[FREELANCE] Devil Who Loved Me (Chapter 2)

poster DWLM 2

Devil Who Loved Me (Chapter 2)

 

Author: SuntQ

Genre: Fantasy, Romance, Fluff, School Life

Cast: Byun Bekhyun, Kim Taeyeon, Oh Sehun

Other Cast: Nanti akan keluar sesuai jalannya cerita 😀

Lenght: Multi Chapter

Rated: PG 17

Disclaimer: All Cast belongs to God and their Parents J, but the story is my own idea with inspiration from drama, fanfict and other.

Notes: Happy reading and sorry about typo everywhere and other mistake J

REV:

“Mata biru itu..siapa kau?”

Saat manik mata Taeyeon bertemu dengan manik seseorang yang sedang memeluknya, sosok itu mengarahkan tangannya ke perut Taeyeon dan membelainya dengan lembut. Seakan ia memberikan mantra untuk meredakan rasa sakit di perut Taeyeon melalui tangannya. Taeyeon mencengkeram kemeja yang dipakai sosok itu dan berusaha bertahan di ambang kesadarannya. Namun tak lama pertahanannya itu runtuh dan segala sesuatu yang dapat ditangkap indera penglihatannya menjadi gelap seketika.

 

Preview: Chapter 1

::Sehun Pov::

“Taeyeon..”

“…”

“Taeyeon!!”

Aku terus memanggil-manggil nama yeoja yang kini tengah terbaring di hadapanku sambil memegang tangannya erat. Saat ini rasa penyesalan menyelubungi hatiku karena aku berani meninggalkannya sendirian. Padahal harusnya tidak kulakukan itu!! Aku begitu marah pada diriku sendiri, kenapa aku tidak menyadari bahwa keadaan Taeyeon sejak awal memang ada yang tidak beres. Taeyeon, kumohon..cepatlah sadar..

Ketika aku tengah berdo’a dalam hati, tiba tiba kurasakan tangannya yang sedang dalam genggamanku bergerak. Mataku langsung terbuka dan pandanganku tertuju pada wajah Taeyeon, ia berusaha membuka matanya. Hatiku bersorak saat aku melihat kedua kelopak matanya semakin terbuka lebar dan ia mengarahkan wajahnya untuk menatapku yang sejak tadi hampir gila karena mengkhawatirkan keadaannya.

Ia masih terlihat sangat lemah, ia mengerjapkan matanya yang sayu dengan pelan..kelihatannya pandangannya masih kabur karena kesadarannya terenggut sejak tadi. Aku mengarahkan tanganku untuk menyibakkan poninya, lalu beralih ke pipinya dan mengusapnya lembut dengan ibu jariku. Ia tersenyum lemah merasakan perlakuanku, di saat seperti ini ternyata ia masih menyimpan kekuatan untuk tersenyum kepadaku.

“Bagaimana perasaanmu apa kau sudah baikan?” tanyaku khawatir.

Ia merespon pertanyaanku dan menganggukkan kepalanya sambil tetap memandangku.

“Ne..aku baik-baik saja, rasanya aku tadi tertidur lama sekali..sekarang saja aku masih merasa ngantuk..”

“Jangan sampai kau tidur lagi, nanti saja saat kau sudah sampai di rumah! kau tahu aku sangat terkejut saat menemukanmu dengan keadaan seperti itu?!”

“Mwo? Memangnya aku kenapa Sehun?”

Aku mengernyitkan dahiku..apa mungkin ini akibat karena dia pingsan tadi?

–Flashback

Sehun kini tengah berbincangdengan rekannya di ruangan OSIS. Mereka membicarakan tentang event yang akan mereka adakan di sekolah ini. Raga Sehun memang sedang ada di tempat itu, namun setengah kesadarannya masih berada di atas gedung dan masih tefokus pada Taeyeon. Sehun tidak mengerti kenapa kali ini dirinya bisa seperti itu. Baru pertama kali ia merasakan pikirannya sekalut ini,bagaimana bisa bocah yang selama ini menjadi sahabat baiknya itu begitu mengusik pikirannya? apa kali ini ia memang terlalu lelah sehingga ia jadi banyak pikiran seperti ini? ha..h nampaknya ia benar-benar butuh istirahat kali ini. Mungkin hari minggu ini ia akan mengajak bocah Taeng itu untuk bersepeda di taman kota. Ia memang sangat sibuk akhir-akhir ini karena profesinya yang krusial di sekolahnya. Setelah rekannya yang bernama Chanyeol itu menyelesaikan pemaparannya, Sehun menyetujui semua usulannya karena ia merasa apa yang dikatakan oleh Chanyeol sesuai dengan apa yang dibutuhkan dan harus dilakukan di event yang akan nanti diadakan. Chanyeol menganggukan kepalanya, ia merasa sangat lega karena pemikirannya untuk event ini telah disetujui oleh Sehun. Ia merasa bangga akan pemikirannya dan kebijakan rekannya itu.

“Chanyeol, apa semuanya sudah kau sampaikan?” tanya Sehun

“Nde, kurasa itu semua sudah cukup kalau ada apa-apa lagi aku akan menyampaikannya di rapat umum nanti” jawab Chanyeol mantap.

“Baguslah, sekarang aku akan pergi..kalau ada apa-apa secepatnya hubungi aku lagi”

“Wae? Terburu-buru sekali kau ini? bukankah sekarang Sooyoung seosangnim tidak mengajar?”

“Ahaha, aku ada keperluan lain jaa, aku pergi..”

Sehun menepuk pundak temannya yang berpostur tinggi itu lalu pergi meninggalkan ruang OSIS yang selama ini menjadi markasnya bersama Chanyeol dan anggotanya. Ia mengambil langkah cepat dan segera menaiki tangga menuju atas gedung, berharap ia mendapati Taeyeon masih berada di sana.

***

Manik biru itu terus memandangi wajah sosok yang kini ada di dalam pelukannya. Sorot mata yang penuh akan kerinduan dan kebahagiaan walaupun tidak secara kentara diperlihatkan oleh garis tegas wajahnya. Ia membelai wajah Taeyeon dengan lembut dan meneliti setiap garis wajah sempurna gadis itu, sudah sejak lama ia menantikan hal ini, bertemu dan menyentuh seseorang yang selama ini menjadi romantisme di dalam harapan dan hidupnya. Entahlah, mungkin selama ini ia candu akan keberadaan gadis yang saat ini dipeluknya. Senyumnya, tingkahnya, jiwanya, semuanya…

Ia terus membelai wajah Taeyeon dan mulai mendekatkan wajahnya ke sela leher taeyeon dan menghirup aroma yang menguar dari tubuh gadis itu. wangi yang sangat harum, dan manis..dalam sekejap hasratnya bangkit dan ia mempunyai keinginan untuk mendapatkannya saat ini juga, namun ia segera menepis hal itu dan momen indahnya itu terinterupsi saat ia mendengar langkah seseorang menuju ke arah mereka.

“Sial, makhluk itu kembali lagi!!”

Ia mendecih dan emosinya mulai tersulut karena mau tak mau ia harus pergi dan menyaksikan kembali adegan-adegan memuakkan antara gadisnya dan makhluk itu. Bagaimanapun ini bukan waktunya, ia harus merelakan kembali gadisnya kembali ke kehidupannya bersama makhluk sok suci itu. Mungkin ia harus mengumpulkan lagi sedikit kesabaran untuk menghadapinya sampai pada akhirnya ia bisa mendapatkan gadis dalam pelukannya ini seutuhnya. Ia membaringkan Taeyeon dan meletakkan kepalanya pelan-pelan, sejenak ia kembali menatap wajah Taeyeon dengan berat hati karena tidak mau meninggalkan gadisnya sampai kapanpun juga. Ia mencium kening Taeyeon dengan lembut, lalu ia berdiri dan mengembangkan sayap hitamnya yang megah dan dalam detik itu juga sosoknya menghilang.

Sehun membuka pintu masuk di atas gedung sekolah, dan saat pintu itu terbuka sontak matanya terbelalak melihat apa yang ada di depan matanya. Taeyeon terbaring dalam keadaan tidak sadar, ia segera berlari menghampiri Taeyeon dan meraih gadis itu ke dalam pelukannya.

“Taeyeon..Taeyeon..bangun, kenapa kau bisa seperti ini??”

Ia menepuk pelan pipi gadis itu, berusaha membuatnya sadar. Namun usahanya tidak berhasil, gadis itu masih tenggelam di alam bawah sadarnya. Sehun panik, dan akhirnya ia menggendong Taeyeon dengan kedua tangannya dan membawanya ke ruang UKS.

–Flashback end

Sehun melihat jam yang melingkar di tangannya, waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore. Tak terasa waktu sudah beranjak sore sejak ia menunggu Taeyeon sadardari tadi.

Tiba-tiba Taeyeon beranjak dari posisi berbaringnya, ia berusaha untuk mendudukkan dirinya. Sontak itu membuat Sehun terkejut dan segera memegang kedua bahu Taeyeon untuk membantunya duduk.

“Hei-hei, kau ini kenapa tidak bilang mau bangun?”

Taeyeon tersenyum dan memandang wajah Sehun yang sejak tadi ekspresi kekhawatiran belum lepas dari wajah tampannya.

“Mian, aku tidak mau terus menerus merepotkanmu Sehun..kau tahu, aku sudah tidak apa-apa sekarang..”

“Aku tidak akan lagi tertipu oleh kata-katamu Taeng, tadi pagi kau juga berkata seperti itu, tapi buktinya sekarang? Padahal aku cuma meninggalkanmu beberapa menit saja, dan akhirnya aku menemukanmu dengan keadaan seperti itu. Sebenarnya tadi apa yang terjadi?”

Taeyeon memalingkan wajahnya dari Sehun, dan menundukkan kepalanya. Ia berpikir dan berusaha mengingat apa yang terjadi sebelum ia pingsan tadi.

“Sebenarnya..yang kuingat lambungku tadi terasa sakit sekali, lalu setelah itu aku merasa ngantuk dan aku tidak ingat apa-apa lagi..rasanya aku tadi hanya tertidur biasa dan aku terbangun saat mendengar kau terus memanggil-manggil namaku..” jelas Taeyeon.

“Nampaknya kau salah menafsirkan rasa kantuk dengan rasa sakit yang kau rasakan hingga membuatmu tidak sadar Taeng, hhh, aku lupa kau punya penyakit lambung dan tadi aku membiarkanmu meminum es kopi..”

Taeyeon tersenyum, ia tahu sahabatnya ini merasa bersalah pada dirinya sendiri padahal ini semua terjadi karena kecerobohannya juga, bukan karena Sehun. Namja itu hanya selalu berusaha bersikap baik padanya. Taeyeon menepuk-nepuk bahu kiri Sehun untuk menenangkannya.

“Sudahlah Sehun, mian..ini semua karena kecerobohanku yang selalu melupakan batas-batas untuk diriku sendiri. Kau jadi selalu repot karena aku..terima kasih telah merawatku selama ini”

Sehun tersenyum dan menatap wajah Taeyeon sendu karena mendengar perkataannya.

“Arraseo, lain kali aku akan memperhatikan bocah ceroboh ini lebih baik lagi. kajja kita pulang, hari sudah semakin sore..”

“Ne..”

***

Suara deru mesin motor yang sedang menepi terdengar di halaman rumah Taeyeon. Malam ini Sehun mengantarkan Taeyeon pulang ke rumahnya. Eomma Taeyeon yang sudah sangat familiar dengan suara deru mesin motor tersebut segera menuju pintu depan dan membuka pintu depan rumahnya. Saat pintu terbuka, eomma Taeyeon melihat anak gadisnya sedang turun dari motor dengan Sehun di depannya.

Setelah turun dari motor Sehun, Taeyeon segera menghampiri ibunya yang tengah menantinya di depan pintu rumahnya. Ia menghambur kedalam pelukan ibunya yang selalu hangat itu. Sehun tersenyum melihat apa yang terjadi di depan matanya, ia selalu senang sekaligus terharu melihat hubungan manis antara Taeyeon bersama eommanya.

“Bagaimana harimu kali ini di sekolah? Apakah menyenangkan?” tanya eomma Taeyeon sambil melepas pelukannya pada anaknya.

“Baik eomma, seperti biasanya..” Taeyeon tersenyum menjawab pertanyaan eommanya, sejujurnya ia sedikit berbohong kali ini..ia menyembunyikan insiden waktu tadi ia pingsan di sekolah. Ia tidak mau ibunya khawatir karena tahu bahwa penyakitnya kambuh lagi bahkan ia telah berpesan dan menekankan pada Sehun tadi, bahwa temannya itu sama sekali tidak boleh menceritakan kejadian hari ini, ia takut membebani pikiran eommanya.

Sehun yang telah turun dari motornya, menghampiri eomma Taeyeon dan memberikan salam padanya.

“Selamat malam eomma..”

“Aigoo, Sehun..terima kasih telah mengantar Taeyeon hari ini..mian karena selalu merepotkanmu..”

Eomma Taeyeon menepuk-nepuk bahu Sehun, ia merasa bangga Taeyeon memiliki teman lelaki sebaik ini..ia sudah menganggap Sehun sebagai anaknya sendiri. Hingga ia menyuruh Sehun untuk memanggilnya “eomma” bukan ahjumma.

“haha, tidak apa-apa eomma..aku sama sekali tidak pernah merasa repot..aku selalu senang hati melakukannya”

“Ne, terima kasih banyak Sehun..ngomong-ngomong kenapa kalian pulang malam hari ini? biasanya sore hari pun kalian sudah pulang..”

Taeyeon dan Sehun sejenak terlihat kikuk mendengar pertanyaan eomma Taeyeon, sebenarnya Sehun sangat ingin menceritakan kejadian sebenarnya kepada eomma Taeyeon, saat ia baru mulai membuka suaranya, Taeyeon segera menghentikan niatnya itu dan menjawab pertanyaan eommanya.

“eeh..tadi kita ada kelas tambahan eomma, itulah sebabnya kita pulang telat hari ini”.

Sehun melemparkan tatapan tajamnya kepada Taeyeon, ia tidak mengerti apa yang sebenarnya yang gadis ini pikirkan.

“Arraseo, ayo sekarang kita masuk..di sini sangat dingin, Sehun ayo masuklah kita makan bersama..”

Sehun tersenyum dan merasa senang akan ajakan eomma Taeyeon, namun ia teringat akan tugas proposal kegiatan yang harus ia periksa malam ini juga, menjadi seorang ketua organisasi memanglah tidak mudah ia harus melakoni dan mengerjakan semua pekerjaannya dengan disiplin.

“Mianhe eomma, sebenarnya saya tidak bermaksud menolak tawaran eomma..namun masih ada pekerjaan yang harus saya lakukan dan harus selesai malam ini juga, mungkin besok saya akan berkunjung lagi kesini..” tolak Sehun secara halus.

“Aigoo, sayang sekali padahal eomma sudah memasak kali ini..apa pekerjaan itu tidak bisa ditunda dulu?”

“Mianhe eomma..” Sehun benar-benar merasa tidak enak saat ini, namun apa daya pekerjaannya harus segera diselesaikan malam ini.

“Baiklah, sebagai gantinya besok kau harus berjanji untuk makan malam di sini ya? temanilah Taeyeon yang selalu merana ini..”

“Eomma! Kata siapa aku merana?” sergah Taeyeon sambil mengerucutkan bibirnya lucu.

“Hahaha, baiklah eomma..aku berjanji besok akan makan di sini, Taeyeon istirahatlah malam ini dan makanlah yang banyak..eomma sudah memasak banyak untukmu” kata Sehun sambil mengelus-ngelus puncak kepala Taeyeon.

“Baiklah, sayang sekali kau tidak bisa makan bersama malam ini..padahal jika makan denganmu nafsu makanku bertambah dua kali lipat..”

“Wa..jinjayo? baiklah besok aku akan benar-benar makan di sini..eomma, Taeyeon saya pamit sekarang..selamat malam..” ujar Sehun pamit kepada Taeyeon dan eommanya.

Eomma Taeyeon mengangguk dan tersenyum ramah pada Sehun.

“Ne..hati-hati di jalan Sehun..terima kasih sudah mengantar dan menjaga Taeyeon hari ini, sampaikan salam eomma pada kedua orangtuamu ya..”

“Pasti eomma..”

Taeyeon menatap Sehun dan melambaikan tangan kepada sahabatnya itu.

“Bye-bye..terima kasih untuk hari ini..” ujar Taeyeon dengan senyum manisnya.

“Okay, Taeng..”

Usai pamit, Sehun segera menaiki motornya dan menembus kegelapan malam dengan hati yang diselimuti entah perasaan apa yang kini ia rasakan..yang jelas, ia benar-benar merasakan kehangatan di dalam hatinya..perasaan ini terus ada dan mengiringi perjalannya sampai ke rumahnya.

***

Taeyeon berjalan menuju kamarnya, setelah ia selesai makan malam bersama keluarganya. Saat Taeyeon membuka pintu kamarnya, ia mendapati kamarnya masih dalam keadaan gelap..namun ada seberkas cahaya yang masuk melalui jendela kamarnya. Cahaya bulan, sebuah cahaya yang sangat disukai oleh Taeyeon. Ia menatap sorot cahaya yang masuk ke kamarnya dan berhenti pada satu titik. Ia melihat cahaya itu menerpa sebuah benda di atas tempat tidurnya, wujud benda itu tidak terlalu jelas karena kegelapan yang masih menyelubungi ruangannya. Karena penasaran, Taeyeon segera mencari tombol lampu dan langsung menyalakannya, dalam sekejap ruangan itu mejadi terang dan segala sesuatu yang ada di kamarnya terlihat. Ia mendapat suatu keganjilan yang ada di atas tempat tidurnya..setangkai mawar merah..

Ia berjalan mendekati tempat tidurnya lalu mengambil mawar merah itu. Ia heran kenapa mawar ini bisa ada di tempat tidurnya? Sejenak ia berpikir, lalu ia mengira bahwa mawar ini adalah pemberian ibu atau ayahnya. Tumben sekali mereka bisa bertingkah seromantis ini pada anaknya?

Lalu gadis itu mencium mawar yang kini ada di dalam genggamannya, warna mawar itu sangat merah bagaikan darah..dan bentuknya pun sangat indah, Taeyeon merasa baru kali ini ia melihat mawar secantik ini. Dalam beberapa detik, aroma mawar itu memenuhi indra penciuman Taeyeon dan rongga dadanya..mawar ini sangatlah wangi, dan aromanya membuat pikiran Taeyeon seakan melayang dan menimbulkan sekelebat bayangan di dalam pikirannya muncul tiba-tiba.

Dalam pikirannya itu, Taeyeon ingat akan seseorang..seseorang berambut hitam yang sedang memeluknya, tangannya yang kokoh, tatapannya yang membius dan garis wajahnya yang tegas namun menyiratkan kelembutan yang membuat Taeyeon merasakan sesuatu yang sesak dan membuat jantungnya berdetak lebih cepat. Aroma yang menguar dari tubuhnya..benar-benar persis dengan wangi mawar yang saat ini tengah diciumnya, dan permata biru itu..muncul lagi..benar-benar kentara.

Taeyeon terkejut akan ingatan yang tiba-tiba muncul dalam benaknya, ia menjauhkan mawar itu dari hidungnya lalu menatapnya lekat, mawar ini mempunyai aroma yang membuat ia teringat akan sesuatu. Tapi Taeyeon tidak yakin apa yang ia ingat barusan itu memang terjadi atau hanya sekedar ilusinya saja. Benar-benar aneh pikirnya, ia juga tidak tahu mawar ini dari siapa..entah eomma atau appa-nya ia akan menanyakannya nanti. Untuk menjaga kesegaran mawar itu, Taeyeon mengambil vas kosong lalu mengisinya dengan air, ia memasukkan mawar itu di dalam vas tersebut dan menaruhnya di meja kecil di samping tempat tidurnya.

Taeyeon kini bersiap-siap untuk tidur. Setelah ia membersihkan diri ia mengganti seragamnya dengan baju tidur, lalu segera beranjak ke tempat tidurnya. Dalam keadaannya yang sudah diliputi rasa kantuk, Taeyeon terus menatap bunga mawar yang ada di samping tempat tidurnya, ia begitu menyukai bunga ini. sampai ia tidak sadar ia tersenyum saat menatap bunga itu hingga ia terlelap dan mulai memasuki portal mimpinya.

Beberapa lama, Taeyeon sudah tenggelam ke dalam alam mimpinya dan tidurnya sangat nyenyak malam ini. Di dalam keadaan kamarnya yang cukup gelap yang hanya disinari lampu meja kecil..muncul siluet seseorang di dalam kamarnya.

Tak lama, terdengar bunyi langkah pelan dari pemilik siluet itu. Sambil berjalan, tangannya menelusuri sisi tempat tidur Taeyeon dan langkahnya berhenti tepat dimana wajah Taeyeon menghadap ke arahnya. Laluia mensejajarkan tubuhnya dengan tempat tidur Taeyeon dan menatap lekat wajah damai Taeyeon yang sedang tidur. Paras gadis ini tetap cantik meskipun ia tengah tertidur. Deru nafas lembut mengiringi tidurnya, sosok itu tersenyum dan ia berkali-kali memuji keelokan gadis yang kini ada di hadapannya. Ia mengarahkan tangannya ke arah wajah Taeyeon dan mengelus-elus wajahnya lembut dengan jarinya.

“Bagaimana sayang, apa kau menyukai bunga pemberianku?”

Senyum terus menghiasi wajah sosok itu kala ia merasakan gesekan antara kulitnya dengan kulit halus gadis itu. Sudah sejak lama ia menginginkan hal ini, dan semakin hari keinginan untuk melakukan sesuatu yang lebih pada gadis ini semakin bertambah di dalam dirinya. Bagaimanapun ia adalah sebuah makhluk laknat yang seharusnya ia selalu mendapatkan semua keinginannya tanpa kompromi. Toh, semua yang ia lakukan adalah segala sesuatu yang berasal dan menimbulkan dosa bagi makhluk (baca;manusia) seperti Taeyeon. Namun entah, perasaan di dalam dirinya tidak menginginkan hal itu, ia tetap menunggu waktu yang tepat sampai ia bertemu dengan Taeyeon dan menyalurkan cintanya pada Taeyeon di saat Taeyeon sendirilah yang menginginkannya.

Setelah membelai wajah Taeyeon, ia mengarahkan tangannya ke tangan Taeyeon dan menggenggam tangan mungil dan halus itu dengan erat. Ia mengangkat tangan Taeyeon lalu menciuminya dengan lembut. Sampai pada ciuman entah yang keberapa kalinya, ia menahan bibirnya di atas tangan Taeyeon sambil memejamkan matanya, meresapi wangi tangan Taeyeon dan berusaha menyalurkan rasa cintanya pada gadis ini. Tiba-tiba dari sudut matanya yang tengah terpejam keluar cairan bening yang terus jatuh menelusuri pipinya yang putih. Ia tak sadar makhluk semacam dirinya bisa mengalami hal ini, sebuah kejadian langka yang terjadi pada makhluk iblis seperti dirinya. Airmata—sebuah tangisan..

“Sayang, aku telah menyalahi kodratku..”

D

.

.

Suasana pagi di sekolah Taeyeon dan Sehun kali ini sangat ceria dan hangat, keadaan ini semakin didukung karena cuaca yang sangat cerah hari ini. Matahari bersinar dengan hangatnya, dan hembusan angin segar yang sesekali membawa embun pagi yang masih menempel dengan manis di atas dedaunan. Taeyeon sudah berada di kelas bersama Sehun dan yang lainnya. Mereka bersemangat sekali untuk menerima pelajaran pertama yang akan diajarkan oleh Lee seosangnim. Beliau adalah salah satu guru yang disukai oleh anak-anak. Beliau mengajarkan mata pelajaran matematika yang biasanya tidak disukai namun karena kehliannya mengajar, pelajaran itu menjadi salah satu pelajaran yang masuk ke dalam list favorit murid-murid yang diajarnya. Salah satu faktornya adalah selera humornya yang bagus, bakat humornya itu sering ia gunakan kala anak-anak sudah terlihat lelah dan bosan pada pelajaran yang ia ajarkan. Dalam sekejap, ekspresi-ekspresi bosan yang terlihat di wajah murid-muridnya itu berubah menjadi gelak tawa akibat humor yang ia sisipkan di dalam pelajarannya. Akhirnya guru yang dinanti-nantikan oleh muridnya sejak tadi itu memasuki ruangan kelas. Hari ini Lee seosangnim mengenakan setelan jas hitam yang menutupi kemeja putih yang dipakainya. Rambutnya yang hitam namun sudah terhiasi beberapa rambut berwarna putih tertata rapi dan sedikit mengkilat.

“Anyyeong yedera, selamat pagi..” ujarnya saat sudah sampai di meja guru sambil meletakkan barang bawaannya.

“Ye, selamat pagi seosangnim..” jawab semua murid serempak.

Lee seosangnim tersenyum mendengar jawaban murid-muridnya yang begitu semangat dan kompak.

“Wah, nampaknya kalian benar-benar sarapan pagi ini..sampai suara kalian nyaring sekali di telingaku. Okay sekarang kita bahas pekerjaan rumah yang kuberikan minggu kemarin”.

“Hahaha~” terdengar sayup-sayup suara gelak tawa sebagai reaksi dari perkataan Lee seosangnim barusan, lalu semua murid serempak membuka buku sumber sesuai dengan intruksinya

“Ah, ne..sebelum kita memulai pelajaran Bapak akan memperkenalkan seorang teman baru pada kalian semua..”

Lee seosangnim melempar pandangannya ke arah pintu masuk lalu memberi isyarat pada seseorang yang sejak tadi menunggu di luar sana, seseorang yang dimaksud pun memasuki ruangan kelas dan sontak hal itu membuat ia menjadi pusat perhatian langsung dari semua orang yang berada di kelas III-G, bahkan beberapa orang gadis menunjukkan reaksi yang sedikit berlebihan, sampai nafasnya tercekat karena sedikit shock akan apa yang dilihatnya saat ini.

Lee seosangnim tersenyum pada seseorang yang kali ini resmi menyandang gelar murid baru di kelas III-G tersebut dan anak itu membalasnya dengan senyum simpul yang manis dan anggukan kepalanya.

“Baiklah, sekarang kenalkan dirimu pada teman-teman sekelasmu ini..aku yakin sejak tadi mereka sudah tak sabar ingin mengenalmu”.

Ia mengangguk kembali sebagai tanda ia mengerti dan akan segera melaksanakan intruksi dari seorang pria yang kini resmi menjadi gurunya itu. Ia memutar tubuhnya untuk menghadapkan dirinya pada puluhan pasang mata yang sejak tadi tidak berhenti menatapnya karena rasa penasaran yang meng-invasi di dalam diri mereka. Sejenak ia melemparkan pandangannya dan memfokuskan perhatiannya pada satu titik, pada seorang gadis bersurai hitam bermarga-Kim yang sejak tadi tatapan lembutnya dan hawa keberadaannya sudah sangat ia rasakan dan membuat perasaanya bergejolak. Taeyeon menyadari hal itu dan dalam beberapa detik terjadi kontak di antara mata mereka berdua, anehnya hal itu membuat Taeyeon merasakan sebuah perasaan asing di dalam dirinya, tatapan dari teman barunya itu begitu menusuk dan membuat jantungnya berdebar.

“Selamat pagi semuanya, perkenalkan namaku Byun Baekhyun…aku berasal dari Jeonju Utara kuharap kita bisa bekerja sama dan berteman baik di sini..”

Setelah menyelesaikan perkenalannya, Baekhyun membungkukkan dirinya di hadapan teman-teman sekelasnya. Tak lama, terdengar suara riuh tepuk tangan dari semua penghuni kelas III-G sebagai simbolik penyambutan untuknya.

Lee seosangnim segera mempersilakan Baekhyun untuk segera duduk, saat ia melengang ke tempat duduknya hampir semua gadis yang ada di dalam ruangan itu tidak mau melepas pandangannya pada Baekhyun. Bagaimana tidak? Sosok Baekhyun yang sejak awal memasuki ruangan telah megeluarkan aura karismatik alami yang kentara, senyum manisnya yang menawan..ia memiliki paras yang imut untuk kategori seorang namja, kulitnya yang halus dan putih namun tidak menghilangkan kesan manly dari dalam dirinya, matanya yang sayu namun tatapannya tajam serta surai hitamnya itu menambah kesan keren dan misterius yang memabukkan bagi siapapun yang melihatnya. Singkat kata, sempurna!! Baekhyun adalah seorang namja yang sangat tampan dan bersinar saat kau melihatnya.

Proses belajar segera dimulai, semua murid fokus pada semua penjelasan yang dipaparkan oleh Lee seosangnim secara seksama. Namun saat ini ada sekelebat perasaan aneh yang menerpa dirinya. Ia merasakan ada seseorang atau mungkin sesuatu yang tengah memperhatikan dirinya sejak tadi. Nafasnya terasa sesak dan sedikit perasaan takut menyelimuti hatinya. Ia merasa terintimidasi saat ini, tapi kenapa? Ia sangat tidak mengerti. Ia melemparkan pandangannya ke setiap penjuru kelas, mencoba mencari jawaban hal apa sebenarnya yang ia rasakan saat ini. mungkin seseorang tengah memperhatikannya tapi nihil, ia tidak melihat sesuatu yang ganjil di antara teman-temannya. Semuanya terlihat biasa saja, perhatian seisi ruangan ini sedang tertuju pada Lee seosangnim. Taeyeon menggelengkan kepalanya, ia berusaha meyakinkan dirinya bahwa ini hanya perasaannya saja. Ia kembali berkutat dengan bukunya dan mengikuti paparan demi paparan yang disampaikan oleh Lee seosangnim.

Namja bersurai hitam itu menyeringai, ia menggigit bibir bawahnya untuk melampiaskan rasa naif dan gemasnya terhadap objek yang sejak tadi ia perhatikan dari kejauhan. Sesekali ia menghela nafasnya, mencoba untuk mengontrol dirinya, sebisa mungkin ia harus menahan diri di antara makhluk-makhluk manusia ini.

“Tak kusangka, ternyata ini begitu sulit..hasratku semakin memuncak walau hanya melihat sehelai rambutmu dari kejauhan Taeyeon..”

***

Akhirnya waktu istirahat tiba, seperti biasanya murid-murid segera meninggalkan ruangan kelas untuk melepaskan diri dari penatnya ruangan yang mengurung mereka hampir setengah hari itu. Taeyeon dan sahabatnya Sehun berjalan beiringan meninggalkan ruangan kelas menuju kantin yang menjadi tempat favorit semua murid kala waktu istirahat tiba.

“Cha, ini pelayanan gratis dariku tuan putri..”

Lamunan Taeyeon saat ia sedang menunggu Sehun buyar karena tiba-tiba dari belakang kepalanya muncul satu kotak susu strawberry tepat di depan matanya.

“Ya..ini tidak terlalu buruk, walaupun sebenarnya aku lebih menginginkan es kopi..”

Tepat saat Taeyeon selesai mengucapkan perkataanya, Sehun melayangkan tatapan tajamnya kepada Taeyeon, sontak perbuatan Sehun itu membuat Taeyeon menciut dan mengerucutkan bibirnya.

“Arraseo-arraseo, maaf aku tidak akan mengulangi kesalahanku lagi..” taeyeon membentuk V-sign pada kedua tangannya dan ia tunjukkan pada Sehun.

“Baguslah kalau kau sudah mengerti, jika kau meminum kopi lagi aku tidak akan mau lagi makan bersamamu..” ucap Sehun sarkatis.

“Mwo? Jangan begitu..bukankah kau nanti akan makan malam di rumahku? Jangan sampai kau mengingkari janjimu Oh Sehun..” untuk saat ini Taeyeon berani membalas tatapan tajam Sehun dan memberikan tatapan tajam yang ia miliki sebisanya. Pasalnya Taeyeon sangat terlihat lucu jika ia sedang kesal, bukannya tampang garang yang ia keluarkan malah tampang memaksakan yang ia tunjukkan sekarang.

“Pffft..ha ha ha” Sehun tertawa melihat ekspresi wajah Taeyeon yang lucu.

Seorang gadis berambut sebahu tiba-tiba menginterupsi momen mereka berdua.

“Taeyeon..”

Mendengar namanya dipanggil, Taeyeon segera memalingkan wajahnya pada orang yang barusan memanggilnya.

“Ne, ada apa Suna?”

Gadis yang bernama Suna tersebut tersenyum dan mendekatkan dirinya pada Taeyeon.

“Aku mau meminjam buku Psikologi sastra yang kau bicarakan kemarin..apa kau membawanya sekarang?”

“Oh, ne..aku membawanya apa kau mau mengambilnya sekarang?”

“Ne..aku membutuhkannya saat ini, terima kasih Taeyeon..”

Suna—gadis berambut sebahu itu memancarkan keceriaan di wajahnya saat ia tahu Taeyeon membawa buku yang ia butuhkan. Taeyeon beranjak dari kursinya sambil memegang sekotak susu yang Sehun berikan tadi.

“Baiklah, aku akan ke kelas dulu sekarang untuk mengambil bukunya..kau tunggu saja dulu di sini..Sehun aku pergi ke kelas sebentar..”

Sehun menganggukkan kepalanya sebagai tanda persetujuannya untuk Taeyeon. Lalu Taeyeon bergegas menuju kelas meninggalkan kedua temannya.

Di dalam ruangan kelas III-G, keadaannya kosong..hampir semua penghuni kelas tersebut meninggalkan ruangan pada jam istirahat hari ini. kecuali seseorang..murid baru itu. ia duduk di bangkunya dengan kepala tertunduk yang ditahan oleh kedua lengannya.

“Aku bisa menahannya..aku bisa menahannya..” gumamnya pelan, ia mencoba meyakinkan dirinya saat ini.

Tiba-tiba momen kesendiriannya itu terinterupsi saat ia merasakan seseorang menuju ke arahnya saat ini. Ia tahu benar siapa yang sedang menuju kesini hanya dengan merasakan gestur orang itu dan derap langkahnya yang pelan.

“Aroma ini..”

Dan yang tak bisa terelakkan..aroma tubuh yang benar-benar sudah sangat familiar pada indra penciumannya.

Taeyeon memasuki ruangan kelasnya, dan ia sempat terkejut saat menemukan seseorang yang masih terasa asing baginya sedang berdiam diri sendirian di kelas ini. saat ia masuk namja itu mengangkat kepalanya dan dalam sekejap terjalin kontak mata kembali di antara mereka.

Taeyeon kembali merasakan perasaan aneh saat tatapan dari teman barunya itu tertuju padanya. Namun segera ia tepis perasaan itu karena ia tidak mau jika perasaan ini terus menrus berlanjut. Gadis itu kembali melanjutkan langkahnya menuju bangkunya dan mengambil buku yang mau ia pinjamkan kepada Suna. Taeyeon ingin keheningan ini hilang dan mulai menyapa Baekhyun.

“Kenapa tidak keluar?” Taeyeon menatap Baekhyun sambil tersenyum manis kepadanya.

Baekhyun menatap ke arah Taeyeon, ia tidak langsung menjawab pertanyaan dari gadis di hadapannya.

“Aku tahu, pasti kau masih merasa asing dengan lingkungan di sini kan?” Taeyeon beranjak dari bangkunya dan mendekati bangku Baekhyun lalu menyodorkan tangan kanannya.

“kenalkan, namaku Taeyeon..kau boleh memanggilku Taeng atau Taengoo”

Baekhyun menyambut uluran tangan Taeyeon dan berjabat tangan dengannya. Seketika kehangatan menjalar di seluruh tubuhnya.

“Ne, namaku Baekhyun..” jawabnya sambil tersenyum simpul.

“Kau tidak mau keluar? Kau bisa ikut bersamaku jika kau mau..aku akan mengajakmu berkeliling untuk mengetahui tempat-tempat di sekolah ini” tawar Taeyeon dengan semangat meskipun sebenarnya ia menyembunyikan rasa malunya karena ia tidak biasa mengajak seorang laki-laki yang baru dikenalnya berinteraksi sejauh ini.

Baekhyun tersenyum ramah saat mendengar tawaran dari Taeyeon. Dalam hati ia sangat senang gadis yang selama ini ia klaim sebagai miliknya mengajak berinteraksi padanya lebih dulu. Dan Taeyeon terpaku melihat senyuman Baekhyun yang manis, sejenak ia terpesona pada teman baru di hadapannya ini.

“Tampan..” ujarnya dalam hati.

Kedua pasang manik itu saling menatap, entah apa yang sebenarnya terpancar dari mata kedua insan itu. mereka saling menyelami tatapan satu sama lain dan berusaha mencari sesuatu yang entah apa itu, hal ini belum bisa dimengerti.

Taeyeon menundukkan pandangannya, dan mengerjapkan matanya beberapa kali..ia heran kenapa ia bisa seperti itu barusan.

“Bagaimana?”

“Sepertinya tidak sekarang..mungkin lain kali saja, aku ingin lebih mengenal ruangan kelas ini dulu..”

Taeyeon tersenyum, ia merasa heran ada anak yang berkata seperti ini.

“Arraseo, kalau itu maumu..sekarang aku keluar dulu ya?”

Baekhyun mengangguk, lalu Taeyeon membalikkan tubuhnya dan mulai berjalan meninggalkan Baekhyun. Namun baru beberapa langkah ia berjalan, ia menghentikan langkahnya dan kembali membalikkan tubuhnya dan berjalan ke arah Baekhyun.

“Cha, ini hadiah perkenalan dariku..semoga kau bisa menerimanya”

Taeyeon meletakkan sekotak susu strawberry yang ia pegang sejak tadi ke hadapan Baekhyun. Lalu ia segera membalikkan tubuhnya kembali dan melengang keluar kelas meninggalkan teman barunya itu.

Baekhyun menatap susu kotak strawberry di hadapannya. Ia tersenyum mengingat kelakuan lucu gadisnya itu barusan. Ia meraih susu kotak tersebut dan meletakkannya di depan bibirnya..sambil tersenyum bahagia, ia sangat bahagia bisa lebih dekat dengan seseorang yang selama ini ia puja dan cintai.

“kau memang berhati malaikat sayang..”

 

To be continued..

 

Next chapter preview:

“Mwo? Kenapa harus aku Sehun?”

……………………………………………..

“Sial, kenapa aku tidak menyukai keberadaannya?”

……………………………………………..

“Kau harus menyerahkan seluruh tubuhmu padaku..”

……………………………………………….

Note: yeorobun..SuntQ kembali lagi..maaf updatenya lama, biasa.. terhalang oleh write block sama kesibukan lainnya. Gimana chapter ini? kepanjangan kah? bikin bosen? Maaf ya..sampai itulah kemampuan saya. Tapi saya benar-benar berusaha keras untuk melahirkan chapter ke-2 ini..hehe. semoga kalian suka.

Oh iya, kemarin ada yang nanya saya kelahiran berapa..saya ini kelahiran 92’ seumuran sama bocahnya Taeyeon (baca:Baekhyun) huhu..udah tua..kebanyakan reader di sini pada masih remaja kan?? Tapi kita semua sama-sama punya kesempatan untuk belajar, berapapun umurnya. Baekhyun udah muncul nih..tapi belum cinta-cintaan sama Taeyeon, buat yang nunggu nantikan di chapter selanjutnya ya..(tapi saya gak bisa janji update cepet soalnya lagi merintis skrip-sweet mohon do’anya ya temen-temen :D)

makasih banget udah baca fic saya, jangan lupa komennya buat penyemangat saya..hatur nuhun 😀

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

63 comments on “[FREELANCE] Devil Who Loved Me (Chapter 2)

  1. Pingback: Devil Who Loved Me (Chapter 4) | All The Stories Is Taeyeon's

  2. daebak Thor aku makin suka aja ma nih ff tiap aku ngebaca kalimat perkalimat aku srlalu dpet bgt feelnya. INI nih satu alasan mgpa aku jdi suka bgt ma baekyeon couple.

  3. daebak Thor aku makin suka aja ma nih ff tiap aku ngebaca kalimat perkalimat aku selalu dpet bgt feelnya. INI nih satu alasan mgpa aku jdi suka bgt ma baekyeon couple.

  4. Pingback: Devil Who Loved Me [Chapter 5a] | All The Stories Is Taeyeon's

  5. Pingback: Devil Who Loved Me | baekkitaengoo

  6. Nice…
    Tapi mbayangin Baekhyun jadi Devil agak susah……soalnya Baek kan kesehariannya ceria dan lucu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s