“Waaah…. Apa isinya?” tanya Tiffany yang saat ini sudah mendekat ke arah Taeyeon hendak mengambil surat itu namun segera Taeyeon halangi

“Biar Aku saja” ucap Taeyeon yang membuat Tiffany mengerucutkan bibirnya lucu dan setelahnya Taeyeon langsung membuka isi surat itu

 

~Hy My White, Bagaimana dengan kabarmu? Apa Kau tak apa ? seharusnya Kau lebih berhati-hati jika ingin mengambil minuman agar tidak salah ambil seperti hari sabtu kemarin, Aku sedikit kecewa karena dengan keadaan mabukmu, Aku jadi tidak bisa memperkenalkan diriku secara langsung padamu tapi Aku juga cukup kesal karena Kau tidak memakai benda pemberianku, Apa Kau sungguh tidak suka benda pemberianku? Bye Your Black~

 

`Apa maksud `ya ? benda apa?`

 

“Benda? benda apa Taeng?” pertanyaan Tiffany ini membuat Taeyeon mengalihkan pandangannya pada Tiffany yang sedari tadi berusaha mengintip isi surat itu

“Aish, tanpa Kau berusaha mengintip pun Aku tidak akan merahasiakan hal ini” ucap Taeyeon yang membuat Tiffany tersenyum kikuk

“Hehehhe… Jadi benda apa yang Dia maksud?” tanya Tiffany lagi

“Molla” ucap Taeyeon yang memang benar apa adanya karena dirinya tidak tau menau mengenai benda pemberian -Your Black- yang memang tidak ada dilokernya

 

`Benarkah Dia berada dipesta itu sehingga Dia mengetahui keadaanku yang mabuk?” ` batin Taeyeon

 

“Kau tidak melihatnya? mungkin terselip” ucap Tiffany yang saat ini berusaha mencari benda yang dimaksud -Your Black-

“Sudahlah, memang tidak ada benda asing yang berada dilokerku” ucap Taeyeon yang berhasil membuat Tiffany menghentikan aksi pencariannya

“Lalu? mmmm…….. apa … Mwo? Jangan-jangan Sehun mengambil benda itu saat dirinya meletakan cake kesukaanmu?” tanya Tiffany terkejut dengan asumsinya

“Aku sudah menanyakan padanya saat itu, tapi Dia bilang Dia tidak menemukan apapun”

“Mungkin dia berbohong” ucapan Tiffany ini membuat Taeyeon sejenak berfikiran sama persis dengan Tiffany namun segera ditepisnya

“Jangan bercanda, Untuk apa dia melakukannya?” tanya Taeyeon yang dibalas dengan raut `tidak tau juga` dari Tiffany

……………………………………………………………………..

 

Seorang Yeoja berlari-lari menembus kerumunan murid-murid yang hendak keluar kelas karena saat ini istirahat sekolah sedang berlangsung

 

Dan langkah kaki Yeoja itu tepat berhenti disebuah pintu yang seperti tidak terawat, tanpa ragu Yeoja itu langsung membuka pintu itu dan

 

“Yak—–” pekikan Yeoja itu tertahan ketika mendengar suara merdu seseorang diiringi dengan piano yang membuat permainan Namja itu menjadi sangat indah tidak kalah dari profesional sekali pun

 

Menyadari ada yang mengangu aktifitasnya, Namja itu pun menolehkan kepalanya ke arah pintu masuk dan seketika menghela nafas pelan

 

“Ada apa lagi?” tanya Namja itu setelah bangkit dari tempatnya bermain piano

“Mmm… Oppa Mian menganggu permainanmu yang sangat indah itu” ucap Yeoja itu seraya menunjukkan tanda v-jari ke arah Namja yang kini tengah tersenyum mendengar perkataan sang Yeodongsaeng

“Tak apa asal Kau memberikan alasan yang sesuai dengan perilakumu ini” ucap Namja itu

“Mmmm… Ini—” ucapan Yeoja itu dipotong oleh Namja yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan itu

“Yak! Kim So Hyun, sudah berapa kali Aku bilang? jangan kesini sembarangan, bagaimana jika ada orang yang tau, eoh? Apa Kau mau merusak rencana Oppa-mu?” tanya Namja yang kini tengah berada disamping So Hyun

“Aish, arra arra, Mian… tapi Aku sudah mengawasi agar tak ada yang masuk ke ruangan ini, lagian siapa yang mau keruangan ini saat melihat pintunya pun pasti yang mau memasuki ruangan ini mengurungkan niatnya” ucap So Hyun yang membuat Namja disebelahnya menghela nafas

 

“Mereka memang tidak akan mau masuk ke ruangan ini, tapi jika mereka sudah melihat isi didalamnya bagaimana? tidakkah Kau berfikir bahwa design ruangan ini sangat indah? Aku salut dengan Oppa-mu yang memiliki nilai seni yang cukup bagus karena membuat ruangan seperti ini didalam sebuah sekolah” ucap Namja itu seraya mengalihkan pandanganya ke setiap sudut ruangan itu. Ya, ruangan itu memang terlihat indah dengan warna hitam dan putih yang menjadi latar dari ruangan itu apalagi ditambah dengan piano berwarna hitam dan beberapa tempat duduk dengan meja yang berada ditengahnya. Simple tapi indah.

 

“Sudahlah Kyung, Kau terlihat baru melihat ruangan ini padahal Kau sendiri sudah tau bahwa ruangan ini sudah ada sekitar satu tahun yang lalu” ucap Namja itu pada seseorang yang dipanggilnya Kyung

“Ne, Soo Oppa kelihatan baru pertama kali melihat ruangan ini” ucap So Hyun dengan wajah mengejek dan itu membuat Kyung Soo nama panjang laki-laki itu menatap So Hyun tajam

“Oppa, lihat temanmu itu, dia sangat menyeramkan” ucap So Hyun dengan nada manjanya

“Aish, kalian selalu terlihat tidak akur saja” ucapan itu membuat So Hyun mengerucutkan bibirnya lucu

 

“Jadi, mengapa Kau tiba-tiba datang kesini tanpa pemberitahuan?” tanya Kyung Soo ketika ketiga orang itu sudah duduk ditempat duduk yang tersedia diruangan itu

“Ne, Oppa`kan sudah bilang jika Kau harus merahasiakan identitas Oppa dulu”

“Ne,,, arra.. arra… saat Aku ingin menjelaskan nya pada Oppa tiba-tiba Soo Oppa datang dan memarahiku” ucap So Hyun dan tanpa sadar membuat perdebatan yang sudah reda kini menjadi sedikit memanas lagi

“Yak! Jawab saja” ucap Kyung Soo dengan nada tegas yang membuat So Hyun menghela nafas dan kemudian bercerita

 

Flashback ON

 

Bel istirahat berbunyi dan itu membuat pelajaran usai untuk sementara, dengan diawali guru yang meninggalkan kelas setelah para murid mengucapkan salam dan setelahnya dilanjut oleh murid-murid yang bergegas keluar kelas untuk mengisi perut kosong, mengobrol, pergi ke perpustakaan ataupun hanya merefreshingkan diri dari penatnya pelajaran yang telah usai

 

Namun tidak dengan kedua orang Yeoja yang masih berada didalam kelas dengan suasana yang cukup serius

 

“Fanny, sebenarnya apa yang ingin Kau katakan? Taeng pasti sudah menunggu lama begitupun dengan teman-temanku yang lain” ucap So Hyun salah satu dari Yeoja itu

“Arra… Mian, teman-temanmu pasti mengerti dan Taeng juga sedang ke perpustakaan terlebih dulu” ucap Tiffany seraya tersenyum dan dibalas anggukan kepala dari So Hyun

“Jadi?”

“Mmm…. Apa Kau mempunyai seorang Oppa? maksudku apa Kau punya Oppa kandung karena saat dipesta ulangtahunmu, Aku dengar ada seseorang yang bilang bahwa Kau sedang mencari Oppamu”

 

Deg.

 

So Hyun yang mendengar penuturan dari Tiffany pun tersentak kaget namun segera dirinya tutupi dengan kekehan

“Hahahha… Kau ada-ada saja, Kau kenal Aku dari masa orientasi siswa berlangsung dan otomatis Kau mengetahui Aku adalah anak tunggal karena saat memperkanalkan diri Aku menyebutkan Aku anak tunggal” ucap So Hyun setelah berhenti terkekeh

“Ne, tapi—-” ucapan Tiffany terpotong karena dengan tiba-tiba So Hyun langsung pamit ingin pergi

“Fanny, Aku harus menyusul teman-temanku, Mian” ucap So Hyun seraya tersenyum dan setelahnya melesat pergi meninggalkan Tiffany yang kurang puas atas jawaban So Hyun

 

 

 

Flashback END

 

“Eottoke?” tanya So Hyun ketika selesai menceritakan ceritanya

“Tenanglah” ucap Kyung Soo mencoba menenagkan So Hyun

“Lagipula untuk apa Oppa menyembunyikan semua ini? Aku tau Aku bukan Adik kandung Oppa tapi apa Oppa memang tidak mengangapku sebagai adik kandung mengingat pernikahan Eomma dan Appa baru berlangsung satu tahun” ucap So Hyun terlihat sedih

“Bukan itu maksudku Hyunie, Aku hanya ingin menyelesaikan urusanku terlebih dahulu——”

“Maksudmu dengan Yeoja yang Kau cintai itu? Aish, sampai kapan? Aku bahkan tidak diberi tau siapa Yeoja itu” ucap So Hyun memotong ucapan Oppa`y

“Secepatnya akan Aku beritahu Yeoja itu jadi jangan beritahu siapapun dulu mengenai Kau yang adalah adikku dan Aku adalah kakakmu dan Appa kita yang adalah pemilik sekolahan ini” ucap Namja itu dan langsung dibalas anggukan kepala dari So Hyun

“Ne, tapi siapa dulu Yeoja itu” tanya So Hyun

“Dia adalah salah satu temanmu” celetuk Kyung Soo yang langsung dibalas tatapan tajam dari Namja itu namun tidak Kyung Soo hiraukan sedangkan So Hyun yang mendengar itu langsung berfikir `apa maksud Kyung Soo itu?`

 

“Sudahlah! lebih baik kita kembali ke kelas masing-masing karena jam istiraha akan segera berakhir” ucap Namja itu dan setelahnya bangkit dari posisi duduknya itu

 

“Oppa, jika Kau tidak ingin mengatakan siapa Yeoja itu, lalu katakan saja mengapa Kau sampai rela pindah ke korea selain karena pernikahan Eomma dan Appa? mmm….maksudku mengapa Kau sampai rela pindah sekolah?” tanya So Hyun dengan raut muka mengharap pada Oppa`nya agar pertanyaannya ini dijawab

 

“Aku hanya ingin minta maaf dan berterimakasih”

 

Ucapan ambigu dari Oppanya itu justru membuat So Hyun terlihat binggung menerka-nerka maksud Oppa`ya itu. Namuns saat dirinya ingin bertanya lagi, Oppanya malah sudah pergi dari ruangan itu

 

 

“Soo Oppa, Aku tau Kau orang yang bai—” ucapan So Hyun itu terpotong oleh Kyungsoo

“Aku tidak akan membocorkan rahasia sahabatku sendiri termasuk membocorkannya pada dirimu yang notabennya adalah adiknya” ucap Kyung Soo yang membuat So Hyun mengerucutkan bibirnya kesal

“Tapi kata-kata Oppa`mu di akhir tadi, Aku memang tidak tau apa maksudnya, Dia tidak menceritakan secara detail mengenai kisah cintanya lagian Aku tidak akan memaksa” ucap Kyung Soo dan setelahnya berlalu pergi meninggalkan So Hyun yang semakin dibuat binggung dengan Oppa`ya yang misterius itu

 

“Mwo? Ya, mengapa Aku ditinggal sendiri?” pekik So Hyun setelah dirinya menyadari bahwa Kyung Soo juga meninggalkannya

 

……………………………………………………………………………………..

 

 

Sumpah serapah tak kunjung Taeyeon hentikan karena sosok Oh Sehun yang menyebalkan itu lagi-lagi membuat Taeyeon kesal dibuatnya. Taeyeon tidak tau apa maksud Sehun dengan menyuruhnya ini dan itu dengan alasan bahwa Taeyeon adalah wakil Sehun tapi yang benar saja apakah wajar seorang wakil harus selalu mengikuti ketuanya? itu tidak terdaftar dalam tugas seorang wakil ketua murid. Dan betapa lelahnya Taeyeon karena baru saja jam istirahat usai, dirinya sudah diberi perintah oleh Sehun untuk menyusulnya keruang perpus untuk mengambil beberapa buku yang seharusnya tanpa Taeyeon pun, Sehun bisa mengambil beberapa buku itu karena buku-buku itu hanya untuk beberapa murid yang lupa membawa buku itu

 

“Yak! Mengapa Kau menyuruku kemari hanya untuk 7 buah buku?” tanya Taeyeon yang tampak kesal karena melihat Sehun hanya mengambil 7 buah buku saja

“Kau wakilku jadi turuti perintahku” jawab Sehun datar yang membuat Taeyeon mengeram kesal. Taeyeon harus ekstra sabar untuk menahan emosinya pada Sehun mengingat ini masih di lingkungan sekolah dan saat ini dirinya dan Sehun berada diperpustakaan yang masih terdapat beberapa murid didalamnya

“Memang seorang wakil harus menuruti kemanapun ketuanya pergi? tak sadar kah Kau bahwa dari mulai pelajaran pertama Kau selalu menyuruhku menemaniku ini dan itu dan kebanyakan itu semua masalah sepele seperti membawa laptop guru yang seharusnya Kau sendirian saja bisa melakukannya tapi Kau mengajaku” ucap Taeyeon pelan

“Jika begitu, lakukan karena Kau adalah Istriku” bisik Sehun tepat ditelinga Taeyeon dan itu membuat Taeyeon tampak lebih kesal

“Babo, jangan mengatakan hal-hal aneh semacam itu” ucap Taeyeon geram yang malah dibalas senyuman miring dari Sehun

“Aku tidak mengatakan hal aneh, itu semua kenyataan jika Kau itu—-” ucapan Sehun terhenti ketika dengan sengaja Taeyeon menginjak kakinya dan sontak saja membuat Sehun menahan sakit karena tidak mungkin Sehun meringis di perpustakaan yang masih terdapat beberapa murid ini. Beruntung karena posisi mereka berada dibelakang murid-murid itu sehingga kelakukan mereka tidak menjadi pusat perhatian.

 

Sedangkan Taeyeon yang melihat raut muka Sehun, langsung berubah menaha tawa dengan menutup mulutnya, Sehun yang melihat tingkah Taeyeon segera menarik tangan Taeyeon dan meletakan ketujuh buku itu dikedua tangan Taeyeon

“Bawa ini” ucap Sehun tegas dan tanpa aba-aba langsung meninggalkan Taeyeon yang saat ini lagi-lagi mengumpat Sehun dalam hati

…………………………………………………………………………

 

“Apa keputusanku benar?mmm… Aku harap ini benar” ucap Taeyeon dan setelahnya memasukkan amplop putih ke dalam lokernya sendiri

 

 

………………………………………………………………………….

 

…………………………………………………………………………………………..

 

Bel pulang sekolah

 

 

 

Bukk

 

“Aish, bisakah Kau—-” ucapan Taeyeon ini terhenti ketika melihat siapa yang menabraknya

“Mwo?? Kau” ucap Taeyeon lagi namun setelahnya mengikuti Namja itu yang kini tengah merapihkan lembar-lembar Taeyon yang terjatuh akibat ulah Namja itu

 

“Mian, Aku tidak sengaja” ucap Namja itu yang sukses membuat Taeyeon berucap kembali

 

“Dejavu” balasan Taeyeon ini membuat Namja itu segera mengalihkan pandangannya ke arah Taeyeon dan seulas senyum kini terpampang jelas diwajah Namja itu ketika baru menyadari bahwa orang yang ditabraknya adalah Taeyeon

 

“Maksudmu?” tanya Namja itu

 

“Mmm… Kau tidak ingat? saat itu Aku tidak sengaja menabrakmu dan tadi Kau gantian yang menabrakku” ucap Taeyeon seraya terkekeh kecil diakhir katanya yang membuat Namja itu semakin menyungingkan senyumannya

 

 

 

 

“Aku ingat itu”

 

“Oh`y siapa Namamu?” tanya Taeyeon yang saat ini telah merapihkan lembar-lembar tugasnya

 

“Black” gumaman kecil dari Namja itu membuat Taeyeon yang semula menatap lembar-lembar kertasnya menjadi menatap Namja itu dan kini mereka berdua saling menatap dengan jarak pandang yang cukup dekat dengan posisi mereka saat ini.

 

 

 

 

 

“Taeyeon” merasa dirinya dipanggil Taeyeon pun mengalihkan pandangannya dan entah mengapa dirinya kini merasa gugup melihat tatapan Namja menyebalkan yang sudah berstatus sebagai Suaminya kini menatapnya atau lebih tepatnya menatap Namja yang disamping Taeyeon dengan tatapan tajam yang jujur saja baru pertama kalinya Taeyeon melihat tatapan Namja itu setajam itu.

 

 

 

 

 

 

 

 

TBC

 

Chapter 4 datang lebih awal tapi gak panjang seperti biasa, kenapa? karena Author ngetik ceritanya cuma malam doang (beberapa jam) #whahahahha. Itu juga karena kasian buat yang gak dikasih PW jadi aja dipercepat (Author itu sayang sama readers juga)

 

Oh`y ada alasan kenapa Author kirim chapter ini awal karena Author bener-bener gak bisa janji bakal post secepatnya dichapter selanjutnya kecuali comment nyampai 150 # whahahahhaha.

Gak mungkin, dengan ketidakmungkinan itu makanya Author bisa ngomong gitu

Kalau sampai segitu?

Author akan nyoba ngebuat lanjutannya 2 minggu kedepan dimulai hari post chapter ini tapi dengan syarat bahwa comment`an nyampai angka segitu dalam waktu satu minggu dimulai dari waktu post dan jangan ada yang comment double dalam arti satu kali aja

 

Dengan keyakinan bahwa yang comment gak sampai angka segitu makanya Author bisa bikin alesan buat para reader kalau kelanjutan ff ini bakal sedikit lama, whahahah #ketawajahat

 

 

Jadi ini taruhan thor? siapa yang nyepakatin?

 

Kurang lebih Anggap aja gitu, Seegannya dengan ini Author jadi gak terlalu merasa bersalah membuat reader menunggu lama #ketawajahat

 

 

Sebenernya ngerasa gak enak juga sama seluruh cast utama karena dijadiin pemain dicerita fiksi yang Author buat terutama buat yang udah punya pasangan kaya BaekYeon dan KhunFanny 🙂 Baek Oppa and Khun Oppa Mianhamnida #teriak pakai toak

 

Ini hanya cerita fiksi yang terfikir oleh Author jadi harap dimaklumin dan jangan terlalu terbawa suasana 🙂

 

Buat yang gak di kasih password #harapmengerti

 

Love Your Readers 😀

 

Kita tunggu satu minggu setelah post ^^

Jangan memaksakan mengcomment jika tidak suka ff ini 🙂

Jangan memaksakan menunggu kelanjutan ff ini jika terlalu lama 🙂

Ff WIL ? di lanjutinnya juga agak lama (Author punya kesibukan)

 

 

 

Bye ^^ untuk sementara 😀

Advertisements

148 comments on “[FREELANCE] My Rival Is My First Love (Chapter 4)

  1. jadi selama ini, secret admirer-nya taeyeon d.o
    aigoo..trnyata biasku trlibat dlm ff ini
    makin seru aja..
    fighting thor^^

  2. aduduhh.. mu comment apa lagi ya…
    oya, sejujurnya yah eon… dari tadi aq tuh slalu nge skip adegan yg ada tippa sama lulu nya… maap ya eon… aq ga suka tippa sama lulu.. T_T
    tp aq suka cerita taenggoo sama sehunn di ff ini… jadi yaa gituu deh,, bacanya setengah2..
    se x gy maap yaaaa eon

  3. Ih kesel black blm terungkap juga..jadi gregetan sendiri 😀 kok word’a d chap ini sedikit thor 😦 tapi tetep masih seru kok..

  4. yg bikin paking penesaran si blacknya..
    jadi cinta segitiga kah? uuhhhh sebel klo ada penganggu,.
    aiiisshhh,.. aku mau ketemu moment sweet seyeonnya..

  5. Pingback: [FREELANCE] My Rival Is My First Love (Chapter 7) | All The Stories Is Taeyeon's

  6. good job ^^ tapi masih bingung juga si sehun gak pernah ngungkapin cintanya, dan kita gatau isi hati sehun, cuman tindakan tindakannya yg bikin mengartikan kalo dia sayang sama taeyeon

    안녕

  7. lagi-lagi enggak terkirim ini comment nya. sebel jadi ahh. eon aku suka bahagianya Tiffany ama Luhan. si mr L merebut first kiss ms F

  8. Pingback: [FREELANCE] My Rival Is My First Love (Chapter 8) | All The Stories Is Taeyeon's

  9. yayaya, taeyeon dger ga itu? jd taeyeon lgsg knal black gituu?
    lanjut trus thor, krenn , bikin penasarann wkwkwkmw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s