[FREELANCE] Soul Switch (Chapter 2)

PicsArt_1407145338193

Soul Switch {Chapter 2}

 

 

Author: Kang Hyun In || Genre: Romance, fantasy || Rating: PG-15 || Length: Multi-chaptered

 

 

 

Main Cast: Kim Taeyeon (GG), Kim Seok Jin {Jin} (BTS) || Support Cast: You can find it by yourself

Preview: Prolog, Chapter 1

 

 

Disclaimer: Terinspirasi dari berbagai drama, movie ataupun novel but of course, Storyline is mine so don’t you dare to copy without my permission!!

Β 

Β 

HAPPY READING

 

 

 

 

 

 

 

Author POV

 

08.08.14, Los Angeles

 

Yeoja imut itu menundukkan kepalanya setibanya di bandara international LAX, Los Angeles. Meskipun hatinya yang terasa remuk dan badannya yang terasa nyeri, ia tetap mencoba untuk tersenyum pada orang-orang disekitarnya, ia melambai pelan dan tersenyum tipis.

 

‘Ia bahkan tidak mengangkat panggilan telepon dariku dan ia juga.. tidak membalas pesan-pesanku untuknya,’ batinnya perih, Taeyeon memejamkan matanya pelan mencoba menahan butiran bening yang kini akan menetes dipipinya.

 

Suara teriakan-teriakan sudah mulai meredup, Taeyeon melihat ke belakang ternyata dirinya dan ketujuh membernya sudah menjauh dari kerumunan.

 

“Ya! Kajja,” sahut Tiffany, ia menarik lengan Taeyeon dengan lembut.

 

“Eonnie, gwaenchannayo?” tanya sang maknae, raut wajahnya terlihat begitu mengkhawatirkan eonnienya itu, ia memeluk manja lengan Taeyeon. Tiffany yang dipanggil Jessica langsung berlari kecil menghampirinya.

 

Taeyeon tersenyum dengan lembut, ia mengelus lengan Seohyun yang melingkar dengan manis dilengannya. Tiba-tiba saja Taeyeon melepas lengan sang maknae, perutnya terasa sakit namun ia mencoba tersenyum pada Seohyun yang melihatnya dengan pandangan khawatir.

 

“Eonnie-”

 

“Seo-ya, eonnie sakit perut. Kalian duluan saja, eonnie ke toilet sebentar. Kalian tunggu saja di mobil ne?”

 

“Keunde eonnie, aku ingin menemanimu,” jawab Seohyun masih dengan pandangan khawatirnya.

 

“Ya! Seohyun-ah, Taeyeon-ah palliwa. Sedang apa kalian di situ?” tanya sang manajer saat melihat leader dan maknae itu terdiam dan saling berbisik. Ia menghampiri keduanya dan melihat Taeyeon dengan tanda tanya.

 

“Oppa, aku sakit perut. Aku ingin ke toilet sebentar, kalian menunggu di mobil saja.” ujar Taeyeon, ia memegang perutnya yang kembali sakit.

 

“Omona! Kau belum buang air besar? Baiklah, kita akan menunggumu di mobil. Telepon saja aku jika kau sudah selesai, arraseo?”

 

Taeyeon hanya mengangguk mengiyakan, berjalan menjauhi sang manajer dan ketujuh membernya itu, kenapa hanya ada delapan member? Sooyoung tidak dapat hadir menjadi bintang tamu KCON di LA bersama kedelapan membernya itu karena ia sedang syuting drama terbarunya.Ada beberapa fans yang kecewa karena tidak hadirnya shikshin yang satu ini.

 

Taeyeon melihat petunjuk-petunjuk arah yang membawanya ke toilet, keringat dingin mulai bermunculan karena ia menahannya sedari tadi.

 

“Aigoo, sedikit lagi. Jangan sampai kau keluar di celana,” Taeyeon bermonolog saat ia rasa sakit diperutnya itu kian menjadi.

 

Karena terburu-buru ia menabrak seorang yeoja yang menatapnya tak suka, Taeyeon membungkuk seraya meminta maaf berulang kali dan masuk ke dalam toilet dengan tergesa.

 

Yeoja itu menatap punggung Taeyeon dengan sinis, saat melangkah ia mendengar bunyi ‘krek’ dari sepatunya, dengan perlahan yeoja dengan mata birunya itu melihat ke bawah dan menemukan.. sebuah ponsel?

 

‘Ini milikmu? Tidak kusangka akan semudah ini,’ batinnyaseraya mengambil ponsel tersebut.

 

***

 

Hampir 15 menit Taeyeon berada di bilik toilet, perutnya benar-benar sakit dan butuh waktu yang cukup lama untuk membuat sakitnya itu hilang. Setelah selesai, ia keluar dari bilik toilet dan melihat keadaan sekitar. “Sepi,” gumamnya pelan.

 

Taeyeon membasuh wajahnya dan melihat ke arah cermin, kulitnya yang agak pucat, pipinya sedikit tirus dan bibirnya yang kering. Apakah ia begitu menderita sampai keadaannya terlihat memburuk? Padahal baru beberapa hari setelah kejadian itu tapi.. hatinya masih terasa nyeri dan begitu sesak.

 

Yeoja mungil itu sedikit menggelengkan kepalanya, ‘Aniyo aku harus semangat dan memberikan yang terbaik untuk SONE, hwaiting!’ batinnya menyemangati diri sendiri, ia mengepalkan tangannya di udara.

 

“Omo! Sudah berapa lama aku di sini? Aku harus menelpon manajer-oppa sekarang.”

 

Ia merogoh saku celananya, menepuk-nepuk saku jaketnya namun nihil, ponselnya tidak ia temukan.

 

“Aku.. aku.. membawanya.. tapi kenapa? Eottokhae? Eottokhae?” gumamnya dengan panik. Taeyeon melihat ke dalam bilik toilet dan langsung keluar saat mengingat ia bertabrakan dengan seorang yeoja, mungkin ia menjatuhkannya di sana. Namun saat keluar dari toilet ia tidak menemukan apapun.

 

‘Kau benar-benar ceroboh Kim Taeyeon,’ sang yeoja berjalan dengan lesu, iamenundukan kepalanya dalam. Matanya berair dan saat ini ia sangat bingung apa yang harus dilakukannya.

 

BRUK

 

Taeyeon kembali menabrak seseorang dan jatuh terduduk namun ia begitu lemas hanya untuk melihat siapa yang ia tabrak.

 

“S-sunbaenim?”

 

Suara berat seorang namja menggelitik telinganya hingga membuat Taeyeon tergerak untuk mengangkat kepalanya, ia melihat namja dengan wajahnya yang tampan, hidungnya yang mancung dan bibirnya yang tebal dan sexy.

 

“Jin-ah?” sahut sang yeoja, ia tidak sadar menyebut Jin yang notabenenya sebagai hoobae dengan sebutan non formal, Taeyeon bahkan tidak terlalu dekat dengan Jin, member tertua BTS itu.

 

Sang namja mengerutkan keningnya bingung, ia memang sering berbincang dengan Taeyeon sebelumnya namun ia belum pernah mendengar sunbaenya itu menyebut namanya secara non formal. Tapi Jin tidak mempermasalahkan itu semua, karena keadaan Taeyeon yang ‘sedikit’ berantakan.

 

Jin mensejajarkan dirinya dengan yeoja cantik nan mungil dihadapannya itu, ia memegang pundak Taeyeon dengan lembut dan menatap lurus ke arah bola mata terang milik sang yeoja.

 

“Gwaenchanayo sunbae?” tanyanya dengan lembut, ia sedikit panik saat melihat butiran bening itu mengenang dipelupuk mata Taeyeon.

 

“Huwaaaaaaaa..”

 

Dan detik berikutnya, Taeyeon menangis sambil memeluk namja dengan bibir tebalnya itu. Jin yang terkejut hanya membulatkan matanya namun perlahan matanya melembut dan membalas pelukan Taeyeon seraya mengelus punggung sang yeoja.

 

“Uljimayo.. noona.”

 

***

 

“Aish, di mana Jin hyung? Kenapa ia lama sekali?” tanya RapMon dengan panik, ia kembali melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya.

 

“Ia bilang ingin buang air kecil dan sudah hampir setengah jam ia berada di toilet,” jawab Suga.

 

“Aigoo apa hyung tersesat? Tapi toilet tidak terlalu jauh dari sini,” ujar Taehyung dengan khawatir, ia terlihat mondar-mandir di hadapan member-membernya itu.

 

“Kalau begitu, aku akan menyusulnya,” sahut member termuda di BTS, Jungkook. Namun saat Jungkook berbalik tiba-tiba sebuah pesan masuk mengagetkan dirinya, ia merogoh sakunya dan membuka pesan tersebut.

 

“Pesan dari siapa Kookie?” tanya J-Hope seraya merangkul pundak Jungkook.

 

“Kookie, kalian duluan saja ke hotel. Hyung akan menyusul menggunakan taksi, nama hotel dan alamatnya nanti kau kirimkan padaku hmm? Saat sudah sampai, hyung akan menceritakan semuanya,”Jungkook dan J-Hope membaca pesannya secara bersamaan, keduanya mengerutkan keningnya bingung begitupun dengan kempat member lainnya, meskipun bingungkeenam namja tampan itu tetap mengikuti apa yang dikatakan Jin.

 

Di tempat yang berbeda namun diwaktu yang bersamaan, terlihat seorang namja yang dengan paniknya ia mengotak-atik sebuah ponsel ditangannya, beberapa kali ia mendengus kesal saat mendengar ‘nomor yang anda tuju..bla bla bla..’ dari ponselnya.

 

“Oppa, bagaimana jika aku danFany menyusulnya ke toilet? Ini sudah hampir setengah jam dan ia belum kembali?” usul Sunny dengan khawatir.

 

“Andwae, kalian masuk saja ke mobil arra? Aku yang akan menyusulnya sekarang,” jawab sang manajer dengan tegas, matanya menatap Sunny dan member lainnya dengan tajam.

 

Ketujuh yeoja cantik itu mengangguk dengan pasrah, semuanya mengkhawatirkan sang leader, mereka tahu bahwa Taeyeon adalah yeoja yang mudah lupa dan sering tersesat, mereka merasa bersalah membiarkan Taeyeon pergi ke toilet sendirian.

 

“Arra oppa, kajja yeorobun,” sahut Yuri dengan lemas, ia yeoja pertama yang memasuki mobil dan diikuti yang lainnya.

 

Setelah semuanya memasuki mobil, sang manajer langsung berlari dan kembali ke bandara. Ia melihat petunjuk-petunjuk arah menuju toilet, sesampainya di sana manajer-oppa langsung masuk ke dalam toilet yeoja, tidak memperdulikan bahwa dirinya adalah seorang namja namun nihil tidak ada tanda-tanda leader Girl’s Generation itu di sana.

 

Wajah sang manajer langsung pucat pasi karena tidak menemukan Taeyeon dimanapun, didalam toilet yeoja maupun toilet namja bahkan disekitar bandara tidak terlihat siluet yeoja yang dicarinya itu. Dengan berat hati ia kembali keparkiran tanpa Taeyeon.

 

“Neo eoddiga?” gumam sang manajer, ia menatap dinding dengan pandangan kosong.

 

***

 

Namja dengan bibir tebalnya itu terus memperhatikan yeoja manis disampingnya, ia sedikit prihatin melihat yeoja yang biasa ia lihat diyoutube itu begitu ceria dan dorky namun sekarang? Ia hanya melihat seorang yeoja yang begitu frustasi akan hidupnya.

 

“S-sunbae..”

 

Tiba-tiba yeoja itu berhenti dan melihat ke arah Jin, “Panggil saja aku noona, Jin-ssi.”

 

“Taeyeon n-noona.. Jika aku memangilmu noona, kau juga panggil saja aku Jin.”ucap Jin dengan pelan membuat Taeyeon kembali mengarahkan pandangannya ke arah Jin.

 

“Noona, aku lebih menyukai dirimu yang ceria dan tertawa bersama member lainnya. Hari ini kau begitu berbeda,” ucap Jin, ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

 

Sang yeoja hanya tersenyum kearahnya, namun bukan senyuman palsu kini Taeyeon tersenyum dengan tulus ke arah Jin. “Jinjjayo? Kau memperhatikanku selama ini huh?” jawab Taeyeon dengan jahil dan sontak membuat Jin sedikit gugup dan panik mendengar jawaban sang yeoja.

 

Taeyeon yang sedari tadi memperhatikan Jin pun tertawa, memperlihatkan ‘ahjumma laugh’ khasnya itu. Jin yang melihat Taeyeon tersenyum dan tertawa kini bernafas lega, ia ikut tertawa bersamanya.

 

Tak terasa keduanya melewati jalanan besar yang lumayan sepi, entahlah Taeyeon yang menangis begitu pilu membuat Jin kalut dan ia dengan seenaknya menarik Taeyeon kemanapun kakinya itu melangkah.

 

Jin kembali melihat ke arah Taeyeon, ia terdiam sebentar dan kembali melanjutkan berjalan di samping yeoja mungil itu. “Noona, bolehkah aku bertanya padamu?” Jin akhirnya memberanikan diri untuk bertanya kepada Taeyeon, sang yeoja hanya mengangguk kecil menanggapi pertanyaan Jin.

 

“Kau sedang patah hati?”

 

Tiba-tiba saja yeoja mungil itu terdiam, ia menundukan kepalanya. Jin yang melihat hal itu langsung berubah panik, “N-noona.. maaf jika pertanyaanku membuatmu mengingat-”

 

 

Namun tanpa diduga Jin, Taeyeon mengangkat wajahnya dan kembali tersenyum ke arah Jin dan tentu saja senyum itu hanya senyuman palsu sang yeoja membuat Jin mengutuk dirinya sendiri karena berani bertanya hal seperti itu.Perlahan Taeyeon memegang jari-jari Jin dengan lembut, ia sedikit khawatir melihat Jin yang panik dan tiba-tiba bergerak dengan gelisah.

 

“Gwaenchanayo Jin-ah, kau bisa bertanya apapun padaku tapi sebelumnya.. bisakah aku bertanya satu hal padamu?” tanya Taeyeon, ia sedikit meremas jari-jari yang ia genggam.

 

Jin yang terbuai dengan perlakuan Taeyeon hanya mengangguk mengiyakan, “Kenapa menjadi seorang yeoja begitu menyakitkan? Kenapa selalu seorang yeoja yang tersakiti? Kenapa hal itu bisa terjadi Jin-ah?” tanya Taeyeon dengan sendu, Jin kembali melihat genangan air mata dipelupuk matanya.

 

Karena tak tega akhirnya Jin membawa Taeyeon ke dalam pelukannya, menyalurkan rasa hangat ditubuh keduanya. Jin mengusap punggung sang yeoja pelan, ia tahu yeoja yang ia peluk ini begitu banyak masalah yang kini sedang dihadapinya. Dan Jin sangat tahu, jika Taeyeon membutuhkan seseorang yang mengerti dirinya. Ia tahu leader Girls’Generation itu sangat berbakat dalam menyembunyikan kesedihannya dan tentu saja Taeyeon adalah seorang yeoja yang tidak ingin membuat orang-orang disekitarnya mengkhawatirkan dirinya.

 

“Ssshh.. noona, jika boleh jujur aku lebih memilih menjadi seorang yeoja dibandingkan dengan namja.. aku..”

 

Jin kehabisan kata-kata, ia terdiam dan memeluk Taeyeon semakin erat, ia juga tidak mengerti kenapa ia menginginkan dirinya menjadi seorang yeoja. Apakah alasannya karena Park Hyojin?

 

Kini Taeyeon membalas pelukan Jin, ia terisak dengan pilu. “Jin-ah, wae? Kenapa kau berfikirseperti itu? Menjadi seorang yeoja begitu menyakitkan, saat seorang yeoja mencintai namja yang lebih tua ia dihujatdan saat yeoja itu mencintai namja yang lebih muda pun pasti ia akan dihujat. Apakah seorang yeoja tidak boleh mencintai Jin-ah? Apakah seorang yeoja tidak diperbolehkan untuk bahagia?”

 

Jin sekarang mengerti apa yang ada dibenak Taeyeon hingga membuatnya murung dan bersedih, ia tahu jika Taeyeon sudah berada dihadapan kamera maka ia harus bersikap profesional untuk penggemar-penggemarnya. Namja tampan itu juga ikut murung, ia merasa menjadi seorang publik figur butuh kesabaran dan kelapangan dada yang ekstra.

 

“Hey noona lihat mataku,” Jin melepas pelukan keduanya, ia memegang dagu sang yeoja dan mengangkatnya membuat Taeyeon mau tak mau menatap namja tampan dihadapannya. “Ikuti kata hatimu noona, be brave. Jangan pedulikan apa kata orang lain karena.. aku.. aku.. akan melindungimu dari belakang,” jawaban Jin membuat mata Taeyeon terbelalak, Jin yang melihatnya sedikit salah tingkah dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

 

“E-ekhem n-noona.. bukan maksudku-”

 

Ucapan sang namja terpotong karena melihat Taeyeon menggeleng dan tersenyum manis kearahnya, “Entahlah, tapi aku juga ingin melindungimu. Kau mirip seperti Hayeon, Jin-ah.”

 

Jin membalas senyuman Taeyeon, ia bersyukur karena ucapannya tidak berbuah kesalahpahaman dan kecanggungan diantara keduanya. Ia juga sudah menganggap Taeyeon sebagai noonanya sendiri, namun lama kelamaan raut wajah Jin berubah serius.

 

“Bagaimana menurutmu jika kita bertukar.. jiwa?”

 

Taeyeon hanya mengerutkan keningnya bingung, ia memandang Jin dengan pandangan yang sulit diartikan dan beberapa detik kemudian keheningan malam berubah menjadi suara tawa Taeyeon yang cukup nyaring, sang namja yang melihat Taeyeon menertawainya hanya mempoutkan bibir tebalnya itu.

 

“YA! Noona..”

 

Taeyeon menghindari Jin yang kini mendekatinya, ia berlari tak tentu arah melihat jalanan yang lenggang membuatnya leluasa untuk berlari kemanapun ia mau, menghindari amukan Jin.

 

Namun saat melihat ke arah kanan, Jin melihat sebuah mobil melaju dengan kencang, ia melihat Taeyeon yang masih tertawa dengan gembira,karena keasyikanTaeyeon tidak melihat ada mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi kearahnya.Dengan refleks Jin langsung berlari ke arah Taeyeon berniat menyelamatkannya namun…

 

BRAK

 

Suara tabrakan itu begitu memekakan telinga, sang pengendara menyeringai sinis namun matanya membelalak saat ada satu orang lagi yang ia tabrak. “Siapa namja itu? Ah.. mungkin ia pahlawan kesiangan untuk yeoja jalang sepertinya. Dan kutukan itu.. akan berhasil saat jam menunjukan pukul 12.00 tengah malam. Hahahaapakah aku harus menambahkan namja itu? Ah mianhaeyo, siapa suruh kau melindungi yeoja yang dengan seenaknya merebut Baekhyun oppaku,” ujar seorang yeoja dengan matanya yang berkilat dan berwarna biru.

 

“Tidak sia-sia aku mengikutinya dari Seoul, semua orang tidak akan curiga jika aku adalah yeoja dengan kewarganegaraan Korea Selatan. Tch.. benar-benar menyusahkan, aku harus cepat menelpon member-member bitch itu,” lanjutnya dengan smirk halus diwajahnya, ia mengambil sebuah ponsel dengan foto Taeyeon dan Baekhyun sedang selca sebagai wallpaper. “Tch,bahkan wallpapernya ia berselca dengan Baekkie oppaku. Dasar yeoja tua, aku malah ingin membunuhnya sekarang. Ah anniyo.. anniyo, aku ingin ia menderita dan mati secara perlahan, itu lebih mengasyikan dan lebih menantang. Lagipula, kutukan itu tidak akan berhasil jika ia mati sekarang,” yeoja dengan bola mata biru safir itu bergumam dan menyeringai setelahnya.

 

***

 

Ketujuh yeoja cantik itu terlihat gelisah, mereka mengkhawatirkan leadernya itu karena sudah berjam-jam Taeyeon tidak ditemukan. Sang manajer terlihat mondar-mandir(?) tidak jelas, ia terus saja melihat ponselnya mengharapkan seseorang menelpon dirinya tentang kabar Taeyeon.

 

“Oppa, aku begitu mengkhawatirkan eonnie. Bisakah kita yang langsung mencarinya?” tanya Yoona pada sang manajer, wajahnya memperlihatkan kekhawatiran yang begitu dalam. “Lagipula eonnie adalah seorang yeoja yang sering lupa dan mudah tersesat, aku sangat takut sesuatu terjadi padanya oppa.” tambahnya.

 

Yuri yang berada di samping Yoona langsung memeluk visual SNSD itu, ia juga sama sepertinya begitu mengkhawatirkan Taeyeon. “Kita semua di sini juga mengkhawatirkan Taeyeon, semoga tidak ada hal buruk yang terjadi padanya.” hibur Yuri, ia mengusap pelan punggung Yoona.

 

Riiing. Riiing. Riiing

 

Ponsel milik Sunny berdering, ia melihat nama yang tertera diponselnya dan membulatkan matanya saat nama ‘Taeng’ tertera dilayar ponselnya. “Taeyeon menelpon!” serunya girang, ia langsung menjawab panggilannya itu namun beberapa menit mendengarkan apa yang dikatakan sang penelpon, wajahnya langsung berubah pucat. Jessica yang melihatnya langsung merebut ponsel milik Sunny.

 

“TAENG KECELAKAAN,” Sunny berteriak dengan histeris, air matanya mengalir dengan deras. “Sang penelpon memberitahuku dimana rumah sakitnya, kajja kita harus segera ke sana,” tambah Sunny, ia serta yang lainnya langsung bersiap-siap dan bergegas keparkiran berbeda dengan Jessica yang setia mendengarkan apa yang sang penelpon ucapkan setelah mereka keluar.

 

“Sssh Sunny-ssi tenanglah, hey aku akan memberimu clue. Tentu saja ia tidak akan mati dengan mudah, ada sesuatu halspesial yang akan kulakukan padanya. Jam 12 tepat..

 

Tick

 

Tock

 

Tick

 

Tock

 

Kau akan melihat sesuatu terjadi pada leadermu itu. Aku akan memberinya 90hari, jika ia tidak menemukan sebuah jam pasir kesayanganku,maka ia selamanya akan seperti itu. Tapi ingat, kau tidak boleh secara langsung memberi tahunya, ia akan terkena pelanggaran yang membuatnya mati secara perlahan. Arraseo? Aigoo kau begitu shock hingga tidak mengeluarkan suara Sunny-ssi? Arraseoyo, aku akan menutup sambungan telponnya. Annyeong~”

 

Piip

 

Sambungan telepon terputus, Jessica yang mendengarnya hanya terdiam membeku, badannya terasa kaku untuk digerakkan, mulutnya membisu tidak dapat berkata sepatah katapun. Banyak pertanyaan-pertanyaan muncul di dalam otaknya itu dan ia bingung mengekspresikannya.

 

Tiba-tiba Hyoyeon datang, membuyarkan lamunannya. Sang dancing machine itu mengambil jaket milik Jessica dikamarnya dan langsung menyeret sang ice princess keluar bersamanya. “Kajja, kenapa kau hanya melamun huh?” tanya Hyoyeon dengan bingung. Ia sempat melihat wajah Jessica yang memucat dan menggeleng kearahnya.

 

“Gwaenchanayo, Hyo.” sahutnya pelan.

 

***

 

“YA! KALIAN SEMBUNYIKAN DIMANA KIM SEOKJIN HUH?” tanya seorang namja dengan umur sekitar 30an itu berteriak dengan nyaring membuat namja-namja dihadapannya menunduk takut.

 

“YA! JAWAB PERTANYAANKU!” sahutnya kembali, ia memijit pelipisnya yang berdenyut.

 

“M-manajer.. hyung..”

 

“Katakan, bersikaplah seperti seorang namja dan jangan terbata seperti itu.” jawab sang manajer dengan gusar, ia panik ketika tiba dihotel Jin tidak ikut bersama yang lainnya dan lebih panik saat Jin masih saja tidak ada padahal mereka akan latihan untuk acara KCON nanti.

 

“Sebenarnya Jin hyung sedang ada urusan dan ia akan kembali setelah urusannya itu selesai-”

 

“Sudah berapa jam ia pergi? Tidak hanya satu atau dua jam tapi ia pergi hampir 5 jam lamanya. Apakah ia mengatakan kemana ia akan pergi?”Kini sang manajer bisa menetralkan emosinya melihat namja-namja muda dihadapannya itu terlihat begitu ketakutan.

 

“Molla hyung, Jin hyung tidak mengatakan secara detail kemana ia akan pergi. Igeo, aku masih menyimpan pesannya,” ucap Jungkook, ia mengambil ponselnya dan memperlihatkan pesan dari Jin.

 

Sang manajer menghela nafasnya, ia tidak mengira Jin akan berbuat nekat seperti ini. Sebenarnya.. ada apa dengan dirinya? Apakah ia sedang tertekan?

 

Riiing. Riiing. Riiing.

 

Nada dering ponsel itu begitu memekakan telinga, ponsel sang manajer berdering dengan nyaring. Ia mengernyitkan dahinya saat melihat nomor tidak dikenal yang menelponnya.

 

“Yeoboseyo.”

 

“MWORAGO? Arraseo, saya akan segera ke sana.”

 

Piiip

 

Jawaban sang manajer membuat keenam namja tampan itu bingung namun ikut panik saat manajer-hyung bergegas untuk pergi dari hotel.

 

“Kajja yeorobun, Jin kecelakaan. Tadi pihak rumah sakit menelponku,”ujar sang manajer dengan panik membuat keenam namja ituikut bergegas dan pergi dari hotel menuju rumah sakit terbaik di L.A.

 

***

 

09.08.2014, Ronald Reagan UCLA Medical Center, Los Angeles

 

Jin sedikit mengernyitkan dahinya saat dirasa dirinya memakai selang oksigen, ia tidak mengingat apapun yang terjadi semalam. Keningnya semakin mengernyit saat samar-samar mendengar suara-suara yeoja disampingnya.

 

“Sepertinya ia akan sadar, lihatlah keningnya sedikit mengernyit.”

 

“Taeng.. cepatlah sadar. Sudah satu hari kau tertidur dengan pulas, kau ingin menjadi saingan Sica huh?”

 

Jin ingin sekali membuka matanya namun tubuhnya sangat lemas, ia tidak bisa membuka matanya meskipun secara perlahan. Ia juga bingung kenapa seseorang memanggilnya ‘Taeng’? Ah mungkin seseorang itu sedang memanggil temannya tapi siapa yeoja-yeojadisampingnya itu? Dan.. dimana keenam membernya? Apakah mereka sudah tidak perduli padanya?

 

Hiks

 

Hiks

 

Kini ia mendengar suara tangisan seorang yeoja, “Seo-baby uljimayo.” Jin kembali mendengar suara seorang yeoja ah ani bukan seorang tapi beberapa orang.

 

Dengan tenaga yang ia punya, Jin mencoba untuk menggerakan jari-jari tangannya dengan perlahan. Meskipun terasa ngilu tapi ia mencoba memberitahu yeoja-yeoja disampingnya bahwa ia sudah sadar.

 

“OMO! Lihatlah jari-jarinya bergerak, cepat panggil uisa-nim.”

 

Jari-jari yang digenggam yeoja itu bergerak dengan pelan dan perlahan membalas genggaman sang yeoja.

 

Jin kembali mencoba untuk membuka kedua matanya, dengan sisa tenaga yang ia punya akhirnya Jin berhasil membuka matanya secara perlahan. ‘Buram,’ batinnya. Namun saat penglihatannya sudah jelas, Jindikejutkan dengan seorang yeoja yang dikenalnya itu tengah menatapnya dengan bahagia dan kembali mengeratkan genggamannya.

 

“Hey, akhirnya kau sadar juga. Berani sekali kau membuatku khawatir huh,” ujarnya dengan lembut, ia mengelus rambut Jin dengan sayang.

 

Jin tidak mengerti sebenarnya apa yang terjadi, ia hanya mengernyitkan dahinya dengan bingung.

 

“T-Tiffany.. s-sunbaenim..?”

 

***

 

Kelima namja tampan itu tertidur dengan pulas, berbeda dengan sang maknae yang tidak bisa tertidur dengan nyenyak karena begitu mengkhawatirkan hyungnya itu.Matanya kembali memanas saat ia mengingat bahwa hyungnya sedang koma, Jungkook sangat menyesal karena ia membiarkan Jin pergi kemarin.

 

Semalam, saat dirinya dan hyungnya beserta sang manajer tiba dirumah sakit. Ia dikejutkan dengan keadaan Jin yang begitu parah. Banyak informasi yang mengatakan bahwa ia menyelamatkan Taeyeon, sang leader Girls’ Generation itu.

 

Jungkook juga berencana akan menjenguk Taeyeon karena ruang inap keduanya berdekatan. Ia sempat bingung karena sejak kapan Taeyeon sunbaenimnya dekat dengan hyungnya itu. Jungkook begitu mengidolakan seorang Kim Taeyeon dan setahunya Taeyeon hanya dekat dengan Taehyung yang pandai berbicara dan bersosialisasi dengan orang lain berbeda dengan Jin yang pendiam.

 

“Hyung, cepatlah sadar. Aku..” ucapan Jungkook terpotong saat jari-jari hyungnya itu bergerak dengan pelan. Ia membelalakan matanya dan langsung berteriak dengan histeris.

 

“YEOROBUN IREONA! YA! PALLI IREONA,” teriak Jungkook membuat kelima namja tampan itu terbangun dan ikut panik saat melihat Jungkook.

 

“Ada apa Kookie? Hey tenanglah,” ujar Jimin, ia mendekati Jungkook yang bergerak dengan gelisah.

 

“I-itu jari-jari Jin hyung bergerak, siapa saja tolong panggilkan uisa-nim.” ucap Jungkook membuat Jimin mengangguk mengerti, ia mengajak J-Hope keluar bersamanya memanggil sang dokter.

 

Taehyung yang mendengar hal itu langsung berlari ke arah hyung yang sedang terbaring lemah dikasur, ia berbisik ditelinganya.

 

“Hyung kau mendengarku? Bukalah matamu jebal hyung,” ucap Taehyung membuat namja dihadapannya itu sedikit mengerutkan keningnya.

 

‘Hyung? Suara siapa ini? Dimana Fany? Sunny? Dan yang lainnya? Berani sekali mereka mengacuhkanku dan membiarkanku di sini bersama namja-namja?’

 

Taehyung melihat hyungnya yang bersusah payah membuka matanya itu, ia tersenyum dengan manis saat melihat namja tampan dihadapannya melihat dengan bingung kearahnya. Jungkook yang melihat hyungnya tersadar langsung memeluknya dengan lembut, Suga dan Rap Monsterpun menghampirinya.

 

“Syukurlah kau sudah sadar hyung,” ujar Suga dan tersenyum membuat matanya tenggelam bersama senyumannya.

 

“Kau begitu berani Jin hyung, dari informasi yang ku dengar kau menyelamatkan Taeyeon sunbaenim. Apa itu benar?” tanya RapMon, ia menaik turunkan alisnya dengan jahil.

 

“Hey akuini Taeye-”

 

Tiba-tiba saja namja dengan bibir tebalnya itu menghentikan ucapannya. ‘Suaraku? Terdengar.. manly?’ batinnya. Dengan panik ia bangun namun kepalanya terasa berputar dan berdenyut dengan keras membuatnya mengerang kesakitan.

 

“Hyung, kau tiduran saja dulu.”

 

“Jungkook-ssi, bisakah kau tolong ambilkan sebuah cermin untukku?”

 

Jungkook mengernyit bingung dengan panggilan ‘Jungkook-ssi’ namun menggeleng saat melihat hyungnya itu terlihat panik.”Hey ada apa hyung?” tanya Taehyung dengan gugup, “Dimana yang sakit? Di sini?” tambahnya, Taehyung memegang dada sang namja.

 

Taehyung semakin bingung dan gugup saat hyungnya itu melotot kearahnya namun Taehyung hanya mengendikan bahunya dan saat itulah Jungkook kembali masuk membawakan cermin dengan ukuran yang cukup besar, ia langsung memberikan cermin itu pada hyungnya.

 

“Igeo hyung,” ucap Jungkook dengan senyuman manis miliknya. Jungkook kembali dibuat bingung oleh hyungnya saat ia melihat tangan ‘Jin hyung’ bergetar saat melihat wajahnya sendiri dari cermin.

 

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA.”

 

Dan teriakan itu membuat mata Jungkook, RapMon, Suga dan Taehyung membulat lebar dan seketika rasa panik menghampiri keempat namja tampan itu saat melihat hyungnya yang berteriak dengan histeris.

 

TBC..

 

 

Β©Kang Hyun In

 

A/N: Hei annyeong~

saya balik lg bawa ff jelek ini, gimana mnurut chingudeul? Udh pnjang kan? Atau malah kpanjangan? Feelnya blm dapet yaa kayanya dan saya rasa malah tmbah bosen, haduh maaf karena msih aja jelek yaa chingudeul T.T

 

Saya coba buat lbih mnarik lg next chapnya yaa^^

Dichapter ini Jin-Taeyeon udh ketuker(?) dan next chap saya coba buat full Jin-Yeon(?) atau BTS-Taeyeon momen..

 

Makasih yaa buat chingudeul yg udh read, like and comment dichapter sbelumnya, maaf ga dibales satu2 😦

 

 

Mmm bingung mau ngmng apalg hehe oya makasih buat admin yg udh luangin wktu buat publish ff ini#hugsadmin

 

See you for next chap, pai pai~

 

 

 

Advertisements

57 comments on “[FREELANCE] Soul Switch (Chapter 2)

  1. astogehhhhh thor lucu alur nya bikin penasaran, bahasanya mudah dimengerti next nya ditunggu ya, keep writing, fighting^^

    • Waaaaah makasih yaa komentarnyaa, kalau ada kritik dan saran langsung sampein(?) aja yaa, misalnya masih blm dapet feel atau gimana gituu hehe

      Skali lg makasih yaa komentarnyaa^^~ ❀

  2. Kyaaaaaaa mereka udh ketuker yay! πŸ˜€
    semoga taengnya gada adegan nangis2 lg, sedih liatnya πŸ˜₯
    Itu yeoja yg matanya biru siapa sih? Kayanya dia fansnya baekhyun deh? Nyebelin -_-

    Engga thor, feelnya udh dapet ko, bahasanya jg bagus aku sukaaaa hehe^^d
    Ditunggu yaa next chapnyaaaa ❀ ❀ :*

    • Lol πŸ˜€

      Makasih komentarnyaa chingu, kalau ada kritik dan saran, kurang feel atau ffnya msih ga menarik langsung sampein(?) yaa biar bisa diperbaiki next chapnyaa hehe
      Skali lg mkasih udh nyempetin buat komentar^^~ ❀

    • Iya mereka emng udh ketuker dari awal jg, taeng yg tomboy & jin yg feminim#eh πŸ˜€

      Makasih bwt komentarnyaa chingu, kalau ada kritik dan saran, kurang feel atau apa langsung sampein(?) yaa biar bisa diperbaiki nantinyaa, skali lg makasih yaa chingu^^~ ❀
      Maaf baru bsa bls skarang#bow

  3. Jinjja author nim aduh ini pas bagian seru seru nya kenapa malah tuberculosis/? Maksudnya tbc:| eh btstaeng kan bukan btshidae/? Aigoo ga sabar deh. Fighting author! Jangan lama lama ya update nya huhu

    • Lol XD

      Makasih udh nyempetin komen yaa chingu, seneng bgt deh#plak πŸ˜€
      Kalau ada kritik dan saran langsung sampein(?) aja yaa chingu jgn sungkan hehe

      Skali lg makasih bwt komentarnyaa^^~ ❀

  4. hahahaha.. lucu thor! siapa sih, yeoja b*k itu? kalo, itu beneran terjadi, yg ada dunia gempar atas kejadian yg menimpa sang kid leader #plak xD.
    next chap ny, jgn lmaΒ² y thor!!

    • Iya haha untungnya ini cuman fiksi yaa, saya jg ga tega bwt taeng kaya gitu hehe

      Makasih udh nyempetin komentar yaa chingu, kalau ffnya blm ada feel atau masih ga menarik bisa langsung disampein aja yaa πŸ™‚

      Skali lg makasih bwt komentarnyaa, maaf baru bsa bls skarang^^~ ❀

  5. Taeyeon dan jin sdah bertukar jiwa. ^^ keren siapa tu yg nyelakain taeng ? jahat amat. Next chapter pliss jngan lama yaa~ fighting!^^

  6. waaa ceritanya semakin seru thor,,
    kalo boleh juju sih ya, lebih menarik di part ini dibandingkan part 1, hehe
    oh ya thor, itu si ceweknya siapa soh? nyebelin banget deh, mantannya baekhyun kah?
    trus itu arti dari jam pasir apa ya? wujud jam pasir beneran atau gimana?
    thor, emang bener ya, si jungkook itu fanboy taeng, ?
    kok aku nggak pernah deneger?

  7. xixixi… πŸ˜€ lucu thor ff nya rada2 kaya secret garden…. πŸ™‚
    jadi gak sabar nunggu next chapternya..
    next chapter ditunggu ya thor… πŸ™‚
    Fighting… πŸ˜‰

  8. siapa sih yg nabrak Taeng? trs ngasih wkt 90 hari? kyk malaikat maut ajaa..
    sasaeng fan Baekhyun yaa??? ato sapa gitu??
    plsss jawab berbagai rasa pnasaran saya ini,, updatesoon.. FIGHTING!!!

  9. Iya sama2 unni, itu juga yang unni bilang diemail πŸ˜€

    Klo yang bawahnya itu copas dari komen2 sebelumnya coz unni kan suka bilang gitu, ‘makasih komentarnya’ pk lambang hati πŸ˜€

  10. ff nya daebak keren seruu yg pasti bikin penasaran
    baekki oppa kok gitu sih jahat deh huhuhuhuhuhuhuhu
    momentnya ada yg mirip secret garden jadi kangen deh sama film itu heheheheheh
    itu siapa cewek itu siapa ??? parah banget kejem banget sadis banget !
    updatesoon yha thor di tunggu kelanjutannya banyakin moment jin tae nya udah penasaran banget pokoknya fighting terus ne nulis ff nya

  11. kata siapa ff ini jelek? ceritanya menarik banget..apalagi klo wordnya lebih dibanyakin lagi..hehe. semangat author..kutunggu update-nya. ff ini bagussss..apalagi klo ngabayangin banyak moment bts-tae..huhu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s