12 Power Legend – Chapter 7

12 Power Legend - EXOTaeng

Title : 12 Power Legend – Chapter 7

Author : Oh Eun Hye (sparpiglets3)

Rated : T (PG-15)

Genre : fantasy, adventure, mystery. action (little bit romance)

Length : Multi-Chapter

Main cats : SNSD Taeyeon, EXO member

Support cats : you will find other cats in the story

Disclaimer : all the main cats in this story don’t belong to the author. The author is only entitled to the story belongs to the author who in import directly from my brain.

Author note’s : typo (s) scatted. For those who don’t like the cats here in, please don’t vilify or bash the cats! Author never allow to anyone plagiarism for this Fanfiction. And remember to give a comment. Don’t be a silent readers.

 

 

Tepat setelah 25 menit menunggu ―bahkan Taeyeon menghitungnya― Kris datang dengan Baekhyun. Mereka segera menghampiri Taeyeon dan Jessica yang berada tak jauh dari keberadaan 2 anggota 12 power legend itu.

 

“Wae? Kau kembali menemukan saudara kami?” tanya Kris.

Taeyeon menggangguk. “Sepertinya begitu. Yang ku tahu leher ku sakit.”

 

Baekhyun yang memang dari awal bergitu semangat segera berkeliling. Mencari-cari di mana keberadaan salah satu saudaranya itu. Kris menggelengkan kepalanya karena tingkah tak sabaran Baekhyun. Ia ikut berkeliling. Taeyeon kini berdua saja dengan Jessica.

Lama mencari, tapi mereka tak menemukan satu pun orang yang sama dengan salah satu saudara mereka. Baekhyun jadi kesal sendiri. Karena ia begitu semangat tadi. Tapi, saat sampai di sini, mereka malah tak menemukan apapun.

Kris memandang Baekhyun yang terlihat kesal. Ia menepuk pundak Baekhyun. Baekhyun menatap Kris dengan wajah cemberutnya.

 

“Tak perlu di pikirkan. Kita pasti akan ber-12 lagi. Yakinlah pada hal itu, Baekkie.” Ucap Kris.

Baekhyun menghela nafas. “Baiklah. Ini mungkin juga salah ku. Seharusnya aku tak perlu sesemangat tadi.”

“Kajja, kita temui nona Kim dan temannya.” Ajak Kris dan di balas anggukkan Baekhyun.

 

Saat Baekhyun hendak berbalik, ia melihat seseorang yang terasa begitu familiar. Jadi, ia berbalik lagi untuk memastikannya. Seketika Baekhyun terbelalak kaget karena menemukan seseorang yang amat sangat familiar di matanya. Ia segera berlari meninggalkan Kris yang mematung tidak mengerti.

 

“Sehunniiiiie!!”

 

Teriakkan melengking milik Baekhyun membuat semua orang seketika menolehkan kepala mereka pada Baekhyun. Tak terkecuali namja yang tadi Baekhyun teriakki. Seketika ia terkaget saat salah satu saudaranya tengah berlari menuju ke arahnya.

 

“Baekhyun hyung?”

 

GREB!

 

“Omona, Sehunnie. Akhirnya kami menemukan mu juga. Hyung merindukan adik kecil hyung satu ini.” Jerit Baekhyun sambil memeluk Sehun.

Sehun balas memeluk Baekhyun. “Ne. Senang bertemu dengan hyung lagi. Aku juga merindukan mu, hyung.” Ucap Sehun.

“Kajja, ku kenalkan pada seseorang.” Baekhyun segera menarik tangan Sehun.

 

Baekhyun membawa Sehun menuju tempat di mana Taeyeon, Jessica, bahkan sekarang Kris berada. Sehun mengerutkan kening. Ia merasa pernah bertemu dengan yeoja pendek yang kini ada di depannya. Begitu pula dengan Taeyeon. Ia merasa pernah bertemu dengan namja berkulit putih ini. Entah di mana. Seakan menemukan potongan puzzle yang hilang, seketika keduanya menjerit dan menunjuk muka masing-masing.

 

“Kau!”

“Eoh? Kalian sudah saling kenal?”

 

Baekhyun, Kris, dan Jessica mengernyit heran karena sepertinya Taeyeon mengenal Sehun. Baik Taeyeon maupun Sehun, keduanya sama-sama menarik kembali jari telunjuk mereka. Taeyeon melirik tangan Sehun. Dapat di lihatnya kilatan berwarna biru di telapak tangan Sehun. Membuat Taeyeon ingat akan apa yang di katakan oleh buku History.

 

‘Lambang terakhir adalah angin. Seorang pengguna yang dapat mengendalikan angin baik yang berhembus sepoi-sepoi atau sampai badai tornado sekalipun. Sang pengguna bahkan bisa mendengar suara bisikan sangat halus lewat angin miliknya. Lambang ini di namakan Aerokinesis’

 

“Lambang terakhir. Apa kau magnae dari 12 power legend?” tanya Taeyeon. Sehun kaget mendengarnya.

“Mwo? Kau tau? Dari mana?” tanya Sehun.

“Sehunnie, inilah yang akan ku perkenalkan dengan mu. Namanya Kim Taeyeon. Kau ingat dengan apa yang di katakan leluhur kita? Gadis terpilih? Dialah orangnya.” Jelas Baekhyun.

“Pendek.”

 

Hanya satu kata. Ya, hanya satu kata. Tapi, itu mampu membuat kening Taeyeon berkedut lantaran tidak terima di hina oleh namja yang di panggil ‘Sehunnie’ oleh Baekhyun. Jessica membuang muka dan Taeyeon bersumpah jessica sedang menahan tawanya.

Menghela nafas untuk menetralkan amarahnya. Taeyeon bahkan menghitung sampai 20 untuk menekan rasa marahnya. Sebenarnya Taeyeon sudah ingin mencakar-cakar, mencabik-cabik, dan merusak wajah tampan Sehun. Kalau ia sudah tidak waras lagi.

 

“Perkenalan yang indah, Sehunnie-sshi. Sampai jumpa lagi semuanya.”

 

Setelah berkata begitu, Taeyeon meninggalkan mereka semua dengan hentakkan kaki yang keras ke tanah. Jessica terkejut. Taeyeon tak biasanya semarah ini jika di katai pendek oleh siapapun. Jessica segera mengejar Taeyeon setelah berpamitan dengan Kris, Baekhyun, dan si ‘Sehunnie’ itu.

 

PLETAK!

PLETAK!

 

Dua jitakkan manis mendarat dengan sempurna di kepala Sehun. Berasal dari tangan Baekhyun dan juga Kris. Sehun yang tak sempat sadar bahkan akan ada nyaserangan lengah dan hanya bisa mengeluh kesakitan sembari mengusap kepalanya yang malang. Sehun menatap sengit pada dua hyung yang bersalah pada kepalanya.

 

“Ya! Hyung, apa yang kalian lakukan, eoh?! Itu menyakitkan!” jerit Sehun.

Kris memutar bola mata. “Lihat! Gara-gara kebodohan mu, nona Kim pergi. Kau ini, memang menyebalkan.” Sahut Kris.

“Kajja, hyung. Kita pulang saja. Kajja Sehunnie.” Ajak Baekhyun sekaligus menengahi perkelahian tidak berguna antara hyung dan magnae mereka.

 

 

Jessica masih mengejar Taeyeon yang tampak masih marah. Jessica heran. Baru kali ini Taeyeon begitu marah hanya karena di katai ‘pendek’. Oh, bukan berarti Taeyeon tak marah setiap kali di ejek pendek. Tapi ini, agak berbeda.

 

“Yaa! Kim Taeyeon! Wait?! Are you just angry because in dwarf ‘short’? what happened to you? You never this angry before!” teriak Jessica. “Kim Taeyeon! Wait!”

 

Setelah berkata begitu, Taeyeon akhirnya menurut untuk berhenti. Menunggu Jessica yang masih tergopoh-gopoh mengejarnya. Jessica memegang bahu Taeyeon dan mengatur pernapasannya.

 

“What happened to you? Kenapa kau begitu marah? Kau tak pernah seperti ini jika ku ejek pendek, Kim.” Ucap Jessica setelah berhasil bernafas normal.

Taeyeon bersidekap di dada. “Memangnya aku tak pernah marah jika kau ejek pendek, Jung?” ucap Taeyeon sarkatis.

“I mean, you were never this angry before.” Ucap Jessica. Entah kenapa malah membuat Taeyeon menunduk.

“Entahlah, ada sesuatu yang mendorong ku bersikap seperti tadi.” sahut Taeyeon.

Jessica mengelus pundak Taeyeon lembut. “Never mind. No need in mind. Kajja, ku traktir ice cream. Sebagai balasan kau sudah mengajak ku untuk mengingat masa lalu kita.” Ajak Jessica. Dan tentu saja di sambut dengan mata berbinar dari Taeyeon.

“Jjinjaro? Aah, kajja!” dan dengan semangat, Taeyeon menarik pergelangan tangan Jessica menuju kedai ice cream terdekat.

 

 

Sementara itu, Raja kerajaan Dark, Lee Jinki tengah marah besar dengan seluruh pengawal penjara yang membiarkan tawanan mereka lepas. Beberapa pengawal itu sampai bergetar di tempat karena menghadapi kemarahan Jinki. Jinki memang seseorang yang temperamental. Mudah marah dan meledak-ledak. Termasuk dalam kasus ini.

Jinki lantas memandang penuh amarah pada seluruh pembesar kerajaan Dark. Kilatan marah tampak begitu jelas di iris mata coklat milik Jinki. Jubah hitam yang ia kenakan membuatnya tampak 10 kali lebih menyeramkan.

 

“Taemin! Perintahkan 100 pengawal terbaik untuk segera turun ke bumi. Tangkap gadis itu beserta temannya dalam hidup ataupun mati. Kita tak bisa membiarkannya lebih lama lagi. Atau kita akan segera musnah karena 12 power legend akan bersatu.” Perintah Jinki dengan penuh rasa kesal.

Taemin menangguk dengan patuh. “Baik Yang Mulia. Perintah anda akan segera kami laksanakan.”

Jinki mendengus kasar. “Minho, Ikutlah dengan Taemin. Pastikan, saat kalian sedang menghadapi gadis itu dan temannya saja. salah satu dari 12 power legend sedang tidak bersama mereka. Jonghyun, kau perketat kembali pengawalan di sekitar penjara bawah tanah. Aku yakin, setelah kehilangan gadis itu dan temannya, mereka akan menyerang kita. Kibum, kau akan ku tugasi untuk membentuk pertanahan.” Ucap Jinki panjang lebar dan di angguki oleh seluruh pembesar kerajaan itu.

 

Taemin dengan segera meniup terompet. Menandakan kalau 100 pengawal terbaik kerajaan Dark di suruh berkumpul. Tak menunggu waktu lama, di depan Taemin dan Minho sudah berkumpul 100 pengawal terbaik.

 

“Hari ini juga, atas perintah Yang Mulia, turunlah kalian ke bumi. Tangkap ‘Gadis terpilih’ itu dan temannya dalam hidup atau mati. Kalau tidak, kalian akan menerima hukumannya.” Perintah Taemin.

“Baik. Akan segera kami laksanakan.”

 

Segera setelah itu, di punggung-punggung masing-masing pengawal itu keluar sayap-sayap hitam legam. Dengan secepat kilat, mereka turun menuju bumi. Taemin memperhatikan mereka dan ia juga mengeluarkan sepasang sayap besar berwarna hitam legam. Minho juga mengikutinya.

 

 

Taeyeon dan Jessica sedang sibuk bertengkar di dapur. Bahkan pertengkaran mereka hanya karena hal sepele. Beberapa pekerja di sana memutar bola mata dan sweatdrop bersamaan akan tingakh dua yeoja berwajah imut itu.

 

“Kim, sudahlah. Biar aku saja yang mencuci piringnya. You got to check the oven.” Ucap Jessica saat Taeyeon akan membersihkan seluruh piring-piring yang kotor.

Taeyeon menggeleng. “Ani, Jung. Aku saja yang mengerjakannya. Kau sebaiknya bantu Tiffany saja.” Taeyeon merebut piring kotor tadi.

Jessica menggeleng kuat. “No, no, no. I’ll do it.”

“Jung, ku mohon, kali ini saja kau turuti aku. Jebal~~~~” Taeyeon mulai mengeluarkan aegyo andalannya. Jessica yang memang lemah jika berhadapan dengan aegyo hanya memberengut kesal.

 

Dengan sedikit menghentak-hentakkan kakinya kesal, Jessica berjalan keluar dari dapur. Meninggalkan Taeyeon dengan piring-piring kotornya. Taeyeon menggedikkan bahunya dengan cuek. Jessica memang selalu kekanak-kanakkan, pikir Taeyeon.

Taeyeon segera menyelesaikan pekerjaannya ini. Ia tak ingin dirinya berakhir dengan lembur lagi. Oh, memikirkan hal itu, Taeyeon mempercepat gerakkan tangannya saat melap piring-piring yang basah.

 

PRANG!

 

Suara piring yang jatuh beradu dengan lantai dapur membuat semuanya terkejut. Terlebih lagi Taeyeon yang merupakan pelaku. Taeyeon menengang. Tubuhnya terasa begitu kaku. Ia memandang piring itu dengan pandangan nanar.

Tidak. Tidak. Taeyeon tidak memikirkan akan murkanya manager Lee atas kejadian ini. Tapi, entah kenapa, ia merasakan feeling yang amat sangat tidak enak. Seakan ada sebuah suara di hati kecilnya yang berkata bahwa akan terjadi padanya dan Jessica.

 

Eoh?

 

Jessica?

 

Taeyeon tercekat sendiri akan pikirannya. Dengan cepat ia melepas sarun tangan yang tadi ia gunakan dan meletakkan lap yang tadi ia pegang. Mengedarkan pandangan mencari Jessica. Helaan nafas lega meluncur dari mulutnya saat ia melihat Jessica sedang bercengkrama dengan Tiffany juga Yuri.

Dengan segera Taeyeon mengumpulkan pecahan-pecahan piring itu. Dengan hati-hati, ia mengambil dan meletakkannya di tangan. Taeyeon bergetar sendiri saat memungut beling-beling itu. Hingga ia ceroboh akan jarinya.

 

“Awwh..”

 

Darah segar meluncur dengan sukses di bekas tusukkan beling itu. Taeyeon memandang sebentar darah di jari manisnya. Kembali, feeling tidak mengenakkan itu manri-nari di hatinya.

Jessica yang mendengar jeritan Taeyeon tergopoh-gopoh menghampiri Taeyeon yang kini mematung. Jessica kaget saat melihat darah yang mengalir dari jari manis Taeyeon. Jessica sedikit menyesalkan tindakan ceroboh sahabatnya itu.

 

“Oh gosh! What happened, Kim? Kau ini benar-benar ceroboh. Bagaimana bisa kau berakhir seperti ini, eoh?” omel Jessica.

Taeyeon bagai tersadar dari dari lamunannya. “Jung, sejak kapan kau ada di sini?” Tanya Taeyeon.

 

PLETAK!

 

Jessica melayangkan sebuah jitakkan di kepala Taeyeon. “Ya! Apa itu berarti kau melamun hingga tak menyadari kedatangan ku, eoh? For God’s sake, Kim! Actually, what happened to you today?! Grumpy unclear. Stubborn and instead end up sloppy like this.” Ucap Jessica panjang lebar.

Taeyeon menggeleng. “Entahlah. Aku hanya merasakan sesuatu yang tidak enak. Ku harap, kau harus bersama ku terus hari ini. Ini juga menyangkut diri mu.” Sahut Taeyeon.

“I do? What do you mean?” Tanya Jessica tak mengerti.

“Intinya, kau harus bersama ku. Jangan jauh-jauh dari ku.” Tegas Taeyeon.

Jessica mengerutkan kening tidak faham. Tapi, ia segera tersadar. “Ah, your wound. Come on, we treat first.” Jessica segera meraih pergelangan tangan Taeyeon dan menyeretnya ke ruang ganti pegawai untuk mengobati luka Taeyeon.

 

 

Di saat yang sama, 10 orang power legend yang sedang nonton televise secara serentak berteriak kaget akan rasa sakit yang menyerang mereka.

 

“Arrgh!”

“Astaga, bagaimana mungkin aku terluka.” Keluh Baekhyun.

“Ugh, aku juga.” sahut Sehun.

“Apa ini? Kita terluka secara bersama-sama?” heran Suho.

 

Luhan diam saja. Ia seketika mempunyai feeling yang buruk tentang Taeyeon. Ya, Luhan yakin, feelingnya ini benar.

 

“Yeorubeon, kalian percayakan akan feeling ku yang selalu tepat?” Tanya Luhan pada seluruh saudaranya.

“Tentu saja, Lu. Kau adalah pemilik feeling terkuat di sini.” Sahut Minseok.

“Apa yang kau rasakan, hyung?” Tanya Tao.

“Aku…. Merasa, sesuatu yang buruk akan menimpa Taeyeon dan Jessica.”

“MWO?”

 

 

Jessica masih tidak mengerti apa yang sebenarnya ada di pikiran Taeyeon. Setelah kejadian kecerobohan Taeyeon itu, Taeyeon selalu menempeli Jessica ke manapun. Jadi, sedikit overprotective padanya. Taeyeon selalu bersikeras agar Jessica tak selalu jauh-jauh darinya. Bahkan Taeyeon mengikuti Jessica saat ia ingin ke kamar mandi.

Lama-lama seperti ini, Jessica jengah akan perlakuan Taeyeon. Bukan berarti ia tak menghargai sahabatnya ini dalam mengkhawatirkannya. Tapi, Jessica jadi kesal karena Taeyeon seperti membatasi seluruh pergerakkannya.

Jessica tak habis pikir apa sebenarnya feeling yang tadi Taeyeon ceritakan. Apa itu benar-benar membahayakan. Tapi, Jessica tak dapat memprotes. Karena ia sudah berjanji di depan Taeyeon agar mempercayai Taeyeon tadi.

 

“Yaa! Jung, chankkaman! Kau ini. Sudah ku bilang jangan jaug-jauh dari ku!” Taeyeon segera mengayuh pedal sepedanya menyusul Jessica yang tengah memacu sepeda miliknya. Mereka terlihat seperti sedang balapan sepeda.

“Stop following me, Kim! You know, it’s very annoying! Memangnya apa yang di rasakan oleh feeling bodoh mu itu?” sahut Jessica kesal.

“Ya! Aku hanya ingin memastikan kalau sahabat ku yang menyebalkan ini sampai di apartemennya dengan selamat.” Dan Taeyeon berhasil menyusul sepeda Jessica.

Jessica memandang Taeyeon. “Sampai seperti itu? do you think I am your lover? Go home to your own apartment, Kim.” Usir Jessica.

Taeyeon cemberut seketika. “K-kau mengusir ku, Jung? J-jahat sekali.” Rengek Taeyeon.

Jessica memutar bola matanya. “Jangan merengek seperti anak kec― Omo! What are you doing, Kim?! You want to kill me?” ucap Jessica terkejut karena Taeyeon berhenti tiba-tiba dan persis di depannya.

“Jung, coba lihat itu!” Taeyeon menunjuk ke depan mereka.

 

Jessica terkejut saat melihat beberapa orang, oh bukan beberapa, tapi puluhan orang berjubah hitam. Taeyeon dengan gerakkan cepat menari pergelangan tangan Jessica dan meninggalkan sepeda-sepeda mereka di pinggir jalan. Dengan cepat mencari persembunyikan di sekitar mereka.

Taeyeon terlihat begitu ketakutan saat melihat orang-orang yang berjubah hitam itu. Jessica bahkan melihat keringat dingin yang mengucur di kening Taeyeon. Jessica juga merasa tidak asing akan orang-orang berjubah hitam itu.

 

Tunggu dulu?!

 

Jubah hitam?

 

Bukankah itu baju khas orang-orang kerajaan Dark?

 

Apa jangan-jangan mereka berniat buruk pada dirinya dan Taeyeon?

 

“Sekarang kau mengerti dengan apa yang ku katakan, kan, Jung?” ucap Taeyeon pelan pada Jessica.

Jessica menatap Taeyeon dengan pandangan mengambarkan rasa takut. “Well, I guess, this time you’re right, Kim.” Sahut Jessica setelah menelan salivanya dengan gugup.

 

Taeyeon terus mengawasi orang-orang berjubah hitam itu dari tempat persembunyiannya. Sedikit mengutuk dan menyumpahi orang-orang merepotkan itu. Buat apa mereka turun ke bumi segala. Taeyeon bahkan yakin 100% kalau ini akan ada sangkut pautnya dengan dirinya dan juga Jessica.

Sesekali Taeyeon berdo’a dalam hatinya agar Tuhan mau berbaik hati dengannya dan Jessica hari ini. Setidaknya, kali ini ia benar-benar ingin pulang dengan nyawa masih berada di tubuhnya. Taeyeon melirik Jessica yang ternyata juga malah menatap padanya.

Oh, tolong, jangan tambahkan background bunga-bunga, dan juga hati-hati yang beterbangan akibat insiden tatapan tidak sengaja itu. Taeyeon dan Jessica masih cukup waras untuk menyukai sesama jenis. Apalagi, kondisi dan suasananya amat sangat tidak mendukung untuk jatuh cinta.

 

TAP….

TAP….

TAP…

 

Taeyeon dan Jessica hampir menjerit di tempat karena mendengar langkah kaki itu. Dengan segera mereka menutup mulut mereka dengan tangan mereka rapat-rapat. Dan makin menyembunyikan diri mereka ke belakang tong sampah. Tolong ingatkan Jessica nanti agar ia memukul kepala Taeyeon yang mempunyai ide gila karena menyeret Jessica agar sembunyi di tempat tak elit begini.

Taeyeon dengan sedikit keberanian mencoba untuk mengintip ke luar. Kosong. Tak ada apapun di luar. Bahkan bekas jejak kaki itu tak terlihat di tanah becek. Taeyeon mengerutkan kening heran. Apa-apaan itu?! jantungnya hampir copot mendengar langkah kaki dan sekarang malah tak ada tanda apa-apa? Taeyeon merasa di permainkan.

 

“Waah, apa ini? Mencoba untuk bersembunyi, eoh? Ahaha, tikus kecil seperti kalian tak akan mudah untuk kabur.”

 

Taeyeon dan Jessica menegang saat mendengar suara asing yang berada di belakang mereka. Dengan cepat mereka berbalik dan begitu terkejut saat melihat salah satu di antara orang-orang berjubah itu berada di belakang mereka. Jessica tentu saja tak mengenal orang itu. Tapi, Taeyeon begitu mengenal orang ini. Dia Minho. Orang yang di temuinya bersama Kris saat di rumah sakit.

Seringai dari Minho membuat getaran di tubuh mereka semakin menjadi-jadi. Taeyeon dan Jessica mundur beberapa langkah ke belakang. Mencoba kabur dari Minho dan seringainya yang menyeramkan. Tapi, mereka malah terjebak akan langkah mereka sendiri.

 

“Jangan mendekat!” peringat Taeyeon pada Minho yang terus melangkah maju. Tapi, Minho tak mengindahkan peringatan Taeyeon. “Ku bilang, jangan mendekat, Minho-sshi!” teriak Taeyeon ketakutan.

Jessica menatapnya tidak mengerti. “Taeng, kau kenal dengan orang ini?” tanya Jessica.

Taeyeon menangguk cepat. “Aku tak sengaja bertemu dengannya saat di rumah sakit bersama Kris.”

 

Taeyeon dan Jessica seketika makin panic saat mereka merasakan kalau Minho makin dekat dengan mereka. Sedangkan mereka tak dapat pergi ke manapun. Dan itu membuat keringat ketakutan mengalir cukup deras di kening masing-masing.

 

“Kim, if this is the end of my life, so I just wanted to say that I’m very fond of you as my sibling.” Ucap Jessica. Membuat Taeyeon menatapnya dengan cemas dan kesal karena perkataan Jessica terdengar pasrah.

“Apa yang kau katakan, Jung. Yakinlah kalau kita akan selamat.” Kesal Taeyeon.

Jessica menggeleng pelan. “Bahkan aku seperti melihat kematian ku sendiri di tempat tak elit ini.”

“Ku mohon, percaya pada ku. Kita akan selalu selamat. Percayalah akan hal itu.” panic Taeyeon.

Minho segera menangkap tangan Taeyeon yang memang tak berapa jauh jaraknya dengan dirinya. Taeyeon yang kaget segera memberontak dan melepaskan tangannya dari genggaman Minho. Tapi, Minho makin mengeratkan pegangan itu. Minho juga memegang tangan Jessica. Dan kini Minho harus di buat sibuk karena berontakkan dari 2 yeoja itu.

 

“Yaa! Lepaskan tangan nista mu ini dari tangan suci ku, sialan!” teriak Taeyeon sambil berontak.

“You’ll be sorry for daring to touch my smooth hands with your hand it’s despicable! Ya! Lepaskan aku!” jerit Jessica.

“Kalian, ikut dengan ku!” tegas Minho.

“Mwo?!” jerit keduanya dengan terkejut.

 

SEET!

 

Dan Minho berhasil membawa kedua gadis itu pergi menuju kerajaan Dark. Ia segera menguhubungi Taemin bahwa misi mereka berhasil dan segera kembali ke kerajaan Dark.

 

 

DEG!

BUGH!

 

Luhan terjatuh dengan sendirinya seperti ada seseorang yang baru saja mendorong dirinya. Ke-9 saudaranya tentu saja kaget karena tiba-tiba Luhan seperti itu. Minseok segera membantu Luhan berdiri. Kelihatan kalau Luhan seperti kehilangan kemampuan berdirinya.

Ke-9 itu tentu saja heran akan tingkah Luhan. Tadi, ia yang mengatakan kalau terjadi sesuatu yang berbahaya pada Taeyeon. Tadi, ia tiba-tiba seperti seseorang yang panic. Tadi, ia juga terlihat blank dengan sendirinya. Lalu, berakhir terjatuh lemah seperti ini.

 

“Lu-ge, apa yang terjadi pada mu?” tanya Minseok.

“Entahlah, Baozi. Tiba-tiba saja itu terjadi pada ku. Aku benar-benar merasa khawatir pada Taeyeon.” Sahut Luhan agak lemah.

 

BRUKH!

 

“Omo! Kris hyung?! Kris hyung pingsan!” jeritan Baekhyun membuat semuanya menoleh pada Kris yang kini tergeletak berdaya.

“Ya tuhan, apa yang sebenarnya terjadi saat ini?” gumam Suho. Mereka segera membopong tubuh Kris menuju sofa.

 

 

“Selamat datang di kerajaan ku, ‘Gadis terpilih’ dan temannya.”

 

DEG!

BUGH!

 

Taeyeon dan Jessica begitu terkejut saat mendengar perkataan dari Raja kerajaan Dark. Belum lagi, tadi pengawal yang menyeret Taeyeon serta Jessica mendorong tubuh mereka ke lantai kerajaan.

Seringai segera terbentuk di wajah Jinki karena melihat tawanan mereka ketakutan walaupun wajah mereka terlihat sangat datar. Jinki bangkit dari singgasananya dan menghampiri Jessica dan Taeyeon yang masih terduduk di lantai dengan tangan yang terikat.

Jinki berjongkok di depan Taeyeon. Dengan gerakkan cepat, ia menangkat wajah cantik Taeyeon yang sedari tadi menunduk. Taeyeon tentu saja tak sudi jika menatap wajah Jinki. Walaupun Jinki memang tampan. Taeyeon memalingkan wajahnya.

Dengan kasar, Jinki mencengkram dagu Taeyeon dan membuatnya kembali beradu pandang dengan Taeyeon. Taeyeon yang dalam keadaan terikat tak memungkinkan baginya untuk melawan. Dengan tajam, ia menatap Jinki balik. Jinki menyeringai.

 

“Astaga, tak ku sangka kau memiliki wajah yang cukup menarik, ya. Tak heran jika 12 power legend itu rela terikat dengan mu.” Ucap Jinki.

“Jauhkan tangan hina mu itu dari wajah ku, sialan!” jerit Taeyeon. Persetan dengan bersopan santun. Hanya orang bodoh saja yang mau bersopan santun pada makhluk sialan ini.

“Kau berani juga, ya?” ucap Jinki. Ia mendekatkan wajahnya pada Taeyeon.

 

Taeyeon begitu terkejut saat merasakan bibir tipis Jinki mendarat di bibir mungilnya. Jessica yang sedari tadi memperhatikan juga tak kalah terkejutnya. Tak butuh menghitung sampai 3, Taeyeon mulai berontak dan Jinki memegangi Taeyeon. Maka, dengan segala kekuatannya, Taeyeon mendorong Jinki menggunakan kakinya yang sangat kebetulan tak terikat.

Jinki jatuh terkapar di lantai. Membuat beberapa orang di istana besar itu terbelalak kaget akan perbuatan berani yang Taeyeon lakukan. Beberapa orang menggumamkan kalau gadis itu tak akan selamat.

Jinki segera bangkit dari posisi jatuhnya. Dengan mata berkilat marah, Jinki segera memerintahkan pengawal agar mereka menyeret Taeyeon dan Jessica ke sel bawah tanah. Tempat di mana Jessica juga pernah di sekap.

Dengan kasar mereka menyeret Taeyeon dan Jessica menuju sel mereka. bahkan mereka mendoorng tubuh Taeyeon dan Jessica masuk ke dalam sel itu. Jessica beruntung karena memiliki keseimbangan tubuh yang bagus. Lain halnya dengan Taeyeon yang masih shock karena ciuman Jinki tadi. Maka, tak ayal lagi, Taeyeon kehilangan keseimbangan dan membentur dinding beton sel bawah tanah itu. Dan Taeyeon segera kehilangan kesadaran.

 

BRUKH!

 

Jessica begitu panic akan Taeyeon yang pingsan. Ikatan tangan mereka bahkan belum di lepas. Jessica hanya bisa menangis melihat keadaan temannya yang mengenaskan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TBC

 

Author note’s : Halooo, apa ada yang ingat dengan FF ini? Apa ada yang nungguin FF abal ini? Nggak ada? Ya udin #pundungdipojokkan

Apa ada yang nanya kalau ada kejanggalan. Baiklah #tariknafas, anggap saja saat Sehunnie datang ke café pertama kali itu dengan Kyungsoo tapi, Kyungsoo malah pergi ke tempat author. Eoh?! Mian! Salah ketik. Eh, jangan lempar author dengan nuklir dong. Pokoknya intinya itu, setelah keluar dari café itu, Sehun dan Kyungsoo itu pisah dan Sehun nggak tau Kyungsoo ke mana. Ini di karenakan aku masih belum ingin mempertemukan Taeyeon dengan Kyunsoo. #maksa

Miaan kalau chapter ini kurang memuaskan. Miaan jika chapter ini malah makin gaje dan juga aneh. Aduuuuh, aku nggak tau harus ngapain lagi. Hanya ini yang bisa tangan ku ketik. Kan, aku udah bilang, aku kalo bikin FF nggak pernah pake otak (?) tangan ku ngetik sesuka dia. Salahkan tangan kuuu.

Well, last word don’t be silent readers, ok? Don’t forget to give a comment. Kalo langsung pulang aja, ntar di culik Jinki, lhooo. Hihihi #ketawakuntilak (serem amat).

See you in the next chapter, neeee? 😀

 

Advertisements

76 comments on “12 Power Legend – Chapter 7

  1. akhirnya muncul juga kelanjutannya,, duh sitaesica emang rempong yaa tapi moment mreka yang bikin seru duuh 12 legend buru2 tolongin tae noh kasian trus masa first kissnya diambil sii jinki aaaaaaaaa
    ga rela next chap dtunggu

  2. Huwaaaa kenapa TaengSic di sekap!!? dan kenapa yg punya feeling paling kuat jatuh?? LEE JINKI !!KU BUNUH KAU!!! Thor, ending untuk BaekYeon!kyaaa..!! *jiwabunniesnongol(?)*

  3. Hwaaaa kerenn.. eh jinki liat cewek cantik maen nyosor aja… itu knp si sehun ama taeng… kok ada atmosfir aneh antara mereka berduam… beda gitu wktu taeng ktmu ama yg lain sama pas ktmu ama sehun.. ada chemestry trsendiri.. apa cuma menurut q aja ya.. ?? Nggataulahm. Lanjut ya thor wkwkwkwk

  4. Agak gak nyambung aku eon.. eonni sih.. gak kasi passwordnya yang chap 6 ke aku.. kan aku udah email eonni T.T
    Omona.. beraninya tuh pengawal.. bikin my Taeng eon pingsann?!! -_-
    Lu.. ama Kris.. kenapa mereka? Mereka dapet feeling kah kalo TaengSicnya ketangkep ama Minho?? Atau memang mereka itu pairingnya TaengSic? Jadi LuTae ama KrisSica gitu?? >.< i hope soo~~
    Update soon yah eon..
    Hwaitaeng!!

  5. Keren!
    Satu kata yang terlintas xD
    Aigoo, jan bilang Jin ki bakal suka sama Taeyeon :v eh, ada rohaninya kaga Ye? Hehe, xD

  6. Unniee daebakk…!!! Tapi maaf yaa yg di chap. 6 aku gk bisa coment soalnya aku gk bisa buka ffnya pake pass yg unnie kasih.. Mian ya… Walaupun yg chap 6 aku gk baca, tetep seru kok^^

  7. gue sebel banget sama TBC thor, lagi seru juga —
    oh ya, coba bikin si Jinki atau pengawal kerajaan dark suka ke taeyeon biar lebih greget gitu bacanya, wk
    semangat nulis ya, authornim… gue tunggu updatetannya 🙂

  8. wahhhh wahhhhh
    bener dugaan ku kalo yg dicafe itu… Sehun sama Kyungsoo

    Kyungsoo mampir ke rumah ku dulu trus tersesat/? /plakkk/
    oiya…
    Taeng eonni sayang bgt sama Sica eonni . duhhh duhh jadi sedih 😥 inget Sica eonni .

    2Min always together ~.~
    ke bumi barengan juga . mau kncan mas??? behahahahah
    Minho oppa ngeselin akhhh><
    Jinki oppa .. k….kkau.. byuntae!!!

  9. smoga aj taesic baik” aj,.,
    oh y thor ak udah berkali kali cba bka ff ni yang chapter 6 tpi gak bsa” pdahal pw nya udah ak cek berkali kali depannya jga udah pakai huruf kapital tpi ttep gx bsa d bka,,
    ap emang hp aj y yg eror ;-(

  10. waa sumpah kocak itu jinki, taemin, minho, jonghyu, kibum.. wkwk
    Mengapaa harus merekaaa yg jd Dark line? hha
    Aduhh penasarann thor next chapter..
    Oiyaa aku blm baca chap.6 langsung baca chap ini.. tau2 udh ada Tao n suho aja..
    Penasaran gmna nemuin merekanyaa.. minta pw nya yaa thor..
    Gomawo~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s