Love Story Of Kim Taeyeon (Series: with Sehun)

sssssssssssssssss

Title
Love Story Of Kim Taeyeon (series: with Sehun)
Author
DeliaAnisa
Genre
Romance, little bit a comedy, and angst (maybe)
Length
Series
Rating
PG-15
Main Cast
Kim Taeyeon and Oh Sehun
Other Cast
Bae Suzy and Byun Baekhyun
Disclaimer
Ini FF hasil dan murni dari imjinasi saya, maaf jika ada kesamaan dan tentunya itu tidak disengaja, and don’t plagiat.
Author Note

Maaf sebelumnya untuk para reader yang mungkin agak kecewa karena aku gak buat cast sesuai permintaan kalian semua. Aku pilih sehun, karena aku ngerasa dia keliatan cocok banget buat ademin hati taeyeon. Sehun itu orgnya easy going dan mungkin cocok kali yahh kalau dijadiin penghibur untuk taeyeon.
Dan aku juga akan usahain untuk para reader yang minta cast selain exo.. ditunggu aja yahh ^^
So.. happy reading and enjoy ^^
Satu bulan sudah aku menjalani hidupku tanpa baekhyun dan 2 hari yang lalu ada kabar yang begitu mengejutkanku. Baekhyun dan suzy akan bertunangan besok dipulau jeju. Menyakitkan memang, aku mempertahankan cinta dengan baekhyun sudah 5 tahun lamanya. Tapi, terpisah begitu saja karena penyebabnya adalah baekhyun sudah bosan padaku. dia mungkin tidak sadar atau mungkin tidak ingin tau bahwa aku sangat-sangat memperhatikannya.
Well, seharusnya aku tidak perlu larut dalam kisah cintaku yang miris seperti ini. ini memang jalan dari Tuhan untukku, aku yakin Tuhan tidak akan memberikan kesulitan pada hambanya diatas kemampuan mereka. Yang harus kulakukan sekarang adalah.. mencari pengganti sosok baekhyun. yah, tentu itu harus segera kulakukan. Aku harus rela membuka kembali hatiku yang sempat tertutup begitu lama.
.
.
.
Hari Minggu, disiang hari tepatnya. Aku berjalan menyusuri sungai han untuk sekedar mereleksasikan pikiran dan tubuhku yang seperti mayat hidup sekarang. sekaligus, mencari sosok baru. Kemungkinan besar, banyak pria tampan melewati tempat ini, yah kupikir salah satu dari mereka mungkin akan menjadi jodohku. Aku terlalu percaya diri bukan?
Aku duduk dan memakan mie cup dengan santai, beberapa suapan sudah aku masukan kedalam mulutku. Namun, saat suapan selanjutnya hendak kumasukan tiba-tiba ada sebuah bola entah dari mana asalnya membuat mie cup yang berada ditanganku terbentur dan jatuh dengan tidak elitnya. Ya, mie cup itu tumpah hingga merambat kewajah dan berakhir dibajuku. Ohh, ini menjijikan. Siapa yang telah beraninya membuatku seperti ini? aku akan mencekiknya sampai habis, kalau aku bisa.
Aku berdiri dan kuyakini sekarang wajahku memerah menahan rasa marah. Aku bersedekap dan berusaha menelusuri sipelaku yang sudah seenaknya menghancurkan ketenanganku. Siapa dia?
“ma..maaf.” akhirnya sosok tersangka itu muncul, tampak sekali dia memang tengah bermain bola. Pakaian dengan nomer 01 itu hanya tertunduk setelah aku membuat pandangan tajam padanya.
“kenapa? Kenapa harus aku? Kenapa yang mendapat banyak kesialan adalah aku? Kenapa? Kenapa kau membuat kekacauan dihidupku semakin bertambah? Kenapa banyak pihak yang tidak menginginkanku hidup tenang, katakan mengapa?” aku berteriak kesal padanya, darahku seperti mendidih dan urat nadiku seperti terputus sesaat. Aku sangat yakin, yang aku utarakan sekarang bukanlah semata-mata membentak kesalahannya, melainkan aku mencoba melampiaskan semua beban dihatiku. Aku tidak tahan lagi, tidak ada yang berani kuajak bicara dan berbagi dengan seseorang. Aku menahannya begitu lama, dan itu berakhir dengan rasa sakitku yang kian membesar. Kurasa, aku perlu seseorang yang mau mendengar semua jeritan yang ingin kuledakan saat ini juga.
“nona.. kau tengah butuh sandaran?” pria itu bersuara dengan nada agak ragu. Tapi dia berhasil membuatku terperangah, apakah dia seorang peramal? Mengapa dia begitu memahami keadaanku?
“a..aapa?” ucapku tak yakin, aku tidak terlalu yakin dengan apa yang ia katakan padaku. Dia pria yang asing bagiku, dan aku tidak boleh begitu saja mempercayai ucapan orang asing.
“seseorang sepertimu terlalu mudah ditebak. Guratan wajahmu begitu jelas memperlihatkan bahwa kau sedang tertekan.”
“kau seharusnya tidak perlu tau mengenai diriku.” Selaku cepat. Aku tidak menyukai bagaimana dia berbicara padaku, ia sok tau sekali.
“jangan salah paham padaku, karena aku tidak menyukai seseorang yang terlihat menyedihkan dimataku.” Setelah kata itu ia mengambil bolanya dan berbalik.
“aku oh sehun. kau bisa mengutukku jika tidak suka dengan apa yang aku bicarakan.” Ia melirikku sebentar dan menyeriangi. Selanjutnya ia bergabung kembali dengan teman-temannya.
Seketika aku membatu, aku masih tidak percaya dan kurang paham dengan orang asing itu. Sebenarnya ia berniat menghiburku atau malah sebaliknya? Ohh god, aku benar-benar tidak percaya ini.
.
.
.
“annyeonghaseo, apa tuan perlu yang lain?” aku bertanya pada calon pembeli dibutikku, ia Nampak membelakangiku dan berkali-kali menggaruk-garuk kepalanya seperti seseorang yang sedang kebingungan. Tentu saja, aku harus membantunya. Aku tidak ingin kehilangan pembeli karena alasan aku kurang ramah dimata mereka.
“apakah rajutan ini ada yang berwarna merah?” Pria itu segera menyerahkan rajutan yang ia maksudkan padaku. Sekarang ia tidak lagi memunggungiku, kami bertatapan muka. Ia memakai masker dan kacamata hitam yang bertengger rapi dihidungnya. Sekilas, ia tampak seorang idol yang mencoba menghindar dari penggemarnya. Well, meskipun faktanya aku tidak sering menonton televisi dan lebih mengurungkan diriku dikamar dan tidur, tapi aku bukanlah gadis desa yang tidak mengetahui perubahan zaman.
“merah? Tentu ada tuan.” Aku tersenyum meyakinkan.
“tunggu sebentar, aku akan mengambilnya.” Tambahku sebelum akhirnya aku melangkah kebelakang dan mencari apa yang diinginkan pria ini.
Selang beberapa waktu aku kembali dan menunjukkan rajutan yang berwarna merah sesuai dengan permintaannya. Ia segera mengambilnya tanpa menimbang-nimbang terlebih dulu.
“berapa harga rajutan ini?”
“600 ribu won.”
“apakah ini akan tahan lama agashi? Warnanya tidak akan pudar dimakan waktu bukan?” Oh God, ini adalah pertama kalinya aku mendengar pertanyaan yang begitu konyol ditelingaku. Ini baju, dan bukan lukisan ataupun makanan. Pria aneh.
“kurasa tidak.”
“bisakah agashi meyakinkannya?”
“apa maksud tuan?”
“nada bicaramu tampak ragu dipendengaranku, agashi.”
“kalau kau ragu, ya sudah tidak perlu membeli ini.” Aku memekik kesal dan segera membawa baju itu kembali ketanganku. Oh aku merasa resah dengan pria yang satu ini. sebetulnya, ia berniat membeli atau hanya ingin membuatku kesal eoh?
Dan tunggu, aku baru menyadari.. dari suaranya aku seperti mengenalnya. Tapi siapa orang ini?
“Sekarang aku tau. Kenapa butik ini terlihat sepi, karena kau sangat tidak tau apa yang diinginkan seseorang. Kau tidak pernah memahami seseorang, itu artinya kau hanya peduli pada dirimu sendiri.” aku membulatkan kedua bola mataku setelah dengan ringannya ucapannya memasuki telingaku.
Aku bersedekap, hidungku beberapa kali naik kempis. Kesabaranku sudah mencapai ubun-ubun. Apa dia berniat mengajakku perang sekarang?
“kau seharusnya tidak perlu tau mengenai diriku.” Tunggu, apa yang baru saja aku ucapkan? Aku seperti telah mengucapkan kata ini sebelumnya, pada seseorang entah siapa itu.
Ahh sekarang aku ingat, apakah pria ini oh sehun? pria tak tau malu itu? Sepertinya dugaanku kali ini tidak akan pernah salah.
“Aku menyukai kalimatmu itu agashi. Kau mengatakan itu, semakin aku penasaran mengenai hal tentangmu.” Ia menunjukku, segera aku menjauhkan jarinya yang sekarang begitu dekat dengan dihidungku yang mini ini.
“aku tidak akan mengijinkannya dan tidak akan pernah membiarkan kau datang kembali ketempat ini. ini terakhir kalinya kita bertemu, oh sehun.” aku menekankan namanya dengan mendesis menahan marah.
“aku menyukai gadis kasar sepertimu, nona. Meskipun kau menghalangiku untuk bertemu denganmu, tapi jangan kira aku tidak bisa untuk terus berusaha. Juga, aku tidak menyimpulkan ini sebagai hari perpisahan, karena kita akan kembali bertemu, lagi.” Ia membuka kacamatanya dan memperlihatkan matanya yang terlihat menyimpan sejuta bintang disana. ohh apa yang kau pikirkan kim taeyeon?!
Dia mengedipkan sebelah matanya padaku sebelum ia kembali memakainya dan melangkah menuju pintu keluar.
Aku kembali dibuat jadi batu olehnya.
.
.
.
Beberapa kali baik suzy maupun baekhyun menghubungiku meminta agar aku datang kejeju untuk pertunangan keduanya malam ini, dan beberapa kali juga aku membuat banyak alasan. Seperti ‘aku sedang sibuk’, ‘aku tidak enak badan’. Dan paling konyol menurutku adalah ‘aku tengah sakit perut.’
Tapi, mereka tetap bersikukuh dan mengira semua yang terjadi padaku sekarang adalah bohong. Mereka tau aku tengah terpuruk karena berita itu, tapi mereka meminta maaf dan ingin bertemu denganku sebelum mereka pergi kelondon untuk menyelenggarakan pernikahan mereka disana dan akan menetap, tidak akan pernah kembali lagi keseoul. bagus, dengan begitu aku tidak akan mengenal nama mereka lagi.
“taeyeon.” Suzy sudah ke15 kalinya, ia menghubungiku. Aku membalasnya dengan sangat-sangat malas.
“sudah kukatakan, aku sangat-sangat sibuk. Bae suzy.”
“kami tidak akan melangsungkan pertunangan sebelum kau datang, taeyeon.”
“seharusnya kalian tidak melakukan itu. Aku bukanlah bagian terpenting dari kalian berdua.”
“tapi kau masih terpenting bagi baekhyun.”
“apa maksudmu suzy? aku tidak mengerti.”
“maafkan aku taeyeon. Sebetulnya… baekhyun masih mengharapkanmu, ia masih mencintaimu… baekhyun dan aku, kami dijodohkan orang tua kami. Orang tua kami berteman baik dan begitu menginginkan agar kami menikah. Aku bahagia, tentunya. Tapi, rasa bahagia itu hilang begitu saja saat baekhyun berusaha menolaknya. Ia meneriakkan namamu berkali-kali, ia mencintai kim taeyeon. Hingga aku sakit ketika mendengar namamu yang begitu mudahnya diucapkan baekhyun. aku sangat iri padamu, tapi bagaimana-pun juga aku tidak pernah membencimu, aku justru tidak ingin kalian berpisah hanya karena masalah kuno ini. Namun, ayah baekhyun mengalami sakit parah dan segera mendesak agar baekhyun menyetujuinya, saat itu baekhyun menerima permintaan ayahnya dengan berat hati. hingga pada waktunya kami akan segera melaksanakan amanat kedua orang tua kami, menikah.”
“dan untuk masalah hilangnya ginger. Sebetulnya baekhyun tidak marah padamu. Tapi, itu sudah bagian dari rencana. Kenapa dia bersikap dingin padamu, dan kenapa juga dia ingin kembali padaku. itu karena…ibunya. Ibunya meminta agar kau dihancurkan sebelum ditinggalkan. Bukankah itu terdengar kejam?. Aku benar-benar merasa bersalah karena telah lahir kedunia ini. Maafkan aku..taeyeon dan kumohon datanglah.”
Aku tidak bergerak sedikit-pun, aku terlalu terkejut, sangat. Aku telah salah menilai baekhyun. seharusnya aku mempercayai diri sendiri bahwa baekhyun memang bukanlah seperti apa yang aku pikirkan selama ini. aku tercekat, rasanya mulutku terkunci rapat-rapat. Bukannya sulit merangkai sebuah kata untuk membuat jawaban, melainkan bibirku bergetar terlalu kuat, suaraku nyaris putus. Aku merasa bersalah pada diriku sendiri. memang benar perkataan oh sehun tadi, aku tidak bisa memahami orang lain. Kenapa nama itu bisa-bisanya terlintas diotakku disaat seperti ini eohh?
“a..aku.. aku.. akan datang.” Segera setelah itu aku memutuskan komunikasiku bersama dengan suzy dan menangis setelahnya. Aku tidak ingin bercermin sekarang, aku benci pada diriku yang lemah seperti saat ini.
.
.
.
Aku sudah memasuki diri ditempat yang begitu megah dan mewahnya. Tempat pertunangan suzy dan baekhyun, terlalu sesak saat aku menyebut kalimat itu.
“ingin segelas air.” Aku menoleh pada sumber suara, terdengar seperti tepat dibelakangku. Setelah berbalik, aku terhenyak dan hampir saja terjengkal kebelakang bila saja ia tidak cukup sigap menangkap lenganku. Heii dia menyentuh lenganku?!
Kami bertatapan sejenak, bulu matanya bergerak-gerak dan itu sungguh menggemaskan. TAEYEON KAU HARUS SADAR?! ITU OH SEHUN?!
Aku segera menjauhkan diri dengan menyingkirkan dengan kasar tangannya yang dalam beberapa detik ini bertengger dilenganku.
“kenapa.. kau bisa berada ditempat ini? apa kau sungguh-sungguh dengan ucapanmu?” aku bersedekap, berusaha bersikap tidak peduli akan keberadaannya yang jujur saja, mengganggu setiap ketenanganku.
Aku melirik sekilas, hanya sekilas dan ia hanya mengangkat bahunya terlalu santai.
“apa aku salah bertemu dengan temanku yang akan melakukan hal sakral ini?” aku mengernyit bingung, siapa yang disebut sebenarnya teman oleh sehun ini. suzy atau baekhyun?
“heii sehun.”
“itu temanku.” Pandanganku segera dialihkan pada objek yang ditunjuk sehun sebagai temannya. itu suzy? Sehun berteman dengan suzy? Baiklah, seharusnya aku tidak peduli akan ini.
“eo.. taeyeon. Aku senang kau datang.” Suzy cepat memelukku dan dengan cepat juga ia melepasnya, selanjutnya ia tersenyum bahagia menatap kedatanganku. Aku-pun berusaha mungkin membuat sebuah senyuman, meskipun aku yakin senyuman yang aku keluarkan sangatlah tipis.
“ya. Tentu.. aku datang karena sebuah alasan.”
“aku tau alasanmu.” Suzy menyela ucapanku dengan nada prihatin, ia juga menunjukkan pandangan yang seakan-akan ia bersalah dalam hal ini. jujur saja, sekarang aku menyukai sikap suzy yang sebenarnya tidak seperti apa yang aku deskripsikan sebelumnya. Ia baik, dan lagi-lagi aku salah menilai seseorang.
“terimakasih.” Setelah kata itu, tidak tau kenapa mataku kembali beralih pada sehun. terlalu jelas, ia begitu kebingungan dengan percakapan kami. Ia juga menatapku dan suzy bergantian.
“sehun, ini taeyeon. Temanku.” Seakan tau maksud dari tatapan sehun, suzy segera mengenalkan diriku dengan riang diakhir kata. Teman? Suzy menyebutku temannya? baiklah, aku juga berpikir seperti itu. Sekarang kami berteman.
“aku sudah tau, kami berkenalan kemarin. Dia wanita yang ramah dan baik.” Hatiku mencelos ketika tiba-tiba sehun berkata seperti itu. apa yang ia katakan, aku berkenalan dengannya? Mimpimu saja, oh sehun.
Aku memberi tatapan geramku padanya, ia hanya menyeriangi sebagai balasannya.
“benarkah itu.. taeyeon?” suzy bertanya dengan pandangan ragunya. Aku mengangguk saja, karena aku tidak ingin bicara terlalu banyak untuk sekarang.
“sekarang.. bisakah kau ikut bersamaku.” Sebelumnya aku merasa ragu dan terdiam sejenak, tapi setelah menatap matanya yang tersiratkan jika ada hal yang begitu sangat penting, aku menyetujuinya dan sekarang suzy menarik tanganku kesuatu tempat.
.
.
.
“baekhyun?” suzy mengangguk saat kini kami disebuah ruangan yang sangat jauh dari keramaian, suzy membawaku datang pada baekhyun.
“bicaralah selama 20 menit, kalian pasti merindukannya.” Belum sempat aku menolak, suzy sudah melenggang pergi begitu saja. Menyisakkan aku dan baekhyun ditempat ini. sebelumnya, aku tidak pernah canggung bila bersama dengan baekhyun. tapi entah kenapa suasana begitu mendukung untuk mengharuskan kami bersikap seperti ini, seakan kami tidak saling mengenal.
“apa kau baik-baik saja.” Kami berucap dengan intonasi dan kata secara bersamaan, membuat beberapa saat kami tertunduk dan terkekeh pelan setelahnya.
“kau saja terlebih dulu.” Aku menyarankannya. Kulihat, dia mengubah air mukanya menjadi sendu. Terlihat dengan jelas, matanya terasa menahan air mata yang sudah menggenang dipelupuknya. Aku-pun bernasib sama.
“maafkan aku, taeyeon.” Baekhyun mendekat padaku, ia memegang kedua tanganku terlalu erat, tapi aku menikmatinya. Kapan lagi kami bisa seperti ini?
“tidak perlu, aku yang seharusnya mengatakan itu. karena.. aku tidak pernah memahamimu, baekhyun.” semua tubuhku tak terkecuali bibirku bergetar begitu hebat.
Baekhyun menelusuri mataku, ia mendalaminya. Semakin mata itu bertemu lebih dalam lagi dengan mataku, rasanya teramat sakit saat mengingat apa yang akan terjadi setelah ini. berpisah dengannya? Itu memang akan terjadi.
“taeyeon.. kau memahamiku begitu banyak. Makanan yang kusukai dan kubenci, kau tau semuanya. Pakaian yang harus kukenakan dan yang harus kuganti, kau sangat tau membuatku terlihat lebih baik. Bagaimana bisa, kau mengatakan itu padaku? kau bahkan memahamiku lebih dari aku memahami diriku sendiri, taeyeon. Aku.. tak akan melupakanmu sampai nyawaku habis dimakan usia. Aku juga, tak akan merubah rasa cintaku padamu.. meskipun kenyataannya kita harus terpisah. Aku, byun baekhyun.. selamanya akan mencintai kim taeyeon.” Jelasnya dengan suara yang terdengar parau ditelingaku, aku menangis lagi. Baekhyun memelukku dengan sangat erat, tanganku melingkar erat juga dipinggangnya. Wewangiannya masih sangat sama, mungkin ini terakhir kalinya aku mencium aroma mawar khas darinya. Besok dan selanjutnya, wewangian ini akan menghilang untuk selama-lamanya.
.
.
.
Aku menunggu bis malam untuk pulang keseoul. Tapi ini sudah hampir tengah malam, dan tak kunjung juga bis yang datang. Hatiku mulai resah dan berpikir bahwa aku akan menginap dihalte yang errr menakutkan ini. sunyi senyap, tak ada sosok manusia selain kim taeyeon, diriku sendiri. Aku duduk dan menguap berkali-kali, hati dan pikiranku butuh istirahat untuk sekarang. Aku mengantuk, yahh setidaknya aku perlu 5 menit saja untuk mengistirahatkan mataku. Dan pukkk.. rasanya ini mirip bantal. Bantal yang empuk, aku tersenyum dalam terpejam. Tapi, hidungku mengendus-endus seperti ada yang aneh disampingku. Sejak kapan dihalte ada bantal beraroma mint kim taeyeon?!!
Sebelum kubuka mata, aku memegang menelusuri benda yang kusebut bantal tadi. Ada tangan? Telinga? Hidung? Bibir? Dan mata?
Ini sangat jelas jika ini bukanlah bantal kim taeyeon?!
Aku-pun membuka mata. Dan lagi-lagi aku hampir tersungkur kebelakang bila saja ia tidak menangkap pinggangku dan berakhir dengan jarak kami yang terlampau sangat dekat..
Itu Oh Sehun?!
Dalam beberapa waktu kami dibiarkan seperti ini. wajahnya memang sangat datar seperti jalan tol, tapi tatapannya tidak sedatar itu. seperti ada pelangi, mungkin.
“kau tidak berniat menghindariku’kan?” setelah menyadari itu aku segera menjauhkan diri dari nama yang bernama oh sehun itu.
“kenapa kau selalu muncul? Dimana dan kapan aku berada, kau pasti akan slalu muncul. Kenapa?” aku bertanya padanya, tapi tatapanku bertolak belakang dengan keberadaannya. Aku menatap lampu halte yang remang-remang.
“sudah kukatakan, aku akan slalu berusaha mencari tau tentangmu jadi aku akan terus mengikutimu. Sekarang…aku sudah tau semuanya.” aku segera menoleh kearahnya. Apa maksudnya, mengetahui tentangku.. semuanya? jangan katakan bahwa dia juga mengetahui hubunganku dengan baekhyun, itu tidak boleh terjadi.
Aku diam, saat kulihat mulutnya mulai terbuka kembali. Ia melanjutkan.
“pertama kali melihatmu.. aku sudah yakin bahwa kau gadis yang menyedihkan. Kau juga terlalu bodoh untuk bersembunyi. Kau gadis lemah yang berpura-pura untuk kuat dihadapan siapapun, saat kau melakukan drama itu, percayalah… kau tampak bodoh dimataku. Semua gadis memang pandai menutupi rasa sedihnya didepan orang lain, tapi kau tidak termasuk dalam itu. kau sangat berbeda, kau payah dalam melakukannya kim taeyeon.”
“Mencoba menyibukkan diri dan melupakan semuanya, itu mungkin gayamu. Tapi, saat kau berusaha melakukan itu semua.. kau juga terlihat bodoh karena kau payah tidak bisa melakukannya.”
“alasan kenapa aku mengikutimu dan mencari tau mengenai dirimu adalah karena aku merasa sangat prihatin dengan keadaanmu sekarang. kau juga harus tau, sebelumnya.. aku tidak terlalu peduli pada orang-orang yang menyedihkan seperti dirimu. Tapi.. ini pertama kalinya aku peduli pada seseorang. Dan ini terjadi saat denganmu.”
“Karena aku percaya. Sisi kasar yang ditujukan mereka yang punya sisi seperti itu, sebetulnya itu adalah topeng mereka. Sisi sesungguhnya adalah mereka punya sisi yang sangat lemah. Karena mereka begitu lemah, akhirnya mereka menembunyikannya disisi kasar. Dengan sisi kasarnya mereka, mereka mengira aman dibalik topeng itu. Mereka yang punya sisi kasar bangga karena berhasil menyembunyikan sisi lemahnya. Tapi, sisi kasarmu perlahan terbuka olehku. Kau.. gadis lemah.”
Aku terpenjat saat mendengar setiap kata yang dituturkan oleh oh sehun. aku gadis menyedihkan dan lemah? Itu memang benar diriku, dan aku merasa… aku merasa.. sehun dapat memahamiku selain baekhyun.
“kim taeyeon.. mulai sekarang, jadilah temanku. Aku akan menjadi sandaranmu mulai saat ini. Aku siap berbagi kesedihan denganmu, aku benar-benar memohon padamu kim taeyeon.” Sehun memegang kedua pundakku. Matanya antara memohon dan meminta, sepertinya ia memang seseorang yang tulus akan ucapannya. Aku bisa melihat lewat tatapannya.
“apakah teman harus diminta?” sehun mengendurkan tangannya dari pundakku, tangannya sekarang bergelantungan bebas diudara.
“jadi.. kau tidak menolak untuk jadi temanku?” aku tau ia masih ragu.
“tentu.” Dia akhirnya tersenyum bahagia dan memelukku sangat cepat. Aku hanya bisa tersenyum tipis. Setidaknya, sehun dapat menghiburku ditengah kerisauan hatiku.
.
.
.
Besok pagi, sehun mengajakku ke pasar myeongdeong. Ia masih setia memakai masker dan kacamata hitamnya, aku belum sempat bertanya banyak mengenai dirinya.
Ketika kami beriringan sambil beberapa kali melewati pedagang-pedangan dan para pengunjung yang begitu sangat ramai, sehun hanya terdiam.
“sehun.” aku memanggilnya, kami masih berjalan diantara keramaian dan ia membalasnya hanya dengan sebuah deheman. Aku sedikit kecewa mengenai itu.
“kau.. seorang penyanyi?” aku bertanya dengan penuh keraguan. Ia menoleh kearahku sekilat.
“menurutmu?” selalu seperti ini, sehun memang kadang menyebalkan. Ia selalu bertanya balik padaku.
Aku hanya berdecak, menunjukkan betapa tidak sukanya kalimat sehun yang dilontarkan padaku beberapa detik yang lalu.
“Kemungkinan besar…seperti itu. Manusia biasa pasti tidak akan memakai aksesoris aneh seperti itu.”
“maksudmu, masker dan kacamata adalah aneh?” selanya cepat, dan sekarang ia menghentikkan langkahnya dan menghadap kearahku dengan berkacak pinggang, ia mungkin sedikit kesal padaku.
“ya..ya. Tentu aneh bagiku. Karena saat kau memakai itu, kau tidak terlihat seperti manusia normal seperti yang lainnya.” Jelasku dan memandang remeh masker dan kacamata hitamnya.
“Baiklah, ucapanmu akan aku ampuni. Tapi.. yang slalu membuatku penasaran adalah, kau benar-benar tidak mengenalku?” ia menunjuk dirinya sendiri dan membuat keningku berlipat sempurna. Sehun? pemain bola? Penyanyi? Atau actor?
“kau.. seorang seni?” aku menjawab ragu, aku lebih memilih seni karena kupikir penyanyi dan actor dapat dikelompokan menjadi seni.
“seni lukis?” ia tertawa renyah selanjutnya. Heii?! Apakah aku salah?
“lalu apa kau sebenarnya?” desakku tak sabar.
“Aku seorang penyanyi hebat, kim taeyeon. Dunia tau siapa diriku, dan dunia mengagumiku. Tapi, kenapa kau sama sekali tidak tau oh sehun eoh? apa selama hidupmu.. kau hanya tidur dan bekerja?” ia mengejekku puas, dan itu membuatku menciut. Aku malu Ya Tuhan, sungguh. Aku seperti terlihat hidup dimasa primitive. Menyedihkannya diriku.
“terimakasih karena sudah membangunkanku.”
“maksudmu?”
“sekarang aku sadar, sekarang bukanlah masa joseon. Sekarang adalah masa dimana manusia tidak terkekang dengan ketidaktauan, aku salah satunya.” aku menunduk antara malu mengakui dan juga sedih tentunya.
Tiba-tiba saja, sehun memegang kedua pundakku terasa kuat.
“kau seorang gadis yang pertama kalinya membuatku terkejut. Semua mengenai dirimu, aku mengaguminya.” Ujarnya dan membuat pandanganku kembali beralih pada sehun. sehun selalu mampu membuatku menjadi batu.
.
.
.
“kenapa kau menyukai bubble tea?” aku bertanya setelah ia membeli satu bubble tea choco dan kini kami berjalan berdampingan disungai han.
“karena ini sangat manis. Aku menyukai minuman yang manis.” Jelasnya, lalu kemudian menyeruput kembali ice bubble teanya. Aku jadi teringat dengan baekhyun, selama beberapa saat aku hanya dibuat diam. Pikiranku terjurus pada kejadian kemarin, tentang baekhyun dan kisah cinta kami yang berakhir menjadi menyedihkan.
“kalau kau.. kau tidak menyukainya?” katanya memandangku heran.
“minuman itu hanya untuk bayi.” Jawabku dengan nada meremehkan. Kami tertawa selanjutnya.
“itu benar taeyeon dan minuman ini akan membuat kita terlihat jauh lebih muda.”
“maksudmu, awet muda?” selaku cepat, dia terkekeh kecil setelahnya.
“ya. Itu memang benar.”
Bersama dengan oh sehun, aku dapat melupakan sejenak beban yang teramat berat dipikiranku. Dia mampu mengusirnya, mengusir masalah yang terjadi padaku dengan berbagai kemampuannya dalam lelucon, meskipun aku akui leluconnya tidak sehandal para comedian. Bisa dikatakan leluconnya sangat kuno, tapi aku tertawa karena dia mau berusaha. Dia memang pria yang baik.
.
.
.
Malam ini, tepatnya pukul 8 malam. Aku mencoba untuk duduk diruangan televisi, menonton apa yang sedang diberitakan khayalak ramai masa kini. Kalian harus percaya, ini kali pertamanya aku serius menonton TV hanya karena seorang oh sehun. aku ingin melihatnya ditv, barangkali dia ada didrama atau iklan? Aku benar-benar ingin melihatnya.
“aku tidak mencintaimu. Jadi, berhentilah mengejarku.”
Siaran drama dimulai, aku menonton drama. Seperti mellowdrama, mungkin.
Aku memakan popcorn dan cokelat panas, menatap layar datar didepanku tanpa berkedip. Aku terlalu hanyut dalam drama ini, drama ini begitu menyentuh hatiku. Sampai kupikir, mungkin aku akan menangis banyak karena hal ini.
“aku tidak akan berhenti mengejarmu, sampai kau berhenti membohongi perasaanmu padaku.”
“apa yang kau tau?”
“kau mencintaiku, aku tau.”
“aku semakin membenci seseorang yang terlalu percaya diri, seperti dirimu.”
“kau, ucapanmu semuanya bohong. Katakan kau mencintaiku’kan? Katakan?!”
“baiklah, aku kalah. Aku mencintaimu. Puas?”
Aku tersenyum bahagia, melihat mereka berdua saling menyatakan perasaan mereka. Aku kira, mereka tidak dapat bersatu. Tapi, dugaanku memang salah, mereka bersatu pada akhirnya.
Issh kenapa tiba-tiba iklan eohh?
Aku menggerutu didalam hati, tentu saja baru saja drama dimulai dalam 15 menit. Mengapa secepat itu iklan?
Walaupun begitu, tatapanku tidak teralihkan dari TV. Aku begitu antusias menunggu kelanjutan drama itu. kuharap mereka tetap bahagia.
‘special Oh Sehun’
Mwo? Oh sehun?
Drama ditunda, karena acara specialnya? Whoa dia memang keren.
Aku merubah posisiku menjadi tegap, mencermati apa yang akan dikatakan sehun dalam press conferencenya. Kenapa? mengapa dia mengadakan acara seperti ini? wajahnya begitu sangat serius dan juga.. muram.
Aku merasa sedikit takut. Entah kenapa itu.
“Saya tau banyak berita yang mengejutkan kalian semua, terutama untuk para fans yang begitu banyak menerima cinta dariku. Ini adalah hal yang tersulit dalam hidupku. Meninggalkan kalian semua, meninggalkan nama oh sehun sebagai penyanyi yang nakal… haahhah.”
“maafkan aku.. aku mengecewakan kalian semua, membuat hati kalian hancur, mungkin? Tapi, ini demi kebaikanku. Aku akan melanjutkan sekolahku diluar seoul selama kurang lebih 5 tahun lamanya.”
“Ini semua keinginanku, bukan pemaksaan dari seseorang. Lebih jelasnya, aku ingin berhenti menjadi seorang idol dan hidup seperti manusia tanpa masker dan kacamata kemanapun aku pergi. Aku akan kembali menjadi oh sehun tanpa bintang. Kuharap kalian dapat mengerti dengan keputusanku.”
“satu hal.. ini semua kulakukan karena seseorang mengatakan padaku bahwa masker dan kacamata adalah aksesoris yang aneh. Bukankah itu lucu?. Tapi aku bercanda jika orang itu mempermalukanku, dia seorang gadis.”
Semuanya menjerit. Aku hanya ternganga, sebenarnya siapa gadis itu?
“Dia memberikan sebuah kesadaran penuh padaku. tentunya memakai aksesoris seperti itu membuat ketampanan oh sehun jadi tertutupi bukan?..hahahh.”
“Dan sepertinya.. gadis itu sudah mencuri hatiku sejak pertama kami bertemu.”
Semua gadis yang kulihat menjerit, menangis, dan pingsan. Ouhh ini terlalu berlebihan.
Dan oh sehun katakan cepat. Siapa gadis yang tengah kau bicarakan sekarang?!!
“Dia gadis yang tidak mengenal oh sehun sebagai penyanyi. Dia gadis yang selalu ingin terlihat kuat didepan semua orang. Disamping itu semua, dia seseorang yang menyenangkan dan menyimpan banyak kehangatan. Aku merasa sangat nyaman saat kami bersama.”
MC: “bisakah kami tau, siapa nama gadis beruntung itu?”
“Sebelum aku menyebarkan nama gadis itu. Bisakah aku membuat pesan singkat untuknya?”
MC: “Tentu…silahkan.”
Sehun melambai dan tersenyum hangat didepan kamera. Jika seperti ini, ia seperti terlihat sangat nyata didepanku.
“annyeong. Apa kau menonton TV sekarang? ahh kurasa kau sedang tidur sekarang. Tapi, bisakah kau bangun dan menontonku sekarang eohh? Dasar.. gadis pemalas.”
“Kau.. harus tau semuanya. aku, oh sehun betapa gilanya memikirkanmu sepanjang hari. Menghapalkan lirik lagu menjadi tugas utamaku sebagai penyanyi. Tapi, setelah kehadiranmu aku tidak dapat berkonsentrasi dengan baik. Aku bahkan tidak bisa mengingat walau satu bait saja dan semuanya jelas terjadi karena dirimu. Wajahmu slalu muncul, meskipun yang datang keotakku adalah wajahmu yang menahan marah padaku. tapi, itu adalah daya tarikmu. Aku… bukan sekedar mengagumi, tapi lebih dari itu. aku menyayangimu, ahh tapi mungkin itu dapat disalah artikan. Jadi mungkin sekarang aku sudah mencintaimu.”
“Kim Taeyeon. Nama gadis itu adalah taeyeon.”
Hening…
Semuanya seperti dunia berhenti.
Namaku disebutkan?
Dan.. dan apakah gadis yang tadi dijelaskan oh sehun itu adalah diriku? Benarkah?
Heii katakan padaku, aku tidak sedang melamunkan? Dan tolong sadarkan aku jika semua ini hanyalah mimpi?!
“Taeyeon. Jika kau melihat ini, jangan mengira ini adalah lelucon. Aku bersungguh-sungguh mengatakan ini. jadi, kumohon…tunggulah aku sampai 5 tahun lamanya aku pergi. Kumohon, jangan siapapun mengambil hatinya. Baik.. kalian mungkin mengira aku seperti pria pengemis cinta. Tapi, ini adalah oh sehun yang tidak bisa bersembunyi. Aku oh sehun yang tidak takut dengan rintangan apapun. Aku seseorang yang percaya diri.”

“saranghae kim taeyeon.”
.
.
.
TBC

Or

End ??

Tbc kali yah, soalnya sehun gak bakalan ilang dan kemungkinan sehun dan taeyeon bisa bersatu. Baru kemungkinan yah.. heheh :v
Untuk cast berikutnya, kalian bisa ngasih saran keauthor ^^ selain member exo tentunya ;D Tau sendiri lakhh, exo cast disini bejibun bangettt!! Padahalkan masih bnyak tuh cwo cwo kece diluar exo. Kayak mbah surip lakh, pak haji bolot lakh, deelel.
Hhah :v
Yaudah , pkoknya diseries selanjutnya, main cast dengan personil ‘exo’ tidak aku cantumkan. Oke! Mohon dimaklum nee 😀

Advertisements

51 comments on “Love Story Of Kim Taeyeon (Series: with Sehun)

  1. Chingu gmna klw b.t.s aj misal y jungkook atau v atau juga jin diantara 3 itu dh thor … pleaseee klw bisa jungkook aj tapi jngn sad yg happy ending aje thor nee please… kn jungkook fanboy y taeng juga ne…
    Thor ff mu keren tapi pngn msh d lanjut ampe ketemu 5 thn lagi thorrr.
    Lanjut aj dhhh Fighting…

  2. lanjut thor!!!!!
    tragis banget kisahnya BaekYeon.. padahal kirain aku diakhir baekhyun tetap bersama taeyeon..
    kalau untuk cast selanjutnya aku boleh usulkan? selain exo? kalau gitu gimana kalau KyuTae? or TaeSung? or HaeTae???

    Updatesoon! Hwaiting!!!^^

  3. Brrti msh ada lnjutannya nihh??
    Ga sabar nunggu lnjutannyaa..
    Next series Leeteuk ato Donghae ato Kyuhyun ato G-Dragon!!! Pairing yg lain selain EXOTAENG..
    dtunggu yaa next series..
    FIGHTING!!!

  4. tbc kan thor? untuk pairing selain exo? kyuhyun?donghae?GD? wah di tunggu deh kalo tbc. keep writing thor 😉 fighting ^-^

  5. aigoo apa apaan itu Sehun-,-dasar..
    ahh BaekYeon nya miris banget -,-
    next ? mungkin bisa pake Jimin?Jungkook?J-Hope?GD?Wooyoung? ahh siapapun lah ^^
    ditunggu ^^ HWAITING!!!

  6. uyee saeng delia comeback XD :p cast brunya V aja saeng keke~ tpi trserah jga sih yg pnting HunTae hrus jdi wkwk, next chap dtnggu FIGHTING!

  7. Wah semoga seyeon bersatu deh, kasian taengnya sedih aja 😥

    Untuk nextnya jangan exo yaa? Gimana kalau jiyong gdragon bigbang?#plak#shipperkumat
    atau ga member bts? Aku lg suka sama bocah2 ini hehe
    tapi itu gimana author aja deh hehe

    Nextnya ditunggu yaa 🙂 ❤

  8. Klo bisa cast nya kyuhyun,leeteuk/donghae ya thor soal nya kangen sama ff taeyeon yng cast namja nya mereka,di tunggu nex chap nya^^

  9. Tbc aja thor, dilanjutin ppenasaran…
    Kalau cast exo terlalu banyak bagaimana dgn JYJ, atau SS501 kan jarang thor…..
    Ditunggu kelanjutannya thor…..

    Fighting

  10. Ff yg ini harus di lnjutin dong thor. SeYeon harus bersatu. Untuk cash di luar exo ? Donghae ? Taehyung ? Jungkok ? Sungmin ? Terserah deh author maunya siapa. Asalkan happy end.

    Di tunggu ff author. Fighting!^^

  11. Yaahh ko huntae belum bersatu udah TBC… Sii sehun trnyata artis toh pisah 5 tahun huaa sama kya baekh 5 tahun brsama trus pisah skranag 5 tahun pisah bakal berstau kan harus donk next ditunggu

  12. lanjut thor!!!
    semoga seyeon bersatu y!!! ini daebak banget!!!
    cast d luar exo? hmmmmm… *mikir keras #plaaakkk!!!
    klo aku sih maunya bocah dri bts , ato kyuhyun , ato donghae , ato minho shinee, ato gdragon.
    hehe…
    keep writing and fighting!!

  13. Srhun gentle banget yaaa… rela ngorbanin kareernya drmi taeyeon.mm romantisnyaaaa lanjut ya thor…. gmn nnti pas sehun udah balik dr pendidikannya

  14. next thor~
    jangan pisahkan SeYeon biarkan mereka bersatu
    duhh 5th lama banget sebulan aja dah lama

    hmm cast namja selain exo ya?
    terserah author aja deh
    yg penting aku selalu suka update’an author

    kutunggu next chapnya thor~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s