It’s Me [1 of …]

its-me

Author : Bina Ferina

Main Cast : Kim Taeyeon (GG), Kim Taehyung (BTS), Byun Baekhyun (EXO) || Genre : Romance, a Little Sad || Rating : T ||

 

“Apa manusia biasa sepertiku layak untuk jatuh hati kepadanya? Aku tidak lebih baik dari banyak laki-laki yang mengidolakannya, tapi aku merasa cintaku padanya merupakan cinta terbaik, cinta yang teramat sangat tulus, yang tidak akan pernah dimiliki oleh orang lain~”

••••

PLOK!

Jimin melemparkan sebuah majalah yang lumayan tebal ke kepala seorang laki-laki yang berambut kuning keemasan. Kepala itu sedang terkulai lemas di atas meja belajarnya, tampaknya laki-laki itu sedang tertidur. Dan walaupun majalah itu jatuh tepat sasaran ke atas kepalanya, laki-laki itu tetap enggan mendongakkan kepalanya.

“Ya!” seru Jimin. Ia duduk di depan meja laki-laki itu sambil meminum sebuah minuman yang mengandung yoghurt.

Mendengar teriakan Jimin, laki-laki kecil mungil yang memiliki abs tak terduga, barulah laki-laki berambut kuning keemasan itu mendongakkan kepalanya, menatap sahabatnya. Matanya setengah terbuka dan setengah terpejam. Rambutnya sedikit berantakan, dan itu semakin menambah kesan cute di wajahnya. Name tag yang ada di dada kirinya memperlihatkan siapa namanya, Kim Tae Hyung.

“Apa? Kau menggangu,” ujar Taehyung, atau yang biasa dipanggil Tae oleh teman-temannya.

“Majalah edisi terbaru,” jawab Jimin, ia menunjuk sebuah majalah yang tadi dilemparkannya ke atas kepala Taehyung. “Ada hot gossip dari idolamu. Dan ku yakin kau pasti senang mendengarnya,”

“Eomma,” gumam Taehyung sambil menghembuskan nafas panjang. Matanya langsung terbuka lebar dan ia menatap Jimin dengan pandangan horror. “Apa kau fikir aku ini seperti seorang fangirl? Oke, aku memang seorang fanboy dengan satu orang idola saja. Tapi aku bukan tipe yang tukang bergosip dan sebagainya. Sampai-sampai membeli majalah. Itu kebiasaan fangirls. Pabo!”

“Ya, ya, ya!” seru Jimin dan ia memukul kepala Taehyung sedikit kuat. “Membeli majalah atau bergosip juga bukan kebiasaanku. Majalah ini kudapat dari adikku. Saat aku melihat salah satu berita mengenai idolamu, majalah ini langsung kuambil diam-diam. Aku begitu baik mau memberikan sebuah informasi penting padamu mengenai idolamu,”

“Ck, ck, ck. Ne, memang kebiasaanmu mengambil seperti itu, bukan demi aku. Lagipula, bisakah kau menceritakannya sehabis pulang sekolah? Aku mengantuk sekali,” ujar Taehyung sambil ber-aegyo ria. “Aku tahu, info yang kau berikan pasti tidak lebih dari sekedar dia membintangi sebuah iklan tv, ‘kan?”

Jimin tertawa. “Kau meremehkanku, blank Tae? Ya, apakah kau sudah dengar kabar Taeyeon noona putus dari pacarnya?”

Taehyung terdiam, ekspresinya blank. Namun sebenarnya dalam hatinya ia sangat shock. Taeyeon putus? Putus dengan pacarnya?

Ya, idola seorang Kim Taehyung adalah Kim Taeyeon, salah seorang member girl group yang namanya sudah tidak asing lagi di industri musik internasional. Siapa yang tidak kenal dengan Girls Generation? Setiap laki-laki pasti mengidolakan mereka. Girl group yang sudah melalangbuana ke seluruh dunia dengan bakat dan talenta mereka yang luar biasa. Tidak hanya memiliki bakat yang luar biasa, mereka juga cantik dan seksi. Tidak akan ada laki-laki yang bisa menolak pesona mereka.

Tapi seorang Kim Taehyung tidak bisa menyukai kesembilan perempuan cantik itu. Dia tidak bisa menaruh perhatian kepada kesembilannya. Hanya satu orang dari kesembilannya yang berhasil mencuri perhatiannya. Hanya satu orang yang diidolakannya. Yaitu Kim Taeyeon, leader girl group tersebut. Taehyung begitu terpesona saat ia mendengar Taeyeon bernanyi. Suaranya sangat indah. Ia bahkan sampai terhanyut begitu ia mendengar suara Taeyeon. Taeyeon juga merupakan seorang perempuan yang berwajah sangat imut dengan tubuh yang mungil. Taehyung paling suka saat dirinya mendengar suara tawa khas Taeyeon, tawa seorang ahjumma, begitu fans-nya katakan.

Sejak mendengar suara Taeyeon yang lembut, Taehyung mencari-cari informasi mengenai dirinya dan akhirnya ia mulai mengikuti segala aktivitas yang dilakukan Kim Taeyeon maupun Girls Generation, bukan berarti ia adalah seorang sasaeng fans. Tiada hari tanpa Taehyung mendengarkan suara indah milik Taeyeon. Dan ia semakin menyukai Taeyeon lagi begitu ia tahu nama mereka hampir mirip, dan itu membuatnya senang.

Taehyung memang mengidolakannya. Tapi ia juga tidak terlalu berharap bisa bertemu tatap muka dengan idolanya itu. Dia tahu dirinya itu siapa. Hanya bocah kecil biasa berumur 18 tahun yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Ia orang yang biasa, berbeda dengan Kim Taeyeon. Dunia mereka berbeda. Taehyung hanya mencoba untuk tahu diri saja.

Dan sebulan yang lalu, ia mendapat sebuah berita yang menghancurkan hatinya sebagai seorang fans. Taeyeon tertangkap kamera paparazzi tengah berkencan dengan seorang laki-laki yang juga merupakan seorang member boy group terpopuler saat ini. Taehyung tidak tahu siapa laki-laki itu. Setahunya, laki-laki itu satu agensi dengan Taeyeon dan agensi mereka sudah mengkonfirmasi tentang hubungan mereka yang sudah terjalin selama empat bulan.

Taehyung tidak bisa melakukan apa-apa karena ia hanya seorang fans. Idolanya juga seorang manusia, yang memiliki perasaan kepada lawan jenisnya. Walaupun sedikit sedih, tapi Taehyung berusaha bersikap biasa. Dan ia tahu bagaimana reaksi para fans yang lain, terutama fans dari pacar Taeyeon. Banyak sekali yang memberikan komentar negative kepada kedua pasangan itu, dan itu membuat Taehyung sedikit gerah. Ia tidak terima idolanya dicaci-maki seperti itu. Memang Taeyeon itu siapanya mereka main caci-maki saja?

Perasaan Taehyung sedikit terluka saat dilihatnya Taeyeon menangis di bandara akibat ocehan para fans-nya yang labil. Ia juga merasa marah karena Taeyeon minta maaf. Heol, kenapa ia harus minta maaf? Mereka saling mencintai dan itu merupakan hal yang lumrah bagi mereka untuk memiliki hasrat saling memiliki. Rasanya Taehyung ingin ada di sana dan membela idolanya. Taehyung tidak tahu siapa laki-laki yang beruntung bisa mendapatkan hati Taeyeon, karena ia tidak terlalu mengikuti boy group. Tapi yang pasti laki-laki itu adalah laki-laki yang baik.

Meskipun sudah berminggu-minggu sejak kabar itu keluar, belum juga reda kemarahan fans labil itu. Dan semakin Taehyung ikuti kabar berita itu, semakin sakit hatinya. Ia tidak mau melihat idolanya menderita. Bahkan ia berharap mereka bisa cepat putus agar derita yang Taeyeon rasakan bisa segera disembuhkan.

Dan doa Taehyung dikabulkan.

“Bagaimana ceritanya mereka bisa putus?” tanya Taehyung dengan suara pelan.

“Aigoo, kau pasti senang sekali, ya?” goda Jimin.

“Ani. Setidaknya luka di hati Taeyeon noona bisa segera menghilang. Penderitaannya berakhir. Itulah yang membuatku senang. Aku tidak perlu lagi mendengar kabar dirinya dijelek-jelekkan ataupun melihat dia menangis mendengar tanggapan para fans-nya. Seandainya aku mengenalnya, aku pasti akan menghiburnya. Jangankan mengenal dirinya, bisa berada di dekatnya saja sebisa mungkin aku ingin memberinya semangat,” jawab Taehyung. Wajahnya tampak murung, tapi sedetik kemudian ia tersenyum manis sekali. Senyuman yang khas, dengan bibirnya yang membentuk persegi. Dengan senyuman itu, Taehyung mampu meluluhkan hati para perempuan dan dinobatkan menjadi seorang ulzzang.

“Kuharap semua fans-nya memiliki pemikiran yang baik sepertimu. Perasaan para perempuan memang sulit ditebak dan menakutkan, kau tahu? Di depan kamera Taeyeon noona tersenyum dengan manis. Kurasa di belakang dia menangis tersedu-sedu. Bayangkan jika kau terpaksa berpisah dengan orang yang kau cintai hanya karena orang lain melarangnya,” ujar Jimin dengan penuh penekanan. “Keundae, aku baru ingat. Kau tahu, Girls Generation akan mengadakan tour concert-nya di Jepang bulan ini,”

“Ne, aku tahu,” jawab Taehyung sambil memandang keluar jendela.

“Kau tidak mau ikut? Kita libur cukup panjang bulan ini. Dan ini kesempatan besar buatmu untuk bertemu dengan sang idola!” seru Jimin.

“Apa kau menyuruhku ke Jepang hanya untuk menonton konsernya di kejauhan? Aku bisa menontonnya lewat streaming. Lebih jelas, mengalahkan kursi VVIP,” tolak Taehyung.

“Ya, ini lebih dari sekedar menontonnya di kursi VVIP. Kau bahkan bisa bertemu langsung dengannya di backstage!”

“Apa maksudmu?” tanya Taehyung, yang langsung tertarik.

“Kau bilang ingin menghibur idolamu walau hanya berada tidak jauh darinya, ‘kan? Dan sekarang aku memberimu kesempatan itu,” jawab Jimin.

“Otte? Ya, malhaebwa,”

“Hyung-ku kebetulan dipercaya mengurusi settingan panggung mereka! Bayangkan! Dan dia memintaku untuk menemaninya sementara di Jepang selagi Girls Generation mengadakan konser. Dia bilang aku boleh bawa satu orang temanku. Kurasa inilah kesempatanmu untuk melihat idolamu dari jarak yang lebih dekat dari kursi VVIP!”

“Jinjjayo? Jeongmalyo? Ya, kau bercanda? Kau mengajakku?!” seru Taehyung kegirangan. Namun, sedetik kemudian raut wajahnya berubah. “Gratis?”

“Tentu saja. Kalau diajak, ya gratis pabo!” jawab Jimin.

Taehyung menarik leher Jimin dan mendekap kepala Jimin di dadanya sambil menggoyang-goyangkan kepala Jimin. Senyumnya sangat lebar saat ini dan ia susah mengekspresikan kebahagiaannya lewat kata-kata. Jimin menolak tubuh Taehyung dan memukul kepala Taehyung.

“Ya! Aku tidak ingin kehilangan predikat manly-ku karena kau, ya!” seru Jimin.

Taehyung tidak menjawab. Ia malah tersenyum semakin lebar. Sebenarnya Taehyung sulit untuk tersenyum lebar seperti kebanyakan orang. Bibirnya membentuk persegi saat ia tersenyum biasa maupun lebar. Tanda ia tersenyum sangat lebar adalah matanya yang semakin tenggelam. Para siswi di kelas langsung melihat kearah mereka begitu mereka menyadari Taehyung sedang tersenyum. Senyuman Taehyung merupakan vitamin bagi mata mereka. Senyumannya begitu mempesona.

“Rasanya aku pernah melihat seseorang dengan senyuman yang sama denganmu. Tapi aku lupa siapa dan di mana aku melihatnya,” gumam Jimin.

“Tentu saja kau melihat senyum adik perempuanku. Tidak ada yang memiliki senyuman khas-ku kecuali aku dan adik perempuanku,” jawab Taehyung dengan tingkat kepercayaan tingginya yang mulai naik.

“Senyuman adikmu tentu lebih mempesona daripada dirimu. Setidaknya dia tidak membentuk persegi ketika tersenyum,” ejek Jimin.

“Ya!” seru Taehyung.

“Tapi aku memang pernah melihat senyuman itu entah di mana. Kurasa hanya kau dan orang itu yang memiliki senyuman ajaib,” ejek Jimin lagi dan kali ini ia langsung lari keluar dari kelas.

~~~

“Aku akan pergi ke Yokohama selama seminggu. Bekerja di backstage sebagai pengantar minuman tidak terlalu buruk bagiku. Selain mendapat uang tambahan, aku juga akan bertemu dengan member Girls Generation. Apa kau iri?” tanya Taehyung kepada adik perempuannya lewat telepon. Kemarin malam saat ia packing, adiknya tidak ada di rumah dan ia belum memberitahu adiknya. Dan saat ini ia dan Jimin sedang berada di dalam pesawat.

“Jinjja? Woah, oppa pasti senang sekali. Kenapa oppa tidak mengajakku?! Apa-apaan itu?”

“Mian, ini juga perjalanan gratis. Kalau kau ikut, kau juga nantinya akan merepotkanku,” jawab Taehyung sambil tertawa.

“Yah, gwaenchannayo. Tapi kalau ada EXO, aku tidak akan segan-segan membunuh oppa!”

“Apa? Kalau ada apa?” tanya Taehyung.

“Maaf, Tuan. Apakah ponselnya bisa disimpan? Kita akan segera take off dalam waktu semenit lagi,” tegur seorang pramugari dengan senyumnya yang menawan.

“Ah, ne. Jeoseonghamnida,” jawab Taehyung dan ia tersenyum pada pramugari itu. Sekilas pramugari cantik itu tertegun begitu melihat senyuman manis Taehyung. Ia menundukkan sedikit badannya dan dengan kikuk pergi dari hadapan Taehyung dan Jimin. “Ya, little doll. Aku tutup teleponnya, ne? Jaga diri baik-baik, ne? Saranghae,”

“Oppa, titip salamku untuk Jimin oppa, ne? Nado saranghae,”

Tuuuuutt~

Taehyung mematikan ponselnya dan ia memasukkannya ke dalam tasnya.

“Adikku titip salam untukmu,” kata Taehyung. Ia menoleh menatap Jimin, yang sedang asyik mendengarkan lagu dari ipad-nya lewat headset. Taehyung hanya mengangkat kedua bahunya dan merogoh-rogoh isi tasnya.

“Hyung-ku akan menjemput kita di bandara dan kita akan menginap di hotel dekat Yokohama Arena,” kata Jimin, selagi Taehyung juga sibuk dengan makanannya yang ia bawa dari rumah. “Dan kabar baiknya lagi, kita satu hotel dengan Girls Generation!”

Taehyung sedang membuka bungkusan saus saat Jimin mengatakan hal itu. Alhasil, karena ia terkejut, saus itu muncrat mengenai wajah Jimin. Taehyung tidak sengaja memencetnya.

“Ya!” seru Jimin tertahan, karena Taehyung menempelkan telunjuknya di atas bibirnya, menyuruh Jimin diam.

Setelah itu, ia mengambil sebuah tissue dan membersihkan saus yang menempel di wajah Jimin. Ia menepuk-nepuk wajah Jimin dengan tissue sambil tersenyum, merasa bersalah. Sebisa mungkin ia menunjukkan aegyo-nya di hadapan Jimin.

“Aku bukan fanboy­-mu,” ujar Jimin sembari mengambil tissue itu dari tangan Taehyung.

“Aku juga tidak berharap punya fanboy sepertimu,” jawab Taehyung. “Dan, benarkah kita akan sehotel dengan Girls Generation?”

“Ne, hyung bilang begitu padaku,” jawab Jimin. “Tapi ia tidak memberitahu di mana persisnya kamar mereka. Itu akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, ‘kan jika semuanya tahu di mana kamar mereka? Hyung takut kau akan menjadi serigala dengan tampang Barbie di malam hari dan masuk ke dalam kamar mereka,”

“Apa kau fikir aku itu sepertimu?” ujar Taehyung.

Jimin hanya tersenyum dan ia menyandarkan kepalanya di jendela pesawat sambil memejamkan kedua matanya. Sepertinya ia berniat tidur. Selagi Jimin tidur, Taehyung merogoh tasnya dan mengambil smartphone-nya. Ia mencari berita terbaru tentang Taeyeon dan ia menemukan beberapa foto Taeyeon dan para member lainnya berada di bandara. Foto-foto itu baru di update sekitar sepuluh jam yang lalu. Dan terdapat keterangannya. Foto itu diambil ketika mereka baru saja sampai ke Jepang.

Taehyung mencari foto Taeyeon dan memperbesar foto itu. Cantik dengan make-up yang natural. Seperti seorang goddess yang turun dari langit. Taehyung sedikit menyunggingkan senyuman manisnya. Kecantikan Taeyeon bahkan mengalahkan batu permata yang paling langka di dunia ini menurut Taehyung. Dadanya berdesir ketika ia membayangkan akan bertemu dengan idolanya secara nyata. Membayangkannya saja sudah membuat kaki Taehyung meleleh, seperti ada balon udara melayang di perutnya.

Senyuman manis itu mendadak hilang saat ia menangkap salah satu ekspresi Taeyeon di foto-foto itu. Di foto itu wajahnya terlihat murung. Lelah, dan seperti banyak menyimpan beban. Tidak seperti Taeyeon yang dulu, yang selalu melempar senyuman di mana saja ia berada.

Taehyung menghela nafas panjang dan ia langsung mematikan ponselnya, melemparnya kembali ke dalam tasnya. Taehyung menyandarkan kepalanya di bangku dan berusaha memejamkan matanya, berusaha menghilangkan ingatannya akan wajah sendu seseorang yang ia kagumi.

~~~

“Aku senang kau bisa datang ke sini untuk membantu. Walaupun sebenarnya kau ke sini hanya untuk melihat para angel itu, tapi tetap saja aku senang kau mau membantu,” ujar Park Jun Hwan, kakak sepupu Jimin.

Taehyung dan Jimin sedang dalam perjalanan menuju hotel tempat mereka akan menginap selama seminggu, tempat Girls Generation menetap untuk sementara karena konser mereka. Mereka dijemput oleh Jun dengan menaiki mobil pribadinya. Jimin duduk di sebelah kakaknya, sedangkan Taehyung duduk sendiri di bangku belakang.

“Selain menyenangkan dirimu, aku juga ingin menyenangkan sahabatku yang sangat mengidolakan Kim Taeyeon,” ujar Jimin sambil tersenyum lebar.

“Ahh, Taeyeon. Ne, dia memang sangat cantik dan tidak ada laki-laki yang tidak menyukainya. Dan sekarang dia tengah menjadi sorotan karena scandal itu, ya?” ujar Jun sambil berkonsentrasi mengendarai mobilnya. “Jika selebriti kurang berhati-hati memang akan begitu dampaknya. Hanya orang-orang yang cintanya sangat kuat yang mampu bertahan akan gelombang kemarahan fans Korea. Fans Korea begitu menakutkan,”

“Apa kau bukan orang Korea, hyung?” tanya Jimin.

“Maksudku para perempuannya,” jawab Jun. “Dan kurasa… siapa nama temanmu? Tae…?”

“Taehyung,” jawab Taehyung.

“Ah, ye Taehyung. Dan kurasa kau bukan fans yang mengerikan seperti itu, ‘kan? Kau pasti fans yang mengerti perasaan sang idola. Saat ini dia sangat merasa tertekan. Aku melihatnya kemarin. Walaupun begitu, dia tetap tersenyum. Aku harap, setelah beredarnya kabar bahwa mereka putus, semua akan baik-baik saja. Dan kau bisa melihat Taeyeon tersenyum seperti biasa lagi,” ujar Jun sambil tersenyum.

“Tentu saja. Taehyung ini sangat menyukai Taeyeon noona, jadi mana mungkin ia tega melihat Taeyeon tertekan seperti itu,” ujar Jimin.

“Jinjjayo? Kau sangat menyukai Taeyeon karena ia idolamu. Seorang fans tidak pernah benar-benar menyukai idolanya dari hati. Jika tiba saatnya, maka idolanya itu akan hilang dari ingatan fans-nya,”

~~~

“Taehyung-ah! Selesai ini kau ke Yokohama Arena, eoh? Aku akan menemui Jun Hyung di sana,” ujar Jimin saat ia mengambil sebotol kopi dingin yang baru saja diletakkan oleh seorang pelayan di meja mereka.

“Eoh, aku lapar sekali. Jadi, aku akan menyusul nantinya,” jawab Taehyung sambil melahap burger-nya. Jimin mengangguk dan ia langsung keluar dari café.

Setelah selesai meletakkan barang-barang mereka di dalam kamar hotel, Taehyung dan Jimin mampir sebentar ke café yang ada di sebelah hotel mereka. Sedangkan Jun langsung ke panggung Yokohama untuk mempersiapkan semuanya. Karena konser akan di mulai 3 hari lagi.

Selama lima belas menit Taehyung melahap makanannya dan beristirahat sejenak. Sesekali ia menghembuskan nafasnya dan berusaha menstabilkan jantungnya. Dari menginjakkan kaki di hotel tadi jantungnya sudah berdebar-debar. Entahlah, mungkin ini kali pertama ia akan bertatap muka langsung dengan seseorang yang sangat ia idolakan. Bertemu dengan aktris dan actor di tempat lain tidak membuatnya seperti ini sebelumnya.

Taehyung menatap sekelilingnya, ia mulai merasa sedikit aneh. Beberapa orang perempuan berbisik-bisik dengan temannya sambil melihat ke arahnya. Mereka berbisik sekaligus tersenyum malu-malu ketika Taehyung menatap mereka dengan pandangan bingung.

“Apa ada yang salah dengan wajahku?” gumam Taehyung. Dan ia mengedikkan kedua bahunya.

Beep Beep Beep Beep

“Yeoboseo?” sapa Taehyung begitu ia menjawab teleponnya.

“Apa kau tidak mau kesini sekarang juga? Beberapa member Girls Generation ada di panggung ini! Kurasa mereka mau melakukan rehearsal,” ujar Jimin. “YoonA noona memang benar-benar sangat cantik. Tapi aku tidak melihat ada Taeyeon noona. Mungkin akan kesini sebentar lagi. Ppali!”

“Ya!” panggil Taehyung karena Jimin langsung mematikan sambungan telepon mereka. “Aisshh, jinjja. Aku harus cepat,”

Taehyung bangkit dari bangkunya dan hendak pergi keluar dari café sambil membawa sisa kopinya. Begitu ia membuka pintu café-nya, seorang perempuan dengan memakai hoodie dan kacamata hitam muncul di hadapan Taehyung, ingin masuk ke dalam café. Karena mereka bersamaan membuka pintu café-nya, Taehyung tidak sengaja menabrak tubuh perempuan yang lebih pendek darinya itu.

“Gomen,” ujar Taehyung cepat-cepat. Kopi yang di pegang Taehyung sedikit mengenai T-shirt putih gadis itu. “I’m really sorry,” tambah Taehyung. Tangannya terulur ke T-shirt gadis itu, bermaksud membersihkan noda kopi itu. Tapi gadis itu buru-buru menghindar sambil menundukkan wajahnya.

It’s okay,” jawabnya. Suaranya membuat Taehyung menolehkan kepalanya, menatap gadis itu dengan pandangan bingung. “Excuse me,

Gadis itu menatap Taehyung secepat kilat lalu ia masuk ke dalam café. Taehyung menatap punggung gadis itu dan ia langsung balik badan, pergi menuju Yokohama Arena yang tidak jauh dari café tersebut.

Sesampainya di Yokohama Arena, Taehyung langsung menghampiri Jimin dan Jun yang berada di atas panggung, sedang memereteli lightstick panggung.

“Jiminnie,” panggil Taehyung. Ia merasa sedikit canggung karena orang-orang yang ada di sekitarnya tampak sangat sibuk sekali.

“Eoh, kau disini,” jawab Jimin. Ia menghampiri Taehyung dan wajahnya langsung berubah cerah. “Aku sudah melihat bidadariku, YoonA noona. Tanpa make-up, pun dia sangat cantik. Tapi aku tidak melihat ada Taeyeon noona. Mungkin masih di hotel. Untuk sementara ini, kau mau, ‘kan memberikan minum pada yang kerja di sini? Minumannya ada di mesin minuman di samping kamar ganti Girls Generation,”

“Lalu di mana member GG? Aku tidak melihatnya di atas panggung,” tanya Taehyung.

“Mereka sedang di ruang ganti,” jawab Jimin.

Taehyung mengangguk dan ia langsung pergi ke backstage, mencari mesin minuman yang tidak jauh dari ruang ganti Girls Generation. Taehyung agak gugup ketika ia melihat ruangan itu. Pintunya tertutup rapat dan ada tulisan “Girls Generation” di atas kertas yang di tempel di pintu.

“Eoh, yeoginde,” gumam Taehyung ketika ia menemukan mesin minuman yang lumayan besar dan beragam isinya itu. “Aku harus bawa berapa, ya?”

“Apa harus sekarang rehearsal­-nya? Kenapa kita tidak pesan ayam dulu?”

Taehyung mendengar pintu ruangan Girls Generation terbuka dan suara-suara perempuan mulai bermunculan. Taehyung pura-pura tidak melihat mereka. Dari ujung matanya, ada lima orang perempuan dan Taehyung yakin, Taeyeon tidak ada di antara kelima gadis itu.

“Kenapa kita tidak stay dulu di hotel? Masih banyak yang belum dipersiapkan, setidaknya kita santai dulu sebelum mendapat konfirmasi bahwa panggungnya bisa dipakai untuk rehearsal,” ujar seseorang, yang Taehyung yakini suara Tiffany. Suara yang nyaring ketika berbicara. “Dan Taeyeon juga belum datang. Jessica dan Yuri juga belum bangun. Seohyun masih sibuk dengan barang-barangnya. Kalau kita tunggu di sini, kita yang akan mati kebosanan,”

“Dan aku perlu mengisi perutku, eonni,” sambar YoonA.

“Arraseo, kita kembali ke hotel. Tapi sebelum itu, kita pesan dulu ayam. Di mana oppa?” tanya Sunny.

Taehyung mengambil enam kaleng minuman dan hendak membagikannya di panggung. Ia menundukkan wajahnya, merasa malu, takut, gugup, dan merasa tidak layak memandang mereka. Tiffany, yang menyadari kehadiran seorang pemuda dengan wajah cute dan lugu, langsung memanggilnya. Ia yakin pemuda itu adalah orang Korea.

“Cheogiyo,” panggil Tiffany.

Taehyung menoleh menatap Tiffany. Dengan bingung ia menunjuk dirinya pada Tiffany, seakan-akan bertanya “aku?”.

“Nde?” tanya Taehyung.

“Woah, kyeo~,” bisik Sooyoung pada YoonA.

“Kau orang Korea? Apa kau membantu-bantu di sini?” tanya Tiffany.

“Ah, ye. Aku hanya membantu seadanya saja. Seperti mengambil dan membagikan minuman,” jawab Taehyung.

“Siapa namamu?” tanya Hyoyeon.

“Kim Taehyung imnida,” jawab Taehyung.

“Eunng, namamu sama dengan nama teman kami,” ujar Hyoyeon.

“Dan kau juga mirip dengan…” ujar Sunny. Perkataannya segera terhenti dan wajahnya mendadak seperti kena tampar. Tatapannya teralih ke Sooyoung dan YoonA, yang serempak menganggukkan kepala mereka.

Taehyung hanya menatap mereka dengan pandangan ingin tahu.

“Ehm, lalu kau mengenal kami?” tanya Hyoyeon.

“Tentu saja aku sangat mengenal kalian. Bagaimana bisa aku tidak tahu siapa kalian? Tidak ada yang tidak tahu siapa kalian. Kalian adalah idola,” jawab Taehyung girang.

Lima gadis itu tertawa melihat keluguan Taehyung. “Lalu apa kau mengidolakan kami?”

“Aku… suka kalian,” jawab Taehyung ragu. Ia tidak bisa mengatakan mereka adalah idolanya. Karena idola satu-satunya adalah Kim Taeyeon.

“Lalu, kenapa kau menunduk saat lewat di depan kami? Apa kau takut pada kami?” tanya Sooyoung.

“Tentu saja, wajahmu seperti seseorang yang akan memakan apa saja dan siapa saja ketika kau lapar,” sembur Tiffany.

“Aku hanya… segan,” jawab Taehyung. “Apa mungkin aku pantas memandang kalian?”

“Tentu saja. Kau fikir kami siapa? Presiden?” Hyoyeon balik bertanya.

“Umurmu berapa?” tanya YoonA.

“Tahun ini 18 tahun,” ungkap Taehyung.

“Kau masih anak-anak. Tentu saja, kau sangat lugu,” ujar Sunny.

“Jika kau lewat di depan kami, angkat saja kepalamu. Kami bukan seseorang yang memiliki jabatan lebih tinggi darimu. Yang membedakan adalah profesi, dan itu bukan berarti kau segan kepada kami. Kami juga jadi lebih segan lagi kepadamu. Kau begitu sopan,” ujar Tiffany.

“Gamsahamnida,” kata Taehyung dengan senyuman khasnya yang mengembang di wajahnya. Tiffany tertegun sejenak memandang senyuman itu.

“Kau pasti seorang ulzzang, keutchi?” tanya YoonA.

“Sudahlah, kita jangan mengganggunya dengan banyak pertanyaan yang tidak penting,” ujar Tiffany. “Bagaimana? Kau mau membantu kami memesankan ayam? Kau boleh mengantarnya ke depan kamar hotel kami kalau kau mau,”

“Ne, aku akan berusaha membantu,” jawab Taehyung sedikit kikuk. Kamar hotel Girls Generation? Apakah ada kemungkinannya ia akan bertemu dengan idolanya satu-satunya? Apakah ia akan mewujudkannya cita-citanya hari ini juga?

“Kalau begitu, akan kami tunggu,” pamit Sunny dan mereka berlima segera kembali ke hotel.

Setelah mereka berlima pergi, Taehyung buru-buru membagikan minuman soda itu kepada pekerja-pekerja yang ada di panggung, termasuk Jimin dan Jun. Selesai semuanya, ia memesan ayam dua potong dengan nomor restaurant yang dianjurkan Jun sebagai restaurant terbaik di Jepang.

“Kau akan ke kamar hotel mereka?” tanya Jimin setelah dua puluh menit lamanya Taehyung menunggu pesanan ayamnya datang dan Jimin baru menghampirinya setelah pekerjaannya selesai.

“Seharusnya manajer mereka. Tapi sepertinya manajer mereka menghilang entah kemana. Aku yang menggantikan,” jawab Taehyung dengan cengiran lebar di wajahnya.

“Kau sungguh beruntung, jinjja,” puji Jimin. “Dan setelah konser mereka ini, aku ingin berkeliling Jepang dulu. Aku akan mendapat upah yang banyak setelah membantu mempersiapkan alat-alat panggung mereka,”

“Chicken!” seru seorang laki-laki memakai topi putih yang baru saja naik ke atas panggung. Ia memegang sebungkus plastic besar yang isinya pasti dua potong ayam.

Taehyung menghampirinya dan mengambil plastic itu. Ia merogoh sakunya dan memberikannya kepada laki-laki itu. Taehyung mendapatkan uang Yen Jepang dari Jun. Uang miliknya segera ia tukarkan dengan Yen milik Jun.

“Aku pergi, ne?” pamit Taehyung dengan senyuman lebarnya.

“Aisshh, jinjja anak itu!” seru Jimin sambil tertawa.

Di perjalanan menuju hotel, Taehyung membaca secarik kertas kecil yang diberikan Jun dan isinya merupakan kamar hotel Girls Generation. Mereka memakai tiga kamar. Kamar nomor 221, 222, dan 223. Taehyung menganggukkan kepalanya. Ia menghembuskan nafas panjang-panjang sebelum melangkahkan kakinya masuk ke dalam hotel dan menuju kamar 221.

Tok Tok Tok

“Neee, apakah itu ayam?” sapa seseorang di balik pintu kamar hotel. Pintu kamar 221 terbuka dan memperlihatkan sosok gadis cantik Im Yoon Ah.

“Annyeonghaseyo,” sapa Taehyung. Ia memberikan bungkusan plastic itu.

“Ah, gamsahamnida. Kau benar-benar baik sekali. Gamsahamnida,” ujar YoonA sambil tersenyum lebar. “Ah, kau tidak perlu memberitahu yang lainnya. Karena mereka sudah berkumpul di sini,”

“Ne, annyeonghigaseyo,” pamit Taehyung. Ia membungkukkan badannya 90 derajat. YoonA hanya tersenyum.

Saat YoonA menutup pintu kamar itu, Taehyung menghela nafas pendek. Ia gagal bertemu dengan Taeyeon. Oke, mungkin ini egois. Tapi dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan satu-satunya idola yang paling dia kagumi. Sudah menjadi cita-cita yang paling utama bagi Taehyung untuk segera bertemu dengan idolanya.

Taehyung hendak melangkahkan kakinya menuju lift. Ia hendak kembali ke Yokohama Arena. Namun, ketika ia membelokkan tubuhnya, seorang gadis memakai hoodie dan topi hitam tengah berlari ke arahnya. Taehyung membulatkan matanya, terkejut. Apalagi seorang laki-laki memakai jas hitam rapi muncul dan segera mengejar gadis itu.

“Kim Tae…!” seru laki-laki itu.

Taehyung ingin menghindar. Namun, tangannya secara tidak sengaja ditarik oleh gadis itu ke belakang. Mereka berlari menyusuri koridor hotel dengan berpegangan tangan. Taehyung tidak tahu apa yang sedang terjadi saat ini. Yang ia tahu hanyalah berlari kemana gadis ini membawanya. Jantung Taehyung berdebar-debar. Apa ini karena ia sedang berlari. Molla, ia merasa senang menggenggam tangan gadis di hadapannya ini, yang sama sekali tidak ia kenali.

 

-To Be Continued-

-Kim Taehyung-

 

-Kim Taeyeon-

 

-Byun Baekhyun-

 

 

A/N : Annyeoong hehehe^^ update-nya ngga lama, ‘kan ya? Ngga lama, ‘kan? *maksa* di FF ini aku hanya mau minta maaf *sedihmodeon* cast-nya aku pake seseorang dari BTS!!, dan bukannya Baek seperti kebanyakan komen kalian huhuhu. Hueee~ aku suka banget sama si V ini *tunjukTaeTae* makanya aku buat cast-nya V walaupun yang kita tau itu Jungkook-lah yang suka Taeyeon. Tapi sayang, Kookie imut itu ngga mirip Baekkie. Dan itulah alasan utama kenapa aku pake cast-nya si V yak arena dia mirip si Kyung~ *lirikBaekkie*. Aku pake cast lain karena takut reader bakalan bosen dengan cast yang itu mulu hehe yang nyatanya aku memang suka pairing itu *lirikbabyfacecouple*.

Dan aku juga mohon maaf *mumpungmasihteciumbaulebaran* karena disini ceritanya Baek ama Tae putus. Ya, namanya juga FanFic kekeke~ demi kebutuhan cerita, aku minta izin sama yang bersangkutan untuk memutuskan mereka di sini *apasi*. Dan aku juga minta maaf *lagi*, umur V beda sama kenyataan #evillaugh karena kebutuhan cerita.

Dan sekali lagi aku minta maaf *gantungauthor* kalo ceritanya ngebosenin hahaha#kaniballaugh ini masih awal-awal, sih ya jadi wajar keke~

Dan aku bakal terharu sangat untuk para readers yang baik yang mau meninggalkan jejaknya walaupun dia menyesal baca ini huahahaha karena semangat author itu ada di komen kalian #drama

Okedeh, itu aja ngga usah panjang-panjang hehehe dan tunggu update-an lainnya seeya *flykissfromme Luhan*

-Preview It’s Me (2 of …)-

“Apa aku… mirip dia?”

 

Mata indah itu akhirnya mengeluarkan air bening yang tak kunjung berhenti mengalir di pipinya. Ia menangis terisak, seakan-akan beban yang selama ini dipikulnya sudah terlalu menyesakkan dadanya. Ia lelah. Ia ingin menuangkan semua kesedihannya. Tapi ia juga tidak tahu kepada siapa dan di mana ia menumpahkannya.

“Yeogi. Di sinilah tempatmu bersandar. Aku akan menjadi seorang pendengar yang jatuh dari surga dan bertugas untuk menghapus air matamu,”

 

“Kyung?”

 

Jika perasaan ini memang tidak pantas untuk aku miliki, jika aku bukan orang yang benar-benar mengerti apa itu cinta, aku mohon, sekali saja untuk aku merasakan perasaan hangat dan manis ini untuk yang terakhir kalinya. Izinkan aku, untuk mengucapkan salam perpisahan pada seseorang yang tulus memberikan kasih sayangnya kepada orang-orang yang ia cintai. Sehingga aku bisa menghapus perasaan ini dengan sekali hentakan.

Byun Baekhyun, tolong pinjamkan aku kekuatanmu!

“KIM TAEYEON!”

 

Aku mencintainya, bukan karena dia seorang idola~

-Preview End-

Advertisements

50 comments on “It’s Me [1 of …]

  1. Seru bnget thor. Ngga bosan bacanya. Kereeen. Suka. Daebak. Aku sih ngga apapa kalau di cerita ini baekyeon putus dlu #walau sedih jg. Krna aku jg suka sm taehyung Dia bias aku di BTS jd aku nerima aja. pairingnya terserah mau taeng-taehyung atau baek-yeon.

    Di tunggu bnget kelanjutannya. Kalau bisa jngan lama yaa thor~#wink. Penasaran niih.
    . Fighting!^^

  2. Wiihh cast baru akhir2 ini q eman lagi merhatiin member BTS jujur susah ngapalin wajah mereka ckckkckc paling hafal sama junkok udah yg lain ga paham tapi q sukaa apalgai ceritanya fans sma idola jarang2 berarti cwe yg kena tumpahan kopi itu taeng yaa… Beruntung bgt jdi taehyung bsa ketemu mmber GG jdi pengenn aaaahh next chap dtunggu

  3. Huahahaha ini aku seneng banget oppa v main cast*biasa fansgirl* itu taeyeon yg narik v ya mau kemana tuh… seperti y taeyeon masih pusing mikirin fans y tuh…
    Lanjut aj thor… Fighting ne jangan nyesel lhooohhh bikin ff y terus semangat ne

  4. Aaaa aku suka banget banget banget!!!!!!
    Taetae couple ♡
    Lanjut thor!! Jangan lama lama !!
    Love love thor ♡♡♡

  5. wah ada pairing baru 😀 aku juga suka v di bts thor. ceritanya ga ngebosenin thor. ditunggu next chapter Jangan lama” ya thor . fighting ^-^

  6. Taehyung oppa sma baekki oppa mrip bget thor

    taeng eonni knapa lri2 tuh ??? Dkjar hantu kah ????@abaikan

    nextnya jgan lma2 ne thor
    fighting

  7. Akhirnya ada ff Tae-V ><
    Kira kira Taeng eonni narik V oppa kmna ya?
    Itu siapa lagi yg ngejar-ngejar Taeng eonni :v
    Next thor jgn lama lama
    Fighting yo ^^)9

  8. Yey.. ad pairing baru,, ap ge member BTS. kbtulan bgt q ge ska ma BTS. #gadaygnanya

    ska ma crtax thor,, moga chap 2 cpt d’update. semangat thor lanjutinx.
    #Hwaiting!!

  9. aigoo aigoo TaeTae couple nih kkk.
    ya memang sih mereka mirip , apa mungkin saudara yang terpisah ? *apaseh* -,-”
    ahh siapa tuh yang manggil KIM TAE!!!
    namanya mirip cuma beda diujungnya doang.
    next ditunggu ^^
    FIGHTING eoh !!!

  10. Wahhh mirip bgt thor….. :-O
    Seru thor….. (y)
    psti smua org ngok gara gara taehyun mirip baekhyun….:-)
    Lanjut lanjut thor. D tnggu loh…

  11. dsni V bkan dri anggota BB author? ehehe cie TaeTae XD. next chap dtnggu author, jgn lupa ff yg lain jga dlnjut hehe. FIGHTING !

  12. OMOGAT ITU EOH TAETAE KAPEL AH JINJJA KENAPAAA KENAPA AUTHOR INI BAIK SEKALI HAAAH OMOGAAAT ENTAH MAU KOMEN APA LAGI YANG JELAS AKU GIRANG BANGET. HUAAAH HWAITIIING AUTHOOR

  13. Awww taehyungkuuuu~
    seneng banget deh thor, akhirnya ada cast bts :’v
    cerita seru malah kea dikehidupan nyata/? haha.

    NEXT YAAA THORRR JAN LAMA LAMA

  14. Awwwww, fanficnya so sweet banget..aku suka kok pairing V-Tae..palagi karena V mirip baekhyun hohoho..daebak author..semangat buat updatenya ya, fighting!!

  15. aku adalah fanboy baekhyun yg jga menyukai taeyeon, dan setelah membaca ini..

    aku berpikir dan merasakan, Sepertinya Baekhyun lah yg sangat mencintai Kim Taeyeon.. Karna kalo masi cinta tpi dipaksa putus, itu jauh lebih sakit. Ini dunia Kita(?) :333 *ini apaan/? –“

  16. Kyaa ohmygod aku suka bangeet >< cepet lanjut ya thoor penasaran bgt sumpah *-*coba aja klo jungkook dimasukin :3 *ngode . Setau aku di bts fanboy nya taeng itu v bukan jungkook :'v jin juga

  17. bagus kok thor ff nya feelnya dapet bgt
    aku juga suka taehyung/V ff nya gk ngebosenin kok
    tragis ceritanya BaekYeon semoga V dpt menghibur taengoo
    fanboy yg patut di contoh #acie cie acungkan jempol
    iyu yg di tabrak V kayaknya taengoo deh
    dan itu siapa yang ditark tarik sama taeng V mungkin
    namanya mirip sih jadi bingung kim taeyeon atau kim taehyung
    menurutku sih baekki atau V memang mirip bgt deh apalagi senyumnya hehehehe
    sma2 baby face manis imut ya ampun klepek klepek #cocok
    aku suka bgt sama semua ff nya author yg paling aku suka yg pairing nya couple baby face dan yap itu dia ❤ deh
    aku hargai kok author yg coba bikin cast baru dan ini daebak udah penasaran nih lanjut ya thor sama ff yg lain juga di lanjutin udah penasaran bgt

  18. Itu yg ngejar Taeyeon pasti Baekhyun ya kan ‘-‘ V imut banget >__< dia bias utamaku di bts *abaikan* V kan emang mirip sama Baekhyun, seru lagi kalau Daehyun dimasukkin(?) Next ditunggu thor!~

  19. Hua aku suka ff nya keren thor 😀
    Tapi kayanya v susah banget buat ketemu sama taeng yah ? Ditunggu next chap nya thor

  20. Omona~
    Fanficnya daebak ga bikin bosen >< dan previewnya bikin virus kepo memuncak :3
    Ditunggu ne.. Lanjutannya..
    Gomawoyo~ (gomawo karena luhan mau nyebar kiss:*)
    *kiss*

  21. Annyeonghaseyo aku reader baru di WP ini salam kenal^^
    Kyaaa, V! Aku suka bgt sama V thor *berbinar/?* udh gtu di fanfic ini lawan main yeoja nya Taeng eonnie, trus lawan main namja nya Baekkie *-* cocok bgt, keren malah! Aku suka bgt karakter V disini sebagai fanboy Taeng, ya walaupun kenyataannya Jungkook :v

    Next Chapter, Hwaitaeng thor!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s